PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1
BAWANG
Desa Jlamprang, Bawang, Kabupaten Batang Kode Pos 51274, No
Telp : 0285488282 Surat Elektronik : [email protected]
MATERI AJAR
SEJARAH KELAS XI IPS
SMA NEGERI 1 BAWANG ( KAB. BATANG)
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
SMA NEGERI 1 BAWANG
ALAMAT : DS. JLAMPRANG, KEC. BAWANG
KAB BATANG 51274
TELP. (0285) 4488282
EMAIL : [email protected]
LEMBAR PENGESAHAN
Perangkat Materi Ajar Sejarah kelas XI IPS Semester 1 dan 2 Tahun Pelajaran 2021-2022 ini telah
diperiksa dan disahkan oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Bawang Kabupaten Batang.
Waka Kurikulum Bawang, 12 Juli 2021
SMA N 1 Bawang Kabupaten Batang
Guru Sejarah
SMAN 1 Bawang Kabupaten Batang
Ani Sri Widyawati, S.Pd Sulistyantini,S.Pd.M.Si
NIP.19751125 200801 2 005 NIP.19731227 200801 2 003
Mengetahui
Kepala Sekolah
SMA N 1 Bawang Kabupaten Batang
Sugito, S.Pd.M.Si
NIP. 19690104 199802 1 004
A. Teori Tentang Masuk dan Menyebarnya Hindu-Budha ke Kepulauan Indonesia
1. Teori BRAHMANA (J.C VAN LEUR)
Teori ini menyatakan bahwa yang berperan dalam proses masuknya kebudayaan
Hindu Budha ke Indonesia adalah Kaum Brahmana dengan alasan para Brahmana
datang ke Indonesia atas undangan para bangsa India yang ada di Indonesia untuk
menyebarkan dan mengajarkan agama Hindu karena hanya kaum Brahmana yang
dapat membaca kitab weda dan berwewenang tinggi untuk menyebarkan agama
Hindu.
2. Teori KSATRIA (F.D.K. BOSCH)
Teori ini beranggapan bahwa, di Indonesia telah terjadi kolonisasi oleh orang India
yang kemudian daerah koloni tersebut menjadi pusat penyebaran budaya India
sehingga timbul gambaran bahwa orang-orang Indialah sebagai golongan penguasa
Indonesia dengan demikian yang berperan dalam proses masuknya kebudayaan
HINDU-BUDHA adalah golongan prajurit atau kaum ksatria.
3. Teori WAISYA (N.J.KROM)
Teori ini menyatakan bahwa kaum pedagang dari India
yang tergolong dalam kasta Waisya selain berdagang juga
membawa adat kebiasaan misalnya upacara keagamaan.
Pada umumnya mereka tinggal menetap di Nusantara dan
selain itu kemungkinan juga terjadi adanya perkawinan
antara para pedagang dengan wanita Indonesia, hal ini
dianggap sebagai saluran penyebaran pengaruh yang
penting dalam teori ini.
N. J. Krom
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 1
4. Teori SUDRA
Menyatakan bahwa agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia melalui Kasta Sudra.
Mereka datang ke Indonesia ingin merubah hidupnya karena mereka di India hanya
dijadikan sebagai budak.
5. Teori ARUS BALIK
Menyatakan bahwa orang Indonesia pergi ke India untuk belajar agama Hindu dan
kemudian kembali lagi ke Indonsia untuk menyebarkan agama tersebut.
6. Teori GABUNGAN
Para kaum Brahmana, ksatria, Waisya, dan Sudra berkumpul dalam satu kapal
untuk mencari daerah koloni yang dijadikan kekuasaan dan menyebarkan agama
Hindu.
KEGIATAN SISWA
Diskusikan bersama kelompokmu tentang permasalahan berikut :
Diantara teori-teori mengenai masuknya agama Hindu-Budha ke
Indonesia, manakah teori yang paling benar ? Jelaskan pendapat
kelompok anda berdasarkan alasan-alasan yang logis !
Laporkan hasil diskusi kelompok anda sebagai nilai tugas !
B. Interaksi Masyarakat Di Berbagai Daerah Dengan Tradisi Hindu-Budha.
Secara geografis Indonesia terletak dilintas jalur perdagangan internasional
melalui jalur laut yaitu India-Indonesia-Cina dan seterusnya karena adanya hubungan
dagang antara Indonesia dan India mengakibatkan masuknya pengaruh budaya India ke
Indonesia, baik pengaruh Hindu maupun Budha. Oleh karena itu pusat-pusat peradaban
Hindu-Budha banyak ditemukan di wilayah Indonesia yang menjadi bagian dari jalur
perdagangan kuno antara Cina dan India.
Pada awalnya jalur perdagangan antara India dan Cina melewati Selat Malaka
namun ada juga di antara mereka yang menyusuri sepanjang pantai Pulau Sumatra, Pantai
Utara Jawa, pantai Timur Kalimantan dan terus ke Cina. Kawasan yang dilalui jalur
perdagangan internasional seperti Sumatera, Jawa, Bali dan sebagian Kalimantan
mempunyai kegiatan perdagangan yang ramai sehingga mengakibatkan kebudayaanHindu-
Budha yang tumbuh dengan subur kawasan tersebut.
Agama Budha diperkirakan masuk ke Indonesia sejak abad kedua masehi dengan
bukti ditemukannya patung dari perunggu di daerah Simpang Sulawesi Selatan, di Jember
Jawa Timur dan di Bukit Siguntang Sumatera Selatan. Ajaran agama Budha yag masuk ke
Indonesia adalah aliran Mahayana yang berkembang pada masa Kerajaan Sriwijaya dan
Mataram pada masa Dinasti Syailendra akan tetapi dalam perkembangannya terjadi
percampuran antara agama Hindu dan Budha, khususnya di Jawa Timur tetapi ada
pendapat yang mengatakan bahwa unsur budaya lama masih dominan dalam semua
lapisan masyarakat.
2 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
C. Perkembangan Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia.
1. Kerajaan Kutai
Kerajaa ini merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang terletak di
Muarakaman, tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Sumber-sumber sejarah
a) Berita Cina dari Dinasti Tang (618-908 M)
b) Arca Budha berlanggam seni arca Gandhara di Kota Bangun (Kutai)
c) Arca kehidupan, seperti arca Ganesha di Serawak
Arca Ganesha
Arca Ganesha
d) Prasasti-prasasti
Tulisan pada Prasasti Yupa
Tujuh buah prasasti yang disebut dengan Yupa yang berbentuk tiang yang
dipergunakan untuk mengikat hewan korban yang diparsembahkan oleh
rakyat Kutai kepada para dewa yang dipujanya. Prasasti ini menggunakan
huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut antara lain
adalah silsilah raja yang mengatakan bahwa Maharaja Kudungga mempunyai
seorang putra bernama Aswawarman yang disamakan dengan Dewa Ansuma
(Dewa Matahari). Aswawarman mempunyai tiga putra, salah seorang yang
terkemuka adalah Mulawarman.
Politik
Raja pertama Kerajaan Kutai adalah Raja Kudungga. Dengan masuknya
pengaruh Hindu di wilayahnya, Kudungga kemudian mengubah struktur
pemerintahannya menjadi pemerintahan kerajaan dan di perintah oleh seorang raja.
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 3
Setelah Raja Kudungga mangkat, pemerintahan digantikan oleh putranya
yang bernama Aswawarman. Kerajaan Kutai mengalami masa Kejayaan pada saat
pemerintahan berada pada tangan Raja Mulawarman yang tak lain adalah putra
dari Raja Aswawarwan. Raja Mulawarman adalah raja yang bijaksana, kuat, dan
berkuasa. Selain itu dia juga dapat menjalin hubungan yang baik dengan kaum
Brahmana, dengan bukti Raja Mulawarman yang memberikan sedekah 20.000
ekor sapi kepada para Brahmana.
Sosial
Berdasarkan prasasti Yupa di Kutai telah berkembang masyarakat yang
memiliki kebudayaan hasil perpaduan antara unsur budaya India dan budaya lokal.
Hal ini dapat dilihat dari golongan masyarakat yang menguasai bahasa Sanskerta
dan dapat menulis huruf Pallawa, yaitu golongan Brahmana.
Golongan lainnya adalah golongan Ksatria yang terdiri dari kerabat Raja
Mulawarma. Selain ke dua golongan tersebut terdapat juga golongan lain yang
pada umumnya adalah rakyat Kutai purba yang masih memegang teguh agama asli
leluhur mereka.
Agama yang dianut oleh Raja Mulawarman adalah agama Hindu aliran
Syiwa, yang dapat diketahui dari salah satu prasasti Yupa yang menyebutkan
tempat dalam tanah yang sangat suci yang di beri nama Waprakeswara (tempat
suci untuk memuja Dewa Syiwa). Tempat ini selalu berhubungan dengan tiga
dewa utama yaitu Brahmana, Wisnu, dan Siwa.
Ekonomi
Kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai diperkirakan sudah maju. Dengan bukti
adanya kesanggupan pihak kerajaan memberikan sedekah berupa 20.000 ekor sapi
kepada para Brahmana. Hal itu dapat juga menunjukkan bahwa mata pencaharian
sebagian masyarakat Kutai adalah berternak, serta mengingat letak Kutai yang
berada ditepi sungai Mahakam yang subur, masyarakat juga mempunyai kegiatan
perdagangan dan pertanian.
KARTU MENUJU PINTAR
Lakukan Kegiatan berikut :
1) Buatlah 2 buah kartu dari selembar kertas
2) Pada Kartu Tersebut tulislah ”Tanya” dan ”Jawab” untuk masing-masing kartu anda
3) Kemudian buatlah sebuah pertanyaan mengenai materi Kerajaan Kutai pada kartu tanya
4) Lakukan hal tersebut untuk semua siswa dalam kelas
5) Kemudian dibimbing oleh Guru atau seorang perwakilan siswa yang ditunjuk lakukan diskusi
kelas dengan jalan permainan ”Kartu Menuju Pintar”
6) Angkat kartu Tanya apabila anda ingin bertanya dan bila ditunjuk (dapat giliran) tanyakan soal
yang sudah ditulis di Kartu Tanya – kemudian serahkan kartu Tanya
7) Tugas bagi siswa lain adalah menjawab pertanyaan tersebut, tentunya dengan mengangkat
Kartu Jawab – setelah menjawab serahkan Kartu jawab
8) Lakukan hingga kartu yang ada ditangan anda habis
9) Siswa yang masih mempunyai (memegang Kartu) setelah alokasi waktu diskusi habis dapat
dikenakan hukuman seperti mentraktir makan satu kelas, dsb.
10) Selamat mencoba
4 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
2. Kerajaan Tarumanegara
Keajaan Hindu tertua kedua adalah Kerajaan Tarumanegara yang terletak di lembah
sungai Citarum, Jawa Barat.
Sumber-sumber sejarah
1. Prasasti-prasasti Tarumanegara
Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara ditulis dengan menggunakan
huruf pallawa dan berbahasa sanskerta, yaitu :
Prasasti Ciaruteun (Citarum)
Ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, Bogor. Pada prasasti ini hurufnya
terdiri dari empat baris berbentuk puisi India dan juga terdapat lukisan
laba-laba dan tapak kaki. Sebagian besar masyarakat meyakini bahwa
tapak itu sebagai tapak kaki Raja Purnawarman yang merupakan
penjelmaan kaki Dewa Wisnu.
Prasasti Kebun Kopi
Ditemukan di daerah perkebunan kopi, Kampung Muara Hilir,
Cibungbulang, Bogor. Pada prasasti ini terdapat tapak kaki gajah yang
disamakan dengan tapak kaki Gajah Airwata yang merupakan kendaraan
Dewa Wisnu
Prasasti Jambu (Koleangkak)
Ditemukan di bukit Koleangkak di daerah perkebunan jambu, sebelah barat
Bogor.
Prasasti Tugu
Prasasti Tugu
Prasasti Tugu ditemukan di desa Tugu, Cilincing, Jakarta. Prasasti ini
merupakan prasasti terpanjang dari semua peninggalan prasasti
Purnawarman.
Prasasti Cidanghiang,
Ditemukan di tepi sungai Cidanghiang, Kecamatan Munjul, Banten
Selatan. Isi prasasti ini menyebutkan bahwa Raja Purnawarman adalah
seorang raja yang agung, pemberani, dan perwira
Prasasti Pasir Awi,
Ditemukan di Pasir Awi, Bogor. Yang memuat tapak kaki namun prasati
ini belum bisa dibaca.
Prasasti Muara Cianten,
Ditemukan di Muara Cianten, Bogor, namun prasasti mengunakan huruf
ikal yang belum bisa di baca.
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 5
2. Arca-arca peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Arca yang ditemukan diantaranya adalah Arca Rajasi, yang berasal dari
Jakarta, dua buah patung Wisnu dan Cibuana.
3. Berita Cina
Antara lain adalah Catatan I-tsing (abad ke-7 M), berita dari Dinasti Soul,
berita dari Dinasti Tang, dan berita dari Fa-hsien.
Politik
Kerajaan Tarumanegara telah menjalin hubungan baik dengan negara-negara
lain hal ini dapat dilihat dari berita cina yang menyebutkan bahwa Kerajaan
Tarumanegara telah mengirimkan utusan ke negeri Cina. Kemajuan India di
bidang pemikiran agama menyebabkan unsur-unsur budaya India di ambil alih
oleh Kerajaan Tarumanegara, namun tindakan ini berhasil karena masyarakat
Tarumanegara mempunyai potensi yang sepadan dengan budaya India.
Sosial
Raja yang pernah memerintah di Kerajaan Tarumanegara adalah Raja
Purnawarman, dia adalah raja besar yang telah memerintah dan meningkatkan
kehidupan rakyatnya Hal itu dapat dilihat dari prasasti Tugu yang menyebutkan
bahwa Raja Purnawarman telah memerintah penggalian Sungai Gomatti untuk
mencegah terjadinya banjir dan pemberian sedekah berupa 1000 ekor sapi kepada
para Brahmana.
Berdasarkan isi dari beberapa prasasti diperoleh gambaran bahwa Raja
Purnawarman menganut agama Hindu aliran Wisnu, namun rakyat Tarumanegara
masih sedikit yang memeluk agama Hindu-Budha karena menurut kesaksian Fa-
Hsien rakyat Tarumanegara menganut agama Budha serta kepercayaan Animisme
dan Dinamisme.
