7. Membawa kelereng (guli) di atas sendok
Pelaksanaannya:
Bagilah anak-anak menjadi beberapa kelompok yang sama banyaknya. Setiap ke-
lompok terdiri dari 6-8 orang. Permainan ini sifatnya perlombaan. Setiap kelompok menun-
juk kawannya yang pertama berlomba dan maju kegaris start serta memegang sendok yang
berisi kelereng (guli). Begitu aba-aba,siap......ya, anak berjalan menuju ke garis finish.
Kelereng yang jatuh dapat di ambil kembali dan meletakkannya di atas sendok, kemudian
melanjutkan perjalanannya ke garis finish. Pemenangnya adalah anak yang pertama melewati
garis finish dan kelerengnya tidak jatuh.
(Sumber : http://danisa31.blogspot.com/2018/07/25-lomba-17-agustus.html)
Gambar 7. Membawa kelereng di atas sendok
Catatan:
a. Perlombaan dapat dilakukan dengan berlari
b. Sendok dapat di gigit
8. Berlomba memindahkan balok atau bola
Pelaksanaannya:
Anak-anak di bagi menjadi tiga atau empat kelompok yang sama banyaknya. Tiap kelompok
di bagi mennjadi dua. Setelah berdiri di belakang garis pertama (a) dan setengah lagi berdiri
di belakang garis ke dua (b). Pada tepi garis a dan b di buat lingkaran. Pada lingkaran garis b
di tempatkan empat buahbalok kecil atau benda lain.
Jika semua sudah siap, maka permainan segera di mulai. Dengan aba-aba: siap.......... ,Ya !,
setiap anak nomor satu ( yang berdiri paling depan)dibelakang garis a berlari mengambil
balok dari lingkaran garis batas, meletakkannya pada lingkaran garis a serta di lanjutkan
mengambil balok yang ke dua sampai balok ke empat. Setelah meletakkan balok ke empat,
lari secepat-cepatnya menuju kawannya yang beradadi belakang garis b, dan menyentuh ka-
wannya.
Begitu tersentuh anak nomor satu berlari mengambil balok ke lingkaran di belakang garis a
dan memindahkannya ke lingkaran di belakang garis b.
Demikian seterusnya sampai semua anak melakukannya. Permainan ini dilakukan sesuai
dengan kebutuhan atau waktu yang tersedia.
Catatan:
a. Regu yang tercepat menyelesaikan pemindahan balok dengan benar dinyatakan sebagai
pemenang.
b. Urutan pemenang sesuai dengan urutan penyelesaian pemindahan balok
c. Tentukan peraturan perlombaan sebelumnya sampai anak paham betul
d. Kepada anak yang berbuat curang, supaya di hukum dengan mengulang kembali
46
e. Tekankan adanya disiplin yang baik dalam berlomba
f. Permainan ini dapat di modifikasi dengan variasi yang lain
(Sumber : https://i.ytimg.com/vi/21YFHSgVT3Y/maxresdefault.jpg)
Gambar 8. Berlomba memindahkan balok atau bola
9. Berlomba mendribel bola
Pelaksanaannya:
Anak-anak di bagi menjadi tiga sampai enam kelompok yang sama banyaknya. Anak yang
paling depan berdiri di belakang garis sambil memegang bola dan anak yang lain berdiri di
belakang anak yang memegang bola.
Jika Semua persiapan sudah siap, maka permainan segera di mulai.
Dengan aba-aba dari guru: bersedia, siap ......,ya!, setiap anak yang paling depan, berlari me-
mantul-mantulkan bola ke tanah dan menangkapnya. Setelah melewati garis, badan di putar
dan melanjutkan mendribel bola sampai ke tempat semula, serta memberikannya kepada te-
mannya. Setelah bola di berikan di lanjutkan dengan mendribel bola. Demikian permainan ini
di laksanakan sampai semua anak melakukannya.
Catatan:
a. Permaianan ini dapat dilakukan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan atau waktu yang
ada.
b. Regu yang tercepat menyelesaikan dribel bola dengan benar dinyatakan sebagai pemenang.
c. Tentukan peraturan permainan/perlombaan sebelumnya sampai anak paham benar
d. Kepada anak yang bermain curang supaya di hukum dengan mengulang kembali.
e. Tekankan adanya disiplin yang baik dalam berlomba.
f. Permainan ini dapat di modifikasi dengan variasi yang lain.
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-q53OEYZ-
Hj0/XyLrcrEskFI/AAAAAAAAD0U/oBw5EJ85Akoxl2O1iUDo0VXnulPCkRw9wCLcBGAsYHQ/s1
600/Ilmuips.my.id.jpg)
Gambar 9. Berlomba mendribel bola
47
10. Permainan Lomba Balap Karung
Pelaksanaannya:
Bagi anak-anak menjadi beberapa kelompok
Bariskan di belakang garis start.
Anak yang paling depan mengenakan karung dengan memegang ujung atas karung
Setelah persiapan cukup matang, guru menginformasikan permainan sudah dapat dimulai
Guru memberi aba-aba: Bersedia,Siap.......... , Ya!
Anak-anak berlari atau melompat-lompat menuju garis finish
Anak yang pertama melewati garis finish ditetapkan sebagai pemenang
Permainan dilanjutkan dengan anak yang ke dua dan seterusnya
Kelompok yang paling banyak yang terlebih dahulu melewati garis finish ditetapkan
sebagai juara
(Sumber : https://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/910x580-2/1439900816.jpg)
Gambar10. Permainan lomba balap karung
11. Permainan Balon Beranting
Pelaksanaannya:
Anak di bagi menjadi beberapa kelompok yang sama banyaknya
Anak yang paling depan memegang bola
Atur jarak antara anak yang satu dengan anak yanglain
Setelah persiapan telah matang, guru memberi informasi permainan dapat di mulai
Guru memberi aba-aba, Siap....................... , Ya!
Anak yang memegang balon memberi balon ke teman yang berada dibelakangnya dan selan-
jutnya sampai selesai
Kelompok yang terlebih dahulu selesai di tetapkan sebagai pemenang.
(Sumber : https://www.teknikarea.com/wp-content/uploads/2021/06/permainan-bola-beranting-
dapat-melatih.png)
Gambar 11. Permainan balon beranting
48
12. Permainan Menggiring Bola
Pelaksanaannya:
Anak dibagi beberapa kelompok yang sama banyak
Bariskan dibelakang garis start dengan memegang bola yang agak besar
Setelah persiapan matang, permainan dapat di mulai
Guru memberi aba-aba: Siap..................., Ya!
