RANCANGAN AKTUALISASI
PENURUNAN ANGKA KEJADIAN IBU HAMIL KEKURANGAN
ENERGI KRONIS DENGAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU
HAMIL MENGGUNAKAN LEAFLET DAN BUKU DIGITAL DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJA LOWEH
DISUSUN OLEH:
SISRINI RAHAYU, A.Md.Keb
NIP. 19940110 202012 2 003
COACH :
DESIRIZTA SARI STEVIANI, SE, AK, MSAK
NIP. 19841204 201101 2 002
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN II ANGKATAN II DI LINGKUNGAN PEMERINTAH
KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
KERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SUMATERA BARAT
TAHUN 2022
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
NAMA : SISRINI RAHAYU, A.Md.Keb
NIP : 19940110 202012 2 003
NDH : 2.4.2
JABATAN : BIDAN TERAMPIL
INSTANSI : UPTD PUSKESMAS BANJA LOWEH
PENURUNAN ANGKA KEJADIAN IBU HAMIL KEKURANGAN
ENERGI KRONIS DENGAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU
HAMIL MENGGUNAKAN LEAFLET DAN BUKU DIGITAL DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJA LOWEH
Disetujui untuk disampaikan pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan II di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bekerjasama dengan Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Barat
Zoom Meeting, 25 April 2022
Diajukan Oleh,
Peserta
Sisrini Rahayu, A.Md.Keb
NIP. 19940110 202012 2 003
Menyetujui
Coach Mentor
Desirizta Sari Steviani, SE, AK, MSAK Dewi Erizandi, S.ST
NIP. 19841204 201101 2 002 NIP. 19771217 200604 2 007
i
BERITA ACARA
SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN II
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Pada hari ini Senin tanggal Dua Puluh Lima Bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh
Dua jam Sembilan tiga puluh WIB bertempat di Zoom Meeting telah diseminarkan
Rancangan Aktualisasi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Gol. II Angkatan II Tahun
2022.
JUDUL : PENURUNAN ANGKA KEJADIAN IBU
DISUSUN OLEH HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS
DENGAN MENINGKATKAN
PENGETAHUAN IBU HAMIL
MENGGUNAKAN LEAFLET DAN BUKU
DIGITAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
BANJA LOWEH
: SISRINI RAHAYU, A.MD.KEB
NDH : 2.4.2
JABATAN : BIDAN TERAMPIL
INSTANSI : UPTD PUSKESMAS BANJA LOWEH
Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Disetujui, Diajukan Oleh,
Coach Peserta
Desirizta Sari Steviani, SE, AK, MSAK Sisrini Rahayu, A.Md.Keb
NIP. 19841204 201101 2 002 NIP. 19940110 202012 2 003
Diketahui,
Penguji/Narasumber Mentor
Yuza Vantori Sakti, S.Sos Dewi Erizandi, S.ST
NIP.19791017 200901 1 004 NIP. 19771217 200604 2 007
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI ............................i
BERITA ACARA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI.......................ii
DAFTAR ISI .........................................................................................................iii
DAFTAR TABEL .................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v
BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................... 1
B. Identifikasi Isu ............................................................................................ 4
C. Perumusan dan Penetapan Isu.................................................................. 5
BAB II DESKRIPSI LOKUS .............................................................................. 8
A. Deskripsi Umum ......................................................................................... 8
1. Gambaran Umum Instansi .................................................................... 8
2. Visi dan Misi Organisasi ...................................................................... 10
3. Struktur Organisasi .............................................................................. 12
B. Deskripsi Khusus ...................................................................................... 13
1. Program Dan Kegiatan Saat Ini .......................................................... 13
2. Role Model............................................................................................. 15
BAB III RENCANA KEGIATAN, TAHAPAN KEGIATAN DAN
OUTPUTYANG DIHARAPKAN ...................................................................... 16
A. Rancangan Aktualisasi............................................................................. 16
B. Jadwal Rencana Aktualisasi .................................................................... 31
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 32
LAMPIRAN ......................................................................................................... 34
iii
DAFTAR TABEL
Table 1.1 Analisa Isu .............................................................................. 6
Tabel 3.1 Rancangan Aktualisasi............................................................ 17
Table 3.2 Jadwal Rencana Aktualisasi................................................... 31
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Puskesmas Banja Loweh........................................................ 8
Gambar 2.2 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Banja Loweh....................... 9
Gambar 2.3 Struktur Organisasi................................................................. 12
Gambar 2.4 Role Model ............................................................................ 15
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil adalah pengelolaan pegawai negeri sipil
untuk menghasilkan pegawai negeri sipil yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Pegawai Negeri Sipil adalah warga negara Indonesia yang memenuhi
syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya
disingkat ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki
jabatan pemerintahan (PP no 11 tahun 2017). Didalam Undang-Undang No. 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah
untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS).
Sejalan dengan terbitnya Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021 tentang Implementasi Core
Values dan Employer Branding Aparatur Sipil Negara sebagai penguatan budaya
kerja dan dalam rangka menghadapi birokrasi berkelas dunia (world class
birocration) mewujudkan Indonesia Emas 2045 dibutuhkan Aparatur Sipil Negara
(ASN) yang berkinerja tinggi, professional, strategis dan inovatif. Dimana Aparatur
Sipil Negara harus menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai – nilai
BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis,
Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (Buku Panduan Aktualisasi,2022).
Berdasarkan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor
14/K.1/PDP.07/2022 Latihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil bertujuan untuk
mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi.
