“KUMPULAN PRAKTIKUM
SAINS
ANAK USIA DINI”
OLEH
MAHASISWA SEMESTER 4
PGPAUD FIP UNG
PENYUNTING :
YENTI JUNIARTI, S.Pd., M.Pd
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah member rahmat,
taufik serta hidayah-Nya kepada kami sehingga penulisan Buku
“Kumpulan Praktikum Sains Anak Usia Dini ” dapat berlangsung dengan
lancar, Yang Penulis Selesaikan duntuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah “Pengembangan Pembelajaran Sains”, semoga buku ini memenuhi
syarat seperti yang di harapkan.
Dalam hal ini Penulis mengucakan terima kasih Kepada:
1. Bapak Dr. Setiyo Utoyo M.Pd Sebagai Ketua Jurusan Pendidikan
Guru Pendidikan Anak Usia Dini
2. Ibu Yenti Juniarti S.Pd., M.Pd Sebagai Pengampuh Mata Kuliah
3. Rekan-rakan yang telah membantu dalam penyusunan buku ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan buku “Kumpulan
Praktikum Sains Anak Usia Dini ” ini jauh dari kata sempurna, baik dari
segi penyusunan bahasa, atau penulisannya, oleh karena itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya
dari dosen mata kuliah guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi
kami untuk lebih baik di masa akan datang.
Gorontalo, 30 April 2021
Tim Penulis
i
KATA PENGANTAR ..................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................... ii
PENDAHULUAN ............................................................................ iii
Botol Respirasi ............................................................................. 1
Eksperimen Hujan Pelangi ............................................................ 17
Pertumbuhan Dan Perkembangan Kacang Merah .......................... 20
Erupsi Gunung Berapi................................................................... 25
Tornado Berputar Dalam Air ........................................................ 33
Telur Transparan, Kenyal Seperti Jelly.......................................... 40
Percobaan Membuat Pelangi ......................................................... 42
Eksperimen Susu Warna Menari ................................................... 49
Eksperimen Telur Mengapung di Dalam Air Garam ...................... 52
Eksperiemn Sawi Berwarna .......................................................... 54
Eksperimen Menyatukan Es Batu Dan Minyak ............................. 57
Experimen Membuat pelangi......................................................... 59
Eksperimen Awan dalam Gelas..................................................... 63
Eksperimen Proses Terjadinya hujan............................................. 66
PENUTUP........................................................................................ 68
ii
Praktikum atau eksperimen merupakan metode pembelajaran yang penting untuk
dilaksanakan dalam pembelajaran karena dapat memberikan pengalaman langsung
kepada siswa untuk memperkenalkan, membiasakan, dan melatih siswa untuk
melaksanakan langkah-langkah ilmiah dan pengetahuan prosedural. Selain untuk
memahami konsep, praktikum atau eksperimen juga berdampak positif terhadap
peningkatan motivasi dan minat belajar siswa (Rustaman, 2005). Dengan semakin
majunya teknologi maka kegiatan praktikum dapat dilengkapi dengan praktikum virtual.
Area pengembangan dan inovasi pembelajaran berbasis laboratorium telah sangat
berkembang. Salah satu dari area ini adalah penggunaan laboratorium -laboratorium
virtual dalam kelas sains (Stuckey & Mickell dalam Husna, 2013). Laboratorium virtual
merupakan serangkaian alat-alat laboratorium yang berbentuk perangkat lunak
(software). Laboratorium virtual dapat digunakan sebagai alternatif untuk memusatkan
perhatian siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan untuk melatih siswa melakukan
praktikum nyata. Kegiatan praktikum dapat dilatihkan menggunakan dunia virtual
(Rizman, 2012).Menurut Gagne (dalam Widi, 2014) terdapat tiga tahap dalam belajar,
meliputi:
1) Persiapan untuk belajar dengan melakukan tindakan mengarahkan perhatian,
2) Pemerolehan dan ujuk perbuatan,
3) Alih belajar.
Kegiatan praktikum sebagai salah satu proses belajar dimulai dengan pemusatan
perhatian siswa pada alat yang akan digunakan dalam praktikum. Berdasarkan studi
pendahuluan di salah satu SMPN di kota Bandung diketahui bahwa kegiatan pra-
praktikum dilakukan dengan demonstrasi yang dilakukan oleh guru untuk menjelaskan
cara kerja alat. Pada kegiatan demonstrasi tersebut siswa hanya melihat dan
mendengarkan penjelasan cara kerja alat Dengan memanfaatkan berkembangnya
laboratorium virtual, kegiatan pra-praktikum dapat bergeser dari demonstrasi menjadi
kegiatan Laboratorium virtual.