Ekonomi
Dilihat dari beberapa sumber-sumber prasasti dan berita asing terlihat bahwa
mata pencaharian penduduk Tarumanegara adalah beternak, berdagang, berburu,
dan berlayar. Berdasarkan prasasti Tugu dapat di perkirakan bahwa mata
pencaharian masyarakat Tarumanegara adalah bertani, karena dalam prasasti
disebutkan tentang adanya usaha untuk menggali sungai Gomatti dengan tujuan
untuk menanggulangi banjir dan mengairi sawah-sawah disekitarnya.
3. Kerajaan Kalingga
Kerajaan Kalingga atau Kerajaan Holing terletak di Salatiga, Jawa Tengah. Kerajaan
Kalingga diperkirakan berkembang sekitar abad ke-7 sampai abad ke-9 M.
Sumber-sumber sejarah
a. Berita Cina dari Dinasti Tang yang menyebutkan adanya Kerajaan Kalingga
yang berlokasi di Cho-po (Jawa).
b. Berita dari I-Tsing, seorang pendeta Budha dari Cina.
c. Prasasti Tuk Mas yang ditemukan di Desa Tuk Mas, dilereng Gunung
Merbabu.
Politik
Berdasarkan berita dari Cina dapat diketahui bahwa Kerajaan Kalingga
diperintah oleh seorang raja perempuan bernama Ratu Sima pemerintahannya
sangat keras namun adil dan bijaksana sehingga pada saat pemerintahannya
Kerajaan Kalingga mengalami kemajuan yang pesat.
6 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
Sosial
Pada masa kerajaan Kalingga pembangunan sudah mulai digalakkan
misalnya saja pembangunan benteng-benteng kayu dan rumah-rumah yang beratap
daun kelapa. Karena pemerintahan Ratu Sima yang yang adil dan bijaksana maka
masyarakat Kalinggapun dapat tertata rapi.
Melalui prasasti dan berita dari Cina dapat diketahui bahwa rakyat Kalingga
banyak yang menganut agama Hindu dengan bukti adanya prasasti Tuk Mas yang
melukiskan gambar Trisula, kapak, kendi, cakra yang melambangkan dewa agama
Hindu.
Ekonomi
Masyarakat telah mengenal hubungan dagang dan telah terbentuk pasar. Di
pasar itu mereka melakukan hubungan dagang yang teratur.
4. Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan ini terletak di lereng gunung Wukir dekat Muntilan, Magelang Jawa Tengah.
Sumber-sumber Sejarah
a. Prasasti Canggal yang dibuat pada masa pemerintahan Raja Sanjaya yang
berkaitan dengan pembuatan sebuah lingga (lambang dari Dewa Siwa)
b. Prasasti Balitung yang dikeluarkan oleh Raja Diah Balitung.
c. Kitab Cerita Parahyangan yang menceritakan tentang ikhwal raja-raja dari
Dinasti Syailendra.
Politik
1. Raja Sanjaya
Prasasti Canggal menyebutkan tentang pendirian sebuah lingga di bukit
Sthirangga, oleh Raja Sanjaya. Menurut prasasti ini Jawa Dwipa yang kaya
akan padi dan emas mula-mula diperintah oleh Raja Sanna, setelah Raja
Sanna meninggal ia digantikan oleh Sanjaya anak dari saudara perempuan Raja
Sanna yang bernama Sannaha. Sanjaya berhasil menaklukkan daerah sekitar
dan mampu mewujudkan kemakmuran bagi rakyatnya.
Candi Dieng
Pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, diduga muncul Dinasti
Syailendra yang beragama budha dan diperkirakan berhasil menggeser
kedudukan Dinasti Sanjaya sehingga Dinasti Sanjaya mengalihkan
pemerintahannya ke Jawa Tengah bagian Utara.
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 7
Kelompok Candi Dieng, bukti pergeseran pemeritahan Dinasti Syailendra
2. Dinasti Syailendra
Pada pertengahan abad ke-8, di Jawa Tengah terdapat beberapa prasasti
yang berasal dari Dinasti Syailendra yang telah membuka tabir tentang asal-
usul Dinasti Syailendra. Prasasti ini menyebutkan tentang nama seorang
pejabat tinggi yang bernama Dapunta Syailendra, sehingga dapat disimpulkan
bahwa Dinasti Syailendra berasal dari Jawa Tengah.
Secara politis, Dinasti Syailendra tidak memberikan pengaruh yang besar
bagi perkembangan sejarah, tetapi meninggalkan karya seni bangun yang
banyak dan indah, misalnya : Candi Borobudur, Candi Kalasan, Candi Sewu,
dan Candi Mendut.
Candi Borobudur
Dinasti Syailendra mengalami penyatuan dengan Dinasti Sanjaya karena
adanya perkawinan politik antara Pramodhawardhani, anak dari Raja
Samaratungga dari Dinasti Syailendra dengan Rakai Pikatan dari Dinasti
Sanjaya. Namun setelah Raja Samaratungga wafat terjadi perebutan kekuasaan
antara Rakai Pikatan dengan Balaputradewa. Balaputradewa akhirnya terdesak
dan pergi ke Sriwijaya dan menjadi raja di sana. Akhirnya pemerintahan
kembali ke tangan Dinasti Sanjaya.
Pernikahan antara Rakai Pikatan dengan Pramodhawardhani ternyata
dapat menyatukan pemerintahan. Dipihak lain berkat kecakapan dan keuletan
Rakai Pikatan kebudayaan Hindu dapat di hidupkan kembali. Rakai Pikatan
wafat ketika pembangunan Candi Prambanan yang ia rencanakan belum
terselesaikan. Diantara raja-raja yang memerintah di Jawa Tengah, Raja
Balitunglah yang paling dikenal karena pada masa pemerintahannya keadaan
di Jawa Tengah sangat aman dan tertib.
8 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
Candi Prambanan
3. Pemindahan Kekuasaan ke Jawa Timur
Gejala untuk memindahkan pusat pemeintahan ke daerah Jawa Timur
mulai tampak sejak Raja Tulodhong memerintah yakni pada tahun 919-927 M
dengan berdasarkan pertimbangan ekonomi sebagai berikut :
a) Adanya sungai-sungai besar yang memudahkan bagi lalu lintas
perdagangan.
b) Adanya dataran rendah yang luas sehingga memungkinkan untuk menanam
padi secara besar-besaran.
c) Lokasi Jawa Timur berdekatan dengan jalur perdagangan utama waktu itu.
Sejak terjadi perpindahan pusat pemerintahan, Mataram diperintah oleh
raja-raja keturunan Dinasti Isana. Pengganti Empu Sindok adalah putrinya
yang bernama Sri Isanatunggawijaya yang kemudian menikah dengan
Lokapala dan melahirkan Makutawangsawardhana yang kemudian
menggantikan ibunya sebagi raja di Medang. Yang kemudian di gantikan oleh
Dharmawangsa Teguh Ananta Wikramatunggadewa.
Berdasarkan berita dari Cina Raja Dharmawangsa melakukan serangan
terhadap kerajaan Sriwijaya untuk menguasai jalur lalu lintas perdagangan
antara Cina dan India di peraiaran Nusantara yang dikuasai oleh Sriwijaya.
Pada tahun 1016 Kerajaan Dharmawangsa diperkiraka mengalami keruntuhan
akibat serangan Kerajaan Wurawari karena didukung oleh Kerajaan Sriwijaya
sebagai wujud balas dendam terhadap Dharmawangsa.
Sosial
Sumber dari berbagai prasasti menyebutkan adanya stratifikasi atau pelapisan
sosial berdasarkan pembagian kasta dan kedudukan seseorang di dalam
masyarakat. Hubungan antara raja dan rakyat secara langsung sulit terlaksana,
sedangkan hubungan antara raja dan para pejabat tnggi kerajan hanya terjadi
secara formal. Jika diperhatikan nama-nama penduduk desa di dalam berbagai
prasasti, tampak bahwa sebagian besar di antara mereka itu memakai nama
Indonesia asli, hanya sebagian kecil saja penduduk desa memakai nama dari
bahasa sanskerta, hal itu menunjukkan bahwa pengaruh budaya India tidak terbatas
pada golongan elite di pusat dan daerah, tetapi ada juga penduduk desa yang dapat
mengeyam pendidikan membaca kitab-kitab suci dan menulis.
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 9
Ekonomi
Masalah perekonomian mendapat perhatian besar pada zaman Balitung.
Misalnya dalam Prasasti Purworejo menyebutkan tentang pendirian suatu pusat
perdagangan. Raja Tulodhong juga sangat memperhatikan masalah ekonomi,
buktinya dapat dilihat dari Prasasti Sukabumi yang menyebutkan tentang waduk
untuk mengatur air sungai Harinjing. Waduk itu dibuat untuk kepentingan irigasi
sawah dan mencegah terjadinya banjir.
Pindahan Ni Yeee !?!?!????!!
Menurut pendapatmu mengapa pusat kekuasaan
Mataram dipindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur ?
Berikan bukti dan alasanya !
5. Kerajaan Sriwijaya
Berdasarkan penemuan prasasti, letak Kerajaan Sriwijaya di tepi Sungai Musi, kota
Palembang, Sumatera.
Sumber-sumber Sejarah
Prasasti Kedukan Bukit di tepi Sungai Tatang, Palembang.
Prasasti Talang Tuwo, ditemukan di desa Gandus, sebelah barat kota
Palembang.
Prasasti Kota Kapur, ditemukan di Pulau Bangka.
Prasasti Telaga Batu berbentuk batu lempeng mendekati segi lima tidak
berangka tahun.
Prasasti Karang Brahi, ditemukan didaerah Jambi.
Prasasti Ligor, ditemukan di Tanah Genting Kra daerah Ligor.
Berita dari Cina, India dan Arab serta benda purbakala.
Candi Muara Takus
Politik
Kerajaan Sriwijaya mencapai zaman keemasan pada abad ke-8 dan ke-9 ketika
diperintah oleh Raja Balaputradewa.
1) Faktor-faktor pendorong perkembangan Kerajaan Sriwijaya
a) Keberhasilan Kerajaan Sriwijaya menguasai perairan yang strategis.
1 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
b) Semakin pesatnya perkembangan perdagangan yang dilakkan India dan
Cina melalui Selat Malaka membuat posisi Sriwijaya semakin penting
c) Keruntuhan Kerajaan Fu-Nan sehingga kerajaan Fu-Nan di Asia Tenggara
digantikan oleh Sriwijaya.
2) Faktor-faktor penyebab kemunduran Kerajaan Sriwijaya
a) Adanya serangan dari Jawa atas pimpinan Dharmawangsa
b) Adanya serangan dari Kerajaan Chola
c) Mundurnya perekonomian dan perdagangan Sriwijaya karena bandar-
bandar penting melepaskan diri dari Sriwijaya
d) Adanya serangan dari Kerajaan Majapahit
e) Muncunya kerajaan Samudra Pasai yang mengambil alih pengaruh
Sriwijaya.
Sosial
Berdasarkan berita dari Cina diperkirakan bahwa Kerajaan Sriwijaya telah
dikenal sebagai pusat pendidikan agama Budha Mahayana. I-tsing menerangkan
bahwa pendeta-pendeta Cina datang ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta
dan menyalin kitab-kitab agama Budha. Tingginya kedudukan Sriwijaya sebagai
pusat perkembangan agama Budha terlihat dari datangnya pendeta Tantris yang
bernama Wajrabodhi.
Ekonomi
Ramainya kegatan perdagangan India dengan Cina melalui Selat Malaka
sangat menguntungkan Sriwijaya. Para pedagang dari kedua bangsa tersebut
singgah di pelabuhan milik Sriwijaya, selain membayar bea masuk mereka juga
melakukan transaksi jual beli dengan pedagang Sriwijaya.
6. Kerajaan Kahuripan
Kerajaan ini terletak di Muara Sungai Brantas, Jawa Timur.
Politik
Menurut prasasti Calcuta, Airlangga adalah putra Udayana dengan putri
Mahendradatta. Pada tahun 1016 Airlangga datang ke Jawa untuk melangsungkan
perkawinannya dengan putri Dharmawangsa, namun pada saat itu Kerajaan
Dharmawangsa diserang oleh Kerajaan Wurawari. Pada tahun 1041 Airlangga
mengundurkan diri sebagai raja, kemudian atas saran Empu Bharada kerajaan
dibagi menjadi dua yaitu Janggala dan Panjalu. Pada tahun 1049 Airlangga wafat
dan di makamkan di Tirtha (Candi Belahan) yang diwujudkan dalam bentuk arca
Wisnu yang sedang menaiki Garuda.
Arca Airlangga yang sedang menaiki Garuda
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 11
Sepeninggalnya Airlangga, terjadi perebutan kekuasaan antara kerajaan Jenggala
dan Panjalu namun Raja Mapanji Alanjung Ahyes dari Panjalu berhasil
menaklukkan Jenggala, namun pemerintahannya tidak lama karena muncul
seorang raja lain, yaitu Samarotsaha. Setelah pemerintahannya kedua kerajaan itu
tidak ada kabar beritanya dalam waktu lama. Setelah itu Kerajaan Kediri atau
Panjalu muncul pada tahun 1116.
Ekonomi
Raja Airlangga sangat memperhatikan bidang pertanian. Dalam prasasti
Kelagen disebutkan tentang pembuatan sebuah waduk atas perintah Airlangga di
Wringin Sapta untuk mengatur aliran Sungai Brantas dan juga menyebutkan
tentang kapal-kapal dagang yang dapat berlayar meyusuri sungai Brantas sampai
di pelabuhan Hujung Galuh berkat adanya Waduk Wringin Sapta tersebut.
7. Kerajaan Kediri
Politik
Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Kediri adalah sebagai berikut :
1. Raja Jayawarsa
2. Rakai Sirikan Sri Bameswara
3. Raja Jayabaya
4. Raja Sarweswara
5. Sri Aryyeswara
6. Sri Gandra
7. Kameswara
8. Kertajaya
Pada masa pemerintahan Kameswara, seni sastra berkembang pesat, hal ini
dikarenakan :
Adanya pujangga-pujangga yang pandai
Adanya perlindungan terhadap para pujangga
Penghormatan kepada raja melalui hasil sastra
Adanya kebebasan berpikir dalam mengembangkan kesusastraan
Pengganti Kameswara adalah Raja Kertajaya yang kemudian dikalahkan oleh
Ken Arok dari Singosari dalam perang di Pujon, Malang.
