The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by haromain15, 2021-11-30 21:30:07

Buku Panduan SeNSosio 2021

Buku Panduan SeNsosio 2021

i

DAFTAR ISI

HALAMAN COVER...................................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................................ii
SUSUNAN PANITIA.................................................................................................................iii
KATA PENGANTAR.................................................................................................................v
RUNDOWN ACARA ..................................................................................................................1
MODERATOR PARALEL SESSION .......................................................................................3
RINGKASAN JUDUL................................................................................................................7
ABSTRAK ARTIKEL................................................................................................................10
PENUTUP....................................................................................................................................42

ii

SEMINAR NASIONAL PRODI SOSIOLOGI TAHUN 2021
“PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MASYARAKAT PESISIR DAN KEPULAUAN:

PARIWISATA, MITIGASI BENCANA, PENDIDIKAN, DAN RESOLUSI KONFLIK”

Hari Kamis, tanggal 2 Desember 2021

PANITIA PELAKSANA

No Nama Posisi
1 Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH. M.Hum Pengarah
2 Agusdin, SE., MBA., DBA Penasehat

3 Prof. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si Penanggungjawab
4 Ir. Syarifuddin, M.Si. Ketua Panitia
5 Ir. Rosiady Husaeni Sayuti, M.Sc., Ph.D Sekretaris
6 Oryza Pneumatica Inderasari, M.Sosio Koordinator Seksi Acara
7 Maya Atri Komalasari, S.Sos, MA Wakil Koordinator
8 Hafizah Awalia, S.Pd., M.Sosio Anggota
9 Muhammad Arwan Rosyadi ,MA Anggota
10 Solikatun, S.Pd., M.Si Anggota
11 Ir. Siti Nurjannah., M.Si Anggota
12 Suandi (L1C019111) Anggota
13 Fanti Yuniar Maulida (L1C019038) Anggota
14 Lalu Risman Pradipta (L1C020122) Anggota
15 Muh Rizal Afwan (L1C019075) Anggota
16 M. Alfandiansyah (L1C020061) Koordinator Seksi Buku
17 Firdaus A.M (L1C019039) Program, Publikasi dan
18 Dr. Saipul Hamdi, S.Pd.I., MA Prosiding
Wakil Koordinator
19 Ratih Rahmawati, S.Pd., M.Sos Anggota
20 Ika Wijayanti, S.Pd.,MA
21 Khalifatul Syuhada, M.Sosio Anggota
22 Isnan Nursalim, S.Sos Anggota
23 Nurul Haromain, S.Sos Anggota
24 Rizka Dyah Aryani (L1C020091) Anggota
25 Alpian Hidayat (L1C019004) Anggota
26 Arief Nasrullah, Lc., M.Hum Koordinator Seksi
Promosi dan
27 Nila Kusuma, S.Pd., M.Sosio Dokumentasi
28 Dr. Taufiq Ramdani, S.Th.I., M.Sos Wakil Koordinator
29 Ir. Nuning Juniarsih., M.Sos Anggota
30 Ary Rangga Rezki (L1C019011) Anggota
31 Azhari Evendi, MA Anggota
Koordinator Seksi
Administrasi, Umum
dan Perlengkapan

iii

32 Purnami Apriana, S.H., M.Kn Wakil Koordinator
33 Basarudin, S.Sos, Anggota
34 Irma Andriani, S. P Anggota
35 Zarkasi Efendi Anggota
36 Abu Bakar Husen Anggota
37 Herman Anggota
38 Siti Ilhami Fatmahandayani, S.Sos Anggota
39 Moh. Andrian (L1C019073) Anggota

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang kami hormati:
• Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Lalu Husni., SH., M.Hum
• Koordinator Program Studi di Bawah Rektor, Agusdin, SE., MBA., DBA
• Ketua Program Studi Sosiologi, H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, Ph.D
• Narasumber: Prof. Lalu Wiresapta Karyadi; Novri Susan, S.Sos., MA., Ph.D; Dr. Idham
Irwansyah, M.Pd; Dr.Moh Taqiudin; Dr. Ir. Markum, M.Sc

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
karuniaNya kami dapat menyelenggarakan agenda tahunan Program Studi Sosiologi di tahun
kedua yaitu Seminar Nasional Program Studi Sosiologi Universitas Mataram Tahun 2021.
Seminar Nasional Sosiologi (kemudian disebut SeNSosio 2021) mengambil tema “Pembangunan
Berkelanjutan Masyarakat Pesisir dan Kepulauan: Pariwisata, Mitigasi Bencana, Pendidikan dan
Resolusi Konflik”. Sub tema:

1. Dinamika Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Kepulauan
2. Konflik Sosial dan Resolusi
3. Permasalahan Sosial dan Kewirausahaan
4. Budaya, Pariwisata dan Perkembangan Masyarakat
5. Kerentanan Masyarakat dan Mitigasi Bencana
6. Dinamika Pendidikan, Pengetahuan dan Teknologi

Tahun ini, kami menerima….makalah dari… Universitas dan Institusi di Indonesia. Makalah
terpilih akan dipublikasi pada Jurnal Resiprokal: Jurnal Riset Sosiologi (link jurnal:
https://resiprokal.unram.ac.id/index.php/RESIPROKAL); JSEH: Jurnal Sosial Ekonomi
Humaniora (link jurnal: https://jseh.unram.ac.id/index.php/jseh/about/editorialTeam); Religion,
Culture, and State (RCS) journal (link jurnal: https://journal.unram.ac.id/index.php/rcs) serta
ditawarkan pula publikasi pada beberapa jurnal sinta.

Kami mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada Rektor Universitas Mataram,
Koordinator Program Studi di Bawah Rektor, Ketua Program Studi Sosiologi, panitia pengarah,
dan panitia pelaksana atas dukungan dan bantuannya sejak saat persiapan hingga pelaksanaan
seminar. Terimakasih pula kami haturkan kepada narasumber, pemakalah, peserta, reviewer,
moderator, instansi, dan terutama kepada mitra kami: Jurnal Resiprokal: Jurnal Riset Sosiologi;
JSEH: Jurnal Sosial Ekonomi Humaniora; dan Religion, Culture, and State (RCS) journal atas
keterlibatan dan kerjasamanya di Seminar Nasional Prodi Sosiologi Unram Tahun 2021.

v

Kami berharap melalui acara ini semakin memperkuat jalinan kerjasama dan jejaring antar
peneliti, peserta, maupun institusi. Akhir kata, disampaikan mohon maaf bila dirasa ada ketidak
nyamanan dalam seminar ini, tentu hal ini disebabkan atas keterbatasan kami sebagai panitia.
Terima kasih, dan kami nantikan kembali partisipasinya sebagai pemakalah dan partisipan pada
Sensosio 2022 dan Seminar Internasional Sosiologi Unram yang akan kami selenggarakan di
tahun 2022.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Mataram, 02 Desember 2021
Seminar Nasional Prodi Sosiologi Unram

Ketua Panitia Pelaksana

vi

RUNDOWN ACARA SEMINAR NASIONAL PRODI SOSIOLOGI TAHUN 2021
“PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MASYARAKAT PESISIR DAN KEPULAUAN:

PARIWISATA, MITIGASI BENCANA, PENDIDIKAN, DAN RESOLUSI KONFLIK”

Hari Kamis, tanggal 2 Desember 2021

Offline: Ruang Mataram, Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok
Online: Zoom Cloud Meeting

Tanggal 2 Desember 2021 Panitia
08.00–08.30WITA Registrasi/Persiapan MC

08.31–08.45WITA Pembukaan M. Arwan Rosyadi, S.Sos., MA
Oryza Pneumetica Inderasari, S. Sos.,
08.46–09.00WITA (Menyanyikan lagu
09.01–09.10WITA “IndonesiaRaya”) M. Sosio.
Pembacaan Doa Ir. Rosiady Husaenie Sayuti, M. Sc.,

Laporan Ketua Panitia Sensosio Ph. D.
2021 Prof. Dr. H. Lalu Husni,

09.11–09.20WITA Sambutan Ketua Program S.H., M.Hum.*
09.21–09.30WITA Studi Sosiologi Universitas
09.31–09.40WITA Mataram Moderator:
09.41–10.00WITA Sambutan Rektor Dr. Saipul Hamdi, S.Pd.I., MA.
Universitas Mataram
10.01–10.20WITA
Coffee Break
10.21–10.40WITA
Plennary Session I
10.41-11.00WITA Speaker1:
Prof. Lalu Wiresapta Karyadi,
M. Si.
(Strategi Pembangunan
Berkelanjutan pada Komunitas
Pesisir dan kepualauan)
Plennary Session II
Speaker2:
Novri Susan, S. Sos, MA., Ph.
D.
(Konflik Sosial pada Masyarakat
Pesisir dan Kepulauan)
Plennary Session III
Speaker3:
Dr. Moh. Taqiudin, S. Pt., M.
Si.
(Mitigasi Bencana pada
Masyarakat Pesisir dan
Kepulauan)
Plennary Session IV
Speaker4:

1

11.01 – 11.20 Dr. Idham Irwansyah, M. Pd. MC
WITA (Literasi Baru untuk
Pengembangan Pariwisata MC
11.21–12.00WITA pada Masyarakat Pesisir dan Moderator
12.01 – 12.05 Keplauan)
WITA
12.06-12.10WITA Plennary Session V
12.11–13.30WITA Speaker5:
13.31–15.30WITA Dr. Ir. Markum, M.
15.31–15.59WITA Sc.
16.00WITA (Strategi Pengelolaan
Potensi Sumber Daya
pada Masyarakat
Pesisir dan
Kepulauan)

Sesi Tanya Jawab

Penyerahan Sertifikat
Pembicara (Ditampilkan via
zoom) & Sesi Foto Bersama
Penutupan
ISHOMA

Parallel Sessions 1, 2, 3, 4, 5, 6
Coffee Break

Selesai

2

MODERATOR PARALEL SESSION ACARA SEMINAR NASIONAL PRODI
SOSIOLOGI TAHUN 2020

Hari Kamis, tanggal 2 Desember 2021

“PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MASYARAKAT PESISIR DAN KEPULAUAN
: PARIWISATA, MITIGASI BENCANA, PENDIDIKAN, DAN RESOLUSI KONFLIK”

Tema Waktu Judul Moderator
Dinamika Pembangunan 13.31-15.30 Strategi Penghimpunan dan Penyaluran Zis (Zakat, Arif
dan Pemberdayaan Infak, Sedakah) di Masa Pandemi Covid-19 (studi Nasrullah,
Masyarakat Pesisir dan kasus di LAZ Sidogiri cabang Bangkalan) (Ahmad Lc., M. Hum.
Kepulauan Mubarok1, Hammam2)

Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Pesisir pada
Masa Pandemi Covid-19 di Lombok Tengah (Ratih
Rahmawati1, Taufiq Ramdani2, Nuning
Juniarsih3)

Peningkatan Ketahanan Rumah Tangga
Masyarakat Pesisir Sekaroh dan Ketapang Raya
Melalui Pengembangan Produk Perikanan (Baiq
Rien Handayani1)*, Bambang Dipokusumo2),
Wiharyani Werdiningsih1),Mutia Devi Aryana1))

Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme Melalui
History Telling pada Anak-Anak Di Dusun
Bandung, Miri, Kismantoro, Wonogiri (Asyif
Awaludin Romadhoni Dan Aman)

Impelementasi SDGs Desa dalam Membangun
Resiliensi Desa di Pulau Madura: Studi Terhadap
Desa Dasok dan Desa Alang-Alang (Mohammad
Afifuddin)

Konflik Sosial dan 13.31-15.30 Resolusi Konflik antara Transportasi Online Grab Arwan
Resolusi
Dan Sopir Angkot Di Kota Bengkulu (Sonia Rosyadi, S.

Ariska1, Panji Suminar2, Heni Nopianti3) Sos., MA.

