98 didik menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang (Mengkomunikasikan). b. Mendesain perencanaan proyek (Sintaks 2) 1) Peserta didik diberikan pengarahan terkait kegiatan percobaan sesuai panduan di Buku Siswa. (Mengkomunikasikan)(4C-Communication) 2) Peserta didik bersepakat untuk melakukan percobaan energi bunyi dan memberi nama kelompoknya dengan nama benda yang termasuk dalam energi kinetic (Mengumpulkan Informasi). 3) Peserta didik diminta menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan energi bunyi (Mengkomunikasikan). c. Menyusun jadwal praktik (Sintaks 3) 1) Peserta didik bersama guru menyepakati pengerjaan praktik hari ini saat pembelajaran berlangsung selama 20 menit. (Mengkomunikasikan)(4CCommunication) 2) Setelah disepakati, guru membagikan LKPD. 3) Peserta didik dipersilahkan untuk memulai kegiatan percobaan dan diingatkan untuk menjawab pertanyaan pada setiap percobaan dan menulis hasilnya di Lembar Kerja Peserta Didik. (Mengamati) (4CCommunication) d. Monitoring keaktifan dan perkembangan proyek (sintak 4) 1) Peserta didik secara berkelompok berdiskusi dan mulai menerapkan langkah-langkah membuat percobaan energi bunyi. (Mengolah informasi) (4C-Collaboration, Creative thinking) 2) Guru berkeliling untuk membimbing peserta didik yang sedang praktik percobaan energi bunyi. (4C-Collaboration, Communication) 3) Peserta didik berdiskusi mengerjakan LKPD berdasarkan percobaan energi bunyi yang telah dibuat. (Mengolah informasi) (4C-Collaboration, Creative thinking) e. Menguji hasil (Sintaks 5) 1) Setelah percobaan selesai, peserta didik mempresentasikan hasil karya di depan kelas. (Mengkomunikasikan) (4C-Communication, Collaboration) f. Mengevaluasi Pengalaman (Sintaks 6) 98
99 Penjelasan konsep CT yang diintegrasikan pada materi ajar IPAS “Energi Kinetik” 1. Dekomposisi Dekomposisi adalah pembagian persoalan ke dalam beberapa sub persoalan yang lebih kecil. Pada materi energi yang bergerak atau energi kinetik terdiri dari beberapa jenis energi, antara lain energi panas, energi cahaya, energi bunyi dan energi listrik. Penyampaian materi dilakukan menjadi beberapa tahap dimana pada tahap awal atau pertemuan pertama topik yang disampaikan adalah mengenai energi cahaya dan energi bunyi. 2. Pengenalan Pola Implementasi pengenalan pola pada materi ajar “energi kinetik” yaitu mengecek beberapa langkahlangkah percobaan mengenai energi kinetik dan yang paling memungkinkan untuk dilakukan oleh peserta didik di kelas. Pada pengenalan pola ditemukan bahwa percobaan mengenai energi yang paling memungkinkan adalah percobaan energi bunyi karena, dari beberapa langkah yang dilakukan pada percobaan tersebut hanya membutuhkan jarum, benang, 2 buah gelas plastik, kayu kecil sebagai penahan, dan benang kasur 1 meter. Pada pengenalan pola ini peserta didik memperhatikan langkah-langkah percobaan energi bunyi yaitu sebagai berikut: a. Buatlah telepon benang dari gelas plastik. Lubangi bagian dasar gelas dengan jarum dan masukkan benang ke dalamnya. b. Ikat benang dari bagian dalam gelas agar tidak lepas. c. Cobalah untuk berbicara dengan teman kalian melalui telepon ini. Pastikan benang berada dalam posisi tegak dan tegang. 99
100 d. Saat berbicara, teman kalian yang lain akan memegang benang dan merasakan apa yang terjadi dari percobaan energi bunyi tersebut. Setelah memperhatikan beberapa langkah tersebut selanjutnya mereka melakukan percobaan energi bunyi sesuai dengan langkah yang ada. Kemudian menyimpulkan dari hasil percobaan energi bunyi yang telah dilakukan. Hasil kesimpulan tersebut dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep energi kinetik khususnya energi bunyi. 3. Abstraksi Implementasi abstraksi pada materi ajar yang telah dibuat yaitu fokus pada materi energi bunyi dan percobaan yang akan dilakukan, kemudian mengidentifikasi maupun mengaitkan dari percobaan yang telah dilakukan mengenai bagaimana energi bunyi dapat dikatakan sebagai energi kinetik. 4. Algoritma Algoritma adalah langkah-langkah kerja dalam menyelesaikan suatu persoalan. Pada materi ini, penyampaian materi dan pemahaman konsep energi akan dilakukan dengan menggunakan percobaan. Berdasarkan pada pada hasil dari dekomposisi dan pengenalan pola, percobaan yang akan dilakukan adalah mengenai energi bunyi. Adapun langkah-langkah kerja adalah sebagai berikut. a. Peserta didik mendengarkan arahan dan penjelasan yang diberikan oleh guru. b. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang telah ditentukan yaitu: 1) Dua buah gelas plastik. 2) Benang kasur minimal 1 m 3) Gunting 100
101 101 4) Jarum 5) Kayu kecil atau lidi c. Peserta didik melakukan percobaan untuk menemukan konsep energi bunyi, dengan langkahlangkah sebagai berikut. d. Lubangi bagian dasar gelas dengan menggunakan jarum. e. Masukkan benang pada gelas yang telah dilubangi sebelumnya. f. Ikat benang pada lidi agar tidak lepas. g. Lakukan langkah 1-3 pada kedua gelas plastik yang telah disiapkan. h. Tempelkan gelas pada telinga dan pastikan benang dalam posisi tegang. i. Cobalah untuk berbicara, dan rasakan getaran pada benang. 3. Lembar Kerja Mahasiswa Analisis Materi Ajar Fondasi CT Implementasi pada materi ajar yang sudah pernah dibuat Algoritma Algoritma adalah langkah-langkah kerja dalam menyelesaikan suatu persoalan. Pada materi ini, penyampaian materi dan pemahaman konsep energi akan dilakukan dengan menggunakan percobaan. Berdasarkan pada pada hasil dari dekomposisi dan pengenalan pola, percobaan yang akan dilakukan adalah mengenai energi bunyi. Adapun langkah-langkah kerja adalah sebagai berikut. 1. Peserta didik mendengarkan arahan dan penjelasan yang diberikan oleh guru. 2. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang telah ditentukan yaitu: a. Dua buah gelas plastik. b. Benang kasur minimal 1 m c. Gunting
