The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK_REV_07092021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by naidiperpus, 2022-09-09 23:42:23

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK_REV_07092021

ASTAKNUDANR KTOAMPNETEPNUSI PBROLFIEKSI
2021
Institut Akuntan Publik Indonesia

Standar Kompetensi Profesi
Akuntan Publik
2021

Institut Akuntan Publik Indonesia

Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik 2021

INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
Office 8 Building Lantai 12 Unit 12I-12J
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senopati Raya, Jakarta 12190, Indonesia.
Telp. : (021) 29333151, 72795445/46
Website : http://www.iapi.or.id
Email : [email protected] / [email protected]

Hak Cipta © 2021 Institut Akuntan Publik Indonesia

Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
dalam bentuk apapun, baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotocopi, merekam,
atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Institut Akuntan
Publik Indonesia.

UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA

1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta
melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta yang meliputi penerjemahan dan
pengadaptasian Ciptaan untuk Penggunaan Secara Komersil dipidana penjara paling lama 3
(tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah).

2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta
melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta yang meliputi penerbitan, penggandaan dalam
segala bentuknya, dan pendistribusian Ciptaan untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana
dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada poin kedua di atas yang
dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar
rupiah).

Institut Akuntan Publik Indonesia

Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik 2021 2. Akuntan Publik
II. Institut Akuntan Publik Indonesia
-Jakarta: IAPI, 2021
1 jil., 82 hlm, 15,5 x 24 cm

ISBN: 978-979-19251-8-1
1. Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik 2021
I. Judul

SKPAP











PENGANTAR

Komite Pendidikan dan Pelatihan Profesi (selanjutnya disebut KPPP) – Institut Akuntan Publik
Indonesia (IAPI) telah menyetujui Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) pada tanggal
26 Agustus 2021. SKPAP ini diterbitkan untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh Akuntan Publik,
Anggota IAPI, dan pihak lainnya.

Berdasarkan ketentuan Anggaran Rumah Tangga Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan
Peraturan Asosiasi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik – IAPI,
KPPP telah menyusun, menyetujui, dan menetapkan materi Standar Kompetensi Profesi Akuntan
Publik (SKPAP) yang merupakan adopsi dari Handbook of International Education Standards (IES)
edisi 2019 yang diterbitkan oleh International Federation of Accountants (IFAC) dengan beberapa
penyesuaian agar sesuai dengan konteks tujuan penggunaannya.

INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
KOMITE PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROFESI

2017 – 2021

Florus Daeli Ketua
Hendang Tanusdjaja Anggota
Syahril Ali Anggota
Aria Farah Mita Anggota
Endang Pramuwati Anggota
Fiantonius Sihotang Anggota
Godang Parulian Panjaitan Anggota
Johannes E. Runtuwene Anggota
Lianny Leo Anggota
Marisi P. Purba Anggota
Muljawati Chitro Anggota

iii SKPAP

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK 2021
DAFTAR ISI

SKPAP 1, Persyaratan Dasar Kompetensi Bagi Anggota Untuk Memperoleh Kualifikasi
Profesional Sebagai Akuntan Publik.......................................................................................................1
SKPAP 2, Kompetensi Teknis ................................................................................................................6
SKPAP 3, Keahlian Profesional............................................................................................................16
SKPAP 4, Nilai-Nilai, Etika, Dan Perilaku Profesional .......................................................................25
SKPAP 5, Pengalaman Praktik .............................................................................................................36
SKPAP 6, Penilaian Kompetensi ..........................................................................................................43
SKPAP 7, Pendidikan Profesional Berkelanjutan.................................................................................49
SKPAP 8, Kompetensi Profesional Bagi Rekan Perikatan Yang Bertanggung Jawab Atas Audit
Laporan Keuangan ................................................................................................................................59
DAFTAR ISTILAH SKPAP.................................................................................................................70

iv SKPAP

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK (SKPAP) 1

PERSYARATAN DASAR KOMPETENSI BAGI ANGGOTA UNTUK MEMPEROLEH
KUALIFIKASI PROFESIONAL SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK

DAFTAR ISI

________________________________________________________________________________

Paragraf

Pendahuluan

Ruang Lingkup...................................................................................................................... (1-4)

Tanggal Efektif .................................................................................................................... (5)

Tujuan ................................................................................................................................. (6)

Ketentuan ............................................................................................................................ (7-9)

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain

Ruang Lingkup...................................................................................................................... (A1-A3)

Tujuan ................................................................................................................................... (A4-A6)

Ketentuan ............................................................................................................................. (A7-A11)

________________________________________________________________________________

SKPAP 1 (2021) 1

Pendahuluan

Ruang Lingkup

1. Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) ini mengatur prinsip-prinsip yang akan
digunakan ketika menetapkan dan mengkomunikasikan persyaratan dasar kompetensi bagi anggota
untuk memperoleh kualifikasi profesional sebagai Akuntan Publik yang mencakup:
a. SKPAP 2: Pengembangan Profesional Awal - Kompetensi Teknis

b. SKPAP 3: Pengembangan Profesional Awal - Keahlian Profesional,

c. SKPAP 4: Pengembangan Profesional Awal – Nilai-nilai, Etika, dan Perilaku Profesional,

d. SKPAP 5: Pengembangan Profesional Awal - Pengalaman Praktik,

e. SKPAP 6, Pengembangan Profesional Awal - Penilaian Kompetensi

f. SKPAP 7, Pendidikan Profesional Berkelanjutan, dan

g. SKPAP 8, Kompetensi Profesional bagi Rekan Perikatan Audit

Sedangkan untuk SKPAP 9, Kompetensi Spesifik lain yang Relevan bagi Akuntan Publik akan diatur
terpisah.

2. SKPAP ini ditujukan sebagai ukuran kompetensi bagi Anggota dan acuan bagi IAPI dalam
penyelenggaraan Ujian Profesi Akuntan Publik (UPAP), pendidikan profesional berkelanjutan atau
sertifikasi lainnya yang relevan untuk pengembangan kualifikasi profesional bagi Anggota untuk
menjadi akuntan publik. IAPI memiliki tanggung jawab untuk menetapkan dan mengomunikasikan
persyaratan dasar bagi individu untuk memperoleh kualifikasi profesional sebagai akuntan publik.
Selain itu, SKPAP ini dapat membantu organisasi pendidikan, kantor akuntan publik atau pemberi
kerja lainnya, regulator, otoritas pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam
pengembangan kompetensi profesi akuntan publik atau staf profesional lainnya.

3. SKPAP ini menjelaskan prinsip yang memungkinkan akses fleksibel bagi anggota untuk
mengembangkan kompetensi untuk memperoleh kualifikasi profesional sebagai akuntan publik,
sehingga memungkinkan anggota tersebut memiliki kesempatan memadai untuk menyelesaikan
pengembangan kompetensi untuk menjadi akuntan publik. SKPAP ini menjelaskan:
(a) peluang dalam keberhasilan penyelesaian,
(b) kesesuaian dari persyaratan dasar, dan
(c) berbagai bentuk persyaratan dasar.

4. Definisi dan penjelasan dari istilah kunci yang digunakan dalam SKPAP ditetapkan dalam Daftar
Istilah SKPAP.

Tanggal Efektif
5. SKPAP ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2022.

Tujuan

6. Tujuan dari SKPAP ini adalah untuk menetapkan persyaratan dasar kompetensi bagi anggota untuk
memperoleh kualifikasi profesional sebagai akuntan publik yang adil, proporsional, dan melindungi
kepentingan publik.

Ketentuan

7. IAPI menetapkan persyaratan dasar kompetensi bagi anggota untuk memperoleh kualifikasi
profesional sebagai akuntan publik sehingga memungkinkan individu yang masuk ke dalam profesi
akuntan publik hanya mereka yang memiliki peluang memadai untuk berhasil menyelesaikan

SKPAP 1 (2021) 2

pengembangan kompetensi, menyelesaikan ujian profesi akuntan publik dan pemenuhan persyaratan
lain untuk mendapatkan kompetensi yang memadai sebagai akuntan publik, dan bukan bertujuan
untuk memberikan hambatan masuk yang berlebihan.
8. IAPI harus menjelaskan alasan prinsip yang digunakan saat menetapkan persyaratan dasar
pendidikan kepada pemangku kepentingan, termasuk kepada penyedia program pendidikan yang
relevan dan individu yang mempertimbangkan karir sebagai akuntan publik.
9. IAPI harus menyediakan informasi yang relevan kepada publik untuk membantu anggota dan calon
anggota dalam menilai peluang mereka sendiri untuk berhasil menyelesaikan pengembangan
kompetensi untuk menjadi akuntan publik.

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain

Ruang Lingkup

A1. SKPAP dirancang untuk mendukung calon akuntan publik untuk mengembangkan kompetensi
profesional yang sesuai pada saat tercapainya Pengembangan Profesional Awal (PPA). IAPI
menyelenggarakan Ujian Profesi Akuntan Publik (UPAP) dan menentukan persyaratan lainnya
bagi anggota untuk menyelesaikan pengembangan profesional awal sehingga seseorang akan
memperoleh kualifikasi profesional sebagai akuntan publik. Kualifikasi profesional tersebut
diwujudkan melalui penerbitan sertifikat tanda lulus ujian profesi akuntan publik dan pemberian
sebutan profesi sesuai ketentuan yang berlaku di IAPI. Peraturan perundang-undangan
mensyaratkan bahwa untuk dapat mengikuti ujian profesi akuntan publik anggota harus memiliki
latar belakang pendidikan tinggi yang cukup, minimal strata satu atau diploma empat dari
perguruan tinggi yang diakui pemerintah. Peraturan perundang-undangan juga mensyaratkan
bahwa untuk dapat diterbitkan sertifikat tanda lulus ujian profesi akuntan publik, seseorang harus
memiliki pengalaman kerja bidang akuntansi dan menjadi anggota di IAPI. Selain itu, sertifikat
tanda lulus ujian profesi akuntan publik juga dapat diterbitkan oleh perguruan tinggi yang
diakreditasi oleh IAPI untuk menyelenggarakan pendidikan profesi akuntan publik. SKPAP
menyediakan ukuran kompetensi untuk menjadi acuan bagi penyelenggara ujian profesi akuntan
publik, perguruan tinggi penyelenggara pendidikan profesi akuntan publik, penyelenggara
program pendidikan profesional berkelanjutan, kantor akuntan publik atau pihak lain dalam
mengembangkan kompetensi untuk memenuhi kualifikasi profesional bagi akuntan publik.

A2. IAPI memiliki berbagai tingkat kendali atas persyaratan dasar untuk mengikuti UPAP dan PPAP.
Misalnya, persyaratan dasar mungkin ditetapkan oleh penyedia program pendidikan atau
universitas, kemudian IAPI menetapkan berbagai jalur menuju profesi akuntan publik, salah
satunya mendapatkan pengalaman bekerja di industri.

A3. Penetapan Pengembangan Profesional Awal (PPA) dalam SKPAP ini merupakan bagian dari
pemenuhan kewajiban IAPI sebagai anggota IFAC.

Tujuan

A4. Semua SKPAP dirancang untuk melindungi kepentingan publik. SKPAP ini melakukannya
melalui penetapan persyaratan dasar yang penting bagi individu untuk membantunya dalam
mempertimbangkan karir sebagai akuntan publik dan membuat keputusan yang tepat tentang
pemilihan jalur. Persyaratan dasar ini juga menetapkan bahwa akses untuk masuk ke profesi
akuntan publik terbatas pada mereka yang memiliki peluang besar. Persyaratan masuk ke profesi
akuntan publik ditentukan berdasarkan SKPAP 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8, yang mencakup kompetensi
teknis, keahlian profesional, nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional, pengalaman praktik, dan

SKPAP 1 (2021) 3

penilaian, dan yang dirancang untuk memastikan bahwa anggota profesi akuntan publik
mencapai tingkat kompetensi profesional yang sesuai.
A5. SKPAP ini melayani kepentingan publik dengan menangani isu yang berkaitan dengan syarat
calon akuntan publik yang berkualitas tinggi. Untuk itu ditetapkan prinsip-prinsip persyaratan
dasar untuk profesi akuntan publik yang tidak terlalu tinggi (menyebabkan hambatan yang tidak
perlu untuk masuk ke profesi), atau terlalu rendah (misal menyebabkan individu keliru
memahami bahwa mereka memiliki kemungkinan untuk berhasil dalam mencapai kualifikasi
akuntan publik). Persyaratan dasar tersebut dapat membantu dengan penggunaan sumber daya
yang efisien dan membantu individu yang mempertimbangkan karir sebagai akuntan publik agar
memiliki informasi yang cukup saat membuat keputusan.
A6. IAPI, penyelenggara program pendidikan profesi akuntan publik, penyelenggara pendidikan
profesional berkelanjutan, atau kantor akuntan publik dapat berkontribusi pada keputusan karir
yang efisien dan efektif dengan menginformasikan kepada individu yang mempertimbangkan
karir sebagai akuntan publik mengenai kompetensi teknis, keahlian profesional, dan nilai-nilai,
etika, dan perilaku profesional yang diharapkan dari mereka yang berhasil mencapai kualifikasi
sebagai akuntan publik. Informasi dapat dikumpulkan dan dianalisis sebagai data secara
berkelanjutan sehingga advis kepada individu yang mempertimbangkan karir sebagai akuntan
publik dapat didasarkan pada informasi yang dapat diandalkan. Informasi yang diberikan dapat
mencakup, namun tidak terbatas pada:

a. Titik masuk yang bervariasi ke UPAP;

b. Mendorong individu yang mempertimbangkan karir sebagai akuntan publik untuk memulai
UPAP hanya ketika mereka telah mempertimbangkan peluang mereka untuk berhasil;

c. Tingkat kelulusan setiap kualifikasi;

d. Informasi yang transparan mengenai ekspektasi dan biaya yang terkait dengan UPAP; dan

e. Alat diagnostik diri seperti peta kompetensi yang menetapkan keterampilan, pengetahuan, dan
sikap yang akan diperoleh setelah berhasil menyelesaikan UPAP.

f. Persyaratan untuk memperoleh sertifikat kualifikasi setelah lulus UPAP.

g. Pendidikan profesional berkelanjutan dan persyaratannya

h. Persyaratan masuk dan jenjang karir di dalam kantor akuntan publik

Ketentuan

A7. Dalam menentukan peluang yang memadai atas keberhasilan perolehan kualifikasi akuntan
publik merupakan suatu hal yang membutuhkan pertimbangan dan bergantung pada sejumlah
faktor. Tujuannya adalah untuk membantu individu yang mempertimbangkan karir sebagai
akuntan publik menjadi terinformasikan selengkap mungkin ketika memutuskan untuk memulai
program kualifikasi akuntan publik. Sehingga persyaratan dasar ini dapat memberikan individu
yang mempertimbangkan karir sebagai akuntan publik mengenai dasar-dasar yang diperlukan
untuk memungkinkan mereka mengembangkan kompetensi yang diperlukan dari seorang
akuntan publik.

