PENDIDIKAN JASMANI
SEKOLAH DASAR (SD)
Oleh:
Fajar Sidik Siregar, S.Pd., M.Pd.
Drs. Arifin Siregas, S.Pd., M.Pd.
Drs. Daitin Tarigan, M.Pd.
Editor:
Masta Marselina Sembiring, S.Pd., M.Pd.
Yusra Nasution, S.Pd., M.Pd.
PENERBIT:
Yayasan Lembaga Kajian Managemen Bisnis dan Pendidikan (LKMP)
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur tim penulis ucapkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Atas berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga buku ini dapat
terselesaikan. E-Book ini berjudul “Penjas SD Berbasis Kooperatif-STAD”. Tujuan
buku disusun sebagai sumber belajar dalam mata kuliah Penjas SD bagi mahasiswa
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kajian konten buku ini dikembangkan
berdasarkan pengalaman penulis dari serangkaian penelitian, observasi,
wawancara, dan evaluasi perkuliahan pada mahasiswa Prodi PGSD dan
pengalaman dengan guru-guru Sekolah Dasar di sekolah.
Buku ini disajikan secara teori dan evaluasi, ditambah lagi proses perkuliahan
dilakukan secara digital (blended learning) dengan Enam Bidang Tugas Tugas Rutin,
Critical Book Review, Critical Journal Review, Mini Riset, Rekayasa Ide, dan Proyek.
Penggunaan buku ini, akan dapat memperoleh manfaat yang baik apabila
memahami konsep-konsep dalam buku secara tepat dengan cara membacanya
secara kritis dan berusaha mengembangkan contoh-contoh yang sesuai. Selanjutnya
mempraktikkan keterampilan (skills), yang diharapkan agar mahasiswa PGSD
sebagai calon guru dapat meningkatkan pembelajaran Penjas SD dan memotivasi
mahasiswa supaya menjadi insan yang mencintai Olah Raga.
Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penulisan buku ini.
Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan memberi wawasan
pengetahuan berharga. Penulis berharap kritik yang membangun untuk penulisan
buku selanjutnya.
Medan, Agustus 2022
Tim Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL .......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I DASAR-DASAR PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
A. Standar Kompetensi .................................................................................. 1
B. Kompetensi Dasar ..................................................................................... 1
C. Tujuan Pembelajaran................................................................................. 1
D. Pengertian Pendidikan Jasmani ................................................................ 1
E. Tujuan Pendidikan Jasmani....................................................................... 1
F. Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar ...................................................... 3
G. Program Pendidikan Jasmanui Sekolah Dasar ......................................... 3
H. Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Jasmani ......................................... 4
BAB II IPENGEMBANGAN KEMAMPUAN JASMANI
A. Standar Kompetensi .................................................................................. 1
B. Kompetensi Dasar ..................................................................................... 1
C. Tujuan Pembelajaran................................................................................. 1
D. Menyusun Kegiatan Belajar Mengajar ....................................................... 7
E. Berbagai Latihan Pengembangan Kemampuan Jasmani .......................... 8
BAB III GERAK DASAR
A. Standar Kompetensi .................................................................................. 19
B. Kompetensi dasar...................................................................................... 19
C. Tujuan Pembelajaran................................................................................. 19
D. Pendahuluan ............................................................................................. 19
E. Gerak Dasar Lokomotor ............................................................................ 19
F. Gerak Dasar Non Lokomotor ..................................................................... 25
BAB IV PERMAINAN MENIRUKAN GERAKAN BINATANG
A. Standar Kompetensi ................................................................................ 28
B. Kompetensi Dasar ..................................................................................... 28
C. Tujuan Pembelajaran................................................................................. 28
D. Permaianan Menirukan Gerakan Binatang................................................ 28
iii
BAB V PERMAIAN KECIL
A. Standar Kompetensi ................................................................................ 34
B. Kompetensi Dasar ..................................................................................... 34
C. Tujuan Pembelajaran................................................................................. 34
D. Bermain dalam Kehisupan Anak-anak....................................................... 34
E. Beberapa Contoh Permainan Kecil Tanpa Alat ......................................... 35
F. Beberapa Contoh Permaian Kecil dengan Alat ......................................... 43
BAB VI PERMAINAN KASTI
A. Standar Kompetensi .................................................................................. 50
B. Kompetensi Dasar ..................................................................................... 50
C. Tujuan Pembelajaran................................................................................. 50
D. Teknik Dasar Permainan Kasti .................................................................. 50
BAB VII LATIHAN BERANGKAI
A. Standar Kompetensi ................................................................................ 60
B. Kompetensi Dasar ..................................................................................... 60
C. Tujuan Pembelajaran................................................................................. 60
D. Latar Belakang........................................................................................... 60
E. Pengembangan Kemampuan Jasmani ...................................................... 62
F. Aktivitas Pengembangan Kemampuan Jasmani ....................................... 62
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 66
iv
BAB I
DASAR-DASAR PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
A. Standar Kompetensi
Mahasiswa memahami konsep penjas, tujuan, upaya peningkatan mutu penjas dalam
proses pembelajaran Penjas
B. Kompetansi Dasar
Mahasiswa dapat mendekskripsikan pengertian Penjas, tujuan Penjas, upaya pening-
katan mutu Penjas dan prinsip-prinsip pembelajaran Penjas.
C. Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Penjas, tujuan Penjas, upaya peningkatan
mutu Penjas dan prinsip-prinsip pembelajaran Penjas.
D. Pengertian Pendidikan Jasmani
Keluarnya surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0413/U/1987
tentang perubahan nama Pendidikan olahraga menjadi Pendidikan jasmani tidak hanya
sekedar nama, melainkan juga mengubah konsep dan makna yang terkandung di dalamnya.
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem Pendidikan dengan aktivitas
jasmani sebagai media Pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa Pendidikan jas-
mani secara multilateral dikembangkan pula potensi lainnya, seperti: afektif dan kognitif
anak. Untuk itu perlu memahami Pendidikan jasmani itu lebih mendalam agar dalam
melakukan aktivitas Latihan jasmani sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Charles Bucher (Soenardi Soemosasmito, 1988) mengatakan bahwa Pendidikan jasma-
ni adalah bagian yang terpadu dari proses Pendidikan yang menyeluruh, bidang dan sasaran
yang diusahakan adalah perkembangan jasmaniah, mental, emosional, dan sosial bagi warga
negara yang sehat, melalui medium kegiatan jasmani.
Menurut Abdul Gafur ( Arma Abdullah dan Agus Munadji, 1994) : pendidikan jasmani
adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan maupun anggota masyarakat
yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui kegiatan jasmani yang intensif dalam
rangka memperoleh peningkatan kemampuan jasmani dan keterampilan jasmani, pertum-
buhan kecerdasan dan pembentukan watak.
Untuk lebih memperkaya dan lebih banyak bandingan ada baiknya di ketahui defenisi
Pendidikan jasmani yang lain.
Pendidikan jasmani menurut Syarifudin (1997) meupakan bagian integral dari Pendidi-
kan keseluruhan melalui berbagai aktivitas jasmani yang bertujuan mengembangkan individu
secara organik, neuro muskuler, intelektual, dan emosional. Sedangkan Sukintaka (2004)
menyatakan batasan pendidikan jasmani ialah proses interaksi antara peserta didik dengan
lingkungan melalui aktivitas jasmani yang disusun secara sistematik untuk menuju mnusia
seutuhnya.
Uraian itu tersebut dapat membantu guru pendidikan jasmni untuk memahami lebih men-
dalam tentang konsep dasar pendidikan jasmani dan belajar gerak.
E. Tujuan Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan,
yang bertujuan mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berpikir
kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran, dan tindakan moral melalui
kegiatan aktivitas jasmani dengan olahraga.
Dengan pendidikan jasmani, siswa akan memperoleh berbagai ungkapan yang erat kaitannya
1
dengan kesan pribadi yang menyenangkan serta berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif,
terampil dan memiliki kebugaran jasmani dan kebiasaan hidup sehat serta memiliki penge-
tahuan dan pemahaman terhadap gerak manusia,
Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, guru diharapkan mengajarkan
berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permaman/olahraga, internalisasi nilai-
nulai (sportivitas, jujur, kerjasama, dan lain-lain) dan pembiasan pola hidup sehat, yang da-
lam pelaksanaannya bukan melalui pengajaran yang konvensional di dalam kelas yang bersi-
fat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik, mental, intelektual, emosi dan sosial Jenis
aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan didaktik-motodik,
sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran.
Aktivitas gerak merupakan sarana dari Pendidikan jasmani untuk mencapai tujuan. Un-
tuk itu sebaiknya usahakan anak bergerak sebebas-bebasnya. Penjelasan informasi pada awal
pelajaran yang dilakukan untuk memperjelas materi pelajaran hendaknya diberikan dalam
bentuk praktek keterampilan gerak. Penjelasan tentang bentuk keterampilan gerak yang harus
dilakukan peserta didik (siswa) hendaknya dilakukan dengan melakukan praktek.
Hindari penjelasan verbal yang mengambil porsi jam pelajaran.
Dengan demikian,intensitas kerja fisik yang relatif tinggi dapat dilakukan oleh peserta didik.
Disamping itu, materi pelajaran yang di sajikan hendaknya memperhatikan kebutuhan, ke-
mampuan anak dan ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana.
Kemudian agar siswa sapat melakukan tugas-tugas keterampilan gerak dengan sungguh-
sungguh, hindari suasana interaksi belajar yang kaku. Ciptakan suasana interaksi belajar yang
gembira dan ceria. Siswa boleh bertepuk tangan dan berterik gembira bila salah seorang te-
mannya dapat melakukan tugas keterampilan gerak dengan baik. Jangan ciptakan suasana
sebaliknya.
Dengan demikian akan lebih menjamin pencapaian tujuan pembelajaran pendidikan jasmani.
Tujuan Pembelajaran Pendidikan Jasmani:
1. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai dalam Pendidi-
kan Jasmani.
2. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleran-
si dalam konteks kemajemukan budaya,etnis, dan agama.
3. Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis melalui pelaksanaan tugas-tugas ajar Pendidi-
kan Jasmani
4. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya
diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga.
5. Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan berbagai macam permainan dan
olahraga, aktivitas pengembanganuji diri / senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air),
dan pendidikan luar kelas (outdoor education).
6. Mengembangkan keterampilan pengelolan diri dalam upaya pengembangan dan pemeli-
haraan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan
olahraga.
7. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
8. Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga sebagai informasi un-
tuk mencapai kesehatan, kebugaran, dan pola hidup sehat.
9. Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.
Namun demikian dalam tiap unit proses pembelajaran, guru pendidikan jasmani harus
pula memikirkan dan memperhitungkan dampak-dampak pengiring yang akan di capainya.
Maksudnya adalah dampak sampingan yang dapat dicapai setelah siswa menguasai ket-
erampilan-keterampilan seperti yang di rumuskan dalam tujuan pembelajaran yang kelak
dapat dicapai. Setelah siswa diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan bermain
sepak bola misalnya, dampak pengiring yang dapat menyertainya adalah siswa memiliki ke-
2
mampuan membangun dan mengembangkan kerja sama antar individu dalam tim, kemampu-
an menempatkan diri sebagai anggota kelompok, memiliki kepercayaan diri dan lain se-
bagainya.
F. Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar
Pendidikan Jasmani merupakan salah satu sub sistem-sub sistem pendidikan yang ber-
tujuan untuk mencapai tujuan pendidikan melalui gerakan fisik agar dapat mengembangkan
kualitas manusia indonesia. Dalam mengembangkan kualitas anak SD untuk mencapai tujuan
pendidikan, pelaksanaan pengembangan pendidikan jasmani hingga dewasa ini belum efektif,
Kondisi rendahnya pendidikan jasmani di sekolah dasar, sekolah lanjutan dan bahkan
perguruan tinggi telah dikemukakan dan telah ditelaah dalam berbagai forum oleh beberapa
pengamat (Cholik Mutohir, 1990, 1993, Mujiharsono, 1993, Soediyarto, 1992, 1993).
Rendahnya mutu pendidikan jasmani di sebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya ialah
terbatasnya kemampuan guru Pendidikan jasmani dan terbatasnya sumber-sumber yang di
gunakan untuk mendukung proses pengajaran pendidikan jasmani.
Kualitas guru pendidikan jasmani yang ada pada sekolah dasar dan sekolah lanjutan
pada umumnya kurang memadai. Mereka kurang mampu dalam melaksanakan profesinya
secara profesional. Mereka belum berhasil melaksanakan tanggung jawab untuk mengem-
bangkan kemampuan dan keterampilan anak secara menyeluruh, baik fisik, mental, maupum
intelektual (Kantor menpor, 1993). Hal ini terjadi karena guru pendidikan jasmani di SD ke-
banyakan berlatar belakang pendidikan guru kelas yang di persiapkan bukan untuk guru pen-
didikan jasmani secara khusus tetapi harus mampu mengajar berbagai mata pelajaran sehing-
ga strategi mengajar, metode mengajar dan gaya mengajar yang dilakukan oleh guru dalam
praktek pendidikan jasmani cenderung tradisional dan sering mengarah kepada prestasi. Ben-
tuk-bentuk latihan fisik yang dilakukan siswa berdasarkan perintah guru tanpa melakukan
modifikasi, baik dalam peraturan, ukuran lapangan dan jumlah pemain. Bentuk-bentuk
kegiatan fisik tersebut yang dilakukan anak tanpa modifikasi peraturan, ukuran lapangan,
maupun jumlah pemain tersebut dapat menyebabkan kurang senangnya atau merupakan
beban bagi anak, bahkan dapat merasa frustasi karena anak tidak mampu dan sering gagal
dalam tugas yang di berikan dalam bentuk kompleks. Karena itu perlu upaya memodifikasi
keterampilan yang diajarkan agar sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan
anak itu sendiri.
G. Program Pendidikan Jasmani Sekolah dasar
Program pendidikan jasmani di sekolah dasar mengutamakan pada pendidikan gerak.
Pendidikan gerak yang mengantarkan peserta didik (siswa) pada pemahaman hubungan gerak
dengan lingkungan dan kemampuan setiap individu siswa secara intiligen dan secara fisikal
dengan memperhatikan kemampuan gerak tubuh mereka. Programnya berdasarkan pada pen-
dekatan konseptual gerak manusia(insani)
Pendidikan jasmani juga perlu menekankan belajar keterampilan khusus melalui
demonstrasi, latihan yang berkesinambungan, dan penguatan positip. Pendidikan gerak
menekankan pola-pola belajar keterampilan melalui ekplorasi potensi gerak tubuh para siswa.
Pada tingkat ini para siswa harus mempromosikan standar penampilan gerak siswa dengan
menciptakan aktivitas jasmani sesuai dengan tingkat perkembangan dan potensi utuh siswa.
Beberapa panduan manajemen dalam ketatalaksanaan pendidikan jasmani di sekolah
dasar adalah: program pendidikan jasmani harus sesuai dengan kebutuhan para siswa, terma-
suk siswa luar biasa, terbelakang baik mental dan budaya. Isi program harus menekankan diri
pada pendidikan gerak, perkembangan motor-perseptual, dan analisis indisipliner. Selain itu,
termasuk juga pengalaman-pengalaman gerak yang akan membantu siswa mendapat gerak-
gerak dasar untuk membangun keterampilan yang lebih kompleks, teknik, strategi, dan kon-
3
sep. Isi program perlu memfasilitasi perkembangan dan pengalaman secara aman, memicu
kreativitas, ekspresi diri, perkembangan sosial, konsep diri positip, dan apresiasi terhadap
pentingnya kesehatan dan kebugaran.
H. Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Jasmani
Penyempurnaan kurikulum yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu usaha
utuk memperbaiki mutu pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mencakup pendidikan jasmani bagi sekolah dasar,
menengah serta perguruan tinggitelah di buat dan di putuskan. Demikian juga halnya kuriku-
lum bagi program S 1 PGSD yang di dalamnya terdapat pendidikan jasmani telah di persiap-
kan dan di sempurnakan agar terjadi peningkatan pelaksanaannya untuk meningkatkan mutu.
Kurikulum berbasis kompetensi adalah perangkat standar program pendidikan yang dapat
mengantarkan siswa untuk menjadi kompeten dalam berbagai bidang kehidupan yang dipel-
jarinya (Shaleh dalam Rosyada, 2004).
Seorang siswa yang memiliki kompetensi berarti siswa tersebut memiliki pengetahuan, ket-
erampilan, dan nilai-nilai yang di refleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Se-
bagai faktor mendasari pilihan KBK:
1. Indonesia tergolong terlambat melaksanakan KBKdi banding negara lain.
2. Ditemukan bahwa siswa dan tamatan sekolah kita tidak dapat menggunakan potensinya
di masyarakat secara nyata, sekolah hanya memberikan pengetahuan, fakta dan gagasan.
3. Melalui KBK di harapkan tamatan yang siap pakai dan memiliki kemampuan untuk
mandiri.
4. KBK memberi dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan pengalaman belajar
yang dapat membangun setiap individu mampu melakukan sesuatu secara individu mau-
pun secara bersama
5. Di samping itu pembaharuan kurikulum ini di lakukan oleh karena: Reformasi, global-
isasi dan otonomi daerah.
Upaya pembaharuan kurikulum tersebut seharusnya di ikuti dengan upaya peningkatan
kemampuan guru dalam proses belajar mengajar sesuai dengan tuntutan kurikulum dan pen-
gadaan fasilitas pendukungnya. Apabila upaya peningkatan kemampuan guru dan pengadaan
fasilitas pendukung belum di lakukan secara optimal maka dapat di antisipasi bahwa inovasi-
inovasi kurikulum yang di lakukan tidak dapat di realisasikan dengan efektif.
Kurikulum sebagi salah satu komponen tidak akan berarti manakala para guru atau
dosen yang melaksanakan kurikulum dalam posisi yang serba kesulitan, baik dalam kemam-
puan dan fasilitas pendukungnya. Akibatnya, sering berbagai upaya inovasi yang telah
dilancarkan mengalami berbagai kendala dan hambatan, karena para guru atau dosen di
lapangan tidak dapat melaksanakan tugas seperti yang diharapkan.
Akhirnya mereka melaksanakan tugas mengajar pendidikan jasmani cenderung secara rutin
dan tradisional. Untuk itu, jika implementasi kurikulum pendidikan jasmani harus bisa di ca-
pai dan berhasil, maka harus ada keinginan yang besar untuk mengubah pengajaran dengan
pendekatan tradisional dan mendukung pengadaan fasilitas yang sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan pengajaran pendidikan jasmani di sekolah kurang efektif pada beberapa
tahun terakhir menjadi isu nasional yang menarik. Isu tersebut sering di bicarakan secara
serius dalam berbagai forum diskusi atau seminar tingkat nasional oleh berbagai kalangan
termasuk para pakar dan praktisi pendidikan jasmani.
Berbagai saran dan rekomendasi sering di ajukan dalam upaya meningkatkan pelaksa-
naan pendidikan jasmani di sekolah-sekolah, termasuk perbaikan kurikulum, peningkatan
kemampuan guru, penyediaan lapangan dan fasilitas pendukungnya.
4
Sedangkan pada kegiatan pembelajaran, sebaiknya memodifikasi, baik dalam aturan, ukuran
alat dan lapangan, maupun jumlah pemain agar sesuai dengan kemampuan anak. Dengan
demikian anak dapat ikut berpartisipasi aktif, senang, bergairah mengikuti pelajaran.
Upaya pembaharuan kurikulum menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau
kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan salah satu solusi untuk meningkat-
kan mutu pendidikan. Perubahan kurikulum ini semestinya di iringi dengan upaya pening-
katan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan pengadaan fasilitas pen-
dukungnya agar pembelajaran dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
Kalau pembelajaran direncanakan dengan cermat dan di dukung oleh fasilitas pen-
dukung yang cukup serta di laksanakan dengan baik, maka dapat di harapkan bahwa pem-
belajaran sebagai wahana pencapaian tujuan pendidikan jasmani akan berhasil dengan baik
pula.
Apakah pembelajaran itu? Sukintaka (2004) menyatakan bahwa pembelajaran mengandung
pengertian, bagaimana para guru mengajarkan sesuatu kepada peserta didik, tetapi di samping
itu, juga terjadi peristiwa bagaimana peserta didik mempelajarinya. Jadi di dalam suatu peri-
stiwa pembelajaran terjadi dua kejadian secara bersama, ialah pertama ada satu pihak yang
memberi dan kedua, pihak yang lain yang menerima. Oleh sebab itu dalam peristiwa tersebut
dapat dikatakan terjadi proses interaksi edukatif. Proses interaksi edukatif sangat di butuhkan
dalam proses pembelajaran agar dapat tercapai tujuan yang di harapkan.
Winarno Surachmad (1980) mengutarakan ciri-ciri proses interaksi edukatif sebagai
berikut:
1. Ada tujuan yang jelas yang akan di capai
2. Ada bahan yang menjadi isi proses
3. Ada peserta didik yang aktif mengalami
4. Ada guru yang melaksanakan
5. Ada metode tertentu untuk mencapai tujuan
6. Pada proses interaksi tersebut berlangsung dalam ikatan situasional
7. Ada penilaian hasil interaksi
Butir-butir interaksi ini hendaknya di rumuskan dengan cermat, dan di pikirkan juga
keterkaitan satu butir dengan butir yang lain, sehingga interaksi edukatif itu merupakan satu
kesatuan yang dapat menjadi pedoman para guru dalam bertugas.
Agar tujuan dapat di capai, prinsip-prinsip yang harus di penuhi dalam proses pembelajaran
pendidikan jasmani (Syarifudin, 1997):
1. Berikan anak bergerak seluas-luasnya.
2. Penjelasan informasi yang di lakukan pada awal pelajaran untuk memperjelas materi
pelajaran hendaknya diberikan dalam bentuk praktek keterampilan gerak
3. Hindari penjelasan verbal yang mengambil porsi jam pelajaran
4. Materi pelajaran yang di sajikan hendaknya memperhatikan kebutuhan, kemampuan
anak, dan kesediaan fasilitas, sarana dan prasarana.
5. Hindari suasana interaksi belajar yang kaku
6. Ciptakan suasana Interaksi belajar yang gembira dan ceria
7. Pada proses pembelajaran, prinsip gerak dari simpel ke kompleks dan multipleks serta
dari ringan ke berat
Disamping prinsip-prinsip tersebut hal-hal yang masih perlu di perhatikan dan di lakukan:
1. Memodifikasi, baik dalam peraturan, ukuran lapangan, jumlah pemain, lama waktu
pelaksanaan.
2. Dalam penyajian materi harus sesuai dengan sistematika pembelajaran pendidikan jas-
mani (di mulai dari latihan pendahuluan, kemudian dilanjutkan ke latihan inti, latihan
pokok Serta latihan penutup atau warming down (latihan pendinginan/penenangan).
