The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Edisi Khusus Anggota Sakelid Sima Maung

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sakelidsimamaung, 2023-05-08 23:55:56

Buku Pedoman Penca Cimande

Edisi Khusus Anggota Sakelid Sima Maung

Keywords: pencak silat

BUKU PETUNJUK PENCAK SILAT CIMANDE DI SUSUN OLEH : MUHAMMAD SOPYAN SAURI, S.Pd (GURU BESAR SAKELID SIMA MAUNG)


BAB I SILAT CIMANDE Pencak silat merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia yang berkembang sejalan dengan sejarah bangsa Indonesia. Dengan berbagai macam situasi geografis yang dialami oleh masyarakat Indonesia, pencak silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya pada saat itu. Karena pada mulanya pencak silat diciptakan nenek moyang kita untuk memperoleh keamanan dari ancaman binatang buas. Tidak ada yang tahu kapan, dimana, dan bagaimana pertama kali proses tersebut berlangsung karena informasi yang tersedia sangat terbatas. Pengertian Pencak Silat Dalam rangka untuk menyamakan persepsi dan menyatukan semua perguruan silat di seluruh Indonesia maka Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Badan Koordinasi Intelejen Negara (BAKIN) pada tahun 1975 mendefinisikan pencak silat sebagai berikut: “Pencak silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela, mempertahankan eksistensi (kemandiriannya), dan integritasnya (manunggal) terhadap lingkungan hidup dan alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”. Sejarah dan Perkembangan Pencak Silat Asikin (1975, dalam Maryono, 1998:10) menjelaskan bahwa pencak silat yang mengutamakan beladiri sebetulnya sejak dahulu sudah ada karena dalam mempertahankan hidupnya manusia harus bertarung, baik melawan manusia maupun binatang buas. Pada waktu itu orang yang kuat dan pandai berkelahi mendapat kedudukan yang baik di masyarakat sehingga dapat menjadi kepala suku atau panglima. Lama – kelamaan ilmu berkelahi lebih teratur sehingga tumbulah suatu ilmu beladiri yang disebut pencak silat. Pada zaman kerajaan nusantara, pencak silat dijadikan sebagai alat untuk mencapai status dan kedudukan sosial. Seseorang yang menguasai kemahiran beladiri pencak silat 6 disegani oleh masyarakat dan dapat mencapai kekuasaan politik. Kerajaan nusantara yang dimaksud antara lain Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur abad ke-5 Masehi, Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat pada Abad ke-5 Masehi, Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan pada abad ke-8 Masehi, Kerajaan Karlingga pada abad ke-8 Masehi, dan masih banyak lagi (Mulyana, 2013, h.82). Setelah terbentuknya organisasi pencak silat pada tanggal 18 Mei 1948 bernama IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), para tokoh pencak silat menjadikannya sebagai wadah untuk mempersatukan dan membina seluruh perguruan pencak silat yang yang ada di Indonesia, melestarikan dan mengembangkan pencak silat beserta nilai – nilainya, serta menjadikan pencak silat sebagai sarana pembangunan karakter manusia. Usaha yang dilakukan setelah pembentukan IPSI adalah standarisasi gerakan pencak silat secara nasional yang kemudian ditampilkan pada pembukaan PON I tanggal 8 – 12 September 1948. Mulai dari PON I sampai PON V pencak silat belum dipertandingkan secara resmi. Baru pada PON VII di Surabaya tahun 1969, pencak


silat mulai dipertandingkan secara resmi. Sebagai wujud pendidikan dibidang pengajaran, pencak silat mulai dikembangkan pada tahun 1981 dengan menyusun program pengajaran bersama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Dirjen Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olahraga (Saleh, 1998). Tujuan pembelajaran ini untuk meningkatkan program dibidang olahraga dan kembali mengembangkan pencak silat di bidang kesenian, beladiri dan meningkatkan peranan pencak silat sebagai pendidikan karakter. Dulu pembelajaran pencak silat merupakan salah satu pokok bahasan dalam mata pelajaran olahraga. Pembelajaran pencak silat di sekolah diberikan sedikitnya satu kali dalam seminggu pada pelajaran muatan lokal. Namun sekarang pencak silat sudah tidak lagi menjadi muatan lokal di sekolah. Sehingga kini sangat sulit untuk mendapatkan pembelajaran pencak silat. Di Bogor, sudah hampir tidak ada sekolah dasar dengan pelajaran muatan lokal pencak silat. Ekstrakurikuler pencak silat sangat jarang ditemu di setiap sekolah baik di SD, SMP, dan SMA. Padahal di Bogor sendiri ada aliran pencak silat yang dulunya diajarkan pada muatan lokal disetiap sekolah dasar, yang merupakan salah satu aliran silat tertua di Indonesia, yaitu silat Cimande. Penca Cimande berasal dari Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Cimande Kampung Tarik Kolot. Silat Cimande adalah salah satu aliran pencak silat tertua yang telah mempengaruhi berbagai aliran silat dan perguruan di Indonesia. Menurut narasumber yang merupakan pendekar silat Cimande, para sesepuh dan Guru Besar silat Cimande di Tarik Kolot sepakat bahwa penemu dan pencipta aliran silat Cimande adalah Eyang Khaer. Sejarah Silat Cimande Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber yang merupakan sesepuh silat Cimande, pada abad 17 Eyang Khaer berprofesi sebagai pedagang yang suka berpergian ke beberapa daerah seperti Sumedang, Bandung, dan khususnya Jakarta. Dulu perjalanan dari Bogor menuju Jakarta tidaklah semudah sekarang, banyak binatang buas yang menjadi rintangan Eyang Khaer, Tantangan alam itulah yang katanya turut membentuk beladiri yang dikuasai Eyang Khaer dan bertukar jurus dengan pendekar yang berasal dari China dan Sumatera yang ada di Jakarta. Sehingga terbentuklah sebuah aliran silat yang dinamai silat Cimande yang diambil dari nama tempat Eyang Khaer tinggal yaitu Desa Cimande. Pada tahun 1760 – an Eyang Khaer mulai mengajarkan silat kepada kelima anaknya serta murid – muridnya untuk menyebarkannya ke Jawa Barat yang kemudian akhirnya melahirkan aliran silat terkenal yaitu aliran silat Cikalong.


Perkembangan Silat Cimande Melihat Cimande sebagai aliran silat yang besar, berkembang dan berpengaruh dalam dunia persilatan, Pak Ace sebagai sesepuh silat Cimande turut bangga, namun menurut beliau hal tersebut kurang diimbangi dengan persatuan dan persaudaraan dari setiap internal keluarga besar Cimande khususnya mereka yang tinggal di Tarik Kolot sebagai pusat dan sumber silat Cimande. Dimana silat Cimande kadang dibawa – bawa dalam ranah Politik demi kepentingan pribadi atau suatu kelompok. Sebagai suatu aliran, Cimande hendaknya netral dan menjunjung tinggi ahlak yang diajarkan sesuai dengan Talek Cimande. Meskipun demikian tetap saja, ada saja oknum yang tidak mengindahkan Talek tersebut. Ada yang mengklaim bahwa ilmu kanuragan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari silat Cimande. Ada yang melakukan apa saja demi uang sehingga mudah dimanfaatkan oleh orang – orang yang memiliki kepentingan diluar silat Cimande. Diluar dari itu, perkembangan silat Cimande di masyarakat Bogor juga cukup menyedihkan. Kini silat Cimande tidak dijadikan muatan lokal di Sekolah Dasar dan sangat jarang sekolah yang mengadakan ekstrakurikuler silat Cimande dan sangat disayangkan sekali jika terus didiamkan seperti sekarang ini. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, tetap tidak bisa kita pungkiri bahwa silat Cimande adalah kearifan budaya lokal yang harus tetap kita lestarikan. Nilai – Nilai Luhur Silat Cimande Tidak semua aliran dan perguruan pencak silat memiliki dan mengajarkan pencak silat dengan pembelajaran mental secara spiritual demi menjunjung tinggi nilai – nilai luhur yang ada. Tujuan pembelajaran mental spiritual dari masing – masing aliran dan perguruan silat sangat beragam. Karena setiap aliran dan perguruan silat memiliki ajaran filosofi beladirinya sendiri. Demikian pula dengan silat Cimande, silat Cimande merupakan salah satu aliran silat yang memiliki ajaran secara mental spiritual, dan diajarkan pada setiap pesilatnya demi mengamalkan dan menjunjung tinggi nilai – nilai luhur yang diwariskan para leluhurnya.


BAB II PETUNJUK PENCAK SILAT CIMANDE 1. UMUM Sebagaimana sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah membuktikan , bahwa seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaannya, senantiasa mendasarkan perjuangannya kepada azas-azas hidup takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusayawaratan atau perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Azas hidup tersebut lebih dikenal sebagai falsafah pancasila yang merupakan daya penggerak yang menjiwai dan memberikan kekuatan yang ampuh dalam mengatasi kemampuan-kemampuan lawan maupun rintangan-rintangan yang dihadapi. Azas hidup yang terkandung dalam sila-sila pancasila adalah cermin peradaban, keadaan kebudayaan, cermin keluhuran budi, dan kepribadian yang berurat akar dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangnnya sendiri. Peradaban kebudayaan bangsa Indonesia mencerminkan perpaduan keseluruhan kepribadiannya sebagai bangsa yang ber- Bhineka Tunggal Ika, (Berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan). Siapapun tidak dapat memungkiri anugrah Allah SWT bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa , dengan berbagai adat istiadat, kebudayaan, bahasa dan agama. Tumpah darah Indonesia terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil dengan kekhusuan kekayaan dan keindahan alamnya. Inilah kenyataan kebhinekaan Indonesia, meskipun berbeda-beda, kebhinekaan ini harus tetap dipersatukan , sebab seluruh bangsa Indonesia menginginkan persatuan dan kesatuan. Salah satu kebudayaan daerah yang dalam kehidupannya senantiasa mendasarkan kepada azas hidup yang selaras dengan pancasila adalah “Seni Budaya Bela Diri Pencak Silat Cimande”. Mengandung nilai-nilai, norma-norma, maupun prilaku yang dijunjung tinggi sejak zaman dulu sampai sekarang. Yang telah diwariskan oleh leluhur Cimande kepada generasi-generasi selanjutnya secara turun temurun sebagai perkembangan sejarah. Dan merupaka tradisi kebudayaan dalam kehidupan masyarakat keluarga besar cimande. Didalam sejarah Pencak Silat Cimande semula digunakan oleh leluhur Cimande untuk syiar agama islam . Itulah sebabnya ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala laranga-Nya, merupakan syarat pertama yang harus ditaati dan ditepati oleh Keluarga Besar Pencak Silat Cimande yang tertuang dalam Taleq Cimande. Didalam rangka membina dan mengembangkan Pencak Silat Cimande , sesuai dengan kebhinekaan bangsa Indonesia, bahwa walaupun Pencak Silat Cimande untuk syiar agama islam , namun tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang


bukan pemeluk agama islam( kecuali atheis) untuk berguru Pencak Silat Cimande dengan syarat mereka wajib melaksanakan ajaran agamanya menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing terhadap Allah SWT. Maka dengan demikian sejak dulu telah tumbuh jiwa persatuan dan kesatuan serta kerukunan antar hidup beragama dalam kehidupan Pencak Silat Cimande yang merupakan identitas insan Pencak Silat Cimande. Berguru Pencak Silat Cimande bukan untuk berkelahi, tapi untuk melerai yang berkelahi dan membela diri bilamana diri kita sudah terancam, Sehingga kita perlu mengadakan perlawanan. Itulah sebabnya di babakan Tarikolot Cimande tempat sumbernya perguruan Pencak Silat Cimande tidak terdapat orang-orang yang bermuka seram , juga tidak terdapat pendopo-pendopo tempat latihan pencak silat , malah justeru di Babakan Tarikolot Cimande terdapat barak-barak tempat menampung orang-orang yang membutuhkan pertolongan karena patah tulang, keseleo otot dan lain-lain akibat kecelakaan, dengan pengobatan minyak tradisonal Cimande. Tempat ini selalu penuh dikunjungi oleh orang-orang yang kena musibah dari seluruh wilayah Indonesia dan dari berbagai suku bangsa dan daerah, serta dari pemeluk agama. Disini menunjukan bahwa jiwa perikemanusiaan yang adil dan beradab telah tumbuh sejak leluhur keturunan Cimande dahulu dengan amal perbuatan yang baik dab bermanfaat serta penuh bijaksana. Menjadi kewajiban dan tanggung jawab bagi setiap orang keturunan Cimande dan anggota Keluarga Besar Pencak Silat Cimande dimana saja mereka berada untuk membina dan memelihara serata mengembangkan Pencak Silat Cimande secara murni dan konsekuen sepanjang tidak bertentangan dengan pancasila dan U.U.D 1945. Maka dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab serta kewajiban untuk melaksanakan Taleq Cimande yang telah diamalkan oleh leluhur Cimande untuk membina , memelihara, dan mengembangkan hakekat kepribadian Taleq Cimande serta untuk meneruskan kepada keturunan Cimande dan kepada Keluarga Besar Pencak Silat Cimande, maka dengan mengaharap ridho Allah SWT dan para leluhur Cimade maka di susunlah buku “PETUNJUK PENCAK SILAT CIMANDE “ sebagai pedoman pelaksanaan pembinaan. 2. MAKSUD Maksud dikeluarkannya buku Petunjuk ini sebagai pedoman pelaksanaan pembinaan pencak silat Cimande bagi seluruh keluarga keturunan Cimande dan Keluarga Besar Pencak Silat Cimande , Terutama bagi mereka yang akan berguru pencak silat Cimande dimana saja berada.


3.TUJUAN Terwujudnya adalah untuk: a. Terwujudnya kesadaran yang mendalam tentang jiwa pencak silat Cimande sehingga dapat mengamalkan secara konsekuen. Sebagai insan hamba Allah, sebagai insan Sosial Budaya, sebagai insan pencak silat Cimande, dan sebagai insan warga Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. b. Terwujudnya keluarga besar pencak silat Cimande yang taat dan saleh dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang diyakini masing-masing. c. Terwujudnya pembinaan tradisi, adat istiadat dan ajaran yang mempunyai nilai- nilai luhur yang selaras dengan kehidupan dan tata kehidupan pancasila dan UUD 1945. d. Terwujudnya sikap dan prilaku hidup serta amal perbuatan keluarga besar pencak silat Cimande yang berpedoman pada Taleq. e. Terwujudnya dan terpeliharanya identitas anggota keluarga besar pencak silat Cimande dimana saja mereka berada. 4. RUANG LINGKUP Adapun ruang lingkup Buku Petunjuk ini hanya menguraikan pokok-pokok dan garis besarnya saja baik mengenai sikap dan prilaku hidup dan amal perbuatan maupun mengenai petunjuk-petunjuknya yang berdasarkan taleq, sedangkan halhal lain berkembang sepanjang tidak bertentangan dengan taleq Cimande.


BAB III TALEQ CIMANDE Pencak silat Cimande adalah seni budaya bela diri yang mengandung nilai-nilai , norma-norma maupun perilaku yang di junjung tinggi dan diwariskan dari leluhur Cimande kepada genersi-generasi secara turun-temurun sebagai hasil proses sejarah dan merupakan tradisi dalam kehidupan masyarakat keluarga besar pencak silat Cimande berdasarkan taleq. Didalam kehidupan keluarga besar pencak silat Cimande , Taleq ini merupakan”KODE ETIK” yang harus ditaati dan ditepati oleh keluarga besar Cimande dengan sebaik-baiknya. Taleq Cimande sebagai kebudayaan telah menunjukan nilai-nilai hidup dan makna susila yang berjiwa selaras dengan pancasila, merupakan pendukung penghayatan nilai-nilai yang luhur dari manusia budaya Indonesia. 1.TALEQ 1. Harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya 2. Jangan melawan kepada ibu dan bapak dan wong atua karo 3. Jangan melawan kepada guru dan ratu (pemerintah) 4. Jangan judi dan mencuri 5. Jangan ria takabur dan sombong 6. Jangan berbuat zina 7. Jangan bohong dan licik 8. Jangan mabuk-mabukan dan menghisap madat 9. Jangan jahil, menganiaya sesama makhluk Tuhan 10. Jangan memetik tanpa izin mengambil tanpa minta 11. Jangan suka iri hati dan dengki 12. Jangan suka tidak membayar hutang 13. Harus sopan santun, rendah hati,ramah tamah dan saling menghargai sesama manusia. 14. Berguru Cimande bukan untun gagah-gagahan, kesombongan, dan ugal- ugalan, tapi untuk mencari keselamatan dunia dan akherat. 2. HAKEKAT KEPRIBADIAN TALEQ CIMANDE 1. Adanya kesadaran terhadap Allah SWT 2. Memiliki kesadaran menjadi warga Negara yang taat dan patuh kepada pemerintah 3. Mempunyai nilai-nilai hidup atau budi pekerti yang luhur dan makna kesusilaan 4. Mempunyai kesadaran untuk memelihara kerukunan hidup, persatuan dan kesatuan bangsa, dan kerukunan dalam kehidupan beragama.


3. HAKEKAT INSAN PENCAK SILAT CIMANDE 1. Insan yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. 2. Anggota masyarakat yang mengutamakan kekeluargaan dan gotong royong. 3. Warga Negara yang taat dan patuh kepada pemerintah 4. Manusia yang beramal, menjunjung tinggi serta menghormati adat istiadat 5. yang telah turun temurun menjadi sendi-sendi kehidupan masyarakat dan 6. bangsa , 7. Memelihara tradisi bangsa dalam rangka pelestarian nilai-nilai perjuanagan, 8. Menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman dan mempunyai rasa tanggung jawab dalam menegakan kebenaran dan keadilan rakyat Indonesia. Sebagaimana yang telah ditunjukan oleh generasi 45 Cimande pada waktu revolusi fisik untuk menghancurkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, telah berjuang mati-matian dengan semangat patriotisme yang tinggi, sehingga laskar rakyat Cimade telah disegani oleh lawan maupun kawan.


BAB IV SIKAP DAN PERILAKU HIDUP INSAN PENCAK SILAT CIMANDE Taleq Cimande pada dasarnya merupakan landasan falsafah sebagai pegangan hidup keluarga besar pencak silat Cimande. Dengan pegangan hidup itu mereka dapat kuat tidak terombang ambing dalam perjalanan hidupnya, karena dengan falsafahnya itu jelas pula apa yang menjadi dasar tujuannya. Oleh karena itu sikap dan perilaku hidup insan pencak silat Cimande berdasarkan taleq sebagai berikut: 1) Harus taat dan taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya. Setiap insan pencak silat Cimande hendaknya menyadari bahwa sebagai insan hamba Tuhan yang Maha Esa yaitu manusia susila yang beriman dan bertaqwa kepaNya, Pemeluk agama yang saleh mengakui adanya Tuhan, Kekuasaannya, Keadilannya, dan hidup matinya berada di tangannya. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Bagi mereka yang beragama islam, wajib melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam, melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, serta menjauhi segala larangan Allah dan Rasul-Nya. b. Bagi mereka yang bukan agama islam, wajib melaksanakan ajaran agamanya sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. 2) Jangan melawan kepada ibu dan bapak serta wong atua karo Setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari, bahwa mereka sejak dikandung dan dilahirkan sampai dewasa telah menjadi beban ibu dan bapak dan orang-orang tua lainnya, baik di dalam lingkungan rumah tangga maupun dalam lingkungan lainnya atau masyarakat. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Sebagai anak yang saleh dan taat kepada ibu dan bapaknya serta orang tua lainnya, karena orang tua lain mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman yang dapat di jadikan tempat bertanya disamping ibu dan bapak. b. Tunduk dan patuh kepada kakak-kakak dan yang lebih tua, karena kakak atau yang lebih tua, kalu mereka pria maka akan dapat dijadikan sebagai pengganti bapak, sedangkan kalau wanita sebagai pengganti ibu. c. Ramah tamah dan setia kawan dangan yang sebaya karena mereka akan menjadi teman seperjuangan dan senasib sepenanggungan dalam menghadapi kesulutan hidup. d. Ramah tamah dan baik hati kepada adik-adik dan kepada yang lebih muda , karena meraka akan dapat membantu bila diperlukan sewaktu-waktu.


