85 selesai panen ke sawah/menuai dengan hasil yang melimpah, maka rakyat mengadakan syukuran dengan riang gembira, salah satu kegiatan tersebut adalah dengan pacu sampan di Batang Kuantan, Karena panen ke sawah dilaksanakan sekali setahun, maka lomba sampan ini juga diadakan setiap selesai panen. Dengan berjalannya waktu, lomba pacu jalur semakin berkembang dan bentuk jalur (sampan) nya pun semakin bagus dan besar dan akhir tercipta jalur yang ada pada saat ini. Pada masa penjajahan lomba pacu jalur diadakan memperingati kelahiran Ratu Belanda, tetapi setelah Indonesia merdeka, pacu jalur diadakan Bulan Agustus untuk memperingati Hari kemerdekaan Republik Indonesia. Pacu jalur Kuantan Singingi di Batang Kuantan Sumber: Pemkab Kuansing
86 Adapun pembagian dari jalur sebagai berikut: • Haluan atau disebut luan yaitu bagian depan, tempat duduk tukang tari. • Telinga, yaitu bagian jalur berbentuk telinga pada kiri kanan dan muka belakang. • Ular-ular yaitu tempat duduk anak jalur • Timba ruang (timbo ruang) bagian tengah jalur tempat menimba air. • Kemudi, yaitu tempat berdiri tukang hoyak (onjai). • Lambai-lambai, yaitu hiasan yang berdiri di kemudi jalur Pacu jalur bukan hanya sebagai budaya lomba belaka, tetapi juga sebagai alat pemersatu antar penduduk desa, antar kampung/desa dan seluruh masyarakat adat Kuantan Singingi. 3. Tradisi Pencak Silat. Silat adalah sejenis seni bela diri yang diajarkan kepada anak-cucu dan kemenakan. Tujuan memberikan pendidikan silat kepada anakcucu dan kemenakan adalah sebagai bekal untuk membela diri jika mendapat ancaman dari orang yang ingin mencelakakan kita, apalagi para generasi muda Kuantan Singingi suka hidup merantau sebelum berumah tangga, maka sebelum pergi merantau mereka dibekali dengan silat sebagai bela diri jika di perantauan diserang musuh Untuk menjadi pemain silat, terlebih dahulu mendaftar menjadi anak silat pada perguruan silat yaitu yang disebut halaman silat yaitu dengan memotong atau meracik limau . Belajar silat dilaksanakan pada bulan
87 Ramadhan sehabis shalat tarawih sampai waktunya makan sahur. Dalam belajar bersilat harus di laman silat yang dibina oleh guru besar dan dibantu oleh induak barompek yaitu guru yang membantu guru besar, induak barompek yang mengajarkan langkah ompek sampai mahir gerakan silat. Guru besar akan turun mengajar untuk mengambil keputusan terakhir. Pertunjukan dan permainan silat diadakan hari-hari besar agama seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Pada pertunjukan silat diiringi dengan rarak godang yang terdiri dari gong, gendang dan talempong. Rarak dibunyikan, apabila langkah empat di mulai. Permainan silat diadakan di gelanggang silat. Silek Pangean meragakan silek tangan di Balai Adat Sumber www.youtube.com
88 Ada dua jenis silat yang dipertunjukan yaitu: • Silat Tangan, yaitu silat pada awalnya tangan kosong, tetapi setelah pada langkah gayung, si penikam mengeluarkan pisau. Dan pisau tersebut dapat ditangkis oleh yang ditikam. • Silat pedang yaitu kedua pemain silat menggunakan senjata pedang, biasanya pedang dibuat dari rotan, sehingga bisa melentur. Pertunjukan silat ditutup dengan silat berempat dan diakhiri dengan bersalam salaman dan doa 4. Tradisi Perahu Bahganduang Tradisi perahu bahgandung adalah tradisi masyarakat Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik. Menurut Sejarah pelaksanaan tradisi perahu bahgandung sudah ada sejak tahun 1811. Kegiatan ini adalah dengan merangkai 3 buah perahu dengan memaknai tali bapilin tigo (tiga yang bersatu) atau tungku tigo sajorang, yaitu Pemerintah, pemangku adat dan ulama. Maka perahu bahgandung adalah melambangkan persatuan para pemimpin masyarakat adat dan pemerintah setempat untuk memajukan daerahnya.
89 Tradisi perahu Baghandung di Sungai Kuantan Kecamatan Kuantan Mudik Sumber: kupaskasus.com 5. Tradisi Ma’arak Anak Pancar. Dalam masyarakat Adat Kuantan Singingi terdapat istilah “Induak Bako“ dan “Anak Pancar’. Induak Bako adalah keluarga besar dari pihak bapak ayah. Sedangkan persukuan pihak bapak/ayah disebut dengan bako saja. Anak pancar adalah anak dari saudara laki-laki, baik anak itu laki-laki maupun Perempuan. Ada beberapa tradisi dalam masyarakat Kuantan Singingi terhadap anak pancar yaitu: • Ma’arak waktu bersunat Rasul, waktu khatam qur’an dan turun mandi maka induak bako akan datang dengan membawa Bintang (talam berisi bermacam jenis makanan) yang akan
90 dihidangkan pada para tamu • Ma’arak Pernikahan. Apabila anak pacar anak mamak melangsungkan pernikahan, maka pada walimah (pesta) pernikahannya pihak induak bako bersama seluruh persukuannya akan pergi mengantar anak pacarnya ke rumah pengantin perempuan dengan membawa bintang (talam yang berisi makanan) dengan diiringi rarak serta dengan menjulang anak pancar pada tempat yang telah dibuat begitu indah, mungkin bentuk kerbau, gajah, jawi, kuda, pesawat dan lainlain. Tradisi Junjung Bintang maarak anak pancar Sumber www.pasiana.com
91 BAB VII Ragam Seni Budaya Dan Peninggalan Sejarah Masyarakat Kuantan Singingi adalah masyarakat adat yang beradat dan berbudaya, sehingga setiap kegiatan adat dan budaya terdapat seni, seni itulah yang membuat indah dan menarik kegiatan tersebut seperti pada budaya pacu jalur, pada jalur itu terdapat ukiran-ukiran dan lukisan yang indah, pada rumah godang atau rumah koto juga terdapat ukiran-ukiran berupa seni. Masyarakat Kuantan Singingi sebagaimana daerah lain di Nusantara juga mempunyai bermacam permainan rakyat yang sebagian permainannya itu tidak ada pada daerah lainnya. Adapun jenis-jenis seni dan permainan rakyat Kuantan Singingi adalah: A. Seni Budaya 1. Seni dan Pertunjukan • Randai Randai adalah seni pertunjukan dan hiburan bagi masyarakat Kuantan Singingi, disebut seni pertunjukan karena pertunjukan karena menampilkan suatu cerita, dalam cerita terdapat beberapa babak, antara babak akan diselingi dengan lagu. Dalam perjalan ceritanya juga terdapat lelucon (lucu-lucu), semakin lucu pertunjukan randai maka semakin menarik bagi penontonnya. • Teater/Sandiwara Salah satu seni teater yang terpopuler di Kuantan Singingi adalah
