The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by eifa.ok.ea, 2020-10-31 19:29:34

PTK PBL Barisan dan Deret

PTK Barisan dan Deret

Keywords: ptk

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA
DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DARING PROBLEM BASED
LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATERI BARISAN DAN DERET KELAS

XI SMA NEGERI 1 BANYUDONO TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Disusun untuk Memenuhi Tugas Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas
Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Pendidikan Matematika Angkatan 1

Oleh:
ERNAWATI ARIFAH, S.Si

NPM : 1920770014

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN TAHAP 1
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2020

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain, pembelajaran adalah
proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Tujuan utama
diselenggarakannya proses belajar adalah demi tercapainya tujuan pembelajaran.
Tujuan tersebut utamanya adalah keberhasilan peserta didik dalam belajar pada suatu
mata pelajaran maupun pendidikan pada umumnya.

Pembelajaran matematika di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini
menuntut inovasi dan manuver yang luar biasa bagi seorang pendidik. Karena adanya
tuntutan tetap dilaksanakannya pembelajaran meskipun dengan model Pembelajaran
Jarak Jauh (PJJ). Butuh energi besar untuk membuat rancangan yang pas dalam
pelaksanaan PJJ. Melihat perubahan yang cepat dan juga keterbatasan sarana
prasarana menyebabkan banyak permasalahan yang ditimbulkan, salah satunya
adalah motivasi dan prestasi belajar peserta didik yang menurun.

Berdasarkan hasil pengamatan dan kuisioner di awal pembelajaran
matematika jarak jauh, diperoleh data motivasi belajar peserta didik rata-rata 62%,
hal ini disebabkan rutinitas pembelajaran yang selalu sama sehingga peserta didik
merasa bosan dan tidak tertarik. Hal ini bisa saja terjadi karena peserta didik yang
menempuh pendidikan di SMA saat ini adalah peserta didik generasi Z. Dimana
dalam teori generasi (Generation Theory) yang dikemukakan Graeme Codrington &
Sue Grant-Marshall, Penguin, (2004) generasi Z yang lahir antara tahun 1995 – 2010
mempunyai kecenderungan diantaranya mampu menggunakan pelbagai macam
teknologi, senang bersosialisasi lewat dunia maya, individualis di dunia nyata,
multitasking, memiliki ambisi besar untuk sukses, cenderung praktis dan instan, cinta
kebebasan, dan ingin mendapat pengakuan secara digital dan teknologi informasi.
Melihat karakter generasi Z tersebut pembelajaran dalam jaringan (daring) yang
monoton dan tidak inovatif tentuya sangat membosankan dan menurunkan motivasi
belajar peserta didik.

Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (1990: 130) prestasi belajar

merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari
dalam diri (faktor internal) maupun dari luar (faktor eksternal) individu. Prestasi
belajar memiliki peranan penting dalam proses belajar mengajar sebagai tolok ukur
sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar. Sebagai cara untuk menilai
kemampuan individual, prestasi belajar diwujudkan dalam bentuk nilai yang
diberikan kepada peserta didik berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.
Motivasi sangat berperan dalam belajar, dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun
dalam proses belajar mengajar, dan dengan motivasi itu pula prestasi belajar siswa
dapat diwujudkan dengan baik. Siswa yang dalam proses belajar mempunyai
motivasi yang kuat dan jelas, membuat siswa mempermudah dalam proses belajar.
Tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar.

Menurut Sugihartono (2012: 78) motivasi yang tinggi dapat menggiatkan
aktivitas belajar peserta didik. Sehingga apabila peserta didik memiliki motivasi
belajar yang lemah dan tidak konstan akan menyebabkan kurangnya usaha belajar,
yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar dan peningkatan kualitas
pendidikan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya rancangan
pembelajaran yang inovatif untuk menjaga konistensi motivasi peserta didik
sehingga pembelajaran daring dapat efektif dan prestasi belajar peserta didik
meningkat. Menurut Thoriq Amrulloh, 2016 Vol 2, salah satu cara untuk mencapai
hasil belajar maksimal yaitu dengan menggunakan model, pendekatan ataupun
strategi pembelajaran menarik bagi peserta didik menyesuaikan dengan tingkat
perkembangan psikologi peserta didik. Untuk itu dipilih model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) yang mampu mengakomodasi berbagai kegiatan
peserta didik.

Model pembelajaran PBL menuntut peserta didik untuk terlibat aktif,
dimana peserta didik yang bekerja secara mandiri seperti merumuskan masalah,
mengidentifikasi permasalahan, mencari materi yang berkaitan dengan masalah
tersebut sebelum melaporkan masalah. Sementara guru hanya menfasilitasi, sehingga
materi yang diperoleh peserta didik mudah dipahami. Menurut Hamruni, PBL adalah
suatu pendekatan pembelajaran yang dimulai dengan menyelesaikan suatu masalah,
tetapi untuk menyelesaikan masalah itu peserta didik memerlukan pengetahuan baru
untuk dapat menyelesaikannya. PBL merupakan salah satu model pembelajaran

inovatif yang memberikan kondisi belajar aktif kepada peserta didik dalam
memecahkan masalah dunia nyata.

Berdasarkan uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi dan
prestasi belajar peserta didik selama pembelajaran daring di SMA Negeri 1
Banyudono mengalami penurunan sehingga perlu dilakukan upaya inovatif untuk
meningkatkan motivasi dan prestasi belajar yang tinggi. Sehingga, model
pembelajaran berbasis masalah dimungkinkan dapat digunakan di SMA Negeri 1
Banyudono sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar
matematika peserta didik.

B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, identifikasi masalah yang

penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut
1. Prestasi belajar matematika siswa pada materi Barisan dan Deret di kelas XI

SMA Negeri 1 Banyudono masih rendah.
2. Salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar matematika pada materi Barisan

dan Deret kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono adalah kurangnya motivasi
peserta didik.

C. ANALISIS MASALAH
Berasarkan identifikasi masalah, maka peneliti akan menganalisis/membatasi
masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Penulis hanya akan meneliti peserta didik Kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono
semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021.
2. Objek yang di teliti adalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar matematika
peserta didik.
3. Model pembelajaran yang di gunakan adalah model Problem Based Learning.
4. Mata Pelajaran yang diteliti yaitu matematika dengan materi Barisan dan Deret.

D. BATASAN MASALAH
Berdasarkan identifikasi masalah, agar masalah tidak melebar, permasalahan
dibatasi sebagai berikut :

1. Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL)
pembelajaran berbasis masalah

2. Materi pokok yang digunakan adalah barisan dan deret Aritmetika
3. Objek penelitian adalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar matematika
4. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono.
E. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan idetifikasi yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan yang
dapat dirumuskan adalah sebagai berikut.

1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran melalui model pembelajaran Problem
Based Learning sebagai upaya peningkatkan motivasi dan prestasi belajar pada
pembelajaran matematika materi Barisan dan Deret di kelas XI SMA Negeri 1
Banyudono Tahun Pelajaran 2020/2021?

