The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pada edisi VIII ini, kami, kru redaksi
MENTARI “Meniti Tangga Prestasi”
mengambil tema Sekolah Adiwiyata.
Selain mendukung suksesnya SMPN 15 Yogyakarta dalam menuju Sekolah
Adiwiyata, harapannya peserta didik bisa termotivasi untuk lebih peduli lingkungan dan menjaga kelestarian alam.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kurikulum, 2022-02-06 02:53:39

MENTARI

Pada edisi VIII ini, kami, kru redaksi
MENTARI “Meniti Tangga Prestasi”
mengambil tema Sekolah Adiwiyata.
Selain mendukung suksesnya SMPN 15 Yogyakarta dalam menuju Sekolah
Adiwiyata, harapannya peserta didik bisa termotivasi untuk lebih peduli lingkungan dan menjaga kelestarian alam.

PENANGGUNG JAWAB Assalamu’alaikum Wr.Wb
Drs. Siswanto, M.Pd.
Salam Buletin Mentari,
(Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta) Puji syukur kami panjatkan ke
hadirat Allah swt. yang telah melimpahkan
PEMBIMBING rahmat-Nya sehingga Buletin Mentari
Retno Handayani, S.Pd. Edisi VIII Februari 2022 bisa hadir di
Novia Indriastuti, S.Pd. hadapan Anda semua. Apresiasi untuk
semua anggota redaksi yang telah bekerja
Eny Darsiti, S.Pd. keras mempelopori lahirnya buletin
Nur Kholifah, S.Pd. sekolah ini.
Anis Titik Lestari, S.Pd. Pada edisi VIII ini, kami, kru redaksi
Khuswatun Nur Fatimah, S.Pd. MENTARI “Meniti Tangga Prestasi”
M. Alfian Hermawan, S.Pd. mengambil tema Sekolah Adiwiyata.
Selain mendukung suksesnya SMPN 15
KETUA UMUM Yogyakarta dalam menuju Sekolah
Asyifa Nisa Qurrota’ayun Adiwiyata, harapannya peserta didik bisa
termotivasi untuk lebih peduli lingkungan
PEMIMPIN REDAKSI dan menjaga kelestarian alam.
Khalidah Shafa Az-Zahra Tampilan dan beberapa artikel baru
Azzahra Nur Khunaifah dimunculkan serta info-info terkini dari
sekolah antara lain, Liputan Berita, Artikel,
SEKRETARIS Opini, Profil Guru Berprestasi, Profil Siswa
Raya Aurelladiva Berprestasi, Pojok BK, Parade Puisi dan
Cerpen, dan lain-lain. Satu hal yang perlu
ILUSTRATOR diingat bahwa buletin ini adalah dari kita
Alyi Sekar Lintang untuk kita sehingga diharapkan kontribusi
aktif kita lewat ide-ide kreatif serta saran
DEWAN REDAKSI dan kritik konstruktif. Untuk itu, redaktur
Aisha Nareswari Rahima Diyanti mengucapkan terima kasih.
Akhir kata, apabila terdapat
Zefanya Safira Kristi kesalahan kata ataupun penulisan, kami
Lola Adelia Putri yakinkan bahwa itu bukan kesengajaan
Nadira Azzahra dan uluran maaf Anda sangat kami
harapkan. Selamat membaca.
Dinar Widyaningrum
Sese Gribha Annisya Sari Wassalamu’alaikum. Wr.Wb.

SIRKULASI Kru redaksi
Fadiya Kinanti
2
PENYUNTING AKHIR
Nur Kholifah, S.Pd.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022

 Belajar Mencintai Lingkungan [ 26 ]

 Sekolah Adiwiyata [ 28 ]

Susunan Redaksi [2]  Pantun [ 29 ]
Sekapur Sirih [2]  Puisi [ 30 ]
 Cerita Pendek [ 33 ]

Pelatihan Kader Adiwiyata [4]

Istilah-istilah baru dalam bahasa [ 35 ]
Indonesia

 Profil Guru Berprestasi [6] Susunan Pengurus OSIS SMPN 15
 Profil Siswa Berprestasi 1 [8]
 Profil Siswa Berprestasi 2 [ 10 ]

Yogyakarta Tahun 2021/2022 [ 36 ]

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 15

Yogyakarta [ 12 ] Komik Adiwiyata [ 39 ]
Poster Adiwiyata [ 41 ]
 Lingkungan Sekitar [ 14 ] Album Sekolah [ 44 ]
 Literasi di Perpustakaan [ 16 ] Kru Redaksi [ 46 ]

 Pengelolaan Sampah Plastik

di Sekolah [ 18 ]

 Sekolahku Mencintai

Lingkungan [ 19 ]

Seri Profil Pelajar Pancasila [ 21 ]

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 3

Dalam rangka mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan sebagai syarat
pencapaian Sekolah Adiwiyata Provinsi. Sekolah SMP Negeri 15 Yogyakarta mengadakan

program pelatihan Kader
Adiwiyata di SMP Negeri 15
Yogyakarta yang dilaksanakan
pada hari Senin, 1 November
2021 pukul 08.00 – 10.00 WIB
bertempat di ruang Aula SMPN
15 Yogyakarta.

Tujuan pelatihan antara lain
memberikan stimulan kepada
warga sekolah dalam hal
memberikan penguatan karakter Adiwiyata pada peserta kader Adiwiyata. Selain itu melatih
praktik mengelola sampah, seperti bank sampah memilah sampah, daur ulang sampah dan
kompos. Peserta Pelatihan Kader Adiwiyata adalah Guru dan karyawan 36 orang dan
peserta didik 150 orang. Acara tersebut juga dihadiri oleh 6 orang dari DLH (dinas
Lingkungan Hidup).

Acara dimulai dengan pembuka berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Selanjutnya dibuka oleh Kepala sekolah Ibu Siti Arina Budiastuti, M.Pd.B.I. Ucapan selamat
datang kepada narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan peserta diklat yaitu peserta
didik yang menjadi kader adiwiyata. Diharapkan para peserta didik khususnya tim adiwiyata
menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat menjaga kesehatan karena kesehatan
merupakan modal utama untuk menjalani segala aktivitas.

Pemateri adalah Ibu Kristina Endang Setiawati dari Dinas Lingkungan Hidup Kota 4
Yogyakarta. Materi yang disampaikan anatar lain tentang Perilaku Ramah Lingkungan Hidup
(PRLH): Gerakan Peduli dan Berbudaya lingkungan hidup di sekolah, berdasarkan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P52/MenLHK/Setjen. Selanjutnya
disampaikan juga mengenai Gerakan Peduli Lingkungan Hidup dilakukan secara kolektif,

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022

berjenjang dan berkelanjutan yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah, masyarakat
sekitar sekolah dan termasuk komite dalam rangka menjaga dan melestarikan lingkungan
hidup.

