49 variabel dengan akurat, sedangkan sensitivitas instrumen berkaitan dengan sejauh mana instrumen penelitian dapat mendeteksi perbedaan kecil antara individu dalam variabel yang ingin diukur. Spesifitas instrumen berkaitan dengan sejauh mana instrumen penelitian dapat mengukur variabel dengan jelas dan tanpa ambiguitas. Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian sangat penting karena hasil penelitian yang didasarkan pada instrumen yang tidak valid dan reliabel dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat dan tidak dapat diandalkan. Selain itu, instrumen penelitian yang tidak valid dan reliabel dapat menghabiskan waktu dan biaya penelitian yang tidak perlu. Dalam penelitian kuantitatif, validitas dan reliabilitas instrumen penelitian dapat dihitung menggunakan statistik. Contohnya, penghitungan koefisien korelasi dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas instrumen penelitian. Menurut Sekaran dan Bougie (2016), koefisien korelasi yang tinggi menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi. Selain itu, uji validitas seperti uji regresi dan uji chi-square dapat digunakan untuk mengukur validitas instrumen penelitian.
50 BAB VII PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA A. Pengertian Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan dan analisis data adalah tahap penting dalam proses penelitian yang bertujuan untuk mengorganisasi, menyederhanakan, dan mengekstrak informasi dari data yang telah dikumpulkan. Menurut Sekaran dan Bougie (2016), pengolahan dan analisis data merupakan proses transformasi data mentah menjadi informasi yang dapat dimengerti dan digunakan untuk membuat kesimpulan dan rekomendasi. Ada beberapa teknik pengolahan data yang dapat digunakan dalam penelitian, seperti coding, editing, dan tabulating. Coding adalah proses memberikan label atau kategori pada data yang telah dikumpulkan, sedangkan editing adalah proses memeriksa dan memperbaiki kesalahan atau kekurangan dalam data. Tabulating adalah proses mengorganisasi dan menghitung jumlah data yang terkait dengan variabel tertentu. Setelah data telah diolah, peneliti perlu melakukan analisis data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat. Terdapat beberapa teknik analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian, seperti analisis statistik dan analisis konten. Analisis statistik digunakan untuk menguji hipotesis dan mengidentifikasi hubungan antara variabel dalam data, sedangkan analisis konten digunakan untuk menganalisis konten data seperti wawancara atau dokumen. Menurut Babbie (2016), analisis statistik dapat dilakukan menggunakan teknik inferensial atau deskriptif. Analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis dan mengidentifikasi hubungan antara variabel dalam data, sementara analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data seperti ukuran pemusatan, ukuran keragaman, dan frekuensi. Selain itu, ada juga teknik analisis data kualitatif seperti analisis konten, analisis naratif, dan analisis grounded theory. Analisis konten adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi tema atau pola dalam data, sedangkan analisis naratif digunakan untuk mengidentifikasi narasi atau cerita dalam data. Analisis grounded theory adalah teknik yang digunakan untuk mengembangkan teori dari data yang dikumpulkan. Pengolahan dan analisis data yang baik dapat membantu peneliti dalam menghasilkan temuan dan kesimpulan yang valid dan reliabel. Oleh karena itu, peneliti perlu memperhatikan kualitas data dan menggunakan teknik pengolahan dan analisis yang sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian.
51 B. Teknik Pengolahan Data Metodologi pengolahan data dalam penelitian sangat penting untuk memastikan data yang digunakan dalam penelitian tersebut valid dan reliabel. Proses pengolahan data yang baik akan menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya sehingga dapat dijadikan dasar untuk membuat kesimpulan dan rekomendasi. Menurut Sekaran dan Bougie (2016), teknik pengolahan data dapat digunakan untuk menyederhanakan data, memberikan kategori pada data, dan mengorganisasi data. Teknik pengolahan data yang sering digunakan adalah coding, editing, dan tabulating. Coding adalah proses memberikan label atau kategori pada data yang telah dikumpulkan. Editing adalah proses memeriksa dan memperbaiki kesalahan atau kekurangan dalam data. Tabulating adalah proses mengorganisasi dan menghitung jumlah data yang terkait dengan variabel tertentu. Selain teknik pengolahan data, peneliti juga perlu menggunakan teknik analisis data yang sesuai dengan jenis data yang digunakan dan tujuan penelitian. Menurut Babbie (2016), terdapat dua jenis teknik analisis data, yaitu analisis statistik dan analisis kualitatif. Analisis statistik digunakan untuk menguji hipotesis dan mengidentifikasi hubungan antara variabel dalam data, sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis makna dari data. Teknik analisis statistik yang sering digunakan adalah uji hipotesis dan analisis regresi. Uji hipotesis digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan dalam penelitian, sedangkan analisis regresi digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara dua atau lebih variabel dalam data. Menurut Field (2013), teknik analisis regresi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu regresi linear dan regresi non-linear. Selain teknik analisis statistik, teknik analisis kualitatif juga sering digunakan dalam penelitian. Beberapa teknik analisis kualitatif yang sering digunakan adalah analisis konten, analisis naratif, dan analisis grounded theory. Analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi tema atau pola dalam data, sedangkan analisis naratif digunakan untuk mengidentifikasi narasi atau cerita dalam data. Analisis grounded theory digunakan untuk mengembangkan teori dari data yang dikumpulkan. Untuk memastikan validitas dan reliabilitas data, peneliti perlu melakukan beberapa teknik pengujian data, seperti uji validitas dan uji reliabilitas. Menurut Babbie (2016), terdapat beberapa teknik uji validitas dan reliabilitas, seperti uji validitas konstruk, uji reliabilitas internal, dan uji reliabilitas eksternal. Uji validitas konstruk digunakan untuk memastikan bahwa instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian benar-benar mengukur
52 konstruk yang dimaksudkan. Uji reliabilitas internal digunakan untuk memastikan bahwa instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian konsisten dalam pengukuran yang berbeda-beda. Uji reliabilitas eksternal digunakan untuk memastikan bahwa instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian konsisten dalam pengukuran yang berbeda-beda oleh orang yang berbeda-beda. etode analisis data kuantitatif merupakan teknik pengolahan data yang digunakan untuk mengolah data kuantitatif atau data yang dinyatakan dalam angka. Analisis data kuantitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode analisis data kuantitatif terdiri dari beberapa teknik, diantaranya statistik deskriptif, statistik inferensial, regresi, dan analisis jalur. 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif merupakan teknik pengolahan data yang digunakan untuk menggambarkan dan merangkum data yang telah dikumpulkan dalam bentuk angka. Statistik deskriptif menghasilkan informasi tentang ukuran pemusatan data seperti rata-rata, median, dan modus, serta informasi tentang variabilitas data seperti rentang, simpangan baku, dan kuartil. Menurut Sekaran (2014), statistik deskriptif dapat digunakan untuk menggambarkan karakteristik data penelitian, seperti: 2. Ukuran Pemusatan Data Ukuran pemusatan data adalah nilai yang digunakan untuk merepresentasikan data secara keseluruhan. Beberapa ukuran pemusatan data yang sering digunakan adalah rata-rata, median, dan modus. 3. Ukuran Variabilitas Data Ukuran variabilitas data adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh data menyebar dari nilai rata-rata. Beberapa ukuran variabilitas data yang sering digunakan adalah simpangan baku, rentang, dan kuartil. 4. Statistik Inferensial Statistik inferensial merupakan teknik pengolahan data yang digunakan untuk menguji hipotesis. Statistik inferensial digunakan untuk membuat generalisasi tentang populasi berdasarkan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Teknik-teknik yang termasuk dalam statistik inferensial antara lain uji t, uji F, dan analisis variansi.
53 Menurut Kline (2016), statistik inferensial memiliki beberapa kegunaan, yaitu: 1. Mengukur Pengaruh Variabel Statistik inferensial digunakan untuk mengukur pengaruh variabel terhadap hasil penelitian. Dengan menggunakan statistik inferensial, peneliti dapat mengetahui seberapa besar pengaruh variabel terhadap hasil penelitian. 2. Menguji Hipotesis Statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dengan menggunakan statistik inferensial, peneliti dapat mengetahui apakah hipotesis yang telah ditetapkan dapat diterima atau ditolak. 3. Regresi Regresi merupakan teknik pengolahan data yang digunakan untuk mengukur hubungan antara dua atau lebih variabel. Regresi digunakan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen berdasarkan nilai dari satu atau lebih variabel independen. Regresi terbagi menjadi dua jenis, yaitu regresi linear dan regresi non-linear. 4. Multivariat Metode pengolahan data yang lain adalah teknik analisis multivariat. Teknik ini digunakan ketika ada lebih dari satu variabel independen dan satu variabel dependen dalam penelitian. Teknik analisis multivariat menggabungkan beberapa teknik statistik seperti regresi, analisis jalur, analisis faktor, dan analisis diskriminan untuk memahami hubungan antara variabel-variabel tersebut. Regresi adalah salah satu teknik analisis multivariat yang paling sering digunakan. Regresi berguna untuk mempelajari hubungan antara variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen. Regresi linier sederhana menggambarkan hubungan antara dua variabel dengan menggunakan persamaan garis lurus. Regresi linier berganda menggambarkan hubungan antara satu variabel dependen dengan dua atau lebih variabel independen. Analisis jalur adalah teknik analisis multivariat yang digunakan untuk memahami hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel dalam suatu model. Teknik ini dapat digunakan untuk menguji hipotesis tentang hubungan antara variabel-variabel dan memberikan gambaran tentang arah dan kekuatan hubungan tersebut.
54 Analisis faktor adalah teknik analisis multivariat yang digunakan untuk mengurangi dimensi data dengan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang terkait dengan data. Teknik ini dapat membantu mengidentifikasi pola yang muncul dalam data dan mengelompokkan variabel-variabel yang memiliki hubungan yang kuat satu sama lain. Analisis diskriminan adalah teknik analisis multivariat yang digunakan untuk memprediksi kategori atau kelompok dari suatu variabel dependen berdasarkan nilai dari beberapa variabel independen. Teknik ini berguna untuk mengidentifikasi variabel independen yang paling penting dalam membedakan kelompok-kelompok tersebut. C. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan tahapan penting dalam penelitian yang memiliki tujuan untuk menghasilkan informasi dan pemahaman yang lebih dalam dari data yang telah dikumpulkan. Dalam penelitian, terdapat dua jenis analisis data yang umum digunakan, yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Dalam kajian metodologis ini, akan dibahas teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif beserta kutipan dari beberapa pakar dan sumber rujukannya. Teknik analisis data kualitatif mencakup proses mengorganisasi dan menafsirkan data yang dihasilkan dari penelitian yang bersifat deskriptif. Analisis data kualitatif sering digunakan dalam penelitian sosial, antropologi, dan ilmu humaniora. Teknik analisis data kualitatif memerlukan keterampilan khusus dalam memahami dan menafsirkan data yang diperoleh. Salah satu teknik analisis data kualitatif yang umum digunakan adalah analisis tematik. Analisis tematik melibatkan mengidentifikasi dan mengorganisir tema-tema yang muncul dalam data yang telah dikumpulkan. Teknik ini sering digunakan dalam penelitian yang menggunakan wawancara dan pengamatan sebagai sumber data. Berdasarkan Schreier (2012), analisis tematik memerlukan tiga tahap analisis yaitu persiapan, pemrosesan, dan interpretasi. Selain analisis tematik, teknik analisis data kualitatif lainnya adalah analisis naratif. Analisis naratif mengacu pada proses merangkai kembali data yang terkumpul dalam bentuk narasi atau cerita yang lebih lengkap dan terstruktur. Menurut Riessman (2008), analisis naratif melibatkan tiga langkah yaitu identifikasi, konstruksi, dan interpretasi. Teknik analisis data kuantitatif adalah proses pengumpulan, pengolahan, dan interpretasi data yang bersifat numerik. Analisis data kuantitatif digunakan dalam penelitian yang berfokus pada hubungan antara variabel dan digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian.
