The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Bahan Ajar Bahasa Indonesia adalah buku yang merangkum materi yang dipelajari di perguruan tinggi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by putraaald123, 2022-12-14 08:24:36

BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA

Buku Bahan Ajar Bahasa Indonesia adalah buku yang merangkum materi yang dipelajari di perguruan tinggi

Keywords: #bahasaindonesia#bahan ajar

diteliti. Batasan masalah berbeda dengan batasan penelitian.
Batasan penelitian dapat diuraikan di bab 2 atau bab 3.
4. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap
dan rinci mengenai ruang lingkup yang akan diteliti
berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan
masalah digunakan untuk menyatakan secara tersurat hal-hal
yang akan dicari jawabannya melalui penelitian. Rumusan
masalah disusun secara jelas, singkat, dan operasional.
5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun sejalan dengan rumusan masalah
yang mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam
penelitian.
6. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian harus memberikan manfaat yang sebesar-
besarnya baik bagi pengembangan maupun implementasi
ilmu serta untuk kepentingan praktis di masyarakat. Hal
tersebut mengisyaratkan bahwa manfaat hasil penelitian
terdiri atas dua jenis; manfaat teoretis dan manfaat praktis.
Manfaat teoretis berisi kegunaan hasil penelitian dalam
pengembangan teori atau khasanah keilmuan tertentu,
sedangkan manfaat praktis berisi kegunaan hasil penelitian
bagi pengembangan kerja para praktisi, misalnya guru, siswa,
peneliti, pengelola lembaga, dan pengambil kebijakan
(policy maker).
7. Batasan Istilah

Batasan istilah adalah pembatasan konsep-konsep yang
diperlukan pada penelitian sehingga konsep itu dapat diukur,
atau konsep itu tidak akan mempunyai penafsiran yang
beragam.
b) Kajian Pustaka
Kajian pustaka berisi informasi penting yang terkait dengan
masalah penelitian. Informasi dalam kajian pustaka dipilih
berdasarkan pertimbangan kerelevanan, keakuratan, kekompleksan,
dan kemutakhiran. Landasan teori berisi teori yang dijadikan
sebagai landasan pemecahan masalah. Penelitian-penelitian
sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang dilakukan dapat
dijadikan sebagai landasan untuk menunjukkan bahwa penelitian
yang dilakukan memiliki kelebihan atau perbedaan dengan

2

penelitian sebelumnya. Landasan teori bukan sekadar kumpulan
teori, melainkan hasil telah kritis peneliti terhadap satu atau
beberapa teori yang berhubungan dengan masalah penelitiannya.
Landasan teori dapat diambil dari satu teori atau beberapa teori yang
dipadukan secara eklektik. Pengambilan itu harus didasari
argumentasi akademis. Landasan teori ini sejalan dengan rumusan
masalah yang diuraikan. Berdasarkan kerangka konseptual yang
diuraikan setelah membuat skemanya, pada kajian pustaka ini
banyak uraian logis dan menurunkan hipotesis yang akan diuji jika
jenis penelitiannya pengujian statistik. Bahan-bahan landasan teori
dapat diangkat dari berbagai sumber, misalnya disertasi, tesis,
skripsi (dibatasi untuk hasil penelitian), laporan penelitian, jurnal
ilmiah, buku, makalah, hasil diskusi dan seminar, terbitan-terbitan
resmi pemerintah dan nonpemerintah, dan artikel dalam internet.
c) Metode Penelitian
Pada bagian ini diuraikan 2 metode penelitian yaitu kuantitaf dan
kualitatif.

1) Metode Penelitian pada Penelitian Kuantitatif
Metode penelitian pada penelitian kuantitatif terdiri atas
jenis dan rancangan penelitian, lokasi penelitian, populasi
dan sampel atau sasaran penelitian, variabel dan definisi
operasional, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data,
dan teknik analisis da
a. Jenis dan Rancangan
Penelitian Bagian ini mengungkapkan tentang jenis
penelitian yang digunakan, alasan menggunakan jenis
penelitian tersebut serta bagaimana rancangan penelitian.
b. Lokasi Penelitian
Bagian ini mengemukakan tentang di mana lokasi
penelitian dilakukan disertai alasan pemilihan lokasi.
c. Populasi dan Sampel atau Sasaran Penelitian
Bagian ini menjelaskan secara definitif karakteristik yang
menjadi satuan penelitian, populasi dan karakteristiknya,
besar sampel yang diambil serta teknik dan cara
pengambilan sampelnya.
d. Variabel dan Definisi Operasional
Bagian ini memuat tentang konsep dan variabel penelitian
disertai definisi operasionalnya serta indikator dan item
dan skala pengukuran yang dipergunakan. Proses

2

bagaimana urutan logis/cara menetapkan definisi
operasional konsep/variabel telah tampak sebelumnya
pada kajian pustaka (Bab II).
e. Instrumen Penelitian
Bagian ini memuat tentang alat yang dipergunakan di
dalam memperoleh data di mana penelitian tersebut
dilakukan. Pada bagian ini diuraikan kesahihan dan
keterpercayaan instrumen. Secara khusus untuk instrumen
agar diuraikan kesahihan berdasarkan empiris maupun
kesahihan konstruk.
f. Teknik Pengumpulan data
Bagian ini mengemukakan cara atau metode yang
dipergunakan dalam pengumpulan data.
g. Teknik Analisis Data
Bagian ini menguraikan tentang analisis yang dipilih
beserta tahapan-tahapannya sesuai dengan tujuan yang
hendak dicapai dalam penelitian.
2) Metode Penelitian pada Penelitian Kualitatif
Metode penelitian pada penelitian kualitatif terdiri atas
pendekatan dan rancangan penelitian, data dan sumber data
penelitian, instrumen penelitian (jika ada), teknik
pengumpulan data termasuk pedoman wawancara (jika
diperlukan), uji kesahihan instrumen (jika diperlukan) dan uji
kesahihan data, serta pemahaman/interpretasi data (teknik
analisis data).
a. Pendekatan Penelitian
Pada bagian ini, peneliti perlu menjelaskan pendekatan
dan jenis penelitian yang digunakan dengan disertai
alasan-alasan singkat mengenai penggunaan pendekatan
penelitian tersebut, dan sesuai dengan tujuan penelitian
yang dicapai.

b. Sumber Data dan Data Penelitian
Sumber data merupakan asal, tempat, atau lokasi data
penelitian diperoleh. Sumber data dapat dikategorikan
menjadi sumber primer dan sumber sekunder. Sumber
primer adalah sumber data yang diperoleh dari pihak yang
diteliti; sedangkan sumber sekunder adalah sumber data

2

yang diperoleh dari pihak di luar sasaran penelitian.
Sumber data dapat berupa buku, dokumen, informan,
responden populasi, sampel, atau subjek penelitian.
Populasi dan sampel (untuk penelitian kuantitatif) atau
subjek penelitian dan informan (untuk penelitian
kualitatif), pemilihannya harus disertai spesifikasi yang
rinci dan didasari argumentasi akademis. Data penelitian
dapat berupa data kuantitatif atau kualitatif hasil
pengukuran, pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan
sebagainya. Data kuantitatif berupa angka, sedangkan
data kualitatif berupa nonangka, misalnya kata, gambar,
warna, dan sebagainya.
c. Instrumen Pengumpulan Data
Pada bagian ini diuraikan nama, bentuk, dan karakteristik;
tujuan penggunaan instrumen; dan pengembangan
instrumen terutama jika instrumen diadopsi dari peneliti
lain.
d. Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang
digunakan, misalnya tes, observasi (partisipan atau
nonpartisipan), wawancara, angket, atau dokumentasi.
Uraian mengenai teknik pengumpulan data harus disertai
dengan prosedur, tenaga yang dilibatkan beserta
kualifikasinya, instrumen yang digunakan, dan durasi
waktu yang diperlukan.
e. Teknik Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan secara sistematis data baik yang
berbentuk angka maupun transkrip hasil wawancara,
catatan lapangan, atau bahan-bahan lain agar peneliti
dapat menyajikan temuannya. Dalam penelitian
kualitatif, analisis data dapat dilakukan selama dan setelah
pengumpulan data melalui tahap pereduksian data,
penyajian data, dan verifikasi/penyimpulan data dengan
teknik tertentu. Peneliti dapat pula menggunakan statistik
nonparametrik, logika, atau estetika. Dalam penelitian
kuantitatif, analisis data dapat dilakukan dengan
menggunakan deskriptif kuantitatif/ kualitatif, statistik
deskriptif atau inferensial. Pemilihan jenis analisis data
ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap

2

berorientasi pada tujuan penelitian atau hipotesis yang
diuji.

d) Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Hasil Penelitian
Hasil penelitian berisi deskri psi hasil analisis data penelitian
yang sudah terorganisasi dengan baik. Data penelitian disajikan
secara informatif, komunikatif, dan relevan dengan masalah dan
tujuan penelitian. Penyajian hasil penelitian dapat berupa
deskripsi, tabel/gambar/bagan/grafik yang disertai dengan
penjelasan, yang mudah dibaca dan dipahami dengan
memperhatikan tata cara penulisan yang umum.
2. Pembahasan
Hasil analisis data penelitian, dibahas dengan cara (1)
menginterpretasi temuan penelitian; (2) menjelaskan hubungan
antara temuan penelitian dengan penelitian terdahulu atau teori
terkait yang telah mapan; dan (3) menjelaskan implikasi hasil
penelitian, termasuk keterbatasan temuan penelitian.

e) Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan makna temuan-temuan hasil penelitian
yang ditulis secara singkal t, padat, dan jelas dalam bentuk
uraian (paragraf demi paragraf), butir-butir, atau rincian yang
sesuai dengan tujuan penelitian.
2. Saran
Saran berisi rekomendasi yang diajukan sesuai dengan hasil
penelitian yang dilakukan secara operasional dan dapat
ditindaklanjuti. Saran idealnya dikemukakan secara rinci
sehingga mudah untuk diimplementasikan dan sesuai dengan
manfaat penelitian. Saran harus bersifat baru dan mempunyai
nilai lebih sehingga dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi
oleh pembaca.

f) Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan kumpulan sumber referensi yang

dirujuk dalam teks skripsi. Daftar rujukan dapat digunakan sebagai
indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan peneliti.
Peneliti tidak boleh mencantumkan nama sumber rujukan yang
tidak dirujuk, sebaliknya peneliti tidak boleh mencantumkan
kutipan yang tidak disertai sumber rujukan. Daftar pustaka disusun

2

secara alfabetis berdasarkan huruf pertama nama akhir
pengarang/penulis (kalau ada) tanpa menggunakan nomor urut.
Secara umum, urutan penulisan unsur-unsur daftar pustaka adalah
(a) nama pengarang, (b) tahun terbit, (c) judul sumber yang dirujuk,
(d) kota tempat terbit dan nama penerbit.
Berikut Urutan Pengetikan Daftar Pustaka
1. Buku

a) Nama penulis dimulai dengan nama akhir (biasanya
merupakan nama keluarga) yang diikuti tanda koma, lalu
nama pertama (diketik lengkap tanpa gelar kesarjanaan atau
gelar agama), diakhiri dengan tanda titik (.);

b) Tahun terbit, diakhiri dengan tanda titik (.) dan seterusnya.
c) Judul buku, diketik dengan huruf miring (italic), huruf

pertama setiap kata diketik huruf besar kecuali kata sambung,
diakhiri dengan tanda titik (.);
d) Apabila buku tersebut diterjemahkan dari bahasa asing ke
bahasa Indonesia, atau dari bahasa asing satu ke bahasa asing
lainnya maka setelah judul, ditulis diterjemahkan oleh:..
e) Apabila buku menggunakan edisi kedua dan selanjutnya,
maka tuliskan edisinya, misal : ed.2
f) Kota tempat penerbit atau negara bagian tempat penerbit
(yang dapat didahului dengan kota tempat penerbit), diakhiri
dengan titik dua (:);
g) Nama penerbit, diakhiri dengan tanda titik (.);
h) Jarak antara satu referensi dengan referensi berikutnya adalah
1,5 spasi
i) Untuk satu referensi yang ditulis lebih dari satu baris dibuat
1 spasi dan baris berikutnya menjorok ke dalam sebanyak 5
ketuk
Contoh:
Palupi, Aisyah Endah. 2009. Kimia Teknik untuk
Mahasiswa. Surabaya: Unipress.
Broch, T. A., Mandiga, M. T. 1991. Biology of
Microorganism. Six Edition. New Jersey: PrenticeHall.
2. Rujukan dari Artikel, Majalah atau Jurnal
a) Nama penulis dimulai dengan nama akhir (biasanya
merupakan nama keluarga) yang diikuti tanda koma, lalu

2

nama pertama (diketik lengkap tanpa gelar kesarjanaan atau
gelar agama), diakhiri dengan tanda titik (.);
b) Tahun terbit, diakhiri dengan tanda titik (.);
c) Judul artikel, tidak diketik dengan huruf miring (italic),
semua diketik didalam tanda kutip (“ “) dengan huruf
pertama setiap kata diketik huruf besar kecuali kata sambung,
diakhiri dengan tanda titik (.);
d) Nama jurnal/Artikel/Majalah, diketik dengan huruf miring
(italic); diakhiri dengan tanda titik (.);
e) Volume dan nomor edisinya jurnal/Artikel/Majalah diketik,
nomor edisi di dalam tanda kurung ( ) dan diakhiri dengan
tanda titik dua (:);
f) Nomor halaman diketik dan diakhiri dengan tanda titik (.);
g) Kota tempat penerbit atau negara bagian tempat penerbit
(yang dapat didahului dengan kota tempat penerbit), diakhiri
dengan tanda titik dua (:) dan nama penerbit, diakhiri dengan
tanda titik (.);
h) Contoh:
Penulisan rujukan dari artikel yang dimuat di koran atau
majalah Kisyani, Laksono. 1994. “Demokratisasi dalam
Bahasa Indonesia: Siapa yang Diutamakan?”. Dalam Jawa
Pos, 28 Oktober. Surabaya.
3. Rujukan dari Skripsi, Tesis, atau Disertasi
a) Nama penulis dimulai dengan nama akhir (biasanya
merupakan nama keluarga) yang diikuti tanda koma, lalu
nama pertama (diketik lengkaptanpa gelar kesarjanaan atau
gelar agama), diakhiri dengan tanda titik (.);
b) Tahun terbit, diakhiri dengan tanda titik (.);
c) Judul Disertasi/Tesis/Skripsi, diketik dengan huruf miring
(italic), huruf pertama setiap kata diketik huruf besar kecuali
kata sambung, diakhiri dengan tanda titik (.);
d) Dilanjutkan dengan mengetik “Disertasi/Tesis/Skripsi tidak
diterbitkan”; diakhiri dengan tanda titik (.);
e) Kota Lembaga/Universitas penerbit diakhiri dengan tanda
titik dua (:) dan nama Lemaga/Universitas, diakhiri dengan
tanda titik (.);
Contoh:

2

Pangaribuan, Firman. 2015. Profil Abstraksi Siswa yang
Bergaya Kognitif Reflektif dan Siswa yang Bergaya Kognitif
Impulsif dalam Pembagian Pecahan. Disertasi tidak
diterbitkan. Surabaya: PPs Universitas Negeri Surabaya.
4. Rujukan dari Internet Berupa Karya Individual
a) Nama penulis dimulai dengan nama akhir (biasanya
merupakan nama keluarga) yang diikuti tanda koma, lalu
nama pertama (diketik lengkaptanpa gelar kesarjanaan atau
gelar agama), diakhiri dengan tanda titik (.);
b) Tahun terbit, diakhiri dengan tanda titik (.); c) Judul
artikel/karya, diketik dengan huruf miring (italic), huruf
pertama setiap kata diketik huruf besar kecuali kata sambung,
diakhiri dengan tanda titik (.);
c) Alamat website artikel/karya diberi garis bawah, kemudian
diakhiri dengan tanda koma(,);
d) Tanggal unduh, diakhiri dengan tanda titik (.);
Contoh:
Hitchcock, S. dkk. 1996. A Survey of STM Online
Journals,1990-95: The Calm Before the Storm. (Online),
(http://journal. ecs.soton.ac.uk/survey /survey.h tml, diunduh
12 Juni 1996).
3. Bagian Akhir
Bagian akhir dari skripsi adalah lampiran-lampiran. Hal yang perlu
dilampirkan dalam skripsi adalah dokumen yang sesuai dengan
keperluan dan mendukung penguatan skripsi, misalnya instrumen dan
tabel statistik. Dokumen yang tidak penting tidak perlu dilampirkan
agar tidak memperbanyak jumlah halaman dan biaya. Agar lampiran
mudah dilacak, tiap lampiran harus berlabel dengan huruf dicetak
tebal, misalnya Lampiran 1: Pedoman Wawancara, dan disebutkan
dalam teks, misalnya “pedoman wawancara disajikan pada Lampiran
1”. Penyebutan itu diletakkan setelah paparan tentang pedoman
wawancara

5. Teknik Penulisan Skripsi
1. Teknik Pengetikan
Skripsi ditulis dengan menggunakan kertas HVS 70-80 gram ukuran
kuarto. Pengetikan skripsi perlu mengikuti aturan-aturan berikut ini.
a. Diketik 12 pt huruf Times New Roman, Arial, atau CG Times bila
menggunakan printer laser atau printer dot matrix.

2

b. Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya pada isi Bab adalah
dua spasi. Jarak penetikan dua spasi ini berlaku pula bagi jarak
penulisan pada Daftar Isi.

c. Batas penulisan untuk tepi kiri 4cm, tepi atas 4cm, tepi kanan 3 cm,
dan tepi bawah 3cm.

d. Pengetikan paragraph baru dimulai dengan awal kalimat yang
menjorok masuk ke dalam dengan tujuh pukulan tik dari tepi kiri )1
tab) bila dengan computer.

e. Penulisan judul Bab menggunakan HURUF KAPITAL SEMUA,
tanpa garis bawah dan tanpa titik. Nomor bab menggunakan angka
romawi. Setiap huruf awal dari judul sub-bab detulis dengan HURUF
KAPITAL, secuali kata sambung. Nomor urut bagi judul paragraf
menggunakan angka Hindu-Arab atau Abjad.

f. Cara penomoran dapar menggunakan salah satu cara dari kedua cara
berikut ini.
Cara pertama: I., A., 1., a., 1), a), (1), (a)
Cara kedua : I., 1., 1.1,1.1.1, dst.
Dalam suatu skripsi cara penomoran ini harus digunakan secara
konsisten, jadi tidak boleh dicampuradukkan. Kedua cara tersebut
mengandung kelemahan. Kelemahan dalam cara pertama ialah
memungkinkan terjadinya nomor yang sama dalam bab yang sama.
Sedangkan kelemahan cara kedua akan mengambil banyak ruang
yang banyak sehingga memungkinkan sempitnya tempat untuk
menulis uraian.

g. Perpindahan dari satu butir ke butir yang berikutnya tidak harus
menjorok, melainkan dapat diketik lurus/ simetris agar tidak
mengambil terlalu banyak tempat dan demi keindahan format.

h. Penggunaan nomor urut sebagaimana disebutkan pada butir f di atas
sebaiknya dibatasi dan jangan berlebihan, karena pada prinsipnya
karya tulis ilmiah lebih banyak menggunakan model esei, bukan
pointers.

i. Judul table di sebelah atas table, sedangkan judul untuk bagan,
diagram, atau gambar, ditulis di sebelah bawah.