PRLH juga dapat dilakukan dalam setiap mata pelajaran, ekstrakurikuler lain selain
pramuka, diterapkan melalui pembiasaan diri di sekolah atau di rumah. Untuk SMP negeri
15 dilakukan dengan kegiatan jumat bersih, membersihkan ruang kelas, lingkungan sekolah
dan lingkungan di rumah masing-masing.

Di samping itu juga dipaparkan juga Aspek perilaku Ramah Lingkungan Hidup di
sekolah meliputi: Kebersihan fungsi sanitasi dan drainase (saluran air, selokan dan lain-lain).
Pengelolaan sampah (reduce, reuse, recycle) dengan harapan sekolah bebas sampah
plastik atau stereoform, menggunakan kertas bekas, adanya bank sampah, pembuatan
kompos padat atau yang lainnya. Penamaan dan pemeliharaan tanaman/keanekaragaman
hayati (menghitung jumlah tanaman misal tanaman perindang, tanaman buah, tanaman
obat, tanaman hias dan lain-lain sesuai jenis dan kelompoknya masing-masing). Konservasi
air (hemat air, memanen air hujan dengan tandon air, sumur resapan, pemanfaatkan bekas
air wudu, lubang biopori, membuat slogan-slogan tentang penghematan penggunaan air dan
lain-lain). Konservasi energi (merawat listrik dan instalasinya, penggunaan bahan bakar
ramah lingkungan, mencabut saklar, pemanfaatan cahaya alami/cahaya matahari dan
mengidentifikasi alat-alat listrik agar tidak terjadi pemborosan). Inovasi (budidaya tanaman
hias, pemanfaatan bunga telang, sisik ikan, dan lain-lain.

Unsur utama pelaku dari PRLH antara lain: kepala sekolah, tenaga pendidik dan
kependidikan, serta peserta didik, sedangkan unsur tambahannya yaitu masyarakat dan
komite. Sekolah melakukan upaya untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan secara
mandiri dan berkesinambungan agar menjadi suatu pembiasaan bagi seluruh warga
sekolah, masyarakat sekitar ataupun komite sehingga keunggulan sekolah dapat
dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh sekolah. Penerapan PRLH di
sekitar sekolah dapat dilakukan dengan cara bersih-bersih di sekitar lingkungan sekolah,
kampanye tentang konservasi energi, membentuk jejaring sosial dan komunikasi, atau
media sosial yang lainnya.

Acara ditutup dengan bacaan hamdalah dilanjutkan praktik semua pokja. Semua 5
kader berkumpul sesuai kelompok pokja bidang masing-masing untuk melakukan pelatihan
terkait pengolahan sampah yaitu pemilahan sampah, pemanfaatan barang bekas, bank
sampah, dan pembuatan kompos padat.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022

GURU BERPRESTASI

Ibu Retno Yosiani Tanjungsari S.Pd. yang akrab
disapa dengan panggilan Bu Yosi ini merupakan guru
SMPN 15 yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 26
Desember 1967. Sebelum mengajar di SMPN 15
Yogyakarta, beliau pernah mengikuti Program Kejar Paket
B. Beliau memiliki riwayat pendidikan di IKIP Yogyakarta
yang sekarang berubah nama menjadi UNY.

Bu Yosi mulai mengajar di SMPN 15 pada 1 Januari 1996, beliau sudah menjadi guru
selama lebih dari 25 tahun. Selama puluhan tahun menjalani profesi nya sebagai seorang
guru beliau sudah meraup banyak prestasi, diantaranya adalah memenangkan OSN guru
tingkat kota, pernah lomba untuk video pembelajaran (tingkat nasional), juga pernah
mendapat peringkat saat diklat dan lolos seleksi sehingga dapat short course ke Filipina.
Selain itu, Ibu Yosi juga banyak sekali diminta menjadi narasumber, misalnya beliau pernah
diminta menjadi narasumber untuk Kurikulum 2013, beliau juga menjadi narasumber untuk
bedah SKL (Standar Kompetensi Lulusan) termasuk dalam pembuatan soal ASPD/UN.

Ibu Yosi juga baru saja pulang dari Aceh setelah mengikuti acara kemitraan antara
Dinas Pendidikan Yogyakarta dengan kota Aceh Jaya, yaitu Guru guru dari Yogyakarta
diminta untuk mengajar ke sana, untuk mata pelajaran IPA yang mengajar adalah Ibu Yosi.

Cara pertama yang beliau lakukan untuk memotivasi murid muridnya adalah memberi
contoh, harapannya siswa siswi dapat mencontoh hal baik yang dilakukan guru, setelah itu
baru dapat memotivasi dengan nasIhat. Metode belajar yang beliau gunakan beragam
sesuai dengan materi yang akan diajarkan.

Cara beliau mengatasi siswa yang nakal atau sulit diatur adalah dengan 6
menyadarkannya bahwa seorang siswa belajar untuk dirinya sendiri, sehingga manfaatkan
kesempatanmu sebaik mungkin, "Dia belajar ya untuk dirinya, bukan untuk Bu Yosi atau
Bapak Ibu guru yang lain, tapi untuk kemajuan dia." Kata Ibu Yosi.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022

HASIL WAWANCARA
Pada tanggal 22 November 2021 tim MENTARI menemui Bu Yosi untuk berkenalan

lebih dekat lagi melalui wawancara. Berikut hasil wawancara tim buletin MENTARI dengan
Ibu Yosi.

Tim : Bagaimana pendapat Ibu tentang murid-murid di SMPN 15?
Ibu Yosi : Anak-anak di SMPN 15 rasa solidaritas nya tinggi, sehingga Ibu suka

dengan itu. Mungkin dalam sisi pengetahuan beragam, ada yang pinter
banget ada yang enggak. Tetapi saya kurang tahu untuk yang sekarang,
karena sejak pandemi anak-anak lebih banyak belajar di rumah dan
sedikit kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman.
Tim : Apakah ada pengalaman menarik selama Ibu mengajar di SMPN 15?
Ibu Yosi : Pengalaman menariknya banyak sekali di sini, di sini anak-anak dari
yang nakal banget sampai yang pinter banget itu ada. Tetapi ada
pengalaman yang tak pernah saya lupakan. Suatu saat Ibu meminta
murid-murid membawa macam-macam hewan untuk bahan
pembelajaran, dan ada satu anak yang bawa ular, pada saat itu sudah
pada heboh karena takut, tapi ularnya tetap saya minta, walaupun saya
takut sebenarnya. Jadi itu pengalaman yang tidak saya lupakan
karena saya harus berani menghadapi sesuatu yang menakutkan,
karena itu membahayakan yang lain.
Tim : Apa pesan Ibu untuk siswa siswi di SMPN 15?
Ibu Yosi : Belajarlah sepanjang hayat. Jadi jangan lelah untuk belajar kapan pun
dan di manapun, itu yang penting. Kenapa? Karena dari pendidikan itu
kalian akan mendapatkan keberhasilan.

