Menyusun teks laporan yang baru adalah menyunting laporan yang
kurang tepat pada laporan yang meliputi laporan penelitian dan laporan
kegiatan seperti pada kata tanda huruf,ejaan dan lain-lain.
Bisa dengan mencontoh struktur teksnya genre mikro yang
digunakan didalamnya, dan formulasi bahasanya,tetapi pokok persoalan
yang diteliti atau kegiatan yang dilaksanakan dari inisiatif sendiri dengan
demikian bentuk Laporan yang akan disusun boleh sama dengan bentuk
model tetapi isi laporan tersebut milik sendiri.
D. Membuat Rangkuman
Rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau
meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang
singkat dengan perbandingan proporsional antara bagian yang dirangkum
dengan rangkumannya.Rangkuman dapat pula diartikan sebagai hasil
merangkai atau tidak pokok-pokok pembicaraan atau tulisan yang
terpencar dalam bentuk-pokoknya saja . Rangkuman sering disebut juga
ringkasan, yaitu bentuk ringkasan dari uraian atau pembahasan pada
tulisan jenis rangkuman, urutan isi bagian demi bagian, dan sudut
pandang (pendapat) tetap diperhatikan dan dipertahankan.
Cara membuat rangkuman cukup mudah, kamu bisa menggunakan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membaca teks asli atau mendengarkan naskah yang dibacakan.
Dengan membaca maka kita akan mengetaui informasi yang ada di
dalamnya. Dalam merangkum, membaca adalah kegiata pokok
utama yang harus dilakukan sebelum membuat rangkuman.Hal ini
akan memudahkan kita untuk mengingat, memahami, dan mengerti
akan isi naskah. Sehingga akan mempermudah ketika membuat
rangkuman.
2. Tentukan ide pokok pada tiap paragraf. Pada tahap kedua, setelah
membaca teks atau mendengarkan isi teks, selanjutnya ialah
151
menentukan gagasan atau ide pokok para tiap-tiap paragraf (naskah
teks) atau menentukan isi pokok dari naskah yang
dibacakan.Setelah memperoleh ide pokok, rangkuman dapat dibuat
dengan mengembangkan ide pokok dengan bahasa sendiri (bahasa
yang lebih sederhana) dibanding dengan teks. (biasanya buku-buku
teks pelajaran menggunakan bahasa yang sulit dipahami).
3. Menulis rangkuman. Setelah memahami isi teks dan menentukan
ide pokok, langkah selanjutnya ialah membuat rangkuman. Ingat,
rangkuman adalah ringasan, tulislah yang menjadi teks pokok yang
memang harus ditulis (ide pokok).Pengembangan seperti pada
langkah kedua dapat dilakukan untuk memperjelas ide pokok.
Rangkuman disusun secara kronologis.
4. Membaca kembali rangkuman yang telah dibuat. setelah selesai
membuat rangkuman, maka bacalah kembali rangkuman yang telah
dibuat. hal ini untuk mengantisipasi adanya ide pokok atau
informasi penting lainnya yang belum ditulis.
E. Membuat Tugas dan Proyek Tentang Teks Laporan
Berikut adalah tata cara penyusunan teks laporan
Secara umum, laporan penelitian terdiri atas tiga bagian besar yaitu
pendahuluan, isi, dan penutup.
Pendahuluan
Bagian ini terdiri dari halaman judul, abstrak, kata pengantar dan
daftar isi. Berikut penjelasan mengenai keempat sub bagian dalam
pendahuluan ini.
152
• Halaman Judul
Bagian ini dicantumkan judul penelitian, nama penyusun, nama lembaga,
nama tempat, dan tahun penyusunan laporan. Judul yang baik harus
menggambarkan keseluruhan isi laporan atau inti dari suatu laporan.
• Abstrak
Ini merupakan rangkuman dari isi laporan penelitian dalam format yang
sangat singkat. Abstrak seperti synopsis, karena dengan membaca abstrak
maka pembaca sudah dapat memahami apa yang disajikan dalam sebuah
laporan penelitian.
• Kata Pengantar
Bagian ini berisi ucapan syukur dan terima kasih dari peneliti atas
selesainya proses penelitian.
• Daftar Isi
Ini merupakan bagian dari laporan yang menunjukan garis besar judul
dan subjudul laporan yang memberi gambaran dan petunjuk tentang topik
apa saja yang dilaporkan.
Isi
Bagian isi merupakan inti dari laporan penelitian. Pada bagian ini,
diuraikan segala hal yang berkaitan dengan proses penelitian dan
hasilnya. Bagian isi terdiri atas bab-bab berikut ini :
• Pendahuluan
Pada bagian ini peneliti mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab
pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa, dan mengapa penelitian
dilakukan. Pada bab ini, ditampilkan perumusan masalah, ruang lingkup,
serta kegunaan teoritis dan praktis dari laporan penelitian.
153
• Kerangka Teori
Bagian ini berisi uraian tentang penelaahan teori dan hasil penelitian
terdahulu yang terkait. Peneliti dapat membandingkan, mengkontraskan,
atau meletakan kedudukan masing-masing dalam masalah yang sedang
diteliti untuk kemudian menyatakan pendirian peneliti yang disertai
dengan alasan-alasannya.
• Metode Penelitian
Ini adalah bagian yang menjelaskan tentang apa yang dilakukan peneliti
dan cara bagaimana penelitian dilakukan. Biasanya bagian ini
menjelaskan aspek yang terlibat langsung dalam penelitian seperti subjek
(populasi, sampel, dan teknik sampling), desain dan pendekatan ilmiah,
serta teknik pengumpulan data.
• Pelaksanaan Penelitian
Bagian ini peneliti menguraikan proses pelaksanaan penelitian yang
meliputi pengolahan dan analisis data, validasi instrument penelitian,
proses pengumpulan dan penyajian data, analisis data, serta hasil analisis.
• Hasil Penelitian dan Pembahasan
Di bagian ini dipaparkan seluruh hasil penelitian, pembahasan, dan
diskusi yang telah dilakukan.
• Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan berisi ulasan singkat tentang permasalahan yang
dipertanyakan sekaligus dengan jawabannya yang merupakan hasil
penelitian yang dibuat singkat, padat, dan jelas. Saran yang ditujukan
peneliti kepada calon peneliti selanjutnya tentang bagian yang belum
disentuh, sehingga diharapkan bisa menyempurnakan penelitian yang
telah dibuat.
154
Penutup
Pada bagian penutup, kita akan diajak berkenalan dengan beberapa sub
bagian seperti lampiran, indeks dan daftar pustaka. Apa yang
membedakan?
• Lampiran
Ini adalah bagian yang berisi keterangan tambahan yang berkaitan dengan
isi laporan penelitian seperti dokumen khusus, instrument pengumpul
data, ringkasan hasil pengolahan data, tabel peta atau gambar.
• Indeks
Bagian ini berisi urutan kata-kata, istilah, atau nama penting yang
terdapat dalam laporan penelitian.
• Daftar Pustaka
Bagian ini berisi semua sumber atau rujukan baik uku maupun media
elektronik, yang digunakan sebagai penunjang dalam penulisan dan
pelaksanaan penelitian.
155
BAB XII
MEMAHAMI DAN MAMPU MENGAKTUALISASIKAN DIRI
MELALUI ARTIKEL ILMIAH
A. Menelusuri dan menganalisis model teks artikel ilmiah
Menulis merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari
kegiatan akademik. Sebagai Mahasiswa memiliki data dan permasalahan
yang dapat menjadi sumber dan bahan tulisan. Dengan tulisan itulah,
Mahasiswa dapat menganalisis akar masalah dan gagasan untuk
156
menyelesaikan masalah tersebut. Tulisan yang nantinya dihasilkan oleh
Mahasiswa merupakan upaya mengembangkan pemahaman dalam
kegiatan pembelajaran. Mengembangkan ilmu pengetahuan tidak lengkap
jika hanya berpikir saja, perlu menulis ide-ide, gagasan-gagasan, dan
pemikiran tersebut (Gunawan, 2014).