2. Bagaimana peningkatan motivasi peserta didik kelas XI SMA Negeri 1
Banyudono Tahun Pelajaran 2020/2021 setelah mengikuti pembelajaran
matematika materi Barisan dan Deret melalui model pembelajaran Problem
Based Learning?

3. Bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1
Banyudono Tahun Pelajaran 2020/2021 setelah mengikuti pembelajaran
matematika materi Barisan dan Deret melalui model pembelajaran Problem
Based Learning?

F. TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian adalah :
1. Memaparkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk
meningkatkan motivasi dan prestasi belajar dalam pembelajaran matematika
materi Barisan dan Deret di kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono Tahun
Pelajaran 2020/2021
2. Mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik melalui penerapan
model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika
materi Barisan dan Deret di kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono Tahun
Pelajaran 2020/2021

3. Mengetahui peningkatan prestasi belajar peserta didik melalui penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika materi
Barisan dan Deret di kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran
2020/2021

G. MANFAAT PENELITIAN

Beberapa manfaat yang ingin didapatkan melalui penelitian ini ialah:
1. Bagi peserta didik, melalui model pembelajaran Problem Based Learning dapat

meningkatkan motivasi dan prestasi belajar pada pembelajaran matematika
materi Barisan dan Deret di kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran
2020/2021.
2. Bagi guru, model pembelajaran Problem Based Learning diharapkan dapat
menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan pada
pembelajaran matematika kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono.
3. Bagi sekolah, model pembelajaran Problem Based Learning diharapkan dapat
dikembangkan menjadi salah satu model pembelajaran dalam pembelajaran
matematika kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI
1. Penelitian Tindakan Kelas
a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah bentuk kajian yang
bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan
kemantapan rasional dari tindakan guru dalam melaksanakan tugas,
memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan siswa,
serta memperbaiki kondisi dimana praktek-praktek pembelajaran tersebut
dilakukan. Penelitian tindakan atau action research merupakan salah satu
pendekatan baru dalam memecahkan masalah atau bisa juga mengmbangkan
keterampilan-keterampilan baru di dunia praktis yang dilakukan secara reflektif.
Menurut Kurt Lewin dalam (Kunandar, 2016) penelitian tindakan adalah
suatu rangkaian kegiatan yang terdiri dari empat langkah-langkah dalam
melaksanakan penelitian yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Elliot (1991) dalam Kunandar (2016) berpendapat bahwa penelitian tindakan
merupakan sebagai bahan kajian dari penemuan masalah pada situasi sosial yang
dapat mengembangkan dan memperbaiki situasi sosial tersebut.
Sedangkan menurut Kemmis dan McTegart (1988) dalam (Sutama, 2016)
penelitian tindakan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan
memperbaiki proses pembelajaran atau situasi pengajaran secara sistematis dan
terencana agar tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan agar dapat menyelasaikan persoalan yang
telah ditemukan dan memperbaiki kualitas pembelajaran.

b. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas
1) Mengidentifikasi dan merumuskan masalah;
Masalah dalam PTK terkait dengan proses pembelajaran yang pada
gilirannya menghasilkan perubahan pada perilaku guru, mitra peneliti dan
siswa.
2) Menganalisis masalah;
Analisis masalah perlu dilakukan untuk mengetahui demensi-dimensi
masalah yang mungkin ada untuk mengidentifikasikan aspek-aspek
pentingnya dan untuk memberikan penekanan yang memadai.
Analisis masalah melibatkan beberapa jenis kegiatan, bergantung pada
kesulitan yang ditunjukkan dalam pertanyaan masalahnya; analisis sebab dan
akibat tentang kesulitan yang dihadapi, pemeriksaan asumsi yang dibuat
kajian terhadap data penelitian yang tersedia, atau mengamankan data
pendahuluan untuk mengklarifikasi persoalan atau untuk mengubah
perspektif orang-orang yang terlibat dalam penelitian tentang masalahnya.
3) Merumuskan hipotesis tindakan;
Hipotesis dalam penelitian tindakan bukan hipotesis perbedaan atau
hubungan,melainkan hipotesis tindakan. Rumusan hipotesis tindakan
memuat tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan yang
diinginkan.
4) Membuat rencana tindakan dan pemantauannya
Rencana tindakan dan pemantuan disusun sebagai dasar persiapan
perangkat dan penjadwalan pelaksanaan penelitian tindakan kelas.
5) Melaksanakan tindakan dan mengamatinya
Melaksanakan tindakan penelitian dan pengamatan sesuai dengan
perencanaan.
6) Mengolah dan menafsirkan data
Data yang diperoleh dari penelitian dan pengamatan diolah dan
dianalisis untuk mendapatkan sebuah kesimpulan
7) Melaporkan
Melaporkan hasil penelitian tindakan kelas dan melakukan evaluasi
perbaikan kualitas pembelajaran

2. Model Pembelajaran Problem Based Learning
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah diuraikan di atas perlu

dilakukan penerapan metode pembelajaran yang tepat dalam belajar matematika.
Proses pembelajaran yang kurang melibatkan peserta didik dalam kegiatan
pembelajaran harus diperbaiki. Pembelajaran seharusnya tidak lagi bersifat teacher
center tetapi harus diubah berbasis students center, peserta didik sebagai pusat
belajar. Di dalam kelas diperlukan kreatifitas dari guru untuk membuat pembelajaran
menjadi tidak monoton dan lebih disukai oleh peserta didik. Suasana kelas perlu
direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model
pembelajaran yang tepat dengan tujuan agar peserta didik dapat ikut berperan aktif
selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan model pembelajaran yang lebih
baik, diharapkan peserta didik dapat saling bertukar pendapat dalam memahami
konsep materi pembelajaran sehingga hasil belajar peserta didik mengalami
peningkatan. Untuk itu, peneliti mencoba menerapkan model Problem Based
Learning agar peserta didik lebih terlibat aktif, kreatif, kolanoratif dan komunikatif
(ketrampilan abad 21) dalam proses berpikir dan kegiatan belajar.

Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning(PBL)
Problem based learning (PBL) dalam bahasa indonesia di sebut

pembelajaran berbasis masalah (PBM). Pembelajaran berbasis masalah merupakan
penggunaan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan
konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata,kemampuan untuk menghadapi segala
sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada.

Pengertian pembelajaran berbasis masalah yang lain adalah metode mengajar
dengan fokus pemecahan masalah yang nyata, proses di mana peserta didik
melaksanakan kerja kelompok, umpan balik, diskusi yang dapat berfungsi sebagai
batu loncatan untuk investigasi dan penyelidikan dan laporan akhir. Dengan
demikian peserta didik di dorong untuk lebih aktif terlibat dalam materi pembelajaran
dan mengembangkan keterampilan berfikir kritis.

Menurut Arends (dalam Trianto, 2007), Problem Based Learning merupakan
suatu pendekatan dimana peserta didik dihadapkan pada masalah autentik (nyata)
sehingga diharapkan mereka dapat menyusun pengetahuannya sendiri,
menumbuhkembangkan keterampilan tingkat tinggi (HOTS), melatih peserta didik

belajar mandiri (karakter), dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Problem Based
Learning memiliki ciri-ciri, pembelajaran diawali dengan pemberian masalah
kontekstual dunia nyata, aktif berkolaborasi dan berdiskusi kelompok untuk
menyelesaikan permasalahan yang diberikan, kemudian tampil untuk
mempresentasikan penyelesaian yang diperoleh.

