Lembar Kerja Peserta Didik
Luh Putu Novi Ernawati,S.Pd.H
Kelas V
SD Negeri 26 Dangin Puri
Lembar Kerja Peserta
Didik
Oleh Luh Putu Novi Eenawati
Lembar Kerja Peserta didik untuk kelas V semester 1 ini
disusun dari berbagai sumber demi memenuhi
kebutuhan peserta didik untuk bahan belajar dimasa
pandem. Lembar Kerja Peserta Didik ini pula sengaja
diupload menjadi E-Book untuk mempermudah
peserta didik dalam mengakses materi ajar Pendidikan
Agama Hindu dan Budi Pekerti dimasa pandemi
Covid-19 untuk proses belajar daring.
Semoga apa yang diupayakan dalam penyusunan
Lembar Kerja Peserta Didik ini dapat bermanfaat bagi
peserta didik dan juga dapat mengurangi penggunaan
kerja hingga baik bagi Bumi kita tercinta.
1
Penulis
Luh Putu Novi
Ernawati,S.Pd.H
Guru Agama Hindu
dan Budi Pekerti
3
B Penjelasan dan Tujuan
Diktat
Diktat ditulis sebagai pelengkap buku ajar. Diktat ini untuk memperkaya bahan ajar
siswa. Tujuan penyusunan diktat ini untuk terwujudnya pembelajaran Agama Hindu dan
AyBoudBi Peerkleartti ishesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Dengan digunakannya diktat ini diharapkan keterampilan belajar Abad 21 dengan 4 C (
berpikir kritis, kerjasama, kreativitas dan komunikasi ) dapat terwujud dalam
pembelajaran. )
Dalam diktat ini berisi materi dan Bagian ini berisi latihan soal untuk mengasah
pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai materi yang telah dipelajari.
Beberapa aktivitas siswa menjadi tagihan dalam diktat ini.
Ayo Berlatih
Nama Penyusun
NIP : Luh Putu Novi Ernawati, S.Pd.H
: 19860923 201001 2 029
1
A. BAB I
Kelas V Kitab Suci Veda
Semester I
BAB I
B.Tujuan BAB I
Tujuan yang ingin dicapai setelah memepelajari materi yang terdapat dalam BAB
ini adalah agar peserta didik
1. Meyakini Tentang kebenaran yang terdapat dalam Kitab Suci Weda
2. Memahami ajaran yang terdapat dalam Kitab Suci Weda
3. Mengetahui bagian dari kitab Suci Weda
4. Menjelaskan kodifikasi kitab suci weda
C. Uraian Isi Pelajaran
Materi yang diuraikan dalam BAB I adalah orang suci
adalah kedudukan kitab suci Weda, Pengertian Weda,
Kodifikasi weda
2
D. Materi !
KEGIATAN 1
Ayo amati gambar di bawah
ini !
Pernahkah kalian mengamati gambar seperti di atas. Setiap mendengar kata kitab suci
Weda maka banyak menimbulkan pertanyaan. Pertanyaan itu seperti 1) Apakah pengertian
kata Weda 2) Siapakah yang menerimah wahyu kitab Suci Weda dan masih banyak muncul
pertanyaan yang lain ? Tugas anak-anak adalah buatlah pertanyaan yang berhubungan
dengan kitab suci Weda pada kartu tanya kemuadian diskusikan bersama !
No Pertanyaan Jawaban
Mari Membaca
Pengertian Kitab Suci Weda
Weda adalah kitab suci agama Hindu. Sebagai kitab suci agama Hindu yang diyakini
dan dipedomani sebagai sumber bimbingan dan informasi yang digunakan sebagai petunjuk
dalam melaksanakan kegiatan keagamaan. Sebagai kitab suci karena sifat isinya yang
diturunkan oleh Hyang Widhi yang dianggap Maha Suci.
Kata Veda dapat dikaji dari dua pendekatan yaitu etimologi dan semantik. Kata Veda
berasal dari urat kata kerja Vid yang artinya mengetahui dan Veda berarti ‘pengetahuan suci’,
kebenaran sejati, “pengetahuan tentang ritual”, kebijakan tertinggi, “pengetahuan spiritual
sejati tentang kebenaran abadi”, ajaran suci atau kitab suci sumber ajaran agama Hindu.
Menurut Maharsi Sayana kata Weda yang berasal dari kata Vid yang berarti untuk
mengetahui dan Weda berarti kitab suci yang mengandung ajaran yang luhur untuk menuntun
3
menuju kehidupan yang baik dan menghindarkannya dari berbagai kejahatan ( Ista prāny
aniśta parihara yoralaukikam upayam yogranto vedayanthi sa wedah )
Weda sebagai wahyu Sang Hyang Widhi Wasa. Pengertian Weda sebagai wahyu Sang
Hyang Widhi Wasa adalah merupakan pengertian yang amat penting didalam memahmi
Weda itu sendiri. Diyakini sebagai kitab suci karena sifat dan isinya merupakan wahyu Sang
Hyang Widhi Wasa sehingga disebut Apauruseya .
Ada 7 Rsi penerima wahyu yang disebut dengan Sapta Resi. Sapta Rsi tersebut terdiri
dari :
1. Maha Rsi Grstamada
2. Maha Rsi Wismamitra
3. Maha Rsi Wamadewa
4. Maha Rsi Atri
5. Maha Rsi Bharadwaja
6. Maha Rsi Wasistha
7. Maha Rsi Kanwa
Sapta Rsi menerima wahyu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ada beberapa cara para resi
menerima wahyu tersebut.
a. Swaranada yakni gema yang diterima para resi dan gema tersebut berubah menjadi
sabda atau wahyu Tuhan, kemudian wahyu tersebut kepada para siswanya di
pasraman.
b. Upanisad yaitu pikiran para rsi dikuasai oleh sabda Brahman sehingga pikiran para rsi
itu berfungsi sebagai sarana yang menghubungkan Tuhan Yang Maha Esa dengan
para siswa tersebut.
c. Darsana yakni rsi atau orang suci berhadapan dengan Dewa Indra atau Siwa dalam
suatu pandangan gaib dengan mata rohani.
d. Awatara yakni manusia berhadapan dengan Awatara-Nya seperti Arjuna menerima
wejangan suci Bhagawadgita dari Sri Kresna sang Purna Awatara.
Bahasa yang digunakan dalam Weda dikenal dengan bahasa Daivivak. Kitab Suci Weda
memiliki nama sebagai berikut :
4
1. Kitab Sruti. Kitab sruti menunjukkan bahwa isi kitab itu merupakan wahyu Tuhan
yang Maha Esa yang diterima oleh para maha rsi.
2. Kitab Catur Weda. Nama Catur Weda dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Weda
itu merupakan himpunan (samhita) dari Rgweda, Yajurweda, Samaweda dan
Atharwaweda
3. Kitab Rahasya. Kata Rahasya artinya bahwa Weda mengandung ajaran yang bersifat
rahasia, yakni ajaran moksa atau kelepasan.
4. Kitab Agama. Kitab Agama menunjukkan bahwa kebenaran Weda adalah mutlak dan
harus diyakini kebenarannya.
5. Kitab mantra. Kitab Mantra merupakan nama lain dari kitab suci Weda, Nama ini
diberikan karena Weda memang berbentuk mantra atau puisi (syair) yang dapat pula
dilagukan.
Pokok Ajaran Weda
Apabila dikaji secara lebih mendalam, sesungguhnya ajaran suci Weda yang
bersumber dari wahyu Tuhan mengandung hal yang pokok, yaitu:
1. Tuntunan Hidup Manusia. Ajaran suci Weda berisi tentang aturan tingkah laku
manusia berupa anjuran untuk berbuat baik, larangan untuk melakukan kejahatan,
ganjaran bagi mereka yang melakukan perbuatan baik, dan hukuman bagi mereka
yang melakukan kejahatan selain itu,Weda juga mengandung ajaran pokok tentang
cara memuliakan Tuhan. Pokok ajaran Weda ini memberikan motivasi kepada
umat manusia untuk selalu berbuat baik bhakti kepada Tuhan.
2. Ajaran yang relevan sepanjang zaman. Menurut Weda, wahyu Tuhan ini tidak ada
awal dan tidak ada akhirnya. Weda selalu menjadi solusi terhadap permasalahan
umat manusia sepanjang zaman di semua belahan dunia.
Weda adalah tuntunan bagi umat Hindu dalam melangsungkan kehidupannya baik
dalam berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Weda sungguh sangat lengkap dan
sempurna. Dari masalah hidup di dalam kandungan sampai manusia meninggal dunia sudah
diatur dengan baik di dalam Weda. Ilmu kedokteran, ilmu perbintangan, ilmu perang, dan
sebagainya ada di dalam Veda. Selama Gunung Himalaya menjulang ke angkasa menusuk
langit, selama air Sungai Gangga mengalir ke laut, maka Weda akan abadi.
Sebagai Kitab suci, Weda adalah sumber ajaran agama Hindu, sebab dari Veda-lah
mengalir ajaran yang merupakan kebenaran agama Hindu. Dari Kitab Veda (Sruti)
5
mengalirlah ajarannya yang dikembangkan dalam Kitab-Kitab Smerti, Itihasa, Purana, Tantra,
Darsana, dan Tattwatattwa yang terwarisi di Indonesia.
Kitab suci Weda memiliki beberpa sifat seperti
a) Weda tidak berawal, karena merupakan sabda-Nya telah ada sebelum diciptakan-Nya
b) Weda tidak berakhir, karena ajarannya berlaku sepanjang jaman, mengingat Weda
tidak berawal dan berakhir maka disebut Anadi-Ananta
c) Weda Apauruseyam tidak tersusun oleh manusia melainkan diperoleh atau diterima
oleh orang-orang suci, para maha resi
B. Sajian Contoh
KODIFIKASI WEDA
Untuk memudahkan dalam mempelajari kitab suci Weda maka para resi
mengelompokkan kitab suci Weda menjadi beberapa bagian. Seperti apakah pengelompokan
kitab suci Weda dan apa saja yang dipelajari dalam kelompok tersebut ? Mari kita cari tau hal
tersebut dengan membaca teks di bawah ini dengan baik !
AYO CARI TAHU
Weda sebagai sumber ajaran agama Hindu diyakini sebagai wahyu yang diturunkan
oleh Sang Hyang Widhi Wasa melalui para maha Rsi. Secara etimologi Weda berasal dari
bahasa Sansekerta dari akar kata Wid, yang berarti mengetahui atau pengetahuan. Weda
adalah ilmu pengetahuan suci yang maha sempurna dan kekal abadi berasal dari Sang Hyang
Widhi Wasa. Weda dikenal pula dengan Sruti yang artinya Weda adalah wahyu yang diterima
melalui pendengaran suci para Maha Rsi dengan kesucian mata bathinnya.