Apabila alat nyata tersedia dalam jumlah sesuai dengan jumlah siswa, maka
kegiatan praktikum menggunakan alat nyata dapat dilakukan dengan dilengkapi
Laboratorium virtual sebagai kegiatan pra-praktikum. Namun bila alat nyata tidak
tersedia dalam jumlah yang sesuai, maka alat nyata dapat digunakan untuk demonstrasi
dan Laboratorium virtual dapat digunakan sebagai alternatif kegiatan praktikum.
.
iii
Pembelajaran sains memiliki peranan penting dalam peningkatan
mutu pendidikan, khususnya di dalam menghasilkan peserta didik yang
berkualitas yaitu manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan logis.
Nugraha (2005: 1) mengemukakan bahwa pengembangan pembelajaran
sains pada anak, dan bidang pengembangan lainnya memiliki peranan
yang sangat penting dalam membantu meletakkan dasar kemampuan dan
pembentukan sumber daya manusia yang diharapkan.
Melalui pengenalan sains tersebut, kita diarahkan untuk
mengkonstruksi pengetahuannya tentang adanya peristiwa-peristiwa alam
dan memiliki dorongan untuk melakukan penyelidikan, serta memiliki
sikap positif terhadap sains. Untuk menarik minat anak dalam mempelajari
sains, maka setiap anak diperkenalkan dengan cara para ilmuwan bekerja
untuk mendapatkan fakta, konsep dan teorinya. Maka dari itu, sains perlu
diperkenalkan anak sejak dini sesuai dengan tahap-tahap perkembangan
anak.
iv
Herlin Nurliana, Vinka Ratih Damayanti, Yosita Nadila
Rahmi
1
PENDAHULUAN
2
-
-
3
4
TUJUAN PEMBELAJARAN
PRAKTIKUM BOTOL RESPIRASI
Tujuan Kegiatan
5
Teori Dasar
6
7
Alat dan Bahan
8
Langkah-langkah
9
10
11
12
13
EVALUASI PEMBELAJARAN
14
15
DAFTAR PUSTAKA
16
Kelompok2 (Kelas 4 C) (153419074)
1. Ni Nyoman Mulia Purwati (153419050)
2. NurAnisa Abdul Wahab (153419073)
3. Sri Rahayu A. Humokor
KEGIATAN PRAKTIKUM
1. Judul Percobaan : Eksperimen Hujan Pelangi
2. Tujuan :
Dapat menstimulasi kemampuan kognitif anak,
anak mendapatkan pengetahuanm engenai hujan.
3. Alat dan Bahan :
1) Air secukupnya
2) Pewarna makanan ( 2 warna: hijau dan
merah)
3) Satu buah toples
4) Minyak secukupnya
5) Dua buah Gelas
6) Dua buah sendok
4. Teori Dasar :
Anak usia dini lebih menyukai hal-hal baru
termasuk bereksperimen. Manfaat dalam
kegiatan eksperimen ini adalah dapat
menstimulasi kemampuan kognitif anak, anak
mendapatkan pengetahuan mengenai hujan dan
hubungan sebab akibat, serta anak dapat cinta
terhadap pengetahuan sains.Alam (2011)
menyatakan bahwa, Hujan adalah peristiwa
turunnya butir-butir air dari langit kepermukaan
17
5. Cara Kerja bumi akibat terjadinya kondensasi. Hujan diukur
sebagai tinggi air yang jatuh dipermukaan bumi
yang datar dalam periode waktu tertentu.
Menurut Sir Isaac Newton, pelangi merupakan
suatu spektrum yang dihasilkan dari
pembelokan sinar yang masuk melalui prisma.
Di dalamnya terdapat tujuh warna dasar, antara
lain merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, dan
ungu. Sementara Lord Rayleigh berpendapat,
pelangi adalah efek cahaya yang muncul di
langit karena pembiasan cahaya. Cahaya
tersebut terdistorsi oleh partikel-partikel uap air
di sekitarnya.