A8. Persyaratan dasar dapat dijustifikasi dengan mengacu pada kompetensi teknis, keahlian
profesional, dan nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional yang diperlukan untuk berhasil
mencapai kualifikasi sebagai akuntan publik. IAPI dapat mempertimbangkan apakah persyaratan
tersebut sesuai di masing-masing kasus, dan tidak berlebihan atau terlalu ringan. Hambatan untuk
masuk yang berlebihan misalnya penentuan kualifikasi mata ujian tertentu dari lembaga tertentu,
atau durasi minimum pengalaman kerja tertentu. Tujuan menghindari hambatan yang berlebihan

SKPAP 1 (2021) 4

tersebut adalah untuk memungkinkan fleksibilitas akses ke profesi, bukan untuk mengurangi
standar. Dengan demikian terdapat berbagai jalur masuk dan keluar untuk mencapai kualifikasi
profesional sebagai akuntan publik, dan berbagai cara untuk mencapai Pengembangan
Profesional Awal (PPA).
A9. Calon akuntan publik mungkin telah mengembangkan (a) kompetensi teknis, (b) keahlian
profesional, dan (c) nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional melalui berbagai jalur, termasuk
pengalaman kerja, studi, atau kualifikasi. Fleksibilitas jalur pendidikan profesi akuntan publik
sama sekali tidak mengurangi ketegasan program tersebut, maupun standar yang dibutuhkan dari
calon akuntan publik untuk menyelesaikan PPA. IAPI dapat menentukan jalur yang berbeda ini
dengan mengadopsi persyaratan dasar yang fleksibel yang mengakomodasi semua orang dengan
peluang yang wajar untuk berhasil menyelesaikan program. Tujuan dari fleksibilitas ini adalah
untuk memungkinkan akses yang luas ke profesi; ini tidak dimaksudkan untuk menciptakan
berbagai kategori akuntan publik.
A10. IAPI dapat menetapkan kriteria khusus yang digunakan untuk menentukan bahwa individu
memenuhi persyaratan dasar untuk masuk ke dalam program perolehan kualifikasi sebagai
akuntan publik. Ini termasuk kualifikasi asal jurusan, mata kuliah, tes masuk, atau pengalaman.
Persyaratan dasar dapat mencakup penilaian atas satu (atau kombinasi) dari kualifikasi,
pengalaman, atau persyaratan lain yang dianggap sesuai. Informasi ini dibuat tersedia secara luas.
A11. IAPI dapat membantu individu yang mempertimbangkan karir sebagai akuntan publik untuk
mempertimbangkan peluang mereka untuk berhasil mencapai kualifikasi profesional sebagai
akuntan publik dengan mendorong mereka untuk mempertimbangkan cakupan program,
levelnya, dan metode penilaian.

SKPAP 1 (2021) 5

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK (SKPAP) 2
KOMPETENSI TEKNIS

DAFTAR ISI

________________________________________________________________________________

Paragraf

Pendahuluan

Ruang Lingkup...................................................................................................................... (1-4)

Tanggal Efektif .................................................................................................................... (5)

Tujuan ................................................................................................................................. (6)

Ketentuan

Capaian Pembelajaran untuk Kompetensi Teknis................................................................. (7)

Reviu Ujian Profesi Akuntan Publik (UPAP)....................................................................... (8)

Penilaian Kompetensi Teknis ............................................................................................... (9)

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain

Ruang Lingkup ..................................................................................................................... (A1-A5)

Tujuan .................................................................................................................................. (A6)

Capaian Pembelajaran untuk Kompetensi Teknis ................................................................ (A7-A11)

Reviu Program Ujian Profesi Akuntan Publik (UPAP) ....................................................... (A12-A13)

Penilaian Kompetensi Teknis................................................................................................ (A14-A15)

Lampiran 1: Penjelasan Tingkat Kecakapan

________________________________________________________________________________

SKPAP 2 (2021) 6

Pendahuluan
Ruang Lingkup (Ref: Para. A1 – A6)
Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) ini menetapkan Capaian Pembelajaran untuk
kompetensi teknis yang harus dicapai oleh calon akuntan publik pada akhir Pengembangan Profesional
Awal (PPA). Kompetensi teknis adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan profesional untuk
menjalankan peran sesuai standar yang ditentukan.
1. SKPAP ini dapat membantu organisasi pendidikan, pemberi kerja, regulator, otoritas pemerintah,

anggota IAPI, dan pemangku kepentingan lainnya yang mendukung pembelajaran dan
pengembangan calon akuntan publik. PPA harus dapat dipastikan memenuhi ketentuan SKPAP
ini.
2. SKPAP ini menentukan area kompetensi dan capaian pembelajaran yang menjelaskan kompetensi
teknis yang dibutuhkan oleh calon akuntan publik pada akhir PPA. SKPAP 3, Keahlian
Profesional, dan SKPAP 4, Nilai-nilai, Etika, dan Perilaku Profesional, menentukan area
kompetensi dan capaian pembelajaran yang relevan dengan fokus bidang mereka dalam PPA.
Bersama-sama, SKPAP ini menentukan area kompetensi dan capaian pembelajaran yang
menjelaskan kompetensi profesional yang dibutuhkan oleh calon akuntan publik pada akhir PPA.
3. Definisi dan penjelasan dari istilah kunci yang digunakan dalam SKPAP diatur dalam Daftar
Istilah SKPAP.

Tanggal Efektif
4. SKPAP ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2022.

Tujuan (Ref: Para. A7)
5. Tujuan dari SKPAP ini adalah untuk menetapkan kompetensi teknis yang perlu dikembangkan dan

ditunjukkan oleh calon akuntan publik pada akhir PPA, untuk menjalankan peran sebagai seorang
akuntan publik.

Ketentuan
Capaian Pembelajaran untuk Kompetensi Teknis (Ref: Para. A8 – A12)
6. IAPI harus menentukan capaian pembelajaran untuk kompetensi teknis yang akan dicapai oleh

calon akuntan publik pada akhir PPA. Capaian Pembelajaran ini harus mencakup yang tercantum
dalam Tabel A.

Tabel A: Capaian Pembelajaran untuk Kompetensi Teknis

Area Kompetensi (Tingkat Capaian Pembelajaran
Kecakapan1)

(a) Akuntansi dan pelaporan (i) Menerapkan prinsip akuntansi terhadap transaksi-transaksi dan

keuangan (Menengah) peristiwa lainnya.

1 Tingkat kemahiran suatu bidang kompetensi yang akan dicapai pada akhir PPA (sebagaimana dijelaskan pada
Lampiran 1)

SKPAP 2 (2021) 7

(ii) Menerapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) atau standar
lain yang relevan terhadap transaksi-transaksi dan peristiwa
lainnya.

(iii) Mengevaluasi kesesuaian kebijakan akuntansi yang digunakan
dalam penyusunan laporan keuangan.

(iv) Menyusun laporan keuangan, termasuk laporan keuangan
konsolidasi, sesuai dengan SAK atau standar lain yang relevan.

(v) Menginterpretasikan laporan keuangan dan pengungkapan-
pengungkapan yang terkait.

(vi) Menginterpretasikan laporan-laporan termasuk data dan
informasi non-keuangan.

(b) Akuntansi manajemen (i) Menyiapkan data dan informasi untuk mendukung
(Menengah) pengambilan keputusan manajemen yang meliputi
perencanaan dan penganggaran, manajemen biaya,
pengendalian mutu, pengukuran kinerja, dan analisis
perbandingan.

(ii) Menerapkan teknik-tehnik untuk mendukung pengambilan
keputusan manajemen, termasuk biaya produk, analisis varian,
manajemen persediaan, dan penganggaran dan forecasting.

(iii) Menerapkan teknik kuantitatif yang sesuai untuk menganalisis
perilaku biaya dan perubahan biaya.

(iv) Menganalisis data dan informasi untuk mendukung
pengambilan keputusan manajemen.

(v) Mengevaluasi kinerja produk dan segmen bisnis.

(c) Keuangan dan (i) Membandingkan berbagai sumber pendanaan yang tersedia
manajemen keuangan bagi organisasi, termasuk pembiayaan bank, instrumen
(Menengah) keuangan, dan pasar obligasi, ekuitas dan treasury.

(ii) Menganalisis arus kas organisasi dan kebutuhan modal kerja.

(iii) Menganalisis posisi keuangan saat ini dan masa datang suatu
organisasi, termasuk penggunaan teknik-tehnik analisis rasio,
analisis tren, dan analisis arus kas.

(iv) Mengevaluasi kesesuaian penggunaan komponen untuk
menghitung biaya modal (cost of capital) organisasi.

(v) Menerapkan teknik penganggaran modal dalam mengevaluasi
pengambilan keputusan investasi.

(vi) Menjelaskan pendekatan-pendekatan pendapatan, aset, dan
penilaian pasar yang digunakan untuk dalam pengambilan
keputusan investasi, perencanaan bisnis, dan manajemen
keuangan jangka panjang.

SKPAP 2 (2021) 8

(d) Perpajakan (Menengah) (i) Menjelaskan kepatuhan peraturan perpajakan dan sistem
pelaporannya di Indonesia.

(ii) Menyiapkan perhitungan perpajakan bagi individu atau
organisasi.

(iii) Menganalisis hal-hal perpajakan atas transaksi internasional
yang tidak kompleks.

(iv) Menjelaskan perbedaan antara perencanaan pajak, penghindaran
pajak.

(e) Audit dan asurans (i) Menjelaskan tujuan dan tahap-tahap dalam pelaksanaan audit

(Menengah) atas laporan keuangan.

(ii) Menerapkan Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) atau
standard audit lainnya serta hukum dan peraturan yang berlaku
dalam audit atas laporan keuangan.

(iii) Menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan
keuangan dan mempertimbangkan dampaknya terhadap
strategi audit.

(iv) Menerapkan metode-metode kuantitatif yang digunakan dalam
perikatan audit.

(v) Mengidentifikasi bukti audit yang relevan, termasuk bukti
kontradiktif, untuk menginformasikan pertimbangan,
membuat keputusan-keputusan, dan menarik kesimpulan yang
beralasan.

(vi) Menyimpulkan bahwa bukti audit yang cukup dan tepat telah
diperoleh.

(vii) Menjelaskan elemen kunci dari perikatan asurans dan standar
relevan yang berlaku dalam suatu perikatan.

(f) Tata kelola, manajemen (i) Menjelaskan prinsip-prinsip tata kelola, termasuk hak dan
risiko dan pengendalian tanggung jawab pemilik, investor, dan pihak yang
internal (Menengah) bertanggung jawab atas tata kelola; serta peran pemangku
kepentingan dalam persyaratan tata kelola, pengungkapan, dan
transparansi.

(ii) Menganalisis komponen kerangka tata kelola organisasi.

(iii) Menganalisis risiko dan peluang suatu organisasi dengan
menggunakan kerangka manajemen risiko.

(iv) Menganalisis komponen pengendalian internal yang terkait
dengan pelaporan keuangan.

(v) Menganalisis kecukupan sistem, proses dan pengendalian
dalam mengumpulkan, menghasilkan, menyimpan,
mengakses, menggunakan, ataupun membagi data dan
informasi.

SKPAP 2 (2021) 9

(g) Hukum dan peraturan (i) Menjelaskan hukum dan peraturan yang mengatur berbagai

bisnis (Menengah) bentuk badan hukum.

(ii) Menjelaskan hukum dan peraturan yang berlaku bagi
lingkungan di mana akuntan publik bekerja.

(iii) Menerapkan peraturan perlindungan data dan privasi saat
mengumpulkan, menghasilkan, menyimpan, mengakses,
menggunakan, atau membagi data dan informasi.

(h) Teknologi informasi dan (i) Menjelaskan dampak perkembangan Teknologi Informasi dan
komunikasi (Menengah) Komunikasi (TIK) terhadap lingkungan dan model bisnis
organisasi.

(ii) Menjelaskan bagaimana TIK mendukung analisis data dan
pengambilan keputusan.

(iii) Menjelaskan bagaimana TIK mendukung identifikasi,
pelaporan, dan pengelolaan risiko dalam sebuah organisasi.

(iv) Memanfaatkan TIK untuk menganalisis data dan informasi.

(v) Memanfaatkan TIK untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas dalam berkomunikasi.

(vi) Menerapkan TIK untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
sistem dari suatu sistem organisasi.

(vii) Menganalisis kecukupan proses dan pengendalian TIK.