Kompetensi diukur berdasarkan kemampuan menunjukan sikap perilaku bela
negara, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam
pelaksanaan tugas jabatannya, mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS
dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menunjukkan
penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas.
1
Didalam keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara nomor
13/K.1/PDP.07/2022 pelatihan yang dilaksanakan secara distance learning dalam
masa darurat covid 19 ini memadukan pembelajaran secara virtual serta
implementasinya di tempat kerja, yang menginternalisasi, menerapkan, dan
mengaktualisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan
merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam diri. Diharapkan dengan
pelaksanaan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil dapat menghasilkan
Pegawai Negeri Sipil yang profesional dan berkarakter berlandaskan nilai-nilai
dasar (core values) ASN dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa.
Puskesmas Banja Laweh adalah salah satu Puskesmas yang terletak di
Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota yang di dirikan tahun 2004
dengan luas tanah lebih kurang 400 m ². Puskesmas Banja Laweh terletak di Jorong
Guntung Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas
wilayah 84,36 Km² yang terdiri dari dua Nagari yaitu Nagari Banja Loweh dan
Nagari Koto Tangah yang memiliki daya tempuh 75 menit dari pusat Kabupaten
Lima Puluh Kota. Sebagian besar masyarakat di wilayah kerja Puskesmas banja
Loweh adalah petani. Keadaan geografis wilayah kerja Puskesmas banja Loweh
berupa daerah perbukitan dengan infrastruktur yang kurang memadai.
Ada 6 program esensial Puskesmas yang salah satunya yaitu kesehatan ibu
dan anak yang di ampu oleh tenaga bidan. Kesehatan ibu dan anak merupakan
harapan masa depan bagi sebuah bangsa. Masalah kesehatan ibu dan anak terutama
bagi bangsa yang sedang bekembang seperti bangsa Indonesia ini masih belum
diperhatikan secara merata, hal ini dipengaruhi oleh faktor sosial, geografis,
ekonomi dan keragaman budaya. Pentingnya membangun kesehatan ibu dan anak
karena akan menentukan generasi muda yang akan terbentuk di masa yang akan
datang (Kementerian Kesehatan RI, 2020).
Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan khususnya gizi pada masa
kehamilan, dapat ditingkatkan dengan mencari informasi mengenai pola hidup yang
baik, pola makan serta nutrisi bergizi seimbang untuk ibu hamil agar tidak
terjadinya masalah gizi selama kehamilan. Selain itu ibu hamil harus rutin
2
memeriksakan kehamilannya ke fasilitas kesehatan untuk mengetahui
perkembangan janin selama kehamilan. Penulis berharap dengan meningkatkan
pengetahuan ibu hamil dapat menurunkan permasalahan – permasalahan yang
sering dialami ibu hamil. Permasalahan lain yang juga perlu diperhatikan yaitu
tingkat pengetahuan ibu mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif
selama enam bulan untuk bayi. Ibu hamil dan menyusui diharapkan mendapatkan
informasi mengenai ASI ekslusif sedini mungkin untuk mencegah pemberian
Makan Tambahan ASI (MPASI) lebih cepat atau kurang dari umur bayi enam
bulan. Selain dua masalah diatas, cakupan penimbangan bayi dan balita juga masih
kurang yang disebabkan ibu bayi dan balita tidak membawa anaknya ke posyandu
untuk ditimbang. Hal ini terjadi karena ibu tidak mengetahui manfaat penimbangan
bayi dan balita rutin setiap bulan. Dari tiga masalah diatas, dapat diatasi dengan
memberikan pelayanan yang lebih baik melalui sosialisasi untuk meningkatkan
pengetahuan ibu mengenai kesehatan baik untuk diri sendiri maupun keluarganya.
Ibu hamil yang memiliki lingkar lengan atas kurang dari 23,5cm disebut
dengan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Jumlah ibu hamil
kekurangan energi kronis (KEK) di Indonesia sejumlah 17,3%, sedangkan angka di
Provinsi Sumatera Barat yaitu 16,7% dan di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah
12,66% (Riskesdas 2018). Di wilayah kerja Puskesmas Banja Loweh pada tahun
2021dari 82 orang ibu hamil terdapat 8 orang (9,8%) ibu hamil KEK.
Dengan alasan tersebut di atas maka penulis menyusun Rancangan Aktualisasi ini
dengan judul “Penurunan Angka Kejadian Ibu Hamil Kekurangan Energi
Kronis Dengan Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Menggunakan Leaflet
Dan Buku Digital”. Hal ini berkaitan dengan materi Manajemen ASN terkait
tugas dan fungsi penulis sebagai Aparatur Sipil Negara yakni pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. Sebagai pelayan publik,
penulis sebagai bidan di wilayah kerja Puskesmas Banja Loweh wajib memberikan
layanan yang berkualitas dan memuaskan. Dalam memberikan layanan yang
berkualitas, penulis berusaha memenuhinya dengan cara memanfaatkan tehknologi
terkini sebagai sarana untuk menciptakan kepuasan masyarakat terhadap layanan
kesehatan.
3
B. Identifikasi Isu
Berdasarkan permasalahan yang dilihat di tempat kerja yaitu di Puskesmas
Banja Loweh maka dilakukan identifikasi isu dan diperoleh beberapa isu,
diantaranya :
1. Masih tingginya angka kejadian ibu hamil KEK karena kurangnya
pengetahuan ibu tentang gizi selama kehamilan.
