RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI
DASAR,KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG
SMART GOVERNANCE
OPTIMALISASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI KEBERSIHAN
LINGKUNGAN MELALUI GERBANKPOS (GERAKAN BUANG
SAMPAH,BANK SAMPAH,DAN POSTER) KELAS IV
SDN 1 TALOKWOHMOJO
KABUPATEN BLORA
Disusun oleh:
NAMA : Sudaryanti, S.Pd.SD
NIP 19860615 202012 2 009
NOMOR DAFTAR HADIR 16
JABATAN : AHLI PERTAMA – GURU KELAS
COACH : Harini Setijowati, SKM, MHSc.
MENTOR : Sudjito, S.Pd.SD
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN LX
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH BEKERJA SAMA DENGAN
BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH
KABUPATEN BLORA
TAHUN2022
i
HALAMAN PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI
DASAR,KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG
SMART GOVERNANCE
OPTIMALISASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI KEBERSIHAN
LINGKUNGAN MELALUI GERBANKPOS (GERAKAN BUANG
SAMPAH,BANK SAMPAH,DAN POSTER) KELAS IV
SDN 1 TALOKWOHMOJO
KABUPATEN BLORA
Nama Peserta : Sudaryanti, S.Pd.SD
NIP 19860615 202012 2 009
Nomor Daftar Hadir 16
Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada :
Hari : Senin
Tanggal : 23 Mei 2022
Tempat : Pembelajaran Virtual Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Daerah ( BPSDMD )
Provinsi Jawa Tengah
Menyetujui, Blora, 23 Mei 2022
Mentor
Coach
Harini Setijowati, SKM, M.HSc Sudjito, S.Pd.SD
Widyaiswara Ahli Madya Penata
NIP. 19681109 199303 2 005 NIP. 19800502 200903 1 008
ii
HALAMAN PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI
DASAR,KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG
SMART GOVERNANCE
OPTIMALISASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI KEBERSIHAN
LINGKUNGAN MELALUI GERBANKPOS (GERAKAN BUANG
SAMPAH,BANK SAMPAH,DAN POSTER) KELAS IV
SDN 1 TALOKWOHMOJO
KABUPATEN BLORA
Nama Peserta : Sudaryanti, S.Pd.SD
NIP 19860615 202012 2 009
Nomor Daftar Hadir 16
Dinyatakan telah diseminarkan pada :
Hari : Senin
Tanggal : 23 Mei 2022
Tempat : Pembelajaran Virtual Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Daerah ( BPSDMD )
Provinsi Jawa Tengah
Blora, 23 Mei 2022
Menyetujui,
Coach Mentor
Harini Setijowati, SKM, M.HSc Sudjito, S.Pd.SD
Widyaiswara Ahli Madya Penata
NIP. 196811091993032005 NIP. 198005022009031008
Narasumber
Drs.Sudaryanto,M.Si
Widyaiswara Ahli Utama
NIP.196005121989031012
iii
PRAKATA
Alhamdulillahirobbil’alamin,segala puji dan syukur penulis haturkan
kepada Allah SWT atas segala berkat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi dan habituasi
dengan judul “Optimalisasi Pendidikan Karakter Peduli Kebersihan
Lingkungan Kelas IV SDN 1 Talokwohmojo Kabupaten Blora” dengan
baik dan lancar.
Rancangan aktualisasi ini memuat nilai ASN “BerAKHLAK” yaitu
akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis,
Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Rancangan kegiatan aktualisasi nilai dasar
BerAKHLAK dilaksanakan untuk penerapan dan pembentukan wawasan
kebangsaan, kepribadian dan etika PNS, pengetahuan dasar tentang
sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas, dan budaya
organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai
pelayan masyarakat.
Rancangan aktualisasi dan habituasi yang disusun berkaitan pula
dengan manajemen ASN dan smart ASN yang tersirat pada sumber isu
dan kegiatan yang dirancang. Dengan adanya keterkaitan tersebut,
melalui penyusunan rancangan aktualisasi ini penulis berharap dapat
menjadi PNS yang BerAKHLAK.
Penulis menyadari bahwa rancangan ini dapat terwujud karena
bantuan dan dorongan serta doa dari banyak pihak. Oleh karena itu
dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1. H. Ganjar Pranowo, S.H,M.IP selaku Gubernur Jawa Tengah
2. H. Arief Rohman, S.IP., M.S.i selaku Bupati Blora yang telah
memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti kegiatan
Latihan Dasar CPNS.
3. Drs.Mohamad Arief Irwanto, M.Si. selaku Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa
Tengah yang telah memberikan fasilitas selama kegiatan Latihan
Dasar CPNS;
iv
4. Drs. Heru Eko Wiyono, M.Si selaku Kepala Badan Kepegawaian
Daerah Kabupaten Blora yang telah memberikan fasilitas selama
kegiatan Latihan Dasar CPNS;
5. Aunur Rofiq, SE.M.Si. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Blora yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan kegiatan
latsar
6. Bapak Drs.Sudaryanto.M.Si selaku narasumber/penguji yang telah
membimbing dan memberikan pengarahan dalam membuat
rancangan aktualisasi ini;
7. Harini Setijowati, SKM,M.HSc. selaku coach yang telah memberikan
masukan dan bimbingannya dalam membuat rancangan aktualisasi
ini.
8. Sudjito, S.Pd.SD selaku mentor yang telah memberikan ijin untuk
melaksanakan aktualisasi dan habituasi serta memberikan arahan,
saran dan bimbingan dalam penyusunan rancangan aktualisasi;
9. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan ilmunya selama
kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LX.
10. Panitia Penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan LX.
11. Keluarga besar peserta LATSAR Golongan III Tahun 2022 terutama
Angkatan LX atas inspirasi, kekompakan, kehangatan,
kekeluargaan, bantuan, dandukungannya.
12. Seluruh keluarga atas segala dukungannya dalam menyelesaikan
seluruh rangkaian kegiatan latsar ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada
penyusunan rancangan aktualisasi ini.Penulis berharap kritik dan saran
yang membangun agar Rancangan Aktualisasi dan Habituasi menjadi
lebih baik. Semoga dapat memberi manfaat kepada semua pihak.
