KETUA DKM AL-HIDAYAH (2019-2021)
PENGURUS DKM AL-HIDAYAH (2019-2021)
RINDU KAMI PADAMU MASJID
Kami merindukanmu
dalam suasana pandemi
Rindu nan tak terurai
sebab kami mengikatnya dengan cinta
Serupa lantunan doa pada hati kami saat itu
Kami melihat purnama di senyummu yang madu
Lantaran gemintang tetiba berdentang tak kenal waktu
Bergemuruh memekakkan dinding hati yang saat ini begitu sunyi
Harum aroma kesturi
juga wangi aroma masjid
Menyatu dalam pribadi kami
Berkomat kamit doa keharibaan-Mu
Lantas kami reguk bersama
Hingga kami sepakat menandai dalam sebuah debar yang kekal
Masjid
Kami akan tetap datang menggenapkan lembaran doa
yang belum usai kami panjatkan
Sebab kami ingin berusaha
juga mewujudkan silaturahmi
di rumah-Mu yang kami cintai
MUSTARI RAHMAT
Aren, Agustus 2020
ii
Kilas Balik;
Sejarah Masjid Jami al-Hidayah
Arcamanik Endah Bandung
Mengusung Ukhuwah, Menjaga Tasamuh
dan Konsisten dalam Beribadah
Kilas Balik;
Sejarah Masjid Jami al-Hidayah
Arcamanik EndahBandung
Copyright© 2021
Hak Cipta dilindungi undang-undang
All rights reserved
Tim Penyusun & Editor:
Ketua;
H. Mustari Rahmat
Anggota;
Pipin Zaenal Aripin, SH. MH.; Diva Yanuar S.Pd.I
Rancangan Grafis & Tata Letak :
Jamiludin, S. Pd
Muhammad Hasbi Assiddiqi
Desain Cover:
Andi Israudin
Cetakan Pertama:
November 2021
Diterbitkan Oleh :
DKM Al-Hidayah
Alamat :
Jln.Arcamanik Endah No 44 RT 06 RW 09 Kel. Sukamiskin
Kec.Arcamanik Kota Bandung Kode Pos 40293
PRA KATA
Bismillahirrahmanirrahim,
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan kekuatan, ketekunan dan kesabaran sehingga buku
yang sudah disusun ini akhirnya dapat diselesaikan.
Buku ini dibuat untuk kepentingan umat islam umumnya
dan khususnya untuk pengurus DKM Al-Hidayah kedepannya agar
mengetahui bagaimana perjuangan para tokoh mendirikan masjid
ini dan bagaimana proses renovasi pembanguan masjid serta
bagaimana perkembangan juga pengembangan masjid di masa lalu
sampai saat ini.Tidak lain untuk lebih menghargai para pengurus dan
jamaah masjid jami’ Al-Hidayah Arcamanik yang telah berkorban
jiwa raga dan hartanya untuk kemakmuran dan perkembangan
masjid jami’ Al-Hidayah.
Buku ini terdiri dari tiga bagian, bab pertama berisi
pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, profil, sejarah awal
v
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
masjid jami’ Al-Hidayah dan periode kepemimpinan Ketua DKM
Al-Hidayah, bab kedua berisi perkembangan dan pengembangan
fisik serta program masjid jami’ Al-Hidayah yang terdiri dari
pembangunan sarana dan prasarana serta perkembangan program
kegiatan keagamaan dan Pendidikan di Masjid Al-Hidayah dan bab
ketiga Penutup berisi kesimpulan dan saran.
Penulisan buku ini diawali pada bulan November 2020 yang
digagas ketua DKM Al-Hidayah periode 2019-2021 sekaligus ketua
penyusun buku Kilas Balik sejarah masjid jami’ Al-Hidayah, dengan
penuh perjuangan kurang lebih selama satu tahun akhirnya buku ini
rampung di bulan November 2021.
Akhirnya semoga buku ini dapat bermanfaat bagi jamaah
masjid jami’ Al-Hidayah khususnya dan seluruh kaum muslimin
muslimat warga Arcamanik Endah dan semoga Allah merahmati
serta memudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada. Amin
Ya Rabbal Alamin.
DKM Al-Hidayah
Sekretaris
H. Johni Purwanto, S.T., M.M.
vi
Sambutan
Kepala KUA Kecamatan Arcamanik
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji Syukur senantiasa kita panjatkan
kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat
dan Karunia-Nya; kita masih diberikan
kesempatan berbakti kepada umat, bangsa
dan negara sesuai dengan tugas dan fungsi
Nadzir Wakaf dan pengurus Masjid jami’ Al-Hidayah.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Arcamanik sebagai
regulator pengelolaan wakaf sebagaimana Undang-Undang Wakaf
Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, dan pembina Masjid di
Wilayah Kecamatan Arcmanik memiliki peran strategis untuk
mendorong pengadministrasian, pengelolaan, pemanfaatan dan
perlindungan harta wakaf masjid Al-Hidayah sesuai ketentuan
syariat Islam dan hukum positif di negara kita.
vii
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Penerbitan Buku Kilas Balik Sejarah Masjid Jami Al-
Hidayah Arcamanik Endah, merupakan salah satu media Lesson
Learned (Hikmah) yang dihadirkan oleh pengurus Masjid Al-
Hidayah sebagai upaya untuk pengembangan pengelolaan Masjid
lebih meningkat sesuai dengan harapan dan keinginan kita.
Akhirnya, semoga buku ini bermanfaat bagi seluruh jamaah
masjid Al-Hidayah khususnya dan masyarakat Arcamanik umumnya,
serta dapat menjadi acuan dan panduan dalam menyelesaikan
program-program pemberdayaan Masjid Al-Hidayah.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Bandung, 09 Agustus 2021
Kepala KUA Kec.Arcamanik
Dendin Umar, S.Ag.
viii
Sambutan
Ketua MUI Kecamatan Arcamanik
والصلاة والسلام على سيد المرسلين،الحمد لله رب العالمين
حبيبنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ومن تبعه بإحسان إلى
يوم الدين
Masjid tidak hanya diartikan sebagai
bangunan tempat ibadah atau tempat shalat
orang Islam namun masjid juga memiliki
peranan penting untuk membangun karakter
serta identitas kebudayaan umat muslim.
Oleh karenanya, masjid memiliki beragam
fungsi untuk kemaslahatan umat islam dalam
menjalani kehidupan sehari-hari. Sebagai
tempat yang paling mulia dan paling dicintai
Allah di muka bumi ini, masjid menjadi wahana bagi pemakmurnya
untuk mendulang rahmat Allah. Banyak ayat Al-Quran dan hadits
ix
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
nabi yang menjelaskan keutamaan orang yang membangun dan
memakmurkan masjid. Sabda Rasulullah SAW riwayat Imam
Bukhari dan Imam Muslim yang populer adalah :
)من بنى لله مسجدا بنى الله له بيتا في الجنة ( متفق عليه
Memakmurkan masjid tentu tidak hanya sekadar
menyukseskan pendirian dan perbaikan fisik masjid, tetapi yang
lebih mendasar adalah mengunjungi masjid untuk melakukan
berbagai aktivitas ibadah dan menjalankan berbagai program demi
kemakmuran masjid tersebut. Kriteria masjid yang paripurna
bukan hanya membuat jamaah nyaman dan khusyu dalam beribadah
tetapi juga dapat menciptakan kesejahteraan bagi jamaahnya.
Untuk menjadikan masjid yang paripurna tentu tidak mudah,
diperlukan kesungguhan dan kerja keras dari hamba-hamba Allah
yang memberikan perhatian dan kepedulian dalam pengelolaannya,
dalam hal ini adalah para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid
(DKM) dari masjid dimaksud. Para pengurus DKM dari waktu ke
waktu harus berupaya menambah ilmu dan wawasan serta menimba
pengalaman agar pengelolaan masjid dapat berjalan sebagaimana
mestinya dan menghasilkan manfaat yang optimal untuk ummat.
Alhamdulillah telah terbit sebuah buku “Kilas Balik:
Sejarah Masjid Jami Al-Hidayah Arcamanik Endah
Bandung”. Buku yang menggambarkan tentang perjuangan para
pecinta masjid dari masa ke masa di belahan bumi Arcamanik Kota
Bandung dalam mewujudkan fisik bangunan masjid jami’ Al-Hidayah
untuk beribadah yang memadai serta menjalankan program-
program DKM dengan tata kelola yang baik. Buku ini sangat baik
untuk dibaca oleh para pengurus DKM dimana saja berada agar
tetap semangat dalam berjuang untuk mengelola masjid dengan
x
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
sebaik-baiknya sehingga masjid dapat berkontribusi positif baik
secara fisik maupun rohani bagi masyarakat sekitarnya. Kontribusi
fisik misalnya dapat menciptakan suasana lingkungan yang bersih
dan aman. Kontribusi rohani misalnya berperan dalam membangun
hubungan harmonis antar keluarga serta hubungan harmonis antar
tetangga. Mudah-mudahan kehadiran buku ini memberikan banyak
manfaat untuk semua.Aamiin.