Dilihat dari data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi
Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) banyaknya ibu hamil yang mengalami
Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Puskesmas Banja Loweh yaitu 9,8%
selama tahun 2021. Banyak hal yang menyebabkan ibu hamil kekurangan
gizi diantaranya pengetahuan ibu, keadaan ekonomi dan sosial budaya.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan upaya untuk
meningkatkan pengetahuan ibu hamil akan pentingnya gizi selama
kehamilan. (Manajemen ASN)
2. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ASI Ekslusif.
Masih banyak ibu bayi yang tidak mengetahui pentingnya hanya
memberikan ASI saja selama 6 bulan pada bayi sehingga memberikan
MPASI lebih dini. Selama tahun 2021 hanya 69% bayi yang mendapatkan
ASI ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Banja Loweh. Banyak diantara ibu
bayi yang tidak memberikan ASI ekslusif beralasan bahwa bayi rewel
disebabkan kurangnya ASI ibu sehinga ibu memberikan MPASI untuk
mengatasinya. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu tentang
bahaya MPASI dini dan manfaat ASI ekslusif. Oleh karena itu upaya yang
bisa dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI Ekslusif.
(Manajemen ASN)
3. Rendahnya cakupan penimbangan bayi dan balita.
Masih banyak ibu bayi dan balita tidak mengetahui manfaat menimbang
bayi dan balita ke Posyandu. Kurangnya minat ibu bayi dan balita untuk
4
menimbang anak ke Posyandu dapat dilihat dari cakupan penimbangan bayi
dan balita selama tahun 2021 hanya 47,5%. Tingkat pengetahuan ibu bayi
dan balita masih rendah akan manfaat menimbang bayi dan balita setiap
bulannya. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan
meningkatkan pengetahuan ibu bayi dan balita tentang manfaat
penimbangan rutin setiap bulan. (Manajemen ASN)
C. Perumusan dan Penetapan Isu
Berdasarkan tiga isu diatas, maka penulis harus menetapkan isu untuk segera
dicarikan pemecahan masalahnya. Untuk menentukan isu tersebut, maka penulis
menggunakan alat bantu analisis USG ( Urgency, Seriousness, Growth ). Metode
USG merupakan salah satu cara menetapkan urutan prioritas masalah dengan
metode teknik scoring. Proses unruk metode USG dilaksanakan dengan
memperhatikan urgensi dari masalah, keseriusan dari masalah yang dihadapi, serta
kemungkinan berkembangnya masalah tersebut semakin besar.
Keterangan :
U (Urgency) : Aspek kegawatan untuk ditangani. Seberapa gawatnya isu
tersebut harus dibahas, dianalisis dan ditindak lanjuti.
S (Seriousness) : Aspek mendesak waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
masalah atau isu yang ada. Seberapa mendesak isu tersebut
harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan.
G (Growth) : Aspek pertumbuhan masalah / isu apabila tidak segera diatasi atau
ditangani. Seberapa besar akibat yang akan ditimbulkan jika isu
tersebut tidak segera ditangani.
Proses untuk metode USG dilaksanakan dengan memperhatikan urgensi
dari masalah, keseriusan masalah yang dihadapi, serta kemungkinan
berkembangnya masalah tersebut. Umumnya digunakan skor dengan skala tertentu,
misalnya penggunaan skala 1-5. Semakin tinggi tingkat urgensi, serius, atau
5
pertumbuhan masalah tersebut, maka semakin tinggi skor untuk masing-masing
unsur tersebut.
Adapun teknik analisis USG dari faktor penyebab isu adalah sebagai berikut:
TABEL ANALISA ISU
NO IDENTIFIKASI ISU NILAI TOTAL RANGKING
USG
Masih tingginya angka 554 14 1
kejadian ibu hamil KEK
1 karena kurangnya
pengetahuan ibu tentang gizi
selama kehamilan
Kurangnya pengetahuan ibu 443 11 3
2 hamil tentang pentingnya ASI 444 12 2
Ekslusif
Rendahnya cakupan
3 penimbangan bayi dan balita
Tabel 1.1 Tabel Analisis Isu
Keterangan :
5 : Sangat gawat/sangat mendesak/sangat cepat
4 : gawat/mendesak/cepat
3 : Cukup gawat /cukup mendesak/cukup cepat
2 : Kurang gawat/kurang mendesak/kurang cepat
1 : Tidak gawat/tidak mendesak/tidak cepat
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa, dengan menggunakan analisis
USG ditentukan isu yang paling mempengaruhi dan harus dicarikan penyelesaian
permasalahannya adalah pada point dua yaitu “ Masih Tingginya Angka
Kejadian Ibu Hamil KEK Karena Kurangnya Pengetahuan Ibu Tentang Gizi
Selama Kehamilan “ . Isu ini diangkat karena kurangnya pengetahuan ibu hamil
6
tentang gizi selama kehamilan merupakan suatu hal yang mendesak harus dibahas
(Urgency) karena kurangnya pengetahuan ibu hamil akan mengakibatkan
berkurangnya kemampuan untuk menerapkan informasi dalam kehidupan sehari-
hari yang merupakan salah satu penyebab terjadinya masalah gizi pada ibu hamil.
