semua wilayah jajahannya di India kepadamenjadi milik Prancis. Inggris. Akibat perjanjian
tersebut, kondisi berbalik. Semula sebagian besar wilayah Amerika Utara dikuasai Prancis, kini
beralih ke tangan Inggris. 2) Perang kemerdekaan Amerika (1774 – 1783). Koloni Inggris di Amerika
tidak dikembangkan oleh pemerintahnya, melainkan oleh orang-orang sipil dan pedagang.
Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang hidupnya tertekan di Inggris dan menganut
agama yang dilarang oleh pemerintah Inggris. Mereka pergi ke Amerika untuk mengejar kehidupan
yang lebih baik dan mencari kebebasan. Di antara perintis-perintis koloni di Amerika adalah
sekelompok orang yang dikenal 11 sebagai The Pilgrim Fathers. Mereka berangkat ke Amerika
dengan kapal Mayflower dan mendarat pada tahun 1620. Sesampainya di Amerika, mereka lalu
mendirikan daerah koloni yang bernama Massachusetts. Orang Amerika sekarang menganggap The
Pilgrim Fathers sebagai pendiri Amerika. Para pelarian dari Amerika ini kemudian tidak lagi
mengganggap diri mereka sebagai orang Inggris, meskipun secara pemerintahan mereka tetap
berada di bawah Inggris. Namun, karena pemerintah Inggris kemudian mulai memperlakukan
koloni di Amerika seperti juga koloni di wilayah- wilayah dunia lainnya, orang-orang yang telah
menganggap dirinya sebagai rakyat Amerika ini lalu menginginkan kemerdekaan. Setelah Perang
Tujuh Tahun melawan Prancis (1756 – 1763), kas negara Inggris kosong. Untuk mengatasi krisis
keuangan, Inggris memaksa Amerika untuk ikut menanggung kerugian dengan membayar pajak
yang tinggi.
C. REVOLUSI RUSIA. Pada permulaan abad ke-19, keadaan Rusia masih terbelakang dibandingkan
negaranegara Eropa lainnya. Masyarakat Rusia pada masa itu terbagi atas dua golongan, yaitu tuan
tanah (bangsawan) dan petani (rakyat jelata). Rusia saat itu adalah negara agraris. Sebagian besar
penduduknya merupakan petani miskin yang harus tunduk kepada tuan tanah, bahkan menjadi
budak dari tuan tanah. Status petani sebagai budak tuan tanah ini diatur dalam Undang-Undang
Perbudakan Rusia yang disahkan oleh Tsar Alexis I pada tahun 1646. Perbudakan dihapuskan pada
tahun 1861 dengan dikeluarkannya Undang-Undang Emansipasi (Emancipation Edict) oleh Tsar
Alexander II. Isi undang-undang tersebut sebagai berikut : a) Perbudakan dihapuskan. b) Petani
bekas budak mendapat tanah sebagai miliknya. c) Negara membayar uang kerugian kepada tuan-
tuan tanah pemilik budak. Meski telah dikeluarkan undang-undang tersebut, kondisi kehidupan
petani belum mengalami kemajuan sebab kepala mir (kepala desa) lama kelamaan bertindak
seperti tuan tanah dan memperkaya diri sendiri. Pada tahun 1906 (masa pemerintahan Tsar
Nicholas II), sistem mir dihapuskan oleh Menteri Stolypin. Tanah diberikan kepada pemilik sehingga
dari pekerjaannya seorang petani dapat memperoleh hasil. Menjelang terjadinya revolusi, muncul
dua aliran kaum terpelajar di Rusia, yaitu aliran Slavia dan aliran Barat. Aliran Slavia ingin
membangun Rusia atas dasar kultur Slavia di mana negara dianggap sebagai badan moral. Aliran ini
kemudian menjadi pendekar paham autokrasi, ortodoks, nasionalisme dan memunculkan gerakan
Pan Slavisme. Adapun aliran Barat ingin membangun Rusia berdasarkan konsepsi Barat di mana
negara dianggap sebagai badan politik belaka yang digunakan untuk mencapai kesejahteraan
rakyat. 1) Latar belakang Revolusi Rusia. Sejak kekalahannya dalam perang melawan Jepang pada
tahun 1905, bayangan revolusi selalu tampak di Rusia. Berbagai gerakan rakyat menentang
pemerintah ditindas dengan kekerasan senjata. Gerakan tersebut bersifat sporadis dan seberapa
pun usaha pemerintah untuk menindasnya, gerakan-gerakan serupa selalu muncul. Akhirnya,
revolusi sungguh sungguh terjadi di tengah Perang Dunia ketika Rusia mengalami kekalahan-
kekalahan besar. Adapun Sebab-sebab terjadinya revolusi rusia antara lain sebagai berikut : a.
Pemerintahan Tsar Nicholas II yang reaksioner. Ketika negara-negara lain mulai mengakui hak-hak
politik bagi warga negaranya, Tsar Nicholas II masih enggan melakukan hal yang sama. Ia memang
mengizinkan dibentuknya Duma (daerah perwakilan rakyat Rusia), namun keberadaannya hanya
sandiwara belaka. Pemilihan anggota Duma dilakukan dengan pura-pura karena pada praktiknya,
anggota Duma adalah orang-orang yang propemerintahan Tsar. Hasil-hasil rapat dan rekomendasi
Duma kepada Tsar tidak pernah dihiraukan. b. Susunan pemerintahan Tsar yang buruk.
Pemerintahan pada masa Tsar Nicholas II tidak disusun secara rasional, melainkan atas dasar
favoritisme. Tsar tidak memilih orang-orang yang cakap untuk pemerintahannya, orang-orang yang
dipilihnya untuk jabatan-jabatan pemerintahan hanyalah orang-orang yang disukainya. Dalam hal
ini, Nicholas II sangat dipengaruhi oleh istrinya, Tsarrina Alexandra. Alexandra sendiri sangat
dipengaruhi oleh seorang biarawan yang menyebut dirinya sebagai utusan Tuhan, Grigori Rasputin.
Alexandra dan Rasputin adalah orang-orang yang sangat kolot dan benci terhadap segala macam
paham baru. c. Perbedaan sosial yang mencolok mata. Kondisi kehidupan antara kedua golongan
masyarakat di Rusia pada masa itu sangat jauh perbedaannya. Tsar dan para bangsawan hidup
mewah dan kaya raya, sementara rakyat, terutama petani dan buruh, sangat miskin dan sengsara.
Bangsawan juga memiliki berbagai macam hak yang tidak dimiliki rakyat, bahkan banyak hak rakyat
yang diabaikan. Sekalipun perbudakan telah dihapuskan, para bangsawan tetap memperlakukan
rakyat biasa seperti budak dalam kehidupan sehari-hari.
PERKEMBANGAN FAHAM-FAHAM BESAR
DI ASIA AFRIKA
KOPETENSI DSAR :
3.5 Menganalisis hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme,
demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika pada masa itu dan masa kini.
4.5 Menyajikan hasil analisis tentang hubungan perkembangan faham-faham besar seperti nasionalisme,
liberalisme, sosialisme, demokrasi, Pan Islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika dalam
bentuk tulisan dan media lain.
MUNCULNYA PAHAM-PAHAM BESAR
Munculnya kesadaran kebangsaan di kawasan Asia dan Afrika pada masa lalu tidak
terlepas dari pengaruh paham baru yang lahir, yakni liberalisme, sosialisme, demokrasi,
nasionalisme, dan pan-Islamisme. Faham-faham tersebut mendorong rakyat Asia-Afrika
untuk membangun diri dalam kesadaran berbangsa dan bernegara dengan mengutamakan
kebebasan dan kemerdekaan.
1) Nasionalisme
Nasionalisme adalah suatu paham rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air yang
ditimbulkan oleh persamaan tradisi yang berkaitan dengan sejarah, agama, bahasa,
kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal dan keinginan untuk mempertahankan dan
mengembangkan tradisinya sebagai milik bersama dari anggota bangsa itu sebagai kesatuan
bangsa.
Tokoh nasionalisme atau pencetusnya adalah Joseph Ernest Renan, Otto Bouer, Hans
Kohn, dan Louis Sneyder. Hans Kohn berpendapat nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi
individu yang diserahkan kepada bangsa dan negaranya. Munculnya nasionalisme
dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
a. Magna Charta (1215) di Inggris yang kemudian menjadi akar demokrasi.
b. Adanya Piagam Bill of Right (1689) di Inggris.
c. Revolusi Prancis yang menumbuhkan demokrasi dan nasionalisme yang tercermin
dalam semboyan revolusi liberte, egalite, fraternite yang berkembang ke seluruh Eropa.
d. Pengaruh pemikiran dari Renaissance.
Selanjutnya, Hertz dalam bukunya Nationality in History and Policy mengatakan
bahwa prinsip-prinsip nasionalisme adalah hasrat untuk mencapai kesatuan, hasrat untuk
mencapai kemerdekaan, hasrat untuk mencapai keaslian, dan hasrat untuk mencapai
kehormatan.
Nasionalisme berarti pengakuan hak setiap bangsa untuk menentukan nasib sendiri.
Pengakuan terhadap nasionalisme harus disertai sikap antidiskriminasi, baik secara rasial,
ekonomi, sosial budaya, geografis secara agama, sebab setiap orang mempunyai hak yang
sama atas pembelaan negara.
2) Demokrasi
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos, artinya rakyat, dan kratos, artinya
pemerintahan. Jadi, demokrasi dalam arti sempit adalah pemerintahan di tangan rakyat.
Dalam arti luas, demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang mengakui hak segenap
anggota masyarakat untuk ikut memengaruhi keputusan politik baik langsung atau tidak
langsung.
Kondisi yang memengaruhi terciptanya demokrasi adalah adanya kesepakatan
bersama dalam masalah yang fundamental dan upaya yang memungkinkan kebebasan politik
tumbuh di tengah negara. Demokrasi mula-mula diterapkan di Yunani Kuno, yakni
demokrasi langsung, kemudian berkembang ke negara Eropa lainnya, dan akhirnya ke
Indonesia.
Seorang cendekiawan dari Inggris yang memperjuangkan demokrasi adalah John
Locke (1632 – 1704), dalam bukunya berjudul Two Treaties on Government. John Locke
membenarkan perjuangan rakyat Inggris menentang kekuasaan mutlak raja. Menurut John
Locke, pemerintah hanyalah alat yang dibentuk untuk menjamin kepentingan rakyat terhadap
hak-hak politis, mencakup hak individu, hak politik, hak atas kebebasan, dan hak milik.
Demokrasi merupakan hal yang dinamis dan maju, sebab selain mengurus
kepentingan bersama negara juga bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya.
Demokrasi menuntut adanya UUD, pemilu, kemerdekaan pers, kemerdekaan berbicara,
berkumpul dan mengemukakan pendapat, serta kemerdekaan beragama.
3) Sosialisme
Sosialisme adalah paham yang menghendaki suatu masyarakat yang disusun secara
kolektif agar menjadi suatu masyarakat yang sejahtera/bahagia. Kata sosialisme berasal dari
bahasa Latin, socius, artinya kawan. Tujuan sosialisme adalah mewujudkan masyarakat
sosialis dengan jalan mengendalikan secara kolektif sarana produksi dan memperluas
tanggung jawab negara bagi kesejahteraan rakyat. Tokoh pemikir sosialisme adalah Robert
Owen, seorang pengusaha Inggris yang menulis buku A New of Society an Essay on the
Formation of Human Character. Ia adalah orang yang pertama menggunakan istilah
sosialisme.
Tokoh lainnya adalah Saint Simon, Piere Proudon, Charles Fourier, Karl Marx.
Seorang yang dikenal sebagai Bapak Sosialisme adalah Karl Marx dalam tulisannya Das
Kapital yang mengatakan bahwa sejarah masyarakat merupakan perjuangan-perjuangan
kelas, semboyan mereka "bersatulah kaum proletar sedunia." Titik berat dari paham ini
adalah pada masyarakat bukan individu, dan dalam hal ini sosialisme merupakan lawan dari
liberalisme.
Ada empat kesepakatan hasil perjuangan kaum sosialis, yakni Chatolic Emancipation
Bill (1892), Reform Bill (1832), Factory Act (1833), dan Poor Law (1834). Teori Karl Marx
dalam buku Historis Materialisme mengatakan bahwa jalan sejarah ditentukan oleh material
secara dialektis (these – antithese – synthese) menuju suatu masyarakat yang sosialis. Untuk
mewujudkan masyarakat yang sosialis Karl Marx menciptakan teori-teori sosialisme sebagai
berikut:
a. Kelebihan harga (mehrwert)
Upah yang diterima oleh kaum buruh tidak sebanding dengan tenaga yang
disumbangkannya. Itulah sebabnya, kaum buruh semakin lama semakin miskin dan kaum
majikan semakin kaya.
b. Pemusatan (konzentration)
Perusahaan kecil akan mati karena kalah bersaing dengan perusahaan besar, hingga
akhirnya tinggal beberapa perusahaan yang besar.
c. Penimbunan (akkumulation)
Semakin lama jumlah kapital semakin menumpuk dan digunakan untuk membeli
mesin yang mempunyai kapasitas sama dengan tenaga manusia. Oleh karena itu, banyak
kaum buruh yang di-PHK sehingga menambah jumlah proletar.
d. Kesengsaraan (verelendung)
Jumlah kaum proletar yang tidak mempunyai pekerjaan semakin bertambah sehingga
kemiskinan pun bertambah. Hal ini terjadi karena penggunaan tenaga mesin semakin banyak
sehingga menyebabkan kesengsaraan kaum proletar.
e. Krisis
Sebagian besar rakyat merupakan proletar yang miskin dengan daya beli yang sangat
rendah, sehingga barang-barang pabrik tidak habis terjual. Akibatnya, timbul over produksi
dan krisis pun terjadi.
f. Keruntuhan (zusammenbruch)
Terjadinya krisis menyebabkan runtuhnya susunan kapitalis sehingga kaum protelar
kembali memegang kekuasaan dengan semboyan "bersatulah proletar sedunia."
