48 membutuhkan izin dari masyarakat dalam pemasangannya hanya berbeda dalam hal komunikasi. Jawaban tersebut didasarkan pada opini yang disampaikan oleh Shopia pada teks, dimana shopia setuju dengan adanya graffiti Question 3.3 Which of the two letter writers do you agree with? Explain your answer by using your own words to refer to what is said in one or both of the letters. Jawaban : Saya setuju dengan opini dari Helga, saya tidak setuju dengan graffiti yang dibuat di tempat yang tidak seharusnya, seperti dinding sekolah, taman, kursi taman dan tempat lainnya. Sebenarnya graffiti adalah seni, namun sebaiknya tidak dilakukan di tempat yang dilarang terutama tempat umum yang sudah ditata sedemikian rupa. Graffiti bisa dilakukan ditempat yang sudah mendapatkan perizinan sehingga tidak merusak tempat umum, atau seniman graffiti bisa meminta izin pada yang bersangkutan saat akan membuat graffiti di suatu tempat. Selain itu, seniman graffiti bisa membuat pameran dimana karya seninya dapat dinikmati oleh semua orang dan legal. Jawaban ini didasarkan dengan membandingkan dua opini kemudian menentukan opini yang sesuai dengan pemikiran kita. Question 3.4 Regardless of which letter you agree with, in your opinion, which do you think is the better letter? 48
49 Explain your answer by referring to the way one or both letters are written. Jawaban : Menurut saya surat yang lebih baik adalah milik Helga, melihat dari isi dan struktur surat yang dibuat oleh Helga. Helga memaparkan dengan baik mengenai opini graffiti dari sudut pandang Helga sebagai masyarakat yang merasa bahwa graffiti merusak publik. Helga menjelaskan dengan detail bagaimana opininya mengenai graffiti. Helga memaparkan dengan baik bagaimana graffiti, dampaknya di masyarakat, dan saran bagi seniman graffiti berdasarkan pada sudut pandang Helga. Untuk menjawab pertanyaan ini, dilakukan dengan membandingkan dua surat yang ditulis Helga dan Shopia, kemudian membandingkan isi dan struktur dari masing-masing surat. 2. Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah-langkah berpikir saya dalam menyelesaikan soal adalah sebagai berikut. 1. Membaca teksdan mengartikan teks bacaan, dikarenakan teks menggunakan Bahasa Inggris. 2. Memahami isi bacaan dengan menemukan informasi penting. 3. Memahami pertanyaan dari 3.1 sampai dengan 3.4 a. Pertanyaan 3.1 dan 3.2 dilakukan dengan memahami dan menganalisis isi bacaan untuk menenemukan informasi penting pada teks sesuai soal. b. Pertanyaan 3.3 dan 3.4 dilakukan dengan membandingkan dua teks yang disediakan. 49
50 c. Menjawab soal berdasarkan pada teks yang disediakan. 3. Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini 4 Fondasi CT yang saya gunakan dalam menyelesaikan masalah ini: 1. Dekomposisi, pada tahap ini saya membaca teks dan mengartikan teks untuk dapat memahami isi dari teks yang dibaca, setelah memahami saya menggarisbawahi informasi penting pada teks. 2. Pengenalan pola, pada tahap pengenalan pola dilakukan dengan mencermati teks dan pertanyaan dimana teks dan pertanyaan membahas pada satu bahasan utama yaitu graffiti, pada tahap ini saya menenemukan bahwa keseluruhan teks merupakan opini terhadap graffiti. 3. Abstraksi, pada tahap ini saya fokus pada pertanyaan yang diajukan dan mengabaikan bagian yang tidak diperlukan, dengan fokus pada pertanyaan, maka penyelesaian soal akan efektif. 4. Algoritma, pada tahap ini langkah-langkah dalam penyelesaian soal dilakukan, yaitu membaca dan mengartikan teks, memahami dan menemukan informasi penting pada teks, membandingkan isi teks (surat Helga dan Shopia) kemudian menjawab pertanyaan. 50
51 Nama/NIM Jenjang/mata pelajaran yang diampu Unit/no.unit Judul soal : : : : Atikah Trisna Sari/23100260018 Sekolah Dasar Mathematics/ 7 Speed of Racing Car No. Pertanyaan Jawaban 1. Tuliskan solusi untuk soal ini! Untuk menjawab pertanyaan pada soal Speed of Racing Car adalah dengan membaca dan memahami grafik yang disajikan terlebih dahulu, muali dari memahami bagian-bagian grafik, isi grafik dan tujuan dari grafik tersebut, Jawaban dari masing-masing soal adalah sebagai berikut. 1. Question 7.1, pertanyaan yang diajukan adalah perkiraan jarak dari garis start ke titik awal bagian lurus terpanjang dari lintasan yang dilewati oleh mobil balap. Jawaban dari pertanyaan ini adalah B.1,5 km Untuk menjawab pertanyaan ini saya mengamati kecepatan mobil pada grafik, untuk mengetahui lintasan lurus terpanjang saya melihat pada kecepatan mobil yang stabil pada jarak tertentu. 2. Question 7.2, pertanyaan yang diajukan adalah mengenai kecepatan terendah selama putaran kedua. Jawaban dari pertanyaan ini adalah C. at about 1.3 km. Untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan mengamati grafik dan menetukan titik kecepatan terendah, kemudian melihat pada jarak berapa titik terendah tersebut, hingga ditemukan jawaban 1.3 km. 3. Question 7.3, pertanyaan yang diajukan adalah apa yang kamu katakan mengenai kecepatan mobil pada jarak antara 2.6 km dan 2.8 km?. Jawaban pada pertanyaan ini adalah B dimana terdapat kenaikan kecepatan mobil. Jawaban didasarkan pada grafik pada jarak 2.5 ke 2.8 km terdapat kenaikan grafik yang artinya 51
52 pada jarak tersebut terdapat peningkatan kecepatan mobil. 4. Question 7.4, pertanyaan yang diajukan adalah mengenai lintasan yang dilewati mobil sesuai pada grafik kecepatan. Jawaban dari soal tersebut adalah B Untuk menjawab soal ini dapat dilakukan dengan memerhartika kecepatan grafik, pada kecepatan rendak kemungkinan terdapat belokan, dan pada kecepatan konstan kemungkinan lintasan lurus, melihat pada agrafik terdapat 3 kali mobil menurunkan kecepataan, ketajaman tikungan dilihat dari kecepatan mobil yang semakin rendah. Berdasarkan pad ahal tesrbut maka lintasan yang sesuai adalah lintasan B. 2. Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah-langkah berpikir saya dalam menemukan solusi dari soal adalah : 1. Membaca grafik dengan memerhatikan bagianbagian grafik, sumbu x menunjukkan jarak lintasan dalam km, sumbu y menunjukkan kecepatan dalam km/h. 2. Membaca dan memahami maksud pertanyaan. 3. Melakukan interpretasi data dari grafik sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. 4. Menjawab pertanyaan sesuai dengan hasil interpretasi data. 3. Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini 4 Fondasi CT yang saya gunakan dalam menyelesaikan masalah ini: 1. Dekomposisi, pada tahap ini saya membaca grafik, mengetahui bagian grafik pada sumbu x dan sumbu y, melakukan interpretasi data. 2. Pengenalan pola, pada tahap pengenalan pola dilakukan dengan mencermati grafik dan pertanyaan dimana tgrafik dan pertanyaan membahas pada satu bahasan utama yaitu kecepatan mobil balap pada lintasan, pada tahap ini saya menenemukan pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan kecepatan. 3. Abstraksi, pada tahap ini saya fokus pada pertanyaan yang diajukan dan grafik dari kecepatan mobil balap. Pada tahap asbtraksi, 52
53 mengabaikan bagian yang tidak diperlukan, dengan demikian dapat fokus pada pertanyaan, sehingga penyelesaian soal akan lebih efektif. 4. Algoritma, pada tahap ini langkah-langkah dalam penyelesaian soal dilakukan, yaitu membaca dan menginterpretasi data grafik, membaca dan memahami soal, menjawab soal sesuai dengan hasil interpretasi data. Nama/NIM Jenjang/mata pelajaran yang diampu Unit/no.unit Judul soal : : : : Atikah Trisna Sari/23100260018 Sekolah Dasar Science/ 20 Tooth Decay No. Pertanyaan Jawaban 1. Tuliskan solusi untuk soal ini! Untuk menemukan solusi dari soal Tooth Decay adalah dengan memahami isi dari perosalan yang disajikan, dimana hal tersebut merupakan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yaitu mengenai kerusakan gigi. Setelah memahami fenomena yang disajikan dan memahami isi, maka dapat menjawab pertanyaan sebagai berikut. 1. Question 20.1, pertanyaan yang diajukan adalah mengenai peran dari bakteri pada kerusakan gigi, jawaban dari pertanyaan ini adalah D. Bakteri memperoduksi Asam Jawaban tersebut didasarkan pada teks yang menyatakan bahwa bakteri penyebab karies memakan gula, kemudian mentranformasikan gula menjadi asam. 2. Question 20.2, pertanyaan yang diajukan adalah pernyataan yang sesuai dengan data pada grafik yang disajikan dimana grafik menunjukkan perbandingan antara rata-rata konsumsi gula dengan penderita kerusakan gigi. Jawaban pada pernyataan ini adalah B dimana semakin banyak orang konsumsi gula maka akan semakin tinggi kemungkinan terkena karies. 53