Isu ini harus dibahas karena jika pengetahuan ibu hamil masih kurang tentang gizi
maka menyebabkan ibu kekurangan energi kronis (Seriousness). Oleh karena itu,
dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan
khususnya gizi selama kehamilan, sehingga kita dapat memberikan pencegahan
komplikasi yang serius sejak dini dengan mencari informasi mengenai pola hidup
yang baik, pola makan serta nutrisi bergizi seimbang untuk ibu hamil agar tidak
terjadinya masalah gizi pada ibu hamil (Growth). Isu ini berkaitan dengan mata
pelatihan Manajemen ASN yaitu kita sebagai pelayan publik harus memberikan
pelayanan publik yang professional dan berkualitas berdasarkan kebutuhan
masyarakat sehingga masyarakat puas dalam menerima pelayanan.
7
BAB II
DESKRIPSI LOKUS
A. Deskripsi Umum
1. Gambaran Umum Instansi
Gambar 2.1. Puskesmas Banja Loweh
Puskesmas Banja Loweh adalah salah satu Puskesmas yang terletak di
Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota yang didirikan tahun 2004
dengan luas tanah ±400 m ².
Puskesmas Banja Loweh merupakan Puskesmas non rawat inap dan
terletak di Jorong Guntung Kec. Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota
dengan luas wilayah 84,36 Km² yang terdiri dari 2 Nagari yaitu :
(a) Kenagarian Banja Loweh sebanyak 6 Jorong :
- Jorong Guntung - Jorong Jambak
- Jorong Bukik Bulek - Jorong Tobek
- Jorong Banja Loweh Ketek - Jorong Banja Loweh Godang
(b) Kenagarian Koto Tangah sebanyak 6 jorong :
- Jorong Paninjauan - Jorong Padang Laweh
- Jorong Koto Tongah - Jorong Datar
- Ngalau Godang
- Jorong Tebing Tinggi
8
Adapun batas wilayah kerja Puskesmas Banja Loweh adalah sebagai berikut :
1. Sebelah utara berbatas dengan : Kenagarian Mahat
2. Sebelah Selatan berbatas dengan : Kecamatan Suliki
3. Sebelah Barat berbatas dengan : Kenagarian Sungai
Naniang
4. Sebelah Timur berbatas dengan : Kecamatan Guguak
Gambar 2.2 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Banja Loweh
Pelayanan yang dilakukan di Puskesmas Banja Loweh yaitu :
A. Pelayanan KIA - KB
1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
2. Pelayanan Keluarga Berencana
3. Pelayanan Imunisasi
B. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
1. Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan
2. Pelayanan Kesehatan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
bagi Masyarakat Miskin
C. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
1. Pengendalian TB Paru
9
2. Pengedalian Penyakit ISPA
3. Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue
4. Pengendalian Penyakit Filiariasis
D. Perbaikan Gizi Masyarakat
1. Pemberaian Kapsul Vitamin A
2. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD)
E. Kesehatan Lingkungan
1. Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
2. Akses Terhadap Air Minum yang Berkualitas
3. Fasilitas Sanitasi yang Layak ( Jamban Sehat )
F. Pelayanan Promosi Kesehatan
1. Usaha Kesehatan Sekolah
2. Visi dan Misi Organisasi
a. Visi
Visi Puskesmas Banja Loweh yaitu “ Terwujudnya Puskesmas dengan
Pelayanan Berkualitas menuju Masyarakat Kecamatan Bukik Barisan
yang Sehat, Mandiri dan Berkeadilan Tahun 2025 “
b. Misi
Dalam mencapai misi “ Terwujudnya Puskesmas dengan Pelayanan
Berkualitas menuju Masyarakat Kecamatan Bukik Barisan yang Sehat,
Mandiri dan Berkeadilan Tahun 2025 “ maka dirumuskan empat misi
yaitu :
1. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, proaktif dan
terjangkau dengan berorientasi pada individu , keluarga,
kelompok dan masyarakat.
2. Menjadikan Puskesmas sebagai Pusat Pembangunan
10
Kesehatan.
3. Menjadikan Puskesmas sebagai Penggerak Peran Serta
Masyarakat.
4. Menerapkan prinsip koordinasi dan integrasi dalam
menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
c. Motto
Untuk mendukung visi dan misi Puskesmas Banja Loweh memiliki
motto yaitu “Disiplin Dalam Bekerja, Prima Dalam Pelayanan”
d. Tata Nilai
Puskesmas Banja Loweh memiliki tata nilai yang harus diaplikasikan
dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di
Puskesmas Banja Loweh.
Tata Nilai tersebut adalah : DisIKKo
Dis : Disiplin
I : Integrasi
K : Kerja sama
Ko : Komitmen
11
3. Struktur Organisasi
Gambar 2.3. Struktur Or
rganisasi Puskesmas Banja Loweh
12
B. Deskripsi Khusus
1. Program Dan Kegiatan Saat Ini
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) adalah Sasaran Kerja Pegawai yang
ada dalam salah satu unsur di dalam Penilaian Prestasi Kerja Pegawai
Negeri Sipil (PNS) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46
Tahun 2011. Tujuan SKP adalah untuk menjamin objektivitas
pembinaan PNS yang dilaksanakan berdasarkan pada sistem prestasi
kerja. Sementara itu, SKP merupakan rencana serta target kinerja yang
harus bisa dicapai oleh para pegawai dalam jangka waktu penilaian
bersifat nyata, sesuai dengan standar yang sudah disepakati oleh kedua
belah pihak (pegawai dan atasannya). Menurut Peraturan Pemerintah
tersebut di atas, setiap pegawai diwajibkan menyusun SKP, yang dalam
implementasinya harus berdasarkan pada tugas jabatan, fungsi,
wewenang, serta tanggung jawab atas pekerjaan yang telah ditetapkan
di Struktur Organisasi, maupun Tata Kerja (SOTK).