4) Pan-Islamisme
Pan-Islamisme adalah paham yang bertujuan untuk menyatukan umat Islam sedunia.
Paham ini berasal dari gagasan Jamaluddin al Afgani (1839 – 1897). Ide tersebut sebenarnya
secara samar-samar pernah dicanangkan oleh At Tahtawi (1801 – 1873), seorang tokoh
pembaharu Islam Mesir. Ia sudah menyebutkan dua ide yaitu Islam dan patriotisme. Ia
menegaskan bahwa antara ide Islam dan patriotisme tidak bertentangan. Dua ide tersebut
kemudian menjelma menjadi dua bentuk persaudaraan, yaitu persaudaraan (ukhuwah)
Islamiah dan persaudaraan (ukhuwah) wathaniah
Paham tentang perlunya penyatuan dunia Islam yang menjadi inti dari Pan-Islamisme
menjadi lebih tegas pada pemikiran Jamaluddin al Afgani. Ide Pan-Islamisme erat kaitannya
dengan kondisi abad ke-19. Pada abad ini terjadi kemunduran di negara Islam. Sebaliknya, di
negara Barat terjadi kemajuan yang disertai pengembangan kekuasaan (penjajahan).
Jamaluddin melihat penjajahan terhadap negara Islam ini harus dilawan apabila
mereka bersatu, contoh campur tangan Inggris di Afganistan, di Mesir, di Irak, dan di Iran.
Hal ini menambah keyakinan bahwa Islam harus bersatu. Upaya penyatuan dunia Islam ini
disebut Pan-Islamisme. Pan-Islamisme sebagai ide telah memperoleh dukungan hampir dari
semua pemimpin Islam, tokoh intelektual. Pan-Islamisme memberi inspirasi bagi negeri
Islam untuk mengadakan gerakan nasional dalam melawan penjajahan.
5) Liberalisme
Liberalisme merupakan paham yang mengutamakan kebebasan dan kemerdekaan
individu. Istilah liberalisme berasal dari bahasa Latin, libertas, yang artinya kebebasan,
sedangkan dalam bahasa Inggris, liberty, artinya kebebasan. Kebebasan yang dimaksud
adalah kebebasan individu untuk memiliki tempat tinggal, mengeluarkan pendapat, dan
berkumpul.
Di Eropa, liberalisme didukung oleh kaum borjuis dan terpelajar di kota. Bagian
terpenting dalam liberalisme adalah individu. Masyarakat harus mementingkan individu,
karena masyarakat itu terdiri atas individu-individu dan karena itu masyarakat adalah akibat
dari adanya individu. Kemerdekaan individu harus dijamin. Pada hakikatnya, paham
liberalisme ini timbul karena reaksi terhadap penindasan yang dilakukan oleh kaum
bangsawan dan kaum agama di zaman absolute monarchie. Orang ingin melepaskan dirinya
dari kekangan manusia, ini dikemukakan oleh Rousseau dalam bukunya Du Contrat Sosial
Terhadap kaum bangsawan, liberalisme menuntut kemerdekaan ekonomi, sedangkan
terhadap kaum agama liberalisme menuntut kemerdekaan beragama. Dalam lapangan politik,
liberalisme menuntut adanya demokrasi (menuntut adanya UUD, pemilu, kemerdekaan pers,
berbicara mengemukakan pendapat, dan beragama). Selain demokrasi, liberalisme dalam
politik mengutamakan kemerdekaan (nasionalisme) negara atas individu, karena setiap
negara harus merdeka, tidak boleh ditindas oleh negara lain. Negara berhak menentukan
nasibnya sendiri.
6) Kapitalisme
Dari etimologi kapitalisme terdiri dari dua kata, yaitu capital dan isme. Capital secara
umum berarti modal, jadi kapitalisme adalah paham yang berdasarkan modal. Kapitalis dapat
kita artikan sebagai suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal melakukan usaha
untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Kapitalisme muncul pada abad keenam belas dan ketujuh belas. Perkembangan
mentalitas kapitalis menurut Max Weber, sebagimana dikutip oleh Pritjof Capra, terkait erat
dengan konsep panggilan dalam agama yang muncul untuk merefleksikan akan
kesadaran terhadap adanya kewajiban moral untuk memenuhi tugas seseorang
dalam kehidupan duniawi. Konsep panggilan duniawi ini mengungkapkan perilaku religius
ke dalam dunia sekuler. Konsep tersebut bahkan ditekankan lebih kuat oleh sekte-sekte
Puritan, yang memandang aktivitas duniawi dan imbalan material yang berasal dari perilaku
rajin sebagai sebagai suatu tanda takdir Ilahi. Dengan demikian, muncullah etos kerja
protestan yang terkenal, di mana kerja keras mengingkari diri sendiri dan keberhasilan
duniawi disamakan dengan kebajikan.
Liberalisme berkembang sejalan dengan Kapitalisme. Perbedaannya, Kapitalisme
berdasarkan determinisme Ekonomi, sementara Liberalisme tidak semata didasarkan pada
ekonomi melainkan juga filsafat, agama, dan kemanusiaan. J. Salwyn Schapiro menyatakan
bahwa Liberalisme adalah “… perilaku berpikir terhadap masalah hidup dan kehidupan yang
menekankan pada nilai-nilai kemerdekaan individu, minoritas, dan bangsa.”
Bidang komunikasi mencakup semua aspek baik itu politik, ekonomi, maupun sosial
budaya. Hal itupun dapat dikaitkan dengan kedua ideology di atas yaitu Kapitalisme dan
Liberalisme.
Liberalisme dan kapitalisme melahirkan sebuah paham baru, yaitu libertarianisme.
Libertarianisme adalah istilah yang menegaskan bahwa kebebasan individual adalah nilai
politik utama dan bahwa property privat adalah perlindungan institusional paling penting.
Istilah ini dipakai di Amerika Serikat setelah presiden Franklin Delano Roosevelt (1933-
1945), yang pendukungnya menggunakan nama ”libertarianisme” untuk intervensionisme
ekonomi dan politiknya (William Outhwaite, 2008: 456). Perkara pokok di dalam
libertarianisme adalah pemilikan peribadi (self-ownership) ataupun kedaulatan individu.
Menurut libertarian, seseorang itu berdaulat ke atas dirinya dan ini termasuk nyawa,
kebebasan dan harta bendanya. Oleh demikian, kebebasan ditakrifkan sebagai satu keadaan
yang bebas dalam perbuatan sementara tidak melakukan paksaan atau kekasaran terhadap
nyawa, kebebasan dan harta benda orang lain. Prinsip ini dikenali sebagai prinsip ketiadaan
paksaan (non-aggression principal).
Dalam Kapitalisme, terdapat dua kelas yang selalu bertentangan dimana kelas borjuis
atau pemilik modal dan kelas pekerja (prolektar). Menurut pandangan Mark, pengejaran
keuntungan merupakan hal yang hakiki dalam kapitalisme. Dengan modal sekecil-kecilnya
untuk mendapatkan untung yang sebesarbesarnya. Untuk mengejar nilai surplus yang dapat
meningkatkan modal, perpanjangan hari kerja dan eksploitasi buruh merupakan salah satu
cara yang digunakan kapitalis. Untuk menekan biaya produksi, penurunan upah sampai
dibawah nilainya pun dipaksakan oleh pengusaha.
Upah buruh disesuaikan dengan nilai pakai, namun tidak sebanding dengan nilai tukar
yang ada di pasar untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya, hal tersebut membuat buruh tetap
hidup dalam kemiskinan. Salah satu penyebab rendahnya upah buruh adalah suatu
mekanisme penyediaan „angkatan cadangan‟ dalam industri, yaitu kelompok penganggur
yang kronis. Penyediaan angkatan cadangan merupakan suatu keharusan dalam kapitalisme.
Ketika permintaan akan hasil produksi meningkat maka angkatan cadangan akan
menyediakan tenaga buruh murah, sehingga peningkatan permintaan tidak akan
meningkatkan nilai buruh.
Kondisi di atas disebut oleh Mark sebagai „pemfakiran (pauperisation) atau
„pemelaratan‟ (emiseration). Disparitas relatif yang terus membesar antara kelas pekerja dan
kelas kapitalis ketika kelas kapitalis terus menimbun kekayaan, upah kaum buruh tidak
pernah dapat naik untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, dan dipaksa untuk hidup dalam
kemiskinan, sehingga keberadaan mereka akan menjadi „penduduk surplus relatif‟ bagi
kapitalis.
Kemiskinan yang dialami oleh kaum proletariat telah menyadarkan mereka akan
ketidakberuntungan mereka dari sistem kapitalis. Melihat kondisi kaum buruh pada sistem
kapitalisme, Mark menginginkan sistem baru dalam sistem masyarakat, yaitu sosialisme,
dimana tidak ada kepemilikan pribadi dari kaum borjuis, yang ada adalah kepemilikan
bersama atau komunal (program utopia).
PENGARUH PERANG DUNIA 1 DAN 2
TERHADAP KEHIDUPAN DUNIA
KOPETENSI DASAR :
3.5 Menganalisis pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosial-ekonomi dan hubungan
internasional (LBB, PBB), pergerakan nasional dan regional.
4.6 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh PD I dan PD II terhadap kehidupan politik, sosial-ekonomi dan
hubungan internasional (LBB, PBB ), pergerakan nasional dan regional dalam bentuk tulisan dan media
lain.
Perang Dunia l berlangsung dalam kurun waktu 1914 -1918 di wilayah Eropa. Perang Dunia l
melibatkan banyak negara yang terbagi menjadi dua blok kekuatan yang saling berlawanan. yaitu
blok Triple Alliantie berhadapan dengan Blok Triple Entete. Blok triple Alliantie atau yang
disebut juga blok sentral terdiri dari Jerman, Austria, Italia, dan juga Turki berhadapan Triple
Entete atau disebut juga blok Sekutu, yang terdiri dari Prancis, Rusia, lnggris dan juga kemudian
Amerika Serikat.
Terbunuhnya Putera mahkota Frans ferdinand menjadi pemicu meletusnya Perang Dunia I.
Perang Dunia I yang berkecamuk di berbagai front di wilayah Eropa dimenangkan oleh pihak
Sekutu dengan beberapa perjanjian antara lain Perjanjian Versailles antara Jerman dengan
Sekutu. Perjanjian St. Germain antara Austria dan Sekutu, dan Perpanjian Serves antara Turki
dan Sekutu. Perjanjian perjanjian ini turut berpengaruh terhadap perubahan perubahan politik
dunia pasca Perang Dunia I. Selain itu, akibat perang yang membawa kehancuran segala
infrastruktur kehidupan dan banyaknya korban jiwa memberikan penyadaran pada beberapa
tokoh dunia tentang arti pentingnya kondisi dunia yang aman dan damai sehingga melahirkan
lembaga perdamaian dunia yang dinamakan Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Pengaruh Perang
Dunia I terhadap kehidupan politik global antara lain sebagai berikut.
1. Runtuhnya Kekaisaran dan Kesultanan Besar di Eropa
Berakhirnya Perang Dunia I telah mengubah peta dunia dengan runtuhnya kekaisaran-kekaisaran
dan kesultanan besar di Eropa, yaitu Kekaisaran Jerman, Austro-Hongaria. Rusia, dan
Kesultanan Turki.
a. Runtuhnya Kekaisaran Jerman
Perang Dunia I berakhir pada tahun 1918 dengan kekalahan Jerman. Jerman dan pada khususnya
kerajaan Prusia banyak kehilangan wilayah. Pasca Perang Dunia I kekaisaran Jerman
dibubarkan. Sebagai gantinya kemudian dibentuk Republik Weimar yang berbentuk negara
federal dan status Prusia sebagai sebuah negara bagian tetap dipertahankan. Namun, pada tahun
1933 Adolf Hitler yang terpilih sebagai kanselir Jerman ingin mendirikan sebuah negara
kesatuan Jerman.
b. Runtuhnya Kekaisaran Austro Hongaria
Dalam Perang Dunia I Austria-Hongaria merupakan bagian dari Blok Sekutu. Setelah
berakhirnya Perang Dunia I Kekaisaran ini secara efektif dibubarkan oleh otoritas militer yang
disepakati di Villa Giusti pada 3 November 1918. Kerajaan Hongaria dan Republik Austria
secara de jure dianggap sebagai penerusnya, sedangkan kemerdekaan bangsa Slav Barat dan Slav
Selatan di Kekaisaran sebagai Republik Cekoslowakia dan Kerajaan Yugoslavia, diakui oleh
para negara pemenang perang.
c. Runtuhnya Kekaisaran Rusia
Kekalahan Rusia oleh jepang pada tahun 1905 menimbulkan kekacauan ekonomi, sosial, dan
politik. Pasca Perang Dunial Rusia dilanda kekacauan ekonomi. Situasi ini dimanfaatkan oleh
kaum komunis Rusia yang berbasis kaum Bolshevic untuk melakukan revolusi pada Oktober
1917. Revolusi yang dimotori oleh para buruh (proletar) berpaham komunis ini berhasil
menumbangkan sistem monarki Tsar Nicholas II. Revolusi tersebut kemudian dilanjutkan
dengan Perang Sipil antara Tentara Merah (terdiri dari buruh dan petani) yang dibentuk kaum
Bolshevik melawan Tentara Putih yang merupakan kaum Nasionalis Rusia yang merupakan sisa
sisa kekuatan Tsar. Perang Sipil berakhir dengan kemenangan kaum Bolshevik. Setelah itu,
dibentuk negara baru yang disebut Uni Soviet pada Desember 1922 dengan Vladimir Lenin
menjadi pemimpin pertama Uni Soviet.
d. Runtuhnya Kesultanan Turki
Dalam Perang Dunia I Turki yang tergabung dalam blok sentral bersama Jerman dan Austria
berada pada pihak yang kalah perang. Memasuki tahun 1920, Kekaisaran Turki Usmani
kehilangan keseluruhan provinsi yang ada di semenanjung Balkan. Keberadaan kekaisaran Turki
pun semakin melemah. Pada 1924, Kemal Attaturk, seorang tokoh pembaruan di Turki dengan
gerakan Turki mudanya, memaksa Sultan Hamid II untuk menyerahkan kekuasaannya.