Ciri yang paling utama dari model pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) yaitu dimunculkannya masalah pada awal pembelajaran. Menurut Arends
(Trianto,2007) berbagai pengembangan pengajaran berdasarkan masalah telah
memberikan model pengajaran itu memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Pengajuan pertanyaan atau masalah

1) Autentik, yaitu masalah harus berakar pada kehidupan dunia nyata peserta
didik dari pada berakar pada prinsip-prinsip disiplin ilmu tertentu.

2) Jelas ,yaitu masalah dirumuskan dengan jelas,dalam arti tidak menimbulkan
masalah baru bagi peserta didik yang pada akhirnya menyulitkan penyelesaian
masalah peserta didik.

3) Mudah dipahami, yaitu masalah yang di berikan harusnya mudah dipahami
peserta didik dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.

4) Luas dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Luas artinya masalh tersebut
harus mencakup seluruh materi pelajaran yang akan diajarkan sesuai dengan
waktu, dan sumber yang tersedia..

5) Bermanfaat yaitu maslah tersebut bermanfaat bagi peserta didik sebagai
pemecah masala dan guru pembuat masalah.

b. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin ilmu
Masalah yang diajukan hendaknya melibatkan berbagai disiplin ilmu

c. Penyelidikan autentik (nyata)
Dalam penyelidikan peserta didik menganalisis dan merumuskan masalah,
mengembangkan dan meramalkan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis
informasi melakukan eksperimen, membuat kesimpulan dan mengambarkan hasil
belajar.

d. Menghasilkan produk dan memamerkannya
Peserta didik bertugas menyusun hasil belajar dalam bentuk karya dan
memamerkan hasil karyanya.

e. Kolaboratif
Pada model pembelajaran ini, tugas-tugas belajar peserta didik berupa masalah
diselesiakan bersama-sama antar peserta didik secara kolaboratif, komunikatif
dan kooperatif.
Berdasarkan pendapat ahli mengenai karakteristik model Problem Based

Learning, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya karakteristik model
Problem Based Learning ini lebih menekankan pada pemberian kesempatan kepada
peserta didik untuk membangun dan memecahkan masalah yang didasari pada
pengalaman nyata dan mendorong kemandirian dan inisiatif peserta didik dalam
belajar, sehingga peserta didik terlibat aktif dalam dialog atau diskusi dengan guru
dan peserta didik lainnya.

Model pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini adalah Problem Based
Learning berbasis digital. Hal ini disesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi
saat ini yaitu pembelajaran jarak jauh atau moda daring akibat adanya pandemi
covid19. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Kurikulum
2013 memiliki tahapan sebagai berikut:
a. Orientasi peserta didik terhadap masalah

Pada tahap ini, guru harus menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas
yang akan dilakukan agar peserta didik tahu apa tujuan utama pembelajaran, apa
permasalahan yang akan dibahas, bagaimana guru akan mengevaluasi proses
pembelajaran. Hal ini untuk memberi konsep dasar kepada peserta didik. Guru
harus bisa memberikan motivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam
pemecahan masalah yang dipilih
b. Mengorganisasikan peserta didik

Pada tahap ini, guru membantu peserta didik mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang telah
diorientasi, misalnya membantu peserta didik membentuk kelompok kecil,
membantu peserta didik membaca masalah yang ditemukan pada tahap
sebelumnya, kemudian mencoba untuk membuat hipotesis atas masalah yang
ditemukan tersebut..
c. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

Pada tahap ini, guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan
informasi sebanyak-banyaknya, melaksanakan eksperimen, menciptakan dan

membagikan ide mereka sendiri untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan
masalah.
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Pada tahap ini guru membantu peerta didik dalam menganalisis data yang
telah terkumpul pada tahap sebelumnya, sesuaikah data dengan masalah yang
telah dirumuskan, kemudian dikelompokkan berdasarkan kategorinya. Peserta
didik memberi argumen terhadap jawaban pemecahan masalah. Karya bisa
dibuat dalam bentuk laporan, video, atau model.
e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Pada tahap ini, guru meminta peserta didik untuk merekonstruksi
pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya.
Guru dan peserta didik menganalisis dan mengevaluasi terhadap pemecahan
masalah yang dipresentasikan setiap kelompok.

3. Media Pembelajaran
Selain model pembelajaran yang tepat, faktor lain yang menentukan

keberhasilan pembelajaran adalah media yang dipilih dalam pembelajaran. Menurut
Miarso (2004) berpendapat bahwa “Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses
belajar”. Menurut Karti Hari Sukarsih (2002 :17), yaitu segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran. Pendapat yang juga senada dengan
pendapat tersebut adalah menurut Hamalik (2008), Fungsi media pembelajaran yaitu:
▪ Untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif
▪ Penggunaan media merupakan bagian internal dalam system pembelajaran.
▪ Media pembelajaran penting dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
▪ Penggunaan media dalam pembelajaran adalah untuk mempercepat proses

pembelajaran dan membantu siswa dalam upaya memahami materi yang
disajikan oleh Guru dalam kelas.
▪ Penggunaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mempertinggi mutu
pendidikan.

Dalam upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar peserta didik di SMA
Negeri 1 Banyudono, peneliti menggunakan beberapa media pembelajaran, yaitu:

a. Whatsapp adalah aplikasi gratis mudah digunakan dan telah menyediakan fitur
enkripsi yang membuat komunikasi menjadi aman. Melalui Aplikasi ini dapat
melakukan percakapan baik berupa teks, suara maupun video.

b. Google Classroom merupakan aplikasi ruang kelas yang disediakan oleh google,
dalam google classroom penajar dapat lebih mudah membagikan materi maupun
tugas yang telah di golongkan ataupun disusun bahkan pada google classroom
pengajar dapat memberi waktu pengumpulan tugas sehingga peserta didik tetap
diajarkan disiplin dalam mengatur waktu.

c. Zoom adalah salah satunya aplikasi virtual yang dapat digunakan untuk
pembalajaran tatap muka virtual (sinkron) antara pendidik dan peserta didik.
Sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan secara baik.

d. Youtube merupakan aplikasi untuk mengupload video. Youtube banyak
digunakan untuk berbagi video, dimana youtube kini juga digunakan dalam
pembelajaran online sebagai sumber belajar dalam pembelajaran.

4. Motivasi Belajar
Secara umum faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik

dapatdibedakan menjadi tiga macam yaitu:
a. Faktor internal peserta didik

Faktor internal peserta didik adalah faktor yang berasal dari dalam diri
peserta didik sendiri meliputi 2 aspek yaitu: (1) aspek yang menyangkut tentang
keberadaan kondisi fisik peserta didik yang disebut dengan aspek fisiologis, (2)
aspek yang mencakup tingkat kecerdasan, sikap, bakat, minat, dan motivasi
peserta didik yang disebut dengan aspek psikologis.