2. Sampul Luar
Sampul luar skripsi: (1) judul dicetak dengan HURUF KAPITAL

SEMUA dan tidak boleh menggunakan singkatan; jika sub-judul, maka
yang ditulis dengan huruf besarnya huruf awal dari setiap kata, (2)
maksud penulisan skripsi, (3) logo Universitas, (4) nama penulis, (5)

2

nompor induk, (6) nama program studi, Fakultas Universitas, dan (7)
tahun penulisan. Rumusan maksud penulisan Skripsi ditulis :

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Dalam Menempuh Ujian Sarjana Pendidikan

Pada Jurusan Pendidikan Luar Sekolah
FKIP Universitas Singaperbangsa
Karawang

3. Sampul Dalam
Isi sampul dalam sama persis dengan apa yang ditulis dalam sampul luar.

4. Halaman Persetujuan
Halaman ini disediakan khusus untuk tanda tangan persetujuan dari

para pembimbing dan dekan. Nama pembimbing ditulis lengkap dengan
gelar akademik dengan menggunakan huruf capital kecuali huruf
pertama, jadi tidak menggunakan huruf kapital semua.
Contoh : Prof. Dr. H. Setiawan, M.Pd.
5. Cara Menulis Kutipan dan Sumber Kutipan

Beberapa aturan yang perlu diketahui dalam penulisan kutipan dan
sumber kutipan berdasarkan kepada system Harvard sebagai berikut.
Kutipan ditulis dengan menggunakan “dua tanda petik” jika kutipan ini
merupakan kutipan pertama atau dikutip dari penulisnya. Jika kutipan itu
diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan
„satu tanda petik‟.

Maka bagian yang dikutip terdiri atas tiga baris atau kurang, kutipan
ditulis dengan menggunakan tanda petik (sesuai dengan ketentuan
pertama) dan penulisannya digabung ke dalam paragraph yang ditulis
oleh pengutip dan diketik dengan jarak dua spasi.
Contoh :
Salah satu dimensi kehidupan afektif-emosional ialah kemampuan
memberi dan menerima cinta, bukan cinta dalam arti yang penuh
romantic atau memberikan perlindungan yang berlebihan, melainkan
cinta dalam arti “….a relationship that nourishes us as we give, and
enriches us as we spend, and permits ego and alter ego to grow in mutual
harmony” (Cole, 1993 : 832). Jika bagian yang dikutip terdiri atas empat
baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa tanda kutip dan diketik
dengan jarak satu spasi. Baris pertama diketik mulai pada pukulan ke
tujuh dan baris kedua diketik mulai pukulan ke lima.
Contoh :
Lindgren (1976 : 225) memandang factor kepribadian sebagai ego
strength yang mempengaruhi keberhasilan seseorang, sebagaimana

2

dikemukakannya bahwa :
Ego strength is a general “omnibus” type of factor that positively

related to success of all kinds, in the classroom, as well as elsewhere.
Other personality factors are specific in terms of the kind of school
performance to which they are related.
Jika bagian dari yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka
penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik. Contoh penulisan
sumber kutipan ada beberapa kemungkinan seperti berikut.
1. Jika sumber kutipan mendahului kutipan, cara penulisannya adalah

nama penulis yang diikuti dengan tahun penerbitan, dan nomor
halaman yang dikutip yang keduanya diletakan di dalam kurung.
Contoh :
Sebagaimana dikemukakan oleh Sternberg (1984 : 41) bahwa “In
piaaget’s theory, children’s intellectual functioning is represented in
terms of symbolic logic”.
2. Jika sumber kutipan ditulis setelah kutipan, maka nama penulis, tahun
penerbitan, dan nomor halaman yang dikutip semuanya diletakan di
dalam kurung.
Contoh :
“The personality pattern is inwardly determined by and closely
associated with the maturation of the physical and mental
characteristic which constitute the individual’s hereditary
endowment” (Hurlock, 1979 : 19).
3. Jika sumber kutipan merujuk sumber lain atas bagian yang dikutip,
maka sumber kutipan yang ditulis tetap sumber yang digunakan
pengutip tetapi dengan menyebut siapa yang mengemukakan
pendapat tersebut.
Contoh :
Chomsky (Yelon daan Weinstein, 1977 : 62) mengemukakan bahwa
“….children are born with innate understanding of the structure of
language.”
4. Jika penulis terdiri atas dua orang, maka nama keluarga kedua penulis
tersebut harus disebutkan. Misalnya : Sharp dan Green (1996 : 1).
Kalau penulisnya lebih dari dua orang maka yang disebutkan nama
keluarga dari penulis pertama dan diikuti ole et al. misalnya Mc
Clelland et al. (1960 : 35).
5. Jika masalah yang diikuti dibahas oleh beberapa orang dalam sumber
yang berbeda maka cara penulisan sumber kutipan itu adalah sebagai
berikut. Beberapa studi tentang anak-anak yang mengalami kesulitan

2

belajar (Dunkey, 1972; Migs, 1976; Parmenter, 1976) menunjukan
bahwa (tulis intisari rumusan yang dipadukan dari ketiga sumber
tersebut).
6. Jika sumber kutipan itu adalah beberapa karya tulis dari penulisan
yang sama pada tahun yang sama maka cara penulisannya adalah
dengan menambah huruf a, b, dan seteru snya pada tahun penerbitan.
7. Jika sumber kutipan itu tanpa nama, maka nama penulisnya adalah :
(Tn. 1972 18).
8. Jika yang diutarakan pokok-pokok pikiran seorang penulis, tidak
perlu ada kutipan langsung, cukup dengan menyebut sumbernya.

6. Cara Menulis Angka
Cara menulis angka dalam suatu kalimat adalah sebagai berikut :
a. Ditulis dengan kata-kata apabila angka tersebut kurang dari 10.
Contoh :
Dalam dua minggu ini ia bekerja keras untuk menyelesaikan tugas
akhirnya.
b. Ditulis dengan angka Arab apabila angka tersebut 10 atau lebih.
Contoh :
Dari 20 kandidat untuk jabatan Ketua organisasi tersebut lima
dinyatakan berhak mengikuti pemilihan tingkat akhir.
c. Untuk symbol kimia, matematika, statistika dst penulisan dilakukan
apa adanya sesuai dengan kelaziman dalam bidang yang
bersangkutan.

7. Cara Menulis Singkatan
Penulisan singkatan mengikuti aturan sebagai berikut :
a. Untuk penulisan pertama kali suatu nama harus ditulis lengkap dan
kemudian diikuti dengan singkatan resminya dalam kurung.
Contoh :
Dalam laporan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
disebutkan bahwa …………………
b. Untuk penulisan berikutnya singkatan resmi yang ada dalam kurung
digunakan tanpa menuliskan kepanjangannya.
c. Singkatan yang tidak resmi tidak boleh digunakan.

8. Cara Menulis Daftar Pustaka

2

Komponen-komponen yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka ini
adalah sebagai berikut.
a. Nama penulis, dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama

belakang, kemudian nama depan (disingkat). Hal ini berlaku untuk
semua nama, baik nama asing maupun anama Indonesia. Cara
penulisan inilah yang berlaku secara internasional tanpa mengenal
kebangsaan dan tradisi. Tata tulis ilmiah tidak mengenal prinsip nama
apakah yang lebih dikenal di masyarakat, melainkan apakah nama
belakangnya, tanpa memperhitungkan apakah nama itu merupakan
nama keluarga atau bukan.
Misalnya :
Abdul Hamid ditulis Hamid, A.
Tuti Herawati-Mulyono ditulis Herawati-Mulyono, T.
Bonar Situmorang ditulis Situmorang, B.
John Burns ditulis Burns, J.
b. Tahun penerbitan, judul sumber tertulis yang bersangkutan dengan
digarisbawahi atau dicetak miring, kota tempat penerbit berada, dan
nama penerbit.
c. Baris pertama diketik mulai pukulan pertama dan baris kedua dan
seterusnya diketik mulai pukulan kelima atau satu tab dalam
computer. Jarak antara baris satu dengan berikutnya ada satu spasi,
sedangkan jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya adalah
dua spasi.
Contoh :
Boediono. (1998). Dampak Krisis Ekonomi terhadap Pendidikan.

Jakarta : Pusat Penelitian Sains dan Teknologi UI.

9. Cara menulis Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumber yang
Digunakan
a. Kalau sumbernya jurnal
Penulisan jurnal dalam Daftar Pustaka mengikuti urutan : nama
belakang penulis, nama depan penulis (disingkat), tahun penerbitan
(dalam tanda kurung), judul artikel (ditulis diantara tanda petik), judul
jurnal dengan digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan “vol”,
nomor penerbitan (jika ada) dengan angka Arab dan ditulis di antara
tanda kurung, nomor halaman dari nomor halaman pertama sampai
dengan nomor halaman terakhir tanpa didahului singkatan “pp” atau
“h”.

2

Contoh :
Barret-Lennard, G.T. (1983). “The Empathy Cycle : Refinement of

A Nuclear Concept”. Journal of Counseling Psychology. 28
(2), 92-100.
b. Kalau sumbernya buku
Kalau sumbernya tertulis berupa buku maka urutan-urutan
penulisannya adalah : nama belakang penulis, nama depan (dapat
disingkat), tahun penerbitan, judul buku digarisbawahi atau dicetak
miring, edisi, kota asal, penerbit. Daftar Pustaka berupa buku ditulis
dengan memperhatikan keragaman berikut.
1) Jika buku ditulis oleh seorang saja :

Poole, M.E. (1976). Social Class and Language Utilization at
the Tertiary Level. Brisbane : University of Queensland.

2) Jika buku ditulis oleh dua atau tiga orang, maka semua nama
ditulis.

Dunkin, M.J. dan Biddle, B.J. (1974). The study of Teaching.
New York : Holt Rinehart and Winston.