Penyerahan kekuasaan ini menjadikan Kesultanan Turki Usmani berakhir dan digantikan oleh
Republik Turki.
Runtuhnya empat kekaisaran besar di Eropa berpengaruh terhadap berdirinya negara-negara baru
yang sebelumnya menjadi bagian kekaisaran-kekaisaran tersebut. Negaranegara yang terbentuk
pasca Perang Dunia I akibat runtuhnya kekaisaran-kekaisaran di Eropa tersebut antara lain:
Rumania, Polandia, Cekoslovakia, Kroasia, Yugoslavia, Hongaria, Irak, Iran, Yordania, Mesir,
Arab Saudi, Syria (Suriah), Estonia, Latvia, dan Lithuania.
2. Munculnya Paham Fasis (Fasisme)
Faham fasis atau fasisme adalah suatu gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik yang
mengedepankan bangsa Sendiri dan memandang bahwa negara lain rendah. Kekuasaan
pemerintahan di negara fasis dijalankan dengan cara diktator. Dalam negara fasis rakyat tidak
bebas mengeluarkan pendapat. Fasisme ingin membentuk negara otoriter-totalirer.
Dalam negara fasis, seluruh aspek ekonomi, sosial dan politik ditentukan oleh satu partai
penguasa. Kaum fasis sangat mengutamakan dan mengagungkan perang dan disiplin militer.
Selain itu, negara fasis mengembangkan perasaan nasionalisme yang sangat berlebihan
(chauvimsme) disertai dengan semangat heroisme di kalangan masyarakat luas. Oleh karenanya,
negara-negara fasis sangat agresif. Hal ini merupakan salah satu penyebab pecahnya Perang
Dunia II. Adapun, negara-negara yang menganut paham fasisme, yaitu Italia dibawah Mussolini,
Jerman dibawah Hitler, dan jepang di bawah Kaisar Hirohito.
3. Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa
Perang Dunia I menyisakan berbagai kesengsaraan. Ada dorongan psikis untuk melenyapkan
perang dan memberikan perdamaian. Dalam suasana keruh akibat perang Dunia I lahirlah
gagasan perdamaian dunia. Presiden USA yakni Woodrow Wilson yang berkuasa tahun 1913-
1921 melahirkan piagam perdamaian dunia yang dlsebut Wilson's Fourteen Points pada 8 Januari
1918.
Isi 14 pasal Wilson yaitu sebagai berikut.
a. Diplomasi rahasia tidak diperbolehkan.
b. Pengurangan persenjataan.
c. Bangsa-bangsa diberi hak untuk menentukan nasibnya sendiri.
d. Pembentukan Liga Bangsa-Bangsa.
e. Kebebasan lalu lintas di segala lautan.
f. Soal koloni-koloni harus ditilik kembali.
g. Jerman harus keluar dari Rusia.
h. Belgia dibangun kembali.
i. Alsace-Lorraine dikembalikan kepada Prancis dan kerusakan di sana harus diperbaiki.
j. Tapal batas Italia harus dipulihkan.
k. Bangsa-bangsa di bawah Austria-Hongaria harus memilih pemerintahannya sendiri.
l. Memulihkan daerah-daerah di bawah kekuasaan Turki.
m. Kebebasan bagi Polandia dan diberi jalan laut kepadanya.
n. Kepada Serbia harus diberikan jalan ke laut dan memulihkan negara nasionalnya di Balkan.
Gagasan inilah yang melahirkan pembentukan LBB (Liga Bangsa-Bangsa) pada 10 Januari 1920.
Markas LBB berkedudukan di Swiss.
A. Tujuan dan Fungsi Liga Bangsa-Bangsa
Pembentukan LBB (Liga Bangsa-Bangsa) memiliki tujuan dan fungsi sebagai berikut.
1) Tujuan pembentukan Liga Bangsa-Bangsa adalah sebagai berikut.
a) Menjamin perdamaian dunia.
b) Melenyapkan perang.
c) Diplomasi terbuka.
d) Menaati hukum internasional dan perjanjian-perjanjian internasional.
2) Liga Bangsa-Bangsa mempunyai fungsi-fungsi utamanya antara lain sebagai berikut.
a) Mencegah perang melalui keamanan kolektif
b) Menyelesaikan pertentangan antara negara-negara melalui negisasi dan diplomasi.
c) Memperbaiki kesejahteraan hidup global.
B. Struktur Organisasi LBB (Liga Bangsa-Bangsa)
Dalam struktur LBB terdapat empat bagian utama, yaitu sebagai berikut.
1) Sidang Umum (The council)
Sidang umum dilakukan setahun sekali. Sidang umum beranggorakan perwakilan dari negara
anggota dan pergantiannya tiga tahun sekali.
2) sekretariat Tetap (The Secretary)
Sektretariat dipimpin oleh seorang sektreraris jenderal. Seketariat bertugas mencatat,
mcmpublikasikan, dan meyimpan perjanjian-perjanjian internasional.
3) Dewan Khusus
Dewan Khusus dibentuk untuk menjaga nama baik LBB, menjaga negara anggota dari serangan
negara lain, dan mengadakan perjanjian pengurangan persenjataan.
4) Mahkamah Internasional (The World Court)
Mahkamah internasional beranggorakan 15 hakim yang memiliki tugas untuk menangani
Pelanggaran-pelanggaran internasional.
Pada saat dirikan LBB memiliki 42 negara anggota. Keanggotaannya bersifat sukarela dan tidak
mengikat. Meskipun pada awalnya menunjukkan keberhasilan dalam menjalankan tugasnya,
LBB gagal mencegah terjadinya berbagai peperangan pada tahun 1930-an. Beberapa perang
tersebut antara lain invasi Italia terhadap Eithiophia pada tahun 1935 dan invasi Jepang terhadap
Manchuria di tahun 1932. Kegagalan LBB dalam menjalankan tugasnya disebabkan oleh faktor-
faktor sebagai berikut.
1) Sifat keanggotaan LBB yang sukarela.
2) Ketiadaan alat kekuasaan yang nyata untuk memaksa suatu negara agar tunduk kepada
resolusi- resolusi LBB.
3) LBB tergelincir dari soal-soal perdamaian menjadi soal-soal politik belaka dan sebagai
akibatnya LBB menjadi alat politik negara-negara besar.
Meletusnya Perang Dunia II menjadi titik balik serta alasan utama semakin meyudutkan peran
LBB. LBB pun dinyatakan gagal dalam menjaga perdamaian dunia dan secara resmi dibubarkan
pada 18 April 1946.
RESPON BANGSA INDONESIA TERHADAP
KOLONIALISME DAN IMPERILAISME
KOPETENSI DASAR :
3.7. Menganalisis respon bangsa Indonesia terhadap imperialisme dan kolonialisme dalam bidang politik
(organisasi pergerakan), ekonomi (bentuk perlawanan terhadap praktik monopoli), sosial-budaya (karya seni
dan sastra), dan pendidikan (Taman Siswa, Kayu Tanam)
4.7. Menyajikan hasil analisis respon bangsa Indonesia terhadap imperialisme dan kolonialisme dalam bidang
politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pendidikan dalam bentuk tulisan dan/atau media lain
Persamaan imperialisme & kolonialisme:Persamaan kolonialisme dan imperialisme terletak
di faktor yaitu membuat negarayang dijajah semakin menderita atau terpuruk, dan membuat
negara penjajah semakinmakmur atau maju.Berikut ini yuksinau.id juga telah merangkum
tentang dampakkolonialisme dan imperialisme barat atau belanda di indonesia di berbagai
bidang.
Dampak Kolonialisme dan Imperialisme
1.Dampak di Bidang PolitikPengaruh kekuasaan Belanda semakin kuat karena intervensi
yang intensifdalam masalah-masalah istana, seperti pergantian tahta, pengangkatan pejabat-
pejabatkerajaan, ataupun partisipasinya dalam menentukan kebijaksanaan
pemerintahkerajaan. Dengan demikian, dalam bidang politik penguasa-penguasa pribumi
makintergantung pada kekuasaan asing, sehingga kebebasan dalam
menentukankebijaksanaan pemerintah istana makin menipis. Di samping itu, aneksasi
wilayahyang dilakukan oleh penguasa asing mengakibatkan semakin menyempitnya
wilayahkekuasaan pribumi. Penghasilan yang berupa lungguh, upeti atau hasil bumi;
semakin berkurang dan bahkan hilang, sebab kedudukannya telah berganti sebagai alat pemer
intah Belanda.Dalam bidang politik dari kolonialisme dan imperialisme bangsa Barat
diIndonesia menyebabkan semakin hilangnya kekuasaan Politik dan para penguasaIndonesia
yang beralih ke tangan Belanda (Aluna : 2016). Hal tersebut dibuktikanoleh beberapa faktor
sebagai berikut.
a.Penerapan sistem
indirect rule(sistem pemerintahan tidak langsung) yaitudengan memanfaatkan penguasa-
penguasa tradisional, seperti bupati dan rajayang memerintah atas nama VOC.
b.Munculnya berbagai perlawanan rakyat Indonesia terhadap pemerintah HindiaBelanda.
c.Belanda sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan politik kerajaankarena
intervensinya.
d.Bupati menjadi alat kekuasaaan pemerintahan kolonial. Mereka
menjadi pegawai pemerintahan kolonial yang diber gaji. Padahal menurut adat penguasa
tradisional tersebut mendapat upeti dari rakyat.
e.Semakin merosotnya dan bergantungnya kekuasaan raja kepada kekuasaanasing. Bahkan
sebagian diambil alih atau di bawah kekuasaan kolonial.Dampak Kolonialisme di bidang
politik adalah sebagai berikut :
a.Daendels atau Raffle sudah meletakkan dasar pemerintahan yang modern. ParaBupati
dijadikan pegawai negeri dan digaji, padahal menurut adat istiadatkedudukan bupati adalah
turun temurun dan mendapat upeti dari rakyat.Bupati dijadikan alat kekuasaan pemerintah
kolonial. Pamong praja yangdahulu berdasarkan garis keturunan sekarang menjadi sistem
kepegawaian.
b.Jawa dijadikan tempat pusat pemerintahan dan membaginya menjadi wilayah perfektuf.
c.Dahulu hukum yang digunakan yaitu hukum adat dan kemudian diubahmenjadi hukum
barat modern.
d.Belanda dan Inggris melakukan intervensi terhadap persoalan kerajaan,contohnya tentang
pergantian tahta kerajaan sehingga imperialis
mendominasi politik di Indonesia. Yang mengakibatkan peranan elite kerajaan berkurangdala
m politik, dan kekuasaan pribumi bahkan bisa runtuh.
e.Pamong praja yang dulu berdasarkan garis keturunan diubah menjadi sistemkepegawaian.
f.Jawa menjadi pusat pemerintahan dan membaginya menjadi wilayah perfektuf.
g.Hukum yang dulu menggunakan hukum adat diubah menggunakan sistemhukum barat
modern.
h.Kebijakan yang diambil raja dicampuri Belanda
Respon Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme dan Imperialisme di Bidang Politik
Imperialisme dan kolonialisme yang pernah mendera Indonesia jugamengakibatkan hal lain:
aktivitas pemerintahan berpusat di jawa. Hal ini akhirnyaterbawa sampai sekarang. Meskipun
saat ini kita sudah melakukan desentralisasi, tapitetap terasa bahwa wilayah Jawa seakan
adalah pusat pemerintahan.Tentu, saat pemerintah kolonial Belanda menguasai Indonesia,
tidak sedikit perlawanan yang
menghadang. Salah satunya adalah perlawanan ciamik lewat dunia politik. Kebanyakan
rakyat bergerak melalui organisasi dalam maupun luar negeri
.
Respon Bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme di bidang politik
diantaranya :
1.Munculnya Organisasi Budi Utomo
Berdirinya Budi Utomo menjadi tanda kebangkitan nasional bangsa Indonesiauntuk
mencapai kemerdekaannya sekaligus penanda perkembangan nasionalismeIndonesia.