Bandung, 3 Agustus 2021
Dr. H. R. Edi Komarudin, M.Ag
xi
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
xii
Sambutan
Ketua DMI Kecamatan Arcamanik
Segala puji bagi Allah SWT,Tuhan semesta alam
yang telah memberikan petunjuk, bimbingan
serta segala kenikmatan dalam kehidupan
sehingga perjuangan dakwah islam melalui
masjid terus berkembang semakin pesat, luas
dan berkualitas. Rasa syukur kita panjatkan
kehadirot Allah SWT atas limpahan rahmat
dan karunianya yang kita rasakan yang kadang
tidak kita sadari.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda
alam, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikut
beliau yang istiqomah hingga hari qiamah.
Salah satu kunci kesuksesan dakwah Rosulullah SAW adalah
membangun dan memfungsikan masjid sebagai pusat peradaban,
kesatuan sosial dan pemberdayaan umat baik dalam meningkatkan
xiii
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
kualitas kegiatan ibadah ritual (MAHDAH) maupun peningkatan
ibadah sosial kemasyrakatan (MUAMALAH). Artinya titik tolak
keberangkatan Rosululloh SAW dalam mensejahtrakan dan
meningkatkan kemajuan umat (Masyarakat) berangkat dari masjid.
Oleh karena itu Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan
Arcamanik Sebagai Organisasi Yang Menaungi Kemasjidan
mendukung sepenuhnya penerbitan buku kilas balik sejarah Masjid
Jami Al-Hidayah Arcamanik Endah, sebagai sebuah karya inovasi
yang didalamnya memuat sejarah singkat, kepengurusan dari masa
kemasa, visi dan misi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
masjid, Serta manajemen teknis Pengelolaan masjid yang terdiri
dari Idaroh, Imaroh, dan Riayah. Mudah–mudahan Buku ini dapat
dijadikan acuan masjid-masjid lain dalam mengelola masjid.
Akhirnya kami berharap semoga Masjid Jami’ Al–Hidayah
Arcamanik Endah, kedepannya semakin maju, makmur serta dapat
mensejahtrakan jamaahnya.
H. Rohmani, S.Ag M.Pd
xiv
Sambutan
Ketua Pembina Masjid jami’ Al-Hidayah
H. Djamaluddin
Sanjungan puji serta syukur kita panjatkan
kehadirat Alloh SWT, atas limpahan Rahmat
Inayah serta Hidayah-Nya kita masih tetap
diberikan kesehatan dan semangat untuk
terus melaksanakan tugas-tugas kita selaku
Khalifatulloh di muka bumi dengan terus dan
tetap berjuang demi tegaknya Dinul islam
salah satunya dengan memakmurkan masjid.
Sholawat salam semoga senantiasa di limpah curahkan
kepada Junjungan Kita Nabi Besar Muhammad SAW keluarga,
sahabat tabiin dan seluruh umatnya yang selalu meneladani jejak
langkahnya dalam membela Agama dan kebenaran.
Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat ibadah yang
melahirkan peradaban sejak awal kehadiran Islam, masjid-masjid
bersejarah dengan bentuk arsitek yang khas, anggun dan megah
xv
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
terdapat di berbagai penjuru daratan, baik kota maupun desa. Ini
adalah suatu kekayaan sejarah dan peradaban umat islam yang
luar biasa dengan perpaduan arsitektur yang klasik, maupun
berasitektur modern semakin banyak kita jumpai di berbagai kota
penjuru tanah air.
Setiap muslim memiliki hubungan Rohani dan hubungan
sosial yang erat dengan masjid sepanjang hidupnya, kehidupan umat
islam berawal dan berakhir di masjid. Alasanya akad nikah sebagai
awal terbentuknya keluarga kebanyakan di laksanakan di masjid
begitu pula ketika seorang muslim yang berpulang kerahmatulloh
shalat Jenazahnya dilaksanakan di masjid agar lebih banyak orang
yang ikut mensholatkanya.
Mengingat hal demikian maka karakteristik hubungan masjid
dengan jemaahnya harus senantiasa terjaga, diantaranya melalui
kepedulian masjid terhadap lingkungan sekitarnya. Tidak boleh
terjadi disatu lingkungan masjidnya besar,megah namun membiarkan
ada fakir miskin, anak yatim, remaja putus sekolah, orang jompo
terlantar atau warga yang mendapat musibah dibiarkan tidak
dibantu dan tidak diberi solusi. Sejauh kumandang azan memanggil
untuk mendirikan sholat dan meraih kebaikan idealnya sejauh itu
pula radius kepedulian masjid terhadap kondisi dan permasalahan
jamaah dan umat.
Melalui mimbar masjid harus disuarakan persatuan dan
kerukunan umat secara terus menerus, dari mimbar masjid pada
khotib dan mubaligh mengingatkan umat tentang pentingnya
kejujuran dan tolong–menolong kepada sesama, dari mimbar
masjid pula dijelaskan batas-batas antara halal dan haram, antara
hak dan bathil sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasul, dari
masjid umat islam diingatkan tentang mengingat kematian, tentang
xvi
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
hidup sesudah mati, tentang hari akhir juga tentang wa’ad dan wa’id
Alloh SWT (ancaman dan janji Alloh SWT).
Masjid adalah symbol persatuan umat, masjid bukan tempat
untuk mempertentangkan masalah-masalah khilafiyah dikalangan
umat islam, semua muslim para wanita, tua maupun muda, dewasa
anak- anak bernaung dalam organisasi islam maupun golongan
agniya dan miskin, muqimin atau musafirin memiliki keleluasaan
beribadah sholat berjamaah di masjid.
Protokol sholat berjamaah di masjid harus melambangkan
kebersamaan derajat manusia di hadapan Alloh SWT, dan
penghargaan Agama terhadap orang-orang berilmu siapa saja yang
datang duluan hendak duduk di shaf terdepan, namun yang berhak
jadi imam sholat tentu saja harus orang fasih bacaanya, memiliki
ilmu, dituakan dilingkungan dan berperilaku baik.
Selain sebagai rumah ibadah seyogyanya masjid menjadi
rumah kepedulian sosial atau rumah persatuan dan kesatuan,
sebagai rumah moderasi Agama, masjid harus berperan dalam
menjadikan atau menjalankan keseimbangan (Tawazun) tolong
menolong (Ta’awun) antara kesolehan ritual dan kesolehan sosial,
juga masjid harus berfungsi sebagai rumah toleransi atau tasamuh
rumah ukhuwah atau persaudaraan.
Kita harus bangga melihat peran masjid yang terus
berkembang seiring tantangan dan juga rintangan yang terus
berjalan, demikian kehidupan di akhir zaman ini mengembangkan
peran fungsi masjid secara dinamis diharapkan melahirkan energi
kebangkitan umat islam sebagai tumpuan harapan masa depan
generasi penerus, sejalan dengan misi risalah islamiyah sebagaimana
diutusnya Rasululloh SAW sebagai rahmatanlilalamin rahmat
xvii
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
bagi alam semesta. Sebagai dewan pembina DKM masjid jami’
Al-Hidayah komplek perumahan Arcamanik Endah memberikan
apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim penyusun
dan editor sebagai aktivis masjid atas ide dan kreasinya untuk
menyusun Kilas Balik Sejarah Masjid Jami’ Al-Hidayah ini
juga kepada para seluruh jajaran pengurus dan jamaah yang selalu
memberikan kontribusinya dengan segala daya dan pemikiran
dalam menyelenggarakan kemakmuran masjid Al-Hidayah ini pada
umumnya terlebih khusus kontribusi informasi dalam melengkapi
sejarah singkat masjid jami’ Al-Hidayah ini semoga Alloh SWT
senantiasa menjaga dan melindungi kita semua.
Kepada penggagas, para donatur, para dermawan dan yang
terlibat dalam mensuport awal berdirinya Masjid Jami Al-Hidayah
ini khususnya Bp. Drs. H ZAENAL ARIFIEN HABDULLAH
yang kita sebut sebagai INISIATOR (mereka kebanyakan sudah
almarhum) kita haturkan terima kasih yang setinggi tingginya serta
penghargaan yang sebesar besarnya atas jasa-jasa mereka, semoga
menjadi «amal jariyah» yang selalu mengalir pahalanya sampai hari
kiamat serta di alam barzahnya mendapat Rahmat maghfirah Allah
SWT.