Blora,23 Mei 2022
Penulis
Sudaryanti, S.Pd.SD
NIP. 19860615 202012 2 009
v
DAFTAR ISI
HALAMANJUDUL .................................................................................. i
HALAMANPERSETUJUAN .................................................................. ii
HALAMANPENGESAHAN................................................................... iii
PRAKATA ............................................................................................ iv
DAFTARISI........................................................................................... vi
DAFTARTABEL .................................................................................. vii
DAFTARGAMBAR ............................................................................. viii
BAB I PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA ....................... 1
A . Gambaran Umum Organisasi................................................ 1
1. Dasar Hukum Organisasi................................................ 1
2. Tugas Fungsi Organisasi ................................................ 3
3. Susunan / Struktur Organisasi danTata Kerja Dasar ...... 3
4. Visi –Misi Organisasi ...................................................... 4
5. Tujuan Organisasi........................................................... 5
6. Nilai-Nilai Budaya Organisasi ......................................... 5
B . Tupoksi Jabatan Peserta....................................................... 6
C . Role Model.............................................................................. 8
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI.................... 10
A. Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu ............................................ 10
B. Analisis Isu.............................................................................. 18
C. Analisis Penyebab Isu ............................................................ 21
D. Dampak Bila IsuTidak Diselesaikan ....................................... 23
E. Gagasan PemecahanIsu ........................................................ 23
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi..................................... 27
G. Jadwal Rancangan Aktualisasi ............................................... 45
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 49
CURICULUM VITAE............................................................................ 50
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1. Profil Sekolah ........................................................................ 2
Tabel 2.3. Analisis Isu APKL ................................................................ 19
Tabel 2.4. Analisis Isu USG ................................................................. 20
Tabel 2.6. Matrik Rancangan Aktualisasi ............................................. 29
Tabel 2.7.Jadwal Kegiatan................................................................... 43
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1. SDN 1 Talokwohmojo ........................................................... 1
Gambar 1.2. Struktur Organisasi dan Tata Kerja ....................................... 4
Gambar 1.3. Role Model............................................................................ 8
Gambar 2.1 Belum optimalnya pojok baca .............................................. 12
Gambar 2.2 Data pengumpulan tugas siswa ........................................... 13
Gambar 2.3 Guru mengajar tidak menggunakan media .......................... 15
Gambar 2.4 Kondisi sampah di dalam kelas............................................ 16
Gambar 2.5 Kegiatan di lingkungan sekolah............................................ 18
Gambar 3.1. Diagram Analisis Fishbone Isu Prioritas.............................. 22
viii
BAB I
PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA
A. Gambaran Umum Organisasi
1. Dasar Hukum Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Blora Nomor 4 tahun
2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.SDN 1 Talokwohmojo
berlokasi di daerah pedesaan, terletak di Desa Talokwohmojo,
Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. SDN Talokwohmojo berada di
pinggir jalan raya Trembulrejo-Randualas.SDN 1 Talokwohmojo dapat
dilalui kendaran roda dua maupun roda empat. Bahasa yang digunakan
oleh peserta didik sehari-hari yaitu bahasa jawa. Lingkungan sekitar
merupakan sawah pertanian dan pemukiman penduduk. Mata
pencaharian penduduknya sebagian besar petani dan pedagang. Tingkat
kepedulian masyarakat terhadap pendidikan tergolong rendah.
Kondisi gedung SDN 1 Talokwohmojo cukup baik. Media
pembelajaran dan buku sebagai sumber belajar masih kurang pada
kelas dimana guru mengajar, sehingga perlu adanya pemenuhan secara
merata.
Gambar 1.1 SDN 1 Talokwohmojo
1
Untuk dapat mengetahui keberadaan/gambaran umum layanan
pendidikan dasar, akan diuraikan dalam Profil singkat sebagai berikut :
Tabel 1.1 Profil SDN 1 Talokwohmojo
1. Identitas Sekolah
1 Nama Sekolah : SDN 1 TALOKWOHMOJO
2 NPSN : 20315484
3 Jenjang Pendidikan : SD
4 Status Sekolah : Negeri
5 Alamat Sekolah : Desa Talokwohmojo
Kode Pos : 58254
Desa : Talokwohmojo
Kecamatan : Ngawen
Kabupaten/Kota : Blora
Provinsi : Prov. Jawa Tengah
Negara : Indonesia
6 Posisi Geografis : -7,0252267/111.3065517
3. Data Pelengkap
7 Akreditasi Sekolah :B
8 Tahun Pendirian : 01/01/62
9 Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah
10 SK Izin Operasional :-
11 Tgl SK Izin Operasional : 01/01/10
12 Luas Tanah Milik (m2) : 1387 M²
13 Luas Tanah Bukan Milik (m2) : 0
3. Kontak Sekolah
14 Nomor Telepon :-
15 Nomor Fax :-
16 Email : [email protected]
17 Website :-
Sumber:Data admin SDN 1 Talokwohmojo, 2022
2
2. Tugas Fungsi Organisasi
Peraturan Daerah Kabupaten Blora Nomor 4 tahun 2018
tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 29 menjelaskan
bahwa Sekolah Dasar mempunyai tugas mengelola pendidikan
umum melalui 6 (enam) tingkatan kelas yang terdiri atas:
a. kelas I ( satu );
b. kelas II ( dua );
c. kelas III ( tiga );
d. kelas iv ( empat );
e. kelas v ( lima );
f. kelas vi ( enam )
Dalam melaksanakan tugas sebagai satuan pendidikan
dasar, Sekolah Dasar menyelenggarakan fungsi sesuai Perda
Kabupaten Blora Nomor 4 Tahun 2018 Pasal 2 sebagai berikut.
a. Mengembangkan serta meningkatkan kualitas, kemampuan,
mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia sebagai
upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
b. Membentuk peserta didik yang cerdas dan komprehensif
3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dasar
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Blora Nomor :
813.3/1563/KEPEG/2020 tanggal 30 Desember 2020, tentang
pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di SDN 1
Talokwohmojo. Berikut struktur organisasi dan tugas penulis di
SDN 1 Talokwohmojo berdasarkan Surat Keputusan Kepala SDN
1 Talokwohmojo Nomor 421.1/009/2021 tentang Pembagian
Tugas Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Kegiatan Proses
Belajar Mengajar Semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022
Sudaryanti, S.Pd., SD. merupakan guru kelas IV di SDN 1
3
Talokwohmojo yang memiliki tugas utama mengajar semua mapel
di kelas IV kecuali Pendidikan Agama Islam dan PJOK.
Gambar1.2 Struktur Organisasi SDN 1 Talokwohmojo
4. Visi Misi Organisasi
a. Visi Kabupaten Blora
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Blora Nomor 7
Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Kabupaten Blora Tahun 2021-2026, Visi Pemerintah
Kabupaten Blora adalah Sesarengan Mbangun Blora : Unggul
dan Berdaya Saing
b. Misi Kabupaten Blora
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Blora Nomor 7
Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Kabupaten Blora Tahun 2021-2026, Misi Pemerintah
4
Kabupaten Blora adalah sebagai berikut:
1. Membangun sumber daya manusia yang berkualitas,
berdaya saing, dan berkarakter.
2. Mewujudkan infrastruktur yang baik dan tata linkungan yang
berkelanjutan.
3. Mewujudkan birokrasi yang profesional, progresif, bersih dan
akuntabel.