5
BAB II
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN JASMANI
A. Standar Kompetensi
Mengontrol tubuh dalam berbagai posisi dan melakukan unsur gerak lokomotor, dan
non lokomotor untuk mengembangkan kekuatan dan kelentukan.
B. Kompetensi Dasar
Melakukan mekanika beberapasikap tubuh yang baik di dasari pengetahuan dan sikap
yang terkandung di dalamnya
C. Tujuan pembelajaran
Mahasiswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan fungsi pengembangan kemampuan jasmani
2. Menyusun bentuk-bentuk latihan pengembangan kemampuan jasmani sesuai
dengan sistematika penyajian
3. Melaksanakan langkah-langkah penyajian materi senam
4. Mengontrol tubuh pada posisi berdiri
5. Mengontrol tubuh pada posisi berjalan
6. Mengontrol tubuh pada posisi berbaring
Aktivitas pengembangan kemampuan jasmani berisi tentang kegiatan yang berfungsi
untuk membentuk postur tubuh yang ideal dan pengembangan komponen kebugaran jasmani
serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti: kekuatan, daya tahan, kelentukan,
keseimbangan, dan kekuatan.
Bentuk latihan yang di lakukan dalam aktivitas ini misalnya: pullup,sit up, back up, push up,
sguat jump dan lain-lain. Pengembangan kemampuan jasmani mmerupakan bagian dari se-
nam dasar. Senam dasar anak-anak adalah senam pembentukan.
Menurut Suyati (1992) bahwa di sekolah dasar kita mulai dengan latihan dasar, seperti
pelemasan sendi, penguluran otot, keseimbangan, keterampilan, kekuatan, keberanian,
keuletan, daya lompat dan sebagainya.
Tujuan yang hendak di capai secara sistematis ialah memperbaiki kelainan-kelainan sikap
anak, membentuk tubuh yang serasi, meningkatkan kemampuan dan keterampilan hingga
anak-anak siap mempelajari seni gerak.
Dalam mengajar senam, perlu di perlihatkan anak didik yang mempunyai kelainan- ke-
lainan yang mungkin berbahaya bagi dirinya, jika ia melakukan senam. Tumbuhkan adanya
keinginan bergerak pada anak, beri mereka berlatih bebas sebanyak mungkin yang teratur dan
terarah. Bagi siswa SD kelas 1 dan 2 yang berumur antara 6 sampai 8 tahun, latihan senam di
berikan dalam bentuk meniru gerakan-gerakan apa saja yang di amati dan di hayati dari alam
sekitarnya. Latihan senam tersebut dinamakan senam sibuyung. Namun untuk pengembangan
kemampuan jasmani dapat di mulai dari mekanika duduk, berbaring, dan berdiri.
Bila di pelajari dan di kaji kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau kurikulum ting-
kat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Pendidikan Jasmani, ternyata jenis-jenis
kegiatan olahraga seperti pengembangan kemampuan jasmani, atletik, senam, permainan,
hampir tidak dapat di bedakan antara satu dengan lainnya. Perbedaannya hanya pada
penekanan latihan. Dengan demikian dalam pelaksanaan pembelajaran senam di SD tidak
hanya di berikan pada waktu jam pelajaran senam, tetapi sebahagian termasuk dalam
kegiatan pengembangan kemampunjasmani, atletik dan permainan.
Bila di pelajari dan di kaji kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau kurikulum ting-
kat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran Pendidikan Jasmani, ternyata jenis-jenis
kegiatan olahraga seperti pengembangan kemampuan jasmani, atletik, senam, permainan,
hampir tidak dapat di bedakan antara satu dengan lainnya. Perbedaannya hanya pada
penekanan latihan. Dengan demikian dalam pelaksanaan pembelajaran senam di SD tidak
6
hanya di berikan pada waktu jam pelajaran senam, tetapi sebahagian termasuk dalam
kegiatan pengembangan kemampunjasmani, atletik dan permainan.
D. Menyusun Kegiatan Belajar Mengajar
Dalam menyusun kegiatan belajar mengajar harus di ingat dan disusun program
kegiatan, yaitu: tiga langkah sistematika penyajian materi pelajaran.
I. Bagian pemanasan/ bagian pendahuluan atau bagian pengantar/bagian permulaan
Maksud bagian pemanasan ialah untuk menyesuaikan kerja otot dalam menghadapi
kerja yang lebih berat. Dengan demikian dapat mengurangi tensi (ketegangan) Otot-otot dan
menghindari kecelakaan atau bahaya serta untuk memenuhi keinginan/hasrat bergerak anak-
anak dan untuk membawa ke suatu pelajaran senam.
II. Bagian Inti atau Pokok
Maksud bagian inti atau pokok ini adalah macam-macam kegiatan yang di berikan un-
tuk dapat mencapaitujuan khusus senamdasar. Latihan-latihan yang di berikan meliputi:
1. a. Latihan pelemasan, urutan untuk memberikan kemungkinankelicinan dan keluasan
gerak pada persendian-persendian.
b. Latihan pengukuran, untuk memperpanjang jaringan pengikat, tendo-tendo otot, tali-
tali sendi, pembungkus sendi. Sehingga tidak mengalami kekakuan otot, tetapi otot-
otot menjadi lentur (elastis) bersifat seperti karet.
c. Latihan penguatan, untuk menguatkan otot-otot setempat yang lemah, misalnya otot
perut, otot punggung, otot pinggang, otot paha.
d. Latihan pelepasan, untuk mempertinggi koordinasi otot dan perasaan gerak.
Yang dimaksud perasaan gerak adalah agar otot yang bekerja tanpa ada hambatan dari
manapun. Sedang antagonisnya (lawan geraknya) juga harus istirahat benar.
Di dalam praktek sehari-hari tempat latihan tersebut di atas tidak di pisah-pisahkan,
tetapi mana yang lebih mendapat tekanan.
2. Latihan keseimbangan, bertujuan untuk mempertinggi perasaan kerja otot serta mempu-
nyai arti dan kegunaan yang besar dalam pembentukan sikap dan gerak.
Disamping itu latihan keseimbangan mempunyai nilai yang besar terhadap pertumbuhan,
Ketangkasan dan prestasi.
3. Latihan kekuatan atau ketangkasan, mempunyai nilai besar terhadap pembentukan sikap
dan gerak serta pencapaian prestasi
4. Latihan jalan dan lari, latihan ini banyak menggunakan sekelompok besar otot-otot se-
hingga sangat melelahkan
5. Latihan kelompok dan meloncat, mempunyai nilai terhadap pembentukan sikap, gerak
prestasi dan sangat mempengaruhi kerja jantung. Biasanya latihan jalan dan lari di
gabungkan dengan latihan lompat dan loncat dengan maksud agar dapat memberikan
bermacam-macam variasi latihan, sehingga anak-anak tidak merasa jemu melakukan
latihan.
III. Bagian penenangan atau penutup
Maksud bagian penenangan atau penutup adalah untuk menenangkan atau menyiapkan
jasmani dan rohani anak-anak dalam mengikuti pelajaran berikutnya di dalam kelas.
Suhu badan dan kerja organ-organ tubuh kembali pada keadaan yang biasa (normal).
Khusus untuk pelajaran senam sebaiknya diberi latihan bentuk permainan anak-
anak/permainan kecil. Walaupun sebenarnya tidak di salahkan apabila anda memberi
bentuk yang lain, misalnya: anak-anak di kumpulkan, diberi penjelasan tentang pelajaran
senam dasar yang baru saja dilaksanakan.
7
IV. Langkah-Langkah Penyajian Materi
Dalam mengajar senam khususnya olahraga pada umumnya, berikut adalah langkah-
langkah yang perlu di perhatikan sebagai seorang guru pendidikan jasmani di sekolah dasar
(Suyadi, 1992):
1. Lakukan pemanasan pada awal pelajaran. Setelah itu baru mulai dengan pelajaran inti.
Pilih latihan-latihan dari yang sederhana ataupun kegiatan-kegiatan yang telah dikuasai
sebelumnya.
2. Terangkan setiap kegiatan yang belum di ketahui secara singkat dan tepat, kalau perlu
dapat dengan demonstrasi atau contoh anak yang baik. Contoh harus betul.
3. Berilah anak-anak waktu yang cukup untuk berlatih.
4. Latihan dimulai dari yang sederhana menuju yang lebih sukar, dari yang sudah di ketahui
ke latihan baru.
5. Perhatikan perbedaan-perbedaan perseorangan. Rencanakan latihan-latihan untuk anak-
anak yang fisiknya kurang mampu. Berilah pertolongan semestinya terhadap anak-anak
yang tidak dapat melakukan, mungkin mereka memiliki rasa takut, kurang percaya diri
ataupun malu. Bagaimana pun juga setiap anak ingin mendapatkan keterampilan yang
dapat di kuasai anak-anak lainnya.
6. Hentikan latihan-latihan sebelum anak-anak terlalu letih.
7. Timbulkan motivasi dalam latihan-latihan dan pelajaran-pelajaran. sehingga timbul keg-
embiraan.
E. Berbagai Latihan Pengembangan Kemampuan Jasmani
I. Berdiri tegak dengan sikap yang benar
1. Berdiri tegak
Sikap berdiri tegak atau sikap sempurna yang terdapat dalam kalangan ABRI dilakukan di
lingkungan persekolahan pada waktu upacara atau baris-berbaris.
Pelaksanaan / Langkah-langkahnya:
- Ambil sikap berdiri tegak
- Tempatkan kedua telapak kaki sejajar dengan jarak satu kepal
- Ibu jari lurus ke depan dengan keadaan yang mengenakkan
- Letakkan berat badan pada tumit bagian luar dan depan telapak kaki
- Lutut lurus dengan sedikit bengkok supaya tidak kaku
- Perut ditarik sedikit supaya rata, dada terbuka
- Bahu sedikit ditarik kebelakang dan diturunkan
- Kedua tangan lurus di samping badan dan paha
- Dagu ditarik ke dalam agar kepala tegak, pandangan lurus ke depan
(Sumber : http://pandalagi.blogspot.com/2019/02/sikap-berdiri-dan-berjalan.html?m=1)
Gambar 1. Berdiri tegak
8
2. Berdiri istirahat
Pelaksanaannya:
Sikap berdiri istirahat, pada prinsip pelaksanaannya seperti tegak, kaki dibuka atau
direntangkan lebih kurang 20 cm dan titik berat badan terletak pada. setiap sudut segitiga dari
sudut tapak kaki, yaitu pertama pada tumit, kedua pada batas luar telapak kaki bagian depan
dan ketiga pada pangkal ibu jari kaki
(Sumber : http://pandalagi.blogspot.com/2019/02/sikap-berdiri-dan-berjalan.html?m=1)
Gambar 2. Berdiri Istirahat
3. Berdiri tegak membelakangi dan rapat pada tembok
Pelaksanaannya: seperti berdiri tegak, tetapi membelakangi dan rapat pada tembok. Yang
pertama rapat pada tembok adalah tumit, betis, pantat, punggung bagian belakang. Pandangan
melihat ke arah depan
(Sumber : http://pandalagi.blogspot.com/2019/02/sikap-berdiri-dan-berjalan.html?m=1)
Gambar 3. Berdiri tegak membelakangi dan merapat ke tembok
II. Sikap berjalan
1. Berjalan biasa ke depan
Pelaksanaannya: Pada waktu berjalan melangkahkan salah satu kaki, badan tegak, perut ra-
ta, kepala tegak, pandangan lihat kedepan, tangan di ayunkan bebas di samping. Langkahkan
kaki ke depan dengan ibu jari kaki lurus ke depan, lutut sedikit bengkok. Sentuhan tumit
lebih dahulu pada tanah, selanjutnya berat badan di pindahkan melalui luar telapak kaki sam-
pai tapak kaki depan dan terakhir melalui ibu jari kaki. Sewaktu melangkah, lakukan sedikit
tolakan dengan ibu jari kaki. Gerakan kaki di mulai lebih dahulu dari pangkal paha, bukan
dari tumit.