Ibu Yosi merupakan sosok yang sangat menginspirasi, jadi ayo kita laksanakan pesan
yang sudah disampaikan Ibu Yosi untuk terus belajar sepanjang hayat! Semoga kesehatan,
kesuksesan, selalu menyertai Ibu Yosi, Terima kasih banyak, Bu.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 7

SISWA BERPRESTASI 1

Nama saya Muhammad Gufti Alfarizan

kelas 7I . Pertama kali mengenal Ecoprint saat

kelas 4 SD. Saat itu saya hanya mengenal teknik

Pounding. Sejak saat itulah saya mulai

menyukai Ecoprint. Selain itu alasan saya

menyukai Ecoprint adalah bahan dasar yang

digunakan adalah pemanfaatan warna alam

yang berasal dari tumbuh-tumbuhan di

sekitar kita. Sesuai dengan slogan kami Go

Green with Suistainnable Fashion. Bermula dari

kegemaran itu membuat saya asyik bercocok

tanam. Selain itu Ecoprint yang saya buat berasal dari pewarna alami dengan

meminimalisir penggunaan plastik dan air.

Cara membagi waktu adalah dengan membuat Ecoprint setelah pulang sekolah
ataupun di hari libur dengan dibantu ibu selama proses pembuatan. Dorongan dan motivasi
dari orang tua khususnya ibu sangatlah penting buat saya. Sudah hampir 2 tahun ini , saya
membangun usaha fashion dan craft ecoprint . Bentuk semangat saya berusaha adalah
dengan mengikuti fashion show di Lippo Mall. Ke depannya saya akan mengembangkan
usaha ecoprint kami.

Buat teman-teman dan pembaca khususnya, pesan saya, marilah kita cintai bumi dan
lingkungan kita dengan penghijauan. Ecoprint adalah karya anak bangsa. Memanfaatkan
apa yang ada di sekitar kita dengan kreativitas dan berinovasi. Semangat berkarya semasa
muda untuk masa depan yang cerah.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 8

Kunjungi produk Ecoprint di rumah kami di Banguntapan. Jangan lupa follow dan
subscribe di
Instagram: @alfarizqecofashion,
Youtube: @dcoprintalfarizqi.
Terima kasih.
#oneproductonemotive#

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 9

SISWA BERPRESTASI 2

Di SMP Negeri 15 Yogyakarta, banyak sekali murid berprestasi, baik dari segi
akademis maupun nonakademis. Salah satunya adalah Biru Laksita, atau akrab di sapa
Biru. Tinggal di Perumahan Dalem Teratai Asri.

Siswi kelas VIII dari SMPN 15 ini memiliki prestasi di
bidang olahraga panahan. "Pernah memenangkan kejuaraan
tidak?" salah satu pertanyaan yang kami lontarkan saat
mewawancari Biru. Kejuaraan tertinggi yang diraih Biru sejauh
ini adalah POPDA. Saat duduk di bangku SMP ini, Biru pernah
memenangkan KEJURKAB (Kejuaraan Kabupaten).

Prestasi ini Biru kembangkan saat dia berumur 9 tahun,
atau lebih tepatnya saat dia duduk di bangku kelas 3 Sekolah
Dasar. Untuk ukuran anak umur 9 tahun, mengembangkan
bakat ini memang tidak mudah, dan pastinya butuh usaha
ekstra.

"Mengapa kamu bisa menjadi siswa yang berprestasi?," tanya kami pada Biru.
"Karena aku selalu berusaha agar bisa menjadi orang yang berprestasi," jawab Biru.
Sebuah kalimat yang dapat memotivasi kita semua. Intinya, jika kita ingin menjadi seperti ini,
kita harus melakukan usaha apapun agar kita dapat mewujudkannya.

Selalu semangat, rajin latihan, dan konsisten adalah trik yang dilakukan Biru agar
menjadi seperti sekarang. Menorehkan banyak prestasi yang dapat membanggakan diri
sendiri, orang tua, keluarga, serta bangsa dan negara.

Biru memiliki cara agar dia dapat memanajemen waktu antara kegiatan tambahan
tersebut dengan kegiatan belajar dirumah. Saat sore hari, Biru latihan panahan, lalu saat
malam hari, Biru akan mempelajari ulang semua materi yang diberikan guru. Sebuah
perjuangan yang patut diapresiasi.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 10

"Kalian harus selalu konsisten, berlatih dengan kemampuan kalian, selalu percaya diri,
selalu yakin dengan diri kalian sendiri kalau kalian bisa dan selalu semangat," jawaban Biru
saat ditanya mengenai motivasi untuk teman-teman yang lain.

Semua prestasi memang butuh usaha yang kuat. Apapun usahamu, pasti akan
membuahkan hasil yang memuaskan. Jadi, jangan malas belajar agar semua tujuanmu bisa
tercapai.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 11

Yogyakarta, 30 Desember 2021 bertempat di SMP Negeri 15 Yogyakarta telah
diadakan Serah Terima Jabatan Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta yaitu Ibu Siti Arina
Budiastuti, M.Pd.B.I. kepada Bapak Drs. Siswanto, M.Pd. Acara tersebut dihadiri oleh
perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, pengawas pembina sekolah
Bapak Drs. Rudi Darmawan, M.Pd., komite sekolah, rombongan perwakilan guru SMP
Negeri 14 Yogyakarta, serta perwakilan OSIS SMP Negeri 15 Yogyakarta.

“Setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan”. Itulah ungkapan Ibu Siti Arina
Budiastusi, M.Pd.B.I. selaku kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta. Setelah mengabdi kurang
lebih 5 tahun tepatnya 4 tahun 8 bulan, dinyakatan telah dipindahtugaskan ke SMP Negeri 5
Yogyakarta. Sementara itu, di SMP Negeri 15 Yogyakarta telah ditugaskan kepala sekolah
yang baru, yaitu Bapak Drs. Siswanto, M.Pd.

Acara serah terima jabatan berjalan dengan lancar. Di tengah pandemi seperti ini,

acara serah terima jabatan tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni seperti memakai

masker, mejaga jarak, serta mencuuci tangan atau menggunakan handsanitizer. Acara

dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pembacaan SK kepala

sekolah baru, penandatanganan berita acara, dan doa. Guna memeriahkan acara, sekolah 12
Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022

menampilkan salah satu tarian dari siswa. Salah satunya yaitu penampilan siswa yang
menunjukkan tarian Pelajar Pancasila. Beberapa hal lain yatu pemberian kenang-kenang
untuk Ibu Siti Arina Budiastuti, M.Pd.B.I. yang diwakili dari beberapa organisasi di sekolah.

Selama Ibu Siti Arina Budiastusi, M.Pd.B.I menjabat menjadi kepala SMP Negeri 15
Yogyakarta banyak pengalaman, pembelajaran, dan pengarahan yang telah diberikan
kepada bapak ibu guru serta siswa siswi SMP Negeri 15 Yogyakarta. Hal-hal tersebut demi
kemajuan dan meningkatkan mutu sekolah baik dari dalam maupun luar.