Kemampuan menulis memerlukan kemampuan memahami dan
analisis secara mendalam terhadap suatu topik atau fenomena yang
menjadi ulasan tulisan. Kemampuan tersebut diperlukan dalam
pengembangan karier secara profesional.
Ilmu pengetahuan (science) adalah kumpulan tertib catatan-catatan
ilmiah (scientific records), yaitu, pengamatan (observations) tentang
dunia alami yang dibuat melalui prosedur yang terdefinisi dengan baik
dan catatan-catatan ilmiah diarsipkan dalam bentuk standar, makalah
penelitian ilmiah atau “scientific research paper“ (Katz, 2009). Salah satu
bentuk publikasi ilmiah adalah jurnal ilmiah sangat penting dalam
mencatat temuan dari para peneliti di seluruh dunia (Abdillah, 2012).
Aturan penulisan ilmiah banyak digunakan ketika akan membuat artikel
atau makalah ilmiah baik untuk jurnal, konferensi, maupun seminar.
Standar penulisan yang digunakan untuk penulisan ilmiah biasanya sudah
baku dan telah dikenal luas oleh para peneliti di bidangnya. Hasil
penelitian (laporan) yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan halaman
harus disebarluaskan atau dipublikasikan. Diseminasi hasil penelitian
biasanya dilakukan melalui seminar, conference, symposium, atau
workshop. Sedangkan publikasi ilmiahnya bisa dalam bentuk artikel pada
jurnal ilmiah atau buku. Makalah yang didesiminasikan biasanya berupa
ringkasan dalam jumlah halaman yang padat, bisa 4-6 halaman saja.
Untuk publikasi dalam bentuk artikel jurnal ilmiah bisa lebih banyak
sedikit mencapai belasan atau tiga puluhan halaman. Sedangkan untuk
publikasi dalam bentuk buku bisa agak lebih longgar lagi jumlahnya.
157
Dengan menelusuri model artikel ilmiah, Anda akan mengetahui
cara menyusunnya. Ternyata artikel ilmiah ditata menurut konvensi yang
berlaku di lingkungan akademik secara internasional Konvensi itu harus
dikuti. Kalau tidak, Anda sebagai insan akademik tidak akan dapat
menyesuaikan diri dan tidak dapat mengambil bagian secara penuh dalam
percaturan keilmuan Pendek kata, dengan artikel ilmiah Anda dapat
mengomunikasikan kompetensi keilmuan Anda kepada pihak lain.
Artikel Imiah merupakan salah satu jenis teks akademik Artikel
ilmiah biasanya diterbitkan pada jurnal ilmiah, yaitu terbitan berkala yang
berisi kajian-kajian Ilmiah di bidang tertentu (Rifal, 1995 57-95). Jenis-
jenis teks akademik yang lain adalah buku, laporan penelitian, tesis
disertasi, ulasan, dan sebagainya. Telah Anda ketahui bahwa artikel
ilmiah dapat digolongkan menjadi artikel penelitian dan artikel
nonpenelitian (serta artikel ilmiah populer, sebagai subjenis yang lain)
Artikel ilmiah ditata menurut konvensi yang berlaku di lingkungan
akademik secara internasional. Artikel ilmiah biasanya diterbitkan pada
jurnal ilmiah, yaitu terbitan berkala yang berisi kajian-kajian ilmiah di
bidang tertentu (Rifai, 1995:57-95). Artikel ilmiah digolongkan menjadi
artikel penelitian dan artikel nonpenelitian (serta artikel ilmiah populer,
sebagai subjenis yang lain). Sesuai dengan namanya, artikel penelitian
didasarkan pada penelitian.
Pada dasarnya, artikel penelitian adalah laporan penelitian yang
disajikan dalam bentuk artikel. Artikel nonpenelitian tidak didasarkan
pada penelitian, dan biasanya merupakan ulasan konsep. Karena itu,
artikel nonpenelitian juga disebut artikel konseptual (Wiratno, 2014),
Artikel konseptual pada umumnya berisi pemikiran teoretis mengenal
sesuatu yang disajikan melalui analisis secara kritis. ilmiah populer relatif
sama dengan artikel konseptual, yaitu artikel ilmiah yang lebih bergaya
informal yang antara lain ditandai oleh penggunaan bahasa sehari-hari.
158
Apabila artikel penelitian dan artikel konseptual dipublikasikan di jurnal
atau dipresentasikan di forum seperti lokakarya dan seminar, artikel
ilmiah populer biasanya dimuat di koran atau majalah, khususnya di
kolom opini.
1. Mengeksplorasi Struktur Teks pada Artikel Ilmiah
Baik artikel penelitian maupun artikel konseptual ditulis menurut
konvensi yang berlaku di masyarakat akademik, sedangkan artikel ilmiah
populer tidak terlalu terikat oleh konvensi. Secara berturut-turut semua
jenis artikel itu akan Anda eksplorasi dengan mengacu kepada pendapat
beberapa ahli. Dengan cara ini, Anda akan memahami formulasi setiap
jenis artikel ilmiah dan akan dapat menulisnya dengan lebih baik
a. Struktur Teks pada Artikel Penelitian dan Artikel Konseptual
Hal yang paling utama pada konvensi penulisan artikel penelitian
adalah struktur teksnya. Menurut Cargill dan O’Connor (2009: 9-13),
artikel penelitian terikat oleh: “conventional article structure: AIMRaD
(Abstract, Introduction, Materials and Methods, Results, and Discussion)
and its variations”. Dalam bahasa Indonesia, struktur teks itu adalah
abstrak^pendahuluan^materi^metode^hasil^pembahasan. Konvensi ini
juga dikenal dengan IMRD (Introduction^Method^Results^Discussion–
atau Pendahuluan ^Metode^Hasil^Pembahasan).
Tampak bahwa struktur teks artikel penelitian menurut Cargill dan
O’Connor kurang lengkap. Pada formulasi tersebut, abstrak tidak selalu
dinyatakan; sementara itu, tinjauan pustaka dan simpulan juga tidak
disertakan. Pada praktik penulisan artikel penelitian, abstrak biasanya
ditampilkan di bagian awal, dan untuk struktur teks yang tidak lengkap,
tinjauan pustaka disisipkan pada pendahuluan, serta simpulan disisipkan
pada pembahasan.
Di pihak lain, menurut Lin dan Evans, konvensi di atas bukan satu-
satunya konvensi yang wajib diikuti. Mereka mengungkapkan bahwa:
159
“the ‘standard’ IMRD pattern is still one of the major structural patterns
in empirical Ras, but is by no means the default option for organizing
such studies. Instead, the most frequently used patterns in the corpus are
ILM[RD]C and IM[RD]C” (Lin & Evans, 2012: 158). Pada temuan Lin
dan Evans, Abstract tidak disertakan ke dalam struktur artikel ilmiah,
tetapi Bab L (Literature Review) dan C (Conclusion) dimasukkan,
sehingga formulasi itu tampak lebih lengkap. Sebaliknya, formulasi
Cargill dan O’Connor kurang lengkap, meskipun abstract dimasukkan ke
dalamnya.