Ekonomi
Kediri merupakan negara yang agraris dan maritim. Masyarakat yang
hidup di daerah pedalaman bermata pencaharian sebagai petani dengan hasil
yang melimpah karena di dukung dengan kondisi tanah yang subur sehingga
memberikan kemakmuran bagi rakyat.
Sosial
Kondisi masyarakat Kediri sudah teratur, penduduknya sudah memakai
kain sampai bawah lutut, rumahnya bersih dan rapi serta berlantai. Hukum
yang berlaku adalah sistem denda dengan membayar emas bagi yang
bersalah, tetapi pencuri dan perampok dihukum mati. Rakyat membayar
denda dengan hasil bumi.
1 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
DETEKTIF SEJARAH
Anda adalah seorang Detektif sejarah. Coba anda cari dari beberapa
sumber seperti Internet, Buku Perpusatakaan, atau sumber relevan yang
lain. Siapakah Jayabaya itu ? Apakah Raja Jayabaya dari Kediri sama
dengan Jayabaya yang suka meramal dan dikenal dengan “Jangka
Jayabaya” ?
Apabila kamu telah dapat mengetahui profil
mengenai Jayabaya, susunlah laporan (essai) kamu
dan kabarkan pada pihak yang berwajib (Guru
Sejarah). Pasti kamu akan dapat nilai tambah.
Selamat bekerja Detektif.
8. Kerajaan Singosari
Kerajaan Singosari didirikan oleh Ken Arok yang kemudian ia wafat pada
tahun 1227 karena dibunuh oleh seseorang atas perintah Anusapati yang
kemudian dicandikan di daerah Kagenengan dalam bentuk perpaduan Syiwa
Budha. Setelah berhasil membunuh Ken Arok, Anusapati naik tahta namun
lambat laut pembunuhan itu terdengar sampai pada Panji Tohjaya yang kemudian
membalas kematian ayahnya dengan cara membunuh Anusapati, keberhasilan itu
membuat Tohjaya naik tahta sebagai raja.
Pemerintahannya hanya berlangsung tidak lama karena pada tahun itu
terjadi pemberontakan oleh Ranggawuni dan Mahisa Cempaka yang
menyebabkan Tohjaya mengungsi dan pemerintahan berada pada tangan
Ranggawuni. Pada tahun 1254 ia mengangkat anaknya Kertanegara sebagai
putra mahkota yang kemudian ia wafat pada tahun 1268.
Candi Kidal (tempat jenazah Anusapati dicandikan)
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 13
Didalam politik pemerintahan, Kertanegara membagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Politik dalam negeri
Ditujukan untuk melancarkan dan menstabilkan pemerintahan. Untuk
mencapai tujuan itu, Kertanegara melakukan berbagai tindakan, antara lain :
1. Memecat Mahapatih Raganatha karena dipandang kurang mendukung
gagasan raja dan menggantikannya dengan Kebo Tengah
2. Mengangkat Banyak Wide sebagai Bupati Sumenep
3. Mengangkat Jayakatwang sebagai raja kecil di Kediri untuk menghindari
perselisihan
4. Mengambil Arharaja dan Raden Wijaya sebagai menantu
5. Memperkuat angkatan perang
6. Menumpas pemberontakan Bhayaraja dan Mahesa Rengkah
7. Mengangkat seorang kepala agama Budha dan Brahmana
b. Politik luar negeri
Tujuan Kertanegara dalam politik luar negerinya adalah :
1. Mempersatukan seluruh Nusantara yang dipimpin Kerajaan Singosari
2. Mengurangi pengaruh dari dua keajaan besar yang merupakan lawan-lawan
politik Ketanegara, yaitu Sriwijaya dan Cina Mongol
Kematian Kertanegara mengakibatkan Singosari dikuasai oleh Jayakatwang.
Sesuai dengan agamanya, Kertanegara didarmakan (dimakamkan) di Candi Jawi
sebagai Siwa-Budha, sebagai Wairocana-locana di Segala, dan Bairawa di Candi
Singosari.
Candi Jawi
9. Kerajaan Majapahit
Lokasi Kerajaan ini adalah di Trowulan Mojokerto. Dalam sejarah Indonesia,
periode Majapahit merupakan periode yang paling mengesankan karena periode
ini di Nusantara terdapat suatu kerajaan besar yang disegani oleh mancanegara
dan membawa keharuman nama Indonesia sampai jauh ke luar wilayah
Indonesia.
1 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
Sumber Sejarah
Prasasti Gunung Butak, Brumbung, Kudadu, Gajah Mada, dan Jiu.
Kitab Negarakertagama yang menceritakan tentang perjalanan Hayam
Wuruk ke Jawa Timur
Kitab Pararaton yang menceritakan tentang pemerintahan raja Singosari
dan Majapahit
Pararaton Sutasoma
Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrama
Politik
Setelah Kerajaan Singosari runtuh, Raden Wijaya berhasil
menyelamtakan diri dari kejaran pasukan Kediri. Atas nasihat Arya Wiraraja,
Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang dan menghamba
kepadanya. Setelahnya Raden Wijaya kemudian menghimpun orang-orang
Tumapel dan Madura menjadi pasukan untuk bersiap-siap merebut kembali
kekuasaan yang ada di tangan Jayakatwang, setelah selesai datanglah bala
tentara dari Cina-Mongol atas perintah Kubilai Khan untuk menghukum
Kertanegara yang telah menghina utusannya, namun mereka belum
mengetahui bahwa Kertanegara sudah meninggal. Akan tetapi mereka tidak
percaya dan kemudian menyerbu Jayakatwang. Maka kesempatan ini di
ambil oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada Jayakatwang.
Dalam pertempuran itu tentara Kediri dapat dengan mudah di
taklukkan, Jayakatwang pun tertangkap dan dibunuh. Pada waktu tentara
Tartar hendak kembali ke pelabuhan, Raden Wijaya kembali menyerang.
Dan setelah berhasil Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja Majapahit.
1. Masa Pemerintahan Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309)
Menurut Prasasti Gunung Butak dan Kitab Pararaton, Raden
Wijaya memperistri anak Kertanegara, yaitu :
Dyah Dewi Tribhuwaneswari;
Dyah Dewi Narendraduhita;
Dyah Dewi Prajnaparamita Jayendradewi;
Dyah Dewi Gayatri.
Akan tetapi perkawinan itu lebih berlatar belakang agar tidak terjadi
perebutan kekuasaan di dalam anggota keturunan Kertanegara. Pada
masa pemerintahannya, Raden Wijaya lebih mengutamakan konsolidasi
kekuatan dalam kerajaan. Pada tahun 1309, Raden Wijaya wafat dan
dimakamkan di Candi Simping sebagai Syiwa, dan di Artahpura sebagai
Dhyani Budha. Arca perwujudannya berbentuk Harihara (Arca
perwujudan Wisnu dan Syiwa dalam satu Arca).
2. Masa Pemerintahan Jayanegara (1309-1328 M)
Pemberontakan yang penting yang pernah terjadi salah satunya
adalah pembarontakan Kuti yang hampir membawa keruntuhan bagi
Majapahit karena berhasil menduduki ibukota Majapahit.
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 15
Jayanegara terpaksa melarikan diri ke desa Badader dan hanya
diikuti oleh sejumlah pasukan dengan pimpinan Gajah Mada. Berkat
kecakapan Gajah Mada, pemberontakan akhirnya dapat ditumpas. Pada
tahun 1328 M, Jayanegara meninggal karena dibunuh oleh tabib kerajaan
yang bernama Tanca, yang kemudian Tanca di bunuh oleh Gajah Mada.
3. Masa pemerintahan Tribuwana Tungga Dewi
Pada masa pemerintahannya telah teerjadi pemberontakan yang
dipimpin oleh Sadeng dan Keta pada tahun 1331. Akhirnya menteri
pelaksana yang pada waktu itu dalam keadaan sakit meminta bantuan
kepada Gajah Mada. Setelah pemberontakan dapat dipadamkan, Gajah
Mada diangkat menjadi Patih Mangkubumi Majapahit dan
mengungkapkan Sumpah Tan Amukti Palapa. Pada tahun 1350
Tribhuwana mengundurkan diri sebagai raja Karena ibunya meninggal,
selanjutnya tahta kerajaan diserahkan kepada putranya, Hayam Wuruk.
4. Masa Pemerintahan Hayam Wuruk.
Pada masa pemerintahannya Majapahit mengalami masa
keemasan. Sebagai raja ia berpandang luas dan tajam serta memberikan
kebebasan sepenuhnya kepada Gajah Mada untuk menjalankan
pemerintahan karena ia mengetahui kecakapan yang dimiliki oleh
Gajah Mada dan mempunyai cita-cita yang sama yaitu untuk
mempersatukan Nusantara.
Pada tahun 1357 Raja Hayam Wuruk bermaksud meminang putri
Sri Baduga yang bernama Dyah Pitaloka. Lamaran itu diterima, bahkan
Sri Baduga sendiri yang mengantarnya. Sesampai di Majapahit Raja
Pajajaran dan rombongannya berkemah di Bubat menanti Hayam
Wuruk. Namun Gajah Mada menghendaki agar Dyah Pitaloka sendiri
yang diantar oleh Raja Pajajaran sebagai tanda tanduk kerajaan Sunda.
Maksud ini ditolak oleh Sri Baduga dan terjadilah pertempuran yang
akhirnya Sri Baduga terbunuh dan Dyah Pitaloka bunuh diri, peristiwa
ini disebut dengan perang bubat.
Setelah Gajah Mada wafat, Gajah Mungkuri diangkat sebagai
pimpinan tunggal eksekutif kerajaan. Setelahnya Hayam Wuruk
meninggal dan di makamkan di Candi Ngetos, Nganjuk.
5. Kemunduran Kerajaan Majapahit
Sebab-sebab kemuduran Kerajaan Majapahit dikarenakan oleh :
a. Terjadinya perang saudara yaitu perang Paregreg
b. Tidak ada pembentukan kader kepemimpinan
c. Banyak kerajaan bawahan yang melepaskan diri dan menjadi
negara bebas
d. Masuk dan berkembangnya agama Islam di Jawa Timur
e. Kemunduran di bidang perdagangan karena Majapahit tidak
mampu melindungi pusat-pusat perdagangan.
Sosial
Tata masyarakat berdasarkan Hinduisme yaitu pembagian anggota
masyarakat kedalam empat kasta. Sistem perundang-undangan yang
mengatur hukum sudah ada dan orang yang terbukti bersalah melakukan
kejahatan harus dikenakan pidana mati.
1 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
Ekonomi
Berdasarkan berita dari Ma-Huan di Majapahit telah bermukim orang-
orang asing. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan di Majapahit sudah
ramai. Selain itu juga diperkuat adanya relief-relief di Candi Tigawangi dan
Penataran yang menggambarkan para pedagang dari desa sedang memikul
hasil bumi.
Relief Candi Penataran yang menggambarkan kemajuan pertanian Majaahit
10. Kerajaan Sunda
Sumber Sejarah
Prasasti sang Hyang Tapak yang memunculkan nama Kerajaan Sunda,
ditemukan di Pancalikan dan Bantarmuncang, Sukabumi yang menggunakan
tulisan Huruf Kawi dan bahasa jawa Kuno.
Politik
Menurut kitab Carita Parahyangan, yang menjadi Raja Sunda di Kawali
setelah Perang Bubat adalah Rahyang Niskala Wastu Kencana, ketika di
angkat sebagai Raja, Wastu masih kecil sehingga pemerintahan sementara di
pegang oleh Hyang Bunisora.
Setelah berusia 23 tahun, Wastu memegang kekuasaan secara langsung.
Raja berikutnya adalah Tohaan yang kemudian di gantikan oleh Sang Ratu
Jayadewata.
Menurut berita Portugis pada tahun 1512 Raja Samiam dari Kerajaan
Sunda meminta bantuan kepada Portugis. Pada masa pemerintahannya Sunda
Kelapa, jatuh ke tangan pasukan Islam. Peristiwa ini menyebabkan
terputusnya hubungan antara Sunda dan Portugis. Akibatnya satu demi satu
pelabuhan Kerajaan Sunda jatuh ke tangan pasukan Islam. Pada masa
pemerintahan Raja Nusiya Mulya keadaan kerajaan semakin lemah sampai
akhirnya jatuh ke dalam kekuasaan Islam.
Sosial
Berdasarkan sumber Sejarah memberikan keterangan adanya
kelompok-kelompok masyarakat berdasarkan fungsi yaitu :
o Kelompok masyarakat berdasarkan ekonomi, misalnya juru lukis, pande
mas
o Kelompok masyarakat yang bertugas sebagai alat negara, yaitu mantri,
prajurit
o Kelompok rohani dan cendekiawan yang terdiri dari memen, paraguna
Ekonomi
Kerajaan Sunda hidup dari hasil pertanian,terutama perladangan. Selain
itu bidang perdagangan juga sudah maju dengan didukung adanya enam
Bandar sebagai tempat perdagangan.
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 17
11. Kerajaan Bali
Sumber Sejarah
1. Prasasti Bali berisi tentang perizinan
kepada para biksu untuk membuat
pertapaan di bukit chintamani
2. Prasasti Blanjong yang berbahasa Bali
Kuno.
3. Prasasti Sanur yang memakai huruf Nagari
dengan bahasa Bali Kuno dan Sanskerta.
Prasasti Belanjong
Politik
Dari prasasti Belanjong dapat diketahui bahwa pengganti Khesari
Warmadewa adalah Ugrasena, setelah mangkat ia dicandikan di air Madatu.
Penggantinya adalah Jayasingha Warmadewa, beliau membangun pemandian
di Desa Manukraya yaitu pemandian Tirta Empul di Istana Tampak Siring.