(viii) Mengidentifikasi perbaikan-perbaikan pada proses dan
pengendalian TIK.

(i) Bisnis dan lingkungan (i) Menjelaskan lingkungan dimana organisasi beroperasi,
organisasi (Menengah) termasuk aspek ekonomi, hukum, peraturan, politik, teknologi,
sosial, dan budaya.

(ii) Menganalisis aspek lingkungan global yang mempengaruhi
perdagangan dan keuangan internasional.

(iii) Mengidentifikasi fitur globalisasi, termasuk peran
multinasionaldan pasar negara berkembang.

(j) Ilmu ekonomi (Dasar) (i) Menjelaskan prinsip-prinsip dasar mikroekonomi dan
makroekonomi.

(ii) Menjelaskan pengaruh perubahan indikator makroekonomi
terhadap aktivitas bisnis.

(iii) Menjelaskan berbagai jenis struktur pasar, termasuk
persaingan sempurna, persaingan monopolistik, monopoli, dan
oligopoli.

(k) Strategi dan manajemen (i) Menjelaskan berbagai desain dan struktur organisasi.

bisnis (Menengah) (ii) Menjelaskan tujuan dan pentingnya area fungsional dan

operasional yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.

SKPAP 2 (2021) 10

(iii) Menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat
mempengaruhi strategi organisasi.

(iv) Menjelaskan proses yang digunakan untuk mengembangkan
dan menerapkan strategi organisasi.

(v) Menjelaskan bagaimana teori perilaku organisasi digunakan
untuk meningkatkan kinerja individu, kelompok, dan
organisasi.

Reviu Ujian Profesi Akuntan Publik (UPAP) (Ref: Para. A13 – A14)
7. IAPI harus secara teratur menelaah dan memperbarui program pendidikan akuntan publik yang

dirancang untuk mencapai capaian pembelajaran dalam SKPAP ini.

Penilaian Kompetensi Teknis (Ref: Para. A15 – A16)
8. IAPI harus menetapkan kegiatan penilaian yang sesuai untuk menilai kompetensi teknis calon

akuntan publik.

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
Ruang Lingkup (Ref: Para. 1–4)
A1. Calon akuntan publik adalah individu yang telah memulai program pendidikan profesi akuntan

publik sebagai bagian dari PPA. PPA adalah pembelajaran dan pengembangan dimana calon
akuntan publik pertama kali mengembangkan kompetensi sebagai akuntan publik. PPA dibangun
di atas pendidikan umum dan mencakup pendidikan profesi akuntan publik, pengalaman praktis,
dan penilaian. PPA berlanjut hingga calon akuntan publik dapat menunjukkan kompetensi
profesional yang diperlukan untuk menjadi akuntan publik.
A2. Dimasukkannya kompetensi teknis dalam PPA merupakan dasar untuk menjadi akuntan publik.
Pengembangan kompetensi teknis lebih lanjut menjadi fokus dari Pendidikan Profesional
Berkelanjutan (PPL), yang tercakup dalam SKPAP 7, Pendidikan Profesional Berkelanjutan
(2021).
A3. Kompetensi profesional dapat dijelaskan dan dikategorikan dengan berbagai cara. Dalam
SKPAP, kompetensi profesional adalah kemampuan untuk menjalankan peran dengan standar
yang ditentukan. Kompetensi profesional melampaui pengetahuan tentang prinsip, standar,
konsep, fakta, dan prosedur; Hal ini merupakan integrasi dan penerapan atas: (a) kompetensi
teknis, (b) keahlian profesional, dan (c) nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional.
A4. Area kompetensi adalah kategori di mana sejumlah capaian pembelajaran terkait dapat
ditentukan. Area kompetensi dalam kompetensi teknis meliputi akuntansi dan pelaporan
keuangan, perpajakan, dan ekonomi; area kompetensi dalam keahlian profesional meliputi
intelektual dan pengorganisasian; dan area kompetensi dalam nilai-nilai, etika, dan perilaku
profesional meliputi prinsip-prinsip etika serta skeptisisme profesional dan pertimbangan
profesional.
A5. Capaian Pembelajaran menetapkan konten dan kedalaman pengetahuan, pemahaman, dan
penerapan yang diperlukan untuk setiap area kompetensi yang ditentukan. Capaian Pembelajaran
dapat dicapai dalam konteks lingkungan kerja atau UPAP.

SKPAP 2 (2021) 11

Tujuan (Ref: Para. 6)

A6. Penetapan kompetensi teknis yang perlu dikembangkan dan ditunjukkan oleh calon akuntan
publik, memiliki beberapa tujuan. Hal ini melindungi kepentingan publik, meningkatkan kualitas
pekerjaan akuntan publik, dan mendukung kredibilitas profesi akuntan publik.

Capaian Pembelajaran untuk Kompetensi Teknis (Ref: Para. 7)

A7. Tabel A mencantumkan Capaian Pembelajaran untuk kompetensi teknis yang akan dicapai oleh
calon akuntan publik pada akhir PPA, terlepas dari spesialisasi atau jabatan yang mereka
harapkan di masa depan. Capaian Pembelajaran ini memberikan dasar untuk memungkinkan
akuntan publik mengembangkan spesialisasi dalam peran akuntansi yang berbeda, misalnya
rekan perikatan audit atau spesialis perpajakan.

A8. Dalam desain program UPAP, 11 area kompetensi yang tercantum dalam Tabel A mungkin tidak
identik dengan nama mata kuliah atau mata pelajaran yang ditentukan. Selain itu, Capaian
pembelajaran yang terkait dengan satu area kompetensi dapat dicapai di lebih dari satu mata
kuliah atau mata pelajaran yang didedikasikan untuk bidang itu. Misalnya, Capaian pembelajaran
untuk akuntansi dan pelaporan keuangan dapat dicapai di dua atau lebih mata kuliah atau mata
pelajaran akuntansi dan pelaporan keuangan. Pencapaian beberapa Capaian pembelajaran dapat
meluas ke beberapa mata kuliah atau mata pelajaran yang berbeda, tidak ada yang dapat
dikhususkan hanya untuk area kompetensi itu. Misalnya, Capaian pembelajaran dalam teknologi
informasi dan komunikasi dapat dicapai melalui integrasi materi yang relevan dalam mata kuliah
yang berfokus pada akuntansi manajemen dan / atau audit dan asurans. Selain itu, urutan area
kompetensi yang dimasukkan dalam UPAP mungkin berbeda dari urutan yang disajikan pada
Tabel A. Misalnya, ilmu ekonomi tercantum di bagian akhir daftar area kompetensi pada Tabel
A, tetapi mungkin juga tercakup cukup awal dalam program UPAP.

A9. Terdapat banyak cara untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan tingkat kecakapan.
Penjelasan yang dikembangkan oleh IAPI tersedia dalam Lampiran 1, Penjelasan Tingkat
Kecakapan.

A10. Pada Tabel A, setiap area kompetensi telah ditetapkan tingkat kecakapan yang diharapkan akan
dicapai oleh calon akuntan publik pada akhir PPA. Tingkat kecakapan ini menunjukkan konteks
di mana Capaian pembelajaran yang relevan diharapkan dapat ditunjukkan. Bersama-sama,
Capaian pembelajaran dan tingkat kecakapan area kompetensi memberikan informasi untuk
membantu IAPI merancang program UPAP.

A11. Dalam program pendidikan profesi akuntan publik, IAPI dapat: (a) memasukkan area kompetensi
tambahan; (b) menaikkan tingkat kecakapan untuk beberapa area kompetensi; atau (c)
mengembangkan capaian pembelajaran tambahan yang tidak ditentukan dalam SKPAP ini. Hal
ini dapat terjadi ketika IAPI mempersiapkan calon akuntan publik untuk bekerja dalam sektor
industri tertentu (misalnya, sektor publik) atau untuk peran tertentu (misalnya, akuntan
manajemen atau auditor).

Reviu Program Ujian Profesi Akuntan Publik (UPAP) (Ref: Para. 8)

A12. Program UPAP dirancang untuk mendukung calon akuntan publik untuk mengembangkan
kompetensi profesional yang sesuai pada akhir PPA. Program tersebut dapat mencakup
pendidikan formal yang diberikan melalui kualifikasi dan mata kuliah yang ditawarkan oleh
universitas, penyedia pendidikan tinggi lainnya, dan pemberi kerja, serta pelatihan di tempat

SKPAP 2 (2021) 12

kerja. Rancangan program UPAP dapat melibatkan masukan substantif dari pemangku
kepentingan selain IAPI.

A13. Ketentuan untuk menelaah dan memperbarui program UPAP secara teratur mencerminkan
lingkungan yang cepat berubah dan kompleks di mana akuntan publik bekerja. Siklus reviu yang
tipikal mungkin tiga sampai lima tahun, tetapi juga memadai untuk melakukan reviu yang lebih
sering, misalnya untuk menanggapi perubahan dalam undang-undang, peraturan, dan standar
yang relevan dengan akuntan publik.

Penilaian Kompetensi Teknis (Ref: Para. 9)

A14. SKPAP 6, Penilaian Kompetensi, memberikan prinsip-prinsip yang berlaku untuk desain dari
kegiatan penilaian yang digunakan untuk menilai kompetensi teknis dan unsur-unsur kompetensi
profesional lainnya.

A15. Berbagai kegiatan penilaian dapat digunakan untuk menilai kompetensi teknis calon akuntan
publik. Kegiatan penilaian yang tepat dapat mencakup: (a) ujian tertulis yang terdiri dari
pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban singkat, (b) studi kasus, (c) esai tertulis, (d)
pengujian objektif, (e) penilaian tempat kerja, dan (f) evaluasi pembelajaran sebelumnya untuk
pengecualian dari aspek PPA.

SKPAP 2 (2021) 13

Lampiran 1

Penjelasan Tingkat Kecakapan

Penjelasan tentang tingkat kecakapan ini mendukung penggunaan Capaian pembelajaran seperti pada
Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) 2, 3, dan 4. Penjelasan ini memberikan uraian
tentang tiga tingkat kecakapan. Penjelasan ini, bersama dengan Capaian pembelajaran, memberikan
informasi untuk membantu IAPI merancang program UPAP untuk berbagai peran dan spesialisasi
akuntan public.

Tingkat Kecakapan Penjelasan

Tingkat Dasar Pada umumnya, Capaian pembelajaran dalam area kompetensi memfokuskan
Tingkat Menengah pada kemampuan untuk:
• Mendefinisikan, menjelaskan, menyimpulkan, dan menginterpretasikan

prinsip-prinsip dan teori yang relevan dengan kompetensi teknis untuk
menyelesaikan tugas dengan pengarahan yang memadai;
• Melaksanakan tugas yang diberikan dengan menggunakan keahlian
profesional yang tepat;
• Menerapkan pentingnya nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional dalam
pelaksanaan tugas yang diberikan;
• Menyelesaikan permasalahan sederhana, dan menunjukkan tugas-tugas
atau permasalahan rumit kepada atasan atau ahli/spesialis; dan
• Menyampaikan informasi dan menjelaskan ide dengan cara yang jelas,
dengan komunikasi lisan dan tulisan.
Capaian pembelajaran pada tingkat dasar pada umumnya terkait dengan
pekerjaan dengan karakteristik tingkat ambiguitas, kompleksitas, dan
ketidakpastian yang rendah.

Capaian pembelajaran dalam area kompetensi pada tingkat menengah pada
umumnya memusatkan perhatian pada kemampuan untuk:
• Secara independen menerapkan, membandingkan, dan mampu

menganalisis prinsip-prinsip dan teori pada area relevan dengan
kompetensi teknis yang relevan untuk menyelesaikan pekerjaan dan
membuat keputusan;
• Menggabungkan kompetensi teknis dan keahlian profesional untuk
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan;
• Menerapkan nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional dalam
melaksanakan pekerjaan; dan
• Menyajikan informasi dan menyampaikan ide dengan cara yang jelas,
menggunakan komunikasi lisan dan tertulis, kepada pemangku
kepentingan dengan latar belakang akuntansi dan non-akuntansi.

Capaian pembelajaran pada tingkat menengah berhubungan dengan situasi
pekerjaan yang memiliki karakteristik dengan tingkat ambiguitas, kerumitan,
dan ketidakpastian yang moderat.

Tingkat Lanjut Capaian pembelajaran dalam area kompetensi pada tingkat lanjut pada
umumnya memusatkan perhatian pada kemampuan untuk:

SKPAP 2 (2021) 14

• Menyeleksi dan mengintegrasikan prinsip-prinsip dan teori dari berbagai
area yang berbeda dari kompetensi teknis untuk mengelola serta memimpin
proyek dan pekerjaan yang diberikan dan untuk membuat rekomendasi
yang tepat bagi kebutuhan pemangku kepentingan;

• Menggabungkan kompetensi teknis dan keahlian profesional untuk
mengelola dan memimpin perikatan dan pekerjaan yang diberikan;

• Membuat pertimbangan atas tindakan yang tepat dengan menggambarkan
nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional;

• Menilai, mencari, dan menyelesaikan permasalahan yang rumit dengan
pengarahan terbatas;

• Mengantisipasi, mengkonsultasikan dengan tepat, dan mampu menyusun
solusi untuk menyelesaikan permasalahan rumit; dan

• Secara konsisten Menyajikan dan menjelaskan informasi relevan dengan
cara yang persuasif kepada berbagai pihak pemangku kepentingan.

Capaian pembelajaran pada tingkat lanjut berhubungan dengan situasi
pekerjaan yang memiliki karakteristik dengan tingkat ambiguitas, kerumitan,
dan ketidakpastian yang tinggi.

