Workshop LSR, Safety Rule & Commitments Trucking Vendor Partner Logistics
Susunan Acara 08:30 – 09:00 Registrasi Peserta 09:00 – 09:20 Safety induction 09:20 – 09:30 Sambutan Site Director SPV 09:30 – 09:40 Sambutan Head Of SHE SPV 09:40 – 10:40 Materi LSR dan Demontrasi menggunakan body harness 10:40 – 11:00 Coffee break 11:00 – 12:00 Aturan dan ketentuan kelayakan kendaraan di SPV – violation 12:00 – 13:00 Istirahat – Makan / Shalat Dhuhur 13:00 – 14:15 Safety Logistics DO’S & DON’T (+ tanya jawab) 14:20 – 14:45 Penanda tanganan komitmen dari vendor untuk menjalankan safety rule di SPV 14:45 – 15:00 Photo bersama peserta dengan SPV team
www.lenzing.com 07.07.2023 - 3 Safety Briefing – Emergency Safety JANGAN PANIK! 9333/9226
www.lenzing.com 07.07.2023 - 4 Scan QR Training Material https://anyflip.com/wcfnu/vqmv/
www.lenzing.com July 2023 LSR dan Safety Rule di SPV
Lambang K3 • Arti (Makna) Tanda Palang Bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK). • Arti (Makna) Roda Gigi Bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani. • Arti (Makna) Warna Putih Bersih dan suci. • Arti (Makna) Warna Hijau Selamat, sehat dan sejahtera. Bentuk lambang berupa palang berwarna hijau dengan roda bergerigi sebelas dengan warna dasar putih
Filosofi (Mangkunegara) Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Keilmuan Semua ilmu dan penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan. Pengertian K3
Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja. 1 2 3 Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien. Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional. Tujuan K3
www.lenzing.com 7/7/2023 - 9 Dasar Hukum Penerapan K3 Di Tempat Kerja UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja 1. Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha. 2. Adanya tenaga kerja yang bekerja di sana. 3. Adanya bahaya kerja di tempat itu. Permenaker No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen K3 Setiap perusahaan yang memperkerjakan 100 tenaga kerja atau lebih dan atau yang mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja (PAK). Permenaker No 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) 1. Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus memperkerjakan 100 orang atau lebih. 2. Tempat kerja dimana pengusaha memperkerjakan kurang dari 100 orang tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan pencemaran radio aktif.
Pengertian Kejadian yang berkaitan dengan pekerjaan dimana cedera, penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kefatalan (kematian) dapat terjadi (termasuk insiden ialah keadaan darurat). Kecelakaan Kerja Insiden yang menyebabkan cedera, penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kefatalan (kematian). Nearmiss (hampir celaka) Insiden yang tidak menyebabkan cedera, penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kefatalan (kematian). Kecelakaan Kerja Nearmiss (hampir celaka)
Piramida Kecelakaan Kerja Setiap Terjadi 1 Kecelakaan Fatal/Kematian Di dalamnya terdapat 10 Kecelakaan Ringan Sebelumnya Insiden yang menimbulkan kerusakan alat/bahan sebelumnya NearmAiss (hampir celaka) Sebelumnya Yang di dalamnya terdapat 30 600 Yang di dalamnya terdapat
www.lenzing.com 7/7/2023 - 12 Penyebab Kecelakaan Kerja Penyebab Dasar Penyebab Tidak Langsung Penyebab Langsung Kecelakaan Kerja Kerugian Teori Efek Domino – H.W. Heinrich Tindakan Tidak Aman. Kondisi Tidak Aman. Kontak Dengan Bahaya. Kegagalan Fungsi. Manusia (Cedera, Keracunan, Cacat, Kematian, PAK). Mesin/Alat (Kerusakan Mesin/Alat). Material/Bahan (Tercemar, Rusak, Produk Gagal). Lingkungan (Tercemar, Rusak, Bencana Alam). 1. Kurangnya Prosedur/Aturan. 1. Kurangnya Sarana. 2. Kurangnya Kesadaran. 3. Kurangnya Kepatuhan. 1. Faktor Pekerjaan. 2. Faktor Pribadi.