Lyon, B., Rowen, H.H. and Homerow, T.S. (1969). A History of
the Western World. Chicago : Rand McNally.

3) Jika buku ditulis oleh lebih dari tiga orang, digunakan et al.
(dicetak miring atau digarisbawahi) :

Ghiseli, E. et al. (1981). Measurement Theory for The
Behavioral Sciences. San Fransisco : W.H. Freeman and Co.

4) Jika penulis sebagai penyunting :

Philip, H.W.S. dan Simpson, G.L. (Eds) (1976). Australia in the
World of Education Today and Tomorrow. Canberra :
Australian Nation Commission.

5) Jika sumber itu merupakan karya tulis seseorang dalam suatu
kumpulan tulisan banyak orang.

2

Pujinto. (1984). “Etika Sosial dalam Sistem Nilai Bangsa
Indonesia”, dalam YP2LPM. (1984), Dialog Manusia,
Falsafah, Budaya, dan Pembangunan. Malang :
YP2LPM.

6) Jika buku itu berupa edisi
Gabriel, J. (1970). Children Growing Up : Development of
Children’s Personality (thirded). London : University of
London Press.

c. Kalau sumbernya di luar jurnal dan buku
1) Berupa skripsi, tesis, atau disertasi

Soelaeman, M.I. (1985). Suatu Upaya Pendekatan
Fenomenologis terhadap Situasi Kehidupan dan
Pendidikan Dalam Keluarga dan Sekolah. Disertasi
Doktor pada FPS IKIP Bandung : tidak diterbitkan.

2) Berupa Publikasi Departemen

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Petunjuk
Pelaksanaan Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional.
Jakarta : Depdikbud.

3) Berupa Dokumen

Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1983). Laporan
Penilaian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru.
Jakarta : Depdikbud.

4) Berupa Makalah

Kartadinata, S. (1989). “Kualifikasi Profesional Petugas
Bimbingan Indonesia : Kajian Psikologis”. Makalah pada
Konvensi 7 IPBI, Denpasar.

5) Berupa Surat Kabar

Sanusi, A. (1986). “Menyimak Mutu Pendidikan dengan
Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep

2

Belajar dalam Arti Kualitatif”. Pikiran Rakyat (8
September 1986).

d. Kalau sumbernya dari Internet
1) Bila karya perorangan
Cara penulisannya ialah :
Pengarang/ penyunting. (Tahun). Judul (edisi), [jenis medium].
Tersedia : alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh :
Thomson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online].
Tersedia : http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-
Yearbook/1998/thompson.Html[30Maret2000]

2) Bila bagian dari karya kolektif
Cara penulisannya :
Pengarang/ penyunting. (Tahun). Dalam Sumber (edisi),
[jenis media]. Penerbit. Tersedia: alamat di internet. [tanggal
diakses]

Contoh :
Daniel, R.T. (1995). The history of Western Music. In Britanica

online : Macropedia [Online]. Tersedia:

http://www.eb.com:180/cqibin/g:DocF=5004/45/0.html[2Maret2
000]

3) Bila artikel dalam jurnal
Cara penulisannya :
Pengarang. (Tahun). Judul. Nama jurnal [jenis media], volume
(terbitan), halaman. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]

Contoh :
Supriadi, D. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision

System in Indonesia : Some Recent Initiatives. Dalam
Educational Policy Analysis Archives [Online], Vol 7 (7),
12 halaman. Tersedia:
http://epaa.asu.edu/epaa/v7n7.html[17Maret2000]

4) Bila artikel dalam majalah

2

Cara penulisannya :
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah
[jenis media], volume, jumlah halaman. Tersedia:alamat di
internet [tanggal diakses]

Contoh :
Goodstein, C. (1991, September). Healers from the deep.

American Health [CD-ROM], 60-64. Tersedia: 1994
SIRS/SIRS 1992 Life Science/ Article 08A [13 Juni 1995]

5) Bila artikel di surat kabar
Cara penulisannya :
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar
[jenis media], jumlah halaman. Tersedia : alamat di internet
[tanggal diakses]

Contoh :
Cipto, B. (2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet

Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran
Rakyat [Online], halaman 8. Tersedia: http://www.pikiran-
rakyat.com.
[9 Maret 2000]

6) Bila pesan dari E-mail
Cara penulisannya :
Pengirim (alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan).
Judul pesan. E-mail kepada penerima [alamat e-mail penerima]

Contoh :
Musthafa, Bachrudin ([email protected]). (2000, 25 April).
Bab V Laporan Penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi
([email protected])

2

BAB VIII
Model Teks Akademik
A. Pengertian Teks Akademik
Teks merupakan suatu tatanan darikata-kata yang digunakan untuk

memberikan

informasi, menjelaskan makna dan sebagainya Akademik adalah kata
sifat yang

menunjukkan sesuatu yang bersifat ilmiah dan berhubungan
dengan ilmu

pengetahuan.Maka dapat diartikan,bahwa teks akademik sebagai satuan
bahasa yang dimediakan atau cara seseorang untuk mengungkapkan sebuah
ide dalam bentuk tulis

dan lisanuntuk mengungkapkan makna secarakontekstual yang bersifat
ilmiah.

Menurut Abidin, Yunus dkk (2014:16) teks akademik atau
karya ilmiah merupakan tulisan yang membahas ilmu pengetahuan yang di
susun secara sistematis dengan menggunakan bahasa yang benar. Adapun
menurut Wiratno dalam (Wiratno, dkk, 2014:1-2) teks akademik atau teks
ilmiah dapat berwujud dalam berbagai jenis, misalnya buku, ulasan buku,
proposal penelitian, laporan penelitian, laporan praktikum, dan artikel ilmiah.
Jenis-jenis tersebut merupakan genre makro yang masing-masing di
dalamnya terkandung campuran dari beberapa genre mikro seperti
deskripsi, laporan,

prosedur, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi.
Pengertian lainnya teks akademik atau juga sering disebut teks ilmiah
adalah

tulisan yang diperoleh daripengamatan,peninjauan,penelitian dalambidang
tertentu dan

dapat dipertanggungjawabkan.

B. Model Teks Akademik

2

Model teks akademik terbagi menjadi dua genre atau teks.Genre
merupakan suatu istilah yang dikenal dalam banyak bidang seperti
musik,film,karya sastra,dan lain-lain. Pengertian genre berbeda beda dalam
masing-masing bidang.Dalam pembahasan ini secara umum genre dikenal
sebagai jenis teks dalam arti umum genre adalah suatu proses yang
melatarbelakangi lahirnya sebuah teks.Dalam model teks akademikterdapat
dua genre yaitu,genre makro dan genre mikro.

2

Berikut pembahasan megenaikedua genre tersebut :
1) Teks/genre mikro

Genre mikro adalah subgenre-subgenre yang lebih kecil yang
terdapat di dalamnya dan dipayungi genre makro.Secara sederhana
genre mikro adalah genre tunggal yang berdiri sendiri. Jenis teks
akademik genre mikro adalah teks deskripsi,

eksposisi,argumentasi,diskusi,eksplanasi.
Berikut penjelasan mengenai jenis teks akademik genre mikrotersebut :

a. Teks Deskripsi
. Pengertiandantujuan teks deskripsi
Menurut KBBI, yang dimaksud dengan deskripsi adalah
pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan
terperinci. Hal yang akan dideskripsikan disebut dengan objek.
Adapun objek yang digambarkan dalam teks deskripsi merupakan
objek yang bisa ditangkap oleh panca indera Teks deskripsi adalah
teks yang dimana ide utamanya merupakan penyampaian dengan
menggambarkan objek, tempat dan peristiwa tertentu dengan
sangat rinci. Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara
memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari
sudut pandang penulis Teks deskripsi bertujuan menggambarkan
atau melukiskan secara rinci dan penggambaran sekonkret
mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan sehingga

pembaca seakan-akan melihat, mendengar, mengalami apa yang
dideskripsikan.
. Ciri-ciriteks deskripsi

1) Berisitentang penjabaran ataupenggambaran pada suatu objek,

misalnya benda, tempat, suasana dan lain-lain.

3

2) Teks deskripsi membuat pembaca seolah-olah bisa
merasakan bahkan mengalami langsung kejadianyang
digambarkan didalam teks.

3) Umumnya berisi kata-kata khusus untuk menggambarkan
objek dengan serinci mungkin

4) Menggunakan kata sifat,kata kerja transitif,kata keterangan
dan biasa juga menggunakan bahasa kiasan atau metafora

3

. Struktur teks deskripsi
1) Identifikasi
Struktur identifikasi adalah bagian awal dari teks deskripsi
yang berisi pengenalan nama objek, makna nama, lokasi,
sejarah lahirnya, atau

gambaran umum lainnya tentangobjek yang dideskripsikan.
Misalnya, kamu memilih objek pantai, kamu bisa
menginformasikan nama dan lokasi dari pantai tersebut. Kamu
dapat menuliskan betapa terkenalnya

pantai itu.
2) Deskripsi Bagian

Struktur deskripsi bagian adalah gambaran rinci dari
sudut pandang penulis tentang suatu objek. Penulis
menggambarkan apa yang telah ia lihat, dengar, dan rasakan
selama mengamati objek pilihannya. Jadi, pada bagian

ini, penulis bisa menggambarkantiap bagian yang ada di
objeknya.
Misalnya, ketika mendeskripsikan pantai, kamu bisa
menggambarkan bahwa pantai merupakan tempat yang sangat
indah dengan deburan ombak yang ramai, tetapi udaranya sangat
panas, sehingga membuatmu harus terus memakai topi agar
tetap bisa menikmati pemandangan. Kamu juga bisa

mendeskripsikankondisi pasir dan keadaan saat senja di pantai
itu.
3) Simpulan/Kesan

17

Struktur simpulan/kesan adalah bagian yang berisi
kesimpulan atau kesan dari hasil pengamatan penulis terhadap
objek. Namun, bagian ini

bersifat opsional. Artinya, boleh dituliskan ataupuntidak.
Contoh: "Meskipun pantai ini indah, tetapi banyak pengunjung yang masih

membuang sampah sembarangan.."
. Jenis Teks Deskripsi

1) Teks Deskripsi Spasial
Merupakan jenis teks deskripsi yang menggambarkan ruang,tempat atau

lokasi berlangsungnya sebuah peristiwa

2) Teks Deskripsi Obyektif
Merupakan jenis teks deskripsi yang menggambarkan suatu hal atau

seseorang dengan mengungkap identitasnya
3) Teks Deskripsi subyektif
Adalah jenis teks deskripsi yang menggambarkan obyek seperti tafsiran

ataukesan perasaan pengarang terhadap haltersebut
. Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

1) Mengandung kata sifat yang sifatnya menggambarkan sesuatu.
Seperti: dua siswarajin, tiga kaos kaki putih, dan lain-lain.

