The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yayak, 2023-04-25 18:11:03

MPS ISTA-ALKAMAL JAKARTA

BUKU AJAR

Keywords: YAYAK 2023

99 BAB XIV RANCANGAN PENELITIAN SOSIAL Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian sosial disusun secara sistematis untuk dapat menjelaskan fenomena sosial dengan lebih rinci dan menyeluruh. Untuk menyusun penelitian sosial, maka diperlukan rancangan penelitian. Berikut penjelasannya. A. Topik penelitian Topik Penelitian adalah fokus dari penelitian yang membahas masalah utama dan menjadi inti dari penelitian. Peneliti dapat menentukan topik dengan melakukan pengamatan atau sumber literatur. Uraian rancangan penelitian sosial dapat diawali dengan tahapan menentukan topik penelitian. Penentuan topik penelitian sosial harus didasarkan pada kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam masyarakat atau lingkungan sosial tertentu. Topik penelitian sosial yang dipilih harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat atau memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sosial. Untuk menentukan topik penelitian, dapat dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan hasil penelitian sebelumnya. Pendapat para ahli dan referensi yang relevan dapat menjadi acuan dalam menentukan topik penelitian yang tepat. Menentukan topik penelitian yang efektif merupakan hal yang penting dalam melakukan penelitian. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu dalam menentukan topik penelitian yang efektif: 1. Pilih topik yang menarik Pilihlah topik yang menarik dan relevan dengan bidang atau disiplin ilmu yang ingin Anda pelajari. Hal ini dapat memotivasi Anda untuk melakukan penelitian secara intensif dan memperoleh hasil yang lebih baik. 2. Tentukan tujuan penelitian Tentukan tujuan penelitian yang jelas dan spesifik. Tujuan penelitian harus memberikan gambaran tentang apa yang ingin dicapai dalam penelitian dan harus terukur agar dapat dinilai efektivitasnya. 3. Identifikasi permasalahan yang akan diteliti Identifikasi permasalahan yang ingin diteliti dengan jelas. Permasalahan yang diidentifikasi harus memiliki relevansi dengan konteks sosial atau


100 ilmiah yang ada, sehingga dapat memberikan kontribusi yang bermakna bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 4. Kaji literatur terkait Lakukan kajian literatur terkait topik penelitian yang ingin dilakukan. Kajian literatur dapat membantu untuk mengidentifikasi permasalahan yang belum terpecahkan dan area penelitian yang masih menarik untuk dikaji lebih lanjut. 5. Perhatikan ketersediaan data Pastikan ketersediaan data yang diperlukan untuk melakukan penelitian. Dalam menentukan topik penelitian, perhatikan juga ketersediaan data yang relevan dan memadai, sehingga memudahkan dalam pengumpulan dan analisis data. 6. Konsultasikan dengan ahli Konsultasikan topik penelitian dengan ahli atau rekan sejawat untuk mendapatkan masukan dan saran yang berguna dalam memperbaiki rencana penelitian. Dalam menentukan topik penelitian yang efektif, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti minat, keahlian, sumber daya, dan relevansi topik dengan bidang ilmu atau konteks sosial yang ada. Selain itu, perlu juga memperhatikan metode penelitian yang akan digunakan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan. Contoh topik penelitian sosial yang dapat dijadikan acuan dalam rancangan penelitian adalah: ➢ Pendidikan inklusif di Indonesia Topik penelitian ini dapat mengkaji masalah pendidikan inklusif di Indonesia, khususnya terkait dengan implementasi kebijakan pendidikan inklusif, tantangan dan hambatan yang dihadapi, serta strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan inklusif di Indonesia. Pendapat para ahli dan referensi yang relevan dapat menjadi acuan dalam mengkaji topik ini, seperti jurnal ilmiah tentang pendidikan inklusif di Indonesia, buku teks tentang pendidikan inklusif, dan hasil penelitian terkait dengan implementasi pendidikan inklusif di Indonesia. ➢ Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja Topik penelitian ini dapat mengkaji dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja, khususnya terkait dengan gangguan kecemasan dan depresi. Pendapat para ahli dan referensi yang relevan dapat menjadi acuan dalam mengkaji topik ini, seperti jurnal ilmiah