Penggantinya adalah Jayasadhu yang kemudian muncul raja perempuan yang
bernama maharaja Sri Wijaya Mahadewi. Setelahnya yang memimpin adalah
Dharmodayana pada saat pemerintahannya Bali semakin jelas keadaannya
terlebih lagi denagn adanya perkawinannya dengan Gunapriya Dharmapatmi
yang kemudian mempunyai tiga orang anak. Yang kemudian menggantikan
tahta ayahnya. Pertempuranantara pasukan Gajah Mada dan pasukan bali
yang dipimpin oleh Kebo Iwa yang kemudian ia berhasil membujuk Gajah
Mada untuk pergi ke Maja pahit sesampainya di Majapahit Kebo Iwa
dibunuh. Selanjutnya Gajah waktra yang berada di Bali ikut di bunuh dan
bali berada pada tangan Majapahit.
Sosial
Masyarakat umumnya hidup berkelompok dalam satu daerah dan
membagi menjadi dua kelompok yaitu golongan Catur Warna dan golongan
luar kasta serta sebagian besar mereka hidup bercocok tanam.
Salah satu upacara kebaktian agama di Bali yang masih bertahan hingga sekarang
Ekonomi
Masyarakat bali umumnya hidup bercocok tanam dan memelihara
binatang ternak. Bidang perdagangan pada masa itu sudah cukup maju hal itu
dapat dilihat dari Prasasti Julah yang menyebut tentang perdagangan dari
seberang yang datang dengan kapal dan perahu berlabuh di Manasa.
18 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
D. Arsitektur Monumen keagamaan Hindu Dan Budha di Indonesia.
Salah satu peninggalan dari
zaman Hindu-Budha yang sangat Candi Prambanan
berharga sebagai sumber sejarah Candi Prambanan yang dikenal
Indonesia kuno adalah bidang pula dengan nama candi Loro
arsitektur atau seni bangun, seperti Jonggrang terletak pada
perbatasan antara daerah
candi. Candi dalam agama Hindu Yogyakarta dan Surakarta. Candi
sebenarnya adalah bangunan untuk Prambanan merupakan bangunan
memuliakan raja yang telah wafat. suci agama Syiwa, berasal dari
abad ke-9. Seluruh komplek
Arca Syiwa yang merupakan candi dibuat dari batu dan terdiri barisan
perwujudan yang melukiskan sang dari 3 halaman yang dahulu
raja sebagai dewa, namun sering kali dikelilingi oleh tembok.
Di halaman pusat terdapat 6 bangunan utama dalam
arca perwujudan itu berupa lambang berhadapan, berderet dari Utara ke Selatan. Sebagai candi induk
syiwa saja yaitu lingga. adalah candi Syiwa yang menghadap ke Timur. Pada
Candi sebagai bangunan terdiri dari dindingnya dipahatkan relief cerita Ramayana. Arca pusat
tiga bagian yaitu sebagai berikut : dibilik tengah candi ini adalah Syiwa Mahadewa. Pada bilik-
bilik sebelah selatan berisi arca Agastya, sebelah utara Arca
a) Kaki candi yang Durga (Loro Jonggrang) dan disebelah barat Arca Ganesya.
melambangkan alam bawah Disebelah selatan candi Syiwa terdapat candi Brahma yang
tempat manusia biasa menghadap ke timur dengan Arca Brahma berkepala 4 di
dalamnya. (sumber : Ensiklopedi Indonesia)
b) Badan candi yang
melambangkan alam atara tempat manusia yang telah meninggalkan
keduniawiannya dan alam keadaan suci menemui dewanya
c) Atap candi yang melambangkan alam atas tempat bersemanyamnya para dewa.
Berdasarkan cara pengelompokannya candi-candi di Indonesia dapat di bagi menjadi tiga
jenis, yaitu :
1) Jenis Jawa Tengah Utara yang bersifat Syiwa
2) Jenis Jawa Tengah Selatan yang bersifat Hindu Dan Budha
3) Jenis Jawa Timur temasuk candi-candi di Bali dan Sumatra yang bersifat
pembauran antara Syiwa, Budha dan kepercayaan lokal.
E. Hubungan perkembangan tradisi Hindu-Budha dengan perubahan struktur sosial
masyarakat, pendidikan, kesenian, dan teknologi pada masa kerajaan-kerajaan
bercorak Hindu-Budha di Indonesia
Masuk dan berkembangnya pengaruh tradisi hindu membawa perubahan terhadap
masyarakat di kepulauan Indonesia, yakni tampak pada susunan masyarakat Indonesia
yang berdasarkan sistem kasta :
1. Brahmana yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas kaum pendeta, raja dan
pembesar kerajaan lainnya
2. Ksatriya yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para bangsawan dan prajurit
atau tentara
3. Waisya yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para pedagang, petani, dan
masyarakat biasa
4. Sudra yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para budak dan pekerja kasar
5. Paria yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas penduduk pendatang dan oaring-
orang yang terkena hukuman karena melanggar aturan kasta
Penganut agama Hindu percaya pada banyak dewa (politeisme) yang tergabung kedalam
Trimurti yaitu :
Brahmana sebagai dewa pencipta alam semesta
Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta
Siwa sebagai dewa perusak alam semesta
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 19
Menurut ajaran agama Budha orang yang ingin mencapai nirwana wajib menjalani hidup
samsara (sengsara) dengan meninggalkan hidup kedunia dan memerangi hawa nafsu
dalam ajaran agama budha terdapat empat kenyataan hidup yaitu :
1) Hidup adalah sengsara
2) Samsara di sebabkan oleh mengikuti hawa nafsu ingin menguasai dunia
3) Samsara dapat dihilangkan dengan cara memerangi hawa nafsu
4) Hawa nafsu dapat di hilangkan dengan cara menempuh delapan jalan kebenaran
atau Dharma
Karena dalam ajaran budha dikenal adanya sistem kasta maka banyak masyarakat
Indonesia yang berpindah menganut agama budha karena tidak memandang status sosial
atau kedudukan seseorang dalam masyarakat.
Beberapa sumber sejarah menjeleskan tentang sistem dan proses pendidikan di
Indonesia antara lain prasasti, candi, arca, kraton maupun naskah kuno. Beberapa
pengaruh tradisi Hindu-Budha di Indonesia atara lain bentuk seni arsitektur seperti
bangunan candi. Bangunan candi yang bercorak agama Budha di India umumnya
berbentuk stupa,tetapi di Indonesia berbentuk punden berundak yang merupakan tempat
tinggal para Hyang (nenek moyang). Candi sebagai tempat sementara dewa merupakan
bangunan tiruan dari tempat yang sebenarnya,yaitu gunung mahameru selai itu biasanya
candi juga di hiasi oleh berbagai hiasan dan pahatan seperti hiasan bunga teratai,hewan
keramat,bidadari dan arca-arca dewa adalah khas alam Indonesia,selain candi Indonesia
juga ditemukan bangunan kuil atau pura sebagai tempat peribadatan penganut agama
Hindu.
Pada masa pengaruh tradisi Hindu-Budha teknik bercocok tanam masih dilakukan
secara sederhana seperti berladang yang dilakukan secara berpindah-pindah tempat dan
dikerjakan dengan peralatan yang sederhana.
Dalam bidang teknologi pengangkutan terjadi perubahan dan perkembangan dari
waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan IPTEK yang dikuasai oleh masyarakat.
F. Faktor-faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan-Kerajaan Bercorak Hindu-Budha.
Memasuki abad ke-15 M,Kerajaan Majapahit dan Kerajaan-Kerajaan yang
bercorak Hindu-Budha mulai mengalami kemunduran.yang disebabkan oleh beberapa hal,
diantaranya adalah karena terdesak dan terkalahkan oleh kemajuan yang dicapai oleh
kesultanan-kesultanan yang bercorak islam.
Selain itu terjadi pula perang saudara di Majapahit yang menyebabkan kekuatan
Majapahit menjadi lemah dan terpecah, dalam situasi seperti ini pengawasan
pemerintahan pusat kepada raja daerah menjadi longgar sehingga memicu raja-raja di
daerah menyusun kekuatan sendiri, berhubungan dengan negara lain, mencari pertuanan
baru, dan selanjutnya melepaskan diri.
Perkembangan agama Islam juga ikut mempercepat keruntuhan Majapahit karena
raja-raja bawahan telah memeluk agama Islam yang kemudian berpaling dari Majapahit
dan mencari pertuanan baru. Serta munculnya Malaka sebagai pusat perdagangan Islam
yang menyebabkan Bandar Majapahit menjadi jarang dikunjungi oleh pedagang asing.
Namun dengan runtuhnya Majapahit pada awal abad ke-16 M, Indonesia memasuki
babakan baru, yaitu periode kesultanan-kesultanan yang bercorak Islam.
G. Tradisi Hindu-Budha di Dalam masyarakat Setelah Runtuhnya Kerajaan Hindu-
Budha.
Pada awalnya tradisi Hindu-Budha hanya dikenal dikalangan Keraton. Namun
tradisi itu lambat laun masuk ke desa-desa dan bertemu dengan kepercayaan asli
masyarakat yang memuja arwah leluhur yang menyebabkan adanya akulturasi antara
kebudayaan Hindu-Budha dengan kebudayaan asli (lokal).
20 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
Apabila unsur kebudayaan asli di suatu tempat kuat, unsur kebudayaan asli akan
bertahan dan berpadu dengan kebudayaan hindu-Budha dan sebaliknya.
Runtuhnya kerajaan Majapahit pada awal abad ke-16 menyebabkan kekuasaan
Hindu-Budha lenyap di Nusantara,namun sampai zaman sekarang agama Hindu masih
tetap ada seperti Hindu Bali yang juga disebut Hindu Dharma yang merupakan
percampuran antara Animisme, Hindu dan Budha.
Menurut tradisi masuknya agama Hindu ke kepulauan Bali diduga terjadi sejak
abad ke-7 dengan tibanya rombongan dari Jawa yang dipimpin oleh Markandeya, dalam
proses akulturasi antara kebudayaan Bali asli dengan kebudayaan Hindu yang
menyebabkan adanya aliran Hinduisme
Permasalahan
Masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu sudah menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa lain
di Asia dan dunia, misalnya dengan hubungan perdagangan dan pelayaran. Dengan hubungan
perdagangan tersebut masuk berbagai pengaruh asing ke dalam kebudayaan Indsonesia.
Hubungan antara Indonesia dan India, menimbulkan adanya pengaruh-pengaruh yang
menyebabkan terjadinya perubahan pada amasyarakat Indonesia.
Analisa Diskusi
1) Sebutkan jalur-jalur yang menjadi penghubung antara kebudayaan India (Hindu-Budha)
dengan budaya lokal (Indonesia) !
Jawab : ............................................................................................................................
......................................................................................... ....................................
.............................................................................................................................
2) Bagaimana keadaan masyarakat Indonesia setelah mendapat pengaruh kebudayaan Hindu-
Budha ?
Jawab : ............................................................................................................................
........................................................................................................................... ..
.............................................................................................................................
3) Jelaskan berbagai bidang kehidupan masyarakat Indonesia yang mendapat pengaruh
kebudayaan Hindu-Budha !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
Kesimpulan
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
LKS Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si 21
30 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 By Sulistyantini,S.Pd,M.Si
A. Proses Awal Penyebaran Islam di Indonesia
Proses masuk dan tersosialisasinya Islam di Nusantara berlangsung dengan cara-cara
damai. Namun sebelumnya kita bahas terlebih dahulu tentang teori masuknya agama
Islam di Indonesia.
1. Teori Masuknya Agama Islam di Indonesia
a. Hoesein Djajadiningrat
Islam masuk ke Nusantara melalui Iran (Persia). Buktinya adalah ejaan dalam
tulisan Arab. Selain itu, pemakaian gelar „syah‟ yang biasa dipakai di Persia, juga
pernah dipergunakan oleh Raja Malaka pada abad ke-15.
b. Soetjipto Wirjosoeparto
Islam masuk ke Nusantara melalui Gujarat, India. Hal itu dibuktikan dengan salah
satu makam Raja Islam di Samudera Pasai, Aceh Utara yang nisannya terbuat dari
marmer buatan Gujarat.
c. Snouck Hurgronye dan Moquette dari Belanda
Islam masuk ke Nusantara melalui Gujarat, India. Teori
ini didasarkan pada kenyataan bahwa berbagai batu
nisan di berbagai tempat di Nusantara, termasuk
makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, mempunyai
bentuk yang sama dengan batu nisan di Cambay,
Gujarat, India.
d. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Islam masuk ke Nusantara melalui Mesir dan Mekkah. Teorinya
didasarkan pada sebagian besar rakyat Indonesia memeluk Islam
bermadzhab Syafi‟i, seperti yang banyak dianut oleh penduduk
Mesir. Selain itu, gelar yang dipakai oleh raja-raja Samudra
Pasai adalah gelar raja-raja Mesir, yaitu al Malik.
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 2 SMA / MA Kurikulum K-13 1
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
e. Alwi Shihab
Islam pertama kali masuk ke Nusantara pada abad
pertama Hijriah (abad ke-7 M) dibawa oleh pedagang–
pedagang sufi–Muslim Arab yang memasuki Cina lewat
jalur–jalur bagian Barat. Kesimpulan itu didasarkan pada
berita Cina dari periode Dinasti Tang yang menyatakan
adanya permukiman sufi Arab di Cina yang penduduknya
diizinkan oleh penguasa untuk sepenuhnya menikmati
kebebasan beragama.
2. Bukti-bukti Awal Masuknya Islam ke Indonesia
Bukti-bukti yang menunjukan masuknya Islam ke Indonesia dianataranya, yaitu :
a) Berita Cina dari Dinasti Tang
yang menyebutkan adanya rencana serangan orang-orang Ta Shih pada tahun 674 M
terhadap Kerajaan Holing (Kalingga) yang diperintah oleh Ratu Sima.
b) Berita Arab
yang menyatakan bahwa pedagang Arab yang beragama
Islam telah mengadakan kegiatan perdagangan di Sriwijaya,
termasuk Selat Malaka, sekitar abad ke-8 M.
c) Ditemukannya batu tulis dalam bahasa Arab di Leran dekat Gresik
yang memuat keterangan tentang meninggalnya seorang
perempuan bernama Fatimah binti Maimun dengan angka
tahun 1082 M.
d) Berita dari Marco Polo
yaitu seorang musafir dari Venesia (Italia).