Upaya untuk mengkodifikasikan Weda diprakarsai oleh Rsi Byasa. Rsi Byasa dikenal juga
dengan Kresna Dwipayana dengan dibantu oleh murid-muridnya mengkofikasikan Weda
menjadi 4 kelompok. Adapun nama-nama sisyanya yang membantu adalah :
1. Rsi Pulaha menghimpun mantra-mantra menjadi Rg Weda.
Kata rig berarti memuji atau mengucapkan, mantra suci untuk memuji kebesaran
Hyang Widhi. Rig Weda berisi tentang doa-doa pujaan. Rig Weda adalah kitab Weda
6
yang paling tua. Terdiri atas 10 mandala (jilid), 1028 sukta (bab) dan lebih dari
10.552 mantra
2. Rsi Jaimini menghimpun mantra-mantra menjadi Sama Weda Samhita.
Kata sam berarti irama atau lagu suci. Maharsi Jaimini khusus menghimpun mantra-
mantra yang berisi tentang lagu-lagu pujaan ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa
(Tuhan Yang Maha Esa). Sama Weda memuat petunjuk-petunjuk tentang irama yang
benar dalam menbaca mantra untuk memuja Brahma. Sama Weda terdiri dari 1.875
mantra.
3. Rsi Waisampayana menghimpun mantra-mantra menjadi Yajur Weda Samhita.
Kata yajur berasal dari kata yaj yang artinya yajna, persembahan, kebaktian. Yajur
Weda berarti nyanyian pujaan yang dipersembahkan pada saat upacara kebahaktian
pada Hyang Widhi. Isinya menguraikan tentang tata cara melaksanakan yadnya. Yajur
Weda dibagi dua, yakni : Kresna Yajur Weda dan Sukla Yajur Weda. Yajur Weda
Terdiri dari 1.975 mantra.
4. Rsi Sumantu menghimpun mantra-mantra menjadi Atharwa Weda Samhita.
Maharsi Sumantu diberikan kewenangan oleh Maharsi Wyasa khusus menghimpun
mantra-mantra yang berkaitan dengan ajaran-ajaran yang bersifat magis yang disebut
dengan Kitab Atharwa Weda. Kitab ini lebih bersifat keduniawian, menitikberatkan
ajaran-Nya pada kesejahteraan dan kedamaian hidup didunia. Atharwa Weda berisi
tentang pengetahuan gaib, tentang cara pengobatan, menolak bala, penawar racun dan
sebagainya. Kitab Atharwa Weda terdiri dari 5.958 mantra.
Dalam pengimpunan mantra-mantra tersebut didasarkan atas
a. Didasarkan atas usia mantra-mantra (sloka-sloka) termasuk tempat geografis turunya
mantra-mantra itu.
b. Didasarkan atas pengelompokan isi, fungsi dan guna mantra-mantra tersebut.
c. Didasarkan atas dasar resensi keluarga Rsi yang menerima dan menggubahnya.
7
Oleh Bhagawan Manu dalam Kitab Manu Smrthi atau Kitab Manawa Dharma Sastra ,
Kitab suci diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar , yaitu Weda Sruti dan Smerti. Weda
Sruti adalah kitab suci yang memuat wahyu yang diturunkan oleh Sang Hyang Widhi kepada
Maha Rsi. Adapun Weda Smerti adalah kitab suci yang memuat penjelasan Weda Sruti. Veda
Sruti memuat wahyu yang diturunkan oleh Sang Hyang Widhi Wasa kepada Maha Rsi.
Berdasarkan jenis dan sifatnya,
a. Weda Sruti
Weda Sruti dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu Mantram, Brahmana, dan Upanisad.
1. Bagian Mantram disebut Catur Weda. Catur Weda terdiri dari atas Rg Veda, Sama
Weda, Yajur Weda, dan Ataharwa Weda.
2. Brahmana atau Karmakanda yaitu semua jenis buku yang merupakan suplemen kitab
mantra yang isinya khusus membahas aspek Karma atau Yadnya.
3. Upanisad atau Aranyaka atau dikenal dengan Jnana Kanda yaitu penanaman semua
buku Sruti yang terdiri dari 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad. Isinya khusus
membahas aspek pengetahuan yang bersifat filsafat.
Weda yang terakhir (Vedanta berisi himpunan mantram mengenai Ketuhanan ).Bahasa
yang digunakan dalam Weda adalah Bahasa Daiwiwak. Bahasa ini dipopulerkan oleh Rsi
Panini dengan istilah Bahasa Sansekerta.
Smerti adalah kelompok kedua setelah Sruti dan dianggap sebagai kitab hukum Hindu
karena didalamnya memuat tentang hukum Hindu. Kitab Smerti ini dinyatakn sebagai kitab
Dharmasastra. Dharma berarti hukum sedangkan sastra berarti ilmu. Jadi Dharmasastra berarti
ilmu hukum. Dalam kitab Manawadharmasastra berarti ilmu hukum. Dalam kitab
Manawadharmasastra, Bab II.10.1 dinyatakan sebagai berikut :
“ Srutistu Wedo Wijneyo, Dharmasastra Tu Wai Smerti
Tesarwarthawam Imamsye Tabhayam Nirbbabhu
Artinya
Bahwa sesungguhnya Sruti ( Wahyu) demikian pula Smerti itu adalah Dharmasastra.
Keduanya tidak boleh diragukan dalam hal apapun juga karena keduanya adalah kitab suci
yang menjadi sumber dari agama Hindu ( Dharma )
Smerti sebagai Dharmasastra bersifat sebagai pelengkap dalam melengkapi keterangan
yang terdapat di dalam kitab Sruti. Dharmasastra sebagai kitab hukum Hindu, karena
8
didalamnya memuat banyak aturan-aturan dasar yang mempunyai fungsi mengatur.
Dharmasastra dapat dibedakan dalam keempat kelompok yang berbeda yaitu :
a. Kitab Manawadharmasastra untuk jaman Satya Yuga
b. Kitab Yajnawalkiasmrti untuk jaman Kerta Yuga
c. Kitab Sanka-Likhitasmrti untuk jaman Dwapara Yuga
d. Kitab Parasarasmrti untuk jaman Kali Yuga
B.Weda Smerti
Veda Smerti memuat penjelasan Weda Sruti. Kitab Weda Smerti terdiri atas tiga
bagian yaitu Wedangga, Upaweda, dan Nibandha.
a. Bagian Wedangga berisi petunjuk-petunjuk tertentu untuk mendalami Weda.
Wedangga terdiri dari beberapa bidang antara lain sebagai berikut :
1. Siksa, memuat cara mengucapkan mantram Veda dan tekanan suaranya atau ilmu
phonetic (bunyi) Veda.
2. Vyakarana, memuat cara memahami Veda dengan bahasa yang benar atau tata bahasa
Veda.
3. Nirukta memuat penafsiran asli mengenai kata-kata dalam Weda atau ilmu tentang
etimologi ( arti kata )
4. Chanda memuat mengenai irama Veda atau ilmu tentang irama Veda
5. Jyotesa memuat pokok-pokok ajaran astronomi atau ilmu tentang astronomi dan
astrologi ( Ilmu perbintangan )
6. Kalpa, memuat tentang ritual upacara berkorban atau yajna.
b. Bagian Upaweda merupakan kitab yang menunjang pemahaman Weda.
Upaweda terdiri atas beberapa kitab, antara lain sebagai berikut :
1. Ayurweda merupakan kitab yang memuat ilmu pengetahuan.
2. Gandharwaweda merupakan kitab yang memuat pengetahuan untuk melagukan
mantram Sama Weda.
3. Arthasastra merupakan kitab yang memuat ilmu pemerihtahan ekonomi,
pertanian, dan ilmu sosial.
4. Ithiasa, merupakan kitab yang memuat cerita kepahlawanan seperti epos
Mahabarata dan Ramayana.
5. Purana, merupakan kitab yang berisi himpunan cerita tentang peristiwa tertentu
dan tradisi.
9
6. Sarasamuscaya dan Slokantara, merupakan kitab yang berisi mengenai etika dan
tata susila.
c. Bagian Nibandha memuat aturan cara pemujaan terhadap Tuhan, filsafat agama, dan
tuntunan pengugunaan mantram. Beberapa kitab yang termasuk bagian ini,
diantaranya adalah Sarasamuscaya, Tantra atau Agama, Bhasya , Brhastika, Wahya,
Utaramimamsa, Wangsa, Puja Mantra.
Soal Latihan
I. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Apa pengertian kata Weda ?
2. Apakah semua pengetahuan dapat disebut kitab suci ?
3. Tulislah nama lain dari kitab Suci Weda ?
4. Apakah kitab Suci Weda hanya boleh dipelajari golongan tertentu ?
5. Memuat ajaran apa saja dalam kitab suci Weda ?
Ayo Amati
Gambar 1.1 Amati gambar di samping!
Sumber:http://atmartikel.blogspot.com
II. Tulislah dengan cara apa saja
proses seorang Maharsi di dalam
menerima Wahyu dari Sang Hyang
Widhi dan menyusunnya menjadi
Kitab Suci Weda!
1………………………………………
2………………………………………
3………………………………………
4………………………………………
………………………………………
………………………………………
………………………………………
………………………………………
………………………………………
………………………………………
10 ………………………………………
………………………………………
………………………………………
………………………………………
LATIHAN FORMATIF I
I.Silanglah (X) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar!
1. Di bawah ini pengertian dari Weda kecuali…
a. pengetahuan suci
b. kebenaran sejati
c. kebenaran abadi
d. kebenaran yang berubah-ubah
2. Weda berasal dari urat kata Wid yang artinya …
a. mengetahui
b. keterangan
c. adil
d. memangku
3. Bahasa Sansekerta yang digunakan dalam Weda yang umumnya jauh lebih tua
dibandingkan dengan bahasa Sansekerta yang kemudian digunakan dalam berbagai
susastra Hindu seperti Ithiasa,Purana, Dharmasastra dan lain-lain disebut bahasa ….
a. Bahasa Sansekerta Weda
b. Bahasa Sansekerta Campura
c. Bahasa Sansekerta Klasik
d. Bahasa Sansekerta Madya
4. Gema yang diterima para Rsi dan gema tersebut berubah menjadi sabda atau wahyu
Tuhan yang Maha Esa kemudian wahyu itu disampaikan kepada para siswanya di
dalam asrama disebut dengan
a. Upanisad b. Svaranada c. Upanisad d. Darsana
5. Pernyataan yang benar di bawah ini tentang kitab suci Weda adalah …
a. Sifat kitab suci Weda berawal dan berakhir
b. Sifat kitab suci weda tidak berawal dan berakhir
c. Sifat kitab suci Weda tidak berlaku sepanjang jaman
d. Sifat kitab suci Weda kebenarannya tidak abadi
6. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah
a. Kitab suci Weda kebenarannya akan berakhir
b. Kitab suci Weda hanya bertahan beberapa jaman
c. Kitab suci Weda disusun oleh manusia biasa
d. Kitab suci Weda kebenarannya anadi ananta ( tidak berawal tidak berakhir )
11
7. Weda adalah wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh para Rsi dan
merupakan sumber ajaran agama Hindu yang bersifat kekal abadi yang disebut
dengan….
a. Sarwagatah
b. Anadi ananta
c. Brahmanda
d. Satyam
8. Yang dimaksud dengan Weda Apursyam adalah
a. Weda kebenarannya tidak kekal
b. Weda yang disusun oleh manusia biasa
c. Weda hanya berlaku beberapa jaman
d. Weda tidak disusun oleh manusia melainkan diperoleh atau diterima oleh orang-
orang suci, para maharsi
9. Rsi Siapakah yang memberikan pengertian bahwa Veda yang berasal dari kata Vid
yang berarti untuk mengetahui dan Veda berarti kitab suci yang mengandung ajaran
yang luhur untuk menuntun menuju kehidupan yang baik dan menghindarkannya dari
berbagai kejahatan
a. Sumantu
b. Pulaha
c. Jaimini
d. Maha Rsi Sayana
10. Disamping Weda berarti pengetahuan suci. Weda juga memiliki arti…
a. Mandala
b. Suci
c. Mantra
d. Ilmu
III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Kata Weda berasal dari urat kata?