92 Sandiwara, yaitu suatu pertunjukan dengan menampilkan cerita yang menarik dengan beberapa babak, antara babak ke satu babak biasanya diselingi pembacaan puisi, nyanyian yang sesuai dengan alur ceritanya, jika kematian ayah maka lagunya anak yatim, jika peperangan maka lagunya lagu pahlawan. Penampilan pada pertunjukan sandiwara sangat penyesuaian dengan ceritanya. 2. Saluang Saluang adalah sebuah kesenian masyarakat Kuantan Singingi. Pertunjukan saluang diiringi dengan nyanyian berpantun. Pantun biasanya dapat dipesan pada penyanyinya, umpama untuk menyindir seseorang yang berbaju merah atau berbaju hijau dan lain sebagainya. 3. Kayat Kayat berasal dari kata bahasa arab ( ) hikayat yaitu bercerita, jadi kayat merupakan memapar hikayat atau cerita Nabi Muhammad Saw. Kayat dipertunjukan pada hari-hari besar Islam umpama pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Pada Isra’ mi’raj. Pada saat ini kayat tersebut telah tidak dijumpai lagi, hanya saja kita berharap kepada pemangku adat agar budaya kayat ini dikembalikan kepada yang sebenarnya, sebab kayat yang ada pada akhir-akhir ini sudah keluar dari hikayat itu sehingga tidak sesuai lagi dengan nama hikayat. 4. Rebab Rebab merupakan seni hiburan berupa alat gesek hampir sama dengan piul/biola tetapi tangkainya agak panjang menampilkan lagu dengan diiringi nyanyian yang merdu dan menyenangkan. 5. Seni Lukis, Pahat
93 a. Motif Semut beriring b. Motif Bunga Kendur c. Motif Bunga Manggis d. Motif Bunga Cengkeh. e. Motif Itik Pulang Petang
94 f. Motif Selembayung Rakyat Kuantan Singingi sudah lama mengenal motif-modif yang ada, ini dibuktikan pada rumah -rumah godang dan jalur sudah memakai motif tersebut B. Permainan Rakyat 1. Main Ligu Main ligu adalah permainan kecerdasan dalam membidik punya lawan. Ligu terbuat dari tempurung kelapa, agar ligu dapat diluncurkan maka harus ada tuas atau penolak, penolak biasanya dibuat dari kayu atau batang bambu. Gambar Bermain Ligu Sumber folklokosabudaya.id
95 2. Main Gasing a. Gasing Bulat Bertali Main gasing adalah permainan anak remaja laki-laki. Gasing terbuat dari kayu keras dimainkan dengan mempergunakan tali. Fungsi tali untuk memutar gasing dengan melingkarkan pada leher gasing. Cara bermain gasing adalah dengan memangkah gasing lawan yang berada di bawah ini. Main gasing salah satu permainan Kuantan Singingi Sumber : imagoes.biz b. Gasing Kayu Gasing kayu yaitu permainan mempergunakan kayu yang berdiameter lebih kurang lebih 8 – 10 cm dengan panjang lebih kurang 30–40 cm. Cara memainkannya yang kalah menancapkan
96 di tanah, kemudian yang menang memangkah jika yang kalah tumbang, maka yang memangkah tetap menang, jika tidak tumbang maka yang kalah menjadi menang, jika keduanya berdiri maka diukur berdirinya, siapa yang lebih lurus/tegak maka ia yang menang. 3. Main Jalur-Jaluran Permainan jalur-jalur merupakan permainan khas Kuantan Singingi dan tidak ada pada tempat lain. Adapun permain pacu jalur-jalur adalah: • Jalur Pelepah Enau Permainan jalur-jalur pelepah enau yaitu permainan yang terbuat dari pelepah enau yang sudah tua dan dibentuk seperti jalur, cara melombakannya dengan meluncurkan pada lapangan datar dan tidak berumput, yang menang yang paling jauh luncurannya. Lomba ini dilakukan secara bergantian meluncurkannya, siapa yang paling dekat itu yang kalah dan keluar, sampai tinggal 1, 2 3 4,5, yang paling jauh jarak tempuhnya itu sebagai pemenang. • Jalur-Jalur Sungai. Main jalur-jalur sungai adalah jalur mini dengan ukuran panjang sekitar 1 – 2 meter berbentuk jalur, permainan ini dimainkan pada anak sungai dengan menghanyutkannya. Mulai dari pancang mudik sampai pancang ulak (ilir) Lomba pacu jakurjalur ini dengan sistem gugur. 4. Main Rewang-Rewang
97 Main rewang-rewang adalah permainan sejenis kapal-kapalan yang diberi tali dan dilepas pada air yang mengalir, biasanya permainan rewang-rewang dimainkan di Batang Kuantan. 5. Galah Panjang. Main galah panjang hampir ada diseluruh Nusantara. Permainan ini dimainkan oleh para remaja laki-laki dan Perempuan. 6. Main Lambuik/Lambut. Permainan lambuik adalah permainan yang dimainkan oleh anak Perempuan dengan mempergunakan anak, bisa 2, bisa 3 dan bisa 4, permainan dengan melambutkan anak ke atas dan disambut dua telapak tangan secara berulang-ulang 7. Main sondok-sondok an atau tanggak dingin/cak bur Main sondok-sondokan adalah permainan dengan mencari pemenang dengan berpusat pada satu titik yang disebut dengan tonggak yang diperebutkan waktu melihat si pemenang 8. Main Rago Tinggi Permainan rago tinggi berupa permainan dengan menendang rago/bola ke atas dengan memasukan ke dalam penampung yang biasanya dibuat dari payung, bagi yang memasukan bola akan mendapat poin satu. 9. Main Serimbang Main serimbang yaitu main menangkap anak sarimbang dari batu kerikil kecil dengan menaburkannya dengan telapak tangan ke