3) Jangan melawan kepada guru dan ratu (pemerintah) Setiap insan pencak silat Cimande hendaknya menyadari bahwa Guru adalah sumber ilmu yang telah mengendap dalam pribadi masing-masing selama ini. Begitu pula mereka atau orang-orang yang suka memberikan petunjuk kejalan yang benar untuk keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun di akherat harus dianggap sebagai guru, mereka harus mendapatkan perlakuan sebagaimana yang diberikan kepada guru. Pemerintah adalah pelindung rakyat memajukan kesejahteraan rakyat, mencerdaskan rakyat dalam kehidupan masyarakat dan lain-lain. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Sebagai insan yang bermoral yang menjunjung tinggi serta menghormati adat istiadat, harus taat dan patuh serta mengikuti perintah dan petunjuk guru. b. Mengikuti petunjuk-petunjuk orang yang membawa kejalan yang benar di dunia dan akherat. c. Sebagai warga Negara rapublik Indonesia mematuhi dan mentaati segala ketentuan pemerintan, pancasila dan UUD 45. 4) Jangan judi dan mencuri Setiap insan pencak silat Cimande hendaknya menyadari bahwa judi dan mencuri adalah perbuatan yang dilarang oleh agama maupun pemerintah, karena perbuatan tersebut merupakan pangkal kejahatan. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Menjauhi segala perbuatan yang mengarah kepada perjudian b. Mengendalikan diri dari keinginan mendapatkan sesuatu yang gampang. 5) Jangan ria, takabur dan sombong. Setiap insan pencak silat Cimande hendaknya menyadari bahwa ria, takabur dan sombong adalah suatu perbuatan yang didorong oleh nafsu yang buruk yang merupakan bujukan syetan, dalam pergaulan akan dibenci dan dijauhi teman, dalam masyarakat dapat menimbulkan perselisihan akibat ulah tersebut, akhirnya mengancam kerukunan hidup dalam masyarakat. SIKAP DAN PERILAKUNYA Selalu mawas diri, mengakui kelemahan dan kekurangan sendiri serta untuk memperbaikinya


6) Jangan berbuat Zina Setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari bahwa berbuat zina dan memperkosa wanita adalah perbuatan yang tidak bermoral dan biadab melanggar kesusilaan dan ajaran agama yang mendapat kutukan didunia dan akherat. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Hargailah derajat kaum Wanita b. Mengendalikan hawa nafsu yang mengarah kepada pelanggaran kesusilaan 7) Jangan bohong dan licik Setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari bahwa bohong dan licik adalah suatu perbuatan yang tidak terpuji, dapat menghilangkan kewibawaan dan kepercayaan orang , menimbulkan kesukaran dalam pergaulan dan menjadi rintangan dalam segala kegiatan, akhirnya akan menimbulkan frustasi pada diri sendiri. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Bersikap jujur dan loyal terhadap siapapun b. Bermusyawarahlah dalam menghadapi persoalan di dalam menyelesaikan suatu masalah. 8). Jangan mabuk-mabukan, menghisap madat dan sebaginya Setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari bahwa minuman keras, candu, ganja dan sebagainya dapat merusak keseimbangan tubuh, kesehatan jasmani dan rohani. Kemudian dapat mengarah kepada perbuatan kejahatan yang menggangu keamanan dan ketertiban umum, sehingga mempengaruhi moral dan moril masyarakat dan bangsa. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Menjauhkan diri dari minuman keras, candu dan sebagainya b. Menghindiri dari keinginan untuk mencoba sekedar ingin mengetahui rasanya. 9). Jangan jahil menganiaya sesama mahkluk Allah Setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari bahwa jahil, aniaya terhadap sesame makhluk Allah adalah perbuatan yang tidak mempunyai rasa kemanusiaan dan merupak sikap yang tidak terpuji.


SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Tidak berbuat kasar, bengis dan sadis b. Mengendalikan hawa nafsu buruk 10) Jangan memetik tanpa izin mengambil tanpa minta Setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari bahwa perbuatan tersebut walaupun sifatnya hanya iseng saja tidak didorong oleh kebutuhan yang mendesak, namun perbuatan itu hukumnya mencuri, maling namanya, hal ini bisa menimbulkan salah faham dalam hubungan kekeluargaan dan kerukunan hidup SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Jangan iseng tertarik oleh sesuatu, bila perlu terus terang b. Minta maaf bila sudah terlanjur 11) Jangan suka iri hati dan dengki Setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari bahwa perbuatan iri hati dan dengki terhadap siapapun menunjukan seseorang yang tidak percaya akan kekuasaan, keadailan dan kodrat Allah SWT segala sesuatau berada di tangan Allah, nasib, derajat, dan harkat manusia berada di tangannya. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Menyadari akan kodrat Allah SWT. b. Berdo’alah kepada Allah untuk mendapatkan rahmat dan karunianya c. Menghilangkan rasa iri hati dan dengki terhadap manusia. 12) Jangan suka tidak mau membayar hutang setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari bahwa meninggalkan hutang berlarut-larut sema dengan mematikan kehidupan orang lain dan mengancam penghidupan seluruh keluarganya. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Membiasakan hidup sederhana dan tidak boros b. Menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan. 13) Harus sopan santun, rendah hati, ramah tamah saling harga menghargai diantara sesama manusia Setiap insan pencak silat cimande hendaknya menyadari bahwa sikap dan perilaku demikian didalam pergaulan sehari-hari didalam kehidupan masyarakt sendiri akan memupuk dan mengikat keakraban , mempererat kerukunan,


memperkokoh persatuan dan kesatuan , sedangkan pergaulan tersebut didalam kehidupan dengan bangsa –bangsa lain akan menunjukan kepribadian bangsa Indonesia yang luhur dan berbudi. SIKAP DAN PERILAKUNYA a. Silih asah, silih asih, dan silih asuh b. Pergaulan yang luwes, tidak menyendiri. c. Tidak membedakan, harkat, derajat, serta martabat seseorang, kesukuan dan golongan. 14) Berguru pencak silat cimande bukan untuk gagah-gagahan, kesombongan, dan ugal-ugalan, tetapi untuk mencari selamat dunia dan akhirat Taleq yang keempat belas ini sebagai taleq yang terakhir , sesungguhnya merupakan amanah dari leluhur cimande kepada keturunannya dan kepada keluraga besar pencak silat cimande, untuk diperingatkan kepada setiap orang yang berguru pencak silat cimande, pertama-tama mereka harus beritikad demi keselamatn di dunia dan akhirat.Menyelewengkan taleq berarti mereka harus menanggung sendiri akibatnya SIKAP DAN PERILAKUNYA Setiap orang yang akan berguru pencak silat cimande harus menyatakn kesetian dan kepatuhannya untuk mengamalkan taleq sebagai berikut: PANCA SETIA 1) Kami insan pencak silat cimande yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. 2) Kami insan pencak silat cimande yang patuh dan taat kepada pemerintah Republik Indonesia, Pancasila dan UUD 45 3) Kami insan pencak silat cimande yang patuh dan taat kepada ibu dan bapak serta wong atua karo 4) Kami Insan pencak silat cimande yang mengutamakan penggunaan pencak silat untuk melerai diri demi kebenaran dan keadailan 5) Kami insan pencak silat cimande yang setia dan menempati janji serta mengamalkan dan mengamankan taleq cimande. Janji ini di ucapkan oleh setiap insan pencak silat cimande untuk menunjukan bahwa mereka berjanji untuk mengemalkan dan mengamankan taleq. . Janji ini disebut “JANJI SETIA INSAN PENCAK SILAT CIMANDE”


BAB V AMAL PERBUATAN INSAN PENCAK SILAT CIMANDE Panca setia insan pencak silat cimande bukan hanya dinyatakan dengan ucapan saja, tetapi harus diwujudkan dengan amal perbuatan dalam pengembangan dan pengamalan hakekat kepribadian taleq, amal perbuatan dalam lingkungan keluarga dan amal perbuatan dalam lingkunagn masyarakat , bangsa dan Negara. 1. Dalam pengembangan kepribadian taleq. Dalam rangka pengembangan taleq secara perorangan dengan penuh keyakinan, berkewajiban untuk senantiasa berusaha: a) Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT b) Menghayati dan Mengamalkan Taleq c) Memupuk Sikap mental yang mencerminkan kesadaran untuk turut mendukung penghayatan dan pengamalan serta pengamanan taleq 2. Dalam pengamalan kepribadian taleq Dalam rangka pengamalan kepribadian taleq agar mengutamakan kesederhanaan dalam: a) Sikap dan tutur kata harus menggunakan bahasa yang baik, membiasakan diri berbicara dengan menggunakan bahasa nasional Indonesia , sopan santun dan tahu menempatkan diri. b) Cara berpakaian, tidak berlebih-lebihan sehingga memperlihatkan gejala- gejala menonjolkan diri ingin lain dari pada yang lain c) Keadaan rumah tangga, disesuaikan dengan keadaan lingkunagn setempat, tidak menunjukan hal-hal yang dapat menimbulkan pandangan buruk (negative) d) Dalam pergaulan, ramah tamah, tidak menunjukan sikap menyendiri, selalu bersedia memberikan bantuan fikiran, tenaga,maupun harta sesuai kemampuan kita. e) Perbuatan lainnya, merupakan suri tauladan yang bersifat membangun dan bergotong royong. 3. Membina dan memimpin keluarga sendiri Dalam usaha membina dan memimpin keluarga dalam lingkungan sendiri ( anak, istri, saudara) agar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan Negara, dapat ditempuh dengan langkah-langkah antara lain sebagai berikut: a) Memupuk, memelihara, dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta ketaatan menjalankan syarat-syaratnya dan amal ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing terhadap Allah SWT. b) Memenuhi dan mencukupi nafkah lahir dan batin


c) Mendidik dan membimbing anggota keluarga untuk hidup sederhana, hemat, tidak boros, dan untuk dapat mengingat hari depan. d) Memelihara kerukunan dalam rumah tangga e) Pandai membagi waktu sehingga hal-hal yang merupakan bagi kesejahteraan keluarga tidak diabaikan. f) Senantisa memperhatikan kesulitan yang dihadapi keluarga, baik lahiriyah maupun bathiniyah g) Memberikan suri tauladan yang baik terutama mental dan budi pekerti h) Memberikan tuntunan akan hal-hal dan kewajiban hidup didalam masyarakat, bangsa dan Negara. 4. Dalam lingkungan masyarakat Amal perbuatan insan pencak silat cimande dalam lingkungan masyarakat mencakup banyak hal satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi, kegiatan yang dapat dilakukan antara lain sabagai berikut: a. Ikut serta membantu usaha pemerintah dalam segala bidang pembangunan b. Ikut serta membina kesadaran masyarakat terhadap kesadaran bernegara berdasarkan pancasila dan UUD 45 c. Ikut serta dalam membina keamanan dan ketertiban umum.