Moderasi Negara dalam Konflik Dualisme
Kepemimpinan Partai GOLKAR Periode 2014-
2016 (Riyono Asnan)

Konflik Sosial Kepemilikan Tanah Pariwisata
Pantai Laguna Samudera Antara Masyarakat dan
Pemerintah Desa Merpas (Sapri Yanto1, Panji

3

Suminar2, Heni Nopianti)
Perdamaian dan Budaya Nirkekerasan di
Indonesia: Studi Kasus di Kabupaten Lombok
Utara-NTB. (Syaiful Anam)

Konstruksi sosial masyarakat terhadap pasien ODP

dan PDP dalam masa pandemi (Oryza Pneumatica
Inderasari1; Nurlina2)

Permasalahan Sosial dan 13.31-15.30 Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Solikatun, S.
Kewirausahaan dalam Penanggulangan Kemiskinan Struktural Pd., M. Si.
(Telaah Teori Struktur Asian Thony Giddens)
(Ibnu Panji Arifin)

Makna CATCALLING (Studi Fenomenologi di
Desa Masbagik Timur Kecamatan Masbagik
Kabupaten Lombok Timur) (Neli Sri Mayana 1*)
Solikatun 2*), M.Arwan Rosyadi 3*)

Trading Strategies of Standard Traders in Facing
Changes in Consumer Behavior in The Middle Of
the Covid-19 Pandemic Post-New Normal Life in
the Lingkar Selatan, Mataram City (Hendra Kusma
Hartiadi 2). Siti Nurjanah, M.Si 3).Khalifatul
Syuhada)

Model Pendayagunaan Zakat Produktif oleh
Lembaga Amil Zakat dalam Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat Madura (Hammam)

Dampak ekonomi nelayan dengan hadirnya
tambang batu bara (Roja Saswita1)

Urgensi Pendidikan Kewirausahaan untuk
Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan di
Indonesia (Ahmad Asroni)

Strategi Pencegahan Pernikahan Anak Pada
Masyarakat Pesisir (Studi Kasus di Desa
Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur)
(Solikatun1, Siti Nurjannah2, Nila Kusuma3)

Budaya, Pariwisata dan 13.31-15.30 Maskulinitas Budaya Populer Crossdresser Dance Nila Kusuma,
Perkembangan Cover (Studi pada Komunitas K-Popers S. Sos., MA.
Masyarakat Crossdresser Dance Cover kota Mataram) (Lalu
Tsani Restu Atmaja¹, Solikatun², Arif Nasrullah³)

Persepsi dan Perilaku Umat Beragama Kota
Mataram Terhadap Protokol Kesehatan di Rumah

4

Ibadah (Ika Satria Wijaya1, Arif Nasrullah2, dan
Solikatun3)

Konsep Edu-Ekowisata Syariah Sebagai Media
Pembelajaran Pendidikan Islam Multikultural
Dalam Pembentukan Karakter Anak
(Raudiatuzzahra. R. Pasolongi.¹ Shofiyyun
Nahidloh.²)

Kontestasi Praktik Perayaan Keagamaan di Ruang
Publik Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pulau
Bangka (Sujadmi1, Wirasandi2, M.Yusmaniar
Rezza3)

Dinamika Perkawinan pada Etnis Arab di
Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat
(1Hafizah Awalia, 2Saipul Hamdi, 3Arif
Nasrullah)

Implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun
2014 Tentang Penjaminan Halal Pada Pelaku
Usaha ATV Dan Photografi Di Destinasi Wisata
Lon Malang Sampang (Muhammad Cholilur
Rohman1 Shofiyun Nahidloh2)

Menyorot Tren Budaya Prasangka dan Gosip
perspektif Qs. Al-Hujurat: 12 (Analisis Ma’na>
cum Maghza>) (Azka Noor ,Siti Mursida)

Belian Sasak Dalam Ritual Tegeteng Pada
Masyarakat Suku Sasak Studi di Desa Barabali
Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah
(Santi Afriana, Lalu Wiresapta Karyadi2,
Khalifatul Syuhada3)

Kebijakan Rektor Universitas Trunojoyo Madura
Tentang Pembentukaan Halal Center UTM Sebagai
Media Kontribusi Terhadap Masyarakat (Novrian
Anshar Ghafur1, Shofiyun Nahidloh2 )

Pengaruh Keberadaan Desa Wisata Kampung
Majapahit Terhadap Kondisi Sosial Budaya
Masyarakat di Desa Bejijong Trowulan (Evio Tanti
Nanita)

Analisis Perilaku Sosial Beragama Masyarakat
dalam Menyikapi Pandemi Covid 19 Di Pulau
Lombok (Oryza Pneumatica Inderasari1; Aziza

5

Alfiana2)

Perilaku Masyarakat Desa Sembalun Lawang

Dalam Pelestarian Nilai Budaya Lokal Untuk

Meningkatkan Pariwisata (Ika Wijayanti¹,
Solikatun2)

Penguatan Kelembagaan Desa Dalam Pengelolaan
Desa Wisata Candirejo Kecamatan Borobudur
Kabupaten Magelang (Joko Tri Nugraha 1, Retno
Dewi Pramodia 2, Apsari Wahyu Kurnianti 3,
Ahmad Hakim Bintang Kuncoro4, Talitha Zhafira 5)

Eksistensi Masyarakat Suku Bajo dalam
Mempertahankan Budaya di Desa Kwangko
Dompu (Syarifuddin1, Muhammad Arwan
Rosyadi2, Khalifatul Syuhada3)

Pembangunan Manusia Dalam Perspektif

Keamanan Manusia Di Provinsi Nusa Tenggara
Barat (Y. A. Wahyuddin1 Sirwan Yazid Bustami2
Ismah Rustam3 )

Kerentanan Masyarakat 13.31-15.30 Bisnis Panglong Arang dalam Perspektif Arena Ratih
dan Mitigasi Bencana Tindakan Strategis (Mita Rosaliza1, Gumilar Rahmawati,
Rusliwa Somantri2) S. Pd., M.
Dinamika Pendidikan, Sos.
Pengetahuan dan Subsistensi Pemuda Perantau di Kota Mataram :
Teknologi Upaya Bertahan pada Masa Pandemi Covid 19
(Maya Atri Komalasari , Lalu Wiresapta Karyadi2,
Ika Wijayanti3)

Respon Masyarakat Dalam Pencegahan Pandemi
Covid-19 Di Era Kenormalan Baru Pada Daerah
Rawan Bencana (Studi Kasus Masyarakat
Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota
Padang) (Zeni Eka Putri1 2, Azwar1, Elfitra1 )

Mitigasi Bencana Puso Sebagai Pendekatan
Untuk Mendukung Intensifikasi Pertanian Pada
Lahan Margina (Dr. Sudirah, M.Si)

13.31-15.30 Pengaruh Stereotip, Konstruksi Sosial dan Sistem Khalifatul
Patriarki di Indonesia Terhadap Tingkat Partisipasi Syuhada, S
Perempuan dalam Science, Technology, Sos., M.
Engineering and Mathematics (STEM). (Hurbaital Sosio.
Mukaddisul Murhaini, Rosyadi, Nila)

6

Perbedaan Pendampingan Ayah dan Ibu Bekerja di
Sektor Formal dalam Pembelajaran Anak pada
Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus pada Orang
Tua di HKBP Jitra Kota Bengkulu) (Febry Reza
Silalahi1, Heni Nopianti2, Diyas Widiyarti 3)
Rendahnya Minat Baca Remaja Di Kota
Meulaboh, Aceh Barat (Devi Novianti1)
Adaptasi Normal Baru ditinjau dari strategi
pembelajaran untuk meminimalisir problematika
digital gap (Oryza Pneumatica Inderasari1;
Hurbaital Mukaddisul Murhaini2)
Pelayanan Sekolah Islam dalam Meningkatkan
Kualitas Sekolah (Studi Kasus pada SMA Harapan
Medan, SMA Al-Azhar Medan dari SMA
Shafiyyatul Amaliyah Medan) (Heri Wahyudi)

7

TOPIK DAN JUDUL ARTIKEL

Topik 1:
Dinamika Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisr dan

Kepulauan
{DPPMPK}

Strategi Penghimpunan dan Penyaluran Zis (Zakat, Infak, Sedakah) di Masa Pandemi
Covid-19 (studi kasus di LAZ Sidogiri cabang Bangkalan) (Ahmad Mubarok1,
Hammam2)
Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Pesisir pada Masa Pandemi Covid-19 di Lombok
Tengah (Ratih Rahmawati1, Taufiq Ramdani2, Nuning Juniarsih3)
Peningkatan Ketahanan Rumah Tangga Masyarakat Pesisir Sekaroh dan Ketapang Raya
Melalui Pengembangan Produk Perikanan (Baiq Rien Handayani1)*, Bambang
Dipokusumo2), Wiharyani Werdiningsih1),Mutia Devi Aryana1))
Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme Melalui History Telling pada Anak-Anak Di Dusun
Bandung, Miri, Kismantoro, Wonogiri (Asyif Awaludin Romadhoni Dan Aman)
Impelementasi SDGs Desa dalam Membangun Resiliensi Desa di Pulau Madura: Studi
Terhadap Desa Dasok dan Desa Alang-Alang (Mohammad Afifuddin)

Topik 2
Konflik Sosial dan Resolusi

{KSR}

Resolusi Konflik antara Transportasi Online Grab Dan Sopir Angkot Di Kota Bengkulu
(Sonia Ariska1, Panji Suminar2, Heni Nopianti3)

Moderasi Negara dalam Konflik Dualisme Kepemimpinan Partai GOLKAR Periode
2014-2016 (Riyono Asnan)
Konflik Sosial Kepemilikan Tanah Pariwisata Pantai Laguna Samudera Antara
Masyarakat dan Pemerintah Desa Merpas (Sapri Yanto1, Panji Suminar2, Heni Nopianti)
Perdamaian dan Budaya Nirkekerasan di Indonesia: Studi Kasus di Kabupaten
Lombok Utara-NTB. (Syaiful Anam)

Konstruksi sosial masyarakat terhadap pasien ODP dan PDP dalam masa pandemi (Oryza
Pneumatica Inderasari1; Nurlina2)

8

Topik 3
Permasalahan Sosia dan Kewirausahaan

{PSK}

Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Penanggulangan Kemiskinan
Struktural (Telaah Teori Struktur Asian Thony Giddens) (Ibnu Panji Arifin)

Makna CATCALLING (Studi Fenomenologi di Desa Masbagik Timur Kecamatan
Masbagik Kabupaten Lombok Timur) (Neli Sri Mayana 1*) Solikatun 2*), M.Arwan
Rosyadi 3*)

Trading Strategies of Standard Traders in Facing Changes in Consumer Behavior in The
Middle Of the Covid-19 Pandemic Post-New Normal Life in the Lingkar Selatan,
Mataram City (Hendra Kusma Hartiadi 2). Siti Nurjanah, M.Si 3).Khalifatul Syuhada)

Model Pendayagunaan Zakat Produktif oleh Lembaga Amil Zakat dalam Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat Madura (Hammam)

Dampak ekonomi nelayan dengan hadirnya tambang batu bara (Roja Saswita1)

Urgensi Pendidikan Kewirausahaan untuk Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan di
Indonesia (Ahmad Asroni)

Strategi Pencegahan Pernikahan Anak Pada Masyarakat Pesisir (Studi Kasus di Desa
Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur) (Solikatun1, Siti Nurjannah2, Nila Kusuma3)

Topik 4
Budaya, Pariwisata dan Perkembangan Masyarakat

{BPPM}

Maskulinitas Budaya Populer Crossdresser Dance Cover (Studi pada Komunitas K-
Popers Crossdresser Dance Cover kota Mataram) (Lalu Tsani Restu Atmaja¹, Solikatun²,
Arif Nasrullah³)

Persepsi dan Perilaku Umat Beragama Kota Mataram Terhadap Protokol Kesehatan di
Rumah Ibadah (Ika Satria Wijaya1, Arif Nasrullah2, danSolikatun3)

Konsep Edu-Ekowisata Syariah Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Islam
Multikultural Dalam Pembentukan Karakter Anak (Raudiatuzzahra. R. Pasolongi.¹
Shofiyyun Nahidloh.²)

9

Kontestasi Praktik Perayaan Keagamaan di Ruang Publik Pada Masa Pandemi Covid-19
di Pulau Bangka (Sujadmi1, Wirasandi2, M.Yusmaniar Rezza3)

Dinamika Perkawinan pada Etnis Arab di Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara
Barat (1Hafizah Awalia 2Saipul Hamdi 3Arif Nasrullah)

Implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Penjaminan Halal Pada
Pelaku Usaha ATV Dan Photografi Di Destinasi Wisata Lon Malang Sampang
(Muhammad Cholilur Rohman1 Shofiyun Nahidloh2)

