The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

merancang mrogram

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by harismpd45, 2019-09-07 22:18:09

VCS

merancang mrogram

10. Perhatikan gambar ilustrasi sistem kontrol elektronik (otomatis) pada level air
di bawah ini !

Variabel yang menjadi set point / tujuan / referensi dari sistem ini adalah ... (1)
dan contoh aktuatornya adalah ... (2).

a. ketinggian level air “h” (1); motor listrik (2)
b. debit air masuk “Qin” (1); mikrokontroler (2)
c. ketinggian level air “H” (1); motor listrik (2)
d. debit air keluar “Qout” (1); mikrokontroler (2)
11. Perhatikan gambar ilustrasi sistem kontrol elektronik (otomatis) pada level air
di bawah ini !

Variabel yang menjadi keluaran dari sistem ini adalah ... (1) dan contoh
kontrolernya adalah ... (2).

a. ketinggian level air “H” (1); mikrokontroler (2)
b. ketinggian level air “h” (1); rangkaian Op-Amp (2)
c. debit air masuk “Qin” (1); rangkaian Op-Amp (2)
d. debit air keluar “Qout” (1); mikrokontroler (2)

208

12. Perhatikan gambar ilustrasi sistem kontrol elektronik (otomatis) pada level air
di bawah ini !

Variabel yang menjadi balikan/feedback dari sistem ini adalah ... (1) dan
contoh aktuatornya adalah ... (2).

a. ketinggian level air “h” (1); motor listrik (2)
b. ketinggian level air “H” (1); mikrokontroler (2)
c. debit air masuk “Qin” (1); motor listrik (2)
d. debit air keluar “Qout” (1); mikrokontroler (2)
13. Perhatikan gambar sistem kontrol elektronik untuk suhu mesin kendaraan di
bawah !

Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan sistem di atas adalah ...
a. rangkaian di atas merupakan aplikasi sistem kontrol tertutup

209

b. rangkaian di atas merupakan aplikasi sistem kontrol terbuka
c. dengan R(ETC) tetap, semakin besar Vref-nya maka kipas ON
d. dengan R(ETC) tetap, semakin kecil Vref-nya maka kipas ON
14. Perhatikan gambar sistem kontrol elektronik untuk suhu mesin kendaraan di
bawah !

Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan dengan sistem di atas adalah
...

a. jika Tujuan (dikonversi ke Volt) kurang dari Output (konversi ke Volt),
maka Kipas ON

b. jika Tujuan (dikonversi ke Volt) kurang dari Output (konversi ke Volt),
maka Kipas OFF

c. dengan R(ETC) tetap, semakin besar Vref-nya maka kipas ON
d. dengan R(ETC) tetap, semakin besar Vref-nya maka kipas OFF

210

15. Perhatikan gambar sistem kontrol elektronik untuk suhu mesin kendaraan di
bawah !

Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan dengan sistem di atas adalah
...

a. keluaran dari sistem ini adalah tegangan sensor ETC - Vo(ETC)
b. dengan R(ETC) tetap, semakin besar Vref-nya maka kipas ON
c. tujuan dari sistem kontrol ini adalah suhu mesin (°C), identik dengan

Vref = 2 Volt
d. dengan R(ETC) tetap, semakin besar Vref-nya maka kipas OFF
16. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pengisian program (flashing)
ke sebuah mikrokontroler adalah :
A. Melakukan proses ”ERASE” pada sebuah software downloader
B. Memasukkan file ”nama_file.hex” yang sudah disiapkan ke buffer

sebuah software downloader
C. Melakukan proses ”VERIFY” pada sebuah software downloader
D. Melakukan proses ”WRITE” pada sebuah software downloader
Urutan langkah yang benar adalah ...
a. B – C – A – D
b. A – D – C – B
c. A – D – B – C
d. B – A – D – C

211

17. Nama file di bawah ini yang sesuai untuk dipilih, sebelum melakukan proses
flashing ke memori IC mikrokontroler adalah ….
a. EFI_kontrol.HEX
b. EFI_kontrol.ASM
c. EFI_kontrol.LST
d. EFI_kontrol.C

18. Perhatikan gambar software downloader di bawah ini !

Bagian yang di centang (dipilih) agar proses flashing ke memori IC
mikrokontroler berjalan sempurna adalah ….

a. 3, 4 dan 4
b. 4
c. 1 dan 2
d. 1, 2 dan 6

212

19. Perhatikan gambar flowchart dan bahasa pemrograman asembly untuk
aplikasi sistem kontrol sederhana pada suhu mesin kendaraan.