9
(Sumber : https://images.app.goo.gl/t18BzwYMmP97BRo3A)
Gambar 1. Berjalan biasa ke depan
2. Berjalan langkah tegap
Pelaksanaannya: Seperti pada pelaksanaan berjalan biasa ke depan. Bedanya kalau berjalan
biasa ke depan, tangan di ayunkan bebas ke samping. Sedangkanberjalan Langkah tegap, tan-
gan di ayunkan lurus ke depan denganbentuk jari-jari mengepal
(Sumber : https://images.app.goo.gl/t18BzwYMmP97BRo3A)
Gambar 2. Berjalan langkah tegap
3. Variasi jalan
Berjalan dapat dilakukan dengan variasi. Seperti: berjalan jinjit, berjalan dengan tumit, ber-
jalan di tempat, berjalan dengan langkah pendek, berjalan dengan langkah panjang, berjalan
ke samping kiri/kanan.
III. Sikap berbaring
1. Sikap berbaring telentang
Pelaksanaannya: Ambil sikap tidur telentang, ke dua kaki lurus rapat sampai ujung kaki,
kedua lengan rapat ke samping badan, kedua telapak tangan tengkurap di lantai, pandangan
ke atas, kepala tegak, kaki segaris.
(Sumber : https://ebook.banyuwangikab.go.id/files/Penjasorkes1/index.html#p=109)
Gambar 1. Sikap berbaring telentang
10
2. Sikap berbaring telungkup
Pelaksanaannya: Ambil sikap tidur telungkup, kedua kaki harus rapat sampai ujung kaki,
punggung kaki di letakkan di lantai/tanah. Dagu menempel ke tanah/lantai, pandangan mata
ke tanah.
(Sumber : https://ebook.banyuwangikab.go.id/files/Penjasorkes1/index.html#p=109)
Gambar 2. Sikap berbaring telungkup
3. Sikap berbaring miring ke kanan dan kekiri
Pelaksanaannya: Mula-mula berbaring telentang, gerakkan badan ke kanan, berbaring miring
ke kanan. Luruskan lengan kanan,lengan kiri di atas badan. Angkat kaki kiri ke atas, kembali
berbaring telentang
(Sumber : https://ebook.banyuwangikab.go.id/files/Penjasorkes1/index.html#p=109)
Gambar 3. Sikap berbaring ke kanan
Gerakkan badan ke kiri, berbaring miring ke kiri, luruskan lengan kiri. Luruskan lengan
kanan di atas badan. Angkat kaki kanan ke atas, kembali berbaring telentang. Berbaring mir-
ing berganti-ganti.
(Sumber : https://ebook.banyuwangikab.go.id/files/Penjasorkes1/index.html#p=109)
Gambar 4. Sikap berbaring ke kiri
IV. IV. Latihan Keseimbangan, Kekuatan dan Daya tahan
Standar Kompetensi:
Melakukan latihan untuk meningkatkan keseimbangan, kekuatan, daya tahan, dan mekanika
tubuh yang baik.
Kompetensi Dasar:
Melakukan kemampuan dasar untuk meningkatkan keseimbangan, kekuatan, daya tahan dan
di dasari pengetahuan, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa diharapkan dapat:
1. Melakukan berbagi bentuk latihan keseimbangan (berbaring, duduk, berdiri)
2. Melakukan berbagai bentuk latihan kekuatan.
3. Melakukan berbagai bentuk latihan daya tahan
A. Latihan Keseimbangan
1. Berbaring telungkup angkat dada dan ke dua kaki
Pelaksanaannya:
- Berbaring telungkup
- Rentangkan kedua tangan ke samping
- Secara bersamaan, angkat dada dan ke dua kaki
- Tahan sampai10 hitungan
- Kemudian turunkan ke dua kaki dan dada secara bersama-sama
11
(Sumber : https://docplayer.info/50045049-Pendidikan-jasmani-olahraga-dan-kesehatan.html94)
Gambar 1. Berbaring angkat dada dan ke dua kaki
2. Berbaring dan angkat ke dua kaki
Pelaksanaannya:
- Berbaring telentang
- Ke dua tangan di samping badan dan ke dua kaki rapat
- Angkat ke dua kaki, tahan sampai 10 hitungan
- Kemudian kembali ke sikap semula
(Sumber : https://www.wikihow.com/images_en/thumb/4/43/Raise-Your-Leg-up-to-Your-
Head-Step-8.jpg/v4-460px-Raise-Your-Leg-up-to-Your-Head-Step-8.jpg.webp)
Gambar 2. Berbaring dan angkat ke dua kaki
3. Berbaring dan angkat satu kaki
Pelaksanaannya:
- Berbaring telentang
- Salah satu lengan sebagai alas kepala
- Lengan satu lagi berada di samiping badan
- Angkat kaki kanan, tahan sampai 10 hitungan, kemudian kembali
- Angkat kaki kiri, tahan sampai 10 hitungan, kemudian Kembali
12
(Sumber : https://images.app.goo.gl/jAiL3kUipJ8g7Ts39)
Gambar 3a. Berbaring dan angkat kaki kanan
(Sumber : https://images.app.goo.gl/jAiL3kUipJ8g7Ts39)
Gambar 3b. Berbaring dan angkat kaki kiri
4. Duduk dan turunkan badan
Pelaksanaannya:
- Duduk telunjur, ke dua tangan di samping
- Turunkan badan kebelakang 45 derajat dari lantai
- Tahan sampai 10 hitungan, kemudian kembali ke sikap semula.
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-91Nw2MkN08s/YArXNE_zpXI/AAAAAAAACk0/Ua2n1K2rv-
kuPzAEtqqnueHWT2AMaigjgCLcBGAsYHQ/s419/Keseimbangan%2BDuduk.jpg)
Gambar 4. Duduk dan angkat ke dua kaki
13
5. Duduk membentuk huruf V
Pelaksanaannya:
- Duduklah telunjur, angkat ke dua kaki pelan-pelan
- Ke dua tangan mengangkat pada bagian tungkai
- Tahan sampai 10 hitungan, kemudian kembali ke sikap semula
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-91Nw2MkN08s/YArXNE_zpXI/AAAAAAAACk0/Ua2n1K2rv-
kuPzAEtqqnueHWT2AMaigjgCLcBGAsYHQ/s419/Keseimbangan%2BDuduk.jpg)
Gambar 5. Duduk membentuk huruf V
6. Berdiri dan angkat satu kaki ke atas
Pelaksanaannya:
- Berdiri tegak, rentangkan ke dua tangan ke samping
- Angkat kaki kanan ke atas, tahan sampai 10 hitungan
- Kemudian kembali ke sikap semula
- Angkat kaki kiri ke atas, tahan sampai 10 hitungan
- Kemudian kembali ke sikap semula
(Sumber :
https://data03.123doks.com/thumbv2/123dok/000/143/143598/3.510.315.391.127.303/gambar-
berdiri-dengan-satu-kaki.webp)
Gambar 6 a. Berdiri dan angkat Kaki kanan ke atas
(Sumber :
https://data03.123doks.com/thumbv2/123dok/000/143/143598/3.510.315.391.127.303/gambar-
berdiri-dengan-satu-kaki.webp)
Gambar 6 b. Berdiri dan angkat kaki kiri ke atas
14
Catatan:
Latihan ini dapat dilakukan dengan variasi yang lain, seperti: mengangkat satu kaki ke depan,
ke samping, dan ke belakang (sikap kapal terbang)
B. Latihan kekuatan tungkai dan lengan
1. Gerakan angkat - turun ke dua tumit
Pelaksanaannya:
- Berdiri dengan tegak, ke dua tangan di pinggang
- Angkat ke dua tumit, kemudian turunkan
- Lakukan berulang-ulang
- Latihan ini dapat di ganti dengan angkat - turun ke dua jari-jari kaki
(Sumber : https://www.wikihow.com/images_en/thumb/3/37/Make-Calves-Smaller-Step-4-Version-
4.jpg/550px-nowatermark-Make-Calves-Smaller-Step-4-Version-4.jpg)
Gambar 1. Gerakan angkat-turun ke dua tumit
2. Dorong tekuk ke dua lengan (gerakan push – up)
Pelaksanaannya:
- Berbaringlah telungkup
- Ke dua telapak tangan menjadi tumpuan
- Posisi badan menempel dilantai
- Setelah itu, badan di dorong ke atas sehingga ke dua lengan lurus
- Tubuh pada posisi lurus diagonal
- Kemudian, ke dua lengan di tekuk kembali
- Lakukan berulang-ulang
Catatan: Latihan ini khusus untuk anak laki-laki, untuk anak perempuan lutut tetap menempel
kelantai/tanah
(Sumber : https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/247001-1609373697.pdf)
Gambar 2. Dorong - tekuk ke dua lengan
3. Tarik - Menarik dengan satu tangan
Pelaksanaannya:
- Berdiri berhadapan dengan pasanganmu
- Posisikan satu kaki di depan dan satu kaki ke belakang
- Ulurkan salah satu tanganmu dan saling berpegangan
- Lakukan Gerakan tarik menarik dengan satu tangan
- Gerakan sebaiknya dengan aba-aba guru
15
(Sumber : https://docplayer.info/docs-images/62/48463369/images/31-2.jpg)
Gambar 3. Tarik-menarik dengan satu tangan
4. Dorong – Mendorong dengan dua tangan
Pelaksanaannya:
- Berdiri saling berhadapan
- Posisikan satu kaki di depan, dan satu kaki di belakang
- Ke dua tangan saling berpegangan
- Lakukan Gerakan saling dorong mendorong dengan temanmu
- Sebaiknya gerakan ini dilakukan dengan aba-aba dari guru
Catatan : Latihan ini boleh di lakukan dengan ke dua tangan menempel pada bahu
(Sumber : https://docplayer.info/docs-images/62/48463369/images/30-2.jpg)
Gambar 4. Dorong-Mendorong dengan dua tangan
C. Berlatih daya tahan
1. Gerakan buka-tutup
Pelaksanaannya:
- Berdiri tegak, meloncat ke atas, langkahkan ke dua kaki ke luar dan ke dalam,di ikuti
gerakan mengangkat dan menurunkan ke dua lengan melalui samping badan.
- Lakukan 2x8 hitungan.