Sebagai penutup kami harapkan kepada para generasi penerus,
para aktivis khususnya jamaah islam warga muslim Arcamanik
Endah agar dapat menjaga dan memelihara kemakmuran masjid
Al-Hidayah dengan mengedepankan rasa Ukhuwah (persaudaraan)
dan toleransi/ tasamuh karna kita sama- sama maklum bahwa
keberadaan masjid jami’ Al-Hidayah ini terletak di perumahan elit
yang cukup heterogen (terdiri dari berbeda Agama, latar belakang
pendidikan adat istiadat, suku dan bahasa yang berbeda ada di
komplek Arcamanik ini).
xviii
PRAKATA
Ketua Tim Penyusun & Editor
Mustari Rahmat
Masjid jami’ Al-Hidayah sebuah masjid yang
terletak di tengah-tengah komplek perumahan
Arcamanik Endah, yang saban waktu shalat
masuk, berkumandanglah suara muazin,
bergemah di lingkungan komplek Arcamanik
Endah, merasuk ke setiap hati muslim yang
meyakininya dan berdatangan menyaut panggilan muazin untuk
melaksakan kewajiban seorang muslim yaitu menegakan shalat
berjama’ah. Mereka melangkah dari rumah menuju rumah Allah,
dengan penuh niat dan berserah diri untuk bermunajat keharibaan-
Nya.
Begitulah pada setiap hari, mulai dari kala fajar menyingsing,
lingkaran-lingkaran putih di ufuk sana mulai nampak hendak
xix
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
menghalau kegelapan malam, ketika itulah seorang muazin bangkit,
berseru mengumandangkan panggilan Illahi kepada setiap warga
muslim, bahwa shalat lebih baik daripada tidur. Seruan ini disambut
oleh warga muslim, menyemarakkannya dengan shalat berjamaah
menyongsong pahala dan rahmat dari-Nya, bahkan sebelum shalat
subuh berjamaah dilaksanakan, mereka lakukan terlebih dahulu
shalat sunat qobliyah, karena mereka sangat berkeyakinan dengan
sabda junjungan Nabi Muhammad SAW bahwa shalat sunah
sebelum shalat subuh lebih tinggi nilainya dari seisi bumi ini.
Dan bila hari telah siang ketika matahari mulai tergelincir,
muazin kembali mengumandangkan azan untuk menunaikan shalat
zuhur kemudian berlanjut dengan shalat asar bila waktunya
tiba. Ketika matahari sudah mulai terbenam, kembali muazin
mengumandangkan azan untuk menegakan shalat magrib dan
berlanjut kemudian menegakan shalat isya ketika waktunya. Setiap
kali mereka menunaikan kewajiban shalat lima waktu selalu dengan
penuh permohonan, penuh dengan kerendahan hati yang syahdu,
bergetar jantungnya menyebut asma Allah, karena berharap
ampunan dan limpahan rahmat-Nya. Masjid Jami’ Al-Hidayah inilah
yang pertama kali azan berkumandang di komplek Arcamanik
Endah ini, yang dulu merupakan rawa-rawa, kebun dan sawah,
tempat angker bahkan penduduk sekitar menyebutnya Bandung
sesat/nyingceut sampai dibangun oleh PT BALE ENDAH sebuah
pemukiman yang dulu bernama Golf Garden Estate dengan luas
area lebih kurang 100 Hektar.
Ketika hendak melacak sejarah berdirinya Masjid Jami’
Al-Hidayah di komplek Arcamanik Endah, terkesima jualah hati
ini mendengarkan cerita perjuangan tokoh-tokoh warga komplek
xx
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
perumahan Arcamanik Endah. Dimana PT Bale Endah semula
menyediakan sarana umum berupa puskesmas dan sekolah
ditempatkan dalam satu lokasi di Golf timur yaitu dipinggir
bantaran kali, sementara kebutuhan untuk melaksanakan kewajiban
bagi setiap muslim/mah berupa sebuah tempat ibadah tidak/belum
tersedia.
Maka terbesitlah sebuah kerinduan dari hati sosok
Zaenal Arifien Habdullah sebagai seorang muslim yang taat ingin
melaksanakan shalat secara berjamaah dengan warga komplek
yang saat itu perumahan sudah terbangun sebanyak 300 unit dan
sudah dihuni oleh nasabah perusahaan. Maka bermohonlah beliau
ke pimpinan perusahaan untuk bisa menyediakan tempat shalat
secara berjamaah dengan warga penghuni yang mayoritas adalah
muslim/mah. Permohonan tersebut dikabulkan oleh perusahaan
dengan meminjamkan sementara bekas gudang PT BALE ENDAH.
Di gudang tersebutlah awal mula warga dapat melaksanakan shalat
berjamaah kendati tempatnya sangat memprihatinkan, disamping
kumuh lokasinya masih rawa-rawa dan ular sering berkeliaran
disitu. Bahkan, disuatu ketika waktu shalat magrib dilaksanakan
secara berjamaah, disaat jamaah sedang khusu’ mendengarkan
bacaan ayat Al-Quran dari imam maka melintaslah seekor ular
dihadapan jamaah hingga buyarlah kekhusuan jamaah. Peristiwa ini
terjadi bukan satu dua kali saja tapi sering terutama sekali disaat
musim hujan. Begitulah suasana jamaah setiap akan melaksanakan
shalat penuh dengan keprihatinan.
Melihat kondisi bekas gudang yang sangat tidak kondusif
menegakan shalat berjamaah yang difasilitasi oleh perusahaan, maka
berembuklah jamaah di rumah bapak Zaenal Arifien Habdullah
xxi
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
untuk mencarikan solusi yang terbaik. Dan memang, dirumah
beliaulah segala persoalan yang muncul diperlalulintasan warga
selalu dibahas, didiskusikan secara bersama. Kadang-kadang diskusi
sampai larut malam tanpa disadari bahwa beliau-beliau adalah PNS
yang besok pagi sudah harus pergi ngantor.
Kesimpulan diskusi pada waktu itu adalah bahwa atas nama
warga muslim meminta kepada developer agar bisa menyediakan
lokasi membangun sebuah masjid yang presentatif. Namun, yang
namanya perusahaan tentu keuntungan terlebih dahulu yang
dikejar, akhirnya permintaan tersebut masih belum bisa dikabulkan
oleh perusahaan.
Syahdan, beberapa bulan kemudian, PT BALE ENDAH
mengirim surat ke kantor Gubenur Jawa Barat yang intinya
meminta izin pengembangan bangunan perumahan tahap kedua.
Bapak Zaenal Arifien Habdullah yang waktu itu menjabat di kantor
Gubenur sebagai Kepala TU, pimpinan protokol dan perjalanan
sekretariat daerah Propinsi Jawa Barat, yang semua surat menyurat
melalui meja beliau. Maka diperlihatkanlah surat tersebut kepada
SEKDA JABAR yang pada waktu itu dijabat oleh Bapak Karna
Suwanda, beliau juga adalah warga komplek Arcamanik. Dalam
konsultasi tersebut Bapak Zainal Aripin mengusulkan sebelum
surat tersebut dibalas untuk memberi izin, bagaimana kita minta
terlebih dahulu kepada developer untuk membangun sarana ibadah
berupa sebuah masjid yang presentatif. Lantas dijawab oleh pak
karna, bagaimana nanti respon dari Bapak Agus Syamsudin, kan dia
sebagai direktur didalam perusahaan tersebut, kasihan beliau. Dengan
spontan dijawab oleh Bapak Zainal Aripin, untuk Bapak Agus Syamsudin
biar saya yang mengkondisikan.‘Terserah kamulah’ jawab Bapak Karna
xxii
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Suwanda dalam suasana keakraban antara beliau berdua. Pada
waktu itu juga dipanggilah pak Agus Syamsudin oleh Bapak Aripin
agar segera datang ke kantor Gubenur. Dalam pembicaraan beliau
berdua, telah terjadi kesepakatan bahwa sebelum surat perusahaan
Bale Endah dibalas untuk memberi izin pembangunan tahap kedua,
terlebih dahulu Gubenur meminta ke developer harus membangun
sarana ibadah berupa masjid yang presentatif. Kemudian Bapak
Agus Syamsudin menyarankan agar balasan surat tersebut dikirim
via pos agar tidak terjadi sak wasangka kepada ana jawab pak Agus.
Usulan tersebut disetujui oleh Bapak Aripin.