:
1) Siapkan air dalamgelas
2) Masukanminyak goring
3) Siapkanminyakpadagelas lain (cukup 3
sendokmakan)
4) Masukanpewarnatetes (setiapwarna 1
tetes)
5) Aduk agar pewarnamenjadibutirankecil
6) Tuangkedalamgelasyang
sudahdiberiminyaktadidanhujanpelangisi
apturun
18
19
Laporan
“Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Merah”
Laporan Ini Disusun untuk Melengkapi Ujian Tengah Semester (UTS)
Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran Sains yang di ampu oleh
Yenti Juniarti S.Pd .,M.pd
Disusun Oleh Kelompok 3
Kelas: 4C PGPAUD
Herwin Ida Monika (153419087)
Riza Dwi Yuliana (153419003)
Hesty Wulandari (153419076)
JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2021
20
PRAKTIKUM
PERTUMBUHAN dan PERKEMBANGAN
KEGIATAN PRAKTIKUN
1. Judul Percobaan : Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
2. Tujuan : Mengamati pertumbuhan dan perkembangan
kacang merah
3. Alat dan Bahan :
Biji Kacang merah 5 buah
Gelas aqua bekas, gelas koko drink,
gelas okky jlly
Kapas secukupnya
Air bersih
Lap putih kotak-kotak/lap piring
Teori Dasar :
Pertumbuhan merupakan proses
pertambahan volume dan jumlah sel yang
mengakibatkan bertambah besarnya
organisme. Pertambahan jumlah sel terjadi
karena adanya pembelahan mitosis, dan
bersifat irreversiabel artinya organisme
yang tumbuh tidak akan kembali ke bentuk
semula. Pertambahan jumlah sel terjadi
adanya pembelahan mitosis. Pertumbuhan
dan perkembangan merupakan hasil
interaksi antara faktor-faktor yang terdapat
dalam tubuh organisme, seperti sifat
21
Cara Kerja genetikan yang ada dalam gen dan
hormone yang merangsang pertumbuhan.
Perkembangan adalah suatu proses
kemajuan yang terjadi secara berangsur-
angsur dari komplek sitas rendah ke
komplek sitas tinggi dan terjadi di
ferensiasi. Perkembangan dapat di nyatakan
melalui berbgai cara, mulai bagian tertentu
suatu tanaman sampai jumlah total
perkembangan tnaman. Pada tanaman,
aktivitas perkembangan yang vital ini
banyak tumpang tindih. Pertumbuhan
apikal pada ujung akar dan ujung batang
mendahului morforgenesis dan di
ferensiasi. Tetapi pembesaran batang
terjadi oleh karena pembesaran sel-sel
setelah morfogenesis dan di ferensiasi
berlangsung.
:
1) Mencuci gelas aqua bekas, gelas koko
drink, gelas okky jelly
2) Merendam biji kacang merah dalam air
selama 3 jam
3) Melipat kapas selebar ukuran gelas
4) Memasukan kapas kedalam gelas tersebut
dan membasahi kapas secukupnya
22
5) Memasuka biji kacang merah yang sudah
di rendam dalam air
6) Lalu menutup gelas tersebut dengan kaain
lap putih kotak-kotak/ lap piring
23
LAMPIRAN
24
Laporan :
Erupsi Gunung Berapi
(Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas UTS Pengembangan
Pembelajaran SAINS )
Dosen Pengampuh : Yenti Juniarti, S.Pd., M.Pd
DI SUSUN
OLEH : KELOMPOK IV
Sintia Ahaya 153419019
Fatmawati Gilano 153419063
Cindra E. Idirani 153419039
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
2021
25
PENDAHULUAN
Letak Indonesia yang dilewati oleh jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire),
menjadikan Negara ini memiliki potensi bencana alam yang sangat tinggi.
Terdapat tiga lempeng yang melewati Indonesia yaitu lempeng Indo Australia
di selatan Pasifik di timur dan Eurasia di utara, sekaligus memposisikan
Indonesia sebagai Negara rawan bencana baik dari aktivitas tektonik maupun
vulkanik (Warsono, 2012).
Meskipun masyarakat Indonesia hidup dibawah ancaman bencana yang
dating silih berganti, namun tingkat kesadaran pemerintah maupun
masyarakat masih tergolong rendah. Penyebab timbulnya banyak korban saat
terjadi bencana adalah ketidaksiapan dan ketidaksiagaan saat terjadi bencana,
sehingga yang muncul justru kepanikan dan memicu jatuhnya banyak korban.
Pemerintah menyadari bahwa mitigasi bencana adalah suatu hal yang sangat
serius sejak terjadi bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh
pada tahun 2004 (Redaksi Butaru, 2011).