2) Mengandung kata kerja transitif untuk memberikan
informasi subjek. Seperti: Siswi itu mengenakan seragam
cokelat

3) Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan
tujuan untuk mengungkapkan sebuah pandangan pribadi si
penulis mengenai sebuah subjek. Seperti: Saya pikir itu
adalah ayam cerdas, saya yakin baju itu murah, dan lain-lain.

17

4) Mengandung kata keterangan dalam memberikan sebuah
informasi tambahan mengenai suatu objek. Seperti: dengan cepat
atau lambat, di kopi shop, di rumah sakit, dan lain-lain.

5) Mengandung bahasa kiasan berupakan sebuah perumpamaan
atau metafora. Seperti: Kulitnya putih bersih sepertikapas putih.

. Langkah- langkah menyusun teks deskripsi
1) Menentukan atau memilih objek.
2) Menentukantujuan teks.
3) Mengumpulkandata sertamenentukan perincianyang
mencakup struktur teks.
4) Membuat kerangkatulisan, kemudian
mengembangkankerangkatulisan

b. Teks Eksposisi
. Pengertiandantujuan teks eksposisi
Teks eksposisi adalah sebuah bentuk teks atau tulisan yang
memuat tentang informasi maupun pengetahuan. Secara umum, teks
eksposisi sendiri memiliki tujuan untuk memberikan penjelasan atau
uraian mengenai suatu ide, pokok pikiran, pendapat, informasi,
maupun pengetahuan kepada pembaca tanpa bermaksud
memengaruhi. Berdasarkan pengertian teks eksposisi, maka tujuan

teks eksposisi adalah untuk menyampaikan informasi kepada pembaca
melalui

sudut pandang tertentu. Dengan tujuan teks eksposisi tersebut, maka
pembaca akan mudahmemahamimakna serta pengetahuanyang
terkandung didalam teks

tersebut.
. Ciri-ciriteks eksposisi

1) Memberikan informasiataupengetahuan

17

2) Menggunakan bahasa yang baku
3) Berisitentang sebuah fakta
4) Format penulisannya singkat,jelas,dan padat
5) Bersifat objektifdantidak memihak
. Struktur teks eksposisi
1) Tesis

Bagian ini adalah bagian pertama sekaligus pembuka
dari teks eksposisi. Tesis sendiri dapat dipahami sebagai
bagian yang memiliki fungsi untuk menyajikan pengenalan isu,
masalah, gagasan utama, hingga pandangan penulis secara
umum terkait topik atau masalah yang dibahas. Tesis juga bisa
disebut juga sebagai pernyataan pendapat. Sebelum memulai
menulis teks eksposisi, penulis harus menentukan tujuan dari

teks eksposisiterlebih dahulu.
2) Rangkaian Argumen

Bagian kedua dari struktur teks eksposisi adalah
rangkaian argumen. Setelah tesis mengenalkan suatu isu atau
masalah yang sedang hangat diperbincangkan oleh banyak
orang, teks eksposisi akan dilanjut dengan rangkaian argumen.
Rangkain argumen dapat dipahami sebagai pendapat berupa
alasan yang logis, informasi sesuai hasil temuan, fakta yang
terjadi, hingga pernyataan para ahli. Jadi, tak heran apabila di
bagian ini, Kamu akan banyak menemukan pendapat sebagai
penjelasan atastesis

yang dijelaskan sebelumnya.
3) Penegasan Ulang

17

Bagian terakhir dari struktur teks eksposisi yaitu
penegasan ulang. Setelah penulis menyampaikan isu atau
masalah dan sudah didukung oleh berbagai alasan atau pendapat
yang sesuai fakta, berikutnya akan disajikan

penutup atau simpulan. Tujuan penegasan ulang sendiri
adalah untuk memberikan penegasan terhadap pendapat awal
sekaligus menyajikan

simpulandan saranterhadapkeseluruhan masalah yang dibahas.
. Jenis-jenis teks eksposisi

1) Eksposisi Definisi
Teks eksposisi definisi merupakan teks eksposisi yang bertujuan untuk

mengungkapkan pengertian atau definisi darisuatu topik.
2) Eksposisi Proses
Teks eksposisiproses sebenarnya adalah teks yang memuat beberapatahap

atau carauntuk menghasilkan sesuatu dariawal hingga akhir.
3) Eksposisi Ilustrasi

Teks eksposisi ilustrasi adalah teks eksposisi yang bertujuan
untuk memberikan gambaran secara sederhana antara satu
topik dengan topik yang lain. Teks jenis ini biasanya
menjelaskan kesamaan atau kemiripan

sifat dari suatu topik yang dibahas.
4) Eksposisi Pertentangan
Teks eksposisi pertentangan bisa juga dipahami sebagaiteks yang memuat

beberapa halpertentangan, dari hal yang satu dengan
hallainnya.
5) Eksposisi Laporan

17

Teks eksposisi laporan merupakan teks eksposisi yang memiliki tujuan

untuk menyajikan suatu laporandarisebuah peristiwa atau objek
tertentu.
6) Eksposisi Perbandingan
Teks eksposisi perbandingan adalah teks yang memuat ide dan gagasan

utamauntuk dibandingkan antara hal yang satu dengan hal yang
lain
. Kaidahkebahasaan teks eksposisi
1) Menggunakankatakata teknis

Teks eksposisi banyak memakai kata-kata teknis atau
peristilahan terkait suatu topik atau masalah yang dibahas.
Misalnya saja seperti, sektor kehutanan, penebangan liar, hutan
lindung, kehutanan masyarakat,

ekowisata, dan lain sebagainya
2) Kata-Kata yang Berkaitandengan Argumentasi

Teks eksposisi banyak memakai kata-kata yang
menjelaskan dengan hubungan argumentasi. Misalnya saja
seperti, jika, karena, sebab,

akibatnya, dengandemikian, dan oleh karena itu
3) Kata-Kata yang Berhubungandengan Kronologis

Teks eksposisi biasanya memakai kata-kata yang
menyatakan hubungan kronologis atau istilah yang
menyatakan keterangan waktu. Tidakhanya itu, teks
eksposisibiasanya juga menggunakan kata-kata yang
menyatakan perbandingan atau pertentangan. Sebagai contoh,
akhirnya,

namun, sebelumitu, kemudian, sebaliknya, berbedahalnya.

17

4) Kata Kerja Mental

Teks eksposisi biasanya juga memakai kata kerja

mental yang digunakan untuk menggambarkan jiwa. Misalnya

seperti menyimpulkan, memperkirakan, mengharapkan.

memprihatinkan, mengagumkan, menyedihkan, menduga,

mengasumsikan, menjelaskan, dan lain

sebagaianya.
5) Kata-Kata Rujukan

Teks eksposisi banyak memakai kata-kata rujukan
untuk menghubungkan dengan suatu informasi atau
pendapat seseorang.

Misalnya sepertiberdasarkandata… . , merujukpadapendapat …
.
6) Kata-Kata Persuasif

Teks eksposisi biasanya juga memakai kata-kata
persuasif untuk mengajak atau memengaruhi lawan tutur. Kata
yang biasanya digunakan untuk melakukan persuasif yaitu
seperti sebaiknya, diharapkan, perlu,

hendaklah, harus.
7) Kata-Kata Denotatif

Teks eksposisi juga banyak memakai kata-kata
denotatif untuk menjelaskan sesuatu agar lebih jelas.
Denotatif sendiri bisa dipahami sebagai kata yang memiliki
makna sebenarnya. Kata denotatif adalah kata

yang belum mengalami perubahan maupun penambahan makna.
. Langkah menyusun teks eksposisi

1) Tentukan Tema

17

Pertama, kamu perlu menentukan tema ketika ingin
membuat teks eksposisi. Dengan adanya teman, maka arah
tulisan akan menjadi lebih jelas, sehingga tulisan pesan dari
teks eksposisi bisa dibaca dan disimak

dengan baik oleh pembaca.
2) Kumpulkan Sumber Untuk Bahan Tulisan

Kedua, kumpulkan sumber yang bisa berasal dari buku
atau artikel yang bisa ditemukan diinternet. Akan lebih bagus
lagi, apalagi kalau dalam menulis teks eksposisi diberikan
sumber berupa data terbaru pada suatu peristiwa, seperti adanya
virus covid- 19. Dengan adanya sumber, maka tulisan eksposisi
akan membuat pembaca mengetahui lebih banyak

tentang sebuah informasi.
3) Buat Kerangka Tulisan

Setelah menentukan tema dan mengumpulkan sumber,
maka langkah selanjutnya adalah membuat kerangka tulisan.
Dengan kerangka tulisan, maka kamu akan mengetahui hal-hal
apa saja yang perlu ditulis di

teks eksposisi.
4) Kembangkan Kerangka Tulisan

Terakhir, kerangka tulisan yang telah dibuat,
kemudian dikembangkan lagi agar tulisan teks eksposisi
memiliki banyak informasi. Selain itu, dengan pengembangan
ini, teks eksposisi menjadi lebih

terstrukur, sehinggaketika membacanyatidakbingung.
c. Teks Argumentasi

17

. Pengertiandantujuan teks argumentasi
Teks argumentasiadalah sebuah tulisan yang membuktikan

kebenaran suatu pendapat dengan data atau fakta sebagai
alasan/bukti. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), teks argumentasi adalah teks yang berisi mengenai alasan
untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat,

pendirian, atau gagasan. Di sisi lain, teks argumentasi juga bisa disebut sebagai
teks yang berisi pendapat disertai dengan data dan fakta sebagai alasan atau

buktinyatauntuk membuktikan kebenarandarisuatupendapat.
Adapun tujuannya agar pembaca menjadi yakin atas

kebenaran yang disampaikan penulis. Dengan begitu, teks
argumentasi bukan hanya sebuah omong kosong atau opini
daripenulis saja. Pembaca akan merasa yakin hingga

pada akhirnya sependapat dengan sang penulis.
. Ciri- ciriteks argument

1) Memberikan penjelasan mengenai gagasan,pendapat,atau
keyakinan yang ditulis oleh penulis