- Lakukan beberapa kali
16
(Sumber : https://docplayer.info/docs-images/57/40187525/images/39-0.jpg)
Gambar 1. Gerakan buka-tutup
2. Gerakan bengkok lenting badan
Pelaksanaannya:
- Berdiri tegak, bengkokkan badan hingga ke dua tangan dapat menyentuh tanah/ujung sepatu
- Renggut-renggutkan sebanyak 1x2 hitungan
- Kemudian, lentingkan badan ke belakang dengan ke dua tangan lurus ke belakang atas dan
renggutkan 1x2 hitungan
- Lakukan 2x8 hitungan, boleh berulang-ulang
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-
qRl8RdWGirQ/XO38otjEQKI/AAAAAAAABJg/wsJkZjlHNgQpJvG7LFm__YSFk1i6G2QdgCLcBGAs/
s1600/guling%2Blenting%2Bgerak.gif)
Gambar 2. Gerakan bengkok-lenting badan
3. Lari bolak balik memindahkan benda
Pelaksanaannya:
- Siswa pada baris pertama bersiap-siap pada garis start
- Pada aba-aba “Ya”, siswa pada baris pertama berlomba lari bolak-balik sambal memin-
dahkan balok/batu dari garis start ke garis finish
- Lakukan berulang-ulang dan bergantian dengan barisan siswa berikutnya
- Barisan siswa yang paling banyak tercepat memindahkan balok/batu, di tetapkan sebagai
pemenang
- Latihan ini dapat juga melatih kecepatan/kelincahan
17
(Sumber : https://4.bp.blogspot.com/-LINsw5cg0v8/WByHzzL8o2I/AAAAAAAAA-8/RgtTUggj4IkMG-
aLxIEyXLlYLfzTy9ZXACLcB/s1600/lari_cepat.jpg)
Gambar 3. Lari bolak-balik memindahkan benda
18
BAB III
GERAK DASAR
A. Standar Kompetensi
Melakukan dan mengkombinasikan berbagai ketermpilan gerak dasar dalam per-
mainan sederhana,di dasari pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
B. Kompetensi Dasar
Melakukan gerak dengan mengkombinasikan berbagai unsur gerak dasar
C. Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa di harapkan dapat:
1. Melakukan berbagai bentuk latihan gerak dasar lokomotor
2. Melakukan berbagai bentuk latihan gerak dasar non lokomotor
3. Melakukan berbagai bentuk latihan gerak dasar manipulative
4. Mengajarkan berbagai bentuk latihan gerak dasar di SD sesuai dengan per-
tumbuhan dan perkembangan anak SD
D. Pendahuluan
Pada kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau kurikulum
tingkat satuan pendidikan (KTSP), bahan kajian mata pelajaran Pendidikan jasmani, tentang
“Permainan dan Olahraga”, aktivitas pengembangan, uji diri/senam dan aktivitas ritmik, akan
di jumpai pada materi pokok: Gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif sama
antara permainan dan olahraga dengan aktivitas pengembangan, uji diri/senam dan aktivitas
ritmik. Untuk penyajian materi pelajaran kepada siswa sebaiknya perlu mencermati isi dari
kolom indikator agar lebih jelas materi apa yang harus diajarkan dan tujuan apa yang harus di
capai. Dalam penyajian, harus di ingat dan dilaksanakan pada bahan kajian: Permainan dan
Olahraga, aktivitas pengembangan, uji diri/senam dan aktivitas ritmik adalah bahwa pembela-
jaran materi pokok di kemas dalam bentuk permainan agar siswa dalam melaksanakan setiap
latihan dalam suasana senang dan gembira.
E. Gerak Dasar Lokomotor
Gerak dasar lokomotor adalah gerak berpindah tempat (contohnya: jalan, lari,lompat/loncat)
a. Kombinasi berjalan dan berlari
1. Berjalan dan berlari ke depan
- Barisan siswa diatur sedemikian rupa agar pada saat lari tidak bersentuhan/bersenggolan
- Berjalan 8 langkah ke depan. Kemudian, berlarilah ke depan sampai garis/batas yang di ten-
tukan.
- Lakukan beberapa kali
- Usahakan pelaksanaannya siswa berlomba
(Sumber : https://oriflameid.com/cara-menyelesaikan-kegiatan-berjalan-dan-berlari-dengan-cepat/)
Gambar1. Berjalan dan berlari ke depan
19
2. Berjalan dan berlari mundur
Pelaksanaannya:
- Berjalan 8 langkah ke belakang.
- Kemudian,berlari mundur sampai garis batas yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
(Sumber : https://oriflameid.com/cara-menyelesaikan-kegiatan-berjalan-dan-berlari-dengan-cepat/)
Gambar 2. Berjalan dan berlari mundur
3. Berjalan dan melompat ke depan
Pelaksanaannya:
- Berjalan 4 langkah ke depan
- Kemudian, melompat ke depan.
- Begitu seterusnya sampai garis perbatasan/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
(Sumber : https://quizizz.com/media/resource/gs/quizizz-media/quizzes/3923f547-6673-45c8-911a-
de89272b5650)
Gambar 3. Berjalan dan melompat ke depan
4. Berjalan dan melompat satu kaki ke belakang
Pelaksanaannya:
- Berjalan 4 langkah ke belakang
- Kemudian, melompatlah dengan satu kaki ke belakang
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
(Sumber : https://docplayer.info/docs-images/57/40187525/images/23-0.jpg)
Gambar 4. Berjalan dan melompat satu kaki ke belakang
20
5. Berjalan dan melompat ke depan
Pelaksanaannya:
- Berjalan 4 langkah ke depan
- Kemudian, meloncat ke depan
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
-
- (Sumber : https://quizizz.com/media/resource/gs/quizizz-media/quizzes/3923f547-6673-45c8-
911a-de89272b5650)
Gambar 5. Berjalan dan melompat ke depan
6. Berjalan dan melompat ke belakang
Pelaksanaannya:
- Berjalan 4 langkah
- Kemudian, meloncatlah ke belakang
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis
- Lakukan beberapa kali
-
- (Sumber : https://docplayer.info/docs-images/57/40187525/images/23-0.jpg)
Gambar 6. Berjalan dan meloncat ke belakang
7. Berlari dan melompat ke depan
Pelaksanaannya:
- Berlari 4 langkah ke depan
- Kemudian melompat dengan satu kaki ke depan
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
21
(Sumber : https://quizizz.com/media/resource/gs/quizizz-media/quizzes/5956c58e-140e-455c-aa6f-
1a42ccc73879)
Gambar 7. Berlari dan melompat ke depan
8. Berlari dan melompat ke belakang
Pelaksanaannya:
- Berlarilah 4 langkah ke belakang
- Kemudian, melompatlah ke belakang
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
(Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-U-
EOhHNHRkw/XHQbCHrWEfI/AAAAAAAAAGE/OrdDfmMnmX83V1T_BRNylba7DX3w0AvwQCEwY
BhgL/s1600/berlari%2Bdan%2Bjingkat.jpg)
Gambar 8. Berlari dan melompat ke belakang
9. Berlari dan meloncat ke depan
Pelaksanaannva:
- Berlarilah 4 langkah ke depan
- Kemudian, meloncatlah ke depan
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
22
(Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-U-
EOhHNHRkw/XHQbCHrWEfI/AAAAAAAAAGE/OrdDfmMnmX83V1T_BRNylba7DX3w0AvwQCEwY
BhgL/s1600/berlari%2Bdan%2Bjingkat.jpg
Gambar 9. Berlari dan meloncat ke depan
10. Berlari dan meloncat ke belakang
Pelaksanaannva:
- Berlarilah 4 langkah ke belakang
- Kemudian, meloncatlah ke belakang
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis
- Lakukan beberapa kali
(Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-U-
EOhHNHRkw/XHQbCHrWEfI/AAAAAAAAAGE/OrdDfmMnmX83V1T_BRNylba7DX3w0AvwQCEwY
BhgL/s1600/berlari%2Bdan%2Bjingkat.jpg)
Gambar 10. Berlari dan meloncat ke belakang
11. Berjalan, berlari, dan melompat ke depan
Pelaksanaannya:
- Berjalanlah 4 langkah
- Kemudian, berlarilah 4 langkah
- Akhiri gerakan dengan melompat ke depan
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
(Sumber : https://quizizz.com/media/resource/gs/quizizz-media/quizzes/5956c58e-140e-455c-aa6f-
1a42ccc73879)
Gambar 11. Berjalan, berlari, dan melompat ke depan
12. Berjalan, berlari dan melompat ke belakang
Pelaksanaannya:
- Berjalan 4 langkah ke belakang
- Kemudian, berlarilah 4 langkah ke belakang
- Akhiri gerakan dengan melompat ke belakang
23
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finish yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
(Sumber : https://asset.kompas.com/crops/8FYW6hXECUf-pYh6M5gz_-
VGi2w=/182x4:612x219/780x390/data/photo/2020/10/08/5f7e897a09d2d.png)
Gambar 12. Berjalan, berlari dan melompat ke belakang
13. Berjalan, berlari, dan meloncat ke depan
Pelaksanaannya:
- Berjalan 4 langkah
- Kemudian, berlari 4 langkah
- Akhiri gerakan dengan meloncat ke depan
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
-
- (Sumber : https://quizizz.com/media/resource/gs/quizizz-media/quizzes/5956c58e-140e-455c-
aa6f-1a42ccc73879)
Gambar 13. Berjalan, berlari, dan meloncat ke depan
14. Berjalan, berlari, dan meloncat ke belakang
Pelaksanaannya:
- Berjalan 4 langkah ke belakang
- Kemudian, berlarilah 4 langkah ke belakang
- Akhiri gerakan dengan meloncat ke belakang
- Begitu seterusnya sampai garis batas/finis yang di tentukan
- Lakukan beberapa kali
24
-
- (Sumber : https://asset.kompas.com/crops/8FYW6hXECUf-pYh6M5gz_-
VGi2w=/182x4:612x219/780x390/data/photo/2020/10/08/5f7e897a09d2d.png)
Gambar 14. Berjalan, berlari dan meloncat ke belakang
F. Gerak Dasar Non Lokomotor
Gerak dasar non lokomotor adalah gerak di tempat (menekuk, menarik, mendorong,
meliukkan)
1. Menekuk lengan
Pelaksanaannya:
- Berdiri seenaknya dengan membuka kaki selebar bahu, dan tangan di samping badan
- Setiap hitungan, lengan di tekuk dan kemudian kembali ke sikap semula
- Lengan kanan di tekuk 8 hitungan, dan ganti lengan kiri 8 hitungan
- Lengan kanan dan kiri di tekuk bergantian 8 hitungan
- Menekuk ke dua lengan secara serentak 8 hitungan
- Latihan dapat dilaksanakan/diulang sesuai dengan kebutuhan
-
Menekuk lengan kanan menekuk lengan kiri Menekuk kedua lengan
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-8-
rNypym7rk/YAmUzoHM4II/AAAAAAAACkM/vUMAMAqj75QearpV16PprBaUyMAq-
ckpQCLcBGAsYHQ/s460/Gerak%2BAyunan%2B2.jpg)
Gambar 15. Menekuk lengan
2. Menekuk tungkai
Pelaksanaannya:
- Berdiri se enaknya dengan membuka kaki selebar bahu dan tangan di samping badan
- Setiap hitungan, tungkai di tekuk kemudian kembali ke sikap semula
- Tungkai kanan ke depan di tekuk 8 hitungan dan tungkai kiri 8 hitungan
- Tungkai kanan ke belakang di tekuk 8 hitungan, tungkai kiri 8 hitungan
- Kombinasi gerakan menekuk tungkai (misalnya: menekuk tungkai kanan ke depan,
tungkai kiri ke depan, tungkai kanan ke belakang dan tungkai kiri ke belakang)
25
(Sumber :
https://data03.123doks.com/thumbv2/123dok/000/089/89465/54.513.62.404.80.309/gambar-menekuk-
lutut-kanan-dan-kiri-bergantian.webp)
Gambar 16. Menekuk tungkai
3. Meliukkan badan
3.1. Meliukkan badan ke samping
Pelaksanaannya:
- Berdiri seenaknya dengan membuka kaki selebar bahu dan kedua tangan di pinggang
- Setiap hitungan, liukkan badan ke kanan dan ke kiri secara bergantian
- Latihan dapat dilakukan dengan gerakan hitungan 2x8, 3x8 atau lebih, sesuai dengan
kebutuhan
(Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-
P_A1AMQqfFo/UJpz5c3qCdI/AAAAAAAAAcg/EYULg2TndMI/s1600/0I.JPG)
Gambar 17. Meliukkan badan ke samping
3.2. Meliukkan badan ke samping sambil tangan di atas kepala
Pelaksanaannya:
- Berdiri seenaknya dengan ke dua kaki selebar bahu
- Ke dua tangan di samping badan
- Setiap hitungan, liukkan badan ke kanan dan ke kiri sambil tangan di atas kepala
- Latihan dapat di lakukan dengan gerakan 2x8, 3x8 atau sesuaikan dengan kebutuhan
(Sumber : https://i.ytimg.com/vi/zVH81RacQPE/maxresdefault.jpg)
26
Gambar 18. Meliukkan badan ke samping sambil tangan di atas kepala
3. Meliukkan badan ke berbagai arah
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-MgNe-nwWa-4/XVIv-
fSRsGI/AAAAAAAATZQ/ars_p8DGPrsp9ZOZNkYnNBpOnDsoXV6nQCLcBGAs/s1600/Meliukan_bad
an.png)
Gambar 19. Meliukkan badan ke berbagai arah
C. Gerak Dasar Manipulatif
a. Melempar bola
I. Melempar bola dengan satu tangan
melempar bola lurus ke depan melempar bola ke samping
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-
pe2_SPCfEmY/W1chxTW1cnI/AAAAAAAAEs4/4PWGEUeQ7ScoGKmiVhgKiJZFKryATt7lwCLcBGA
s/s1600/lemparan_mendatar.jpg)
Gambar 21. Melempar bola dengan satu tangan
2. Menangkap bola
menangkap bola dari atas
menangkap bola lurus dari depan
menangkap bola dari samping
menangkap bola dari bawah
27
(Sumber : https://asset.kompas.com/crops/y1Zqf2lUBoIzc9BzYrp-
9Qw6zW0=/12x7:328x218/750x500/data/photo/2020/11/27/5fc10d12a6c73.jpg)
Gambar 22. Menangkap bola
3. Melempar bola ke sasaran diam
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-RVSKrOsJ-eA/XXUPyU5w_TI/AAAAAAAACR4/cwkkb4_CY-
sjj6yV_YgG_29O2wk4w5upQCLcBGAs/s1600/p2.3.jpg)
Gambar 23. Melempar bola ke sasaran diam
28
BAB IV
PERMAINAN MENIRUKAN GERAKAN BINATANG
A. Standar Kompetensi
Mahasiswa dapat melakukan gerak dasar ketangkasan menirukan gerak binatang
secara bebas yang di dasari pengetahuan, dan nilai-nilai yang terkandung di da-
lamnya.