SKPAP 2 (2021) 15

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK (SKPAP) 3,
KEAHLIAN PROFESIONAL

DAFTAR ISI

________________________________________________________________________________

Paragraf

Pendahuluan

Ruang Lingkup ..................................................................................................................... (1–4)

Tanggal Efektif .................................................................................................................... (5)

Tujuan ................................................................................................................................. (6)

Ketentuan

Capaian pembelajaran (CP) untuk Keahlian Profesional ..................................................... (7)

Reviu Program Pendidikan Profesi akuntan publik .............................................................. (8)

Penilaian Keahlian Profesional ............................................................................................ (9)

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain

Ruang Lingkup ..................................................................................................................... (A1 – A7)

Tujuan .................................................................................................................................. (A8)

Capaian pembelajaran untuk Keahlian Profesional ............................................................. (A9 – A14)

Reviu Program Pendidikan Profesi akuntan publik ............................................................. (A15–A16)

Penilaian Keahlian Profesional ............................................................................................ (A17–A19)

Lampiran 1: Penjelasan Tingkat Kecakapan

________________________________________________________________________________

SKPAP 3 (2021) 16

Pendahuluan

Ruang Lingkup (Ref: Para. A1 – A7)

1. Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) ini menetapkan hasil pembelajaran untuk
keahlian profesional yang harus dicapai oleh calon akuntan publik pada akhir Pengembangan
Profesional Awal (PPA). Keahlian profesional adalah keahlian (a) intelektual, (b) interpersonal
dan komunikasi, (c) kepribadian, dan (d) pengorganisasian yang diintegrasikan oleh akuntan
publik dengan kompetensi teknis dan nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional untuk
menunjukkan kompetensi profesional.

2. SKPAP ini dapat membantu organisasi pendidikan, pemberi kerja, regulator, otoritas pemerintah,
anggota IAPI, dan pemangku kepentingan lainnya yang mendukung pembelajaran dan
pengembangan calon akuntan publik. PPA harus dapat dipastikan memenuhi ketentuan SKPAP
ini.

3. SKPAP ini menentukan area kompetensi dan Capaian pembelajaran (CP) yang menjelaskan
keahlian profesional yang dibutuhkan oleh calon akuntan publik pada akhir PPA. SKPAP 2,
Kompetensi Teknis, dan SKPAP 4, Nilai-nilai, Etika, dan Perilaku profesional, menentukan area
kompetensi dan Capaian pembelajaran yang relevan dengan bidang fokusnya dalam PPA.
Bersama-sama, SKPAP ini menentukan area kompetensi dan Capaian pembelajaran yang
menjelaskan kompetensi profesional yang dibutuhkan oleh calon akuntan publik pada akhir PPA.

4. Definisi dan penjelasan dari istilah kunci yang digunakan dalam SKPAP dan Kerangka Kerja
untuk Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik dan Calon Akuntan Publik diatur dalam Daftar
Istilah SKPAP.

Tanggal Efektif
5. SKPAP ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2022.

Tujuan (Ref: Para. A8)
6. Tujuan dari SKPAP ini adalah untuk membangun keahlian profesional yang perlu dikembangkan

dan ditunjukkan oleh calon akuntan publik di akhir PPA, untuk menjalankan peran sebagai akuntan
publik.

Ketentuan

Capaian pembelajaran untuk Keahlian Profesional (Ref: Para. A9 – A14)

7. IAPI akan menentukan capaian pembelajaran untuk keahlian profesional yang akan dicapai oleh
calon akuntan publik pada akhir PPA. Capaian pembelajaran ini harus mencakup yang tercantum
dalam Tabel A.

Tabel A: Capaian pembelajaran untuk Keahlian Profesional

Bidang Kompetensi Capaian pembelajaran

(Tingkat Kecakapan1) Mengevaluasi informasi dari berbagai sumber dan perspektif
melalui riset, analisis, dam integrasi.
(a) Intelektual (Menengah) (i)

1 Tingkat kecakapan suatu bidang kompetensi yang akan dicapai pada akhir PPA (sebagaimana dijelaskan pada
Lampiran 1)

SKPAP 3 (2021) 17

(ii) Menerapkan keahlian berpikir kritis untuk memecahkan masalah,
menginformasikan pertimbangan, membuat keputusan, dan
mencapai kesimpulan yang masuk akal.

(iii) Mengidentifikasi kapan waktu yang tepat untuk melakukan
konsultasi kepada spesialis untuk memecahkan problem dan
membuat simpulan.

(iv) Merekomendasikan solusi untuk masalah yang tidak terstruktur
dan multi aspek.

(v) Menanggapi secara efektif keadaan yang berubah atau informasi
baru untuk memecahkan masalah, menginformasikan
pertimbangan, membuat keputusan, dan mencapai kesimpulan
yang masuk akal.

(b) Interpersonal dan (i) Menunjukkan kerjasama dan mampu bekerja dalam tim untuk

komunikasi (Menengah) mencapai tujuan organisasi.

(ii) Berkomunikasi dengan jelas dan ringkas pada saat presentasi,
diskusi, dan melaporkan dalam situasi formal dan non-formal,
tertulis atau lisan, dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa
Inggris atau bahasa asing lainnya.

(iii) Mendemonstrasikan kesadaran perbedaan kultur dan bahasa
dalam semua hal komunikasi.

(iv) Menerapkan kemampuan teknik mendengar dan wawancara yang
efektif.

(v) Menerapkan kemampuan negosiasi untuk mendapatkan solusi
dan kesepakatan.

(vi) Menerapkan kemampuan konsultasi untuk meminimalisasi atau
menyelesaikan konflik, pemecahan masalah, dan
memaksimalkan peluang.

(vii) Menyajikan ide dan mempengaruhi orang lain untuk mendukung
dan membangun komitmen.

(c) Kepribadian (i) Menunjukkan komitmen lifelong learning (pendidikan
(Menengah) profesional berkelanjutan/PPL).

(ii) Memiliki standar kepribadian tinggi dalam menyampaikan dan
kinerja individu, melalui saran dari pihak lain dan refleksi diri.

(iii) Mengelola waktu dan sumber daya untuk mencapai komitmen
profesional.

(iv) Mengantisipasi tantangan dan potensi rencana solusi.

(v) Menerapkan pemikiran terbuka terhadap peluang baru.

(vi) Mengidentifikasi dampak potensial dari bias pribadi dan
organisasi.

SKPAP 3 (2021) 18

(d) Pengorganisasian (i) Melaksanakan perikatan berdasarkan pedoman praktik untuk
(Menengah) mencapai tenggat waktu yang ditetapkan.

(ii) Menelaah pekerjaan sendiri dan pihak lain untuk menentukan
apakah telah sesuai dengan standar kualitas organisasi.

(iii) Menerapkan keahlian mengelola sumber daya manusia untuk
membangun dan memotivasi pihak lain.

(iv) Menerapkan keahlian pendelegasian untuk menyelesaikan
perikatan.

(v) Menerapkan keahlian kepemimpinan untuk mempengaruhi pihak
lain untuk bekerja dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.

Reviu Program Pendidikan Profesi akuntan publik (Ref: Para. A15 – A16)
8. IAPI harus secara teratur menelaah dan memperbarui program pendidikan profesi akuntan publik

yang dirancang untuk memenuhi capaian pembelajaran dalam SKPAP ini.

Penilaian Keahlian Profesional (Ref: Para. A17 – A19)
9. IAPI harus menetapkan kegiatan penilaian yang tepat untuk menilai keahlian profesional dari calon

akuntan publik.

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
Ruang Lingkup (Ref: Para. 1–4)
A1. Calon akuntan publik adalah individu yang telah memulai program pendidikan profesi akuntan

publik sebagai bagian dari PPA. PPA adalah pembelajaran dan pengembangan di mana calon
akuntan publik pertama kali mengembangkan kompetensi yang mengarah pada pelaksanaan
peran sebagai akuntan publik. PPA dibangun di atas pendidikan umum dan mencakup pendidikan
profesi akuntan publik, pengalaman praktis, dan penilaian. PPA berlanjut hingga calon akuntan
publik dapat menunjukkan kompetensi profesional yang diperlukan untuk peran pilihan mereka
dalam profesi akuntansi.
A2. Secara internasional, terdapat perbedaan hukum dan peraturan yang signifikan yang menentukan
poin kualifikasi (atau perizinan) akuntan publik. IAPI dapat menentukan hubungan yang tepat
antara akhir PPA dan poin kualifikasi (atau perizinan) untuk anggotanya.
A3. Kompetensi profesional dapat dijelaskan dan dikategorikan dengan berbagai cara. Dalam
SKPAP, kompetensi profesional adalah kemampuan untuk menjalankan peran dengan standar
yang ditentukan. Kompetensi profesional melampaui pengetahuan tentang prinsip, standar,
konsep, fakta, dan prosedur; ini adalah integrasi dan penerapan dari (a) kompetensi teknis, (b)
keahlian profesional, dan (c) nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional.
A4. Dimasukkannya keahlian profesional dalam PPA menjadi dasar untuk menjalankan peran
sebagai akuntan publik. Pengembangan lebih lanjut dari keahlian profesional adalah fokus
Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL), yang tercakup dalam SKPAP 7, Pendidikan
Profesional Berkelanjutan (2021).
A5. Dalam SKPAP ini, keahlian profesional dikategorikan menjadi empat area kompetensi:

SKPAP 3 (2021) 19

a. Intelektual berkaitan dengan kemampuan akuntan publik untuk memecahkan masalah,
membuat keputusan, beradaptasi dengan perubahan, dan menggunakan pertimbangan
profesional;

b. Interpersonal dan komunikasi berkaitan dengan kemampuan akuntan publik untuk bekerja
dan berinteraksi secara efektif dengan pihak lain;

c. Kepribadian berkaitan dengan sikap dan perilaku pribadi seorang akuntan publik; dan
d. Pengorganisasian berkaitan dengan kemampuan akuntan publik untuk bekerja secara

efektif dengan atau di dalam organisasi untuk memperoleh hasil yang optimal dari orang
dan sumber daya yang tersedia.

A6. Area kompetensi adalah kategori di mana sejumlah Capaian pembelajaran terkait dapat
ditentukan. Bidang kompetensi dalam keahlian profesional meliputi intelektual dan
pengorganisasian; bidang kompetensi dalam kompetensi teknis meliputi akuntansi dan pelaporan
keuangan, perpajakan, dan ilmu ekonomi; dan bidang kompetensi dalam nilai-nilai, etika, dan
perilaku profesional mencakup prinsip-prinsip etika serta skeptisisme profesional dan
pertimbangan profesional.

A7. Capaian pembelajaran menetapkan konten dan kedalaman pengetahuan, pemahaman, dan
penerapan yang diperlukan untuk setiap area kompetensi yang ditentukan. Capaian pembelajaran
dapat dicapai dalam konteks lingkungan kerja atau program pendidikan profesi akuntan publik.

Tujuan (Ref: Para. 6)

A8. Penetapan keahlian profesional yang perlu dikembangkan dan ditunjukkan oleh calon akuntan
publik pada akhir PPA memiliki beberapa tujuan. Ini melindungi kepentingan publik,
meningkatkan kualitas pekerjaan akuntan publik dan mendukung kredibilitas profesi akuntansi.

Capaian pembelajaran untuk Keterampilan Profesional (Ref: Para. 7)

A9. Tabel A mencantumkan Capaian pembelajaran untuk keahlian profesional yang akan dicapai
oleh calon akuntan publik pada akhir PPA, terlepas dari spesialisasi atau peran akuntansi yang
mereka harapkan di masa depan. Capaian pembelajaran ini memberikan dasar untuk
memungkinkan akuntan publik mengembangkan spesialisasi dalam peran akuntansi yang
berbeda, misalnya rekan perikatan audit atau spesialis perpajakan.

A10. Dalam desain program pendidikan profesi akuntan publik, empat area kompetensi yang
tercantum dalam Tabel A mungkin tidak identik dengan nama mata kuliah atau mata pelajaran
yang ditentukan. Selain itu, hasil pembelajaran yang terkait dengan satu area kompetensi
(misalnya, pengorganisasian) dapat dicapai di lebih dari satu mata kuliah atau mata pelajaran.
Pencapaian beberapa capaian pembelajaran (misalnya, yang ada dalam intelektual) dapat meluas
ke beberapa mata kuliah atau mata pelajaran yang berbeda, tidak ada yang dapat dikhususkan
hanya untuk bidang kompetensi itu.

A11. Terdapat banyak cara untuk menjelaskan dan mengklasifikasikan tingkat kecakapan. Penjelasan
yang dikembangkan oleh IAPI tersedia dalam Lampiran 1, Penjelasan Tingkat Kecakapan.

A12. Pada Tabel A, setiap area kompetensi telah ditentukan tingkat kecakapan yang diharapkan akan
dicapai oleh calon akuntan publik pada akhir PPA. Tingkat kecakapan ini menunjukkan konteks
di mana capaian pembelajaran yang relevan diharapkan untuk ditunjukkan. Bersama-sama,
capaian pembelajaran dan tingkat kecakapan area kompetensi memberikan informasi untuk
membantu IAPI merancang program pendidikan profesi akuntan publik.

SKPAP 3 (2021) 20

A13. Dalam program pendidikan profesi akuntan publik, IAPI dapat: (a) memasukkan area kompetensi
tambahan; (b) menaikkan tingkat kecakapan untuk beberapa area kompetensi; atau (c)
mengembangkan capaian pembelajaran tambahan yang tidak ditentukan dalam SKPAP ini. Hal
ini dapat terjadi ketika IAPI mempersiapkan calon akuntan publik untuk bekerja dalam sektor
industri tertentu (misalnya, sektor publik) atau untuk peran tertentu (misalnya, akuntan
manajemen atau auditor).

