The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by haromain15, 2021-11-30 21:30:07

Buku Panduan SeNSosio 2021

Buku Panduan SeNsosio 2021

KMMB-02

Subsistensi Pemuda Perantau di Kota Mataram : Upaya Bertahan pada Masa Pandemi
Covid 19

Maya Atri Komalasari, Lalu Wiresapta Karyadi2, Ika Wijayanti3
Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Email : [email protected]
Abstrak

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia mulai akhir tahun 2019 hingga saat ini merupakan suatu
peristiwa luar biasa. Tak hanya berdampak bagi perekonomian negara, masalah resesi ekonomi
tentunya sangat berdampak bagi masyarakat. Kondisi demikian tak terkecuali juga dialami oleh
pemuda. Terlebih bagi pemuda, tanpa fenomena Covid-19 pun mereka harus bertahan dengan
kondisi sulit persaingan di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
menggambarkan upaya bertahan yang dilakukan oleh pemuda perantau di Kota Mataram pada
masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif
kualitatif. Lokasi penelitian ialah Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan
purposive sampling sehingga diketahui informan merupakan para pemuda perantau yang
memutuskan tetap bertahan di Kota Mataram pada kurun waktu tahun akhir 2020 hingga tahun
2021 saat penelitian dilakukan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan
dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles danHuberman. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat upaya yang dilakukan pemuda perantau di Kota
Mataram untuk bertahan pada masa pandemi Covid-19 yakni dengan subsistensi. Upaya
subsistensi yang dimaksud terwujud dalam bentuk subsistensi yakni subsistensi produksi dan
subsistensi hidup. Subsistensi hidup yang dilakukan tercermin dalam upayanya bertahan di
tengah kesulitan finansial atau ekonomi di kota rantau adalah dengan melakukan tindakan
meminjam uang pada teman. Sementara itu, subsistensi produksi yang dilakukan tercermin
dalam upaya informan mengatasi kesulitan finansial dengan melakukan pekerjaan sampingan
sesuai bidang yang digelutinya.

Kata Kunci :Subsistensi, Pemuda Perantau, Upaya Bertahan, Pandemi Covid-19

45

KMMB-03

Respon Masyarakat Dalam Pencegahan Pandemi Covid-19 di Era Kenormalan Baru Pada
Daerah Rawan Bencana (Studi Kasus Masyarakat Kelurahan Purus, Kecamatan Padang

Barat, Kota Padang)

Zeni Eka Putri1 2, Azwar1, Elfitra1
1 Jurusan Sosiologi, FISIP, Universitas Andalas, Jurusan Sosiologi, FISIP, Universitas

Padjadjaran
Email: [email protected]