BAB VI KETENTUAN-KETENTUAN UMUM 1) Pusat Perguruan Pencak Silat Cimande yang disingkat P3SC berkedudukan di babakan tarikolot cimande lemah duhur, kecamatan caringin, kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. 2) Ketua umum P3SC dipegang oleh seorang sesepuh yang tertua dari keturunan leluhur cimande. Dibantu oleh para sesepuh lainnya, sesuai dengan proses sejarah kepemimpinan pencak silat cimande yang dilakukan secara turun temurun 3) Para sesepuh keturunan cimande dapat menerima calon siswa-siswa pencak silat cimande ditempatnya masing-masing atas sepengetahuan ketua umum P3SC 4) Para sesepuh keturunan cimande dapat mengirimkan guru-guru pencak silat cimande ke perguruan-perguruan pencak silat cimande diseluruh tanah air dan di luar negeri bila diperlukan dengan membawa surat perintah tugas dari ketua umum P3SC 5) Anggota keluarga besar pencak silat cimande yang bukan keturunan cimande yang sudah mempunyai kwalifikasi pencak silat cimande dapat mendirikan perguruan pencak silat cimande dengan ketentuan tidak menyimpang dari taleq cimande dan ketentuan umum.Mendirikan perguruan pencak silat cimande harus dapat pengesahan dari ketua umum P3SC, hal ini dilakukan demi terjaminnya pengamalan dan pengamanan serta kelestarian nilai-nilai hakekat kepribadian pencak silat cimande yanbg sesuai dengan taleq cimande. 6) Perguruan pencak silat cimande yang menghasilkan guru pencak silat cimande berdasarkan penilaian memenuhi syarat kawlifikasi guru pencak silat cimande dapat mengajukan daftar nama-nama yang diangkat kepada P3SC untuk dapat mengsahkan dari ketua umum P3SC. 7) Hal-hal lainnya yang belum tercantum dalam buku petunjuk dan ketentuan-ketentuan umum akan diatur kemudian dengan melalui musayawarah seluruh anggota keluarga besar pencak silat cimande.


BAB VII PENUTUP Sebagai insan pencak silat cimande yang merupakan anggota masyarakat dari pada masyarakat budaya pancasila, keluarga besar pencak silat cimande harus merupakan kekuatan yang ikut membantu penyempurnaan watak dan kepribadian bangsa Indonesia yang berbentuk bhineka tunggal ika untuk membina persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka pembinaan tradisi pencak silat cimande. Pembinaan tradisi pencak silat cimande adalah suatu usaha, tindakan dan kegiatan yang sadar, berencana dan berlanjut untuk memelihara dan meningkatkan tradisi pencak silat cimande yang tidak bertentangan dengan jiwa pancasila dalam rangka memelihara identitas pencak silat cimande. Tradisi pencak silat cimande adalah tradisi yang hidup dan berkembang khusus dalam lingkungan pencak silat cimande serta merupakan hasil perkembangan sejarah sejak leluhur cimande sampai sekarang dan selanjutnya dianggap sebagai identitas ciri bagi identitas pencak silat cimande. Dengan buku petunjuk pembinaan pencak silat cimande ini diharapkan perkembangan pencak silat cimande akan lebih terarah kepada terwujudnya ketahanan nasional dalam lingkungan keluarga besar pencak silat cimande sebagai bagian dari keluarga besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Semoga Allah SWT melimpahkan kekuatan lahir dan bathin kepada keluarga besar pencak silat cimande didalam melaksanakan amal perbuatannya demi ketahanan pencak silat cimande dalam rangka ketahanan nasional.


BAB VIII PROFIL PAGURON SENI PENCA ALIRAN CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG


ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN Pasal 1 Organisasi ini bernama PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG Pasal 2 PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG didirikan pada tanggal 02 Juni 2020 di Kabupaten Bogor Jawa Barat untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Pasal 3 PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG berkedudukan di Kabupaten Bogor Jawa Barat. BAB II KEDAULATAN Pasal 4 Kedaulatan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG berada pada Musyawarah Nasional (Munas) / Musyawarah Besar (Mubes) BAB III DASAR, TUJUAN, DAN USAHA Pasal 5 Dasar Perguruan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG adalah Pancasila dan UUD 1945. Pasal 6 Tujuan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat sebagai budaya warisan bangsa Indonesia guna mewujudkan manusia yang beriman, bertaqwa, tangguh, sehat, terampil, bertanggung jawab, berbudi pekerti luhur dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.


Pasal 7 Usaha 1. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas Paguron Seni Penca Cimande Sakelid Sima Maung. 2. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas pencak silat secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 3. Mengembangkan dan meningkatkan metode dan teknik pengajaran pencak silat sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat. 4. Membina kerja sama dengan organisasi pencak silat, organisasi olah raga dan seni yang lain serta dengan unsur masyarakat lainnya. 5. Membina kerja sama yang efektif dan efisien dengan berbagai instansi lintas sektoral dan dengan negara lain. BAB IV A T R I B U T Pasal 8 Atribut Paguron Seni Penca Cimande Sakelid Sima Maung mempunyai atribut yang terdiri dari: lambang, panji, bendera, pedoman, penghormatan, pakaian seragam, sabuk atau tingkatan, dan kartu anggota dengan bentuk dan corak serta makna sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Paguron Seni Penca Cimande Sakelid Sima Maung. BAB V MAJELIS PENDEKAR DAN DEWAN PELATIH PUSAT Pasal 9 MAJELIS PENDEKAR Majelis Pendekar adalah Jabatan Fungsional tertinggi di Perguruan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG dan memiliki wewenang untuk membimbing calon Pendekar Sakelid Sima Maung, Sebagai Pakar, Majelis Pendekar memiliki 4 kewajiban tambahan : 1. Memberikan Materi Pencak Silat dan memimpin seminar dalam bidang ilmu yang mereka kuasai yang meliputi 5 Aspek dalam Pencak Silat : Beladiri, Olahraga, Seni Budaya, Mental Spiritual dan Pengobatan Tradisional Cimande. 2. Melakukan penelitian dalam bidang ilmunya 3. Pengabdian pada masyarakat termasuk consultatif (baik dalam bidang pencak silat maupun bidang pemerintahan)


4. Melatih para calon Pendekar agar mampu membantu menjadi asisten atau bahkan menggatikannya kelak. 5. Majelis Pendekar bertugas meneliti, membimbing, mengawasi dan memprotek seluruh kegiatan-kegiatan yang berada di tingkat pusat, Daerah, Cabang, Ranting untuk dapat mengontrol secara menyeluruh baik dalam aspek manajemen, administrasi, kesekretariatan, latihan dan berlatih di seluruh Indonesia dan Luar Negeri. 6. Majelis Pendekar : Terdiri dari beberapa orang pakar yang dengan kepakarannya / keahliannya dapat memberikan sumbangan pada pembinaan dan pengembangan kualitas Pencak Silat Khususnya PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG. 7. Menyusun Kriteria; standart bagi pelatih, asisten pelatih, wasit dan juri beserta kewenangannya dengan pemberian sertifikat. 8. Melalui Pusat memberikan kemudahan, kelancaran mengenai kelengkapan syarat-syarat yang harus dimiliki bagi setiap anggota SAKELID SIMA MAUNG dalam meningkatkan jenjang kepandaian serta kemampuannya antara lain : Ijazah, surat keputusan, ataupun sertfikat. 9. Majelis Pendekar melihat dan mendalami aspek-aspek Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). di dalam pemenuhan kehidupan seharihari dalam hal pengembangan, pemasyarakatan dan penggunaan jalur-jalur hukum yang berlaku bagi para anggota SAKELID SIMA MAUNG Pasal 10 Dewan Pelatih Pusat Dewan Pelatih Pusat : adalah anggota SAKELID SIMA MAUNG yang berpredikat Satria Utama atau menyandang Sabuk Hitam SAKELID SIMA MAUNG. 1. Dewan Pelatih Pusat bertanggung jawab kepada Majelis Pendekar SAKELID SIMA MAUNG 2. Dewan Pelatih Pusat dapat mengangkat seorang ketua dan staf-stafnya dengan persetujuan dari Majelis Pendekar SAKELID SIMA MAUNG 3. Masa Bakti Kepengurusan DPP SAKELID SIMA MAUNG sekurang-kurangnya 3 tahun 4. Dewan Pelatih Pusat bertugas meningkatkan atau mempertahankan mutu pelatih dengan menyelenggarakan ; sarasehan, diskusi, penataran, dan kontiunitas yang baik di tingkat Pusat, Cabang ataupun ranting 5. Usaha memberikan kelengkapan pembinaan/latihan bagi PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG yang berada di cabang dengan memberikan fasilitas administrasi bagi yang akan membuka cabang baru di setiap daerah 6. Memberikan petunjuk secara sistematis melalui brosur atau referensi yang ada guna melengkapi cara melatih fisik dan perbafasan, juga tidak dilupakan penanaman disiplin serta pembinaan moral bagi setiap anggota SAKELID SIMA MAUNG 7. Pedoman pelajaran materi SAKELID SIMA MAUNG, yang telah dibukukan untuk kemudahan pemahamannya diusahakan penyampaiannya kepada pengurus cabang yang dilanjutkan kesetiap ranting 8. Menyampaikan kalender tahunan dalam kegiatan (Pereuhan, Ziarah, Ujian Kenaikan Tingkat dan Kejuaraan) bagi setiap akhir tahun


BAB VI K E A N G G O T A A N Pasal 11 Keanggotaan 1. PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG terbuka untuk setiap orang dengan tidak memandang agama, negara, bangsa, umur, dan jenis kelamin. 2. Setiap anggota tidak menjadi anggota Perguruan Pencak Silat lain dalam waktu yang bersamaan. 3. Setiap anggota berjanji setia memenuhi Pedoman SAKELID SIMA MAUNG. 4. Persyaratan keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga SAKELID SIMA MAUNG. BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 12 Hak Setiap anggota mempunyai: 1. Hak berbicara dan hak suara 2. Hak memilih dan hak dipilih 3. Hak membela diri Hak-hak anggota seperti tersebut dalam ayat 1 pasal 12 ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga SAKELID SIMA MAUNG. Pasal 13 Kewajiban 1. Setiap anggota wajib menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan organisasi. 2. Setiap anggota wajib memegang teguh Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, peraturan, keputusan dan disiplin organisasi. 3. Setiap anggota wajib melaksanakan kebijakan dan program kerja organisasi.