Ketika tegangan sensor ECT = 1 Volt, maka ....
a. nilai SUHU = 0x33 (heksadesimal) dan P2.0 = 0
b. nilai SUHU = 0x33 (heksadesimal) dan P2.0 = 1
c. nilai SUHU = 0xCC (heksadesimal) dan P2.0 = 1
d. nilai SUHU = 0xCC (heksadesimal) dan P2.0 = 0

213

20. Perhatikan gambar flowchart dan bahasa pemrograman asembly untuk
aplikasi sistem kontrol sederhana pada suhu mesin kendaraan.

Ketika tegangan sensor ECT = 2.4 Volt, maka ....
a. nilai SUHU = 0x7A (heksadesimal) dan P2.0 = 1
b. nilai SUHU = 0x7A (heksadesimal) dan P2.0 = 0
c. nilai SUHU = 0x2A (heksadesimal) dan P2.0 = 0
d. nilai SUHU = 0x2A (heksadesimal) dan P2.0 = 1

214

D. Kunci Jawaban

1. A 11. B

2. B 12 A

3. C 13. A

4. D 14. B

5. D 15. C

6. C 16. D

7. B 17. A

8. A 18. A

9. D 19. B

10. C 20. B

215



DAFTAR PUSTAKA

1. Bonnick, Allan W. M., “Automotive Computer Controlled Systems : Diagnostic
Tools and Techniques”, Butterworth-Heinemann. Great Britain, 2001.

2. Ribbens, William B., Ph.D., “Understanding Automotive Electronics Sixth
Edition”, Elsevier Science, USA, 2003

3. Ogata, Katsuhiko, “Modern Control Engineering Fifth Edition”. Prentice-hall,
New Jersey, 2010.

4. Ogata, Katsuhiko, “Teknik Kontrol Otomatik Jilid 1 edisi 2”, Erlangga 1997
5. Roger L. Tokheim, Sutesna, “Prinsip-prinsip Digital”, Erlangga, jakarta, 1996
6. Curtis D. Johnson, “Process Control Instrumentation Tecnology”, Prentice-hall,

New Jersey, 1997.
7. Agfianto Eko Putra, “Belajar Mikrokontroller AT89C51/52/55”, Gaya Media,

Yogyakarta, 2004.
8. Budi Sutedjo S.Kom, Michael AN, S. Kom, Alogaritma dan Teknik

Pemrograman, Andi, Yogyakarta, 2000.
9. http://eko-rudiawan.com/rangkaian-downloader-mikrokontroler-avr/
10. https://sites.google.com/site/atmelispprogrammer/

217



GLOSARIUM

Variabel yang dikontrol : Besaran atau keadaan yang diukur dan dikontrol.
Variabel yang : Besaran atau keadaan yang diubah oleh
dimanipulasi
Set Point kontroler untuk mempengaruhi nilai variabel yang
Error dikontrol
Kontroler : Nilai variabel yang dikehendaki
: Istilah ini dalam sistem kontrol didefinisikan
Plant sebagai selisih antara set point yang dikurangi
dengan variabel yang dkontrol
Proses : Elemen yang mengerjakan tiga tahap langkah
pengendalian, yaitu (1) Membandingkan set point
Sistem dengan variabel yang dikontrol (output); (2)
Gangguan Menghitung berapa banyak koreksi yang perlu
Kontrol umpan balik dilakukan dan (3) Mengeluarkan sinyal kontrol
sesuai dengan hasil perhitungan tadi.
: Seperangkat peralatan, mungkin hanya terdiri
dari beberapa bagian mesin yang bekerja
bersama-sama, digunakan untuk melakukan
suatu proses tertentu
: Suatu rangkaian kejadian yang sengaja dibuat
secara sistematis atau berkembang alamiah yang
berlangsung secara kontinu menuju ke keadaan
akhir atau hasil tertentu
: Kombinasi dari beberapa komponen yang
bekerja bersama-sama dan melakukan suatu
sasaran tertentu.
: Suatu sinyal atau besaran yang cenderung
mempunyai pengaruh yang merugikan pada nilai
keluaran sistem
: Kontrol yang mengacu pada suatu operasi
perhitungan, dimana dengan adanya gangguan
(yang tidak diperkirakan), mampu mengurangi