98 tanah, batu tersebut diambil dengan melambutkan salah satu batu ke atas ketika batu sedang di atas, maka pemain mengambil batu yang di tanah, satu persatu, jika tidak berhasil habis maka pemainnya diganti. Main Serimbang Sumber baski.com.my C. Cerita Rakyat. 1. Cerita Kak Kancil • Kak Kancil dengan Datuk Harimau. Cerita kak Kancil dengan kak Harimau, dimana kak Kancil duduk dibawah pohon yang ada sarang tebuan, kak Kancil mengatakan bahwa sarang tebuan itu gong yang bagus bunyinya sebagai peninggalan neneknya. Maka kak Harimau ingin membunyikan tapi kak Kancil melarang sebelum ia pergi. Setelah kak Kancil pergi jauh kak Harimau memukul sarang tebuan itu, akibatnya kak Harimau bengkakbengkak disengat tebuan
99 • Kak Kancil dengan Datuk Gergasi Cerita Datuk Gergasi dengan kak Kancil yaitu Datuk Gergasi suka mencuri ikan yang disalai oleh kak Kancil, setiap kak Kancil pulang ia dapati ikannya telah habis, rupanya yang memakannya datuk Gergasi. Lalu kak Kancil berhasil menangkap Datuk Gergasi dan akhirnya datuk Gergasi mati diikat oleh kak Kancil • Kak Kancil dengan Buaya Pada suatu hari kak Kancil mau menyeberang sungai yang lebar, tetapi kak Kancil takut berenang karena banyak kak Buaya, saling takut sama Buaya, akhirnya kak Kancil memanggil semua kak Buaya yang ada di sungai itu, katanya ia sanggup melawan semua kak Buaya, tapi harus tau jumlahnya dan berbaris sampai ke seberang, setelah kak Buaya berbaris sampai Seberang kak Kancil naik ke atas buaya dan berlari serta menghitungnya, akhir ia sampai ke seberang dan selamat dari tangkapan buaya, kak Buaya tertipu oleh kak Kancil yang panjang akal 2. Rawang Takuluak Cerita Rawang Takuluak adalah cerita tentang tenggelamnya anak gadis di tengah rawang yang tidak dalam tetapi berlumpur, yang ditemui hanya tekuluk di pinggir rawang tersebut. Peristiwa ini terjadi antara dua desa yaitu Desa Gajah Tunggal dan Desa Sengau Kuantan Mudik 3. Limuno Limuno adalah cerita sekelompok anak muda/remaja mencari buahan di hutan Kukok yang diketuai oleh Ali Gepar, dimana akhirnya Ali Gepar hilang dan sesat ke negeri Tanaku, yaitu negeri yang penduduknya
100 jadi-jadian, yaitu bisa menjadi harimau 4. Datuak Lintah Jalang Cerita Datuk Lintah Jalang terjadi di Koto Cerenti sekitar tahun 1712 dimana lahir seorang anak laki-laki terbungkus, anak yang baru lahir diberi nama Abdul Wahid, tetapi panggilannya Sulaiman. Anak ini menjadi kebal karena minum tepung pembungkus diberikan ayahnya, sehingga ia tidak bisa disunat dan ia pun susah menikah, Karena banyak gadis yang menolaknya karena ia tidak bersunat, akhirnya ia menikah dengan orang bunian dan juga pernah menjadi jin. 5. Syekh Ahmad Bunda Cerita Syekh Ahmad Bunda adalah Cerita seorang Ulama yang mengembangkan Agama Islam melalui murid-muridnya di daerah Muara lembu Kecamatan Singingi. D. Peninggalan Sejarah 1. Tugu Gajah Putih Tugu atau Monumen Gajah Putih merupakan tugu perjuangan rakyat Kenegerian Simandolak melawan agresi II Belanda tahun 1949. Nama Gajah Putih adalah nama kelompok perjuangan masyarakat Kenegerian Simandolak melawan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Monumen ini letaknya di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai.
101 Tugu Gajah Putih Perjuangan Masyarakat Simandolak melawan Agresi II Belanda tahun 1949 di Sungai Kuantan 2. Tugu Kemerdekaan Republik Indonesia Tugu ini terletak di Desa Koto Taluk, sebagai peringatan kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 3. Tugu Elang Pulai Tugu ini adalah perjuangan rakyat Pangean melawan Agresi II Belanda 1949 di Kuantan, tugu ini terletak di Desa Pematang Kecamatan Pangean 4. Tugu Tembak
102 Tugu Tembak ini adalah tugu Perjuangan Rakyat Pisang Berebus Gunung Toar melawan Agresi II Belanda 1949 5. Tugu Darurat Pemerintahan Indragiri Tugu Darurat Pemerintahan Indragiri tahun 1949 Sumber : www.riau.magz.com Terletak di Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan bahwa Desa Lubuk Ambacang pernah menjadi ibu kota darurat Kabupaten Indragiri Hulu pada masa agresi Belanda tahun 1949 6. Tugu Perjuangan Terletak di Pasar Cerenti yaitu monumen untuk memperingati perlawanan rakyat Cerenti melawan Agresi Belanda tahun 1949.
103 7. Tugu Olang Pulai Yaitu Tugu Pahlawan yang terdapat di Pasar Pangean sebagai lambang perjuangan rakyat Pangean melawan Agresi Belanda tahun 1949. 8. Mimbar Dan Masjid Jami’ Koto Pangean Masjid Jami’ Pangean salah satu masjid tertua di Kabupaten Kuantan Singingi yang didirikan pada tahun 1932. Dalam masjid tersebut juga terdapat mimbar yang diperkirakan sama tuanya dengan masjid tersebut. Peninggalan Sejarah Masjid Jami’ Pangean Sumber: internet
104 E. Peninggalan Berupa Tak Benda 1. Silat Pangean Silat Pangean adalah salah seni bela diri dalam masyarakat adat Kuantan Singingi 2. Kayat/Dzikir Kata kayat adalah berasal bahasa Arab dari kata hikayat ( ) yang artinya cerita atau kisah, jadi kayat adalah mengisahkan tentang cerita Nabi Muhammad Saw. 3. Berudah/Burdah Burdah menurut bahasa Arab ( ) artinya jubah dari kulit, sedangkan menurut istilah adalah syair-syair pujian kepada Rasulullah Nabi Muhammad Saw. 4. Pantun Pantun adalah bentuk puisi Melayu berbait, biasanya 1 baik 4 baris bersajak a.b.a.b. Pantun sering dibaca pada acara pernikahan, acara resmi pertemuan para pembesar negeri. Bahkan pantun juga menjadi sesuatu yang dilombakan. 5. Sembah Nasi Sembah nasi adalah tradisi persembahan dalam pernikahan pada penyerahan mempelai laki-laki kepada keluarga pengantin perempuan dengan memaparkan bentuk keindahan kata-kata berupa pantun, pepatah petitih, tunjuk ajar, petuah, nasehat dan lain sebagainya baik bagi yang menyerahkan dan yang menerima.