Motivasi belajar merupakan keinginan atau dorongan pada diri
seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu
perbuatan dengan tujuan tertentu. Dalam hal ini peserta didik perlu
diberi perlakuan agar timbul motivasi belajar pada diri peserta didik
yaitu diciptakan suatu kondisi tertentu sehingga peserta didik tergerakkan untuk
belajar Abraham Maslow pada tahun 1943, menulis karya ilmiah yang
berjudul “A Theory of Human Motivation”.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam membangkitkan
motivasi peserta didik dalam belajar matematika. Menurut Shaleh (2008:86)

sepenggal cerita inspirasi ternyata mampu menggugah emosi dan semangat bagi
seseorang. Teknik seperti ini dapat diterapkan oleh guru sebelum
menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya. Hampir semua tokoh di
bidang matematika dapat memberikan inspirasi yang luar bisa.

Menurut Solichatun (2007:28) indikator peserta didik termotivasi
untuk belajar : 1) senang mengikuti pelajaran; 2) tidak merasa bosan saat belajar;
3) mengikuti pelajaran dengan sunguh-sungguh; 4) mengerjakan tugas yang
diberikan; 4) merasa bahwa belajar adalah kebutuhan; 5) merasa aman belajar;
6) memiliki rasa ingin tahu yang besar; 7) percaya diri untuk berprestasi.
b. Faktor eksternal peserta didik

Faktor eksternal peserta didik adalah faktor yang berasal dari luar diri
peserta didik, yang meliputi faktor lingkungan sosial dan faktor yang meliputi
keberadaan para guru, staf administrasi, dan teman sekelas. Faktor lingkungan
non sosial adalah faktor yang keberadaannya dan penggunaannya diharapkan
dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan belajar yang telah
dirancang dan turut menentukan tingkat keberhasilan peserta didik dalam belajar
yang meliputi keberadaan gedung sekolah, tempat tinggal peserta didik, alat-alat
pratikum, perpustakan, dan lain-lain.
c. Faktor pendekatan belajar

Faktor pendekatan belajar yakni jenis upaya belajar peserta didik yang
meliputi strategi dan model yang digunakan peserta didik untuk melakukan
mempelajari materi-materi pelajaran.

5. Prestasi Belajar
a. Pengertian Prestasi Belajar
Belajar merupakan aktivitas yang menghasilkan perubahan bagi siswa.
Perubahan yang didapatkan berupa pengetahuan dan kecakapan baru maupun
penyempurnaan dari hasil sebelumnya. Hasil dari kegiatan belajar disebut dengan
prestasi belajar. Pada setiap kegiatan belajar mengajar yang berlangsung, pasti
selalu ingin diketahui hasilnya, seberapa jauh tujuan pengajaran yang telah
ditetapkan tercapai. Prestasi belajar menunjukkan kemampuan siswa dalam
mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Sri Ruspita Murni (2004:147) mengatakan bahwa “Prestasi merupakan
wujud dari keunggulan yang diperoleh seseorang dalam bidang tertentu”. Prestasi
diperoleh melalui perjuangan yang dilandasi oleh motivasi yang tinggi untuk
melakukan tindakan. Untuk mewujudkan prestasi diperlukan langkahlangkah
nyata yang harus dilakukan untuk mempersiapkan tujuan yang hendak dicapai.

Pendapat lain dikemukakan oleh Nana Syaodih Sukmadinata, (2007: 102-
103) yang menyatakan bahwa “Prestasi belajar dapat disebut juga sebagai hasil
belajar yang merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan potensi atau
kapasitas yang dimiliki oleh seseorang yang dapat dilihat dari perilaku dalam
bentuk penguasaan pengetahuan, ketrampilan berpikir maupun ketrampilan
motorik”. Sama halnya dengan Nana Sudjana (2008:22) dalam bukunya
berpendapat bahwa “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki
siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”.

Berdasarkan pengertian belajar dan prestasi dapat disimpulkan bahwa
prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai oleh siswa dalam
penguasaan pengetahuan dan keterampilan suatu mata pelajaran tertentu sesuai
dengan tujuan yang diharapkan. Hasil belajar yang diperoleh dapat berupa
keterampilan, pengetahuan, kebiasaan, dan cita-cita
b. Fungsi dan Kegunaan Prestasi Belajar

Untuk mengetahui seberapa jauh prestasi belajar telah dicapai maka
diadakan kegiatan evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran merupakan
kegiatan yang dilakukan secara sistematis dengan mengumpulkan bukti-bukti
untuk menentukan keberhasilan belajar. Oemar Hamalik (2008:159) dalam
bukunya menyatakan tentang evaluasi hasil belajar merupakan:

Keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi),
pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan
tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan
kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Hasil belajar merujuk kepada prestasi belajar, sedangkan
prestasi belajar itu merupakan indikator adanya dan derajat perubahan
tingkah laku siswa.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan evaluasi adalah untuk mengetahui
kefektifan dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar sehingga dalam
pelaksanaannya evaluasi harus dilakukan secara kontinue. Kontinue artinya
evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus baik itu pada awal, pada saat

berlangsungnya kegiatan belajar mengajar maupun pada akhir tatap muka
kegiatan belajar mengajar. Evaluasi pada umumnya digunakan untuk menilai dan
mengukur hasil belajar peserta didik, terutama hasil yang berkenaan dengan
pengusaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran.

Zainal, Arifin (1990:2) mengemukakan fungsi utama prestasi belajar
antara lain:
1) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang

telah dikuasai anak didik.
2) Prestasi belajar sebagai lambang hasrat ingin tahu.
3) Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam dimensi pendidikan.
4) Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi

pendidikan.
5) Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan)

anak didik.

Berdasarkan fungsi dari prestasi belajar yang telah disebutkan diatas,
maka dapat diketahui bahwa betapa pentingnya mengetahui prestasi belajar siswa
baik individual maupun kelompok. Hal tersebut disebabkan karena prestasi
belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan dalam bidang studi tertentu,
tetapi juga berguna bagi guru yang bersangkutan sebagai umpan balik dalam
melaksanakan pembelajaran dikelas apakah akan diadakan perbaikan dalam
proses belajar mengajar ataupun tidak.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Salah satu indikator tercapainya hasil belajar adalah dengan diketahuinya
prestasi belajar yang dicapai oleh siswa, sebagai subyek belajar. Prestasi
diperoleh melalui perjuangan yang dilandasi oleh motivasi yang tinggi untuk
melakukan tindakan. Tinggi rendahnya prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh
berbagai faktor yang mengiringi proses belajar, yaitu faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor eksternal adalah hal-hal yang mempengaruhi belajar seseorang
yang berasal dari luar individu. Sedangkan faktor internal adalah hal-hal yang
berpengaruh terhadap proses belajar seseorang yang berhubungan dengan dalam
diri individu yang bersangkutan.