Abstrak
Abstrak: Penerapan kenormalan baru di Kota Padang dimulai dengan adanya petunjuk berupa
perwako yang mengatur hal tersebut (Peraturan Walikota Padang No. 49 Tahun 2020). Pola
hidup yang baru, sudah tentu harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Walaupun sudah
ada aturan mengenai tersebut, akan tetapi berbagai respon masyarakat menyikapi hal tersebut.
Mengutip dari Mead, aktor manusia lebih cenderung berfikir terhadap respon yang
sesuai. Dalam memikirkan respon tersebut orang tidak hanya mempertimbangkan situasi terkini,
tetapi juga pengalaman masa lalu dan juga antisipasi terhadap akibat-akibat perbuatan tersebut di
masa depan. Sebagaimana dengan impuls-impuls lain, bisa terkait dengan masalah di
lingkungannya yang harus diatasi aktor (Ritzer dan Goodman, 2009: 380. Tujuan penelitian
adalah; 1) Memahami pengetahuan masyarat terhadap covid-19 dan kenormalan baru;
2)Mengidentifikasi bentuk-bentuk respon masyarakat terhadap pandemic covid-19 dan
penerapan kenormalan baru; 3) Mendeskripsikan peluang dan hambatan secara sosial dan budaya
terhadap penerapan kenormalan baru. Dalam melakukan penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif dan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan studi
kasus di Kelurahan Purus Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Dalam pengumpulan data
dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan pengumpulan dokumen. Dari hasil
penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: a) Masyarakat sudah memiliki pengetahuan
mengenai covid-19 dan kenormalan baru. Pengetahuan meliputi gejala covid-19, protocol
kesehatan, serta tes swab dan tes rapid. Akan tetapi pengetahuan-pengetahuan tersebut diperoleh
dari informasi petugas kesehatan, media massa, dan lebih banyak diperoleh melalui sosial media
seperti grup- grup WA, facebook dan Instagram. Sehingga perlu diwaspadai kemungkinan
mendapatkan informasi yang belum jelas kebenaran namun dipercaya oleh masyarakat; b) Sudah
ada upaya pencegahan covid-19 di era kenormalan baru pada masyarakat Kelurahan Purus baik
pada saat melakukan aktivitas wisata di Pantai Purus, aktivitas sosial dan budaya, aktivitas
ekonomi dan aktivitas keagamaan. Akan tetapi, dalam pelaksanaan jika mengacu pada Peraturan
Walikota Padang No. 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru dalam Masa Pandemi Corona
Virus Disesase 2019, maka tidak semua protokol kesehatan dipatuhi. Belum adanya kesadaran
menyeluruh terhadap pencegahan covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan. Ada yang
patuh misalnya memakai masker karena takut kena denda; c) Ada peluang dan hambatan dalam
pencegahan covid-19 di era kenormalan baru. Peluang seperti Pemerintah Provinsi Sumatera
Barat dan Kota Padang aktif melakukan tracking dan meningkatkan pengendalian sosial pada
masyarakat masyarakat baik secara preventif ataupun represif sehingga pencegahan covid-19
efektif untuk dilakukan. Sedangkan hambatan dalam pencegahan covid-19 ada yang berasal dari
masyarakat dan juga dari pemerintah.
Kata kunci: Respon, covid-19, daerah rawan bencana

46

KMMB-04
Mitigasi Bencana Puso Sebagai Pendekatan Untuk Mendukung Intensifikasi
Pertanian pada Lahan Marginal
Dr. Sudirah, M.Si
Sosiologi, FHISIP, Universitas Terbuka
([email protected]
Abstrak

Dalam kajian sosiologi pertanian analisis mitigasi bencana puso dan intensifikasi pertanian pada
lahan marginal merupakan kajian yang menarik. Bencana alam puso (gagal panen) kerap terjadi
pada lahan pertanian marginal di Indramayu, Jawa Barat. Pertanian padi sawah di lahan marginal
ini belum didukung oleh irigasi teknis, masih beririgasi setengah teknis, dan tadah hujan. Kondisi
irigasi yang demikian berisiko terhadap gagal panen akibat kekeringan pada musim kemarau dan
banjir pada musim hujan. Sistem gilir giring dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air di lahan
sawah marginal ini. Tujuan penelitian ini mengkaji keberlangsungan intensifikasi pertanian
terkait mitigasi bencana puso. Kajian dari perspektif sosiologi ini dilakukan di kabupaten
Indramayu, dengan mengambil kasus di Desa Kertawinangun, Soge, dan Ilir, tahun 2021.
Metode penelitian ini kualitatif. Pengumpalan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan
dokumen. Analisis data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan mitigasi
bencana puso yang dilakukan dengan melibatkan kelembagaan desa, institusi pertanian, institusi
pengairan, dan institusi keamanan mampu menanggulangi risiko gagal panen padi sawah
masyarakat petani; selain itu, mampu meningkatlan produktivitas pertanian padi sawah pada
lahan marginal meningkat; bahkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
Kata Kunci: 1 lahan marginal, 2 irigasi setengah teknis, 3 tadah hujan, 4 sistem gilir, 5 puso.

