MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SEKOLAH DASAR (SD/MI) Nama penyusun Nama Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Semester : : : : : Gita Wildan Rifai, S.Pd. SD Negeri Percobaan 2 Pendidikan Pancasila Fase A / Kelas II (Dua) Semester I (Gasal)
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA SD INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun :Gita Wildan Rifai, S.Pd. Instansi : SD Negeri Percobaan 2. Tahun Penyusunan : Tahun 2023. Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila. Bab Kegiatan Pembelajaran Elemen : II. Menaati Aturan Di Sekitarku. : Berpendapat dan menyimak. :Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Fase / Kelas : Fase A / Kelas II (Dua). Semester : Semester I. Alokasi Waktu : 2 x 35 menit B. KOMPETENSI AWAL Peserta didik dapat mengidentifikasi aturan yang ada di rumah dan di sekolah serta melaksanakannya dengan bimbingan orang tua dan guru. Selain itu dapat menceritakan contoh sikap mematuhi dan yang tidak mematuhi aturan yang berlaku di rumah dan sekolah. Peserta didik juga dapat menyampaikan pendapatnya di kelas sesuai dengan tingkat berpikir dan konteksnya. Ia mau mendengarkan ketika temannya berbicara, dan membuat kesepakatan sederhana di kelas dengan bimbingan sesuai dengan tingkat berpikir dan konteksnya dengan bimbingan guru. ❖ Peserta didik dapat mengidentifikasi aturan yang ada di rumah dan di sekolah ❖ Peserta didik dapat menceritakan contoh sikap mematuhi dan yang tidak mematuhi aturan yang berlaku di rumah dan sekolah. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA ❖ Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, ❖ Mandiri. ❖ Bernalar Kritis. ❖ Bergotong royong, dan ❖ Berkebinekaan global D. SARANA DAN PRASARANA ❖ Sumber Belajar ➢ Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Buku Guru
SD Kelas II. ➢ Buku Siswa Pendididkan Pancasila Kelas II SD/MI, Penerbit Yudhistira. ➢ Lembar kerja peserta didik ❖ Alat Pembelajaran ➢ Tayangan PPT ➢ LCD Projector ➢ Laptop ➢ Jaringan Internet E. TARGET PESERTA DIDIK ❖ Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. ❖ Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin. F. JUMLAH PESRTA DIDIK ❖ 27 peserta didik. G. MODEL PEMBELAJARAN ❖ Pembelajaran tatap muka dengan model pembelajaran cooperative learning. H. METODE PEMBELAJARAN ❖ Ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. I. CAPAIAN PEMBELAJARAN ❖ Peserta didik dapat menyampaikan pendapatnya di kelas sesuai dengan tingkat berpikir dan konteksnya. Ia mau mendengarkan ketika temannya berbicara, dan berpendapat di kelas sesuai dengan tingkat berpikir dan konteksnya dengan bimbingan guru. J. TUJUAN PEMBELAJARAN ❖ Peserta didik dapat berpendapat dan menyimak pendapat orang lain dengan baik. K. PEMAHAMAN BERMAKNA ❖ Berpendapat sendiri dan menyimak pendapat orang lain. L. PERTANYAAN PEMANTIK ❖ “Apakah kalian sering minta uang jajan kepada ayah atau ibu?” ❖ “Bagaimana cara kalian memintanya? ❖ “Jika kalian mempunyai keinginan, apa yang akan kalian lakukan?” M. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan (5 Menit) ❖ Guru menyapa dan mengucapkan salam kepada peserta didik. ❖ Guru dan peserta didik berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing
dengan dipimpin oleh salah satu peserta didik. ❖ Guru memeriksa kehadiran dan menanyakan kabar peserta didik. ❖ Ice breaking bisa dengan tepuk jari. ❖ Guru mengecek kesiapan siswa untuk belajar. ❖ Melakukan apersepsi dengan cara bertanya materi yang lalu tentang sikap menaati aturan-aturan di sekolah atau memberikan gambaran kegiatan sehari-hari yang dikaitkan dengan materi tentang berbicara, berpendapat dan menyimak pendapat, misalnya: ❖ “Jika kalian mempunyai keinginan, apa yang akan kalian lakukan?” ❖ “Apakah kalian sering minta uang jajan kepada ayah atau ibu?” ❖ “Bagaimana cara kalian memintanya?” Kegiatan Inti (60 Menit) ❖ Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran, garis besar materi, dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik. 2. Memberikan motivasi dengan cara memberitahukan manfaat mempelajari cara berbicara, berpendapat dan menyimak. ❖ Fase 2 : Menyajikan informasi 3. Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai berbicara dan berpendapat, hal yang diperhatikan saat menyampaikan pendapat, tata krama ketika berbicara, sikap menyimak orang yang berbicara. 4. Peserta didik diminta untuk membaca cara menyampaikan pendapat sendiri, manfaat menyampaikan pendapat dengan baik, dan manfaat menyimak pendapat orang lain. 5. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru melalui lisan dan peserta didik diminta mengungkapkan pendapatnya mengenai kedua kasus/permasalahan tersebut?” ❖ Fase 3 : Mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar 6. Peserta didik dibuat berkelompok 7. Peserta didik diminta untuk mengerjakan lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 1 untuk mencocokan pendapat dan menyimak yang benar. 8. Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang berpendapat dan menyimak, peserta didik melakukan bermain peran yang dimulai dengan cara: • Peserta didik mengisi lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 2 yang telah diberikan oleh guru.
• Peserta didik membagi anggotanya kelompoknya untuk memerankan sesuai peranya. • Peserta didik secara kelompok membaca dan memerankan pada teks yang telah dikerjakan. • Bermain peran berhenti ketika peserta didik bersama kelompoknya selesai bermain bergiliran dalam waktu yang ditentukan guru. ❖ Fase 4 : Membantu kerja tim dan belajar 9. Peserta didik dapat bermain peran dipandu oleh guru. 10. Tiap kelompok melaporkan hasil diskusi LKPD 2 secara bergantian di depan kelas, atau guru dapat berkeliling ke tiap kelompok untuk melihat hasil diskusinya. 11. Hasil bermain peran dibahas oleh guru bersama peserta didik. 12. Disajikan gambar peserta didik mengamati gambar dan diminta menyampaikan pendapatnya. 13. Peserta didik mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 3 bekerjasama dengan teman sekelompoknya. 14. Peserta didik memberikan pendapatnya tentang gambar yang disediakan oleh guru. ❖ Fase 5 : Mengevaluasi 15. Peserta didik mendapatkan feedback atau balikan atas pekerjaaannya dari guru. 16. Peserta didik juga mendapatkan penguatan (reinforcement) tentang berpendapat dan menyimak. ❖ Fase 6 : Memberikan penghargaan 17. Guru memberikan apresiasi kepada masing-masing kelompok yang telah bekerjasama dengan teman kelompoknya untuk menyelesaikan tugas dari guru. Kegiatan Penutup (5 Menit) ❖ Guru dan peserta didik membuat refleksi tentang materi yang telah dipelajari. ❖ Peserta didik dan guru membuat kesimpulan. ❖ Peserta didik mengerjakan soal evaluasi dan asesmen formatif (akhir pembelajaran). ❖ Pembelajaran diakhiri dengan ucapan salam dan berdoa setelah belajar sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. N. ASESMEN Asesmen dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Pelaksanaan