105 6. Syair Masyarakat Kuantan Singingi juga sangat mengenal syair. Adapun syair yang dibawakan adalah tentang cerita para nabi atau rasul yang 25. Riwayat tentang nabi Muhammad saw. Syair sering dibawakan waktu menendang atau menidurkan anak di atas buaian baik dirumah maupun di pondok ladang pada musim turung ke ladang. 7. Menandong Nyanyian menidurkan anak atau cucu 8. Bahasa Bahasa menurut istilah adalah alat komunikasi antara manusia yang mengandung arti. Masyarakat Adat Kuantan Singingi mempergunakan 2 bahasa yaitu: • Bahasa Lisan. Masyarakat Kuantan Singingi mempunyai bahasa lisan (ucapan) bahasa Indonesia dengan bahasa daerah yang berpuncak pada bahasa ibu. Bahasa ibu adalah bahasa anak kecil, yang belum lancar bicara awalnya yang mengerti ibu dan kalangan keluarga saja.Dalam mempergunakan bahasa masyarakat Kuantan Singingi secara umum tidak terdapat perbedaan dalam arti, hanya ada perbedaan bunyi beberapa huruf seperti huruf ar akhir ada yang mengucapkan au, seperti keluar menjadi keluar, pantar menjadi pantaw, namun dalam pemahaman semua masyarakat Kuantan Singingi secara umum mengerti dengan semua logat daerah tersebut • Bahasa Tulisan.
106 Dalam mempergunakan bahasa tulisan masyarakat Kuantan Singingi mempergunakan dua bahasa yaitu: • Tulisan Arab Melayu (Bahasa Melayu Rendah) Tulisan Arab Melayu yaitu tulisan yang mempergunakan huruf Arab Melayu dan angka arab. Tulisan Arab Melayu merupakan bahasa yang melahirkan turunan kata-kata yang dipergunakan dalam masyarakat. Penggunaan tulisan Arab Melayu sudah ada sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Pada masanya tulisan Arab Melayu dipergunakan di dunia Pendidikan baik umum maupun Pendidikan Agama seperti di madrasah dan pesantren. Setelah Indonesia merdeka dan disempurnakannya Bahasa Indonesia, maka penggunaan huruf Arab Melayu beralih kepada huruf latin dan tulisan Arab Melayu hanya menjadi bagian dari Pelajaran di sekolah terutama di sekolah rakyat. Karena tulisan Arab Melayu sebagian dari budaya bangsa dalam masyarakat, tidak salah jika Tulisan Arab Melayu dijadikan Pelajaran Muatan Lokal pada dunia dunia pendidikan termasuk di Perguruan Tinggi. • Tulisan Latin/ Bahasa Melayu Tinggi Penggunaan huruf latin pada Bahasa Indonesia merupakan suatu penyempurnaan Bahasa Indonesia (EYD), atau perubahan Bahasa Melayu rendah (asli) ke bahasa Melayu tinggi (Bahasa Indonesia) maka perbedaan bahasa Melayu dengan Bahasa Indonesia adalah, jika bahasa Melayu tulisannya huruf Arab Melayu, sedangkan bahasa Indonesia hurufnya huruf latin. Pada penulisan pada bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, hampir tidak berbeda, mungkin hanya ada bentuk-bentuk huruf dan pada bunyi huruf e lemah dan keras, saksi dan pemakaian huruf kapital.
107
108 Rumah Godang di Kenagarian Sentajo Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi Sumber: Pemkab Kuansing
109 BAB VIII Ragam Makanan Dan Peralatan Tradisi Masyarakat Adat Kuantan Singingi sangat kaya dengan ragam budaya dan tradisi, di antara budaya tersebut berupa ragam jenis makanan, minuman dan alat tradisional yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengelolaan alam. Semua ragam budaya dan tradisi mempunyai fungsi, faedah baik pada diri sendiri , masyarakat dan alam dimana mereka berada, seperti peralatan yang dipergunakan selalu ramah lingkungan. Adapun Ragam budaya dan tradisi masyarakat adat adalah sebagai berikut: A. Makanan Pokok Makanan pokok masyarakat Kuantan Singingi adalah nasi, Untuk makan nasi agar menimbulkan nafsu makan dan selera, makan nasi harus dimakan bersama lauk pauk, berupa gulai dan gorengan serta sayur, yang semuanya bermanfaat untuk kesehatan: 1. Lauk Pauk • Gulai, gulai adalah masakan berkuah, kuah gulai ada terbuat dari santan kelapa dan ada berkuah air bening. • Gulai ikan, ikan yang digulai yaitu, ikan patin,ikan baung, ikan gabus, ikan pantau, ayam dan daging dan lain-lain. • Gulai Paku/Pakis, gulai paku/pakis salah satu pilihan, biasanya paku/pakis di gulai dengan ikan salai dan teri
110 • Gulai Pucuk, pucuk yang digulai yaitu pucuk rebung, pucuk kelapa, pucuk enau dan jantung pisang, gulai pucuk biasanya dicampur dengan ayam atau cincang daging • Gulai Siput/Cipuik, siput yang digulai adalah ciput sawah. Siput digulai dengan pakis atau paku • Sayuran, banyak jenis sayur, sayur putih, sayur bening, sayur tumis • Rendang. • Rendang daging, yaitu rendang daging sapi, kerbau dan daging ayam • Cempedak/pawal, rendang pawal terbuat dari nangka mudah yang disebut dengan pawal, biasanya rendang ini bercampur ayam atau ikan teri. • Rendang Pakis/Paku. Paku/pakis yang direndang adalah sejenis pakis yang tumbuh di dalam kebun pisang daerah aliran Sungai Kuantan • Gorengan. • Gorengan ikan, ikan yang digoreng pada umumnya adalah ikan air tawar seperti ikan kapiyek, ikan pantau, belut, patin, baung, selais dan lain • Goreng burung, burung yang digoreng adalah ayam, kuaran, ruakruak. 2. Penganan • Apam, apam tepung beras, apam tepung terigu, apam ubi