www.lenzing.com Kerugian Kecelakaan Kerja Rp. 5 – 3Juta (Biaya Lain-lain Yang Tidak Diasuransikan) Rp. 5 – 50 Juta (Biaya Kerusakan Aset Yang Tidak Diasuransikan) Rp. 1 Juta Teori Gunung Es Kecelakaan Kerja Biaya Langsung 1. Biaya Pengobatan & Perawatan. 2. Biaya Kompensasi (Asuransi). Biaya Tidak Langsung 1. Kerusakan Bangunan. 2. Kerusakan Alat dan Mesin. 3. Kerusakan Produk dan Bahan/Material. 4. Gangguan/Terhentinya Produksi. 5. Biaya Administrasi. 6. Pengeluaran Sarana dan Prasarana Darurat. 7. Waktu untuk Investigasi. 8. Pembayaran Gaji untuk Waktu Hilang . 9. Biaya Perekrutan dan Pelatihan. 10. Biaya Lembur. 11. Biaya Ekstra Pengawas. 12. Waktu untuk Administrasi. 13. Penurunan Kemampuan Tenaga Kerja yang Kembali karena Cedera. 14. Kerugian Bisnis dan Nama Baik. { {
www.lenzing.com 4/11/2018- 14 Life-Saving Rule (LSR) Mengapa dinamakan Life Saving Rule? • Mengapa dinamakan Life Saving Rule? • Apakah dampak apabila LSR tidak diterapkan? Siapa yang akan terdampak? • Apakah ada yang belum dilatih tentang LSR
Sumber bahaya adalah segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya/cidera bagi diri kita atau orang lain
Resiko adalah peluang/kemungkinan terjadinya sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya/cidera/kerugian
Bahkan saat sesuatu tampak sangat aman ..lihat lebih dekat: bahaya mungkin tersembunyi di dalamnya! Apa yang anda lihat dari tulisan ini ?
www.lenzing.com 7/7/2023 - 18 Resiko K3 Pengertian Potensi kerugian yang bisa diakibatkan apabila terdapat kontak dengan suatu bahaya (contoh : luka bakar, patah tulang, kram, asbetosis, dsb). Penilaian dan Kategori Perkalian antara nilai frekuensi dengan nilai keparahan suatu resiko. Perlu Aturan/Prosedur/Rambu Perlu Tindakan Langsung Perlu Perencanaan Pengendalian Perlu Perhatian Manajemen Atas Rendah Sedang Tinggi Ekstrim Keparahan Sangat Ringan Ringan Sedang Berat Sangat Berat Frekuensi Sangat Sering Sedang Tinggi Tinggi Ekstrim Ekstrim Sering Sedang Sedang Tinggi Tinggi Ekstrim Sedang Rendah Sedang Sedang Tinggi Ekstrim Jarang Rendah Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sangat Jarang Rendah Rendah Sedang Sedang Tinggi
www.lenzing.com 7/7/2023 - 19 Pengendalian Resiko K3 Hirarki Pengendalian Resiko/Bahaya KEHAN DALAN PERLINDUNGAN Eliminasi Eliminasi Bahaya Tempat kerja / Pekerjaan Aman (Mengurangi Bahaya) Substitusi Penggantian Alat/Mesin/Bahan/Tempat Kerja yang Lebih Aman Perancangan Modifikasi Alat/Mesin/Tempat Kerja yang Lebih Aman Administrasi Prosedur, Aturan, Pelatihan, Durasi Kerja, Tanda Bahaya, Rambu, Poster, Label Tenaga Kerja Aman (Mengurangi Paparan) Alat Pelindung Diri Menyediakan APD kepada Tenaga Kerja
www.lenzing.com 7/7/2023 - 23 Makna Rambu Di Tempat Kerja Tanda Bahaya Tanda Sarana Keselamatan, P3K dan Evakuasi Darurat Tanda Sarana / Fasilitas Umum Tanda Larangan Tanda Sarana Darurat Kebakaran Tanda Kewajiban
www.lenzing.com 7/7/2023 - 24 Alat Pelindung Diri (APD) Kelengkapan wajib yang digunakan saat bekerja sesuai dengan bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan tenaga kerja itu sendiri maupun orang lain di tempat kerja. Pelindung Kepala Pelindung Mata dan Muka Pelindung Pendengaran Pelindung Pernafasan Pelindung Tangan Pelindung Kaki Pelampung Pelindung Tubuh RompiNyala Jas Hujan Sabuk Keselamatan