Terima kasih kepada Ibu Siti Arina Budiastuti, M.Pd.B.I yang telah memberikan
kontribusi dengan baik dan selamat datang kepada Bapak Drs. Siswanto, M.Pd. Selamat
bergabung menjadi keluarga besar SMP Negeri 15 Yogyakarta, selamat menjadikan SMP
Negeri 15 Yogyakarata menjadi sekolah yang unggul dalam segala bidang dan siap
bersaing di dunia global.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 13

oleh: Sese Gribha Annisya Sari (9D)

Lingkungan merupakan semua benda dan daya serta kondisi, termasuk di dalamnya
terdapat manusia dan tingkah perbuatanya. Lingkungan juga bisa diartikan sebagai tempat
di mana makhluk hidup tinggal. Lingkungan juga mempunya beberapa manfaat, yaitu
sebagai penyedia air, oksigen, mikroorganisme, tempat hidup, dan sumber makanan. Nah,
karena lingkungan sangat penting dan sangat bermanfaat bagi manusia, kita harus menjaga
dan melestarikan supaya lingkungan tidak tercemar.

Adapun yang namanya pencemaran lingkungan adalah kotornya suatu lingkungan dan
masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain dalam lingkungn tersebut.
Pencemaran lingkungan juga dapat dikatakan berubahnya ketatanan lingkungan
akibatperbuatan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sumber gambar: https://hai.grid.id/read/071640701/debat-capres-bahas-pencemaran-lingkungan-
ternyata-bukan-cuma-laut-sungai-kita-tercemar-juga.com

Lihatlah gambar tersebut, itulah contoh pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh
manusia yang suka membuang sampah dan tidak pernah mempunyai keinginan untuk
membersihkannya.

Penyebab dari pencemaran lingkungan tersebut, yaitu:

1. manusia sering membuang sampah sembarangan,

2. limbah pabrik yang sering dibuang sembarangan dan dibuang secara berlebihan,

3. limbah yang sering dibuang tersebut dikubur di dalam tanah sehingga lingkungan

menjadi tercemar,

4. masuknya zat kimia ke dalam lingkungan.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 14

Tentunya masih banyak lagi. Adapun akibat dari pencemaran tersebut, yaitu
lingkungan menjadi kotor, bau, lingkungan menjadi tidak nyaman, banyak penyakit yang
muncul. Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan supaya tetap bersih dan lestari
sehingga kita bisa hidup dengan nyaman. Cara-cara supaya lingkungan tetap bersih, yaitu
membuang sampah pada tempatnya, tidak membuang limbah pabrik sembarangan, dan
tidak mengubur limbah pabrik ke dalam tanah, usahakan tiap hari membersihkan lingkungan
supaya tetap bersih, dan memperbanyak tanaman serta pohon pohon agar terdapat oksigen
yang sangat banyak.

Sumber gambar: https://duniapendidikan.co.id/lingkungan-sehat/.com

Lihatlah gambar tersebut, betapa indahnya jika lingkungan itu bersih. Lingkungan
pada gambar terlihat sangat nyaman untuk dinikmati. Tidak banyak sampah sehingga
menjadikan lingkungan sejuk. Dengan hal tersebut, kita harus selalu menjaga lingkungan
supaya tetap bersih dan lestari karena banyak sekali manfaat dari lingkungan yang bersih.

Marilah kita tingkatkan kebersihan dan kepedulian kita terhadap lingkungan dan jaga
kebersihan lingkungan di sekitar kita. Usahakan yang terbaik untuk lingkungan supaya kita
bisa nyaman dan tidak banyak penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan yang kotor.

MARI KITA JAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SUPAYA TETAP BERSIH, INDAH,
NYAMAN, DAN SEJUK.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 15

oleh: Aisha Nareswari Rahima Diyanti (8B)

Perpustakaan merupakan salah satu tempat yang penting di SMPN 15 Yogyakarta.
Terkenal dengan perpustakaan nyaman, membuat para siswa dan siswi merasa antusias
saat berkunjung ke sana. Adanya perpustakaan ini, bertujuan untuk meningkatkan literasi,
kecintaan, dan minat baca para siswa dan siswi. Sehingga mereka dapat bekerja menjadi
individu yang gemar menggali informasi dari buku sebagai jendela dunia.

Tema buku-buku yang tersusun di perpustakaan SMPN 15 Yogyakarta dapat
dikatakan lengkap, yaitu, tentang filosofi, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, bahasa

Inggris, novel, majalah, agama,
sejarah dan lain-lain. Saya ingat buku
yang terakhir kali saya baca adalah
tentang sejarah kaum babilonia dan
novel KKPK (Kecil Kecil Punya
Karya). Walaupun di perpustakaan
kami ruangannya tidak terlalu besar,
kami sangat betah di sana karena
tempatnya nyaman sekali. Meja dan
rak-rak buku yang tersusun dengan
rapi, membuat perpustakaan ini
semakin enak dipandang. Tempatnya yang nyaman mencakup suasana yang hening,
dinginnya ruangan, dan penerangan yang baik membuat para siswa dan siswi betah di
sana.
“Di perpustakaan terasa dingin karena AC, jadi pas pulang sekolah bisa ngadem di
sana sambil baca buku, hehehe” ujar teman saya. Tapi kata-kata yang diucapkan teman
saya itu memang fakta. Oiya, di plafon ruang perpustakaan ini dilukis dengan gambar awan,
jadi kita semua yang membaca di ruang perpustakaan juga bisa sambil menghayal seakan-
akan sudah dekat dengan surga, hahahaha. Petugas pelayanan di sana juga ramah sekali.
Jadi, saya merasa gembira jika ingin meminjam buku di sana.

Namun, di perpustakaan SMPN 15 Yogyakarta juga terdapat beberapa peraturan yang
tentunya harus kamu patuhi jika ingin berkunjung ke sana. Peraturan pertama, kita tidak

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 16

boleh berisik jika ingin membaca buku

di perpustakaan agar tetap menjaga

suasana kenyamanan dan tidak

mengganggu orang lain yang sedang

berkunjung juga. Peraturan kedua, kita

harus bertanggung jawab

mengembalikan buku yang sudah kita

baca ke rak buku dengan rapi agar

menghargai petugas perpustakaan.

Peraturan ketiga, kita harus mencopot

alas kaki sebelum memasuki ruangan

perpustakaan agar karpet dan lantai perpustakaan tetap bersih. Peraturan yang keempat,

kita harus meminta izin kepada petugas perpustakaan jika ingin meminjam buku yang ada di

sana. Kepada teman-teman semua, saya ingin mengajak kalian untuk semakin mencintai

perpustakaan. Oleh karena itu, yuk Kita sering-sering mengunjungi perpustakaan dan

membaca berbagai koleksi buku menarik agar lebih meningkatkan minat baca sebagai

pelajar SMP Negeri 15 Yogyakarta!