111 • Lemang-tapai, pulut kucuang-seri kaya, lemang pulut dan lemang ubi. • Lopek , lopek bugis (baluo), lopek pisang. lopek ubi, lopek labu • Bainai, sejenis makan dari tepung ketan ,bainai kering, bainai basah • Kolak atau Konji , konji anak lobah, konji tungkok, putih mandi, kolak pisang,ubi • Godok, godok pisang, godok ubi, godok ampuang dari tepung terigu • Pane aram, serabi kuah, serabi basah • Gelamai, gelamai terbuat dari tepung beras, gelamai ubi, guajik (wajik) • Buah Malako/Onde-onde, onde-onde tepung pulut dan onde-onde tepung ubi • Ketupat, ketupat pulut, ketupat lontong • Dongkuang/Getuk Ubi dan pisang 3. Minuman pada umumnya minuman tradisional berupa air kelapa, air nira dan air tebu, teh manis, teh pahit, kopi manis dan kopi pahit. B. Perkakas Peralatan . 1. Peralatan Dapur • Periuk, alat tempat masak nasi
112 • Panci, alat tempat masak sayur dan makanan seperti kolak • Kuali, alat tempat menggoreng • Pinggan, yaitu piring tempat makan nasi, piring kaca dan piring ayan (seng) • Piring mangkuk, alat tempat sayuran dan sambal dan tempat cuci tangan • Sudu, garpu alat untuk menyendok waktu makan, mengambil makanan (kayu/besi) • Galidau, alat pengacau gorengan dan rendang (besi) pengambil dari periuk (kayu) • Baladi, ember tempat air mulai dari kecil sampai yang besar) • Timbo, alat pengambil air terbuat dari plastic dan seng • Salayan, tempat menyalai ikan dan menempatkan barang kering agar tahan lama • Cantiang, kaleng kecil seperti kaleng susu • Dulang /Bintang tempat makanan ke suatu acara adat/tradisi dibungkus dengan kain • Talam tempat menyajikan makanan pada suatu ruangan indoor • Capa, baskom, tempat mencuci alat-alat dapur • Kendi, ceret tempat air
113 • Si’a , rantang tempat membawa makanan • Lokar, alas periuk terbuat dari rotan • Balang, kuali tidak besar dan tidak kecil (kuali menengah) • Kancah, kuali besar tempat masak berjumlah banyak • Balango, periuk terbuat dari tanah 2. Peralatan Pertukangan • Gergaji, alat pemotong dan pembelah kayu, • Pahat, alat untuk memahat kayu • Ketam, alat untuk melicinkan papan atau kayu • Beliung, adalah alat untuk menebang pohon, beliung untuk menebang bernama beliung penebang, beliung meratakan dan melubang disbut beliung penarah. • Kapak, alat untuk menebang dan membelah kayu • Bor, alat untuk melubangi kayu. • Timbangan air/waterpass, alat untuk mengukur kedataran • Siku, alat untuk mengukur sudut. • Pensil, alat untuk menulis garis dan menandai tempat • Benang, alat untuk mengukur kelurusan, tegak lurus dan lain-lain
114 • Meteran alat untuk mengukur kepanjangan bangunan, bahan yang dipakai 3. Peralatan pertanian • Cabak, alat untuk membalik tanah dengan tangkai berbentuk L dengan mudah melempeng tanah • Sekop alat penggali tanah. • Cangkul, alat untuk menggali tanah atau membalik tanah. • Tajak, alat untuk menyiang rumput yang tumbuh pada cela ditanam • Sabit, alat pemotong rumput dan akar yang tumbuh pada semaksemak. • Lading/parang. alat untuk mencincang, memotong kayu dan akar pada tanah • Tuai /ani-ani, alat untuk memotong tangkai padi • Sulak, alat untuk mengupas kulit kelapa tua 4. Peralatan Tempat Hasil Pertanian • Kembut, adalah alat untuk mengangkut padi dari sawah ke rangkiang/lumbung . • Parikek alat untuk tempat barang-barang perbekalan pergi ke ladang • Sanggung alat tempat ikan.
115 • Ambung, alat untuk mengangkut hasil pertanian dan terbuat dari rotan 5. Peralatan Berburu. Alat berburu adalah yang dipergunakan untuk menangkap binatang, hewan,burung dan ikan. Adapun alat berburu masyarakat adat Kuantan Singingi adalah: • Tombak/serampang alat untuk menangkap ikan ada malam hari atau alat untuk berburu Binatang liar • Perangkap, Adalah alat yang ditahan di dalamnya diberi umpan agar yang ingin ditangkap masuk untuk memakan umpanya • Jerat, jerat sejenis perangkat tapi pada umumnya jerat terbuat dari benang, umpama jerat unggas atau burung • Peting atau ketapel alat untuk menangkap burung atau untuk membunuh binatang berupa hama seperti tupai. • Bumbun adalah tempat untuk menangkap ikan yang berbentuk bangunan dimana tempat ini agar ikan bersembunyi di dalamnya kemudian ikan yang ada di tombak dengan serampang • Pancing atau kail adalah alat penangkap ikan dan banyak jenisnya. Ada juga yang disebut dengan jantang yaitu pancing pendek yang ditahan. • Tangkalak adalah alat penangkap ikan terbuat dari bambu yang ditahan di air yang mengalir deras • Lukah adalah alat penangkap ikan terbuat dari bambu dengan ditahan
116 di air yang mengalir lambat dan tenang • Posok, adalah alat penangkap ikan terbuat dari benang sejenis jala • Sarokok. Sarokok adalah alat penangkap ikan terbuat dari bambu dan rotan dengan menancapkan ke dalam air untuk mengurung ikan • Tangguk. Tangguk adalah alat penangkap ikan terbuat dari rotan, • Jaring, jaring adalah alat penangkap ikan terbuat dari benang • Jala. Jala adalah adalah alat tangkap ikan terbuat dari benang • Gantang. alat penangkap ikan berupa pancing, tapi pakai apung. • Rawai, adalah alat tangkap ikan sejenis pancing, tetapi ditahan di air deras • Rosok, tombak ikan yang ditombakkan kedalam air, sehingga mengenai ikan. • Cemetik, Alat penangkap ikan yang ditahan pada pinggiran sungai Kuantan dengan tangkai bisa mengangkat (melenting) sendiri apabila dimakan ikan. • Sintak alat penangkap ikan terbuat benang bertangkai dengan sudut empat.