Tiap anak yang didepan yang memegangbolaberlari mendribel bola sekencang- kencangnya
menuju garis finish
Anak yang terlebih dahulu melewati garis finish ditetapkan sebagai pemenang
Kelompok yang paling banyak menangdi tetapkan sebagai pemenang
(Sumber : https://www.bukusekolah.net/wp-content/uploads/Screenshot_1-1853.jpg)
Gambar12. Permainan menggiring Bola
49
BAB VI
PERMAINAN KASTI
A. Standar Kompetensi
Melakukan unsur dasar keteampilan salah satu permainan dan olahraga beregu atau
perorangan yang di dasari pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
B. Kompetensi Dasar
Melakukan unsur dasar keerampilan permainan beregu atau perorangan
C. Tujuan pembelajaran
Mahasiswa di harapkan akan dapat:
1. Melempar bola dengan berbagai variasi arah
2. Menangkap bola dengan berbagai variasi arah
3. Melambungkan bola untukdi pukul sesuai dengan permintaan si pemukul
4. Memukul bola sesuai dengan sasaran yang di inginkan
5. Bermain kasti sesuai dengan peraturan yang di tetapkan
6. Mengajarkan permainan kasti kepada anak SD
D. Teknik Dasar Permainan Kasti
Untuk dapat melakukan permainan kasti dengan baik dan lancar, setiap pemain (anak)
harus memiliki keterampilan teknik dasar bermain kasti dengan baik. Teknik dasar bermain
kasti terdiri teknik: melempar bola, menangkap bola, memukul bola, melambungkan bola,lari
cepat, lari merubah arah.
1. Teknik melemparbola.
a. Melempar bola ke atas
Caranya:
- Pada gerakan pertama. Sikap badan sangat condong ke belakang sehingga letak tangan
kanan yang memegang bola sangat rendah
- Pada gerakan melepas bola,titik lepas bola dari tangan beradadi atas kepala
(Sumber : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQsXXuXUI-
CfNxhub9Uv9WacRKaK0HLU3BDzw&usqp=CAU)
Gambar 1. Melempar bola ke atas
b. Melempar bola datar (lurus)
Caranya:
- Pada gerakan pertama, sikap badan tidak condong ke belakang
- Gerakan lengan agak mendatar, sehinggatitik lepas bola dari tangan ke samping badan (tid-
ak melebihi kepala)
50
(Sumber : https://www.yuksinau.id/wp-content/uploads/2019/04/Melempar-Bola-Mendatar.jpg)
Gambar 2. Melempar bola mendatar (lurus)
c. Melempar bola ke bawah
Caranya:
- Pada gerakan pertama, sikap badan agak tegak
- Gerakan lengan dari mendatar ke bawah sehingga titik lepas bola dari tangan diatas paha
(Sumber : https://2.bp.blogspot.com/-
hl3kgOQ2jr0/WbtfWRuJa5I/AAAAAAAAAEw/YynaPEnEL_MJJx3GQvAXgCUlvbCx8iNnQCEwYB
hgL/s1600/melempar%2Bmenyusur%2Brounders.png)
Gambar 3. Melempar bola ke bawah
2. Teknik menangkap bola
a. Menangkap bola dari atas
Caranya:
- Badan menghadap ke arah datangnya bola
- Berdiri dengan ke dua kaki kangkang /rapat, lutut agak di tekuk sedikit agar mudah
bergerak (tidak kaku)
- Kedua tangan dijulurkan ke arah depan diatas kepala ke arah datangnya bola
- Posisi pangkal telapak ke dua tanganrapat,jari-jari tangan di renggangkan sehingga ke dua
tangan membentuk mangkuk
- Pada saat bola menyentuh telapak tangan, semuajari di tutup dan di tarik ke belakang bawah
51
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-
3JliMW60nio/W1cgzrQdWTI/AAAAAAAAEso/jM_hf6_JPSYDxn7iyAV3_4mxXx2PZ0uqACLcBGA
s/s1600/melempar_bola.jpg)
Gambar 4. Menangkap bola dari atas
b. Menangkap bola lurus dari depan (mendatar setinggi dada)
Caranya:
- Badan menghadap ke arah datangnya bola
- Ke dua kaki berdiri se enaknya dengan lutut sedikit di tekuk
- Ke dua lengan di julurkan ke arah depan dada
- Pangkal telapak ke dua tangan rapat, jari-jari di renggangkan sehingga ke dua tangan mem-
bentuk mangkuk |
- Pada saat bola menyentuh telapak tangan, semuajari-jari di tutup dan di tarik ke arah
(Sumber : https://encrypted-
tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTGel_se89ycMTnHzG2n6oF3_1bRQOH1Xu9xCWOrqRz
5f1jsNHXbBk5DM4mNSXPL7RYmPk&usqp=CAU)
Gambar 5. Menangkap bola lurus dari depan
C. Menangkap bola di samping badan
Caranya:
- Badan mennghadap ke arah datangnya bola
- Julurkan ke du tangan ke samping kanan atau kiri badan
- Telapak tangan menghadap ke arah datangnya bola, ibu jari saling bersentuhan dan jari- jari
yang lain agak meregang
- Pada saat bola menyentuh telapk tangan, semuajari-jari tangan di tutup dan ditarik ke arah
belakang
(Sumber : https://asset.kompas.com/crops/HYfzMfxNhlnz5HVx5C1zk5J67-
U=/12x7:328x218/780x390/data/photo/2020/11/27/5fc10d12a6c73.jpg)
Gambar 6. Menangkap bola di samping badan
52
d. Menangkap bola bergulir di atas tanah
Caranya:
- Badan menghadap ke arah datangnya bola
- Jongkok, kaki kiri jongkok dan kaki kanan berlutut menyentuh tanah
- Ke dua lengan di julurkan lurus ke depan bawah menghadap ke arah datangnya bola
- Ke dua telapak tangan terbuka, jari-jari di renggangkan
- Ketika bola menyentuh telapak tangan, semuajari-jari di tutup dan di tarik ke belakang
- Gerakan berikut dengan berdiri, siap melemparkan bola
(Sumber :
https://data03.123doks.com/thumbv2/123dok/002/252/2252801/40.892.290.705.832.1035/gambar-
teknik-menangkap-bola-sumber-sucipto-dkk.webp)
Gambar 7. Menangkap bola bergulir di tanah
3. Teknik melambungkan bola
Caranya:
- Berdiri pada petak tempat melambungkan bola, dengan badan menghadap ke arah si
pemukul dan tangan kanan menggennggam bola |
- Tangan kanan di ayunkan ke belakang, kemudian dengan lemas tangan kanan di ayunkan ke
depan sambil melepaskan (melambungkan) bola ke arah yang di minta oleh si pemukul
- Setelah bola lepas dari tangan, di imbangi dengan melangkahkan kaki kanan ke depan
- Bola yang di lambungkan harus polos (tidak diberi putaran) dan membusur dengan lunak
(Sumber : https://4.bp.blogspot.com/-
G4M2T8LMEF4/W9tgLijJrCI/AAAAAAAAAA0/iA62Xf5raC8fxecWgXhJ79GKzR-z-
mspgCLcBGAs/s1600/Jenis%2BTeknik%2Brangkaian%2BPassing%2BAtas%2BBolavolly.jpg)
Gambar 8. Melambungkan bola
4. Teknik memukul bola
a. Memukul bola yang melambung
Caranya:
- Berdiri dengan ke dua kaki kangkang, badan menghadap ke arah pelambung.