www.lenzing.com 7/7/2023 - 25 Driving Safely Sabuk kursi melindungi Anda dari cedera jika terjadi suatu insiden selagi mengemudi dan menjaga Anda tetap selamat Mengenakan sabuk kursi mencakup sabuk keselamatan di dalam mobil (sewaan), taksi, (mini) bus, truk, derek, atau forklif, dan melibatkan orang-orang di dalam kendaraan yang bergerak ketika menjalankan bisnis perusahaan. Anda (pengemudi dan penumpang) semestinya: • Selalu mengenakan sabuk kursi 3 titik (mohon perhatikan perkecualian† di atas) • Mengecek bahwa sabuk kursi Anda berfungsi dengan benar • Menjaga sabuk kursi Anda tetap terpasang dengan benar selagi berada di kendaraan yang bergerak • Mengecek bahwa setiap orang di dalam kendaraan mengenakan sabuk kursi dengan benar sebelum mulai mengemudi • Menegur ketika sesama penumpang tidak mengenakan sabuk kursi dengan benar
www.lenzing.com 7/7/2023 - 26 Driving Safely Jika Anda seorang pengemudi, selagi mengemudi Anda semestinya : • Tidak menggunakan ponsel atau penyeranta, mengirim atau membaca pesan teks, atau menggunakan aksesori ponsel bebas genggam • Bertahan pada atau di bawah kecepatan maksimum yang dibolehkan untuk jalan yang sedang Anda tempuh seperti yang ditunjukkan oleh rambu-rambu jalan atau instruksi manajemen perjalanan • Bertahan pada atau di bawah kecepatan maksimum yang dibolehkan untuk kendaraan yang sedang Anda kemudikan • Menyesuaikan kecepatan dengan kondisi yang ada • Jika Anda seorang penumpang, Anda semestinya: • Menegur jika seorang pengemudi menggunakan ponsel di dalam kendaraan yang bergerak • Menegur jika seorang pengemudi melampaui kecepatan maksimum yang dibolehkan
www.lenzing.com 7/7/2023 - 27 Smoking & Flammable Materials Merokok atau penggunaan korek api atau pemantik rokok bisa memicu kebakaran bahan yang mudah terbakar Area merokok yang ditentukan, seperti ruang merokok, akan menjaga Anda selamat dari menyebabkan kebakaran dan ledakan. Anda harus: • Merokok hanya dibolehkan di area merokok yang ditentukan. • Mengetahui tempat area merokok yang ditentukan • Menegur jika Anda melihat seseorang merokok di luar area yang ditentukan Jika Anda adalah pengawas atau penanggung jawab pekerjaan, Anda semestinya: • Memberi tahu orang-orang tentang area merokok yang ditentukan • Memastikan bahwa area merokok yang ditentukan ditandai dengan jelas
www.lenzing.com 7/7/2023 - 28 Smoking and Flammable Materials Memungkinkan orang merokok (bila diizinkan di lokasi) hanya di area merokok yang ditetapkan dan mengembangkan prosedur bagi penggunaan dan penyimpanan yang selamat bahan-bahan mudah terbakar.
www.lenzing.com 7/7/2023 - 29 Smoking & Flammable Materials Bahan mudah terbakar harus selalu disimpan jauh dari setiap sumber potensial percikan. Anda harus: • Menjauhkan setiap sumber percikan dari bahan mudah terbakar • Mengetahui prosedur untuk penggunaan dan penyimpanan bahan mudah terbakar • Mengetahui tindakan-tindakan di dalam kejadian darurat yang mencakup kebakaran. Jika Anda seorang Pengawas atau Penanggung Jawab, Anda semestinya: • Memastikan bahwa sumber percikan disingkirkan dari bahan mudah terbakar. • Mengembangkan prosedur untuk penggunaan dan penyimpanan bahan mudah terbakar • Memastikan bahwa karyawan terlatih menggunakan prosedur ini. • Memastikan bahwa semua karyawan mematuhi prosedur. • Memelihara sistem deteksi kebakaran di area tempat penggunaan dan penyimpanan bahan mudah terbakar.