55 Salah satu teknik analisis data kuantitatif yang umum digunakan adalah analisis regresi. Analisis regresi melibatkan penggunaan persamaan matematis untuk memodelkan hubungan antara dua atau lebih variabel. Menurut Hair et al. (2017), analisis regresi memiliki beberapa tahap yaitu pemilihan variabel, transformasi variabel, pemilihan model, penaksiran parameter, dan evaluasi model. Selain analisis regresi, teknik analisis data kuantitatif lainnya adalah analisis multivariat. Analisis multivariat digunakan ketika terdapat lebih dari satu variabel independen dan satu variabel dependen dalam penelitian. Analisis multivariat menggabungkan beberapa teknik statistik seperti regresi, analisis jalur, analisis faktor, dan analisis diskriminan untuk memahami hubungan antara variabel-variabel tersebut. Metodologi analisis data adalah kunci dalam mengekstraksi dan memahami makna dari data yang telah dikumpulkan. Dalam penelitian, ada dua jenis analisis data yang paling umum digunakan, yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Kedua jenis analisis data ini memiliki teknik yang berbeda-beda, dan keduanya memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pengambilan kesimpulan. ➢ Analisis Data Kualitatif Analisis data kualitatif merupakan teknik analisis data yang digunakan untuk memahami suatu fenomena melalui wawancara, observasi, dan dokumen. Teknik analisis data kualitatif melibatkan pemrosesan data dengan cara mereduksi, mengorganisasi, dan memilih data untuk diinterpretasi. Selain itu, teknik analisis data kualitatif juga dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak seperti NVivo, MAXQDA, dan Atlas.ti. Menurut Miles dan Huberman (2014), ada tiga teknik dasar dalam analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Reduksi data adalah proses pengurangan data menjadi konsep-konsep penting dan terkait. Display data adalah proses mengorganisasi dan menggambarkan data dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram. Verifikasi data adalah proses memastikan keabsahan dan keandalan data. ➢ Analisis Data Kuantitatif Analisis data kuantitatif adalah teknik analisis data yang digunakan untuk memahami hubungan antara variabel-variabel numerik. Teknik analisis data kuantitatif melibatkan pengolahan data dengan cara mereduksi, mengorganisasi, dan memilih data untuk diinterpretasi. Selain itu, teknik analisis data kuantitatif juga dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak seperti SPSS, Stata, dan Excel.
56 Menurut Sekaran dan Bougie (2016), ada tiga teknik dasar dalam analisis data kuantitatif, yaitu deskripsi data, analisis inferensial, dan analisis regresi. Deskripsi data adalah proses menggambarkan dan meringkas data numerik dengan menggunakan statistik deskriptif seperti rata-rata, median, dan modus. Analisis inferensial adalah proses melakukan uji hipotesis dan estimasi parameter dengan menggunakan statistik inferensial seperti uji t, ANOVA, dan regresi linier. Analisis regresi adalah proses memodelkan hubungan antara dua atau lebih variabel numerik dengan menggunakan model regresi seperti regresi linier sederhana dan berganda. Analisis data kualitatif dan kuantitatif memiliki teknik yang berbeda-beda. Analisis data kualitatif digunakan untuk memahami suatu fenomena melalui wawancara, observasi, dan dokumen, sedangkan analisis data kuantitatif digunakan untuk memahami hubungan antara variabel-variabel numerik. Keduanya memiliki teknik dasar yang berbeda, dan keduanya memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pengambilan kesimpulan. Teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Dalam penelitian, analisis data kualitatif dan kuantitatif berbeda dan memiliki tujuan serta teknik yang berbeda pula. Analisis data kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang pandangan, persepsi, dan sikap subjek dalam penelitian. Analisis data kualitatif lebih fokus pada pemahaman mendalam tentang fenomena sosial yang diteliti. Analisis data kualitatif melibatkan proses koding dan kategorisasi data, kemudian dianalisis untuk menemukan tema utama. Menurut Creswell (2014), analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengembangkan kategori, membandingkan dan menghubungkan kategori, dan kemudian menarik kesimpulan dari data yang telah dianalisis. Salah satu teknik analisis data kualitatif yang sering digunakan adalah analisis isi. Menurut Krippendorff (2018), analisis isi adalah proses analisis data kualitatif yang mengidentifikasi, memproses, dan memeriksa informasi dalam bentuk teks, gambar, atau audio dengan tujuan memahami makna dan signifikansi dari data tersebut. Proses analisis isi meliputi pengkodean dan kategorisasi data, kemudian data dianalisis untuk menemukan tema utama. Teknik analisis isi sering digunakan dalam penelitian sosial, komunikasi, dan psikologi. Sedangkan, analisis data kuantitatif adalah proses pengumpulan dan analisis data yang menggunakan metode statistik untuk menghasilkan hasil yang dapat diukur dan dinyatakan dalam bentuk
57 angka atau persentase. Analisis data kuantitatif bertujuan untuk mengukur hubungan antara variabel dan menguji hipotesis yang telah diajukan. Menurut Creswell (2014), analisis data kuantitatif melibatkan proses mengumpulkan data, membersihkan data, menganalisis data, dan menyajikan hasil analisis. Salah satu teknik analisis data kuantitatif yang sering digunakan adalah analisis regresi. Analisis regresi adalah teknik analisis statistik yang digunakan untuk memeriksa hubungan antara satu atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen. Menurut Hair et al. (2019), analisis regresi dapat membantu peneliti untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang telah ditentukan. Untuk teknik analisis data kuantitatif, terdapat beberapa teknik yang umum digunakan, di antaranya: 1. Statistik Deskriptif Teknik ini digunakan untuk menggambarkan dan menyajikan data secara numerik dengan menggunakan ukuran pemusatan dan penyebaran. Menurut Sarwono (2017), teknik statistik deskriptif terdiri dari beberapa ukuran statistik seperti mean, median, modus, standar deviasi, dan kuartil. 2. Regresi Regresi digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel. Menurut Hair et al. (2017), teknik regresi digunakan untuk menentukan pengaruh satu atau beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Regresi dapat dibedakan menjadi linear dan non-linear. 3. Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan atau tidak antara dua atau lebih kelompok atau variabel. Menurut Sarwono (2017), uji hipotesis melibatkan pengujian terhadap hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Sedangkan untuk teknik analisis data kualitatif, terdapat beberapa teknik yang umum digunakan, di antaranya: 1. Analisis Konten Analisis konten digunakan untuk mengungkapkan makna atau pesan dalam data yang terkait dengan topik atau isu tertentu. Menurut Krippendorff (2018), analisis konten terdiri dari beberapa tahap, yaitu pemilihan unit analisis, penentuan kategori, pemilihan sampel, dan pengukuran reliabilitas.
58 2. Analisis Tema Analisis tema digunakan untuk mengidentifikasi pola atau tema yang muncul dalam data. Menurut Braun dan Clarke (2019), analisis tema terdiri dari enam tahap, yaitu familiarisasi dengan data, pembuatan kode, pencarian tema, peninjauan tema, definisi dan penamaan tema, dan penyusunan laporan. 3. Analisis Naratif Analisis naratif digunakan untuk mengeksplorasi narasi atau cerita yang muncul dalam data. Menurut Riessman (2008), analisis naratif terdiri dari beberapa tahap, yaitu pengorganisasian data, penentuan tema, pengembangan tema, dan penyusunan laporan. Dalam penelitian, pilihan antara analisis data kualitatif atau kuantitatif tergantung pada tujuan penelitian dan jenis data yang dikumpulkan. Jika penelitian bertujuan untuk memahami fenomena sosial dengan lebih dalam, maka analisis data kualitatif dapat menjadi pilihan yang lebih tepat. Namun, jika penelitian bertujuan untuk mengukur hubungan antara variabel dan menguji hipotesis, maka analisis data kuantitatif dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
59 VIII INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Interpretasi dan Pembahasan Hasil Penelitian Interpretasi dan pembahasan hasil penelitian merupakan tahapan penting dalam sebuah penelitian karena tahapan ini akan menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi untuk peneliti selanjutnya. Interpretasi dan pembahasan hasil penelitian juga dapat memberikan kontribusi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Sugiyono (2017), interpretasi adalah kegiatan untuk menafsirkan dan menguraikan data yang sudah terkumpul agar dapat dimengerti dan dianalisis. Sedangkan pembahasan adalah kegiatan untuk mempertimbangkan dan mengevaluasi hasil analisis data guna menjawab masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah diajukan. Hasil interpretasi dan pembahasan data penelitian biasanya dituangkan dalam bentuk tabel, grafik, atau naratif tertulis. Menurut Creswell (2014), interpretasi dan pembahasan hasil penelitian kualitatif terdiri dari empat tahap, yaitu (1) pengorganisasian data, (2) penafsiran data, (3) membuat temuan atau kesimpulan, dan (4) memberikan rekomendasi. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, tahapan interpretasi dan pembahasan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu (1) analisis deskriptif dan (2) analisis inferensial. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam interpretasi dan pembahasan hasil penelitian, baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Beberapa metode tersebut antara lain: 1. Analisis tematik Analisis tematik adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam interpretasi dan pembahasan hasil penelitian kualitatif. Metode ini dilakukan dengan mengidentifikasi tema atau pola dalam data yang sudah terkumpul, kemudian membuat kategori dan sub-kategori. Setelah itu, data yang ada akan diklasifikasikan sesuai dengan kategori dan subkategori yang sudah dibuat. Contoh Interpretasi hasil penelitian menggunakan Analisis Tematik: Penelitian ini menggunakan analisis tematik untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi partisipan tentang kehidupan di desa mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tema utama yang
60 muncul dari data yang dianalisis: 1) Kehidupan sosial yang erat, 2) Keterbatasan infrastruktur, dan 3) Budaya lokal yang kuat. Pertama, tema kehidupan sosial yang erat mengungkapkan bahwa partisipan merasa saling terhubung dan memegang teguh nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka menggambarkan desa mereka sebagai komunitas yang harmonis dan solidaritas, dimana semua orang saling membantu dan bekerja sama dalam banyak hal, mulai dari pekerjaan pertanian hingga kegiatan adat. Kedua, tema keterbatasan infrastruktur mengungkapkan bahwa partisipan merasa bahwa infrastruktur di desa mereka masih kurang, terutama dalam hal akses air bersih, jalan, dan akses ke fasilitas kesehatan. Keterbatasan ini memengaruhi kualitas hidup mereka, terutama di musim kemarau, ketika pasokan air sangat berkurang. Ketiga, tema budaya lokal yang kuat mengungkapkan bahwa partisipan merasa sangat bangga dengan tradisi dan adat yang masih terjaga di desa mereka. Mereka meyakini bahwa budaya lokal adalah bagian penting dari identitas mereka dan harus dijaga agar tetap hidup. Dari hasil analisis tematik ini, dapat disimpulkan bahwa kehidupan di desa memiliki dinamika yang kompleks, dengan kehidupan sosial yang erat, keterbatasan infrastruktur, dan budaya lokal yang kuat menjadi faktor yang mempengaruhi pengalaman dan persepsi partisipan. Tematema ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan dan program yang lebih sensitif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa. 2. Analisis regresi Analisis regresi adalah metode yang umum digunakan dalam interpretasi dan pembahasan hasil penelitian kuantitatif. Metode ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel. Dalam analisis regresi, variabel yang satu disebut variabel independen, sedangkan variabel yang lain disebut variabel dependen. Berikut ini adalah contoh singkat interpretasi hasil penelitian kuantitatif menggunakan analisis regresi: Penelitian ini menggunakan analisis regresi untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan dan penghasilan di antara responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat pendidikan dan penghasilan. Koefisien regresi antara tingkat pendidikan dan penghasilan adalah 0,68 dengan tingkat signifikansi 0,01.