219

Sistem kontrol loop perbedaan antara keluaran / output (variabel
terbuka yang dikontrol) dan tujuan (set point / referensi).
Sistem kontrol loop : Suatu sistem yang keluarannya tidak mempunyai
tertutup pengaruh terhadap aksi kontrol
Sensor : Suatu sistem yang keluarannya mempunyai
pengaruh terhadap aksi kontrol
Kontroler : Suatu komponen yang mendeteksi keluaran atau
informasi lainnya yang diperlukan dalam sistem
Aktuator kontrol, yang merubah besaran non listrik
menjadi besaran listrik.
Kesalahan (error) : Suatu komponen atau peralatan (berupa
mekanis, pneumatik, hidrolik, elektronik atau
Akurasi (accuracy) gabungan darinya) yang mampu mengolah data
Sensitivitas (sensitivity) masukan dari membandingkan respon plant
(hasil pembacaan dari keluaran plant) dan
referensi yang dikehendaki untuk dikeluarkan
menjadi suatu data perintah atau disebut sinyal
kontrol.
: Suatu komponen, alat atau peralatan (berupa
mekanis, pneumatik, hidrolik, elektronik atau
gabungan dari hal tersebut) yang mampu
mengolah data perintah (sinyal kontrol) menjadi
sinyal aksi ke suatu plant.
: Istilah ini dalam pengukuran variabel
didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai
variabel yang sebenarnya dan nilai pengukuran
variabel
: Istilah ini digunakan untuk menentukan
kesalahan (error) keseluruhan maksimum yang
diharapkan dari suatu alat dalam pengukuran
: Istilah ini didefinisikan sebagai perubahan pada
output instrumen untuk setiap perubahan input
terkecil.

220

Repeabilitas : Istilah ini didefinisikan sebagai pengukuran
(repeability) terhadap seberapa baik output yang dihasilkan
Histerisis (hysterisis) ketika diberikan input yang sama beberapa kali.

Linearitas (linearity) : Istilah ini didefinisikan sebagai perbedaan output
yang terjadi antara pemberian input menaik dan
pemberian input menurun dengan besar nilai
input sama

: Istilah ini didefinisikan sebagai hubungan antara
output dan input dapat diwujudkan dalam
persamaan garis lurus

221



LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 - Program Aplikasi Sistem Kontrol injeksi dengan Bahasa C

#include "TRIGAS8052.h"
#include "TRIGASFunction.h"

unsigned char POT,TPS,MAP,ECT;

void main()
{

while(1)
{

P0 = 0xFF;
POT = Baca_ADC(0);
delay_10ms(POT);
P0 = 0x00;
POT = Baca_ADC(0);
delay_10ms(POT);
}
}

LAMPIRAN 2 - File header “TRIGASFunction.h”
//nama file "TRIGASFunction.h"

unsigned char HIGHBYTE_get(unsigned int numint)
{

volatile unsigned char numchar;

numint=((numint<<8)|(numint>>8));
numchar=numint;
return(numchar);
}

unsigned char LOWBYTE_get(unsigned int numint)
{

volatile unsigned char numchar;

numchar=numint;
return(numchar);
}

void delay_40us(unsigned char numint)

{

TMOD = 0x11; // setting 16 bit timer untuk

timer 0 dan timer 1

223

TF0 = 0;
TR0 = 0;
TH0 = HIGHBYTE_get(0xFFFF - (100*numint));
TL0 = LOWBYTE_get(0xFFFF - (100*numint));
TR0 = 1;
while(TF0==0);
TF0 = 0;
TR0 = 0;
}

void delay_100us(unsigned char numint)