Uraian Sasaran Kinerja Pegawai penulis terdiri dari :
1) Mempersiapkan pelayanan kebidanan
2) Melaksanakan anamnesa pada pasien
3) Melaksanakan pemeriksaan fisik pada pasien
4) Membuat diagnosa kebidanan
5) Menyusun rencana asuhan kebidanan
6) Melakukan persiapan pelayanan asuhan kebidanan
7) Mempersiapkan alat dan obat pasien
8) Melaksanakan asuhan kebidanan
9) Melaksanakan evaluasi asuhan kebidanan
10) Melakukan dokumentasi pada asuhan kebidanan
11) Melakukan asuhan kebidanan individu di keluarga
Kegiatan penulis yang akan dilaksanakan selama habituasi yaitu dari tanggal
26 April sampai 13 Juni tahun 2022 adalah sebagai berikut :
13
1. Melakukan konsultasi dengan mentor mengenai rencana kegiatan
yang akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas. Kegiatan ini
sehubungan dengan SKP no.5 yaitu menyusun rencana asuhan
kebidanan.
2. Mempersiapkan kegiatan pembuatan kuesioner, leaflet dan buku
digital tentang kebutuhan gizi ibu hamil dan ibu hamil dengan
Kekurangan Energi Kronis (KEK)
Kegiatan ini sehubungan dengan SKP no. 6 yaitu melakukan
persiapan pelayanan asuhan kebidanan.
3. Melakukan kegiatan sosialisasi tentang kebutuhan gizi ibu hamil dan
ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) menggunakan
media kuesioner, leaflet dan buku digital.
Kegiatan ini sehubungan dengan SKP no. 8 yaitu melaksanakan
asuhan kebidanan
4. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan sosialisasi yang telah
dilakukan
Kegiatan ini sehubungan dengan SKP no. 9 yaitu melaksanakan
evaluasi asuhan kebidanan
5. Melapor kepada mentor terkait hasil pelaksanaan aktualisasi
Kegiatan ini sehubungan dengan SKP no.10 yaitu melakukan
dokumentasi pada asuhan kebidanan
14
2. Role Model
Gambar 2.4 Role Model Role Model merupakan suatu tindakan yang
mencerminkan suatu sikap yang baik sehingga
dapat dijadikan sebagai model acuan atau contoh.
Role model juga merupakan seseorang yang
menjadi panutan atau sikap kearah yang lebih baik
dalam melaksanakan tugas dan wewenang.
Seseorang yang menjadi panutan (role model)
penulis adalah ibu Dewi Erizandi, S.ST.
Beliau adalah seorang Bidan dan juga sebagai Kepala Puskesmas di
Puskesmas Banja Loweh. Sebagai pimpinan beliau memiliki sikap tanggung jawab
dilihat dari bagaimana beliau memimpin puskesmas dengan baik , beliau juga
membuat peraturan-peraturan baru serta membagi tugas staff puskesmas sesuai
jabatannya dan menegakkan kedisiplinan dalam bekerja (Akuntabel). Beliau juga
memiliki sikap peduli tercermin dari perilaku beliau berinteraksi dengan semua
staff puskesmas dan beliau tidak membeda-bedakan staff puskesmas dari segala sisi
manapun (Harmonis). Selain itu beliau juga meningkatkan kualitas dan perbaikan
tiada henti sehingga membuat kemajuan puskesmas lebih baik dari sebelumnya
(Berorientasi Pelayanan).
Beliau juga menerapkan dan mengajarkan kepada staff-staff puskesmas
untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas, selalu melakukan
perubahan dalam memberikan pelayanan, sehingga dapat memberikan pelayanan
yang berkualitas (Adaptif). Selain itu beliau juga terus memotivasi staff puskesmas
untuk selalu meningkatkan kemampuan diri dengan terus belajar , mengikuti
pelatihan-pelatihan yang ada dan memberikan kesempatan kepada staff puskesmas
untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Kompeten) . Dengan
adanya nilai yang beliau miliki tersebut, maka penulis berharap bisa mencontoh dan
menerapkan nilai-nilai yang beliau contohkan dalam kehidupan sehari-hari dan
dalam pelayanan kesehatan.
15
B
RENCANA KEGIATAN, TAHAP KE
A. Rancangan Aktualisasi : UPTD Puskesmas Banja
Unit Kerja : 1. Masih Tingginya Angk
Identifikasi Isu
Pengetahuan Ibu Tenta
Isu Yang Diangkat Loweh.
Gagasan Pemecahan Isu 2. Kurangnya Pengetahua
Kerja Puskesmas Banja
3. Rendahnya Cakupan Pe
Loweh.
: Masih Tingginya Angka K
Pengetahuan Ibu Tentang
Loweh.
: Penurunan Angka Kejadi
Pengetahuan Ibu Hamil M
Banja Loweh
.