117
118 Rumah Godang Adat Suku Sentajo Kenegerian Sentajo, di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Sumber : Pemkab Kuansing
119 BAB IX PENUTUP Dalam perkembangan sejarah maka kerajaan tertua di Riau adalah kerajaan Kuantan bernama Kerajaan Kandis yang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1200 Masehi, berpusat di Padang Candi Kecamatan Kuantan Mudik Kota Lubuk Jambi, kemudian pindah ke Sintuo di Teluk Pinang Sebatang. Pada abad ke 14 Masehi datang Sang Sapurba yaitu pembesar kerajaan Sriwijaya, tujuannya hanya untuk sekedar berkunjung pada kerajaan Kuantan, pada waktu itu kerajaan Kuantan tidak mempunyai raja, akan tetapi diperintah oleh pembesar kerajaan, dimana masing-masing pembesar itu mempunyai daerah kekuasaan yang disebut dengan Luhak. Meskipun tidak punya raja tetapi masyarakatnya sangat bersatu karena mereka mempunyai adat-istiadat yang kuat. Di dalam Kerajaan Kuantan itu terdapat dua orang pembesar kerajaan yaitu Datuk Perpatih dan Datuk Ketumanggungan, mereka berdua inilah menjadi pucuk pimpinan kerajaan Kuantan. Karena mereka (kerajaan Kuantan) tak punya raja, maka atas kesepakatan Datuk Permatih dan Ketemanggungan dinobatkanlah Sang Sapurba sebagai raja kerajaan Kuantan. Agar kerajan Melayu Raya bangkit dan maju, maka raja Sang Sapurba mengajak Datuk Perpatih dan Ketemenggungan mengunjungi kerajaan Minangkabau, dimana pada waktu itu sebenar Kerajaan Kuantan sudah punya adat-istiadat dan sistem pemerintahan. Sesampainya kedua pembesar kerajaan Kuantan ini di kerajaan Minangkabau, mereka diangkat menjadi orang besar kerajaan Minangkabau, dan ketika itu ada pergantian raja Sang Sapurba kepada Adityawarman yang masih ada hubungannya dengan kerajaan Melayu Dharmasraya.
120 Dengan adanya kerja sama antara kerajaan Kuantan dengan Minangkabau, maka kedua kerajaan ini berkembang dengan mempunyai adat istiadat dan sistem pemerintahan yang sama dan terus berjalan sepanjang masa, hingga Kerajaan Kuantan menjadikan masyarakatnya masyarakat adat yang tetap terjaga dan terpelihara sebagaimana yang dapat kita lihat pada saat ini. Dalam menata adatnya, Masyarakat Kuantan Singingi mempunyai sekurang-kurangnya ada 4 konsep adat • Adat sebenarnya adat yaitu semua hukum Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul yang di dalamnya terdapat hukum Islam yang meliputi, wajib, sunah, haram dan mubah. Hukum-hukum inilah yang digunakan pedoman yang mutlak dan tidak bisa dirubah, diganti apalagi dihilangkan dalam kehidupan masyarakat, • Adat yang diadatkan, merupakan norma-norma yang berpunca dari akal fikiran orang-orang bijak, yang mana kadang adat ini akan mengalami perubahan karena sudah tidak lagi sesuai dengan masanya, maka adat yang diadatkan ini bisa berubah untuk dipakai menjadi aturan dalam bermasyarakat. • Adat Yang Teradat yaitu berupa kesepakatan atau hasil musyawarah kemudian dikukuhkan menjadi adat atau aturan. • Adat istiadat yaitu suatu kebiasaan yang dipandang perlu, maka dikerjakan karena bermanfaat dan membawa positif kepada arah yang lebih baik bagi masyarakat dan alam sekitarnya, maka dari itu adat ini merupakan tuntunan dalam hidup bermasyarakat, sehingga orang yang beradat akan disenangi sesama dan menyelamatkan alam sekitar, sebaliknya manusia yang tidak beradat akan dijauhi oleh sesama serta
121 akan merusak lingkungan dan pergaulan sesama dimana ia berada. Dalam Masyarakat Adat Kuantan Singingi terdapat kekerabatan yang tersusun dalam dua keluarga besar yaitu keluarga besar pihak bapak/ayah dan keluarga besar pihak ibu/emak, yang keduanya mempunyai fungsi yang kuat dan tidak dapat dipisahkan sebagai tempat menempatkan diri, pihak ayah sebagai keluarga pertalian darah atau nasab keturunan bin bagi laki-laki dan binti bagi perempuan, sedang keluarga besar pihak ibu sebagai rumpun keluarga persukuan yang sangat memberikan hubungan yang akrab sesamanya. Alam sebagai tempat hidup dan beraktivitas selama dalam kehidupan, maka masyarakat adat menempatkan alam dan lingkungan hidup sebagai sumber kehidupan, maka alam harus dipelihara dan harus dijaga sepanjang masa, sebab dalam kehidupan masyarakat adat harus dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan itu hanya ada pada alam, karena itu masyarakat adat Kuantan Singingi telah menata dan menyusun tata ruang yang tepat agar ekosistem alam tetap terjaga dan keseimbangan makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan serta manusia tetap ada dan harmonis, sehingga kebutuhan hidupnya dapat dipenuhi. Dalam penataan alamnya berupa hutan lindung sebagai kekayaan alam, rimba kepungan tempat mencari keperluan hidup, tanah kebun sebagai tanaman industri, tanah perladangan sebagai tempat usaha dan tanah pekarangan tempat hidup bersama keluarga, kesemuanya itu sebagai amanah yang harus dijaga dan dipelihara sepanjang masa. Supaya kehidupan masyarakatnya damai dan harmonis, masyarakat adat Kuantan Singingi juga memperhatikan pemilikan harta dan kekayaan sebagai kebutuhan pokok, maka agar kepemilikan harta sesuai dengan ajaran Agama islam, maka harta tersebut dibagi dua yaitu pusako rondah dan pusako tinggi. Pusako rondah adalah harta yang dapat dibagi menurut ahli waris atas dasar hukum syariat Islam dengan