Terlepas apakah formulasi struktur teks artikel penelitian yang
dikemukakan oleh Cargill dan O’Connor serta Lin dan Evans lengkap
atau tidak, kedua formulasi itu mengisyaratkan bahwa struktur teks artikel
penelitian menunjukkan struktur berpikir 189 dan tahapan-tahapan
pembabakan yang jelas. Dengan menggabungkan kedua formulasi di atas,
struktur teks artikel penelitian dapat disusun kembali menjadi: abstrak^
pendahuluan^tinjauan pustaka^metodologi penelitian^hasil^pembahasan
^simpulan (Wiratno, 2014). Formulasi struktur teks yang demikian itu
lebih dapat mewadahi pokok-pokok pikiran dan bab-bab laporan
penelitian yang dinyatakan dalam bentuk artikel penelitian yang
dimaksud.
Sementara itu, pada umumnya, formulasi struktur teks artikel
konseptual atau artikel nonpenelitian lebih bervariasi. Struktur teks yang
sering dijumpai di jurnal-jurnal ilmiah adalah
abstrak^pendahuluan^tinjauan pustaka^pembahasan^simpulan (Wiratno,
2014). Kenyataan itu antara lain disebabkan oleh luas tidaknya cakupan
pokok persoalan yang disajikan di dalamnya dan beragam tidaknya
preferensi yang dipilih oleh penulis. Berbeda dengan artikel penelitian,
karena artikel konseptual tidak ditulis berdasarkan penelitian, tentu saja
160
artikel tersebut tidak mengandung metodologi penelitian dan presentasi
data atau presentasi hasil. Untuk itu, tahap metodologi dan hasil tidak
diperlukan.
Struktur teks artikel konseptual lebih fleksibel daripada struktur
teks artikel penelitian. Kefleksibelan itu bahkan sering berdampak pada
pemberian judul pada tahapan-tahapan yang tidak selalu sama dengan
nama-nama tahapan pada struktur teks Hal ini masih dapat diterima
asalkan esensi isi masing-masing tahapan tersebut tidak hilang, dan genre
mikro yang terkandung di dalamnya juga tidak diabaikan
b. Struktur Teks pada Artikel Ilmiah Populer
Seperti struktur teks pada artikel konseptual, struktur teks pada
artikel ilmiah populer tidak kaku, bahkan sering disusun menurut
kehendak penulisnya. Hal ini tidak berarti bahwa artikel ilmiah populer
tidak mempunyai struktur teks sama sekali. Pada umumnya, artikel ilmiah
populer dipublikasikan di koran atau majalah sebagai tulisan opini. Pada
konteks ini, artikel ilmiah populer dapat disebut artikel opini.
Untuk menghemat ruang, artikel tersebut ditata dengan judul dan
subjudul yang hanya memanfaatkan sedikit kata. Selain judulnya singkat,
bagian yang diberi subjudul biasanya hanyalah bagian isi yang dianggap
sangat penting, dan bagian pendahuluan atau penutup tidak pernah diberi
subjudul. Bahkan, sering sekali seluruh artikel tidak mengandung
subjudul. Secara keseluruhan, artikel dengan karakteristik struktur teks
seperti itu berbentuk esai. Pada umumnya, esai ditulis dengan genre
eksposisi atau diskusi. Dengan demikian, struktur teksnya pun adalah
struktur teks eksposisi atau diskusi
Dari mata pelajaran di SMP/MTs dan SMA/MA, Anda sudah
sangat mengenal bahwa eksposisi mempunyai struktur teks pernyataan
tesis^argumentasi^reiterasi dan diskusi mempunyai struktur teks
161
isu^argumentasi mendukung^argumentasi menentang^ simpulan dan
rekomendasi. Berbeda dengan artikel penelitian atau artikel konseptual,
artikel ilmiah populer tidak mengandung abstrak, sama seperti genre
eksposisi atau diskusi, juga tidak mengandung abstrak.
B. Mengevaluasi teks artikel ilmiah
Persepsi mengenai sebuah karya ilmiah seringkali dikaitkan dengan
sebuah penelitian. Dimana dalam penyusunan karya ilmiah sendiri harus
sesuai dengan kaidah dan sistematis yang ada.
Tujuan dituliskannya karya ilmiah adalah untuk menginformasikan
kepada masyarakat mengenai permasalahan yang terjadi. Yang mana
dalam penulisannya kita harus dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan
yang ada. Hal tersebut dikarenakan karya ilmiah yang baik harus dapat
dengan mudah dimengerti oleh khalayak umum.
Cara mengevaluasi karya ilmiah dapat dilakukan dengan
menggunakan teknik membaca cepat. Dengan membaca cepat, kita
mencoba memahami karya ilmiah yang ditulis dengan cepat. Jika dalam
membaca terdapat hal yang mengganjal bagi kita, tandailah bagian
tersebut dan jangan berhenti untuk mencoba memahaminya. Setelah
selesai membaca keseluruhan dari karya ilmiah tersebut, barulah kita
kembali pada bagian yang janggal tadi lalu mencoba memahaminya.
Tujuannya adalah untuk memahami kelancaran penjelasan dalam
penyusunan karya ilmiah.
Langkah selanjutnya adalah melakukan telaah pada karya ilmiah
tersebut dimulai dari judul penelitian, tema penelitian, identifikasi
masalah penelitian, manfaat penelitian, kerangka pemikiran, metode
penelitian analisis dan interpretasi data penelitian hingga penarikan
kesimpulan penelitian dan kontribusi penelitian.
Pada langkah ini, kita dapat mengetahui sejauh mana
penulisan sebuah karya tulis ilmiah, kita harus mengetahui fokus topik
162
yang diangkat. Kriteria ini merupakan kriteria yang luas, berkaitan
dengan konteks, tujuan, dan koherensi dari sepotong tulisan. Mengenai
fokus tulisan kita harus dapat mengerucutkan sebuah topik, hanya
menjadi satu fokus pembahasan saja. Fokus tersebut harus disesuaikan
dengan konteks, tujuan, dan kesanggupan sang penulis. Tujuannya sendiri
adalah agar pembahasan topik yang akan ditulis tidak terlalu melebar
kemana mana. Semakin kita memiliki fokus topik yang masih berantakan,
kita akan kesulitan untuk dapat membahasnya dan di telaah secara kritis
apakah judul penelitian telah mampu menjelaskan isi dari penelitian,
bagaimana alur pikir penelitian apakah deduktif atau induktif hingga pada
apakah kesimpulan yang ditarik data empiris yang digunakan.
Organisasi seringkali disebut sebagai pengaturan. Yang mana
pengaturan ini menyangkut mengenai kaidah dan sistematis dari
penulisan sebuah karya ilmiah. Selain itu, pengaturan juga tidak luput
dari penataan ketertiban dan tata letak kertas.
Secara umum, struktur penulisan karya ilmiah terbagi atas
pendahuluan, isi pembahasan, dan kesimpulan. Paragraf-paragraf yang
ditulis terfokus pada gagasan utama tunggal atau topik (kesatuan), dan
transisi di antara kalimat dan paragraf yang halus dan logis.
Sebuah rambles kertas kurang terorganisir, seringkali melayang di
antara topik yang tidak berhubungan. Yang mana hal tersebut seringkali
nampak dengan cara serampangan dan membingungkan.
Gaya penulisan sendiri secara tradisional berkaitan dengan
kejelasan, keanggunan presisi, dan sebuah stylist. Sebuah stylist yang
efektif tidak hanya mampu mengungkapkan apa yang ditulis dengan jelas
untuk penonton. Melainkan sebuah hal yang ditulis juga diharapkan bisa
menyenangkan pembaca dengan berbagai penggunaan diksi yang indah.
Seringkali untuk dapat membangun chemistri dengan pembaca,
penulis menggunakan bahasa penggugah seperti, metafora, irama, atau
163
kiasan. Penata Efektif bersusah payah untuk menuliskan sebuah karya
tidak hanya untuk membuat titik. Melainkan untuk membuatnya nampak
baik.