4. Menciptakan kondisi wilayah yang kondusif.
5. Memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah dan
membuka peluang investasi untuk mengurangi pengangguran
dan kemiskinan.
5. Tujuan Organisasi
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala SDN 1 Talokwohmojo
Nomor 421.1/009/2021,tanggal 12 Juli 2021 tentang Penetapan
Kurikulum Sekolah Dasar Tahun Pelajaran 2021/2022, SDN 1
Talokwohmojo memiliki tujuan sebagai berikut.
a. Terciptanya kehidupan Religius di sekolah;
b. Terwujudnya managemen transparan dan akuntabel;
c. Mewujudkan budaya Nasionalisme,cinta budaya,dan lingkungan;
d. Meningkatkan prestasi peserta didik dalam lomba;
e. Meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait;
f. Meningkatkan kepekaan dan kepedulian peserta didik
terhadap lingkungan disekitarnya.
6. Nilai – Nilai Budaya Organisasi
Nilai – Nilai budaya SDN 1 Talokwohmojo mengacu pada
peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2013 tentang Pedoman
Pengembangan Budaya Kerja Aparatur Pemerintahan di
Lingkungan Kabupaten Blora dirumuskan nilai- nilai budaya kerja
5
lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora adalah Budaya
Sederhana, Amanah, Mandiri, Ikhlas, Normatif (SAMIN )
a. Sederhana
Berfikir praktis, efisien, bersahaja, tuntas, pengendalian diri
b. Amanah
Dapat dipercaya, jujur, bertanggung jawab, transparan, setia
c. Mandiri
Percaya diri, berani, mantap, kreatif, kuat dalam pendirian,
bekerja keras
d. Ikhlas
Rela, tulus, mencintai pekerjaan, berkorban, dedikasi tinggi,
e. Normatif
Loyal, Rasional, Komitmen, konsisten, Patuh pada aturan, taat
azas
B. Tupoksi Jabatan Peserta
1. Tugas Fungsional
Berdasarkan Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009 Tentang
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, menurut pasal 5
tugas utama guru adalah pendidik presofesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia
dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah. Sedangkan jabatan fungsional guru adalah jabatan
fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab,
dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri
6
Sipil.
Uraian tugas guru juga tercantum dalam Permendikbud
Nomor 15 Tahun 2018 mencakup kegiatan berikut:
a. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
c. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. Membimbing dan melatih peserta didik; dan
e. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan
kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru.
2. Tugas Peserta
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Blora Nomor:
813.3/1563/KEPEG/2020 tanggal 30 Desember 2020, tentang
pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di SDN 1
Talokwohmojo.Dan berdasarkan Surat Keputusan Kepala SDN 1
Talokwohmojo Nomor 421.1/009/2021, penulis bertugas sebagai
guru kelas IV.Adapun tugas guru adalah sebagai berikut :
Dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 rincian kegiatan
tugas jabatan guru kelas dijabarkan sebagai berikut:
a. Merencanakan pembelajaran
b. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu
c. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
d. Membimbing dan melatih peserta didik
e. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
f. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan
pokok yang sesuai dengan beban kerja guru
g. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan
7
C. Role Model
Gambar 1.3 Role model Rina Anggraini
Role model adalah panutan. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu suatu yang patut ditiru
atau baik untuk dicontoh seperti teladan, kelakuan, perbuatan, sifat
dan sebagainya. Peserta memiliki seseorang yang menjadi role model
atau panutan yang diteladani dalam menerapkan dasar nilai ASN.
Tokoh yang menjadi role model penulis adalah Ibu Rina
Anggraini. Beliau lahir di Blora, 19 September 1987 yang saat ini
menetap di Ds. Trembulrejo Rt 002 / 004, Kecamatan Ngawen
Kabupaten Blora. Beliau merupakan teman sejawat saya. Beliau
bekerja di SDN 1 Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen.
Alasan penulis menjadikan beliau sebagai role model pada
pelaksanaan aktualisasi ini yaitu karena beliau adalah sosok yang
memiliki keteladanan dari nilai-nilai BerAKHLAK yang patut penulis
contoh, diantaranya berkomitmen memberikan pelayanan prima demi
8
kepuasan peserta didik, selalu bersikap ramah terhadap siapapun
merupakan cerminan dari berorientasi pelayanan. Seperti yang
penulis ketahui, bahwa dalam keseharian beliau layak dijadikan
contoh dan panutan, beliau adalah sosok yang bertanggungjawab
atas kepercayaan yang diberikan merupakan cerminan dari sikap
akuntabel. Sebagai seorang pimpinan ditempat kerjanya, beliau
selalu terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, hal ini
merupakan perwujudan nilai-nilai PNS yaitu kompeten yang patut kita
tiru. Sifat beliau yang ramah dan peduli kepada sesama berhasil
membawa suasana ceria baik di dalam maupun di luar kantor, beliau
tidak pernah membeda-bedakan latar belakang orang. Sehingga
diantara semua kalangan di tempat kerjanya terjalin hubungan yang
selaras cerminan dari sikap harmonis. Beliau selalu mendukung
keputusan dan kebijakan kantor demi suksesnya perusahaan.
Tentunya hal ini adalah perwujudan dari nilai-nilai PNS yaitu loyal. Ibu
Rina Anggraini terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan
serta menghadapi perubahan. Yang awalnya membuat laporan secara
manual, kini laporan dan semua data administrasi dikerjakan
menggunakan ms. excel dan ms. word. Sikap beliau sesuai dengan
nilai adaptif. Selalu bekerjasama dengan rekan kerjanya demi
kemajuan sekolah yaitu kolaboratif. Dari sikap yang ditunjukkan oleh
Beliau, membuat Penulis terinspirasi untuk menjadi pribadi yang
mampu menjadi pendidik dan ASN yang mengutamakan pengabdian
dan pelayanan juga mampu mencerminkan penerapan nilai-nilai ASN
dalam kehidupan sehari-hari sebagai prinsip dalam mengemban tugas
dan kepercayaan yang telah diberikan pemerintah dan organisasi
kepada penulis.
9
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
A. Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia isu adalah masalah yang
dikedepankan untuk ditanggapi; kabar yang tidak jelas asal usulnya
dantidak terjamin kebenarannya; kabar angin; desas desus.
Sedangkan menurut Barry Jones & Chase isu adalah sebuah
masalah yang belumterpecahkan yang siap diambil keputusannya.
Isu yang tidak muncul di ruang publik dan tidak ada dalam
kesadaran kolektif publik tidak dapat dikategorikan sebagai isu
strategis(kritikal). Isu kritikal dipandang sebagai topik yang berhubungan
dengan masalah-masalah sumber daya yang memerlukan pemecahan
disertai dengan adanya kesadaran publik akan isu tersebut.