101 tentang pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental, buku teks tentang kesehatan mental remaja, dan hasil penelitian terkait dengan pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja. ➢ Pemanfaatan teknologi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan Topik penelitian ini dapat mengkaji pemanfaatan teknologi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya terkait dengan aplikasi teknologi yang dapat memfasilitasi promosi dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Pendapat para ahli dan referensi yang relevan dapat menjadi acuan dalam mengkaji topik ini, seperti jurnal ilmiah tentang pemanfaatan teknologi dalam pengembangan pariwisata, buku teks tentang pariwisata berkelanjutan, dan hasil penelitian terkait dengan aplikasi teknologi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dalam merancang penelitian sosial, perlu diingat bahwa penelitian sosial membutuhkan rancangan penelitian yang ketat dan metodologi yang tepat untuk memastikan keabsahan dan keandalan data. B. Rumusan masalah Rumusan Masalah merupakan seperangkat pertanyaan yang ingin dicari jawabannya oleh peneliti dengan temuan data serta melalui hasil analisa mendalam. Rumusan masalah merupakan salah satu elemen penting dalam penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran terkait permasalahan yang ingin diteliti. Berikut adalah definisi rumusan masalah menurut para ahli: ➢ Menurut Sugiyono (2016), rumusan masalah adalah pernyataan yang menyatakan permasalahan yang ingin dipecahkan melalui penelitian. Rumusan masalah harus jelas, spesifik, dan terfokus pada satu topik atau objek yang akan diteliti. ➢ Menurut Soetjipto,(2020), rumusan masalah adalah pernyataan yang menguraikan permasalahan yang dihadapi dalam suatu bidang dan memerlukan kajian atau investigasi lebih lanjut. ➢ Menurut Suharsimi Arikunto (2010), rumusan masalah merupakan pernyataan yang menjelaskan tentang suatu fenomena, kondisi atau masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian.


102 Cara Membuat Rumusan Masalah yang Benar adalah sebagai berikut: 1. Penelitian Kualitatif a) Tentukan objek penelitian yang ingin dikaji secara mendalam. b) Identifikasi permasalahan yang ingin dipecahkan melalui penelitian. c) Buat pertanyaan-pertanyaan terkait objek penelitian dan permasalahan yang ingin diteliti. d) Saring pertanyaan-pertanyaan tersebut dan buat satu atau dua pertanyaan terkait permasalahan utama yang ingin dipecahkan. e) Ubah pertanyaan menjadi pernyataan yang jelas, spesifik, dan terfokus pada satu topik atau objek penelitian. 2. Penelitian Kuantitatif a) Identifikasi variabel-variabel yang ingin diuji dalam penelitian. b) Tentukan hubungan antar variabel yang akan diuji. c) Buat pertanyaan terkait hubungan antar variabel yang ingin diuji. d) Saring pertanyaan-pertanyaan tersebut dan buat satu atau dua pertanyaan terkait permasalahan utama yang ingin dipecahkan. e) Ubah pertanyaan menjadi pernyataan yang jelas, spesifik, dan terfokus pada satu topik atau objek penelitian. Dalam membuat rumusan masalah, perlu memperhatikan kejelasan, keterbatasan, dan relevansi topik dengan objek penelitian yang akan dilakukan. Rumusan masalah yang baik akan memudahkan dalam pengumpulan data, analisis data, dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan. Berikut contoh perumusan masalah pada penelitian kualitatif: Judul penelitian: A. Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kota X: Studi Kasus pada Dinas Lingkungan Hidup Perumusan masalah: 1. Bagaimana proses implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota X oleh Dinas Lingkungan Hidup? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota X? 3. Bagaimana peran stakeholder dalam proses implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota X?