Penggunaan diksi yang tepat untuk sebuah karya ilmiah dirasa
sangatlah penting. Hal itu bertujuan untuk menciptakan daya tarik sendiri
untuk masyarakat. Seperti yang kita tahu, semua karya yang telah ditulis
pastilah memiliki pesan pesan yang akan disampaikan kepada para
pembacanya.
Namun, langkah pertama yang harus penulis lakukan adalah
menciptakan ketertarikan masyarakat terlebih dahulu terhadap bacaannya.
Salah satunya dengan menggunakan gaya penulisan yang tepat dan tidak
berlebihan.
Konvensi meliputi tata bahasa, mekanik, tanda baca, format, dan
isu-isu lain yang ditentukan oleh konvensi atau aturan. Dalam penulisan
sebuah karya ilmiah sangat identik dengan adanya sistematis dan aturan
kaidahnya. Kaidah tata bahasa dan tanda baca sangat perlu diperhatikan
dalam penulisan sebuah karya ilmiah.
Meskipun banyak Mahasiswa berjuang dengan konvensi,
pengetahuan mengenai di mana untuk menempatkan koma dalam sebuah
kalimat biasanya tidak sepenting apakah kalimat yang berharga untuk
menulis di tempat pertama. Namun demikian, kesalahan yang berlebihan
mengenai tanda baca dan tata bahasa dapat membuat seorang penulis
brilian tampak ceroboh atau bodoh. Yang mana hasil ditulisannya yang
sebenarnya memuat topik yang bagus, dapat dipandang memiliki kualitas
yang buruk.
164
BAB XIII
MEMAHAMI DAN MAMPU BERPIDATO DAN DEBAT
1.Pengertian Pidato
Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan
kepada orang banyak atau wacana yang disiapkan untuk diucapkan didepan
umum. Pidato umumnya ditujukan kepada orang atau sekumpulan orang untuk
menyatakan selamat, menyambut kedatangan tamu, memperingati hari-hari
besar dan lain sebagainya.
Isi pembicaraan didalam pidato akan menjelaskan mengenai ide dan petunjuk.
Tak jarang juga orang yang melakukan pidato akan memberikan nasihat-nasihat
kepada para pendengarnya. Hal itu tergantung pada konteks atau kondisi dari
pidato tersebut.
-Pengertian pidato menurut para ahli
1.Emha Abdurrahman
Pengertian pidato menurut Emha Abdurrahman adalah sebuah kegiatan
berbicara di depan umum. Pidato dilakukan untuk menyampaikan sebuah
pendapat atau uraian. Pidato dilakukan oleh seseorang secara lisan. Informasi di
dalam pidato menjelaskan mengenai suatu hal atau sebuah masalah. Pidato akan
dilakukan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang jelas pada waktu tertentu
di hadapan banyak orang. M. Djen Amar
2.M. Djen Amar
Pidato adalah sebuah hal yang mengaitkan kepada tiga hal. Pertama, pembicara
atau komunikator yang menyampaikan sesuatu dengan lisan. Kedua berkaitan
dengan isi pembicaraan, isi pidato atau pesan yang termasuk ke dalam pesan
atau message lisan. Ketiga pendengar atau hadirin yang hadir dan
mendengarkan, mereka disebut komunikan di dalam komunikasi.
- Berdasarkan pengertian secara umum dan menurut para ahli, dapat diambil
kesimpulan mengenai pengertian pidato. Pidato adalah sebuah penyampaian
pesan dari seorang pembicara kepada para pendengar. Pidato dilakukan di
165
dalam situasi komunikasi yang khusus. Tujuannya bermacam-macam, bisa
untuk menghibur, menginformasikan sesuatu atau membujuk.
Tak jarang pula pidato bertujuan untuk menyentuh emosi dari para pendengar.
Kegiatan dari pidato tersebut membutuhkan bahasa yang formal dan dibutuhkan
pula struktur yang benar. Hal-hal tersebut dilakukan tergantung pada
pendengarnya.
2.Cara menyampaikan pidato
Menyampaikan pidato atau berpidato adalah berbicara dihadapan orang banyak
(didepan umum) dalam rangka menyampaikan suatu masalah untuk mencapai
suatu tujuan tertentu, Misalnya untuk bermusyawarah, memberikan rujukan dan
sebagainya.
Berpidato juga merupakan suatu kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan
dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek
nonkebahasaan (ekspresi wajah, kontak pandang, Gerakan tangan dan lain-lain)
yang dapat mendukung efesiensi dan efektifitas pengungkapan gagasan kepada
orang banyak dalam suatu acara tertentu.
Hal-hal yang perlu di siapkan oleh orang yang berpidato sebagai berikut
1. Menentukan topik dan tujuan pidato
2. Menganalisis pendengaran dan situasi
3. Memilih topik dan menyempitkan topik
4. Mengumpulkan materi pidato
5. Menyusun dan mengembangkan kerangka pidato
6. Menguraikan secara mendetail
7. Melatih dengan suara nyaring
3. Jenis-jenis pidato
Berdasarkan pada sifat isi pidato, pidato dibedakan sebagai berikut :
1. Pidato Pembukaan, yaitu pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa
acara atau MC (Master Of Ceremony) dalam sebuah acara, seperti acara
pernikahan, ulang tahun.
2. Pidato Pengarahan, yaitu pidato yang dilakukan oleh seseorang pada
suatu pertemuan resmi yang berfungsi untuk memberi pengarahan dalam
166
melakukan sesuatu, seperti pidato dekan dalam mengarahkan acara KKN
mahasiswa.
3. Pidato Sambutan, yaitu pidato yang disampaikan pada suatu acara
kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa
orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian, seperti pidato pada
acara perpisahan sekolah.
4. Pidato Peresmian, yaitu pidato yang dilakukan oleh orang yang
berpengaruh untuk meresmikan sesuatu, seperti pidato peresmian Gedung
baru oleh rektor.
5. Pidato Laporan, yaitu pidato yang berisi laporan suatu tugas atau kegiatan
yang telah selesai dilaksanakan, seperti pidato laporan ketua kelompok
KKN mengenai kegiatan-kegiatan KKN yang dilakukan di desa.
6. Pidato Pertanggungjawaban, yaitu pidato yang berisi suatu laporan
pertanggungjawaban, seperti pidato pertanggungjawaban ketua koperasi
pada rapat akhir tahun.
167
4. Pengertian debat
Pengertian debat sebenarnya banyak sekali, ada banyak perspektif terkait
definisi debat. Menurut Wusu Hendrikus, debat merupakan adu argumentasi
antara individu atau kelompok dengan tujuan mencapai sebuah kemenangan
satu pihak. Pada intinya, debat bertujuan untuk mempertahankan pendapat dan
alasan seseorang agar diikuti oleh lawan debat, pengikut, dan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita akrab dengan aktivitas debat. Dari
perlombaan sekolah, acara formal, televisi, dan sosial media di gawai kita.
Acara debat yang paling menyita perhatian warga Indonesia tentu debat
menjelang pemilu.
Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum berdebat. Debat tidak hanya
sekedar berbicara begitu saja. Aktivitas debat merupakan sebuah perpaduan dari
keterampilan berbicara dan pengetahuan yang lengkap terkait topik yang akan
didebatkan. Tanpa persiapan yang matang, maka kemungkinan sulit untuk
memenangkan perdebatan
menurut J. S. Kamdhi (1995), pengertian debat yakni suatu pembahasan atau
tukar pendapat oleh setiap peserta tentang suatu pokok masalah, dimana setiap
peserta boleh memberikan alasan atau argumen untuk mempertahankan
pendapatnya.
5. Tujuan debat,Ciri-ciri,dan unsur-unsur debat?
Tujuan debat
• Melatih argumentasi
Melatik dan memenangkan argumentasi kepada orang lain. Sehingga ide
gagasan yang ditawarkan seseorang dapat dpertimbangkan atau dipilih
oleh orang-orang yang menyimak suatu debat.