Dalam perjalanan dari Cina ke Persia, ia
singgah di Peureula (Perlak), Aceh pada tahun 1292. Di Aceh,
Marco Polo menjumpai penduduk yang beragama Islam dan
banyak pedagang dari Gujarat (India) yang giat menyebarkan
Islam.
e) Adanya makam Sultan Malik Al Saleh (tahun 1297)
Yaitu seorang Raja dari Kerajaan Samudra Pasai.
f) Berita dari Ibnu Batutah (1345-1346)
seorang utusan Sultan Delhi (India) ke Cina,
yang menyatakan bahwa di Sumatra
terdapat kerajaan Islam.
2 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
g) Kompleks makam Islam Tralaya di Trowulan.
Pada nisan makam-makam itu memuat angka tahun dari
tahun 1369 sampai 1611.
h) Berita dari Ma Huan,
Yaitu seorang musafir Cina yang beragama Islam,
mengatakan bahwa sekitar tahun 1416 telah ada pedagang–
pedagang Islam yang tinggal di pantai Utara Pulau Jawa.
i) Adanya makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik
yang merupakan makam seorang saudagar Islam yang
mengadakan kegiatan penyiaran Islam di Pulau Jawa.
Berdasarkan sumber-sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa agama Islam sudah masuk
ke Indonesia pada abad ke-7 M. Namun, agama Islam mulai menyebar sekitar abad ke-13
yang ditandai dengan berdirinya Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam yang pertama.
1. Penyebar Agama Islam di Indonesia
Golongan penyebar agama Islam ke Indonesia adalah sebagai berikut :
a. Pedagang dari Arab
b. Golongan mubalig atau guru agama Islam.
c. Golongan sufi (ahli tasawuf)
d. Para wali yang terkenal adalah Wali Songo (Wali Sembilan), terdiri dari berikut ini:
1) Sunan Maulana Malik Ibrahim 2) Sunan Ampel
3) Sunan Bonang 4) Sunan Drajat
5) Sunan Giri 6) Sunan kalijaga
7) Sunan Kudus 8) Sunan Muria
9) Sunan Gunung Jati
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 2 SMA / MA Kurikulum K-13 3
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
2. Proses Penyebaran Islam
a. Perkawinan
Pedagang itu menikah dengan wanita penduduk setempat, terutama putri raja atau
bangsawan. Karena pernikahan itulah banyak keluarga raja atau bangsawan masuk
Islam.
b. Pendidikan
Para ulama atau mubaliq mendirikan pondok pesantren di beberapa tempat di
Nusantara. Di situlah para santri dari berbagai daerah dan berbagai kalangan
masyarakat menerima pendidikan agama Islam.
c. Dakwah di kalangan Masyarakat yang dilakukan oleh Wali
Wali adalah sebutan dari orang – orang yang sudah mencapai tingkat pengetahuan
dan penghayatan agama Islam yang sangat dalam dan sanggup berjuang untuk
kepentingan agama.
d. Kesenian
Penyebaran agama Islam dengan menggunakan sarana kesenian disesuaikan dengan
keadaan di Indonesia karena waktu itu kebudayaan Hindu – Budha dan kepercayaan
asli masih berakar kuat.
e. Ajaran Tasawuf
Tasawuf sering dihubungkan dengan pengertian suluk
(perjalanan) sebab kaum sufi memiliki kebiasaan mengembara.
Tasawuf di Indonesia mulai tampak pada sekitar abad ke-16 dan
17. Tokoh – tokoh tasawuf yang terkenal antara lain Hamzah
Fansuri, Syamsuddin al Samatrani, Nuruddin al raniri, dan Abdul al-
rauf Sinkel.
B. Interaksi Masyarakat di Berbagai Daerah dengan Tradisi Islam
1. Perkembangan Penyebaran Islam di Berbagai Daerah
a. Sumatra
Kedatangan orang-orang Islam di Asia Tenggara, khususnya Selat Malaka sekitar
abad ke-7 hingga abad ke-10, pada awalnya mungkin belum terasa dampaknya
bagi kerajaan–kerajaan Hindu–Buddha di sekitar kawasan tersebut. Dalam
perkembangannya, seiring dengan kemunduran Kerajaan Sriwijaya, pedagang–
pedagang Islam yang mungkin pula disertai oleh mubalig-mubalignya, lebih
berkesempatan untuk mendapat keuntungan dagang dan politik.
b. Jawa
Pada tahap pertama, masuknya Islam di pesisir utara Jawa, mungkin belum
dirasakan tapi sejak Demak berdiri sebagai kerajaan dengan Raden Patah sebagai
rajanya, daerah pesisir utara Jawa Barat seperti Cirebon, telah berada di bawah
pengaruhnya.
c. Maluku
Kedatangan Islam ke Maluku bertalian erat dengan jalan perdagangan yang
terbentang antara pusat lalu lintas internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku.
d. Kalimantan
Situasi politik di daerah Kalimantan Selatan menjelang masa kedatangan Islam
dapat diketahui dari Hikayat Banjar.
e. Sulawesi
Di daerah Sulawesi Selatan proses penyebaran Islam pada tahap-tahap permulaan
berjalan dengan damai.
4 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
2. Pertumbuhan Kota dan Terbentuknya Jaringan Ekonomi Serta Intelektual
a. Pertumbuhan Kota serta Jaringan Ekonomi
Pada masa permulaan berdirinya kerajaan Islam, baik di Jawa, Kalimantan,
Sulawesi, maupun Maluku, daerah pesisirlah yang menjadi pusat kekuasaan Islam.
Seiring dengan mulai menyebar-nya Islam di Indonesia, mulai bermunculan pula
kota-kota yang umumnya berlokasi di pesisir-pesisir dan di muara sungai-sungai
besar, misalnya Samudra Pasai, Aceh, Demak, Banten, Ternate, Gowa-Makassar,
dan Banjarmasin. Pelayaran dan perdagangan yang terbentang antara Selat Malaka
melalui pesisir Jawa Utara sampai Maluku sebagian besar berada di tangan para
pedagang Islam.
Semakin majunya perdagangan di Nusantara mendorong munculnya pusat-
pusat perdagangan di sepanjang jalur perdagangan sehingga menumbuhkan kota-
kota bercorak muslim di pesisir utara dan timur Sumatra, di Selat Malaka, bahkan
sampai Ternate di Maluku.
b. Pembentukan Jaringan Intelektual dalam Masyarakat
Berkembangnya dunia pemikiran Islam di Indonesia ternyata berpindah-
pindah. Gejala perpindahan pusat-pusat intelektual Islam sebenarnya sudah
dimulai sejak abad ke-15, ketika terjadi lalu lintas para ulama ke tempat–tempat
kekuasaan yang sedang berkembang.
Sejak hubungan antara Indonesia dan Mekkah sudah berjalan baik, mereka
yang telah menjdi haji maupun yang lama bermukim di Mekkah akan
menyebarkan ajaran–ajaran yang diterimanya dari sykeh-syekhnya setelah kembali
ke Nusantara.
Kolom Gus Pur
Halo sejarawan cilik, kamu mesti bantu Gus Pur yaaa……
Kalian telah membaca materi mengenai persebaran Islam di Indonesia. Coba
kalian bahas dengan teman sebangku mengenai beberapa hal berikut ini :
1. Teori mana ya yang dianggap paling benar ? Berikan alasan kamu !
2. Mengapa dalam persebaran Islam, daerah pesisir lebih dahulu Islam
dibandingkan daerah pedalaman ?
3. Mengapa dalam persebarannya Islam menggunakan pendekatan tradisi lokal ?
Apakah itu tidak menyalahi syariat Islam ?
4. Kalo udah berdiskusi seru, sekarang kalian harus buat peta jalur persebaran
Islam di Indonesia. Tentunya berdasarkan teori dan diskusi kalian !
Oke ..........Gitu aja kok sulit
Salam Gus Pur
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP 35
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
3. Perkembangan Pendidikan, Kesenian, dan Kesusasteraan
a. Perkembangan Pendidikan
Proses penyebaran Islam makin intensif ketika lembaga pesantren muncul
sebagai pusat pendidikan Islam.
Campuran antara dua aspek penting dalam ajaran Islam, yaitu pendidikan
dan dakwah, tampaknya menjadi hal penting dalam pelaksanaan pengajaran dan
pembelajaran di lingkungan pesantren.
Pondok pesantren adalah tempat pemondokan bagi para pemuda yang mengikuti pelajaran
agama Islam. Pondok biasanya sangat sederhana. Pondok didirikan oleh guru agama,
kadang–kadang oleh masyarakat desa secara gotong royong.
b. Perkembangan Kesenian
Adanya larangan agama Islam untuk menggambar makhluk hidup dan
memperlihatkan sesuatu kemewahan. Maka beberapa cabang kesenian pada zaman
Islam sedikit mengalami pengkebirian. Namun, ada beberapa cabang kesenian
yang masih dapat berkembang, diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Seni Bangun Kehadiran Islam telah mendorong lahirnya ciptaan–ciptaan
baru dalam seni bangun yang disesuaikan dengan kebutuhan
masyarakat pada waktu itu, misalnya bangunan masjid dan
makam.
2) Seni ukir
Seni ukir hias itu antara lain berupa daun-daunan,
bunga–bungaan (teratai), bukit-bukit karang, dan
pemandangan.
3) Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni menulis indah dengan merangkaikan
huruf-huruf Arab atau ayat suci Alquran sesuai dengan
bentuk yang diinginkan.
4) Seni Tari
Di beberapa daerah di Indonesia terdapat bentuk-bentuk
tarian yang berkaitan dengan bacaan shalawat. Misalnya
pada permainan debus di Banten.
5) Seni Pertunjukan
Berupa pagelaran wayang kulit yang merupakan perpaduan
kebudayaan Jawa dengan unsur ke-Islaman. Wayang
merupakan tuntunan karena sarat dengan pesan-pesan moral
yang menjadi filsafat hidup orang Jawa.
36 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
c. Perkembangan Kesusastraan
Hikayat
Hikayat adalah cerita atau dongeng yang biasanya penuh dengan keajaiban
dan keanehan.
Babad
Babad adalah dongeng yang sengaja dibuat sebagai
cerita sejarah.
Suluk
Suluk adalah kitab–kitab yang menguraikan soal tasawuf.
Kitab Primbon
Primbon menerangkan tentang kegaiban, berisi ramalan-ramalan dan
penentuan hari baik atau buruk, serta pemberian makna pada suatu kejadian.
TANYA DONK
Teman kalian si Rudy baru saja pulang dari sekolah.
Rupanya dia mendapat pertanyaan yang menggelayut
dalam pikirannya belum terjawab oleh Guru karena
waktu pelajaran udah usai. Tolong donk kalian bantu si
Rudy untuk menyelesaikan kegelisahan hatinya. Ini lho
pren pertanyaan yang belum bisa aku jawab :
1. Berdirinya pondok pesantren menunjukan
adanya akulturasi dalam sistem pendidikan.
Tolong kamu jelaskan pernyataan tersebut !
2. Salah satu proses persebaran Islam adalah
dengan perkawinan. Bagaimana proses
perkawinan dapat dijadikan sarana untuk
persebaran agama Islam ?
3. Berilah contoh proses Islamisasi yang dilakukan
melalui perkawinan !
4. Sebutkan contoh peran aktif anggota wali songo
di bidang politik !
Karena kalian udah bantu untuk jawab pertanyaan, aku
ucapkan terima kasih yaa.......
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP 37
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
C. Perkembangan Kerajaan–Kerajaan Islam di Indonesia
1. Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam yang pertama di Indonesia.
Kerajaan ini terletak di Pantai Utara Aceh.
a. Sumber Sejarah
Sumber–sumber sejarah yang dapat dipakai untuk mempelajari sejarah Samudra
Pasai adalah sebagai berikut :
1) Inskripsi (tulisan) pada nisan makam Sultan Malik Al Saleh.
2) Berita – berita asing dari MarcoPolo dan Ibnu Battutah.
3) Kronik Raja Pasai.
b. Politik
Kerajaan Samudra Pasai dibangun oleh Marah Silu atau Merah Selu yang berhasil
mempersatukan Samudra dan Pasai. Samudra Pasai berkembang dengan cepat
menjadi pusat perdagangan dan pusat studi Islam yang ramai.
2. Kerajaan Aceh
Aceh semula daerah taklukan Kerajaan Pendir.
a. Politik
Sultan pertama yang memerintah dan sekaligus sebagai pendiri Kerajaan Aceh
adalah Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528). Bandar Aceh dibuka menjadi
Bandar Internasional dengan jaminan pengamanan gangguan laut dari kapal
perang Portugis.
Dalam perkembanganya Kerajaan Aceh mengalami kemunduran. Faktor-faktor
yang menyebabkan kemunduran Kerajaan Aceh antara lain :
1) Kekalahan Aceh melawan Portugis di Malaka dalam perang tahun 1629
membawa korban jiwa dan harta benda serta kapal-kapal yang cukup besar.
2) Tidak adanya tokoh yang cakap memerintah sepeninggal Sultan Iskandar
Muda.
3) Daerah–daerah taklukan yang jauh dari pemerintah pusat mulai melepaskan
diri dari pengaruh Aceh, seperti : Johor, Perlak, Pahang, Minangkabau, dan
Siak.
b. Sosial Budaya
Pada zaman itu muncul Hamzah Fansuri, seorang ulama besar yang mengajarkan
ilmu tasawuf dan pengarang buku tentang filsafat agama Islam dan syiar
keagamaan.
3. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak mulai berdiri sekitar tahun 1478. Wilayah kekuasaan Demak
cukup luas, yaitu meliputi daerah sepanjang pantai utara Pulau Jawa, sedangkan
daerah pengaruhnya sampai ke Palembang, Jambi, Banjar dan Maluku. Faletehan
adalah seorang guru besar Agama Islam dari Pasai dan seorang panglima militer yang
cakap. Secara singkat inilah profil Kerajaan Demak :
Kerajaan yang tertua di pulau Jawa adalah demak
Berdiri pada tahun 1483 M (Abad ke–15 M), yang ditandai dengan pemindahan
pusaka–pusaka keraton Majapahit ke Demak
Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah.