- Lutut kaki kanan di tekuk dan berat badan berada pada kanan
- Tangan kanan memegang kayu pemukul pada bagian pegangan, lengan kiri di julurkan ke
depan sesuai dengan ketinggian lambungan yang di minta
- Kayu pemukul di ayunkan dari bawah serong ke atas dan di usahakan perkenaan bola tepat
pada ujung kayu pemukul
53
(Sumber : https://quizizz.com/media/resource/gs/quizizz-media/quizzes/5a352e08-d47a-4998-bebb-
7e0a2019a6f9)
Gambar 9. Memukul bola melambung.
b. Pukulan mendatar
Caranya:
- Berdiri dengan ke dua kaki kangkang, ke dua lutut sedikit di tekuk
- Tangan kanan memegang kayu pemukul, siku sedikit di tekuk dan di bawa ke samping
kanan sejajar dengan bahu
- Kayu pemukul di ayunkan mendatar unluk memukul bola, dan di usahakan perkenaan bola
tepat pada ujung kayu pemukul
(Sumber : https://lh3.googleusercontent.com/-
N8lJ549kwXI/X5HWWdiObiI/AAAAAAAAFpw/mNBfDQ31c249hJ7lAW-sz7uVAxJJ7-
WRwCLcBGAsYHQ/s1600/1603393109512523-2.png)
Gambar 10. Memukul bola mendatar (lurus)
C. Pukulan merendah
Caranya:
- Ke dua kaki kangkang secukupnya, lutut kaki kanan sedikit di tekuk dan badan sedikit
condong ke kanan
- Tangan kanan memegang kayu pemukul dan di angkat se tinggi kepala
- Tangan kiri di julurkan dengan lemas ke depan sesuai dengan ke tinggian yang di minta
- Kayu pemukul di ayunkan ke arah bawah dan di usahakan mengenai bola pada ujung kayu
pemukul
54
(Sumber : https://i.ytimg.com/vi/IegLgsdLkOA/mqdefault.jpg)
Gambar 11 memukul bola rendah
B. Aturan Permainan kasti
Ayuran 1: Lapangan
a. Ukuran yang terbesar : 30 x 60 meter
b. Ukuran yang terkecil : 30x 50 meter
c. Pada ke empat sudut lapangan dan pertengahan garis samping di pancangkan bendera ting-
ginya tiang bendera se kurang-kurangnya 1,5 m dari tanah
(Sumber : https://1.bp.blogspot.com/-
9I2v_T5lp44/YRjyoOEsFZI/AAAAAAAAAOc/SQXRVsSoyqE9JA_rB8sw09iRhnFre7NRwCLcBGAs
YHQ/s1200/Lapangan%2BKasti%2BBeserta%2BUkurannya.png)
Gambar lapangan bola kasti
Keterangan:
a. = ruang pelambung
b. = ruang pemukul
c. = ruang penjaga belakang
d. = ruang bebas
x. = petak pelambung
f. = tiang penolongan
g. = tiang hinggap
h. = bendera tengah
k. = garis samping
55
m. = garis pemukul
n. = garis belakang
Aturan 2: Ruang pemukul
a. Ukuran ruang pemukul 15x5 meter
b. Ruang pemukul di bagi atas 3 bujur sangkar oleh garis yang 5 meter panjangnya
c. Di dekat ruang pemukul terdapat ruang pelambung dengan membuat petak pelambung
dengan ukuran1x1 meter.
Aturan 3: Ruang bebas
Ukurannya 15 x 5 meter
Aturan 4 : Tiang pertolongan
a. Tiang pertolongan berdiri di dalam lingkaran dengan jari-jari 1 meter
b. Tiang pertolongan dari garis pemukul dan garis samping 5 meter
Aturan 5 : Tiang bebas
a. Terdapat dua buah tiang di sebelah belakang
b. jaraknya 10 meter dari kedua garis samping
c. Tinggi tiang bebas minimal meter
d. tiang bebas berada di dalam lingkaran dengan jari-jarinya I meter
Aturan 6 : Kayu pemukul
a. Terbuat dari kayu, panjangnya : 50-60 cm
b. Pegangan panjangnya 30 cm, tebalnya 3 cm
Aturan 7 : Bola
a. Terbuat dari karet atau kulit
b. Kelilingnya 19-21 cm
c. Beratnya 70 - 80 gram
Aturan 8 : Lamanya permainan
Lamanya permainan 2x 30 menit + 10 menit istirahat
Aturan 9 : Party/Regu
a. Tiap party/regu terdiri dari 12 orang
b. Tiap regu di tetapkan satu orang sebagai pemimpin
Aturan 10 : Party/regu lapangan
a. Bebas berdiri / menjaga di lapangan
b. Party / regu lapangan tidak boleh
- Berdiri di dalam ruang bebas
- Berdiri di ruang pemukul, kecuali pelambung dan pembantunya
- Merintangi lintasan ke tiang pertolongan
Aturan 11 : Pelambung
a. Seorang dari parti lapangan dan berdiri dalam petaknya
b. Pelambung boleh di ganti dengan pemain lain bila di minta oleh pemimpin regu pada saat
bola tidak dalam permainan
Aturan 12 : Pembantu
Menempatkan diri di belakang si pemukul, jaraknya sekurang-kurangnya 2 langkah (kira-kira
meter)
Aturan 13 : melambung
a. Pelambung melambungkan bola dengan cara mengayunkan tangan dari bawah ke muka si
pemukul
b. Waktu melambungkan bola, ia tidak boleh melakukan gerak "pura-pura".