Meskipun saat itu pendirian organisasi awalnya hanya dituukan bagigolongan berpendidikan
Jawa. Hingga saat ini tanggal berdirinya, 20 Mei, diperingatisebagai Hari Kebangkitan
Nasional. Hal ini menjadikan sejarah Budi Utomo dari awalhingga akhir sangat menarik
untuk dipelajari.Budi Utomo (Boedi Oetomo) ialah organisasi yang didirikan tanggal 20
Mei1908 oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA. Mereka adalah
GoenawanMangoenkoesoemo dan Soeraji. Wahidin Sudirohusodo merupakan penggagas
BudiUtomo dan namanya selalu dikaitkan dengan sejarah Budi Utomo ataupun
sejarah berdirinya Budi Utomo.Budi Utomo dipelopori oleh para pemuda dari STOVIA,
Sekolah GuruBandung, Sekolah Pamong Praja Magelang dan Magelang, Sekolah Peternakan
danPertanian Bogor, dan Sekolah Sore untuk Orang Dewasa di Surabaya. Para pelajartersebut
terdiri dari Soeradji, Muhammad Saleh, Soewarno A, Goenawan
Mangoenkoesoemo, Suwarno B., R. Gumbreg, R. Angka, dan Soetomo. Baca juga pahlawan
nasional dari Jawa, pahlawan nasional dari Madura, pahlawan nasional dariJawa Tengah, dan
biodata pahlawan kemerdekaan dari berbagai daerah di
Indonesia. Nama organisasi Budi Utomo diusulkan oleh Soeradji dan semboyan yangdikuma
ndangkan ialah Indie Vooruit (Hindia Maju) dan bukan Java Vooruit (JawaMaju). Budi
Utomo terdiri atas kata budi yang berarti perangai atau tabiat dan utomoyang berarti baik atau
luhur. Jadi perkumpulan Budi Utomo dapat dimaknasi sebagai perkumpulan yang
akan mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi dan kebaikan perangai atau tabiat.Tujuan
Budi Utomo yakni memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusadan bangsa Jawa dan
Madura. Pada awalnya Budi Utomo hanya mengendaki perbaikan sosial yang
meliputi Jawa dan Madura, sehingga kata kemerdekaan belumdisebut. Beberapa usaha
ditemph untuk mewujudkan tujuan tersebut yaknimemajukan pengajaran sesuai dengan yang
dicita-citakan oleh
dr.Wahidin, peternakan, pertanian, perdagangan, teknik, industri, dan menghidupkan kembali
kebudayaan.
2.Sarekat Islam (SI)
Kita kerap mendengar seruan untuk menjauhkan Islam dari gerakan politik.
“Jangan gunakan Islam sebagai alat politik, begitu kira
-kira seruan mereka. Mereka
menginginkan Islam diisolasi di ruang “netral”.
Sebetulnya ruang netral itu tidak ada. Sebab, hampir semua ruang kehidupanmanusia itu
terkait dengan politik. Mana bisa Islam terpisah dari persoalankehidupan? Mana bisa Islam
tutup mata dengan penderitaan umatnya?Dan memang, jika kita menengok ke masa silam,
Islam tidak berjarak dengan politik. Itu terjadi pada permulaan abad 20, bersamaan dengan
kebangkitan perlawanrakyat Indonesia menentang kolonialisme, muncul gerakan politik
Islam atau IslamPolitik.Di awal abad ke-20, ada organisasi sosial-politik yang sangat
mencolok. Namanya: Sarekat Islam. Ini organisasi massa terbesar di zamannya.
Tjokroaminoto,
pimpinan SI yang kerap disebut “Raja Jawa” itu, mengklaim jumlah a
nggotanyamencapai 2 juta orang.Sumber resmi mengatakan, SI lahir dari perkumpulan kaum
pribumi yangmengamankan Laweyan, daerah hunian saudagar batik di Solo. Pendirinya
bernamaHaji Samanhudi. Awalnya, organisasi itu bermuasal dari organisasi ronda bernama
“Rekso Roemekso”. Pendapat ini diperkuat oleh Takashi Shiraishi dal
am bukunya,Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat Di Jawa (1912-1926)
AKAR-AKAR NASIONALISME DAN DEMOKRASI INDONESIA
DAN PENGARUHNYA
KOPETENSI DASAR :
3.8.Menganalisis akar-akar nasionalisme dan Demokrasi Indonesia dan pengaruhnya pada masa kini
4.8.Menyajikan hasil telaah tentang akar-akar nasionalisme dan Demokrasi Indonesia dan pengaruhnya pada
masa kini dalam bentuk tulisan dan atau media lain
PENGERTIAN
Nasionalisme memiliki beberapa pengertian menurut beberapa ahli. Hans
Kohn mengatakan nasionalisme adalah suatu paham yang menempatkan kesetiaan
tertinggi individu kepada negara dan bangsa. Nasionalisme secara fundamental
timbul dari adanya kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri.
Sedangkan Joseph Ernest Renan mendefinisikan nasionalisme sebagai
sekelompok manusia yang berkeinginan untuk bersatu. Berbeda lagi dengan Otto
Bauer yang mengatakan nasionalisme merupakan suatu persatuan karakter yang
timbul karena persamaan nasib.
Kalau berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasionalisme memiliki dua arti
nih. Pertama adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri;
sifat kenasionalan. Pengertian kedua adalah kesadaran keanggotaan dalam suatu
bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai,
mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan
kekuatan bangsa itu atau bisa juga diartikan dengan semangat kebangsaan.
LATAR BELAKANG
Squad masih ingat Revolusi Perancis dan Revolusi Industri? Kedua peristiwa itu
memicu munculnya nasionalisme. Kok bisa? Soalnya, saat kedua peristiwa itu,
masih banyak negara yang dijajah oleh bangsa lainnya. Saat itu banyak negara
penjajah melakukan penindasan pada negara yang dijajah. Negara yang dijajah ini
kemudian sadar akan persamaan nasib dan harga dirinya sebagai suatu bangsa.
Hingga akhirnya hal ini memunculkan nasionalisme di Eropa pada abad ke-18.
Paham ini kemudian cepat menyebar ke seluruh dunia terutama negara jajahan
bangsa Eropa, termasuk negara-negara Asia dan Afrika.
NASIONALISME DI INDONESIA
Nasionalisme di Indonesia diawali dengan dibentuknya Syarikat Islam/SI
(sebelumnya Syarikat Dagang Islam/SDI). Peran SDI dalam nasionalisme bermula
ketika H. O. S. Tjokroaminoto mengubah SDI menjadi Syarikat Islam, tidak hanya
berkutat di soal perdagangan. Jika sebelumnya SDI berhubungan dengan ekonomi
dan sosial, Tjokoraminoto menjadikan SI juga menyinggung tentang politik dan
agama. Hal ini tampak dalam kegiatan SI yang menaruh perhatian besar terhadap
unsur-unsur politik dan menentang ketidakadilan serta penindasan yang dilakukan
oleh pemerintah kolonial.
Salah satu pertemuan Syarikat Dagang Islam (Sumber: id.wikipedia.org).
PENGERTIAN
Menurut KBBI, demokrasi merupakan bentuk atau sistem pemerintahan yang
seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya;
pemerintahan rakyat. Pengertian lainnya adalah gagasan atau pandangan hidup
yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama
bagi semua warga negara. Sedangkan menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah
pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Dari dua
pengertian itu, kita bisa tahu kalau negara yang menganut sistem demokrasi
memiliki kekuasaan tertinggi di tangan rakyat.
LATAR BELAKANG
Paham demokrasi sudah berkembang sejak masa Yunani Kuno pada abad ke-5 SM.
Pada masa Yunani Kuno, demokrasi yang dilaksanakan berupa demokrasi
langsung. Artinya, rakyat menjadi warga negara terlibat langsung dalam pemikiran,
pembahasan dan pengambilan keputusan mengenai berbagai hal yang menyangkut
kehidupan negara. Hal ini dapat dilakukan karena jumlah penduduk di Yunani Kuno
masih sedikit, sekitar 300 ribu jiwa. Ketentuan menikmati demokrasi tidak berlaku
untuk warga negara yang berstatus budak belian, pedagang asing, perempuan dan
anak-anak tidak dapat menikmatinya. Kalau sekarang tentu sulit ya jika tidak ada
perwakilan, penduduknya sudah banyak banget!
Ilustasi demokrasi pada masa awal kemunculannya di Yunani (Sumber:
eidolon.pub).
Gagasan demokrasi mulai hilang ketika Eropa mengalami masa Abad Pertengahan.
Pada masa ini terjadi praktik feodalisme, dimana kekuasaan politik dipegang oleh
para agamawan atau gereja. Demokrasi kembali muncul dengan adanya piagam
Magna Charta pada tahun 1215 di Inggris. Piagam ini menjelaskan bahwa Raja John
mengakui dan menjamin beberapa hak-hak khusus bawahannya. Selain itu, piagam
ini menganut dua prinsip yaitu:
1. adanya pembatasan kekuasaan raja.
2. Hak asasi manusia lebih penting daripada kedaulatan raja.
TOKOH-TOKOH
Tokoh pertama adalah Montesquieu dari Prancis (1689-1755). Montesquieu
mencetuskan Trias Politika atau teori mengenai pembagian kekuasaan. Teori ini
dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa kekuasaan-kekuasaan sebuah pemerintahan
harus dibagi ke dalam tiga lembaga, yaitu:
Eksekutif yaitu lembaga yang melaksanakan undang-undang.
Legislatif yaitu lembaga yang berwenang sebagai pembuat undang-undang.
Yudikatif yaitu lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan,
menafsirkan undang-undang jika terjadi sengketa dan menjatuhkan sanksi
bagi lembaga ataupun perseorangan yang melanggar undang-undang.
Pemisahan kekuasaan ini dilakukan agar pemerintah yang berkuasa tidak bertindak
sesuka hati.
Kedua ada John Locke. Menurutnya, semua umat manusia diciptakan setara di
mana manusia mempunyai hak hidup, kemerdekaan dan mengejar kebahagiaan.
Sehingga sama seperti dalam hidup, demokrasi juga melihat rakyat memiliki
kedudukan yang setara. Sedangkan menurut J.J. Rousseau, rakyat dapat
mengadakan perlawanan menghadapi pemerintah saat pemerintah tidak
menghargai hak-hak tersebut.
Pemikiran-pemikiran ini kemudian mengilhami munculnya demokrasi di Amerika
Serikat. Deklarasi Kemerdekaan AS pada tahun 1776 diakui oleh Thomas
Jefferson mendapat pengaruh kuat dari pemikiran John Locke dan Rousseau.
Sampai saat ini, demokrasi sudah diadopsi oleh berbagai negara di dunia sebagai
sistem pemerintahan salah satunya adalah Indonesia.
Ilustrasi wajah Rousseau, Locke, dan Montesquieu (Sumber: filosofiapalomar.com).
Demokrasi di Indonesia muncul sejak tahun 1913 saat para pemimpin
organisasi Indische Partij dan Sarekat Islam mengajukan tuntutan kepada
pemerintah kolonial untuk diberi kebebasan menyelenggarakan pertemuan-
pertemuan politik dan menyatakan pendapat. Usulan ini kemudian dipenuhi oleh
pemerintah kolonial dengan pembentukan Dewan Rakyat (Volksraad).
Materi Sejarah Kelas XI IPS
A. Revolusi Amerika
Pada mulanya Benua Amerika didiami oleh bangsa kulit merah yang dikenal sebagai
bangsa Indian. Mereka kemudian ditaklukkan bangsa kulit putih dari Eropa sehingga Benua
Amerika sekarang menjadi benua kulit putih.
Pada tahun 1492, Columbus sampai di Kepulauan Bahama, Cuba, dan Santo
Domingo.Semua pulau-pulau itu dimasukkanya ke dalam wilayah kekuasanan
Spanyol.Setelah kedatangan Columbus, banyak orang-orang Spanyol dan Portugis yang
datang ke Amerika. Akibatnya, Amerika Serikat menjadi jajahan Spanyol dan Brasilia
menjadi jajahan Portugis.
Sejak abad ke-17 terjadi perebutan kekuasaan antara Prancis, Inggris, dan, Belanda di
Amerika Utara.Pada tahun 1647 Inggris berhasil merebut Nieuw Amsterdam yang kemudian
diubah namanya menjadi New York.Setelah Perng Tujuh tahun (1756-1763) antra Inggris
dan Prancis, Inggris akhirnya berhasil merebut Kanada dan Lousiana. Akibat perang tersebut.
Prancis meninggalkan Amerika, sedangkan Inggris berkuasa sebagai penjajah di Amerika.
Pada tahun 1774 meletusnya perang antara rakyat Amerika dengan Inggris. Perang ini
disebabkan antara lain sebagai berikut :
1. PENDIRI KOLONI AMERIKA ADALAH PELARIAN-PELARIAN AGAMA
DARI INGGRIS
Raja Inggris memeksakan rakyatnya untuk menganut agama Kristen anglikan dan
melarang menganut agama selain agagma tersebut. Rakyat inggris yang tidak tahan
dengan paksaan itu melarikan diri ke amerika
2. PAHAM KEBEBASAN DALAM PERDAGANGAN
Pemerintah Inggris yang merasa berkuasa atas koloni Amerika memerintahkan agar
hasil bumi dari amerika berupa tembakau, kapas , dan gula di jual kepada Inggris
3. INGGRIS BUTUH DANA BESAR SETALAH PERANG 7 TAHUN DENGAN
PERANCIS
1
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Dalam rangka menutup kerugian akibat 7 tahun (1756-1763) di eropa inggris
memberlakukan pajak yang berat. Ketentuan tentang pajak tersebut di tuangkan dalam
revenue act dan billeting act tahun 1764. undang undang tersebut di tentang keras oleh
rakyat amerika yang di pimpin Samuel adams. Mereka bersemboyan “no taxation without
representation” yang artinya tidak ada pajak tanpa adanya perwakilan
4. PERISTIWA THE BOSTON TEA PARTY, DESEMBER 1773
Inggris mendatangkan teh ke amerika untuk itu penduduk harus membayar pajak
ketantuan-ketentuan tersebut tentu saja pertentangan kebebasan dalam perdagangan.
Rakyat amerika yang menyamar sebagai suku Indian Mohawk kemudian melemoarkan
teh dari 3 buah kapal inggris di pelabuhan boston. Inggris marah dan mengeluarkan undang-
undang baru yang di anggap sebagai “undang-undang paksa” (coercive act) oleh penduuk
amerika. Kejadian itulah yang menjadi pemicu pecahnya perang kemerdekaan Indonesia
pada tahun 1774
Penduduk amerika pada mulanya hanya merupakan penentang kebijakan pemerintah
inggris yang dianggap semena-mena. Pertempuran pertama terjadi di Lexington kemudian
di boston. Inggris memint ke pada penduduk kanada yang juga colonial ingggris untuk
membantu melawan penduduk colonial amerik. Namun, permintaan itu di tolak karena
perasaan senasib sebagai penduduk koloni bahkan paksaan inggris terhadap penduduk
kanada malah menimbulkan pertmpuran. Keadaan ini di manfaatkan oleh bangsa amerika.