A14. IAPI, pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya didorong untuk mengidentifikasi pendekatan
yang paling tepat untuk pembelajaran dan pengembangan keahlian profesional, dengan
mempertimbangkan lingkungan nasional dan kultur. Pendekatan yang tepat kemungkinan besar
mencakup gabungan kegiatan pembelajaran dan pengembangan yang mengkombinasikan
program pembelajaran terstruktur dan pengalaman praktik. Misalnya, supervisor dengan
pengalaman praktik memainkan peran penting dalam membantu calon akuntan publik untuk
mengembangkan keahlian profesional di tempat kerja.

Reviu Program Pendidikan Profesi akuntan publik (Ref: Para. 8)

A15. Program pendidikan profesi akuntan publik dirancang untuk mendukung calon akuntan publik
mengembangkan kompetensi profesional yang tepat pada akhir PPA. Program tersebut dapat
mencakup pendidikan formal yang diberikan melalui kualifikasi dan mata kuliah yang
ditawarkan oleh universitas, penyedia pendidikan tinggi lainnya, dan pemberi kerja, serta
pelatihan di tempat kerja. Rancangan program pendidikan profesi akuntan publik mungkin
melibatkan masukan substantif dari pemangku kepentingan selain IAPI.

A16. Ketentuan untuk menelaah dan memperbarui program pendidikan profesi akuntan publik secara
teratur mencerminkan lingkungan yang cepat berubah dan rumit di mana akuntan publik bekerja.
Siklus reviu yang tipikal mungkin tiga sampai lima tahun, tetapi mungkin tepat untuk melakukan
reviu yang lebih sering, misalnya untuk memperhitungkan perubahan dalam undang-undang,
peraturan, dan standar yang relevan dengan akuntan publik.

Penilaian Keahlian Profesional (Ref: Para. 9)

A17. SKPAP 6, Penilaian Kompetensi Profesional, memberikan prinsip-prinsip yang berlaku untuk
desain kegiatan penilaian yang digunakan untuk menilai keahlian profesional dan unsur
kompetensi profesional lainnya.

A18. Berbagai kegiatan penilaian dapat digunakan untuk menilai keahlian profesional calon akuntan
publik. Simulasi berbasis kerja atau latihan kelompok adalah contoh kegiatan yang
memungkinkan calon akuntan publik untuk mengembangkan dan menunjukkan pencapaian
capaian pembelajaran yang berkaitan dengan keahlian profesional, dalam program pendidikan
profesi akuntan publik. Pengalaman praktik juga memungkinkan calon akuntan publik untuk
berpartisipasi dalam kegiatan penilaian untuk menunjukkan keahlian profesional mereka. Contoh
kegiatan tersebut meliputi: (a) membuat buku harian, (b) berpartisipasi dalam penilaian 360
derajat, (c) menyusun portofolio bukti pencapaian capaian pembelajaran, atau (d) dipantau oleh
atasan yang memiliki pengalaman praktik.

A19. Penilaian keahlian profesional di tempat kerja mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda
dengan ujian tertulis untuk mencapai tingkat keandalan, validitas, kesetaraan, transparansi, dan
kecukupan yang tinggi. Misalnya, desain penilaian dapat mencakup:
(a) Spesifikasi capaian pembelajaran yang jelas dan rinci untuk meminimalkan ambiguitas dan
meningkatkan keandalan dan transparansi penilaian;

SKPAP 3 (2021) 21

(b) Pelatihan bagi penilai di tempat kerja untuk mencapai konsistensi antara penilai dan
kesetaraan antara calon akuntan publik; dan

(c) Pembuatan simulasi berbasis kerja untuk memberikan penilaian keahlian profesional yang
memadai, adil, dan andal.

SKPAP 3 (2021) 22

Lampiran 1

Penjelasan Tingkat Kecakapan

Penjelasan tentang tingkat kecakapan ini mendukung penggunaan capaian pembelajaran dalam Standar
Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) 2, 3, dan 4. Penjelasan ini memberikan uraian tentang
tiga tingkat kecakapan. Penjelasan ini, bersama dengan capaian pembelajaran, memberikan informasi
untuk membantu IAPI merancang program pendidikan profesi akuntan publik untuk berbagai peran dan
spesialisasi profesi akuntan publik.

Tingkat Kecakapan Penjelasan
Tingkat Dasar
Pada umumnya, capaian pembelajaran dalam bidang kompetensi
Tingkat Menengah memfokuskan pada kemampuan untuk:

• Mendefinisikan, menjelaskan, menyimpulkan, dan

menginterpretasikan terhadap suatu perihal pokok-pokok dan teori

yang relevan dengan kompetensi teknis untuk menyelesaikan tugas

dengan pengarahan yang tepat;

• Melaksanakan tugas yang diberikan dengan menggunakan keahlian
profesional yang tepat;

• Menerapkan pentingnya nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional
dalam pelaksanaan tugas yang diberikan;

• Menyelesaikan permasalahan sederhana, dan mengkonsultasikan
tugas-tugas atau permasalahan kepada atasan atau ahli/spesialis; dan

• Menyampaikan informasi dan menjelaskan ide dengan cara yang
jelas, dengan lisan dan komunikasi tulisan.

Capaian pembelajaran pada tingkat dasar pada umumnya terkait dengan
pekerjaan dengan karakteristik tingkat ambiguitas, kompleksitas, dan
ketidakpastian yang rendah.

Capaian pembelajaran dalam area kompetensi pada tingkat menengah
pada umumnya memusatkan perhatian pada kemampuan untuk:
• Secara independen menerapkan, membandingkan, dan mampu

menganalisis pokok-pokok dan teori pada bidang yang relevan
dengan kompetensi teknis yang relevan untuk menyelesaikan
pekerjaan dan membuat keputusan;
• Menggabungkan kompetensi teknis dan keahlian profesional untuk
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan;
• Menerapkan nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional dalam
melaksanakan pekerjaan; dan
• Menyajikan informasi dan menjelaskan ide dengan cara yang jelas,
menggunakan lisan dan komunikasi tertulis, kepada pemangku
kepentingan dengan latar belakang akuntansi dan non-akuntansi.

Capaian pembelajaran pada tingkat menengah berhubungan dengan
situasi pekerjaan yang memiliki karakteristik dengan tingkat ambiguitas,
kerumitan, dan ketidakpastian yang moderat.

SKPAP 3 (2021) 23

Tingkat Lanjut Capaian pembelajaran dalam area kompetensi pada tingkat lanjut pada
umumnya memusatkan perhatian pada kemampuan untuk:
• Menyeleksi dan mengintegrasikan prinsip-prinsip dan teori dari

berbagai area yang berbeda dari kompetensi teknis untuk mengelola
serta memimpin proyek dan pekerjaan yang diberikan dan untuk
membuat rekomendasi yang tepat bagi kebutuhan pemangku
kepentingan;
• Menggabungkan kompetensi teknis dan keahlian profesional untuk
mengelola dan memimpin perikatan dan pekerjaan yang diberikan;
• Membuat pertimbangan atas tindakan yang tepat dengan
menggambarkan nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional;
• Menilai, mencari, dan menyelesaikan permasalahan yang kompleks
dengan pengarahan terbatas;
• Mengantisipasi, mengkonsultasikan dengan tepat, dan mampu
menyusun solusi untuk menyelesaikan permasalahan kompleks; dan
• Menyajikan dan menjelaskan secara konsisten informasi relevan
dengan cara yang persuasif kepada berbagai pihak pemangku
kepentingan.

Capaian pembelajaran pada tingkat lanjut berhubungan dengan situasi
pekerjaan yang memiliki karakteristik ambiguitas, kerumitan, dan
ketidakpastian yang tinggi.

SKPAP 3 (2021) 24

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK (SKPAP) 4,
NILAI-NILAI, ETIKA, DAN PERILAKU PROFESIONAL

DAFTAR ISI

________________________________________________________________________________

Paragraf

Pendahuluan

Ruang Lingkup ..................................................................................................................... (1–6)

Tanggal Efektif .................................................................................................................... (7)

Tujuan ................................................................................................................................. (8)

Ketentuan

Kerangka Kerja Nilai-Nilai, Etika, dan Perilaku profesional .............................................. (9)

Persyaratan Etika Relevan ................................................................................................... (10)

Capaian Pembelajaran untuk Nilai Etika, dan Perilaku profesional .................................... (11)

Reviu Program Pendidikan Profesi akuntan publik ............................................................. (12)

Kegiatan Reflektif ................................................................................................................ (13)

Penilaian Nilai-Nilai, Etika, dan Perilaku profesional ......................................................... (14)

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain............................................................................ (A1)

Ruang Lingkup Standar ....................................................................................................... (A2 – A10)

Tujuan .................................................................................................................................. (A11)

Kerangka Nilai, Etika, dan Perilaku profesional................................................................... (A12–A14)

Persyaratan Etika Relevan ................................................................................................... (A15)

Capaian Pembelajaran untuk Nilai, Etika, dan Perilaku profesional ................................... (A16-A31)

Reviu terhadap Program Pendidikan Profesi akuntan publik .............................................. (A32-A33)

Kegiatan Reflektif ................................................................................................................ (A34-A38)

Penilaian terhadap Nilai, Etika, dan Perilaku profesional .................................................... (A39– A42)

Lampiran 1: Penjelasan terkait Tingkat Kecakapan

________________________________________________________________________________

SKPAP 4 (2021) 25

Pendahuluan
Ruang Lingkup Standar (Ref: Para. A2 – A10)
1. Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) menetapkan Capaian Pembelajaran yang

harus dicapai oleh calon akuntan publik pada akhir Pengembangan Profesional Awal (PPA) untuk
nilai, etika, dan perilaku profesional. Nilai, etika, dan perilaku profesional merupakan karakteristik
akuntan publik sebagai anggota profesi. Hal ini mencakup perilaku dasar (misalnya, prinsip-prinsip
etika) yang umumnya diasosiasikan dan dianggap penting untuk mendefinisikan karakteristik
khusus dari perilaku profesional.
2. SKPAP ini dapat membantu organisasi pendidikan, pemberi kerja, regulator, otoritas pemerintah,
anggota dan pemangku kepentingan lainnya yang mendukung pembelajaran dan pengembangan
calon akuntan publik. Harus dapat dipastikan bahwa PPA memenuhi ketentuan SKPAP ini.
3. Pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan sepanjang karir seorang akuntan publik; nilai,
etika, dan perilaku profesional yang diperoleh selama PPA juga relevan dengan pendidikan
profesional berkelanjutan (PPL) karena karir akuntan publik berubah, dan akuntan publik
menghadapi ancaman etika yang lebih luas.
4. SKPAP ini mengintegrasikan persyaratan etika relevan ke dalam pendidikan profesi akuntan
publik. Persyaratan etika relevan ini pada umumnya ditetapkan dalam lima prinsip dasar etika
(integritas; objektivitas; kompetensi dan kehati-hatian profesional; kerahasiaan; dan perilaku
profesional).
5. SKPAP ini menetapkan area kompetensi dan Capaian Pembelajaran yang menjelaskan nilai etika,
dan perilaku profesional yang dibutuhkan oleh calon akuntan publik pada akhir PPA. SKPAP 2,
Kompetensi Teknis, dan SKPAP 3, Keahlian Profesional, menentukan area kompetensi dan
Capaian Pembelajaran yang relevan dengan bidang fokus mereka selama PPA berlangsung.,
Standar-standar yang ada pada SKPAP ini menentukan area kompetensi dan Capaian Pembelajaran
yang menjelaskan kompetensi profesional yang diperoleh oleh calon akuntan publik apabila PPA
selesai ditempuh.
6. Definisi dan penjelasan istilah kunci SKPAP Daftar Istilah SKPAP.

Tanggal Efektif
7. SKPAP ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2022.

Tujuan (Ref: Para. A11)
8. Tujuan dari SKPAP ini adalah untuk menetapkan nilai etika, dan perilaku profesional yang perlu

dikembangkan dan ditunjukkan oleh calon akuntan publik apabila PPA selesai ditempuh sebagai
bekal nantinya untuk menjalankan peran sebagai akuntan publik.

Ketentuan
Kerangka Kerja Nilai-nilai, Etika, dan Perilaku profesional (Ref: Para. A12 – A14)
9. IAPI harus menyediakan, melalui program pendidikan profesi akuntan publik, kerangka kerja nilai

etika, dan perilaku profesional untuk calon akuntan publik dalam (a) menerapkan skeptisisme dan
pertimbangan profesional, dan (b) bertindak secara etis untuk kepentingan publik.

Persyaratan Etika Relevan (Ref: Para. A15)

SKPAP 4 (2021) 26

10. IAPI harus mengintegrasikan persyaratan etika relevan di seluruh program pendidikan profesi
akuntan publik untuk calon akuntan publik.

Capaian Pembelajaran untuk Nilai Etika, dan Perilaku Profesional (Ref: Para. A16 – A31)
11. IAPI wajib menentukan capaian Pembelajaran untuk nilai etika, dan perilaku profesional yang

harus diperoleh oleh calon akuntan publik pada saat PPA selesai ditempuh. Capaian Pembelajaran
ini tercantum dalam Tabel A.

Tabel A: Capaian Pembelajaran untuk Nilai Etika, dan Perilaku Profesional 2

Area Kompetensi Capaian Pembelajaran

(Tingkat Kecakapan2)

(a) Skeptisisme dan (i) Menerapkan suatu pola pikir mempertanyakan secara kritis

pertimbangan ketika menilai informasi dan data keuangan.

profesional (Menengah) (ii) Menerapkan teknik mengurangi bias saat memecahkan masalah,

menginformasikan penilaian, pengambilan keputusan, dan

pengambilan simpulan yang berdasar

(iii) Menerapkan pola pikir kritis ketika mengindentifikasi dan
mengevaluasi alternatif dalam menentukan tindakan.