• Menunjukkan kelebihan dan kebenaran
Menunjukkan kelebihan dan kebenaran argumentasi kepada orang lain.
Sehingga dapat dilihat di mana kelebihan ide gagasan yang ditawarkan.
• Menanggapi sudu pandang berbeda
Menanggapi persoalan dari sudut pandang orang lain. Sehingga orang
lain dapat memahami makna atau ulasan ide gagasan kita dan membuka
pemikiran atau sudut pandang lainnya.
168
• Melatih keberanian
Melatih keberanian atau mentalitas dalam mengekspresikan pendapat
seseorang di depan umum.
• Kemampuan menanggapi
Debat membantu meningkatkan kemampuan menanggapi suatu masalah
selama jalannya debat.
Ciri-ciri debat
Debat memiliki dua sudut pandang, yaitu sudut pandang pihak afirmatif dan
sudut pandang pihak negatif. Dapat dikatakan pihak afirmatif ketika orang
tersebut setuju pada topik yang didebatkan. Sementara pihak negatif adalah
pihak yang tidak menyetujui topik debat itu sendiri.
1.Terjadi adu pendapat dan argumen untuk mempertahankan argumen dan
mendapatkan kemenangan
2.Terjadi sesi tanya jawab yang bersifat menjatuhkan atau mematahkan
argumen lawan
3.Setiap debat mengutamakan antara pihak pro dan pihak kontra
4.Satu sama lain saling mempertahankan pendapat atau argumennya masing-
masing
5.Cara menentukan pemenang, dapat dilakukan berdasarkan keputusan seorang
juri atau bisa juga dengan voting dari tim juri
6.Setiap terjadi perdebatan, diperlukan pihak penengah atau biasa disebut
moderator. Moderator memiliki peran untuk memimpin jalannya debat.
7.Menaati prosedur dan aturan debat, yang mana prosedur itu bertujuan untuk
melindungi sekaligus mempertahankan argumen kedua belah pihak.
Dari ciri-ciri debat yang sudah disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa ciri-ciri debat adalah terdiri dari dua pendebat, ada moderator sekaligus
juri, atau penunjukkan juri khusus apabila sebuah perlombaan debat.
Unsur-unsur debat
Tidak hanya pengertian, fungsi, tujuan, dan ciri-ciri dari debat. Debat memiliki
beberapa unsur penting, sebagai berikut:
1. Adanya Topik atau masalah yang dibahas
169
Debat tanpa topik atau masalah yang dibahas sama halnya makanan tanpa
bumbu, akan terasa hambar. Debat dapat terselenggara apabila ada topik atau
masalah yang diangkat dan dibahas. Istilah topik yang diusulkan biasa disebut
juga dengan mosi.
2. Tim Afirmatif
Tim afirmatif atau tim pro dapat diartikan sebagai tim yang mendukung topik.
Tugas dari tim afirmatif atau tim pro adalah memberikan pendapat atau
argumen yang mendukung usulan. Peran tim afirmatif wajib karena akan
melawan tim kontra.
3. Tim Negatif atau Tim Kontra
Ada tim afirmatif atau tim pro, ada tim negatif atau tim kontra, itulah unsur-
unsur yang harus dipenuhi dalam aktivitas debat. Tugas dari tim negatif atau tim
kontra sendiri yakni menyampaikan ketidaksetujuan atau pendapat yang
menolak usulan dengan mematahkan argumen yang disampaikan tim pro.
4. Pihak netral
Pihak netral dibutuhkan dalam sebuah perdebatan guna memberikan dukungan
dan semangat kepada kedua belah pihak, baik yang pro maupun yang kontra.
Seperti namanya, pihak netral tidak diizinkan mendukung salah satu pihak.
5. Moderator
Moderator merupakan unsur yang tidak kalah penting. Moderator memiliki
fungsi untuk memimpin sebuah perdebatan agar sesuai prosedur debat dan
memandu pembahasan topik agar tidak keluar dari pembahasan.
6. Penulis atau Notulen.
Dalam sebuah aktivitas debat membutuhkan seseorang yang bertugas untuk
mencatat segala pendapat yang disampaikan oleh pihak pro, pihak kontra,
moderator, bahkan tim netral yakni notulen. Pada dasarnya, notulen bertugas
170
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Artikel
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang
tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan di media daring maupun cetak
dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan,
mendidik, dan menghibur. Artikel dapat dipahami sebagai suatu
rangkaian atau karangan yang dibuat berdasarkan fakta dan opini untuk
dipublikasikan di media, baik itu media cetak, media online, bahkan juga
sekarang banyak artikel yang diunggah di media sosial. Penulisan artikel
sendiri sebenarnya mengandung tujuan untuk menyampaikan suatu
gagasan yang memuat data dan fakta. Gagasan dalam artikel pada
akhirnya dapat dapat mendidik, meyayinkan, dan juga menjadi saran
171
hiburan bagi pembaca. Selain itu, topik, tema, atau gagasan dalam sebuah
artikel dapat disajikan dalam bentuk opini. Opini ini biasanya digunakan
untuk menanggapi suatu permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat
sekaligus memberikan solusi dari permasalah tersebut. Hal yang perlu
diperhatikan dalam menulis artikel yakni seluruh opini dan solusi yang
disampaikan harus berangkat dari fakta dan data yang akurat, sehingga
artikel dapat diuji kebenarannya.
Untuk tujuan artikel sendiri dapat dilihat dengan menggunakan 2
sudut pandang, yaitu tujuan dari penulis artikel dan tujuan dari pembaca.
Berikut ini adalah 2 tujuan artikel, diantaranya yakni :
1. Tujuan atau manfaat yang didapatkan oleh penulis artikel, sebagai berikut:
a. Sarana untuk menyampaikan gagasan,
b. Sarana untuk berpikir secara sistematis,
c. Sarana publikasi hasil pemikiran secara ilmiah,
d. Sarana untuk menguraikan atau membahas pokok masalah yang
telah ditentukan oleh peneliti,
e. Sarana untuk menjelaskan atau membahas suatu masalah sesuai
bidang ilmu tertentu.
2. Tujuan atau manfaat yang bisa didapatkan oleh pembaca artikel, sebagai
berikut:
a. Sarana mendapatkan pengetahuan dan informasi
b. Sarana untuk mengedukasi
c. Sarana hiburan bagi pembaca
B. Ciri – ciri dan Struktur Artikel
1. Ciri – ciri Artikel
Setelah paham dengan pengertian dan tujuan dari artikel, baik dari
sudut pandang penulis maupun pembaca, selanjutnya Kamu akan
diajak untuk mempelajari tentang ciri-ciri dari artikel. Ciri-ciri dari
172
artikel dapat digunakan untuk membedakan artikel yang satu dengan
yang lainnya. Secara khusus, ciri-ciri artikel dapat Kamu gunakan
untuk mengidentifikasi sebuah artikel. berikut ini adalah ciri-ciri dari
artikel yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:
a. Artikel ditulis secara ringkas, padat, dan jelas
Suatu artikel harus ditulis dan disusun dengan menggunakan
bahasa yang ringkas, padat, dan jelas. Penulis artikel tersebut
bertujuan untuk lebih memudahkan pembaca dalam memahami isi
dari artikel. Selain itu, artikel juga sebaiknya menggunakan
bahasa yang komunikatif dan bertele-tele. Hal ini yang membuat
beberapa pihak sering menyebut artikel sebagai sebuah karya
ilmiah populer.
b. Isi tulisan dalam artikel mengandung fakta dan opini
Selanjutnya, ciri kedua dari artikel yaitu harus artikel yang
disampaikan harus mengandung fakta dan opini berdasarkan
sudut pandang yang objektif, tidak menyudutkan salah satu pihak,
dan dilengkapi dengan data pendukung yang teruji kebenaranya.