Untuk menyiapkan tentara yang di pimpin oleh George Washington yang pernah berjasa
kepada inggris dalam perang 7 tahun. Pada tahun 1776, Thomas paine mengutarakan
pendapat dalam sebuah karangan yang berjudul Comon Sense (akal sehat.) tulisan tersebut
berisi gagasan kemerdekaan pendapat paine itu menyadarkan koloni amerika untuk
mengubah tujuan perjuaangan mereka
Selanjutnya diadakan kongres di Philadelphia yang dihadiri oleh wakil-wakil 13
daerah (Negara bagian). Mereka sepakat untuk menandatangani sebuah deklarasi yang
dikenal dengan declaration of independence. Yang disusun oleh Thomas Jefferson.
Tanggal ditandatanganinya deklarasi tersebut yaitu 4 Juli 1776 dijadikan hari
kemerdekaan amerika (independensi day). Kongres pun kemudian menyepakati adanya
articles of confederation sehingga terbentuklah united states of America (USA).
Di samping perjuangan fisik dapat dilakukan taktik deplomasi dengan mengirimkan
Benyamin Franklin ke eropa. Perancis kemudian mengirimkan pasukan ynga dipimpin
oleh Cornwallis, menyerahkan kepada George Washington dan Laffayette dikota York
town pada tahun 1783.
2
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Dalam perjanjian paris tahun 1783 inggris akhirnya mengakui kemerdekaan amerika.
Declaration of independensi 4 juli 1776. sebagai pernyataan kemerdekaan amerika yang
mengandung nilai-nilai penghargaan terhadap hak asasi manusia yang dimasukan kedalam
UUD menjadi Bill of right.
DAMPAK REVOLUSI AMERIKA BAGI INDONESIA
Penjajahan selama ratusan tahun talah membuat hak asasi bangsa Indonesia terinjak-
injak. Munculnya golongan terpelajar dan semakin luasnya hubungan antarbangsa, khususnya
setelah dibukanya Teruzan Suez, telah membuka kesadaran akan perlunya hak asasi manusia.
Kaum terpelajar berkesimpulan bahwa untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa
Indonesia tidak mungkin diperoleh dari tangan penjajah, melainkan harus diperjuangkan
dengan kekuatan sendiri. Anggapan ini diyakini betul oleh organisasi-organisasi pergerakan
nasional seperti Boedi Utomo, Serikat Islam, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan
PNI.Tujuan itu akan dicapai dengan asas “percaya pada diri sendiri”.
B. Revolusi Perancis
1. LATAR BELAKANG DAN PERISTIWA
Sebuah revolusi besar yang mengubah tatanan pemerintah dan kemasyarakatan justru
terjadi prancis. Golongan masyarakat yang menjadi penggeraknya adalah warga kota
(borjuis) yang berkiinginan menggantikan peranan kaum bangsawan dan gereja dalam
pemerintah maupun perekonomian. Revolusi tersebut disebabkan oleh banyak hal yang
cakupannya cukup luas, di antaranya sebagai berikut :
a. Berkembangnya Paham Rasionalisme dan Aufklarung
Paham-paham itu muncul setelah adanya gerakan renaissance dan humanisme yang
menentang kekuasan kaum Gereja di Eropa.merupakan paham yang menganggap
bahwa pikiran merupakan sumber segala kebenaran, sehingga segala sesuatu yang
tidak masuk akal dianggap tidak benar. Tokoh-tokoh rasionalisme dan aufklarung ini
di antaranya Denis Diderot dan J.d’ Alembert dan Voltaire
b. Munculnya Paham Romantisme
Paham romantisme merupakan paham yang menjunjung tinggi perasaan dan
menghargai naluri manusia
Tokoh-tokoh paham romantisme yang banyak berpengaruh dalam revolusi perancis
adalah Jean Jacques Rousseau.
c. Pengaruh Perang Kemerdekaan Amerika (Revolusi Amerika)
3
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Dalam perang Kemerdekaan Amerika, Prancis membantu Amerika dengan
mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Lafayette.mereka telah mengenal pahm-
paham baru tentang kebebasan dan demokrasi serta Declaration of Independence yang
di dalamnya berisi penghargaanya terhadap hak asasi manusia.
d. Ketidakadilan dalam Sistem Feodalisme
Sistem feodalisme di Prancis membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yaitu
sebagai berikut.
1) Golongan I (bangsawan)
2) Golongan II (kaum agama)
3) Golongan III (rakyat jelata)
Kaum bangsawan dan kaum agama tinggi memiliki hak istimewa sedangkan kaum
agama rendah dan rakyat jelata tidak memiliki hak. Dengan hak-hak istimewanya,
selain bebas pajak kaum bangsawan pun dapat menarik pajak dari rakyat.
e. Pemerintahan yang Buruk
Kekuasaan tunggal raja pada masa pemerintahannya berubah menjadi tirani yang yang
memberikan kelonggaran raja untuk bertindak sewenang-wenang
f. Adanya Kekosongan Kekuasaan (Vacuum of power)
Pada masa pemerintahan Louis XIV dan Louis XV, rakyat takut terhadap rajanya
walaupun mereka membencinya. Sedangkan pada masa pemerintahnya Louis XVI,
walaupun bersifat diktator namun tidak memiliki wibawa, sehingga rakyat tidak takut
kepadanya.Sejak Raya Louis XIV, raja-raja prncis suka berfoya-foya dengan wanita-
wanita cantik (madame deficit) sehingga kas Negara kosong, Pada tahun 1789, Ketika
masa pemerintahan Louis XVI, beban Negara sudah.Untuk mengatasi tersebut, satu-
satunya cara adalah menarik pajak kepada kaum bangsawan.
Sidang Etats Generaux pun akhirnya digelar,tetapi terjadi kerusuhan. Hal itu
disebabkan golongan III (dari rakyat jelata) yang jumlahnya terbesar menuntut hak
suaranya dalam voting secara perorangan Sedangkan golongan I dan II menghendaki
voting dilakukan pergolongan. Dengan cara itu golongan I dan II yang bersekongkol
dapat dipastikan memenangkan suara.
Pada tanggal 14 Juli 1789 rakyat Prancis menyerbu penjara bastille,yang merupakan
tempat tahanan politik yang menentang pemerintah raja prancis dan tempat gudang
senjata. Penyerbuan ini disebabkan oleh sebagai berikut.
1) Rakyat mendengar desas-desus bahwa Raja Prancis mengumpulkan tentaranya di
sekira paris untuk menindas rakyat
4
Materi Sejarah Kelas XI IPS
2) Rakyat membutuhkan senjata yang terdaoat dalam penjara Bastille
Penyerbuan terhadap penjara Bastille berhasil dengan baik karena, tentara yang
berkumpul di Paris memihak rakyat itu pun dianggap sebagai permulaan revolusi dan
kemudian diresmikan sebagai Hari Nasional Prancis.
Pada tanggal 20 juli 1789 Dewan Nasional bersidang di lapangan tennis,akibatnya
Raja memerintahkan membubarkan Dwewan Konstituante, tetapi tidak dihiraukan.
Raja pun tidak bertindak dan pasrah terhadap keadaan negerinya.saat itulah rakyat
jelata yang berkuasa. Pimpinan rakyat yng terkenal dalam Dewan Konstituante di
antaranya, Mirabeau (bangsawan), Lafayette (bangsawan), dan Sieyes (kaum agama)
Pada tnggal 27 Agustus 1789, Dewan Konstituante mengumumkan Hak Asasi
Manusia dan Warga (Declaration des Droits De I’homme et du Citoyen ) sebagai
dasar dari pemerintah baru.pada tanggal 14 juli 1790 UUD Prancis disahkan. Dengan
demikian pemerintahan Prancis berubah menjadi Monarki Konstituonal yang
membatasi kekuasaan Raja.
Salah satu dokumen penting yang dihasilkan pada saat terjadi Revolusi Prancis adalah
“P ernyataan Hak-Hak Asasi Manusia danWarga”
Hak-hak asasi manusia yang dianggap telah dimiliki manusia dan warga sejak lahir
adalah sebagai berikut.
1) Hak atas Kemerdekaan pribadi
2) Hak diperlakuan sama dengan hokum
3) Hak kebebasab bertempat tinggal
4) Hak atas milik pribadi
5) Hak atas keamanan pribadi
6) Hak nuntuk membela diri
7) Hak kebebesan menyatakan pendapat
8) Hak kebebasab memeluk agama
2. DAMPAK REVOLUSI PRANCIS BAGI DUNIA
a. Penghapusan Feodalisme
Dihapuskannya feodalisme menyebabkan tidak ada lagi golongan-golongan
masyarakat dengan hak dan kewajiban yang berada.
b. Berkembangnya Ide Supermasi Hukum
UUD merupakan kekuasaan tertinggi. Pada masa pemerintahan Raja Louis XVI dan
pemerintah sebelumnya. Hukum yang berlaku di prancis diberlakukan sama pada
setiap orang dan daerah, karena adanya hak-hak istimewa dan tradisi yang berbeda di
5
Materi Sejarah Kelas XI IPS
setiap daerah.Sejak pemerintahan Napoleon, hokum diseragamkan pada setiap orang
dan daerahuntuk itu napoleon menyusun kitab UUD yang disebut Code Civil yang
kemudian menjadi Code Napoleon
c. Munculnya Ide Pemerintahan Republik
Dianggap kurang tepat karena pergantian kekuasan secara turun menuru ntidak
menjamin kualitas seorang kepala Negara. Oleh karena itu perlu dibentuk Pemerintah
republic dengan kepala Negara dipilih langsung oleh rakyat.
d. Berkembangnya Paham Demokarasi
Paham ini mumcul sebagai dampak dari pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia,
terutama kebebasan dan persaman hak antarmanusia.
e. Menyebarkan Paham Liberalisme
Ketika Napoleon berkuasa, ia menjadi penyebar terbesar paham Liberalisme. Hampir
seluruh Eropa dan wilayah lain di luar Eropa berhasil di taklukkan, Napoleon
mendirikan pemerintahan yang liberal.
f. Meluasnya Paham Nasionalisme
Liberte, Egalite, Fraternite adalah semboyan Revolusi Prancia yang artinya
Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan. Semboyan ini menggambarkan semagat
nasionalieme rakyat Prancis untuk bersatu.
g. Timbulnya Ide tentang Aksi Revolusioner
Keberhasilan Revolusi Prancis dalam menumbangkan kekuasaan Raja yang sewenang-
wenang, telah menyakinkan rakyat bahwa apabila terjadi ketidakadilan rakyat
sewakyu-waktu dapat beraksi secara revolusioner
3. DAMPAK REVOLUSI PRANCIS BAGI INDONESIA
a. Munculnya Paham Nasionalisme
Paham Nasionalisme berasal dariE ropa Barat, kemudianmenyebar ke seluruh
Eropa pada abad ke-19 dan abad ke-20.merupakan paham yang penting dalam
mendasari pergerakan nasional di berbagai Negara di Asia dan Afrika.
Nasionalieme di Asia-Afrika, termasuk di Indonesia disebabkan oleh
penindasan yang dilakukan oleh Negara-negara imperialis Barat.Pelaksanaan politik
etis telah memberikan kesempatan pendidikan kepada penduduk bumiputra, walaupun
dalam lingkup yang terbatas. Adanya pendidikan telah mendorong munculnya
golongan baru,yaitu golongan teroelajar yang menjadi pelopr pergerakan nasional.
Pada awal pergerakan nasional muncul beberapa organisasi dengan sifat yang
berbeda, Boedi Oetomo lebih bersifat organisasi budaya, Sarikat islam bersifat social-
6
Materi Sejarah Kelas XI IPS
ekonomi dan relugius, sedangkan Indische Partij bersifat politis. Namu ketiga
organisasi tersebut memiliki kesamaan, yaitu berswifat nasionalis yamg bertujuan
untuk mengangkat harkat dan martabat bangsanya menuju kemerdekaankelak di
kemudian hari.
Dalam rangka merayakan Kemerdekaan Belanda ke-100 dari penjajahan
Prancis dibentuklad sebuah komite yang dikenal sebagai “Komite Bumi Putera” di
Bandung. Yana bermaksud hendak mengirimkan telegram kepada Ratu Belanda yang
isinya mengandung permintaan agar dibentuk Majelis Perwakilan Rakyat Sejati dan
ketegasan adanya kebebasan berpendapat di daerah jajaha.salah seorang pemimpin
komite ini, Soewardi Soeyaningrat menulis sebuah sindiran yang berjudul “Als ik een
Nederlander was…” yang isinya mengajak penduduk bumiputra untuk merayakan hari
kemerdekaannya.
Dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia sudah
memendam rasa nasionalisme yang sangat dalam.
b. Munculnya Paham Demokrasi
1) Pembentukan Volksraad
Pada kongres Boedi Oetomo tanggal 5 dan 6 Agustus 1915, telah ditetapkan
usulan perlunya dibentuk wajib militer bagi kalangan kaum pribumi.selanjutnya
komite Indie Weebar pada tanggal 23 juli 1916 telah memutuskan bahwa
pembentukan kekuatan militer baik laut maupun darat dari kalangan bumiputra
yang mendesak agar mempertahankan diri dari serangan yang berasal dari luar
Dwidjosewoyo sebagai wakil Boedi Oetomo berhasil mengadakan pendekatan
dengan pemimpin-pemimpin terkemuka Belanda. Walaupaun misi tidak berhasil
meloloskan usulan tentang pembentukan wajib mikiter, namun sebagai gantinya
pemerintah Belanda akan membentuk Volksraad yang disahkan pada bulan
Desember 1916
2) Tuntutan Indonesia Berparlemen
Parlemen merupakan suatu badan yang harus ada pada Negara yang
berdasarkan asas-asas demokarasi seperti yng diperjuangkan oleh rakyat Prancis,
khusunya Montesquieu.