B. Kompetensi Dasar
Mahasiswa dapat mengekspresikan ketangkasan menirukan gerakan binatang
C. Tuiuan Pembelaiaran
Mahasiswa di harapkan akan dapat
1. Meniru berbagai gerakan binatang sebagai bentuk latihan
2. Mengajarkan berbagai gerakan binatang sebagai bentuk latihan
D. Permainan Menirukan Gerakan Binatang
Penyajian gerakan permainan menirukan gerak binatang dapat di kemas dalam bentuk
ceritera atau dalam bentuk yang lain.
Pada penyajian, anak-anak di ajak untuk menirukan gerakan binatang dengan tujuan
a. Agar anak melakukan aktivitas-aktivitas yang di arahkan guru, sehingga aktivitas mempu-
nyai makna meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
b. membawa anak mencintai binatang
c. Memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan berfäntasi
Beberapa contoh permainan meniru gerakan binatang
A. Burung terbang
Pelaksanaannya:
Lari dengan menapak pada ujung kaki sambil merentangkan ke dua lengan ke
samping sambil mengepak-epakkan ke dua lengan ke samping, dan jika belok dengan memir-
ingkan ke dua lengan/sayapnya
(Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-
vr4qfHDArFY/XDCMaw26Y5I/AAAAAAAAA0c/T64EyrMwCwQnv4gBwpL_NGmhFL1HcqyUwCLcB
GAs/s1600/111.png)
Gambar 1. Menirukan burung terbang
2. Kupu-kupu terbang
Pelaksanaannya:
Lari dengan menapak pada ujung kaki sambil membengkokkan ke dua lengan ke samping
dan pergelangan lengan juga di bengkokkan.
Sambil berlari pergelangan lengan di epak-epakkan ke samping.
29
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-EL54I9jEINE/Xyo-
PhfY8dI/AAAAAAAAC9g/x1_Tl2peHm85yp06dxQ-kcdqbwKA7SwOQCLcBGAsYHQ/s1600/d5.png)
Gambar 2. Menirukan kupu-kupu terbang
3. Bangau berjalan
Pelaksanaannya:
Berdiri dengan membungkukkan badan dan ke dua lengan di samping badan.
Salah satu kaki di langkahkan ke depan secara bergantian dan menapak pada tumit terlebih
dahulu dan di ikuti pada telapak kaki
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-xMnloXFDQx0/XDCMuxkyrRI/AAAAAAAAA0k/57A-
wNoymEARqSbHQOd1kehCbAl-txBAwCLcBGAs/s1600/1111.png)
Gambar 3. Menirukan bangau berjalan
4. Kera berjalan
Pelaksanaannya:
Sikap seperti kera berdiri: telapak tangan dan kaki menapak ke tanah, lutut dan siku di beng-
kokkan, kepala agak tegak.
Langkahkan kaki kanan ke depan sambil memindahkan tangan kanan ke depan secara bersa-
maan, kemudian di susul oleh kaki kiri dan lengan kiri
(Sumber :
https://data03.123doks.com/thumbv2/123dok/000/088/88782/47.516.276.452.272.417/gambar-gerak-
meniru-kera-berjalan.webp)
Gambar 4. Menirukan kera berjalan
30
5. Gajah berjalan
Pelaksanaanya:
Berjalan pada kedua tangan dan kedua kaki,
Kedua tangan dan kaki lurus, padangan ke depan, langkahkan/pindahkan kaki kanan dan tan-
gan kanan secara serentak ke depan dan disusul oleh kaki kiri dan tangan kiri
(Sumber : https://mars.sekolahtetum.org/wp-content/uploads/2016/11/MARS-GERAK-RITMIK.pdf)
Gambar 5. Menirukan Gajah berjalan
6. Kanguru Meloncat
Pelaksaannya:
Jongkok dengan kedua tangan kedepan badan, meloncat ke depan dengan dua kaki dan kedua
tangan tetap didepan badan tanpa menyentuh tanah
(Sumber : https://2.bp.blogspot.com/-E0eF9568eIU/XFhDflRw4vI/AAAAAAAAADQ/bR4UZZY-
zRUL2ff_A9mZYeJgZlU7rqNdQCEwYBhgL/s200/Loncat%2BKanguru%2Bhitam%2Bputih.jpg)
Gambar 6. Menirukan Kanguru meloncat
7. Katak meloncat
Pelaksanaannya:
Badan membungkuk, ke dua kaki dan tangan menempel pada tanah dengan berat badan lebih
terfokus pada ke dua kaki.
Tolakkan ke dua kaki, bersamaan dengan mengayunkan ke dua lengan ke depan sehingga
terjadi gerakan melompat ke depan agak tinggi
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-
37tpjR1bMRo/XFhDf0SXQ1I/AAAAAAAAADQ/2PC62tL1hbEhYTm9xln1hNrG1gtQHH_AACEwYBh
gL/s200/Loncat%2Bkatak.jpg)
Gambar 7. Menirukan katak meloncat
8. Bebek berjalan
Pelaksanaannya:
Anak membentuk lingkaran
Berdiri dengan kaki kiri di depan (agak ditekuk)
Tangan kanan dijulurkan ke belakang
31
Julurkan tangan kanan ke depan dan belakang bersamaan
Langkahkan kaki kanan (agak di tekuk)
Berjalan menirukan bebek berjalan
Boleh disertai dengan nyanyian.
(Sumber : https://quizizz.com/media/resource/gs/quizizz-media/quizzes/da5a1453-4a28-401f-8b92-
b17d92792cce)
Gambar 8. Bebek berjalan
9. Gerakan pohon di tiup angin
Pelaksanaannya:
Berdiri dengan ke dua kaki di buka agak lebar
Kedua tangan di luruskan ke atas
Dengan aba-aba berteriak “pohon di tiup angin”
Anak meliuk-liukkan badannya seperti pohon di tiup angin kencang
Sambil bersuara SSSSSt SSSSSt...........
(Sumber :
https://data03.123doks.com/thumbv2/123dok/000/123/123357/5.595.56.416.331.706/gambar.webp)
Gambar 9. Gerakan pohon di tiup angin
10. Lomba balap sepeda motor
Pelaksanaannya:
Berdiri dengan kedua kaki selebar bahu
Lutut sedikit di bengkokkan seolah-olah mengendarai sepeda motor
Kedua tangan seolah-olah memegang stang
Sambil bersuara " Bremmmmmm Bremmmmmm.......
Dengan aba-aba "Go!, Anak berlari sekencang-kencangnya berlomba.
32
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-
Q91M1GxXP0o/YPEH6vqw5qI/AAAAAAAASTs/Esuxhm1WaQQ3qEkfgunnDhv2rFqE8dwjACLcBGA
sYHQ/s497/lomba%2Blari.png)
Gambar 10. Lomba balap sepeda motor
33
BAB V
PERMAINAN KECIL
A. Standar Kompetensi
Melakukan dan mengkombinasikan berbagai keterampilan gerak dasar dalam per-
mainan sederhana yang di dasari pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung di da-
lamnya.
B. Kompetensi Dasar
Melakukan dan mengkombinasikan berbagai keterampilan gerak dasar dalam per-
mainan sederhana
C. Tuiuan Pembelaiaran
Mahasiswa di harapkan dapat
l. Melakukan berbagai macam permainan kecil tanpa alat
2. Melakukan berbagai macam permainan kecil dengan alat
3. Mengajarkan berbagai macam permainan kecil tanpa alat
4. Mengajarkan berbagai macam permainan kecil dengan alat
D. Bermain dalam Kehidupan Anak-Anak
Anak-anak usia sekolah dasar (SD), bila di amati nampak betapa tingginya hasrat untuk ber-
gerak dan bermain-main. Mereka selalu ingin bergerak kesana ke mari, lompat-lompat, ber-
main-main secara berkelompok. Ini semua merupakan dorongan dari dalam ataunaluri yang
selalu ingin bebas, bergembira dan bermain-main dengan teman.
Pendidikan modern berpendapat bahwa bermain merupakan alat pendidikan. Pendidi-
kan yang baik akan mengetengahkan bermain sebagai alat pendidikan. Anak-anak bermain
tanpa mengenal lelah. Anak-anak bermain menyalurkan kegembiraannya. Anak- anak ber-
main tidak tergantung pada ada tidaknya alat atau perkakas.