Prestasi belajar yang dicapai seseorang tidak terlepas dari adanya
interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi. Menurut Abu
Ahmadi (2004: 138) faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat
digolongkan menjadi:
1) Faktor internal, antara lain:

a) Faktor jasmaniah (fisiologis), misalnya penglihatan, pendengaran,
struktur tubuh, dan sebagainya.

b) Faktor psikologis, terdiri dari:
(1) Faktor intelektif yang meliputi:
• Faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat
• Faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki
(2) Faktor non intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti
sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivaasi, emosi.

c) Faktor kematangan fisik maupun psikis
2) Faktor eksternal, ialah:

a) Faktor sosial yang terdiri atas:
(1) lingkungan keluarga
(2) lingkungan sekolah
(3) lingkungan masyarakat
(4) lingkungan kelompok

b) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi,
kesenian.

c) Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim.
d) Faktor lingkungan spiritual atau keamanan.

Berdasarkan pendapat diatas, pada dasarnya faktor-faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu faktor yang berasal dari diri siswa
(internal) dan yang berasal dari luar diri siswa (eksternal).

6. Materi Barisan dan Deret

Materi Barisan dan Deret yang dimaksudkan dalam penelitian tindakan kelas ini
adalah materi Barisan dan Deret pada kelas XI SMA pada kompetensi dasar berikut
ini:
3.6. Menggeneralisasi pola bilangan dan jumlah pada barisan Aritmetika dan

Geometri.
4.6. Menggunakan pola barisan aritmetika atau geometri untuk menyajikan dan

menyelesaikan masalah kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga
majemuk, dan anuitas).

B. KERANGKA BERPIKIR
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang

Standar Isi menegaskan bahwa matematika perlu diberikan kepada peserta didik
untuk membekali kemampuan bepikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif,
serta kemampuan bekerja sama. Kemampuan ini merupakan ketrampilan yang abad
21 yang wajib dimiliki oleh seluruh peserta didik dalam mengembangkan pola
pikirnya. Dengan ketrampilan tersebut diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan
nasional yang tertuang dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu membangun generasi yang cerdas,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, bertanggung jawab, dan kompeten, sehingga
mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

Kemampuan berpikir kreatif dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah
matematika diantaranya pada langkah perumusan, penafsiran, dan penyelesaian
model atau perencanaan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut bahkan tidak
hanya diperlukan oleh peserta didik untuk menyelesaikan masalah dalam
matematika, melainkan juga diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang dialami
dalam kehidupan sehari-hari.

Model Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang
mampu meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik dalam memecahkan
masalah. Dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning peserta
didik akan terlatih untuk memecahkan masalah sehingga kemampuan berpikir
tingkat tinggi (HOTS) nya akan meningkat. Namun pada fase kolaboratif dituntut
keaktifan peserta didik. Dimana keaktifan itu seringkali berbenturan dengan karakter

siswa sehingga perlu tindakan dan perlakuan khusus dalam pembelajaran agar
kualitas pembelajaran tetap terjaga dan motivasi belajar peserta didik tetap tinggi.

Untuk mengatasi masalah di atas, peneliti menerapkan model Problem Based
Learning dipadukan dengan metode Reward and Punishment dengan harapan
motivasi dan prestasi belajar peserta didik juga meningkat. Reward yang dimaksud
di sini adalah pemberian hadih berupa penghargaan verbal (pujian), dan non verbal
(tambahan nilai) dalam pembelajaran sehingga memotivasi peserta didik untuk aktif
dalam pembelajaran sehingga meningkatkan prestasi belajar.

Kerangka berpikir di atas dapat dilihat pada bagan berikut.

Keadaan Motivasi belajar dan hasil belajar peserta
Awal didik masih rendah.

Tindakan Pembelajaran dengan menerapkan model
problem based learning (PBL) dipadukan
dengan metode reward and Punishment.

Keadaan Motivasi belajar dan hasil belajar peserta
Akhir didik di kelas XI SMA Negeri 1
Banyudono meningkat.

C. HIPOTESIS TINDAKAN
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, hipotesis dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut.

a. Penerapan model pembelajaran daring Problem Base Learning mampu
meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada materi barisan dan deret kelas
XI SMA Negegri 1 Banyudono.

b. Penerapan model pembelajaran daring Problem Base Learning mampu
meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada materi Barisan dan Deret di
kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Menurut Sugiyono (2009:3) metode penelitian adalah “cara ilmiah untuk mendapatkan
data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
Kelas (PTK).
A. SUBJEK PENELITIAN

Penelitian ini akan dilaksanakan pada peserta didik kelas XI IPS 5 SMA Negeri
1 Banyudono, dengan komposisi kelasnya terdiri dari 36 siswa. Pertimbangan pemilihan
kelas tersebut didasarkan pada kondisi kelas yang kurang aktif saat proses pembelajaran,
siswa yang aktif hanya siswa tertentu saja hal tersebut mengakibatkan prestasi belajar
siswa kurang maksimal. Prestasi belajar dikatakan kurang maksimal dilihat dari hasil
nilai Ulangan Harian dan Penilaian Tengah Semester.
B. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

Peneilitian dilaksanakan di ruang kelas XI IPS 5 SMA Negeri 1 Banyudono.
Dimana sekolah ini memiliki fasilitas yang memadai seperti terdapat whiteboard dan
proyektor serta banyaknya peserta didik rata-rata 36 orang.

Pelaksanaan penelitian ini dibagi dalam 3 tahapan kegiatan, yaitu:
1. Persiapan Penelitian Pada tahap ini peneliti melakukan identifikasi masalah

pembelajaran dan merancang tindakan, menyusun proposal, menyiapkan perangkat
pembelajaran. Tahap ini dilakukan selama bulan Oktober 2020.
2. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti mulai melakukan pengambilan data
tentang proses pembelajaran dengan penerapan model PBL, untuk meningkatkan
motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono.
Tahap ini dilakukan selama beberapa siklus, sampai indikator pencapaian aktivitas
belajar dan pemahaman konsep matematika terpenuhi, selama bulan oktober –
November 2020.
3. Tahap Pengolahan Data dan Penyusunan Laporan. Pada tahap ini peneliti melakukan
selama bulan Oktober 2021.

C. DESKRIPSI PER SIKLUS
Penelitian ini direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus. Akan tetapi apabila
setelah dilaksanakan dua siklus ternyata hasil penelitian menunjukkan indikator
penelitian belum tercapai, maka akan dilaksanakan siklus berikutnya sampai
indikator penelitian tercapai. Pada penelitian tindakan kelas ini prosedur (Arikunto,
2007:16) secara garis besar dapat dijelaskan dengan bagan berikut.

Refleksi Identifikasi masalah Tindakan
Perencanaan
SIKLUS I
Observasi

Permasalahan Baru
Hasil Refleksi

Perbaikan Perencanaan

Refleksi SIKLUS II Tindakan

Observasi

Dilanjutkan ke siklus berikutnya hingga
indikator keberhasilan tercapai.

a. Siklus I

Tahapan-tahapan, antara lain:
1) Perencanaan Siklus

Berdasarkan hasil pengamatan awal yang dilakukan, peneliti membuat
rencana atau skenario pembelajaran dalam penerapan metode pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) secara daring untuk meningkatkan motivasi
dan prestasi belajar matematika pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 1
Banyudono. Rencana yang dibuat haruslah bersifat sementara, fleksibel dan
siap diubah sesuai dengan keadaan yang ada sebagai upaya perbaikan. Hal-
hal yang dipersiapkan meliputi
a) Menyusun rencana pembelajaran untuk materi barisan dan deret.
b) Menyusun LKPD
c) Membentuk kelompok-kelompok heterogen (direncanakan dalam satu

kelompok terdiri dari 5 - 6 siswa).
d) Menyiapkan soal tes tentang materi baris dan deret.
e) Menyiapkan instrumen penelitian yang berupa tes, pedoman pengamatan

untuk siswa, pedoman pengamatan untuk guru, dan angket.