Menyorot Tren Budaya Prasangka dan Gosip perspektif Qs. Al-Hujurat: 12 (Analisis
Ma’na> cum Maghza>) (Azka Noor ,Siti Mursida)

Belian Sasak Dalam Ritual Tegeteng Pada Masyarakat Suku Sasak Studi di Desa Barabali
Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah (Santi Afriana , Lalu Wiresapta
Karyadi2, Khalifatul Syuhada3)

Kebijakan Rektor Universitas Trunojoyo Madura Tentang Pembentukaan Halal Center
UTM Sebagai Media Kontribusi Terhadap Masyarakat (Novrian Anshar Ghafur1,
Shofiyun Nahidloh2 )

Pengaruh Keberadaan Desa Wisata Kampung Majapahit Terhadap Kondisi Sosial Budaya
Masyarakat di Desa Bejijong Trowulan (Evio Tanti Nanita)

Analisis Perilaku Sosial Beragama Masyarakat dalam Menyikapi Pandemi Covid 19 Di
Pulau Lombok (Oryza Pneumatica Inderasari1; Aziza Alfiana2)

Perilaku Masyarakat Desa Sembalun Lawang Dalam Pelestarian Nilai Budaya Lokal
Untuk Meningkatkan Pariwisata (Ika Wijayanti¹, Solikatun2)

Penguatan Kelembagaan Desa Dalam Pengelolaan Desa Wisata Candirejo Kecamatan
Borobudur Kabupaten Magelang (Joko Tri Nugraha 1, Retno Dewi Pramodia 2, Apsari
Wahyu Kurnianti 3, Ahmad Hakim Bintang Kuncoro4, Talitha Zhafira 5)

Eksistensi Masyarakat Suku Bajo dalam Mempertahankan Budaya di Desa Kwangko Dompu
(Syarifuddin1, Muhammad Arwan Rosyadi2, Khalifatul Syuhada3)

Pembangunan Manusia Dalam Perspektif Keamanan Manusia Di Provinsi Nusa Tenggara
Barat (Y. A. Wahyuddin1 Sirwan Yazid Bustami2 Ismah Rustam3 )

Topik 5
Kerentanan Masyarakat dan Mitigasi Bencana

{KMMB}

Bisnis Panglong Arang dalam Perspektif Arena Tindakan Strategis (Mita Rosaliza1,
Gumilar Rusliwa Somantri2)

10

Subsistensi Pemuda Perantau di Kota Mataram : Upaya Bertahan pada Masa Pandemi
Covid 19 (Maya Atri Komalasari , Lalu Wiresapta Karyadi2, Ika Wijayanti3)
Respon Masyarakat Dalam Pencegahan Pandemi Covid-19 Di Era Kenormalan Baru Pada
Daerah Rawan Bencana (Studi Kasus Masyarakat Kelurahan Purus, Kecamatan Padang
Barat, Kota Padang) (Zeni Eka Putri1 2, Azwar1, Elfitra1 )
Mitigasi Bencana Puso Sebagai Pendekatan Untuk Mendukung Intensifikasi
Pertanian Pada Lahan Margina (Dr. Sudirah, M.Si)

Topik 6
Dinamika Pendidikan, Pengetahuan dan Teknologi

{DPPT}

Pengaruh Stereotip, Konstruksi Sosial dan Sistem Patriarki di Indonesia Terhadap
Tingkat Partisipasi Perempuan dalam Science, Technology, Engineering and Mathematics
(STEM). (Hurbaital Mukaddisul Murhaini, Pak Rosyadi, Mbak Nila)
Perbedaan Pendampingan Ayah dan Ibu Bekerja di Sektor Formal dalam Pembelajaran
Anak pada Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus pada Orang Tua di HKBP Jitra Kota
Bengkulu) (Febry Reza Silalahi1, Heni Nopianti2, Diyas Widiyarti 3)
Rendahnya Minat Baca Remaja Di Kota Meulaboh, Aceh Barat (Devi Novianti1)
Adaptasi Normal Baru ditinjau dari strategi pembelajaran untuk meminimalisir
problematika digital gap (Oryza Pneumatica Inderasari1; Hurbaital Mukaddisul Murhaini2)
Pelayanan Sekolah Islam dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah (Studi Kasus pada SMA
Harapan Medan, SMA Al-Azhar Medan dari SMA Shafiyyatul Amaliyah Medan) (Heri
Wahyudi)

___________00000______________

11

ABSTRAK ARTIKEL

Topik 1:
Dinamika Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisr dan Kepulauan

DPPMPK-01

Strategi Penghimpunan dan Penyaluran ZIS (Zakat, Infak, Sedakah) Dimasa Pandemi
Covid-19 (studi kasus di LAZ Sidogiri cabang Bangkalan)

Ahmad Mubarok1, Hammam2
Hukum Bisnis Syari’ah, Fakultas keislaman,Universitas Trunojoyo Madura
Hukum Bisnis Syari’ah, Fakultas keislaman,Universitas Trunojoyo Madura

[email protected]
[email protected]

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan banyak dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Dalam
membantu masyarakat yang terdampak akibat dari pandemi Covid-19, LAZ Sidogiri Cabang
Bangkalan memiliki strategi yang berbeda dengan strategi yang biasa dilakukan saat sebelum
adanya pandemi Covid-19 dan melakukan berbagai inovasi dalam penghimpunan dan penyaluran
ZIS pada masa pandemi Covid-19.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan pengumpulan data yang dilakukan
adalah menggunakan studi literatur, wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan
menggunakan metode Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data,
paparan data dan konklusi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, sampai pada kesimpulan bahwasannya: 1)
Penghimpunan dana zakat, infaq, sedekah (ZIS) dari muzakki di masa pandemi menggunakan
sistem online (transfer) serta Menggunakan platform sosial media untuk media promosi seperti
Whatsapp, Facebook yang dinilai efektif di masa pandemi covid-19. 2) Guna meningkatkan
kepercayaan para muzakki dengan memberikan pelayanan yang baik untuk menunaikan zakat,
infak, sedekah (ZIS) di LAZ Sidogiri Cabang Bangkalan, dengan cara menerbitkan sebuah
buletin setiap satu bulan sekali yang berisi tentang jumlah penghimpunan selama satu bulan,
berisi kegiatan-kegiatan penyaluran yang dilakukan LAZ Sidogiri selama satu bulan. 3)
Penyaluran dana ZIS oleh LAZ Sidogiri Cabang Bangkalan sesuai surat At-Taubah ayat 60. 4)
Penyaluran Dana Zakat, Infak, dan Sedekah pada Masa Pandemi Covid-19 di LAZ Harus
mematuhi Protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak, memakai masker mencuci tangan dan lain-
lain.
Kata kunci : Strategi, Penghimpunan, Penyaluran, ZIS

12

DPPMPK-02

Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Pesisir pada Masa Pandemi Covid-19 di Lombok
Tengah

Ratih Rahmawati1, Taufiq Ramdani2, Nuning Juniarsih3
1 2 3 Universitas Mataram

e-mail: [email protected]

Abstrak
Masa pandemi Covid-19 membuat kondisi perekonomian masyarakat Indonesia mengalami
perubahan sosial yang signifikan, sebab membuat masyarakat kesulitan dalam memenuhi
kebutuhan dasarnya seperti sandang, pangan, papan dan pendidikan bagi anak-anak. Perihal
ini terjadi pula pada masyarakat pesisir di Pantai Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah
yang terdiri dari masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan serta pengelola usaha
wisata pantai. Pandemi Covid-19 di Lombok Tengah mengakibatkan penurunan jumlah
kunjungan wisatawan pantai serta mengakibatkan nelayan kesulitan dalam melakukan
pemasaran hasil laut, sehingga masyarakat melakukan upaya atau strategi bertahan hidup di
tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bertahan hidup
masyarakat pesisir pada masa pandemi Covid-19 di Lombok Tengah, dengan menggunakan
metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus sehingga dapat mengungkap fenomena
yang unik, khas serta mendalam pada kehidupan masyarakat pesisir di masa pandemi melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik analisis data
interaktif Miles dan Huberman sehingga mendapatkan data yang absah dan valid. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir melaksanakan strategi bertahan hidup
seperti berhutang kepada Bank Keliling atau rentenir, melakukan simpan pinjam di KUB
kelompok nelayan, menjual benda-benda berharga seperti barang elektronik hingga perhiasan,
memanfaatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD), masyarakat pesisir juga melakukan
inovasi dalam bisnis atau usahanya seperti melakukan metode pesan antar atau delivery untuk
makanan yang dijual di kedainya. Di samping itu, masyarakat pesisir mengikuti kegiatan
produktif di Kelompok Sadar Wisata Pantai Selong Belanak serta KUB Kelompok Nelayan
Selong Belanak untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas seperti kegiatan sosial, pelatihan, serta
bantuan peralatan nelayan dan bantuan dana inovasi usaha pantai.

Kata kunci: Strategi Bertahan Hidup, Masyarakat Pesisir, dan Pandemi Covid-19

13

DPPMPK-03

Peningkatan Ketahanan Rumah Tangga Masyarakat Pesisir Sekaroh dan Ketapang Raya
Melalui Pengembangan Produk Perikanan

Baiq Rien Handayani1)*, Bambang Dipokusumo2), WiharyaniWerdiningsih3), Mutia Devi
Aryana4)

1)Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram,
2)Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Indonesia

*Email : [email protected]

ABSTRAK
Masyarakat pesisir desa Sekaroh dan desa Ketapang Raya Lombok Timur didominasi dengan
rumah tangga nelayan. Sekaroh memiliki lebih dari 150 KK miskin dengan pekerjaan hampir
seluruh KK adalah nelayan. Dari aspek pengolahan, rumah tangga Sekaroh sangat minim
menerapkan proses pengolahan pada produk tangkapan nya selain karena kebutuhan hidup yang
sangat mendesak memaksa nelayan menjual segar produk tangkapannya. Sekaroh terutama
dusun Sunut tidak memiliki sumber air bersih yang sangat dibutuhkan dalam proses pengolahan
dan hingga 2017 belum pernah tersentuh aktifitas pelatihan atau transfer teknologi pengolahan
dalam bentuk apapun. Hal yang berbeda terjadi di desa Ketapang Raya dan beberapa desa di
Keruak yang memiliki akses air bersih. UKM pengolahan sudah dapat menghasilkan beberapa
produk olahan meskipun dengan mutu yang masih rendah, bekerja tanpa standar dan belum
mampu mengoptimalkan produknya baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal ini akan menjadi
pembatas dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga
nelayan/masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan
perikanan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat nelayan/pesisir Sekaroh dan
Ketapang Raya. Metode yang dilakukan melalui kegiatan penelitian laboratorium dan lapangan
(kaji Tindak). Beberapa kegiatan penting yang dilakukan yaitu aktifitas FGD/interview,
penelitian laboratorium untuk merumuskan Teknik hurdle dalam SOP yang tepat untuk kondisi
tanpa dan dengan air tawar. Transfer teknologi pengolahan perikanan terintegrasi dengan Teknik
pengemasan/labelling, promosi dan pemasaran, pengurusan perijinan dan koordinasi dengan
dinas instansi terkait. Penelitian ini menghasilkan (1) rumusan hasil riset laboratorium dengan
Teknik hurdle yang mudah digunakan masyarakat/kelompok nelayan/UKM, (2) beberapa produk
olahan perikanan sudah dapat dihasilkan kelompok dengan pengemasan dan labeling yang lebih
baik disertai dengan pengurusan perijinan perdagangan dan koordinasi dengan dinas instansi
terkait. Teknik hurdle dalam pengolahan produk perikanan dapat diterapkan oleh
nelayan/masyarakat pesisir wilayah lain di Indonesia.