Tanpa adanya alat atau perkakas, asal ada kesepakatan untuk bennain, anak-anak akan me-
langsungkan permainan. Apa yang di mainkan, sangat tergantung pada kesepakatan mereka
sendiri. Sering kali mereka bermain dengan satu permainan saja yang di ulang-ulang. Tapi
ada kalanya mereka bermain dengan bermacam-macam permainan yang di pilihnya bersama-
sama. Peraturan yang di terapkan atas persetujuan dan kesepakatan bersama dan bisa beru-
bah-ubah sesuai dengan ke inginan mereka bersama.
Pada saat ini sekolah di Indonesia dapat di katakan bahwa alat-alat untuk menunjang
kegiatan program pembelajaran pendidikan jasmani masih kurang memadai. Bahkan ada
sekolah yang sama sekali tidak mempunyai peralatan yang layak untuk menunjang kegiatan
kurikulum pendidikan jasmani, tetapi kurikulum pendidikan jasmani harus berjalan atau di
laksanakan. Maka salah satu jalan untuk mengatasi masalah ini adalah menyajikan materi
pelajaran dengan memilih materi pelajaran yang tidak memerlukan alat atau dengan alat yang
sederhana dan dapat diperoleh dengan mudah.
Dengan kemampuan guru pendidikan jasmani untuk melakukan inovasi atau modifi-
kasi, akan menjadikan anak dapat di didik agar selalu bergerak dan bermain-main sehingga
akan terpelihara kesehatan dan kebugaran jasmani sembari kegiatan pembelajaran pendidikan
jsmani dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
34
E. Beberapa Contoh Permainan Kecil Tanpa Alat
1. Elang dan anak ayam
Pelaksanaannya:
Anak-anak di bagi beberapa kelompok, tiap kelompok di tunjuk seorang sebagai "bu-
rung elang" dan seorang sebagai "induk ayam", sedangkan lainnya menjadi "anak ayam", In-
duk ayam dan anak ayam menjadi satu berbanjar. Induk ayam berada paling depan, anak
ayam memegang pundak atau pinggang.
Elang berusaha menangkap anak ayam, induk ayam berusaha melindungi anak-
anaknya dengan menghalang-halangi elang yang ingin menangkapnya. Anak-anak ayam
mengikuti arah gerak induk ayam agar terhindar dari tangkapan elang.
Elang hanya dapat menyambar anak ayam yang paling belakang. Jika elang berhasil me-
nangkap salah satu anak ayam tersebut, maka anak ayam tersebut berubah menjadi elang se-
dangkan elang tersebut berubah menjadi induk ayam dan induk ayam berubah menjadi anak
ayam.
Catatan:
a. Usahakan permainan dapat meriah. Untuk itu dalam pemilihan sebagai burung elang dan
induk ayam pertama sekali di ambil anak yang bersemangat.
b. Banyaknya anak-anak ayam dapat di ubah-ubah sesuai dengan jumlah anak-anak atau
keadaan lapangan
c. Hindari terjadinya cedera
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-wyMebXVeI10/Xb_dWSJM-
GI/AAAAAAAAANU/KEYgVvzfFeMHFDQpX-x1NyX6iutf2kJ5QCLcBGAsYHQ/s1600/1.png)
Gambar I. Elang dan Anak ayam
2. Kucing dan tikus
Pelaksanaannya:
Semua siswa membentuk sebuah lingkaran dengan berpegangan tangan dan berfungsi
sebagai "pagar". Dua orang siswa di pilih sebagai kucing yang berada pada luar pagar, dan
empat orang siswa di pilih sebagai "tikus" yang berada dalam lingkaran. Pagar ini berfungsi
melindungi tikus dari ke_iaran kucing yang berusaha menangkapnya. Tikus bebas keluar dan
masuk pagar, sedangkan kucing harus bersusah payah menembus pagar untuk menngkap
tikus. Jika kucing berhasil menangkap tikus, tikus tersebut berubah menjadi pagar dan kucing
itu berubah menjadi tikus. Kucing yang lainnya sendirian mengejar tikus. Lakukan berulang-
ulang dengan bergantian peran.
35
Catatan:
a. Usahakan permainan dapat terlaksana dengan meriah. Untuk itu pilihlah kucing dan tikus
dari anak yang bersemangat
b. Kucing dan tikus dapat di tetapkan hanya satu. Apbila dalam permainan kucing sulit me-
nangkap tikus, peraturan dapat di rombak, yaitu apabila "bunyi peluit" maka terjadi peru-
bahan status, kucing berubah menjadi tikus sedangkan tikus berubah menjadi kucing.
(Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-
ZMnzea7TdDs/WzeT9Bi8rsI/AAAAAAAABds/AwBdefrd0FQQKsJvdPceqvhiWUPNKHhTgCLcBGAs/s
1600/2-compressed.jpg)
Gambar 2. Kucing dan tikus
3. Mengepung penjahat
Pelaksanaannya:
Semua siswa membentuk sebuah lingkaran dengan berpegangan tangan. Guru menunjuk
seorang anak yang lincah sebagai penjahat dan berada di tengah-tengah. Pada aba-aba "Siap,
Ya", penjahat lari kesana- kemari berusaha untuk melepaskan diri dari kepungan, dengan
jalan melewati/menerobos bawah tangan. Anak yang membentuk lingkaran berusaha sekuat-
kuatnya berpegangan agar jangan sampai penjahat keluar dari kepungan. Caranya dengan me-
rendahkan tangan, merapatkan anak yang satu dengan yang lain. Kalau penjahat berhasil
keluar, dua orang anak yang merupakan jalan keluar: diundi, yang kalah menggantikan se-
bagai penjahat.
Catatan:
a. Anak-anak yang membentuk lingkaran selalu menggoda, dengan menaikkan ke dua tangan,
tetapi pada saat penjahat mendekati tangan di rendahkan lagi.
b. Penjahat dapat berubah, misalnya dua orang atau lebih. Dengan demikian lebih menyulit-
kan dalam usaha pengepungan.
(Sumber : https://www.kibrispdr.org/data/gambar-permainan-tradisional-kartun-0.jpg)
Gambar 3 Mengepung penjahat
36
4. Hijau-hitam
Pelaksanaannya:
Anak-anak di bariskan dua syaf di tengah-tengah lapangan, masing-masing meren-
tangkan ke dua tangan ke samping dan berhadapan satu sama lain. Pada tengah-tengah
barisan di buat garis dari kapur atau tali. Dibelakang masing-masing regu di buat garis batas
lari dengan jarak 10-20 m dari garis tengah lapangan. Pada setiap kelompok di beri nama.
Umpamanya kelompok di sebelah kanan guru adalah kelompok hitam dan kelompok di sebe-
lah kiri guru adalah kelompok hijau. Bila persiapan telah selesai, guru dapat memberikan
aba-aba bahwa permainan di mulai. Guru mengucapkan nama kelompok dengan meman-
jangkan huruf pertamanya. Misalnya : "Hi i i i i...jau !" maka kelompok hijau berlari
menghindari menuju garis perbatasan, sedangkan kelompok hitam berusaha mengejar dan
menangkap anak yang sebagai pasangannya. Apabila sampai garis batas tidak dapat ter-
tangkap berarti anak tersebut selamat atau menang.
Catatan:
a. Permainan ini dapat di ulang-ulangi sesuai dengan kebutuhan.
b. Kelompok yang lebih sedikit anggotanya tertangkap di tetapkan sebagai kelompok
pemenang.
c. Kelompok pemenang di beri pujian. dan keiompok yang kalah di motivasi agar pada per-
lombaan dapat menang.
d. Permainan ini dapat di lakukan dengan sikap awal telunjur.
(Sumber : https://docplayer.info/docs-images/68/59622573/images/83-0.jpg)
Gambar 4. Hijau-Hitam
5. Permainan mencari teman / pasangan
Pelaksanaannya:
Anak-anak berdiri membentuk lingkaran
Setelah persiapan memungkinkan dimulai
Anak berlari keliling dalam lingkaran
Setelah beberapa saat berlari, guru menyebutkan angka
Apabila guru menyebutkan angka “Tiga”, maka anak mencari teman sehingga menjadi tiga
Orang
Atau angka yang lain.
Anak yang tidak dapat teman atau terlambat mendapat teman, di tentukan sebagai anak yang
kalah
37
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-
0Axm_eVa9l0/XKk8EnfN9DI/AAAAAAAARzk/kCmSIrPsMO0La1qjk6wozCyFcZqoqYTFwCLcBGAs/s
1600/arung.png)
Gambar 5. Permainan Mencari Teman
6. Siapa tercepat loncat kodok estafet
Pelaksanaannya:
Anak-anak di bagi atas beberapa kelompok yang sama banyaknya. Tiap kelompok terdiri dari
8-10 orang. Tiap kelompok anak di bagi dua bagian, satu kelompok berada pada daerah A
dan satu kelompok lagi berada pada daerah B.
Masing-masing anak pada kelompoknya bersiap dalam posisi seperti kodok yang ingin me-
lompat. Setelah persiapan telah selesai, guru dapat memberikan aba-aba bahwa permainan
dapat di mulai. Guru berseru :"Bersedia, siap . , Ya ! , anak yang paling depan kelompok A
melaksanakan loncat kodok sampai ke daerah B, dan sesampainya di daerah B menyentuh
telapak tangan kawannya. Setelah tersentuh maka anak yang pada kelompok B secara cepat
meloncat kodok ke daerah A untuk menyentuh kawannya lagi pada daerah A dan seterusnya
sampai semua anak mendapat giliran. Kelompok yang tercepat menyelesaikan tugasnya di
tetapkan sebagai pemenang.
(Sumber : https://peralatanolahragaanak.com/wp-content/uploads/2016/04/Perlombaan-Loncat-
Katak-1.jpg)
Gambar 6. Loncat kodok estafet
7. Kuda masuk terowongan
Pelaksanaannya:
Anak-anak di bariskan menjadi empat syaf. Syaf pertama dan ke dua di tunjuk meni-
adi kuda, sedangkan syaf ke tiga dan ke empat ditunjuk menjadi atau membentuk terowon-
gan. Syaf ke tiga dan ke empat yang di tunjuk sebagai terowongan berbaris di tengah lapan-
gan dalam posisi berhadapan. Mereka membentuk terowongan dengan cara bungkuk dengan
ke dua telapak tangan menempel ke tanah.
38
Tugas anak-anak pada syaf pertama dan ke dua yang menjadi kuda adalah berusaha melewati
terowongan. Kelompok mana yang terlebih dahulu lebih cepat melewati terowongan di tetap-
kan sebagai pemenang.
(Sumber : http://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/750x500/photo/haifoto/original/1684_mainan-di-kelas-
yang-mungkin-belom-pernah-kamu-dengar.jpg)
Gambar 7. Kuda masuk terowongan
8. Ular-ularan
Pelaksanaannya:
Anak-anak di bagi atas empat kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 8-12 orang siswa.
Siswa Pada setiap kelompok membentuk barisan berderet ke belakang dengan saling me-
megang pundak teman di depannya. Anak paling depan berperan sebagai kepala ular, anak
yang paling belakang sebagai ekor ular dan yang lainnya sebagai badan ular. Untuk menen-
tukan pasangan yang bermain di lakukan undian.
Setelah persiapan benar-benar siap untuk di mulai, guru dapat memberi aba-aba bahwa per-
mainan dapat di mulai. Guru berseru : "bersedia, siap......, Ya!, anak yang paling depan se-
bagai kepala ular berusaha menangkap ekor ular lawannya. Ekor ular berusaha menghindar
agar tidak tertangkap oleh kepala ular lawannya. Pegangan (badan ular) tidak boleh lepas,
kalau lepas berarti dapat di tangkap lawannya dan dengan sendirinya berpindah ke ular yang
menangkap. Apabila ekor dapat berhasil di tangkap oleh kepala ular, ekor ular berpindah
menjadi ekor ular yang menangkapnya. Begitu seterusnya.