103 Judul penelitian: B. Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pelayanan Publik di Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kota Y Perumusan masalah: 1. Bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa pelayanan publik di Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kota Y? 2. Apa saja kendala yang dihadapi oleh pengguna layanan publik dalam proses penyelesaian sengketa di KPT Kota Y? 3. Bagaimana kinerja KPT Kota Y dalam menyelesaikan sengketa pelayanan publik? Judul penelitian: C. Pengaruh Implementasi Sistem Elektronik Pemerintahan (e-Gov) terhadap Peningkatan Pelayanan Publik di Kabupaten Z Perumusan masalah: 1. Bagaimana proses implementasi sistem elektronik pemerintahan (e-government) di Kabupaten Z untuk meningkatkan pelayanan publik? 2. Apa saja kendala dan tantangan yang dihadapi dalam proses implementasi e-government di Kabupaten Z? 3. Bagaimana efektivitas penerapan e-government dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Z? 4. Bagaimana persepsi masyarakat tentang keberhasilan implementasi e-government dalam meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Z?


104 Berikut contoh perumusan masalah pada penelitian kuantitatif: Judul penelitian: Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan pada Perusahaan Manufaktur di Jakarta Perumusan masalah: 1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan pada perusahaan manufaktur di Jakarta? 2. Apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan karyawan dengan kinerja mereka di perusahaan manufaktur di Jakarta? 3. Bagaimana pengaruh faktor lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di perusahaan manufaktur di Jakarta? 4. Bagaimana peran manajemen dalam meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan manufaktur di Jakarta? Judul penelitian: Pengaruh Strategi Pemasaran Online terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Perusahaan Ritel di Surabaya Perumusan masalah: 1. Apa saja strategi pemasaran online yang digunakan oleh perusahaan ritel di Surabaya untuk meningkatkan penjualan produk mereka? 2. Apakah ada hubungan antara penggunaan strategi pemasaran online dengan keputusan pembelian konsumen pada perusahaan ritel di Surabaya? 3. Bagaimana pengaruh reputasi perusahaan ritel terhadap keputusan pembelian konsumen secara online di Surabaya? 4. Bagaimana pengaruh fitur website dan aplikasi e-commerce terhadap keputusan pembelian konsumen di perusahaan ritel di Surabaya?


105 Judul penelitian: Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada Perusahaan Teknologi Informasi di Bandung Perumusan masalah: 1. Apa saja karakteristik kepemimpinan transformasional yang diterapkan pada perusahaan teknologi informasi di Bandung? 2. Apakah ada pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan pada perusahaan teknologi informasi di Bandung? 3. Bagaimana pengaruh faktor lingkungan kerja terhadap hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja karyawan di perusahaan teknologi informasi di Bandung? 4. Bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja karyawan pada perusahaan teknologi informasi di Bandung? C. Tujuan dan manfaat penelitian. Tujuan penelitian adalah penjelasan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang ada pada rumusan masalah. Sedangkan manfaat penelitian adalah signifikansi hasil penelitian. Tujuan penelitian dalam penelitian adalah suatu pernyataan yang menjelaskan mengapa penelitian tersebut dilakukan dan apa yang ingin dicapai atau dihasilkan dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian biasanya disusun secara jelas dan spesifik sehingga dapat memandu arah penelitian dan membantu peneliti dalam merumuskan pertanyaan penelitian, memilih metode penelitian yang tepat, mengumpulkan data yang relevan, dan menganalisis hasil penelitian dengan benar. Tujuan penelitian dapat bervariasi tergantung pada jenis penelitian yang dilakukan dan ruang lingkupnya. Namun, pada umumnya tujuan penelitian meliputi: 1. Tujuan umum: Tujuan umum penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai secara keseluruhan dari penelitian tersebut. Tujuan umum biasanya berupa suatu kontribusi baru terhadap bidang pengetahuan atau pemecahan suatu masalah yang relevan. 2. Tujuan khusus: Tujuan khusus menjelaskan secara spesifik apa yang ingin dicapai melalui penelitian tersebut. Tujuan khusus biasanya terkait dengan jawaban dari pertanyaan penelitian atau hipotesis yang telah dirumuskan.