BAB VIII SUSUNAN DAN HIRARKI ORGANISASI Pasal 14 Susunan Organisasi Organisasi PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG terdiri dari: 1. Dewan Pengurus Pusat SAKELID SIMA MAUNG berkedudukan di BOGOR JAWA BARAT. 2. Pengurus Daerah SAKELID SIMA MAUNG berkedudukan di ibu kota propinsi 3. Pengurus Cabang SAKELID SIMA MAUNG berkedudukan di kabupaten, kota, daerah di luar negeri, atau daerah lain yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat. 4. Pengurus Ranting SAKELID SIMA MAUNG berkedudukan di kecamatan atau daerah lain yang ditetapkan oleh Pengurus Cabang. Pasal 15 Hirarki Organisasi 1. Dewan Pengurus Pusat SAKELID SIMA MAUNG mempunyai garis komando membawahi semua pengurus daerah dan pengurus luar negeri. 2. Pengurus Daerah SAKELID SIMA MAUNG mempunyai garis komando membawahi semua pengurus cabang. 3. Pengurus Cabang SAKELID SIMA MAUNG mempunyai garis komando membawahi semua pengurus Ranting. BAB IX K E U A N G A N Pasal 16 Keuangan Sumber keuangan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG diperoleh dari : 1. Iuran pangkal anggota 2. Iuran rutin anggota 3. Sumbangan sukarela dari donatur, pemerintah, dan lembaga lain yang tidak Mengikat


4. Usaha-usaha lain yang sah. BAB X MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT Pasal 17 Musyawarah dan Rapat-rapat 1. Musyawarah SAKELID SIMA MAUNG terdiri dari : a. Musyawarah Nasional / Musyawarah Besar (MUNAS / MUBES) b. Musyawarah Daerah (MUSDA) c. Musyawarah Cabang (MUSCAB) d. Musyawarah Ranting (MUSRAN) 2. Rapat SAKELID SIMA MAUNG terdiri dari: a. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) b. Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) c. Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) d. Rapat Kerja Ranting (RAKERAN) BAB XI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 18 Pengambilan Keputusan 1. Pengambilan keputusan organisasi diusahakan sejauh mungkin melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila hal ini tidak memungkinkan maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak (voting). 2. Musyawarah pengambilan keputusan, sekurang-kurangnya dihadiri oleh 2/3 peserta musyawarah atau rapat dan disetujui oleh 2/3 dari jumlah anggota yang hadir. BAB XI ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 19 1. Dewan Pengurus Pusat membuat dan menyusun Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan lain yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar Perguruan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG (SAKELID SIMA MAUNG).


2. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar Perguruan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG (SAKELID SIMA MAUNG), harus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dengan merujuk kepada Anggaran Dasar. 3. Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan lainnya tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Perguruan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG (SAKELID SIMA MAUNG). BAB XII PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 20 Perubahan Anggaran Dasar 1. Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) atau Musyawarah Besar (MUBES) SAKELID SIMA MAUNG. 2. Perubahan anggaran dasar dianggap sah apabila: a. Dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah peserta. b. Disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir. BAB XIII PEMBUBARAN ORGANISASI Pasal 21 Pembubaran Organisasi a) Pembubaran Organisasi SAKELID SIMA MAUNG hanya dapat dilakukan dalam suatu Musyawarah Nasional (MUNAS) / Musyawarah Besar (MUBES), seperti tertuang dalam BAB XI pasal 18. b) Jika Organisasi SAKELID SIMA MAUNG dibubarkan, kekayaan organisasi yang meliputi asset, hak cipta, kekayaan intelektual, dan dokumen ditetapkan oleh komisi yang dibentuk oleh MUNAS / MUBES termasuk ketentuan tentang peruntukan kekayaan tersebut.


BAB XIV P E N U T U P Pasal 22 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga dan/atau keputusan tersendiri.


ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I ORGANISASI Pasal 1 Visi dan Misi Visi Perguruan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG: Melestarikan dan mengembangkan pencak silat sehingga menjadi kebanggaan dan jati diri Bangsa Indonesia. Misi Perguruan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG : 1. Melestarikan seni beladiri tradisional pencak silat sebagai warisan budaya bangsa agar dapat diwariskan kembali kepada generasi mendatang. 2. Mengembangkan pencak silat baik secara kualitas dan kuantitas yang disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan ciri khas pencak silat. 3. Meningkatkan kesejahteraan para praktisi pencak silat melalui pencak silat itu sendiri. Pasal 2 Sifat dan Fungsi (1) SAKELID SIMA MAUNG adalah organisasi yang bersifat kekeluargaan, berasaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 (2) SAKELID SIMA MAUNG mempunyai sekurang-kurangnya 3 fungsi, yakni : 1. Sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan promosi berbagai hal yang menyangkut Pencak Silat Cimande. 2. Sebagai pusat berbagai kegiatan yang berhubungan dengan upaya pelestarian, pengembangan, penyebaran dan peningkatan citra Pencak Silat Cimande dan nilainilainya. 3. Sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat Pencak Silat Indonesia. (3) SAKELID SIMA MAUNG bersikap netral, independen dan demokratis.


BAB II KEANGGOTAAN Status, Syarat dan Alasan Pemberhentian Pasal 3 Status SAKELID SIMA MAUNG mempunyai istilah untuk status keanggotaan sebagai berikut : 1) Anggota biasa, yaitu anggota yang secara aktif mengikuti kegiatan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG menurut tingkatannya masing-masing. 2) Anggota luar biasa, yaitu orang-orang yang tercatat sebagai simpatisan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG dan memberikan sumbangan material dan spiritual terhadap kemajuan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG. 3) Anggota kehormatan, yaitu anggota yang berjasa kepada PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG. Pasal 4 Syarat Syarat-syarat untuk menjadi anggota SAKELID SIMA MAUNG adalah : a) Mengajukan permohonan secara tertulis untuk menjadi anggota b) Membayar uang pangkal dan uang iuran rutin. c) Bersedia mentaati Pedoman SAKELID SIMA MAUNG. d) Bersedia mentaati dan menjunjung tinggi disiplin dan kehormatan organisasi SAKELID SIMA MAUNG. Pasal 5 Alasan Pemberhentian 1. Anggota berhenti karena : a) Meninggal dunia b) Mengundurkan diri atas permintaan sendiri c) Diberhentikan.


BAB III KEPENGURUSAN Pasal 6 Susunan Pengurus Pusat - Dewan Pembina - Dewan Penasehat - Ketua Umum - Ketua Harian - Ketua I (Bidang Organisasi) - Ketua II (Bidang Teknik dan Pelatihan) - Ketua III (Bidang Kerjasama dan Humas) - Ketua IV (Bidang Pengembangan Usaha dan Dana) - Sekretaris Umum - Wakil Sekretaris Umum - Bendahara Umum - Wakil Bendahara Umum - Bidang Penataan Organisasi - Bidang Anggota dan Pemassalan - Bidang Olahraga dan Prestasi - Bidang Seni Bela Diri dan Budaya - Bidang Pembinaan Pelatih - Bidang Litbang Pencak Silat - Bidang Pengembangan Sumber Dana - Bidang Wira Usaha - Bidang Kerjasama Antar Organisasi - Bidang Dokumentasi dan Publikasi Pasal 7 Susunan Pengurus Daerah Susunan Pengurus Daerah SAKELID SIMA MAUNG sekurang-kurangnya terdiri dari: - Penasehat - Ketua Umum - Wakil Ketua I - Wakil Ketua II - Sekretaris I - Sekretaris II - Bendahara I - Bendahara II - Seksi Teknik, Pertandingan, Perwasitan - Seksi Kerohanian - Seksi Kerjasama dan Hubungan Masyarakat - Seksi Perlengkapan - Pembantu Umum


Pasal 8 Susunan Pengurus Cabang Susunan Pengurus Cabang SAKELID SIMA MAUNG sekurang-kurangnya terdiri dari: - Pembina/Penasehat - Ketua - Wakil Ketua I - Wakil Ketua II - Sekretaris I - Sektetaris II - Bendahara I - Bendahara II - Seksi Teknik, Pertandingan, dan Perwasitan - Seksi Kerohanian - Seksi Kerjasama dan Hubungan Masyarakat - Seksi Perlengkapan - Pembantu Umum Pasal 9 Susunan Pengurus Ranting Susunan Pengurus Anak Cabang SAKELID SIMA MAUNG sekurang-kurangnya terdiri dari: - Pembina/Penasehat - Ketua - Wakil Ketua - Sekretaris - Bendahara - Seksi Teknik - Seksi Kerohanian - Seksi Kerjasama dan Hubungan Masyarakat - Seksi Perlengkapan BAB IV RAPAT-RAPAT Pasal 10 1. Musyawarah Nasional / Musyawarah Besar dihadiri oleh anggota paripurna Dewan Pengurus Pusat, utusan Daerah, dan utusan Cabang dari dalam dan luar negeri, yang dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali. 2. Rapat Kerja Nasional / Besar diadakan selambat-lambatnya 6 bulan setelah pelaksanaan MUNAS / MUBES.