(b) Prinsip-prinsip etika (i) Menjelaskan sifat etika.
(Menengah)
(ii) Menjelaskan keuntungan dan kekurangan pendekatan etika
berdasarkan principles-based dan rules-based.

(iii) Mengidentifikasi hambatan-hambatan ketaatan terhadap prinsi-
prinsip dasar etika.

(iv) Mengevaluasi signifikansi hambatan-hambatan ketaatan
terhadap prinsip-prinsip dasar etika dan melakukan respons
secara tepat.

(v) Menerapkan prinsip-prinsip dasar ketika mengumpulkan,
menciptakan, menyimpan, mengakses atau berbagi data dan
informasi.

(vi) Menerapkan persyaratan etika relevan dalam perilaku
profesional berdasarkan standar3.

(c) Komitmen terhadap (i) Menjelaskan peran dan pentingnya etika dalam profesi dalam
kepentingan
(Menengah) publik hubungannya dengan konsep tanggung jawab sosial.

(ii) Menjelaskan peran dan pentingnya etika dalam hubungannya
dengan bisnis dan tata kelola.

2 Tingkat kecakapan suatu bidang kompetensi yang akan dicapai pada akhir PPA (sebagaimana dijelaskan pada
Lampiran 1)

3 Standar meliputi standar audit, standar akuntansi keuangan, dan standar lain yang berkaitan dengan pekerjaan
yang dilakukan oleh akuntan publik

SKPAP 4 (2021) 27

(iii) Menganalisis keterkaitan antara etika dan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, termasuk hubungan antara
peraturan, regulasi, dan kepentingan publik.

(iv) Menganalisa konsekuensi perilaku yang melanggar etika
terhadap individu, profesi, dan publik.

Review Program Pendidikan Profesi Akuntan Publik (Ref: Para. A32 – A33)

12. IAPI harus secara teratur menelaah dan memperbarui program pendidikan akuntan publik yang
dirancang untuk mencapai Capaian Pembelajaran dalam SKPAP ini.

Kegiatan Reflektif (Ref: Para. A34 – A38)

13. IAPI harus merancang kegiatan pembelajaran dan pengembangan pada nilai etika, dan perilaku
profesional untuk calon akuntan publik untuk memasukkan kegiatan reflektif yang
diformalisasikan dan didokumentasikan.

Penilaian Nilai-nilai, Etika, dan Perilaku Profesional (Ref: Para. A39 – A42)

14. IAPI harus menetapkan kegiatan penilaian yang sesuai untuk menilai nilai-nilai, etika, dan perilaku
profesional calon akuntan publik.

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
A1. SKPAP ini menggunakan istilah-istilah berikut yang telah didefinisikan dalam SA 200.

Tabel B: Definisi SA 200 yang Diadopsi dalam SKPAP 4

Definisi Istilah yang Definisi dalam SA 200
Ditetapkan

Skeptisisme Profesional Suatu sikap yang mencakup suatu pikiran yang selalu
mempertanyakan, waspada terhadap kondisi yang dapat
mengindikasikan kemungkinan kesalahan penyajian, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan suatu penilaian
penting atas bukti audit.

Pertimbangan Profesional Penerapan atas pelatihan, pengetahuan, dan pengalaman yang relevan,
dalam konteks standar audit, standar akuntansi keuangan, dan etika
dalam membuat keputusan yang diinformasikan tentang tindakan yang
tepat sesuai dengan kondisi dalam perikatan audit.

Ruang Lingkup (Ref: Para. 1–6)45

A1. Calon akuntan publik adalah individu yang telah memulai program pendidikan profesi akuntan
publik sebagai bagian dari PPA. PPA adalah pembelajaran dan pengembangan yang merupakan
wadah bagi calon akuntan publik untuk pertama kali mengembangkan kompetensi yang
mengarah pada pelaksanaan peran sebagai akuntan publik. PPA dibangun berdasarkan
pendidikan umum dan pendidikan profesi akuntan publik, pengalaman praktis, dan penilaian.

SKPAP 4 (2021) 28

PPA berlanjut hingga calon akuntan publik dapat menunjukkan kompetensi profesional yang
diperlukan bagi peran yang mereka pilih dalam profesi akuntansi.

A2. Nilai, etika, dan perilaku profesional diartikan sebagai perilaku dan karakteristik profesional
yang mengidentifikasi akuntan publik sebagai anggota suatu profesi. Ini termasuk prinsip-prinsip
etika yang secara umum diasosiasikan dengan, dan dianggap penting dalam mendefinisikan
karakteristik khas dari perilaku profesional.

A3. Nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional mencakup komitmen terhadap (a) kompetensi teknis
dan keahlian profesional, (b) perilaku etis (seperti, independensi, objektivitas, kerahasiaan, dan
integritas), (c) cara profesional (seperti, kehati-hatian, ketepatan waktu, kesopanan, rasa hormat,
tanggung jawab, dan keandalan), (d) mengejar keunggulan (seperti, komitmen untuk perbaikan
terus-menerus dan pembelajaran seumur hidup), dan (e) tanggung jawab sosial (seperti,
kesadaran dan pertimbangan atas kepentingan publik).

A4. Ketentuan etika yang relevan didefinisikan sebagai ketentuan etika yang harus dipatuhi oleh tim
perikatan dan penelaah pengendalian mutu perikatan dari Kode Etik Profesi Akuntan Publik,
beserta ketentuan terkait lainnya yang lebih ketat dari ketentuan Kode Etik Profesi Akuntan
Publik.

A5. Kompetensi profesional dapat dijelaskan dan dikategorikan dengan berbagai cara. Dalam
SKPAP, kompetensi profesional adalah kemampuan untuk menjalankan peran dengan standar
yang ditetapkan. Kompetensi profesional melampaui pengetahuan tentang prinsip, standar,
konsep, fakta, dan prosedur; yang merupakan integrasi dan penerapan atas (a) kompetensi teknis,
(b) keahlian profesional, dan (c) nilai etika dan perilaku profesional.

A6. Secara internasional, terdapat perbedaan hukum dan peraturan yang signifikan yang menentukan
poin kualifikasi (atau perizinan) akuntan publik. IAPI dapat menentukan hubungan antara
selesainya PPA dan tercapainya kualifikasi (atau perizinan) untuk anggotanya yang akan
berpraktik di Indonesia.

A7. Dimasukkannya nilai, etika, dan perilaku profesional dalam PPA menjadi dasar untuk
menjalankan peran sebagai akuntan publik. Pengembangan nilai, etika, dan perilaku profesional
lebih lanjut merupakan fokus PPL yang tercakup dalam SKPAP 7, Pendidikan Profesional
Berkelanjutan.

A8. Area kompetensi adalah kategori di mana sejumlah Capaian Pembelajaran terkait dapat
ditentukan. Area kompetensi dalam nilai, etika, dan perilaku profesional meliputi prinsip-prinsip
etika serta skeptisisme dan pertimbangan profesional; area kompetensi dalam kompetensi teknis
meliputi akuntansi dan pelaporan keuangan, perpajakan, dan ilmu ekonomi; dan area kompetensi
dalam keahlian profesional meliputi kemampuan intelektual dan kemampuan berorganisasi.

A9. Capaian Pembelajaran menetapkan konten dan kedalaman pengetahuan, pemahaman, dan
penerapan yang diperlukan untuk setiap area kompetensi yang ditentukan. Capaian Pembelajaran
dapat dicapai dalam konteks lingkungan kerja atau program pendidikan profesi akuntan publik.

Tujuan (Ref: Para. 8)

A10. Penetapan nilai etika dan perilaku profesional yang perlu dikembangkan dan ditunjukkan oleh
akuntan publik memiliki beberapa tujuan. Hal tersebut melindungi kepentingan publik,
meningkatkan kualitas pekerjaan akuntan publik, dan mendukung kredibilitas profesi akuntansi.

SKPAP 4 (2021) 29

Kerangka Kerja Nilai Etika, dan Perilaku Profesional (Ref: Para. 9)

A11. Kerangka kerja nilai etika dan perilaku profesional dapat ditetapkan oleh ketentuan etika yang
relevan, misalnya pendekatan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam Kode Etik
Profesi Akuntan Publik.

A12. Berdasarkan ketentuan etika yang relevan, akuntan publik menerima tanggung jawab untuk
bertindak demi kepentingan publik. Sehingga, tindakan seorang akuntan publik tidak
dimaksudkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan klien atau pemberi kerja secara individu.

A13. Dengan adanya kegiatan pembelajaran dan pengembangan yang mencakup nilai etika, dan
perilaku profesional, IAPI mendukung komitmen agar calon akuntan publik bertindak demi
kepentingan publik. Bertindak demi kepentingan publik meliputi: (a) pengembangan kesadaran
dan kepedulian akan dampak pekerjaannya terhadap publik; (b) pengembangan kepekaan
terhadap tanggung jawab sosial; (c) pembelajaran seumur hidup; (d) mengutamakan kualitas,
keandalan, tanggung jawab, ketepatan waktu, dan kesopanan; dan (e) kepatuhan terhadap hukum
dan peraturan. Sehingga, akuntan publik berkontribusi terhadap penciptaan keyakinan dan
kepercayaan terhadap peranan pasar dan ekonomi secara umum.

Ketentuan Etika yang Relevan (Ref: Para. 10)

A14. Dalam program pendidikan profesi akuntan publik, nilai etika, dan perilaku profesional pada
awalnya dapat diperlakukan sebagai mata kuliah atau mata pelajaran yang terpisah. Namun,
seiring dengan perkembangan seorang calon akuntan publik, integrasi nilai etika, dan perilaku
profesional dengan mata kuliah atau mata pelajaran lain, mengakibatkan pertimbangan dan
pengakuan implikasi etika yang lebih luas.

Capaian Pembelajaran untuk Nilai-nilai, Etika, dan Perilaku profesional (Ref: Para. 11)

Pengembangan Capaian Pembelajaran

A15. Tabel A mencantumkan Capaian Pembelajaran untuk nilai etika, dan perilaku profesional yang
harus dicapai oleh calon akuntan publik pada saat selesainya PPA, terlepas dari spesialisasi atau
peran yang mereka harapkan di masa depan. Capaian Pembelajaran ini menjadi dasar bagi
akuntan publik untuk mengembangkan spesialisasi yang berbeda, misalnya sebagai rekan dalam
penugasan audit atau spesialis perpajakan.

A16. PPA mencakup kegiatan pembelajaran dan pengembangan yang membahas keterampilan, sikap,
dan perilaku yang diperlukan untuk calon akuntan publik agar memiliki kemampuan untuk
menerapkan skeptisisme profesional. Keahlian, sikap, dan perilaku yang berkontribusi pada
skeptisisme profesional dikembangkan lebih lanjut setelah PPA, melalui PPL.

A17. Dalam desain program pendidikan profesi akuntan publik, tiga area kompetensi yang tercantum
dalam Tabel A mungkin tidak identik dengan nama mata kuliah atau mata pelajaran yang
ditentukan. Selain itu, Capaian Pembelajaran yang terkait dengan satu area kompetensi
(misalnya, prinsip-prinsip etika) dapat dicapai melalui lebih dari satu mata kuliah atau mata
pelajaran. Pencapaian beberapa learning outcomes (misalnya, yang berada dalam skeptisisme
profesional dan pertimbangan profesional) dapat meluas ke beberapa mata kuliah atau mata
pelajaran yang berbeda, tidak ada yang dapat dikhususkan hanya untuk area kompetensi itu.
Selain itu, urutan area kompetensi yang dimasukkan dalam program pendidikan profesi akuntan
publik mungkin berbeda dari urutan yang disajikan pada Tabel A (misalnya, komitmen terhadap
kepentingan publik tercantum di bagian akhir daftar area kompetensi pada Tabel A, tetapi
mungkin juga tercakup pada awal program pendidikan profesi akuntan publik).

SKPAP 4 (2021) 30

A18. Terdapat banyak cara untuk menjelaskan dan mengklasifikasikan tingkat kecakapan. Penjelasan
yang dikembangkan oleh IAPI tersedia dalam Lampiran 1, Penjelasan Tingkat Kecakapan.

A19. Pada Tabel A, pada setiap area kompetensi ditetapkan tingkat kecakapan yang harus dicapai oleh
calon akuntan publik pada saat PPA selesai ditempuh. Pada level kecakapan ini, Capaian
Pembelajaran yang relevan diharapkan dapat ditunjukkan.Secara bersama-sama, Capaian
Pembelajaran dan tingkat kecakapan area kompetensi memberikan informasi yang dapat
membantu IAPI untuk merancang program pendidikan profesi akuntan publik.

A20. Dalam program pendidikan profesi akuntan publik, IAPI dapat: (a) memasukkan area kompetensi
tambahan; (b) menaikkan tingkat kecakapan untuk beberapa area kompetensi; atau (c)
mengembangkan Capaian Pembelajaran tambahan yang tidak ditentukan dalam SKPAP ini. Hal
ini dapat terjadi ketika IAPI mempersiapkan calon akuntan publik untuk bekerja dalam sektor
industri tertentu (misalnya, sektor publik) atau untuk peran tertentu (misalnya, akuntan
manajemen atau auditor).

Pemilihan Kegiatan Pembelajaran dan Pengembangan

A21. IAPI, pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya didorong untuk mengidentifikasi pendekatan
yang paling tepat untuk pembelajaran dan pengembangan nilai-nilai, etika, dan perilaku
profesional, dengan mempertimbangkan kondisi negara dan budaya.

A22. Dalam menentukan pendekatan untuk mencapai Capaian Pembelajaran, gabungan kegiatan
pembelajaran dan pengembangan mencakup kombinasi program pembelajaran terstruktur dan
pengalaman praktik. Kombinasi ini dapat memberikan calon akuntan publik kesempatan yang
memadai untuk merasakan pengalaman atas penerapan nilai etika, dan perilaku profesional di
tempat kerja.