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 17

oleh: Cholilla Vevila Sekartaji (9A)

Sekolahku berada di SMPN 15 Yogyakarta. Sekolahku adalah sekolah adiwiyata.
Pohon-pohon dan tanaman hijau mengelilingi sekolahku ini. Di setiap kelas memiliki tong
sampah masing-masing. Bahkan di luar kelas disediakan bak-bak sampah dan dipisahkan
jenis sampah sesuai warna bak.

Semenjak pandemi, kantin dan koperasi tidak buka. Alhasil sampah plastik di sekolah
berkurang drastis. Saat ini situasi sekolah sudah mulai melakukan pembelajaran langsung
dan dianjurkan membawa bekal agar tetap dapat mengurangi sampah plastik. Kita harus
mengurangi penggunaan plastik karena plastik sulit diurai. Membutuhkan waktu yang sangat
lama agar plastik dapat terurai oleh tanah.

Agar tanah dan lingkungan lainnya tidak tercemar, kita harus menghemat penggunaan
plastik dan menggunakan ulang plastik. Plastik juga dapat kita manfaatkan menjadi hiasan
kelas. Contohnya kita kreasikan menjadi lampu kecil, hiasan bunga, dan masih banyak lagi.
Sampah plastik di sekolah sudah dikelola dengan baik.

Namun, masih banyak murid yang tidak membuang jenis sampah sesuai dengan
warna bak sampah. Maka dari itu, marilah kita bekerja sama untuk menjadi pribadi yang
lebih bertanggung jawab demi lingkungan kita dan anak cucu kita.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 18

oleh: Khairani Mega Santi (7F)

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar kata sekolah Adiwiyata?
Pasti akan terlintas di pikiran kalian bahwa sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang
menerapkan sistem ramah lingkungan. Ya, benar sekali. Adiwiyata adalah sistem ramah
lingkungan.
Di kota Yogyakarta terdapat sekolah yang menerapkan sistem Adiwiyata salah
satunya adalah SMP Negeri 15 yang terletak di sebelah selatan stasiun kereta api
Lempuyangan. Ada beberapa pembagian kader Adiwiyata di SMP Negeri 15, di antaranya

Kader Adiwiyata Pengolahan Sampah
Di SMP Negeri 15 diterapkan sistem Adiwiyata bagi seluruh warga sekolah. Salah

satunya bagi siswa diwajibkan membawa minuman dari tumbler bukan botol daur ulang. Hal
itu dilakukan untuk mengurangi limbah sampah karena kita tahu bahwa sampah plastik tidak
dapat terurai dengan baik. Dalam hal ini bimbingan dari kader Adiwiyata pengolahan
sampah sangatlah penting.

Kader Adiwiyata Konservasi Air
Selanjutnya ada aksi menghemat air dengan dibimbing kader Adiwiyata konservasi air.

Kita dianjurkan menggunakan air seperlunya dan mengisi penampungan air di setiap toilet
sekolah.

Kader Adiwiyata Konversi Energi
Sebelum pulang sekolah, setiap kelas diwajibkan mematikan lampu maupun kipas

angin untuk menghemat energi listrik. Dengan bimbingan dari kader Adiwiyata konversi
energi kita diberi pembinaan langkah-langkah menghemat energi listrik salah satunya.

Kader Adiwiyata Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman
Terdapat Green House di SMP Negeri 15. Ada begitu banyak tanaman herbal yang

dibudidayakan. Setiap siswa akan mendapatkan bimbingan dari kader Adiwiyata
penanaman dan pemeliharaan tanaman bagaimana cara membudidayakan tanaman yang
benar dan baik.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 19

Kader Adiwiyata Keamanan Pangan
Dalam masa pandemi SMP Negeri 15 memperbolehkan siswanya membawa bekal

dalam wadah makan dan dianjurkan tidak membawa snack karena snack merupakan limbah
sampah. Dalam hal ini kader Adiwiyata keamanan panganlah yang mengatur pangan di
lingkungan sekolah.

Kader Adiwiyata Kebersihan dan Sanitasi
Setiap Jumat warga sekolah melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan

sekolah. Tidak hanya hari Jumat, setiap hari pun siswa-siswi diwajibkan menjaga kebersihan
lingkungan sekolah dengan piket kela. Untuk ini setiap kelas memiliki kader Adiwiyata
Kebersihan dan Sanitasi yang bertugas memantau kebersihan kelas.

Nah, itu dia beberapa aksi Adiwiyata di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Apakah kamu
juga tertarik untuk menerapkan sistem Adiwiyata untuk menjaga lingkungan sekitar? Ayo,
kita sayangi lingkungan kita dengan menerapkan sistem Adiwiyata!

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 20

Seri Profil Pelajar Pancasila

Oleh : Nurbowo Budi Utomo, SPd, M.Psi

Remaja harus memiliki kemampuan bernalar kritis, kemampuan bernalar kritis bagi
remaja merupakan salah satu soft-skill yang diperlukan dalam memilih kelanjutan studi,
peningkatan karir atau dalam memimpin. Remaja yang bernalar kritis mampu secara objektif
memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara
berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Elemen
kunci bernalar kritis mulai dari memperoleh dan memproses informasi dan gagasan,
menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, serta
mengambil keputusan.

Makna Bernalar Kritis bagi Remaja
Bernalar kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang

apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya. Bernalar kritis merupakan sebuah
proses membuat penilaian yang masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang Jadi
bernalar kritis juga merupakan kemampuan berpikir secara rasional dan melihat
permasalahan secara objektif sehingga hasil yang didapatkan tidak bias dan sesuai dengan
fakta yang ada.

Seorang remaja dengan keterampilan bernalar kritis dapat memahami hubungan logis
antara ide, argumen, atau kesalahan dalam penalaran sehingga bisa membuat keputusan
yang tepat. Ketika remaja mampu bernalar kritis, dia tidak hanya menerima semua argumen
dan kesimpulan begitu saja, tapi juga mempertanyakan validitas dari argumen serta

21kesimpulan yang diambil. Dengan kata lain, remaja yang bernalar kritis adalah remaja yang

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022

memiliki kemampuan untuk berpikir secara
jernih dan rasional tentang apa yang harus
dilakukan atau apa yang harus dipercaya.