Isu kritikal secara umum terbagi ke dalam tiga kelompk berbeda
berdasarkan tingkat urgensinya, yaitu :
1. Isu saat ini (current issue)
2. Isu berkembang (emerging issue)
3. Isu potensial
Masing-masing jenis masalah ini memiliki karakteristik yang
berbeda dalam hal urgensi, waktu, dan analisis serta strategi untuk
mengatasinya. Masalah saat ini merupakan rangkaian masalah yang
menarik perhatian dan perhatian masyarakat umum serta
memerlukanperhatian segera dari para pengambil keputusan. Masalah
baru secarabertahap muncul dan meluas, dan masyarakat umum mulai
menyadari keberadaan masalah ini. Masalah potensial, di sisi lain,
adalah sekelompok masalah yang belum muncul di domain publik, tetapi
telah diidentifikasi dengan berbagai alat (penelitian sosial, penelitian
ilmiah, analisis intelijen, dll.). Ada tiga keterampilan yang mendukung
10
identifikasi masalah yaitu memindai lingkungan, memecahkan masalah,
dan berpikir tentang analisis.
Berdasarkan definisi di atas, isu adalah masalah yang terjadi baik
di dalam maupun di luar organisasi yang akan memberikan efek negatif
apabila tidak ditangani secara baik.
Berikut adalah 5 ( lima ) isu terdiri dari penjelasan deskripsi isu
yang meliputi penjelasan isu, kondisi saat ini, keterkaitan dengan agenda
III, dan kondisi yang diharapkan.
Isu 1. Belum optimalnya pemanfaatan pojok baca untuk
meningkatkan minat baca di kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora
Deskripsi isu : Seiring dengan berkembangnya zaman,peserta
didik sudah mulai males untuk meningkatkan literasinya dalam hal
membaca.Kegiatan literasi yang seharusnya dilakukan lima belas menit
sebelum pembelajaran dimulai kurang optimal dilaksanakan.hal ini jika
dibiarkan saja maka peserta didik kurang dalam pemahaman terhadap
materi serta pengetahuan umum.
Kondisi Saat ini : Masih minimnya antusias membaca peserta didik
Data Dukung :
1. Masih banyak peserta didik yang belum memanfaatkan pojok baca
sebagai referensi belajar maupun menambah pengetahuan.
2. Saat sebelum pembelajaran peserta didik lebih asyik bermain
ataupun bercerita dengan teman daripada memanfaatkan pojok
baca.
11
Gambar 1.4 belum optimalnya pojok baca
Isu dikaitkan dengan Agenda III:
a. Menejemen ASN : Kewajiban seorang guru sebagai ASN adalah
menunjukkan integritas dan keteladanan sikap, perilaku dan
tindakan agar tertanam perilaku gemar membaca dalam diri
siswa ( Kewajiban ASN )
b. Smart ASN : Dalam pembelajaran seorang guru bisa memberi
literasi membaca dengan membuat PPT yang menarik dan
ditampilkan menggunakan LCD ( Literasi digital )
Kondisi Yang Diharapkan : Semua peserta didik memanfaat pojok
baca untuk menambah referensi maupun meningkatkan minat baca
peserta didik.
Isu 2. Kurang optimalnya guru dalam meningkatkan kedisiplinan
siswa kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo Kecamatan Ngawen
Kabupaten Blora
Deskripsi Isu : Kedisiplinan merupakan sebuah kunci bagi sekolah
untuk mengantarkan siswa – siswinya menjadi pribadi yang mandiri.
Dengan terbiasa disiplin siswa mampu mengembangkan kepribadian
yang positif dan mampu memperoleh prestasi yang memuaskan.
Masih menjadi kebiasaan di SDN 1 Talokwohmojo karena jarak
tempuh rumah siswa ada yang jauh dari sekolahan, sehingga ada
beberapa siswa yang terlambat datang ke sekolah, tidak membawa
12
buku pelajaran, lupa tidak mengerjakan tugas.Pelanggaran –
pelanggaran tersebut harusnya tidak dilakukan oleh siswa, karena
berdampak pada prestasi belajar dan pembentukan kepribadian siswa.
Kondisi Saat Ini : Masih banyaknya siswa yang belum menaati
peraturan sekolah terlebih tentang pemenuhan tugas.
Data Dukung :
a. Masih ada peserta didik yang datang terlambat ke sekolah
b. Masih sering peserta didik tidak mengerjakan tugas tepat waktu
Gambar 1.5 Data siswa tentang pengumpulan tugas
Isu dikaitkan dengan Agenda III :
Manajemen ASN : Sebagai seorang ASN guru harus melaksanakan
tugasnya dengan cermat dan disiplin dalam menerapkan perilaku
disiplin pada siswa ( Kode etik ASN )
Kondisi yang diharapkan : Siswa mentaati tata tertib sekolah
dengan baik.
Isu 3. Kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran pada
siswa kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo Kecamatan Ngawen
Kabupaten Blora.
13
Deskripsi Isu : Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam
proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan
minat siswa untuk belajar. Tetapi dalam praktiknya masih banyak guru
yang mengajar hanya berpacu pada buku siswa dan buku guru saja
sehingga pembelajaran menjadi membosankan dan materi
pembelajaran tidak tersampaikan secara maksimal.
Peserta didik dituntut untuk mampu memahami pembelajaran dengan
baik. Sedangkan guru masih menggunakan metode mengajar secara
konvensional. Hal ini menyebabkan siswa sulit untuk memahami
pembelajaran. Hal ini bisa berdampak pada rendahnya prestasi
belajar siswa.
Kondisi Saat Ini : Pembelajaran yang dilakukan guru hanya
menggunakan buku siswa dan buku guru tanpa adanya media
pembelajaran dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Data Dukung :
a. Dalam mengajar guru hanya menggunakan patokan buku siswa
dan buku guru sebagai pedoman.
b. Guru tidak menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan
belajar mengajar.
c. Kegiatan belajar mengajar terasa membosankan.
d. Siswa pasif dalam pembelajaran.
14
Gambar 1.6 guru mengajar tidak menggunakan media
Isu Dikaitkan dengan Agenda III :
Manajemen ASN : Sebagai seorang ASN seorang guru harus
menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan
sesuai dengan bidang tugas.Seorang guru harus mampu
menggunakan media pembelajaran yang menarik agar pembelajaran
semakin menyenangkan ( PNS yang profesional dan berkarakter )
Smart ASN : Sebagai seorang ASN,guru harus mampu menggunakan
media pembelajaran berbasis IT.Penggunaan media dapat
ditampilkan menggunakan LCD sehingga pembelajaran menjadi
menyenangkan dan menarik.( Literasi Digital )
Kondisi Yang diharapkan : Semua siswa terlibat aktif dalam
pembelajaran menggunakan media yang inovatif.