www.lenzing.com 07.07.2023 - 30 Rangking & Simbol Bahaya Bahan Kimia NFPA (National Fire Protection Association) Kesehatan (biru) Kemudahan untuk terbakar (merah) 4 Paparan yang sangat singkat dapat mengakibatkan kematian atau luka residual parah. 4 Mudah terbakar pada suhu dan tekanan normal, atau mudah menguap dan akan mudah terbakar. 3 Paparan dalam jumlah dapat mengakibatkan luka sementara atau luka residual sedang sampai serius. 3 Zat yang dapat terbakar hampir disemua kondisi sekitar . Cairan memiliki titik nyala dibawah 23 °C (73 °F) dan memiliki titik didih lebih atau sama dengan 38 °C (100 °F) atau titik nyala di antara 23 °C (73 °F) sampai 38 °C (100 °F) 2 Paparan dalam jumlah besar atau terus menerus tetapi tidak kronis dapat mengakibatkan cacat sementara atau kemungkinan luka residual. 2 Pemanasan moderat dapat memicu Pembakaran. Titik nyala di antara 38 °C (100 °F) dan 93 °C (200 °F) 1 Paparan zat ini menyebabkan iritasi dengan luka residual kecil. 1 Pemanasan dapat menyebabkan pembakaran. Memiliki titik nyala di atas 93 °C (200 °F) 0 Tidak menimbulkan bahaya kesehatan, tidak ada tindakan pencegahan yang diperlukan. 0 Tidak akan terbakar (misalnya, air) Instabilitas/reaktivitas (kuning) Khusus (putih) 4 Mudah terdetonasi atau meledak pada tekanan dan suhu normal Label putih dapat mengandung beberapa peringatan khusus. Simbol-simbol ini adalah yang digunakan oleh standar NFPA 704. 3 Dapat terdetonasi atau meledak namun membutuhkan rangsangan yang kuat, seperti dipanaskan sebelum inisiasi, bereaksi eksplosif dengan air, atau akan meledak apabila "terkejut“. W Bereaksi dengan air dengan cara yang tidak biasa atau berbahaya. 2 Mengalami perubahan kimia secara drastis pada tekanan dan suhu yang tinggi, bereaksi keras dengan air, atau dapat membentuk zat eksplosif bila dicampur air. OX Oksidan 1 Stabil, namun bisa menjadi tidak stabil pada tekanan dan suhu yang tinggi. SA Gas asfiksan sederhana. 0 Stabil, bahkan apabila terpapar dengan api, dan tidak bereaksi dengan air.
Label Kemasan Bahan Beracun Dan Berbahaya (B3) Zat kimia dan zat berbahaya dapat menyebabkan Anda cedera atau sakit. Zat-zat tersebut dapat ditemukan di rumah dan di tempat kerja – contohnya antara lain lem, cat, obat pembersih, asap dari penyolderan dan pengelasan, butiran debu, dan bakteri.
www.lenzing.com 7/7/2023 - 32 Label Transportasi Bahan Beracun Dan Berbahaya (B3) Sumber: DOT (Department Of Transportation) Amerika
www.lenzing.com 7/7/2023 - 36 Klasifikasi Api A Benda Padat C Peralatan Listrik B Bahan Bakar Cair / Gas D Logam yang mudah terbakar Kayu Kain Kertas Karet Plastik • Bensin • Oli • Gemuk • Ter • Minyak Tanah • Tiner • Nyala Gas • Energi Listrik • Peralatan listrik yang beraliran • magnesium • sodium • potassium • titanium • zirconium • other flammable metals [NFPA 1001: 3-3.15 (a)]
www.lenzing.com 7/7/2023 - 39 Working at Height Lindungi diri sendiri terhadap kejatuhan ketika bekerja di ketinggian Gunakan peralatan pelindung jatuh ketika bekerja di luar lingkungan terlindung tempat Anda dapat jatuh lebih dari 1,5 meter, atau batas dalam aturan setempat, mana saja yang lebih ketat, agar Anda tetap selamat. Sebuah lingkungan terlindung mencakup perancah yang disetujui, tangga dengan pegangan tangan, dan lift penumpang Anda Harus : • Mempunyai wewenang bekerja di ketinggian di luar lingkungan terlindung • Mengetahui jenis peralatan pelindung jatuh yang harus digunakan dan cara menggunakannya • Mengecek peralatan sebelum menggunakannya • Selalu mengikat diri ketika di ketinggian di luar lingkungan terlindung Jika Anda adalah pengawas atau penanggung jawab pekerjaan, Anda semestinya: • Memastikan bahwa keadaan aman untuk mulai bekerja di ketinggian
Scaffolding activity
Truck activity
Roof activity
Bekerja di ketinggian Bekerja di ketinggian adalah kegiatan atau aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja pada tempat kerja di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh yang menyebabkan tenaga kerja atau orang lain yang berada di tempat kerja cedera atau meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda.