Ciri-ciri Remaja yang Memiliki
Kemampuan Bernalar Kritis
a. Mampu menentukan mana informasi

yang relevan dengan isu yang perlu dibahas atau tidak, mengenali propaganda, hoax,
fitnah gossip, dan informasi palsu.
b. Mampu memprediksi kemungkinan risiko yang akan terjadi sehingga dalam mengambil
keputusan tidak tergesa-gesa atau tidak membabi buta.
c. Mampu membedakan antara fakta dan opini sehingga saat mengemukakan pendapat
lebih obyektif.
d. Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Orang dengan pemikiran kritis selalu mencari
informasi dan bukti terbaru, senang mempelajari banyak hal, dan terbuka dengan ide
baru.
e. Selalu mempertanyakan informasi baru yang didapatkan sehingga tidak mudah
mempercayai perkataan orang lain begitu saja serta menggunakan informasi tersebut
untuk memecahkan masalah
f. Memiliki kerendahan hati. Orang dengan pemikiran kritis berpikiran terbuka dan tidak
gengsi mengakui kesalahan atau kekurangannya saat dihadapkan pada bukti yang
meyakinkan bahwa ternyata ide dan pendapatnya salah.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 22

Manfaat Memiliki Kemampuan Bernalar kritis
Keterampilan bernalar kritis tidak hanya diperlukan bagi orang-orang yang bekerja di

bidang tertentu. Tapi bagi remaja yang masih sekolah juga sangat diperlukan. Berpikir kritis
dapat memberikan manfaat bagi remaja. Berikut ini beberapa manfaat dari berpikir kritis.
a. Mampu berpikir jernih dan rasional

Bagi remaja yang memiliki ketrampilan bernalar kritis, dia akan mampu berpikir
jernih dan rasional serta dapat menyelesaikan masalah secara sistematis. Kemampuan
ini tentu merupakan potensi untuk sukses dalam belajarnya.
b. Meningkatkan kemampuan adaptasi

Dunia mengalami perubahan dengan sangat cepat, khususnya kemunculan
pengetahuan dan teknologi baru membuat remaja yang bernalar kritis mampu
beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman dan mampu menyesuaikan diri
dengan perkembangan teknologi. Remaja yang bernalar kritis dapat meningkatkan

keterampilan intelektual
yang fleksibel, memiliki
kemampuan menganalisis
informasi,
dan mengintegrasikan
berbagai sumber
pengetahuan untuk
memecahkan masalah.

c. Membantu meningkatkan keterampilan bahasa dan presentasi
Bernalar kritis berarti juga berpikir jernih dan sistematis. Pola berpikir ini dapat

meningkatkan kemampuan untuk memahami struktur logika teks saat mempelajari dan
menganalisanya. Hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan untuk
mengekspresikan ide.
d. Membantu Meningkatkan kreativitas

Kemampuan bernalar kritis memungkinan remaja untuk mengevaluasi masalah dan
menghasilkan solusi kreatif yang relevan. Jadi, tidak hanya semata-mata menghasilkan
ide, bernalar kritis juga memungkinkan remaja untuk mengevaluasi ide baru,
menyeleksi, dan memodifikasinya jika diperlukan.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 23

e. Membantu pengembangan diri
Bernalar kritis dapat menjadi alat untuk evaluasi diri sehingga kita tahu kelebihan

dan kekurangan kita, caranya dengan mengamati keberhasilan dan kegagalan kita di
setiap kegiatan. Kemudian kita belajar
lagi untuk mengatasi kekurangan kita
serta menggunakan kelebihan untuk
mengembangkan diri.
f. Dapat membantu melihat masalah dari
berbagai sudut pandang, sehingga
remaja menjadi lebih bijak

Dalam hal ini, penting untuk
memahami perbedaan permasalahan
dan persoalan. Dari sini, Anda akan
mudah menghargai sudut pandang orang lain dalam menanggapi suatu isu. Kemudian,
menjadi lebih mudah pula dalam mengambil keputusan yang bijak karena telah
menganalisis berbagai sudut pandang.
g. Menjadi remaja atau pelajar yang dapat diandalkan

Manfaat bernalar kritis, logis dan sistematis begi remaja , dia dapat diandalkan
oleh tim karena mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Dalam kegiatan di sekolah
seperti diskusi kelompok saat pembelajaran, kegiatan OSIS, kegiatan Pramuka dan
kegiatan sekolah lainnya sangat memerlukan orang-orang yang mampu bernalar kritis
untuk diandalkan terutama dalam menyelesaikan tugas sekolah.
h. Mandiri dalam Menghadapi Permasalahan

Remaja yang memiliki kemampuan bernalar kritis biasanya yakin akan
kemampuannya sehingga tidak bergantung pada orang lain. Dia akan mampu
mengatasi permasalahan dengan cepat, melihat apa yang terjadi lebih dewasa, dan
dengan pandangan terbuka.
i. Menemukan Ide dan Peluang Baru

Manfaat bernalar kritis lainnya adalah
remaja dapat dengan mudah menghasilkan
ide baru yang inovatif dan mampu mencari
peluang untuk mewujudkannya. Hal ini dapat
terjadi karena orang yang bernalar kritis tidak
suka hal-hal yang biasa, dia selalu akan
mencari hal baru, hal yang beda serta hal
yang lebih inovatif.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 24

Langkah-langkah Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis
Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dapat dipraktikan langkah-langkah berikut:
1. Rajin membaca buku yang berisi ilmu pengetahuan mutakhir.
2. Rajin menonton tayangan yang cerdas dan berkualitas.
3. Sering berdiskusi ddengan orang yang wawasannya luas, menguasai berbagi bidang

ilmu.
4. Rajin membaca ulasan suatu kasus yang disajikan para pakar.
5. Rajin menulis sebuah karya tulis yang ilmiah.
6. Ikut kegiatan lomba debat ilmiah yang sering diadakan di berbagai sekolah.
7. Rajin searching berbagai informasi yang bermanfaat di internet.
8. Rajin berlatih memecahkan berbagai kasus, baik kasus yang dihadapi atau kasus yang

terdapat di masyarakat dan sosial media.
9. Rajin mengisi macam-macam teka-teki diberbagai media masa.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 25

oleh: Lola Adelia Putri (9H)

Lingkungan merupakan seluruh faktor luar yang memengaruhi suatu organisme. aktor-
faktor ini dapat berupa organisme hidup atau variabel-variabel yang tidak hidup. Lingkungan
hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia. Alam yang serasi dan lestari
adalah alam yang mengandung berbagai komponen ekosistem secara seimbang.
Pengertian lingkungan menurut termokimia adalah sesuatu yang mengelilingi atau berada di
luar sistem. Jika dikaitkan dengan termokimia, contoh lingkungan adalah suhu dan tekanan
tempat terjadinya reaksi kimia.

Indonesia merupakan negara-negara dengan produksi sampah plastik terbesar kedua
di dunia. Bahkan per tahunnya, jumlah sampah plastik yang dihasilkan mencapai 7,2 juta
ton. Besarnya jumlah sampah plastik yang dihasilkan terbukti sangat mencemari lingkungan
karena sampah plastik tidak dapat diurai secara alamiah. Untuk mengurangi jumlah
penggunaan plastik dan demi menjaga lingkungan, pemerintah berencana mengenakan
cukai pada plastik.