102 d. Jarum 3. Peserta didik melakukan percobaan untuk menemukan konsep energi bunyi, dengan langkah-langkah sebagai berikut. a. Lubangi bagian dasar gelas dengan menggunakan jarum. b. Masukkan benang pada gelas yang telah dilubangi sebelumnya. c. Ikat benang pada lidi agar tidak lepas. d. Lakukan langkah 1-3 pada kedua gelas plastik yang telah disiapkan. e. Tempelkan gelas pada telinga dan pastikan benang dalam posisi tegang. Cobalah untuk berbicara, dan rasakan getaran pada benang. Dekomposisi Dekomposisi adalah pembagian persoalan ke dalam beberapa sub persoalan yang lebih kecil. Pada materi energi yang bergerak atau energi kinetik terdiri dari beberapa jenis energi, antara lain energi panas, energi cahaya, energi bunyi dan energi listrik. Penyampaian materi dilakukan menjadi beberapa tahap dimana pada tahap awal atau pertemuan pertama topik yang disampaikan adalah mengenai energi cahaya dan energi bunyi. Pengenalan pola Implementasi pengenalan pola pada materi ajar “energi kinetik” yaitu mengecek beberapa langkah-langkah percobaan mengenai energi kinetik dan yang paling memungkinkan untuk dilakukan oleh peserta didik di kelas. Pada pengenalan pola ditemukan bahwa percobaan mengenai energi yang paling memungkinkan adalah percobaan energi bunyi karena, dari beberapa langkah yang dilakukan pada percobaan tersebut hanya membutuhkan jarum, benang, 2 buah gelas plastik, kayu kecil sebagai penahan, dan benang kasur 1 meter. Pada pengenalan pola ini peserta didik memperhatikan langkah-langkah percobaan energi bunyi yaitu sebagai berikut: e. Buatlah telepon benang dari gelas plastik. Lubangi bagian dasar gelas dengan jarum dan masukkan benang ke dalamnya. f. Ikat benang dari bagian dalam gelas agar tidak lepas. 102
103 g. Cobalah untuk berbicara dengan teman kalian melalui telepon ini. Pastikan benang berada dalam posisi tegak dan tegang. h. Saat berbicara, teman kalian yang lain akan memegang benang dan merasakan apa yang terjadi dari percobaan energi bunyi tersebut. Setelah memperhatikan beberapa langkah tersebut selanjutnya mereka melakukan percobaan energi bunyi sesuai dengan langkah yang ada. Kemudian menyimpulkan dari hasil percobaan energi bunyi yang telah dilakukan. Hasil kesimpulan tersebut dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep energi kinetik khususnya energi bunyi. Abstraksi Implementasi abstraksi pada materi ajar yang telah dibuat yaitu fokus pada materi energi bunyi dan percobaan yang akan dilakukan, kemudian mengidentifikasi maupun mengaitkan dari percobaan yang telah dilakukan mengenai bagaimana energi bunyi dapat dikatakan sebagai energi kinetik. C. Ruang Kolaborasi NIM/nama anggota 1: NIM/nama anggota 2: NIM/nama anggota 3: 4) Sinta Mardikawati/ 23100260017 5) Atikah Trisna Sari/ 23100260018 6) Sheren Viona/ 23100260019 Mata pelajaran: Ilmu Pengatahuan Alam dan Sosial (IPAS) Materi ajar: Energi Kinetik Tujuan pembelajaran: 1. Peserta didik dapat mengidentifikasi macam-macam bentuk energi yang termasuk dalam energi kinetik. 2. Peserta didik dapat memahami hubungan energi kinetik pada energi cahaya, panas, bunyi, dan listrik. Deskripsi penyampaian materi sebelum integrasi CT Sebelum integrasi CT, materi ajar didasarkan pada langkah-langkah yang terdapat pada buku. Sehingga yang dilakukan adalah mengidentifikasi energi kinetik di lingkungan sekitar dengan diberikan narasi dari buku yang 103
104 dilengkapi dengan gambar-gambar. Adapun buku yang digunakna adalah sebagai berikut. 1. Buku Guru Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD kelas IV, Penulis: Amalia Fitri, dkk 2. Buku Siswa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD kelas IV, Penulis: Amalia Fitri, dkk. Deskripsi penyampaian materi setelah integrasi CT Untuk dapat meningkatkan kemampuan CT peserta didik pada materi energi kinetik, peserta didik diminta untuk melakukan percobaan menggunakan benda-benda di lingkungan sekitar yang menghasilkan energi bunyi. Berikut deskripsi kegiatan penyampaian materi setelah diintegrasikan dengan CT melalui model pembelajaran Problem Based Learning: a. Pertanyaan Mendasar (Sintaks 1) 1) Peserta didik diminta untuk melakukan kegiatan literasi pada buku siswa topik C kemudian guru mengajukan pertanyaan (Mengamati), (4C-Critical Thinking, Communication) a) Kita bisa membagi bentuk energi menjadi dua jenis, yaitu energi potensial dan energi kinetik. b) Apa itu energi kinetik? Energi kinetik adalah energi yang disebabkan oleh gerakan. Semua yang bergerak artinya memiliki energi kinetik. (Menanya) 2) Peserta didik bertanya jawab dengan guru (4CCritical Thinking, Communication) 104
105 a) Apakah menurut kalian benar cahaya bergerak? Bisakah kamu melihat gerakannya? (Menanya) b) Energi apa saja yang menurut kalian bisa bergerak? c) Apa saja yang termasuk energi kinetik? 3) Sampaikan kepada peserta didik bahwa mereka akan melakukan beberapa percobaan untuk lebih memahami mengenai energi kinetik. Bagi peserta didik menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang (Mengkomunikasikan). b. Mendesain perencanaan proyek (Sintaks 2) 1) Peserta didik diberikan pengarahan terkait kegiatan percobaan sesuai panduan di Buku Siswa. (Mengkomunikasikan)(4C-Communication) 2) Peserta didik bersepakat untuk melakukan percobaan energi bunyi dan memberi nama kelompoknya dengan nama benda yang termasuk dalam energi kinetic (Mengumpulkan Informasi). 3) Peserta didik diminta menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan energi bunyi (Mengkomunikasikan). c. Menyusun jadwal praktik (Sintaks 3) 1) Peserta didik bersama guru menyepakati pengerjaan praktik hari ini saat pembelajaran berlangsung selama 20 menit. (Mengkomunikasikan) (4CCommunication) 2) Setelah disepakati, guru membagikan LKPD. 3) Peserta didik dipersilahkan untuk memulai kegiatan percobaan dan diingatkan untuk menjawab pertanyaan pada setiap percobaan dan menulis hasilnya di Lembar Kerja Peserta Didik. (Mengamati) (4CCommunication) 105