3. Musyawarah Daerah dihadiri oleh anggota paripurna pengurus daerah dan utusan Cabang, yang dilaksanakan setiap 4 (empat) tahun sekali. 4. Rapat Kerja Daerah diadakan selambat-lambatnya 4 bulan setelah MUSDA. 5. Musyawarah Cabang dihadiri oleh anggota paripurna pengurus Cabang dan utusan Ranting, yang dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun sekali. 6. Rapat Kerja Cabang diadakan selambat-lambatnya 3 bulan setelah MUSCAB. 7. Musyawarah Ranting diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota Ranting, yang dilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali 8. Rapat kerja ranting diadakan selambat-lambatnya 1 bulan setelah Musyawarah Ranting. BAB V PROGRAM KERJA DAN KEGIATAN Pasal 11 (1) Program Kerja SAKELID SIMA MAUNG disusun oleh Pengurus SAKELID SIMA MAUNG Pusat dan ditetapkan dalam Munas / Mubes SAKELID SIMA MAUNG. (2) Rencana Kegiatan untuk mendukung keberhasilan program kerja dapat dilaksanakan setelah dikonsultasikan dan memperoleh persetu-juan dari pimpinan Pengurus SAKELID SIMA MAUNG Pusat BAB VI DISIPLIN ORGANISASI Pasal 12 (1) Setiap anggota SAKELID SIMA MAUNG, baik dalam kedudukan sebagai pengurus maupun bukan pengurus harus senantiasa menjaga harkat, martabat dan kehormatan SAKELID SIMA MAUNG, serta hubungan kekeluargaan diantara sesama anggota. Setiap pelanggaran disiplin sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dikenakan sanksi seperti diatur dalam pasal 5 ayat (1) huruf c. Pasal 13 (1) Setiap anggota dilarang melakukan tindakan dalam organisasi SAKELID SIMA MAUNG yang dapat menimbulkan pertentangan dan perpecahan diantara se-sama anggota SAKELID SIMA MAUNG. (2) Setiap anggota dilarang melakukan kegiatan dan usaha yang secara langsung atau tidak langsung bertentangan dengan asas, dasar, sifat dan tujuan SAKELID SIMA MAUNG


BAB VIII LAMBANG Pasal 14 Lambang Perguruan PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG 1. Bentuk Lingkaran ; memberikan kesan yang dinamis, bergerak, memiliki kecepatan, sesuatu yang berulang, tidak putus, tidak memiliki awal atau akhir, abadi, memiliki kualitas dapat diandalkan sesuatu yang sempurna serta kehidupan. 2. Warna Dasar Hitam : melambangkan ketegasan, profesional, dan kredibilitas 3. Bentuk Perisai Sebagai Makna Perlingdungan Diri dari Ancaman Lawan 4. List Merah Putih : 1. Symbol negara dimana Paguron Seni Penca Cimande SAKELID SIMA MAUNG Berasal. 2. Warna Merah menandakan Keberanian 3. Warna Putih Kesucian


5. Kujang Merupakan senjata Tradisional Tatar Sunda., Jika perlu dapat dipergunakan sebagai alat penjaga diri. 5 (lima) lubang melambangkan Lima Dasar Pokok Negara “Pancasila”. Kujang Melambagkan Kekuatan 2 Penggagas terbentuknya PAGURON SENI PENCA CIMANDE SAKELID SIMA MAUNG. 6. Gambar Kelid, symbol pendiri dan makna dari Nama Lembaga tersebut, Warna Kuning dari gambar tersebut bermakna : Seperti halnya sinar matahari yang membuat hari kita semangat, kebahagiaan dan kejayaan. Makna Filosofis yang terkandung dalam Jurus Kelid : 1. Membuang semua sifat keburukan yang ada dalam diri kita 2. Bermakna, Berdiri tegak pada prinsip Lam Alief, Tegak, Kokoh, tidak mudah goyah, tidak mudah terombang ambing, memiliki prinsip dalam mengarungi kehidupan. 7. Harimau / Maung : Bagi sebagian besar masyarakat Sunda, maung tak hanya dimaknai sebagai seekor hewan buas penguasa rimba hutan di Tatar Pasundan. Maung menempati posisi tertinggi dalam stratifikasi hewan yang hidup di Tatar Sunda. Masyarakat Sunda juga memandang maung sebagai simbol semangat dan keberanian. Manusa unggul bisa bermakna memiliki sejumlah sifat yang dimiliki oleh maung/harimau sebagai binatang cerdas dan kuat atau maung sebagai akronim dari manusa unggul ada enam sifat unggul maung yang seharusnya direvitalisasi kembali Pertama, tidak suka saling mencerai sesama. dikorelasikan dengan gambaran saling asah, saling asih, dan asuh. Kedua, Jiwa sauyunan dan atau sabilulungan. Maung atau harimau jika melihat ada sesamanya yang kesulitan mengejar mangsa, maung lainnya akan segera membantu. Saat mangsa sudah didapat, maung pelopor akan berbagi dengan yang membantunya. Sifat tersebut banyak terdapat pada peribahasa Sunda, malah masih sering diperhatikan oleh para pinisepuh Sunda yang masih jumeneng. Ketiga, sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Jika si jantan mendapatkan hasil buruan, yang didahulukan untuk memakannya adalah “istri” dan anak-anaknya. Juga bila maung betina mendapatkan mangsa, yang didahulukan menikmatinya adalah anak-anaknya. Keempat adalah pantang menyerah. Salah satunya pernah dicontohkan barisan kecil Maharaja Linggabuana yang lebih meilih mati menghadapi pasukan besar dalam perang bubat dari pada dihinakan. Kelima, pandangannya sangat luas dan jauh ke depan atau sangat visioner. Eksistensi kerajaan Sunda selama Sembilan abad ditambah sejumlah cikal bakalnya


sejak abad keempat disebut dst, sangatlah selaras dengan sifat-sifat tadi. Termasuk visi Paguron Seni Penca Cimande Sakelid Sima Maung bisa dijadikan pembuktian. Keenam adalah karisma suara dan penampilannya. Maung cenderung tidak banyak bekerja daripada mengaung. 8. Lambang Riak Air Sungai Melambangkan adanya Sungai Cimande yang memberikan manfaat dan kesuburan bagi masyarakat sekitarnya. 9. Gambar tangan putih : menggambarkan bahwa sakelid Sima Maung siap membantu, Negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader Sakelid Sima Maung berkepribadian nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap 10. TULISAN SAKELID SIMA MAUNG, menjelaskan bahwa Pencak Silat Sakelid Sima Maung adalah perguruan pencak silat yg beraliran Cimande, yg bersifat Progresif artinya metode pembelajaran / pengembangan di SAKELID SIMA MAUNG mengikuti metode pembelajaran yg sifatnya terkini atau up-to-date, sedangkan Nilai Ajaran Cimande nya tetap dipelihara dan terpelihara sesuai dengan aslinya. SAKELID SIMA MAUNG memodifikasi antara Tradisi dan Modernisasi sehingga terbentuk management organisasi, administrasi sehingga di SAKELID SIMA MAUNG diberlakukan tingkatan dalam proses pembelajarannya Tingkatan yg paling rendah adalah selendang putih, tingkatan kedua sabuk kuning, tingkatan ketiga sabuk hijau, tingkatan ke empat sabuk biru, tingkatan kelima adalah sabuk coklat, tingkatan ke enam, adalah sabuk hitam dan tingkat terakhir Sabuk Merah. Karena sifatnya TRADISI, maka dalam hal beladiri di SAKELID SIMA MAUNG semuanya ada karena sifatnya yg tradisi 'unik, antik, dan kuno' Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Cimande "SAKELID" bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat CIMANDE sebagai budaya warisan bangsa Indonesia guna mewujudkan manusia yang beriman, bertaqwa, tangguh, sehat, terampil, bertanggung jawab, berbudi pekerti luhur dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. SAKELID SIMA MAUNG akan berusaha konsisten dalam melestarikan seni budaya tradisional Indonesia khususnya Pencak Silat Aliran Cimande. Seni Beladiri Pencak Silat Cimande "SAKELID SIMA MAUNG" bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat sebagai budaya warisan bangsa Indonesia guna mewujudkan manusia yang beriman, bertaqwa, tangguh, sehat, terampil, bertanggung jawab, berbudi pekerti luhur dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.


BAB IX KEUANGAN Uang Pangkal, Uang Iuran dan USAHA LAIN Pasal 15 Uang Pangkal 1. Uang Pangkal : - Setiap anggota baru dikenakan uang pangkal sebesar Rp 150.000 Pembagiannya : Pusat Rp. 75.000, Cabang 75.000. - Uang pangkal dibayar satu kali selama menjadi anggota. Pasal 16 Uang Iuran 2. Uang Iuran : - Setiap anggota dikenakan uang iuran yang besarnya ditentukan setiap tingkatan dengan jumlah minimal Rp. 50.000 - Uang iuran ditarik setiap bulan - Pembagian hasil iuran sebagi berikut : a) Pusat mendapat 25% b) Cabang yang mengelola mendapat 75 % Pasal 17 Usaha Lain 3. Usaha lain : 1. Setiap pengurus SAKELID SIMA MAUNG mulai dari tingkat Ranting, Cabang, Daerah dan Pusat mengupayakan berbagai usaha dan donasi sebagai sumber dana organisasi. 2. Usaha dan donasi dimaksud harus bersifat halal, sukarela, dan tidak mengikat organisasi dalam melaksanakan kegiatannya.


BAB IX PENUTUP Pasal 18 (1) Dengan diberlakukannya Anggaran Rumah Tangga ini, maka segala peraturan dan ketentuan yang pernah ada dan bertentangan atau menyimpang dari Anggaran Rumah Tangga ini, dianggap tidak ber-laku lagi. (2) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini, akan diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan Pengurus SAKELID SIMA MAUNG Pusat sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa Anggaran Rumah Tangga ini. Pasal 19 (1) Anggaran Rumah Tangga ini ditetapkan dalam Munas / Mubes SAKELID SIMA MAUNG


BAB IX PROGRAM PELAJARAN PAGURON SENI PENCA CIMANDE “SAKELID SIMA MAUNG” Pencak Cimande adalah salah satu aliran Pencak Silat tertua di Jawa Barat. Pencak aliran Cimande pertama kali diciptakan oleh seorang Kyai bernama Mbah Khair kurang lebih pada pertengahan abad ke-17. Cimande merupakan salah satu desa di Kabupaten Bogor yang letaknya diantara dua kaki bukit, Gunung Pangrango dan Gunung Salak. Tarikolot adalah suatu kampung di Desa Cimande. Dalam Profil Persatuan Pelatihan Pencak Silat Aliran Cimande/PPSAC Tari adalah olah dari raga, kolot adalah istilah tua dalam bahasa sunda. Tarikolot adalah kampung orang tua yang menjadi cikal bakal lahirnya seni beladiri silat Cimande yang kini terus dilestarikan dan disyiarkan oleh putra dan putri keturunan serta pengikutnya yang kini menjadi aliran dan perguruan. Ilmu Seni beladiri ini dikenal dengan nama Pencak Silat Cimande, mulai dari Buang Kelid, yaitu himpunan berbagi teknik, taktik, dan strategi bela diri tangan kosong. Pepedangan yaitu himpunan berbagi teknik, taktik, dan strategi beladiri khas Cimande menggunakan golok/tongkat, serta Ibing Penca Tepak Hiji Salancar, yaitu jurus yang hanya di sajikan sebagai keindahan. Seni Beladiri Silat Cimande dapat dipelajari dan dipahami oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga dewasa tua. Gerak seni bela diri Pencak Silat cimande adalah gerak dari wiraga, wirasa, dan wirahma. PPSAC (Persatuan Pencak Silat Aliran Cimande) didirikan pada tahun 1991 oleh Putra dan Putri keturunan. PPSAC didirikan dengan tujuan menghimpun semua perguruan dalam satu aliran. Rangkai materi pembelajaran PPSAC yang diberikan kepada murid Cimande yaitu 1. upacara bendera, 2. membacakan Talek Cimande, 3. Buang Kelid, Pepedangan dan 4. Ibing Penca Tepak Hiji Selancar. Pembelajaran 2 untuk anak tidak sama dengan remaja atau dewasa. Materi pertama yang di berikan kepada anak adalah Ibing Penca Tepak Hiji Selancar. Cimande merupakan pendidikan nonformal. Setiap hari minggu anak-anak Cimande berlatih di pusat pedepokan (PPSAC). Akan tetapi masih banyak murid yang tidak fokus pada saat proses berlatih sehingga murid sering lupa dan bingung ketika mengulang kembali materi di rumah. Hal ini terjadi kemungkinan besar karena metoda pembelajaran di PPSAC masih konvensional (Tradisional), yaitu melalui metoda ceramah dan praktek sehingga proses belajar mengajar di pusat pedepokan kurang menarik mengingat karakter murid dalam memahami pembelajaran berbeda-beda. Selain itu, masih ada orang tua siswa khususnya warga Cimande yang tidak mengetahui mengenai pencak cimande sehingga kegiatan belajar atau latihan di luar padepokan pun tidak terlalu membantu. Seiring berjalannya waktu, metode