Langkah-langkah untuk mencegah penggunaan sampah plastik yang berlebihan
antara lain:
1. Hindari penggunaan sedotan plastik dengan cara ketika makan di luar sebaiknya tidak

perlu meminta sedotan, melainkan diganti menggunakan stainless steel yang bisa
digunakan berulang kali.
2. Berhenti membeli air minum kemasan. Sebaiknya selalu membawa botol minum sendiri.
3. Pilih barang dengan kemasan kardus. Pilih karton daripada botol dan tas plastik sebagai
cara menguranginya sampah plastik.
4. Selalu membawa tas belanja.
5. Mendaur ulang botol plastik menjadi barang yang lebih bermanfaat, contohnya menjadi
tempat pensil.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 26

Nah, lima hal tersebut merupakan langkah-langkah untuk mencegah penggunaan
sampah plastik yang berlebihan. Jika menjaga kebersihan menjadi kebiasaan. Maka tempat
tinggal kita di rumah, sekolah, maupun masyarakat akan terlihat bersih dan indah. Kita
semua harus mencintai lingkungan. Kita wajib menjaga dan melestarikan alam sekitar agar
alam tidak cepat rusak atau punah. Jika alam di sekitar kita rusak atau punah, kita tidak bisa
lagi memanfaatkannya. Akhirnya kita juga yang rugi. Setiap orang harus bisa untuk
memulainya dari diri sendiri dan mengendalikan keinginan agar tidak bersikap konsumtif
serta menciptakan banyak sampah.

Sumber : https://www.tauchi.id

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 27

oleh: Zefanya Safira Kristi dan Riska Julia R.

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk
mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar
manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan
berkelanjutan.

Menurut Dinas Lingkungan Hidup, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli
lingkungan yang sehat, bersih, serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program
adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari
lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi tubuh kita. Selain itu, dengan
adanya program sekolah adiwiyata dapat mendorong terciptanya pengetahuan dan
kesadaran terhadap lingkungan hidup oleh warga sekolah. Dengan cara ditetapkannya para
kader Adiwiyata, seperti pokja pengelolaan sampah, keamanan pangan, pemeliharaan dan
penanaman tanaman, inovasi, konservasi air, konservasi energi dan kebersihan sanitasi
drainase yang nantinya dapat menjadi contoh untuk teman-teman dalam menjaga
lingkungan.

Namun, ada beberapa siswa yang masih menyepelekan adanya program sekolah
Adiwiyata seperti membuang sampah tidak pada tempatnya, membuang–buang air, tidak
mematikan lampu dan kipas ketika tidak digunakan, dan lain sebagainya. Sudah sepatutnya
kita sebagai warga sekolah saling mengingatkan satu dengan yang lain agar tetap peduli
terhadap lingkungan supaya kebersihan dan kenyamanan selama proses pembelaaran
tetap terjaga.

Sumber: https://dlh.blitarkab.go.id.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 28

Pantun Adiwiyata

1. Karya Dinar Widyaningrum (9A)

Jalan-jalan ke Kalimantan
Jangan lupa membeli alpukat
Jangan buang sampah sembarangan
Agar lingkungan indah dan sehat

Pergi ke pasar beli buah delima
Dimakan bareng teman-teman
Mari kita jaga dunia
Dengan melakukan penghijauan

Pergi ke toko membeli sepatu merah
Dibayarnya sama Nina
Ayo kawan daur ulang sampah
Supaya sampah jadi berguna

2. Rasya Azalia Budi Saputra (7F) Si Adi membeli itik
Pulangnya membeli batik
Kalau ada air yang bersih Kurangilah botol plastik
Tentu kita boleh menggunakannya Agar bumi makin membaik
Kalau lingkungan kamu ingin bersih
Buanglah sampah pada tempatnya Berlari kencang mengejar layangan
Layangan putih adik yang punya
Pergi bertamasya ke gunung salak Kita harus mencintai lingkungan
Pulangnya membeli ceri Itulah ciri khas sekolah kita
Jika lingkungan sekolah rusak
Nanti kita yang akan rugi

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 29

Puisi Adiwiyata

oleh: Nadira Azzahra (9A)

Berdiri tegak di atas tanah
Tanpa harus merasa resah
Karena memiliki batang yang gagah
Serta bunga yang mulai merekah
Dengan akar yang selalu menjadi penahan bagi seluruh bagian tumbuhan
Ditambah seekor burung yang hinggap tenang di atas dahan
Menikmati desiran angin pagi itu
Terbangkan dedaunan...
Yang menari mengikuti pawana
Perlahan jatuh menghampiri gadis berkacamata
Membangunkannya dari lamunan
“Ah! Sejak kapan bel masuk bergema?”
Datang hentakan langkah, membuat ia terperanjat dari duduknya
Lantas bergegas mengekor di belakang iringan pantofel hitam ibu guru
Sambil memalingkan wajahnya ke belakang
Menyadari betapa indahnya sekolah yang sebentar lagi ia tinggalkan itu

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 30

oleh: Rinanda Giri Sumunar (8E)

Aku berjalan
menelusur lorongan-lorongan jalan
Kiri kanan sampah menggunung
menjelma salju dan kabut
Menanti jangkauan uluran tangan

Dalam hati ini terasa ada sentuhan
Dalam telinga terasa ada bisikan
Dalam mata ini memancarkan keharuman

Ketika minggu datang menjelang
Ketika kesibukan berkurang
Kuajak teman sekampung halamanku
Bekerja bakti membersikan lingkungan

Lingkungan bersih kita ciptakan
Lingkungan sehat selalu kita dambakan
Orang-orang bijak sering mengatakan
Kebersihan pangkal kesehatan

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 31

oleh: Davina Kamila Radanis (7A)

Sekolahku...
Deru angin kencang menerpa
Daun-daun di pohon bergoyang seraya membawa tenteram
Aku memandang ke sekeliling ku
Lingkungan sekolahku
Yang bersih tanpa ada sampah berserakan
Yang damai tanpa ada keributan
Yang asri tanpa ada keburukan
Sekolahku...
Tempat yang nyaman untuk meraih prestasi
Buatku terus bersemangat
„Tuk mengejar mimpi
Di hari nanti.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 32

Cerita Pendek Adiwiyata

oleh: Anamta Tri Juananda (9A)

Di sebelah barat Pegunungan Ice Split ada perkampungan bernama Ascent. Di
kampung tersebut tidak banyak orang yang tinggal. Kampung tersebut dipimpin oleh Bapak
Brim yang mengatur dan menata kampong Ascent.

Suatu ketika terjadi penumpukan sampah di kampung tersebut karena sudah
beberapa minggu sampah-sampah tak kunjung diambil oleh petugas kebersihan kota. Bau
yang menyengat sudah terasa. Beberapa orang pun terkena penyakit diare. Brim waktu itu
bingung karena akan dikemanakan sampah-sampah itu.

Suatu ketika ada remaja mengusulkan untuk mengolah sampah-sampah tersebut
untuk dijadikan hiasan desa. Brim pun langsung menyetujui. Brim mengajak warga untuk
mengumpulkan sampah dan memilah mana yang bisa digunakan dan mana yang akan
dibuang.