106 d. Monitoring keaktifan dan perkembangan proyek (sintak 4) 1) Peserta didik secara berkelompok berdiskusi dan mulai menerapkan langkah-langkah membuat percobaan energi bunyi. (Mengolah informasi) (4CCollaboration, Creative thinking) 2) Guru berkeliling untuk membimbing peserta didik yang sedang praktik percobaan energi bunyi. (4CCollaboration, Communication) 3) Peserta didik berdiskusi mengerjakan LKPD berdasarkan percobaan energi bunyi yang telah dibuat. (Mengolah informasi) (4C-Collaboration, Creative thinking) e. Menguji hasil (Sintaks 5) 1) Setelah percobaan selesai, peserta didik mempresentasikan hasil karya di depan kelas. (Mengkomunikasikan)(4C-Communication, Collaboration) f. Mengevaluasi Pengalaman (Sintaks 6) Penjelasan konsep CT yang diintegrasikan pada materi ajar 1. Dekomposisi Dekomposisi adalah pembagian persoalan ke dalam beberapa sub persoalan yang lebih kecil. Pada materi energi yang bergerak atau energi kinetik terdiri dari beberapa jenis energi, antara lain energi panas, energi cahaya, energi bunyi dan energi listrik. Penyampaian materi dilakukan menjadi beberapa tahap dimana pada tahap awal atau pertemuan pertama topik yang disampaikan adalah mengenai energi cahaya dan energi bunyi. 2. Pengenalan Pola Implementasi pengenalan pola pada materi ajar “energi kinetik” yaitu mengecek beberapa langkah106
107 langkah percobaan mengenai energi kinetik dan yang paling memungkinkan untuk dilakukan oleh peserta didik di kelas. Pada pengenalan pola ditemukan bahwa percobaan mengenai energi yang paling memungkinkan adalah percobaan energi bunyi karena, dari beberapa langkah yang dilakukan pada percobaan tersebut hanya membutuhkan jarum, benang, 2 buah gelas plastik, kayu kecil sebagai penahan, dan benang kasur 1 meter. Pada pengenalan pola ini peserta didik memperhatikan langkah-langkah percobaan energi bunyi yaitu sebagai berikut: a. Buatlah telepon benang dari gelas plastik. Lubangi bagian dasar gelas dengan jarum dan masukkan benang ke dalamnya. b. Ikat benang dari bagian dalam gelas agar tidak lepas. c. Cobalah untuk berbicara dengan teman kalian melalui telepon ini. Pastikan benang berada dalam posisi tegak dan tegang. d. Saat berbicara, teman kalian yang lain akan memegang benang dan merasakan apa yang terjadi dari percobaan energi bunyi tersebut. Setelah memperhatikan beberapa langkah tersebut selanjutnya mereka melakukan percobaan energi bunyi sesuai dengan langkah yang ada. Kemudian menyimpulkan dari hasil percobaan energi bunyi yang telah dilakukan. Hasil kesimpulan tersebut dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep energi kinetik khususnya energi bunyi. 3. Abstraksi Implementasi abstraksi pada materi ajar yang telah dibuat yaitu fokus pada materi energi bunyi dan percobaan yang akan dilakukan, kemudian 107
108 mengidentifikasi maupun mengaitkan dari percobaan yang telah dilakukan mengenai bagaimana energi bunyi dapat dikatakan sebagai energi kinetik. 4. Algoritma Algoritma adalah langkah-langkah kerja dalam menyelesaikan suatu persoalan. Pada materi ini, penyampaian materi dan pemahaman konsep energi akan dilakukan dengan menggunakan percobaan. Berdasarkan pada pada hasil dari dekomposisi dan pengenalan pola, percobaan yang akan dilakukan adalah mengenai energi bunyi. Adapun langkahlangkah kerja adalah sebagai berikut. a. Peserta didik mendengarkan arahan dan penjelasan yang diberikan oleh guru. b. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang telah ditentukan yaitu: 1) Dua buah gelas plastik. 2) Benang kasur minimal 1 m 3) Gunting 4) Jarum 5) Kayu kecil atau lidi c. Peserta didik melakukan percobaan untuk menemukan konsep energi bunyi, dengan langkahlangkah sebagai berikut. d. Lubangi bagian dasar gelas dengan menggunakan jarum. e. Masukkan benang pada gelas yang telah dilubangi sebelumnya. f. Ikat benang pada lidi agar tidak lepas. g. Lakukan langkah 1-3 pada kedua gelas plastik yang telah disiapkan. h. Tempelkan gelas pada telinga dan pastikan benang dalam posisi tegang. 108
109 i. Cobalah untuk berbicara, dan rasakan getaran pada benang. Tuliskan perbedaan yang terdapat pada materi ajar yang belum diintegrasikan dengan CT dan materi ajar yang telah diintegrasikan dengan CT! Perbedaan yang terdapat pada materi ajar yang belum diintegrasikan dengan CT dan materi ajar yang telah diintegrasikan dengan CT adalah sebelumnya pada materi ajar yang bersumber dari buku guru dan siswa pembelajaran mengenai energi kinetik dilakukan dengan menyampaikan beberapa jenis energi yaitu energi cahaya, panas, bunyi, dan listrik secara langsung dalam satu kali pertemuan. Kemudian, pembelajaran mengenai energi kinetik yang telah diintegrasikan dengan CT dilakukan dengan membagi fokus pembelajaran pada beberapa kali pertemuan. Pertemuan pertama difokuskan pada materi energi bunyi dan energi cahaya. Hal ini bertujuan agar memudahkan peserta didik dalam memahami konsep materi. Selanjutnya, melalui integrasi CT pada penyampaian materi memberikan kemudahan kepada guru dalam menentukan proses pembelajaran. Melalui fondasi CT, guru memutuskan untuk melakukan percobaan dengan tujuan agar peserta didik dapat memahami konsep materi energi kinetik. Pembelajaran energi kinetik dilaksanakan adalah dengan melakukan percobaan energi bunyi, hal ini dikarenakan lebih memungkinkan untuk dilakukan percobaan oleh peserta didik dengan alat dan bahan yang sederhana. D. Demontrasi Kontekstual 1. Feedback terhadap Kelompok Presentasi NIM / Nama anggota Kelompok yang presentasi: 1. Dyah Dwi Febriantina (NIM 23100260033) 2. Melinda Aulia Salsabila (NIM 23100260147) 3. Siti Khuzaimah (NIM 23100260166) NIM / Nama anggota Kelompok yang memberikan evaluasi: 4. Sinta Mardikawati (23100260017) 5. Atikah Trisna Sari (23100260018) 6. Sheren Viona (23100260019) Mata pelajaran: IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) 109