Isu 4. Kurang optimalnya penerapan pendidikan karakter peduli
kebersihan lingkungan siswa kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora
Deskripsi Isu : sebagai seorang ASN,guru terkadang lalai dalam
Pendidikan karakter peduli lingkungan,sehingga lingkungan kelas
pada khususnya dan lingkungan sekolah pada umumnya terlihat kotor
dan tidak terawat.Tempat sampah yang ada di depan kelas umumnya
hanya ada satu saja,sehingga peserta didik belum mampu
15
membedakan sampah organik dan sampah anorganik.Dengan kondisi
seperti itu tujuan pembelajaran belum bisa dioptimalkan.Apabila
pendidikan karakter peduli lingkungan tidak segera diatasi maka
lingkungan kelas akan tetap kotor dan pembelajaran menjadi tidak
nyaman.
Kondisi Saat Ini :
a. Masih sering menjumpai sampah dimasukkan dalam laci meja,di
bawah meja,bahkan di sela – sela antara meja dan dinding.
b. Tempat sampah hanya ada satu di depan kelas,sehingga siswa
tidak dapat membedakan sampah organik dan an organik.
Data Dukung :
a. Siswa membuang sampah sembarangan
b. Kondisi kelas yang kotor
c. Hanya ada satu tempat sampah di dalam kelas
Gambar 1.7 sampah di dalam kelas
Isu Dikaitkan Dengan Agenda III :
a. Manajemen ASN : Kewajiban seorang guru sebagai ASN adalah
menunjukkan integritas dan keteladanan sikap, perilaku dan
tindakan agar tertanam perilaku peduli lingkungan pada siswa
(Kewajiban ASN)
16
b. Smart ASN : Guru dapat menampilkan contoh perilaku peduli
lingkungan seperti membuang sampah cerdas,pembuatan bank
sampah serta membuatan poster melalui referensi yang ada dari
youtube dan menampilkannya menggunakan LCD. (Literasi
Digital)
Kondisi Yang Diharapkan :
1. Terciptanya lingkungan kelas yang bersih,sehat,dan nyaman.
2. Peserta didik dapat membedakan sampah organik dan anorganik
Isu 5. Belum optimalnya pemanfaatan lingkungan siswa kelas 4
SDN 1 Talokwohmojo sebagai sarana pembelajaran di luar kelas.
Deskripsi Isu : Lingkungan merupakan sumber belajar yang banyak
berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang
berlangsung.Lingkungan merupakan bagian dari manusia khusunya
bagi peserta didik untuk hidup dan berinteraksi dengan
sesamanya.Tujuan pemanfaatan lingkungan sekitar agar
pembelajaran yang berlangsung tidak membosankan dan siswa lebih
paham terhadap lingkungan sekitar.Namun umumnya lingkungan
sekolah hanya digunakan saat pelajaran PJOK saja,sehingga anak-
anak kurang mengenal manfaat lingkungan sebagai bahan ajar.
Kondisi Saat Ini : Peserta didik hanya belajar di dalam kelas,selain
mapel PENJASORKES sehingga antusias peserta didik kurang dalam
pembelajaran.
Data Dukung :
a. Lingkungan sekolah hanya dimanfaatkan saat pembelajaran
PJOK saja
b. Kurangnya semangat belajar siswa
17
Gambar 1.8 lingkungan sekolah hanya digunakan untuk pelajaran PJOK
Isu Dikaitkan Dengan Agenda III
Managemen ASN : Sebagai seorang ASN seorang guru harus
menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan
sesuai dengan bidang tugas.Seorang guru harus mampu
menggunakan media pembelajaran yang menarik agar pembelajaran
semakin menyenangkan ( PNS yang profesional dan berkarakter )
B. Analisis Isu
Isu tersebut di atas dianalisis dengan menggunakan APKL
(Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak. Secara lebih rinci,
penjelasan terkait APKL adalah sebagai berikut:
Penentuan skor 1-5 untuk kriteria APKL adalah:
Angka 5: Sangat aktual;
Angka 4: Aktual:
Angka 3: Cukup:
Angka 2: Tidak aktual;
Angka 1: Sangat tidak aktual;
18
Tabel 2.1 Tabel Analisis Isu APKL
No Isu Kriteria (skor)
A P K L Jml Peringkat
Belum optimalnya pemanfaatan 5 4 3 3 15 V
pojok baca untuk meningkatkan
1. minat baca di kelas 4 SDN 1 5 5 4 3 17 III
Talokwohmojo Kecamatan Ngawen
Kabupaten Blora 5 4 4 5 18 II
Kurang optimalnya guru dalam
meningkatkan kedisiplinan siswa
2. kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
Kecamatan Ngawen Kabupaten
Blora
Kurang optimalnya penggunaan
media pembelajaran pada siswa
3. kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
Kecamatan Ngawen Kabupaten
Blora
Kurang optimalnya penerapan 5 5 4 5 19 I
pendidikan karakter peduli
4. kebersihan lingkungan siswa kelas
4 SDN 1 Talokwohmojo Kecamatan
Ngawen Kabupaten Blora
Belum optimalnya pemanfaatan
lingkungan siswa kelas 4 SDN 1
5. Talokwohmojo sebagai sarana 5 4 4 3 16 IV
pembelajaran di luar kelas
Kecamatan Ngawen Kabupaten
Blora
Penetapan isu dengan menggunakan metode AKPL tersebut
selanjutnya dikerucutkan menjadi tiga isu utama,berdasarkan Tabel
Identifikasi / Analisis Isu (APKL) diperoleh 3 isu dengan peringkat
tertinggi yaitu:
1. Kurang optimalnya penerapan pendidikan karakter peduli kebersihan
lingkungan siswa kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
2. Kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran pada siswa
kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
3. Belum optimalnya pemanfaatan pojok baca untuk meningkatkan
19
minat baca di kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
Hasil analisis tersebut di atas kemudian dilakukan penapisan
prioritas isu dengan metode Urgency, Seriousness, dan Growth (USG).
Analisis USG mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan,
serta perkembangan.
a. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak
atau tidak masalah tersebut diselesaikan.
b. Seriousness(keseriusan),yaitu melihat dampak masalah tersebut
terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan,
membahayakan sistem atau tidak, dan sebagainya.
c. Growth (berkembangnya masalah),yaitu apakah masalah tersebut
berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah.
Analisis USG dilakukan dengan memberikan nilai rentang antara 1
sampai 5.
Interval penentuan prioritas menggunakan skala Likert
Angka 1 : Sangat tidak penting;
Angka 2 : Tidak penting;
Angka 3 : Sedang;
Angka 4 : penting;
Angka 5 : Sangat penting;
Isu dengan total skor tertinggi merupakan isu prioritas yang
akan ditetapkan untuk diselesaikan dengan kegiatan-kegiatan yang
diusulkan.