BAB III
EGIATAN DAN OUTPUT YANG DIHARAPKAN
Loweh, Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota
ka Kejadian Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis Karena Kurangnya
ang Gizi Selama Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Banja
an Ibu Hamil Tentang Pentingnya Air Susu Ibu Ekslusif Di Wilayah
a Loweh.
enimbangan Bayi Dan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Banja
Kejadian Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis Karena Kurangnya
g Gizi Selama Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Banja
ian Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis Dengan Meningkatkan
Menggunakan Leaflet Dan Buku Digital Di Wilayah Kerja Puskesmas
16
Tahapan Kegiatan Hasil
NO Kegiatan Terlaks
konsulta
1 Melakukan mentor
konsultasi dengan penurun
mentor mengenai kejadian
penurunan angka kekuran
kejadian ibu hamil kronis d
kekurangan energi mening
kronis dengan pengeta
meningkatkan hamil
pengetahuan ibu menggu
hamil leaflet d
menggunakan digital
leaflet dan buku
digital
Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan Nilai
Organisasi
l / Output Mata Pelatihan Terhadap Visi Misi
Organisasi
sananya Melakukan konsultasi Melakukan Melakukan
asi dengan dengan mentor konsultasi dengan konsultasi dengan
mengenai mengenai penurunan mentor mengenai mentor mengenai
nan angka angka kejadian ibu penurunan angka penurunan angka
n ibu hamil hamil kekurangan energi kejadian ibu hamil kejadian ibu hamil
ngan energi kronis dengan kekurangan energi kekurangan energi
dengan meningkatkan kronis dengan kronis dengan
gkatkan pengetahuan ibu hamil meningkatkan meningkatkan
ahuan ibu menggunakan leaflet pengetahuan ibu pengetahuan ibu
dan buku digital hamil menggunakan hamil
unakan berkaitan dengan materi leaflet dan buku menggunakan
dan buku Manajemen ASN yaitu digital mendukung leaflet dan buku
kode etik dan kode visi Puskesmas digital akan
prilaku pegawai karena Banja Loweh yaitu menguatkan nilai
kegiatan ini bertujuan terwujudnya organisasi yaitu
untuk melakukan Puskesmas dengan komitmen dan
diskusi agar tidak ada pelayanan kerja sama melalui
kesalah pahaman dalam berkualitas menuju berdiskusi dan
menjalankan tugas. masyarakat kec. melibatkan mentor
bukik barisan yang dalam mengambil
sehat, mandiri dan judul kegiatan
berkeadilan tahun aktualisasi.
2025 serta
17
1. Menghubungi mentor Scrensh
untuk membuat janji percaka
perihal konsultasi mentor
kegiatani
2. Menemui mentor Foto
terlaksanya misi
Puskesmas Banja
Loweh yaitu
menerapkan prinsip
koordinasi dan
integrasi dalam
menyelenggarakan
pelayanan
kesehatan.
hoot Saya akan responsivitas
apan dengam dalam menghubungi
mentor untuk membuat
janji perihal konsultasi
kegiatan yang akan
dilaksanakan melalui
pesan whatsapp dengan
cara membalas pesan
dengan cepat dan tepat.
(Berorientasi
Pelayanan)
Saya akan konsisten
dalam menemui mentor
tepat waktu sesuai
dengan waktu dan
tempat yang sudah
ditentukan dengan tidak
terlambat datang.
(Akuntabel)
18
3. Melakukan konsultasi 1. Foto
dengan mentor. 2. Lemb
konsu
2 Mempersiapkan Terlaks
kegiatan kegiatan
pembuatan kuesion
kuesioner, leaflet dan buk
dan buku digital tentang
tentang kebutuhan gizi ibu
gizi ibu hamil dan ibu ham
ibu hamil dengan Kekuran
Kekurangan Kronis (
Energi Kronis
(KEK)
bar Dalam melakukan Mempersiapkan Mempersiapkan
ultasi konsultasi dengan kegiatan pembuatan kegiatan pembuatan
mentor saya akan kuesioner, leaflet kuesioner, leaflet
sananya terbuka dalam bekerja dan buku digital dan buku digital
n pembuatan sama untuk tentang kebutuhan tentang kebutuhan
ner, leaflet menghasilkan nilai gizi ibu hamil dan gizi ibu hamil dan
ku digital tambah dengan cara ibu hamil dengan ibu hamil dengan
kebutuhan mendengarkan dan Kekurangan Energi Kekurangan Energi
u hamil dan mencatat masukan dari Kronis (KEK) Kronis (KEK) akan
mil dengan mentor. (Kolaboratif) mendukung visi menguatkan nilai
ngan Energi Mempersiapkan Puskesmas Banja organisasi yaitu
(KEK) kegiatan pembuatan Loweh yaitu kerja sama karena
kuesioner, leaflet dan terwujudnya dalam
buku digital tentang Puskesmas dengan menghasilkan
kebutuhan gizi ibu pelayanan leaflet dan buku
hamil dan ibu hamil berkualitas menuju digital yang
dengan Kekurangan masyarakat kec. berkualitas
Energi Kronis (KEK) bukik barisan yang dibutuhkan kerja
berkaitan dengan materi
Smart ASN karena
dalam pengumpulan
bahan dibutuhkan
keahlian digital dan
menggunakan sarana
dan prasarana yang
berhubungan dengan
tekhnologi.
19
1. Mengumpulkan 1) Foto
referensi untuk 2) Link
kuesioner, buku dan
leaflet bacaa
2. Membuat catatan 1) Foto
untuk referensi 2) Catat
kuesioner, leaflet dan
buku digital
sehat, mandiri dan sama dengan
berkeadilan tahun berbagai pihak
2025 serta terkait.
terlaksanya misi
Puskesmas Banja
Loweh yaitu
menerapkan prinsip
koordinasi dan
integrasi dalam
menyelenggarakan
pelayanan
kesehatan.
referensi Saya akan dapat
an dipercaya dalam
mengumpulkan
tan referensi referensi untuk
kuesioner, buku dan
leaflet melalui konten –
konten dan jurnal yang
terbaru dan faktual.