Pada tanggal 21 Mei 1939 berhasil dibentuk badan kerja sama antar partai-partai
politik di dalam Volksraad yang disebut gabungan politik Indonesia (GAPI) yang
dipimpin oleh Mohammad Hoesni Thamrin di dalam Konferensi pertama GAPI
dengan semboyannya “Indonesia Berparlemen” . Momentum untuk
7
Materi Sejarah Kelas XI IPS
menyampaikan gagasan itu muncul ketika meletusnya Perang Dunia II pada
tanggal 20 September 1939. GAPI menyampaikan gagasanya yang dikenal dengan
„Manifestasi GAPI‟ yang isinya antara lain mengajak Indonesia dan Belanda
untuk bekerja sama menghadapi bahaya faisisme. GAPI sendiri juga mengadakan
rapat-rapat umum yang mencapi puncaknya pada 12 Desember 1939. tidak kurang
100 tempt mengadakan rapat umum untuk mempropagandakan seruan “Indonesia
Berparlemen” kemudian dibentuklah Comite Parlemen Indonesia untuk
mempertegas sikap GAPI tersebut.
Pada bulan Agustus 1940,Negeri Belanda sudah dikuasai oleh Jerman,
sementara itu Indonesia dinyatakan dalam keadaan darurat perang. GAPI kembali
mengutarakan usulannya agar Volksraad diganti dengan Parlemen sejati. Tuntutan
itu dikirim kepada Gubernur jendral, Volksraad, Ratu Wilhelmina, dan Kabinet
Belanda yang dipndahkan ke London. Namun perjuangan yang snagat gigih dari
GAPI itu hanya ditanggapi dengan pembentukan komisi Visman.
C. Revolusi Rusia
1. LATAR BELAKANG DAN PERISTIWA
Pada awal abad ke-20, Industri dan pertanian di Rusia maju pesat.Hal ini
sejalan dengan kebijakan pemerintah Tsar Nicholas II yang senantiasa memajukan
perekonomian dengan jalan meningkatkan produksi pertanian dan memajukan
industri. Pada tahun 1898, Goerge Plekhanov mendirikan Partai Sosialis Demokrat
dengan progaramnya yng moderat , yaitu persaman dalamhukum, kemerdekaan pers,
berbicra, berkumpul, serta perbaikan nasib buruh dan petani. Tujuan ini hendak
dicapai dengan cara diplomsi politik dan pemogokan.
Pada kongres Partai Demokrat dari seluruh dunia pada tahun 1903, Partai
sosialis Demokrat tersebut pecah menjadi dua, yaitu :
a. Mensyewik (Sosial-Demokrat) yang berhaluan sosialis. dipimpin oleh Goerge
Plekhanov yang kemudian diganti oleh Kerensky
b. Bolsyewik (Radikal Revolusioner) yang berhaluan komunis. Dipimpin oleh
Vladimir Ulyanov yang dengan nama samaran Lenin, kemudian digantikan oleh
Josef Dschugaschvili yang dikenal dengan nama Stalin.
Pada tanggal 22 Januari 1905, ribuan pekerja berdemonstrasi di depan
istana. Mereka beramai-ramai menyayikan lagu-lagu keagamaan sambil membawa
gambar tsar, tsar menolak untuk bertemu dengan mereka .Revolusi 1905 yang
8
Materi Sejarah Kelas XI IPS
dimulai dengan pemogokan umum di Petrograd (kemudian diubah menjadi
Leningrad) segera diakui oleh seluruh Negara. Akhirnya Tsar Nicholas II
menyanggupi untuk memberikan UUD melalui Oktober Manifesto 1905
Pada bulan Agustus, tsar menyetujui pembentukan Duma (parlemen)
namun Duma hanya dimasudkan sebagai badan penasihat. Di Pertograd dengan
jumlah penduduk sebanyak1,4 juta jiwa, hanya 13.000 penduduk yang memiliki
hak pilih.Dewan Soviet (Dewan Buruh) adalah organisasi untuk mengatur
perjuangan ekonomi dan politik kaum buruh. Dewan-dewan soviet itu dibentuk
unuk melayani keperluan perjuangan kaum buruh sehari-hari, seperti menatur aksi
pemogokan,menyebarkan brosur, mengumpulkan makanan, obat-obatan ,
angkutan. Tokoh utama pembrontakan ini adalah Aleksander Fyodorovich
Kerensky yang biasa disingkat Kerensky. Peristiwa ini disebut dengan Revolusi
Februari 1917.
2. PENGARUH REVOLUSI RUSIA TERHADAP PERGERAKAN
KEBANGSAAN INDONESIA
Pada bulan Maret 1917 Sneevliet menulis artikel berjudul Zegepraal
(kemenangan) yang memuliakan Revolusi Februari Kerensky di Rusia. Darsono
melalui surat kabar Het Vrije Woord milik ISDV menyerukan pembrontakan dan
dikibarkannya bendera merah. Sedangkan partai-partai moderat seperti Boedi Oetomo
, Insulinde, dan SI mendesak agar pemerintah Belanda menggantikan Volksraad
menjadi parlemen pilihan rakyat. Krisis November mulai segera mereda setelah
Gubernur Jendral van Limburg Stirum menjanjikan akan melakukan perubahan yang
luas. Pada tanggal 23 Mei 1920, ISDV menjadi partai Komunis Indonesia (PKI) dan
Semaun terpilih menjadi ketuanya. Ketika Kominter (Komunisme Internasional)
terbentuk pada tahun 1919, pengaruhnya telah terasa di Indonesia.
D. Revolusi Industri
1. LATAR BELAKANG DAN DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI
Revolusi Industri adalah perubahan besar dalam proses produksi dengan
menggunakan mesin yang sebelumnya dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia).
Inggris adalah Negara yang dianggap sebagai pelopor Revolusi Industri. Beberapa
factor pendorong Revolusi Industri untuk pertama kalinya di Inggris :
a. Inggris kaya akan barang-barang tambang, seperti batu-bara, bijih besi, timah, dan
kaolin.
9
Materi Sejarah Kelas XI IPS
b. Letak Inggris yang srategs di lautan Atlantik pada perdagangan Eropa-Amerika
membuat Inggris kaya karena perdagangan
c. Inggris memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan industri
d. Ketekunan rakyat Inggris untuk mengembangkan penelitian ilmiah didukung
pemerintah dengan membentuk “Royal Society for Improving Natural Knowledge”
pada tahun 1662
e. Inggris relative aman bila dibandingkan dengan Negara-negara Eropa daratan yang
sering dilanda peperangan
f. Jumlah penduduk Inggris yang cukup besar telah menyediakan tenaga kerja cukup
de pabrik-pabrik.
g. Terjadinya Revolusi Agraria, yaitu perubahan fungsi tanah pertanian milik kaum
bangsawan menjadi tanah untuk peternakan domba.
Penemu dan Hasil Temuan
No Nama Penemu Hasil Temuan Tahun Penemuan
1. Abraham darby Batu bara yang digunakan 1750
untuk melelehkan besi
2. James Hergraves Alat Pemintal (Spinning 1762
Jenny)
3. James Watt Mesin Uap 1769
4 . Campton Menyatukan mesin tenun 1779
dengan mesin pemintal
5. Alexandro Volta Aliran Listrik 1780
6. Jacques-Montgolfier Balon udara 1783
(dua bersaudara)
7. Edmund Cartwright Mesin tenun yang lebih baik 1785
8. Nicholas Cuguot Mobil dengan tenaga mesin 1801
uap
9. Symington Kapal Api 1802
10. Richart Trevithick Lokomotif 1804
11. Niepee Sepeda Alat 1816
pemotret (Phototoes tel) 1827
12. Thomas Alfa Edison Lampu Pijar 1863
13. Alexander Graham Bell Pesawat Telepon 1872
14. Damler Mobil 1887
15. Willbur Wright dan Pesawat Terbang 1903
Orville Wright (dua
bersaudara)
10
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Revolusi Industri membawa dampak berbagai kehidupan masyarakat, antara lain :
a. Bidang Ekonomi
1) Harga Barang Murah
Keberadaan mesin menyebabkan produksi barang-barang menjadi berlipat
ganda dengan biaya produksi yang lebih rendah.
2) Upah Buruh Murah
Melimpahnya tenaga buruh di kota-kota sehingga menyebabkan para majikan
dengan mudah menentukan upah buruh yang rendah.
3) Munculnya Pertentangan antara Kaum buruh (Proletar) dan kaum Majikan
(Borjuis)
Kaum buruh yang mendapatkan gaji bergabung dalam serikat buruh agar dapat
menuntut kenaikan gaji. Pemogokan merupakan senjata utama mereka
sehingga sering terjadi pertentangan antara buruh dengan majikan.
4) Pelayaran dan Perdagangan Dunia Semakin Maju
Kemajuan teknologi kapal laut dengan menggunakan mesin-mesin modern
menyebabkan semakin majunya lalu lintas pelayaran.
5) Kapitalisme Muda digantikan Kapitalisme Modern
Kapitalisme adalah suatu paham ekonomi yang bertujuan untuk mendapatkan
keuntungan dan modal (capital) sebayak-bayaknya. Perkembangan kapitalisme
dapat dibagi tiga masa, yaitu sebagai berikut.
a. Kapitalisme kuno (ancient capitalism) abad ke-13-16. Di dalam kapitalisme
lama, seorang kelompok kapitalis hanya bertindak sebagai pedagang
(perantara)antara produsen dan konsumen
b. Kapitalisme muda, (neo capitalism) abad ke 16-18. Kapitalisme muda
berjalan bersamaan dengan pelaksanaan politik ekinimi merkantilisme.
c. Kapitalisme modern, (modern capitalisme) abad ke 18-20. Di
dalamkapitalisme ini, seorangkapitalis merupakan produsen (pembuat barang-
barang), pedagang dan distributor
b. Bidang Politik
1. Berkembangnya Imperialisme Modern
Sebelum terjadinya Revolusi Industri, imperialisme (penjajahan) di motivasi
oleh semangat kristenisasi, mengejar, dan kejayaan, Hal ini disebut
imprealiame kuno.
2. Berkembangnya Paham Liberalisme
11
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Pada mulanya liberalisme berkembang di Inggris ketika berlangsung Revolusi
Agraria dan Revolusi Industri. Paham tersebut kemudian berkembang di Eropa
daratan.
c. Bidang Sosial
1. Munculnya urbanisasi besar-besaran
2. Kota-kota industri menjadi penuh sesak oleh kaum buruh
3. Kaum buruh menjadi obyek pemerasan kaum majikan
4. Melonjaknya Kejahatan (Carnival of Crime)
2. PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA
Revolusi Industri yang terjadi di inggris tidak terlepasdari adanya jajahan
inggris di India. Salah satu syarat dari munculnya Revolusi Industri itu adalah
tersedianya kekayaan akan uang dan emas. Inggris menjadi Negara pertama yang
menentang politik ekonomi merkantilisme dan menghendaki perdagangan bebas.
a. Penerapan Liberalisme oleh Raffkes (1811-1816)
Pemerintahan Raffles didasarkan atas prinsip-prinsip liberalisme seperti yang telah
diterapkan di Negaranya maupun di negeri-negeri jajahannya seperti India. Bila
dibandingkan dengan Belanda, inggris jauh lebih maju perkembangan industrinya.
Raffles menerapkan system pajak tanah (Lndrent System) seperti yang diterapkan
di India. Hambatan utama dalam pelaksanaan politik ekonomi libelar oleh Raffles
adalah masih kuatnya kedudukan unsur-unsur feudal
b. Politik Ekonomi Liberal oleh Pemerintah Kolonial Belanda
Dengan kembalinya Pemerintahan Kolonial Belandadi Indonesia maka system
liberal yang telah dirintis oleh Raffles kembali diubah, Faktor yang paling
menentukan plitik colonial adalah keadaan dealam negerinya sendiri.
Landelijk Stelsel adalah jalan tengah di antara kedua pilihan itu. Sementara itu,
pada periode 1850-1870 ditandai oleh pesatnya kemajuan perdagangan Eropa. Hal
itu menyebabkan negeri belanda mendapatkan keuntungan dari perkembangan
perdagangan. Dengan dikeluarkannya UU Agraria, 1870 indonesia memasuki
zaman penjajahan baru, yaitu zaman pemerintah liberal kolonial, Maka sejak tahun
1870 di Indonesia diterapkan imprealisme modern (modern imprealism). Hal ini
berarti Indonesia dijadikan tempat untuk mendapatkan bahan mentah atau bahan
baku industri di Eropa, tenaga kerja yang murah, tempat pemasaran barang-barang
produk Eropa, dan penanaman modal asing.
12
Materi Sejarah Kelas XI IPS
Sejak tahun 1870 di Indonesia telah diterapkan politik ekonomi terbuka, yaitu
politik pintu terbuka terhadap modal-modal dari Belanda, Inggris, Amerika,
Jepang, dan, Belgia.
13
A. Kebijakan Politik Pemerintah Pendudukan Jepang
Penyerahan tanpa syarat Letnan Jenderal H. Ter Poorten, Panglima Angkatan
Perang Hindia Belanda kepada pimpinan tentara Jepang Letnan Jenderal Hitoshi
Imamura terjadi pada tanggal 8 Maret 1942. Hal ini menandai berakhirnya pemerintahan
Hindia Belanda di Indonesia yang kemudian digantikan oleh pemerintahan pendudukan
Jepang. Indonesia memasuki period baru, yaitu periode pendudukan militer Jepang.