Begitulah, dengan strategi dan siasat bijak yang didesain
oleh Bapak Zaenal Arifien Habdullah, terbangunlah sebuah masjid
yang presentatif di jalan Arcamanik Endah raya No 44 oleh PT BALE
ENDAH. Sebuah ijtihad dan usaha yang sungguh-sungguh dilakukan
oleh sosok Zaenal Arifien Habdullah untuk mengkondisikan
perusahaan Bale Endah agar bagaimana umat Islam yang bermukim
di komplek perumahan Arcamanik Endah bisa melaksanakan
syariat Islam sebagai kewajibannya. Bahkan, setelah perumahan
berkembang di komplek Arcamanik oleh PT Bale Endah dengan
luas lahan lebih kurang 100 hektar tentu tidak tertampung oleh
sebuah masjid. Maka beliau memprakasai/ menggagas selanjutnya
membangun beberapa masjid dikomplek ini dengan nama yang
seragam. Masjid yang pertama dibangun, beliau beri nama MASJID
JAMI’ AL-HIDAYAH, kemudian dilanjutkan dengan masjid kedua
dibangun dengan nama MASJID NURUL HIDAYAH, selanjutnya
MASJID AHMAD HIDAYAH dan terakhir MASJID ASSYFA’ WAL-
HIDAYAH, kesemuanya berada dalam komplek Arcamanik Endah
dan ketiga masjid terakhir ini dibangun oleh swadaya warga muslim/
mah.
xxiii
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Begitulah, betapa banyaknya karya dan gagasan yang telah
dilahirkan oleh bapak ZaenalArifien Habdullah untuk warga muslim/
mah di komplek Arcamanik Endah. Beliau adalah tokoh yang amat
disegani oleh sahabat-sahabatnya. Sosok yang sholeh, berwibawa
dan tutur katanya tersusun rapi dan sejuk mendengarnya, akan
tetapi ketika beliau memimpin diskusi/rapat maka terlihat tegas
dan bijak. Bermacam persoalan yang terjadi di masyarakat selalu
disampaikan kepada beliau. Dan ketika beliau mempunyai gagasan,
maka beliau panggil sahabat-sahabatnya untuk mendiskusikan
gagasannya karena beliau berprinsip bahwa sebuah gagasan atau ide
harus didiskusikan secara bersama terlebih dahulu, baru kemudian
bila sudah disepakati bisa direalisasikan. Salah satu karya beliau
yang monumental, sampai saat sekarang dinikmati oleh warga
muslim/mah Arcamanik Endah adalah terbentuknya organisasi
pemulasaraan jenazah yang bernama PAGUYUBAN HUSNUL
KHATIMAH (PHK). Ide dan pemikiran ini sudah semenjak
tahun 1989 beliau diskusikan dengan sahabat-sahabatnya seperti
Kol (Pur) Dadang Usman, Agus Samsyudin, Bapak Satibi dll. Baru
tahun 2006 ide ini bisa direalisasikan dan dibentuk di rumah bapak
H.Awan Setiawan Jl Arcamanik Raya No. 56 Kelurahan Sukamiskin
Kecamatan Arcamanik.
Metodologi
Ketika saya dipercaya sebagai ketua DKM Al-Hidayah
oleh musyawarah pengurus dan jamaah masjid Al-Hidayah untuk
periode 2019 s/d 2021 terpikir oleh saya dan memang sudah
lama sekali terfikir untuk menyusun Kilas Balik Sejarah Masjid
Al-Hidayah. Bermula ketika almarhum Bapak Zaenal Arifien
Habdullah masih hidup, Bapak Agus Syamsudin selalu mengajak saya
xxiv
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
ke rumah pak Zainal Arifien untuk bercengkrama berbagai hal. Dan
memang, semenjak itu kami berdua dengan pak Agus sering diajak
oleh beliau menjadi peserta pada acara seminar keprotokolan
(beliau sebagai pakar dan narasumber di bidang keprotokolan), baik
di tingkat Provinsi maupun di tingkat Nasional. Setiap beliau pulang
ke Bandung, hampir setiap malam kami bercerita dan berdiskusi,
terutama sekali beliau menuturkan sejarah berdirinya masjid Al-
Hidayah. Maka mendengar derap langkah perjuangan mendirikan
masjid Al-Hidayah ini, tergeraklah hati ini berniat untuk menulis
sejarah masjid Al-Hidayah. Bahkan dengan adanya arsip yang
menumpuk di rumah pak Agus Syamsudin mulai dari hasil-hasil
rapat pengurus DKM Al-Hidayah pertama sampai kepengurusan
sekarang bertumpuk di dalam gudang beliau. Alhamdulillah beliau
menyarankan kepada saya: bila antum mau mempelajari sejarah
perjuangan kami mengurus masjid Al-Hidayah ini, tuh didalam gudang
ana bertumpuk berbagai arsip, silakan antum baca dan pelajari. Nanti
antum akan tahu sepak terjang kepemimpinan DKM Al-Hidayah dari
periode ke periode lainnya. Ada di suatu periode akan antum temui
arsipnya bahwa di masa kepemimpinannya terjadi silang sengketa
kebijakan dalam kepengurusan DKM, akibatnya terjadilah perpecahan
antar Jamaah.
Berangkat dari dua alasan inilah niat ana makin mantap
untuk menyusun kilas balik sejarah masjid jami’ Al-Hidayah. Langkah
pertama yang ana ambil adalah, pertama, mengumpulkan semua
arsip yang berhubungan dengan masjid Al-Hidayah dan hasil rapat
pengurus DKM dari periode ke periode. Kedua, membentuk tim
penyusunan kilas balik sejarah masjid Al-Hidayah, susunan timnya
terdiri; Mustari Rahmat selaku Ketua tim. Anggota tim penyusun;
xxv
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Pipin Zaenal Aripin dan Diva Yania Anuar. Dokumentasi; Andi
Israudin. Rancangan grafis dan tata letak; Jamiludin dan Muhammad
Hasbi Assiddiqi. Ketiga, menginventaris nama-nama tokoh yang
masih hidup untuk diwawancarai sebagai narasumber.
Ucapan Terima Kasih
Dengan tersusunnya buku Kilas balik: Sejarah Masjid
Al- Hidayah Arcamanik Endah Bandung ini, maka tiada
kata yang dapat kami paparkan selain ucapan terima kasih nan
tak terhingga kepada Yth, Bapak H. Agus Syamsudin yang telah
berkenan meminjamkan arsip-arsip yang berharga, mulai dari
periode pertama waktu Bapak Zainal Arifien Abdullah menjabat
ketua DKM Al-Hidayah sampai sekarang. Ternyata arsip beliau itu
telah memandu kami untuk menyusun buku kilas balik sejarah
masjid Al-Hidayah. Kepada Yth. Bapak H.Awan Setiawan yang telah
meminjamkan dokumen sejarah dan pembukuan PHK.
Juga ucapan terima kasih yang tak terhingga kami
sampaikan kepada para narasumber sebagai saksi sejarah yang
masih hidup yang sempat kami wawancarai,Yang terhormat Bapak
Djamaluddin, Bapak Agus Syamsudin, Ustadz Asep Jalaluddin, Bapak
Mundarwiyarso, Ibu Dr. Murnisari, Bapak Johni Purwanto, Bapak
Siswantoro, Bapak Soleh Setiawan, Ibu Rika, Bapak Dedi Supriatna,
Bapak Deni J,Bapak Memet Rachmat (Alm),Bapak Dandan Sunardja
serta informan lainya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Saya ucapkan Jazakumullah Ahsanal Jazaa.