2) Memerlukan fakta yang dilengkapi dengandata yang valid
3) Berisi mengenai teks yang memberikan pendapat tapi adanya

data yang jelas

4) Adanya sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, hasil
penelitian, dan bahan bacaanyang telah tervalidasi

5) Diakhiri dengan menulis simpulan dan kalimat penutup yang
digunakan untuk memperkuat argument

. Struktur teks argumentasi
1) Pendahuluan

17

Bagian ini bertujuan untuk menarik perhatian atau
memusatkan alasan argumen dan menunjukkan alasan
dikemukakannya argumen kepada pembaca.Selain itu tujuan
dari pendahuluan supaya pembaca

merasaterbujuk dari paragraph yang penulis buat.
2) Tubuh Argumen

Selanjutnya, bagian tubuh argumen memiliki tujuan
guna membuktikan kebenaran yang hendak
disampaikan.Kebenaran yang akan disampaikan mesti bisa
dianalisis, disusun, serta disajikan dengan

melakukan observasidan menyusun fakta yang ada.
3) Kesimpulan

Bagian kesimpulan mempunyai tujuan guna
membuktikan bahwa kebenaran yang telah diberikan kepada
pembaca dapat diterima sebagai

sesuatu yang logis.
. Jenis-jenis teks argumentasi

1) Paragraf argumentasisebab akibat
Paragraf argumentasi sebab akibat adalah jenis

paragraf yang ditulis berdasarkan pada data-data yang
menyebabkan isu atau tema yang dibahas itu lahir. Kemudian
teks argumentasi dibahas mengarah pada

akibat yang telahdisebabkan sebelumnya.
2) Paragraf argumentasiakibat sebab

Berbalikan dengan paragraf argumentasi sebab akibat,
paragraf ini ditulis dengan cara mengungkapkan akibat yang

17

ditimbulkan terlebih dahulu. Setelah itu barulah dijelaskan
sebab-sebabnya apa saja. Dari segi

penulisan puntetap mengutamakan fakta dan data.
3) Paragraf argumentatife persamaan

Sementara yang disebut dengan paragraf argumentasi
persamaan adalah argumen yang dituliskan dengan cara
mengemukakan prinsip persamaan sebelum mengambil
kesimpulan. Tentu saja penarikan kesimpulan ini dilakukan
dengan secara logis dan menggunakan data yang

kuat, tujuannya agar tidak dapat disangkal
4) Paragraf argumentasi perbandingan

Ada juga yang disebut dengan paragraf argumentasi
perbandingan, yaitu teks deskripsi yang menuliskan fakta
dan data dengan cara membandingkan. Dapat pula
diartikan sebagai upaya untuk membandingkan
argumentatif berdasarkan pada anggapan yang
mencangkup pengertian atau isu apakah itu memiliki data yang
kuat atau

tidak.
5) Paragraf Autoritas

Paragraf autoritas adalah paragraf yang yang ditulis
didasarkan pada pendapat dari orang terkenal atau dari orang
yang memiliki keahlian tertentu. Dimana jenis paragraf deskripsi
satu ini sebagai tulisan deskripsi yang digunakan sebagai
problem solving dalam isu atau tema yang

diangkat, yang dianggap menjadimasalah.

17

6) Paragraf Kesaksian
Ada juga yang disebut paragraf kesaksian, yaitu

paragraf yang ditulis berdasarkan pada kesaksian
seseorang terkait isu yang diangkat.Kesaksian masih
termasuk ke dalam teks deskripsi, karena kesaksian salah
satu bentuk data objektif. Karena saksi adalah orang yang

merasakan, dan mengalami, yang sifatnya tidak dapat disangkal.
. Kaidahkebahasaan teks argumentasi

1) Adverbia yakni ditujukan agar pembaca meyakini
teks yang dibahas,dengan menegaskan menggunakan kata
keterangan (adverbial kuantitatif),kata yang biasa digunakan
yaitu selalu,biasanya,sering,kadang- kadang,jarang dan lainnya

2) Konjungsi yakni kata hubung pada teks.Contohnya
bahkan,sehingga,oleh sebab itu.

3) Verba Relasional yakni verba yang menunjukkan hubungan
intensitas
4) Verba Mental yaitu verba yang menerangkan persepsi

(misalnya melihat, merasa), afeksi (misalnya suka, khawatir)
dan kognisi (misalnya berpikir, mengerti), pada verba mental
terdapat partisipan pengindra (senser) dan fenomena.

. Langkah-langkah menyusun teks deskripsi
1) Menentukan topik atau tema yang akan dibahas dalam
sebuah teks argumentasi.

2) Menentukan tujuan dari penulisan, untuk meyakinkan
atau mencari dukungan.

3) Mengumpulkan berbagai data yang dijadikan sebagai
bukti dalam penulisan.

17

4) Memilih jenis pola pengembangan untuk setiapparagraf dalam
tulisan.
5) Membuat kerangka paragraf, isinya dari gagasan utama

dan gagasan pendukung.
6) Melengakpidan mengembangkan paragraf menjadi serangkaianyang utuh.

c. Teks Diskusi
. Pengertiandantujuan teks diskusi
Teks diskusi adalah teks yang menyajikan dua pendapat yang
tidak sama tentang suatu hal, baik pro atau kontra yang membuat
kedua pihak saling membahas masalah yang menjadi persoalan
dalam diskusi. Selain itu, teks diskusi dapat memberikan pencerahan
lebih dari sudut pandang lain karena bisa jadi selama ini sudut
pandang yang menjadi anutan kurang tepat atau belum sempurna.
Teks diskusi mampu memberikan sudut pandang, wawasan,
cakrawala yang berbeda dan lebih luas perihal suatu topik yang
sedang dibahas atau dibicarakan dari berbagai aspek. Penggunaan
teks diskusi dapat dijumpai dalam rapat seperti rapat OSIS, RT,
hingga pertemuan resmi perusahaan hingga pemerintahan.Selain itu,
teks jenis ini biasa ditemui pada suatu masalah

kontroversial yang menimbulkan beragampendapat darimasyarakat.
Teks Diskusi bertujuan untuk dapat menyadari dan menguji

bukti sistem nilai, opini serta respons dari sebuah gagasan,
melakukan pengujian secara bersama terkait suatu sebuah yang
dikemukakan orang lain,sarana tukar pikiran serta gagasan, untuk
mempelajari, mengungkapkan serta menanggapiketerangan yang
benar,serta menghubungkan data serta kondisi dari berbagai sudut
pandang

17

dan latarbelakang yang tak sama
. Ciri-ciriteks diskusi

1) Struktur teks diskusi terdiri atas isu, argumen menentang
dan argumen pendukung, serta simpulan/rekomendasi.

2) Menggunakan secara proposional verba material, verba
relasional, dan verba mental.

3) Menggunakan konjungsi perbandingan. Konjungsi tersebut
berguna untuk mempertentangkan kedua gagasanyang
berlainan.

4) Menggunakan modalitas dalam membentuk opini dan
rekomendasi. Modalitas ialah klasifikasi pernyataan pro kontra
atas kemungkinan atau keharusan.

. Struktur teks diskusi
1) Isu
Berisi permasalahan atau isu pokok pembahasan. Diskusi
diawali dengan penggambaran atau penjabaran singkat
mengenai topik yang akan dibahas. Penggambaran tersebut
dapat berupa beberapa sudut pandang

yang menjadi perdebatan secara sekilas.
2) Argumen

Argumen adalah bagian dimana terjadi penyampaian
pendapat. Terdapat argumen pro (mendukung) dankontra
(menolak). Argumen berisi sanggahan atau pernyataan yang
menguatkan salah satu posisi. Bagian argumen dalam teks
diskusi berbeda dengan argumen dalam teks eksposisi dan teks
tanggapan. Argumen pada teks diskusi dukungan dan
pertentangan terhadap sebuah isu. Sementara argumentasi

17

dalam teks eksposisi berisi dan teks tanggapan bersi pendapat
yang memperkuat salah

satu pernyataan
3) Kesimpulandan saran
Akhir dari teks diskusi yang berisi kesimpulan dan saran. Bisa

dituangkandalambentuk rekomendasi ataupenyelesaian
masalah.
. Jenis-jenis teks diskusi
Teks diskusi dapat ditemuipada :
1) Seminar

Pertemuan khusus yang memiliki teknis dan akademis.
Tujuannya untuk melakukan studi menyeluruh mengenai
topik tertentu di mana pemecahan permasalahannya
memerlukan interaksi di antara para peserta

seminar
2) Simposium

Simposium merupakan serangkaian pidatopendek yang
dibaca di

depan pengunjung dengan seorangpemimpin (moderator).
3). Diskusi Panel
Diskusi panel adalah bentuk diskusi yang sudah direncanakan

mengenai suatu topik didepan para pengunjung.
. Kaidahkebahasaan teks diskusi

1) Menggunakan istilahumum agar dapat dimengerti
semuapeserta diskusi

2) Menggunakan kata modalitas. Berisi klasifikasi pernyataan
pro kontra atas kemungkinan atau keharusan. Contohnya:
harus, wajib, akan, ingin, mungkin, bila, atau apabila

17

3) Menggunakan kata kerja aksi. Contohnya:
menyebabkan, mengakibatkan, menjadikan, ataumembuat.