2) Pelaksanaan Siklus
Tindakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengadakan perbaikan
terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika peserta didik yang
sebelumnya dirasakan kurang efektif. Adapun pelaksanaan tahap ini
disesuaikan jadwal yang telah disusun dan tidak mengganggu kegiatan di
sekolah. Peserta didik dibagi dalam 6 kelompok yang terdiri dari 5 – 6 peserta
didik. Masing-masing kelompok diberi LKPD untuk diselesaikan bersama.

3) Observasi Siklus

Observasi dilakukan untuk memonitor tindakan yang terjadi di dalam kelas.
Tahap ini, peneliti dan teman sejawat mengadakan observasi atau mengamati
jalannya proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas dengan mencatat
hal-hal yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi ini
dilakukan peneliti dengan berbekal pedoman observasi dan instrumen
penilaian.

4) Refleksi Siklus
Pada tahap ini, peneliti menganalisis atau mengolah data yang telah
dikumpulkan. Analisis dilakukan untuk menentukan langkah-langkah
perbaikan apa yang harus dilaksanakan, sehingga didapatkan suatu solusi
yang dialami oleh guru dan peserta didik. Kemudian hasil analisis menjadi
kesimpulan yang berupa hasil dari pelaksanaan penelitian. Dari hasil
penarikan kesimpulan ini, dapat diketahui apakah penelitian berhasil atau
tidak. Apabila hasil belum sesuai dengan harapan maka dilanjutkan dengan
siklus kedua.

b. Siklus II
Siklus kedua dilakukan untuk memperbaiki segala sesuatu yang belum baik dan
berakhir pada siklus pertama. Adapun tahapan pada siklus kedua juga sama
dengan tahapan yang ada pada siklus pertama. Perbaikan dilakukan berdasarkan
hasil pada siklus pertama.
1) Perencanaan
Pada tahap ini direncanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
a) Menyempurnakan perangkat pembelajaran untuk materi barisan dan
deret.
b) Menyempurnakan LKPD.
c) Memperbaiki bentuk kelompok-kelompok (direncanakan dalam satu
kelompok terdiri dari 4 siswa).
d) Memperbaiki soal-soal berpikir kreatif tentang materi baris dan deret
yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
e) Memperbaiki instrumen penelitian yang berupa tes, pedoman,
pengamatan untuk siswa, pedoman pengamatan untuk guru, dan angket.

2) Tindakan
Dalam tahap ini apa yang telah direncanakan pada tahap perencanaan

akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Pelaksanaan
tidak mengganggu kegiatan di sekolah, karena urutan materi berjalan sesuai
dengan kurikulum yang sudah ada di Sekolah. Pelaksanaan pembelajaran
diadakan perbaikan sesuai dengan hasil pada siklus sebelumnya.

3) Observasi
Observasi terhadap kegiatan pembelajaran dilakukan pada saat

implementasi, untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran dengan
memfokuskan pada aktivitas siswa dalam kelompok. Kegiatan pengamat
lainnya dalam tahap ini adalah sebagaimana siklus pertama. Pada akhir siklus
kedua diakhiri dengan tes. Berdasarkan hasil observasi, hasil angket, dan
hasil tes, maka tahap berikutnya dapat dilaksanakan.

4) Refleksi
Setelah hasil observasi, hasil angket, dan hasil tes dianalisis, maka langkah
selanjutnya adalah melakukan refleksi apakah pembelajaran berhasil.
Apabila hasil belum sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan, maka
penelitian dilanjutkan pada siklus ketiga.

c. Siklus III
Siklus ketiga dilakukan untuk memperbaiki segala sesuatu yang belum

belum tercapai pada siklus kedua. Tahapan pada siklus ketiga juga sama dengan
tahapan pada siklus pertama dan kedua. Perbaikan dilakukan berdasarkan hasil
pada siklus kedua.

D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan peneliti yaitu :
1. Teknik Tes
Teknik tes dalam penelitian ini adalah tes yang digunakan untuk mengukur tingkat
pencapaian KKM yang telah dibelajarkan sesuai dengan indikator pencapaian
kompetensi.
2. Teknis Non Tes
Teknik non tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan
angket. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar keterlaksanaan model PBL
dan lembar angket digunakan untuk mengetahui motivasi peserta didik.

E. TEKNIK ANALISIS DATA

1. Analisis data observasi pelaksanaan pembelajaran digunakan untuk mendeskripsikan
pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas dengan menggunakan kriteria penilaian.
Kriteria Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran dengan Model
Pembelajaran berbasis masalah

Presentase Kriteria
75% < p ≤ 100% Baik
50%< p ≤ 75% Cukup
25% < p ≤ 50%
0% < p ≤ 25% Kurang
Rendah
(Sugiyono, 2013: 144)

2. Analisis data angket digunakan untuk membuat kesimpulan tentang motivasi belajar
peserta didik saat pembelajaran matematika berlangsung.

Pedoman Penskoran Angket Motivasi Belajar Peserta Didik

Pernyataan Skor Pernyataan Positif Skor Pernyataan Negatif

Selalu 4 1
Sering 3 2
Kadang-kadang 2 3
Tidak pernah 1 4

Hasil penskoran yang diperoleh pada tiap-tiap butir dihitung persentasenya dan
dikategorikan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Adapun perhitungan
persentase tiap butir sebagai berikut :


ℎ 100%

Kualifikasi persentase skor angket disajikan dalam tabel berikut:

Kualifikasi persentase skor angket

Persentase skor diperoleh Kategori
80% ≤ p ≤ 100% Tinggi
60% < p ≤ 79% Sedang
40% < p ≤ 59% Kurang
20% < p ≤ 39% Rendah
0% < p ≤ 19% Sangat rendah

(Suharsimi Arikunto ,2007: 245)

3. Analisis data nilai tes digunakan untuk menunjukkan prestasi belajar peserta didik di
setiap akhir siklus pembelajaran matematika menggunakan model Pembelajaran
berbasis masalah. Skor dari tes dikualifikasikan dengan kriteria nilai seperti pada
tabel berikut:
Kriteria Hasil Tes Kognitif Matematika

Rentang Nilai Kriteria
80< skor ≤ 100 Sangat Tinggi (ST)
65< skor ≤ 80
55< skor ≤ 65 Tinggi (T)
40< skor ≤ 55 Cukup (C)
Rendah (R)
0< skor ≤ 40 Sangat Rendah (SR)

(Suharsimi Arikunto, 2012: 281)