xxvi
انمايعمرمسجد الله من امن بالله واليوم الاخر واقام
الصلوة واتى الزكوة ولم يخش الا الله فعسى اولئك ان
يكونوا من المهتدين
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah
hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan
hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat,
menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun)
kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka
termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(Q.S.At-Taubah: 18)
xxvii
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
xxviii
Daftar Isi
P R A K AT A —v
Sambutan Kepala KUA Kecamatan Arcamanik—vii
Sambutan Ketua MUI Kecamatan Arcamanik —ix
Sambutan Ketua DMI Kecamatan Arcamanik —xiii
Sambutan Ketua Pembina Masjid jami’ Al-Hidayah —xv
PRAKATA KetuaTim Penyusun & Editor —xix
Daftar Isi —xxix
BAB I PENDAHULUAN —1
A. LATAR BELAKANG —1
B. PROFIL MASJID AL-HIDAYAH —5
C. SEJARAH AWAL MULA MASJID AL-HIDAYAH —7
D. PERIODE KEPEMIMPINAN DKM MASJID AL-
HIDAYAH —11
1. PERIODE 1, 2 & 3 (Tahun 1983-1986, 1986- 1988
& 1989-1991) —10
2. PERIODE 4, 5, 6 dan 7 (Tahun 1991-1993, 1994-
1996, 1997-1999, 2000-2002) —19
xxix
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
BAB 2 3. PERIODE 8 (Tahun 2003-2005) —26
4. PERIODE 9 (Tahun 2006-2007) —31
5. Periode 10 (Tahun 2007-2010) —37
6. PERIODE 11 (Tahun 2010-2012) —46
7. PERIODE 12 (Tahun 2013-2015) —51
8. PERIODE 13 (Tahun 2016-2018) —58
9. PERIODE 14 (Tahun 2019-2021) —763
PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN FISIK
SERTA PROGRAM MASJID AL-HIDAYAH—71
A. PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA
MASJID DARI TAHAP 1 SAMPAI 7 —87
1. Pembangunan Tahap 1 (1983-1985) —71
2. Pembangunan Tahap 2 (1986-1987) —72
3. Pembangunan Tahap 3 (1989-1993) —72
4. Pembangunan Tahap 4 (1993-1995) —75
5. Pembangunan Tahap 5 (2005)—78
6. Pembangunan Tahap 6 (2006-2008) —80
7. Pembangunan Tahap 7 (2010-2011) —82
8. Pembangunan Tahap 8 (2014)—88
9. Pembangunan tahap 9 (2017-2018) —90
B. PENGEMBANGAN KEGIATAN PROGRAM
KEAGAMAAN DAN PENDIDIKAN DKM AL-
HIDAYAH —91
1. BPM (BADAN PENGELOLA MASJID) dan DMM
(DEWAN MU’AMALAH MASJID) —92
2. REMAJA MASJID JAMI’ AL-HIDAYAH (RISMA)
—108
3. MAJELIS TA’LIM USWATUN HASANAH —110
xxx
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
4. TPQ/DTA AL-HIDAYAH —113
5. YAYASAN DKM AL-HIDAYAH DAN TK AL-
HIDAYAH —133
6. PAGUYUBAN HUSNUL KHOTIMAH (PHK)
—144
7. ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN
RUMAH TANGGA (AD/ART) MASJID JAMI’
AL-HIDAYAH AMANDEMEN 1-5 —167
BAB 3 PENUTUP —227
LAMPIRAN-LAMPIRAN —231
xxxi
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
xxxii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masjid dalam sejarahnya mempunyai arti penting dalam
kehidupan umat Islam, hal ini karena masjid sejak masa Rasulullah SAW,
telah menjadi sentral utama seluruh aktivitas umat Islam generasi
awal, bahkan masjid kala itu menjadi “fasilitas” umat Islam mencapai
kemajuan peradaban. Sejarah masjid bermula sesaat setelah Rasulullah
SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Langkah pertama yang beliau
lakukan di Madinah adalah mengajak pengikutnya membangun masjid.
Allah SWT ternyata menakdirkan masjid yang dibangun Rasulullah SAW
di Madinah (sebelumnya disebut Yatsrib) menjadi rintisan peradaban
umat Islam. Bahkan tempat dimana masjid ini dibangun, benar-benar
menjadi Madinah (seperti namanya) yang arti harfiahnya adalah
“tempat peradaban” atau paling tidak dari tempat tersebut telah lahir
benih-benih peradaban. Fungsi masjid dalam sejarah kemunculannya,
1
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
memang tidak sekedar untuk “tempat sujud” an sich sebagaimana
makna harfiahnya, tetapi multifungsi.
Pada masa Rasulullah SAW, masjid berfungsi sebagai
sentral kegiatan-kegiatan pendidikan, yakni tempat pembinaan dan
pembentukan karakter umat. Bahkan lebih strategis pada masa
Rasulullah SAW, masjid menjadi sentral kegiatan politik, ekonomi,
sosial dan budaya umat. Hal ini karena disetiap harinya umat Islam
berjumpa dan mendengar arahan-arahan Rasulullah SAW, tentang hal
ini. Sekarang ini, fungsi masjid mulai menyempit, tidak sebagaimana
fungsinya pada masa Rasulullah SAW hidup yang menjadi sentral
seluruh kegiatan umat Islam. Saat ini fungsi masjid menyempit pada
sebatas tempat shalat saja. Hal inilah yang melatarbelakangi ditulisnya
buku ini, dengan harapan buku ini dapat meluruskan kesalahpahaman
umat Islam saat ini tentang fungsi masjid, atau sekurang-kurangnya
dapat memberikan deskripsi historis tentang masjid dalam sejarah
umat Islam secara utuh, serta bagaimana memakmurkannya.
Begitupun dengan Masjid jami’ Al-Hidayah Arcamanik
Endah yang terletak di kawasan strategis komplek Arcamanik Endah,
merupakan salah satu langkah yang dilakukan warga umat muslim
khususnya yang berada sekitar komplek Arcamanik Endah yang dulunya
bernama Golf Garden Estate Arcamanik Endah bertujuan menjadi
sentral utama seluruh aktivitas umat Islam khususnya sekitar komplek
umumnya untuk seluruh umat Islam.
Tahun 1983 pada awalnya Masjid jami’ Al-Hidayah ini dibangun
oleh developer PT Bale Endah seluas kurang lebih 196 m² di atas
tanah seluas 1000 m² dengan IMB Pemda Nomor 419/ PU.071/
DPU-KB/1984 diserahterimakan dari Pihak Developer kepada
Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung selanjutnya diserahterimakan
kepada warga/umat Islam yang diwakili oleh Bapak H. Zaenal Arifien
Habdullah selaku Ketua DKM Al-Hidayah yang terpilih dan Ketua RK
2
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
IX Arcamanik Endah pada saat itu. Pada tahun 1989 terjadi perubahan
tata pemerintahan, dimana komplek Arcamanik Endah ini semula di
wilayah Desa Sukamiskin, Kecamatan Buah Batu, Kabupaten Bandung,
beralih masuk kedalam wilayah Kelurahan Sukamiskin Kecamatan
Arcamanik Kotamadya Bandung.
Berkenaan dengan itu,maka dengan sendirinya berpengaruh
terhadap eksistensi Masjid jami’ Al-Hidayah, yang sejak tahun 1989
sampai sekarang berada di wilayah kota Bandung, dimana masjid jami’
ini masih berstatus sebagai fasilitas sosial. Sehingga dengan demikian
Masjid Jami’ Al-Hidayah Arcamanik Endah ini merupakan amanah dari
pemerintah kepada ummat Islam di komplek Arcamanik Endah untuk
dipelihara, dirawat serta di manfaatkan sesuai dengan fungsi masjid
yaitu pusat kegiatan umat Islam baik yang bersifat mahdoh maupun
ghairu mahdoh.
Dalam Perjalanan dari waktu ke waktu Masjid Jami’ Al-
Hidayah ini terus dibenahi, direnovasi dan dikembangkan dimulai pada
tahun 1989 diperluas 600 m² lagi dan seterusnya berlanjut sampai
saat ini mencapai luas 1.446.315 m² terdiri dari 2 lantai yaitu lantai
1 dan 2. Salah satu pertimbangannnya adalah untuk kenyamanan dan
kekhusyuan beribadah umat Islam khususnya warga Arcamanik Endah
umumnya untuk kaum muslimin muslimat sekitarnya juga demi syiar
Islamiyah.
Di samping itu keseimbangan eksistensinya, mengingat
Masjid ini berlokasi di komplek Arcamanik Endah yang pada tahun
1989 ditetapkan sebagai juara 1 Tingkat Nasional Lomba penghijaun,
pemukiman dan perumahan. Tidak berlebihan kiranya hal lain yang
perlu diketahui oleh masyarakat bahwa untuk tata laksana atau
manajemen Masjid Jami’ Al-Hidayah ini, DKM Masjid Jami’ Al-Hidayah
memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang sudah
mengalami amandemen sebanyak 5 kali dan terakhir disahkan pada
3
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
tanggal 17 Jumadil awwal 1442 H/1 Januari 2021 yang berasaskan
Islam sesuai dengan Pancasila dan Undang- undang Dasar 1945. AD
ART ini dimaksudkan untuk dijadikan pedoman kerja bagi pengurus
DKM Masjid Jami’ Al-Hidayah yang harus mengusung kebersaamaan,
tasamuh (toleransi), kemitraan dan akuntabilitas sehingga Masjid Jami’
Al-Hidayah tetap terpelihara martabat, kehormatan, kesucian serta
kemakmurannya dalam arti luas atas landasan taqwa kepada Allah
SWT dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
Buku ini penting dibuat untuk kepentingan umat Islam
umumnya dan khususnya untuk pengurus DKMAl-Hidayah kedepannya
agar mengetahui bagaimana perjuangan para tokoh mendirikan
Masjid ini dan bagaimana proses renovasi pembangunan Masjid serta
perkembangannya juga pengembangan Masjid di masa lalu sampai
masa sekarang. Tidak lain untuk lebih menghargai para tokoh pendiri
dan tokoh lainnya yang bersama-sama memperjuangkan kemakmuran
Masjid jami’ Al-Hidayah ini.