47

Topik 6
Dinamika Pendidikan, Pengetahuan dan Teknologi

DPPT-01

Pengaruh Stereotip, Konstruksi Sosial dan Sistem Patriarki Di Indonesia Terhadap
Tingkat Partisipasi Perempuan dalam Science, Technology, Engineering And Mathematics

(STEM).
Hurbaital Mukaddisul Murhaini, Rosiady Husaenie Sayuti, Nila Kusuma

Departemen Sosiologi Universitas Mataram
Email : [email protected]
Abstrak

Menurunnya tingkat partisipasi perempuan dan rendahnya tingkat penguasaan perempuan dalam
bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) menjadi hal yang harus
diperhatikan pada zaman yang mengedepankan riset dan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk
1) Mengetahui pengaruh stereotip terhadap tingkat partisipasi perempuan dalam bidang Science,
Technology, Engineering, and Mathematic (STEM). 2) Mengetahui pengaruh konstruksi sosial
terhadap tingkat partisipasi perempuan dalam bidang Science, Technology, Engineering, and
Mathematic (STEM). 3) Mengetahui pengaruh sistem patriarki terhadap tingkat partisipasi
perempuan dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematic (STEM). 4)
Mengetahui pengaruh stereotip, konstruksi sosial budaya dan sistem patriarki terhadap tingkat
partisipasi perempuan dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematic (STEM)
secara simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif
deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google
form, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda, analisis statistik
deskriptif, analisis verifikatif dan uji asumsi klasik. Hasil Penelitian menunjukan bahwa
menurunnya tingkat partisipasi perempuan dalam bidang Science, Technology, Engineering and
Mathematics (STEM) dan rendahnya tingkat penguasaan perempuan dalam bidang STEM tidak
dipengaruhi oleh stereotip, konstruksi sosial budaya dan sistem patriarki di indonesia. Stereotip
tidak memiliki pengaruh yang signifikan trhadap tingkat partisispasi perempuan dalam bidang
STEM artinya stereotip terkait STEM adalah area milik laki-laki tidak mempengaruhi keputusan
perempuan dalam memilih untuk menempuh pendidikan atau berkarir dalam bidang STEM.
Kata Kunci : Stereotip, Konstruksi Sosial, Sistem Patriarki dan Partisipasi Perempuan.

48

DPPT-02

Perbedaan Pendampingan Ayah dan Ibu Bekerja di Sektor Formal dalam Pembelajaran
Anak Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Orang Tua di HKBP Jitra Kota

Bengkulu)

Febry Reza Silalahi1, Heni Nopianti2, Diyas Widiyarti 3
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bengkulu

[email protected]; [email protected]; [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendampingan Ayah dan Ibu yang bekerja
di sektor formal dalam pembelajaran anak pada masa pandemi Covid-19. Lokasi penelitian
dilakukan di HKBP Jitra Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan paradigma fakta sosial
dengan teori fungsionalisme struktural. Teori fungsionalisme struktural menekankan kepada
keteraturan (order), mengabaikan konflik, dan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Konsep-
konsep utamanya adalah fungsi, disfungsi, fungsi manifest, dan keseimbangan equilibrium.
Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif deskriptif dengan analisis data tabulasi
silang dalam bentuk persentase, pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan
wawancara. Penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling sehingga
diperoleh 31 pasang orang tua yaitu ayah dan ibu yang bekerja di sektor formal dan memiliki
anak yang bersekolah daring dari tingkat Sekolah Dasar sampai tingkat Sekolah Menengah
Pertama. Penelitian menghasilkan informasi bahwa ibu lebih mendominasi dalam membimbing
belajar anak pada masa pandemi Covid-19. Adanya bentuk peran yang dilakukan Ayah dan Ibu
terhadap anak yaitu sebagai pendidik, sebagai teman dan sebagai pengawas. Dalam menjalankan
perannya sebagai pendidik, salah satu usaha yang dilakukan orang tua adalah menyekolahkan
anak-anaknya. Peran orang tua sebagai teman diupayakan dengan sebisa mungkin meluangkan
waktu untuk berkumpul dengan anaknya. Selanjutnya peran sebagai pengawas, orang tua
berusaha tetap dapat mengawasi anaknya ketika belajar. Orang tua juga mengawasi tontonan
televisi anaknya. Upaya yang dilakukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan
formal anak yaitu: pertama, menyediakan fasilitas belajar. Dalam penyediaan fasilitas belajar
orang tua menyediakan buku, handphone, laptop, kuota internet, mengikutsertakan anak dalam
kegiatan les. Kedua, mengawasi kegiatan belajar dan penggunaan waktu belajar di rumah.
Ketiga, mengetahui kesulitan anak dalam belajar. Salah satu cara yang dilakukan oleh orang tua
agar mengetahui kesulitan anak dalam belajar adalah dengan mengetahui hasil belajar anak.
Keempat, menolong anak mengatasi kesulitannya, orang tua dapat memberikan solusi guna
menyelesaikan masalah anak tersebut.