106 3. Manfaat penelitian: Manfaat penelitian menjelaskan dampak positif dari hasil penelitian yang dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat atau lingkungan. 4. Relevansi penelitian: Relevansi penelitian menjelaskan mengapa topik penelitian tersebut penting dan relevan untuk diteliti, serta memberikan kontribusi baru terhadap bidang pengetahuan atau pemecahan masalah yang relevan. Tujuan penelitian yang jelas dan spesifik dapat membantu peneliti dalam menghindari kesalahan dalam perancangan penelitian, pengumpulan data, dan analisis hasil penelitian. Oleh karena itu, sebelum memulai penelitian, sangat penting untuk merumuskan tujuan penelitian dengan jelas dan memastikan bahwa tujuan tersebut terkait dengan pertanyaan penelitian dan manfaat yang diharapkan. Selain itu, tujuan penelitian juga dapat membantu peneliti dalam memilih metode penelitian yang tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Misalnya, jika tujuan penelitian adalah untuk menguji hipotesis atau mencari hubungan antara variabel, maka metode penelitian kuantitatif seperti survei atau eksperimen mungkin lebih cocok. Namun, jika tujuan penelitian adalah untuk memahami pengalaman subjektif atau pandangan orang terhadap suatu fenomena, maka metode penelitian kualitatif seperti wawancara atau observasi mungkin lebih cocok. Tujuan penelitian juga dapat membantu peneliti dalam memfokuskan perhatian mereka pada data dan hasil penelitian yang paling relevan dan signifikan. Dalam banyak kasus, peneliti harus membuat keputusan penting tentang metode penelitian, desain penelitian, pengumpulan data, dan analisis hasil penelitian. Dalam keadaan tersebut, tujuan penelitian dapat membantu peneliti dalam membuat keputusan yang tepat dan menghindari kesalahan yang dapat merugikan hasil penelitian. Dengan demikian, tujuan penelitian sangat penting dalam memandu dan mengarahkan penelitian, serta membantu peneliti dalam mencapai hasil yang relevan dan signifikan. D. Studi kepustakaan Studi Kepustakaan adalah usaha peneliti untuk memperdalam fokus atau masalah penelitian dengan sumber tertulis, contohnya seperti buku atau penelitian orang lain. Studi kepustakaan adalah salah satu metode penelitian yang umum digunakan dalam penelitian sosial. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, meninjau, dan menganalisis literatur yang relevan dengan topik penelitian yang sedang dibahas. Dalam studi kepustakaan, literatur yang digunakan bisa berupa buku, artikel jurnal, makalah, laporan penelitian, atau sumber informasi lainnya yang terkait dengan topik penelitian.


107 Studi kepustakaan adalah salah satu metode penelitian yang umum digunakan dalam penelitian sosial. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, meninjau, dan menganalisis literatur yang relevan dengan topik penelitian yang sedang dibahas. Dalam studi kepustakaan, literatur yang digunakan bisa berupa buku, artikel jurnal, makalah, laporan penelitian, atau sumber informasi lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Studi kepustakaan dapat digunakan dalam penelitian sosial untuk berbagai tujuan, seperti untuk memahami permasalahan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi suatu fenomena, mengembangkan kerangka teoritis, dan membandingkan temuan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui studi kepustakaan, peneliti dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam dan luas tentang topik penelitian, sehingga dapat membantu dalam merancang metodologi penelitian yang tepat dan menghasilkan temuan penelitian yang berkualitas. Menurut beberapa ahli, studi kepustakaan adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara memanfaatkan sumbersumber tertulis dan dianalisis secara kritis. Beberapa definisi dari studi kepustakaan antara lain: ➢ Menurut Creswell (2014), studi kepustakaan adalah suatu teknik penelitian yang menggunakan informasi yang terdapat dalam berbagai literatur untuk menjawab pertanyaan penelitian. ➢ Menurut Cooper (1984), studi kepustakaan adalah suatu teknik penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, meninjau, dan memadukan informasi dari berbagai literatur. ➢ Menurut Webster dan Watson (2002), studi kepustakaan adalah suatu teknik penelitian yang dilakukan dengan cara memanfaatkan informasi dari berbagai sumber tertulis untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang topik penelitian. Studi kepustakaan dapat digunakan dalam penelitian sosial untuk berbagai tujuan, seperti untuk memahami permasalahan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi suatu fenomena, mengembangkan kerangka teoritis, dan membandingkan temuan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.