Berikut sketsa gambar perumahan Arcamanik Endah ketika
mulai pembangunan tahap pertama:
4
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
B. PROFIL MASJID JAMI’ AL-HIDAYAH
Masjid Jami Al-Hidayah merupakan Aset Pemda Kota Bandung
PERUNTUKAN’NYA tertulis UNTUK MASJID Pasal ini (Sesuai
dengan Surat Perjanjian Serah Terima Prasarana Lingkungan Utilitas
Umum dan Fasilitas Sosial Perumahan Taman Golf Arcamanik Endah
Kelurahan Sukamiskin dan Kel. Cisaranten Kulon Kec. Arcamanik,
Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung.Tertanggal 7 Nopember 1998
Nomor Pihak Pertama : PST/BE/AE.001-98 Nomor Pihak Kedua :
602.1/120.B-HUK/1999 Serah Terima Fasos & Fasum dari Pihak PT.
BALE ENDAH kepada Pihak PEMERINTAH KOTAMADYA DAERAH
TINGKAT II BANDUNG.
Nama Masjid : MASJID JAMI’ AL-HIDAYAH
ARCAMANIK ENDAH
Alamat Masjid : Jln.Arcamanik Endah No 44 RT 06 RW 09 Kel.
Sukamiskin Kec.Arcamanik Kota Bandung Kode
Pos 40293
Berdasarkan prasasti yang dipajang di dinding depan Masjid:
Didirikan pada tahun 1983 PT Bale Endah Luas Bangunan 196
m²/lt 1000 m²
Diresmikan pada tanggal 13 Mei 1984, oleh Bupati Kota
Bandung yaitu Bapak H. Sani Lupias Abdurachman dan
diserahkan kepada Masyarakat Muslim Arcamanik Endah
Melalui H.ZaenalArifien Habdullah
Diserahkan sebagai fasos-fasum oleh PT Bale Endah kepada
Pemerintah Kota Bandung (Surat Nomor: 602;1/120 B- HUK
1999, 07 November1999)
5
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Direnovasi dan diperluas dengan lebar 1500 m² pada tahun
1987/2005/2011 dengan swadaya Masyarakat Muslim.
Dikelola oleh DKM Al-Hidayah Arcamanik Endah,
BerdasarkanAD/ART DKMAl- HIDAYAH
6
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
C. SEJARAHAWAL MULA MASJID JAMI’ AL-
HIDAYAH
Daerah Arcamanik Endah merupakan daerah terkenal angker
dulu sebelum adanya perumahan Arcamanik Endah yang didirikan oleh
PT Bale Endah disebut dengan ”Bandung Sesat/ nyingceut”, diistilahkan
oleh masyarakat kota, karena dulu masih daerah hutan, kebun dan
pesawahan (Istilah itu diucapkan sekitar tahun 80-an).Banyak yang tidak
menyangka komplek Arcamanik Endah kini berubah menjadi daerah
kota padat yang masyarakatnya heterogen dan banyak masyarakat luar
kota sampai luar jawa yang tinggal di perumahan Arcamanik Endah ini.
Dulu ketika awal dibangun PT Bale Endah memprioritaskan
konsumennya yang sudah bekerja jadi PNS, pegawai BUMN, Pengusaha
dan Masyarakat elite lainnya.Awal PT Bale Endah membangun tepat
di Jl.Arcamanik Endah dan Jl. Golf Timur yang diperkirakan sekitar 25
rumah dan disebut dengan Blok A. Seiring pertambahan penduduk
yang semakin meningkat, dibangunlah Blok B sekitar Jl. Golf Barat
hingga pembangunan Blok C sekitar Jl. Taekondo, Jl. Kempo, Jl. Tenis,
Jl. Basket Jl. Sepak bola dan lain-lain, serta blok D sekitar Jl. Atletik,
Jl. Skeatborad, Jl. Antariksa dan lain-lain. Maka masyarakat Arcamanik
Endah yang masih sedikit penduduknya saat itu membutuhkan sebuah
masjid untuk melaksanakan kegiatan ibadah seperti Shalat berjamaah,
shalat jumat, tarawih dan kegiatan lainnya, sehingga PT Bale Endah
menyediakan tempat untuk masyarakat Arcamanik Endah sebuah
bedeng (Bekas gudang Developer PT Bale Endah tepatnya di Jalan
Arcamanik Endah No. 14) sering disebut surau/ tajug/Masjid darurat
oleh masyarakat untuk pelaksanaan shalat jumat khususnya dan shalat
berjamaah yang dilakukan tiap hari oleh masyarakat setempat.Tempat
tersebut sifatnya sementara sebelum dibangunnya Masjid secara
permanen oleh Developer PT Bale Endah.
Awal mula terdapat kejadian ketika melaksanakan shalat
7
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
tarawih sekitar tahun 84-an seorang jamaah melihat seekor ular yang
merayap di depan percis sejadahnya dan secara spontan diusir oleh
sebagian jama’ah dan jadi perbincangan masyarakat sekitar tentang
keamanan serta kenyamanan masyarakat melaksanakan shalat di
bedeng/surau tersebut.Akhirnya timbullah inisiatif dari seorang jamaah
dan juga termasuk warga pertama penghuni sekaligus tokoh komplek
Arcamanik Endah yang bernama H. Zaenal Arifien Habdullah untuk
mengajukan Fasilitas Umum berupa masjid kepada PT Bale Endah
yang sudah merupakan sebuah kewajiban developer kepada warganya
sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku waktu
itu. Dengan pertimbangan yang sangat alot, maka beliau mengajukan
permintaan untuk segera dibangun masjid oleh PT Bale Endah kepada
Direktur PT Bale Endah yang bernama Soeharto dibantu wakilnya
yaitu H. Agus Syamsudin dengan pertimbangan masyarakat sudah
sangat membutuhkan fasilitas ibadah khususnya masjid untuk kegiatan
peribadahan warga muslim komplek Arcamanik Endah.
Saat itu developer PT Bale Endah mengijinkan dan menyetujui
pembangunan masjid tersebut dengan diberikan sebuah tanah
berukuran 500 M² dan akan diwakafkan ke warga yang terdapat di
jl. Golf Barat (sekarang samping puskesmas Arcamanik dan SDN
Arcamanik Endah) dengan pertimbangan developer agar menyatu
dengan fasilitas umum lainnya berupa puskesmas dan SD. Tapi seiring
dengan kemauan warga yang menginginkan pembangunan masjid yang
lebih luas kedepannya akhirnya warga mengadakan diskusi panjang
tiap malam yang diinisiasi para tokoh Arcamanik Endah dan akhirnya
mengajukan kembali tempat yang lebih strategis dengan inisiator H.
Zaenal Arifien Habdullah (selaku perwakilan Warga Arcamanik Endah)
dan H. Agus Syamsudin (Selaku perwakilan PT Bale Endah yang juga
menjadi salah satu warga Arcamanik Endah) untuk pemindahan
tempat pembangunan yang asalnya di jl. Golf Barat ke Jl. Arcamanik
8
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Endah (posisi masjid jami’ Al-Hidayah sekarang). Saat itu tanah yang
sekarang dibangun Masjid adalah milik H. Hasan Saputra (Pa Tijon).
Alasan dipindahkannya ke daerah ini karena kedepannya jalan ini
termasuk jalan utama dan akan mudah dikunjungi warga dibanding
daerah yang sebelumnya ditempatkan oleh PT Developer. Perjuangan
untuk mendapatkan tanah tersebut juga tidak mudah, beberapa tokoh
Arcamanik yaitu H.Arifien Habdullah, H.Agus syamsudin (Perwakilan
PT Bale Endah) beserta Tokoh lainnya mendatangi pemilik tanah
tersebut yang berada di Jakarta untuk menyetujui dibangunnya tempat
ibadah di tanah yang luasnya sekitar 1000 m² itu. Sehingga akhirnya
pemilik tanah bersedia untuk menjual dan sebagian mewakafkan
tanahnya untuk pembangunan Masjid tersebut.