110 Materi ajar: Hubungan Antar Komponen Ekosistem dan Jaringjaring Makanan pada Ekosistem Ide baru yang didapatkan terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran: - Materi ajar yang sudah diintegrasikan dengan CT pada saat pembelajaran lebih terstruktur dan terperinci. - Peserta didik diajak untuk dapat berpikir secara terstruktur serta aktivitas yang dilakukan dalam pembelajaran lebih spesifik dan sistematis. - Proses dekomposisi di fokuskan pada materi jaring-jaring makanan di berbagai ekosistem, pada proses pembelajaran dilakukan dengan menentukan dan membagi ekosistem yang akan digunakan untuk diorama. - Proses pengenalan pola dilakukan dengan peserta didik dikenalkan tentang komponen penyusun jaring-jaring makanan dan kedudukan dari makhluk hidup di dalam jaring-jaring makanan, yang terdiri dari produsen, konsumen dengan berbagai tingkat, dan dekomposer. - Proses algoritma dilakukan dengan peserta didik melakukan praktik membuat diorama jaringjaring makanan pada ekosistem sesuai dengan langkah-langkahnya. - Proses abstraksi dilakukan dengan peserta didik fokus pada proses praktik percobaan sesuai dengan ekosistem yang didapatkan untuk masing-masing kelompok yang sudah ditentukan berdasarkan undian dan mengabaikan hal-hal di luar ekosistem yang telah ditentukan. 110
111 Evaluasi/saran untuk kelompok yang sedang presentasi: Berdasarkan presentasi yang telah disampaikan, saran yang diberikan oleh kelompok kami adalah sebagai berikut: - Integrasi penyampaian materi ajar dengan CT sudah baik, sesuai, dan mudah dipahami. - Pada bagian dekomposisi, guru sebelum menjelaskan konsep jaring-jaring makanan dengan diorama sebaiknya dapat menampilkan sebuah video pembelajaran yang memperlihatkan bagimana keadaan nyata proses makan dan dimakan makhluk hidup dalam sebuah ekosistem, agar pembelajaran mengenai jaring-jaring makan dapat dirasa lebih relevan dengan peserta didik. - Sumber belajar yang digunakan dapat berupa konteks nyata, contohnya dengan mengajak peserta didik keluar kelas melihat bagaimana interaksi komponen jaring-jaring makanan secara nyata di lingkungan sekitar peserta didik. 2. Feedback untuk Kelompok NIM / Nama anggota Kelompok yang presentasi: 1. Sinta Mardikawati (23100260017) 2. Atikah Trisna Sari (23100260018) 3. Sheren Viona (23100260019) NIM / Nama anggota Kelompok yang memberikan evaluasi: 1. Dyah Dwi Febriantina (NIM 23100260033) 2. Melinda Aulia Salsabila (NIM 23100260147) 3. Siti Khuzaimah (NIM 23100260166) Mata pelajaran: IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) Materi ajar: Energi Kinetik 111
112 Ide baru yang didapatkan terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran: Ide baru yang didapatkan terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran yaitu sebagai berikut. 1. Empat fondasi CT yang terdiri dari dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma dapat diintegrasikan pada mata pelajaran. Hal tersebut dapat membuat aktivitas pembelajaran menjadi lebih sistematis setelah diintegrasikan CT. 2. Pembelajaran mengenai suatu materi yang telah diintegrasikan dengan CT dapat dilakukan dengan membagi fokus pembelajaran pada beberapa kali pertemuan. 3. Proses dekomposisi dilakukan dengan membagi materi energi kinetik menjadi beberapa jenis, yaitu energi panas, energi cahaya, energi bunyi dan energi listrik. Materi tersebut disampaikan menjadi beberapa tahap atau beberapa pertemuan. 4. Proses pengenalan pola dilakukan dengan mengecek beberapa langkah-langkah percobaan mengenai energi kinetik dan yang paling memungkinkan untuk dilakukan oleh peserta didik di kelas. 5. Proses abstraksi difokuskan pada materi energi bunyi dan percobaan yang akan dilakukan, kemudian mengidentifikasi maupun mengaitkan dari percobaan yang telah dilakukan tentang bagaimana energi bunyi dapat dikatakan sebagai energi kinetik. 6. Proses algoritma berisi langkah-langkah kerja yang dilakukan peserta didik untuk melakukan percobaan mengenai energi bunyi. 112
113 Evaluasi/saran untuk kelompok yang sedang presentasi: Berdasarkan presentasi yang telah disampaikan, saran yang diberikan oleh kelompok kami adalah sebagai berikut: 1. Penyampaian materi ajar dengan mengintegrasikan CT sudah baik dan mudah untuk dipahami. 2. Sebaiknya guru dapat menggunakan sumber belajar dengan memberikan contoh konkrit terkait energi panas, energi cahaya, energi bunyi, dan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari dan yang ada di lingkungan sekitar peserta didik agar peserta didik dapat memiliki gambaran mengenai kaitan antar jenis energi kinetik. 3. Langkah-langkah untuk pembuatan untuk percobaan dan uji coba lebih diperjelas lagi. 4. Benda yang digunakan untuk menguji dibuat beragam dan yang ada disekitar kita dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. 5. Saat presentasi yang dilakukan sudah baik, telah menjelaskan macam-macam energi yang konkrit yang ada di lingkungan sekitar. Kemudian memecahkan menjadi bagian-bagian abstraksi, dekomposisi yang mengintegrasikan ke CT. 6. Dalam pemaparan di bagian algoritma, pada langkah pertama sebaiknya dituliskan secara detail terkait alat dan bahan yang perlu disiapkan. 113