54 Jawaban didasarkan pada grafik yang menunjukkan semakin tinggi konsumsi gula semakin tinggi pula penderita karies,. 3. Question 20.3, pertanyaan yang diajukan adalah Apabila di suatu negara memiliki angkat penderita kerusakan gigi yang tinggi maka pertanyaan tentang kerusakan gigi yang terjadi di negara tersebut yang bisa di jawab dengan percobaan ilmiah adalah?. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah a. “Apa efek yang terjadi pada kerusakan gigi jika memasukkan flurida ke dalam persediaan air”? pertanyaan ini dapat dijawab dengan melakukan percobaan ilmiah sehingga jawabannya adalah “Yes” b. “Berapa biaya untuk yang harus dikeluarkan saat kunjungan ke dokter gigi”. Pertanyaan ini tidak perlu dijawab dengan percobaan ilmiah, sehingga jawabannya adalah “No”. Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita perlu untuk menganalisi mana persoalan yang perlu dijawab dengan percobaan ilmiah dan mana yang tidak. 4. Question 20.4, pertanyaan yang diajukan berupa pernyataan mengenai kerusakan gigi, kemudian kita memilih jawaban sangat setuju/setuju/ tidak setuju/ sangat tidak setuju. Jawaban pada pernyataan (1) yang menyatakan “mengetahui seperti apa bakteri penyebab kerusakan gigi dibawah mikroskop” saya setuju dengan pernyataan ini karena sesuai dengan bacaaan dimana menampilkan gambar bakteri dibawah mikroskop. Pernyataan (2) menyatakan “mempelajari tentang perkembangan vaksin untuk mencegah bakteri perusak gigi”, saya tidak setuju dengan pernyataan ini karena tidak sesuai dengan bacaan. Pernyataan (3) menyatakan “memahami bagaimana makanan bebas gula dapat menyebabkan kerusakan gigi”, saya tidak setuju dengan pernyataa ini dikarenakan bertentangan 54
55 dengan persoalan yang dibahas, dimana seharusnya penyebab kerusakan adalah makanan yang mengandung gula bukan makanan bebas gula. Jawaban didasarkan pada teks serta diintegrasikan dengan pengetahuian yang telah kita miliki sebelumnya mengenai fenomena kerusakan gigi. 2. Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah-langkah berpikir dalam menyelesaikan soal mengenai Tooth Decay adalah sebagai berikut. 1. Membaca teks dan memahami fenomena yang dibahas pada teks. 2. Memahami soal yang diberikan kemudian melakukan analisis terhadap teks untuk menemukan jawaban. a. Soal 20.1, kita perlu menyimpulkan dari bacaan yaitu pada kalimat bakteri penyebab karies memakan gula, kemudian mentranformasikan gula menjadi asam. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri penyebab karies memproduksi asam. b. Soal 20.2 dilakukan dengan menarik kesimpulan berdasarkan grafik. c. Soal 20.3 dilakukan dengan menentukan pertanyaan ilmiah yang dapat dijawab dengan menggunakan percobaan. Maka sebelumnya kita harus mengetahui apa itu pertanyaan ilmiah dan bagaimana merumuskannya. d. Soal 20.4 dilakukan dengan membandingkan data pada teks dengan pernyatan yang diajukan apakah sesuai atau tidak kemudian diingtegrasikan dengan pengetahuan yang telah kita miliki sebelumnya. 3. Menjawab soal dengan memerhatikan teks bacaaan dan pengetahuan yang telah kita miliki sebelumnya. 3. Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini 4 Fondasi CT yang saya gunakan dalam menyelesaikan masalah ini: 1. Dekomposisi, pada tahap ini dilakukan dengan memahami dan menganalisis isi bacaan dan gambar yang disajikan, selain itu juga menggali 55
56 3. Ruang Kolaborasi Penilaian dari teman kelompok Penilaian dari teman kelompok Kriteria penilaian Anggota 1 Sheren Viona Anggota 2 Sinta Mardikawati Anggota 3 Atika Trisna Sari Apakah cara mengerjakan soal yang dituliskan dapat dipahami? Cara mengerjakan soal yang dituliskan sudah bisa saya pahami (A). Soal yang dituliskan dapat dipahami (A). Soal yang dituliskan bisa pahami (A). Apakah cara mengerjakan sudah lengkap? Cara mengerjakan soal sudah lengkap. (A) Cara mengerjakan soal sudah lengkap. (A) Cara mengerjakan soal sudah lengkap. (A) Apakah cara mengerjakan dapat diikuti tanpa menimbulkan keambiguan? Soal bisa dikerjakan tanpa ambigu. (A) Soal bisa dikerjakan tanpa ambigu. (A) Soal bisa dikerjakan tanpa ambigu. (A) Apakah 4 fondasi CT yang ditulis benar? Empat fondasi CT yang di tulis sudah benar. (A) Terdapat 4 fondasi CT yang di tulis sudah benar. (A) Menurut saya, 4 fondasi CT yang di kembali informasi yang pernah diketahui dari fenomena yang disajikan yaitu mengenai kerusakan gigi. 2. Pengenalan pola, pada tahap pengenalan pola dilakukan dengan mencermati teks fenomena kerusakan gigi dan pertanyaan dimana membahas pada satu bahasan utama yaitu kerusakan gigi. 3. Abstraksi, pada tahap ini saya fokus pada pertanyaan yang diajukan, sehingga penyelesaian soal akan dipersempit sesuai dengan peratnyaan, informasi yang tidak dibutuhkan dapat diabaikan. 4. Algoritma, pada tahap ini langkah-langkah dalam penyelesaian soal dilakukan dengan membaca dan memahamai teks, membaca dan memahami soal, mengintegrasikan jawaban antara informasi pada teks dengan informasi yang telah dimiliki sebelumnya, kemudian menjawab pertanyaan. 56
57 tulis sudah benar. (A) Apakah 4 fondasi CT yang dituliskan dijelaskan dengan lengkap? Empat fondasi CT yang di tulis sudah dijabarkan dengan lengkap. (A) Empat fondasi CT yang ditulis dijelaskan dengan lengkap. (A) Empat fondasi CT yang di tulis sudah dijabarkan dengan lengkap. (A) Saran perbaikan yang perlu dilakukan Unit soal Hal yang harus diperbaiki Masukan dan saran perbaikan Reading Fondasi abstraksi Pada bagian abstraksi mungkin bisa dituliskan lebih jelas terkait dengan hal-hal yang harus diabaikan ketika mengerjakan soal. Mathematic Fondasi pengenalan pola Pada bagian pengenalan pola mungkin dapat dilakukan dengan menambahkan penurunan kecepatan pada grafik (dijabarkan). Science Fondasi abstraksi Pada bagian abstraksi mungkin bisa dituliskan lebih jelas terkait dengan hal-hal yang harus diabaikan ketika mengerjakan soal. Saran perbaikan yang perlu dilakukan A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang Jika ketiga soal memenuhi kriteria Jika hanya 2 soal yang memenuhi kriteria Jika hanya 1 soal yang memenuhi kriteria Jika tiga-tiganya tidak memenuhi kriteria 4. Demontrasi Kontekstual Lomba Band Dalam rangka memperingati ulang tahun sekolah, Sekolah Suka Nada mengadakan lomba band bagi para siswa. Juri dari lomba ini terdiri dari 5 orang yang menilai secara terpisah dan memberikan nilai dalam rentang 1 sampai 100. Panitia sedang mendiskusikan dua metode untuk menentukan nilai akhir yang merupakan gabungan dari nilai kelima juri. 57
58 Metode 1: Nilai akhir merupakan rata-rata dari nilai yang diberikan oleh kelima juri. Metode 2: Nilai akhir didapatkan dengan membuang nilai terbesar dan terkecil dan kemudian menentukan ratarata dari tiga nilai yang tersisa. [PERTANYAAN 1] Perhatikan teks Lomba Band di halaman 1. Jodohkan metode dengan nilai akhir yang tepat di sebelah kanan jika nilai , , , , adalah nilai kelima juri yang telah diurutkan dari yang paling kecil ke yang paling besar. Metode Metode 1 Metode 2 [PERTANYAAN 2] Perhatikan teks Lomba Band di halaman 1. Berikut adalah nilai yang diberikan kelima juri kepada band Bocah Musik. Juri 1 2 3 4 5 Nilai 83 67 72 90 88 Berapa selisih nilai akhir band Bocah Musik jika dihitung menggunakan metode 1 dan 2? 1 [PERTANYAAN 3] Perhatikan teks Lomba Band di halaman 1. 1) Untuk keaadan yang mana metode 1 lebih menguntungkan bagi suatu band? a. Semua juri memberikan nilai yang hampir sama. 58
59 b. Terdapat satu juri yang sangat tidak menyukai penampilan mereka dan juri tersebut memberi nilai yang jauh lebih rendah daripada juri yang lain. c. Terdapat satu juri yang sangat menyukai penampilan mereka dan juri tersebut memberi nilai yang jauh lebih tinggi daripada juri yang lain. d. Semua juri memberikan nilai di antara 85 dan 90. 2) Untuk keaadan yang mana metode 2 lebih menguntungkan bagi suatu band? A. a. Semua juri memberikan nilai yang hampir sama. b. Terdapat satu juri yang sangat tidak menyukai penampilan mereka dan juri tersebut memberi nilai yang jauh lebih rendah daripada juri yang lain. c. Terdapat satu juri yang sangat menyukai penampilan mereka dan juri tersebut memberi nilai yang jauh lebih tinngi daripada juri yang lain. d. Semua juri memberikan nilai di antara 85 dan 90 [PERTANYAAN 4] Perhatikan teks Lomba Band di halaman 1. Pada saat rapat panitia, salah seorang panitia mengatakan bahwa meraka harus memutuskan metode mana yang akan digunakan karena metode 1 dan metode 2 pasti akan memberikan hasil yang berbeda. Setujukah kamu dengan alasan yang disampaikan oleh panitia tersebut? o Ya o Tidak Jelaskan alasanmu. Alasan: Lembar Kerja Mahasiswa Nama/NIM : Atikah Trisna Sari/23100260018 Jenjang/mata pelajaran yang diampu : Sekolah Dasar Unit/no.unit : - Saya setuju dengan alasan yang disampaikan oleh panitia dimana metode yang digunakan akan memberikan hasil yang berbeda, meskipun selisihnya tidak banyak. Sehingga panitia harus tetap menentukan metode yang akan digunakan. Hasil sama bisa didapatkan dengan menggunakan metode 1 dan 2 ketika semua nilai juri adalah sama, namun hal ini sangat kecil kemungkinannya. Oleh karena itu, menurut saya tetap harus menentukan metode yang akan digunakan. 59