pembelajaran berkembang menjadi banyak alternatif baru yang tidak hanya memanfaatkan metode konvensional saja. Metode pembelajaran alternatif ini salah satunya adalah metode pembelajaran modern. Metode pembelajaran modern pada dasarnya menggunakan tiga gaya mengajar, yaitu gaya audio, gaya visual, dan gaya gerak. Secara umum metode ini merupakan metode yang diminati oleh murid. Selain itu, metode belajar lain yang dapat membantu dan mempermudah murid dalam belajar adalah dengan menggunakan media belajar. Media belajar akan membantu murid untuk mempelajari Ibing Penca Tepak Hiji Selancar baik di padepokan maupun dirumah. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka identifikasi masalah sebagai berikut : 1. Proses belajar mengajar di pusat pedepokan kurang menarik. 2. Murid sering lupa mengulang kembali materi Ibing Penca Tepak Hiji Selancar dirumah. 3. Karakter murid dalam memahami pembelajaran berbeda-beda. 4. Masih ada orang tua siswa khususnya warga Cimande yang tidak mengetahui mengenai pencak cimande sehingga penddikan anak tidak terbantu pada saat diluar pembelajaran atau latihan. Ajaran Cimande, secara garis besar terdiri dari : 1. Taleq 2. Keceur 3. Buang Kelid 4. Peupedangan 5. Salancaran 1. TALEG Taleg adalah sebuah ritual atau upacara yang cukup umum berada dalam sebuah silat tradisional atau perguruan dengan tujuan dan maknanya masing-masing. Ada banyak sebutan, talek, taleg, harkat, kecer atau lain sebagainya. Terkadang, masingmasing aliran atau perguruan memiliki definisi yang berbeda atas apa yang mereka lakukan dalam talek. Pencak silat Cimande adalah seni budaya bela diri yang mengandung nilai-nilai , norma-norma maupun perilaku yang di junjung tinggi dan diwariskan dari leluhur Cimande kepada generasi-generasi secara turun-temurun sebagai hasil proses sejarah dan merupakan tradisi dalam kehidupan masyarakat keluarga besar pencak silat Cimande berdasarkan taleq. Didalam kehidupan keluarga besar pencak silat Cimande, Taleq ini merupakan kode etik yang harus ditaati dan ditepati oleh keluarga besar Cimande dengan sebaik-baiknya. Taleq Cimande sebagai kebudayaan telah menunjukan nilai-nilai hidup dan makna susila yang berjiwa selaras dengan Pancasila, merupakan pendukung penghayatan nilai-nilai yang luhur dari Budaya Indonesia.


1. Harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya. 2. Jangan melawan kepada ibu dan bapak serta orang yang sudah tua. 3. Jangan melawan kepada guru dan ratu (pemerintah). 4. Jangan jud! dan mencuri. 5. Jangan ria takabur dan sombong. 6. Jangan berbuat z!na. 7. Jangan bohong dan licik. 8. Jangan mabuk-mabukan dan menghisap m4dat. 9. Jangan jahil, menganiaya sesama makhluk Tuhan. 10. Jangan memetik tanpa izin mengambil tanpa minta. 11. Jangan suka iri hati dan dengki. 12. Jangan suka tidak membayar hutang. 13. Harus sopan santun, rendah hati,ramah tamah dan saling menghargai sesama manusia. 14. Berguru Cimande bukan untun gagah-gagahan, kesombongan, dan ugalugalan, tapi untuk mencari keselamatan dunia dan akherat. Hakekat kepribadian Taleq Cimande 1. Adanya kesadaran terhadap Allah SWT. 2. Memiliki kesadaran menjadi warga Negara yang taat dan patuh kepada pemerintah. 3. Mempunyai nilai-nilai hidup atau budi pekerti yang luhur dan makna kesusilaan. 4. Mempunyai kesadaran untuk memelihara kerukunan hidup, persatuan dan kesatuan bangsa, dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Hakekat insan pencak silat Cimande 1. Insan yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. 2. Anggota masyarakat yang mengutamakan kekeluargaan dan gotong royong. 3. Warga Negara yang taat dan patuh kepada pemerintah. 4. Manusia yang beramal, menjunjung tinggi serta menghormati adat istiadat yang telah turun temurun menjadi sendi-sendi kehidupan masyarakat dan bangsa , memelihara tradisi bangsa dalam rangka pelestarian nilai-nilai perjuanagan, menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman dan mempunyai rasa tanggung jawab dalam menegakan kebenaran dan keadilan rakyat Indonesia. Sebagaimana yang telah ditunjukan oleh generasi 45 Cimande pada waktu revolusi fisik untuk menghancurkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, telah berjuang mati-matian dengan semangat patriotisme yang tinggi, sehingga laskar rakyat Cimade telah disegani oleh lawan maupun kawan.


2. KEUCER Elmu Penca Cimande memiliki doktrin yang ditanamkan kepada setiap calon anak muridnya melalui prosesi ijab kabul patalekan. Doktrin ini kemudian berfungsi sebagai sandi tata-krama, tata-dharma (kode etik) serta falsafah hidup yang harus disetiai dan dipegang teguh. Rumusan kode etik, atau dikenal dengan istilah Talek Cimande, di dalamnya terkandung nilai-nilai agung kemanusiaan, keluhuran budi pekerti, serta keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Suci. Prosesi ijab kabul patalekan dirangkaikan dengan upacara keceran. Calon anak murid menerima “Air Keceran” yang diteteskan Sang Guru ke dalam matanya, sebagai simbol komitmen anak murid untuk tetap setia memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam Talek Cimande. Patalekan dan Keceran juga menandakan dimulainya ikatan batin antara guru dan murid, sekaligus menjadi tanda pengesahan secara adat diakuinya seseorang sebagai anak murid cimande. Isi dari TALEK CIMANDE adalah: 1. Ulah ngalawan ka Indung ka Bapa (berpantang diri mendurhakai Ibu dan Ayah) 2. Ulah ngalawan ka dulur saluhureun (berpantang diri membangkang terhadap saudara tua) 3. Ulah baha ka guru, ratu, wong atua karo (berpantang diri menentang Guru, pemerintah serta kedua orang tua) 4. Ulah mipit teu amit – ngala teu menta (berpantang diri mengambil hak /milik orang lain) 5. Ulah jinah ranyed (berpantang diri melecehkan dan memanfaatkan kelemahan kaumwanita) 6. Ulah linyok bohong (berpantang diri berbuat kebohongan) 7. Ulah ujub takabur (berpantang diri bersikap angkuh dan sombong) 8. Ulah sirik pidik, jail kaniaya ka sasama (berpantang diri bersifat iri, dengki dan melakukan segala bentuk penganiayaan) 9. Samangsa-mangsa panggih jeung papada kaula di jalan anu heurin ulah kapiheulaan nyimpang, mun panggih di pasampangan ulah kapiheulaan nanya.


(menghindari perselisihan dengan mendahului berbuat kebaikan kepada orang lain) 10. Dimana makalangan ulah ngasupan tiheula, tapi saupama diasupan batur teu meunangmundur najan satunjang beas,dina harti ulah ngejat ti pakalangan (mampu menjaga kehormatan diri dengan senantiasa bersikap ksatria) Patalekan anu kasebut di luhur, diiket ku hiji talek pamungkas, minangka sengkeranana nyaeta: (seluruh isi patalekan tersebut, dibentengi oleh satu talek pamungkas, yaitu:) 11. Kudu iman ka Allah jeung ka Rasulna (Pikeun nucan asup Islam supaya ngalaksanakeun papagon agama anu jadi agemanana). (Harus beriman kepada Allah dan Rasul-Nyabagi yang sudah beragama Islam. Sedangkan bagi yang belum memeluk Agama Islam dianjurkan untuk menjalankan dengan baik ajaran agama yang dianutnya) 3. BUANG KELID Jurus Buang Kelid merupakan himpunan berbagai teknik, taktik dan strategi beladiri tangan kosong khas Cimande yang berjumlah 33 jurus dan dipelajari melalui 2 tahap latihan, yaitu: 1. Jurus Buang Kelid Diuk (dilakukan dengan posisi duduk Sila Ngampar) 2. Jurus Buang Kelid Nangtung (dilakukan denganPola Buang Lengkah Juru Tilu) Rangkaian jurus Kelid Cimande ini bertujuan untuk : 1. Merekondisi otot dan tulang rangka, memampatkan kalsium dalam tulang, memperkuat lamad dan serabut pada sendi tulang. 2. Melatih kekuatan otot danmemaksimalkan fungsi seluruh anggota tubuh guna menunjang kesempurnaan teknik beladiri serta membangun ketahanan anggota badan terhadap benturan keras. 3. memberikan ketrampilan teknik beladiri tangan kosong dan penggunaan senjata pendek, seperti: kujang, kudi, badi, pisau dan yg sejenis. 4. Melatih kepekaan sensor tubuh agar mampu menghasilkan respon yang tepat dalam setiap kondisi ( responsiveness to sensory stimuli ) 5. memberikan teknik pemulihan dari cedera dan 6. Membentuk mental seorang Pandekar Penca