Kata kunci : Ayah dan Ibu Bekerja, Pendampingan, Pembelajaran Anak, Sektor Formal

49

DPPT-03
Rendahnya Minat Baca Remaja di Kota Meulaboh, Aceh Barat
Devi Novianti1
Universitas Teuku Umar
Email : [email protected]
Abstrak

Membaca sudah seharusnya menjadi kebiasaan setiap orang,sebab dengan membaca, artinya kita
telah membukakan jendela pengetahuan tanpa batas untuk diri kita sendiri. Namun tidak mudah
untuk memupuk minat baca itu sendiri, segala faktor menjadi akar masalah, mengapa minat baca
begitu rendah di Indonesia. Dilakukannya penelitian ini, bertujuan untuk menganalisis penyebab
mengapa begitu rendahnya minat baca di Melabouh, Aceh Barat. Yang dilihat melalui kunjungan
masyarakat ke perpustakaan daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif dengan desain deskriptif. Data di peroleh dengan melakukan observasi ke perpustakaan
daerah dan wawancara ke beberapa pihak terlibat. Observasi dan wawancara dilakukan dengan
menganalisis penyebab masalah menggunakan analisis pohon. Hasil yang di dapat dari penelitian
menunjukkan. Bahwa ternyata, selain minat baca remaja itu sendiri yang kurang, salah satu
faktor yang menjadi akar permasalahan minat baca ini, adalah buku-buku yang tersedia di
perpustakaan daerah, juga kurang kekinian. Alhasil para remaja berkunjung ke perpustakaan
daerah, hanya sekedar menumpang Wifi. Korelasi antara ketersediaan buku-buku dan faktor-
faktor lainnya dengan minat baca remaja, menjadi fokus dari penelitian ini.
Kata Kunci : Minat Baca, Remaja.

50

DPPT-04
Adaptasi Normal Baru ditinjau dari strategi pembelajaran untuk meminimalisir
problematika digital gap

Oryza Pneumatica Inderasari; Hurbaital Mukaddisul Murhaini
Sosiologi, UNRAM

Email : [email protected]
ABSTRAK

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis dengan kajian literatur mengenai strategi
penggabungan pembelajaran secara luring face to face dan daring untuk meminimalisir dampak
dari digital gap dan strategi pembelajaran efektif di masa pandemi covid-19. Analisis pada
artikel ini menggunakan teknik kajian literatur atas topik strategi pembelajaran selama masa
pandemi Covid-19 yang diadaptasikan dengan program digital gap. Kajian literatur menunjukkan
bahwa pandemi Covid-19 memberikan perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk
sektor pendidikan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan salah satu bentuk penyesuaian
dalam sektor pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Teknologi menjadi kunci
keberlangsungan PJJ yang dapat menjadi penghubung antara pengajar dan pembelajar yang
tersekat dengan jarak. Namun, keberadaan teknologi akan menjadi tidak termanfaatkan jika tidak
dibarengi dengan melek teknologi. Literasi teknologi informasi dan komunikasi mencakup
segala pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi, mulai dari mengenal
perangkatnya, mengoperasikannya, mengolah dan mengkomunikasikan informasi. Teknologi
dan Literasi TIK memiliki peran penting dalam memperlancar PJJ, menjadikannya lebih efektif,
memperlancar komunikasi dan kolaborasi antara pengajar dan pembelajar, serta mendorong
penggunaan teknologi yang positif yang mengedepankan etika sosial yang bertanggung jawab.
Namun tidak semua wilayah mempunyai kesempatan yang sama dalam akses teknologi. Tentu
keadaan ini akan memunculkan gap dan menjadi penghalang dalam pembelajaran. Mengamati
strategi adaptasi dalam prose pembelajaran menjadi menarik untuk diteliti, terutama
memasukkan kebaruan metode daring dalam pembelajaran luring.