60 Judul soal : Lomba Band No Pertanyaan Jawaban 1. Tuliskan solusi untuk soal ini! Untuk menyelesaikan persoalan yang terdapat pada soal dilakukan dengan membaca dan memahami teks dan metode yang tertera dalam menentukan nilai juri. Adapun masing-masing solusi adalah sebagai berikut. 1. Pertanyaan 1 Pertanyaan 1 dilakukan dengan memahami metode yang digunakan baik metode 1 mauapun 2. Kemudian mencermati soal dimana nilai dari juri dimisalkan dengan a,,b,c,d,dan e dimana diurutkan dari nilai yang paling kecil. a. Untuk metode 1 dilakukan dengan menentukan rata-rata nilai dari semua juri yaitu dengan menjumlahkan semua nilai dari juri kemudian dibagi 5. Jika dituliskan dalam rumus maka 1 = + + + + 5 a. Untuk metode 2 dilakukan dengan menghilangkan nilai tertinggi dan terendah kemudian mencari rata-rata dari 3 nilai juri. Maka yang dihilangkan adalah a (nilai terkecil) dan e (nilai terbesar). Jika dituliskan dalam rumus maka 2 = + + 3 2. Pertanyaan 2 Menentukan selisih dari nilai pada metode 1 dan metode 2, dilakukan dengan mencari-rata-rata dengan menggunakan masing-masing metode. a. Metode 1 = 83 + 67 + 72 + 90 + 88 5 = 80 b. Metode 2 60
61 = 83 + 72 + 88 3 = 81 Jadi, selisihnya adalah 81-80=1 3. Pertanyaan 3 Pertanyaan yang diajukan adalah keadaan yang paling menguntungkan pada metode 1 dan 2. Untuk menetukan bisa dilakukan dengan mencoba memasukkan nilai sesuai pernyataan pada pilihan jawaban. Sehingga jawaban adalah sebagai berikut. a. Keadaan yang paling menguntungkan pada metode 1 adalah ketika terdapat satu juri yang sangat menyukai penampilan mereka sehingga memberi nilai jauh lebih tinggi daripada juri lain. Hal ini akan sangat membantu tim untuk mendapatkan nilai ratarata yang tinggi. b. Keadaan yang paling menguntungkan pada metode 2 adalah ketika terdapat satu juri yang sangat tidak menyukai penampilan mereka dan juri tersebut memberi nilai yang jauh lebih rendah daripada juri yang lain. Dengan mengunakan metode 2 maka nilai tersebut akan dihilangkan dan tidak dihitung dalam mencari rata-rata. Sehingga nilai ratarata akan meningkat 4. Pertanyaan 4 Untuk menjawab pertanyaan 4 bisa dilakukan dengan mencoba memasukkan angka dan membandingkan hasil dari metodr 1 dan metode 2 atau bisa dilakukan melihat hasil pada pertanyaan nomor dua. Saya setuju dengan alasan yang disampaikan oleh panitia dimana metode yang digunakan akan memberikan hasil yang berbeda, meskipun selisihnya tidak banyak. Sehingga panitia harus tetap menentukan metode yang akan digunakan. Hasil sama bisa didapatkan dengan menggunakan metode 1 dan 2 ketika semua nilai juri adalah sama, namun hal ini sangat kecil kemungkinannya. Oleh karena itu, menurut saya tetap harus menentukan metode yang akan digunakan. 61
62 2. Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah-langkah berpikir saya dalam menyelesaikan soal adalah sebagai berikut. 1. Membaca teks dan memahami teks yang disajikan dengan baik sehingga dapat menemukan informasi penting yang dibutuhkan pada saat menjawab soal. 2. Mencermati metode yang digunakan untuk menentukan nilai akhir penlaian lomba. 3. Membaca dan memahami soal yang diberikan. 4. Menjawab pertanyaan dari pertanyaan 1 sampai dengan perntanyaan 4 dengan langkah sebagai berikut. a. Pertanyaan 1 dilakukan dengan memahami metode 1 dan 2, kemudian menerjemahkan metode 1 dan 2 dalam bentuk rumus ratarata. b. Pertanyaan 2 dilakukan dengan menghitung rata-rata dengan menggunakan metode 1 dan 2 kemudian menentukan selisih nilai keduanya. c. Pertanyaan 3 dilakukan dengan memasukkan nilai sesuai metode satu dan dua kemudian menentukan mana keadaan yang paling menguntungkan bagi tim. d. Pertanyaan 4 dilakukan dengan membandingkan nilai dari metode 1 dan 2, kemudian simpulkan. 3. Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini 4 Fondasi CT yang saya gunakan dalam menyelesaikan masalah ini: 1. Dekomposisi, pada tahap dekomposisi saya lakukan dengan membaca dan memahami isi dari bacaan yang disajikan dan menemukan informasi penting yang terdapat pada bacaan. 2. Pengenalan pola, pada tahap pengenalan pola dilakukan dengan mencermati teks dan soal dimana merujuk pada satu bahasan yaitu nilai rata-rata. Sehingga fokus penyelesaian soal adalah menggunakan nilai rata-rata. 3. Abstraksi, pada tahap ini saya fokus pada metode yang ditetapkan yaitu metode 1 an metode 2 dalam menentukan rata-rata nilai lomba, selain itu juga fokus pertanyaan yang 62
63 diajukan. Pada tahap asbtraksi, mengabaikan bagian yang tidak diperlukan, dengan demikian dapat fokus pada pertanyaan dan informasi penting yang dibutuhkan, sehingga penyelesaian soal akan lebih efektif. 4. Algoritma, pada tahap ini langkah-langkah dalam penyelesaian soal dilakukan, yaitu membaca dan memahami teks, mencermati metode yang digunakan, memahami pertanyaan, dan menjawab pertanyaan. c. Subtopik 3 1. Koneksi Antar Materi Nama anggota 1 : Sheren Viona NIM anggota 1 : 23100260019 Nama anggota 2 : Atikah Trisna Sari NIM anggota 2 : 23100260018 Nama anggota 3 : Sinta Mardikawati NIM anggota 3 : 23100260017 Kesamaan dan perbedaan tipe soal Bebras dan PISA/AKM: -Menggunakan penyelesaian CT tipe soal Bebras dan PISA/AKM -Melibatkan soal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari -Melibatkan skill problem solving dalam pemecahan masalah -Memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam proses penyelesaiannya. Perbedaan tipe soal Bebras dan PISA/AKM : -Soal bebras bersifat umum sesui denga jenang sekolah ( SD, SMP, SMA) sedangkan soal PISA untuk siswa SMP. -Soal Bebras memiliki tiga kategori (siaga, penggalang dan penegak) sedangkan soal PISA menggunakan tingkatan level sesui dengan soal dan bidang studi (literasi, matematika, dan sains) -Soal PISA lebih kompleks kesulitannya daripada soal bebras -Soal PISA bertujuan melihat efektivitas system pendidikan dengan perspektif internasional, sedangkan soal berbras bertujuan melihat efektivitas system pendidikan dalam perspektif nasional. Kesamaan dari langkah penyelesaian kedua jenis persoalan: 63
64 Kesamaan langkah penyelesaian soal berbas dan soal PISA menggunakan empat fondasi CT yaitu : 1. Problem decompotion (dekomposisi) 2. Pattern recognition (pengenalan pola) 3. Abstraction (abstraksi) 4. Algorithms ( algoritma) 2. Aksi Nyata a. Pengalaman menarik apa saja yang Anda dapatkan dari mengimplementasikan CT untuk menyelesaikan berbagai jenis persoalan? Anda bisa menceritakan keberhasilan dan kegagalan yang Anda alami dalam mempelajari topik ini. Jawab: Pengalaman menarik yang saya dapatkan dari mengimplementasikan CT untuk meyelesaikan berbagai persoalan baik soal Bebras maupun PISA adalah saya menjadi terbiasa dalam menerapkan CT dalam menyelesaikan persoala. Sebelumya saya hanya memikirkan bagaimana solusi tanpa melalui tahapan demi tahapan CT, saat mengerjakan soal Bebras maupun PISA saya dituntut untuk dapat menggunakan 4 fondasi CT dalam menyelesaikan permasalahan, hal ini membuat saya menjadi terbiasa dan semakin memahami sistem kerja CT. Selain itu, melalui pemecahan masalah yang dilakukan pada topik ini membantu saya dalam meningkatkan kemampuan analisis, berpikir kritis, logis dan sistematis. Terutama pada soal Bebras dimana membutuhkan analisi dan pemikiran yang kritis. Keberhasilan yang saya alami pada topik ini adalah ketika saya dapat mengerjakan soal PISA dan Bebras baik yang terdapat pada LMS maupun yang berasal dari dosen, namun sebelumnya saya mengalami kegagalan pada soal dadu. Soal pertama yang saya kerjakan adalah soal dadu, pada soal dadu saya cukup kesulitan dalam membayangkan letak titik dadu. Beberapa kali mencoba membayangkan dengan menggulirkan dadu, namun gagal dikarenakan lupa letak titik dari dadu. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan benda yang serupa dengan dadu dan menggambar titik dadu sesuai dengan pola yang tertera pad soal. Setelah menggunakan benda tersebut, 64
65 barulah saya dapat membayangkan dengan baik dan dapat menemukan solusi pada soal Bebras tersebut. Untuk soal lainnya saya tidak merasa kesulitan dan dapat menemukan solusi yang tepat. b. Apakah terjadi perubahan cara berpikir yang Anda alami setelah mempelajari topik CT dalam problem solving? Jawab: Terjadi perubahan cara berpikir saya setelah mempelajari topik CT terutama dalam pemecahan masalah. Setelah melakukan latihan dengan soal yang disediakan baik soal Bebras maupun soal PISA saya menjadi terbiasa dalam menerapkan 4 fondasi CT dalam pemecahan masahal. Tentunya hal ini akan berdampak pada kehidupan sehari-hari, dimana akan sering menemukan permasalahan baik sederhana maupun kompleks. Melalui pembelajaran CT dalam problem solving daya dapat menerapkannya ketika menemukan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan 4 fondasi CT. Dengan demikian solusi yang didapat untuk memecahkan permasalahan dapat efektif, efisien dan optimal. c. Apakah ada perbaikan yang dapat Anda lakukan terhadap cara mengajar Anda nantinya setelah mempelajari topik CT dalam problem solving? Jawab: Ya, saya akan melakukan perbaikan pada cara mengajar, dimana sebelum saya mengenal CT saya tidak pernah mengimplementasikan pada peserta didik. Setelah saya mempelajari CT dalam problem solving saya akan mengintegrasikan CT dalam pembelajaran di kelas dengan menyesuaikan CP CT dan CP mata pelajaran. Pada aktivitas pembelajaran saya akan menyelipkan soal Bebras sebagai tahap awal untuk pengenalan CT dalam pemecahan masalah pada peserta didik. Kemudian jika peserta didik sudah mengenal cara berpikir komputasional, maka saya akan mulai mengintegrasikan pada setiap mata pelajaran. Hal ini ditujukan agar peserta didik terbiasa dalam menggunakan CT dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 65