Dengan disetujuinya kesepakatan antara warga dan pihak PT
Bale Endah akhirnya dimulailah pembangunan pertama dilaksanakan
pada Tahun 1983 yang dibangun oleh arsitek yang bernama Ir. Basyari,
bangunan seluas kurang lebih 196 M² (14 x14 m²) meliputi ruangan
untuk shalat berjamaah dan kubah kecil yang berbentuk bulat dengan
ornamen khas Masjid jawa pada umumnya pada zaman itu. Masjid ini
diresmikan oleh Bupati Kabupaten Bandung yang bernama Bapak
Sani L. Abdurrahaman pada tanggal 31 Mei 1984. Bangunan Masjid ini
direncanakan dan diperuntukan 6 RW kedepannya terdiri dari jamaah
RW IX, X, XII, XIII, XIV dan XV. Saat itu Masjid hanya bisa menampung
sekitar 200 jamaah untuk sholat berjamaah karena pembangunan
rumah baru ada sekitar 100 rumah dan hanya 2 RW saja yaitu RW IX
dan X.
Masjid jami’ Al-Hidayah ini menjadi cikal bakal pembangunan
tiga Masjid lainnya yaitu Nurul Hidayah, As-Syifa wAl-Hidayah dan
Ahmad Hidayah. Sehingga bisa dibilang Masjid ini disebut ”Good
Father” untuk pembangunan tempat ibadah umat Islam di daerah
Arcamanik Endah.Nama-nama Masjid tersebut diinisiasi juga oleh tokoh
9
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
pendiri Masjid jami’ Al-Hidayah yaitu H. Zaenal Arifien Habdullah dan
disetujui oleh warga masyarakat Arcamanik Endah agar mencerminkan
kebersamaan, kekompakan dan ukhuwah Islamiyyah dalam menata
kehidupan keagamaan dan tentunya dibawah satu koordinasi dengan
tetap mengedepankan musyawarah mufakat.
Seiring berjalannya waktu diperlukanlah sebuah wadah
organisasi DKM Al-Hidayah yang waktu itu bernama Dewan Keluarga
Masjid jami’ Al-Hidayah. DKM yang pertama dipimpin oleh H. Zaenal
Arifien Habdullah sekaligus sebagai inisiator pembangunan Masjid
Al- Hidayah. Beliau waktu itu Tokoh, Figur sekaligus Pimpinan Dewan
Keluarga Masjid yang bisa merangkul semua jamaah yang ada di sekitar
komplek Masjid jami’ Al-Hidayah. Untuk lebih jelas tentang Penggantian
kepemimpinan DKM Al-Hidayah setiap 3 tahun sekali yang akan di
bahas di bagian selanjutnya.
D. PERIODE KEPEMIMPINAN DKM MASJID
AL-HIDAYAH
1. PERIODE 1, 2 & 3 (Tahun 1983-1986, 1986-
1988 & 1989-1991)
H. ZAENAL ARIFIEN
HABDULLAH
Biografi lengkap Ketua DKM
pertama dan kedua sebagai berikut :
Nama lengkap H. Zaenal Arifien
Habdullah
Tempat Tanggal Lahir: Desa
Mauk,Tangerang Banten,
06 Februari 1942
10
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Nama Ayah : H. Abdullah (Wafat tahun 1966)
Nama Ibu : Hj. Na’imah (Wafat
tahun 1975)
Anak ke : 8 dari 8 bersaudara
Agama : Islam (Haji tahun 1980 dan 1986,
UmrohTahun 1992, 2005 dan 2011)
Istri : Hj. Nimah Supriaty
Hj. Elita Gafar SE, MM.
Pangkat
Golongan Terakhir : Pembina Utama Muda (IVC)
Alamat Kediaman : Komplek Golf Arcamanik Endah,
Jl.Arcamanik Endah Nomor 7 Bandung
Riwayat pendidikan :
- 1966-1970 Unversitas Islam Syech Yusuf (UNIS) Tangerang
- 1995 The University of Birmigham London Inggris dan Institute
For Housing and Urban Development Studie Rotterdam
Belanda
Riwayat Kepegawaian :
- 1963-1968 Pegawai Kantor Pemerintah Daerah Kab.Tangerang
(Wakil Kepala TU BKPKP Pemda Tangerang
- 1968-1993 PNS Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Kepa TU
Pimpinan. Protokol dan Perjalanan Sekretariat Daerah Provinsi
Jawa Barat)
- 1993- 1998 PNS Departemen Dalam Negeri (Kepala Bagian
11
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Protokol Sekretariat Jenderal DEPDAGRI
- 1998-2002 Jabatan Fungsional selaku Widyaswara Utama
Pratama Spesialisasi Keprotokolan pada Badan Diklat
DEPDAGRI
- Jabatan organisasi Non pemerintahan:
- 1990-1966 Ketua IPNU Kab. Tangerang, Bendahara Front
Pemuda Kab.Tanggerang, Ketua I Sarbumusi NU Kab.Tangerang
- 1964-1968 Pengurus Cabang GP Anshor Kab. Tangerang,
Pengurus PMII Kab. Tangerang, Sekretaris Front Nasional,
Pengurus PMI Kab.Tangerang
- 1982-1988 Ketua RW IX Arcamanik Endah Bandung
- 1983-1992 Ketua Bidang Pemerintahan LMD Sukamiskin
- 1983-1991 Ketua DKM Al- Hidayah Arcamanik Endah
- 1987-2002 Ketua Umum Badan Pengelola Masjid (BPM)
Arcamanik Endah
- 1990 -1993 Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Arcamanik
- 1991 Ketua Forum Antar Ummat Beragama (FK-UMMA)
Komplek Arcamanik Endah
- 2005 -2008 Ketua Dewan Pembina Masjid jami’ Al-Hidayah
Arcamanik Endah
- 2006-2009 Ketua Dewan Pendirian Paguyuban Husnul Khotimah
Komplek Arcamanik Endah
- Prestasi:
- Beberapa Penghargaan Gubernur Jawa Barat tahun 1975, 1979,
1983, 1984, 1985, 1991, 1992 atas loyalitas dan penuaian tugas
yang baik dalam membantu menyukseskan tugas tangggung
jawab gubernur baik kegiatan di dalam maupun di luar negeri
12
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
- Beberapa pengaharaan di luar negeri diantaranya tahun 1978
sebagai sekretaris Umum Nasional ASEAN “penyelenggaraan
ASEAN Preparatory Meeting for the Establisment of the joint
study group on cultural cooperation”, Tahun 1984 dari Istana
Presiden Singapura atas bantuan kunjungan Istri Presiden
Singapura ke Bandung,Tahun 1986 dari Dr. Mohammad Alwi Al-
Maliki Al Hasani Mecca Majelis Persahabatan Haji Saudi Arabia-
Indonesia, dan Penghargaan lainnya.
STUKTUR ORGANISASI
DAN PENGURUS DEWAN KELUARGA MASJID
JAMI’ AL-HIDAYAH ARCAMANIK ENDAH
SESUAI HASIL MUSYAWARAH
TANGGAL 18 NOPEMBER 1986
PENASEHAT : IR. H.ADIMAR ADIM
: R. H. HASAN SAPUTRA
: DRS. H UUS SUDHARSONO
KETUA : H. ZAENAL ARIFIEN HABDULLAH
WAKIL KETUA : DRS. MUNDARIWYARSO
SEKRETARIS : DRS. KANANTO
BENDAHARA : R. SUKANDI DJAJADIHARDJA
13
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
SEKSI – SEKSI
SEKSI PERIBADATAN : DJAMALUDDIN B.A
: KOSASIH
SEKSI PENDIDIKAN DAN DAKWAH : SYAUKAT ALI S.H
: DJAMALUDDIN B.A
: BENNY
SEKSI SOSIAL : ICHWAN RACHMAN
: AWAN SETIAWAN
: DRS. ENDJANG RACHMAT
SEKSI KEWANITAAN : IBU H.UUS SUDHASONO
: IBU DRG. MURNI
SEKSI KEPEMUDAAN : ALEK A. SURYADHARMAWAN
: ZAMRUDDIEN JAMIL
: HARUN PRIHATANTO
SEKSI USAHA : DRS. RUSTAM EFENDI
: DUDDI SUGANDA NANDANG
SEKSI UMUM : AGUS SYAMSUDDIN
: SAMADI
: ELFI MAAZ
Periode 1 ini adalah periode awal mula pembangunan Masjid,
penyusunan anggota DKM (dulu bernama Dewan Keluarga Masjid)
serta penyatuan persepsi dan prinsip agar tujuan pembangunan
Masjid ini sesuai dengan cita-cita pendiri dan masyarakat yaitu untuk
14
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
mempererat tali silaturahmi dan ukhuwwah Islamiyyah masyarakat
Arcamanik Endah di samping merupakan tempat untuk melaksanakan
kewajiban beribadah khususnya sholat dan ibadah lainnya.