122 tidak mengabaikan asas musyawarah mufakat sesama ahli waris, sedang pusako tinggi peninggalan para ahli waris/leluhur kepada anak cucu keponakan atas dasar musyawarah dari para ahli waris, dimana di dalam terdapat juga ahli waris perempuan, maka dalam hal ini pihak perempuan sebagai pemegang amanah pusaka tinggi. Karena dasar awal bermula dari musyawarah mufakat untuk kebaikan yaitu dengan asas manfaat dan tidak boleh diperjual belikan, maka disinilah letak adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitabullah. Apabila harta pusako tinggi diperjualbelikan, maka keluarlah dari azaz adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitabullah, maka haram hukumnya hasil penjualan harta tersebut. Masyarakat Adat Kuantan Singingi telah memilih Agama Islam sebagai pegangan hidup dunia akhirat, maka semua aktivitas, tingkah laku, amal ibadah harus berdasarkan Agama Islam dengan tuntunan Ahlussunnah Waljamaah (aswaja) menjadi pegangan fiqihnya, dan membuat segala tradisi yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi bersumber dari ajaran Islam, jika tradisi itu tidak sesuai, apalagi bertentangan maka tradisi itu akan ditolak. Dalam kehidupan sehari-hari, tradisi tidak bisa melahirkan sesuatu ke dalam agama Islam, akan tetapi Agama Islamlah yang dapat melahirkan tradisi. Tradisi yang lahir dari ajaran Agama Islam akan menimbulkan masyarakat yang agamis dan menjauhkan sifat kesyirikan yang dapat merusak iman dan amal ibadah. Tujuan dari adat yang benar akan dapat mewujudkan masyarakat Kuantan Singingi menjadi masyarakat yang dekat dengan ajaran Agama Islam serta akan diberkahi Allah Swt. Pada Masyarakat Adat Kuantan Singingi terdapat Tradisi Budaya. Tradisi budaya ada dan timbul karena adanya kekerabatan yang disebabkan oleh pernikahan dan persukuan, ada juga timbul dari penjabaran ajaran agama. Kekerabatan yang timbul akibat dari pernikahan adanya keluarga kecil dan keluarga besar. Keluarga besar pihak bapak/
123 ayah dan keluarga besar pihak ibu. Keluarga besar pihak ayah yang lakilaki adalah kekerabatan sedarah (senasab) sedangkan saudara perempuan pihak ayah adalah induk bako. Keluarga besar pihak ibu akan berkumpul melalui jajaran nenek (tino) berada pada pihak persukuan. Pada hari baik bulan baik yaitu pada bulan Ramadhan, hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, para kemenakan akan saling mengunjungi, mereka mengunjungi saudara ibu yaitu mamak/paman, cucu mengunjungi nenek/tino dan kakek/ datuk, yang kecil mengunjungi yang tua, sebagai suatu penghormatan kepada yang lebih tua. Maarak anak pacar pada hakikatnya adalah penghormatan dan sebagai ucapan terima kasih induak bako kepada saudara laki-laki, dimana harta pusaka rendah seharus menjadi milik anak pancar, tetapi atas musyawarah dan mufakat keluarga besar harta tersebut menjadi hak pakai keluarga besar pihak bapak/ayah, maka sebagai pembatasnya adalah dengan memperhatikan seluruh anak pancar dan menjaga harta pusako (pusaka) tinggi tidak boleh diperjual belikan. Masyarakat adat adalah masyarakat yang sangat menjunjung tinggi akhlak, budi pekerti, orang beradat mempunyai etika, akhlak dan etika tinggi dari segalanya, nilai diri seseorang berada pada akhlaknya. orang beradat sudah paham dan mengerti dengan perbuatan seseorang, kilat cermin sudah ke muka, kilek beliung sudah kek kaki, orang beradat paham sekali apa yang diperbuat dan kerjakan seseorang, ia sudah tahu arah tujuan, hanya saja kadang-kadang pendapat dan maksud orang beradat dapat dipatahkan dengan dalil bukti hukum, sebab bukti hukum sulit untuk ditampilkan, kemenangan orang beradat dari orang tidak beradab adalah pembuktian dibelakang hari, karena orang bertobat menyampaikan yang benar, walaupun ia kalah di awal akan tetapi menang di kemudian. Biasanya kemenangan itu dibuktikan dengan hukum alam sebagai ayat-ayat Allah.
124 Kehidupan masyarakat adat Kuantan Singingi, adalah adat sebenarnya adat, adat yang diadatkan, adat yang teradat dan adat istiadat yang telah ada secara turun temurun dan dilaksanakan terus menerus telah menjadikan masyarakat Kuantan Singingi menjadi masyarakat yang harmonis, baik dalam keluarga, persukuan, sekampung dan seluruh masyarakat Kuantan Singingi, bahkan telah mengatur lintas kehidupan sosial sesama dengan lingkungan dimana masyarakat itu berada, baik sesama di kampung halaman maupun yang berada di perantauan Banyak budaya asing yang datang mempengaruhi para anak cucu dan kemenakan, tetapi dengan penerapan budaya lokal secara terus menerus dapat menangkal budaya asing yang mungkin tidak sesuai dengan budaya masyarakat adat Kuantan Singingi , maka diharapkan kepada pemuka adat, para ulama dan pemerintah, agar dapat menggairahkan kembali kepada tradisi adat dan budaya yang sebenarnya karena telah terbukti membawa rakyat Kuantan Singingi hidup rukun damai dan bersatu. Dengan mengangkat semua budaya , adat istiadat dan tradisi yang ada di masyarakat Kuantan Singingi merupakan suatu yang sangat berharga dan menguntungkan kepada masyarakat, sebab semua adat, budaya dan tradisi tersebut berpunca dari satu yaitu ajaran agama Islam, karena dalam ketentuan adat yang sebenarnya adat terdapat petuah mengatakan: “adat bersendikan syara, dan syara, bersendikan kitabullah” disini jelas semua adat, budaya dan tradisi masyarakat adat Kuantan Singingi harus berdasarkan Al-qur’an dan sunnah Rasul yaitu segala ketetapan, perkataan, perbuatan nabi Muhammad Saw dan jika ada adat, budaya dan tradisi yang bertentangan dengan syariat Islam maka akan ditolak dan tidak boleh dilaksanakan dalam bentuk apapun, maka dari itu marilah selaku masyarakat Kuantan Singingi kembali kepada adat istiadat dan tradisi yang benar yang telah ada sejak dahulu kala.