(Akuntabel)
Saya akan bertindak
proaktif dalam
membuat catatan untuk
referensi kuesioner,
leaflet dan buku digital
dengan cara memilih
dan memilah dari
20
3. Menyiapkan sarana 1) Foto
dan prasarana 2) Catat
3) Aplik
4. Mendesign kuesioner, 1. Foto
leaflet dan buku 2. Desig
digital 3. Desig
4. Desig
digita
tan referensi yang telah
kasi dikumpulkan untuk
menjadi sebuah catatan
gn kuesioner yang baik dan benar.
gn leaflet (Adaptif)
gn buku Dalam menyiapkan
al sarana dan prasarana
saya akan selaras
dengan perkembangan
zaman dan tekhnologi
terkini dengan cara
menyediakan laptop dan
handphone yang
mendukung layanan
internet untuk
mendownload aplikasi.
(Harmonis)
Saya akan
melaksanankan tugas
dengan kualitas
terbaik dalam membuat
design kuesioner, leaflet
dan buku digital dengan
cara menyajikan data
semenarik mungkin dan
meminta pendapat orang
lain mengenai hasil
design. (Kompeten)
21
5. Menginformasikan 1. Foto
kepada mentor terkait 2. Lemb
design kuesioner, konsu
leaflet dan buku 3. Lemb
digital. perse
6. Mencetak kuesioner 1. Foto
dan leaflet 2. Lemb
kuesi
3. Lemb
3 Melakukan Terlaks
kegiatan kegiatan
sosialisasi tentang tentang
kebutuhan gizi ibu gizi ibu
hamil dan ibu ibu ham
bar Pada saat konsultasi Melakukan kegiatan Melakukan
ultasi dengan mentor terkait sosialisasi tentang kegiatan sosialisasi
bar design kuesioner, leaflet kebutuhan gizi ibu tentang kebutuhan
etujuan dan buku digital saya hamil dan ibu hamil gizi ibu hamil dan
akan kesedian bekerja dengan Kekurangan ibu hamil dengan
bar sama dengan menerima
ioner dan mencatat saran serta
bar leaflet masukan dari mentor
untuk menghasilkan
sananya design kuesioner, leaflet
n sosialisasi dan buku digital yang
kebutuhan menarik. (Kolaboratif)
u hamil dan Saya akan kualitas
mil dengan dalam mencetak
kuesioner dan leaflet
dengan cara mencetak
kuesioner menggunakan
printer dalam kondisi
prima dan kertas yang
sesuai serta mencetak
leaflet dipercetakan.
(Berorientasi
pelayanan)
Melakukan kegiatan
sosialisasi tentang
kebutuhan gizi ibu
hamil dan ibu hamil
dengan Kekurangan
22
hamil dengan Kekuran
Kekurangan Kronis (
Energi Kronis menggu
(KEK) media k
menggunakan leaflet d
media kuesioner, digital.
leaflet dan buku
digital.
ngan Energi Energi Kronis (KEK) Energi Kronis Kekurangan Energi
(KEK) menggunakan media (KEK) Kronis (KEK)
unakan kuesioner, leaflet dan menggunakan media menggunakan
kuesioner, buku digital berkaitan kuesioner, leaflet media kuesioner,
dan buku dengan materi dan buku digital leaflet dan buku
Manajemen ASN mendukung visi digital akan
karena melakukan Puskesmas Banja menguatkan semua
sosialisasi termasuk Loweh yaitu nilai organisasi
tugas dan fungsi ASN terwujudnya yaitu disiplin,
yaitu pelayan publik. Puskesmas dengan integrasi, kerja
pelayanan sama dan komitmen
berkualitas menuju karena harus
masyarakat kec. disiplin waktu,
bukik barisan yang integrasi dan kerja
sehat, mandiri dan sama dengan pihak
berkeadilan tahun lain, dan komitmen
2025.dan untuk
terlaksanya misi mensukseskan
Puskesmas Banja acara sosialisasi .
Loweh yaitu
memberikan
pelayanan kesehatan
yang bermutu,
proaktif dan
terjangkau dengan
berorientasi pada
individu , keluarga,
kelompok dan
23
1. Mempersiapkan Foto
ruangan
sosialisasi
2. Mempersiapkan Foto
sarana sosialisasi
masyarakat,
menjadikan
puskesmas sebagai
pusat pembangunan
kesehatan dan
menjadikan
puskesmas sebagai
penggerak peran
serta masyarakat.
Dalam mempersiapkan
ruangan sosialisasi saya
akan memberi
kesempatan kepada
berbagai pihak untuk
berkontribusi dengan
meminta bantuan kader
dan teman sejawat untuk
mempersiapkan tempat
sosialisasi, mengisi
daftar hadir dan
membagikan leaflet.
(Kolaboratif)
Saya akan
menggunakan
kekayaan dan barang
milik negara secara
bertanggung jawab,
efektif dan efesien
24
3. Memulai 1. Foto
sosialisasi materi 2. Video
tentang kebutuhan 3. Catat
gizi ibu hamil dan
ibu hamil dengan
Kekurangan
Energi Kronis
(KEK)
4. Melakukan 1. Foto
diskusi dan tanya 2. Catat
jawab dengan ibu 3. Video
hamil
dalam mempersiapkan
sarana sosialisasi
dengan menggunakan
infocus projector milik
Puskesmas.