61 Artinya, jika seseorang meningkatkan tingkat pendidikan mereka sebesar satu tahun, maka diperkirakan penghasilan mereka akan meningkat sebesar 0,68. Tingkat signifikansi yang rendah menunjukkan bahwa hubungan antara tingkat pendidikan dan penghasilan sangat kuat dan dapat dipercaya. Dari hasil analisis regresi ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan memainkan peran penting dalam menentukan penghasilan. Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan dapat meningkatkan potensi penghasilan individu dan memperkuat basis ekonomi secara keseluruhan. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi kebijakan publik dan perencanaan ekonomi untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat. 3. Analisis faktor Analisis faktor adalah metode statistik yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah variabel. Metode ini berguna untuk mengurangi kompleksitas dari data yang sudah terkumpul. Berikut ini adalah contoh singkat interpretasi hasil penelitian menggunakan analisis faktor: Penelitian ini menggunakan analisis faktor untuk mengeksplorasi dimensi-dimensi yang mendasari kepuasan pelanggan dengan produk smartphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang muncul dari data yang dianalisis: 1) Faktor Kualitas Produk, 2) Faktor Kinerja Produk, 3) Faktor Desain Produk, dan 4) Faktor Harga Produk. Pertama, faktor Kualitas Produk mengacu pada kepercayaan pelanggan pada kualitas dan keandalan produk smartphone. Faktor ini meliputi kualitas bahan, fitur, dan performa. Kedua, faktor Kinerja Produk mengacu pada kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman yang memuaskan. Faktor ini meliputi kecepatan, stabilitas, dan keamanan. Ketiga, faktor Desain Produk mengacu pada estetika dan tampilan produk. Faktor ini meliputi ukuran, bentuk, dan warna. Keempat, faktor Harga Produk mengacu pada harga produk dan kecocokan dengan anggaran pelanggan.
62 Dari hasil analisis faktor ini, dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan dengan produk smartphone dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan. Faktor-faktor ini dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memperhatikan kualitas, kinerja, desain, dan harga produk mereka. 4. Analisis jalur Analisis jalur adalah metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel. Metode ini digunakan untuk memeriksa sejauh mana variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara langsung maupun tidak langsung. Berikut ini adalah contoh singkat interpretasi hasil penelitian menggunakan analisis jalur: Penelitian ini menggunakan analisis jalur untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional, kepuasan kerja, dan kinerja kerja karyawan di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja kerja. Selain itu, kepuasan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kerja karyawan. Ada pula pengaruh langsung dan positif dari kecerdasan emosional terhadap kinerja kerja karyawan. Lebih spesifik, hasil analisis jalur menunjukkan bahwa kecerdasan emosional mempengaruhi kepuasan kerja dengan koefisien jalur sebesar 0,45 dan kepuasan kerja mempengaruhi kinerja kerja dengan koefisien jalur sebesar 0,58. Ada juga pengaruh langsung dari kecerdasan emosional terhadap kinerja kerja dengan koefisien jalur sebesar 0,26. Dari hasil analisis jalur ini, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja kerja karyawan di perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengembangkan program pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan kecerdasan emosional karyawan dan memperkuat kinerja perusahaan. Selain itu, perusahaan juga perlu memperhatikan faktorfaktor lain yang dapat memengaruhi kepuasan dan kinerja kerja karyawan.
63 B. Langkah-langkah Interpretasi dan Pembahasan Hasil Penelitian Interpretasi hasil penelitian adalah tahap akhir dalam proses penelitian yang melibatkan penafsiran data dan penarikan kesimpulan dari temuan yang diperoleh dari hasil analisis data. Interpretasi hasil penelitian juga melibatkan pembandingan temuan dengan penelitian sebelumnya dan teori yang relevan untuk memberikan makna yang lebih dalam dan kontekstual pada temuan tersebut. Menurut Creswell (2014), interpretasi hasil penelitian adalah proses memahami dan menjelaskan temuan penelitian melalui analisis data dan membandingkan temuan dengan penelitian sebelumnya dan teori yang relevan. Sementara itu, Cohen, et.al. (2013) menjelaskan bahwa interpretasi hasil penelitian adalah proses memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai fenomena yang dipelajari melalui analisis data. Dalam pembahasan hasil penelitian, peneliti perlu mempertimbangkan konteks penelitian dan menjelaskan secara jelas bagaimana temuan tersebut dapat diaplikasikan dalam praktik. Pembahasan hasil penelitian juga melibatkan pembandingan temuan dengan teori yang relevan dan penelitian sebelumnya untuk memberikan interpretasi yang lebih mendalam pada temuan tersebut. Menurut Creswell (2014), pembahasan hasil penelitian melibatkan mempertimbangkan keterbatasan dari penelitian tersebut, memberikan kesimpulan yang kuat, dan memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya atau praktik di lapangan. Sedangkan Cohen, et.al. (2013) menjelaskan bahwa pembahasan hasil penelitian melibatkan penjelasan tentang implikasi temuan tersebut pada teori dan praktik. Berikut adalah langkah-langkah interpretasi dan pembahasan hasil penelitian: 1. Interpretasi Metodologi Penelitian Langkah pertama adalah membahas metodologi penelitian. Hal ini meliputi metode yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengambilan sampel, dan instrumen penelitian. Pada tahap ini, peneliti perlu menjelaskan mengapa metodologi tersebut digunakan dan bagaimana metodologi tersebut dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan. 2. Interpretasi Temuan Penelitian Setelah itu, peneliti perlu membahas temuan penelitian yang diperoleh dari analisis data. Hal ini meliputi hasil pengujian hipotesis, temuan signifikan, dan temuan tidak signifikan. Pada tahap ini, peneliti perlu
64 menggambarkan temuan secara jelas dan objektif, serta memberikan interpretasi yang akurat mengenai arti temuan tersebut. 3. Pembahasan Temuan Penelitian Langkah selanjutnya adalah membahas temuan penelitian dengan mempertimbangkan hasil penelitian sebelumnya dan teori yang relevan. Pada tahap ini, peneliti perlu menjelaskan bagaimana temuan tersebut mendukung atau menolak teori yang ada, serta memberikan interpretasi yang lebih mendalam tentang arti temuan tersebut dalam konteks penelitian. 4. Kesimpulan dan Rekomendasi Tahap terakhir adalah memberikan kesimpulan dan rekomendasi berdasarkan temuan dan pembahasan penelitian. Pada tahap ini, peneliti perlu merangkum temuan utama, memberikan kesimpulan yang kuat, dan memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya atau untuk praktik di lapangan. Dalam interpretasi dan pembahasan hasil penelitian, penting untuk memperhatikan konteks penelitian dan menjelaskan secara jelas bagaimana temuan tersebut dapat diaplikasikan dalam praktik. Selain itu, peneliti juga perlu menyebutkan kelemahan dan keterbatasan dari penelitian tersebut, dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi interpretasi dan kesimpulan penelitian. C. Analisis Hasil Penelitian Analisis hasil penelitian merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penelitian yang melibatkan pengumpulan, pengolahan, dan penafsiran data yang diperoleh dari subjek penelitian. Tujuan dari analisis hasil penelitian adalah untuk menggambarkan dan menjelaskan temuan yang diperoleh dari data penelitian dan menarik kesimpulan yang valid dan akurat. Secara umum, ada beberapa teknik analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian, seperti analisis deskriptif, analisis inferensial, analisis faktor, analisis regresi, dan analisis jalur. Masing-masing teknik analisis data memiliki metode yang berbeda-beda untuk mengolah dan menganalisis data yang diperoleh dari subjek penelitian. Menurut Creswell (2014), analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data yang diperoleh dari subjek penelitian. Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian dengan menggunakan statistik inferensial. Analisis faktor digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi variabel dalam penelitian, sedangkan analisis regresi digunakan untuk menentukan hubungan kausal antara variabel. Analisis
65 jalur digunakan untuk menggambarkan hubungan antara variabel dalam bentuk model jalur. Namun, sebelum melakukan analisis hasil penelitian, peneliti perlu melakukan beberapa tahapan persiapan, seperti memeriksa keabsahan data, melakukan cleaning data, dan memastikan data sudah siap untuk diolah. Selain itu, peneliti juga perlu memahami dan menerapkan teknik analisis data yang sesuai dengan tujuan penelitian dan jenis data yang diperoleh. Menurut Creswell (2014), dalam melakukan analisis hasil penelitian, peneliti perlu melakukan tiga tahap utama, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tahap reduksi data melibatkan pemilahan, pemilihan, dan pengurangan data yang diperoleh dari subjek penelitian. Tahap penyajian data melibatkan penggambarkan data dengan menggunakan tabel, grafik, atau diagram yang sesuai. Tahap penarikan kesimpulan melibatkan interpretasi hasil analisis data dan penarikan kesimpulan yang valid dan akurat. Dalam melakukan analisis hasil penelitian, peneliti juga perlu memperhatikan beberapa aspek penting, seperti keterbatasan penelitian, keandalan data, dan validitas hasil analisis data. Keterbatasan penelitian harus dijelaskan secara jelas dalam pembahasan hasil penelitian untuk menghindari interpretasi yang salah atau kesimpulan yang tidak akurat. Keandalan data dan validitas hasil analisis data perlu dijaga dengan melakukan pengujian keandalan dan validitas yang sesuai dengan teknik analisis data yang digunakan.
66 BAB IX PENULISAN LAPORAN PENELITIAN A. Pengertian Laporan Penelitian Laporan penelitian merupakan hasil akhir dari suatu kegiatan penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Secara umum, laporan penelitian berisi ringkasan dari seluruh proses penelitian yang dilakukan, termasuk tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil temuan, dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut. Menurut Gay dan Airasian (2003), laporan penelitian kualitatif memiliki ciri khas dalam bentuk deskripsi yang rinci dan mendalam mengenai suatu fenomena tertentu yang sedang diteliti. Sedangkan laporan penelitian kuantitatif lebih fokus pada pengukuran variabel-variabel yang telah ditentukan sebelumnya, serta pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis statistik. Dalam menulis laporan penelitian, penting untuk mengikuti struktur yang jelas dan sistematis, sehingga hasil penelitian dapat disajikan secara jelas dan mudah dipahami oleh pembaca. Menurut Moleong (2006), struktur laporan penelitian terdiri dari judul, pendahuluan, kerangka teori, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan. Selain itu, laporan penelitian juga harus memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas agar dapat dianggap sebagai hasil penelitian yang dapat dipercaya. Validitas berkaitan dengan sejauh mana hasil penelitian sesuai dengan realitas yang sedang diteliti, sedangkan reliabilitas berkaitan dengan sejauh mana hasil penelitian dapat diandalkan dan diperoleh secara konsisten. Dalam hal penulisan laporan penelitian, penulis juga harus memperhatikan aspek etika penelitian seperti hak cipta, keamanan data, dan persetujuan subjek penelitian. Peneliti juga perlu mempertimbangkan kepentingan para pembaca dalam memperoleh informasi yang akurat dan berguna dari hasil penelitian yang dilakukan. Laporan penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan dalam metode dan fokus penelitiannya, namun keduanya harus memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas agar dapat dianggap sebagai hasil penelitian yang dapat dipercaya. Dalam penulisan laporan penelitian, penting untuk mengikuti struktur yang jelas dan sistematis, serta memperhatikan aspek etika penelitian untuk memastikan keandalan hasil penelitian yang disajikan.