20
Tabel 2.2 Tabel Analisis Isu USG
No. Isu Urgency Seriousness Growth Jumlah Peringkat
Kurang optimalnya kesadaran 5 4 3 12 III
disiplin pada siswa kelas 4 5
1. SDN 1 Talokwohmojo
Kecamatan Ngawen
Kabupaten Blora
Kurang optimalnya penerapan
pendidikan karakter peduli
2. kebersihan lingkungan siswa
kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
5 4 14 I
Kecamatan Ngawen
Kabupaten Blora
Kurang optimalnya
penggunaan media
3. pembelajaran pada siswa
kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
5 4 4 13 II
Kecamatan Ngawen
Kabupaten Blora
Maka prioritas yang harus segera diselesaikan adalah “Belum
optimalnya pendidikan karakter peduli kebersihan lingkungan
kelas IV SDN 1 Talokwohmojo Kabupaten Blora”.
C. Analisis Penyebab Isu
Isu prioritas yang diperoleh tersebut, dianalisis dengan alat bantu
Fish bone untuk mendapatkan penyebab-penyebab yang perlu
diintervensi dengan melakukan kegiatan/inovasi.Isu prioritas yang
diperoleh tersebut, dianalisis dengan alat bantu Fishbone untuk
mendapatkan penyebab-penyebab yang perlu diintervensi dengan
melakukan kegiatan / inovasi.Adapun kriteria penyebab meliputi man,
material,method,dan milieu.Man artinya Sumber Daya Manusia(SDM),
Material artinya bahan baku,Method artinya metode,Milieu artinya
lingkungan. Penyebab yang didapatkan dari hasil diskusi / brain
21
storming dimasukkan dalam kriteria-kriteria tersebut.
Analisis yang dilakukan dengan teknik fishbone yang dapat
dijelaskan dalam gambar tersebut :
Gambar 3.1 Diagram Fishbone
Setelah dilakukan analisis untuk menemukan penyebab terhadap
isu prioritas dengan menggunakan fishbone,maka ditemukan
penyebab-penyebab prioritas yang perlu diselesaikan,yaitu:
a. Man : Belum adanya kesadaran pentingnya kebersihan
lingkungan
b. Material : Belum adanya media poster yang menarik
c. Method : Belum adanya sosialisasi terkait kebersihan lingkungan
d. Mileu : Lingkungan sekolah yang terlihat kotor
D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan
Dampak apabila Isu tidak diselesaikan :
1. Lingkungan belajar khususnya kelas IV masih kotor
2. Tidak terciptanya karakter peduli lingkungan
22
3. Tercampurnya semua jenis sampah
4. Siswa belum mampu membedakan sampah organik dan non organik
5. Kurang nyamannya pembelajaran di dalam kelas,sehingga
kompetensi yang ingin di capai belum optimal
6. Lingkungan belajar menjadi kurang sehat
E. Gagasan Pemecahan Isu
Berdasarkan uraian di atas, maka gagasan pemecahan isu yang
akan dilakukan adalah mengoptimalkan pendidikan karakter peduli
kebersihan lingkungan siswa kelas 4 di SDN 1 Talokwohmojo
Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora dengan judul aktualisasi
habituasi “ Optimalisasi Pendidikan Karakter Peduli Kebersihan
Lingkungan Melalui Gerbankpos ( Gerakan Buang Sampah
cerdas,Bank Sampah, dan Poster ) Siswa Kelas 4 SDN 1
Talokwohmojo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora”
Kebersihan merupakan faktor penting dalam melaksanakan
segala aktivitas sehari-hari. Apabila kebersihan tidak terjaga tentu akan
membuat kegiatan pembelajaran menjadi tidak nyaman.Seorang guru
merasa penerapan pendidikan karakter peduli kebersihan lingkungan
perlu dioptimalkan, dengan harapan dapat membudaya baik di sekolah
maupun di rumah.Karakter peduli lingkungan khusunya kebersihan
kelas maupun sekolah harus ditanamkan sejak dini.
Pendidikan karakter tidak hanya berupa kegiatan yang melatih
disiplin dan kegiatan keagamaan saja.Namun kepedulian terhadap
lingkungan juga menjadi salah satu penguatan karakter yang harus
dimiliki oleh siswa. Permendikbud Nomor 20 tahun 2018 tentang
Penguatan Pedidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal
menyebutkan salah satu karakter yang harus dikembangkan adalah
karakter peduli lingkungan.
Perilaku menjaga kebersihan yang merupakan cerminan hidup
sehat yang sangat penting untuk dibiasakan, baik itu menjaga
23
kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan.Siswa kelas 4 SDN 1
Talokwohmojo belum bisa membedakan jenis-jenis sampah. Mereka
membuang sampah ke dalam satu tempat sampah yang sama,mereka
juga kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.Sampah bungkus
makanan di biarkan di dalam laci meja kelas, di sudut ruang kelas,
dibelakang pintu, maupun di halaman sekolah. Banyak siswa belum
sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan, bahkan masih ada yang
belum mengetahui cara menjaga kebersihan dengan benar.