Lama permainan sesuai dengan waktu dan kebutuhan. Ular yang paling panjang ekornya
menjadi pemenang.
39
(Sumber : https://asset-
a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x0/photo/2021/07/28/0505010_permainanularnaga_erlang-
20210728064931.jpeg)
Gambar 8. Ular-ularan
9. Menjala ikan
Pelaksanaannya:
Buatlah areal dengan berbentuk segi empat atau lingkaran sebagai kolam. Tentukan tiga
orang sebagai jala dengan saling berpegangan tangan dan di pilih anak yang lincah dan
bersemangat.
Setelah persiapan telah selesai dan permainan siap untuk di mulai, guru berseru: bersedia,
siap Ya!, jala berusaha menangkap ikan, ikan bebas bergerak menyelamatkan diri dari
tangkapan jala. Ikan yang tertangkap di tempatkan di sudut lapangan. Ikan yang paling akhir
tertangkap di tetapkan sebagai pemenang.
Catatan:
Permainan ini dapat di modifikasi dengan cara.
a. Ikan yang tertangkap langsung sebagai jala
b. Setelah tiga orang yang tertangkap langsung membentuk jala.
(Sumber : https://oriflameid.com/cara-melakukan-permainan-menjaring-ikan-dan-langkah-
langkahnya/)
Gambar 9. Menjala ikan
10. Adu banteng
Pelaksanaannva:
Bentuklah barisan menjadi dua barisan Syaf. Masing-masing anak saling berhadapan
dalam posisi merangkak. Letakkan bahu pada bahu temannya dan usahakan rapat. Setelah
persiapan benar-benar siap, maka guru menyatakan permainan sudah dapat di laksanakan :
Bersedia, siap...Ya!, maka anak-anak saling mendorong bahu lawan guru berseru dengan ba-
hunya. Siapa yang berhasil mendorong bahu lawannya, dinyatakan sebagai pemenang. Ke-
lompok yang paling banyak dapat mendorong bahu lawan, di tantukan sebagai pemenang.
Catatan:
a. Permainan ini dapat di ulang-ulangi sesuai dengan kebutuhan atau waktu yang ada.
b. Usahakan pasangannya yang seimbang/sama besarnya.
40
(Sumber : https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/651/jbptunikompp-gdl-alfindwian-32514-10-unikom_a-
i.pdf)
Gambar 10. Adu banteng
11. Permainan Perminan Bangau dan Katak
Pelaksanaannya:
Buatlah lingkaran sebagai kolam sesuai dengan jumlah anak
Pilih dan tentukan salah seorang anak sebagai bangau
Anak lainnya sebagai katak
Bangau:
Berdiri dengan membungkukkan badan
Kedualengan diluruskan ke belakang di samping badan
Salah satu kaki dilangkahkan ke depan secara bergantian
Menapak pada tumit terlebih dahulu dandiikuti telapak kaki
Katak melompat-lompat
Bangau berusaha menangkap katak
Katak yang tertangkap atau keluar kolam (lingkaran) berubah menjadi bangau
(Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-
SIH4tVsBXaM/Wwk0DBXKBFI/AAAAAAAABM0/Cji_hbsVltUNcVfc0f8tMeXHCX1zv-
WNQCLcBGAs/s640/katak%2Bdan%2Bbangau-min.jpg)
Gambar 11. Permainan Bangau Dan Katak
12. Permainan Ular Makan Ekornya
Pelaksanaannya:
Anak dibagi beberapa kelompok
Bariskan berbanjar.
Anak yang paling depan sebagai kepala ular
Anak yang paling belakang sebagai ekor
Setiap anak memegang bahu anak di depannya
Setelah persiapan cukup matang
Permainan dapatdi mulai
Guru Memberi aba-aba: Siap.......... Ya!
41
Kepala ular berusaha menangkap ekornya
Dan Ekor dan badanular berusaha mengelak tangkapan kepala ular.
Permainan dapat di ulang-ulang sesuai kebutuhan atau waktu yang ada.
(Sumber : http://agussiswoyo.com/permainan-tradisional/keunikan-permainan-tradisional-ular-
ularan-kelabang-buntut/)
Gambar 12. Permain ular makan ekornya
13. Gobak sodor
Pelaksanaannya:
Bentuk dua regu bermain, setiap regu berjumlah 6 orang. Ukuran lapangan sesuaikan
dengan besar kecilnya anak-anak. Undi terlebih dahulu untuk menentukan penjaga dan
penyerang. Begitu persiapan telah selesai, guru menginstruksikan kepala regu jaga agar
menempati posisinya agar permainan dapat di mulai.
Permainan di mulai setelah aba-aba: “mulai” dari guru.
Regu penjaga menjaga agar regu penyerang tidak lolos dan dapat menangkap regu
penyerang. Regu penyerang berusaha menembus garis dan berusaha menghindari tangkapan
regu jaga sampai kembali ke tempat semula. Regu penyerang mendapat poin (nilai), apabila
salah seorang anggotanya lolos dari tangkapan regu penjaga sampai kembali ke tempat semu-
la. Jika ada salah seorang anggota regu penyerang tertangkap, maka regu penjaga menjadi
regu penyerang dan sebaliknya. Pemenangnya adalah regu yang paling banyak memperoleh
nilai (poin). Lamanya permainan sesuai dengan kebutuhan atau waktu tersedia.
(Sumber : http://2.bp.blogspot.com/-u2BlqZlDtbI/V_Nq3UZvRMI/AAAAAAAAABI/Uydw-
rCpO30zybwKKo2-ymAWsnR4Kh3UQCK4B/s1600/ygtfdf.png)
Gambar 13. Gobak sodor
42
F. Beberapa Contoh Permainan Kecil dengan Alat
1. Permainan Mengambil Ikan
Pelaksanaannya:
Tebarkanlah kertas berbentuk ikan di lapangan
Setiap anak berdiri di garis start dengan memegang sendok-sendokan yang terbuat dari kertas
karton
Setelah aba-aba “Mulai”setiap anak berusaha mengambil ikan dengan sendok-sendokan
Ikan yang telah tertangkap diambil dan dipegang
Anak yang paling banyak menangkapikan ditentukan sebagai pemenangnya.
(Sumber : https://i.ytimg.com/vi/aYwkAdEiVQ8/maxresdefault.jpg)
Gambar 1. Permainan Mengambil Ikan
2. Permainan Lari Memindahkan Bola
Pelaksanaannya:
Anak dibagi menjadi beberapa kelompok untuk berlomba
Letakkan bola sebanyak mungkin diluar garis
Kelompok anak berdiri dibelakang garis
Setelah aba-aba: “Mulai” Setiap anak setiap kelompok Berlari mengambil bola dan memin-
dahkannya di tempat yang ditentukan
Setelah anak setiap kelompok melewati garis tempat start, dilanjutkan anak yang lain berlari
mengambil bola
Permainan berlanjut sampai semua anak setiap kelompok selesai
Kelompok yang terlebih dahulu selesai ditentukan sebagai pemenang.
(Sumber : https://i.pertanyaan.id/uploads/q/214/086/2140866)
Gambar 2. Permainan lari memindahkan bola.
3. Permainan Lompat Meraih Balon
Pelaksanaannya:
Balon di gantungkan dengan ketinggian tertentu
Anak dibariskan berbanjar
Setelah aba-aba: “Mulai”, anak paling depan berlari dan melompat meraih balon
Setiap anak memiliki giliran yang sama
Bila banyak anak yang dapat meraih balon, maka diperlombakan lagi untuk menentukan
pemenang
43
(Sumber :
https://data03.123doks.com/thumbv2/123dok/000/573/573282/34.612.226.391.85.190/gambar-
contoh-gerakan-lompat-sambil-meraih-benda.webp)
Gambar 3. Permainan lompat meraih balon
4. Permainan Saputangan
Pelaksanaannya:
Anak dapat dibagai menjadi beberapa kelompok
Setiap kelompok berpegangan tangan dan membentuk lingkaran
Tangan dilepas, lalu duduk
Seoranganakdari setiap kelompokberjalan mengelilingi lingkaran kelompoknya
Sambil membawa saputangan
Setiap anak yang duduk bernyanyi lagu “Saputangan”
Saputangan kuletakkan
Dibelakang seorang teman
Tak boleh dikatakan
Disini kuletakkan
Saat nyanyian habis, setiap anak melihat dimana saputangan diletakkan
Anak yang saputangan dibelakangnya berlari mengejar pembawa saputangan
Pembawa saputangan harus lari mengelilingi lingkaran dan menempati tempat kosong
Jika ia tertangkap sebelum duduk di tempat kosong, ia tetap sebagai pembawa Saputangan
Kalau tidak tertangkap, maka si pengejar menjadi pembawa saputangan
(Sumber : https://i.ytimg.com/vi/B4Ch2HWjd_E/mqdefault.jpg)
Gambar 4. Permainan sapu tangan
5. Mengendalikan kuda
Pelaksanaannya:
Bentuklah barisan dua syaf. Anak yang di depan sebagai kuda dan anak yang di belakangnya
sebagai joki. Gunakan seutas tali dan dililitkan pada bagian badan atau berada di bawah keti-
ak. Anak sebagai joki memegang ke dua ujung tali.
Begitu persiapan telah selesai, guru dapat menyatakan permainan dapat di mulai. Guru me-
nyerukan aba-aba,bersedia,siap..........Ya!, anak yang di depan sebagai kuda berlari dan di
ikuti anak yangdi belakangnya sebagai joki. Joki mengendalikan kuda.
44
Catatan:
a. Lakukan beberapakali sesuai dengan kebutuhan atau waktu yang tersedia
b. Permainan ini dapat di perlombakan, kelompok mana yang terlebih dahulu melewati garis
finis, di nyatakan sebagai pemenang.
(Sumber : https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/kunci-jawaban-kelas-3-sd-tema-1-
halaman-34-35-36-subtema-1-pembelajaran-4-permainan-kuda-kudaan.jpg)
Gambar 5. Mengendalikan kuda
6. Memasukkan bolpoin (pulpen) ke dalam botol
Pelaksanaannya:
Bagilah anak-anak menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6-8 orang. Per-
mainan ini sifatnya perlombaan. Setiap kelompok menunjuk anak yang pertama berlomba
dan maju kegaris.
Sebelum perlombaan di mulai, anak yang berada pada garis start mengikatkan tali di ping-
gangnya yang telah terikat bolpoin sehingga bolpoin tergantung di belakang badannya.
Setelah selesai persiapan denganbaik, guru dapat menyatakan permainan dapat di mulai.
Guru berseru: Siap.......... ,Ya !, anak yang berada di garis start berusaha lari secepat-cepatnya
menuju garis finish. Setelah melewati garis finish, badan di putar, berusaha memasukkan
bolpoin yang tergantung di belakang badan ke dalam botol yang berada di garis finish. Anak
yang terlebih dahulu berhasil memasukkan bolpoin di tetapkan sebagai pemenang. Kemudian
di lanjutkan kepada pemain ke dua berikutnya dan seterusnya, kelompok yang paling banyak-
terlebih dahulu memsukkan bolpoin ke dalam botol di tetapkan sebagai pemenang.
(Sumber : https://i.ytimg.com/vi/Y8HAArWHWjk/maxresdefault.jpg)
Gambar 6. Memasukkan botpoin ke dalam botol
45