{

TMOD = 0x11; // setting 16 bit timer

untuk timer 0 dan timer 1

TF0 = 0;

TR0 = 0;

TH0 = HIGHBYTE_get(0xFFFF - (100*numint));

TL0 = LOWBYTE_get(0xFFFF - (100*numint));

TR0 = 1;

while(TF0==0);

TF0 = 0;

TR0 = 0;

}

void delay_10ms(unsigned char numint)
{

unsigned char k1;

TMOD = 0x11; // setting 16 bit timer

untuk timer 0 dan timer 1

for(k1=0;k1<=(numint-1);k1++)

{

TF0 = 0;

TR0 = 0;

TH0 = HIGHBYTE_get(0xFFFF - 10000);

TL0 = LOWBYTE_get(0xFFFF - 10000);

TR0 = 1;

while(TF0==0);

TF0 = 0;

TR0 = 0;

}

}

unsigned char Baca_ADC(unsigned char numchar)
{

ACC = numchar;
P3_6 = ACC_2;

224

P3_5 = ACC_1;
P3_4 = ACC_0;
delay_40us(1);
P3_7 = 0;
P3_7 = 1;
delay_40us(10);
return(P2);
}

LAMPIRAN 3 - File header “TRIGAS8052.h”

#ifndef REG8052_H
#define REG8052_H

#include <8051.h> /* load definitions for the 8051 core */

#ifdef REG8051_H
#undef REG8051_H
#endif

/* define 8052 specific registers only */

/* T2CON */
__sfr __at (0xC8) T2CON ;

/* RCAP2 L & H */
__sfr __at (0xCA) RCAP2L ;
__sfr __at (0xCB) RCAP2H ;
__sfr __at (0xCC) TL2 ;
__sfr __at (0xCD) TH2 ;

/* IE */
__sbit __at (0xAD) ET2 ; /* Enable timer2 interrupt */

/* IP */
__sbit __at (0xBD) PT2 ; /* T2 interrupt priority bit */

/* T2CON bits */
__sbit __at (0xC8) T2CON_0 ;
__sbit __at (0xC9) T2CON_1 ;
__sbit __at (0xCA) T2CON_2 ;
__sbit __at (0xCB) T2CON_3 ;
__sbit __at (0xCC) T2CON_4 ;
__sbit __at (0xCD) T2CON_5 ;
__sbit __at (0xCE) T2CON_6 ;

225

__sbit __at (0xCF) T2CON_7 ;

__sbit __at (0xC8) CP_RL2 ;
__sbit __at (0xC9) C_T2 ;
__sbit __at (0xCA) TR2 ;
__sbit __at (0xCB) EXEN2 ;
__sbit __at (0xCC) TCLK ;
__sbit __at (0xCD) RCLK ;
__sbit __at (0xCE) EXF2 ;
__sbit __at (0xCF) TF2 ;

/* IE (interrupt) bits */
__sbit __at (0xA8) IE_0 ;
__sbit __at (0xA9) IE_1 ;
__sbit __at (0xAA) IE_2 ;
__sbit __at (0xAB) IE_3 ;
__sbit __at (0xAC) IE_4 ;
__sbit __at (0xAD) IE_5 ;
__sbit __at (0xAF) IE_7 ;

/* IP (prioritas interrupt) bits */
__sbit __at (0xB8) IP_0 ;
__sbit __at (0xB9) IP_1 ;
__sbit __at (0xBA) IP_2 ;
__sbit __at (0xBB) IP_3 ;
__sbit __at (0xBC) IP_4 ;

/* BIT Register */
/* ACC */
__sbit __at (0xE0) ACC_0 ;
__sbit __at (0xE1) ACC_1 ;
__sbit __at (0xE2) ACC_2 ;
__sbit __at (0xE3) ACC_3 ;
__sbit __at (0xE4) ACC_4 ;
__sbit __at (0xE5) ACC_5 ;
__sbit __at (0xE6) ACC_6 ;
__sbit __at (0xE7) ACC_7 ;

#endif

226


Click to View FlipBook Version
Previous Book
October - December 2015
Next Book
January - March 2016