Kalau hal itu terjadi sudah berulang-ulang di peringatkan oleh wasit maka wasit berhak me-
nyuruh pemain party lapangan untuk mengganti pelambung, pemukul bebas lari ke ruang
bebas dan menerima biji (poin) lari : satu
56
Aturan 14 : Lambungan betul
a. Bila bola seolah-olah akan mengenai pemukul atau dekat sekali kepada si pemukul dengan
ke tinggian bola antara : lulut dengan bahu
b. Bila bola di tempat yang di tunjuk oleh si pemukul
c. Bila di Iambungkan betul tidak di pukul, di anggap telah memukul
Aturan 15 : Lambungan salah
Bola salah dilambungkan, kalau tidak memenuhi syarat-syarat aturan 17
Aturan 16 : Menolak bola
a. Bola yang betul di lambungkan harus di pukul, bola yang salah di lambungkan tidak usah
di pukul, tetapi kalau di pukul juga maka hal itu termasuk satu pukulan
b. kalau bola yang di lambungkan tiga kali berturut-turut salah, si pemukul boleh lari bebas
dan di anggap pukulannya betul
Aturan 17 : Bola yang di tolak
Kalau wasit berpendapat bahwa penolakan bola oleh si pemukul tidak semestinya
maka wasit berseru "betul", hal ini di pandang sebagai kejadian pada "pukulan luncas", si
pemukul harus lari ke tiang pertolongan, tctapi tidak boleh di lempar.
Aturan 18 : Banyaknya pukulan
a. Tiap-tiap pemain dari party pemukul berhak atas "satu pukulan saja " kecuali pembebas
b. Pembebas ialah pemain dari party pemukul, yang mendapat giliran memukul pada saat
kawan-kawannya semua sedang berdiri di dalam lingkaran tiang pertolongan atau tidak
bebas, mempunyai hak atas "Tiga" pukulan
Aturan 19 : Giliran memukul
a. Menurut aturan nomor yang ada di ruang bebas (lihat aturan 9)
b. Pengganti mendapat nomor pemain yang di gantinya
c. Sesudah bertukar (party lapangan menjadi party pemukul) yang memulai memukul ialah
pemain yang nomornya mengikuti nomor pemain yang memukul terakhir
Aturan 20 : Tempat si pemukul
a. bebas berdiri di dalam petak ruang pemukul
b. Tidak boleh berdiri di atas salah satu garis batas atau di luarnya sebelum kayu pemukul
mengenai bola, pelanggaran ini di pandang sebagai "pukulan salah"
Aturan 21 : Pukulan betul
a. Apabila bola dipukul melampaui garis-garis pemukul
b. Tidak melewati garis samping sebelum bendera tengah
Aturan 22 : Pukulan salah
a. kalau bola jatuh di atas atau di belakang garis pemukul
b. Kalau bola terpukul oleh tangan
c. Setelah di pukul jatuh mengenai pemukul sendiri, pelambung atau pembantunya
d. Kalau bola melambung melewati garis samping sebelum bendera tengah
Aturan 23 : Pukulan luncas
Kalau usaha memukul, kayu pemukul tidak mengenai bola
Aturan 24 : kayu pemukul keluar
a. Sehabis memukkul , kayu pemukul harus di letakkan di dalam ruang si pemukul (ruang
pemukul)
b. Kalau kayu pemukul terjatuh keluar batas atau sebahagian saja keluar maka si pemukul tak
berhak mendapat biji (poin), kecuali :
- kalau ia sebelum menyentuh tiang pertolongan, dapat membetulkan kayu pemukul se-
bagaimana mestinya
- Kalau ia telah menyentuh tiang pertolongan, ia dapat membetulkan kayu pemukul tetapi-ia-
harus lari ke tiang bebas
57
c. Untuk sesuatu pukulan betul, walau kayu pemukul keluar, pemain-pemain tainnya boleh
melanjutkan perjalanannya
Aturan 25 : Mulai permainan
Pada tiap-tiap permulaan pennainan, sehabis bertukar tempat dan sehabis istirahat, pemain
dari party pemukul arus berada bebas sebelum di panggil oleh scorer, pelanggaran ini di
hukum dengan bertukar bebas
Aturan 26 : Lari
Tiap-tiap si pemukul sesudah pukulan betul, pukulan salah atau luncas disebut "pelari"
Aturan 27 : Lari sesudah pukulan betul
a. Sesudah pukulan betul si Pemukul harus lari ke tiang pertolongan atau langsung ke salah
satu dari tiang bebas
b. Pemain yang telah masuk ke lingkaran tiang pertolongan/tiang bebas tapi belum menyen-
tuh tiang masih boleh di lempar
c. Jika pelari keluar dari lingkaran tiang pertolongan/bebas pada waktu bola "dalam per-
mainan" maka ia harus melanjutkan larinya
d. Lari dari sebuah tiang bebas yang lain tidak boleh, kalau terjadi pelari harus lari ke ruang
bebas
Aturan 28 : Lari setelah pukulan salah atau luncas
a. Kalau pukulan salah atau luncas, yang boleh lari hanya si pemukul sendiri dan tidak boleh
lebih jauh dari tiang pertolongan, kecuali kalau bola di mainkan oleh party lapangan dengan
maksud melempr pelari
b. Kalau pukulan salah atau luncas, bola di mainkan oleh party lapangan maka pemain-
pemain yang berada pada tiang boleh melanjutkan larinya
c. Kalau pukulan salah atau luncas, si pemukul tak mendapat biji (poin) untuk larinya
Aturan 29 : Melanjutkan lari
Pelari pada tiang pertolongan atau tiang bebas melanjutkan larinya kalau bola sudah dalam
permainan
Aturan 30 : Mendapat biji (poin)
a. Pemain dari party pemukul yang dapat memukul bola dengan baik dan dapat lari menyen-
tuh tiang bebas serta dapat kembali ke ruang bebas, mendapat biji (poin) dua
b. Kalau perjalanan di lakukan sempat berhenti di tiang pertolongan atau bebas dengan di
selingi oleh pemukul lain
c. Setiap bola tadahan, pemain dari party lapangan mendapat biji (poin) "satu"
d. Pada akhir pertandingan, jika biji (poin) kedua regu sama maka yang menjadi pemenang
adalah party yang terbanyak mendapat biji (poin) untuk lari/pukulan
Aturan 31 : Dilarang lari
Pada bola "mati" tidak boleh lagi memulai lari
Aturan 32 : Keluar batas
Pemain-pemain party pemukul di larang keluar dari batas-batas lapangan, ruang bebas dan
ruang pemukul, bila terjadi maka tukar bebas
Aturan 33 : Menghalang-halangi
a. Jika seorang pelari di rintangi perjalannya dengan sengaja oleh pemain dari party lapangan,
maka pelari itu boleh meneruskan perjalannya sampai ke tempat perhentian yang beri-
kutnya.