Pendidikan dapat menjadi alternatif dalam upaya mitigasi bencana melalui
pengenalan kebencanaan pada anak melalui pembelajaran di sekolah. Namun,
tentunya materi harus disampaikan sesederhana mungkin dan menyenangkan
agar dapat dipahami dan tidak menimbulkan rasa takut pada anak. Mitigasi
bencana sangat penting dilakukan sedini mungkin, sebab jika terjadi bencana
anak – anak termasuk pada golongan masyarakat rentan bencana. Kelompok
ini adalah anggota masyarakat yang membutuhkan bantuan karena keadaan
yang disandangnya. Termasuk didalamnya lanjut usia, penyandang cacat,
serta ibu hamil dan menyusi. (Kurniawan, dkk. 2011). Menyampaikan
Pendidikan kebencanaan sejak dini pada anak bersifat fundamental
(mendasar).
26
TEORI DASAR
Pada dasarnya, sains bagi anak usia dini merupakan bagaimana mereka
memperoleh pengetahuan baru dari dunia disekitarnya. Dengan banyaknya
fenomena yang dapat dieksplorasi, tentunya banyak pula konsep yang harus
dikenalkan dan juga banyak topik pembelajaran yang mesti dipilih. Oleh
karena itu, diperlukan batasan konten sains bagi anak. Contoh kegiatan
pembelajaran sains untuk mengenalkan prinsip kejadian bencana alam pada
anak yaitu erupsi gunung berapi.
Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang
dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan
panas, lontaran material (pijar), hujan abu, lahar, gas beracun, tsunami dan
banjir lahar. Perut bumi berisi magma dan bermacam material yang suatu saat
akan mengalami kejenuhan atau diakibatkan oleh aktifitas tektonik, magma
yang ada di dalam perut bumi ini akan keluar ke permukaan (Aulialia, 2015).
Magma ini keluar ke permukaan bumi melalui pipa alami yang menjulang
tinggi di dalam gunung.
Disini anak usia dini di perkenalkan tentang bencana alam yang terjadi
melalui kegiatan eksperimen membuat erupsi gunung berapi. Seperti di kutip
dari Bapak Ir. Abdullah Muzi Marpaung (Muzi) tentang kegiatan eksperimen
bagi anak adalah :
“ Melakukan eksperimen adalah pintu yang paling asyik untuk memasuki
dunia sains. Kalau dilakukan di masa kanak – kanak, makai a berpotensi
besar untuk menjadi memori masa kecil yang menyenangkan. Saat bertambah
usia dan tiba waktunya mereka mendalami sains dengan disiplin yang lebih
serius, maka memori masa kanak – kanak itu akan bermetamorfosis menjadi
sebentuk persepsi bahwa sains itu menyenangkan!
27
Manfaat lainnya adalah memberikan kesempatan bereksperimen kepada
anak-anak berarti mendorong mereka untuk berani mencoba. Suatu sifat
mental yang kini amat berharga dan langka di dunia orang dewasa. Banyak
sungguh orang dewasa yang terpenjara oleh ketakutan dan kecemasan yang
diciptakan oleh pikiran sendiri. Amat sering kita jumpai orang-orang yang
tak berani mengambil resiko, memilih diam, mengjhamba kepada kemapanan.
Jikalau kesempatan untuk berani mencoba terus menerus diberikan kepada
anak-anak, maka sangat mungkin kelak mereka tumbuh menjadi manusia
penempuh resiko, sang pembuka jalan, sang pencacat sejarah.
Kemampuan sains yang paling penting untuk dimiliki oleh anak-anak
adalah kemampuan mengamati dan bertanya. Setelah eksperimen, orang tua
tidak usah menjabarkan dengan penjelasan-penjelasan. Biarlah penjelasan
itu mereka ketahui ketika mereka besar. Karena tanpa itu pun sesungguhnya
mereka sudah belajar banyak, diantaranya mereka sudah melakukan
pengamatan atau observasi.”
28
KEGIATAN PRAKTIKUM
Judul Praktikum : Membuat Erupsi Gunung Berapi
Tujuan :
Untuk Menstimulasi Pengetahuan Anak Tentang Gunung
Berapi
Alat dan Bahan :
1) Sendok
2) Air Sabun Cuci Piring
3) Cuka
4) Pewarna Merah
5) Soda Kue
6) Nampan/Baki
7) Pasir
8) Gelas Plastik
Prosedur Kerja :
1) Siapkan Nampan, kemudian membuat miniatur
gunung di atas nampan ;
2) Setelah itu letakkan gelas di atas miniatur gunung,
disini kita katakan sebagai kawah gunung ;
3) Selanjutnya kita masukkan sabun cuci piring ke
dalam gelas atau bisa disebut sebagai kawah
gunung ;
29
4) Setelah itu kita masukkan 3 sdm soda kue ;
5) Sementara itu, kita campurkan dulu pewarna
merah ke dalam air ;
6) Berikutnya kita masukkan ke dalam gelas atau
bisa disebut kawah gunung ;
30
7) Kemudian aduk dulu bahan-bahan yang ada dalam
kawah gunung ;
8) Terakhir, masukkan cuka kedalam lubang kawah
sedikit demi sedikit. Kemudian keluar busa-busa
atau bisa disebut sebagai lava yang keluar dari
kawah gunung.