108 E. Hipotesis Hipotesis merupakan suatu pernyataan atau asumsi yang diajukan oleh peneliti sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian yang dibuat berdasarkan pengamatan atau informasi yang telah dikumpulkan. Tujuan dari hipotesis adalah untuk mengarahkan penelitian serta memberikan fokus pada aspek tertentu yang ingin diteliti. Hipotesis dapat berupa prediksi tentang hubungan antara dua variabel atau jawaban terhadap pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan. Hipotesis sering digunakan dalam penelitian ilmiah, termasuk dalam penelitian sosial, sebagai landasan untuk menguji validitas dari suatu teori atau konsep. Melalui pengujian hipotesis, peneliti dapat mengetahui apakah hipotesis yang telah diajukan dapat diterima atau ditolak, sehingga dapat mengambil kesimpulan yang lebih akurat tentang hubungan antara variabel yang sedang diteliti. Dalam penelitian sosial, penggunaan hipotesis dapat membantu peneliti dalam merumuskan tujuan penelitian yang jelas, merancang metodologi penelitian yang tepat, dan menghasilkan temuan penelitian yang berkualitas. Namun, perlu diingat bahwa hipotesis bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan adanya temuan baru atau hasil pengujian hipotesis yang tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Berikut ini adalah contoh hipotesis dalam sebuah penelitian: Judul penelitian: Pengaruh teknologi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa di era digital Ha: Terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan teknologi pembelajaran dan hasil belajar siswa di era digital. Ho: Tidak terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan teknologi pembelajaran dan hasil belajar siswa di era digital. Judul penelitian: Hubungan antara kualitas layanan dengan kepuasan pelanggan pada industri perhotelan Ha: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kualitas layanan dan kepuasan pelanggan pada industri perhotelan. Ho: Tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara kualitas layanan dan kepuasan pelanggan pada industri perhotelan.


109 F. Menentukan pendekatan penelitian Menentukan pendekatan penelitian merupakan tahap awal yang sangat penting dalam proses penelitian. Pendekatan penelitian dipilih berdasarkan jenis data yang ingin dikumpulkan, pertanyaan penelitian yang diajukan, dan metode analisis data yang akan digunakan. Terdapat dua pendekatan utama dalam penelitian, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. ➢ Pendekatan kualitatif biasanya digunakan untuk mengumpulkan data deskriptif, seperti pengalaman, persepsi, atau pandangan seseorang. Metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam pendekatan kualitatif adalah wawancara, observasi, dan studi kasus. ➢ Pendekatan kuantitatif, di sisi lain, digunakan untuk mengumpulkan data numerik dan mengukur hubungan antara variabel. Metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam pendekatan kuantitatif adalah survei, eksperimen, dan pengumpulan data sekunder. Dalam menentukan pendekatan penelitian yang tepat, penting untuk mempertimbangkan tujuan penelitian, sumber daya yang tersedia, dan karakteristik populasi atau subjek penelitian. Dengan memilih pendekatan penelitian yang sesuai, peneliti dapat memastikan bahwa data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat diandalkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Menentukan pendekatan penelitian yang tepat memiliki manfaat yang besar dalam memastikan validitas dan reliabilitas data penelitian. Dalam pendekatan penelitian yang tepat, peneliti dapat memilih teknik, metode, dan instrumen penelitian yang paling sesuai dengan tujuan penelitian dan sifat data yang akan dikumpulkan. Hal ini dapat meningkatkan akurasi dan keabsahan hasil penelitian. Sementara itu, salah dalam menentukan pendekatan penelitian dapat berdampak negatif pada validitas dan reliabilitas data penelitian. Kesalahan dalam menentukan pendekatan penelitian dapat menghasilkan data yang tidak relevan atau tidak memadai, yang dapat mengarah pada kesimpulan yang salah atau keliru. Kesalahan dalam menentukan pendekatan penelitian dapat mengakibatkan penundaan atau bahkan kegagalan dalam menyelesaikan penelitian. Oleh karena itu, sangat penting bagi peneliti untuk memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pendekatan penelitian dan mempertimbangkan manfaat dan risiko dari setiap pendekatan sebelum memutuskan pendekatan mana yang akan digunakan dalam penelitian.