4) Menggunakankonjungsi perlawanan. Berisikata-kata yang
menunjukkan suatu perbandingan atau hal yang kontras.
Contohnya: tetapi, tapi, namun, akantetapi, sebaliknya,
dipihak lain, atau di sisi lain.

5) Menggunakan kohesi leksikal, yaitu perpaduan antara kata
atau istilah yang dipakai dengan isu yang dibahas.
Menggunakan kohesi gramatikal, yaitu perpaduandengan
kaidah tata bahasa.

. Langkah-langkah menyusun teks diskusi
1) Menentukan topik masalah atau isu.
2) Menentukantujuan (memberi penjelasan tentang pro
dankontra) .
3) Mencari informasi serta data tentang isu yang dipilih.
4) Menyusunkarangan teks.
5) Mengembangkankarangan menjadi teks diskusi.
6) Merevisiatau menyunting teks diskusi

d. Teks Eksplanasi
. Pengertiandantujuan teks ekplanasi
Teks eksplanasi merupakan salah satu jenis teks yang
digunakan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan proses atau
alasan suatu peristiwa dapat terjadi. Pengertian teks eksplanasi
sendiri banyak dipahami sebagai sebuah teks yang mengandung
penjelasan tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-
kejadian alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lain
sebagainya. Kejadian yang dapat dijelaskan oleh teks eksplanasi
dapat berwujud kejadian alam maupunkejadian sosial di sekitar

17

manusia yang memiliki hubungan antara sebab dan akibat atau
sebuah proses, misalnya seperti bencana alam, fenomena

alam, insiden sosial, hingga lahirnya suatubudaya baru.
Pada dasarnya, teks eksplanasi memiliki tujuan untuk membuat

pembaca mampu menjelaskan fenomena atau peristiwa yang
sedang terjadi, dengan

menjelaskan proses atau sebab dan akibat dariperistiwatersebut.
. Ciri-ciriteks eksplanasi

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciriteks eksplanasi, diantaranya
yaitu

1) Informasi yang dalam teks eksplanasi dibuat berdasarkan
fakta atau kejadianyang sebenarnya.

2) Pembahasan dalam teks eksplanasi adalah tentang suatu
fenomena yang bersifat keilmuan atau memiliki
keterkaitan dengan suatu ilmu pengetahuan.

3) Penjelasan yang disajikan dalam teks eksplanasi bersifat
informatif, sehingga tidak ada maksud untuk memengaruhi
pembaca untuk percaya terhadap halyang dibahas.

4) Penjelasan pada teks eksplanasi juga berfokus pada hal
umum atau generik dan tidak ada partisipasi dari manusia.
Misalnya saja, seperti tsunami, banjir, gempa bumi, hujan,
tanah longsor, angin puting beliung, dan lain sebagainya.

. Struktur teks eksplanasi
1) Identifikasi Fenomena
Bagian yang pertama dari struktur teks eksplanasi
adalah identifikasi fenomena. Identifikasi fenomena sendiri
dapat dipahami sebagai penjelasan dari sebuah teks eksplanasi
tentang gambaran umum tentang suatu fenomena atau

17

peristiwa alam yang akan dibahas. Bagian ini terletak di awal
teks eksplanasi dan biasanya digunakan untuk mengenalkan
tentang proses terjadi sebuah peristiwa atau fenomena

alam.
2) Rangkaian kejadian

Bagian yang kedua dari struktur teks eksplanasi yaitu
rangkaian kejadian. Setelah memahami secara umum fenomena
yang akan dibahas pada sebuah teks eksplanasi, maka
selanjutnya akan dijelaskan mengenai

penyebab sekaligus akibat yang dapat terjadi dari fenomena tersebut.
Rangkaian kejadian ini memiliki peran sebagai isi atau bisa dikatakan

sebagai badandariteks eksplanasi.
Pada bagian ini,anda dapat membuat deskripsi atau

penjelasan tentang sebab dan akibat ke dalam beberapa
paragraf. Beberapa orang yang sering menyebut bagian isi dari
teks eksplanasi ini sebagai deretan penjelas. Hal ini
dikarenakan rangkaian kejadian berisi berbagai

penjelasan tentang proses dari peristiwa atau fenomena yang
terjadi.
3). Interpretasi

Bagian yang ketiga dari teks eksplanasi yang perlu di
ketahui yaitu interpretasi. Interpretasi ini sendiri berada di
bagian akhir dari teks eksplanasi atau memiliki peran
sebagai penutup dari penjelasan suatu peristiwa yang dibahas.
Selain itu, interpretasi juga memuat pembahasan tentang ulasan
atau penarikan kesimpulan dari penulis tentang peristiwa

17

tersebut Pada bagian ini, anda dapat memberikan
pernyataan atau
tanggapan tentang fenomena yang telahdi angkat dalam teks
eksplanasi.
. Jenis-jenis teks eksplanasi
Teks eksplanasi terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis teks
eksplanasi dibedakan berdasarkan proses penjabaran serta tema
yang dibahas di dalam
teks eksplanasi.Berikut inibeberapa jenis teks eksplanasidan
penjelasannya:
1) Teks Eksplanasi Faktorial

Teks eksplanasi faktorial merupakan jenis teks
eksplanasi yang ditulis dengan dijabarkan hasil dan efek dari
suatu proses yang terjadi. Salah satu contohnya yaitu teks
eksplanasi mengenai efek dan hasil dari
Revolusi Industridi Eropa.
2) Teks Eksplanasi Kausal

Teks eksplanasi kausal adalah jenis teks eksplanasi
yang penjabarannya berupa penyebab atau asal usul secara
bertahap mengapa sebuah peristiwa dapat terjadi. Contoh dari
teks eksplanasi kausal adalah
penyebab terjadinya banjir di Jakarta.

17

3) Teks Eksplanasi Teoritis
Teks eksplanasi teoritis adalah jenis teks eksplanasi yang

ditulis dengan menjabarkan kemungkinan-kemungkinan yang
mungkin saja terjadi terjadi di balik sebuah fenomena
alam. Contoh dari teks eksplanasi teoritis yaitu kemungkinan
terjadinya tsunami ketika sebuah

gunung bawah laut meletus.
4) Teks Eksplanasi Sequential

Dalam penulisan teks eksplanasi sequential,
penulisan menjabarkan tahapan terjadinya sebuah fenomena
secara rinci. Contoh

dari teks eksplanasi sequential adalahurutandaur air.
. Kaidahkebahasaan teks eksplanasi

1) Isi teks berdasarkan fakta yang sebenarnya terjadi, hal
ini termasuk nonsastra.

2) Banyak memakai konjungsi kausalitas atau sebab akibat
(seperti: sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu,
sehingga, dst.) dan konjungsi kronologis atau hubungan
waktu (seperti: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya,
dst.).

3) Banyak menggunakan kata ganti berwujud kata benda dan
kata bukan kata ganti orang seperti demonstrasi, banjir,
gempa, gerhana, embrio, dan lain sebagainya.

4) Banyak menggunakan kata kerja pasif seperti terlihat,
terbagi, terwujud, terakhir, dimulai, ditimbun, dilahirkan.

5) Banyak menggunakan istilah teknis atau ilmiah sesuaitopik
yang sedang dibahas.

19

6) Banyak menggunakan kata kopula, seperti adalah dan
merupakan.
. Langkah menulisteks eksplanasi
1) Observasi peristiwa yang terjadi disekitar

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk
menulis teks eksplanasi adalah mengamati peristiwa yang
terjadi di sekitar. Dalam kehidupan sehari-hari pasti banyak
ditemukan peristiwa atau kejadian

yang terjadi. Setiap peristiwa atau kejadian pasti memiliki keunikannya
masing-masing. Maka dari itu, peristiwa ataukejadian inibisa dijadikan

bahanutama dalampenyusunan teks eksplanasi yang baik dan
menarik.
2) Menentukan fokus

Pada saat melakukan pengamatan untuk mendapatkan
informasi atau data dari peristiwa yang terjadi di lingkungan
sekitar, hal yang perlu dilakukan berikutnya adalah fokus
terhadap peristiwa yang di amati atau observasi. Selain itu
perlu menentukan batasan terhadap peristiwa, seperti
seberapa dalam atau seberapa luas fokus yang diambil dan
disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Menentukan fokus
menjadi

penting agartulisanyang akandibuat tidak melebarkemana-
mana
3) Mencataturutan peristiwa

Dalam melakukan pencatatan, ada baiknya anda mencatat
dengan cermat peristiwa yang sedang diamati, bahkan anda
dapat mencatat semua hal yang diamati. Hal ini akan

19

meminimalisir kekurangan bahan ketika menulis teks
eksplanasi. Selain itu, pencatatan akan diperlukan
untuk membuktikankebenaran daripengamatanyang
telahdilakukan.
4) Membuat kerangkateks eksplanasi

Pada tahap ini, anda dapat menentukan atau membagi
setiap bagian dari peristiwa tersebut agar sesuai dengan
struktur teks eksplanasi. Struktur dari teks eksplanasi
sendiri yaitu meliputi identifikasi fenomena atau
pernyataan umum, dilanjut dengan rangkaian peristiwa,
dan yang terakhir adalah interpretasi atau ulasan
daripenulis.
5) Menyusun teks eksplanasi

Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah
menulis teks eksplanasi. Pada saat Kamu menulis teks
eksplanasi, anda dapat berangkat dari apa yang sudah
dibuat pada kerangka teks eksplanasi. Selain itu, dalam
menulis teks eksplanasi, sebaiknya menggunakan
bahasa yang mudahdipahami sehingga memudahkan pada
saat dibaca.