67 B. Struktur Laporan Penelitian Struktur laporan penelitian yang baik sangat penting untuk memastikan informasi dalam laporan penelitian dapat disajikan secara sistematis dan mudah dipahami oleh pembaca. Struktur laporan penelitian yang baik juga dapat membantu penulis dalam mengorganisasi informasi dan memastikan bahwa tidak ada aspek penting yang terlewatkan. Menurut Moleong (2017), struktur laporan penelitian yang baik terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu: 1. Sampul atau cover, yang berisi informasi mengenai judul penelitian, nama penulis, dan institusi penulis. 2. Halaman pengesahan, yang berisi informasi mengenai identitas peneliti dan pihak-pihak yang terkait dengan penelitian, serta pernyataan pengesahan bahwa laporan penelitian tersebut adalah hasil karya peneliti sendiri. 3. Kata Pengantar, yang berisi informasi mengenai latar belakang penelitian, tujuan penelitian, serta metodologi yang digunakan dalam penelitian. 4. Daftar Isi, yang berisi daftar seluruh bagian atau bab yang ada dalam laporan penelitian. 5. Bab Pendahuluan, yang berisi informasi mengenai latar belakang masalah, tujuan penelitian, dan kerangka teoritis yang menjadi dasar dalam penelitian. 6. Bab Metodologi, yang berisi informasi mengenai rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, serta analisis data yang digunakan dalam penelitian. 7. Bab Hasil Penelitian, yang berisi informasi mengenai temuan atau hasil penelitian yang telah dilakukan. 8. Bab Pembahasan, yang berisi interpretasi dan penjelasan mengenai hasil penelitian, serta penghubungan hasil penelitian dengan kerangka teoritis yang telah dikemukakan. 9. Bab Kesimpulan dan Saran, yang berisi ringkasan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian, serta saran dan rekomendasi yang diberikan penulis untuk penelitian selanjutnya. 10.Daftar Pustaka, yang berisi daftar referensi yang digunakan dalam penulisan laporan penelitian. Struktur laporan penelitian yang baik harus disusun dengan sistematis dan logis, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami isi laporan penelitian. Menurut Creswell (2014), struktur laporan penelitian yang baik harus memenuhi beberapa kriteria, seperti struktur yang jelas dan sistematis,
68 informasi yang lengkap dan akurat, serta ringkas dan mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, menurut Sugiyono (2016), struktur laporan penelitian yang baik harus memperhatikan kejelasan dan kelogisan dalam penyusunan babbab, serta penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan menghindari penggunaan jargon yang sulit dipahami oleh pembaca. Dalam menulis laporan penelitian, penulis juga harus memperhatikan bahwa informasi yang disajikan harus relevan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan menggunakan data yang akurat dan terpercaya. Hal ini sejalan dengan pendapat Creswell (2014) bahwa laporan penelitian harus memuat informasi yang lengkap dan akurat, serta menghindari informasi yang tidak relevan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan memperhatikan struktur laporan penelitian yang baik, maka informasi yang disajikan dalam laporan penelitian dapat disampaikan dengan lebih jelas dan mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, laporan penelitian yang baik juga dapat meningkatkan kredibilitas penelitian yang dilakukan dan memberikan manfaat bagi lembaga atau institusi yang terkait dengan penelitian tersebut. C. Etika Penulisan Laporan Penelitian Etika penulisan laporan penelitian yang baik adalah sangat penting untuk diperhatikan oleh penulis. Hal ini dikarenakan, laporan penelitian yang dibuat dengan etika yang baik akan memberikan kepercayaan pada pembaca dan masyarakat terkait hasil penelitian yang telah dilakukan. Berikut adalah beberapa pandangan dari pakar tentang etika penulisan laporan penelitian: 1. Melakukan Penulisan dengan Jujur dan Adil Menurut Wiersma (2009), etika penulisan laporan penelitian yang baik adalah dengan melakukan penulisan secara jujur dan adil. Jujur berarti tidak melakukan manipulasi atau penyelewengan data, sedangkan adil berarti memberikan hak cipta atau pengakuan terhadap sumber-sumber referensi yang digunakan. 2. Menjaga Kerahasiaan Data Selain itu, dalam penulisan laporan penelitian, penulis juga harus memperhatikan kerahasiaan data yang dimiliki. Menurut Mertens (2015), menjaga kerahasiaan data merupakan salah satu etika penulisan laporan penelitian yang penting, khususnya dalam penelitian yang melibatkan manusia atau subjek penelitian. Penulis harus memastikan bahwa data yang diperoleh tidak disalahgunakan dan dijaga kerahasiaannya.
69 3. Tidak Menjiplak Etika penulisan laporan penelitian yang baik juga berarti tidak melakukan plagiat atau menjiplak tulisan orang lain. Hal ini sejalan dengan pandangan dari Creswell (2014) yang menyatakan bahwa penulis harus memastikan bahwa semua informasi yang disajikan dalam laporan penelitian adalah orisinal dan bukan hasil jiplakan dari sumber lain. 4. Memperhatikan Aspek Kemanusiaan Aspek kemanusiaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam etika penulisan laporan penelitian. Menurut Smith dan Davis (2018), penulis harus memastikan bahwa dalam penelitian yang melibatkan subjek manusia, penelitian tersebut telah mendapatkan persetujuan dari subjek yang bersangkutan dan memperhatikan hak-hak mereka sebagai manusia. 5. Tidak Memanipulasi Hasil Penelitian Pakar dalam bidang penelitian, Nardi (2018) menyatakan bahwa etika penulisan laporan penelitian juga mencakup ketidakbolehan untuk memanipulasi hasil penelitian. Manipulasi dapat terjadi pada berbagai tahap penelitian, seperti pada proses pengambilan data, analisis data, atau pengambilan kesimpulan. Oleh karena itu, penulis harus memastikan bahwa hasil penelitian yang disajikan adalah sesuai dengan fakta yang ada dan tidak dimanipulasi. Dalam menulis laporan penelitian, penulis harus memperhatikan etika penulisan agar dapat menjaga integritas penelitian dan meningkatkan kepercayaan pada pembaca terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Oleh karena itu, sebagai penulis, penting untuk memahami etika penulisan laporan penelitian yang baik agar dapat menghasilkan laporan penelitian yang berkualitas dan dapat diandalkan. Etika penulisan laporan penelitian merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh setiap peneliti. Hal ini akan memastikan bahwa hasil penelitian yang disajikan berkualitas, dapat dipercaya, dan tidak melanggar prinsip-prinsip etika penelitian. Dengan memahami etika penulisan laporan penelitian yang baik, penulis akan dapat menghasilkan laporan penelitian yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
70 BAB X PEMANFAATAN HASIL PENELITIAN A. Pengertian Pemanfaatan Hasil Penelitian Penelitian adalah proses ilmiah untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mempresentasikan data untuk menjawab pertanyaan penelitian (Kothari, 2014). Hasil penelitian memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat digunakan untuk mengambil keputusan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan bisnis. Pemanfaatan hasil penelitian dapat dilakukan oleh berbagai pihak, seperti peneliti, akademisi, praktisi, dan masyarakat umum. Menurut Siregar (2018), pemanfaatan hasil penelitian dapat dilakukan dengan cara publikasi ilmiah, penyampaian hasil penelitian dalam seminar dan konferensi, serta penyediaan informasi untuk masyarakat umum melalui media massa. Beberapa ahli mengungkapkan pentingnya pemanfaatan hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat. Menurut Abdullah (2017), pemanfaatan hasil penelitian dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memberikan solusi atas permasalahan sosial yang dihadapi. Sedangkan menurut Ogunniyi (2017), pemanfaatan hasil penelitian dapat meningkatkan efektivitas kebijakan publik dan memberikan manfaat bagi pengambil keputusan. Namun, pemanfaatan hasil penelitian tidak selalu mudah dilakukan. Menurut Riduwan (2015), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil penelitian, seperti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hasil penelitian, keterbatasan akses informasi, dan minimnya koordinasi antara peneliti dan praktisi. Hasil penelitian memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat digunakan untuk mengambil keputusan di berbagai bidang. Pemanfaatan hasil penelitian dapat dilakukan dengan cara publikasi ilmiah, penyampaian hasil penelitian dalam seminar dan konferensi, serta penyediaan informasi untuk masyarakat umum melalui media massa. Namun, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan hasil penelitian. Oleh karena itu, peneliti perlu memperhatikan cara menyajikan hasil penelitian agar dapat dengan mudah dimengerti dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas. Selain itu, etika dalam penggunaan dan pemanfaatan hasil penelitian juga perlu diperhatikan. Menurut Rahardjo (2013), etika dalam penggunaan dan pemanfaatan hasil penelitian meliputi pengakuan sumber data dan ide, penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual, dan keamanan data. Peneliti perlu memastikan
71 bahwa data yang digunakan dalam penelitian adalah sah dan tidak melanggar hak kekayaan intelektual orang lain. Selain itu, peneliti juga perlu menjaga kerahasiaan data dan menghindari penyalahgunaan data. Dalam hal pemanfaatan hasil penelitian, peneliti perlu memastikan bahwa hasil penelitiannya digunakan untuk kepentingan yang positif dan sesuai dengan tujuan awal penelitian. Menurut Jurnalis (2017), peneliti perlu menginformasikan secara jelas dan transparan kepada masyarakat tentang hasil penelitiannya dan manfaat yang dapat diperoleh. Hal ini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap hasil penelitian dan meningkatkan kemungkinan pemanfaatan hasil penelitian secara luas. Pemanfaatan hasil penelitian memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat digunakan untuk mengambil keputusan di berbagai bidang. Oleh karena itu, peneliti perlu memperhatikan etika dalam penggunaan dan pemanfaatan hasil penelitian untuk memastikan bahwa hasil penelitian digunakan untuk kepentingan yang positif dan sesuai dengan tujuan awal penelitian. Peneliti juga perlu menginformasikan secara jelas dan transparan tentang hasil penelitiannya untuk meningkatkan kemungkinan pemanfaatan hasil penelitian secara luas. Selain itu, penting untuk memahami bahwa hasil penelitian harus didasarkan pada metode penelitian yang valid dan akurat. Peneliti harus memperhatikan etika penelitian dan memastikan bahwa mereka menggunakan sampel yang representatif, teknik pengumpulan data yang tepat, dan analisis data yang valid. Hal ini akan memastikan bahwa hasil penelitian yang dihasilkan dapat diandalkan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sisi lain, peneliti juga perlu memperhatikan komunikasi hasil penelitian kepada publik. Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil penelitian adalah dengan menyajikan informasi yang jelas, transparan, dan mudah dimengerti. Sebagai contoh, peneliti dapat menggunakan infografis atau media visual lainnya untuk menyajikan hasil penelitian dengan cara yang lebih menarik dan mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Pemanfaatan hasil penelitian juga harus memperhatikan konteks sosial dan budaya di mana hasil penelitian tersebut digunakan. Peneliti harus mempertimbangkan dampak sosial dan budaya dari hasil penelitian dan memastikan bahwa hasil penelitian tersebut sesuai dengan nilai dan kebutuhan masyarakat. Hal ini akan membantu memperkuat kepercayaan dan kebermanfaatan hasil penelitian bagi masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks pengembangan teknologi dan inovasi, pemanfaatan hasil penelitian juga dapat berkontribusi pada pengembangan produk dan layanan yang lebih inovatif dan efektif. Hasil penelitian dapat digunakan
72 untuk mengidentifikasi masalah atau kekurangan dalam produk atau layanan yang ada, serta untuk mengembangkan solusi yang lebih efektif. Dalam hal ini, kerja sama antara peneliti dan pelaku industri atau bisnis dapat sangat berguna untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat dimanfaatkan secara optimal. Memahami pengertian dan pemanfaatan hasil penelitian yang valid dan akurat sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peneliti perlu memperhatikan etika dalam penelitian, komunikasi hasil penelitian, konteks sosial dan budaya, serta kerja sama antara peneliti dan pelaku industri atau bisnis. Dengan cara ini, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta untuk kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. B. Diseminasi Hasil Penelitian Diseminasi hasil penelitian adalah proses yang penting dalam dunia akademis untuk mengkomunikasikan temuan penelitian kepada publik dan menyebarluaskan informasi kepada para pemangku kepentingan. Ada beberapa cara untuk melakukan diseminasi, antara lain dengan cara publikasi di jurnal ilmiah, presentasi di konferensi, publikasi di media massa, dan pembuatan policy brief. Namun, dalam proses diseminasi ini, terdapat beberapa fenomena yang biasa terjadi di dunia akademis. ➢ Pertama, fenomena publikasi dan pengakuan. Para peneliti sering kali merasa terdorong untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal-jurnal ternama dan diakui oleh dunia akademis. Hal ini dapat mengakibatkan beberapa kecenderungan seperti tekanan untuk menghasilkan publikasi, mempublikasikan hasil penelitian yang terlalu dini, dan bahkan perilaku plagiarisme. ➢ Kedua, fenomena peer review. Peer review adalah proses penilaian oleh para pakar dalam bidang penelitian yang sama untuk menentukan apakah sebuah tulisan layak diterbitkan atau tidak. Fenomena ini dapat menyebabkan adanya penilaian yang subyektif, seperti penilaian berdasarkan koneksi pribadi, institusi asal penulis, atau bahkan jenis kelamin penulis. ➢ Ketiga, fenomena komersialisasi penelitian. Dalam beberapa kasus, penelitian seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak swasta untuk tujuan komersial, seperti pengembangan produk atau jasa. Hal ini dapat mengakibatkan penelitian tidak berpihak pada kepentingan publik dan mengabaikan aspek-aspek yang lebih penting dalam penelitian. Oleh karena itu, para peneliti harus berhati-hati dalam melakukan diseminasi hasil penelitian mereka dan harus menghindari terjadinya
73 fenomena-fenomena yang dapat merusak integritas hasil penelitian. Dalam melakukan diseminasi, para peneliti harus selalu memperhatikan prinsipprinsip etika penelitian, seperti kejujuran, keterbukaan, dan keadilan, serta memperhatikan aspek-aspek yang lebih penting dalam penelitian, yaitu kontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat secara umum. Contoh kasus diseminasi hasil penelitian yang kurang tepat adalah ketika seorang peneliti mempublikasikan hasil penelitiannya tanpa memperhatikan hak cipta atau hak kekayaan intelektual milik orang lain. Misalnya, seorang peneliti mengambil data atau informasi dari sumber yang tidak diberi izin atau tanpa mencantumkan sumber tersebut secara lengkap dalam publikasi hasil penelitian. Hal ini dapat menimbulkan konflik dan melanggar hak cipta orang lain. Contoh kasus lainnya adalah ketika seorang peneliti mempublikasikan hasil penelitiannya dengan mengabaikan etika penelitian atau dengan tidak menyebutkan konflik kepentingan yang mungkin ada dalam penelitiannya. Hal ini dapat merugikan peneliti lain, lembaga yang melakukan penelitian, dan bahkan masyarakat yang menjadi obyek penelitian. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk memahami etika penelitian dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penelitian yang dilakukan. Diseminasi hasil penelitian yang baik tidak hanya memperhatikan kualitas penelitian, tetapi juga memperhatikan cara penyajian dan penyampaian hasil penelitian agar mudah dipahami dan berguna bagi masyarakat. Dalam konteks diseminasi hasil penelitian, penting bagi peneliti untuk mempertimbangkan pilihan media dan jenis publikasi yang tepat untuk menyampaikan hasil penelitiannya. Misalnya, jika hasil penelitian bersifat teknis atau ilmiah, publikasi di jurnal ilmiah yang bereputasi dapat menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika hasil penelitian ditujukan untuk masyarakat luas, publikasi di media massa atau penyampaian dalam bentuk presentasi publik dapat lebih efektif. Dalam hal ini, peneliti juga perlu memperhatikan strategi diseminasi hasil penelitian yang efektif dan efisien, seperti mengadakan seminar atau workshop, memanfaatkan media sosial dan situs web, dan berpartisipasi dalam konferensi atau pertemuan ilmiah. Dengan cara ini, diseminasi hasil penelitian dapat menjadi lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.