Kata Kunci: Ketahanan Pangan, Nelayan, Pengolahan, Produk Perikanan, Pesisir

14

DPPMPK-04
Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme Melalui History Telling Pada Anak-Anak Di Dusun

Bandung, Miri, Kismantoro, Wonogiri
Asyif Awaludin Romadhoni dan Aman
Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta
Email: [email protected] dan [email protected]

ABSTRAK
Penanaman nilai nasionalisme perlu dilakukan sejak dini. Hal ini penting mengingat generasi
muda merupakan generasi penerus bangsa. Dewasa ini pengaruh globalisasi sangat mendisrupsi
karakter generasi muda sehingga mengakibatkan memudarnya rasa nasionalisme, salah satunya
dialami oleh anak-anak Dusun Bandung, Miri, Kismantoro, Wonogiri. Hal ini ditunjukkan
dengan adanya sikap tidak disiplin dan kurang menjaga lingkungan. Melihat hal tersebut, penulis
memiliki ide untuk melakukan Pengabdian pada Masyarakat melalui program Penanaman Nilai-
nilai Nasionalisme melalui History Telling pada anak-anak Dusun Bandung, Miri, Kismantoro,
Wonogiri. Teknik History Telling dipilih karena anak-anak menyukai hal baru dan bersifat
menyenangkan. Tujuannya adalah menanamkan nilai nasionalisme pada anak-anak melalui
refleksi cerita sejarah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berfokus
pada ranah pendidikan dan mengambil lokasi di Dusun Bandung, Miri, Kismantoro, Wonogiri
dan SD Negeri 3 Miri. Metode yang dilakukan adalah persiapan yang meliputi observasi,
perencanaan kegiatan, serta pencarian materi. Setelah persiapan kemudian tahap pelaksanaan
program ini dilakukan di SD Negeri 3 Miri dan kegiatan Bimbingan Belajar Kelompok KKN
G256 UNY. Hasilnya program ini diterima oleh anak-anak, segenap civitas SD Negeri 3 Miri,
dan orang tua. Program ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan mengasah dan mengembangkan
guru maupun orang tua dalam rangka penanaman nilai karakter.

Kata Kunci: Penanaman Nilai, Nasionalisme, History Telling.

15

DPPMPK-05
Impelementasi SDGs Desa dalam Membangun Resiliensi Desa di Pulau Madura: Studi
Terhadap Desa Dasok dan Desa Alang-Alang
Mohammad Afifuddin, Rival Hanip
Program Studi Sosiologi FISIB Universitas Trunojoyo Madura
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura
[email protected]
Abstrak

Penelitian ini membahas peran dokumen SDGs (Suistinable Development Goals) Desa sebagai
dokumen induk perencanaan pembangunan di desa untuk membangun resiliensi desa
menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Pulau Madura. Penelitian ini dilakukan di Desa
Alang-Alang Kabupaten Bangkalan dan di Desa Dasok Kabupaten Pamekasan, Madura. Metode
penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun konstruksi
teoritik yang digunakan adalah studi tentang implementasi kebijakan publik, terutama politik
kebijakan di aras lokal, yakni level pemerintahan terkecil, yaitu pemerintah desa. Konteksnya
adalah, bagaimana politik kebijakan pemerintah desa memanfaatkan insentif fiskal dari
pemerintah pusat berupa dana desa. Dari hasil penelitian ini, dapat ditemukan fakta bahwa
pemerintah desa tersebut sudah mulai mengafirmasi instruksi dari Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk menyusun APBDesa dengan mengacu
pada dokumen SDGs Desa. Studi ini penting untuk diketengahkan karena dalam SDGs Desa
termuat kerangka kebijakan agar desa bisa keluar dari situasi kemiskinan sebagai dampak dari
pandemi Covid-19. Dan agar desa mempunyai resiliensi tinggi dengan konsep desa tangguh
bencana.
Kata Kunci: Pembangunan Desa, SDGs Desa, Politik Kebijakan, Implementasi Kebijakan

16

Topik 2
Konflik Sosial dan Resolusi

KSR-01

Resolusi Konflik antara Transportasi Online Grab Dan Sopir Angkot Di Kota Bengkulu

Sonia Ariska1, Panji Suminar2, Heni Novianti3
Jurusan Sosiologi, FISIP, Universitas Bengkulu

[email protected], [email protected], [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resolusi konflik antara transportasi online Grab
dan sopir angkot di Kota Bengkulu. Serta untuk mengetahui secara mendalam mengenai faktor-
faktor penyebab konflik, aktor yang terlibat konflik, dampak konflik, dan resolusi konflik antara
transportasi online Grab dan sopir angkot di Kota Bengkulu. Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan yang dilakukan secara
purposive sampling. Proses pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan,
wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian direduksi, dipilah dan
dicatat serta diverifikasi untuk mendapatkan kesahihan data dalam rangka menjawab rumusan
penelitian. Kesimpulan yang merupakan proses akhir penelitian setelah semua data selesai
ditelaah dan di analisis menggunakan Teori Lewis Alfred Coser yang menyatakan bahwa konflik
tidak hanya bersifat negatif fungsional sejauh ia bergerak melawan struktur melainkan dapat
bersifat positif fungsional sejauh ia memperkuat solidaritas kelompok. Hasil dari penelitian
diperoleh bahwa, 1). Faktor penyebab konflik antara ojek online Grab dan sopir angkot di Kota
Bengkulu yaitu adanya persaingan dan kepentingan. 2). Aktor-aktor yang terlibat di dalam
konflik yaitu Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu,
Kepolisian Resor (Polres) Kota Bengkulu, pengendara transportasi online Grab dan transportasi
konvensional angkot di Kota Bengkulu. 3). Dampak yang dirasakan akibat konflik antara
pengendara transportasi online Grab dan transportasi konvensional angkot di Kota Bengkulu
yaitu bertambahnya solidaritas in-group pada kelompok moda angkutan Grab dan terbentuknya
aliansi angkot lima warna sekota Bengkulu, selanjutnya yaitu dominasi sopir angkot dan
takluknya salah satu pihak ataupun kelompok.4). Resolusi Konflik dilakukan dengan beberapa
cara, yaitu adanya negosiasi, konsiliasi mediasi dan arbitrasi yang diharapkan dapat
menyelesaikan konflik antara pengendara transportasi online Grab dan transportasi konvensional
angkot di Kota Bengkulu. Serta model resolusi konflik peacemaking dalam penyelesaian konflik.

Kata kunci: Resolusi Konflik, Grab, SopirAngkot, Kota Bengkulu.

17

KSR-02
Moderasi Negara dalam Konflik Dualisme Kepemimpinan Partai GOLKAR Periode 2014-

2016
Riyono Asnan
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia
Emal : [email protected]
Studi ini merupakan sosiologi politik untuk meneliti peran negara dalam mengupayakan
moderasi antar elite yang terlibat konflik, dengan tetap mengakomodasi kepentingan para elite,
menuju kepemimpinan yang diterima oleh elite-elite yang berkonflik. Pendekatan teori yang
digunakan adalah teori elite klasik Karya Pareto dan pengembangannya dalam era kontemporer
oleh para ilmuwan seperti John Higley, Jan Pakulski, John Scoot, Aladair Marshal, Mathias
Lopez dan lainnya sesuai kondisi sosial politik saat ini. Konsep teori elite pada dasarnya adalah
bahwa setiap struktur sosial masyarakat pasti terdapat kelompok sosial yang mempunyai
kemampuan, kekayaan dan kecakapan tertentu yang dapat membedakan mereka dengan
kelompok lainnya. Kelompok masyarakat yang mempunyai kelebihan ini oleh para teoritisi elite
klasik digolongkan sebagai kelompok elite. Namun Konsep elite dalam persepektif para ilmuwan
klasik ini, disempurnakn oleh Scoot, Higley yang memasukkan unsur kemampuan elite dalam
melakukan perubahan sosial, mempengaruhi kebijakan politik secara teratur dan substanstif
tanpa tekanan dari pihak manapun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif diskriptif
dengan cara studi pustaka, literatur, melakukan wawancara mendalam (in-depth interview)
dengan elite-elite yang terlibat konflik dan dilengkapi dengan data-data dari media sosial.
Kata Kunci: Moyerasi Negara, Elite, Konflik dan Kepemimpinan

18

KSR-03

Konflik Sosial Kepemilikan Tanah Pariwisata Pantai Laguna Samudera Antara
Masyarakat Dan Pemerintah Desa Merpas

Sapri Yanto1, Panji Suminar2, Heni Nopianti3
Jurusan Sosiologi, FISIP, Universitas Bengkulu

[email protected] [email protected] 2 [email protected]

Abstrak

Adanya konflik sosial antara Pemerintahan Desa Merpas dengan masyarakat yang mengklaim
tanah pariwisata Laguna Samudera, hal ini didasari oleh masyarakat menganggap tidak pernah
menghibahkan kepada Desa, tapi mereka hanya meminjamkan dan tidak untuk memiliki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai analisis konflik
kepemilikan tanah pariwisata Pantai Laguna Samudera antara masyarakat yang mengklaim tanah
dengan Pemerintah Desa Merpas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1. Faktor penyebab terjadinya
koflik yaitu a. Perbedaan data sejarah pembukaan tanah dan ukuran tanah yang digarap antara
pihak Pemerintah Desa Merpas dan masyarakat yang mengklaim tanah, b. Perbedaan
kepentingan pihak Pemerintah Desa Merpas mengklaim tanah sebagai aset desa sedangkan pihak
masyarakat mengklaim sebagai tanah warisan dan c. Perbedaan struktural penguasaan tanah
pariwisata Pantai Laguna Samudera antara kedua belah pihak aktor primer yang berkonflik. 2. a.
Aktor primer yang terlibat di dalam konflik yaitu masyarakat yang mengklaim tanah berhadapan
dengan Pemerintah Desa Merpas. b. Aktor sekunder yaitu Pengadilan Negeri Bintuhan dan
Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kaur. 3. Dampak dari adanya konflik yaitu a. Retaknya
hubungan kekeluargaan yang terbentuk karena ikatan perkawinan antara aktor primer yang
berkonflik, b. Terciptanya kelompok-kelompok yaitu pihak masyarakat yang diketuai oleh bapak
Hasbullah mengklaim tanah sebagai tanah warisan dan pihak Pemerintah Desa Merpas yang
terdiri dari Pemerintah Desa Merpas, pengelola pariwisata Pantai Laguna Samudera dan sesepuh
desa, c. Fasilitas umum pariwisata Pantai Laguna Samudera tidak terawat sehingga tidak layak
untuk digunakan dan d. Tidak ada pendapatan asli daerah dari pariwisata Pantai Laguna
Samudera ke Pemerintah Kabupaten Kaur. 4. Resolusi konflik dilakukan dengan cara yaitu
adanya negosiasi antara kedua belah pihak yang berkonflik namun tidak menemui kesepakatan
dan secara litigasi.

Kata kunci: konflik sosial, masyarakat dan pemerintah desa, pariwisata.

19

KSR-04
Perdamaian dan Budaya Nirkekerasan di Indonesia: Studi Kasus di Kabupaten Lombok

Utara-NTB.
Syaiful Anam
Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram
Jl.Majapahit No.62 Mataram
[email protected]

Abstrak
Kajian-kajian terkait konflik sosial ataupun resolusi konflik selama ini fokus pada insiden
kekerasan kolektif yang sudah terjadi disuatu tempat tertentu dan bagaimana upaya
menyelesaikan konflik tersebut. Tanpa mengabaikan signifikasi dari penelitian tersebut
mengingat masih banyak kasus-kasus konflik kekerasan yang belum atau kurang dieksplorasi,
kajian atau penelitian yang membahas kasus-kasus nirinsiden perlu untuk dilakukan mengingat
banyak kota besar maupun kabupaten di Indonesia yang masuk dalam kategori nirperistiwa ini,
dimana konflik ataupun ketegangan antar-etnis tidak sampai terprovokasi dan termanifestasi
dalam bentuk kekerasan komunal atau kolektif. Mengacu pada data kekerasan kolektif dan
komunal yang dicatat oleh Kesbangpoldagri NTB sepanjang tahun 2014-2020 tercatat bahwa
sebanyak 49 kasus kekerasan terjadi di Kabupaten Bima dan 29 kasus terjadi di Lombok Timur.
Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara dimana hanya
tercatat 1 kasus kekerasan. Berangkat dari latar ini penelitian ini berusaha untuk melihat lebih
jauh lagi mengenai sistem dan nilai ataupun norma seperti apa yang dikembangkan dan
dilanggengkan oleh masyarakat di Lombok Utara yang heterogen baik etnis dan agama (Hindu,
Islam, dan Budha) dalam menjaga bina damai yang ada pada masyarakat.