19

2) Teks/Genre Makro
Genre makro adalah genre yang digunakan untuk menamai sebuah

teks secara keseluruhan. Secara sederhana genre makro adalah jenis teks
yang mencakup semua

jenis teks.Jenis teks akademik genre makro
adalahnegoisasi,editorial,iklan,brosur,
surat,proposal,pidato,reklame,dan artikel ilmiah.
Berikut pembahasan mengenai jenis teks akademik genre makro

a. Teks Negoisasi
. Pengertian dantujuan teks negoisasi
Teks negosiasi merupakan suatu bentuk interaksi sosial yang
biasanya berfungsi sebagai media guna mencapai suatu
penyelesaian bersama antara pihak yang mempunyai perbedaan
kepentingan. Kedua belah pihak akan berusaha menyelesaikan
perbedaan yang muncul dengan berinteraksi dan

mencari solusi yang tidak merugikan satu sama lain.
Adapun tujuan dari teks negoisasi,yaitu untuk mencari dan

memperoleh kesepakatan yang didalamnya terkandung beberapa
kesamaan. Seperti saling mengerti, saling setuju dan memahami apa
yang menjadi tujuan dilakukannya negosiasi. Selanjutnya tujuan
teks negosiasi adalah sebagai cara menemukan jalan keluar atau
penyelesaian dari negosiasi yang dilakukan. Kedua belah pihak
yang berseteru atau tengah mencari kesepakatan melakukannya
dengan penuh pertimbangan. Tujuan terakhir teks negosiasi adalah
agar sama-sama memperoleh keuntungan kedua belah pihak tanpa

24

salah satunya mengalami kerugian atau merasa dirugikan. Biasanya
hal ini dikenal dengan sebuah istilah

yang disebut win-win solution.
. Jenis-jenis teks negoisasi

1) Negoisasi Formal
Dikatakan negosiasi formal karena jenis teks negosiasi

karena dibuat dan ditujukan untuk kepentingan formal.
Seperti mengajukan negosiasi penawaran jasa maupun
barang kepada lembaga pemerintahan dan lembaga
pendidikan. Bisa juga konteks nya negosiasi

secara langsung di dalam sebuah forum, fit and proper test serta
wawancara.Selain itujuga terdapat teks negosiasi formal
dalam bentuk atau versi dokumen dan sifatnya autentik,
beberapa jenis yang disebutkan di atas memiliki hasil akhir
yang sifatnya mengikat. Selain itu, biasanya negosiasi
dilakukan atas nama lembaga dan bukan nama

perorangan karena sifatnya negosiasi informal.
2) Negosiasi Informal

Merupakan jenis teks negosiasi kebalikan dari jenis
formal, negosiasi informal merupakan jenis yang sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat
secara umum. Sehingga dalam prosesnya, akan ada
pertemuan, interaksi yang lebih dekat. Selain itu, kegiatan
yang dilakukan juga bisa seperti melobi seseorang dalam

suasana biasa dan santai.
. Ciri-ciriteks negoisasi

24

1) Berupa dialog yang terkadang memiliki bentuk
sebuah proposal penawaran, pemilihan bentuk ini
tergantung dari bagaimana konteks dankeperluannya.

2) Terdapat lawan yang diajak untuk berdialog, jika dialog
dilakukan sendiri atau perorangan maka bisa dikatakan bukan
termasuk negosiasi.

3) Merupakan kegiatan komunikasi, baik secara tertulis
maupun lisan dan langsung ataupun secaratidak langsung
dilakukan.

4) Memiliki proses negosiasi yang muncul karena adanya
perbedaan antara duabelahpihak yang membutuhkan
kesepakatan bersama.

5) Tujuan akhir dari proses negosiasi adalah mendapatkan
kesepakatan, sehingga proses tidak akan berhenti sampai
kesepakatan dicapai kedua belah pihak.

. Struktur teks negoisasi
1) Orientasi

Merupakan intro atau pengenalan atau juga salam
pembuka, jika menggunakan bahasa interaksi dengan pihak
lain bisa dibilang sebagai basa-basi. Sehingga dalam teks
negosiasi terada urutan dan etika karena

itutidak boleh secara asal atau langsung.
2) Permintaan

Dalam tahap permintaan harus disesuaikan dengan selera
dan juga kebutuhan, ketika muncul permintaan maka pihak
penyedia barang atau jasa akan memberi harga terlebih
dahulu. Namun sebelum itu, lebih

dulu akan memasukitahappemenuhan.

24

3) Pemenuhan
Fokus berada pada penyedia barang dan jasa, apakah

mampu memenuhi permintaan atau tidak. Dalam kasus
permintaan dalam jumlah banyak, penyedia akan melakukan
konfirmasi atau koordinasi dalam beberapa waktu guna
memastikan stok barang maupun jasa yang

diminta.
4) Penawaran

Apabila harga yang ditawarkan belum cocok,
negosiasi akan dilakukan sebelum akhirnya kedua belah pihak
menyetujui atau sepakat atau juga bisa menolak. Disinilah
pentingnya penjelasan secara

gamblang terkait permintaan dan pemenuhan.
5) Persetujuan

Setelah adanya kesepakatan usai penawaran, maka
dalam hal ini sudah memasuki tahap persetujuan. Tahap ini
dilakukan tanpa adanya paksaan, sehingga kedua belah
pihak sama-sama bisa mendapatkan keuntungan. Jika tahap
ini selesai, maka masuk ke dalam tahap

selanjutnya.
6) Pembelian

Jika kedua belah pihak sudah cocok dengan
penawaran yang diberikan, maka dilakukan transaksi
pembelian. Apabila proses pembelian ini sukses terjadi
maka praktik negosiasi sukses dilakukan

keduabelahpihak.

24

7).Penutup
Bagian ini berisi kesepakatan, yang artinya

penawaran dan transaksi selesai dilakukan kedua belah
pihak. Jika pada awalnya

dimulai dengan basa-basi maka, harus ditutup dengan kalimat yang
digunakan untuk menanyakan sesuatu dalam teks negosiasi

adalah memberikesanyang baikpadakeduabelahpihak.

b. Teks Editorial
. Pengertian dantujuan teks editorial
Teks editorialmerupakan suatu teks yang berisikan pendapat
pribadi dari redaksi terhadap suatu isu yang sedang terjadi. Teks
editorial juga bisa disebut dengan tajuk rencana, dan seringnya
ditemui media massa seperti koran.Adapun isu yang dibahas dalam
teks editorial beragam, seperti isupolitik, sosial, maupun politik.Teks
editorial berbeda dengan teks opini biasa. Hal ini karena teks

editorial juga didukung oleh argumen pendukung.
Teks editorial dibuat untuk memberikan pengaruh serta

meyakinkan pembaca mengenai isu terkini. Bahkan, teks
editorial juga mampu menggerakkan pembaca untuk turut
bergerak. Karena itulah, harus berhati-hati

dalam menulisteks editorial
. Ciri-ciriteks editorial

1) Aktualdan Faktual
Teks editorial harus mampu mengangkat informasi yang sedang

hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Selain itu, data yang
dikumpulkan merupakan informasi yang didasarkan pada suatu fakta

24

yang akurat.
2) Sistematis dan Logis

Teks editorial haruslah sistematis. Sistematis berarti
harus memenuhi struktur serta kaidah kebahasaan yang
sesuai. Selain itu,

teks editorial juga harus logis, bukan merupakan halyang
fiktif.
3) Argumentatif
Teks editorial merupakan teks yang berisi argumen-argumen

yang merupakan sudut pandang dari redaksi.
. Struktur teks editorial

Adapunteks editorial memiliki struktur penulisantertentu, yaitu
antara lain:

1) Tesis
Tesis atau yang juga disebut dengan pengenalan isu

adalah bagian pendahuluan pada teks editorial. Tesis berfungsi
untuk mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas
dalam bagian berikutnya. Bagian tesis biasanya disajikan
persoalan yang sifatnya aktual, fenomenal,

ataupun controversial.
2) Argumentasi

Argumentasi merupakan bagian dalam teks editorial
yang berisi penyampaian pendapat. Bagian argumentasi
berisi pembahasan berupa

tanggapan redaksi terhadap isu yang sudahdiperkenalkan
sebelumnya.
3) Penegasan

24

Penegasan atau pernyataan ulang pendapat dalam teks
editorial berisi simpulan teks, saran, atau rekomendasi.
Selain itu, bagian penegasan juga tertulis harapan redaksi
kepada para pihak terkait yang

terlibat dalam isu yang sedang diperbincangkan.
c. Iklan

. Pengertiandantujuan iklan
Menurut Kotler dan Amstrong, iklan adalah bauran

promosi yang memberikan pesan melalui media seperti media
online dan cetak. Sedangkan Morissan mengatakan, iklan adalah
instrumen dari sebuah promosi bagi perusahaan yang
memproduksi suatu barang atau jasa untuk seluruh khalayak

luas.
Namun, pengertian iklan secara umum adalah sebuah pesan

membujuk dan mendorong audiens untuk membeli sebuah produk,
layanan, atau ide yang ada. Beberapa contoh media yang digunakan
adalah televisi, koran, media sosial,

baliho, dan masih banyak lagi.

Adapun tujuan iklan yaitu memasarkan

produk,menghasilkan penjualan,membangun

citra,membangunkesadaran.Sedangkan fungsi iklan yaitu

memberikan informasi,membujukkonsumen,dan mengingatkan
konsumen.

24


Click to View FlipBook Version