Terdapat tiga pemerintahan militer pendudukan, yaitu sebagai berikut.
1. Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara ke-25) untuk Sumatra dengan
pusatnya di Bukittinggi
2. Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara ke-16) untuk Jawa-Madura
dengan pusatnya di Jakarta
3. Pemerintahan militer Angkatan Laut (Armada Selatan ke-2) untuk daerah
Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusatnya di Makassar.
1
Pada mulanya, tentara Jepang membentuk pemerintahan pendudukan militer di Pulau
Jawa yang bersifat sementara. Hal itu sesuai dengan Osamu Sirei (Undang-Undang
yang dikeluarkan oleh Panglima Tentara ke-16) No. 1 Pasal 1 yang dikeluarkan pada
tanggal 7 Maret 1942.
Koordinator pemerintahan setempat disebut gunseibu. Misalnya wilayah Jawa
Barat pusat koordinator pemerintahan berada di Bandung. Pada setiap gunseibu
ditempatkan beberapa komandan militer. Mereka mendapat tugas untuk memulihkan
ketertiban dan keamanan, menanam kekuasaan, dan membentuk pemerintahan setempat.
Jepang kekurangan tenaga pemerintahan yang sebenarnya telah dikirimkan, tetapi
kapalnya tenggelam karena diserang oleh Sekutu dengan menggunakan terpedo. Oleh
karena itu, dengan terpaksa diangkat pegawai-pegawai bangsa Indonesia. Hal itu
tentunya menguntungkan pihak Indonesia karena memperoleh pengalaman dalam bidang
pemerintahan.
Di Jawa Barat, pembesar militer Jepang menyelenggarakan pertemuan dengan
para anggota Dewan Pemerintahan Daerah dengan tujuan untuk menciptakan suasana
kerjasama yang baik. Gubernur Jawa Barat, Kolonel Matsui, didampingi oleh R. Pandu
Suradiningrat sebagai wakil gubernur, sedangkan Atik Suardi diangkat sebagai
pembantu wakil gubernur.
2
Pada tanggal 19 April 1942, diangkat residen-residen berikut ini.
1. R. Adipati Aria Hilman Djajadiningrat di Banten (Serang)
2. R.A.A Surjadjajanegara di Bogor
3. R.A.A Wiranatakusuma di Priangan (Bandung)
4. Pangeran Ario Suriadi di Cirebon
5. R.A.A Surjo di Pekalongan
6. R.A.A Sudjiman Martadiredja Gandasubrata di Banyumas.
Di kota Batavia, sebelum namanya diubah menjadi Jakarta, H. Dahlan Abdullah
diangkat sebagai kepala pemerintahan daerah kotapraja, sedangkan jabatan kepala polisi
diserahkan kepada Mas Sutandoko.
Jepang juga mengeluarkan berbagai aturan. Dalam undang-undang No. 4
ditetapkan hanya bendera Jepang, Hinomaru, yang boleh dipasang pada hari-hari besar
dan hanya lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo, yang boleh diperdengarkan. Selanjutnya
mulai tanggal 1 April 1942 ditetapkan harus menggunakan waktu (jam) Jepang. Mulai
tanggal 29 April 1942 ditetapkan bahwa kalender yang dipakai adalah kalender
Jepang yang bernama Sumera. Tahun 1942, kalender Masehi sama dengan tahun 2602
Sumera. Demikian juga setiap tahun rakyat Indonesia diwajibkan untuk merayakan hari
raya Tencosetsu¸ yaitu hari lahirnya Kaisar Hirohito.
Pada bulan Agustus 1942 pemerintahan militer Jepang meningkatkan penataan
pemerintahan. Hal itu tampak dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 27 tentang
aturan pemerintahan daerah dan Undang-Undang No. 28 tentang aturan pemerintahan
syu dan tokubutsu syi.
3
Didepan Sidang Istimewa ke-82 Parlemen di Tokyo, Perdana Menteri Tojo pada
tanggal 16 Juni 1943 memutuskan bahwa pemerintah pendudukan Jepang memberikan
kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk turut mengambil bagian dalam
pemerintahan. Selanjutnya, pada tanggal 1 Agustus 1943 keluar pengumuman Saiko
Syikikan tentang garis-garis besar rencana mengikutsertakan orang-orang Indonesia
dalam pemerintahan negara.
Pengikutsertaan bangsa Indonesia tersebut dimulai dengan pengangkatan Prof.
Dr. Hoesein Djajadiningrat sebagai Kepala Departemen Urusan Agama pada tanggal 1
Oktober 1943. Pada tanggal 10 November 1943, Mas Sutardjo Kartohadikusumo dan
R.M.T.A Surio masing-masing diangkat sebagai residen (syucokan) di Jakarta dan
Bojonegoro. Selanjutnya, pengangkatan 7 penasehat bangsa Indonesia dilakukan pada
pertengahan bulan September 1943. Mereka disebut sanyo dan dipilih untuk enam
macam departemen (bu), yaitu berikut ini
1. Ir. Soekarno untuk Somubu (Departemen Urusan Umum)
2. Mr. Suwandi dan dr. Abdul Rasyid untuk Naimubu-bunkyoku (Biro Pendidikan dan
Kebudayaan Departemen Dalam Negeri)
3. Prof. Dr. Mr. Supomo untuk shihobu (Departemen Kehakiman)
4. Mochtar bin Prabu Mangkunegoro untuk Kotsubu (Departemen Lalu-Lintas)
5. Mr. Muh. Yamin untuk Sendenbu (Departemen Propaganda)
Badan Pertimbangan Pusat atau Cuo Sangi In adalah suatu badan yang bertugas
mengajukan usul kepada pemerintah serta menjawab pertanyaan pemerintah tentang
politik dan menyarankan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan oleh pemerintahan
militer.
Pada bulan Juli 1944, Kepulauan Saipan yang letaknya sudah berdekatan dengan
kepulauan Jepang jatuh ke tangan Amerika.
Salah satu cara yang dilakukan Perdana Menteri Koiso untuk mempertahankan
pengaruh Jepang di negeri-negeri yang didudukinya adalah dengan menjanjikan
kemerdekaan kelak di kemudian hari. Melalui cara demikian rakyat di negeri-negeri
tersebut akan menyambut kedatangan pasukan sekutu sebagai penyerbu terhadap
negerinya.
4
Tanggal 1 Maret 1945 mengumumksn pembentukan Badan Penyelidik Usaha-
usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia / BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai). Tujuan
pembentukan badan itu adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting
menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka.
B. Mobilitas Sosial dan Kesempatan Berpolitik
1. Pembentukan Gerakan Tiga A, Poetera, dan Jawa Hokokai
a. Gerakan Tiga A
Dengan nama Gerakan Tiga
A tersebut merupakan singkatan dari
semboyan propaganda Jepang, yaitu
Nippon Cahaya Asia, Nippon
Pelindung Asia, Nippon Pemimpin
Asia. Mr. Samsuddin sebagai
ketuanya.
Gerakan Tiga A hanya
berumur beberapa bulan saja.
Pemerintahapendudukan Jepang
menganggap bahwa Gerakan Tiga A
tidak cukup efektif dalam usahanya
mengerahkan bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, pada bulan Desember 1942, telah direncanakan untuk
membentuk organisasi baru. Organisasi baru itu dipimpin oleh tokoh-tokoh
pergerakan nasional yang lebih dikenal luas di kalangan rakyat Indonesia. Tokoh-
tokoh tersebut dikenal sebagai tokoh Empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Drs.
Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur.
b. Poetera
Pada tanggal 1 Maret 1942, ia mengumumkan lahirnya gerakan baru yang
bernama Poesat Tenaga Rakyat yang disingkat Poetera. Tujuannya untuk
membangun dan menghidupkan segala sesuatu yang telah dirobohkan oleh
imprelialisme Belanda.
5
Bagi Jepang, tujuan pembentukan Poetera adalah untuk memusatkan segala
potensi masyarakat Indonesia dalam rangka membantu usaha perangnya. Sebelas
macam yang ahrus dilakukan, sebagaimana yang tercantum dalam peraturan dasarnya.
Diantaranya yang terpenting adalah :
1. Tugas untuk memengaruhi rakyat supaya kuat rasa tanggung jawabnya untuk
menghapuskan pengaruh Amerika, Inggris dan Belanda
2. Mengambil bagian dalam mempertahankan Asia Raya
3. Memperkuat rasa persaudaraan antara Indonesia dan Jepang
4. Mengintensifkan pelajaran-pelajaran bahasa Jepang serta
5. Tugas dalam bidang sosial-ekonomi
Pemimpin tertinggi Poetera adalah Ir. Soekarno, dibantu oleh Drs. Moh.
Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur.
c. Jawa Hokokai
Pada tahun 1944, Panglima Tentara Keenambelas, Jenderal Kumakici
Harada, menyatakan berdirinya organisasi Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian
Jawa). Pimpinan Jawa Hokokai pada tingkat pusat dipegang langsung oleh
Gunseikan.
Kegiatan-kegiatan Jawa Hokokai sebagaimana digariskan dalam peraturan
dasarnya adalah sebagai berikut.
1. Melaksanakan segala sesuatu dengan nyata dan ikhlas untuk menyumbangkan
segenap tenaga kepada pemerintah Jepang.
2. Memimpin rakyat untuk menyumbangkan segenap tenaga berdasarkan semangat
persaudaraan antar segala bangsa
3. Memperkokoh pembelaan tanah air.
Anggota Jawa Hokokai minimal berusia 14 tahun, bangsa Jepang atau
bangsa Indonesia, dan pegawai negeri atau kelompok profesi. Jawa Hokokai
merupakan organisasi sentral yang anggota-anggotanya terdiri dari bermacam-macam
Hokokai sesuai dengan bidang profesinya. Guru-guru bergabung dalam wadah Kyoiku
Hokokai (Kebaktian Para Pendidik) dan para dokter bergabung dalam wadah Izi
Hokokai (Kebaktian Para Dokter).
6
Selain itu, Jawa Hokokai juga mempunyai anggota-anggota istimewa yang
terdiri atas Eujinkai (Organisasi Wanita), Keimin Bunka Shidosho (Pusat
Kebudayaan), Boei Engokai (Tata Usaha Pembantu Prajurit Peta dan Heiho) serta
hokokai perusahaan.
2. Kerja Sama Kaum Nasionalis Islam
Majelis Islam A‟la Indonesia (MIAI) yang pernah didirikan di Surabaya tahun
1937 pada zaman Hindia Belanda oleh KH. Mas Mansur dan kawan-kawan.
Pada bulan Oktober 1943 secara resmi MIAI dibubarkan dan diganti dengan
organisasi baru yaitu Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) yang disahkan oleh
Gunseikan pada tanggal 22 November 1943. Masyumi di pimpin oleh Ketua Pengurus
Besar K.H. Hasyim Asy’ari dengan wakilnya dari Muhammadiyah adalah K.H. Mas
Mansur, K.H. Farid Ma‟ruf, K.H Mukti, K.H. Hasyim dan Kartosudarmo, sedangkan
wakil dari NU adalah K.H Nachrowi, Zainul Arifin dan K.H Mochtar.
7
C. Sistem Mobilitas dan Kontrol Pemerintahan Pendudukan Jepang serta Dampaknya
terhadap Masyarakat.
1. Pengerahan Pemuda
a. BPAR (Barisan Pemuda Asia Raya)
Latihan-latihan yang diadakan Jepang untuk menanamkan semangat
berpihak kepada Jepang di kalangan kaum muda adalah dalam Barisan Pemuda Asia
Raya (BPAR). BPAR merupakan bagian dari Gerakan Tiga A. BPAR dimulai dari
tingkat pusat di Jakarta, sedangkan daerah-daerah dibentuk Komite Penginsafan
Pemuda yang anggotanya terdiri dari unsur kepanduan. Di tingkat pusat, BPAR
diresmikan pada tanggal 11 Juni 1942 dan dipimpin oleh dr. Slamet Sudibyo dan S.A
Saleh.
b. Seinendan dan Keibodan
Pada tanggal 29 April 1943, tepat pada hari ulang tahun Kaisar Jepang,
diumumkan secara resmi pembentukan dua organisasi pemuda, yaitu seinendan dan
keibodan. Seinendan dan keibodan merupakan organisasi kepemudaan semi-militer.
Kedua organisasi itu langsung dipimpin oleh genseikan. Secara resmi disebutkan
bahwa pembentukan kedua organisasi tersebut bertujuan untuk mendidik dan melatih
pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan
sendiri.
Seinendan beranggotakan pemuda-pemuda Asia yang berusia antara 15-25
tahun. Namun, usia anggotanya kemudian diubah menjadi 14-22 tahun. Pada bulan
Oktober 1944 pemerintah militer Jepang juga membentuk Josyi Sienendan (Seinendan
Putri).
Pada bulan Oktober 1943 dibentuk Fujinkai (Himpunan wanita). Usia
minimum dari anggota wanita tersebut juga diberikan latihan-latihan militer.
c. Organisasi-Organisasi Semi Militer Lainnya
Pada tanggal 1 November 1944, dibentuk Suishintai (Barisan Pelopor),
kemudian pada tangal 8 Desember 1944 dibentuk Jibakutai (Barisan Berani Mati).
Pada tanggal 15 Desember 1944, dibentuk Hizbullah (Kaikyo Seinen Teishintai) yang
merupakan barrisan semi-militer dari kaum muda Islam dan Gakukotai atau Korps
Pelajar.
8
d. Heiho dan Peta
Pada bulan April 1943,
dikeluarkan pengumuman yang isinya
memberikan kesempatan kepada pemuda
Indonesia untuk menjadi pembantu prajurit
Jepang, baik Angkatan Darat maupun
Angkatan Laut. Syarat-syarat menjadi
anggota Heiho antara lain berbadan sehat,
berkelakuan baik, berumur antara 18-25
tahun, dan pendidikan terendah Sekolah
Rakyat (Sekolah Dasar).