b. Jika karena di halang-halangi, si pelari kena lempar maka tidak syah
Aturan 34 : Bola mati
Bola di sebut mati
a. Kalau bola sudah ada di tangan pelambung yang sudah siap dalam petaknya
b. Kalau pukulan salah atau luncas, kecuali kalau bola di permainkan oleh party lapangan
c. Kalau bola hilang
58
d. Kalau bertukar tempat bebas
Aturan 35 : Bola dalam permainan
a. Setelah pukulan baik/betul
b. Jika setelah pukulan salah/luncas, bola di mainkan oleh regu lapangan
c. Jika setelah tanda bola hilang, bola sudah di temukan kembali
Aturan 36 : Bola hilang
a. Bola hilang kalau bola tidak bisa di oleh party lapangan dengan cara biasa, termasuk jika
bola berada di belakang penonton
b. Sebelum tanda bola hilang, pemain-pemain dari party pemukul boleh melani utkan larinya,
tetapi kalau sudah ada tanda bola hilang (bunyi pluit), hanya boleh lari ke tempat perhen-
tian yang di tuju
Aturan 37 : Melempar
a. Lemparan di pandang syah apabila lemparan itu langsung mengenai pemain
b. Lemparan mengenai kepala di pandang tidak syah, keuali kalau di sengaja lemparan di
terima dengan kepala
Aturan 38 : Bertukar tempat tidak bebas
Terjadi apabila seorang dari party pemukul kena lempar
Aturan 39 : Pelarian
Selama belum ada bunyi pluit di mulai bermain lagi, pelari yang ada pada tiang tidak boleh
melanjutkan larinya
Aturan 40 : Mengenai bola
a. Pertukaran tidak bebas juga berlaku, kalau pemain dari party pemukul memegang bola di
tempat mana saja
b. Kalau pada waktu akan memukul, si pemukul memegang bola maka ini termasuk pukulan
salah
Aturan 41 : Meninggalkan ruang bebas
Tidak di perkenankan pemain dari party lapangan masuk ke dalam ruang bebas sebelum lem-
paran terjadi
Aturan 42 : Pertukaran bebas terjadi
a. Sesudah 5 bola tangkap (tadah) berturut-turut dengan tidak ada pertukaran
b. Kalau sesudah pukulan penghabisan dari pembebas, ruang bebas dapat di bakar atau puku-
lan si pemukul salah
c. Kalau pelari pada waktu masuk ke ruang bebas melalui garis belakang ruang bebas
d. Kalau pemain dari party pemukul keluar dari ruang bebas, tidak untuk memukul
e. Kalau pemain dari party pemukul keluar batas lapangan
f. Kalau kayu pemukul pada waktu di pukulkan terlepas dari tangan si pemukul
Aturan 43 : Bola tangkap
Setiap bola di pukul dapat di tangkap oleh party lapangan dan di hitung memperoleh nilai
(poin) "satu"
Aturan 44 : Pembebasan
a. Pemain dari party pemukul tinggal seorang lagi pada ruang bebas di sebut pembebas
b. Pembebas mempunyai hak memukul : 3 pukulan
c. Apabila seorang pemain atau lebih masuk ke ruang bebas atas pukulan pertama atau ke
dua, maka ia masih boleh memukul sekali lagi
Aturan 45 : Aturan membakar
a. Setelah pukulan penghabisan dari pembebas, tiap pemain dari party lapangan berhak mem-
bakar ruang bebas"
b. Membakar yang syah apabila seorang pemain dari party lapangan dapat berdiri dengan ke
dua kaki dalam ruang bebas dengan membantingkan bola ke tanah
Aturan 46 : Memperlambat permainan dengan sengaja
59
a. Setiap pemain sengaja memperlambat permainan, maka wasit memberi peringatan
b. Kalau di ulang-ulangi, maka wasit berhak menjatuhkan hukuman :
- Kalau party pemukul yang melaksanakannya, hukumannya "pertukaran bebas"
- Kalau party lapangan melaksanakannya, maka pemain party pemukul boleh melanjutkan
perjalanan yang di tuju, kalau tidak ada pemain pada tiang maka party pemukul mendapat
tambahan biji (poin) satu.
60
BAB VII
LATIHAN BERANGKAI
A. Standar Kompetensi
Melakukan latihan peningkatan kualitas fisik-motorik dan memperbaiki kondisi tubuh
dengan berbagai latihan di dasari pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung dida-
lamnya
B. Kompetensi Dasar
Melakukan latihan peningkatan kualitas fisik-motorik dan memperbaiki kondisi tubuh
dengan berbagai latihan secara berangkai (sirkuit training)
C. Tuiuan Pembelaiaran
l. Melakukan berbagai latihan untuk meningkatkan kualitas fisik-motorik
2. Melakukan berbagai latihan memperbaiki sikap tubuh
3. Menyusun latihan berangkai (sirkuit training) untuk meningkatkan kualitas fisik-
motorik
4. Mengajarkan latihan berangkai kepada anak SD
D. Latar Belakang
Latihan berangkai sering juga disebut sirkuit training atau simult training. Latihan
berangkai merupakan suatu bentuk latihan yang dilaksanakan secara serentak (bersamaan)
dengan gerakan yang berbeda pada setiap pos. Setiap pos diatur jaraknya agar setiap pos
memiliki jarak yang sama atau hampir sama dengan pos yang lain agar pada pelaksanaan per-
tukaran pos dapat terlaksana dengan waktu atau hitungan yang sama.