31
DAFTAR PUSTAKA
Aldila Rahma, Fanny Rizkiyani. (2019). Peningkatan Pemahaman Guru
PAUD tentang Kebencanaan Melalui Pembelajaran. Jurnal Publikasi
Pendidikan, 9 Nomor 3, Oktober 2019, 254-261. Retrieved Oktober 19,
2019, from http://ojs.unm.ac.id/index.php/pubpend
https://rumahsainsilma.wordpress.com/2010/04/07/bermain-sains-di-tk/
32
HASIL EKSPERIMEN
TORNADO
BERPUTAR DALAM
AIR
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SAINS
ANAK USIA DINI
KELOMPOK 5
IRUL AMIN NINGSIH, RACMATIYA BOUATO,
PUTRI NABILA NUR RAHMAN
33
KEGIATAN PRAKTIKUM
Judul Percobaan
Perkembangan Sains aud melalui eksperimen tornado
berputar dalam air
Tujuan
Mengamati dan mengajak anak usia dini untuk
mengenal lebih dalam sains dengan cara yang asik,
menyenangkan, dan memperkenalkan pada anak mengenai
ciptaan Tuhan yaitu peristiwa alam (angin) salah satunya
angin tornado serta membantu anak dalam menghafal dan
memahaminya, karena angin tornado jarang terjadi dan
belum tentu anak pernah melihat secara langsung
peristiwa angin tornado. Selain itu agar anak-anak lebih
waspada ketika mengetahuitanda-tandanya.
Metode praktikum
a. waktu dan tempat
Hari, tanggal : Selasa, 20 April 2021
Waktu : 08.30-10.00 WITA
Tempat : Rumah, Jl. Rajawali 3
b. alat dan bahan
gelas atau wadah
minyak goring
air
pewarna
jesscool
34
Teori dasar
Tornado merupakan kolom udara yang berputar sangat
kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus
atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus
dengan permukaan tanah (Glosari Meteorologi, 2000)
Tornado disebabkan oleh pola cuaca dan angin. Pada
musim semi, udara yang hangat bergerak ke utara dan
bercampur dengan angin dingin dari utara. Pada musim
gugur, sebaliknya yang terjadi; angin dingin dari utara
bergerak ke selatan dan bercampur dengan angin
yanglebih panas.
Penyebab terjadinya angin tornado adalah udara
panas yang terus menerus menghantam bumi yang akan
menyebabkan suhu tanah meningkat. Ketika suhu panas
meningkat, udara panas dan lembab yang ada di udara akan
mulai naik dan semakin naik. Pada fase ini, sebuah awan
petir mulai tercipta.
Cara kerja
1. siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam
eksperimen sains.
2. memasukan minyak kedalam wadah
3. memasukan air kedalam wadah yang beisikan minyak
4. masukkan pewarna, sebaknya menggunakan pewarna
makanan agar baik digunakan oleh anak
5. masukkan jesscool
6. mengamati proses terjadinya tornado dalam air
35
Proses terjadinya tornado dalam air
Ketika jesscool dimasukkan dalam gelas yang
berisikan minyak, air, pewarna makanan akan terjadi
pusaran air. Dan jika diperhatikan bentuknya sama dengan
pusaran angin (angin tornado). Pusaran air yang
terbentuk tersebut terjadi karena akibat adanya gaya
sentripetal (mengarah kepusat pusaran) akibat dari
reaksi jesscool tersebut. Pusaran tersebut membentuk
awan-awan yang berwarna gelap yang dapat menggambarkan
terjadinya fenomena alam.