114 E. Elaborasi Pemahaman Jika masih ada pertanyaan seputar integrasi CT untuk mata pelajaran, tuliskan pertanyaan-pertanyaan tersebut! Setelah itu, diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan dosen, maupun rekan mahasiswa lainnya! Jawab: Izin bertanya, apakah semua model pembelajaran yang diterapkan di sekolah dasar dapat diintegrasikan dengan CT? atau hanya model pembelajaran yang berbasis pada masalah saja atau PBL? F. Koneksi Antar Materi NIM/nama anggota 1: NIM/nama anggota 2: NIM/nama anggota 3: 1. Sinta Mardikawati (23100260017) 2. Atikah Trisna Sari (23100260018) 3. Sheren Viona (23100260019) Kesimpulan mengenai integrasi CT ke dalam mata pelajaran: Setelah mempelajari dan mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran, sebagai calon guru kami merasa lebih mudah dalam memahami dan menyampaikan materi kepada peserta didik. Selain itu, melalui integrasi CT dalam mata pelajaran, tentunya dapat mempermudah peserta didik dalam memahami dan memecahkan suatu permasalahan dalam pembelajaran. CT dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan menganalisis informasi, mengidentifikasi masalah, dan menemukan solusi yang efektif. Hal ini tentunya dapat mempersiapkan mereka untuk menghadapi berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari maupun dalam karier di masa depan. Selanjutnya, melalui integrasi CT juga dapat memperkuat keterampilan komunikasipeserta didik, memungkinkan mereka untuk menyampaikan pendapat secara jelas dan efektif sehingga dapat mendorong kolaborasi baik antara peserta didik dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian, mengintegrasikan CT dalam mata pelajaran bukan hanya penting dalam proses pembelajaran, tetapi juga membantu membentuk peserta 114
115 didik menjadi individu yang memiliki keterampilan, pengetahuan, atau kemampuan yang baik dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Strategi untuk mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran: Berikut adalah strategi-strategi yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran. - Sebagai seorang guru tentunya dapat menggunakan model, metode, dan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keaktifan dan kreatifitas peserta didik. Contohnya penggunaan model Problem Based Learning dan Project Based Learning dalam pembelajaran. - Peserta didik dibiasakan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dan menemukan solusi dengan menerapkan konsep CT yakni dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. G. Aksi Nyata 1. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam mata pelajaran yang Anda ampu? Apakah ada kendala yang Anda hadapi? Jawab: Pengalaman yang saya dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam mata pelajaran adalah saya mendapat pemahaman baru mengenai bagiamana CT dapat diintegrasikan pada mata pelajaran di sekolah dasar. Selain itu, sebagai calon guru saya juga harus dapat terbiasa untuk melatih diri agar dapat berpikir secara CT, hal ini akan memudahkan saya ketika saya mengintegrasikan pada mata pelajaran. Selain itu, melalui implementasi CT pada mata pelajaran, diharapkan peserta didik dapat terbiasa dalam mengimplementasikan CT dalam pemecahan masalah yang mereka temui, baik pada pembelajaran di kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari. 115
116 2. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? Jawab: Perasaan saya ketika mengerjakan modul ini adalah saya merasa cukup senang dan sangat tertantang. Saya merasa senakng dikarenakan saya mendapat pemahaman dan pengalaman baru mengenai integrasi CT pada mata pelajaran, dimana hal ini akan membantu saya ketika menjadi guru kelak. Saya merasa tertantang dikarenakan mengintegrasikan CT pada mata pelajaran adalah hal baru bagi saya, sehingga saya harus memahami lebih dalam untuk kemudian dapat diimplementasikan. 3. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun : Sinta Mardikawati, Atikah Trisna Sari, dan Sheren Viona Instansi : SD Negeri Bangirejo 1 Tahun Penyusunan : 2023 Jenjang Sekolah : SD Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase/Kelas : B/IV Bab 4 : Mengubah Bentuk Energi Topik : C. Energi yang Bergerak Alokasi Waktu : 2 JP x 40 menit B. KOMPETENSI AWAL 1. Peserta didik mengetahui ragam transformasi energi kinetik pada kehidupan sehari- hari. 2. Peserta didik mengetahui contoh-contoh energi kinetic dalam kehidupan seharihari. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia dengan cara melatih peserta didik berdoa sebelum dan sesudah belajar. 2. Berkebinekaan global dengan cara melatih peserta didik tidak membedabedakan teman ketika pembentukan kelompok diskusi atau praktikum. 3. Mandiri dengan cara sadar diri dan tidak ketergantungan pada teman saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. 116
117 4. Bergotong royong dengan cara melatih peserta didik untuk saling membantu bekerjasama dalam kelompok saat melaksanakan kegiatan praktikum, diskusi, maupun presentasi hasil kerja kelompok. 5. Bernalar kritis dengan cara melatih peserta didik dengan pertanyaanpertanyaan dalam peristiwa kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan topik materi. 6. Kreatif dengan cara melatih peserta didik berinovasi dalam mengajukan ide yang berhubungan dengan topik materi. D. SARANA DAN PRASARANA 1. Sumber Belajar : a. Buku Guru Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD kelas IV, Penulis : Amalia Fitri, dkk. b. Buku Siswa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD kelas IV, Penulis : Amalia Fitri, dkk. 2. Slide powerpoint materi energi yang bergerak. 3. Alat pembelajaran : LCD Projector, laptop, Jaringan Internet/Wifi, alat tulis, gelas plastik, benang kasur, gunting, jarum. E. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik regular tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar (bukan berkebutuhan khusus) F. JUMLAH PESERTA DIDIK Peserta didik reguler G. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Saintifik, STEAM Model : Project Based Learning Metode : Percobaan KOMPETENSI INTI CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mengidentifikasi macam-macam bentuk energi yang termasuk dalam 117