Selanjutnya akan di laksanakan 5 ( Lima ) kegiatan yaitu :
1. Membuat Poster Kebersihan Lingkungan ( Sumber Kegiatan :
Tugas Pokok dan Inovasi )
Menyelesaikan Penyebab Prioritas: Material yaitu Belum adanya
media poster yang menarik
Tahapan kegiatan :
a. Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah dan mentor
b. Mendesain poster
c. Mencetak poster kebersihan
d. Memasang poster
2. Membuat Bank Sampah (Sumber Kegiatan:Tugas pokok dan
Inovasi)
Menyelesaikan penyebab prioritas :
a. Milieu yaitu lingkungan sekolah yang terlihat kotor
b. Method yaitu Belum adanya sosialisasi terkait kebersihan
lingkungan
Tahapan Kegiatan:
a. Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah dan mentor
b. Melakukan koordinasi dengan teman kerja tentang kegiatan bank
sampah
c. Memberikan penjelasan kepada siswa tentang bank sampah
d. Melaksanakan kegiatan bank sampah
3. Melakukan gerakan buang sampah cerdas (Sumber Kegiatan:
24
Inovasi)
Menyelesaikan penyebab prioritas :
a. Man yaitu Belum adanya kesadaran pentingnya kebersihan
lingkungan
b. Milieu yaitu lingkungan sekolah yang terlihat kotor
Tahapan Kegiatan :
a. Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah
b. Melakukan koordinasi dengan teman kerja tentang gerakan
buang sampah cerdas
c. Memberikan penjelasan kepada siswa tentang perbedaan
sampah organik dan non-organik
d. Melaksanakan gerakan buang sampah cerdas
4. Melakukan sosialisasi pendidikan karakter peduli lingkungan
(Sumber Kegiatan:tugas pokok dan Inovasi)
Menyelesaikan penyebab isu prioritas
a. Man yaitu Belum adanya kesadaran pentingnya kebersihan
lingkungan
b. Method yaitu Belum adanya sosialisasi terkait kebersihan
lingkungan
Tahapan Kegiatan :
a. Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah dan mentor
b. Menyiapkan materi sosialisasi tentang pendidikan karakter peduli
kebersihan lingkungan
c. Melaksanakan sosialisasi pendidikan karakter peduli lingkungan
kepada warga sekolah ( guru dan siswa )
5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan
(Sumber Kegiatan:Inovasi)
Menyelesaikan penyebab isu prioritas
a. Man yaitu Belum adanya kesadaran pentingnya kebersihan
lingkungan
b. Milieu yaitu lingkungan sekolah yang terlihat kotor
25
Tahapan Kegiatan :
a. Menyiapkan bahan-bahan evaluasi seperti rubrik dan pembiasaan
pedoman penskoran,
b. Melaksanakan evaluasi berupa produk
c. melaksanakan tindak lanjut berupa pembiasaan
d. Membuat laporan hasil pembiasaan karakter peduli lingkungan
26
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi
Unit Kerja : SDN 1 Talokwohm
Identifikasi Isu ( USG ) : 1. Kurang optim
Isu yang diangkat kebersihan lin
Penyebab Prioritas Kecamatan Ng
2. Kurang optim
siswa kelas
Kabupaten Blo
3. Kurang optima
Talokwohmojo
: Kurang optimalnya
siswa kelas 4 SD
Blora
: a. Belum adanya k
b. Belum menggu
c. Belum adanya s
d. Lingkungan sek
mojo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora
malnya penerapan pendidikan karakter peduli
ngkungan siswa kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
gawen Kabupaten Blora
malnya penggunaan media pembelajaran pada
4 SDN 1 Talokwohmojo Kecamatan Ngawen
ora
alnya kesadaran disiplin pada siswa kelas 4 SDN 1
o Kecamatan Ngawen Kabupaten blora
a penerapan karakter peduli kebersihan lingkungan
DN 1 Talokwohmojo Kecamatan Ngawen Kabupaten
kesadaran pentingnya kebersihan lingkungan ( Man )
unakan media poster yang menarik ( Material )
sosialisasi terkait kebersihan lingkungan ( Method )
kolah yang terlihat kotor ( Milieu )
27
Gagasan Pemecahan Isu : Mengoptimalkan p
“Optimalisasi
Lingkungan Mel
Cerdas,Bank Sam
Kec.Ngawen Kab
Selanjutnya akan d
1. Membuat pos
tugas pokok
Material
2. Membuat ba
Menyelesaika
3. Melakukan ge
Inovasi ) Men
4. Melakukan S
Sumber kegia
penyebab prio
5. Melakukan m
pokok ) Meny
pendidikan karakter peduli lingkungan dengan judul
Pendidikan Karakter Peduli Kebersihan
lalui Gerbankpos ( Gerakan Buang Sampah
mpah,dan Poster ) Kelas 4 SDN 1 Talokwohmojo
b.Blora”
dilaksanakan 5 ( Lima ) kegiatan yaitu:
ster kebersihan lingkungan ( Sumber kegiatan :
dan inovasi ) Menyelesaikan penyebab prioritas
ank sampah (Sumber kegiatan : Inovasi )
an penyebab prioritas Milieu dan Method
erakan buang sampah cerdas ( Sumber Kegiatan :
nyelesaikan penyebab prioritas Man dan Milieu
Sosialisasi pendidikan karakter peduli lingkungan (
atan : Tugas pokok dan Inovasi ) Menyelesaikan
oritas Man dan Method
monitoring dan evaluasi ( Sumber Kegiatan : Tugas
yelesaikan penyebab prioritas Man dan Milieu
28
NO KEGIATAN TAHAPAN Tabel 2.3 Matriks R
KEGIATAN K
OUTPUT / HASIL
12 34
1 Membuat Adanya poster tentang K
poster
kebersihan kebersihan yang akan di A
lingkungan
pasang di tempat M
strategis di sekolah p
m
s
(
a. Melakukan Adanya masukan dan S
konsultasi dengan persetujuan kepala k
kepala sekolah sekolah dan mentor d
dan mentor tentang pembuatan m
poster kebersihan r
g
D
m
S
K
a
B
s
b
d
r
Rancangan Aktualisasi Habituasi KONSTRIBUSI PENGUATAN
TERHADAP NILAI
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA
PELATIHAN VISI DAN ORGANISASI
MISI ORGANISASI
5 7
Keterkaitan Kegiatan dengan 6 Adanya poster
Agenda III : kebersihan
Manajemen ASN:Dalam membuat Adanya poster memperkuat
poster kebersihan lingungan,saya kebersihan adalah nilai-nilai
melaksanakan secara cermat, teliti, sebagai perwujudan organisasi
serta penuhtanggungjawab. visi Kabupaten Blora daerah yaitu
(profesionalitas) “ Sesarengan Mandiri
mBangun Blora Bekerja keras
Smart ASN: saya membuat poster Unggul dan melakukan
kebersihan lingkungan dilakukan Berdaya Saing” kegiatan yang
dengan perencaan yang baik serta kreatif dan
mengambil Selain itu inovatif untuk
referensi” dari berbagai sumber dari mendukung juga meningkatkan
google search dan youtube ( Misi dari kualitas sumber
Digital Safety),serta mencetak Kabupaten Blora daya manusia
menggunakan printer ( digital yang ke-1 yaitu
Skills) “Membangun
Keterkaitan kegiatan dengan sumberdaya
agenda III : manusia yang
BERORIENTASI PELAYANAN: berkualitas,berd
saya aya saing dan
berkomunikasi dengan mentor berkarakter “.
dengan penuh kesopanan dan
ramah
29
NO KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT / HASIL K
12 KEGIATAN 4
H
3 d
y
b. Mendesain poster Terciptanya desain L
poster yang menarik m
s
c. Mencetak poster tercetaknya poster
kebersihan kebersihan lingkungan A
d. Memasang poster terpasangnya poster m
kebersihan lingkungan b
d
K
d
A
d
a
K
p
d
K
m
m
g
B
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONSTRIBUSI PENGUATAN
PELATIHAN TERHADAP NILAI
VISI DAN
5 ORGANISASI
HARMONIS : saya berkonsultasi MISI ORGANISASI
dengan mentor selaras satu dengan 6 7
yang lain
LOYAL : saya berkomitmen untuk
menjalankan kegiatan dengan baik
sesuai dengan arahan mentor
AKUNTABEL: saya
mendapatkan bahan materi dari
berbagai sumber yang dapat
dipercaya dan transparan.
KOMPETEN : saya melakukan tugas
dengan kualitas yang terbaik
ADAPTIF : saya membuat poster
dengan cermat serta inovatif dan
antusias terhadap perubahan
KOMPETEN : saya mencetak
poster kebersihan lingkungan
dengan kinerja terbaik .