Pada ruang lingkup materi pelajaran Pendidikan Jasmani, materi latihan berangkai
termasuk aspek aktivitas pengembangan untuk peningkalan kualitas fisik-motorik dan mem-
perbaiki sikap tubuh dengan berbagai latihan. Peningkatan kualitas fisik bagi anak-anak dapat
menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
Bila diamati bahwa anak-anak pada umumnya memiliki kecenderungan ingin selalu bergerak.
Bergerak bagi anal-anak merupakan satah satu bagian yang sangat penting di dalam hidupnya
sehari-hari sehingga anak-anak selalu mencari temannya untuk bermain-main dengan
berbagai bentuk dan macam gerakan (permainan) yang dapat di lakukan secara individu atau
secara berkelompok.
Berbagai bentuk dan corak gerakan yang di peroleh dan dilaksanakan anak-anak,
merupakan dasar di dalam memasuki tahap-tahap perkembangannya, baik perkembangan
yang berhubungan dengan pengetahuan, nilai dan sikap, maupun keterampilan gerak itu
sendiri atau sering juga disebut kognitif, afektif dan psiko motor). Oleh karena itu kepada
anak-anak hendaknya di beri kesempatan yang cukup untuk mencoba melakukan berbagai
bentuk gerakan agar mereka memperoleh berbagai pengalaman demi untuk peningkatan per-
tumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri.
Keberhasilan anak-anak di dalam belajar keterampilan gerak, ditentukan oleh faktor-
faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan pada diri anak. Sebagai
salah satu usaha dan upaya mewujudkan keberhasilan anak di dalam belajar keterampilan
gerak adalah melalui program pengajaran pendidikan jasmani di sekolah.
Program pengajaran pendidikan jasmani yang di selenggarakan di sekolah dasar (SD)
melalui berbagai bentuk gerakan, yang memberi sumbangan yang sangat besar dan bermakna
bagi anak SD terhadap pengembangan kemampuan Jasmani.
Hal ini merupakan sarana untuk memacu pengembangan kemampuan pengetahuan, nilai dan
sikapnya. Dengan demikian tidaklah berlebihan bila di katakan bahwa program pengajaran
pendidikan jasmani yang di terapkan di SD, dapat di jadikan salah satu untuk mencapai
tujuan pendidikan, khususnya di SD.
61
Sehubungan dengan pentingnya gerak tersebut bagi anak-anak. Conny R. Semiawan
(1985) mengemukakan bahwa perkembangan pikiran (kognitiO anak sesungguhnya perlu di
landasi oleh gerak dan perbuatan. Anak harus bergerak dan berbuat sesuatu terhadap obyek
yang nyata. Pada prinsipnya anak mempunyai motivasi dari dalam untuk belajar, karena di
dorong oleh rasa ingin tahu. Karena itu anak akan belajar dengan cara yang lebih baik, jika
prakarsanya di tampung dalam kegiatan pembelajaran. Guru pendidikan jasmani diSD perlu
memiliki pengetahuan untuk menciptakan dan mengembangkan iklim belajar dengan
mengajarkan kemampuan untuk mendorong tumbuhnya motivasi yang kuat pada diri anak-
anak, agar mereka mau berusaha untuk belajar secara lebih giat.
E. Pengembangan Kemampuan Jasmani
Pengertian Pengembangan Kemampuan Jasmani, yang dimaksud dengan
pengembangan jaslnani adalah suatu proses kegiatan seseorang yang menghasilkan alat atau
cara yang baru di dalam memperbaiki gerakan, melalui langkah-langkah perencanaan,
pelaksanaan dan penyempurnaan berdasarkan penilaian yang di lalcukan secara terus mene-
rus selama kegiatan itu berlangsung.
Sedangkan kemampuan jasmani adalah kesanggupan seseorang untuk menggerakkan anggota
badan di dalam mempelajari gerakan, sehingga memiliki rangkaian urutan gerak yang teratur,
luwes, cepat, tepat dan lancar melalui latihan yang teratur dan terus menerus.
Berdasarkan ke dua pengertian tersebut di atas, maka dapatlah di kemukakan bahwa
pengembangan kemampuan jasmani adalah suatu proses kegiatan seseorang dengan
kesanggupan untuk menggunakan gerakan-gerakan anggota badannya, hingga menghasilkan
gerakan baru melalui belajar dan latihan.
Pengertian-pengertian yang telah dikemukakan tersebut di atas, bukanlah satu-satunya
pengertian yang operasional bahkan yang benar dan terbaik, melainkan hanya sekadar mem-
berikan gambaran sementara untuk memahami materi yang akan di sajikan.
F. Aktivitas Pengembangan Kemampuan Jasmani
Ativitas pengembangan kemampuan jasmani berisi tentang kegiatan yang berfungsi
untuk membentuk postur tubuh yang ideal dan pengembangan komponen kebugaran jasmani
serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti : kekuatan, daya tahan, kelentukan,
keseimbangan, dan kelenturan tubuh.
Bentuk latihan yang di lakukan dalam aktivitas pengembangan kemampuan jasmani
ini, misalnya : pull-up, sit-up, push-up, squat-jump, latihan untuk memperbaiki sikap tubuh,
latihan untuk meningkatkan daya tahan, kelenturan, kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi
gerak dan latihan-latihan lainnya.
Seperti di ketahui bahwa pendidikan jasmani berpangkal pada gerak manusia, yang
menempatkan dirinya keluar terutama dalam bentuk akti_yitas jasmni. Hal ini berati menun-
jukkan pada bentuk aktivitas gerak.