118 energi kinetik dan memahami hubungan energi kinetik pada energi cahaya,panas, bunyi, dan listrik. A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Peserta didik dapat mengidentifikasi macam-macam bentuk energi yang termasuk dalam energi kinetik. 2. Peserta didik dapat memahami hubungan energi kinetik pada energi cahaya, panas, bunyi, dan listrik. B. PEMAHAMAN BERMAKNA 1. Energi kinetik adalah energi yang ada pada benda-benda yang dapat bergerak. Semua yang bergerak akan memiliki energi kinetik. Walaupun beberapa energi gerakannya tidak terlihat, tetapi kita dapat merasakannya. 2. Energi yang termasuk dalam energi kinetik yaitu energi bunyi, energi panas, energi cahaya, dan energi listrik. C. PERTANYAAN PEMANTIK 1. Apakah energi bisa bergerak? 2. Apa saja yang termasuk energi kinetik? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Langkah-langkah kegiatan pembelajaran a. Persiapan Mengajar Pada kegiatan pembelajaran ini, beberapa hal yang harus dipersiapkan guru antara lain : 1) Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti slide powerpoint materi energi yang bergerak, alat praktik, menyiapkan lembar kerja peserta didik, dsb. 2) Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, alat dan bahan yang dibutuhkan. 3) Guru menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. b. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1) Guru memberi salam dan menanyakan kabar peserta didik. (Menanya, Communication) 2) Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa. (Penguatan elemen akhlak beragama- Religius) 118
119 3) Guru mengecek kehadiran peserta didik. 4) Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu “Dari Sabang sampai Merauke”. (Nasionalisme) 5) Guru bertanya kepada peserta didik tentang kondisi siswa pada pagi hari ini dan mengecek kesiapan peserta didik sebelum belajar dengan meminta peserta didik menyiapkan alat tulis. (Kemandirian) 6) Guru bertanya kepada peserta didik mengenai pengalaman mereka saat upacara bendera dibawah panas matahari. (Menanya) a) Apakah kalian pernah upacara di bawah terik sinar matahari? Bagimana rasanya? (Mengumpulkan Informasi) b) Mengapa kalian bisa merasakan kepanasan padahal matahari berada jauh di luar angkasa? 7) Guru mengingatkan materi mengenai energi potensial yang sudah dipelajari sebelumnya. (Mengkomunikasikan) 8) Guru menyampaikan kegiatan dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. (Integritas) 9) Guru memotivasi peserta didik dengan tepuk semangat. c. Kegiatan Inti (50 menit) ❖ Pertanyaan Mendasar (Sintaks 1) 1) Peserta didik diminta untuk melakukan kegiatan literasi pada buku siswa topik C kemudian guru mengajukan pertanyaan (Mengamati), (4C-Critical Thinking, Communication) a) Kita bisa membagi bentuk energi menjadi dua jenis, yaitu energi potensial dan energi kinetik. b) Apa itu energi kinetik? Energi kinetik adalah energi yang disebabkan oleh gerakan. Semua yang bergerak artinya memiliki energi kinetik. (Menanya) 2) Peserta didik bertanya jawab dengan guru (4C-Critical Thinking, Communication) a) Apakah menurut kalian benar cahaya bergerak? Bisakah kamu melihat gerakannya? (Menanya) b) Energi apa saja yang menurut kalian bisa bergerak? 119
120 c) Apa saja yang termasuk energi kinetik? 3) Sampaikan kepada peserta didik bahwa mereka akan melakukan beberapa percobaan untuk lebih memahami mengenai energi kinetik. Bagi peserta didik menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang (Mengkomunikasikan). ❖ Mendesain perencanaan proyek (Sintaks 2) 1) Peserta didik diberikan pengarahan terkait kegiatan percobaan sesuai panduan di Buku Siswa. (Mengkomunikasikan)(4C-Communication) 2) Peserta didik bersepakat untuk melakukan percobaan energi bunyi dan memberi nama kelompoknya dengan nama benda yang termasuk dalam energi kinetic (Mengumpulkan Informasi). 3) Peserta didik diminta menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan energi bunyi (Mengkomunikasikan). 4) Catatan untuk setiap percobaan: a) Siapkan beberapa gelas plastik sebagai cadangan. b) Awasi peserta didik saat menggunakan gunting dan jarum. ❖ Menyusun jadwal praktik (Sintaks 3) 1) Peserta didik bersama guru menyepakati pengerjaan praktik hari ini saat pembelajaran berlangsung selama 20 menit. (Mengkomunikasikan)(4C- Communication) 2) Setelah disepakati, guru membagikan LKPD. 3) Peserta didik dipersilahkan untuk memulai kegiatan percobaan dan diingatkan untuk menjawab pertanyaan pada setiap percobaan dan menulis hasilnya di Lembar Kerja Peserta Didik. (Mengamati)(4CCommunication) ❖ Monitoring keaktifan dan perkembangan proyek (sintak 4) 1) Peserta didik secara berkelompok berdiskusi dan mulai menerapkan langkah-langkah membuat percobaan energi bunyi. (Mengolah informasi) (4C-Collaboration, Creative thinking) 2) Guru berkeliling untuk membimbing peserta didik yang sedang praktik percobaan energi bunyi. (4C-Collaboration, Communication) 3) Peserta didik berdiskusi mengerjakan LKPD berdasarkan percobaan energi bunyi yang telah dibuat. (Mengolah informasi)(4C120