JURUS BUANG KELID CIMANDE No. Nama Jurus No. Nama Jurus 1 Tonjok Ambreg 18 Selup Ditonjok 2 Tonjok Sabeulah 19 Kelid Tilu 3 Kelid 20 Selup Tilu 4 Selup 21 Kelid Lima 5 Timpah Serong 22 Selup Lima 6 Timpah Sabeulah 23 Peuncitan 7 Timpah dua kali 24 Timpah Bohong 8 Batekan 25 Serong panggul 9 Teke Tampa 26 Serong Guil 10 Teke Purilit 27 Serong Guar 11 Tewekan 28 Singgul Serong 12 Kedutan 29 SinggulSabeulah 13 Guaran 30 Sabet Pedang 14 Kedut Guar 31 Beulit Kacang 15 Kelid Dibeulah PAKALAH 16 Selup Dibeulah 32 Pakalah Leutik 17 Kelid Ditonjok 33 Pakalah Gede


4. Jurus Pepedangan Jurus Pepedangan merupakan himpunan berbagai teknik, taktik dan strategi beladiri bersenjata khas Cimande sejumlah 17 jurus sebagai tahapan program latihan yang dipelajari setelah anak murid Cimande menguasai Jurus Buang Kelid. Rangkaian 17 Jurus Pepedangan ini dimaksudkan untuk: 1. Melatih keterampilan teknik beladiri bersenjata yang dapat diaplikasikan untuk berbagai jenis senjata bilah panjang seperti: golok, pedang, gobang, tombak dan limbuhan 2. Melatih ketahanan otot dan tulang kaki 3. Melatih koordinasi gerak antara tangan dan kaki 4. Melatih kecepatan bergerak dan kelincahan tubuh 5. Melatih keseimbangan tubuh 6. Melatih mental betarung dan 7. Pembelajaran tentang ragam pola langkah kaki sebagai landasan pengetahuan seni dalam bertarung. JURUS PEPEDANGAN No. Nama Jurus No. Nama Jurus 1 Ela-ela 10 Samberan Sabeulah 2 Ela-ela Sabeulah 11 Serongan 3 Selup Kuriling 12 Serongan Sabeulah 4 Jagangan 13 Opat Likur 5 Tagogan 14 Buangan Dua Kali 6 Piceunan 15 Opat Likur Sabeulah 7 Balungbang 16 Selup Kuriling


8 Balungbang Sabeulah 17 Selup Bohong 9 Samberan Keterangan: Jurus Pepedangan ini dilakukan secara berpasangan ; seorang mempraktekan jurus dan yang lain meniru gerakan lawannya dengan kecepatan yang setara. Gerakan seperti inilah yang dalam Elmu Penca dinamakan ngeunteungan lawan. 5. Ibing Tepak Salancar dan Ngadu Bincurang Ibing Tepak Salancar adalah istilah yang digunakan untuk seni ibing kendang penca tradisi buhun khas Cimande dalam wirahma tepak hiji yang biasanya digelar oleh masyarakat Cimande pada saat kendurian. Wirahma Tepak Salancar inilah yang kemudian menjadi cikal bakal munculnya wirahma seni tepak kendang penca khas Jawa Barat lainnya seperti: Tepak Dua, Tepak Tilu, Tepak Paleredan dan Tepak Golempangan. Pagelaran Ibingan Tepak Salancar biasanya dilanjutkan dengan demonstrasi Ngadu Bincurang, yaitu ajang adu kekuatan yang dilakukan oleh dua orang pesilat dengan cara saling membenturkan kaki pada bagian tulang kering dengan diiringi tetabuhan kendang penca dalam wirahma tepak padungdung. Ngadu Bincurang juga merupakan salah satu bentuk ujian fisik dan mental bagi para anak murid Cimande untuk mengukur kemampuan yang telah dicapai setelah berlatih. Beberapa istilah gerak yg terdapat dalam Tepak Salancar ini diantaranya eluk paku dan oray meuntas Dalam Tepak Salancar Cimande terkandung makna filosofi yang mendalam, diantaranya bercerita tentang sikap : 1. Kemandirian 2. Kesiagaan 3. Kesederhanaan 4. Keterbukaan 5. Keberanian


Ibing Penca Tepak Hiji Selancar adalah ketuk pertama dari beberapa rangkaian jurus dasar kejadian yang ditambahkan elemen kembangan untuk mempermanisnya. Jurus ini hanya disajikan sebagai keindahan gerak karena jurus jurusnya memiliki unsur keindahan. Sebenarnya di dalam ibing penca teknis pencak silat sudah cukup lengkap, mulai dari jurus, kuda-kuda, pasang, perpindahan posisi, hingga pola langkah. Tapi, di dalam Ibing Penca Tepak Hiji Selancar dimasukan elemen kembangan untuk mempermanisnya. Di Pusat Pelatihan Pencak Silat aliran Cimande (PPSAC) ibing penca langsung diberikan kepada murid baru, tanpa melalui tahap belajar jurus dasar. Kemudian setelah murid tersebut telah mampu menghafal dan membawakan ibing dengan benar dan bagus, maka mulailah mengajarkan aplikasi yang terdapat dalam ibingan ibingan tersebut setelah umur 17 tahun. Istilahnya mesek cangkang tembong eusi, layu kembang bijil buah. Arti harfiahnya adalah mengupas kulit agar terlihat isinya, layu bunga lantas muncul buahnya. Jadi setelah ibingan itu dibuka kaidah-kaidah silatnya dengan dibarengi dengan latihanlatihan tertentu maka seorang pesilat yang ibingannya bagus dapat pula melakukan pembelaan diri dengan baik. Jurus dalam Ibing Penca Tepak Hiji Salancar Di dalam Ibing Penca Tepak Hiji Selancar terdapat jurus-jurus pencak silat. Namun, Pertama-tama harus dibedakan terlebih dahulu antara Gerak Dasar, Jurus Dasar, dan Jurus Kajadian. Gerak Dasar adalah unsur yang paling kecil dalam suatu gerak. Misalnya ketika seorang pesilat melakukan satu gerak langkah serong sambil melakukan tangkisan sekaligus pukulan, maka di dalamnya terdapat beberapa gerak dasar, yaitu kuda-kuda serong, langkah serong, tangkisan, dan pukulan. Jurus Dasar (Jurus Kajadian) adalah jurus yang yang di ambil dalam Buang Kelid. Satu jurus dasar bisa terdiri dari satu gerakan, satu rangkaian pendek, bahkan bisa juga berupa rangkaian. panjang. Unsur-unsur Pokok Ibing/Tari tepak satu salancar Ada tiga unsur yang di anggap paling pokok dalam Ibing penca Tepak hiji Salancar yaitu Wiraga, Wirahma, dan Wirasa. suatu istilah yang dipinjam dari bahasa jawa kuno. Ketiganya harus benar-benar dikuasai oleh para pelaku Ibing penca Tepak hiji Salancar. Berikut ini akan dibicarakan satu-persatu. 1. Wiraga Wiraga dalam Ibing Tepak hiji Salancar adalah peragaan atau sikap gerak dari seluruh anggota tubuh, yang terdiri dari badan beserta anggota badan dan bagian-bagiannya. Jadi, Wiraga dapat diartikan penataan badan beserta anggota dan bagian-bagiannya, Dapat juga diartikan dasar gerak. Dalam Ibing Tepak hiji Salancar Wiraga adalah


materi dasar yang harus dikuasai oleh murid. tahapan program latihan yang dipelajari dipelajari melalui 2 tahap latihan, yaitu : a) Pola langkah (langkah kaki) b) Gerak tubuh (tangan dan kepala) 2. Wirahma Secara harfiah berarti "ritme" jadi Wirahma berasal dari kata irama. wirahma Ibing Penca Tepak Hiji Salancar adalah pengiring sebagai tempo gerakan. Alat pengiring tersebut yaitu gendang pencak yang terdiri dari dua gendang besar(indung) dan dua gendang kecil (kulantir) yang berperan sebagai pengiring gerakan dan mengatur tempo lagu. Terompet sebagai melody lagu dan gong kecil (kempul) atau bende dalam penampilannya gerakan pencak selalu ditikberatkan dengan iringan gendang. 3. Wirasa Wirasa erat sekali kaitannya dengan perasaan atau lebih jelas lagi erat kaitannya dengan penghayatan. Wirasa tidak terlepas dari unsur wiraga dan wirahma, yang saling mendukung. Penempatan tenaga yang tepat antara leuleus (lemas/rileks) dan teuas (keras) akan semakin baik, demikian juga penggunaan ekspresi akan lebih gereget dengan cara membayangkan seolah-olah sedang menghadapi lawan. Pesilat yang telah mengetahui aplikasi dari ibing penca yang dibawakannya akan lebih menghayati setiap gerakannya. Fungsi Ibing Penca Tapak Hiji Selancar Jurus ini berfungsi sebagai keindahan gerak karena jurus - jurusnya memiliki unsur keindahan dan setiap penampilannya harus diiringi musik gendang pencak yang terdiri dari dua gendang besar (indung) dan dua gendang kecil (kulantir) yang berperan sebagai pengiring gerakan dan mengatur tempo lagu, berfungsi sebagai pembukaan dalam setiap kegiatan pencak silat Cimande, sebagai pembukaan ritual pada tradisi Cimande (Adu Bincurang), dan merupakan Tingkatan terakhir dalam pencak silat Cimande. 1. Delapan penjuru arah mata angin Dalam Tepak hiji Salancar langkah pertama yang harus di pelajari adalah arah penjuru mata angin, arah penjuru mata angin berfungsi sebagai guide arah dalam gerak langkah. Berdasarkan arahnya gerak langkah meliputi : a) Gerak langkah ke depan b) Gerak langkah serong kanan depan c) Gerak langkah ke kanan d) Gerak langkah serong kanan belakang e) Gerak langkah ke belakang f) Gerak langkah serong kiri belakang g) Gerak langkah ke kiri h) Gerak langkah serong kiri depan


2 Pola langkah Ibing tepak hiji selancar Pola Ibing Tepak hiji Salancar merupakan guide langkah gerak dasar dalam mempelajari Ibing Tepak hiji Salancar dari awal sampai akhir. Gambar Pola langkah Ibing Penca Tepak Hiji Salancar.


3. Kuda-kuda dasar


Gambar Kuda-kuda tengah kanan dan kiri Kuda-kuda serong


Click to View FlipBook Version