66
67 UJIAN TENGAH SEMESTER A. Soal 1 Pada soal ini, diberikan dua pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah pertanyaan konseptual, pertanyaan kedua adalah pertanyaan studi kasus untuk penerapan problem solving dengan CT. 1. Definisi CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal. Jelaskan pengertian solusi yang efektif, efisien, dan optimal! Jawab: Solusi yang efektif adalah solusi yang tepat guna dimana berhubungan dengan melakukan sesuatu yang memberikan efek untuk persoalan yang dihadapi. Sehingga solusi yang efektif adalah solusi yang dapat menyeselesaikan persoalan dengan tepat, sesuai dengan proses perencanaan pelaksanannya. Solusi yang efisien berhubungan dengan strategi (cara) dan sumber daya (resources/alat). Solusi efisien adalah solusi yang meminimalkan sumber daya atau praktis. Optimal terkait dengan kondisi/constraint tertentu. Solusi yang optimal adalah solusi yang paling menguntungkan dan tepart sasaran, namun sumber daya yang digunakan sedikit. Solusi yang optimal adalah solusi yang memberikan hasil terbaik atau paling memuaskan di antara berbagai alternatif yang mungkin. 2. Anda adalah wali kelas 4. Seorang siswa di kelas Anda mengalami perundungan oleh beberapa orang siswa yang juga berasal dari kelas yang sama. Kasus ini viral karena orang tua siswa tersebut mengunggah kejadian ini di media sosial. Apa yang akan Anda lakukan dalam situasi ini untuk dapat menyelesaikan masalah ini dengan efektif, efisien, dan optimal. Jawab : a) Melakukan pertemuan dengan peserta didik yang mengalami perundungan untuk mengetahui kronologi kejadian. Buat peserta didik merasa aman sehingga dapat menceritakan dengan jelas. b) Melakukan pertemuan dengan pelaku perundungan, disini saya akan menggali informasi tanpa menghakimi sehingga bisa mendapat kronologi dari sudut pandang pelaku. 67
68 c) Melibatkan pihak lain seperti kepala sekolah dan guru BK untuk membahas dan mencari solusi terbaik berkaitan dengan pendampingan korban perundungan dan sanksi bagi pelaku perundungan. d) Melakukan pertemuan dengan orang tua korban, untuk membicarakan terkait perundungan yang dilakukan terhadap anaknya. Memberi pemahaman kepada orang tua bahwa tidak bijak memviralkan kasus tersebut di media sosial, karena hal tersebut akan berdampak pada psikis korban, pelaku dan akan berdampak pada sekolah. Sehingga lebih baik untuk menghapus unggahan di media sosial. e) Melakukan pertemuan dengan orang tua pelaku perndungan dan menceritakan semua kronologinya. Meminta orang tua untuk turut mambantu dalam mengawasi perilaku anaknya. f) Memberi pemahaman kepada orang tua pelaku dan korban bahwa sekolah akan lebih intens dalam mengawasi peserta didik, dan akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban perundungan. Selain itu, pelaku juga diberi sanksi mencakup sanksi disiplinyang agar jera dan tidak lagi melakukan perundungan. g) Memberikan edukasi dan pemahaman kepada seluruh siswa mengenai perundungan dan dampak dari perundungan. Selain itu, kolaborasi dengan sekolah untuk membiasakan menerapkan nilai-nilai baik. B. Soal 2 Dina adalah seorang siswa sedang belajar biologi. Topik yang sedang dipelajari Dina adalah sistem pencernaan manusia. 1. Dina ingin mempelajari tentang sistem pencernaan manusia. Agar dapat memahami sistem pencernaan manusia dengan jelas, ia membagi-bagi waktu belajarnya dengan mempelajari masing-masing organ yang terlibat dalam sistem pencernaan. Misalnya, di Hari Senin ia mempelajari tentang mulut, Selasa tentang kerongkongan, dan seterusnya. Jelaskan Fondasi CT apakah yang diterapkan oleh Dina pada situasi ini. Jawab: Berdasarkan pada kegiatan yang dilakukan oleh Dina, Fondasi CT yang digunakan adalah Dekomposisi. Dekomposisi adalah memecahkan masalah menjadi lebih kecil. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Dina dimana menerapkan dekomposisi dengan memecah pembelajarannya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, yaitu organorgan yang terlibat dalam sistem pencernaan, kemudian ia membagi waktu belajarnya dengan sesuai dengan bagian dari organ pencernaan, misalnya hari sesnin mempelajari 68
69 mulut, dan seterusnya. Hal ini memudahkan Dina dalam belajar sistem pencernaan manusia. 2. Dina ingin mempelajari tentang sistem pencernaan manusia. Agar dapat memahami sistem pencernaan manusia dengan jelas, ia membagi-bagi waktu belajarnya dengan mempelajari masing-masing organ yang terlibat dalam sistem pencernaan. Misalnya, di Hari Senin ia mempelajari tentang mulut, Selasa tentang kerongkongan, dan seterusnya. Ternyata, dengan cara ini Dina dapat lebih mudah memahami sistem pencernaan manusia. Karena itu, pada saat mempelajari sistem kekebalan tubuh manusia, sistem saraf manusia, dan sistem pernafasan manusia, Dina menggunakan cara belajar yang sama. Jelaskan Fondasi CT apakah yang diterapkan oleh Dina pada situasi ini. Jawab : Fondasi CT yang digunakan oleh Dina adalah Pengenalan Pola, dimana disini Dina menemukan bahwa dia dapat lebih mudah memahami sistem pencernaan manusia ketika membagi masing-masing organ dan mempelajarinya dalam beberapa hari sesuai dengan oragannya. Dina kemudian mempelajar sistem kekebalan tubuh manusia, sistem saraf manusia, dan sistem pernafasan manusia, dengan menggunakan cara belajar yang sama. Dengan demikian Dina telah menemukan pola dari cara belajar organ yang tepat. C. Soal 3 Jelaskan perkembangan capaian pembelajaran CT dari pada fase A hingga fase C. Jawab: 1) Pada fase A penyelesaian masalah atau persoalan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengurutkan objek yang konkrit dengan satu solusi permasalahan pada tahap ini solusi yang dihasilkan adalah solusi sederhana yang efektif. Pada fase A peserta didik memahami konsep dasar dan fakta terkait dengan topik masalah untuk kemudian mengelompokkan informasi untuk menemukan solusi permasalahan. 2) Pada fase B terdapat peningkatan kemampuan pada penyelesaian masalah dimana tidak lagi mengurutkan objek konkrit sederhana tetapi mengurutkan data dari hasil abstraksi objek konkrit, dimana pada fase B akan menggunakan berbagai cara untuk dapat menghasilkan beberapa solusi, sehingga pada fase B ini tidak hanya ada satu solusi namun terdapat beberapa pilihan solusi dalam satu 69
70 permasalahan. Pada fase B solusi yang didapatkan adalah solusi yang efektif. Pada fase ini peserta didik mulai mengembangkan kemampuan analisis lebih mendalam, dan mampu mengevaluasi beberapa solusi yang didapatkan hingga menentukan satu solusi yang paling tepat. 3) Pada fase C, data hasil abstraksi objek konkrit akan lebih banyak dan kompleks sehingga perlu menghasilkan lebih banyak alternatif solusi, pada fase c ini solusi yang didapatkan adalah solusi yang efektif , efisien dan optimal. Peserta didik sudah mampu menganalisis lebih kompleks dan kritis. Pada fase ini peserta didik dapat mengembangkan keampuan untuk beroikir secara kritis, kreatif dan inovatidf sehingga solusi yang didapatkan dapat menyelesaikan masalah kompleks secara efektif, efisien dan optimal. D. Soal 4 Pada soal ini, Anda diberikan teks yang perlu Anda analisis! Didi adalah seorang pelajar kelas XII. Sejak Didi mendapatkan KTP dan SIM, Didi selalu menggunakan motor untuk pergi ke sekolah atau pergi dengan teman-temannya. Suatu hari, Didi terbangun di kamarnya dan merasakan ada yang tidak beres. Didi pun bangun dari tempat tidurnya dan membuka tirai jendela. Cuaca hari itu buruk sekali – hujan turun sangat deras. Saat Didi melihat ke arah halaman rumah, ia berkata dalam hatinya, “Aduh! Ternyata benar! Itu dia – sepeda motor saya”. Kondisi sepeda motor Didi dalam keadaan rusak berat seperti ingatan terakhir Didi mengenai kejadian tadi malam. Kepala dan kaki Didi pun mulai terasa sakit. Di antara pernyataan berikut manakah situasi yang sesuai dengan teks? Jawab dengan Ya/Tidak pada tabel berikut. Jawab : Pertanyaan Jawaban (Y/T) Penjelasan Setelah kejadian di malam hari itu, Didi tidak sadar/pingsan. Y Menurut saya benar jika setelah kejadian di malam hari itu, didi tidak sadar/ pingsan dilihat dari teks yang berbunyi “Kondisi sepeda motor Didi dalam keadaan rusak berat seperti ingatan terakhir Didi mengenai kejadian tadi malam”. Kalimat tersebut 70