121 Collaboration, Creative thinking) ❖ Menguji hasil (Sintaks 5) 1) Setelah percobaan selesai, peserta didik mempresentasikan hasil karya di depan kelas. (Mengkomunikasikan) (4C-Communication, Collaboration) 2) Pandulah diskusi yang membahas pengamatan mereka pada setiap percobaan. a) Energi apa saja yang ada di percobaan ini? Energi bunyi dan energi kinetik b) Apa transformasi energi yang kalian lihat? Energi bunyi (dari suara peserta didik) -> energi kinetik (Gerakan benang) c) Apakah menurut kalian yang membuat benang terasa bergetar? Energi bunyi menggetarkan gelas plastik, sehingga benang ikut bergerak. d) Apakah kalian bisa melihat pergerakan bunyi pada percobaan ini? Menurut kalian ke mana menurutmu bunyi bergerak? Pergerakan bunyi tidak bisa dilihat tetapi bunyi bisa di dengar. Arah bunyi bergerak dari sumber bunyi atau peserta didik yang berbicara (ujung gelas), merambat melalui benang dan menuju ke ujung gelas lainnya yang didekatkan di telinga. ❖ Mengevaluasi Pengalaman (Sintaks 6) 1) Lakukan kegiatan literasi dengan teks “Energi Kinetik” pada Buku Siswa untuk penguatan konsep terhadap peserta didik (Mengumpulkan Informasi). a) Semua yang bergerak akan memiliki energi kinetik. Walaupun beberapa energi gerakannya tidak terlihat, tetapi kita dapat merasakannya. b) Perhatikan gambar yang ada di buku Siswa, guru menjelaskan contoh- contoh energi kinetik (Mengamati). • Energi cahaya Matahari bergerak dari luar angkasa dan sampai ke Bumi. Ini merupakan contoh energi kinetik. • Api memiliki energi panas, energi panas dari api bergerak 121
122 menghangatkan tubuh seseorang yang berada di dekat api unggun. • Seseorang yang bermain gitar, suara senar ketika dipetik maka suara senar yang dihasilkan akan bergerak dan sampai ke telinga kita. • Listrik dari pusat pembangkit listrik bergerak dalam kabel sampai kerumah kita. 2) Peserta didik diberikan soal evaluasi untuk mengukur pemahaman terkait materi yang telah mereka pelajari. • Apa yang dimaksud dengan energi kinetik? Energi kinetik adalah energi yang ada pada benda-benda yang dapat bergerak. • Energi apa saja yang termasuk ke dalam energi kinetik? Energi Cahaya, energi panas, energi bunyi dan energi listrik. • Mengapa energi ini termasuk ke dalam energi kinetic? Karena energi cahaya, panas bunyi dan listrik itu bergerak atau merambat dari sumber energi kearah yang berbeda, walaupun kita tidak bisa mengamati secara langsung. • Perubahan energi apa saja yang bisa terjadi pada energi kinetik? Energi kinetik menjadi energi bunyi contohnya pada alat msuik gitar yang dipetik dawai/senarnya akan menghasilkan bunyi atau irama yang sampai di telinga kita. d. Kegiatan Penutup (10 menit) 1) Peserta didik membuat kesimpulan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan bimbingan guru (Mengkomunikasikan). 2) Peserta didik mengkomunikasikan kendala atau pertanyaan dalam mengikuti pembelajaran hari ini (Mengkomunikasikan).. 3) Peserta didik diberikan agenda materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang “Proyek Belajar dan Latihan”. (Tindak Lanjut) 4) Peserta didik bersama guru menyanyikan lagu Daerah “Halo-halo Bandung”. (Nasionalisme. Persatuan, Toleransi). 122
123 5) Kegiatan belajar ditutup dengan doa, dipimpin oleh peserta didik dan mengucapkan salam. E. REFLEKSI Refleksi peserta didik Mari lakukan refleksi diri dengan menjawab pertanyaan berikut. 1. Tiga hal apa yang telah kamu pelajari hari ini? 2. Dua hal apa yang paling berkesan pada pembelajaran ini? 3. Satu hal apa yang sulit pada pembelajaran hari ini? Refleksi Guru 1. Apakah perencanaan pembelajaran sudah sesuai? 2. Apakah ada kendala saat pelaksanaan pembelajaran? 3. Apakah menemui kesulitan saat melakukan penilaian? F. ASESMEN/PENILAIAN No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen 1. Diagnostik • Pertanyaan pemantik tersebut di atas. • Tanya jawab sebagai tindak lanjut. 2. Formatif Observasi, Performa, dan Ulangan Harian 3. Sumatif Proyek G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL 1. Pengayaan Peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari peserta didik lain, guru memberikan kegiatan pengayaan yang lebih menantang dan memperkuat daya serapnya terhadap materi yang telah dipelajari. 2. Remidial Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru melakukan pengulangan materi dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas individual tambahan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan. H. LAMPIRAN 1. Bahan Bacaan 2. Media 3. LKPD 4. Perangkat Penilaian 123
124 5. Glosarium 6. Daftar Pustaka Amalia Fitri, dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Amalia Fitri, dkk. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 124
125
126 POST-RESTRUKTURISASI PORTOFOLIO No Pertanyaan Reflektif Jawaban 1. Fondasi CT apa sajakah yang Anda gunakan dalam restrukturisasi portofolio Anda? Jelaskan pada bagian mana saja fondasi CT tersebut dimanfaatkan! Fondasi CT yang saya gunakan dalam restrukturisasi portofolio adalah dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan algoritma. Berikut ini penjelasan fondasi CT yang saya manfaatkan dalam melakukan retrukturisasi portofolio. a. Dekomposisi, dalam proses pembuatan restrukturisasi portofolio mata kuliah CT, dekomposisi yang saya lakukan adalah dengan memecah tugas menjadi sub-tugas yang lebih mudah dikelola, seperti menganalisis setiap topik, menentukan bagian yang perlu untuk dilakukan retstruktusisasi, dan menentukan keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. b. Pengenalan Pola, dalam proses pembuatan restrukturisasi portofolio pengenalan yang saya lakukan dengan mengidentifikasi bagianbagian yang terdapat pada topik 1 sampai dengan topik 5 yang muncul secara berulang, sehingga saya dapat menentukan bagian mana saja yang harus saya buat dalam restrukturisasi portofolio. c. Abstraksi, dalam proses pembuatan restrukturisasi portofolio abstraksi yang saya lakukan adalah dengan fokus pada bagianbagian yang penting sesuai dengan pola yang telah ditemukan sebelumnya. Pada tahap ini saya menentukan portofolio yang sesuai dengan tujuan pembelajaran CT. 126