F. INSTRUMEN PENELITIAN
1. Perangkat Pembelajaran
a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RPP ini digunakan untuk memandu guru selama kegiatan pembelajaran. Pada
penelitian ini, RPP yang digunakan ada adalah RPP dengan model pembelajaran
berbasis Problem Based Learning
b. LKPD
LKPD merupakan Lembar Kerja Peserta Didik yang digunakan sebagai panduan
belajar peserta didik untuk menyelidiki dan disertai pertanyaan-pertanyaan yang

mengarahkan peserta didik tentang konsep atau materi yang dipelajari. LKPD
disesuaikan dengan RPP yang digunakan.
2. Instrumen Pengumpulan Data
a. Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran
Peneliti menggunakan lembar observasi kemampuan memecahkan masalah dan
lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Lembar observasi keterlaksanaan
pembelajaran digunakan untuk mengamati dan menilai keterlaksanaan model
pembelajaran yang tampak selama proses pembelajaran. Lembar observasi ini
berisi sintaks model pembelajaran berbasis Problem Based Learning. Kisi-kisi
model pembelajaran Problem Based Learning dibuat sebelumnya. untuk
memudahkan dalam membuat lembar observasi.

Kisi-Kisi Lembar Observasi Pengamatan Aktivitas Guru dalam
Pembelajaran Menggunakan Model Problem Based Learning

No Tahap Indikator Guru
1 Pemberian orientasi • Guru membuka proses pembelajaran

tentang dengan menyampaikan tujuan
permasalahannya pembelajaran.
kepada peserta didik • Guru memberikan permasalahan yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
2 Mengorganisasikan siswa yang akan dipecahkan.
siswa untuk mandiri • Menyampaikan tujuan pembelajaran
kepada peserta didik
3 Investigasi mandiri • Siswa dibagi dalam beberapa kelompok
dan kelompok beranggotakan 5 – 6 anak.
• Guru memfasilitasi peserta didik untuk
berdiskusi dalam kelompok untuk
menyelesaikan permasalahan yang
diberikan guru
• Mengawasi dan membantu jalannya diskusi

No Tahap Indikator Guru

• Membimbing dan memotivasi peserta didik

untuk mengumpulkan informasi yang

sesuai

• Mengusahakan agar setiap peserta didik

dalam kelompok terlibat aktif dalam

investigasi

• Merangsang interaksi antar peserta didik

dengan pertanyaan

• Selama tahap pembimbingan, guru tidak

langsung memberi jawaban setiap

permasalahan kepada peserta didik

4. Mengembangkan dan • Guru mengacak kelompok untuk

mempresentasikan mempresentasikan hasil kerja kelompok di

hasil depan kelas.

• Memotivasi dan menganjurkan kepada

peserta didik untuk terlibat aktif dalam

pembelajaran.

• Merangsang interaksi antar peserta didik

pada saat diskusi kelas berlangsung

• Memberikan umpan balik terhadap

kesalahan peserta didik pada saat diskusi

• Mengajukan pertanyaan yang relevan

untuk membantu peserta didik dalam

menemukan jawaban dari permasalahan

yang didiskusikan

• Merespon terhadap aktivitas yang

dilakukan oleh peserta didik

5 Menganalisis dan • Memberikan klarifikasi terhadap

mengevaluasi proses permasalahan yang telah didiskusikan

mengatasi masalah

No Tahap Indikator Guru

• Secara klasikal meminta peserta didik

untuk memberikan kesimpulan terhadap

kegiatan pembelajaran yang dilakukan

Kisi-kisi Lembar Observasi Keaktifan Butir
Pernyataan
No Aspek

1. Antusias peserta didik dalam mengikuti
pembelajaran

2. Interaksi siswa dengan guru
3. Kerjasama kelompok
4. Keaktifan siswa dalam kelompok

5. Partisipasi siswa dalam mengumpulkan hasil
pembahasan

b. Lembar Angket motivasi peserta didik
Lembar angket motivasi peserta didik berfungsi untuk mengamati dan menilai
motivasi peserta didik yang tampak dalam proses pembelajaran. Kisi-kisi angket
motivasi ini dibuat sebelumnya untuk memudahkan dalam membuat angket.
Kisi-kisi dan angket motivasi peserta didik tersebut dapat dilihat pada lampiran

Kisi-Kisi Angket Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Daring

No Variabel Indikator Pernyataan Jumlah

Positif soal
Negatif

1 Motovasi Tekun dalam menghadapi tugas 1, 2, 4 3, 5 5
Belajar 7, 9 5
Ulet dalam menghadapi kesulitan 6, 8, 10 5
5
Menunjukkan minat 11, 13, 15 12, 14 5

Senang bekerja mandiri 16, 17, 18, 19 20

Cepat bosan pada tugas-tugas rutin 21, 23, 24 22, 25

Dapat mempertahankan 26, 27, 29 28, 30 5
pendapatnya 5
5
Tidak mudah melepas hal yang 31, 34, 35 32, 33 40
diyakini itu

Senang mencari dan memecahkan 36, 37, 38, 39 40
masalah soal-soal

Jumlah

c. Soal Tes

Soal tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pilihan ganda dengan

lima alternatif jawaban dan soal uraian. Tujuan penggunaan soal tes ini untuk

mengetahui pencapaian KKM peserta didik. Susunan soal menggunakan

pedoman dari taksonomi Bloom yaitu memperhatikan enam ranah kognitif.

Penskoran soal objektif dan uraian ditentukan dalam pedoman penskoran. Soal

tes terdiri dari 5 butir soal pilihan ganda dan 1 uraian yag disajikan secara online

menggunakan google form.

Kisi-kisi Evaluasi Siklus 1

No Kompetensi Dasar Indikator Soal No Bentuk

1. 3.6 Menggeneralisasi Soal Soal
pola bilangan dan
jumlah pada barisan Disajikan suatu permasalahan 1 Pilihan
Aritmetika dan
Geometri sehari-hari tentang banyak Ganda

penjualan smartphone pada

hari ke-10 yang berkaitan

dengan pola barisan

aritmetika, peserta didik dapat

menyelesaikannya.

Disajikan permasalahan 2 Pilihan
sehari-hari tentang pola Ganda
barisan aritmetika, peserta
didik dapat menyusun rumus
suku ke-n dari proses
produksi yang mengikuti pola
barisan aritmetika.

Disajikan suatu permasalahan 3 Pilihan
seharihari tentang barisan Ganda
aritmetika dengan diketahui
suku ke-4 dan suku ke-9,

No Kompetensi Dasar Indikator Soal No Bentuk
Soal Soal

peserta didik dapat

menganalisis permasalahan

seharihari dengan

menerapkan rumus suku ke-n

dari barisan aritmetika.