KOLABORATIF : saya dalam
memasang poster Bekerjasama dalam
menghasilkan nilai tambah dan nilai
guna dari poster tersebut
BERORIENTASI PELAYANAN:
30
K
NO KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT / HASIL
12 KEGIATAN
4
2 Membuat 3
Bank Siswa peduli dan
sampah mampu menciptakan B
lingkungan sekolah yang s
bersih dengan kegiatan d
bank sampah di sekolah H
s
k
K
A
M
K
s
c
k
P
K
S
S
P
d
m
E
y
D
P
)
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONSTRIBUSI PENGUATAN
PELATIHAN TERHADAP NILAI
VISI DAN
5 ORGANISASI
Berkomunikasi dengan sopan santun MISI ORGANISASI
saat berkonsultasi dengan mentor 6 7
dengan cara sopan santun
HARMONIS : Siswa peduli dan Siswa peduli
saya menghargai masukan dan mampu dan mampu
kritikan dari mentor menciptakan menciptakan
Keterkaitan kegiatan dengan lingkungan sekolah lingkungan
Agenda III : yang bersih dengan sekolah yang
Manajemen ASN: kegiatan bank bersih
Kegiatan membuat Bank sampah di sekolah memperkuat
sampah,saya lakukan dengan adalah sebagai nilai-nilai
cermat, inovatif serta penuh perwujudan visi capaian
kreatifitas ( Tupoksi dan Kabupaten Blora organisasi
Profesional) “ Sesarengan daerah yaitu
mBangun Blora Mandiri
Keterkaitan kegiatan dengan Unggul dan Bekerja keras
SmartASN: Berdaya Saing” melakukan
Saya melakukan kegiatan kegiatan yang
Pembuatan Bank sampah Selain itu kreatif dan
dengan mencari referensi dari mendukung juga inovatif untuk
media Misi dari meningkatkan
Elektronik ( Google search dan Kabupaten Blora kualitas sumber
youtube ) Digital Safety yang ke-1 yaitu daya manusia
Dan menayangkan pada LCD “Membangun
Proyektor ( Digital Skill
),mencantumkan sumber yang
31
K
NO KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT / HASIL
KEGIATAN
12 3 4
te
a. Melakukan Adanya arahan dan K
konsultasi dengan persetujuan kepala II
kepala sekolah sekolah tentang kegiatan A
Bank Sampah b
s
b. Melakukan Terciptanya L
koordinasi dengan kesepahaman dan m
teman sejawat masukan dari teman b
tentang kegiatan kerja tentang kegiatan p
bank sampah bank sampah A
d
A
m
s
t
B
:
m
d
K
k
tu
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONSTRIBUSI PENGUATAN
PELATIHAN TERHADAP NILAI
VISI DAN
5 ORGANISASI
erpercaya ( Digital Ethics) MISI ORGANISASI
Keterkaitan kegiatan dengan agenda 6 7
I:
AKUNTABEL :Saya Menggunakan sumberdaya
barang milik sekolah ( lingkungan manusia yang
sekolah)dengan rasa tanggung jawab berkualitas,berd
aya saing dan
berkarakter “.
LOYAL : saya berkontribusi dalam
mencari sumber dalam pembuatan
bank sampah disertai dengan
pengabdian yang ikhlas
ADAPTIF : saya cepat menyesuaikan
diri terhadap lingkungan
AKUNTABEL : Saya
mencari referensi pembuatan bank
sampah dengan cermat dan penuh
tanggung jawab
BERORIANTASI PADA PELAYANAN
kami cekatan dan solutif dalam
menyelesaikan permasalahan sampah
di sekolah
KOMPETEN : kami melakukan
kinerja terbaik dalam melaksanakan
ugas dengan disiplin dan cermat
32
K
NO KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT / HASIL
KEGIATAN
12 3 4
c. Memberikan Terciptanya pemahaman A
penjelasan kepada siswa tentang bank m
siswa tentang bank sampah k
sampah A
d. Melaksanakan Terlaksananya kegiatan s
kegiatan bank bank sampah m
sampah b
K
S
d
b
A
S
m
s
A
S
m
p
B
P
s
h
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONSTRIBUSI PENGUATAN
PELATIHAN TERHADAP NILAI
VISI DAN
5 ORGANISASI
ADAPTIF: Saya MISI ORGANISASI
6 7
membuat bank sampah dengan
kreatif dan inovatif.
AKUNTABEL:
saya dalam pembuatan bank sampah
melakukan dengan jujur,
bertanggung jawab dan cermat
KOLABORATIF :
Saya bekerjasama bersama mentor
dan rekan sejawat dalam membuat
bank sampah
AKUNTABILITAS :
Saya berkoordinasi dengan
mentor dan teman sejawat
secara jelas dan cermat
ADAPTIF:
Saya terus berinovasi dan
menggembangkan kreatifitas dalam
pelaksanaan bank sampah
BERORIENTASI PADA
PELAYANAN :
saya melakukan perbaikan tiada
henti terhadap masalah sampah yang
33
NO KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT / HASIL K
12 KEGIATAN 4 a
3
3 Melakukan Siswa mampu K
gerakan membedakan sampah d
buang organik dan anorganik
sampah M
cerdas g
d
c
s
p
S
S
b
D
g
r
D
g
m
L
p
C
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONSTRIBUSI PENGUATAN
PELATIHAN TERHADAP NILAI
VISI DAN
5 ORGANISASI
MISI ORGANISASI
6 7
ada di sekolah
Keterkaitan kegiatan Siswa mampu Siswa mampu
denganAgenda III : membedakan membedakan
sampah organik dan sampah organic
Manajemen ASN: Saya melakukan anorganik adalah dan anorganik
gerakan buang sampah cerdas sebagai perwujudan memperkuat
dilaksanakan dengan visi dan misi nilai-nilai
cermat, inovatif, penuh kreatifitas, Kabupaten Blora caapaian
serta memperhatikan kebutuhan “ Sesarengan organisasi
pesertadidik ( Profesional) mBangun Blora daerah yaitu
Smart ASN: Unggul dan Mandiri
Saya Melakukan gerakan Berdaya Saing” Bekerja keras
buang sampah cerdas melakukan
Dengan melihat dari youtube dan Selain itu kegiatan yang
google search sebagai bahan mendukung juga kreatif dan
referensi( Digital Skill) Misi dari inovatif untuk
Dari hasil melihat di youtube dan Kabupaten Blora meningkatkan
google search saya yang ke-1 yaitu kualitas sumber
menayangkannya menggunakan “Membangun daya manusia
LCD Proyektor sebagai bentuk sumberdaya
pembiasaan siswa ( Digital manusia yang
Culture) berkualitas,berd
aya saing dan
34 berkarakter “.