74 C. Implementasi Hasil Penelitian Implementasi hasil penelitian merupakan langkah penting setelah berhasil menyelesaikan penelitian. Dalam implementasi hasil penelitian, peneliti bertujuan untuk mengaplikasikan penemuan-penemuan dalam penelitian ke dalam masyarakat atau lingkungan tertentu. Implementasi dapat dilakukan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, ekonomi, teknik, kedokteran, dan lain-lain. Dalam disiplin ilmu sosial, implementasi hasil penelitian sering kali berupa rekomendasi kebijakan atau perubahan sosial. Misalnya, penelitian tentang kemiskinan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan pemerintah yang dapat meminimalisir jumlah penduduk miskin di suatu negara. Dalam disiplin ilmu ekonomi, implementasi hasil penelitian dapat berupa penerapan model bisnis baru atau strategi pemasaran yang lebih efektif. Contohnya, penelitian tentang perilaku konsumen dapat menghasilkan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran untuk produk tertentu. Fenomena-fenomena empiris dalam implementasi hasil penelitian dapat berbeda-beda tergantung dari disiplin ilmu yang digunakan. Salah satu fenomena empiris yang sering terjadi dalam implementasi hasil penelitian di disiplin ilmu teknik adalah peningkatan kualitas produk atau sistem yang lebih efisien. Contohnya, hasil penelitian tentang sistem pengolahan limbah dapat diterapkan dalam industri untuk memperbaiki kualitas limbah yang dihasilkan sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan. Dalam disiplin ilmu kedokteran, implementasi hasil penelitian dapat berupa pengembangan teknologi medis baru atau pengembangan obat baru yang lebih efektif dalam mengobati suatu penyakit. Misalnya, penelitian tentang kanker dapat menghasilkan pengembangan obat baru yang dapat memperpanjang harapan hidup pasien kanker. Secara umum, implementasi hasil penelitian sangat penting untuk memastikan bahwa penemuan-penemuan dalam penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Beberapa fenomena empiris yang sering terjadi dalam implementasi hasil penelitian di berbagai disiplin ilmu adalah sebagai berikut: ➢ Terbatasnya aksesibilitas: Penelitian yang dilakukan seringkali tidak mudah untuk diimplementasikan dalam kehidupan nyata karena adanya kendala aksesibilitas. Misalnya, jika penelitian dilakukan pada populasi tertentu yang sulit dijangkau, sulit untuk mengimplementasikan hasil penelitian secara langsung pada populasi yang lebih luas. ➢ Berbagai faktor yang mempengaruhi: Implementasi hasil penelitian juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Misalnya, hasil penelitian tentang
75 efektivitas program pendidikan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti anggaran pendidikan, kebijakan pendidikan, dan kualitas guru. ➢ Perbedaan budaya: Perbedaan budaya antara kelompok masyarakat dapat mempengaruhi implementasi hasil penelitian. Misalnya, penelitian tentang kebiasaan makan masyarakat di Jepang mungkin tidak berlaku di Indonesia karena perbedaan budaya dan kebiasaan makan yang berbeda. ➢ Perbedaan pandangan dan nilai: Perbedaan pandangan dan nilai antara para peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan juga dapat mempengaruhi implementasi hasil penelitian. Misalnya, hasil penelitian tentang program kesehatan reproduksi yang bertentangan dengan pandangan agama atau nilai budaya masyarakat dapat sulit diimplementasikan. Untuk mengatasi fenomena-fenomena tersebut, para peneliti dan praktisi dapat melakukan pendekatan yang berbeda dalam mengimplementasikan hasil penelitian, seperti melakukan modifikasi pada program atau kebijakan yang sudah ada, mengembangkan program atau kebijakan baru, atau menyesuaikan program atau kebijakan yang ada dengan kondisi budaya dan lingkungan yang berbeda. Selain itu, pihak-pihak yang terlibat dalam implementasi hasil penelitian perlu memiliki kesadaran akan pentingnya hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
76 BAB XI PENELITIAN KUANTITATIF A. Pengertian Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menggunakan metode pengumpulan dan analisis data kuantitatif untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Penelitian kuantitatif sering kali berfokus pada pengukuran dan pengujian hipotesis dengan mengumpulkan data numerik melalui instrumen penelitian yang terstandar dan terukur. Data kemudian dianalisis secara statistik untuk mencari hubungan dan pola dalam data. Menurut Creswell (2014), penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan pendekatan penelitian ilmiah yang objektif dan sistematis, dengan tujuan untuk menjelaskan atau menguji hubungan antara variabel dengan menggunakan teknik pengumpulan dan analisis data yang terstandar. Penelitian kuantitatif sering digunakan dalam ilmu sosial, seperti psikologi, sosiologi, dan ilmu politik. Menurut Sekaran dan Bougie (2016), penelitian kuantitatif juga memiliki beberapa karakteristik, antara lain: 1. Data yang dikumpulkan bersifat numerik dan diukur menggunakan instrumen yang terstandar dan terukur. 2. Tujuan penelitian adalah untuk menguji hipotesis dan menjelaskan hubungan antara variabel. 3. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan representatif untuk memastikan keabsahan hasil penelitian. 4. Analisis data menggunakan teknik statistik untuk menguji hipotesis dan menjelaskan pola data. Penelitian kuantitatif sangat bermanfaat dalam memberikan bukti empiris dan menjelaskan hubungan antara variabel. Namun, beberapa kritikus berpendapat bahwa penelitian kuantitatif terlalu terfokus pada pengukuran dan pengujian hipotesis, sehingga seringkali mengabaikan konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi fenomena yang diteliti. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti psikologi, ekonomi, sosiologi, dan kesehatan masyarakat. Metode ini dipilih ketika pertanyaan penelitian memerlukan pengukuran dan penghitungan variabel untuk menetapkan hubungan sebabakibat atau membuat prediksi berdasarkan analisis statistik.
77 Salah satu keunggulan utama penelitian kuantitatif adalah kemampuannya untuk menghasilkan data numerik yang dapat dianalisis menggunakan metode statistik untuk menguji hipotesis dan membuat inferensi tentang populasi. Hal ini memungkinkan untuk menarik kesimpulan berdasarkan sampel yang representatif dari populasi, daripada mengandalkan bukti anekdotal atau studi kasus individual. Penelitian kuantitatif juga memungkinkan peneliti untuk menetapkan hubungan sebab-akibat antara variabel. Sebagai contoh, seorang peneliti dapat menggunakan uji acak terkontrol untuk menguji efektivitas obat baru. Dengan secara acak menetapkan peserta untuk menerima obat atau plasebo, peneliti dapat menetapkan hubungan sebab-akibat antara obat dan hasil yang diukur. Keunggulan lain dari penelitian kuantitatif adalah bahwa secara umum dianggap obyektif dan tidak bias. Dengan menggunakan alat pengumpulan data yang standar dan metode statistik, peneliti dapat meminimalkan dampak bias peneliti atau interpretasi individual terhadap data. Namun, ada juga keterbatasan dalam menggunakan penelitian kuantitatif. Salah satu keterbatasan adalah bahwa sulit untuk mengukur fenomena kompleks yang sulit untuk diukur, seperti emosi atau norma budaya. Selain itu, penelitian kuantitatif mungkin tidak menangkap kompleksitas penuh dari pengalaman manusia, karena cenderung fokus pada data Deskripsi kualitatif dari perilaku atau pengalaman. Secara keseluruhan, penelitian kuantitatif adalah alat berharga untuk menghasilkan data numerik yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis dan membuat inferensi statistik. Namun, penting untuk mengakui keterbatasannya dan menggunakan bersama-sama dengan metode penelitian lain untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena yang kompleks. B. Karakteristik Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang memanfaatkan data numerik atau statistik untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis. Berikut ini adalah analisis deskriptif tentang karakteristik penelitian kuantitatif beserta pendapat para ahli dan sumber referensinya: 1. Pendekatan objektif Penelitian kuantitatif cenderung memiliki pendekatan objektif, dimana peneliti berusaha untuk meminimalisir pengaruh subjektivitas dalam pengumpulan dan analisis data. Pendekatan objektif ini didukung oleh penggunaan instrumen penelitian yang dapat diukur secara konsisten dan dapat dipercaya.