Jawab
:……………………………………………………………………………………..
2. Bahasa sansekerta yang digunakan dalam menulis kitab suci Weda adalah?
Jawab
:……………………………………………………………………………………...
3. Cara rsi menerima wahyu dengan berhadapan para Dewa-dewa disebut dengan?
Jawab
:……………………………………………………………………………………..
4. Karena kitab suci Weda merupakan wahyu dari dari Tuhan yang diterima Maha Rsi.
Maka kitab suci Weda disebut juga dengan ?
Jawab
:…………………………………………………………………………………….
12
5. Mengapa kitab suci Weda dibut juga sebagai kitab rahasya ?
Jawab
:…………………………………………………………………………………….
6. Mengapa kitab suci Weda disebut tidak berawal dan berakhir ?
Jawab
:……………………………………………………………………………………
7. Karena kitab suci Weda berbentuk mantra yang dilagukan, maka kitab suci Weda
disebut dengan ?
Jawab
:……………………………………………………………………………………
8. Siapa sajakah yang dapat mempelajari kitab suci Weda ?
Jawab
:……………………………………………………………………………………
9. Gema yang diterima para rsi kemudian gema tersebut berubah menjadi sabda atau
Wahyu Tuhan yang maha Esa, kemudian wahyu tersebut disampaikan kepada
siswanya disebut dengan ?
Jawab
:…………………………………………………………………………………….
10. Wahyu yang diterima oleh Sapta Rsi dengan cara didengar secara langsung disebut ?
Jawab
:……………………………………………………………………………………
III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar
1. Apakah manfaat dari mempelajari kitab suci Weda ?
2. Sebutkan sifat kitab suci Weda ?
3. Mengapa para Maha Rsi dapat menerima wahyu dari Ida Sang Hyang Widi Wasa
4. Jelaskan 4 sifat dari kitab suci Weda ?
13
Kerja Kelompok Mari
Petunjuk Umum : berdiskusi
dan berkreasi
1. Kerjakanlah soal-soal ini dengan baik !
2. Diskusikanlah terlebih dahulu dengan anggota kelompokmu !
3. Jika menemui kesulitan tanyakan kepada gurumu !
Petunjuk Kegiatan :
Isi dan kerjakanlah tugas-tugas di bawah ini dengan benar
Prestasikan kedepan
No Catur Veda Penyusun Isi atau Ajaran
1 Reg Veda
2 Sama Veda
3 Yajur Veda
4 Atharwa Veda
14
Uji Kompetensi Siswa
I. Silanglah (x) pada huruf a, b, c d di depan jawaban yang paling benar !
1. Oleh Bhagawan Manu dalam Kitab Manu Smrthi atau Kitab Manawa Dharma Sastra ,
Kitab suci diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar yaitu
a. Sruti dan smerti
b. Astika dan nastika
c. Weangga dan upaweda
d. Brahma widya dan apara widya
2. Weda Sruti terdiri dari 3 kelompok besar yaitu …
a. Mantram, brahmana dan wedangga
b. Brahmana, wedangga dan upaweda
c. Brahmana, mantra dan upanisad
d. Mantra, purana dan upanisad
3. Usaha mengkodifikasi Kitab Suci Weda diprakarsai oleh …
a. Rsi Jaimini
b. Rsi Waisampayana
c. Rsi Byasa
d. Rsi Wararuci
4. Empat Rsi murid dari Rsi Byasa yang membantu mengkodifikasikan Kitab Suci
Weda …
a. Rsi Walmiki, Rsi Jaimini, Rsi Sumantu, Rsi Whaisampayana
b. Rsi Pulaha, Rsi Jaimini, Rsi Sumantu,Rsi Whaisampayana
c. Rsi Krisna Dwipayana, Rsi Jaimini, Rsi Sumantu,Rsi Whaisampayana
d. Rsi Wararuci, Rsi Jaimini, Rsi Sumantu,Rsi Whaisampayana
5. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah …
a. Rsi Sumantu menghimpun mantra-mantra menjadi Atharwa Weda
b. Rsi Byasa menghimpun mantra-mantra menjadi Atharwa Weda
c. Rsi Jaimini menghimpun mantra-mantra menjadi Yajur Weda
d. Rsi Pulaha menghimpun mantra-mantra menjadi Sama Weda
6. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah…
a. Rsi Sumantu menghimpun mantra-mantra menjadi Reg Weda
b. Rsi Byasa menghimpun mantra-mantra menjadi Atharwa Weda
c. Rsi Jaimini menghimpun mantra-mantra menjadi Sama Weda
d. Rsi Pulaha menghimpun mantra-mantra menjadi Sama Weda
7. Kitab Atharwa Weda ditulis oleh …
a. Rsi Byasa
b. Rsi Jaimini
c. Rsi Pulaha
d. Rsi Sumantu
15
8. Nama lain dari Rsi Byasa adalah …
a. Rsi Yogiswara
b. Empu Kanwa
c. Rsi Kresna Dwipayana
d. Empu Tanakung
9. Maha Rsi penyusun Reg Weda…
a. Sumantu
b. Pulaha
c. Jaimini
d. Waisampayana
10. Tujuh Rsi sebagai penerima wahyu dikenal dengan sebutan…
a. Sapta Rsi
b. Sapta Gangga
c. Sapta Dewa
d. Sapta Patala
11. Disamping Weda berarti pengetahuan suci. Weda juga memiliki arti…
a. Mandala
b. Suci
c. Mantra
d. Ilmu
12. Pada awalnya yang muncul adalah Kitab Sruti, kemudian barulah muncul kitab…
a. Catur Weda
b. Sama Weda
c. Yajur Weda
d. Smerti
13. Pernyataan dibawah ini yang benar adalah…
a. Tujuh rsi penerima wahyu disebut sapta gangga
b. Kitab sruti ditulis berdasarkan ingatan para Rsi
c. Kitab sruti ditulis berdasarkan wahyu yang didengar langsung oleh para Rsi
d. Rsi Wararuci merupakan pelopor pengkodifikasikan Catur Weda
14. Salah satu Sapta Rsi yang berasal dari ksatria adalah…
a. Maha Rsi Grstamada
b. Maha Rsi Wismamitra
c. Maha Rsi Atri
d. Maha Rsi Kanwa
15. Bahasa yang digunakan dalam kitab suci Weda adalah…
a. Bahasa Kawi
b. Bahasa Jawa Kuna
c. Bahasa Melayu
d. Bahasa Sansekerta
16. Nyanyian suci dalam Weda disebut dengan…
a. Laghu
b. Guru
c. Canda
d. Palawakya
16
17. Kitab Weda yang isinya khusus membahas aspek Karma atau Yadnya adalah…
a. Mantra
b. Upanisad
c. Aranyaka
d. Karmakanda
18. Yang termasuk bagian dari Catur Weda adalah…
a. Rg Weda, Upa Weda, Sama Weda, Yajur Weda
b. Rg Weda, Sama Weda, Yajur Weda, Atharwa Weda
c. Wedangga, Upanisad, Yajur Weda, Sama Weda
d. Bhagawad Gita, Atharwa Weda, Sama Weda, Wedangga
19. Weda merupakan urat Kata Wid merupakan pandangan dari Maha resi…
a. Waysampayana
b. Dwipayana
c. Sayana
d. Pulaha
20. Bagian akhir dari kitab Suci Weda disebut …
a. Mimamsa
b. Wedanta
c. Weda Sruti
d. Bhagawad Gita
II.Isilah titik.titik di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1. Kata Weda berasal dari kata Vid yang artinya…
2. Kitab Sama Weda ditulis oleh …
3. Yang merupakan bagian dari kitab sruti adalah …
4. Rsi Waisampayana menghimpun kitab…
5. Weda dikelompokkan menjadi dua bagian sruti dan …
6. Sisya Maha Rsi Byasa berjumlah …
7. Ilmu yang berisi tentang upacara berkorban terdapat dalam kitab…
8. Yang termasuk bagian Kitab Mantra …
9. Bagian kitab Sruti yang membahas aspek pengetahuan yang bersifat filsafat disebut…
10. 7 resi penerima wahyu Tuhan disebut dengan …
11. Bahasa Daiwi Wak dipoplerkan oleh…
12. Sruti artinya wahyu langsung yang diterima oleh…
13. Atharwa Weda disusun oleh …
14. Yajur Weda Samhita berasal dari kata Yajus yang berarti…
15. Nama lain dari agama Hindu adalah…
16. Upanisad dan Aranyaka dikenal dengan istilah …
17. Mantram, Brahmana dan Aranyaka merupakan bagian dari…
18. Kitab Upanisad yang terpenting…
19. Kitab yang berisikan himpunan doa untuk keperluan upacara Yajna diuraikan dalam
Weda Sruti bagian…
20. Bahasa yang digunakan dalam kitab Suci Weda adalah…
17
III. Soal uraian
1. Jelaskan fungsi dari kitab Suci Weda ?
Jawab:……………………………………………………………………………………
2. Menganga Weda dikatakan pengetahuan suci ?
Jawab:……………………………………………………………………………………
3. Apakah perbedaan Weda Sruti dan Smerti ?
Jawab:……………………………………………………………………………………
4. Weda dikodifikasikan oleh Maha Rsi Byasa dibantu oleh empat muridnya, sesuai
dengan bidangnya.Sebutkan keempat muridnya sesuai dengan bidangnya !
Jawab:……………………………………………………………………………………
5. Tulisalah 3 contoh kitab Upanisad ?
Jawab:……………………………………………………………………………………
6. Dalam pengimpunan mantra-mantra dalam Kitab Catur Weda didasarkan atas?
Jawab:…………………………………………………………………………………
7. Apa yang dimaksud dengan Apauruseya?
Jawab:…………………………………………………………………………………
8. Kitab apakah yang diperlukan membantu memahami Kitab Sruti?
Jawab:……………………………………………………………………………………
9. Tulisalah bagian dari Kitab Sruti ?
Jawab:………………………………………………………………………………….