Kata Kunci: Nirkekerasan, Kekerasan Kolektif, Bina Damai

20

KSR-05
Konstruksi Sosial Masyarakat Terhadap Pasien ODP dan PDP Dalam Masa Pandemi
Oryza Pneumatica Inderasari; Nurlina
Program Studi Sosiologi Universitas Mataram
Email : [email protected]
Abstrak

Minimnya kemampuan untuk mengolah informasi yang benar mengenai covid-19 membuat
masyarakat menjadi ketakutan berlebihan dan berprasangka negatif bahkan ada juga yang tidak
mengindahkan peraturan kesehatan. Pandangan negatif yang melekat pada stigma Orang Dalam
Gejala (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebuah istilah yang hadir di masa pandemi
COVID 19 sebelum istilah tersebut dirubah secara resmi oleh Kementerian Kesehatan
sejaktanggal 13 Juli 2020. Pandangan negatif terhadap seorang penyandang status Orang Dalam
Gejala (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) membuat masyarakat menjadi takut untuk
berobat dan khawatir berperilaku jujur atas apa yang dialaminya sehingga mempersulit untuk
melakukan pengobatan. Dengan begitu, pandangan masyarakat merupakan faktor yang sangat
penting dalam upaya pencegahan penyebaran covid 19 ini. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode kualitatif pendekatan konstruksi sosial Berger. Analisis data dilakukan
sesuai dengan teori konstruksi sosial Berger dimana konstruksi sosial dapat dipahami melalui
identifikasi eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Penelitian ini menunjukkan adanya
konstruksi yang berbeda dari setiap individu sesuai dengan tingkatan informasi dan pengalaman
yang dimiliki. Pertama, masyarakat mengkonstruksi penyandang ODP dan PDP harus dijauhi
dan dikucilkan. Kedua, jika seseorang memiliki gejala maka akan dijauhi dianggap penyebar
corona. Ketiga, pasien yang terpapar covid-19 akan sangat sulit diterima kembali di kehidupan
masyarakat. Keempat, masyarakat mengkonstruksi bahwa jika pergi berobat dan memiliki gejala
yang sama dengan penderita covid-19 maka akan diisolasi.

Kata kunci: pandemi, konstruksi sosial, stigma

21

Topik 3
Permasalahan Sosial dan Kewirausahaan

PSK-01

Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Penanggulangan Kemiskinan
Struktural (Telaah Teori Strukturasi Anthony Giddens)

Ibnu Panji Arifin
PPKH Dinas Sosial Kabupaten Banyumas

Email : [email protected]

Abstrak

Salah satu program khusus yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka percepatan
penanggulangan kemiskinan adalah Program Bantuan Tunai Bersyarat yang dikenal dengan
nama Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan sejak tahun 2007. PKH sebagai
upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin dalam rangka
mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan sosial penduduk miskin sekaligus sebagai
upaya memotong rantai kemiskinan. Adanya pola antara struktur dan agen dalam program
keluarga harapan yakni kondisi kemiskinan sebagai struktur dan penerima manfaat PKH sebagai
agen. Oleh karena itu melalui telaah ini Giddens memberi perhatian lebih bahwa struktur tidak
hanya bersifat mengekang (constraining), tetapi juga memampukan (enabling). Penekanan pada
peran struktur yang memampukan ini merupakan salah satu kontribusi penting dari Giddens
dalam teori mengenai relasi antara struktur dan tindakan atau praktik sosial. Hal penting untuk
digaris bawahi dalam penelitian implementasi PKH dalam penanganan kemisinan struktural
dalam beberapa tingkatan yaitu taraf makro, meso dan mikro adalah memastikan standar hidup
peneri mamanfaat tetap relatif terjaga ditengah economic shock sudah banyak dilakukan, dan
temuan yang ada menunjukkan bahwa dampak positif dirasakan. Penerima PKH memanfaatkan
kelebihan uang tunai yang mereka miliki untuk membeli makanan yang lebih baik,serta untuk
menunjang kesehatan mereka, serta investasi seperti yang dilakukan oleh peneri mamanfaat
bantuan sosial PKH.

Kata kunci: PKH, Program Keluarga Harapan, Penanggulangan Kemiskinan

22

PSK-02
MAKNA CATCALLING (Studi Fenomenologi di Desa Masbagik Timur Kecamatan
Masbagik Kabupaten Lombok Timur)
Neli Sri Mayana 1*) Solikatun 2*), M. Arwan Rosyadi 3*)
Prodi Sosiologi, Universitas Mataram
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna catcalling menurut pelaku dan

sasarannya serta mengetahui dampak catcalling bagi sasaran tindakan tersebut. Penelitian ini
menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Blumer. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta teknik
pengambilan sampel menggunakan Incidental sampling. Teknik pengumpulan data dengan
menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan reduksi data, penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan atau
verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling masih dapat ditemukan di Desa
Masbagik Timur. Catcalling oleh pelaku dimaknai sebagai candaan ataupun sapaan ramah tamah
pada orang baru, cara untuk membuka pertemanan, dan mendapatkan perhatian menambah
eksistensinya dari sasaran maupun teman-temannya. Sedangkan makna catcalling menurut
sasaran adalah mencari perhatian pada orang yang tidak dikenal di tempat umum, gangguan yang
dapat ditemukan ketika sedang berada di ruang publik serta pelecehan verbal karena
mengomentari fisik dan penampilansecaragamblang. Ada pula dampakcatcalling pada sasaran
yang lebih mengacu pada dampak psikologis karena menimbulkan ketakutan, risih serta rasa
tidak nyaman bagi sasaran untuk melakukan aktivitas di lokasi yang menjadi tempat ia
mendapatkan tindakan catcalling.
Kata Kunci : Makna Catcalling, Fenomenologi

23

PSK-03

Trading Strategies of Standard Traders on Facing Changes on Consumer Behavior on The
Middle of The Covid-19 Pandemic Post-New Normal Life on The Lingkar Selatan,
Mataram City

Hendra Kusma Hartiadi 2).Siti Nurjanah, M.Si 3).Khalifatul Syuhada
Program Studi Sosiologi Universitas Mataram

Email : [email protected]

ABSTRACT

The emergence of the Covid-19 pandemic outbreak in Indonesia has brought many
changes both in terms of social, economic and cultural aspects, due to the policy of the
government of the Republic of Indonesia which implemented new policies related to controlling
the covid-19 pandemic outbreak. This study aims to determine changes in consumer behavior,
then find out how the strategies carried out by street vendors in dealing with changes in
consumer behavior in the midst of the COVID-19 pandemic after the new normal in the South
Ring Region of Mataram City and the role of the government in providing various forms of
assistance through the City Industry and Trade Office. Mataram. This study uses a qualitative
research method using a descriptive approach. The unit of analysis in this study is street vendors
in the South Lingkar then consumers who are carrying out activities in the area. Determination of
informants using purposive sampling technique. This study uses the Exchange theory from
Hommans then Rational Choice from Coleman as an analysis of the results of the research
conducted. The results show that changes made by consumers are a response to changes in
environmental conditions due to the impact of the covid-19 pandemic. changes in environmental
conditions as a result of the covid-19 pandemic led to the emergence of various forms of changes
made by consumers, including 1). Reduced economic activity 2). Prioritizing basic needs 3). The
intensity of implementing health protocols is increasing. The strategy carried out by street
vendors aims to attract consumer interest in their stalls. The strategies carried out by street
vendors include 1). Applying health protocols when selling 2). Lowering the price of selling
goods 3). Provide health protocols. the government through the Mataram City Trade Office
provided assistance to support the business of street vendors in the midst of the covid-19
pandemic with assistance provided in the form of cash.

Keywords: Strategy, street vendors, Covid-19 pandemic, New Normal Life

24

PSK-04
Model Pendayagunaan Zakat Produktif oleh Lembaga Amil Zakat dalam Pemberdayaan

Ekonomi Masyarakat Madura
Hammam, Lc., M.Sy

Universitas Trunojoyo Madura
Email [email protected]

Abstrak
Masalah kemiskinan adalah masalah social yang sangat kompleks membutuhkan pastisipasi
semua pihak, tak cukup hanya dari pemerintah saja. Tapi juga semua element masyarakat,
termasuk lembaga social dan lembaga penyaluran dana zakat. Trend kekinian sebagian besar
Lembaga amil Zakat (LAZ) mengubah orientasi pendistribusiannya tidak hanya untuk sector
konsumtif, namun lebih dari menjalankan program pemanfaatan zakat kepada sector produktif.
Oleh karena itu model pendayagunaan dana zakat melalui usaha produktif menjadi sangat
penting dengan sistem pemberdayaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat penerima
zakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model prototipe pendayagunaan dana
zakat yang tepat dalam pemberdayaan kota miskin berbasis kearifan lokal di kota Bangkalan.
Untuk tahap pertama penelitian ini menggunakan metode survei dengan data yang diperoleh dari
hasil Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan narasumber untuk
identifikasi model. Tahap kedua adalah rekonstruksi menggunakan analisis komparatif. Semua
data yang telah diolah akan dianalisis dengan pendekatan analisis deskriptif. Analisis yang
digunakan adalah membandingkan suatu temuan dengan kajian proporsi yang telah dibuat
sebelumnya. Tujuan dari perbandingan tersebut untuk menganalisis data studi kasus dengan cara
membuat suatu penjelasan terhadap kasus yang bersangkutan dan membuktikan proporsi yang
telah dibuat
Keyword: Pendayagunaan, Zakat Produktif, Lembaga Amil Zakat

25

PSK-05
Dampak ekonomi nelayan dengan hadirnya tambang batu bara
Roja Saswita1
Universitas Teuku Umar
Email : [email protected]
Abstrak

Tambang batu bara merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang cukup tinggi, tidak
dapat di pungkiri kehadiran perusahaan tambang batu bara membawa angin segar bagi
masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan, dengan adanya perusahaan tambang tersebut
masyarakat dapat memperoleh lapangan pekerjaan. Di sisi lain perusahaan tambang itu juga
membawa duka bagi masyarakat sekitar perusahaan berbagai masalah kesehatan serta ekonomi
pun berdampak dari hadirnya perusahaan tambang batu bara tersebut. Dengan dilakukan
penelitian ini untuk menganalisis dampak yang ditimbulkan dari hadirnya perusahaan tambang
batu bara di meulaboh Aceh Barat . Pada penelitian ini akan melihat bagaimana dampak dari segi
ekonomi masyarakat terutama bagi para nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kualitatif dengan desain deskriptif. Data yang akan diperoleh dengan melakukan
observasi ke masyarakat nelayan yang tinggal di daerah dekat pertambangan serta melakukan
wawancara ke beberapa pihak terkait.observasi dan wawancara dilakukan dengan menganalisis
penyebab serta dampak dengan menggunakan diagram pohon. Hasil yang di dapat dari penelitian
menampilkan bahwa kurang nya penghasilan para nelayan disebabkan oleh adanya beberapa
tumpahan batu bara yang tidak sengaja terjatuh ke laut pada saat kapal – kapal tongkang
membawa batu bara. Alhasil para nelayan harus pergi jauh jika ingin mendapatkan ikan.
Hubungan tangkapan para nelayan dan tambang batu bara menjadi hal fokus dalam penelitian
ini.
Kata Kunci : Tambang, Nelayan, Ekonomi

26

PSK-06
Urgensi Pendidikan Kewirausahaan untuk Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan
di Indonesia
Ahmad Asroni
Universitas Islam Indonesia
E-mail: [email protected]
Abstrak

Artikel ini mengkaji urgensi dan makna penting pendidikan kewirausahaan untuk mengatasi
pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Salah satu problem kependudukan di Indonesia
adalah masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan. Berbagai upaya untuk menekan
angka pengangguran dan kemiskinan pun telah banyak dilakukan oleh pemerintah Indonesia,
namun hasilnya tidak cukup signifikan. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai upaya untuk
menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu
upayanya adalah dengan mempromosikan dan menyelenggarakan pendidikan kewirausahaan
(entrepreunership education) di lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Penyelenggaraan
pendidikan kewirausahaan di lembaga-lembaga pendidikan akan mendorong sekaligus melatih
generasi muda untuk mencintai dunia wirausaha. Dengan begitu, dengan adanya pendidikan
kewirausahaan diharapkan dapat melahirkan banyak entrepreneur yang mampu menciptakan
lapangan pekerjaan dan menyerap banyak tenaga kerja. Apabila banyak tersedia lapangan kerja,
maka dengan sendirinya angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia dapat berkurang.
Kata Kunci: pengangguran, kemiskinan, pendidikan kewirausahaan, entrepreneur