Berbagai pendapat tentang tahap-tahap perkembangan manusia, telah nanyak di kemukakan
oleh para ahli. Diantaranya Piaget mengemukakan empat tahap perkembangan yang
menekankan pada aspek psikologis, yaitu
a. Tahap senso-motorik ( 0 - 2 tahun )
b. Tahap pra-operasional ( 2 tahun - 7 tahun )
c. Tahap konkret-operasional ( 7 - 11 tahun )
d. Tahap formal operasional ( 11 tahun - dewasa )
Tahap-tahap perkembangan tersebut, kiranya sesuai dengan aktivitas pengembangan
kemampuan gerak yang dikemukakan oleh Abdulkadir Ateng; sebagai berikut:
a. Pengembangan kemampuan gerak awal mulai berkembang setelah lahir sampai berumur 2
tahun, yang mencakup atas :
- Aktivitas gerakan lokomosi, seperti : merayap, merangkak, dan berjalan
62
- Aktivitas gerakan manipulasi, seperti : meraih, menjangkau dan melepas objek-objek
- Aktivitas gerak stabilisasi, duduk, berdiri tanpa bantuan seperti untuk menguasai kepala,
tengkuk dan tubuh bersama-sama dengan belajar
b. Pendidikan gerak di taman kanak-kanak dan kelas-kelas permulaan sekolah dasar, men-
cakup perkembangan kemampuan gerak lokomosi, manipulasi dan stabilisasi
Selain itu, Adams dan Rahantoknam mengemukakan bahwa keterampilan pengel-
olaan tubuh dasar yang di ajarkan pada kelas-kelas permulaan di sekolah dasar dalam kuriku-
lum SD bidang studi pendidikan jasmani di berikan mulai dari kelas I s/d VI, terdiri dari :
a. Keterampilan lokomotor
b. Keterampilan non-lokomotor
c. Keterampilan manipulasi
Hal ini juga sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran Pendidikan jasmani
bahwa aktivitas pengembangan komponen kebugaran jasmani, pembelajaran di kemas dalam
bentuk permainan dan dilaksanakan dalam bentuk :
a. Gerak dasar lokomotor
Gerak dasar lokomotor adalah gerak berpindah tempat yang di lakukan dari satu tempat ke
tempat yang lain, seperti : berjalan, berlari, melompat, meloncat, berjingkat, melangkah, me-
luncur, merapgkak, dan berguling
b. Gerak dasar non-lokomotor
Gerak dasar non-lokomotor adalah gerak yang dilakukan di lempat, seperti : membungkuk,
memular, membalik, meregang, mengulur, memilin, mengelak
c. Gerak dasar manipulatif
Gerak dasar manipulatif adalah gerak yang dilakukan dengan anggota badan secara terampil,
seperti : melempar, menangkap, menendang, menggiring bola, mengangkat, memukul,
menarik, mendorong
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka dapat di katakan betapa pentingnya bentuk-bentuk
keterampilan gerak dasar bagi anak-anak di kelas permulaan sekolah dasar.
Oleh karena itu, program pengajaran pendidikan jasmani yang di selenggarakan di sekolah
dasar, hendaknya dapat di ciptakan bentuk kerterampilan gerak dasar bagi anak-anak di ke-
las-kelas permulaan sekolah dasar.
Dengan melalui berbagi bentuk keterampilan gerak dasar, maka selain akan dapat mening-
katkan aktivitas pengembangan kemampuan jasmani anak, juga akan sangat berguna untuk
a. Menyempurnakan dan menghaluskan berbagai bentuk gerakan yang banyak corak
ragamnya
b. Menghaluskan berbagai bentuk gerakan dasar
c. Mengalihkan bentuk-bentuk gerakan dasar dari satu tempat ke tempat yang lainnya
d. Mengembangkan kemampuan untuk bertindak di dalam melakukan bentuk gerakan secara
lebih terampil
e. Menerapkan berbagai bentuk gerakan dengan leboh mudah dan efisien di dalam ling-
kungannya
f. Mempertahankan keseimbangan di dalam melakukan berbagai bentuk gerakan
g. Memperoleh bentuk-bentuk gerakan yang baru
h. Dapat di terapkan dalam berbagai cabang olahraga
i. Membina dan meningkatkan kesegaran jasmani
j. Meningkatkan kesanggupan anak-anak di dalam memfungsikan dirinya, serta tindakannya
di lingkungan sesuai dengan tingkat pengembangan dan kemampuan jasmaninya.
Aktivitas pengembangan kemampuan jasmani anak-anak, sangat di pengaruhi oleh
berbagai faktor yang sangat erat kaitannya dengan kesehatan dan sikap serta penampilannya.
Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap kesanggupan anak-anak di dalam melakukan
gerakan. Oleh karena itu, kepada anak-anak khususnya pada kelas-kelas permulaan sekolah
63
dasar, perlu di beri pembinaan dan peningkatan mengenai aktivitas pengembangan kemam-
puan jasmaninya, agar mereka di kemudian hari dapat mengatasi perubahan yang erjadi di
lingkungannya. Hal ini tentunya sesuai dengan tingkat pengembangan dan kemmpuannya.
Bila di lihat pada kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran pendidikan jasmani sekolah
dasar dan madrasah ibtidaiyah, akan di temukan materi pokok pada aktivitas pengembangan :
anatomi tubuh, mekanika duduk, berbaring, dan berdiri, konsep istirahat, gerak dasar lokomo-
tor, gerak dasar non loko motor, gerak dasar manipulatif, keselamatan bermain, pengaruh
latihan terhadap jantung, dan paru-paru, latihan daya tahan, kombinasi gerak, anatomi tubuh
dan fungsinya, mekanika tubuh, latihan kekuatan, latihan kelenturan, latihan keseimbangan,
latihan kecepatan, pul-up. Latihan kekuatan tungkai, peregangan, latihan berangkai (simult
training), gerak kombinasi, konsep bugar, pengaruh latihan, Latihan memperbaiki sikap
tubuh, perilaku yang merusak tubuh. Melihat banyaknya materi pokok yang terdapat pada
aktivitas pengembangan kemampuan jasmani, maka disini akan diambil salah satu untuk di
bahas, yakni : latihan
berangkai (simult trainnng = sirkuit training). Hal ini dilaksanakan dengan pertimbangan
bahwa latihan berangkai bentuknya permainan (sesuai dengan tuntutan kurikulum) dan ma-
terinya lebih mendekati terhadap semua materi pokok pada kurikulum berbasis kompetensi.
Latihan berangkai 6 pos
Pada latihan berangkai 6 pos, siswa di bagi 6 kelompok, setiap kelompok menempati pos-pos
yang telah di tentukan. Setiap siswa pada posnya melakukan gerakan atau Latihan yang telah
di tentukan pada pos tersebut. Setelah siswa sudah selesai melakukan Gerakan atau latihan di
posnya masing-masing maka tinggal menunggu aba-aba. Bila ada aba-aba stop, maka siswa
berhenti melakukan gerakan.