10. Apakah yang dimaksud kitab Upanisad ?
Jawab:…………………………………………………………………………………
18
Fortofolio Siswa
Petunjuk Umum :
1. Kerjakan lengkapi kodifikasi wea !
2. Diskusikanlah terlebih dahulu dengan anggota kelompokmu !
3. Jika menemui kesulitan tanyakan kepada gurumu !
4. Jika sudah selesai presentasikan ke depan
Weda
Jawablah pertanyaan di bawah ini
1. Apakah kebenaran yang terdapat dalam kitab sruti dan smerti dapat dipertentangkan ?
2. Apakah bunyi sloka yang menguraikan kronologis sumber-sumber Hukum Hindu
3. Jelaskan kronologis sumber-sumber hukum Hindu menurut kronologisnya ?
4. Apakah ada hubungan antara kitab Smerti dan Sruti ?
19
A. BAB II AJARAN CATUR MARGA
Kelas V
Semester I
BAB I
B.Tujuan BAB II
Tujuan yang ingin dicapai setelah memepelajari materi yang terdapat dalam BAB
ini adalah agar peserta didik
1. Meyakini Tentang kebenaran Catur Marga
2. Memahami ajaran Catur Marga
3. Mengetahui bagian dari Catur Marga
4. Menjelaskan Bagian Catur Marga
5. Mempraktekkan Ajaran Catur Marga
C. Uraian Isi Pelajaran
Materi yang diuraikan dalam BAB II Adalah
Pengertian Catur Marga, Moksa sebagai tujuan tertinggi,
Bagian Catur Marga dan perbuatan yang sesuai dengan
ajran Catur Marga
20
D. Materi !
DAINIKA UPASANA
OM PRANO DEWI SARASWATI
WAJEBHIR WAJINIWATI
DHINAM AWIÑYAWANTU
artinya :
(Ya Tuhan dalam manifestasi Dewi Saraswati, Hyang Maha Agung dan Maha Kuasa, semoga
Engkau memancarkan kekuatan rohani, kecerdasan pikiran, dan lindungilah hamba selama-
lamanya.)
Coba Kita renungkan
Pernahkah anak-anak membaca tentang tujuan tertinggi agama Hindu . Dengan cara
apakah kita dapat mencapai tujuan tertinggi tersebut ? Dengan Cara apakah umat Hindu
menghubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi. Sebagai siswa yang menganut agama
Hindu kita wajib mengetaui apa sesungguhnya tujuan tertinggi agama Hindu dan bagaimana
mencapai tujuan tertinggi tersebut .
21
AYO CARI TAHU
Pengertian Catur Marga
“Bhadram no api vataya mano daksam uta kratum, adha te sakhye andhaso vi vo
made ranam gavo na yavase vivaksase”.
Terjemahannya adalah.
“Berikanlah kami pikiran yang baik dan bahagia, berikanlah kami keterampilan
dan pengetahuan. Maka semoga manusia dalam persahabatan-mu merasa bahagia,
ya Tuhan! seperti sapi di padang rumput. Engkau yang Maha Agung”. (Rg Veda
X25. 1)
Umat manusia tentunya memiliki tujuan hidup, termasuk umat Hindu memiliki tujuan hidup
yang jelas yakni seperti berikut ini.
1. Moksartham jagad hita ya ca iti Dharma.
2. Catur Purusartha.
3. Santi Jagadhita.
4. Sukerta Sakala lan Niskala.
5. Mencapai keharmonisan hidup sesuai ajaran Catur Marga.
Moksa adalah bagian dari kelima Panca Sradha. Kata moksa berasal dari bahasa
Sanskerta, dari akar kata muc yang berarti membebaskan atau melepaskan. Moksa berarti
kelepasan, kebebasan. Dari pemahaman istilah, kata moksa dapat disamakan dengan nirwana,
nisreyasa atau keparamarthan. Disebutkan ada beberapa tingkatan ”moksa” yang diajarkan
dalam ajaran agama Hindu. Ajaran ini didasarkan pada keadaan ”atma” dalam hubungannya
dengan Brahman. Adapun bagian-bagiannya dapat dijelaskan sebagai berikut ;
a. Jiwanmukti adalah tingkatan moksa atau kebahagiaan/kebebasan yang dapat
dicapai oleh seseorang semasa hidupnya, dimana atmanya tidak lagi
terpengaruh oleh gejolak indria dan maya.
b. Widehamukti adalah tingkat kebebasan yang dapat dicapai oleh seseorang
semasa hidupnya, dimana atmanya telah meninggalkan badan wadagnya
(jasadnya), tetapi roh yang bersangkutan masih kena pengaruh maya.
c. Purnamukti adalah tingkat kebebasan yang paling sempurna. Pada tingkatan ini
posisi atma seseorang keberadaannya telah menyatu dengan Brahman.
Tingkatan-tingkatan moksa juga dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
1. Moksa yakni bersatunya Atman dengan Paraatman yang meninggalkan bekas berupa
wadag/badan kasar.
22
2. Adi Moksa yakni bersatunya Atman dengan Paraatman yang meninggalkan bekas
berupa abu jenasah.
3. Parama Moksa yakni bersatunya Atman dengan Paraatman yang tanpa meninggalkan
bekas. Unsur Panca Maha Bhuat kembali kesumbernya masing-masing.
Terdapat banyak cara untuk melepaskan diri dari keterikatan maupun cara untuk mencapai
penyatuan Atman dengan Paraatman. Dalam kitab Bhagawad Gita diuraikan secara garis
besar terdapat 4 cara/jalan yang disebut dengan Catur Marga Yoga yaitu :
Catur Marga berasal dari bahasa Sansekerta, dari bahasa Sansekerta, yaitu Catur dan
Marga. Catur berarti empat dan Marga berarti jalan/cara ataupun usaha ( Tim penyusun, 2006
:61) . Catur Marga merupakan ajaran yang berisi empat jalan atau cara umat Hindu untuk
menghormati dan menuju ke jalan Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Catur Marga juga sering disebut dengan Catur Yoga Marga. Sumber ajaran Catur Marga
diajarkan dalam pustaka suci Bhagavad Gita
Terkait dengan hal tersebut, secara garis besarnya ajaran Catur Marga mengelompokkan
empat macam jalan untuk mendekatkan diri atau memuja Tuhan yang keseluruhannya dapat
dipilih dan dilakukan dengan berlandaskan pada tingkatan jnana ( pengetahunan dan tingkat
spritualitas masing-masing individu keempat jalan tersebut dapat diuraikann sebgai berikut
Catur Marga Yoga meliputi Bhakti Marga Yoga, Karma Marga Yoga, Jnana Marga
Yoga, dan Raja Yoga Marga. Bhakti Marga Yoga adalah cara mencapai moksa melalui sikap
bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi. Karma Marga Yoga adalah cara mencapai moksa
melaui kerja tanpa pamrih. Jnana Marga Yoga adalah cara mencapai moksa menekankan pada
ilmu pengetahuan. Raja Marga Yoga mencapai moksa melalui tapa, brata, yoga dan samadhi
Bagian Catur Marga
1. Bhakti Marga Yoga
Istilah bhakti berasal dari akar kata bhaj yang artinya hormat sujud ( Tim
Penyusun, 2006 : 18 ) Bhakti merupakan perwujudan rasa hormat manusia
terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa ) beserta segala manifestasi-Nya. Bhakti
adalah salah satu ajaran yang ditekankan oleh agaa Hindu sebagai aktivitas
mendektkan kepada ida sang yang Widhi Wasa . Berbakti dapat dilakukannoleh
umat manusia dengan cara menyembah Tuhan yang tak berwujud atau Tuhan yang
dimanifestasikan ( Nala dan Wiratmaja, 2004:151)
23
Ber-bhakti berarti menghormati ajaran Tuhan, melaksanakan ajaran-Nya dengan
penuh keyakinan dan kesadaran . Dalam Bhagawadgita XII.2 dinyatakan sebagai
berikut
Sribhagawan uwaca
May awesya mano ye mam nitya yuktaupasate
Sraddhayaparayoprtaste me yuktatama matah
Terjemahannya :
Sri Bhagawan bersabda
Mereka yang memusatkan pikirannya pada-Ku dengan menyembahkKu dan
senantiasa bersungguh-sungguh serta memiliki keyakinan yang sempurna
merekalah yang Aku anggap paling sempurna dalam yoga (
Bhakti marga merupakan jalan pendekatan kepada Ida Sang yang Widhi Wasa
melalui pendekatan kepada Tuhan melalui kebaikan dan kesujudaan yang tulus
dan terus menurus. Bhakti Marga adalah jalan menuju Tuhan dengan cara
menunjukan Bhakti kita (berbakti, cinta pada Tuhan dan sesama). Cakupan
pengertian Bhakti Marga sesungguhnya tidak hanya terbatas pada persembahan
secara sempit namun juga adalah kegiatan yang tulus iklas dalam rangka
memegang dan memelihara kebajikan bagi umat manusia dalam bertingkah laku
yang luhur sebagai umat beragma.
2. Karma Marga Yoga
Karma Marga Yoga adalah cara mencapai moksa melalui kerja tanpa pamrih.
Orang yang melaksanakan ajaran Karma Marga Yoga disebut Karmin. Karmin
bekerja keras tanpa menginginkan hasil. Terkait hal tersebut dalam Bhagwadgita
II.47 dinyatakan bahwa
Karmany ewadhikaras te ma phalesu kadacana
Ma karma-phala hetur bhur mate sango stw akarmani
Terjemahannya :
Tugasmu kini hanyalah berbuat dan jangan sekali-kali mengharpa akan hasilnya:
jangan sekali-kali hasil yang menjadi motifmu ataupun terikat dengan tanpa
kegiatan ( Maswinara, 1997:144)
Jalan karma merupakan jalan perbuatan mulia yang dilakukan dengan penuh rasa
ketulus-iklasan. Melalui perbuatan baik yang dilakukan secara berkelanjutan,
diharapkan akan dapat memupuk karma baik pada diri individu sehingga secara
langsung akan membawa dirinya mendekatkan diri pada Ida Sang Hyang Widhi
Wasa. Orang yang menekankan pada ajaran Karma Yoga disebut dengan karmin
24
3. Jnana Marga Yoga
Jnana dalam bahasa Sansekerta berarti pengetahuan ( Tim Penyusun, 2006 :50)
Jnana Marga merupakan jalan mendekatkan diri kepada Idas Sang Hyang Widhi
Wasa melalui mempelajari pengetahuan ataupun mengabdikan diri pada
pengetahua. Pengetahuan yang dipelajari dan diamalkan bersumber dari kitab suci
Weda. Dalammm Yajur Weda XXXI.18 dinyatakan bahwa:
Wedaham etam purusam mahantam
Adityawarnam tamasah parastat
Tam eva vidilyati mrtyum eti
Nanyah pantha vidyate canaya
Terjemahannya :
Kami mengetahui Yang Maha Kuasa bersinar, laksana matahari meniadakan
kegelapan. Hanya dengan mengetahui dia kita bebas dari kematian tidak ada jalan
lain ( Titib, 1996:251)
Melalui pemahaman mantram Weda tersebut segala pengetahuan yang dipelajari
baik yang bersifat para widya maupun apara widya tersebut secara hakikat
bersumber dalam kitab suci Weda. Dengan mempelajari pengetahuan-pengetahuan
tersebut pada akhirnya diharapkan akan memahami hakikat kesemestaan,
sehingga memahami pula hakikat Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Orang yang
melaksanakan Jnana Marga disebut jnanin.