27

PSK-07

Strategi Pencegahan Pernikahan Anak Pada Masyarakat Pesisir (Studi Kasus di Desa
Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur)
Solikatun, Siti Nurjannah, Nila Kusuma
Prodi Sosiologi Universitas Mataram

[email protected]; [email protected]; [email protected]
Abstrak

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan anak,
dan mengetahui strategi yang efektif untuk mengurangi pernikahan anak. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian
adalah teori pilihan rasional. Lokasi penelitian berada di Desa Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Adapun proses analisis
dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan
kesimpulan/verifikasi data dalam bentuk laporan penelitian.
Hasil penelitian ini adalah faktor penyebab pernikahan usia anak, diantaranya perkembangan teknologi,
minimnya pengawasan/ kontrol oleh keluarga terkait aktivitas yang dilakukan oleh anak, pengaruh media
sosial, pergaulan bebas yang mengakibatkan hamil diluar nikah, lingkungan bermain yang tidak sehat,
pola pikir masyarakat tentang masa depan yang masih jangka pedek, kegiatan belajar mengajar tidak
terpantau dengan baik disaat pamdemi, serta factor ekonomi yaitu orang tua tidak mampu untuk
menyekolahkan anaknya dan lebih baik menikahkan anaknya. Sementara strategi yang dirasa efektif oleh
masyrakat untuk mengurangi angka pernikahan usia anak, diantaranya dimulai dengan kontrol orang tua
terhadap kegiatan anak agar dapat terpantau dengan baik, orang tua mengawasi penggunaan media dan
pergaulan anak, mengubah mindset orang tua untuk mendidik anak dan melajutkan sekolah, membuat
aturan-aturan ditingkat keluarga, kegiatan pendidikan formal juga dipercaya memiliki fungsi latensi
dalam mencegah dan mengurangi angka pernikahan usia anak. Selain itu harus ada UU atau aturan yang
diperketat terutama aturan desa dengan pemberlakuan denda, keterlibatan pemerintah diharapkan mampu
mencegah pernikahan usia anak melalui menetapkan regulasi serta melakukan sosialisasi terkait dengan
pernikahan usia anak secara rutin.
Kata kunci : Strategi, anak, perkawinan anak

28

Topik 4
Budaya Pariwisata dan Perkembangan Masyarakat

BPPM-01

Maskulinitas Budaya Populer Crossdresser Dance Cover (Studi pada Komunitas K-Popers
Crossdresser Dance Cover kota Mataram)

Lalu Tsani Restu Atmaja¹, Solikatun², Arif Nasrullah³
Program Studi Soisiologi, Universitas Mataram
Email: [email protected]

Abstrak
Penelitian ini berjudul “Maskulinitas Budaya Populer Crossdresser Dance Cover (Studi pada
Komunitas K-Popers Crossdresser Dance Cover kota Mataram)”. Tujuan dari penelitan ini adalah
untuk mengetahui jati diri anggota komunitas K-Popers Crossdresser Dance Cover serta untuk
mengetahui makna maskulin bagi anggota komunitas K-Popers Crossdresser Dance Cover. Teori
yang digunakan sebagai pisau analisis dalam penelitian ini adalah teori Interaksionisme Simbolik
George H. Mead dan Dominasi Maskulinitas Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan dalam penelitian ini
menggunakan snowball sampling dan purposive. Adapun teknik pengumpulan data meliputi
observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis data menggunakan reduksi data, penyajian
data, penarikan kesimpulan. Anggota komunitas membagi jati diri yaitu sabagai subjek dan objek.
Pertama disaat menjadi Me atau sebagai objek,tidak ada perbedaan interaksi ataupun respon di
komunitas, keluarga, ataupun masyarakat. Kedua sebagai subjek (I) atau peneliti menyebutnya
dengan douper (double person). Anggota komunitas douper cenderung lebih emosional, frontal,
banyak bicara, ceria, serta lebih mudah mengekspresikan keingianan. Maskulinitas anggota
komunitas menyebutan bahwa laki-laki ideal ialah sesuai dengan idola K-Pop. Seolah-olah idola
K-Pop ini seperti lelaki jenis baru. Selain itu juga nilai patriarki mengenai konsep maskulinitas
telah dibantah oleh anggota komunitas sebagai paham yang telah tergulingkan oleh nilai
maskulinitas baru yang berkiblat kepada idola K-Pop.

Kata Kunci: Crossdresser, K-Pop, Dance Cover, Maskulinitas, Budaya Populer

29

BPPM-02

Persepsi Dan Perilaku Umat Beragama Kota Mataram Terhadap Protokol Kesehatan Di
Rumah Ibadah

Ika Satria Wijaya1, Arif Nasrullah2, dan Solikatun3
Program Studi Sosiologi

Email : [email protected]

Abstrak
Pandemik Covid-19 mengakibatkan munculnya pembatasan dan pengaturan kegiatan
bermasyarakat, salah satunya pembatasan kegiatan beribadah yang memerlukan penyesuaian
terkait penerepan protokol kesehatan di rumah ibadah. Berdasarkan kondisi tersebut tujuan
penelitian untuk mengetahui persepsi dan perilaku umat beragama Kota Mataram terhadap
protokol kesehatan di rumah ibadah. Teori yang digunakan yakni kontruksi Sosial dari Peter
L.Berger dan Thomas Luckmann, serta teori tindakan sosial dari Max Weber. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tekhnik penentuan informan snowball, dan
purvosive sebanyak 26 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi, serta trainggulasi teknik sebagai keabsahan data, dan menggunakan
analisis interaktif dari Miles dan Haberman. Hasil penelitian menunjukkan ada 6 persepsi umat
beragama Kota Mataram terhadap protokol kesehatan di rumah ibadah yaitu: (1) protokol
kesehatan sebagai persyaratan pembukaan rumah ibadah, (2) protokol kesehatan sebagai tiket
akses masuk beribadah, (3) protokol kesehatan (masker) sebagai pakaian tambahan beribadah (4)
protokol kesehatan sebagai alat pendisiplinan tubuh, (5) protokol kesehatan sebagai bentuk
penghabisan anggaran (6) protokol kesehatan sebagai alat proteksi diri. Sedangkan perilaku umat
beragama Kota Mataram terhadap protokol kesehatan di rumah ibadah juga terdari dari 6 yaitu:
(1) perilaku pra ibadah yakni pendaftaran ibadah, (2) perilaku selama ibadah yakni menerapkan
protokol kesehatan, (3) perilaku paska ibadah yakni, menghindari kontak fisik, (4) perilaku
ibadah virtual, (5) perilaku memindahkah lokasi ibadah dan pindah lokasi ibadah dan, (6)
perilaku membagi waktu ibadah.
Kata Kunci : Persepsi, Perilaku, Protokol Kesehatan, Rumah Ibadah.

30

BPPM-03

Konsep Edu-Ekowisata Syariah Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Islam
Multikultural Dalam Pembentukan Karakter Anak
Raudiatuzzahra. R. Pasolongi.¹ Shofiyyun Nahidloh.²
¹²Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura.

Email: ¹[email protected]@ac.id.² [email protected]
Abstrak

Edu-ekowisata atau yang lebih akrab dikenal dengan pendidikan berbasis lingkungan merupakan
salah satu kegiatan berwisata dengan mengutamakan aspek pengenalan alam juga aspek
pembelajaran pendidikan, sosial budaya dan lain lain. Konsep edu-ekowisata syariah merupakan
sebuah konsep pembelajaran berbasis lingkungan berbasis syariah, dimana pantai lon malang
merupakan studi kasus terbaik menurut penulis dalam menerapkan konsep ini mengingat pantai
lon malang yang berada di pulau Madura kabupaten Sampang ini masih sarat akan adat istiadat
agamisnya juga keindahan pantainya. Adanya konsep edu-ekowisata berbasis syariah ini juga
merupakan partisipasi pariwisata dalam memajukan pantai lon malang di sektor pariwisata halal
yang saat ini menjadi tren tersendiri serta sangat dinanti oleh sebagian besar pelaku halal
lifestyle, mengingat saat ini pasar halal lifestyle dunia sangat berkembang pesat. Yang mana
diketahui sebagian besar pelaku halal lifestyle merupakan remaja.
Melihat banyaknya kasus kenakalan remaja saat ini merupakan krisis karakter akan budaya timur
yang terkenal dengan kesopanan, akhlak serta Budi pekerti luhur dimana paradigma Islam
multikultural merupakan paradigma yang tepat dalam menanamkan nilai toleransi, nilai
kesamaan, nilai persatuan, nilai kekerabatan, dan nilai keadilan kedalam diri anak anak. Hal ini
lah yang menjadi tujuan dari adanya konsep edu-ekowisata syariah dimana anak anak dapat
bermain sembari belajar tentang nilai nilai Islam sehingga mampu membentuk karakter Budi
pekerti yang luhur dengan harapan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak,
toleransi, serta adil.
Kata Kunci: Wisata Lon Malang; Edu-Ekowisata Syariah; Pendidikan Islam Multikultural;
Pembentukan Karakter Anak.

31

BPPM-04

Kontestasi Praktik Perayaan Keagamaan di Ruang Publik Pada Masa Pandemi Covid-
19 di Pulau Bangka

Sujadmi1, Wirasandi2, M.Yusmaniar Rezza3
1,2,3 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya

Email : [email protected]

ABSTRAK

Masyarakat Bangka merupakan masyarakat yang mayoritas menganut agama Islam dan
agama Khonghuchu. Banyak praktik perayaan keagamaan yang dilakukan pada setiap
tahunnya. Kemunculan wabah covid-19 tentu memberikan dampak yang sangat signifikan
pada praktik perayaan hari besar keagamaan. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan
menganalisis praktik perayaan keagamaan yang ada pada masyarakat pulau Bangka selama
masa pandemi covid-19. Pada masa pandemi covid-19 telah muncul berbagai kebijakan dari
pemerintah baik pusat maupun daerah yang mengatur tentang praktik keagamaan. Hubungan
antara agama dan negara di ruang publik ini dilihat dari perspektif yang dikemukakan oleh
Jurgen Habermas tentang agama dalam ruang publik. Hubungan antara agama dan negara.
Hasil kajian menunjukkan bahwasannya selama masa pandemi covid-19, negara telah banyak
melakukan intervensi terkait praktik perayaan keagamaan pada masyarakat di Pulau Bangka
dengan alasan keselamatan warga masyarakat. Pembatasan bahkan sampai pada pelarangan
terjadi di kalangan masyarakat berkenaan dengan tradisi atau perayaan tahunan yang ada pada
masyarakat. Pro dan kontra secara laten terjadi pada kebijakkan yang dikeluarkan. Pada
kelompok masyarakat yang pro, perayaan praktik keagamaan dilakukan pembatasan bahkan
sampai pada peniadaan. Pada kelompok masyarakat yang kontra, praktik perayaan dilakukan
secara terbatas bahkan sama seperti situasi normal tanpa covid-19. Pembatasan bahkan
pelarangan ini dilakukan dengan alasan faktor kesehatan dan faktor urgensi dari subtansi
praktik keagamaan. Secara keseluruhan bahwa pandemi covid-19 telah menunjukkan
bagaimana perebutan kuasa atau power antara negara dengan agama berkenaan dengan
praktik keagamaan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat. Pemerintah dengan para tokoh
agama merupakan dua elemen yang sama-sama memiliki kepentingan untuk menadapatkan
posisi atau dukungan di kalangan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bagaimana praktik
keagamaan di ruang publik pada masyarakat di Pulau Bangka sangat dipengaruhi oleh
kewenangan pemerintah setempat dalam mengatur ruang publik.