Lamanya gerakan-gerakan di pos di tentukan dengan waktu (umpamanya 30 detik sampai 60
detik) atau hitungan (umpamanya hitungan 2 X 8 atau 3 X 8). Sesudah semua kelompok
selesai melakukan lugas gerakan masing-masing di pos tersebut, kemudian siswa yang berada
di kelompok berpindah dari posnya ke pos yang lain berputar searah dengan jarum jam.
Jika siswa sudah siap semua di posnya yang baru, di beri aba-ba lagi. Begitulah Gerakan lati-
han dilakukan seterusnya sampai kelompok siswa kembali ke posnya semula.
Contoh Latihan berangkai 6 pos
(Sumber : https://ebook.banyuwangikab.go.id/files/asyiknyaberolahraga5/files/thumb/38.jpg)
Gambar l. Denah latihan berangkai 6 pos
64
Keterangan gambar
1. Berlari di tempat
2. Tangan membuat lingkaran
3. Meliukkan tangan
4. Jalan kepiting
5. lari berbelok-belok
6, Sit-up
Latihan berangkai (simult training / cirkuit training) ini sebenarnya dapat di lakukan dengan
latihan berangkai 3 pos, 4 pos, 5 pos, 6 pos, 7 pos, 8 pos.
Gerakan-gerakan di setiap pos dapat di pilih oleh guru sesuai dengan jumlah siswa dan tujuan
yang ingin di capai. Umpamanya kalau mau melatih otot perut dapat di pilih Latihan sit-up.
Latihan berangkai 8 pos
Ketentuan : sama seperti pada latihan berangkai 6 pos
Contoh latihan berangkai 8 pos
Macam-macam bentuk gerakan pada setiap posnya dapat di pilih
Pos ke-l : lompat tali
Pos ke-2 : Sit-up
Pos ke-3 : lari bolak balik atau hilir mudik
Pos ke-4 : mengayun kedua lengan berputar didepan dada
Pos ke-5 : Gerakan mendayung
Pos ke-6 : jalan kepiting
Pos ke-7 : naik turun bangku
Pos ke-8 : membengkokkan dan meregangkan kaki, lengan dan togok
65
SUMBER BAHAN BACAAN
Adisasmita, Hm Yusuf. 1989. Prinsip-prinsip Pendidikan jasmani, Jakarta : Dirjen Dikti
Depdikbud
Abdullah, Arma dan manadji, Agus. 1994 . Dasar-dasar Pendidikan Jasmani. Jakarta Dirjen
Dikti
Depdikbud. 1988. Petunjuk Pelaksanaan kegiatan Belajar Mengajar Senam di Sekolah
dasar. .Jakarta : Depdikbud
Depdiknas. 2004. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Jas-
mani Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta : Depdiknas
Drowatzky, John N and Armstrong Charles W. 1984. Physical Education. Career Perspec-
tive & Profesional Fundation. Englewood Cliffs N.J : Prentice Hall Inc.
Irwamsyah dan Nenggala, Asep Kurnia. 2004. Sehat dan Tangkas Berolahraga Pendidikan
Jasmani untuk SD. Bandung : Grafindo Media Pratama
M, Tohocholik dan Lutan, Rusli.1996. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta Dirjen
Dikti
P, Sutoto. Mukholik , Agus dan Aminah, Siti. 1991. Materi Pokok Pendidikan Permainan
Anak dan Aktivitas Ritmik Buku I. Jakarta : Dirjen Dikti
Rosdiani, Dini. 2012. Model Pembelajaran Langsung dalam Pendidikan Jasmani dan
Kesehatan. Bandung : Alfebeta
Rosyada, Dede. 2004. Paradigma Pendidikan Demokratis. Sebuah Model Pelibatan
Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta : Pranada Media
Soegito, Wijanorko. Bambang dan Ismaryati. 1991. Materri Pokok Atletik Buku I. Jakarta
Dirjen Dikti
Soemosasmito, Soenardi. 1988. Dasar, Proses dan Efektivitas Belajar Mengajar Pendidi-
kan Jasmani. Jakarta : Depdikbud
Soemitro. 1991. Permainan Kecil. Jakarta : Dirjen Dikti
Sukintaka. 2004. Filsafat Pembelajaran & Masa depan Teori Pendidikan Jasmani. Ban-
dung: Penerbit Nuansa
Suyati, dkk. 1992. Materi Pokok Senam Buku I. Jakarta : Dirjen Dikti
Syarifudin, Aip dan Muhadi. 1992. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Dirjen
Dikti
Syarifudin. 1997. Pokok-pokok Pengembangan Program Pembelajaran Pendidikan Jas-
mani. Jakarta : Depdikbud
Nuryati, Srihati. Sulistya, Wahyu dan Soetarti. 199L Materi Pokok Permainan Kecil. Jakar-
ta: Depdikbud
66
PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH
DASAR (SD)
Buku Jasmani Sekolah Dasar (SD) yang merupakan bahan ajar mata kuliah mata kuliah
Penjas SD. Tujuan buku disusun sebagai sumber belajar dalam mata kuliah
Penjas SD bagi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kajian
konten buku ini dikembangkan berdasarkan pengalaman penulis dari
serangkaian penelitian, observasi, wawancara, dan evaluasi perkuliahan pada
mahasiswa Prodi PGSD dan pengalaman dengan guru-guru Sekolah Dasar di
sekolah.
Buku ini disajikan secara teori dan evaluasi, ditambah lagi proses perkuliahan
dilakukan secara digital (blended learning) dengan Enam Bidang Tugas Tugas
Rutin, Critical Book Review, Critical Journal Review, Mini Riset, Rekayasa Ide,
dan Proyek. Penggunaan buku ini, akan dapat memperoleh manfaat yang baik
apabila memahami konsep-konsep dalam buku secara tepat dengan cara
membacanya secara kritis dan berusaha mengembangkan contoh-contoh yang
sesuai. Selanjutnya mempraktikkan keterampilan (skills), yang diharapkan agar
mahasiswa PGSD sebagai calon guru dapat meningkatkan pembelajaran Penjas
SD dan memotivasi mahasiswa supaya menjadi insan yang mencintai Olah Raga.