(Akuntabel)
Memulai sosialisasi
o materi tentang
tan kebutuhan gizi ibu
hamil dan ibu hamil
dengan Kekurangan
Energi Kronis (KEK)
menggunakan media
buku digital dan leaflet
saya akan membantu
orang lain belajar
melalui pemaparan
materi dan diskusi.
(Kompeten)
Dalam melakukan
tan diskusi dan tanya jawab
o dengan ibu hamil saya
akan ramah, cekatan,
solutif dan dapat
diandalkan dengan
memberikan jawaban
yang pasti dan
memuaskan bagi ibu
25
5. Memberikan Foto
kuesioner kepada
ibu hamil untuk
mengetahui
tingkat
pengetahuan ibu
setelah soisalisasi
6. Melakukan Catatan
pencatatan hasil
sosialisasi.
4 Melakukan Terlaks
evaluasi terhadap evaluas
kegiatan kegiatan
sosialisasi yang yang tel
telah dilakukan dilakuk
n serta menggunakan Melakukan evaluasi Melakukan evaluasi
intonasi suara yang baik terhadap kegiatan terhadap kegiatan
sananya (Berorientasi sosialisasi yang sosialisasi yang
si terhadap Pelayanan) telah dilakukan telah dilakukan
n sosialisasi Saya akan peduli dalam berkaitan berkaitan berkaitan
lah memberikan kuesioner
kan kepada ibu hamil untuk
mengetahui tingkat
pengetahuan ibu setelah
soisalisasi dengan cara
memberi ibu waktu
untuk mengisi
kuesioner. (Harmonis)
Saya akan memahami
dan memenuhi
kebutuhan masyarakat
ketika melakukan
pencatatan hasil evaluasi
dengan merangkum
hasil kuesioner yang
telah dibagikan.
(Berorientasi
Pelayanan)
Melakukan evaluasi
terhadap kegiatan
sosialisasi yang telah
dilakukan berkaitan
dengan materi
26
1. Mengumpulkan 1) Kues
dan mengecek telah
kuesioner yang
telah diisi. 2) Cekli
peme
2. Membuat hasil Catatan
telaahan
kuesioner.
Manajemen ASN yaitu mendukung visi dengan nilai
kewajiban ASN yang Puskesmas Banja organisasi yaitu
salah satunya Loweh yaitu komitmen untuk
melaksanakan tugas terwujudnya memberikan
kedinasan dengan penuh Puskesmas dengan pelayanan
pengabdian, kejujuran, pelayanan kesehatan yang
kesadaran dan tanggung berkualitas menuju bermutu dan
jawab. masyarakat kec. berkualitas.
bukik barisan yang
Saya akan menghargai sehat, mandiri dan
setiap orang apapun berkeadilan tahun
latar belakangnya 2025
dalam mengumpulkan
sioner yang dan mengecek kuesioner
disi yang telah diisi dengan
is hasil menilai secara objektif
eriksaan tanpa memandang status
pendidikan ibu hamil.
n (Harmonis)
Dalam membuat hasil
telaahan kuesioner saya
akan kinerja terbaik
dengan mencantumkan
semua hasil
pemeriksaan kuesioner
27
3. Merangkum hasil Catatan
sosialisasi
5 Melapor kepada Terlaks
mentor terkait kegiatan
hasil pelaksanaan kepada
aktualisasi terkait h
pelaksa
aktualis
n dilembar catatan. Melapor kepada Melapor kepada
(Kompeten) mentor terkait hasil mentor terkait hasil
sananya Melalui merangkum pelaksanaan pelaksanaan
n melapor hasil sosialisasi saya aktualisasi aktualisasi akan
mentor akan terus berinovasi mendukung visi menguatkan nilai
hasil dan mengembangkan Puskesmas Banja organisasi yaitu
anaan kreativitas dengan cara Loweh yaitu kerja sama melalui
sasi melakukan perbaikan Terwujudnya berdiskusi dan
pada pelayanan Puskesmas dengan melibatkan mentor
sehingga tercipta Pelayanan dalam penyusunan
kepuasan terhadap Berkualitas menuju tugas aktualisasi.
layanan Masyarakat Kec.
yang diberikan. Bukik Barisan yang
(Adaptif) Sehat, Mandiri dan
Melapor kepada mentor
terkait hasil pelaksanaan
aktualisasi berkaitan
dengan materi
Manajemen ASN yaitu
kewajiban ASN yang
salah satunya
melaksanakan tugas
kedinasan dengan penuh
pengabdian, kejujuran,
kesadaran dan tanggung
jawab.
28
1. Mengetik laporan Laporan
hasil pelaksanaan aktualis
aktualisasi
2. Menemui mentor 1. Foto
untuk memberikan 2. Lemb
laporan hasil
pelaksanaan konsu
aktualisasi
3. Melakukan perbaikan Perbaik
laporan aktualisasi aktualis
Berkeadilan Tahun
2025.
n hasil Dalam mengetik laporan
sasi hasil pelaksanaan
aktualisasi saya akan
bar dedikasi dengan cara
ultasi menuliskan semua
proses pelaksanaan
kan laporan aktualisasi dari awal
sasi hingga akhir dengan
mencantumkan data
seperti hasil telaahan
kuesioner penulisan
yang baik, benar dan
rapi. (Loyal)
Saat menemui mentor
untuk memberikan
laporan hasil
pelaksanaan aktualisasi
saya akan menerima
perbedaan pendapat
dan masukan dari
mentor dengan mencatat
di lembar konsultasi.
(Harmonis)
Dalam melakukan
perbaikan laporan
aktualisasi saya akan
29