Kata Kunci : Agama, Negara, Ruang Publik, Covid-19, Bangka

32

BPPM-05
Dinamika Perkawinan pada Etnis Arab di Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara
Barat
1Hafizah Awalia 2Saipul Hamdi 3Arif Nasrullah
email: [email protected]
email: [email protected]
email: [email protected]
Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi permasalahan sosial di Kabupaten Sumbawa Barat,
khususnya mengenai Dinamika Perkawinan pada etnis Arab. Etnis Arab memiliki prinsip
perkawinan dengan konsep kufu’ yaitu pernikahan dengan prinsip garis keturunan Habaib atau
Alawiyin. Perkembangan masyarakat yang semakin dinamis juga mempengaruhi kehidupan dan
relasi sosial. Salah satunya yakni, Dinamika Perkawinan etnis arab yang cukup khas. Pasalnya,
wali nikah berhak menentukan calon mempelai laki-laki yang akan dinikahi oleh anak
perempuannya harus dari keturunan Sayyid. Bentuk relasi yang terjadi sama halnya dengan
Dinamika Perkawinan Patrilineal, dimana perempuan harus bersedia melepaskan atribut
keluarganya dan menjadi bagian dari atribut keluarga suami. Selain itu, perempuan tidak
memiliki daya tawar dan negosiasi terhadap keputusan pernikahan dan pilihan hidupnya. Inilah
yang menjadi akar deskriminasi terhadap perempuan Syarifah pada Etnis Arab yang tidak
memberikan ruang untuk menentukan keputusan dan melakukan negosiasi terhadap pernikahan
mereka. Berdasarkan masalah di atas, maka konstruksi pengetahuan mengenai pernikahan pada
etnis arab akan menimbulkan rentetan masalah sosial, seperti terjadinya deskriminasi terhadap
perempuan dan berbagai konflik dalam pernikahan. Oleh karena itu, artikel ini juga bertujuan
untuk menginvestigasi bentuk diskriminasi dan potensi konflik yang muncul dalam perkawinan
etnis arab.

Kata Kunci: Relasi, Perkawinan, Etnis Arab

33

BPPM-06

Implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Penjaminan Halal pada
Pelaku Usaha ATV Dan Photografi di Destinasi Wisata Lon Malang Sampang

Muhammad Cholilur Rohman1 Shofiyun Nahidloh2
Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura

Email: [email protected]
[email protected]
Abstrak

Pariwisata halal merupakan kegiatan yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang
disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah yang memenuhi
ketentuan syariah. Pengembangan wisata halal ini mulai banyak dilakukan oleh berbagai negara,
baik negara dengan mayoritas muslim maupun non muslim. Dalam wisata halal juga diciptakan
untuk mewadahi kebutuhan- kebutuhan beribadah bagi orang muslim, seperti menyediakan
tempat ibadah (musholla) dan restoran halal. Selain itu, pariwisata halal juga memiliki kontribusi
dalam peningkatan pendapatan pemerintah, masyarakat, serta berdampak baik bagi lingkungan
sekitar. Merujuk kepada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang
jaminan produk halal. yang terdiri atas 68 pasal itu ditegaskan, bahwa produk yang masuk,
beredar, dan diperdagangkan di Wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Untuk itu,
Pemerintah bertanggung jawab dalam menyelanggarakan Jaminan Produk Halal (JPH).
Penelitian ini memiliki tujuan yang berkesinambungan diantaranya mengenalkan potensi dan
eksplorasi wisata yang ada di pulau Madura khsusnya di Kabupaten Sampang, karena masih ada
pariwisata yang belum tereksplor baik bagi masyarakat lokal maupun dari luar pulau, sehingga
harapannya mampu dikenal oleh publik secara lebih luas. dalam metode ini yang digunakan
dalam penelitian antara lain: Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek
penelitian adalah Pengelola Pantai Lon Malang, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar Pantai Lon
Malang.
Kata Kunci: Potensi Wisata, Pelaku Usaha, Jaminan Produk Halal

34

BPPM-07
Menyorot Tren Budaya Prasangka dan Gosip perspektif Qs. Al-Hujurat: 12 (Analisis
Ma’na> cum Maghza>)
Azka Noor, Siti Mursida
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jl. Laksda Adisucipto Caturtunggal
Daerah Istimewa Yogyakarta

e-mail: noorazka24gmail.com, [email protected]

Abstrak

Gibah atau kerap kali disebut gosip merupakan fenomena yang banyak terjadi dikalangan
masyarakat. Perbuatan tersebut tak jarang mengundang pertikaian dan permusuhan yang memicu
terputusnya hubungan silaturahmi anatar umat manusia. Hal tersebut bertambah parah seiring
perkembangan teknologi dizaman modern ini. Masyarakat tidak hanya dapat mengakses
informasi seseorang secara oral, namun juga melalui media sosial yang kapan saja dapat diakses
tanpa adanya kontak fisik antara satu dengan yang lainnya. Perkembangan teknologi tersebut
memiliki dampak positif dengan mudahnya mendapatkan informasi tentang seseorang sehingga
memudahkan seseorang terhindar dari kejahatan. Namun hal tersebut dapat berdampak negatif
jika hal yang di informasikan merupakan hal yang salah dan aib dari seseoranbg. Berangkat dari
fenomena tersebut, tulisan ini mengupas Tren Budaya Prasangka dan Gosip perspektif Qs. Al-
Hujurat: 12 dengan menggunakan pendekatan ma’na cum maghza. Dengan beberapa langkah
yang telah ditentukan oleh teori ma’na cum maghza untuk menemukan signifikansi dinamis dari
Qs. Al-Hujurat: 12 menghasilkan beberapa poin positif diantaranya sebagai kontrol sosial dan
mengurangi distorsi informasi yang tersebar luas, sedangkan poin negatif diantaranya dapat
memicu terjadinya konflik diberbagai tempat dan rentan terkena kabar hoax bagi beberapa orang
yang kurang memfilter informasi. Penelitian seperti ini masih perlu dikembangkan agar dapat
menambah khazanah keilmuan terutama kajian al-Quran dan sebagai bukti bahwa al-Quran
s}ahi>h li kulli zaman wa maka>n
Kata Kunci: Gosip, Ma’na Cum Maghza

35

BPPM-08
Belian Sasak Dalam Ritual Tegeteng Pada Masyarakat Suku Sasak Studi Di Desa
Barabali Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah
Santi Afriana 1 , Lalu Wiresapta Karyadi 2 , Khalifatul Syuhada 3
Sosiologi, Universitas Mataram
Email : [email protected]
Abstrak

Penelitian ini membahas tentang ritual tegeteng yang ada pada masyarakat Sasak di Desa
Barabali Lombok Tengah. Masyarakat masih mempercayai ritual tegeteng dan percaya bahwa
belian atau dukun memiliki kedudukan khusus dan sangat dipercaya oleh masyarakat. Fokus
penelitian ini adalah bagaimana sejarah ritual tegeteng, apa motif pelaksanaan ritual tegeteng,
dan bagaimana masyarakat memaknai ritual tegeteng bagi keluarga pada masyarakat Sasak di
Desa Barabali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologis dan pemilihan informan menggunakan teknik Snowball Sampling. Teori yang
digunakan adalah Fenomenologi Alfred Schutz dan Konstruksi Sosial Peter L. Berger. Hasil
dari penelitian ini adalah ritual tegeteng sudah ada dan dilaksanakan sejak zaman nenek
moyang. Motif pelaksanaan ritual tegeteng adalah mencegah pernikahan dini, mencoba ilmu
yang dipelajari, tidak memiliki pekerjaan yang sukses, tidak setuju dengan pilihan anak, dan
menghindari pergaulan bebas. Sedangkan motif pelaksanaan ritual tegeteng adalah menikah
ketika sudah dewasa secara psikis dan mental, menggunakan ilmu kepada orang lain, sukses
bekerja, membantu orang tua bekerja dan mendapatkan pasangan yang baik. Ritual tegeteng
dimaknai sebagai proses yang dilakukan agar seorang anak tidak memiliki keinginan untuk
menikah dan dapat fokus pada pekerjaan atau pendidikannya.
Kata kunci: Ritual Tegeteng, Fenomenologi, Konstruksi Sosial, Belian Sasak, Barabali

36

BPPM-09

Kebijakan Rektor Universitas Trunojoyo Madura Tentang Pembentukaan Halal Center
UTM Sebagai Media Kontribusi Terhadap Masyarakat
Novrian Anshar Ghafur1, Shofiyun Nahidloh2
Fakultas Keislaman, Universitas Trunojoyo Madura

Email : [email protected]
[email protected]

Abstrak

Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang ber mayoritas muslim terbesar di dunia
tentu saja menjadi suatu kewajiban masyarakatnya bisa mendapatkan perlindungan & jaminan
dalam melaksanakan kewajiban & hak nya, Hal itu juga sebagai Implementasi dari lahirnya UU
No 33 Tahun 2004 mengenai jaminan produk halal yang akan dikonsumsi / digunakan oleh
masyarakat Indonesia khususnya muslim.
Lahirnya halal center yang di gagas Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura yaitu
upaya untuk merespon peluang besar yang semestinya dikembangkan oleh Indonesia. Launching
Halal Center yang di gagas oleh Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura di harapkan
agar bisa menjadi motor perkembangannya produk halal yang menjami masyarakat muslim
dalam menjalankan aktivitas sesuai dengan tuntunan agama.
Tindak lanjut untuk kegiatan halal center yang ada di Universitas Trunojoyo Madura ini terus
dikembangkan agar strategi untuk peran halal center nantinya bisa memberikan pemahaman dan
bisa mnegawal masyarakat agar bisa turut berpartisipasi sebagai mitra agar jaminan produk halal
benar-benar dirasakan oleh masyarakat, karena diera moderen seperti ini kebanyakan masyarakat
tidak peduli mengenai lebel halal / tidaknya sebuah produk baik dikonsumsi / yang digunakan.
Lahirnya halal center di Universitas Trunojoyo Madura dilatar belakangi untuk menyambut visi-
misi UTM dengan 6 sektor yang sudah dikembangkan, Rektor Universitas Trunojoyo Madura
dengan Dekan Fakultas Keislaman sangat berhadap terealisasinya Halal Center Ini menjadi
bgaian dalam merealisasikannya baik dengan enelitia & pengabdian kepada masyarakat melalui
pendekatan multidisipliner ilmu pengetahuan yang ada di UTM.
Kata Kunci : Halal Center, Kebijakan, Label Halal

37

BPPM-10
Pengaruh Keberadaan Desa Wisata Kampung Majapahit Terhadap Kondisi Sosial Budaya

Masyarakat di Desa Bejijong Trowulan
Evio Tanti Nanita

Magister Kajian Pariwisata, Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284
E-mail: [email protected]

ABSTRAK
Desa wisata Kampung Majapahit, di Desa Bejijong, Trowulan memiliki potensi budaya yang
begitu kuat. Terlebih, letak desa ini merupakan jantung area Kerajaan Majapahit. Hadirnya desa
wisata memberikan banyak pengaruh bagi kehidupan masyarakat. Keterlibatan masyarakat Desa
Bejijong dalam melayani wisatawan secara langsung menyebabkan banyak pengaruh pada
kondisi sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembangunan
rumah budaya Majapahit, serta mengetahui pengaruh hadirnya desa wisata Kampung Majapahit
terhadap kondisi sosial budaya masyarakat di Desa Bejijong. Metode penelitian yaitu metode
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.
Ketiga teori yang digunakan dalam penelitian ini: Teori Inteksi Sosial, Teori Irritation Index
(Irridex) dan Teori Modernisasi. Hasil penelitian ini ada dua temuan: Pertama, yang
melatarbelakangi pembangunan rumah budaya Majapahit yaitu kuatnya pengetahuan masyarakat
dalam pelestarian cagar budaya.Terlebih, adanya situs-situs bersejarah peninggalan kerajaan
Majapahit yang ada di Desa Bejijong berupa candi dan makam Raden Wijaya. Sehingga,
pembangunan rumah budaya Majapahit yang diusung dalam konsep desa wisata ini sebagai
penunjang sekaligus pelengkap destinasi wisata budaya yang ada di Desa Bejijong. Kedua,
terdapat enam poin perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat yaitu mata
pencaharian, peluang kerja baru, keramahtamahan, pendidikan, bahasa, dan solidaritas sosial.
Kata Kunci: Kampung Majapahit, Perkembangan Masyarakat, Perkembangan Pariwisata,
Perubahan Sosial Budaya

38

BPPM-11
Analisis Perilaku Sosial Beragama Masyarakat dalam Menyikapi Pandemi Covid 19 di
Pulau Lombok

Oryza Pneumatica Inderasari; Aziza Alfiana
Program Studi Sosiologi, Universitas Mataram

Email : [email protected]
Abstrak

Pada akhir tahun 2019 muncul wabah yang berasal dari Wuhan, China yang kemudian dikenal
dengan nama virus Corona atau covid-19, hingga akhir tahun 2021 ini dunia guncang
menghadapi wabah virus corona (Covid-19). Dampak kehadirannya meluas ke seluruh dunia,
dengan tingkat infeksi atau positif yang berbeda-beda pada masing-masing negara di seluruh
dunia. Ratusan ribu bahkan jutaan orang terpapar dan menimbulkan korban jiwa atau kematian.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan berbagai kebijakan kepada seluruh masyarakat
di Indonesia tanpa terkecuali untuk dapat memutus rantai penyebaran virus corona ini. Di awal
kemunculannya, respon yang diberikan masyarakat bermacam-macam, khususnya dalam hal
perilaku sosial beragama, secara umum masyarakat memperlakukan diri untuk tetap
melaksanakan sholat di masjid secara berjamaah, meskipun demikian ada pula yang meyakini
sebaiknya menghindari sholat berjamaah di tempat umum. Tidak hanya sholat yang sifatnya
fardhu/wajib, kegiatan beragama lainnya baik yang sifatnya hanya perayaan maupun pengajian
rutin berkala pun ada yang tetap terlaksana. Hal tersebut menarik untuk diteliti sehingga
penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis perilaku sosial beragama masyarakat di
Pulau Lombok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan
pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini memaparkan perbedaan sudut pandang dalam
menyikapi pandemi covid 19 sehingga menimbulkan perbedaan perilaku sosial beragama dimana
perilaku yang ditunjukkan individu didasarkan pada pertimbangan tafsir perilaku oleh orang lain.
Realitas sosial perilaku sosial ini dianalisis dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik.