125
126 Kesimpulan Salah satu kerajaan tertua di Riau bernama Kerajaan Kandis, kerajaan ini berpusat di Padang Candi Kecamatan Kuantan Mudik, kemudian kerajaan ini pindah ke Sintuo Teluk Pinang Sebatang, tetapi sudah dekat Batang Kuantan, kepindahan ini membawa perubahan pada sistem pemerintahannya, yaitu terbentuk daerah-daerah kawasan pemerintahan yang disebut dengan Luhak. Karena kerajaan Kuantan tidak mempunyai raja maka kekuasaan berada pada dua orang petinggi kerajaan yaitu Datuk Perpati dan Datuk Ketemanggungan. Setelah masuknya pengaruh kerajaan Sriwijaya ke kerajaan Kuantan, maka kerjaan Kuantan mengadakan kerja sama dengan kerajaan Minangkabau yang disebut membangkitkan semangat Melayu Raya, yaitu kerja sama beberapa kerajaan dengan Minangkabau. Sistem pemerintahan Kerajaan Kuantan di tiap-tiap Luhak berada di bawah kepemimpinan seorang datuk disebut penghulu dengan dibantu oleh malim, monti dan hulubalang. Dengan adanya kerja sama semangat Melayu Raya tersebut membuat beberapa kerjaan adat istiadat dan budayanya sama termasuk kerjaan Kuantan, kecuali Kerajaan Indragiri karena ia mempunyai raja sendiri. Maka disini timbul pepatah adat yang berbunyi “Kuantan beraja ke Indragiri dan beradat ke Minangkabau”. Masyarakat Adat Kuantan Singingi mempunyai kekerabatan ke-ibu-an dan ke-bapa-an dengan sistem pernikahan urang samondo membuat persukuan melalui keturunan ibu. Sedangkan pihak bapak sebagai kekerabatan pertalian darah atau nasab (perwalian). Kedua kekerabatan ini tidak bisa dipisahkan, Kekerabatan ke-ibu-an merupakan kekerabatan persukuan yang berpunca dari satu ibu dan penguasaan atas harta pusaka tinggi dengan asas manfaat sehingga harta pusaka tinggi tidak boleh diperjual belikan,apabila terjadi jual beli harta pusako tinggi maka hilang adat bersendikan syara’ dan kitabullahnya, karena yang menguasainya bukan ahli warisnya. sedangkan kekerabatan ke-bapa-an
127 merupakan hubungan darah (nasab) perwalian serta penguasaan atas harta pusako rondah (pusaka rendah) yang dapat diperjual belikan karena ahli waris dan hak milik dan kekerabatan ke-bapak-an juga menentukan penggantian pemangku adat, seorang laki-laki tidak bisa menjadi pemangku adat pada persukuannya jika bapaknya bukan penduduk asli dari suku yang ada pada masyarakat adat tersebut upama urang samondo yang bergito. Dalam ketentuan adat terdapat “ Adat sebenarnya adat” yaitu hukum-hukum dan ketetapan Allah Swt serta Rasulullah, “ Adat yang diadatkan” yaitu norma adat yang berasal dari pikiran para leluhur yang piawai pada masyarakat “ Adat yang teradat” Keputusan bersama yang dijadikan adat serta “ Adat Istiadat” berbagai ketentuan perilaku yang dipandang baik, maka kesemuanya itu adalah berpuncak dari Agama Islam. Yang maksudnya adat yang berlaku pada Masyarakat Adat Kuantan Singingi adalah harus bersesuaian dengan ajaran Islam dan jika ada yang tidak bersesuaian maka adat istiadat dan tradisi itu ditolak. Karena itu setiap adat dan tradisi pada masyarakat adat Kuantan Singingi merupakan turunan dari adat sebenarnya adat. Untuk bahasa pada masyarakat adat Kuantan Singingi adalah bahasa Indonesia yang terdiri dari bahasa ibu yaitu bahasa lokal (kekerabatan) dengan loghat pada kenegerian disebut Bahasa Melayu Rendah dan Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Melayu Tinggi dengan mempergunakan dua huruf yaitu Huruf Arab Melayu untuk bahasa Melayu dan huruf latin untuk bahasa Melayu Tinggi (Bahasa Indonesia)
128 Peta Bahasa Melayu Dalam hal budaya tradisi dan makanan masyarakat adat Kuantan Singingi hampir sama dengan daerah lainnya, yang mungkin berbeda dalam hal nama tetapi barangnya sama.
129 Daftar Bacaan Bustami M.Lipsi, Datuk Linta Jalang Cerita Rakyat Kuansing Penerbit Usaha Putra Riau 2008 Bustami M.Lipsi Syekh Ahmad Bunda, Cerita Rakyat Kuansing penerbit Usaha Putra Riau 2008 Bustami M.Lipsi Limuno Cerita Rakyat Kuantan Singingi Penerbit Usaha Putra Riau 2008 Bustami M.Lipsi Rawang Takuluak, Cerita Rakyat Kuantan Mudik, Penerbit Usaha Putra Riau 2008 Bustami M.Lipsi Datuk Linta Jalang. Cerita Rakyat Kuantan Singingi Penerbit Usaha Putra Riau 2008 Prof. Suwardi MS Dkk Hukum Adat Dan Lembaga-Lembaganya. Keberadaan Dan Perubahannya. Prof. Suwardi MS Dkk. Penerbit Alaf Riau 2005UU. Hamidy Jagad Melayu Dalam Lintasan Budaya Di Riau. Penerbit Bilik Kreatif 2015 Kerajaan Indragiri UNRI Hasan Yunus dkk 2002, Gurindam Dua Belas Karya Ali Haji ramedia 1989 Seluk Beluk Aturcara UNRI Pernikahan Adat Melayu Bidang Pemberdayaan Perempuan 2005 Fiqh Islam. H. Sulaiman Rasyid Sinar Baru Algensindo 27 maret 1954 Negeri Rantau UU. Hamidy Bilik Kreatif 2017 Masyarakat Melayu
130 Dan Budaya Melayu Dalam Dalam Perubahan . Adi Cita Karya Yogyakarta Prof. Dr. Koentjaraningrat dkk 2007 Moh. Fadhol dkk. Universitas Surabaya Januari 2023 Pembagian Waris menurut Syar’I dan Musyawarah Di desa Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo (Google)
131 Riwayat Hidup Penulis Nama : Fadillah Om.S.Ag Tanggal /Tempat Lahir : 07 September 1955 Simandolak, Dusun Sarona Tebing Tinggi Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Nama Bapak/Ayah : Syamsuddin bin Pokia Rajo Ondek Ramala binti Umbuik Saudara : Apris Om bin Syamsuddin, Nurhayati binti Syamsuddin, Nurlela binti Syamsuddin, Srimaryati binti Syamsuddin, Syarfandis bin Syamsuddin Suku : Suku Melayu Jurai Penghulu. Alamat Tempat Tinggal : Jl. Delima Perumahan Taman Raya Raudha Blok D-6 Kel. Tobek Godang, Kec. Binawidya Pekanbaru Riau. Nomor HP/Email : 082288510851/fadillahom02@gmail. Pengalaman Kerja • 1979 – 2009 Guru SD PNS • 2099- sekarang pensiunan PNS
132 Pengalaman Profesi, • 1998 – 2008 TIM Rekayasa Kurikulum Muatan Lokal Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru • 2004 – 2009 Instruktur Mata Pelajaran Muatan Lokal Tulisan Arab Melayu Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru Pengalaman Organisasi, • 2003 – 2010 Anggota Ikapi Riau, • 2011- 20016 Sekretaris Umum Ikapi Riau • 2017 – 2024 Ketua Umum Ikapi Riau • 2008 – 2014, Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau Provinsi Riau Bidang Agama dan Pelestarian Budaya. Karya Tulis: • Pelajaran Tulisan Arab Melayu untuk Sekolah Dasar kelas I s/d VI, • Pelajaran Tulisan Arab Melayu untuk SLTP Kelas VII,VIII dan IX, • Ensiklopedi dan Standarisasi Tulisan Arab Melayu Provinsi Riau • Buku Pedoman Umum Tulisan Arab Melayu_Pedoman Khusus Pengajaran Tulisan Arab melayu Kelas I s/d VI Sekolah Dasar • Buku BMR SD dan SLTP. • Pantun Melayu Seri A,B dan C. • Peribahasa Melayu Pekanbaru, 26 Ramadhan 1445 H 06 April 2024 Maseh Fadillah Om. S.Ag
133