71 menunjukkan bahwa setelah kejadian malam Didi tidak lagi mengingat apa yang terjadi. Didi mengalami cedera di kepala dan di kaki. Y Menurut saya benar jika Didi mengalami cedera di kepala dan di kaki. Dilihat dari teks yang berbunyi “Kepala dan kaki Didi pun mulai terasa sakit”. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan terjadi cedera di kepala dan di kaki Didi. Sepeda motor Didi masuk ke dalam jurang. T Menurut saya tidak benar jika sepeda motor Didi masuk ke dalam jurang, dikarenakan tidak ditemukan teks yang menunjukkan hal tersebut. Pada teks hanya disampaikan bahwa Didi merasakaan ada yan tidak beres saat bangun pagi dan mendapati motornya dihalaman dalam keadaan rusak berat. Didi sudah tidak dapat memperbaiki sepeda motornya lagi. T Menurut saya tidak benar jika Didi sudah tidak dapat memperbaiki sepeda motornya lagi, dikarenakan tidak ditemukan teks yang menunjukkan hal tersebut. Pada teks hanya disampaikan bahwa kondisi motor Didi rusak berat, tidak ada teks yang menunjukkan bahwa kerusakan yang dialami sampai tidak bisa diperbaiki lagi. 71
72 No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan Solusi untuk persoalan ini. Untuk menemukan solusi dari pertanyaan diatas, dilakukan dengan mebandingkan pernyataan pada tabel dengan isi teks bacaan dikarenakan pertanyaan yang diajukan merupakan pernyataan Ya/Tidak berdasarkan pada analisi teks. Kemudian membuat penjelasan berdasarkan pada alasan mengapa memilih Ya/Tidak. Adapun solusinya adalah sebagai berikut. a. Setelah kejadian di malam hari itu, Didi tidak sadar/pingsan adalah benar (Y) dilihat dari teks yang berbunyi “Kondisi sepeda motor Didi dalam keadaan rusak berat seperti ingatan terakhir Didi mengenai kejadian tadi malam”. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa setelah kejadian malam Didi tidak lagi mengingat apa yang terjadi. b. Didi mengalami cedera di kepala dan di kaki adalah benar (Y) dilihat dari teks yang berbunyi “Kepala dan kaki Didi pun mulai terasa sakit”. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan terjadi cedera di kepala dan di kaki Didi. c. Sepeda motor Didi masuk ke dalam jurang adalah tidak benar (T) dikarenakan tidak ditemukan teks yang menunjukkan hal tersebut. Pada teks hanya disampaikan bahwa Didi merasakaan ada yan tidak beres saat bangun pagi dan mendapati motornya dihalaman dalam keadaan rusak berat. 72
73 d. Didi sudah tidak dapat memperbaiki sepeda motornya lagi adalah tidak benar (T) dikarenakan tidak ditemukan teks yang menunjukkan hal tersebut. Pada teks hanya disampaikan bahwa kondisi motor Didi rusak berat, tidak ada teks yang menunjukkan bahwa kerusakan yang dialami sampai tidak bisa diperbaiki lagi. 2 Jelaskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi. Langkah-langkah berpikir yang saya gunakan dalam menyelesaikan persoalan tersebut adalah sebagai berikut. a. Membaca dan memahami isi teks bacaan. b. Membaca dan memahami pernyataan pada soal. c. Membandingkan pernyataan pada soal dengan isi teks bacaan, jika sesuai dengan teks maka Y dan jika tidak maka T. d. Membuat kesimpulan dan membuat penjelasan mengapa pernyataan benar atau salah. 3 Jelaskan fondasi CT apa saja yang Anda gunakan dalam menyelesaikan persoalan ini. Fondasi CT yang digunakan dalam penyelesaian persoalan ini adalah sebagai berikut. a. Dekomposisi dilakukan dengan membaca dan memahami isi teks, kemudian mengidentifikasi kejadian yang terjadi sesuai dengan isi teks bacaan. b. Pengenalan Pola dilakukan dengan mengenali kesamaan pokok bahasan pada teks, hal ini dilaklukan dengan melihat kalimat demi kalimat dimana kesamaan yang terlihat adalah membahas tentang keadaan yang dialami Didi setelah kecelakaan. 73
74 c. Abstraksi dilakukan dengan fokus pada pernyataan yang terdapat pada soal, sehingga lebih mudah dalam membandingkan dengan teks bacaan. Pernyataan yang lain cukup diabaikan. Dengan demikian dapat menemukan solusi dengan efektif dan efisien. d. Algoritma dilakukan langkah-langkah berupa membandingkan pernyataan dengan isi teks bacaan, kemudian menuliskan Y/T sesuai pada temuan dan membuat penjelasan mengapa jawaban Y/T. E. Soal 5 Lucia dan teman-temannya terdaftar di sebuah jaringan media sosial, yang digambarkan sebagai “jaringan” sebagai berikut: Sebuah garis berarti pertemanan antara dua orang. Contohnya Monica adalah teman Lucia tetapi Alex bukan teman Lucia. Aturan yang berlaku adalah: Jika seseorang berbagi foto dengan temannya, maka temannya itu dapat mengomentarinya. Jika seseorang memberi komentar pada sebuah foto, maka semua teman-temannya dapat melihat komentar dan foto tersebut, tetapi tidak dapat mengomentarinya. Lucia mengunggah sebuah foto. Dengan siapa saja dia bisa berbagi agar Jacob tidak dapat melihatnya? 74
75 Jawab: No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan Solusi untuk persoalan ini. Untuk menemukan solusi dari persoalan yang diasajikan adalah dengan memahami dan menganalisis gambar dan aturan yang berlaku. Kita harus memastikan bahwa Jacob tidak dapat melihat foto yang diunggah oleh Lucia, sehingga yang dibagikan tersebut harus dibagikan dengan orang-orang yang tidak termasuk dalam daftar teman Jacob. Adapun aturan yang berlaku adalah: a. Setiap garis berarti pertemanan dua orang. b. Jika seseorang berbagi foto dengan temannya, maka temannya itu dapat mengomentarinya. c. Jika seseorang memberi komentar pada sebuah foto, maka semua teman-temannya dapat melihat komentar dan foto tersebut, tetapi tidak dapat mengomentarinya. Dengan aturan ini, Lucia harus membagikan foto tersebut hanya kepada teman-teman yang tidak termasuk dalam daftar teman Jacob, sehingga dia tidak dapat melihatnya. Sehingga, Lucia hanya membagikan dengan Eve, Michael dan Dana, karena mereka adalah teman Lucia, tetapi bukan teman Jacob. Dengan cara ini, Jacob tidak akan memiliki akses untuk melihat foto tersebut. Meskipun Lucia berteman dengan Monica dan Peter, Lucia tidak boleh membagikan kepada mereka, dikarenakan jika mereka berdua atau salah satu berkomentar, Jacob dapat melihat unggahan foto Lucia. 75
76 2 Jelaskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi. Langkah-langkah berpikir yang saya gunakan dalam menyelesaikan persoalan tersebut adalah sebagai berikut. a. Melakukan identifikasi siapa saja yang termasuk teman Lucia. Berdasarkan pada gambar yang diberikan, teman Lucia adalah Dana, Eve, Michael, Jacob, Peter dan Monica. b. Identifikasi yang Bukan Teman Jacob, dilakukan dengan mencari teman Lucia yang tidak memililki garis pertemanan lasngung dengan Jacob. Pada gambar yang diberikan, terdapat tiga teman Lucia yang tidak memiliki garis pertemanan langsung dengan Jacob yaitu Eve, Michael dan Dana. c. Dengan demikian kita dapat mengetahui dengan siapa Lucia dapat berbagai tanpa diketahui Jacob. 3 Jelaskan fondasi CT apa saja yang Anda gunakan dalam menyelesaikan persoalan ini. Fondasi CT yang digunakan dalam penyelesaian persoalan ini adalah sebagai berikut. a. Dekomposisi dilakukan dengan mengidentifikasi siapa saja teman lucia dengan melihat garis pertemanan yaitu Dana, Eve, Michael, Jacob, Peter dan Monica. b. Pengenalan Pola dilakukan dengan memperhatikan dan mengenali aturan yang berlaku yaitu: 1) Sebuah garis berarti hanya pertemanan antara 2 orang. 2) Jika seseorang berbagi foto dengan temannya, maka temannya itu dapat mengomentari. 76
77 3) Jika seseorang memberi komentar pada sebuah foto, maka semua temantemannya dapat melihat komentar dan foto tersebut, tetapi tidak dapat mengomentarinya. c. Abstraksi, dilakukan dengan memilah dan mengabaikan teman-teman Lucia yang juga berteman dengan Jacob. Kita cukup berfokus pada teman Lucia yang tidak ada garis pertemanan langsung dengan Jacob. Selain itu pada abstraksi kita juga perlu mengabaikan nama-nama yang tidak berkaitan dengan Lucia dan Jacob. d. Algoritma dilakukan dengan melaksanakan langkah-langkah pemecahan masalah yaitu menentukan dengan siapa Lucia dapat berbagi foto agar Jacob tidak dapat melihat. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 1) Mengidentifikasi teman Lucia 2) Mengindentifikasi teman Lucia yang bukan teman Jacob. 3) Menarik kesimpulan dengan siapa Lucia dapat berbagi foto tanpa diketahui oleh Jacob. 77
78