A23. Dalam membangun kegiatan pembelajaran dan pengembangan, IAPI, pendidik, dan pemangku
kepentingan lainnya dapat membedakan antara (a) mendidik calon akuntan publik tentang nilai-
nilai, etika, dan perilaku profesional, dan (b) mengembangkan dan memelihara lingkungan yang
tepat untuk perilaku yang beretika. Pengembangan nilai etika, dan perilaku profesional dapat
dicapai melalui PPA, dan berlanjut sepanjang karir,serta menjadi bagian kegiatan PPA dan
pembelajaran seumur hidup.

A24. IAPI, pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mempertimbangkan untuk
menggunakan pendekatan partisipatif yang meningkatkan pengembangan nilai-nilai, etika, dan
perilaku profesional. Hal tersebut mungkin termasuk tetapi tidak akan terbatas pada:
(a) Bermain peran;
(b) Diskusi bacaan dan materi dalam jaringan (online) pilihan;
(c) Analisis studi kasus yang melibatkan situasi bisnis yang menyangkut ancaman etika;
(d) Diskusi tentang pernyataan dan temuan disipliner;
(e) Seminar dengan pembicara yang berpengalaman dalam pengambilan keputusan
perusahaan atau profesional; dan
(f) Menggunakan forum dalam jaringan dan papan diskusi.

A25. Pendekatan partisipatif dapat lebih menyadarkan calon akuntan publik terhadap implikasi etika
dan potensi konflik bagi individu dan bisnis yang mungkin timbul karena harus melakukan
pengambilan keputusan yang kompleks.

Skeptisisme Profesional dan Pertimbangan Profesional

SKPAP 4 (2021) 31

A26. Pengembangan profesional pada area skeptisisme dan pertimbangan profesional tidak selalu
mudah. Perencanaan pembelajaran dan pengembangan yang efektif di area-area ini melibatkan
kehati-hatian dan dapat mencakup metode pembelajaran di mana pendampingan, kegiatan
reflektif, waktu, dan pengalaman praktik memainkan peran kunci.

Prinsip Etika

A27. Nilai etika, dan perilaku profesional berlaku untuk segala hal yang dilakukan oleh akuntan publik
dalam kapasitas profesionalnya. Memiliki (a) pengetahuan dan pemahaman tentang konsep,
teori, dan prinsip dasar etika profesional, dan (b) kesempatan untuk mempraktikkannya di luar
lingkungan kerja dapat membantu calon akuntan publik mengenali dan mengatasi ancaman etika.

A28. Pembelajaran dan pengembangan tentang prinsip dan ancaman etika bagi calon akuntan publik
membahas: (a) ancaman etika tertentu yang mungkin dihadapi oleh seluruh akuntan publik, (b)
ancaman etika yang lebih mungkin dihadapi oleh akuntan publik dalam perannya masing-masing,
dan (c) pertimbangan utama dalam mengembangkan respons yang tepat terhadap ancaman etika
tersebut.

A29. Penekanan prinsip-prinsip etika dapat dicapai dengan mendorong calon akuntan publik untuk:
(a) mengidentifikasi implikasi dan konflik etika yang jelas dalam pekerjaan atau lingkungan
pekerjaan mereka, (b) memberikan gambaran awal tentang kejadian tersebut, dan (c)
mendiskusikannya dengan atasan yang memiliki pengalaman praktik.

A30. Ancaman etika dan potensi dilema bagi calon akuntan publik sangat mungkin terjadi selama
praktik. Mereka yang bertanggung jawab untuk merancang dan mengawasi program praktik
dapat memberikan panduan kepada calon akuntan publik tentang perlunya konsultasi dengan
pemberi kerja, mentor, atau atasan dalam lingkungan kerjanya, ketika terdapat keraguan atas
aspek etika dalam suatu tindakan atau situasi.

Reviu Program Pendidikan Profesi Akuntan Publik (Ref: Para. 12)

A31. Program pendidikan profesi akuntan publik dirancang untuk mendukung calon akuntan publik
mengembangkan kompetensi profesional yang sesuai pada akhir PPA. Program tersebut dapat
mencakup pendidikan formal yang diberikan melalui kualifikasi dan mata kuliah yang
ditawarkan oleh universitas, penyedia pendidikan tinggi lainnya, dan pemberi kerja, serta
pelatihan di tempat kerja. Dengan demikian, rancangan program pendidikan profesi akuntan
publik yang ditawarkan selama PPA dapat melibatkan masukan substantif dari pemangku
kepentingan selain IAPI.

A32. Ketentuan untuk menelaah dan memperbarui program pendidikan profesi akuntan publik secara
teratur mencerminkan lingkungan yang cepat berubah dan kompleks di tempat akuntan publik
bekerja. Siklus reviu yang tipikal selama tiga hingga lima tahun, atau bahkan lebih sering agar
perubahan dalam undang-undang, peraturan, dan standar yang relevan dengan akuntan publik
dapat diperhitungkan.

Kegiatan Reflektif (Ref: Para. 13)

A33. Kegiatan reflektif adalah proses berulang yang dilalui akuntan publik, pada seluruh tahap karir
mereka, terus mengembangkan kompetensi profesional dengan menelaah pengalaman (nyata
atau simulasi) untuk menjadikan tindakan mereka menjadi lebih baik pada masa yang akan
datang.

SKPAP 4 (2021) 32

A34. Pengalaman paling realistis untuk direfleksikan dapat terjadi di tempat kerja. Jika hal ini tidak
memungkinkan atau tidak sesuai, simulasi pengalaman "kehidupan nyata", atau pertimbangan
terhadap kasus-kasus yang relevan pada domain publik dapat juga dijadikan alternatif yang
sesuai.

A35. Dokumentasi kegiatan reflektif dapat mencakup:
(a) Catatan pembelajaran;
(b) Catatan reflektif;
(c) Portofolio pengembangan pribadi; atau
(d) Buku harian peristiwa penting.

A36. Dalam memberikan panduan bagi calon akuntan publik dan akuntan publik tentang sifat, format,
dan isi dokumentasi untuk kegiatan reflektif dan jenis situasi etika yang didokumentasikan, IAPI
dapat mempertimbangkan faktor-faktor, seperti ketentuan atas kerahasiaan, hukum, dan
peraturan. Misalnya, situasi etika tertentu dapat menjadi sensitif dan berkenaan dengan tindakan-
tindakan penegakan hukum dan disiplin sehingga tidak tepat untuk didokumentasikan dan
didiskusikan oleh calon akuntan publik.

A37. IAPI juga dapat mempertimbangkan untuk memberikan panduan tentang bagaimana mendukung
kegiatan reflektif dalam praktik bagi atasan yang memiliki pengalaman praktik.

Penilaian Nilai-nilai, Etika, dan Perilaku profesional (Ref: Para. 14)

A38. SKPAP 6, Penilaian Kompetensi Profesional, memberikan prinsip-prinsip yang berlaku dalam
mendesain kegiatan untuk menilai nilai, etika, dan perilaku profesional serta unsur kompetensi
profesional lainnya.

A39. Berbagai kegiatan penilaian dapat digunakan untuk menilai nilai-nilai, etika, dan perilaku
profesional calon akuntan publik. Kegiatan penilaian yang tepat mencakup: (a) ujian tertulis
yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban singkat, (b) studi kasus, (c)
esai tertulis, (d) pengujian objektif, (e) penilaian tempat kerja, dan (f) pengakuan atas
pembelajaran sebelumnya.

A40. Selain ujian tertulis, terdapat sejumlah cara lain yang dapat digunakan untuk penilaian dalam
lingkungan pendidikan formal, termasuk:
(a) Membuat repositori studi kasus dan mengharuskan calon akuntan publik untuk
menyelesaikan ujian berdasarkan studi kasus tersebut;
(b) Menggunakan sistem analisa kasus yang mewajibkan calon akuntan publik menyimpan
jurnal dan catatan suatu kasus pada domain publik tertentu;
(c) Menggunakan pengujian objektif atas aspek etika dari program pendidikan profesi akuntan
publik; dan
(d) Menggunakan penugasan studi kasus yang dikerjalan dalam kelompok dan lokakarya
untuk menilai analisa etika dan pengambilan keputusan.

A41. Penilaian di tempat kerja berbeda dari, dan dalam banyak hal lebih sulit daripada, penilaian dalam
lingkungan pendidikan formal. Sarana untuk menilai pengembangan nilai, etika, dan perilaku
profesional di tempat kerja meliputi:
(a) Diskusi dan penyelesaian yang difasilitasi terkait ancaman etika yang muncul di tempat
kerja; dan
(b) Reviu dari pengambilan keputusan etika yang dikombinasikan dengan reviu dan penilaian
kinerja.

SKPAP 4 (2021) 33

Lampiran 1

Penjelasan Tingkat Kecakapan

Penjelasan tentang tingkat kecakapan ini mendukung penggunaan Capaian Pembelajaran dalam Standar
Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) 2, 3, dan 4. Penjelasan ini memberikan uraian tentang
tiga tingkat kecakapan. Penjelasan ini, bersama dengan Capaian Pembelajaran, memberikan informasi
untuk membantu IAPI merancang program pendidikan profesi akuntan publik untuk berbagai peran
dan spesialisasi

Tingkat Kecakapan Penjelasan

Tingkat Dasar Pada umumnya, capaian pembelajaran dalam area kompetensi fokus pada
kemampuan untuk:
• Mendefinisikan, menjelaskan, menyimpulkan, dan menginterpretasikan

pokok-pokok dan teori yang relevan dengan kompetensi teknis untuk
menyelesaikan tugas dengan pengarahan yang tepat;
• Melaksanakan tugas yang diberikan dengan keahlian profesional yang
tepat;
• Menerapkan pentingnya nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional dalam
pelaksanaan tugas yang diberikan;
• Menyelesaikan permasalahan sederhana, dan mengkonsultasikan tugas-
tugas atau permasalahan kepada atasan atau ahli/spesialis; dan
• Menyampaikan informasi dan menjelaskan ide dengan cara yang jelas,
baik dengan lisan maupun tulisan.

Capaian pembelajaran pada tingkat dasar pada umumnya terkait dengan
pekerjaan dengan karakteristik tingkat ambiguitas, kompleksitas, dan
ketidakpastian yang rendah.

Tingkat Menengah Capaian pembelajaran dalam area kompetensi pada tingkat menengah pada
umumnya fokus pada kemampuan untuk:
• Menerapkan, membandingkan, dan mampu menganalisa pokok-pokok

dan teori pada area relevan dengan kompetensi teknis yang relevan untuk
menyelesaikan pekerjaan dan membuat keputusan secara independen;
• Menggabungkan kompetensi teknis dan keahlian profesional dalam
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan;
• Menerapkan nilai, etika, dan perilaku profesional dalam melaksanakan
pekerjaan; dan
• Menyajikan informasi dan menjelaskan ide dengan cara yang jelas,
menggunakan lisan dan komunikasi tertulis, kepada pemangku
kepentingan dengan latar belakang akuntansi dan non-akuntansi.

Capaian pembelajaran pada tingkat menengah berhubungan dengan situasi
pekerjaan yang memiliki karakteristik dengan tingkat ambiguitas, kerumitan,
dan ketidakpastian yang moderat.

Tingkat Lanjut Capaian pembelajaran dalam area kompetensi pada tingkat lanjut pada
umumnya memusatkan perhatian pada kemampuan untuk:

SKPAP 4 (2021) 34

• Menyeleksi dan mengintegrasikan prinsip-prinsip dan teori dari berbagai
area yang berbeda dari kompetensi teknis untuk mengelola serta
memimpin proyek dan pekerjaan yang diberikan dan untuk membuat
rekomendasi yang tepat bagi kebutuhan pemangku kepentingan;

• Menggabungkan kompetensi teknis dan keahlian profesional untuk
mengelola dan memimpin perikatan dan pekerjaan yang diberikan;

• Membuat pertimbangan atas tindakan yang tepat dengan
menggambarkan nilai, etika, dan perilaku profesional;

• Menilai, mencari, dan menyelesaikan permasalahan yang kompleks
dengan pengarahan terbatas;

• Mengantisipasi, mengkonsultasikan dengan tepat, dan mampu
menyusun solusi untuk menyelesaikan permasalahan kompleks; dan

• Menyajikan dan menjelaskan secara konsisten informasi relevan dengan
cara yang persuasif kepada berbagai pemangku kepentingan.

Capaian pembelajaran pada tingkat lanjut terkait dengan lingkungan
pekerjaan yang memiliki karakteristik ambiguitas, kerumitan, dan
ketidakpastian yang tinggi.