Hal ini dikarenakan seluruh tulisan dalam sebuah artikel
sebenarnya adalah peristiwa yang benar-benar terjadi atau nyata
dan bukan sebuah karangan imajinatif dari seorang penulis.
c. Artikel menggunakan bahasa yang formal, lugas, dan efektif
Berikutnya, ciri ketiga dari artikel adalah penggunaan bahasa yang
formal sekaligus kalimat yang lugas dan efektif. Hal ini
dimaksudkan agar artikel memiliki isi yang lebih padat dan berisi.
d. Penulisan artikel dibuat dengan sistematis
Kemudian, ciri keempat dari artikel adalah penulisan yang dibuat
secara sistematis pada beberapa bagian tertentu. Penulisan yang
sistematis pada dasarnya dapat membuat pembaca lebih mudah
dalam memahami isi dari artikel.
173
e. Bersifat faktual dan informatif
Terakhir, ciri dari artikel adalah harus memiliki sifat yang faktual
dan informatif. Artikel bersifat faktual pada dasarnya dapat
dipahami sebagai sebuah artikel yang ditulis berdasarkan
kenyataan dan memuat kebenaran. Sementara, artikel bersifat
informatif mengandung maksud untuk memberikan informasi
yang berangkat dari hasil penelitian, sehingga dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Struktur sebuah Artikel
Secara umum, struktur artikel terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian
Pernyataan pendapat atau tesis, bagian argumentasi, dan bagian
pernyataan ulang atau reiterasi. Berikut penjelasannya:
a. Pernyataan pendapat atau tesis
Bagian pada struktur artikel ini berisi uraian aktual yang penting
untuk dijadikan pijakan pembahasan di dalam artikel.
b. Argumentasi
Kemudian, bagian argumentasi yang berisi permasalahan yang
coba dibahas dan akan dikupas secara faktual dan informatif.
c. Pernyataan ulang atau Reiterasi
Bagian struktur artikel yang terakhir yakni berisi kalimat kunci
yang merangkum pembahasan ke dalam bentuk simpulan.
C. Jenis – jenis Artikel
Secara umum, artikel dapat dibedakan menjadi lima jenis.
Penjelasan selengkapnya tentang jenis-jenis artikel adalah sebagai
berikut:
1. Artikel narasi
174
Jenis pertama dari artikel adalah artikel narasi. Artikel narasi adalah
jenis artikel yang komunikatif dimana isinya menceritakan tentang
rangkaian peristiwa secara sistematis atau dengan alur yang mengalir.
Isi artikel narasi lebih banyak berupa data dibanding analisis. Tujuan
dari artikel adalah memberikan informasi mengenai suatu kejadian
seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa yang
diceritakan. Contoh artikel narasi antara lain biografi, autobiografi,
dan kisah pengalaman.
2. Artikel deskripsi
Jenis kedua dari artikel adalah artikel deskripsi. Artikel deskripsi
adalah karya tulis ilmiah yang menjelaskan tentang suatu
problematika di masyarakat dengan memberikan penjelasan serta
solusi yang bisa dilakukan. Sehingga pembuatan dalam penulisannya
dikembangkan dengan berdasarkan pada rujukan atau referensi.
3. Artikel eksposisi
Jenis ketiga dari artikel adalah artikel eksposisi. Artikel eksposisi
adalah jenis artikel yang isinya menjelaskan atau memberikan
informasi mengenai suatu topik agar menambah pengetahuan
pembacanya. Artikel eksposisi biasanya dilengkapi dengan gambar,
grafik, dan informasi pendukung lainnya.
4. Artikel argumentasi
Jenis keempat dari artikel adalah artikel argumentasi. Artikel
argumentasi adalah suatu karangan yang tujuannya ingin
membuktikan kebenaran sebuah pendapat dengan menyajikan data/
fakta sebagai alasan. Di dalam artikel argumentasi biasanya terdapat
unsur opini dan data, serta fakta sebagai pendukung opini.
5. Artikel persuasi
175
Jenis kelima dari artikel adalah artikel persuasi. Tujuan pembuatan
artikel adalah untuk mempengaruhi pembaca sehingga bersedia
melakukan sesuatu yang dianjurkan oleh penulis. Artikel jenis ini
biasanya digunakan untuk campaign, misalnya dalam bidang politik,
pendidikan, iklan, atau propaganda.
D. Pengertian submit Artikel dan tata cara submit sebuah Artikel
1. Pengertian Submit Artikel
Artikel ilmiah yang sudah disusun tentu perlu segera dipublikasikan,
apabila masih pemula dalam hal ini maka bisa mempelajari dulu tata
cara submit jurnal. Submit jurnal artinya melakukan submit atau
mengirimkan naskah artikel ilmiah ke penerbit jurnal. Proses ini bisa
dilakukan secara online, apalagi nyaris semua penerbit menyediakan
layanan online. Menyerahkan ke jurnal berarti mengirimkan atau
mengirimkan naskah artikel ilmiah ke penerbit jurnal. Proses ini dapat
dilakukan secara online, terutama karena hampir semua penerbit
menawarkan layanan online. Tahap penyerahan merupakan tahap
awal dari proses publikasi berbagai jurnal ilmiah.
Tahap submit menjadi tahap awal dari rangkaian proses publikasi
jurnal ilmiah. Setelah proses submit ini selesai atau sukses dilakukan
maka tinggal menunggu proses review dari pihak penerbit jurnal.
Terdengar mudah memang, hanya saja masih banyak mahasiswa
maupun dosen dan peneliti yang kesulitan untuk melakukan submit
tersebut.
Belum lagi ada resiko bertemu dengan jurnal predator, sehingga
merugikan pihak peneliti yang juga merupakan penulis naskah artikel
ilmiah. Proses publikasi artikel ilmiah melalui jurnal juga
membutuhkan waktu tidak sebentar. Bisa memakan waktu enam
bulan atau mungkin lebih bergantung pada banyak faktor.
176
2. Tata Cara Melakukan Submit Pada Artikel
Bagi siapa saja yang sudah pernah mempublikasikan artikel ilmiah,
memang metode yang bisa dipilih cukup beragam. Tidak hanya bisa
dipublikasikan melalui jurnal ilmiah saja, bisa juga lewat seminar,
maupun metode lainnya. Hanya saja untuk publikasi lewat jurnal
adalah yang paling umum dan tentunya diakui oleh pihak
Kemendikbud.
Publikasi artikel ilmiah yang berisi hasil penelitian maupun yang
lainnya membutuhkan jasa penerbit jurnal. Penerbit jurnal ini sangat
banyak, beberapa sudah terakreditasi dan beberapa lagi belum.
Sejumlah penerbit jurnal juga termasuk ke dalam jurnal “abal-abal”,
dikatakan demikian karena sifatnya tidak resmi dan tidak kredibel.
Penerbit jurnal bisa ditemukan dengan mudah di internet, dan perlu
memilih penerbit yang memang kredibel. Sehingga jangan asal dalam
memilih penerbit jurnal karena dikhawatirkan akan terjebak oleh
jurnal predator yang masuk kategori jurnal abal-abal tadi. Sehingga
penulis sudah keluar biaya namun artikel yang dikirimkan tidak
kunjung dipublikasikan. Berhubung pilihan penerbit jurnal ini juga
sangat banyak, termasuk penerbit yang terakreditasi tadi. Maka para
penulis penting untuk memilih penerbit yang dirasa paling tepat untuk
mendukung kegiatan publikasi. Hanya saja usahakan hanya
melakukan cara submit jurnal di satu penerbit jurnal.