Perangkat perlindungan jatuh Perangkat pelindung jatuh adalah suatu rangkaian peralatan untuk melindungi tenaga kerja, orang lain yang berada di tempat kerja dan harta benda ketika bekerja pada ketinggian agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian finansial. Handrail (pegangan tangan) melindungi jatuh karena adanya penurunan level permukaan area kerja MEWP (Mobile Elevator working Platform Pagar & Jaring pelindung Top Rail,Mid Rail,Toeboard Warning Line
Anchorage/ Anchorage Connector (Tempat/ Konketor Cantolan Body Wear (Pakaian Pelindung Badan) Connecting Device (Peralatan Penyambung) Alat Penahan Jatuh Perorangan (PERSONAL FALL PROTECTION EQUIPMENT) A B C
Tipe Full body harness
Pengecekan Full body harness !!! Sebelum mulai bekerja di ketinggian, pastikan full body harness dan lanyard di dalamnya bagus dan layak dipakai PEMERIKSAAN VISUAL DAN DI RABA PADA SAFETY STITCHING DAN STRAPS: • perlu untuk memeriksa sisi depan dan belakang jahitan pengaman (benang yang digunakan untuk jahitan pengaman memiliki warna yang berbeda dari benang yang digunakan untuk anyaman), dan kedua sisi tali pengikat pada seluruh permukaannya, termasuk area yang sulit dijangkau seperti yang tersembunyi di bawah Buckles dll. Jika perlu, harness dapat dicuci dengan air hangat (maks. 40 ° C) dengan sabun, tanpa deterjen PENGECEKAN PADA SAFETY STITCHING • lihat Prosedur Inspeksi APD Berkala dari sling PENGECEKAN STRAPS • lihat Prosedur Inspeksi APD Berkala dari slings + periksa kekuatan, apabila ada kerusakan maka harness tidak boleh digunakan; seluruh permukaan harus diperiksa, termasuk area yang sulit dijangkau PENGECEKAN KOMPONEN NON-STRENGTH TEXTILE • Kerusakan atau tidak adanya kekuatan jahitan dan bagian lain seperti bantalan pinggang dll. bukanlah alasan untuk batas akhir harness, kecuali jika menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi pengguna PENGECEKAN KOMPONEN NON-REMOVABLE METAL • Lihat Prosedur Inspeksi APD Berkala untuk konektor; perlu untuk memeriksa seluruh permukaan, termasuk area yang sulit dijangkau
Pengecekan Full body harness !!! PERIKSA FUNGSI • Beberapa bagian berlaku untuk model harness tertentu saja FUNGSI dari SPEED BUCKLES • Buckles harus menutup dengan sempurna dan mudah membukanya dengan cara yang ditentukan, tanpa banyak usaha FUNGSI PENYESUAIAN BUCKLES dan DILAKUKAN DENGAN SECARA BENAR • Penyetelan BUCKLES harus beroperasi dengan benar di kedua arah - mengencangkan dan mengendurkan tali; jika BUCKLES berputar dengan benar, maka BUCKLES tidak akan terpuntir setelah diikat.
Hierarchy of control-Fall
www.lenzing.com for your attention
www.lenzing.com Ali Muhammad Logistics Departments PT. South Pacific Viscose Trucks & Driving Safety at SPV
www.lenzing.com Contens: 1. The Real Dangerous Risk ( Watching Video) 2. The hazards for truck drivers in SPV 3. Most Common heavy truck driving Mistake& Unsafe condition trucks. 4. Some of Tips Improve Driver Behavior & Safety for Minimize Risk. 5. Top 8 : Do’s and Don’t for Truck Drivers. 6. Benefit for better management of Trucks & Driving safety.
www.lenzing.com The Real Dangerous Risk Nightmare (Forklift accident).mp4 Fatality (Pulp accident).wmv
www.lenzing.com The hazards for truck drivers in SPV 1. Highly Flammable materials 2. Loading-unloading activities. 3. Uphill /downhill Road 4. Work at height for drivers 5. Suspended loads 6. Pipe racks 7. Trucks traffics 8. Pedestrians
www.lenzing.com Most Common heavy truck driving Mistake/Unsafe act and Unsafe truck conditions. 1. Smoking 2. Working at height (without Horizontal life line) 3. Not in the designated driver waiting area 4. Not use tire chocks 5. Co-driver take over 6. Truck Drivers without PPE 7. Calling/texting while driving 8. Not using/only partially using lasing 9. Drunk at driving
www.lenzing.com Most Common heavy truck driving Mistake/Unsafe act and Unsafe truck conditions. 10. DRIVING WHILE FATIGUED 11. RECKLESS DRIVING 12. Poor truck maintenance / preinspections.