4. Raja Marga Yoga
Raja Yoga adalah jalan yang membawa penyatuan dengan Tuhan Yang Maha Esa,
melalui pengekangan diri dan pengendalian diri dan pengendalian pikiran. Raja
yoga mengajarkan bagaimana mengendalikan indra-indra dan vritti mental atau
gejolak pikiran yang muncul dari pikiran melalui tapa, brata, yoga dan samadhi.
Dalam Hatha Yoga terdapat disiplin fisik, sedangkan dalam Raja Yoga terdapat
disiplin pikiran. Melakukan Raja Marga Yoga hendaknya dilakukan secara
bertahap melalui Astāngga yoga yaitu delapan tahapan yoga, yang meliputi yama,
niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Seseorang
yang melaksanakan ajaran Raja Marga Yoga disebut dengan sebutan
yogi.Konsentrasi dan meditasi menuntun menuju samadhi atau pengalaman supra
sadar, yang memiliki beberapa tingkatan pendakian, disertai atau tidak disertai
dengan pertimbangan (vitarka), analisa (vicara), kebahagiaan (ananda), dan
kesadaran diri (asmita). Demikian, kailvaya atau kemerdekaan tertinggi dicapai.
Dari keempat jalan tersebut semuanya adalah sama, tidak ada yang lebih tinggi
25
maupun lebih rendah, semuanya baik dan utama tergantung pada kepribadian,
watak dan kesanggupan manusia untuk melaksanakannya.
Dalam kitab Bhagawadgita dinyatakan sebagai berikut :
Yada hi nendriyarthesu na karmaw anusajjate
Sarwa-sankalpa-sanyast yogarudhas tadocyate
Terjemahannya
Bila seseorang tidak lagi terikat pada objek-objek indria-indria atau kegiatan
kerja dan telah melepaskan diri dari segala keinginan , maka ia dikatakan telah
mencapai yoga ( maswinara, 1997:235 )
Orang yang melaksanakan Raja Marga Yoga disebut Yogin. Dalam ajaran yoga
terdapat ajaran Astanggayoga yaitu delapan tahapan yoga untuk mencapai moksa.
Astanga yoga diajarkan oleh Maha Rsi Patanjali
26
E. Pengalaman Catur Marga
Dalam pelaksanaan Catur Marga Yoga ini antara yang satu dengan yang lainnya
tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi. Di antara keempat jalan/cara
tersebut diatas semuanya baik dan utama, hanya tiap-tiap jalan meletakkan dasar dan cara-
cara tersendiri yang nantinya dapat diikuti oleh masing-masing umat sesuai dengan
kepribadian, watak, kesanggupan dan bakat masing-masing.
Pengamalan Catur Marga
1. Perilaku yang berkaitan dengan Bhakti Marga Yoga
a. Melaksanakan ajaran Nawawidha Bhakti Dalam Bhàgavata Puràna
(VII.52.23) disebutkan ada 9 jenis bhakti, yang terdiri dari : 1).Sravanam
mempelajari keagungan Tuhan Yang Maha Esa melalui membaca atau
mendengarkan pembacaan kitab-kitab suci, 2) Kìrtanam mengucapkan/
menyanyikan nama-nama Tuhan Yang Maha Esa, 3)Smaranam mengingat
nama-Nya atau bermeditasi tentang-Nya, 4)Pàdasevanam memberikan
pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, termasuk melayani, menolong
berbagai mahluk ciptaan-Nya, 5).Arcanam memuja keagungan-Nya, 6.
Vandanam sujud dan kebhaktian, 7.Daasyam melayani-Nya dalam pengertian
mau melayani mereka yang memerlukan pertolongan dengan penuh
keikhlasan, 8.Sàkhyam memandang Tuhan Yang Maha Esa sebagai sahabat
sejati, yang memberikan pertolongan ketika dalam bahaya dan 9.
Àtmanivedanam penyerahan diri secara total kepada-Nya.
b. Melaksanakan Upacara Panca Yajna.
c. Menghaturkan persembahan kepada Sang Hyang Widhi sebagai rasa syukur
atas anugrah yang telah kita terima.
2. Perilaku yang berkaitan dengan Karma Marga Yoga
a. Bekerja dengan baik
b. Melakanakan tugas membersihkan lingkungan sekolah.
c. Mewujudkan semangat kekeluargaan atau menyama braya untuk menciptakan
kerukunan.
d. Melaksanakan kewajiban dengan tidak mengeluh
e. Melaksanakan ngaturang ngayah
3. Perilaku yang berkaitan dengan Jnana Marga
a. Rajin belajar, membaca buku, dan bersemangat untuk menuntut ilmu setinggi-
tingginya
27
b. Hormat dan berbakti pada Catur Guru.
c. Melaksanakn agurun-gorun
d. Mendengarkan dan melaksanakan dari Catur Guru.
4. Perilaku yang berkaitan dengan Raja Marga Yoga
a. Melaksanakan ajaran Astangga Yoga
b. Melaksanakan ajaran Tapa, Brata, Yoga, Semadi
c. Melatih mengendalikan diri dan pikiran
Secara sekilas, konsep ajaran Catur Marga memberikan empat pilihan jalan kepastian
setiap orang Hindu untuk mendekatkan dalamm menuju Tuhan, sesuai dengan tingkatan
jnananya masing-masing. Namun apabila dicermati secara lebih mendalam, keempat jalan
tersebut juga merupakan tahapan-tahapan yang harus ditempuh secara berjenjang. Dalam
artian bahwa setiap individu tidak boleh terpaku pada satu tahapan bhakti saja, melainkan
terus berupaya untuk meningkatkan aspek pemahaman, pengetahuan, dan juga sisi
spiritualitasnya sehingga keempat jenjang tahapan Catur Marga mampu dikuasai dan
dljalankan secara utuh.
B. Cerita Yang Berhungan Dengan Catur Marga
Kisah Prahlad
Narasimha adalah avatar ke empat dari Dewa Wisnu. Nama lainnya Nrusimha,
Narasingh, dan Narasingha. Dalam avatar ke empat ini, Dewa Wisnu digambarkan sebagai
sosok setengah manusia dan setengah singa. Dari leher hingga tubuh bagian bawah
menyerupai manusia, sedangkan wajahnya seperti singa, memiliki kumis yang besar, gigi
tajam di mulutNya dan cakar di kuku tanganNya.
Kisah Avatar Narasimha ini berkaitan dengan Avatar Dewa Wisnu sebelumnya yang
berwujud sebagai babi atau Varaha. Menurut legenda, Dewa Wisnu menjelma sebagai
Nrusimha untuk membunuh iblis Hiranyakasipu (saudara Hiranyaksha yang dibunuh oleh
Avatar Varaha.
Saudara kembar Hiranyaksha adalah Hiranyakasipu yang ingin membalas dendam pada
Dewa Wisnu. Hiranyakasipu juga ingin menjadi penguasa dari tiga dunia (Surga, Bumi, dan
Pathala/Dunia Bawa), maka ia pergi ke Gunung Mandarachala dan mulai pertapaannya
selama bertahun-tahun untuk mendapatkan kekuatan dan penebusan dosa kepada Dewa
Brahma. Setelah bertapa lama, Dewa Brahma muncul dihadapannya. Hiranyakasipu meminta
keabadian sebagai hadiah dari pengorbanaanya untuk bertapa. Tetapi Dewa Brahma tidak
mengabulkannya. Maka Hiranyakasipu meminta agar dia tidak dapat dibunuh oleh manusia
atau binatang, setan atau dewa. Ia juga meminta agar tidak dapat mati pada siang atau malam.
Tidak dapat dibunuh dengan baja, batu atau kayu, baik di dalam atau di luar ruangan. Tidak
dapat mati di bumi atau di langit. Dewa Brahma setuju dan mengabulkan keinginannya.
Sementara itu, istri Hiranyakasipu, Kayadhu, melahirkan anaknya yang diberi nama
Prahlad dan tumbuh menjadi pemuja Wisnu. Tetapi Hiranyakasipu menginginkan agar
anaknya tumbuh menjadi seorang raja yang kuat dan kejam seperti dirinya. Namun, semua
usahanya untuk mempengaruhi Prahlad gagal. Suatu hari, Hiranyakasipu memerintahkan
pengikutnya untuk membunuh Prahlad.
Prahlad dilemparkan ke bawah gunung, ditenggelamkan, diracun, dan dibakar. Tapi,
semua usaha mereka gagal karena Dewa Wisnu yang melindunginya. Raja Hiranyakasipu
28
yang sangat marah mendengar upayanya gagal, menantang anaknya.. Dia bertanya kepada
Prahlad apakah Dewa Wisnu hadir di mana-mana. Prahlad menjawab “ya” yang membuat
Hiranyakasipu semakin marah. Setelah memanasi pilar besi, Hiranyakasipu meminta Prahlad
memeluk besi panas itu, jika memang Dewa Wisnu ada. Tanpa ragu-ragu, Prahlad bergegas
menuju pilar panas dan memeluknya. Tapi, tiang besi panas itu tidak membakarnya dan raja
marah, memukul tiang besi itu dengan tongkatnya.
Dari pilar besi yang retak itu terdengar suara gemuruh, kemudian muncul Dewa Wisnu
dalam bentuk Narasimha. Ketika Hiranyakasipu memukul Narasimha dengan tongkatnya,
Narasimha menangkapnya dan membawanya pergi. Pada saat senja, Narasimha membawa
Hiranyakasipu di pintu masuk istana dan menempatkan tubuh Hiranyakasipu pada pahaNya.
Dengan ganasnya Narasimha menusukkan kukunya ke dalam perut Hiranyakasipu dan
mencabik-cabiknya. Hiranyakasipu mati di pangkuan Narasimha. Untuk menenangkan
Narasimha, Prahlad menyentuh kaki Sang Avatar Dewa Wisnu itu, ditemani oleh Dewi
Lakshmi.
Kisah Bhakti Ratnakara dari Perampok menjadi Brahman
Rsi Walmiki. Ia terlahir dengan nama "Ratnakara". Dikisahkan bahwa dahulu Rsi Walmiki
adalah eorang perampok ulung, dan pembunuh kejam. Nama awalnya adalah Ratnakara.