Kata kunci: problematika, digital gap.

51

DPPT-05

Pelayanan Sekolah Islam dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah (Studi Kasus pada SMA
Harapan Medan, SMA Al-Azhar Medan dari SMA Shafiyyatul Amaliyah Medan)

Heri Wahyudi
Universitas Terbuka

Email : [email protected]

Abstrak

Banyak bentuk pelayanan yang diberikan sekolah terkait peningkatan kualitas, tetapi sekolah
harus memiliki skala prioritas memberikan pelayanan yang ideal agar sesuai dengan harapan
semua pelanggan. Untuk dapat melihat keberlangsungan pemberian pelayanan sekolah
penelitian berfokus pada pelayanan yang berkaitan dengan sarana dan fasilitas, kepuasan
pelanggan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan
kualitatif digunakan karena mengacu pada pendapat Bogdan dan Taylor (1994) bahwa
pendekatan kaulitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif yang
berupainformasi kata-kata, tulisan, serta perilaku yang diamti, bukan berupa angka-angka yang
merupakan hasil penggunaan teknik-teknik pengukuran.

Penelitian yang melibatkan 3 sekolah berwawasan islam ini, memberi kesimpulan (1)
Pelaksanaan pelayanan yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah sudah
menunjukkan hal positif, dimana ke tiga sekolah dalam memenuhi sarana dan fasilitas sekolah
melebihi dari standar sekolah umumnya, demikian juga guru dari segi akademik sudah sesuai
dengan persyaratan minimal berijazah S1 dan antara 20-40% sudah S2.(2).Peran kepala sekolah
dalam memenuhi kepuasan pelanggan untuk meningkatkan kualitas sekolah sudah dilakukan
dengan maksimal, dimana kepala sekolah dalam menjalankan perannya tidak berjalan sendiri,
tetapi mendapat dukungan penuh dari pihak Yayasan, peran menonjol yang dilakukan kepala
sekolah sebagai manajer, supervisor dan innovator.(3).Kepuasan pelanggan yang diberikan
sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah sudah dilakukan dengan maksimal, dimana
kepuasan utama terletak pada lolosnya siswa masuk ke perguruan tinggi bereputasi baik, dan
ketiga sekolah sudah menunjukkan hal tersebut, dimana siswa yang lolos diantara 20 -60 % yang
lolos ke perguruan tinggi bereputasi baik, dan selebih lolos di perguruan tinggi lainnya.

Kata-kata kunci: pelayanan, Kepala sekolah , kepuasan .

52

PENUTUP
Persoalan pesisir dan pulau-pulau kecil tentu membutuhkan kajian mendalam, diskusi
panjang dan berkelanjutan agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif. Masyarakat desa
yang berada di pesisir dan pulau-pulau kecil sangat berbeda coraknya dengan masyarakat desa di
daratan meskipun sama-sama bergantung pada alam. Masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil
lebih dinamis seperti air laut yang mengalir deras dan tiupan angin kencang yang siap menerjang
kapanpun. Sementara masyarakat pertanian cenderung lebih statis. Oleh karena itu untuk
menyajikan kajian yang lebih komprehensif tentu perlu dilakukan secara berkesinambungan.
Semoga SeNSosio dengan tema masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil dapat terus
berkembang dengan isu-isu terbaru yang solusinya dapat disajikan dalam bentuk kajian
akademik, seminar-seminar, dan diskusi-diskusi.
Akhirnya, kami sampaikan terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu/Saudara atas
kesediaannya menjadi narasumber, pemakalah, maupun peserta. Semoga acara ini menjadi
wadah bersama dalam bertukar pikiran dan dapat memfasilitasi untuk pemenuhan kebutuhan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

53


Click to View FlipBook Version