79 TOPIK 4 CT DAN PROYEK A. Mulai dari Diri 1. Jika Anda memilih proyek STEM yang sudah pernah Anda lakukan, kendala apakah yang Anda hadapi dalam melaksanakan proyek STEM tersebut? Jika Anda memilih proyek STEM yang belum pernah Anda lakukan (mengambil proyek yang ada di media lain seperti buku dan internet), potensi kendala apa yang mungkin dihadapi jika proyek STEM tersebut dilaksanakan? Jawab: Jika saya memilih proyek STEM yang sudah pernah saya lakukan, kendala yang mungkin dihadapi adalah pada biaya, proyek STEM yang pernah saya lakukan pada saat duduk di bangku sekolah adalah membuat lampu lalu lintas, biaya yang dikerluarkan cukup banyak dikarenakan membutuhkan peralatan listrik. Selain itu, proyek rentan gagal jika tidak mengetahui dan memahami mengenai materi rangkaian listrik. Pembuatan lampu lalu lintas bagi saya cukup sulit. Jika saya memillih proyek STEM yang belum pernah saya lakukan dan hanya mengetahui dari internet maka potensi kendala yang mungkin dihadapi adalah kesulitan dalam melaksanakan dikarenakan kurangnya informasi dan pengalaman berkaitan dengan proyek STEM yang akan dilaksanakan. 2. Tuliskan usulan Anda untuk mengatasi kendala-kendala yang telah Anda sebutkan di atas! Jawab: Biaya yang tinggi dapat diatasi dengan membentuk kelompok yang cukup besar namun tetap efektif, sehingga pada saat melaksanakan proyek STEM biaya dapat ditanggung bersama. Selain itu, proyek STEM yang membutuhkan biaya tinggi dapat diatasi dengan mengganti beberapa bahan menggunakan bahan daur ulang. Misalnya pada pembuatan lampu lalu lintas dapat menggunakan kardus bekas untuk membuat badan lampu. Pemahaman yang kurang dapat diatasi dengan penguatan materi terlebih dahulu, sehingga dapat membantu pada saat pembuatan proyek. Kendala yang mungkin timbul ketika memilih proyek stem dari internet adalah pemahaman yang kurang, maka dapat diatasi dengan mencari referensi sebanyak-banyaknya untuk mengetahui lebih jauh berkaitan dengan proyek yang akan dilakukan, termasuk 79
80 melihat potensi keberhasilan dan kegagalan, serta hal-hal yang dapat menjadi kendala jika proyek tersebut dilakukan. Selain itu, perlu untuk mengetahui perkiraan biaya yang dibutuhkan, agar dapat dipersiapkan terlebih dahulu. B. Eksplorasi Konsep 1. Tuliskan hal baru apa sajakah yang Anda dapatkan dari makalah “Infusing Computational Thinking in an Integrated STEM Curriculum: User Reactions and Lessons Learned” (Baek et al., 2021)! Tuliskan juga intisari dari hal-hal yang sudah Anda pelajari dari makalah tersebut! Jawab: Inti dari makalah Infusing Computational Thinking in an Integrated STEM Curriculum: User Reactions and Lessons Learned” adalah mengenai integrasi Computational Thinking pada dua proyek pembelajaran, yaitu "Kehidupan di Mars" dan "Jembatan anti gempa bumi". Pembelajaran pada dua proyek tersebut berbasis Problem Based Learning. Selain itu, makalah juga menyajikan hasil penelitian mengenai respon siswa dan hasil pembelajaran dari kegiatan pembelajaran tersebut. Hal baru yang saya pelajari dari makalah tersebut adalah mengenai integrasi CT pada proyek yang berbasis STEM. Pada implementasinya di sekolah saya mendapat pemahaman baru dimana guru dapat mengunakan model pembelajaran PBL berbasis STEM untuk kemudian di integrasikan dengan CT. Struktur proyek pembelajaran PBL yang terintegrasi dengan CT mencakup deskripsi proyek, garis besar proyek, tujuan pembelajaran, pertanyaan pemantik, produk, kegiatan siswa, penilaian, fasilitas yang dibutuhkan, komponen CT yang diintegrasikan dalam proyek adalah data collection, abstraction, dan communication. 2. Eksplorasi Konsep SEL. 09.2-T4-2a Nama Atikah Trisna Sari NIM 23100260018 Judul Proyek STEM yang Dipilih Membuat Lampu Lalu Lintas Sederhana Sumber 1. YouTube 80
81 a. https://www.youtube.com/watch?v=ncVfeYeA YV4 b. https://www.youtube.com/watch?v=Irm2WKe 1PhM 2. Website a. https://www.damaruta.com/2020/08/membuatlampu-lalu-lintas-sederhana.html 3. Artikel a. Fujiati. (2018). Pembelajaran Inovatif Ipa Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI Tentang Listrik Sederhana. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. b. Riyanti. (2020). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Terintegrasi STEM Berbasis E-Learning untuk Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Universitas Negeri Semarang. Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Proyek STEM yang akan dibuat adalah Lampu Lalu Lintas Sederhana. Proyek Iini ditujukan unrtuk peserta didik kelas VI dengan materi rangkaian listrik. Lampu lalu lintas adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya. Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah. Tujuan adanya lampu lalu lintas ini adalah untuk mengatur pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak terjadi kecelakaan dan kelancaran lalu lintas terjamin. Lampu lalu lintas pada umumnya dioperasikan dengan menggunakan tenaga 81
82 listrik. Lampu lalu lintas memanfaatkan rangkaian listrik yaitu rangkaian listrik paralel, sehingga lampu dapat menyala secara bergantian. Membuat lampu lalu lintas sederhana merupakan proyek STEM dengan rincian sebagai berikut: NO Aspel STEM Kegiatan 1 Science Melakukan studi literasi mengenai lampu lalu lintas, yaitu memahami mengenai rangkaian listrik khususnya rangkaian listrik paralel. Lampu lalu mintas merupakan rangkaian listrik paralel. 2 Technology Mengetahui dan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat lampu lalu lintas sederhana. 3 Enginering Mebuat lampu lalu lintas sederhana dengan menggunakan alat dan bahan yang telah disiapkan dengan memerhatikan materi rangkaian listrik paralel. 4 Mathematics Mengukur kardus sebagai rangka penutup dari lampu lalu lintas yang akan dibuat, selain itu perlu untuk mengukur kabel yang dibutuhkan. Adapun cara membuat lampu lalu lintas sederhana adalah sebagai berikut. a. Alat-alat 1. Gunting kecil 2. Isolasi plastik b. Bahan-bahan 82
83 1. Kardus bekas sepatu 2. 3 buah bola lampu kecil 3. 3 buah baterai tegangan 1,5v 4. 3 buah sakelar 5. 3 buah dudukan bola lampu 6. Kabel ukuran sedang, dengan panjang kurang lebih 2 meter. 7. 1 buah kantong plastik atau kertas transparan warna merah, kuning dan hijau c. Langkah Kerja: 1. Siapkan kardus biarkan bagian belakang terbuka. 2. Buat 3 lubang berbentuk lingkaran. 3. Buat sekat pembatas antara setiap lubang (akan terdapat 2 sekat). 4. Tutup lubang menggunakan kertas warna merah, kuning, dan hijau. 5. Buat rangkaian listrik paralel menggunakan 3 bola lampu. Setiap lampu akan berada pada sekat di setiap satu lubang. 6. Pastikan rangkaian telah bekerja baik, lampu telah menyala. 7. Posisikan rangkaian baterai dan sakelar di dalam kardus, atau menggunakan tatakan di bagian luar kardus. C. Ruang Kolaborasi 1. Proyek STEM sebelum Diintegrasikan dengan CT Nomor Kelompok Kelompok 8 Anggota Kelompok 1) Sinta Mardikawati/ 23100260017 2) Atikah Trisna Sari/ 23100260018 3) Sheren Viona/ 23100260019 83
84 Judul Proyek STEM yang dipilih Asyiknya Membuat Es Krim – Proyek Membuat Es Krim dengan Es Batu dan Garam Sumber 1) Buku Siswa Tematik Kelas 3 Tema 3 Pembelajaran 2 Hal. 132-133 2) https://youtu.be/1jPQtl_bpek 3) https://youtu.be/pIVAFYXfkKA Deskripsi singkat tentangProyek STEM yang dipilih Proyek STEM "Membuat Es Krim dengan Menggunakan Es Batu dan Garam" untuk peserta didik kelas 3 sekolah dasar adalah kegiatan yang menggabungkan ilmu sains dengan kegiatan praktis yang menyenangkan. Proyek ini mengajarkan peserta didik tentang prinsip-prinsip dasar pendinginan, efek garam pada titik beku, dan proses pembuatan es krim secara sederhana. Melalui eksperimen ini, peserta didik akan belajar bagaimana membuat es krim menggunakan bahan-bahan sederhana seperti es batu dan garam, serta memahami bagaimana bahan-bahan ini berinteraksi sehingga dapat menjadi sebuah es krim. Tujuan proyek ini adalah tidak hanya untuk memperkenalkan konsep sains secara menyenangkan, tetapi juga untuk mendorong rasa ingin tahu dan eksplorasi ilmu pengetahuan pada tingkat dasar dengan cara yang praktis dan berkesan bagi peserta didik. Pada pembuatan es krim membutuhkan beberapa bahan dan alat yang digunakan anttara lain: susu, garam, es batu, dan plastik. Dengan pembuatan es krim ini, peserta didik dapat memahami perubahan wujud zat cair menjadi padat. 84
85 b. Proyek STEM setelah Diintegrasikan dengan CT Nomor Kelompok Kelompok 8 Anggota Kelompok 1) Sinta Mardikawati/ 23100260017 2) Atikah Trisna Sari/ 23100260018 3) Sheren Viona/ 23100260019 Nama Proyek Asyiknya Membuat Es Krim – Proyek Membuat Es Krim dengan Es Batu dan Garam Deskripsi Singkat Proyek Proyek STEM "Membuat Es Krim dengan Menggunakan Es Batu dan Garam" untuk peserta didik kelas 3 sekolah dasar adalah kegiatan yang menggabungkan ilmu sains dengan kegiatan praktis yang menyenangkan. Proyek ini mengajarkan peserta didik tentang prinsip-prinsip dasar pendinginan, efek garam pada titik beku, dan proses pembuatan es krim secara sederhana. Melalui eksperimen ini, peserta didik akan belajar bagaimana membuat es krim menggunakan bahan-bahan sederhana seperti es batu dan garam, serta memahami bagaimana bahan-bahan ini berinteraksi sehingga dapat menjadi sebuah es krim. Tujuan proyek ini adalah tidak hanya untuk memperkenalkan konsep sains secara menyenangkan, tetapi juga untuk mendorong rasa ingin tahu dan eksplorasi ilmu pengetahuan pada tingkat dasar dengan cara yang praktis dan berkesan bagi peserta didik. Pada pembuatan es krim membutuhkan beberapa bahan dan alat yang digunakan anatara lain: susu, garam, es batu, dan plastik. Dengan pembuatan es krim ini, peserta didik dapat memahami perubahan wujud zat cair menjadi padat. Outline Proyek • Pertemuan ke-1, peserta didik belajar mengenai konsep perubahan wujud dari suatu zat. 85