Setelah dua hari memilah sampah, akhirnya sampah tersebut berkurang. Brim
membawa sampah yang tidak bisa digunakan ke petugas kebersihan pusat. Akhirnya
penumpukan sampah di kampung Ascent sudah tidak ada. Petugas kebersihan meminta
maaf karena lalai untuk mengambil sampah di kampung Ascent.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 33

oleh: Riska Julia Rahmawati (9H)

Suara azan subuh terdengar, aku langsung bangun untuk melaksanakan salat.
Selesai salat subuh, aku berganti pakaian. Setelah tadi malam hujan sangat deras, pagi ini
udaranya sangat sejuk. Pagi yang cerah tanpa adanya polusi udara membuat pagi sangat
sejuk.

Jarum jam menunjukkan pukul 06.00 WIB. Karena hari ini hari Minggu, aku dan
teman-temanku akan bersepeda menikmati Minggu pagi yang sejuk. Kami bersepeda
mengelilingi kampung. Sungai di sepanjang kampungku sangat kotor. Banyak sampah yang
mengapung di atasnya. Tadinya sungai di kampungku tidak sekotor saat ini, tetapi karena
kurangnya tempat sampah banyak warga yang memilih membuang sampah di sungai tanpa
memikirkan dampaknya. Setelah selesai bersepeda, kami memutuskan untuk pulang ke
rumah masing-masing.

Di siang hari tiba-tiba langit sangat mendung, tidak lama setelah itu turun hujan yang
sangat lebat. Hujan turun dari siang hari sampai malam hari. Karena derasnya hujan dan
banyaknya sampah yang memenuhi sungai, akhirnya meluap dan terjadilah banjir yang
tidak terlalu besar. Namun banjir itu tetap menggenangi seluruh jalan di kampung.

Keesokan harinya warga kampungku meakukan kerja bakti membersihkan jalan.
Ternyata masih banyak sampah yang menyumbat selokan dan warga segera
membersihkannya. Setelah dibersihkan alirannya menjadi lancar. Di setiap sudut kampung
sekarang sudah diberi bak sampah agar warga tidak membuang sampah di sungai lagi.
Warga juga melakukan penghijauan dengan menanam tumbuhan di pot-pot. Penghijauan itu
berfungsi sebagai penghasil oksigen dan pengurangan polusi udara. Betapa hidup di
lingkungan yang bersih membuat kita dapat menikmati hidup yang nyaman, sehat, dan
tenteram.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 34

Sahabat MENTARI, kosakata bahasa Indonesia sekarang sudah bertambah lho.
Biasanya kita menggunakan bahasa asing untuk menyebutkannya, kini bahasa kita sudah
memiliki kosakata sendiri. Berikut ini beberapa kosakata yang sudah sah menjadi bahasa
kita, yaitu bahasa Indonesia.

Istilah (kata) Akronim

1. Gawai = Handphone 1. Mager = males gerak
2. Daring = Online 2. Pansos = panjat sosial
3. Luring = Offline 3. Maksi = makan siang
4. Tetikus = Mouse 4. Saltik = Kesalahan penulisan (salah
5. Pranala = link
6. Warganet = netizen (pengguna ketik)

internet)
7. Swafoto = Selfie
8. Peladen = Server
9. Pratayang = Preview
10. Narahubung = kontak person
11. Mangkus = efektif
12. Sangkil = efisien
13. Pelantang = microphone
14. Sanitasi tangan =handsanitizer
15. Derau = noise (suara yang tidak

diperlukan)
16. Portofon = HT (Handietalkie)

Nah, kalian sudah tahu kan sekarang kosakata apa saja yang sudah ditambah dalam
kamus bahasa Indonesia. Yuk, mulai sekarang kita biasakan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar yaa.

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 35

NO KEDUDUKAN NAMA

1 Ketua Umum : Khaerunnisa Ramadhani
2 Ketua 1 : Fachri Aditya Wardhana

3 Ketua 2 : Nazhifa Azka Khalula

4 Sekretaris : Hanum Harlia Banyudoro

5 Wakil Sekretaris : Dyandra Azaria Widodo
6 Bendahara : Bisma Naufal Febrian

7 Wakil Bendahara : Sadjah Yuda Fatah

8 Sie Bidang

a. Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Koordinator 1) Leonardo Willy Agusta
2) Falen Ayu Anjani

3) Stevanus Arka Putra Dwitama

4) Putri Neysila

5) Fataya Azka Zuhra Ramadhanie

b. Bela Negara

Koordinator 1) Alfonso Danastri Geraldine

2) Adinda Zahratun Shyta

3) Raden Roro Anggita Sekar Kinanthi
4) Raden Roro Lewy Aluna Kiara Radysti
c. Berorganisasi Politik dan Kepemimpinan

Koordinator 1) Angel Jihan Pyardhyshy Rahmat

2) Minangkara Cenandhi Rengga

3) Fauzan Byantara Nadif

4) Michelle Ivana Putri Uktulsea

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 36

NO KEDUDUKAN NAMA

d. Kesegaran Jasmani dan Kreasi

Koordinator 1) Athaluna Ramadhani
2) Sandrina Imma Rofifah
3) Huwaida Azalia Sasikirana
4) Zeta Agustina Putri
5) Muhammad Alfian A. K.

e. Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Koordinator 1) Elysa Rahma Nur‟Aini
2) Fajar Nugroho Arfianto

3) Oktavia Putri Lestyowati

4) Cinta Anjani Maltas

5) Vania Elvaretta Ardana

f. Kepribadian dan Budi Pekerti

Koordinator 1) Rafsa Rayhan Saputra
2) Maria Caroline Meintan Purnama Putri
3) Athalia Twinsaputri Leovita
4) Theofillus Vindesta Sukarno
5) Dicky Rahma Wardana

g. Keterampilan dan Kewiraswastaan
Koordinator 1) Alayka Bilqish Anggaristi
2) Nadzwa Fiona Ardheta
3) Zumrotun Dahlia Febiana
4) Pudja Salwaa Renata

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 37

NO KEDUDUKAN NAMA

h. Persepsi Apresisasi dan Kreasi Seni

Koordinator 1) Ayla Sasmitha Widianto

2) Salmaniar As Zahra

3) Catharina Siena Sitaresmi

4) Haura Aulia Shabira

5) Nabila Salsabilla

Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta

ttd

Drs. Siswanto, M.Pd.
NIP 19661213 199601 1 001

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 38

Komik Adiwiyata

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 39

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 40

Poster Adiwiyata

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 41

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 42

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 43

Album Sekolah

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 44

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 45

Kru Redaksi AZZAHRA ZEFANYA

BIRU

AS SYIFA

LOLA GILANG
AISHA

Buletin Mentari, Edisi VIII Februari 2022 46


Click to View FlipBook Version