78 Menurut Creswell (2014), pendekatan objektif dalam penelitian kuantitatif memungkinkan peneliti untuk memperoleh data yang akurat dan dapat diandalkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sementara itu, Bryman (2016) menjelaskan bahwa pendekatan objektif juga memungkinkan peneliti untuk memperoleh generalisasi yang lebih luas tentang populasi yang diteliti. 2. Desain penelitian yang terstruktur Penelitian kuantitatif cenderung memiliki desain penelitian yang terstruktur, dimana peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen penelitian yang telah dirancang sebelumnya. Desain penelitian yang terstruktur ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data secara sistematis dan menghindari bias dalam pengumpulan data. Menurut Sekaran dan Bougie (2016), desain penelitian yang terstruktur dalam penelitian kuantitatif memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data dengan cara yang konsisten dan dapat diandalkan. Sementara itu, Creswell (2014) menjelaskan bahwa desain penelitian yang terstruktur juga memungkinkan peneliti untuk menguji hipotesis secara sistematis. 3. Penggunaan sampel yang representatif Penelitian kuantitatif cenderung menggunakan sampel yang representatif dari populasi yang diteliti. Penggunaan sampel yang representatif ini memungkinkan peneliti untuk membuat generalisasi tentang populasi yang lebih luas. Menurut Sekaran dan Bougie (2016), penggunaan sampel yang representatif dalam penelitian kuantitatif memungkinkan peneliti untuk membuat generalisasi yang dapat diandalkan tentang populasi yang diteliti. Sementara itu, Bryman (2016) menjelaskan bahwa penggunaan sampel yang representatif juga memungkinkan peneliti untuk menghindari bias dalam penelitian. 4. Analisis data yang sistematis Penelitian kuantitatif cenderung melakukan analisis data yang sistematis dengan menggunakan teknik statistik. Analisis data yang sistematis ini memungkinkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis secara objektif. Menurut Sekaran dan Bougie (2016), analisis data yang sistematis dalam penelitian kuantitatif memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan yang dapat diandalkan dari data yang telah dikumpulkan. Sementara itu, Bryman (2016) menjelaskan bahwa analisis data yang sistematis juga
79 memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel yang diteliti dengan menggunakan teknik statistik yang sesuai. 5. Validitas dan reliabilitas data yang tinggi Penelitian kuantitatif cenderung memperhatikan validitas dan reliabilitas data yang tinggi. Validitas data mengacu pada kemampuan instrumen penelitian untuk mengukur konsep yang diteliti dengan akurat, sedangkan reliabilitas data mengacu pada konsistensi hasil pengukuran dari instrumen penelitian yang sama. Menurut Sekaran dan Bougie (2016), validitas dan reliabilitas data yang tinggi dalam penelitian kuantitatif memungkinkan peneliti untuk memperoleh data yang akurat dan dapat dipercaya. Sementara itu, Creswell (2014) menjelaskan bahwa validitas dan reliabilitas data yang tinggi juga memungkinkan peneliti untuk membuat generalisasi yang lebih kuat tentang populasi yang diteliti. 6. Interpretasi data yang objektif Penelitian kuantitatif cenderung melakukan interpretasi data secara objektif dan berdasarkan fakta yang telah diperoleh dari analisis data. Interpretasi data yang objektif ini memungkinkan peneliti untuk menghindari pengaruh subjektivitas dalam penarikan kesimpulan dari hasil penelitian. Menurut Bryman (2016), interpretasi data yang objektif dalam penelitian kuantitatif memungkinkan peneliti untuk membuat kesimpulan yang berdasarkan data yang telah diperoleh, bukan berdasarkan pendapat atau persepsi subjektif. Sementara itu, Creswell (2014) menjelaskan bahwa interpretasi data yang objektif juga memungkinkan peneliti untuk menghasilkan temuan penelitian yang akurat dan dapat dipercaya. Dari analisis deskriptif di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian kuantitatif memiliki karakteristik yang khas, antara lain pendekatan objektif, desain penelitian yang terstruktur, penggunaan sampel yang representatif, analisis data yang sistematis, validitas dan reliabilitas data yang tinggi, serta interpretasi data yang objektif. Karakteristik ini didukung oleh pendapat para ahli seperti Creswell, Sekaran dan Bougie, serta Bryman, yang juga disertai dengan referensi dari literatur penelitian kuantitatif yang relevan.
80 Berikut adalah tebel yang menjelaskan tentang penelitian Kuantitatif: Dalam tabel ini, tahap-tahap penelitian kuantitatif dijelaskan secara singkat dan mudah dipahami. Penelitian kuantitatif memerlukan perencanaan yang matang untuk memperoleh hasil penelitian yang akurat dan relevan. Setelah data terkumpul, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik yang relevan untuk memperoleh hasil yang valid dan reliabel. Tahap interpretasi hasil kemudian dilakukan dengan menghubungkan data dengan teori yang relevan. Terakhir, laporan penelitian disusun dengan baik untuk menyajikan hasil penelitian secara jelas dan mudah dipahami. C. Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kuantitatif Sebagai sebuah pendekatan penelitian, penelitian Kuantitatif memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan antara lain: 1. Kelebihan Penelitian Kuantitatif a) Objektivitas dalam pengumpulan dan analisis data Penelitian kuantitatif memiliki kelebihan dalam memungkinkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data yang sistematis dan analisis data yang objektif, sehingga hasil penelitian yang dihasilkan cenderung lebih akurat dan dapat dipercaya.
81 Menurut Sekaran dan Bougie (2016), pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif menggunakan metode yang terstruktur dan sistematis, sehingga memungkinkan peneliti untuk menghindari pengaruh subjektivitas dalam pengumpulan data. Sementara itu, Bryman (2016) menjelaskan bahwa analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan teknik statistik yang dapat menjamin keobjektifan dalam hasil analisis. b) Memungkinkan generalisasi Penelitian kuantitatif memiliki kelebihan dalam memungkinkan generalisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas, karena menggunakan sampel yang representatif dan teknik statistik yang sesuai. Menurut Creswell (2014), generalisasi hasil penelitian dalam penelitian kuantitatif dapat dilakukan karena sampel yang diambil sudah representatif dari populasi yang lebih luas. Sementara itu, Bryman (2016) menjelaskan bahwa teknik statistik dalam penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar kemungkinan hasil penelitian dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas. c) Memungkinkan identifikasi hubungan antara variabel Penelitian kuantitatif memiliki kelebihan dalam memungkinkan identifikasi hubungan antara variabel yang diteliti menggunakan teknik statistik yang sesuai. Menurut Creswell (2014), teknik statistik dalam penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel yang diteliti. Sementara itu, Sekaran dan Bougie (2016) menjelaskan bahwa teknik statistik dalam penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel yang diteliti. Creswell (2014), lebih lanjut menjelaskan kelebihan penelitian kuantitatif adalah memungkinkan generalisasi hasil penelitian, mudah diulang oleh peneliti lain, dan memberikan hasil yang objektif dan dapat diukur. Namun, penelitian kuantitatif juga memiliki kekurangan dalam kurang mampu menangkap konteks sosial yang kompleks dan tidak dapat menjelaskan secara mendalam mengenai fenomena yang diteliti.
82 2. Kekurangan Penelitian Kuantitatif a) Kurang fleksibel Penelitian kuantitatif memiliki kekurangan dalam kurang fleksibel dalam pengumpulan data karena menggunakan instrumen penelitian yang sudah terstandarisasi. Menurut Bryman (2016), instrumen penelitian dalam penelitian kuantitatif sudah terstandarisasi, sehingga kurang fleksibel dalam pengumpulan data. Sementara itu, Creswell (2014) menjelaskan bahwa instrumen penelitian yang terstandarisasi juga dapat mengabaikan faktor-faktor yang unik dari situasi yang diteliti. b) Kurang mampu untuk memahami konteks sosial Penelitian kuantitatif memiliki kekurangan dalam kurang mampu untuk memahami konteks sosial yang ada di sekitar suatu fenomena yang diteliti. Menurut Creswell (2014), penelitian kuantitatif cenderung fokus pada pengukuran variabel dan kurang mampu untuk memahami konteks sosial yang ada di sekitar suatu fenomena yang diteliti. Hal ini dapat mengabaikan faktor-faktor yang kompleks dan tidak terukur yang mempengaruhi suatu fenomena. c) Tidak dapat menjelaskan detail secara mendalam Penelitian kuantitatif memiliki kekurangan dalam tidak dapat menjelaskan detail secara mendalam mengenai fenomena yang diteliti karena menggunakan instrumen yang terstandarisasi. Contoh empiris hasil penelitian kuantitatif yang terbukti lemah karena tidak mampu memahami konteks sosial adalah: penelitian yang menguji hubungan antara kesejahteraan ekonomi dan kebahagiaan subjektif. Penelitian tersebut menggunakan survei kuantitatif dengan instrumen terstandardisasi yang meminta responden untuk menilai kesejahteraan ekonomi dan kebahagiaan subjektif mereka. Meskipun penelitian tersebut menemukan hubungan yang signifikan antara kesejahteraan ekonomi dan kebahagiaan subjektif, penelitian ini terbukti lemah karena tidak mampu memahami konteks sosial yang kompleks yang mempengaruhi hubungan tersebut. Misalnya, penelitian tidak mengambil faktor-faktor lain seperti kesenjangan sosial dan ketidakadilan ekonomi yang mungkin mempengaruhi kebahagiaan subjektif seseorang.
83 Selain itu, penelitian ini juga tidak dapat menjelaskan secara mendalam mengenai faktor-faktor sosial yang mempengaruhi kesejahteraan ekonomi dan kebahagiaan subjektif, seperti kebijakan publik atau budaya lokal. Sehingga, penelitian ini hanya memberikan gambaran umum tentang hubungan antara kesejahteraan ekonomi dan kebahagiaan subjektif tanpa memperhatikan konteks sosial yang lebih luas. Contoh ini menunjukkan bahwa penelitian kuantitatif memiliki kelemahan dalam kurang mampu menangkap konteks sosial yang kompleks dan mempengaruhi fenomena yang diteliti. Oleh karena itu, penelitian kuantitatif perlu dikombinasikan dengan penelitian kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena sosial yang diteliti. Menurut Creswell (2014), instrumen penelitian yang terstandarisasi dalam penelitian kuantitatif dapat mengabaikan detail-detail yang kompleks dan tidak terukur mengenai suatu fenomena. Sementara itu, Bryman (2016) menjelaskan bahwa teknik statistik dalam penelitian kuantitatif hanya dapat memberikan informasi secara umum mengenai hubungan antara variabel yang diteliti. Sementara Bryman (2016), menjelaskan penelitian kuantitatif memiliki kelebihan dalam memberikan hasil penelitian yang objektif dan dapat dipercaya, serta memungkinkan generalisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas. Namun, penelitian kuantitatif juga memiliki kekurangan dalam kurang fleksibel dalam pengumpulan data, kurang mampu untuk memahami konteks sosial, dan tidak dapat menjelaskan detail secara mendalam mengenai fenomena yang diteliti.
84 BAB XII PENELITIAN KUALITATIF A. Pengertian Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena sosial dalam konteks yang luas dan mendalam dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan interpretatif. Metode ini dilakukan dengan memperoleh data yang terdiri dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Selanjutnya, data tersebut dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan temuan-temuan yang relevan dengan tujuan penelitian. Menurut Denzin dan Lincoln (2018), penelitian kualitatif memiliki kelebihan dalam memperoleh pemahaman yang mendalam tentang kompleksitas sosial dan kultural, serta membantu memperoleh pemahaman tentang konstruksi sosial dan pemaknaan dalam kehidupan manusia. Namun, penelitian kualitatif juga memiliki kekurangan dalam generalisasi terbatas dan biaya yang lebih besar. Bryman (2016) menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman subjektif partisipan, namun juga rentan terhadap bias peneliti dalam memilih dan menginterpretasikan data. Creswell (2014) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif memiliki fleksibilitas dalam pengumpulan data dan teknik analisis yang memungkinkan peneliti untuk menyesuaikan proses penelitian dengan konteks sosial dan tujuan penelitian, namun juga memiliki kekurangan dalam generalisasi terbatas dan pengambilan keputusan yang kurang objektif. Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif memiliki kelebihan dalam memperoleh pemahaman yang mendalam tentang kompleksitas sosial dan kultural, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan teori. Namun, penelitian kualitatif juga memiliki kekurangan dalam generalisasi terbatas dan biaya yang lebih besar. Oleh karena itu, peneliti perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis penelitian dan memilih metode yang sesuai dengan tujuan dan konteks penelitian.