86 • Pertemuan ke-2, peserta didik berpartisipasi dalam proyek membuat es krim menggunakan es batu dan garam. • Pertemuan ke-3, peserta didik membuat laporan hasil observasi mereka terkait pembuatan es krim menggunakan es batu dan garam yang dikoneksikan dengan konsep perubahan bentuk zat. Tujuan Pembelajaran • Melalui kegiatan proyek pembuatan es krim, peserta didik dapat mempelajari perubahan wujud zat cair menjadi padat. • Melalui kegiatan proyek pembuatan es krim, peserta didik dapat belajar membuat es krim dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana. Driving Question Bagaimanakah proses yang terjadi sehingga dapat mengubah susu yang berbentuk cair menjadi es krim yang memiliki sifat padat? Produk Akhir Es krim sederhana yang dapat langsung dinikmati. Hands-on Activities • Perencanaan pembuatan es krim dengan menggunakanes batu dan garam. • Laporan hasil pengamatan pembuatan es krim denganmenggunakan es batu dan garam yang disangkutan pada materi perubahan wujud zat. Hands-on Activities • Perencanaan pembuatan es krim dengan menggunakanes batu dan garam. • Laporan hasil pengamatan pembuatan es krim denganmenggunakan es batu dan garam yang disangkutan pada materi perubahan wujud zat. Asesmen Kelompok yang dapat membuat es krim dengan sempurna (memiliki kepadatan yang menyuluruh) dalam waktu 20menit akan mendapatkan nilai tertinggi. 86
87 Ressources yang Dibutuhkan • Plastik zipper • Handuk kecil/ sarung tangan • Susu • Gula pasir • Es Batu • Garam Integrasi CT dalam proyekSTEM (Baek et al, 2021) Abstraksi: Mengidentifikasi perubahan wujud zat yang terjadi dalampembuatan es krim. Algoritma: Menyusun langkah-langkah pembuatan proyek, antara lain: • Peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. • Mencampurkan susu/santan segar dan gula ke dalam kantong plastik yang berukuran sedang. Kemudian, rekatkan ujung plastik dan pastikan plastik benar-benar rapat. Selanjutnya, memasukan plastik yang berisi susu cair kedalam plastikbesar lalu ditambahkan es batu dan garam dan dikat dengan kencang. • Masukkan potongan es batu dan garam ke dalam kantong plastik besar. Kocok sebentar agar es batu dan garam tercampur. • Masukkan kantong plastik sedang yang berisi susu/santan ke dalam kantong plastik besar yang berisi es batu dan garam. Kemudian, tutup dengan rapat perekatnya pada plastik besar. • Kocok dan pijat-pijat kantong plastik tersebut selama 20 menit. Gunakan handuk atau sarung tangan agar tidak terlalu dingin ketika disentuh. 87
88 • Keluarkan kantong plastik sedang. Kemudian, bersihkan atau lap dengan kain untuk menghilangkan garam yang menempel. • Buka kantong plastik tersebut dan tuang ke dalam gelas atau mangkuk saji. Es krim siap dinikmati. Komunikasi: Presentasi hasil pengamatan pembuatan es krim denganmenggunakan es batu dan garam yang disangkutan pada materi perubahan wujud zat. Conditional Logic: Penggunaan logika dalam bentuk IF-ELSE untuk mengidentifikasi perubahan wujud zat yang digunakan dalam proyek. Misalnya “Jika menggunakan susu yang berbeda apakah hasil kepadatan dari es krim berbeda-beda, dan penggunaan jumlah garam yang berbeda mempengaruhi proses perubahan wujud zat cair menjadi padat”. Pengumpulan Data: Mengumpulkan data hasil pengamatan pembuatan es krim dengan menggunakan es batu dan garam yang disangkutanpada materi perubahan wujud zat. Struktur Data, Analisis dan Representasi Data: Menggunakan data hasil pengamatan pembuatan es krim dengan menggunakan es batu dan garam untuk mengetahuiperubahan wujud zat yang terjadi. Dekomposisi: Menyiapkan perlengkapan untuk melakukan proyekmembuat es krim dengan menggunakan es batu dan garam. Pengenalan Pola: 88
89 Mengidentifikasi bahan-bahan yang digunakan dalampembuatan proyek. Pemodelan dan Simulasi: Es krim yang sudah jadi di uji dengan melihat dan merabatingkat kepadatan dari es krim yang ada di dalam plastik. 3. Perbedaan Proyek STEM sebelum dan sesudah Diintegrasikan dengan CT Perbedaan proyek STEM sebelum dan sesudah di integrasikan dnegan CT dapat terlihat di dalam proses proyeknya. Sebelum menggunakan CT dalam proyek membuat es krim peserta didik hanya memahami proses pembuatan es krimnya saja. Sedangkan sesudah mengintegrasikan dengan CT, peserta didik memahami proyek pembuatan es krim mulai dari menyiapkan perlengkapan untuk melakukan proyek membuat es krim dengan menggunakan es batu dan garam (dekomposisi), mengidentifikasi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan proyek (pengenalan pola), mengidentifikasi perubahan wujud zat yang terjadi dalam pembuatan es krim (abstraksi), dan langkah-langkah dalam pembuatan es krim (algoritma). D. Demontrasi Kontekstual dan Elaborasi Pemahaman 1. Feedback dari Kelompok Lain Nomor Kelompok Kelompok 8 Anggota Kelompok 1. Sinta Mardikawati (23100260017) 2. Atikah Trisna Sari (23100260018) 3. Sheren Viona (23100260019) Nama Proyek Asyiknya Membuat Es Krim – Proyek Membuat Es Krim dengan Es Batu dan Garam Catatan-catatan Perbaikan yang Perlu Dilakukan Tanggapan dari (Dyah, Melinda, Siti) Pembuatan proyek STEM yang terintegrasi CT yang dibuat oleh kelompok 2 adalah membuat es krim menggunakan es 89
90 Berdasarkan Masukan Dari Dosen dan Kelompok Lain batu dan garam. Penjelasan projek sudah lengkap dan jelas. Akan tetapi, masih terdapat beberapa hal yang kami tanggapi yaitu sebagai berikut. a. Sebaiknya dituliskan secara detail mengenai penjelasan bagian-bagian dari Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) yang terintegrasi dengan CT dalam proyek yang dipilih yaitu pembuatan es krim menggunakan es batu dan garam. b. Pada bagian integrasi CT dalam proyek STEM yaitu abstaksi sudah baik, tetapi alangkah lebih baik lagi jika ditambahkan bagian-bagian dari permasalahan terkait perubahan wujud benda yang terjadi dalam pembuatan es krim. c. Pada bagian algoritma, pada langkah pertama sebaiknya dituliskan secara detail terkait alat dan bahan yang perlu disiapkan. d. Pada bagian langkah-langkah pembuatan proyek di bagian algoritma, sebaiknya ditentukan takaran yang harus dituangkan, seperti santan dan gula. Selain itu untuk ukuran palstik sebaiknya juga ditentukan ukurannya, misalnya ukuran satu kilogram atau ukuran yang lainnya agar semua orang yang yang menggunakan langkah tersebut dapat menghasilkan es krim yang ideal. 2. Feedback untuk Kelompok Lain Nomor Kelompok Kelompok 2 Anggota Kelompok 1. Dyah Dwi Febriantina (23100260033) 2. Melinda Aulia Salsabila (23100260147) 3. Siti Khuzaimah (23100260166 Nama Proyek Stronger Bridge 90
91 Catatan-catatan Perbaikan yang Perlu Dilakukan Berdasarkan Masukan Dari Dosen dan Kelompok Lain Tanggapan dari (Sinta, Atikah, dan Sheren) a. Pada bagian integrasi CT dalam proyek STEM yaitu abstraksi menurut kami masih umum dan belum menjerumus ke persoalan yang ada pada proyek STEM yang dipilih. b. Pada bagian integrasi CT dalam proyek STEM yaitu bagian algoritma langkah-langkah dalam pembuatan model jembatan kokoh yang diinginkan sebaiknya dijelaskan lebih rinci mengenai langkah-langkah dalam pembuatan jembatan kokoh dalam proyek STEM tersebut. c. Pada bagian komunikasi sudah baik hanya saja perlu diberikan penjelasan yang lebih rinci dari hasil penelitian mengenai kebutuhan akses jalan dan penyeberangan dengan jembatan yang di rancang pada proyek STEM tersebut. d. Pada bagian perbedaan proyek STEM sebelum dan sesudah di integrasikan dengan CT penjabarannya masih umum, sehingga perlu difokuskan mengenai judul proyek STEM yang diambil. E. Koneksi Antar Materi 1. Kesimpulan Anda tentang bagaimana CT dapat diintegrasikan ke dalam proyek STEM! Jawab : CT atau Computational Thinking adalah pendekatan pemecahan masalah yang melibatkan pemikiran logis, analitis, dan penggunaan algoritma. Integrasi CT ke dalam proyek STEM dapat memberikan manfaat yang signifikan dengan meningkatkan pemahaman tentang bagaimana berpikir komputasional yang diterapkan dalam menyelesaikan masalah ilmiah dan teknis. Integrasi CT ke dalam proyek STEM dapat dilakukan dengan mengintegrasikan 4 fondasi CT ke dalam protek STEM yang akan dilakukan. Adapun fondasi CT tersebut diantaranya adalah dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan algoritma. 91