Terletak di daerah Bergota dan Jepara (sekarang Jawa Tengah)
38 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
4. Kerajaan Pajang
Jaka Tingkir menjadi raja pertama Kerajaan pajang yang bergelar
Sultan Hadiwijaya. Kedudukannya yang disahkan oleh Sunan Giri, segera mendapat
pengakuan dari adipati di seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Peperangan yang
sengit terjadi pada tahun 1582, namun prajurit Pajang menderita kekalahan besar.
Sultan Hadiwijaya menderita sakit dan akhirnya wafat. Setelah itu, terjadilah
perebutan kekuasaan di antara para bangsawan. Secara singkat inilah profil Kerajaan
Pajang :
Jaka Tingkir menjadi raja pertama Kerajaan Panjang yang bergelar Sultan Hadi
Wijaya
Pada masa kekuasaannya, ia mengahdiahkan wilayah Mataram, kepada Kyai
Hyang Pemanahan
Sistem pemerintahan Jaka Tingkir yaitu agraris karena ia memindahkan pusat
pemerintahan kedaerah pedalaman.
5. Kerajaan Mataram Islam
Pemerintahan Senopati ternyata banyak menghadapi rintangan. Para bupati di
pesisir Utara Jawa yang sebelumnya tunduk kepada Demak dan Pajang, ingin
melepaskan diri. Perlawanan terhadap Mataram berpusat di Demak, Jepara, Kudus,
dan Gresik–Surabaya. Kekuatan dihimpun dari Kediri, Madiun, dan Ponorogo yang
berpusat di Pajang.
Senopati diganti oleh putranya, yaitu Mas Jolang. Pada masa pemerintahan
Mas Jolang juga diwarnai dengan peperangan yang melelahkan terhadap para
pemberontak terutama para bupati di daerah pesisir. Sepeninggal Mas Jolang
penggantinya adalah Putranya, Mas Rangsang. Setelah naik takhta ia bergelar Sultan
Agung Senopati Ing Alaga Ngabdurrahman Kalipatullah. Rintangan yang harus
dihadapinya terdiri dari berikut ini :
a. Bupati–bupati yang tidak mau tunduk kepada Mataram, antara lain Pati, Lasem,
Tuban, Surabaya, Madura, Blora, Madiun, dan Bojonegoro.
b. Kerajaan Cirebon dan Banten (di Jawa Barat)
c. Kompeni Belanda di Batavia.
a. Sosial Politik
Mulai tahun 1615, Sultan Agung menggempur pertahanan bupati–bupati
daerah pesisir. Satu demi satu daerah–daerah seperti Semarang, Jepara, Demak,
Lasem, Tuban, dan Madura dapat ditundukkan Mataram. Setelah Surabaya jatuh,
Sultan Agung adalah raja seluruh Jawa, kecuali Banten, Batavia, Cirebon, dan
Blambangan.
Kerajaan Mataram mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan
Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645). Prestasi besar yang dapat dicapai
oleh Sultan Agung antara lain sebagai berikut :
a. Memperluas daerah kekuasaannya hingga meliputi Jawa-Madura (kecuali
Banten dan Batavia), Palembang, Jambi, dan Banjarmasin.
b. Mengatur dan mengawasi wilayahnya yang luas itu langsung dari pemerintah
pusatnya (Kota Gede).
c. Melakukan kegiatan ekonomi yang bercorak agraris dan maritim. Mataram
adalah pengekspor beras terbesar pada masa itu.
d. Melakukan mobilisasi militer secara besar–besaran sehingga mampu
menundukkan daerah–daerah sepanjang pantai Utara Jawa dan mampu
menyerang Belanda di Batavia sampai dua kali. Andaikata Batavia tidak
dipagari tembok-tembok yang tinggi, benteng–benteng yang kuat dan
persenjataan yang modern, sudah pasti Batavia jatuh di tangan Mataram.
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP 39
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
e. Mengubah perhitungan tahun Jawa Hindu (Saka) dengan tahun Islam (Hijriah)yang
berdasarkan peredaran bulan (sejak tahun 1633).
f. Menyusun karya sastra yang cukup terkenal, yaitu Sastra Gending.
g. Menyusun kitab undang–undang baru yang merupakan perpaduan dari hukum
Islam dengan adat–istiadat Jawa yang disebut Surya Alam.
6. Kerajaan Banten
Pada awalnya Banten adalah daerah kekusaan Kerajaan Pajajaran.
Banten segera tumbuh menjadi Bandar yang penting di Selat Sunda setelah Malaka
jatuh ke tangan Portugis (1511) karena padagang–pedagang dari Gujarat, India, Timur
Tengah, Arab dan sebagainya enggan berlabuh ke Malaka. Banten mengalami
kemunduran. Banten mencapai puncak kejayaan kembali pada masa pemerintahan
Sultan Ageng Tirtayasa. Inilah profil singkat Kerajaan Banten :
Setelah Sunda Kelapa berhasil direbut Fatahillah atau Falatehan pada tahun
1526M, daerah banten dikembangkan sebagai pusat perdagangan dan pusat
penyebaran agama Islam
Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan
Agung Tirtayasa
Maulana Muhammad Putra Yusuf yang baru berusia sembilan tahun diangkat
menjadi raja dengan gelar ratu banten dibawah perwalian Mangkubumi
7. Kerajaan Banjar
Dari Hikayat Banjar dapat diketahui bahwa Kerajaan Banjar beribukota di
Banjarmasin.
Keraton itu didirikan oleh Pangeran Samudra sekitar permulaan abad ke-16. Daerah
Banjarmasin yang terletak di muara sungai memungkinkan kapal-kapal besar dari
pantai berlabuh di sana. Raja yang pertama ialah Pangeran Samudra yang setelah
menjadi Raja dinobatkan menjadi Sultan Suryanullah atau Suryansyah.
8. Kerajaan Gowa
Kerajaan Gowa dan Tallo. Dua kerajaan itu lazim disebut Kerajaan Makassar. Dari
Makassar agama Islam disebarkan ke berbagai daerah, bahkan sampai ke Kalimantan
Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Pertumbuhan Makassar makin cepat setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis (1511)
dan Maluku dikuasai oleh Portugis dan Belanda.
Pada pertengahan abad ke-17, Makassar atau Gowa berada pada puncak kejayaannya.
Pelabuhan Kerajaan Gowa di Sombaopu merupakan sebuah pelabuhan transito yang
penting bagi kapal-kapal yang berlayar ke atau dari Maluku.
Antara Makassar dan Belanda sering terjadi konflik karena persaingan dagang.
Keadaan semakin meruncing dan akhirnya pecah menjadi perang terbuka. Dalam
peperangan tersebut Belanda sering mengalami kesulitan dalam menundukkan
Makassar sehingga Belanda memperalat Aru Palaka (Raja Bone) untuk mengalahkan
Makassar
9. Kerajaan Ternate
Pada abad ke-13 di Maluku sudah berdiri kerajaan Ternate yang ibu kotanya terletak
di Sampalu (Pulau Ternate). Menurut catatan orang Portugis, raja di Maluku yang
mula-mula memeluk agama Islam adalah Raja Ternate, yaitu Gapi Baguna atau Sultan
Marhum yang masuk Islam karena menerima pengaruh dakwah dari Datuk Maulana
Husin.
40 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
Penguasa Ternate yang menentang Portugis adalah Sultan Khairun yang memerintah
pada tahun 1550 sampai 1570. Ia secara tegas menolak kehadiran para misionaris
Portugis di Ternate.
Di bawah pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mencapai masa
kejayaannya. Kerajaan Ternate telah berhasil membangun armada laut yang cukup
kuat sehingga mampu melindungi wilayahnya yang cukup luas tersebut.
10. Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore terletak di sebalah selatan Ternate.
Kerajaan tidore merupakan penghasil cengkih yang besar.
Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Nuku
(1789 – 1805).
Bebas Berpendapat
Dalam kolom ini kalian diminta untuk membaca sejenak
permasalahan yang tertuang. Kemudian kalian harus
berpendapat atau menjawab apa yang menjadi
permasalahan.
Latar Belakang Permasalahan
Perkembangan kehidupan politik Kerajaan Banten, diwarnai dengan
perang saudara antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putra mahkotanya
Sultan Haji. Hal ini terjadi karena perbedaan sikap diantara keduanya.
Sultan Haji, putra dari Sultan Ageng Tirtayasa menjalin kerjasama dengan
pihak Belanda.
Melihat terjalinya hubungan antara Sultan Haji dengan pihak
Belanda, Sultan Ageng Tirtayasa tidak merasa senang dan menarik kembali
tahta kerajaan, tetapi Sultan haji tetap mempertahankan tahta kerajaannya.
Dengan demikian terjadi perang saudara antara Sukltan Haji dan Sultan
Ageng.
Akhir dari pertengkaran tersebut dimenangkan oleh Sultan Haji,
karena dibantu oleh pihak Belanda. Akan tetapi kemengangan Sultan Haji
tersebut merupakan awal dari kehancuran Kerajaan Banten, karena mulai
saat itu Belanda menguasai Kerajaan Banten.
Permasalahan
Setelah memahami latar belakang permasalahan diatas, tulislah komentar
dan tanggapanmu mengenai pertentangan antara Sultan Ageng Tirtayasa
dengan Sultan Haji.
1. Dalam pertentangan tersebut, menurutmu siapa diantara keduanya
yang kamu anggap salah dalam permasalahan ini ? Berikan alasan
kamu !
2. Menurut kamu, antara Sultan Agung Tirtayasa dengan Sultan Haji,
siapakah yang lebih berhak atas tahta Kerajaan Banten ? Berikan
alasan kamu !
3. Dalam pemerintahannya, Sultan Haji menjalin hubungan dengan pihak
Belanda, termasuk juga ketika menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa.
Menurut pendapatmu apakah kamu setuju dengan tindakan Sultan Haji
tersebut ? Berikan alasan kamu !
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP 41
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
A. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Siapakah tokoh yang mengemukakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui
Persia? dan sebutkan buktinya !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
2. Sebutkan 3 bukti awal masuknya Islam ke Indonesia !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
3. Sebutkan golongan penyebar Islam di Indonesia !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
4. Sebutkan nama–nama wali songo !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
5. Penyebaran Islam di Indonesia melalui jalan apa saja ?
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
6. Dalam perkembangan kesusastraan ada yang di sebut hikayat, suluk dan babad.
Jelaskan masing-masing pengertian dari kesusatraan teresebut !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
7. Apa fungsi pesantren bagi perkembangan Islam ?
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
8. Sebutkan jenis karya sastra pada zaman Islam di Indonesia !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
9. Apa yang anda ketahui tentang Hamzah Fansuri ?
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
10. Siapa raja pertama dari Kerajaan Panjang ?
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
11. Sebutkan tokoh – tokoh tasawuf yang anda ketahui !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
42 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
12. Sebutkan faktor-faktor kemunduran kerajaan Aceh !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
13. Sebutkan daerah-daerah kekuasaan Demak !
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
14. Siapa nama guru besar agama Islam dari Samudera Pasai yang juga merupakan
Panglima militer yang cakap ?
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
15. Siapakah pendiri Kerajaan Samudera Pasai ?
Jawab : ............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
B. Pilihlah satu jawaban yang paling benar!
1. Sebagian besar bangsa Indonesia yang beragama Islam menganut 4 mahzab yang
berkembang di Indonesia. Mazhab yang paling besar pengaruhnya di Indonesia
adalah........
a. Hanafi
b. Gazali
c. Maliki
d. Syafi‟i
e. Hambali
2. Bukti masuknya agama Islam di Indonesia adalah dengan ditemukannya Kerajaan
tertua yang menganut ajaran Islam. Kerajaan Islam tertua di Indonesia ialah ..........
a. Kerajaan Aceh
b. Kerajaan Demak
c. Kerajaan Panjang
d. Kerajaan Mataram Islam
e. Kerajaan Samudra Pasai
3. Aceh dikenal sebagai serambi Mekkah karena kehidupan masyarakatnya yang seperti
di Mekkah. Sultan pertama yang memerintah sekaligus pendiri Kerajaan Aceh ialah ....
a. Iskandar Muda
b. Sultan Iskandar Tani
c. Sultan Malik Al – Saleh
d. Ali Mughyat Syah
e. Jaka Tingkir
4. salah satu kerajaan islam yang ada di Sumatera adalah kerajaan Aceh. Kerajaan Aceh
mengalami kemuduran karena disebabkan oleh beberap ahal. Berikut yang bukan
salah satu faktor kemunduran Kerajaan Aceh ialah .........
a. Wafatnya Sultan Iskandar Muda
b. Kekalahan Aceh melawan Portugis
c. Tidak ada tokoh cakap sepeninggalan Sultan Iskandar
d. Berpindahnya pusat perdagangan ke Pulau Bintan
e. Daerah – daerah taklukannya mulai melepaskan diri
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP 43
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
5. Banyak tokoh yang berpendapat bahwa Islam berasal dari luar Indonesia, ada yang
berpendapat dari Mesir, Arab, India dan sebagainya. Tokoh yang mengemukakan
bahwa teori masuknya Islam ke Nusantara melalui Mesir dan Mekah adalah..........
a. Husein Djajadiningrat
b. Sucipto Wirjosuparto
c. Hamka
d. Snouck Hurgronye
e. Moquette
6. Seorang yang pandai dalam mempelajari agama Islam sering disebut dengan santri.
Apa sebutan bagi para santri yang pandai dan paham seluk beluk Islam..........
a. Tuhubahahul
b. Ulama
c. Mubaligh
d. Pendeta
e. Syekh
7. Kerajaan Majapahit menganut 3 agama yaitu Hindu, Budha dan Islam. Nama
pemimpin Majapahit waktu terjadi peperangan antara Demak dan Majapahit ............
a. Girindra Wardhana
b. Prabu Kertabumi
c. Raden Patah
d. Pati Unus
e. Raden Trenggono
8. Dalam perkembangan sebuah kerajaan, Raja atau Sultan yang meninggal akan
digantikan oleh penerusnya. Siapa pengganti dari Sultan Iskandar Muda setelah beliau
wafat..............
a. Sultan Iskandar Fansuri
b. Nuruddin Ar Raniri
c. Sultan Ali Mughayat Syah
d. Sultan Iskandar tani
e. Syafi‟ Atuddin
9. Demak adalah kerajaan islam besar di Jawa Tengah, dalam ekspansinya ke Jawa Barat
Demak dapat menguasai Cirebon. Pada tahun berapa Demak berhasil mengusai
Cirebon............