SKPAP 4 (2021) 35

STANDAR KOMPETENSI PROFESI AKUNTAN PUBLIK (SKPAP) 5
PENGALAMAN PRAKTIK

DAFTAR ISI

________________________________________________________________________________

Paragraf

Pendahuluan

Ruang Lingkup.................................................................................................................... (1–7)

Tanggal Efektif .................................................................................................................. (8)

Tujuan ............................................................................................................................... (9)

Ketentuan

Pengalaman Praktik ........................................................................................................... (10-15)

Supervisi dan Pemantauan atas Pengalaman Praktik .......................................................... (16-19)

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain

Ruang Lingkup.................................................................................................................... (A1-A4)

Tujuan ................................................................................................................................ (A5-A6)

Pengalaman Praktik ........................................................................................................... (A7-A14)

Supervisi dan Pemantauan atas Pengalaman Praktik. ......................................................... (A15 -A21)

________________________________________________________________________________

SKPAP 5 (2021) 36

Pendahuluan
Ruang Lingkup (Ref: Para. A1 – A4)
1. Standar Kompetensi Profesi Akuntan Publik (SKPAP) ini menetapkan pengalaman praktik yang

harus diselesaikan oleh calon akuntan publik pada akhir Pengembangan Profesional Awal (PPA).
2. SKPAP ini dapat membantu organisasi pendidikan, pemberi kerja, regulator, otoritas pemerintah,

anggota IAPI, dan pemangku kepentingan lainnya yang mendukung pembelajaran dan
pengembangan calon akuntan publik. Harus dapat dipastikan bahwa PPA memenuhi ketentuan
SKPAP ini.
3. Pengalaman praktik mengacu pada tempat kerja dan aktivitas lain yang relevan dengan
pengembangan kompetensi profesional. Pengalaman praktik adalah salah satu komponen PPA.
PPA adalah pembelajaran dan pengembangan di mana calon akuntan publik pertama kali
mengembangkan kompetensi profesional yang mengarah ke peran sebagai akuntan publik.
4. Pengalaman praktik selama PPA dibangun di atas pendidikan umum dan program pendidikan
profesi akuntan publik. Publik berekspektasi akuntan publik menerapkan pengalaman dan ilmunya
dalam menjalankan perannya. Namun, berbagai peran yang dilakukan oleh akuntan publik berarti
bahwa pengalaman praktik yang diperlukan dapat bervariasi berdasarkan jenis keanggotaan yang
berbeda. IAPI dapat menyesuaikan ketentuan pengalaman praktik untuk memenuhi (a)
kebutuhannya sendiri, (b) ketentuan dari otoritas regulator yang relevan, serta (c) ekspektasi publik
bahwa akuntan publik kompeten.
5. Setelah menyelesaikan PPA, pengalaman praktik mungkin diperlukan untuk membawa akuntan
publik ke tingkat kompetensi profesional yang dibutuhkan untuk peran lain, seperti (a) sebagai
auditor hukum, (b) bentuk spesialisasi lain, atau (c) peran lain yang diatur. Pengalaman praktik
adalah bagian dari pembelajaran seumur hidup yang melibatkan akuntan publik untuk
mengembangkan dan mempertahankan kompetensi profesional yang relevan dengan perannya
selama Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL). Perubahan lingkungan kerja, kemajuan karir,
atau peran baru mungkin mengharuskan akuntan publik menaikkan tingkat kompetensi
profesionalnya dan memperoleh kompetensi baru. Ini tercakup dalam SKPAP 7, Pendidikan
Profesional Berkelanjutan.
6. Pengalaman praktik atasan dan pemberi kerja memiliki peran penting dalam perencanaan dan
pemantauan pengalaman praktik yang didapatkan oleh calon akuntan publik.
7. Definisi dan penjelasan dari istilah kunci yang digunakan dalam SKPAP diatur dalam Daftar
Istilah SKPAP.

Tanggal Efektif
8. SKPAP ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2022.

Tujuan (Ref: Para. A5 – A6)
9. Tujuan dari SKPAP ini adalah untuk membangun pengalaman praktik yang cukup bagi calon

akuntan publik, dan perlu diselesaikan pada akhir PPA, untuk menjalankan peran sebagai akuntan
publik.

Ketentuan
Pengalaman Praktik (Ref: Para. A7 – A9)

SKPAP 5 (2021) 37

10. IAPI harus mensyaratkan bahwa calon akuntan publik melengkapi pengalaman praktiknya pada
akhir PPA.

11. IAPI harus mensyaratkan pengalaman praktik yang cukup untuk memungkinkan calon akuntan
publik menunjukkan bahwa mereka telah memperoleh (a) kompetensi teknis, (b) keahlian
profesional, dan (c) nilai-nilai profesional, etika, dan sikap yang diperlukan untuk melakukan peran
sebagai akuntan publik.

12. IAPI harus menetapkan pendekatan pilihan mereka untuk mengukur pengalaman praktik
menggunakan salah satu dari tiga pendekatan berikut:

a. Berbasis keluaran;
b. Berbasis masukan; atau
c. Pendekatan kombinasi.

Pendekatan Berbasis Keluaran (Ref: Para. A10)
13. Jika IAPI menerapkan pendekatan berbasis keluaran harus meminta calon akuntan publik untuk

menunjukkan, dengan menggunakan ukuran keluaran, bahwa mereka telah memperoleh
pengalaman praktik.

Pendekatan Berbasis Input (Ref: Para. A11 – A13)
14. Jika IAPI menerapkan pendekatan berbasis masukan harus meminta calon akuntan publik untuk

menunjukkan, dengan menggunakan ukuran masukan, bahwa mereka telah memperoleh
pengalaman praktik.

Pendekatan Kombinasi (Ref: Para. A14)
15. Jika IAPI menerapkan kombinasi pendekatan berbasis keluaran dan masukan harus mematuhi

ketentuan pendekatan berbasis keluaran dan masukan, sebagaimana berlaku, yang ditetapkan
dalam paragraf 13 dan 14.

Supervisi dan Pemantauan atas Pengalaman Praktik (Ref: Para. A15 – A21)
16. IAPI harus mensyaratkan bahwa pengalaman praktik calon akuntan publik dilakukan di bawah

arahan seorang supervisor pengalaman praktik.
17. IAPI harus mensyaratkan bahwa pengalaman praktik calon akuntan publik dicatat dalam format

yang konsisten yang ditentukan oleh IAPI atau, jika berlaku, badan pengawas, dan didukung
dengan bukti yang dapat diverifikasi.
18. IAPI harus mensyaratkan bahwa supervisor pengalaman praktik melakukan penelaahan berkala
terhadap catatan pengalaman praktik calon akuntan publik.
19. IAPI harus menetapkan kegiatan penilaian yang sesuai untuk menilai bahwa pengalaman praktik
yang cukup telah dipenuhi oleh calon akuntan publik.

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
Ruang Lingkup (Ref: Para. 1–7)
A1. Calon akuntan publik adalah individu yang telah memulai program pendidikan profesi akuntan

publik sebagai bagian dari PPA. PPA adalah pembelajaran dan pengembangan di mana calon
akuntan publik pertama kali mengembangkan kompetensi yang mengarah pada pelaksanaan

SKPAP 5 (2021) 38

peran sebagai akuntan publik. PPA dibangun di atas pendidikan umum dan mencakup pendidikan
profesi akuntan publik, pengalaman praktik, dan penilaian. PPA berlanjut hingga calon akuntan
publik dapat menunjukkan kompetensi profesional yang diperlukan untuk peran pilihan mereka
dalam profesi akuntansi.

A2. Program pendidikan profesi akuntan publik dirancang untuk mendukung calon akuntan publik
mengembangkan kompetensi profesional yang sesuai pada akhir PPA. Program tersebut dapat
terdiri dari pendidikan formal yang diberikan melalui gelar dan mata kuliah yang ditawarkan oleh
universitas, penyedia pendidikan lain, dan pemberi kerja, serta pelatihan di tempat kerja. Oleh
karena itu, rancangan program pendidikan profesi akuntan publik selama PPA dapat melibatkan
masukan substantif dari pemangku kepentingan selain IAPI.

A3. Kompetensi profesional dapat dijelaskan dan dikategorikan dengan berbagai cara. Dalam
SKPAP, kompetensi profesional adalah kemampuan untuk menjalankan peran dengan standar
yang ditentukan. Kompetensi profesional melampaui pengetahuan tentang prinsip, standar,
konsep, fakta, dan prosedur; itu adalah integrasi dan penerapan atas (a) kompetensi teknis, (b)
keahlian profesional, dan (c) nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional.

A4. Pengalaman praktik memberikan lingkungan profesional di mana calon akuntan publik
mengembangkan kompetensi dengan:
(a) Menyadari lingkungan di mana jasa diberikan;
(b) Meningkatkan pemahaman mereka tentang organisasi, cara kerja bisnis, dan hubungan
kerja profesional;
(c) Mampu menghubungkan pekerjaan akuntansi dengan fungsi dan aktivitas bisnis lainnya;
(d) Mengembangkan nilai-nilai, etika, dan perilaku profesional yang sesuai dalam situasi
praktik dan kehidupan nyata (lihat juga SKPAP 4, Nilai-nilai, Etika, dan Perilaku
profesional); dan
(e) Memiliki kesempatan untuk berkembang pada tingkat tanggung jawab yang progresif
sementara di bawah tingkat supervisi yang sesuai.

Tujuan (Ref: Para. 9)

A5. Pengalaman praktik yang memadai memiliki perpaduan antara kedalaman dan keluasan,
pengetahuan dan penerapan dan, jika sesuai, integrasi materi dari berbagai bidang yang
diterapkan pada berbagai situasi dan konteks. Luasnya pengalaman praktik dipengaruhi oleh
faktor-faktor seperti: sifat peran; tingkat kerumitan; hukum nasional atau lokal; ketentuan otoritas
regulator; dan ekspektasi publik terhadap kompetensi profesional. Kedalaman pengalaman
praktik dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keragaman dan kerumitan tugas serta tingkat
dukungan supervisi dan pemantauan.

A6. Menetapkan apa yang merupakan pengalaman praktik yang memadai yang harus diselesaikan
calon akuntan publik pada akhir PPA memiliki beberapa tujuan. Hal ini melindungi kepentingan
publik, meningkatkan kualitas pekerjaan akuntan publik dan mendukung kredibilitas profesi
akuntansi.

Pengalaman Praktik (Ref: Para. 10-12)

A7. PPA dibangun di atas pendidikan umum dan mencakup pendidikan profesi akuntan publik,
pengalaman praktik, dan penilaian. Kombinasi yang tepat dari komponen-komponen ini dapat
bervariasi tergantung pada berbagai faktor termasuk, misalnya, kerumitan dan variasi tugas,
pengetahuan khusus yang dibutuhkan, tingkat otonomi, dan tingkat pertimbangan yang
diperlukan oleh peran yang diekspektasikan calon akuntan publik jalankan di akhir PPA.

SKPAP 5 (2021) 39

Kombinasi pengalaman praktik dan pendidikan mungkin juga bervariasi sesuai dengan (a)
peraturan asosiasi profesi yang ditetapkan, (b) ketentuan dari otoritas regulator, dan (c)
ekspektasi publik.

A8. Dalam menentukan apa yang merupakan keseimbangan yang sesuai antara pendidikan profesi
akuntan publik dan pengalaman praktik, IAPI dapat mempertimbangkan hal-hal berikut:
(a) Beberapa program pendidikan profesi akuntan publik yang sangat menekankan penerapan
praktik, seperti masa latihan, magang, periode kerja pendidikan kooperatif, dan penempatan,
dapat berkontribusi pada ketentuan pengalaman praktik.
(b) Studi untuk kualifikasi akademis atau profesional berguna untuk memperoleh dan
menunjukkan pengetahuan profesi akuntan publik. Namun dengan sendirinya, studi tidak
serta merta menunjukkan pencapaian kompetensi profesional untuk menjalankan peran
sebagai akuntan publik. Pengalaman yang diperoleh di tempat kerja melengkapi calon
akuntan publik dengan banyak keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi akuntan publik
yang kompeten
(c) Pengalaman praktik dapat diperoleh setelah menyelesaikan program pendidikan profesi
akuntan publik atau bersamaan dengan program semacam itu.

A9. Dalam menetapkan pendekatan dan ketentuan untuk pengalaman praktik, IAPI dapat
mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk:
(a) Kepentingan publik, termasuk pengetahuan tentang lingkungan lokal, ekspektasi publik, dan
ketentuan peraturan yang relevan;
(b) Kebutuhan calon akuntan publik, termasuk pemahaman tentang peran yang diekspektasikan
mereka jalankan setelah menyelesaikan PPA;
(c) Kebutuhan pemberi kerja, termasuk efisiensi dan efektivitas biaya, dan apakah pemberi
kerja tersebut berada di industri, pemerintah, atau praktik publik; dan
(d) Kebutuhan IAPI, termasuk ketentuan peraturan, efisiensi, dan efektivitas biaya.

Pendekatan Berbasis Keluaran (Ref: Para. 13)

A10. Bukti yang dapat digunakan untuk tujuan penilaian dalam pendekatan berbasis keluaran dapat
mencakup
(a) Pengukuran capaian pembelajaran yang dicapai sesuai dengan peta kompetensi;
(b) Penelaahan proyek penelitian atau esai reflektif; dan
(c) Catatan pekerjaan dibandingkan dengan peta kompetensi yang sesuai. Catatan pekerjaan
adalah catatan yang disimpan oleh individu, yang mendokumentasikan sifat penugasan,
tugas yang diselesaikan, dan waktu yang dikeluarkan dalam menyelesaikan penugasan dan
tugas tersebut.

Pendekatan Berbasis Masukan (Ref: Para. 14)

A11. Pendekatan berbasis masukan sering digunakan sebagai proxy untuk mengukur perkembangan
kompetensi karena kemudahan pengukuran dan verifikasinya. Pendekatan berbasis masukan
memiliki keterbatasan; misalnya, pendekatan ini tidak selalu mengukur langsung Capaian
Pembelajaran atau kompetensi yang dikembangkan. Secara tradisional, pendekatan berbasis
masukan didasarkan pada waktu, misalnya, jumlah jam yang dihabiskan untuk aktivitas yang
relevan, atau durasi total (hari, bulan, atau tahun) atas pengalaman praktik.

A12. Bukti yang dapat digunakan untuk pengukuran dalam pendekatan berbasis masukan meliputi
catatan kehadiran, lembar waktu kerja, buku harian tempat kerja, dan catatan atau jurnal
pekerjaan. Jika IAPI menetapkan ketentuan menggunakan pendekatan berbasis masukan dapat

SKPAP 5 (2021) 40


Click to View FlipBook Version