2. Pengerahan Tenaga Kerja
Dalam situasi perang, Jepang
berkepentingan untuk membangun kubu-kubu,
jalan-jalan, lapangan udara, dan sebagainya
sehingga diperlukan tenaga kasar.
Bekerja di pabrik-pabrik dan pelabuhan-
pelabuhan. Tenaga-tenaga kasar itulah yang
disebut romusha. Romusha adalah nama barisan
pekerja asal Jawa yang tidak termasuk bagian dari
ketentaraan.
Dalam kampanye tersebut para romusha diberikan julukan prajurit ekonomi atau
pahlawan pekerja yang digambarkan sebagai orang-orang yang sedang melakukan tugas
suci untuk memenangi Perang Asia Tmur Raya.
Pengerahan tenaga tersebut mengakibatkan perubahan pada struktur sosial di
Indonesia. Pemuda-pemuda yang meninggalkan desanya pergi ke kota karena khawatir
diambil sebagai romusha. Oleh karena itu, pemerintah pendudukan Jepang bertindak lebih
jauh lagi. Akhirnya, hampir semua laki-laki yang tidak cacat diambil sebagai romusha
sehingga yang tinggal hanyalah kaum wanita, anak-anak dan laki-laki yang kurang sehat.
9
Dibentuklah rukun tetangga (tonarigumi) sampai ke pelosok-pelosok. Hal itu
sesuai denga tujuan yang disebutkan dalam berita pembentukannya, yaitu agar penduduk
berusaha meningkatkan produksi hasil buminya dan menyerahkannya untuk negeri.
3. Pemerahan Ekonomi dan Bahan Pangan
Pemerintah pendudukan Jepang kemudian mengambil alih semua kegiatan
ekonomi. Langkah pertama adalah merehabilitasi sarana dan prasarana ekonomi, antara
lain jembatan, alat-alat transportasi, dan telekomunikasi secara fisik. Beberapa peraturan
dikeluarkan untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi. Guna mencegah
meningkatnya harga barang dan timbulnya berbagai manipulasi, pemerintah pendudukan
mengeluarkan peraturan pengendalian harga dan hukuman yang berat bagi pelanggarnya.
Pelaksanaan pengawasan terhadap perkebunan-perkebunan dilakukan oleh suatu
badan pengawas yang ditunjuk oleh gunseikan, yaitu Saibai Kigyo Kanrikodan (KSK).
Hanya beberapa tanaman saja yang mendapat perhatian pemerintah pendudukan
Jepang, antara lain karet dan kina. Karena tanaman karet dan kina dianggap penting, maka
kerusakan perkebunan kina dan akrt relatif kecil jika dibandingkan dengan tanaman yang
lain.
Hasil perkebunan lainnya adalah tebu yang dapat menghasilkan gula. Dalam
bidang moneter, pemerintah pendudukan Jepang menetapkan bahwa mata uang yang
berlaku adalah gulden dan mata uang Hindia Belanda. Tujuannya agar harga barang-
barang dapat dipertahankan seperti sebelum perang. Selanjutnya dilakukan likuidasi
terhadap beberapa bank bekas milik musuh, yaitu De Javashe Bank, Nederlansche
Handels Maatschappij, Nederlands – Indische Escompto Bank, dan Batavia Bank.
10
Sidang Cuo Sangi In (Dewan Pertimbangan Pusat) pada bulan Oktober 1944
juga menghasilkan kesepakatan-kesepakatan untuk meningkatkan penyerahan kebutuhan
perang, antara lain sebagai berikut.
a. Memperkuat para prajurit PETA dan Heiho
b. Menggerakkan tenaga kerja untuk keperluan
masyarakat dan perang
c. Meneguhkan susunan penghidupan masyarakat
dalam masa perang
d. Memperbanyak hasil produksi pangan.
Pemerintah selanjutnya meminta kepada
Dewan penasehat (Sanyo Kaigi) yang antara lain
beranggotakan Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Otto
Iskandardinata, Dr. buntaran Martoadmodjo, dan
R.P Soeroso untuk memecahkan masalah beras
tersebut. Dalam sidang pada tanggal 8 Januari
1945, Sanyo Kaigi menyimpulkan bahwa
kekurangan dalam penyetoran padi disebabkan
oleh faktor-faktor berikut ini.
a. Musim kemarau yang panjang pada tahun
1944 sehingga panen tidak dapat
diharapkan
b. Cara memberikan penerangan mengenai
penyetoran padi kepada pemerintah kurang
cukup jelas bagi rakyat dan kebanyakan
rakyat berpendapat bahwa padi dibawa ke
luar keresidenan,. Bahkan ke luar jawa
c. Struktur masyarakat dan kondisi sosial
belum teratur dan masih belum dapat
menyesuaikan diri dengan keadaan perang
d. Kurangnya pengawasan dalam pelaksanaan pemindahan padi, mulai dari tangan para
pedagang sampai menjadi beras di tangan pemerintah.
11
Seriusnya masalah sandang mendorong rakyat untuk membuat pakaian dari
karung goni, bahkan ada yang mengganti pakaian dengan lembaran karet mentah sebagai
busananya. Oleh karena itu, kampanye-kampanye untuk menolong rakyat jembel
yang tidak berpakaian dilakukan secara intensif oleh Jawa Hokokai dan aparat
pemerintah lainnya. Bahkan, pada bulan April 1944 diadakan Pekan Pengumpulan
Pakaian untuk Rakyat Jelata.
12
16
PEMIKIRAN DALAM PIAGAM PBB,PROKLAMASI 17 -8-1945
PERANGKAT KENEGARAAN
KOPETENSI DASAR :
3.11.Menganalisis pemikiran dalam Piagam PBB, Proklamasi 17 Agustus 1945, dan perangkat kenegaraan serta
maknanya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa kini
4.11. Menyajikan hasil analisis tentang pemikiran dalam Piagam PBB, Proklamasi 17 Agustus 1945, dan
perangkat kenegaraan serta maknanya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa kini dalam
bentuk tulisan dan/atau media lain
Karena saat Perang Dunia bukan hanya terjadi peperangan di mana-mana, perpecahan
antarbangsa, serta perebutan kekuasaan yang mengakibatkan terganggunya perdamaian
dunia. Tetapi juga lebih dari lima puluh juta jiwa melayang. Perang Dunia tidak hanya
membuat rakyat yang menderita. Bahkan tentara, pemerintah, serta semua yang terlibat dan
terdampak juga merasakan penderitaannya. Semangat seperti Desmond Doss untuk
menghentikan berbagai penderitaan tak terhingga akibat Perang Dunia II ini melahirkan
suatu organisasi internasional pengganti Liga Bangsa-Bangsa (LBB), yaitu Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB, bahasa Inggris: United Nations disingkat UN).
Penandatanganan Piagam PBB pada 26 Juni 1945 di San Fransisco (Sumber: un.org)
Sebelum PBB diresmikan, pada 26 Juni 1945 di San Fransisco berlangsung
penandatanganan konstitusi PBB bernama Piagam PBB oleh 51 negara anggota asli PBB.
Kemudian, pada 24 Oktober 1945 diadakan peresmian PBB sekaligus ratifikasi Piagam PBB
oleh 5 negara yang memiliki hak veto, yaitu Tiongkok, Prancis, Inggris, Uni Soviet, dan
Amerika Serikat. Piagam PBB itu bukan piagam yang kaya kamu juara, trus dapat piagam,
beda ya. Piagam PBB itu piagam sakti! Kok bisa? Karena Piagam PBB ini memiliki
kesaktian untuk mengatur upaya perdamaian dan keamanan internasional yang selaras
dengan tujuan PBB. implementasi Piagam PBB dalam upaya menciptakan keamanan dan
perdamaian dunia?
1. Diplomasi Preventif dan Mediasi
Cara paling efektif untuk mengurangi penderitaan manusia dan biaya ekonomi yang besar
akibat konflik dan akibatnya adalah dengan mencegah konflik itu terjadi. PBB berperan
penting dalam pencegahan konflik dengan menggunakan perangkat diplomasi, pengaruh
besar, dan mediasi.
2. Pemelihara Perdamaian
Pemelihara perdamaian telah terbukti menjadi salah satu alat paling efektif bagi PBB untuk
membantu penyelesaian konflik. Saat ini operasi pemeliharaan perdamaian tidak hanya
ditujukan untuk menjaga perdamaian dan keamanan, tetapi juga untuk memfasilitasi proses
politik, melindungi warga sipil, membantu dalam perlucutan senjata, demobilisasi dan
reintegrasi mantan kombatan, mendukung proses konstitusional dan pemilihan, melindungi
dan mempromosikan Hak Asasi Manusia (HAM), membantu memulihkan aturan hukum,
serta memperluas otoritas negara yang sah. Operasi pemelihara perdamaian mendapatkan
mandat dari Dewan Keamanan PBB. Terdapat 15 operasi pemelihara perdamaian PBB
yang saat ini dikerahkan dari total 71 yang dikerahkan sejak 1948.
3. Pembangun Perdamaian
Kegiatan-kegiatan pembangun perdamaian PBB ditujukan untuk membantu negara-negara
terlepas dari konflik, mengurangi risiko konflik berulang, serta membuat landasan bagi
perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.
4. Melawan Terorisme
PBB seringkali diminta untuk mengkoordinir perjuangan dunia melawan terorisme. Delapan
belas instrumen universal melawan terorisme internasional telah diuraikan dalam kerangka
kerja PBB yang berkaitan dengan kegiatan teroris tertentu. Pada September 2006, Negara-
negara Anggota PBB mengadopsi Strategi Anti-Terorisme Global Perserikatan Bangsa-
Bangsa. Ini adalah pertama kalinya Negara-negara Anggota PBB menyetujui kerangka kerja
strategis dan operasional dalam melawan terorisme.
5. Perlucutan Senjata
Majelis Umum dan badan-badan lain di PBB yang didukung oleh Kantor Urusan Perlucutan
Senjata (Offices for Disarmament Affairs), bekerja untuk meningkatkan perdamaian dan
keamanan internasional melalui pencarian dan penghapusan senjata nuklir dan senjata
pemusnah massal lainnya, serta pengaturan penggunaan senjata konvensional.
Indonesia telah mengalami masa penjajahan yang cukup panjang. Indonesia pernah dijajah
selama lebih kurang dari 300 tahun oleh Belanda. Namun ketika Perang Dunia II terjadi,
pada bulan Maret 1942 Belanda menyerahkan kekuasaannya kepada Jepang. Jepang pada
saat itu sedang memulai invasinya ke seluruh Asia Tenggara. Negara tersebut berkeinginan
untuk menguasai Asia dan juga mendapatkan Indonesia, yang pada saat itu masih bernama
Hindia Belanda, karena memiliki berbagai sumber daya alam yang berguna untuk
perindustrian miliknya dan kebutuhannya akan modal perang. Pada bulan Maret 1942,
setelah sebelumnya berhasil menguasai berbagai kota di Hindia Belanda, Jepang melalui
perundingan di Kalijati, mendapatkan Hindia Belanda dari tangan Belanda. Belanda
kehilangan Hindia Belanda dalam waktu kurang dari 3 bulan dikarenakan kurang kuatnya
pertahanan yang dimiliki oleh pemerintah kolonial.
Dengan dikuasainya Hindia Belanda oleh Jepang, bangsa Indonesia memasuki babak baru
dari kehidupannya. Ambisi Jepang yang sangat ingin menang perang dan mempersatukan
Asia kedalam satu kesatuan yaitu Asia Timur Raya menyebabkan bangsa Indonesia
tereksploitasi habis-habisan, khususnya dalam hal sumber daya alam yaitu minyak bumi dan
logam, selama 3,5 tahun kekuasaannya. Jepang akhirnya menyerah kepada sekutu setelah
Amerika menjatuhkan bom atom ke dua kota yang ada di Jepang yaitu Hiroshima tanggal 6
Agustus 1945 dan Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945. Dengan menyerahnya Jepang
kepada sekutu, pemuda-pemuda Indonesia melihat adanya kesempatan dan kemudian
memaksa Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Kedua proklamator ini awalnya tidak menyetujui usul para pemuda sehingga pada tanggal
16 Agustus 1945 mereka dibawa ke Rengasdengklok. Di Rengasdengklok ini kedua tokoh
tersebut didesak oleh para pemuda untuk menyetujui memproklamasikan kemerdekaan
sesegera mungkin. Setelah sebelumnya bersikeras dengan pendapatnya, Bung Karno
akhirnya menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada keesokan
harinya karena melihat kondisi yang ada dan desakan para pemuda.
Jumat 17 Agustus 1945, bertempat di kediaman Soekarno Jl. Pegangsaan Timur No. 56
Jakarta, yang juga bertepatan dengan bulan Ramadhan, Bung Karno, yang didampingi oleh
Bung Hatta, memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Pembacaan proklamasi yang
menjadi tonggak sejarah berdirinya bangsa ini. Dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa
yang merdeka.
Kemerdekaan itu sendiri bagi bangsa Indonesia memiliki arti yang sangat besar. Indonesia
tidak lagi menjadi “gabus tempat Belanda mengapung”, tak lagi menjadi ladang eksploitasi
Jepang. Indonesia tidak lagi menjadi negara jajahan. Indonesia bebas mengatur hidupnya
sendiri, bebas menentukan nasibnya sendiri. Tidak terikat pada bangsa manapun.
Kemerdekaan ini adalah titik kulminasi dari segala upaya dari para pejuang kemerdekaan.
Meskipun begitu, kita masih harus tetap melanjutkan perjuangan dari para pahlawan yang
rela berkorban dan gugur untuk membawa Indonesia mendapatkan kemerdekaan.