a. 1527
b. 1528
c. 1521
d. 1522
e. 1525
10. Raja-raja Mataram memiliki gelar Sultan, panembahan dan Raja. Apa gelar dari
Pangeran Sutawijaya, pangeran dari Mataram...............
a. Sultan Agung Senopati Ing Alaga Ngabdurahman Kalipatullah
b. Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama
c. Sekar Seda Ing Lepan
d. Sultan Agung Ing Alaga
e. Panembahan Senopati Ing Alaga lepan
11. Dalam akulturasi antara budaya Islam dan budaya lokal Indonesia dapat kita dapat
menjumpai istilah tasawuf. Disebut apakah orang yang ahli dalam tasawuf ..................
a. Hambali
b. Sufi
c. Gozali
44 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
d. Hanafi
e. Maliki
12. Berita mengenai perkembangan Islam di Indonesia juga dilaporkan melalui berita
perjalanan Marcopolo. Pada tahun berapa Marco Polo singgah di Perlak..................
a. 1291
b. 1290
c. 1292
d. 1293
e. 1294
13. Gelar seorang pemimpin di Kerajaan Mataram adalah Sultan. Kerajaan Mataram
mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan ............
a. Sultan Nuku
b. Sultan Baabullah
c. Sultan marhum
d. Sultan Agung Hanyakrakusuma
e. Sultan Ageng Tirtayasa
14. Banyak bukti yang dapat dijadikan acuan mengenai masuknya Islam di Nusantara.
Dibawah ini yang bukan merupakan bukti – bukti awal masuknya Islam di Indonesia,
adalah........
a. Adanya makam Sultan Malik Al Saleh
b. Berita dari Ibnu Batutah
c. Kompleks makam Islam di Tralaya, Trowulan
d. Berita dari Mah Huan, Musafir Cina
e. Berita dari pedagang Persia
15. Kerajaan Demak adalah kerajaan yang bercorak Islam. Tahun berapa Kerajaan Demak
berdiri .................
a. 1970
b. 1539
c. 1478
d. 1390
e. 1675
16. Salah satu tokoh yang terkenal dalam perkembangan kerajaan Demak adalah Joko
Tingkir. Gelar Jaka Tingkir adalah...............
a. Sultan Hadiwijaya
b. Sultan baabullah
c. Ki Joko
d. Sultan Agung Senopati
e. Sultan Ageng Tirtayasa
17. Kerajaan Islam yang terletak di bagian timur Indonesia adalah Kerajaan Ternate dan
Tedore serta Kerajaan Gowa dan Tallo. Kerajaan Gowa – Tallo disebut juga ...............
a. Kerajaan Samudera Pasai
b. Kerajaan Mataran Islam
c. Kerajaan Makasar
d. Kerajaan Pajang
e. Kerajaan Aceh
18. Adanya persaingan antara intern istana Kerajaan Makasar menyebabkan Belanda
mengambil keuntungan. Terjadi konflik antara Makasar dan Belanda karena adanya ....
a. Perang Saudara
b. Persaingan Dagang
c. Daerah Kekuasaan yang melepaskan diri
Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP 45
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
d. Tidak adanya pemimpin yang cakap
e. Runtuhnya kerajaan makasar
19. Kerajaan Ternate terletak di bagian timur Nusantara. Kerajaan ini sangat getol
menentang Portugis. Siapa Penguasa Ternate yang menentang Portugis...............
a. Sultan Sirullah
b. Sultan Khairun
c. Sultan Baabullah
d. Sultan Nuku
e. Sultan Marhum
20. Kerjaan Ternate dan Tidore adalah kerajaan Islam. Tidore mencapai kejayaan pada
masa pemerintahan..................
a. Sultan Marhum
b. Sultan Muhammad Naqal
c. Syekh Mansur
d. Sultan Nuku
e. Sultan Hasanudin
C. Carilah Kata-kata dengan membuat garis pada puzle dibawah ini
S UL T A NB AA B UL L AH RAI MUF UL
UZ L AB AH B U A YA KAMP R E T UB NI
L J L E MOT U WK G MAC D R T D WAL T N
T S UL U KV VX I J S BDC E I AN L Q UD
ANE Z A T X CO DL T AZ T BS DG OP NU
NE NOB I E J U P NMF AO AGH MNX GN
NHNKP NA S I F E B NBT T UNK J N AG
UAI J E XA NJ I NR GF S CHE P HE E R
K L R KQ R WKA E E I S VP DOG L UMR L
UAE L A S Z T K T OUXI R QP RZ NO AU
V HK OC YI S A MU D E R A P AX A I E NA
I HA NS I A N G ME T R I K P OK A KL AR
ALE OS UL T A NKHAI R UNCH I S I O
Pertanyaan :
1. Hoesein Djajadiningrat mengemukakan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui .....
2. Golongan sufi adalah golongan yang ahli dalam bidang ......
3. Kitab – kitab yang menguraikan soal tasawuf adalah ....
4. Cerita atau dongeng yang biasanya penuh dengan keajaiban dan keanehan adalah .....
5. Kerajaan Islam yang pertama kali di Indonesia adalah ......
6. Siapa Raja Ternate yang menentang Portugis ......
7. Kerajaan Ternate mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan .......
8. Kerajaan Tidore terletak di sebuah selatan ..........
9. Kerajaan Tidore merupakan penghasil...............yang besar.
10. Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan..........
46 Modul Sejarah Kelas XI IPS Semester 1 SMA / MA Kurikulum KTSP
Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
Berilah penjelasan dari Wali Songo (wali sembilan) dalam penyebaran agama Islam di
Indonesia (Biografi,cara penyebaran dan wilayahnya serta dampak bagi masyarakat dahulu
sampai sekarang,contoh tradisi yang masih sampai sekarang)
1) Sunan Maulana Malik Ibrahim 2) Sunan Ampel
3) Sunan Bonang 4) Sunan Drajat
5) Sunan Giri 6) Sunan kalijaga
7) Sunan Kudus 8) Sunan Muria
9) Sunan Gunung Jati
47 Modul Sejarah Indonesia Kelas X SMA / MA Kurikulum K 13
Materi Sejarah Kelas XI IPS
PERKEMBANGAN
KEHIDUPAN
MASYARAKAT PADA
MASA KOLONIAL
KOLONIALISME SEMANGAT MASA KOLONIAL KEBIJAKAN PERLAWANAN
DAN KOLONIALISASI DI INDONESIA PEMERINTAHAN MENENTANG
BARAT DI DUNIA DOMINASI ASING
IMPERIALISME KOLONIAL
SISTEM PERLAWANAN
BIROKRASI SEBELUM TAHUN
KOLONIAL
1800
SISTEM PERLAWANAN
PEMERINTAHAN SETELAH TAHUN
KOLONIAL 1800
SISTEM HUKUM
KOLONIAL
SISTEM
PEREKONOMIAN
BIDANG
KEAGAMAAN
1
Materi Sejarah Kelas XI IPS
A. Perluasan Kekuasaan Kolonial di Indonesia
Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme
Kolonialisme
Pada umumnya Kolonialisme dan Imperialisme memiliki arti yang sama, yaitu
penjajahan atau penguasaan terhadap suatu daerah dan suatu bangsa oleh bangsa
lainnya. Kata “Koloni” berasal dari bahasa Latin, “Colonia” yang artinya tanah, tanah
pemukiman atau jajahan. Dalam sejarah perkembangan koloni, politik colonial
modern mulai tumbuh semaeak sejak abad ke-16. dalam abad ke-17 muncul bangsa
Inggris, Perancis dan Belanda yang menguasai sebagian Amerika Utara, Hindia Barat,
Hindia Muka (daerah Asia Selatan) dan Hindia Timur (Hindia Belanda). Sedangkan
pada abad ke-19 merupakan puncak perkembangan kolonialisme, karena hamper
seluruh wilayah kawasan banua Afrika dikuasai oleh bangsa-bangsa Barat (Eropa).
Bahkan pada abad ke-20 Jepang dan Amerika Serikat juga melaksanakan politik
kolonialnya. Oleh karena itu, sejak awal muncul dan berkembangnya politik colonial
yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa memiliki tujuan yang sama, yaitu menguras
sumber-sumber kekayaan daerah koloni demi perkembangan industri dan memenuhi
kejayaan dari Negara-negara yang melaksanakan politik kolonial tersebut.
Imperialisme
Kata “Imperialisme” berasal dari kata “Imperator” yang artinya memerintah. Ada
juga kata lain yang masih berhubungan dengan kata “Imperialisme” yakni
“Imperium” yang dapat diartikan sebagai sebuah kerajaan besar dengan mamiliki
daerah jajahan yang amat luas. Namun, dalam perkembangannya, Imperialisme
muncul di Inggris pada masa berkembangnya industri modern.
Berdasarkan Waktu Munculnya
Berdasarkan waktu munculnya, Imperialisme dibedakan menjadi Imperialisme Kuno
dan Imperialisme Modern. Tujuannya adalah mencapai kejayaan (Glory), memiliki
kekayaan (Gold) dan menyebarkan agama (Gospel). Sedangkan Imperialisme modern
berlangsung setelah Revolusi Industri. Munculnya Imperialisme modern disebabkan
oleh keinginan Negara penjajah mengembangkan perekonomiannya.
Berdasarkan Tujuan Penguasaannya
Imperialisme Politik
Adalah upaya untuk menguasai seluruh kehidupan politik dari Negara lain.
Imperialisme Ekonomi
Adalah suatu upaya untuk dapat menguasai perekonomian Negara lain.
Imperialisme Kebudayaan
Adalah suatu upaya untuk menguasai mentalitas dan jiwa dari Negara lain.
Imperialisme Militer
Adalah suatu upaya untuk menguasai daerah-daerah dari Negara lain yang
dianggap strategis dengan menggunakan kekuatan angkatan bersenjata.
Akibat Imperialisme dalam Bidang Politik dan Ekonomi
Negara Imperalis menjadi pusat kekayaan, sedang Negara jajahan terus bertambah
miskin.
Akibat Imperialisme dalam bidang Sosial-Budaya
Kaum Imperalis dapat hidup mewah dan lebih maju, sedangkan rakyat jajahan hidup
serba kekurangan dan semakin suram.
2
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Hubungan Merkantilisme, Revolusi Industri dan Kapitalisme dengan
Perkembangan Kolonialisme Barat di Indonesia.
Merkantilisme dan Kapitalisme
Merkantilisme merupakan suatu kebijakan politik dan ekonomi dari Negara-negara
Imperialis dengan tujuan menumpuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-
banyaknya sebagai standard an ukuran kekayaan yang dimiliki, kesejahteraan dan
kekuasaan Negara tersebut.
Revolusi Industri
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada awal dan
merupakan kumpulan dari berbagai penemuan serta pengalaman yang mendatangkan
kekayaan dengan tiba-tiba.
Perkembangan Struktur Birokrasi, Sistem Pemerintahan dan Sistem Hukum pada
Masa Kolonial.
1. Struktur Birokrasi Kolonial
Salah satu akibat dari perluasan dan pemantapan kekuasaan Hindia Belanda (Pax
Nederlandica) adalah perlunya tenaga-tenaga pribumi yang dapat mengerjakan
beberapa keperluan administrasi pemerintahan.
2. Sistem Pemerintahan Kolonial
Pada system pemerintahan kolonial, pemerintahan dikendalikan oleh orang-orang
Belanda dan para penguasa pribuminya atas dasar perintah dari Gubernur Jenderal.
3. Sistem Hukum Kolonial
Dalam pembentukan kitab Undang-Undang Hukum untuk kaum pribumi terdapat
dua aliran. Pertama, hendak menundukkan orang-orang Indonesia kepada hokum
Eropa. Kedua, membuat kitab Undang-Undang tersendiri untuk orang Indonesia.
Perluasan Aktivitas Ekonomi Pemerintah Kolonial dan Swasta Asing
Perkembangan Ekonomi Pemerintah Kolonial
Untuk mengatasi ekonomi Negara, pemerintah kolonial mencoba untuk menggali
potensi Negara jajahan melalui pelaksanaan system tanam paksa (Romusha).
Perkembangan Ekonomi Swasta Asing
Perkembangan ekonomi dari golongan timur Asing cukup tinggi, karena mereka
memiliki hubungan dekat dengan pemerintah kolonial.
Perkembangan Ekonomi Masyarakat di Berbagai Daerah
Ekonomi masyarakat di berbagai daerah sulit untuk berkembang kea rah
kemajuan, kerana masyarakat tersebut hanya sebagai buruh atau tenaga kerja kasar
dengan menerima upah yang sangat rendah. Sehingga dengan upah yang rendah
itu sulit bagi mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak, apalagi
meningkatkan kehidupan ekonominya.
Pengaruh Perkembangan Ekonomi
Perdagangan
Masyarakat pada masa itu tidak memiliki kesempatan untuk
memperdagangkan hasil buminya, karena hasil bumi mereka terpaksa harus
dijual kepada para pedagang-pedagang asing yang mendapat perlindungan
pemerintah.
Pertanian dan Perikanan
Pada masa kolonial banyak masyarakat Indonesia bergerak dalam bidang
pertanian dan perikanan. Namun, hasil pertanian dan perikanannya sering tidak
dapat mereka nikmati karena dirampas oleh pemerintah kolonial Belanda.
3
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Industri dan Infrastruktur
Banyak perusahaan asing di Indonesia yang terjun di bidang Industri ini
dengan mendatangkan mesi-mesin produksi dan perlengkapan pengolahan
bahan. Pemerintah kolonial Belanda juga membangun infrastruktur seperti
irigasi, jalan raya dll demi menunjang kelancaran pengangkutan hasil-hasil
perusahaan perkebunan dari daerah pendalaman ke daerah pantai atau
pelabuhan-pelabuhan yang akan meneruskan ke dunia luar.
Taraf Hidup Masyarakat Indonesia
Selama bangsa Indonesia berada di bawah kakuasaan bangsa Asing, maka
selama itu pula taraf kehidupan bangsa Indonesia di bawah garis kemiskinan
dan kehidupan yang penuh dengan penderitaan.