127 d. Algoritma, dalam proses pembuatan resukturisasi portofolio tahap algoritma dilakukan dengan menyusun portofolio menjadi sebuah laporan akhir yang runtut sesuai dengan hasil dekomposisi, pengenalan pola dan abstraksi. 2. Secara struktur, apakah portofolio Anda sudah terdekomposisi dengan baik? Secara struktur, portofolio yang saya susun sudah terdekomposisi dengan baik. Hal ini dikarenakan setiap topik atau bagian setiap topik pada CT telah dibagi menjadi beberapa bagian mulai dari diri, hingga aksi nyata. Bagian-bagian tersebut telah termuat dalam restrukturisasi portofolio. Selain itu, terdapat topik CT yang dibagi menjadi beberapa subtopik. Melalui tahap dekomposisi ini setiap topik terkait sata sama lain. 3. Apakah setiap bagian dari portofolio Anda telah terabstraksi dengan baik? Setiap bagian dari portofolio yang saya susun telah terabstraksi dengan baik, sehingga restrukturisasi portofolio telah fokus pada bagian-bagian yang penting pada mata kuliat CT setiap topiknya. Pada p 4. Apakah secara keseluruhan portofolio Anda telah terabstraksi dengan baik? Secara keseluruan portofolio yang telah saya susun telah terasbtraksi dengaan baik. Restrukturisasi portofolio telah fokus pada bagian-bagian yang penting pada mata kuliat CT setiap topiknya yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada mata kuliah CT. 5. Apakah kalimat, gambar atau sajian lainnya diuraikan secara runut, jelas, sistematis dalam bahasa yang mudah dipahami pembacanya? Kalimat dan sajian artefak telah diuraikan secara runut, jelas dan sistematis dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Portofolio disusun mulai dari topik 1 sampai dengan topik 5. Setiap topik memuat bagian secara runtut 127
128 mulai dari diri hingga aksi nyata. Hal ini meudahkan pembaca dikarenakan antar bagian tersusun secata runtut dan saling berhubungan satu sama lain. 6. Apakah Anda merasa puas dengan portofolio Anda? Jelaskan alasan dari jawaban Anda! Ya, saya merasa sangat puas dengan protofolio yang saya buat. Hal ini dikarenakan portofolio merupakan kumpulan hasil kerja saya berdasarkan pada pengalaman belajar saya pada mata kuliah Computational Thinking selama satu semester. Saya merasa puas dikarenakan dapat menyusun dan menyelesaikan semua tugas mata kuliah Computational Thinkin. Melalui portofolio ini saya dapat melihat hasil kerja saya dan mendapat gambaran mengenai perkembangan belajar saya pada mata kuliah Computational Thinking sejak awal mengikuti perkuliahan hingga akhir masa perkuliahan, yaitu dari topik 1 hingga topik 5. Saya puas dikarenakan portofolio ini dapat menggambarkan dari saya yang tidak mengetahui apa itu Computational Thinking, hingga saya dapat mengaplikasikannya pada mata pelajaran. 7 Hal baru apa saja yang Anda peroleh dari penyusunan portofolio ini? Hal baru yang saya peroleh dari penyusunan portofolio adalah sayamengetahui melalui portofolio saya dapat melihat bagiamana kemajuan atau perkembangan diri saya selama mengikuti mata kuliah Computational Thinking. Melalui pernyusunan portofolio saya dapat melihat dimana letak kelemahan saya ketika mengikuti mata kuliah Computational Thinking. Selain iti saya mendapat pengetahuan baru dimana melalui penyusunan portofolio saya dapat melakukan refleksi terhadap 128
129 proses pembelajaran yang saya ikuti selama satu semester. 8. Mengacu ke mata pelajaran yang akan Anda, ampu, apa rencana tindakan nyata saya dalam penerapan CT dalam mata pelajaran yang saya ampu? Saya adalah calon guru di sekolah dasar, sehingga mata pelajaran yang akan saya ampu cukup beragam, baik mata pelajaran eksak maupaun non eksak. Saya akan menerapkan CT dengan menggunakan 4 fondasi baik dalam merancang pembelajaran maupaun pada proses pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran yang saya ajarkan. Selain itu, saya juga akan mengenalkan dan mengajarkan kepada peserta didik saya agar terbiasa dalam berpikir secara CT. 129
130 A. Kesimpulan Computational Thinking atau yang disingkat dengan CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam memilih solusi yang paling efektif, efisien, optimal. Melalui Computational Thinking, kita akan terbiasa berpikir sistematis dan menemukan solusi yang efektif, efisien, dan optimal saat menghadapi persoalan sederhana maupun kompleks. Kemampuan memecahkan persoalan adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari dimana kita selalu berhadapan dengan persoalan dan perlu memutuskan solusi yang akan diambil dari berbagai solusi yang mungkin ada. Porotofolio ini merupakan kumpulan hasil belajar mata kuliah Computational Thinking dari topik 1 sampai dengan topik 5. Portofolio berisi tentang kumpulan hasil belajar selama satu semester untuk menggambarkan perkembangan pemahaman mengenai Computational Thinking dan kaitannya dengan pembelajaran. Melalui kumpulan hasil belajar tersebut, dapat menjadi bahan refleksi terhadap kemampuan berpikir komputasi dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama saat melaksanakan pembelajaran di kelas. B. Refleksi Setelah mengikuti mata kuliah Computational Thinking selama satu semester saya mendapat banyak pengetahuan dan pemahamna baru teruatama mengenai cara berpikir secara komputasional. Computational Thinking merupakan hal baru bagi saya sehingga pada awal perkuliahan saya tidak memahami bagaiman cara kerja Computational Thinking. Setelah mengikuti selama satu semester saya mendapat pengetahuan dan pengalaman baru mengenai Computational Thinking, Computational Thinking dalam kurikulum terutama pada kurikulum merdeka, Computational Thinking dalam pemecahan masalah sehari-hari dengan melibatkan fondasi CT, Computational Thinking pada proyek STEM dan integrasi Computational Thinking pada mata pelajaran di sekolah. Hal ini sangat berguna bagi saya baik untuk saat ini maupun ketika menjadi seorang guru. Meskipun demikian, saya merasa masih perlu untuk menambah wawasan dan pengalaman lebih jauh lagi mengenai Computational Thinking. Dengan demikian saya dapat lebih memahami dan dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama pada proses pembelajaran. PENUTUP 130