85 Contoh penelitian kualitatif: Salah satu contoh penelitian kualitatif adalah penelitian tentang pengalaman hidup orang yang tinggal di daerah terpencil di Indonesia. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam untuk memperoleh informasi tentang pengalaman hidup orang-orang yang tinggal di daerah terpencil. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di daerah terpencil menghadapi tantangan yang berbeda dari orang-orang yang tinggal di kota. Peneliti juga menemukan bahwa orang-orang di daerah terpencil memiliki cara pandang yang berbeda tentang kehidupan yang dapat membantu kita memahami lebih baik tentang keberagaman budaya di Indonesia (Sutopo, 2018). B. Karakteristik Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena sosial yang kompleks dan bermakna secara sosial dan kultural. Metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan induktif dalam pengumpulan dan analisis data. Pada pendekatan induktif, peneliti mengumpulkan data terlebih dahulu kemudian menganalisis data tersebut untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena yang diteliti. Karakteristik dari penelitian kualitatif meliputi pendekatan subjektif, fleksibilitas, dan penggunaan teknik pengumpulan data yang beragam. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang karakteristik dari penelitian kualitatif. 1. Pendekatan subjektif Penelitian kualitatif cenderung memiliki pendekatan subjektif karena data yang dikumpulkan bersifat kompleks dan memiliki makna yang bermakna secara sosial dan kultural. Peneliti harus memahami cara pandang, nilai, dan sikap yang dimiliki oleh partisipan yang diteliti. Oleh karena itu, peneliti harus memahami posisi sosial partisipan dan konteks sosial serta kultural yang mempengaruhi fenomena yang diteliti. 2. Fleksibilitas Penelitian kualitatif cenderung memiliki fleksibilitas dalam pengumpulan data dan analisis data. Peneliti tidak memulai penelitian dengan hipotesis atau kerangka konseptual yang sudah terbentuk, melainkan memperoleh pemahaman yang mendalam dari data yang dikumpulkan. Peneliti dapat mengubah arah penelitian sesuai dengan data yang diperoleh.
86 3. Penggunaan teknik pengumpulan data yang beragam Penelitian kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data yang beragam, seperti wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik pengumpulan data harus dipilih berdasarkan tujuan penelitian dan konteks penelitian. Peneliti harus memilih teknik pengumpulan data yang paling sesuai untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. 4. Analisis data yang berfokus pada makna Analisis data dalam penelitian kualitatif berfokus pada makna dan konteks sosial dan kultural. Peneliti harus memahami makna yang diberikan oleh partisipan terhadap fenomena yang diteliti. Oleh karena itu, analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara subjektif dan interpretatif. 5. Pengambilan keputusan yang berdasarkan data Penelitian kualitatif tidak memiliki generalisasi yang luas seperti penelitian kuantitatif. Oleh karena itu, pengambilan keputusan dalam penelitian kualitatif dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dan pemahaman yang diperoleh dari data tersebut. Pemahaman yang diperoleh dari penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengembangkan teori atau memperdalam pemahaman tentang fenomena yang diteliti. Dalam melakukan penelitian kualitatif, peneliti harus memperhatikan beberapa hal, seperti partisipasi, etika penelitian, dan penggunaan teori. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian kualitatif. 1. Partisipasi Penelitian kualitatif melibatkan partisipasi dari individu atau kelompok yang diteliti. Peneliti harus memperoleh persetujuan dari partisipan dan menjaga kerahasiaan data yang diperoleh. Selain itu, peneliti harus mempertimbangkan pengaruh dari partisipasi partisipan terhadap fenomena yang diteliti. 2. Etika penelitian Peneliti harus memperhatikan etika penelitian, seperti menjaga kerahasiaan data, menghormati hak privasi partisipan, dan memperoleh persetujuan dari partisipan. Peneliti juga harus memperhatikan keadilan dalam penelitian dan memperhatikan implikasi sosial dari hasil penelitian. 3. Penggunaan teori Peneliti kualitatif sering kali menggunakan teori untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena yang diteliti. Namun, teori yang digunakan dalam penelitian kualitatif cenderung bersifat subjektif dan kontekstual. Oleh karena itu, peneliti harus
87 mempertimbangkan teori yang digunakan dalam konteks penelitian yang spesifik. Penelitian kualitatif memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari penelitian kualitatif adalah mampu memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti, mampu mengungkap aspekaspek yang tidak terlihat atau sulit diukur dalam penelitian kuantitatif, dan fleksibilitas dalam pengumpulan dan analisis data. Namun, kekurangan dari penelitian kualitatif adalah kurangnya generalisasi yang luas, adanya bias dari peneliti, dan sulitnya mengukur konsistensi dan validitas data. Dalam melakukan penelitian kualitatif, peneliti harus memperhatikan karakteristik metodologi penelitian kualitatif, partisipasi, etika penelitian, dan penggunaan teori. Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena sosial yang kompleks dan bermakna secara sosial dan kultural. Namun, penelitian kualitatif juga memiliki kelemahan yang perlu dipertimbangkan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. C. Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kualitatif 1. Kelebihan Penelitian Kualitatif: a) Mampu menggali makna dan pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian kualitatif memiliki kelebihan dalam menggali pemahaman dan makna yang lebih mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, peneliti dapat memperoleh informasi dari perspektif partisipan yang dapat membantu memahami konteks sosial yang kompleks. Menurut Creswell (2014), penelitian kualitatif dapat membantu dalam mengeksplorasi, menjelaskan, dan memahami konteks sosial yang kompleks. Sementara itu, Bryman (2016) menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman subjektif partisipan. b) Mampu menangkap kompleksitas dan dinamika sosial. Penelitian kualitatif memiliki kelebihan dalam mampu menangkap kompleksitas dan dinamika sosial yang ada dalam fenomena yang diteliti. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk memperoleh informasi mengenai interaksi sosial, konflik, dan pola-pola hubungan yang mungkin sulit ditangkap dalam penelitian kuantitatif. Menurut Denzin dan Lincoln (2018), penelitian kualitatif dapat membantu dalam memperoleh pemahaman yang mendalam tentang
88 kompleksitas sosial dan kultural, serta membantu memperoleh pemahaman tentang konstruksi sosial dan pemaknaan dalam kehidupan manusia. c) Fleksibilitas dalam pengumpulan data Penelitian kualitatif memiliki kelebihan dalam fleksibilitas dalam pengumpulan data. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk menyesuaikan instrumen penelitian dengan tujuan penelitian, partisipan penelitian, dan konteks sosial yang diteliti. Menurut Creswell (2014), penelitian kualitatif memiliki fleksibilitas dalam pengumpulan data dan teknik analisis yang memungkinkan peneliti untuk menyesuaikan proses penelitian dengan konteks sosial dan tujuan penelitian. 2. Kekurangan Penelitian Kualitatif: a) Subjektivitas Penelitian kualitatif memiliki kekurangan dalam subjektivitas. Penelitian kualitatif mungkin rentan terhadap bias peneliti dalam menginterpretasikan data yang diperoleh. Menurut Bryman (2016), penelitian kualitatif rentan terhadap bias peneliti dalam memilih dan menginterpretasikan data, serta dapat mengmengarah pada kesimpulan yang kurang objektif. Namun, penelitian kualitatif juga dapat memperkecil subjektivitas dengan menggunakan teknik validitas seperti triangulasi data dan penggunaan peneliti yang independen. b) Generalisasi terbatas Penelitian kualitatif memiliki kekurangan dalam generalisasi terbatas. Karena sampel penelitian kualitatif tidak selalu representatif, kesimpulan penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar. Menurut Creswell (2014), penelitian kualitatif biasanya menggunakan sampel yang kecil dan tidak dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar. Namun, kesimpulan penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengembangkan teori yang dapat diuji dalam penelitian kuantitatif. c) Waktu dan biaya yang lebih besar Penelitian kualitatif memiliki kekurangan dalam waktu dan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Karena metode pengumpulan data yang lebih intensif dan analisis yang lebih
89 mendalam, penelitian kualitatif membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar. Menurut Denzin dan Lincoln (2018), penelitian kualitatif dapat memakan waktu dan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan penelitian kuantitatif karena memerlukan pengumpulan data yang lebih intensif dan analisis yang lebih mendalam. Berikut tabel yang menjelaskan tentang penelitian kualitatif: Dalam tabel ini, tahap-tahap penelitian kualitatif dijelaskan secara singkat dan mudah dipahami. Penelitian kualitatif memerlukan perencanaan yang matang untuk memperoleh hasil penelitian yang akurat dan relevan. Setelah data terkumpul, analisis data dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena yang diteliti. Tahap interpretasi hasil kemudian dilakukan dengan menghubungkan data dengan teori yang relevan. Laporan penelitian disusun dengan baik untuk menyajikan hasil penelitian secara jelas dan mudah dipahami.
90 BAB XIII PENELITIAN GABUNGAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF A. Pengertian Penelitian Gabungan Kuantitatif dan Kualitatif Penelitian gabungan atau yang sering disebut dengan istilah mixed methods research merupakan suatu pendekatan penelitian yang menggabungkan penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian untuk menggali pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai suatu fenomena. Menurut Creswell dan Plano Clark (2018), penelitian gabungan merupakan suatu strategi yang mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang kompleks, dan menghasilkan pemahaman yang lebih dalam mengenai fenomena yang diteliti. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian gabungan telah terbukti efektif dalam menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Misalnya, sebuah penelitian oleh Creswell dan kolaboratornya (2003) mengenai pengalaman hidup pasien yang menjalani transplantasi jantung menggabungkan penggunaan wawancara kualitatif dengan pengukuran kuantitatif terhadap kesejahteraan psikologis pasien. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode gabungan mampu menghasilkan pemahaman yang lebih holistik mengenai pengalaman hidup pasien tersebut. Selain itu, Tashakkori dan Teddlie (2010) juga menunjukkan bahwa penelitian gabungan dapat memberikan keuntungan dalam hal memperkuat keandalan dan validitas penelitian, serta memperluas cakupan penelitian dengan cara menggabungkan kekuatan-kekuatan dari kedua jenis metode. Dalam bukunya yang berjudul "Sage Handbook of Mixed Methods in Social & Behavioral Research", mereka juga menyebutkan bahwa penelitian gabungan dapat memberikan manfaat dalam hal menghasilkan data yang lebih komprehensif dan memperoleh hasil penelitian yang lebih kuat. Pendapat lain yang menyatakan pentingnya penelitian gabungan adalah Green dan Caracelli (1997) yang menyebutkan bahwa metode gabungan dapat memberikan keuntungan dalam hal memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena yang kompleks, serta mengatasi kelemahan dan keterbatasan dari masing-masing metode secara terpisah.