92 2. Tantangan-tantangan mungkin akan dihadapi ketika mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM! Jawab: Terdapat beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi jika mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM antara lain sebagai berikut. a. Keterbatasan pemahaman mengenai CT, hal ini dapat terjadi ketika pendidik maupau peerta didik tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai CT. b. Waktu pembelajaran, keterbatasan waktu pembelajaran dapat menjadi salah satu tantangan yang dihadapi ketika mengintegrasikan CT pada proyek STEM. c. Keterampilan dan pemahaman yang beragaman, hal ini menjadi tantangan dimana harus dapat memilih prooyek STEM yang memungkinkan untuk dilakukan dan dapat diintegrasikan dengan CT 3. Tambahkan juga solusi apa yang dapat Anda usulkan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Jawab: a. Keterbatasan pemahaman CT dapat diatasi dengan mempelajari lebih jauh mengenai CT, jika memungkinkan maka dapat dilakukan pelatihan mengenai integrasi CT pada STEM. b. Keterbatasan waktu dapat diatasi dengan memilih proyek STEM yang sederhana dan tidak membutuhkan waktu lama, sehingga dapat sesuai dengan alokasi waktu pembelajaran. c. Keberagaman kemampuan dapat diatasi dengan memilih proyek yang dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman, jika memungkinkan maka dapat diberikan bimbingan tambahan. F. Aksi Nyata 1. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM? Jawab: Pengalaman yang saya dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM adalah saya mendapatkan pengetahuan dan pemahaman baru bagaimana CT dapat diintegrasikan pada proyek STEM. Melalui pembelajaran ini saya juga mengetahui bahwa pada pembelajaran di kelas dengan model Problem Based Learning kita dapat membentuk proyek STEM yang diintegrasikan dengan CT. 92
93 Integrasi CT pada proyek STEM dapat membantu dalam menyusun proyek STEM yang akan dibuat atau akan diimplementasikan pada peserta didik di kelas. Melalui intergrasi CT pada proyek STEM, rancangan dan pelaksanaan proyek dapat lebih terfokus dan terarah. Mulai dari melakukan dekomposisi terlebih dahulu terhadap proyek yang akan dibuat, kemudian pengenalan pola, dilanjutkan dengan abstraksi dan tang terakhir adalah algoritma. Melalui integrasi CT langkah kerja menjadi lebih jelas, sehingga memudahkan dalam pelaksanaan proyek STEM. 2. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? Jawab: Perasaan saya ketika mengerjakan modul ini adalah saya merasa cukup senang dan sangat tertantang. Saya merasa senang dikarenakan saya mendapat pemahaman dan pengalaman baru bagaimana melakukan integrasi CT pada proyek STEM, dimana hal ini akan membantu saya ketika menjadi guru kelak. Integrai CT pada proyek STEM merupakan hal yang sangat baru bagi saya, sehinga saya merasa sangat tertantang. Hal ini menuntut saya agar lebih banyak belajar dan memahami lebih jauh mengenai integrasi CT terhadap proyek STEM sehingga dapat saya implementasikan ketika menjadi seorang guru kelas. 3. Jelaskan bagaimana rencana Anda dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang Anda ajar kelak. Jawab: Rencana saya dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas adalah pada mata pelajaran eksak. Saya akan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dimana proyek yang akan dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan yang ditampilkan. Peserta didik kemudian akan meganalisis dan mencari solusi berbasis STEM dengan menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebelumnya saya akan mengenalkan dan menjelaskan mengenai CT kepada peserta didik. Kemudian memberi pemahaman bagaimana mengimplementasikanm CT dalam pemecahan masalah. Jika peserta didik sudah mulai memahami maka dilanjutkan dengan mengajarahkan peserta didik untuk menggunakan CT pada proyek yang akan mereka lakukan dalam upaya pembecahan masalah yang telah diberikan sebelumnya. 93
94
95 TOPIK 5 INTEGRASI CT DALAM MATA PELAJARAN A. Mulai dari Diri Menurut Anda, apakah CT dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran tematik yang Anda lakukan? Jelaskan jawaban Anda! Jawab: Menurut saya CT dapat diintegrasikan pada proses pembelajaran tematik yang dilakukan di kelas. Pembelajaran tematik menuntun peserta didik untuk dapat secara aktif menemukan pengetahuannya dan diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembelajaran tematik memuat tema yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Kehidupan sehari-hari tidak lepas permasalahan baik yang sederhana sampai yang kompleks. Pada tematik pembelajaran berorientasi pada pemecahan masalah, sehingga CT sangat cocok jika diintegrasikan dengan tematik. Dengan demikian peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang ditemukan secara kumputasional. B. Eksplorasi Konsep 1. Intisari apa saja yang Anda dapatkan saat mempelajari makalah “Bringing computational thinking to K-12: what is Involved and what is the role of the computer science education community” (Barr & Stephenson, 2011)? Jawab: Intisari yang di dapat dari makalah “Bringing computational thinking to K12: what is Involved and what is the role of the computer science education community” (Barr & Stephenson, 2011) yaitu tentang implementasi CT dengan perangkat pembelajaran pada kurikulum merdeka seperti pada tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. a. Tujuan Pembelajaran Pengintegrasian CT kedalam tujuan pembelajaran yaitu tujuan pembelajaran lebih sistematis, rinci, dan efisien dengan mempertimbangkan tingkat pencapaiannya. b. Kegiatan Pembelajaran Terdapat contoh pengimplementasian CT pada kegiatan pembelajaran sebelum diintegrasikan dengan CT dan setelah diintegrasikan dengan CT. Hal 95
96 yang ditemukan yaitu terdapat perbedaan antara lain sebelum diintegrasikan dengan CT kegiatan pembelajaran belum menerapkan student center hal itu terlihat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti peserta didik mendapat pengetahuannya melalui penjelasan guru dan dievaluasi dengan menjawab pertanyaan dari buku. Sedangkan setelah diintegrasikan dengan CT kegiatan pembelajaran sudah berpusat pada peserta didik atau student center, karena pada kegiatan pembelajaran banyak melibatkan peserta didik terutama dalam membangun pengetahuannya. Selain itu pembelajaran terlihat lebih fariativ dengan adanya kolaborasi antara pendidik dan peserta didik pada kegiatan pembelajaran. Tidak hanya itu pembelajaran setelah diintegrasikan dengan CT menjadi efektif dan terstruktur dengan menerapkan empat fondasi CT yaitu: 1) Dekomposisi yaitu peserta didik memahami materi yang sedang dipelajari. Contoh kegiatan: peserta didik dapat memahami bagian-bagian pada surat pribadi dan surat resmi. 2) Pengenalan pola yaitu ketika peserta didik mencoba mengenali pola yang terdapat pada materi yang dipelajari. Contoh kegiatan: peserta didik dapat mengenali pola yang terdapat pada sekumpulan surat pribadi dan surat resmi. 3) Abstraksi tergambar ketika peserta didik diminta membuat contoh. Contoh kegiatan: peserta didik membuat contoh surat pribadi dan surat resmi. 4) Algoritma kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara sistematis dengan awali dengan pengetahuan awal hingga penugasan evaluasi materi yang dipelajari. c. Asesmen Asesmen CT tidak terbatas pada keterampilan kognitif, akan tetapi juga melibatkan perilaku (behaviour), sikap, dan kesiagaan mengaplikasikan CT pada saat menghadapi persoalan. Pada saat melakukan asesmen seseorang tidak dapat menentukan apakah orang lain termasuk computational thinking hanya dengan ia yang sudah memiliiki kemampuan computational thinking. Penilaian terhadap CT tetap dapat dilakukan, namun pada umumnya penilaiannya tidak dapat dilakukan secara tunggal atau mandiri. 96
97 2. Tuliskan juga kaitan makalah tersebut dengan mata pelajaran yang Anda ampu! Masing-masing kelompok hanya perlu mengisi satu lembar kerja reflektif. Keterkaitan makalah dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) mengenai materi ajar “Energi Kinetik” yaitu: a. Tujuan Pembelajaran 1) Peserta didik dapat mengidentifikasi macam-macam bentuk energi yang termasuk dalam energi kinetik. 2) Peserta didik dapat memahami hubungan energi kinetik pada energi cahaya, panas, bunyi, dan listrik. b. Kegiatan Pembelajaran Untuk dapat meningkatkan kemampuan CT peserta didik pada materi energi kinetik, peserta didik diminta untuk melakukan percobaan menggunakan benda-benda di lingkungan sekitar yang menghasilkan energi bunyi. Berikut deskripsi kegiatan penyampaian materi setelah diintegrasikan dengan CT melalui model pembelajaran Problem Based Learning: a. Pertanyaan Mendasar (Sintaks 1) 1) Peserta didik diminta untuk melakukan kegiatan literasi pada buku siswa topik C kemudian guru mengajukan pertanyaan (Mengamati), (4CCritical Thinking, Communication) a) Kita bisa membagi bentuk energi menjadi dua jenis, yaitu energi potensial dan energi kinetik. b) Apa itu energi kinetik? Energi kinetik adalah energi yang disebabkan oleh gerakan. Semua yang bergerak artinya memiliki energi kinetik. (Menanya) 2) Peserta didik bertanya jawab dengan guru (4C-Critical Thinking, Communication) a) Apakah menurut kalian benar cahaya bergerak? Bisakah kamu melihat gerakannya? (Menanya) b) Energi apa saja yang menurut kalian bisa bergerak? c) Apa saja yang termasuk energi kinetik? 3) Sampaikan kepada peserta didik bahwa mereka akan melakukan beberapa percobaan untuk lebih memahami mengenai energi kinetik. Bagi peserta 97