asesmen meliputi aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pembelajaran Pendidikan Pancasila menggunakan asesmen meliputi asesmen diagnostic (kognitif dan non kognitif), asesmen formatif (psikomotorik dan afektif) dan asesmen sumatif yang bermuara kepada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila sesuai elemen-elemennya. Asesmen yang dilakukan guru meliputi asesmen berupa tes dan non tes. Untuk asesmen tes, guru dapat menggunakan jenis asesmen lisan, tulisan. maupun perbuatan. Sedangkan untuk asesmen non tes, guru dapat menggunakan jenis observasi dengan bentuk lembar observasi/pengamatan, skala sikap. Jika di kelas terdapat peserta didik yang perlu layanan khusus karena mungkin lamban belajar, kesulitan dalam belajar atau hal lain maka tetap perlu diakomodir. Penggunaan instrumen asesmen lebih tepat dilakukan modifikasi asesmen dengan cara menurunkan indikator. O. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL ❖ Pengayaan ➢ Kegiatan pengayaan dilakukan kepada peserta untuk menambah pengetahuan dalam topik yang sama. Dalam hal berpendapat dan menyimak pendapat yang berbeda di kelas, guru dapat menambahkan informasi lanjutan, misalnya menjelaskan kalimat-kalimat yang diucapkan dalam menyampaikan pendapat. Dalam menyampaikan pendapat, khususnya dikelas, ada beberapa kalimat yang sering diungkapkan berikut contohnya: a. Ucapan salam pembuka misalnya “Asalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh atau”, Salam Sejahtera, Om Swastiastu namo budaya. b. Ucapan terimakasih setelah mengungkapkan pendapatnya c. Memperkenalkan diri d. Mengutarakan maksud/pendapat e. Salam Penutup ❖ Remedial ➢ Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang (peserta didik yang belum mencapai CP). P. REFLEKSI Untuk melakukan refleksi, guru dapat bertanya kepada diri sendiri mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Pernyataan refleksi dibuat sendiri sesuai dengan informasi yang ingin didapatkan tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Berikut contoh pernyataan refleksi yang dapat disesuaikan sendiri seperti pada tabel berikut:
TABEL REFLEKSI UNTUK GURU No Pertanyaan Ya Tidak 1 Saya yakin tujuan pembelajaran telah tercapai. 2 Saya melihat peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran hari ini. 3 Saya melihat peserta didik antusias dalam pembelajaran hari ini. 4 Saya melihat peserta didik memahami materi pembelajaran hari ini. 5 Saya melihat hambatan dan kesulitan ketika pembelajaran hari ini. TABEL REFLEKSI UNTUK PESERTA DIDIK No Pertanyaan Ya Tidak 1 Apakah anak-anak sudah dapat mengetahui contoh sikap berpendapat dan menyimak? 2 Apakah anak-anak aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran hari ini? 3 Apakah anak-anak antusias mengikuti pembelajaran hari ini? 4 Anak-anak sudah memahami materi pada hari ini? 5 Adakah kesulitan ketika mengikuti pembelajaran hari ini? Q. GLOSARIUM 1. Apresiasi adalah penilaian atau penghargaan terhadap sesuatu karya 2. Budaya sekolah adalah kebiasaan atau tradisi sekolah yang tumbuh berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di sekolah. 3. Nilai adalah suatu standar dalam menyatakan suatu perilaku baik atau jelek 4. Pendapat adalah buah pemikiran atau perkiraan tentang suatu hal 5. Menyimak adalah mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. 6. Aturan adalah cara (ketentuan, patokan, petunjuk, perintah) yang telah ditetapkan
7. Musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah. 8. Tatakarama merupakan adat sopan santun. 9. Gaduh adalah rebut atau rusuh. 10. Field trip adalah kegiatan studi lapang yang dilakukan oleh para siswa untuk belajar R. DAFTAR PUSTAKA Nurlaili, Y. H. (2022). Pendididkan Pancasila Kelas II SD/MI. Bandung: Yudhistira. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Buku Guru SD Kelas II. (2021). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia. S, R. H. (2021). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kwarganegaraan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Yogyakarta, 8 November 2023 Mengetahui, Guru Pamong Praktikan, Lilis Supriyati, S.Pd. Gita Wildan Rifai, SP.d. NIP 19750817 200501 2 016 NIM 23100260173