Kenapa? Sebab, ada kalanya seorang dosen atau mahasiswa mencoba
mengejar target untuk mempublikasikan jurnal secepatnya. Sehingga
melakukan submit artikel ke beberapa penerbit jurnal sekaligus. Cara
ini tentu keliru, karena ada kemungkinan naskah artikel tadi
dipublikasikan beberapa penerbit sekaligus.
Jika hal ini terjadi, maka ada kemungkinan artikel ilmiah yang ditulis
akan diterbitkan oleh beberapa jurnal berbeda. Resikonya bisa
177
memunculkan self plagiarism yang tentu bisa menurunkan kualitas
artikel ilmiah dan kredibilitas penulis artikel ilmiah itu sendiri. Lalu,
untuk mencegah proses publikasi yang berjalan terlalu lama padahal
sedang dikejar target. Maka penulis artikel ilmiah bisa konsultasi dulu
dan menanyakan, butuh waktu berapa lama sampai naskah artikel
ilmiah bisa dipublikasikan terhitung sejak submit dilakukan.
Sehingga selaku penulis bisa memastikan berapa lama masa
publikasinya. Nantinya bisa dibandingkan ke penerbit jurnal lain, dan
kemudian memilih submit ke penerbit yang masa review dan lain-
lainnya paling singkat.Ada beberapa cara submit artikel: a. Cara
Submit Jurnal Sinta
1. Silahkan Kunjungi situs website OJS (Online Journal System)
2. Daftar “Register” Dengan Akun Kamu “Silahkan isi contact
form yang tersedia”
3. Selanjutnya, silahkan klik Make a New Submission
4. Kemudian, kamu bisa Isi Section “Pilih sebagai Article”
5. Di sini, kamu ceklist semua kesediaan yang tertera pada point
Submission Requirements
6. Klik Save and Continue
7. Selanjutnya, silahkan Masuk di bagian sesi Submit artikel dan
pilih Articel Text
8. Langkah berikutnya, Silahkan Upload File yang akan kamu
submit
(biasanya format Ms. Word)
9. Di sini, silahkan klik Continue
10. Lalu klik Continue lagi
11. Selanjutnya, silahkan klik Complete
12. Kemudian pilih Save And Continue
13. Sesi tersebut merupakan sesi Point Enter Metadata
178
14. Nah, setelah itu silahkan Isi bagian yang berbintang merah *
15. Di sini kamu bisa Isikan Judul, Abstract, Contributor (Penulis
selain penulis pertama) lalu terakhir Keyword artikel jurnal yang
akan kamu submit
16. Judul, Abstract, contributor dan keyword tambahkan sesuai
dengan artikel jurnal yang akan kamu submit.
17. lalu tekan Finish Submission
18. Setelah itu tekan OK
19. Submission Complete
b. Cara Submit Jurnal Di Google Scholar
1. Buka dan Login ke Google Scholar
Anda hanya dapat masuk dengan alamat email institusi Anda.
Jika Anda belum memiliki akun Google Cendekia, Anda dapat
mendaftar di sini terlebih dahulu.
2. Klik “Tombol +”
Setelah mengklik tombol “+” di bawah foto profil Anda, akan
muncul beberapa opsi seperti yang ditunjukkan.
Anda dapat menambahkan anggota tim penulis artikel,
menambahkan artikel secara otomatis, menambahkan artikel
secara manual, dan memperbarui akun Google Cendekia Anda.
3. Pilih “Tambahkan Artikel Secara Manual”
Jika Anda ingin menambahkan artikel yang sudah diterbitkan
tetapi belum terindeks di Google Cendekia, Anda bisa memilih
opsi
“Tambahkan artikel secara manual”.
Namun, jika Anda memilih “Tambah Artikel” maka Anda akan
diarahkan untuk menambahkannya secara otomatis.
179
Setelah Anda memilih Tambahkan Artikel Secara Manual, Anda
dapat memilih jenis artikel yang ingin Anda sertakan.
Baik dalam bentuk jurnal, hasil seminar nasional dan
internasional, bab buku, buku, tesis, paten, dll. Anda dapat
mengisi kolom yang tersedia sesuai kebutuhan.
Misalnya, jika Anda ingin memasukkan jurnal ilmiah, maka
Anda perlu menulis judul, penulis, tanggal publikasi, nama
jurnal, volume, edisi, nomor halaman dan penerbit seperti yang
ditunjukkan.
c. Cara Submit Jurnal Gratis
1. Bergabung Ke Asosiasi Tertentu
Salah satu cara untuk bisa menerbitkan jurnal adalah
dengan bergabung dengan asosiasi tertentu. Bergabung
dengan asosiasi tertentu memudahkan kita untuk
mendapatkan informasi tentang jurnal yang diterbitkan
sesuai dengan bidang ilmunya. Misalnya, jika Anda ingin
menerbitkan jurnal tentang kedokteran, Anda dapat
bergabung dengan asosiasi dokter yang menerbitkan jurnal
medis. Dengan bergabung dalam asosiasi, Anda juga
memiliki kesempatan untuk mengembangkan hubungan
dengan editor jurnal.
2. Mengirim Ke Lembaga Yang Menerbitkan Jurnal Internal
Cara lain untuk menerbitkan jurnal adalah dengan
mengirimkannya ke lembaga yang menerbitkan jurnal
inhouse. Beberapa lembaga sering memiliki jurnal internal
yang ditujukan untuk publikasi karya anggotanya. Misalnya,
sebuah universitas menerbitkan jurnal khusus untuk
mahasiswa atau dosen universitas tersebut.
180
3. Publikasi Jurnal Melalui OJS
OJS adalah singkatan dari Sistem Jurnal Terbuka. OJS
adalah platform manajemen dan penerbitan jurnal ilmiah
online.
Platform ini dikembangkan oleh Proyek Pengetahuan
Publik (PKP) dan dirilis di bawah Lisensi Publik Umum
GNU.
d. Cara Submit Jurnal Scopus
1. Referensi yang Diperpanjang
2. Ketahui semua informasi penting dalam jurnal
3. Artikel minimal 5000 – 7000 kata
4. Artikel baru harus jelas
5. Terjemahkan artikel dengan benar dan benar
6. Penulis lebih dari 1 (berbeda kampus, beda negara lebih bagus)
7. Catatan kepengarangan untuk publikasi penting
8. Hindari plagiarisme hingga 10
9. .Bekerja keras sampai diterima di Scopus
181
DAFTAR PUSTAKA
http://coretanwnh.blogspot.com/2013/09/sejarah-fungsi-dan-
kedudukan bahasa.html
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/627/Sekilas
%2 0Tentang%20Sejarah%20Bahasa%20Indonesia
http://furanaa.com/blog/kedudukan-dan-fungsi-bahasa-indonesia/
http://elgrid.wordpress.com/2011/11/06/kedudukan-bahasa-
indonesia/ http://blog-kuliah.blogspot.com/2012/12/fungsi-
bahasa-indonesia.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19936/4/Chapter
%20I.pdf
http://blogbersama1908.blogspot.com/2013/01/contoh-makalah-sejarah-
bahasa indonesia.html
http://coretanwnh.blogspot.com/2013/09/sejarah-fungsi-dan-
kedudukan bahasa.html
182
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/627/Sekilas
%2 0Tentang%20Sejarah%20Bahasa%20Indonesia
http://furanaa.com/blog/kedudukan-dan-fungsi-bahasa-indonesia/
http://elgrid.wordpress.com/2011/11/06/kedudukan-bahasa-
indonesia/ http://blog-kuliah.blogspot.com/2012/12/fungsi-
bahasa-indonesia.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19936/4/Chapter
%20I.pdf
http://blogbersama1908.blogspot.com/2013/01/contoh-makalah-sejarah-
bahasa indonesia.html
https://www.guruberbagi.net/2019/02/kaidah-struktur-bahasa-indonesia.html
https://www.ruangguru.com/blog/perkembangan-ejaan-bahasa-indonesia
https://tahtasalaisha.wordpress.com/2012/02/28/struktur-bahasa-
indonesia-sintaksis-3/
https://amp.kompas.com/skola/read/2021/06/30/115052769/ejaan-
pengertian-fungsipenulisan-
danpemakaiannya#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=16639234096311
&referrer=https%3A%2 F%2Fwww.google.com
https://www.google.com/search?q=struktur+bahasa+indonesia&oq=strukt
ur+bahasa+i&aqs=
chrome.2.69i57j0i512l9.6103j1j7&sourceid=chrome&ie=UTF-
Hayati, R. 2022. Pengertian Makalah, Ciri, jenis, Sistematika, Cara Membuat,
dan Contohnya. Penelitianilmiah.com. diakses 16 Oktober 2022.
https://penelitianilmiah.com/pengertian-makalah/ Kurniasih, W. 2021.