B. Perlawanan Bangsa Indonesia Menentang Dominasi Asing
Perlawanan Sebelum Tahun 1800
Sultan Baabullah Menentang Portugis (Ternate)
Bangkitnya rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan Baabullah menentang
Portugis, disebabkan karena tindakan bangsa Portugis yang sudah melampui
batas. Terlebih lagi seteleh “kaki tangan” bangsa Portugis menikam Sultan
Hairun hingga tewas, ketika memasuki benteng untuk merayakan perjanjian
perdamaian yang disepakatinya.
Dipati Unus Menyerang Portugis di Malaka
Serangan kerajaan Demak ke Malaka dipimin oleh Dipati Unus (Putra Raden
Patah) merupakan bukti kecemasan terhadap Portugis.
Panglima Fatahillah Menduduki Jawa Barat
Keeratan hubungan antara kerajaan Pajajaran dengan dengan bangsa Portugis
membuat kerajaan Demak ingin menggagalkan hubungan itu. Kerajaan Demak
mengirim pasukannya ke Jawa Barat di bawah pimpinan Fatahillah.
Sultan Iskandar Muda Menyerang Portugis
Sebelum Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, wilayah bagian utara
Sumatera menjadi bagian dari kekuasaan Malaka. Kerena rasa kekawatiran
rakyat Malaka tehadap kegiatan-kegiatan Portugis, oleh karena itu kerajaan
Aceh di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda mengirim pasukan untuk
menyerang Portugis di Malaka, namun serangan itu mengalami kegagalan.
Sultan Agung Menyerang Belanda di Batavia
Sultan Agung raja terbesar Kerajaan Mataram, mempunyai cita-cita untuk
menjadikan wilayah pulau Jawa sebagai daerah kakuasaan yang berundang-
undang di bawah panji Kerajaan Mataram. Untuk mencapai cita-citanya itu,
Sultan Agung harus dapat mengusir VOC dari Batavia.
Sultan Ageng Tirtayasa Menentang Belanda
Sultan Haji, anak angkat Sultan Ageng Tirtayasa ingin mengembalikantahta
Kerajaan Banten ke tangannya, untuk itu Sultan Haji meminta bantuan VOC di
Batavia. Atas batuan VOC, Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan
dibawa ke Batavia. Sultan Haji berhasil menduduki tahta Kerajaan Banten
yang sebagian wilayahnya diambil alih oleh VOC.
Sultan Hassanudin Menentang Belanda
Untuk memperkuat kekuasaan dagangnya, Sultan Hassanudin menduduki
Sumbawa, sehingga jalur pelayaran perdagangan dapat dikuasainya.
Penguasaan yang dilakukan Sultan Hassanudin itu dianggap sebagai perintah
oleh Belanda dalam aktivitas perdagangannya
4
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Perlawanan sesudah Tahun 1800
Perlawanan Rakyat Maluku
Perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh rakyat di daerah Maluku
mendapat dukungan dari berbagai kalangan seperti :
Perlawanan Sultan Nuku (Tidore) (1797-1885)
Dalam usaha mengusir Belanda, Sultan Nuku berhasil membina angkatan
perang dengan inti kekuatannya adalah armada yang terdiri 200 buah kapal
perang dan 6000 orang pasukan.
Perlawanan Kapitan Pattimura
Dengan kegigihan rakyat Maluku di bawah pimpinan Kapitan Pattimura,
akhirnya Benteng Duurstede jatuh ke tangan rakyat. Namun, pada akhirnya
Kapitan Pattimura bersama beberapa orang temannya tertangkap dalam suatu
pertempuran. Pada tanggal 16 Desember 1817 Kapitan Pattimura dan kawan
seperjuangannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.
Perang Padri
Pada mulanya gerakan Perang Padri adalah suatu gerakan untuk memurnikan
ajaran agama Islam di wilayah Sumatera Barat.
Sebab-sebab Perang Padri
Menurut ajaran Islam, masalah kekerabatan yang berhubungan dengan
warisan sebenarnya harus bersifat patrilineal, sedangkan yang berlaku di
Minagkabau adalah Matrilineal.
Jalannya Perang Padri
Menurut cerita rakyat setempat, raja diundang oleh Tuanku Pasaman ke
Kota Tengah untuk diajak berunding. Tuanku Pasaman adalah seorang
tokoh kaum Padri yang beraliran Radikal.
Perang Diponegoro
Golongan rakyat-rakyat jelata sangat membenci tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh bangsa Belanda, maka dari itu rakyat-rakyat jelata sangat
mengaharapkan kedatangan seorang atu Adil yang dapat memimpin mereka
dalam menghadapi Belanda.. dan beliau adalah Pangeran Diponegoro.
Latar Belakang Perang Diponegoro
Sebab-sebab Umum
Kekuasaan Raja Mataram semakin kecil dan kewibawaannya mulai
merosot.
Kaum bangsawan merasa dikurangi penghasilannya, karena daerah-
daerah yang dulu dibagi-bagikan kepada para bangsawan, kini
diambil oleh pemerintah Belanda.
Rakyat yang mempunyai beban seperti kerja rodi, pajak tanah dan
sebagainya merasa tertindas.
Sebab-sebab Khusus
Sebab-sebab khusus terjadinya Perang Diponegoro adalah pembuatan
jalan yang melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegal Rejo.
Jalannya Perang Diponegoro
Pangeran Diponegoro (1785-1855) seorang putra bangsawan yang
menentang kesewenang-wenangan Belanda. Ia bersama dengan para
pengikutnya mengobarkan Perang Diponegoro atau biasa disebut juga
dengan Perang Jawa. Perang ini berlangsung dari tahun 1825-1830.
5
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Akhir Perang Diponegoro
Dengan tertangkapnya Pengeran Diponegoro, maka berakhirlah Perang
Diponegoro dengan Belanda. Belanda mengakui bahwa Perang
Diponegoro merupakan perang yang paling hebat, karena pihak Belanda
banyak mengeluarkan biaya perang.
10
Materi Sejarah Kelas XI IPS
13
PEMIKIRAN-PEMIKIRAN YANG MELANDASI
REVOLUSI BESAR DUNIA
KD. 3.4. Menganalisis keterkaitan antara revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan
Indonesia) dan kehidupan umat manusia pada masa itu dan masa kini
4.4. Menyajikan hasil analisis tentang revolusi-revolusi besar dunia (Perancis, Amerika, Cina, Rusia dan
Indonesia) serta pengaruhnya terhadap kehidupan umat manusia dalam bentuk tulisan dan media lain.
A. REVOLUSI PRANCIS.
adalah perubahan bentuk pemerintahan Prancis dari kerajaan menjadi republik. Peristiwa ini
terjadi pada masa pemerintahan Louis XVI pada abad ke-18. Revolusi ini memiliki semboyan:
liberte, egalite, fraternite (kebebasan, persamaan, persaudaraan). 1. Faktor-faktor penyebab
terjadinya revolusi prancis diantaranya : a) Sebab-sebab umum. 1. Ketidakadilan dalam bidang
politik dan ekonomi. Masyarakat Prancis pada waktu itu terbagi atas tiga golongan yaitu Golongan I
terdiri atas kaum bangsawan dan raja yang bebas pajak bahkanberhak memungut pajak. Golongan
II terdiri atas kaum agama (pendeta dan cendikia ) yang bebas pajak dan mendapat uang gaji dari
hasil pajak. Golongan III adalah rakyat biasa yang hanya menjadi objek pajak. Golongan III selalu
tertindas karena hak-hak mereka ditekan oleh hak-hak golongan lainnya. Termasuk kesempatan-
kesempatan untuk berusaha atau memajukan kehidupan secara ekonomi. Jabatan-jabatan penting
sejak zaman pemerintah Louis XIV dipegang oleh kaum bangsawan (golongan I) yang bersikap
sewenang-wenang. Pejabat-pejabat pemerintahan pun diangkat tidak berdasarkan kemampuan,
melainkan berdasarkan faktor keturunan. 2. Kekuasaan absolut raja. Pemerintahan Louis XIV
bersifat monarki absolut, di mana raja dianggap selalu benar. Semboyan Louis XIV adalah l'etat
c'est moi (negara adalah saya). Untuk mempertahankan keabsolutannya itu, ia mendirikan penjara
Bastille. Penjara ini diperuntukkan bagi siapa saja yang berani menentang keinginan raja.
Penahanan juga dilakukan terhadap orang-orang yang tidak disenangi raja. Mereka ditahan dengan
surat penahanan tanpa sebab (lettre du cas). Absolutisme Louis XIV tidak terkendali karena
kekuasaan raja tidak dibatasi undang-undang. 3. Timbul paham baru. Menjelang Revolusi Prancis
muncul ide-ide atau paham-paham baru yang pada intinya adalah memperjuangkan kebebasan
dan pemenuhan hak- hak asasi manusia. Paham-paham ini muncul akibat berbagai tekanan yang
menyengsarakan rakyat mulai menimbulkan keinginan-keinginan untuk 3 mencapai kebebasan.
Paham-paham yang melatari terjadinya revolusi di Ajaran dari Jean Jasques Rousseau, tokoh
pemikir dari Prancis. DalamPrancis sebagai berikut bukunya Du Contrat Social, ia menyatakan
bahwa menurut kodratnya manusia dilahirkan sama dan merdeka. Buku ini juga memuat tiga
prinsip yang di kemudian hari menjadi semboyan Revolusi Prancis, yaitu liberte, egalite, dan
fraternite (kemerdekaan/kebebasan, persamaan, dan persaudaraan). Ajaran tersebut
menyebabkan Rousseau mendapat Montesquieu, yang terpengaruh ajaran John Locke
(Inggris),sebutan Bapak Demokrasi Modern. menyebarluaskan ajaran Trias Politika, yaitu
pembagian kekuasaan Paham Rationalisme dan Aufklarung menuntut orang untuk
berpikirmenjadi kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Ajaran Voltaire tentang
kebebasan.rasional (masuk akal). 4. Negara mengalami krisis ekonomi. Prancis mengalami
kemerosotan ekonomi dan keuangan pada masa pemerintahan Louis XVI. Hal ini disebabkan
karena sikap raja dan keluarganya, terutama permaisuri Marie Antoinette, selalu menghambur-
hamburkan uang negara untuk berfoya-foya. 5. Pengaruh perang kemerdekaan Amerika. Dalam
perang kemerdekaannya dari Inggris, Amerika dibantu oleh tentara sukarelawan Prancis yang
dipimpin Lafayette. Mereka kemudian terpengaruh oleh napas kemerdekaan Amerika. Nilai-nilai
perjuangan kemerdekaan Amerika seperti yang terangkum dalam naskah proklamasinya,
Declaration of Independence (disampaikan oleh Thomas Jefferson), yaitu pengakuan atas hak-hak
manusia, dengan segera menjalar menjadi paham baru di Prancis. b) Sebab-sebab khusus. Untuk
mengatasi krisis ekonomi, raja memanggil Dewan Perwakilan Rakyat (Etats Generaux). Dewan ini
ternyata tidak mampu mengatasi masalah sebab dalam sidang justru terjadi pertentangan
mengenai hak suara. 4 Golongan I dan II menghendaki tiap golongan memiliki satu hak suara,
sementara golongan III menghendaki setiap wakil memiliki hak satu suara. Jika dilihat dari proporsi
jumlah anggota Etats Generaux yang terdiri atas golongan I, 300 orang, golongan II 300 orang, dan
golongan III 600 orang, dapat disimpulkan bahwa golongan I dan II menghendaki agar golongan III
kalah suara sehingga rakyat tidak mungkin menang. Jika kehendak golongan III yang dimenangkan,
golongan I dan II terancam sebab di antara anggota mereka sendiri ada orang-orang yang
bersimpati pada rakyat.
B. REVOLUSI AMERIKA.
Sejak ditemukan, Benua Amerika menarik begitu banyak bangsa di Eropa untuk membangun
koloninya. Bangsa-bangsa yang pernah membangun koloni di benua tersebut, antara lain, Spanyol,
Prancis, dan Inggris. Kolonisasi Inggris atas Amerika bagian utara diawali kedatangan John Cabot
(1497) beserta sejumlah penjelajah Inggris lainnya. Di benua baru tersebut, John Cabot dan rekan-
rekannya memperoleh hak mengelola beberapa bidang tanah yang kemudian berkembang dan
meluas menjadi koloni. Pada tahun 1763, daerah-daerah di Amerika yang menjadi wilayah
kekuasaan Inggris telah mencapai tiga belas koloni yang memiliki pemerintahan sendiri. Akan
tetapi, untuk mempertahankan dan memperluas koloninya, Inggris harus berhadapan dengan
Prancis dan Spanyol. Peperangan yang paling berat terjadi adalah ketika melawan Prancis.
Peperangan yang memakan waktu sangat lama itu membuat kerajaan Inggris sempat mengalami
kebangkrutan. Untuk mengatasi masalah keuangan pemerintah Inggris lalu membuat kebijakan-
kebijakan yang mengeksploitasi negara-negara jajahan, termasuk Amerika Utara. Berbagai
kebijakan yang merugikan rakyat wilayah koloni di Amerika menimbulkan pemberontakan yang
dikenal dengan sebutan Revolusi Amerika. Berikut kronologi terjadinya Revolusi Amerika. 1) Perang
Tujuh Tahun (1756 – 1763). Wilayah jajahan atau koloni Inggris di Amerika Utara terletak di
sepanjang pantai timur Amerika Utara. Adapun wilayah dari pantai selatan sepanjang Sungai
Mississippi (Louisiana) sampai Kanada adalah koloni Prancis. Wilayah koloni Inggris dan Prancis ini
dipisahkan oleh daerah pedalaman. Pergerakan Inggris yang terus-menerus memperluas tanah
jajahannya ke arah barat kemudian mulai melanggar batas jajahan Prancis (Louisiana). Hal ini
memicu hubungan yang tegang antara Inggris dan Prancis yang mengarah ke peperangan.
Pertempuran meletus setelah terjadi tembak-menembak antara pasukan Prancis dan pasukan
koloni Inggris (warga Amerika) di dekat benteng Duquesne (Pittsburgh) yang merupakan wilayah
Prancis. Dalam peperangan ini, Prancis kalah dan dibuatlah Wilayah Kanada dan Louisiana di
sebelah timur Mississippi diberikanperjanjian perdamaian Paris yang isinya sebagai berikut :
kepada Inggris, sedangkan wilayah di sebelah barat Mississippi tetap Prancis wajib menyerahkan