110 BIBLIOGRAFI Babbie, E. (2016). The practice of so cial research. Cengage Learning. Babbie, E. (2017). The practice of social research (14th ed.). Boston, MA: Cengage Learning. Bryman, A. (2016). Social research methods (5th ed.). Oxford, UK: Oxford University Press. Bryman, A. (2016). Social research methods. Oxford University Press. Bryman, A. (2016). Social research methods. Oxford University Press. Bryman, A., & Bell, E. (2015). Business research methods. Oxford University Press. Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2013). Research methods in education. Routledge. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications. Cooper, H. (1984). The integrative research review: A systematic approach. Beverly Hills, CA: Sage Publications. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications. Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research. SAGE publications. Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The Sage handbook of qualitative research. Sage publications. Fraenkel, J. R., & Wallen, N. E. (2015). How to design and evaluate research in education. McGraw-Hill Education. Gay, L. R., & Airasian, P. (2003). Educational research: Competencies for analysis and applications. Upper Saddle River, NJ: Merrill Prentice Hall. Johnson, R. B., & Onwuegbuzie, A. J. (2004). Mixed methods research: A research paradigm whose time has come. Educational researcher, 33(7), 14-26. Leedy, P. D., & Ormrod, J. E. (2015). Practical research: planning and design. Pearson. Merriam, S. B. (2015). Qualitative research: A guide to design and implementation. John Wiley & Sons.


111 Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage. Moleong, L. J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Boston, MA: Pearson. Neuman, W. L. (2014). Social research methods: qualitative and quantitative approaches. Pearson. Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice. Sage publications. Riani, A., Handayani, S., & Wulan, A. (2019). Metode Penelitian Sosial. Surabaya: Media Nusa Creative. Robson, C. (2011). Real world research: A resource for social scientists and practitioner-researchers (3rd ed.). Chichester, UK: John Wiley & Sons. Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: a skill-building approach. John Wiley & Sons. Silverman, D. (2016). Interpreting qualitative data. Sage publications. Spector, P. E. (2019). Research designs. In J. A. Schinka, W. F. Velicer, & I. B. Weiner (Eds.), Handbook of psychology, research methods in psychology (Vol. 2, pp. 13-34). Wiley. Sutopo, H. B. (2018). Pengantar pada metode penelitian kualitatif. Penerbit Andi. Teddlie, C., & Tashakkori, A. (2009). Foundations of mixed methods research: Integrating quantitative and qualitative approaches in the social and behavioral sciences. Sage publications. Webster, J., & Watson, R. T. (2002). Analyzing the past to prepare for the future: Writing a literature review. MIS Quarterly, 26(2), xiii-xxiii. Yin, R. K. (2017). Case study research and applications: Design and methods. Sage publications. Yuniawan, A., & Fathoni, N. (2019). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Bumi Aksara.


Click to View FlipBook Version