Kemudian dia menyerahkan diri kepada Rsi Narada untuk belajar tentang Weda. Setelah
belajar Weda dia menjadi brahmana Rsi Walmiki dianggap berhasil mencapai
kesempurnaan dengan kidung atau menyanyikan kidung suci keagamaan. Nyanyian rohani
yang berisi puja-puji terhadap kemahakuasaan dan keagungan sifat-sifat Tuhan dan dengan
mengulang-ulang nama dan sifat agung beliau dapat menyucikan Atman (percikan suci Tuhan
yang ada dalam diri manusia) untuk kemudian manunggal (bersatu) dengan Paramătman
(Sang Pencipta) pada segala zaman atau sejak dunia beserta isinya ini ada (diciptakan)
Rsi Walmiki adalah putra dari Rsi Pracethasa. Pada zaman Tretayuga Ratnakara dikenal
sebagai seorang pemburu, penjahat ulung dan perampok yang sangat kejam. Bahkan tidak
segan-segan membunuh korbannya.Kekejaman Ratnakara (Rsi Walmiki) terjadi karena dia
hidup dilingkungan seorang pemburu yang kejam. Diceritakan bahwa dahulu Walmiki adalah
seorang anak yang lincah dan cerdas. Dia suka bermain-main ke luar pertapaan ayahnya di
tepi sungai Gangga India. Suatu ketika ia bermain jauh dari tempat tinggalnya, Walmiki lupa
jalan pulang. Akhirnya dia menangis memanggil orang tuanya, seorang pemburu akhirnya
menemukannya. Dia kemudian dijadikan anak angkat. Dari situlah jejak Rsi Walmiki menjadi
orang yang kejam. Tumbuh dewasa dibawah bimbingan orang tua angkatnya. Dari situ
Kisah selanjutnya yakni ketika Ratnakara (Rsi Walmiki) tumbuh dewasa, dia memiliki istri
dan anak-anak hingga cucu yang cukup banyak. Hingga suatu ketika tidak mampu lagi
menghidupi keluarganya dari hasil buruan. Ratnakara kemudian mulai merampok dengan
menghadang siapa saja yang dia temui di hutan. Demikian kehidupannya sehari-hari.
Pertemuan awal antara Rsi Narada dan Ratnakara berawal ketika Rsi Narada berjalan-jalan
keluar ashram dan sudah menjadi kebiasaan Sang Rsi bilamana berjalan-jalan ia selalu
melantunkan kidung (nyanyian) puja-puji Rama, nama Rama dan sifat-sifat keagungannya
diucapkan berulang-ulang tiada henti, berkat bhakti (cinta kasih yang tulus) beliau. maka
kekuatan Rama sebagai avathara (penjelmaan) wisnu Wisnu selalu melindungi erjalanan
Sang Rsi Narada Dalam perjalanan, ia kemudia mengantuk dan kurang konsentrasi dalam
menyanyikan (menyebut) nama Rama, "RamaRama ji ge Rama" saking kantuknya sampai
terbalik menjadi "Mara Mara' yang artinyapun menjadi jauh berbeda. Mara dalam bahasa
29
sansekerta artinya adalah bahaya. Betul saja tak lama kemudian muncullah bahaya, Ratnakara
datang menghadangnya, namun Rsi Narada tidak begitu terkejut melihat sosok Ratnakara
yang siap merampoknya, saat itu kebetulan Rsi Narada hanyalah membawa Wina maka
diambilah Wina oleh Ratnakara Tak lama kemudian, Rsi Narada sadar bahwa dia salah
mengucapkan nyanyian nama Rama ia pun memperbaiki dengan penuh konsentrasi disertai
rasa bhakti yang tulus dan mengulang-ulang kembali menyebut nama Rama dalam hati saja
(manasa) tanpa terdengar oleh Ratnakara. Kekuatan kidung suci itu benar-benar
menggetarkan Atman yang bersemayam pada diri Ratnakara. Akhirnya Ratnakara tersadar
akan dosa-dosanya yang pernah ia perbuat ia lalu sujud hormat Pada waktu itu juga Ratnakara
menyesali segala perbuatannya seperti merampok, membunuh yang pernah dilakukannya.
Ratnakara menjatuhkan dirinya ke kaki Rsi Narada sebagai ungkapan permintaan maaf yang
tulus dari seorang murid (bhakta) kepada guru (acharya), ia lalu menyerahkan diri untuk
menjadi muridnya, Sang Rsi Narada pun menerimanya dengan penuh cinta kasih, selanjutnya
ia diberikan pelajaran yoga
Hingga yang paling tinggi tingkatannya Setelah yoganya mantap ia lalu melakukan tapa brata
selama bertahun-tahun, saking tekunnya ia melakukan tapa, ia tidak bergeming sedikitpun
ketika ribuan semut mengerumuni tubuhnya, bahkan sampai semut-semut itu membuat
sarang, hingga menutupi sekujur tubuhnya sampai tidak kelihatan lagi badannya. Melihat
keteguhan Ratnakara itu, Rsi Narada sangat gembira. Setelah Ratnakara sudah dianggap
sukses dan berhasil menguasai dirinya. Sarang semut itu lalu dibongkar oleh Rsi Narada,
kemudian didapatilah Ratnakara masih tetap tenang dalam semadhinya, tubuhnya sedikitpun
tidak terpengaruh Ketika Ratnakara sadar didatangi oleh Rsi Narada, lalu Ratnakara
menghaturkan sembah sujud, memberi hormat sebagaimana ketentuan (sesana) seorang murid
(bhakta) terhadap gurunya (acharya). Tak lama kemudian Ratnakara didiksa atau diwisuda
(dwijati) dengan upacara sederhana sekali (nistaning nista) untuk menjadi seorang Rsi, oleh
Rsi Narada kemudian Ratnakara diberi nama baru (gelar) Rsi Walmiki sebagai nama dwijati.
Kata “Walmiki” sebenarnya berasal dari kata “Walmika” yang dalam bahasa sansekerta
berarti rumah semut, ia diberi nama dwijati Walmiki karena dianggap terlahir dari rumah
semut waktu menjalankan tapa brata Rsi Walmiki inilah oleh Dewa Brahma dianugrahi
kekuatan spiritual yang hébat untuk dapat melihat dan mengetahui dengan jelas seluruh
peristiwa dan kehidupan Sri Rama sebagai penjelmaan dari Dewa Wisnu, dan sejak Sri Rama
lahir sebagai putra Prabu Dasaratha, Raja Ayodhya hingga kembali ke swarga loka sebagai
Visnu. Dengan kemampuan yang diberikan oleh Dewa Brahma ia kemudian menyusun syair
yang berjumlah 24.000 sloka, syair-syair tersebut diajarkan kepada Kusa dan Lawa, yang
memenangkan sayembara/lomba baca syair (utsawa dharrna gita), kisah perjalanan hidup
Sang Rama itulah kemudian dikenal sebagai Itihasa Ramayana yang sangat terkenal
Demikianlah keutamaan kidung suci bila diucapkan dengan sungguh-sungguh disertai
penyerahan diri yang tulus ikhlas (bhakti) akan membuat orang menjadi sadar, perasaan orang
menjadi halus dan suci serta dapat menghantarkan Atman (kekuatan Tuhan yang ada dalam
diri setiap mahluk hidup) menjadi semakin dekat dengan Brahman, Sang Pencipta (Tuhan),
dengan kidung suci akan dapat membentuk struktur rohani yaitu Atman akan menguasai
budhi, kemudian budhi akan menguasai pikiran (manah) dan manah akan menguasai indriya,
sehingga dapat melahirkan tingkah laku yang selalu terkontrol dengan baik, disamping akan
mendorong orang lain untuk ikut berbuat baik.
30
Lembar Kerja Siswa
Setelah kalian membaca cerita di atas maka jelaskanlah ke ke depan ajaran catur
marga apa yang dilakukan oleh Praladha dan Ratnakara dalam cerita di atas.
No Judul Cerita Praktek Catur Marga
1 Praladha
Ratnakara
2
F. Soal Latihan
Uji Kompetensi Siswa
I. Silanglah (x) pada huruf a, b, c, d di depan jawaban yang paling benar !
1. Empat jalan untuk mencapai moksa disebut dengan …
a. Catur Marga
b. Catur Sakti
c. Catur Pramana
d. Catur Darma
2. Ajaran Catur Marga banyak terdapat dalam dialog antara Arjuna dan Krisna.Dialog
tersebut terangkum dalam kitab
a. Bhagavadgita
b. Nitisastra
c. Sarasamucaya
d. Ramayana
3. Guru nyoman dalam hidupnya hidupnya selalu tekun dalam bekerja sebagai guru
pengajian. Meskipun belum diangkat menjadi CPNS . Guru nyoman tanpa
mengikatkan diri atas hasil kerjanya, maka guru nyoman telah melaksanakan ajaran
….marga
a. Bhakti
b. Raja
c. Jnana
d. Karma
31
4. Moksa merupakan salah satu sraddha dalam ajaran agama Hindu, dimana kata moksa
berasal dari urat kata muc yang berarti
a. Kehancuran
b. Kehidupan
c. Kebebasan
d. Kelahiran
5. Moksa sebagai salah satu tujuan hidup bagi umat Hindu, lebih menekankan pada
tujuan hidup yang dicapai dalam tingkat….
a. rohani
b.duniawi
c.jasmani
d.lahiriah
6. Bunyi sloka yang menyatakan bahwa Brahman dan atman tunggal adalah ….
a. Tat Twam Asi
b. Moksanam Sariram Sadhanam
c. Aham Brahma Asmi
d. Brahman Atman Aikyam
7. Apakah arti dari sloka Moksanam Sariram Sadhanam ….
a. brahman dan atman tunggal
b. moksa tidak dapat dicapai oleh tubuh
b. tubuh adalah sarana mencapai moksa
d. kebenaran adalah jalan mencapai moksa
8. Kebebasan yang dicapai semasih hidup dalam ajaran agama Hindu disebut dengan….
a. Mukti
b. Jiwan Mukti
c. Bukti
d. Sekala
9. Para rsi mencapai moksa dengan melaksanakan tapa, brata, yoga dan semadi. Para resi
disebut dengan …
a. Bhakta
b. Karmin
c. Yogin
d. Jnanin
10. Apakah yang disebut dengan Astangga Yoga. ….
a. Delapan tahapan yoga untuk mencapai punarbawa
b. Delapan tahan yoga mencapai moksa
c. Delapan kewajiban sisya kerohanian
d. Delapan dewa dalam agama Hindu
11. Hanuman sangat berbahkti kepada Rama Dewa . Maka Hanuman disebut dengan
seorang….
a. Karmin
b. Jnanin
c. Yogin
d. Bhakta
12. Tiga sifat dasar yang ada pada diri manusia dari semenjak lahir yang dapat
mempengaruhi tercapai atau tidaknya moksa disebut dengan Tri Guna . Bagian dari
….
a. Satwam, rajas, moha
32
b. Satwam, rajas, tamas
c. Utpeti, stiti, pralina
d. Satwam, guna, sakti
13. Tercapainya kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir bathin dengan selalu berbuat
ikals tanpa mengharapkan imbalan. Jalan tersebut dengan ….yoga
a. Karma
b. Bhakti
c. Raja
d.Jnana
14. Apabila seseorang telah mencapai moksa maka Atman akan mengalami….
a. Penderitaan
b. sorga
c. Kebahagiaan abadi
d. Samsara
15. Seorang penganut Bhakti Marga untuk tercapainya Moksa hendaknya selalu
mengembangkan sifat bersimfati yang mendalam. Sifat seperti ini dalam Catur
Paramita disebut dengan….
a.Mudita b. Upeksa c. Maitri d. Karuna
16. Berikut ini yang bukan perilaku Karma Marga Yoga adalah...
a. Menolong dengan harapan mendapat imbalan
b. menolong dengan iklas
c.mengabaikan kewajiban
d. melaksanakan kewajiban ketika diingatkan
17. Ketut belajar dengan rajin. Ketut selalu melaksanakan kewajiban di sekolah dengan
baik. Ketut mengamalkan ajaran …
a. Raja Marga Yoga
b. Karma Marga Yoga
c. Bhakti Marga Yoga
d. Jnana Marga Yoga
18. Empat jalan mencapai moksa, yaitu …
a. Bhakti Marga, Widya Marga, Karma Marga, dan Yoga Marga
b. Karma Marga, Bhakti Marga, Jnana Marga, dan Ananda Marga
c. Jnana Marga, Bhakti Marga, Suara Marga, dan Raja Marga
d. Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga dan Raja Yoga Marga
19. Contoh prilaku mengamalkan Raja Yoga Marga adalah…
a. Bisa mengendalikan diri dengan baik
b. Tidak bisa mengontrol diri
c. Selalu marah
d. tidak pernah upacara
20. Orang yang melaksanakan Karma Yoga disebut …
a. Yogin b. Karmin c. Jnanin d. Bhakta
33
II. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar !
1. Tujuan tertinggi agama Hindu dalam Panca Sradha disebut dengan …
2. Mengatur jalannya nafas dalam Yoga disebut dengan…
3. Bekerja tanpa terikat hasil dalam Catur Marga disebut...
4. Belajar dengan tekun merupakan pengamalan ajaran …
5. Menarik nafas dalam ajaran Yoga disebut dengan…
6. Jnanin merupakan sebutan bagi orang yang menempuh ajaran…
7. Andi rajin sembahyang karena didasari oleh rasa bhakti. Dalam sembahyang Andi
melaksanakan meditasi. Meditasi merupakan salah satu penerapan ajaran…
8. Ketika Arjuna bertapa memohon senjata kepada Dewa Siwa. Arjuna melakukan tapa
brata yoga semadi. Pelaksanaan tapa brata yoga semadi merupakan pengamalan
ajaran…dalam Catur Marga Yoga.
9. Arti dari kata bhakti adalah..
10. Membersihkan lingkungan sekolah termasuk ajaran…… marga
11. Kata moksa berasal dari kata muc yang artinya…
12. Resi yang menyun kitab Astangga Yoga adalah…
13. Moksa yang dicapai tanpa meninggalkan bekas . Dimana unsure Panca Maha Bhuta
kembali ke asalnya …
14. Marga dalam kata Catur Marga berarti …
15. Bersatunya atman dengan Paraatman yang meninggalkan bekas berupa
abu disebut dengan…
16. Brata tidak berbicara pada perayaan Siwa Latri disebut dengan…
17. Ajaran Astanggayoga pertama kali dikembangkan oleh…
18. Brata tidak makan dan minum dalam perayaan Siwa Latri disebut dengan…
19. Tidak menyalakan api dalam Catur Brata penyepian disebut dengan…
20. Melakukan suryanamskar merukan penerapan…..Marga
III.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar
1. Apakah yang dimaksud dengan Catur Marga?
Jawab :…………………………………………………………………………………..
2. Apa tujuan dari pelaksanaan Catur Marga?
Jawab :…………………………………………………………………………………..
3. Coba sebutkan bagian-bagian dari Catur Marga!
Jawab :………………………………………………………………………………….
34
4. Apakah dalam kehidupanmu sehari- hari sudah menerapkan ajaran Bhakti Marga? Jika
sudah berikan contohnya!
Jawab :…………………………………………………………………………………
5. Berikan 3 contoh penerapan Jnana Marga yang kamu lakukan dalam kehiduapn
sehari-hari!
Jawab :………………………………………………………………………………….
6. Coba sebutkan contoh-contoh pengalaman pribadimu yang sudah dilakukan dalam
menerapkan ajaran raja Yoga Marga!
7. Termasuk pada bagian yang manakah dalam Catur Marga pelaksanaan Tri Sandya?
Jawab : …………………………………………………………………………………
8. Bagaimana hubungan mebanten Saiban, dengan ajaran Catur Marga itu? Jelaskanlah!
Sebelumnya diskusikanlah dengan orangtuamu di rumah!
Jawab :…………………………………………………………………………………
9. Apakah ada yang paling baik diantara bagian Catur Marga dalam pencapaian Moksa ?
Jawab :………………………………………………………………………………….
10. Mengapa penerapan Catur Marga tidak dapat berjalan secara terpisah
Jawab
:……………………………………………………………………………………
35
Petunjuk Umum :
Kerjakanlah soal-soal ini dengan baik !
Diskusikanlah terlebih dahulu dengan anggota kelompokmu !
Jika menemui kesulitan tanyakan kepada gurumu !
Petunjuk Kegiatan :
Isi dan kerjakanlah tugas-tugas di bawah ini dengan benar
No Catur Marga Yoga Penerapan
1 Bhakti Marga Yoga
a. ………………………………………………….
2 Karma Marga Yoga b. ………………………………………………….
c. ………………………………………………….
3 Jnana Marga Yoga d. ………………………………………………….
4 Raja Yoga Marga
a. ………………………………………………….
b. ………………………………………………….
c. ………………………………………………….
d. ………………………………………………….
a. ………………………………………………….
b. ………………………………………………….
c. …………………………………………………..
a. …………………………………………………..
b. ……………………………………………………
c. ……………………………………………………
d. …………………………………………………….
36
Uji Kompetensi Siswa
I. Silanglah (X) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar !
1. Catur Marga dapat ditekankan pada salah satu jalan sesuai dengan…
a. Kepentingan b. keharusan c. keuntungan d. kemampuan
2. Berbuat baik tidak mengharapkan imbalan merupakan penerapan ajaran…
a. Bhakti Marga c. Jnana Marga
b. Karma Marga d. Raja Marga
3. Berikut ini perbuatan yang sesuai dengan ajaran Bhakti Yoga adalah
a. Sembahyang dengan rasa yang tulus
b. Tri Sandya karena takut dihukum guru
c. Sembahyang karena takut dengan orang tua
d. Sembahyang karena terpaksa
4. Nyoman Jaya rajin ngaturang ngayah pada saat pelaksanaan suatu upacara.
Nyoman Jaya tidak mengharapkan imbalan. Perbuatan Nyoman merupakan
penerapan ajaran …
a. Bhakti Marga c. Jnana Marga
b. Karma Marga d. Raja Marga
5. Membaca kitab suci Bhagawad Gita untuh menambah pemahaman ajaran Catur
Marga merupakan salah satu penerapan ….
Marga…
a. Jnana Marga c. Bhakti Marga
b. Karma Marga d. Raja Marga
6. Sembilan cara berbakti kepada Ida Shanghyang Widhi Wasa dalam kitab
Bhàgavata Puràna disebut dengan…
a. Nawa Aksara c. Nawawida Bhakti
b. Nawa Marga d. Nawa Sangga
7. Berbhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan membaca atau mendengarkan
pembacaan kitab-kitab suci disebut dengan…
a. Kirtanam c. Srawanam
b. Wandanam d. Smaranam
8. Sikap seorang anak yang sesuai dengan ajaran Karma Yoga adalah…
a. mau bekerja membantu orang tua karena ada imbalan
b. mau bekerja membantu orang tua karena terpaksa
c. bekerja membantu orang tua dengan iklas karena sudah kewajiban
d. tidak mau membantu orang
9. Perbuatan pada saat hari raya Nyepi yang sesuai dengan ajaran Raja Yoga Marga
adalah…
a. melaksanakan tapa, brata, yoga, semadi dengan khusuk dilandasai kesadaran
b. melaksanakan Catur Brata penyepian karena malu dengan umat lain
c. melaksanakan Catur Brata penyepian karena takut dengan tetangga
d. tidak melaksanakan Catur Brata penyepian karena tidak ada yang mengawasi
10. Memandang Tuhan Yang Maha Esa sebagai sahabat sejati dalam Nawawidha
Bhakti disebut dengan…
37
a. Kirtanam c. Sakyam
b. Wandanam d. Smaranam
11. Menyanyikan kidung keagamaan merupakan pengamalan ajaran …dalam
Nawawida Bhakti
a. Kirtanam c.Dasyanam
b. Wandanam d. Smaranam
12. Memberikan pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, termasuk melayani,
menolong berbagai mahluk ciptaan-Nya merupakan pengamalan ajaran…dalam
Nawawida Bhakti
a. Padasewanam c. Kirtanam
b. Sakyam d. Smaranam
13. Menyebut nama suci dalam hati disebut … dalam Nawawida Bhakti
a. Padasewanam c. Kirtanam
b. Kirtanam d. Atmaniwedanam
14. Jalan untuk mencapai moksa melalui tapa, brata, yoga dan semadi merupakan
pengamalan ajaran …
a. Bhakti Marga c. Raja Marga
b. Jnana Marga d. Karma Marga
15. Sujud dan kebhaktian pada Tuhan dalam hati disebut dengan…
a. Kirtanam c. Wandanam
b. Smaranam d. Srawanam
16. Manakah berikut ini perbuatan yang mencerminkan ajaran Bhakti Yoga…
a. sembahyang purnama tilem dengan khusuk
b. trisandya sambil bermain-bermain
c. sembahyang dengan bercanda
d. sembahyang karena terpaksa
17. Berikut ini yang merupakan contoh penerapan ajaran Jnana Marga adalah…
a. belajar karena terpaksa
b. belajar membaca kitab suci keagamaan dilandasai kesadaran
c. belajar karena rasa takut
d. belajar untuk menghindari hukuman
18. Melayani-Nya dalam pengertian mau melayani mereka yang memerlukan
pertolongan dengan penuh keikhlasan…merupakan penerapan ajaran
a. Bhakti Marga c. Jnana Marga
b. Karma Marga d. Raja Marga
19. Arjuna memandang Krisna sebagai sahabat sejati. Arjuna melaksanakan
ajaran….dalam Nawawida Bhakti
a. Sakyam c. Kirtanam
b. Wandanam d. Smaranam
20. Putra Dewa Bayu yang berbakti dengan Sri Rama…
a. Hanuman c. Subali
b. Anggada d. Sugriwa
II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1. Menolong orang tua tidak mengharapkan imbalan merupakan penerapan ……
2. Ajaran Nawawidha Bakti terdapat dalam kitab…
3. Ajaran Catur Marga banyak diuraikan dalam kitab …..yang disebut juga
Pancama Weda
4. Gerakan Yoga memuja dewa surya disebut dengan….
38
5. Pantangan tidak makan dan minum dalam brata Siwa Latri disebut dengan….
6. Untuk melakukan pengendalian diri umat hindu melakukan …dalam hari raya
Nyepi
7. Orang yang dengan rela melakukan Tapa Brata Yoga Semadi adalah salah satu
wujud melaksanakan ajaran ...
8. Dasar utama untuk Bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa adalah ...
9. Hanoman menolong Sang Rama untuk mencari istrinya Dewi Sinta yang
diculik oleh Rahwana, dalam perjuangannya mendapat banyak rintangan tapi
dia melakukan dengan penuh iklas. Hal ini contoh dari ...