DOKUMENTASI HASIL
36
PROFIL PENULIS 1
Nama : Irul Amin Ningsih
Nim : 153419009
Ttl : Tirtasari, 07 Mei 2002
Alamat : Jl dewi sartika, samping kampus 1
UNG Kos Briliant
Email : [email protected]
Akun Media Sosial :
Instagram : irulaminingsih07
Facebook : Irul Aminingsih
37
PROFIL PENULIS 2
Nama : Racmatiya Bouato
Nim : 153419053
Ttl : Gorontalo, 20 September 2001
Alamat : Jln. Gunung TilongKabila
Email : [email protected]
Akun Media Sosial :
Instagram : Rcmatyaa
Facebook : Tya
38
PROFIL PENULIS 3
Nama : Putri Nabila Nur Rahman
Nim : 153419054
Ttl : Gorontalo, 06 Oktober 2001
Alamat : Jl. Cendrawasih
Email : [email protected]
Akun Media Sosial :
Instagram : nbelrhman
Facebook : Nabila Rahman
39
EXPEIMEN SAINS
TELUR TRANSPARAN, KENYAL SEPERTI JELLY
KELOMPOK 6:
Rahmadani
Siti Nurfadila Gonibala
Sapriani Hasan
KEGIATAN EXPERIMEN
1) JUDUL PERCOBAAN : Telur Transparan, Kenyal Seperti
Jelly
2) TUJUAN : Mengamati Telur Transparan, Kenyal
Seperti Jelly
3) ALAT DAN BAHAN :
Gelas
Cuka
Telur Ayam Mentah
4) INSTRUKSI :
Tuangkan cuka perlahan-lahan
hingga memenuhi ½ bagian
gelas
Masukan telu ayam mentah
dengan hati-hati ke dalam
gelas
ketika telur dimasukan
kedalam gelas berisi cuka akan
terjadi reaksi sehingga telur
mengeluarkan buih-buih
biarkan telur didalam cairan
cuka selama 15jam atau lebih
FOTO
Setelah 15 jam lebih kita bisa
melihat cangkang telur yang
mulai hilang dan hanya tersisa
hanya telur yang terlapis
membrane
FOTO
40
5) PENJELASAN Cuci telur dengan air biasa.
lalu kita bisa lihat bentuk telur
yang mulus, lembut, transparan
dan kenyal. bahkan bentuknya
menjadi lebih besar dari
sebelumnya
:
Jadi ketika cuka bercampur
dengan telur maka asam asesat
cuka akan melarutkan
cangkang telur dan telur akan
menjadi estetik. telur akan
berubah menjadi transparan
dan kenyal seperti jelly
6) CATATAN :
Telur ini tiak untuk di makan.
kecuali jika cuka yang di
gunakan adalah cuka apel atau
cuka beras, baru deh telurnya
aman untuk dimakanbahkan
memiliki manfaat kesehatan
41
Laporan :
PERCOBAAN MEMBUAT PELANGI
(Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas UTS Pengembangan
Pembelajarn SAINS)
Dosen Pengampuh : Yenti Juniarti, S.Pd., M.Pd
DI SUSUN
OLEH : KELOMPOK VII
ERFINA DEUWA 153419005
FATRIA U. MANTALI 153419039
153419044
TIARA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
2021
42
PENDAHULUAN
Pelangi atau bianglala adalah fenomena optik dan meteorologi berupa
cahaya warna-warni paralel satu sama lain di langit atau media lainnya. Di
langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah ke
cakrawala pada saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air
terjun.
Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna).
Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai
cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia
sanggup menyerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari,
yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan
ungu (violet).
Membuat Pelangi
1. Tujuan :
Untuk mengetahui proses terjadinya pelangi
2. Kajian Teori
Pelangi atau bianglala adalah fenomena optik dan meteorologi berupa
cahaya warna-warni paralel satu sama lain di langit atau media lainnya. Di
langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah ke
cakrawala pada saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air
terjun.
43
Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna).
Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai
cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia
sanggup menyerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari,
yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan
ungu (violet).
Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap
warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum
warna. Di dalam spektrum warna, garis merah selalu berada pada salah satu
sisi dan biru serta violet di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan
panjang gelombang.
Pelangi tidak lain adalah busur spektrum warna besar berbentuk
lingkaran yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air.
Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika
menembus prisma kaca dan keluar menjadi spektrum warna pelangi. Jadi, di
dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda-beda berderet
dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini
kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar
lagi dari tetesan air. Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang
berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun
dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.
Pelangi terlihat sebagai busur dari permukaan bumi karena terbatasnya
sudut pandang mata, jika titik pandang di tempat yang tinggi misalnya dari
pesawat terbang dapat terlihat sebagai spektrum warna yang lengkap yaitu
berbentuk lingkaran. Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan
matahari bersinar, tetapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi
si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari
44