Kata kunci: pandemi covid-19, perilaku beragama, interaksi simbolik.

39

BPPM-12
Perilaku Masyarakat Desa Sembalun Lawang dalam Pelestarian Nilai Budaya Lokal
Untuk Meningkatkan Pariwisata
Ika Wijayanti¹, Solikatun2
Universitas Mataram
Email : [email protected]
Abstrak

Kearifan lokal masyarakat Desa Sembalun Lawang dalam tata nilai kehidupan menyatu dalam
bentuk religi, budaya dan adat istiadat. Dalam perkembangannya masyarakat melakukan adaptasi
terhadap lingkungannya untuk meningkatkan kualitas hidup, salah satunya adalah sector
pariwisata yang potensial. Pasca gempa terutama, pariwisata Daerah Sembalun sempat mati suri
sehingga masyarakat berbenah untuk menghidupkan kembali pariwisata. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian
berada di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi
Nusa Tenggara Barat. Subyek dari penelitian ini adalah masyarakat di Desa Sembalun Lawang.
Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data meliputi
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran untuk mempertahankan budaya lokal dan
sadar bahwa budaya lokal merupakan penunjang aktivitas pariwisata. masyarakat masih tetap
melakukan ritual budaya seperti tradisi roah, ngayu-ayu, dan begawe agar tetap lestari. Selain itu
masyarakat berkomitmen untuk menjaga keasrian alam sebagai penunjang pariwisata.
Penghargaan terhadap alam dan budaya juga dimaknai sebagai fitrah manusia yang seutuhnya
berkewajiban menjaga integrasi tersebut.
Kata Kunci : Perilaku masyarakat, budaya lokal, pariwisata

40

BPPM-13

Penguatan Kelembagaan Desa dalam Pengelolaan Desa Wisata Candirejo
Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang

Joko Tri Nugraha 1, Retno Dewi Pramodia 2, Apsari Wahyu Kurnianti 3, Ahmad Hakim
Bintang Kuncoro4, Talitha Zhafira 5
1,2,3 Universitas Tidar
4,5 Universitas Semarang

[email protected] , [email protected] , [email protected],
[email protected] , [email protected]

Abstrak

Pembangunan desa menjadi isu yang krusial, sebagai motor penggerak pembangunan
ekonomi. Salah satu kabupaten yang menduduki peringkat lima besar desa terbanyak di provinsi
Jawa tengah adalah Kabupaten Magelang, setelah Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen,
Kabupaten Pati dan Kabupaten Klaten. Kabupaten Magelang memiliki letak yang sangat
strategis dengan ditopang destinasi wisata dunia yaitu Candi Borobudur. Kunjungan wisatawan
Candi Borobudur tahun 2016 berjumlah 3,8 juta wisatawan dan didominasi oleh pengunjung
domestik dibandingan wisatawan mancanegara. Meningkatnya jumlah wisatawan tersebut
merupakan peluang bagi pengembangan pariwisata di kawasan Borobudur. Salah satu bentuk
wisata yang terkenal dikembangkan dalam kawasan tersebut adalah desa wisata. Desa Candirejo
merupakan salah satu desa wisata kawasan Candi Borobudur yang memiliki keunikan yang
berbeda dari desa wisata yang lain dikarenakan desa ini awalnya menjual keramahan
masyarakatnya dan keindahan pemandangan desanya. Wisatawan yang berkunjung dapat
menikmati sejumlah paket wisata yang terdapat di Desa Candirejo di antaranya tamasya keliling
desa, sistem pertanian desa, pendidikan lingkungan, kehidupan masyarakat setempat (home
stay), dan kesenian tradisional. Berdasarkan analisis situasi terhadap permasalahan mitra
pengurus Koperasi Desa Wisata Candirejo baik permasalahan yang disepakati untuk diselesaikan
adalah peningkatan keterampilan sumber daya manusia dalam pengelolaan homestay; Pelatihan
keuangan Koperasi Desa Wisata Candirejo, dan pengelolaan souvenir dan oleh-oleh, serta
pemasaran produk wisata.

Kata Kunci: Candirejo, Desa Wisata dan Kelembagaan Desa

41

BPPM-14

Eksistensi Masyarakat Suku Bajo dalam Mempertahankan Budaya di Desa Kwangko
Dompu

Syarifuddin, Muhammad Arwan Rosyadi, Khalifatul Syuhada
Program Studi Sosiologi Universitas Mataram
Email: [email protected]
Abstrak

Nusa Tenggara Barat merupakan daerah kepulauan, di mana terdapat dua pulau besar yaitu
pulau Lombok dan pulau Sumbawa yang memiliki perbedaan budaya yang signifikan.
Masyarakat yang mendiami pulau-pulau kecil di NTB memiliki kebiasaan, bahasa adat
istiadat yang beragam. Salah satu adalah masyarakat suku Bajo berasal dari Sulawesi Selatan
dan telah bermigragi ke berbagai daerah kepulauan yang ada di Nusantara. Adapun tujuan
penelitian ini adalah untuk memahami eksistensi masyarakat suku Bajo dalam
mempertahankan budaya di desa Kwangko Dompu. Metode yang digunakan adalah metode
kualitatif yang beroreantasi eksistensialisme untuk memahami masyarakat suku Bajo dalam
mempertahankan budaya. Untuk mendapatkan data, peneliti melakukan observasi partisipan
dengan menetap dan melakukan berbagai kegiatan bersama masyarakat Pulau Bajo dan
wawancara mendalam serta melakukan diskusi terfokus dengan masyarakat Pulau Bajo di
desa Kwangko. Analisis data dilakukan dengan empat tahapan yaitu pengumpulan data,
penyajian, pemetaan/kategorisasi dan validitas. Hasil Penelitian, masyarakat suku Bajo terus
mempertahan budaya dalam berbagai lini kehidupan hal itu tercermin pada; Selamatan laut
agar diberikan keberkahan pada saat melaut. Di sisi lain masyarakat melakukan ritual-ritual
tertentu yang terus diwariskan mulai dari menyambut bayi lahir sampai mengantarkan pada
kehidupan berumah tangga atau pernikahan. Hal itu dipercaya oleh masyarakat suku Bajo
untuk mendapatkan keberkahan dan masyrakat juga mempercayai apabila ritual-ritual
tersebut dilakukan pada pasangan pengantin maka pengantin tersebut akan langgeng rumah
tangganya. Angka perceraian di kalangan suku Bajo desa Kwangko Dompu sangat kecil
karena masyarakat menjujung adat/kebiasaan. Alat music yang selu dipergunakan oleh
masyarakat suku Bajo pada setiap acara selalu mengunakan gendang, hal ini dipercaya dapat
menjadi penghubung dengan nenek moyangnya.

Kata Kunci: Eksistensi, Budaya, Suku Bajo, Masyarakat Pesisir. Kwangko, Dompu

42

BPPM-15
Pembangunan Manusia Dalam Perspektif Keamanan Manusia Di Provinsi Nusa Tenggara

Barat
Y. A. Wahyuddin1, Sirwan Yazid Bustami2, Ismah Rustam3
1,2,3Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram

Email : [email protected]
Anstrak

Penelitian ini berupaya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan
manusia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Faktor-faktor tersebut diantaranya diukur
melalui indeks kesehatan, pendidikan (pengetahuan) serta kesejahteraan (standar hidup layak).
Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran sebagai pisau analisis adalah konsep
pembangunan manusia dengan melihat indeks pembangunan manusia serta konsep keamanan
manusia. Hasil dari penelitian ini adalah Nusa Tenggara Barat memiliki indeks kesehatan yang
tergolong mengalami perkembangan setiap tahunnya dan tergolong sangat baik menurut angka
dan kategorisasi, namun jika mengingat banyaknya hambatan maka indeks kesehatan di NTB
masih tergolong sedang apalagi jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Dari sektor
pendidikan, dalam meningkatkan aspek kualitas manusia di Nusa Tenggara Barat masih terdapat
berbagai tantangan yang hadir dalam proses peningkatan indeks pembangunan manusianya,
seperti anggapan masyarakat khususnya orang tua mengenai pendidikan yang dianggap kurang
penting, pernikahan dini yang banyak terjadi dan kurang memadainya kualifikasi tenaga
pendidik hingga pada tidak adanya dukungan ekonomi dalam menunjang pendidikan itu sendiri.
Sedangkan pada dimensi kesejahteraan sendiri masih sangat jauh dari kata layak terutama pada
tingkat kemiskinan yang bisa mengakibatkan spill-over effect terhadap sektor lain.
Kata Kunci: Nusa Tenggara Barat, Kesehatan, Pendidikan, Standar Hidup Layak.

43

Topik 5
Kerentana Masyarakat dan Mitigasi Bencana

KMMB-01

Bisnis Panglong Arang dalam Perspektif Arena Tindakan Strategis
Mita Rosaliza1, Gumilar Rusliwa Somantri2

1,2 Departemen Sosiologi, Universitas Indonesia, Indonesia
1Jurusan Sosiologi, Universitas Riau, Indonesia
[email protected]
Abstrak

Teori Strategic Action Fields (SAFs) yang selanjutnya disebutkan Teori Arena Tindakan
Strategis (Fligstein & McAdam, 2011) adalah perspektif untuk memahami kemunculan, stabilitas
dan perubahan tatanan sosial di tingkat meso, dimana aktor berinteraksi satu sama lain atas dasar
pemahaman tentang tujuan dari arena, relasi dengan anggota lain di dalam arena, serta tata kelola
yang mengatur tindakan di dalam arena. Studi ini menganggap arena bisnis panglong arang di
Bengkalis sebagai Arena Tindakan Strategis, dimana berbagai kekuatan bersaing untuk
mendapatkan posisi dominan dalam menjalankan bisnis panglong arang. kajian ini menganalisis
interaksi dan kompetisi antara petahana dan penantang. Memadukan hasil wawancara, Survey
dengan manyarakat yang bermukim dikawasan pesisir dan kawasan hutan tersebut kemudian
dikonfirmasi kepada key informan antara lain dari pemerintahan dan LSM dan juga
didukung data digital, tentang kebijakan apa saja yang telah diterapkan dikawasan tersebut.
Dengan menelusuri serangkaian perkembangan bisnis ini dalam berbagai peristiwa di arena
tindakan strategis, munculnya deforestasi hutan mangrove, abrasi, episode perselisihan yang
konsekuensial. Riset ini bertujuan menelusuri perkembangan Arena Tindakan Strategis bisnis
panglong arang, untuk memahami bidang kajian yang belum dijelajahi di Indonesia.

Kata Kunci : Bisnis Panglong Arang, Arena Tindakan Strategis, Masyarakat Pesisir, Hutan
Mangrove

44


Click to View FlipBook Version