10. Jaratkaru rajin belajar hingga memiliki pengetahuan yang tinggi hingga
mampu pergi ke sorga, dan melihat atma orang tuanya tergantung di pohon
bambu, berarti Jaratkaru mampu melaksanakan ajaran ...MargaYoga.
11. Berbhakti kepada Tuhan dengan jalan menyebut nama suci Tuhan disebut
dengan….dalam Nawawida Bhakti
12. Anak dari raksasa Hiranyakasipu yang berbakti dengan smaranam adalah…
13. Orang yang menempuh jalan Jnana Yoga disebut dengan…
14. Orang yang menempuh jalan Karma Yoga disebut dengan…
15. Memberikan pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, termasuk melayani,
menolong berbagai mahluk ciptaan-Nya disebut dengan….dalam Nawawida
Bhakti
16. Memuja keagungan-Nya melalui simbol arca disebut dengan…dalam
Nawawida Bhakti
17. Siapakah anak dari Arjuna yang melakukan bhakti Srawanam…
18. Penyerahan diri secara total kepada sang pencipta disebut dengan… dalam
Nawawida Bhakti
19. Orang yang menjalankan ajaran Bhakti Yoga disebut dengan…
20. Menghamba, menghormat merupakan pengertian dari…
III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Mengapa dalam berbhakti kepada Tuhan memerlukan media simbol seperti
arca ?
Jawab :………………………………………………………………………..
2. Mengapa dalam melaksanakan Karma Marga Yoga wajib berdasarkan sifat
keiklasan ?
Jawab :………………………………………………………………………..
39
3. Sifat apakah yang wajib dimiliki seorang bhakta ?
Jawab………………………………………………………………………….
4. Uraikan bhakti apa saja yang dilaksanakan oleh Hanoman dengan Sri Rama ?
Jawab :………………………………………………………………………….
5. Carilah Tokoh-tokoh dalam Mahabarata yang melaksanakan ajaran
Nawawida Bhakti?
Jawab :………………………………………………………………………......
6. Mengapa pikiran wajib dikendalikan dalam penerpan Raja Yoga Marga ?
Jawab :…………………………………………………………………………..
7. Karakter apakah yang harus dimiliki seorang siswa dalam masa brahmacari ?
Jawab :…………………………………………………………………………..
8. Mengapa ketika kta berbuat diajarkan tidak terikat pada hasilnya ?
Jawab :…………………………………………………………………………..
9. Uraikanlah cara berbahkti Subari kepada Sri Rama ?
Jawab :………………………………………………………………………….
10. Apakah tujuan dari pelaksanaaan tapa, brata yoga semadi ?
Jawab :………………………………………………………………………….
40
IV Praktek Penerapan Catur Yoga
I. Penerapan Raja Yoga Marga
Lakukan gerakan surya namaskar
dibawah bingbingan gurumu !
II. Fortofolio
Ngayah merupakan salah satu penerapan
Karma Yoga
Buatlah sebuah laporan tentang kegiatan
ngayah yang pernah kamu laporkan
dengan sistematika laporan sebagai
berikut :
1. Tempat Ngayah
2. Tujuan Ngayah
3. Kegiatan yang dilakukan
4. Manfaat apa yang kamu rasakan
41
III. Fotofolio mencari cerita yang berhubungan dengan catur Marga Yoga sesuai
dengan gambar di bawah ini.
Carilah cerita di internet atau
sumber lainnya tentang kisah
Hanuman yang berbakti kepada
Sri Rama kemudian analisis
cerita tersebut, Carilah praktek
ajaran Catur Marga dalam cerita
tersebut
Latihan Tengah Semester Ganjil
1. Weda yang berasal dari bahasa Sansekerta berarti...
a. mengetahui
b. pengetahuan
c. kebenaran
d. cahaya
2. Kitab Suci Weda yang diterima melalui pendengaran langsung…
a. Weda Sruti
b. Weda Samhita
c. Weda Smerti
d. Weda Parikrama
3. Pilihlah pernyataan berikut yang benar…
a. Sruti Weda yang diperoleh melalui ingatan para Rsi
b. Weda Smerti diperoleh oleh para Rsi melalui pendengaran
c. Weda Sruti dan Weda Smerti tidak memiliki hubungan
d. Weda Sruti wahyu yang diperoleh oleh para Rsi melalui pendengaran
42
4. Pernyataan yang benar tentang penyusunan Catur Weda Adalah…
a. Maha Rsi Pulaha penyusun Yajur Weda
b. Maha Rsi Jaimini penyusun Reg Weda
c. Maha Rsi Waisampayana penyusun Yajur Weda
d. Maha Rsi Sumantu penyusun Sama Weda
5. Weda merupakan kumpulan mantra-mantra karena itu disebut…
a. pengetahuan suci
b. mantra Samhita
c. puisi Ketuhanan
d. nyanyian ketuhanan
6. Kumpulan mantra yang ajaran umum dalam bentuk pujaan terdapat dalam…
a. Reg Weda Samhita
b. Yajur weda Samhita
c. Sama Weda Samhita
d. Atharwa Weda Samhita
7. Maha Rsi sebagai penerima wahyu dikenal dengan sebutan
a. Sapta Rsi
b. Sapta Gangga
c. Sapta Kidung
d. Sapta Suci
8. Kelompok Wedangga yang membahas tentang astronomi dan perbintangan disebut…
a. Kalpa
b. Nirukta
c. Chanda
d. Jyotisa
9. Pernyataan yang benar tentang Ithiasa adalah…
a. Mahabarata dan Ramayana merupakan kitab Ithiasa
b. Ithiasa merupakan Kitab Sruti
c. Ithiasa bagian dari Rg Weda
d. Ithiasa disusun oleh Rsi Pulaha
10. Berikut ini pernyataan yang benar tentang Wedangga adalah…
a. Siksa adalah Ilmu Astronomi
b. Kalpa memuat tentang upacara berkorban
c. Nirukta buku khusus tentang cara mengeja
d. Wyakarana memuat tentang upacara berkorban
43
11. Penyerahan diri sepenuhnya pada Sang Hyang Widhi melalui kerja secara tulus iklas
termasuk melaksanakan ajaran …
a. Karma Marga
b. Jnana Marga
c. Raja Yoga Marga
d. Bhakti Marga
12. Pernyataan yang benar tentang Catur Marga adalah…
a. Catur Marga adalah empat jalan mencapai sorga
b. Catur Marga adalah empat jalan mencapai moksa
c. Catur Marga adalah ajaran yang tidap dapat diterapkan semua golongan
d. Catur Marga adalah 4 jalan untuk mencapai kekayaan
13. Pernyataan yang benar tentang bagian dari Catur Marga adalah…
a. Catur Marga terdiri dari Bhakti Marga, Jnana Marga, Karma Marga dan Ananda
Marga
b. Bagian dari Catur Yoga tidak memiliki hubungan satu sama lainnya
c. Catur Marga terdiri dari Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga dan Raja Yoga
Marga
d. Bagian dari Catur Marga masing-masing bisa berdiri sendiri
14. Berbuat iklas tanpa terikat hasilnya dan menyerahkan sepenuhnya pada Ida Sang
Hyang Widhi Wasa merupakan penerapan…
a. Bhakti Yoga
b. Karma Yoga
c. Jnana Yoga
d. Raja Yoga Marga
15. Moksa dapat dicapai dengan tekun melakukan sujud bhakti kehadapan Ida Sang
Hyang Widhi…
a. Bhakti Marga
b. Karma Marga
c. Jnana Marga
d. Raja Marga
16. Rajin menuntut ilmu pengetahuan kebenaran dan mempersembahkan pengetahuan
kepadaNya merupakan penerapan…
a. Bhakti Marga
b. Karma Marga
c. Jnana Marga
44
d. Raja Marga
17. Orang yang melakukan Raja Yoga disebut…
a. Yogin
b. Bhakta
c. Karmin
d. Jnanin
18. Tujuan hidup manusia ada empat disebut dengan…
a. Catur Darma
b. Catur Purusa Arta
c. Catur Jnana
d. Catur Ananda Marga
19. Pernyataan yang benar tentang penerapan Catur Marga …
a. penerapan Catur Marga bisa berdiri sendiri
b. penerapan Catur Marga bisa dilaksanakan secara terpisah
c. penerapan Catur Marga tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya
d. penerapan Catur Marga bisa dilaksanakan setengah tengah
20. Contoh dari penerapan Catur Marga yang benar adalah…
a. tri sandya karena takut dihukum guru
b. belajar karena terpaksa
c. berbuat baik karena ingin mendapat pujian
d. melaksanakan Catut Brata penyepian penuh kesadaran dan dispilin
II Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1. Kitab Weda berasal dari akar kata Vid yang berarti…
2. Ithiasa, Purana dan Artha sastra adalah beberapa cabang ilmu yang merupakan
kelompok…
3. Kelompok Weda yang mempelajari tentang astronomi disebut…
4. Menurut Maha Rsi Panini bahasa yang dipergunakan dalam Weda adalah….
5. Kelompok Wedangga atau batang tubuh Wda yang khusus tentang sinonim disebut …
6. Epos Ramayana dikarang oleh….
7. Mahabarata adalah sebuah karya sastra yang digubah oleh Rsi ...
8. Rsi Jaimini adalah penghimbun kitab ...
9. Smrti adalah kitab suci yang disusun berdasarkan atas…para Rsi
10. Mantram, Brahmana dan aranyaka merupakan bagian dari…
11. Melaksanakan Astangga Yoga merupakan jalan bagi orang yang menempuh…
45
12. Bekerja tanpa mengikatkan hasil dalam Catur Marga disebut…
13. Jalan untuk mencapai kebahagiaan melalui ilmu pengetahuan disebut…
14. Jnanin merupakan sebutan bagi orang yang menempuh jalan disebut…
15. Pranayama dalam Astangga Yoga berarti pengaturan…
16. Empat jalan untuk mencapai kebahagiaan abadi dinamakan …
17. Moksa merupakan suasana yang disebut suka tan pawali…
18. Jalan untuk mencapai moksa melalui sujud bhakti disebut…
19. Melantunkan lagu keagamaan dalam Nawawida Bhakti disebut dengan…
20. Ajaran Catur Marga diuraikan dalam kitab Weda Kelima. Yang dimaksud kitab Weda
kelima adalah kitab…
46
B. BAB III AJARAN CADU SAKTI
Kelas V
Semester I
BAB I
B.Tujuan BAB III
Tujuan yang ingin dicapai setelah memepelajari materi yang terdapat dalam BAB
ini adalah agar peserta didik
6. Meyakini Tentang kebenaran Cadu Sakti
7. Memahami ajaran Cadhu Sakti
8. Mengetahui bagian dari Cadu Sakti
9. Menjelaskan Bagian Cadu Sakti
10. Mempraktekkan Ajaran Cadu Sakti
C. Uraian Isi Pelajaran
Materi yang diuraikan dalam BAB II Adalah
Pengertian Cadhu Sakti, Tri Purusa sebagai jenjang
kekuasaan , Bagian Cadhu Sakti dan perbuatan yang sesuai
dengan ajran Cadhu Sakti
47