91 Lebih lanjut, banyak penelitian lainnya yang telah membuktikan efektivitas penelitian gabungan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, psikologi, ilmu sosial, kesehatan, dan sebagainya. Beberapa contoh penelitian gabungan yang berhasil dilakukan adalah: ➢ Penelitian oleh Yuen dan Ma (2008) tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran yang menggabungkan analisis data kualitatif dan kuantitatif. ➢ Penelitian oleh Onwuegbuzie dan Collins (2007) tentang kepuasan kerja guru yang menggabungkan penggunaan kuesioner dan wawancara. ➢ Penelitian oleh Ivankova dan Stick (2007) tentang pengalaman mahasiswa dalam menghadapi stres akademik yang menggabungkan penggunaan jurnal, wawancara, dan kuesioner. Dengan karakteristik yang berbeda dari metodologi kuantitatif dan kualitatif, tidak mengherankan bahwa kombinasi kedua metode tersebut akan menghasilkan satu set karakteristik yang unik. Oleh karena itu, saat kita melangkah maju, kita akan membahas cara baru menulis pernyataan masalah, pertanyaan penelitian, dan hipotesis. Seperti biasa, kita akan berada di "titik awal metodologis" kita dan dapat memilih pendekatan metode campuran yang sesuai untuk studi kita. Sebelum kita melangkah lebih jauh, bagaimanapun, ada beberapa konsep dasar yang perlu kita bahas. Pertama, banyak orang berpikir bahwa setiap penelitian di mana data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan adalah studi metode campuran; hal ini tidak selalu benar. Dalam beberapa kasus, itu hanya berarti kita melakukan dua studi secara simultan. Misalnya, saya bisa melakukan jajak pendapat terhadap orang tua sekolah setempat dengan meminta mereka untuk memberikan komentar tentang karakteristik yang dicari saat mereka mencari superintendent baru (yaitu, data kualitatif). Dalam jajak pendapat yang sama, saya bisa memberikan daftar waktu awal sekolah yang mungkin dan meminta mereka untuk menentukan urutan berdasarkan preferensi mereka (yaitu, data kuantitatif). Meskipun jajak pendapat saya meminta respons yang memerlukan kedua jenis data, itu bukan studi metode campuran. Dalam kata lain, satu set data tidak digunakan untuk melengkapi atau menjelaskan yang lain dengan menggabungkan atau menghubungkan keduanya (Johnson & Onwuegbuzie, 2004). Studi metode campuran dapat dianggap simultan ketika data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan pada saat yang sama, atau dapat dianggap sekuensial, di mana satu jenis data dikumpulkan setelah yang lain (Creswell, 2014). Ini bukan bagian dari studi kuantitatif yang lebih besar, di
92 mana beberapa variabel diamati, dimanipulasi, dan diukur (misalnya, penelitian eksperimental), atau bukan model kualitatif standar (misalnya, studi kasus atau grounded theory). Studi metode campuran hanya merupakan pendekatan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang membutuhkan pengumpulan dan analisis data yang dibutuhkan dalam studi tertentu. Meskipun sebagai metode penelitian, pendekatan metode gabungan berbeda dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif, banyak alat yang sama masih berlaku. Misalnya, jika Anda mengumpulkan data kuantitatif, prosedur pengambilan sampel Anda harus sesuai dengan aturan dan pedoman untuk penelitian jenis itu. Meskipun kami akan membahasnya dengan lebih detail nanti, ide-ide seperti menggunakan sampel purposive kecil untuk penelitian kualitatif dan memerlukan sampel besar untuk penelitian kuantitatif masih berlaku (Teddlie & Yu, 2007). Terakhir, meskipun mereka adalah metodologi terpisah, untuk melakukan studi metode gabungan yang baik, Anda harus sangat mengenal komponen metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Selain kesamaan alat, asumsi filosofis yang sama masih berlaku; paradigma yang Anda pilih akan didasarkan pada aksiologi, ontologi, dan epistemologi Anda. Untuk merangkum semua ini, sebelum Anda mempertimbangkan melakukan studi metode gabungan, pastikan bahwa (Bazely, 2004; Terrell, 2012b): 1. Anda memiliki pengetahuan yang baik tentang penelitian kuantitatif dan kualitatif secara keseluruhan. 2. Anda memahami asumsi yang mendasari setiap metode penelitian. 3. Anda memiliki pengetahuan yang baik tentang prosedur analitis dan alat yang terkait dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif. 4. Anda memiliki kemampuan untuk memahami dan menafsirkan hasil dari metode kuantitatif dan kualitatif. 5. Anda bersedia menerima dan menghindari prasangka metodologis dari pelatihan di disiplin sebelumnya. 6. Anda memahami disiplin yang berbeda, audiens, dan studi yang tepat di mana metode gabungan dapat diterima. Dengan mengingat hal-hal itu, mari kita mulai dengan melihat format proposal metode gabungan. Meskipun akan mencakup komponen dari proposal kuantitatif dan kualitatif, kita harus memperluas dan memodifikasi sedikit hal-hal tersebut. Dari berbagai pendapat para pakar dan contoh penelitian yang berhasil dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penelitian gabungan adalah suatu pendekatan penelitian yang penting dan efektif dalam menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena yang kompleks. Penggunaan metode gabungan juga dapat
93 memperkuat keandalan dan validitas penelitian serta memperluas cakupan penelitian. Oleh karena itu, penelitian gabungan dapat menjadi alternatif pendekatan penelitian yang menarik dan penting untuk dieksplorasi di masa depan. B. Karakteristik Penelitian Gabungan Kuantitatif dan Kualitatif Penelitian gabungan atau mixed methods research merupakan suatu pendekatan penelitian yang menggabungkan penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian untuk menggali pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai suatu fenomena. Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang melekat pada penelitian gabungan: 1. Mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif Penelitian gabungan menggabungkan penggunaan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian. Data kualitatif umumnya diperoleh melalui wawancara, observasi, atau studi kasus, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui survei, eksperimen, atau pengukuran statistik. Integrasi data kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan holistik mengenai fenomena yang diteliti. 2. Menggunakan pendekatan penelitian yang sistematis Penelitian gabungan dilakukan dengan pendekatan penelitian yang sistematis dan struktural. Hal ini meliputi tahapan-tahapan penelitian seperti perencanaan, pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil. 3. Menekankan pada validitas dan keandalan Penelitian gabungan menekankan pada validitas dan keandalan data yang diperoleh. Validitas mengacu pada sejauh mana data yang diperoleh mampu mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan keandalan mengacu pada sejauh mana data yang diperoleh konsisten dan dapat dipercaya. 4. Menggunakan strategi triangulasi Strategi triangulasi digunakan untuk memperoleh keandalan data. Strategi ini melibatkan penggunaan beberapa metode atau sumber data yang berbeda dalam satu penelitian untuk memverifikasi temuan yang diperoleh.
94 5. Fokus pada konteks sosial dan budaya Penelitian gabungan fokus pada konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi fenomena yang diteliti. Hal ini dilakukan untuk memahami pengaruh faktor sosial dan budaya terhadap fenomena yang diteliti. Menurut Creswell dan Plano Clark (2018), penelitian gabungan memiliki empat karakteristik utama, yaitu integrasi, rangkaian waktu, holistik, dan mempertahankan fokus pada pertanyaan penelitian. Menurut mereka, karakteristik integrasi mengacu pada penggabungan data kualitatif dan kuantitatif, karakteristik rangkaian waktu mengacu pada urutan tahapan penelitian, karakteristik holistik mengacu pada analisis data yang terpadu, dan karakteristik mempertahankan fokus pada pertanyaan penelitian mengacu pada penggunaan metode yang relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sedangkan menurut Teddlie dan Tashakkori (2009), karakteristik penelitian gabungan meliputi penggunaan pendekatan penelitian yang terstruktur dan sistematis, penggabungan data kualitatif dan kuantitatif, penggunaan strategi triangulasi, fokus pada validitas dan keandalan data,dan fokus pada konteks sosial dan budaya. Mereka juga menekankan bahwa penelitian gabungan dapat menghasilkan keuntungan-keuntungan seperti kompleksitas yang lebih komprehensif dalam analisis, validitas yang lebih tinggi, keandalan yang lebih tinggi, dan pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena yang diteliti. Menurut Johnson dan Onwuegbuzie (2004), karakteristik penelitian gabungan meliputi penggabungan data kualitatif dan kuantitatif, penggunaan pendekatan penelitian yang terstruktur, penggunaan strategi triangulasi, dan fokus pada validitas dan keandalan data. Mereka juga menekankan bahwa penelitian gabungan memungkinkan peneliti untuk memanfaatkan keuntungan dari masing-masing jenis data dan meminimalkan kelemahan dari masing-masing jenis data. Dalam penelitian gabungan, penggabungan data kualitatif dan kuantitatif harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Penggabungan data yang tepat dapat menghasilkan informasi yang lebih komprehensif, sedangkan penggabungan yang tidak tepat dapat menghasilkan informasi yang ambigu atau bahkan tidak relevan. Oleh karena itu, peneliti perlu mempertimbangkan dengan seksama jenis data yang akan digunakan, metode pengumpulan data yang tepat, dan strategi analisis data yang sesuai.
95 beberapa karakteristik tambahan dari penelitian gabungan yang dapat membantu memperjelas konsep: 1. Pengintegrasian: Penelitian gabungan mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan memperluas pemahaman tentang suatu fenomena atau topik penelitian. Integrasi data ini dapat dilakukan pada beberapa tahap penelitian, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, analisis data, hingga interpretasi dan penafsiran hasil. 2. Fokus pada konteks: Penelitian gabungan cenderung memfokuskan pada konteks sosial dan budaya di mana fenomena yang diteliti terjadi. Hal ini memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena tersebut dari perspektif yang lebih luas dan kompleks, dan melihat bagaimana faktorfaktor sosial dan budaya mempengaruhi fenomena tersebut. 3. Pendekatan holistik: Penelitian gabungan mengadopsi pendekatan holistik dalam memahami fenomena sosial dan budaya, dengan melihat aspek-aspek yang berkaitan secara terintegrasi. Dalam hal ini, peneliti tidak hanya memandang fenomena dari satu sudut pandang saja, tetapi mempertimbangkan aspek-aspek yang berbeda, seperti faktor-faktor psikologis, sosial, ekonomi, politik, dan budaya. 4. Validitas dan keandalan: Penelitian gabungan memperhatikan validitas dan keandalan data dalam pengumpulan dan analisis data. Dengan memperhatikan validitas dan keandalan data, peneliti dapat memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipercaya dan digunakan untuk membuat kesimpulan yang akurat. 5. Strategi triangulasi: Penelitian gabungan menggunakan strategi triangulasi untuk memperkuat validitas dan keandalan data. Strategi triangulasi melibatkan penggunaan beberapa metode pengumpulan data dan sumber data yang berbeda-beda, sehingga dapat memastikan bahwa hasil penelitian didukung oleh bukti-bukti yang kuat dari berbagai sumber.
96 C. Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Gabungan Kuantitatif dan Kualitatif Penelitian gabungan memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih jenis penelitian yang akan digunakan. Berikut ini adalah analisis tentang kelebihan dan kekurangan dari penelitian gabungan: 1. Kelebihan: a) Menggabungkan kelebihan dari metode kualitatif dan kuantitatif: Penelitian gabungan menggabungkan kelebihan dari metode kualitatif dan kuantitatif, sehingga dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena yang diteliti. b) Validitas yang lebih tinggi: Dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, penelitian gabungan dapat memastikan validitas data dan kesimpulan yang dihasilkan. c) Mengatasi kelemahan metode tunggal: Penelitian gabungan dapat mengatasi kelemahan metode tunggal, seperti ketidakmampuan metode kualitatif dalam memastikan validitas data dan kelemahan metode kuantitatif dalam memahami konteks sosial dan budaya. d) Fleksibilitas: Penelitian gabungan memiliki fleksibilitas dalam pengumpulan dan analisis data, sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penelitian. 2. Kekurangan: a) Waktu dan biaya yang lebih tinggi: Penelitian gabungan membutuhkan waktu dan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode tunggal. b) Kompleksitas: Penelitian gabungan memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi, sehingga memerlukan kemampuan dan keterampilan analisis yang lebih tinggi. c) Kesulitan dalam integrasi data: Integrasi data kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian gabungan dapat menjadi tantangan, terutama dalam tahap analisis data. d) Kesulitan dalam menentukan pendekatan: Penelitian gabungan memerlukan penentuan pendekatan yang tepat untuk mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif, sehingga memerlukan keahlian dan pengalaman peneliti.
97 Outline Untuk Proposal Metode Campuran (Mixed Methods) Bab 1: Pendahuluan • Latar Belakang • Pernyataan Masalah • Signifikansi Penelitian • Tujuan Penelitian (yaitu Tujuan Sentral) • Pertanyaan Penelitian ➢ Pertanyaan Kualitatif ➢ Pertanyaan Kuantitatif ➢ Pertanyaan Metode Campuran • Hipotesis • Definisi Istilah • Asumsi • Batasan • Delimitasi • Kesimpulan Bab 2: Tinjauan Pustaka Pada tahap ini, kedua pendekatan yang telah dibahas sebelumnya dalam menulis tinjauan pustaka harus dipertimbangkan. Aspek kuantitatif dari penelitian mungkin didasarkan pada teori, sementara aspek kualitatif mungkin memerlukan penambahan literatur selama atau setelah pengumpulan data. Bab 3: Metode Penelitian • Paradigma Metode Campuran • Rancangan Penelitian • Peserta dan Pengambilan Sampel • Instrumen • Prosedur Penelitian • Rencana Analisis Data ➢ Kualitatif ➢ Kuantitatif ➢ Merging (yaitu, Mixing) • Pertimbangan Etika • Rencana Penyajian Hasil • Simpulan Secara keseluruhan, penelitian gabungan memiliki kelebihan dalam menggabungkan kelebihan dari metode kualitatif dan kuantitatif serta meningkatkan validitas data dan kesimpulan. Namun, penelitian gabungan juga memiliki kekurangan dalam waktu dan biaya yang lebih tinggi, tingkat kompleksitas yang lebih tinggi, kesulitan dalam integrasi
98 data, dan kesulitan dalam menentukan pendekatan yang tepat. Oleh karena itu, peneliti perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari penelitian gabungan sebelum memilih jenis penelitian yang akan digunakan.