H. Arifien Habdullah dikenal oleh masyarakat Arcamanik
Endah sebagai pencetus ide pendirian Masjid karena belilaulah yang
berani melakukan koordinasi dengan pihak developer karena selain
beliau menjadi Ketua RT pada waktu itu beliau juga termasuk tokoh
yang berpengaruh di daerah Bandung karena beliau dikenal sebagai
Protokoler Gubernur Jawa Barat. Sehingga apapun yang beliau
sampaikan ke masyakarat, masyakarat selalu setuju dengan ide, gagasan
dan pendapat beliau karena ucapannya yang tegas, berwibawa dan
senantiasa mengedepankan musyawarah bersama masyarakat dan para
tokoh lainnya.
Pada masa periode ini cenderung semua kebijakan beliau
selalu di amini oleh masyarakat karena beliau terkenal sebagai pejuang
muslim yang taat dan selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa
memakmurkan Masjid dengan tenaga, pikiran maupun hartanya.
Ucapan yang sering di ucapkan beliau adalah Surat Attaubah ayat 18:
ِاالَّن ََّمصالٰ َيو ْعَة ُم َوُٰار َ َمت اٰلس َّزِج ٰك َدو َةال َولِلَّٰ ْم َم َْنْي ٰاَ َمش َنِا َّبِلا اللِل ّٰ َل َّٰۗواَف ْ َعَل ْوٰٓ ِمسا ْاُل ٰو ِخٰلۤ ِىرِٕ ََوكاَقَاَا َْنم
يَّ ُك ْونُ ْوا ِم َن الْ ُم ْهتَ ِد ْي َن
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,
serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak
takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-
mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat
petunjuk”.
15
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
Dari ayat itulah beliau terinspirasi untuk senantiasa
memperjuangkan agamanya agar seluruh umat Islam di daerahnya
senantiasa mencintai Masjid dan datang untuk shalat berjamaah ke
Masjid, bahkan sumber mengatakan beliau selalu mengajak warga yang
jarang ke Masjid dan menjadikan mereka sebagai pengurus Masjid agar
mempunyai tanggung jawab besar terhadap Masjid.Sehingga warga yang
asalnya tidak suka ke Masjid menjadi sering ke Masjid. Tiada lain dan
tiada bukan misinya adalah agar Masjid selalu makmur dan didatangi
oleh umat muslim sekitar.Tidak hanya itu saja beliau selalu mengajak
secara persuasif kepada warga agar senantiasa menginfakan hartanya
untuk kemakmuran Masjid dan dicontohkan oleh beliau langsung yang
selalu menginfakan sebagian besar hartanya untuk Masjid. Makanya
masyarakat percaya dan menghormati sosok beliau yang merupakan
tokoh yang mempunyai suri tauladan yang baik bagi masyarakat sekitar
Arcamanik Endah.
Pada periode ini sudah banyak kegiatan/program Masjid pada
umumnya yaitu shalat berjamaah, pengajian rutin anak-anak, pengajian
ibu-ibu, aktivitas tarawih, pelaksanaan zakat, shalat idul fitri, idul adha
dan qurban serta kegiatan keislaman lainnya.
Selain beliau sebagai inisiator pendirian Masjid jami’ Al-
Hidayah beliau juga yang menginisiasi pembangunan 3 Masjid lainnya
yang ada di Arcamanik Endah yaitu Masjid Nurul Hidayah, As-syifa
wAl- Hidayah dan Ahmad Hidayah bahkan beliaulah yang menginisiasi
akhir kata hidayah berada dalam nama 3 Masjid tersebut dengan
tujuan kebersamaan dan membangun ukhuwah Islamiyah masyarakat
Arcamanik Endah ke depannya.
Setelah kurun waktu 15 tahun (1983-1998) dan telah berdiri
3 Masjid tersebut, beliau mempunyai gagasan yang briliant yaitu ide
mendirikan sebuah wadah persatuan 4 Masjid di daerah Arcamanik
Endah yang dinamakan BPM (Badan Pengelolaan Masjid) dengan tujuan
16
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
organisasi tersebut sebagai wadah yang membuat rumusan kebijakan
dan koordinasi implementasi kegiatan ibadah mahdoh dan ghairu
mahdoh (Hablumminallah, Hablumminannas, dan Hablumminal ‘alam).
Pembentukan BPM ini adalah merupakan peningkatan DKM
Al-Hidayah pada waktu itu, dan dengan terbentuknya BPM ini maka
organisasi keagamaan yang telah ada dan yang tumbuh kemudian di
komplek Arcamanik Endah merupakan komponen Badan Pengelolaan
Masjid (BPM) Arcamanik Endah.
Pembentukan BPM ini merupakan sebuah solusi dari situasi
dan kondisi masyarakat Arcamanik Endah yang mempunyai ciri khas
heterogen (berbeda suku bangsa dan pemeluk agama) agar tetap dalam
kehidupan masyarakat yang agamis dan pancasilais menuju masyarakat
yang sakinah, ta’aruf, tasammuh sebagai pengejawantahan nilai sosial
dan budaya bangsa Indonesia.
Kehidupan masyarakat yang agamis dengan azas pancasila terus
dilestarikan dan ditingkatkan melalui berbagai upaya secara terencana
dan terkoordinasi agar dapat mencapai sasaran yang diharapkan dengan
mengoptimalisasikan peran serta jumlah masyarakat yang mendorong
umat untuk:
a. Melaksanakan pola kehidupan yang Islami dan dalam implementasi
ibadah mahdoh berpedoman pada firman Allah SWT Surat Al-
Baqarah ayat 139 yang berbunyi :
اَ ْع َما ُلَا َٓو َلَا َۚر ُّب َنا َو َر ُّب ُك ْم قَُو ْلَل اَ ُك ُ ْتَماۤاَ ُّج ْع ْو َمَنانَلُا ِ ُكف ْۚما َول َِل ّٰنْ َُون ُهَ َُلو
ُمْ ِل ُص ْو َن
“Katakanlah (Muhammad),“Apakah kamu hendak berdebat dengan
kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu.
Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, dan hanya kepada-
Nya kami dengan tulus mengabdikan diri”.
17
Kilas Balik;Sejarah Masjid Jami al-Hidayah Arcamanik EndahBandung
b. Mempererat tasyamuh/toleransi ummat beragama secara
timbal balik yang bermuara pada sikap dan budaya saling
hormat menghormati, kondisi seperti ini dapat dijadikan pilar
dalam mewujudkan “ Persatuan dan Kesatuan Bangsa” dalam
mengimplementasikan kegiatan ibadah kaitannya dengan umat
beragama (nonmuslim), sebagai acuannya adalah firman Allah SWT
Surat ke 109 Al-Kafirun ayat 6 yang berbunyi :
لَ ُك ْم ِد ْينُ ُك ْم َو ِ َل ِديْ ِن
“Untukmulah Agamamu dan untukulah agamaku”
c. Berperan secara maksimal menyukseskan program pemerintah Tri
Kerukunan Umat Beragama yaitu rukunnya antar umat seagama,
rukunnya antar ummat beragama dan rukunnya umat beragama
dengan pemerintah.
Hal itu menjadi fungsi dan tujuan berdirinya BPM di lingkungan
masyarakat Arcamanik Endah karena pada waktu itu tingkat
kemampuan dan fleksibiltas dalam menentukan solusi memecahkan
berbagai problema yang dari waktu ke waktu kian berkembang dalam
masyarakat yang heterogen, serta upaya menciptakan iklim dan
suasana kehidupan bermasyarakat dan kehidupan umat beragama yang
favourable merupakan bagian nyata peran umat Islam untuk mewujudkan
kondisi sosial yang nyaman dan terpeliharanya stabilitas di masyarakat.
Hal ini perlu disadari sepenuhnya terlaksana dengan baik bila eksistensi
organisasi dan manajemen kehidupan keagamaan mempunyai wawasan
yang luas. Sehingga terbentuklah Organisasi BPM pada tanggal 10 Maret
1989 hasil musyawarah para tokoh masyarakat Arcamanik Endah dengan
inisiator H.ZaenalArifien Habdullah.
Beberapa faktor pendukung yang membuat Masjid ini ramaidan
di datangi jamaah adalah karena lokasinya yang strategis dan beliau selaku
18