Pengertian Proposal: Fungsi, Jenis, Tujuan dan Manfaat. Gramedia.com.
Diakses 16 Oktober 2022. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-
proposal/ Mahasiswa. 2013. Langkah-Langkah Menulis Akademik.
Mahasiswa.ung.ac.id. diakses 16 Oktober 2022.
https://mahasiswa.ung.ac.id/931412187/home/2013/2/23/langkahlangkah
_menulis_akademik.html Umam. 2022. Sistematika proposal: pengertian,
Kaidah Kebahasaan, Dan Contoh Proposal. Gramedia.com. Diakses 16
Oktober 2022. https://www.gramedia.com/literasi/sistematika-
proposal/amp
183
Anggraini, Vita 2022 “Brosur : Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan dan Contoh”
Diakses pada 23 Oktober 2022 melalui
https://dosenpintar.com/brosur/#Tujuan_Brosur Developer sipar, 2020
“Jenis-jenis Surat dan Pengertiannya” Diakses pada 23 Oktober 2022”
melalui https://www.sipas.id/blog/jenis-surat/ Hendi, Abdurahman 2022,
“Mengenal Teks Argumentasi: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri & Contoh.
Gampang Dipahami!”Diakses pada 23 Oktober 2022 melalui
https://berita.99.co/author/hendi/ Islamay,Elsya“Teks Deskripsi:
Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya” Diakses pada 22
Oktober 2022 melalui https://www.gramedia.com/literasi/teks-deskripsi/
Mardatilla, Ani 2022 “Contoh Teks Editorial, Pengertian, Jenis, Ciri,
Beserta Strukturnya” Diakses pada 22 Oktober 2022 melalui
https://www.merdeka.com/sumut/contoh-teks-editorial-pengertian-jenis-
ciribeserta-strukturnya-kln.html Nanda, Salsabila 2022, “Teks Deskripsi:
Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur & Kaidah Kebahasaan”Diakses pada 22
Okober 2022 melalui
https://www.brainacademy.id/blog/teksdeskripsi#:~:text=Ada%203%20st
ruktur%2 0teks%20deskripsi,bagian%2C%20dan%20simpulan%2Fkesan
Putri, Sutrisni 2020, “Teks Diskusi : Tujuan/Fungsi, Ciri, Kaidah
Kebahasaan, Struktur,Contoh” Diakses pada 22 Oktober 2022 melalui
https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/30/234547369/teks-
diskusi-tujuanfungsi-ciri-kaidah-kebahasaan-struktur-contoh?page=all
Umam, “Pengertian Teks Eksposisi: Ciri-Ciri, Struktur, Jenis, dan
Contohnya” Diakses pada 22 Oktober 2022 melalui
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-tekseksposisi
Alam, Agus Haris Purnama. 2005. Konsep Penulisan Laporan Ilmiah. (Format
dan Gaya). Bandung: YIM Press. Hariwijaya, M. dan Triton P.B. 2011.
Pedoman Penulisan Ilmiah Skripsi dan Tesis. Jakarta: Oryza.
https://studylibid.com/doc/4282600/makalah-teknik-mengutip (diakses
tanggal 25 Oktober 2022 pukul 14.36) http://teknik-mengutip/bahasa-
indonesia.blogspot.com/ (diakses tanggal 25 Oktober 2022 pukul 14.36)
http://kiat-kiatpengutip.ilearning.me/materi-pembelajaran/pertemuan-13/
(diakses tanggal 25 Oktober 2022 pukul 14.46
TAR PUSTAKA
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=
&ca
d=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjx5OqjwbH7AhXOJrcAHZ8BAhIQFnoE
CA0QAQ
&url=http%3A%2F%2Feprints.ums.ac.id%2F44969%2F2%2F04.%2520
184
BAB%25 20I.pdf&usg=AOvVaw2a9fkQCv1uMsy9CG6hvIEg
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=
&ca
d=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiAspqmxrT7AhVDTHwKHRllB0YQFno
ECAoQA
w&url=https%3A%2F%2Fislamicfamilylaw.uii.ac.id%2Fblog%2F2020
%2F03%2 F10%2Fstop-
plagiasi%2F&usg=AOvVaw2IwoXHRFfFnRGj4KYHN-M0
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=
&ca
d=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiEs8yh0rz7AhWTmwGHYsUCW8QFno
ECA4QAQ&url=https%3A%2F%2Frepository.uhn.ac.id
%2Fbitstream%2Fhandle%2F123456789%2F6674%2FMAKALAH%25
20PLAGI ARISME%2520%2520%2528Harlen%2520S%2520%2529-
converted.pdf%3Fsequence%3D1%26isAllowed%3Dy&usg=AOvVaw0
GitnA1Oq oor6N2cyLQj1S
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=
&ca
d=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiB6bPv2Lz7AhX78HMBHSJ_AP8QFno
ECAsQA
Q&url=https%3A%2F%2Frepository.unja.ac.id%2F29389%2F4%2FBA
B%2520I V.pdf&usg=AOvVaw1vLUoxhBGv7AisMUG0OPW
ddku.com. “Apa Maksud Dari Merekontruksi Sebuah Laporan,” n.d.
https://idkuu.com/apa-maksud-dari-merekontruksi-sebuah-laporan.
Wiratno, T., Dwi Purnanto, M., Vismaia Damaianti, Mh. S., Direktorat Jenderal
Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Mp., Pendidikan
Tinggi Republik Indonesia, dan, & Diri dan Akademik, E. (n.d.).
Ekspresi Diri dan Akademik BAHASA INDONESIA.
Sahabatnesia.com. (n.d.). Contoh Teks Laporan Hasil Observasi.
https://sahabatnesia.com/contoh-teks-laporan-hasil-observasi-singkat/
Pintar, K. (2021). Menyusun Laporan Penelitian - Kelas Pintar. Retrieved 1
December 2022, from https://www.kelaspintar.id/blog/tips-
pintar/menyusun-laporan-penelitian-11154/
185
AKA https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-pidato
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-pidato.html http://e-
journal.uajy.ac.id/6444/2/KOM103771.pd
Bisma, L. (2021) Pengertian Artikel, Ciri, Struktur & Jenisnya. Di akses melalui
https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-struktur-dan-jenis-artikel
Pujiati. (2022). Belajar Cara Submit Jurnal Ilmiah agar Publikasi Berjalan
Lancar. Di akses melalui https://www.duniadosen.com/cara-submit-
jurnal/amp/ Rheny, S. (2022). Artikel Adalah: Definisi, Tujuan, Ciri,
Jenis-jenis, Struktur, dan 3 Contohnya. Di akses melalui
https://www.ekrut.com/media/artikel-adalah Umam. (2021). Pengertian
Artikel, Tujuan, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contohnya. Di akses melalui
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-artikel
186