Disajikan permasalahan 4 Pilihan
sehari-hari suatu barisan Ganda

aritmetika dengan diketahui

U1, U2, ...,Un, peserta didik

dapat menyelesaikan

permasalahan yang berkaitan

dengan suku ke-n dari barisan

aritmetika untuk

mendapatkan nilai n

Disajikan permasalahan 5 Pilihan
sehari-hari barisan aritmetika, Ganda
peserta didik dapat
menyelesaikan permasalahan
yang berkaitan dengan suku
ke-n dari barisan aritmetika

4.6 Menggunakan pola Memecahkan masalah 6 Uraian
barisan aritmetika kontekstual yang berkaitan
atau geometri untuk dengan barisan Aritmetika.
menyajikan dan
menyelesaikan
masalah kontekstual
(termasuk
pertumbuhan,
peluruhan, bunga
majemuk, dan
anuitas)

Kisi-kisi Evaluasi Siklus 2

No Kompetensi Dasar Indikator Soal No Bentuk
Soal Soal
1. 3.6 Menggeneralisasi Disajikan dua suku barisan
pola bilangan dan aritmetika. Peserta didik 1 Pilihan
jumlah pada barisan dapat menentukan jumlah n Ganda

No Kompetensi Dasar Indikator Soal No Bentuk
Soal Soal

Aritmetika dan suku pertama dari barisan
Geometri aritmetika tersebut

Disajikan rumus suku ke – n 2 Pilihan

suatu deret aritmetika, Peserta Ganda

didik dapat menentukan

rumus jumlah n suku pertama

dari deret aritmetika tersebut

Disajikan rumus jumlah n 3 Pilihan

suku pertama deret Ganda

aritmatika, peserta didik dapat

menganalisis dan menentuka

beda dari deret tersebut

4.6 Menggunakan pola Disajikan empat bilangan 4 Pilihan
barisan aritmetika positif membentuk barisan Ganda
atau geometri untuk aritmatika dan juga perkalian
menyajikan dan dari dua suku barisan 5 Pilihan
menyelesaikan aritmetika, Peserta didik Ganda
masalah kontekstual dapat menganalisis dan
(termasuk menentukan jumlah empat
pertumbuhan, suku barisan aritmetika
peluruhan, bunga tersebut.
majemuk, dan
anuitas) Disajikan suku tengah deret
aritmetika dan jumlah n suku
pertama dari deret tersebut.
Peserta didik dapat
menentukan banyaknya suku
pada deret terebut.

Disajikan soal cerita tentang 6 Uraian
barisan geometri dengan
mengetahui dua buah suku ke
n dari barisan terebut. Peserta
didik dapat menentukan suku
ke - n lainnya dari barisan
geometri tersebut

G. INDIKATOR KEBERHASILAN DATA
Komponen – komponen yang menjadi indicator keberhasilan penelitian adalah

meningkatnya keaktifan belajar dilihat dari lembar observasi dan angket, meningkatnya

kemampuan pemecahan masalah dilihat dari tes yang diberikan. Penelitian ini dikatakan
berhasil jika

1. Keterlaksanaan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran
berbasis masalah sekurang-kurangnya 76% dengan kriteria baik.

2. Aspek hasil belajar dilihat dari peningkatan rata-rata nilai yang diperoleh peserta
didik pada tes evaluasi belajar yang dilaksanakan setiap akhir tes. Peserta didik
dikatakan tuntas secara individu apabila nilai rata-rata tes evaluasi belajar telah
memenuhi nilai lebih dari 65. Dan dikatakan tuntas secara klasikal jika 75% dari
jumlah peserta didik tuntas secara individual.

3. Meningkatnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran matematika yang dilihat
dari adanya peningkatan persentase setiap aspek motivasi peserta didikdengn
persentase skor rata-rata mencapai 75% untuk setiap aspek indikator motivasi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. SIKLUS 1
Tindakan yang dilaksanakan pada siklus pertama meliputi empat tahap yaitu

1. Perencanaan
a. Menyusun RPP
b. Menyusun LKPD
c. Menyiapkan lembar observasi dan angket
d. Menyiapkan tes

2. Pelaksanaan
Pembelajaran dilaksanakan sesuai RPP yang disusun yaitu menggunakan

model pembelajaran berbasis masalah dengan lima tahapan yaitu orientasi siswa
pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing
penyelidikan, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan
mengevaluasi.
3. Observasi
a. Hasil observasi keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah
b. Hasil observasi keaktifan peserta didik
c. Hasil angket peserta didik
d. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika
4. Refleksi

Pembelajaran pada siklus 1 sudah berjalan sesuai perangkat yang
direncanakan. Akan tetapi masih ada hal yang perlu diperbaiki adalah guru masih
perlu lebih interaktif dalam membimbing peserta didik saat diskusi

B. SIKLUS 2

DAFTAR PUSTAKA

Ahamd Rohani. (2004). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Anderson, Lorin W. & Krathwohl, David R. (2010). Kerangka Landasan Untuk
Pembelajaran Pengajaran, dan Asesmen. Penerjemah: Agung Prihantoro.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Anyafulude, J. C. (2013). Effects of Problem-Based and Discovery-Based Instructional
Strategies on Students’ Academic Achievement in Chemistry. Journal of
Educational and Social Research. 3(6), 105-111.

C. Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Daryanto. (2011). Penelitian Tindakan Kelas Dan Penelitian Tindakan Sekolah
Beserta Contoh-Contohnya. Yogyakarta: Gava Media.

Depdiknas. 2004. Pedoman Penyusunan LKS dan Skenario Pembelajaran SMA. Jakarta:
Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan
Menengah Umum

Dimyati & Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamzah B. Uno. (2008). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hopkins, David. 2011. Panduan Guru: Penelitian Tindakan Kelas. Penerjemah: Achmad
Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

ade Wena. (2010). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.

Pardjono, dkk. (2007). Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Lembaga
Penelitian UNY.

Rochiati Wiriaatmadja. (2008). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Remaja
Rosdakarya.

Suharsimi Arikunto, Suhardjono & Supardi. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.

Suharsimi Arikunto. (2010). Penelitian Tindakan Untuk Guru, Kepala Sekolah &
Pengawas. Yogyakarta: Aditya Media.

Wina Sanjaya. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana.

Zainal Arifin. (2011). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya

Ahmad, Abdul Karim H. 2007. Media Pembelajara. Makassar: Badan Penerbit Universitas

Negeri Makassar.

Rusman, 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfabeta.

Uno, Hamzah B & Nina Lamatengngo. 2011. Teknologi Komunikasi dan Informasi

Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

LAMPIRAN
1. RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 BANYUDONO Kelas/Semester : XI / 1 KD : 3.6 dan 4.6
Mapel : 4 x 30 menit Pertemuan ke : 1
Materi : MATEMATIKA WAJIB Alokasi Waktu Sub materi : Pola Bilangan, Barisan dan Deret

: Barisan dan Deret Aritmetika dan Geometri

Kompetensi Inti:

KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,

damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan

dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri

sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural

berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora

dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab

fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang

spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan

pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan

metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar Pengetahuan Kompetensi Dasar Keterampilan

3.6. Menggeneralisasi pola bilangan dan jumlah pada 4.6. Menggunakan pola barisan aritmetika atau

barisan Aritmetika dan Geometri. geometri untuk menyajikan dan menyelesaikan

masalah kontekstual (termasuk pertumbuhan,

peluruhan, bunga majemuk, dan anuitas)

IPK Pengetahuan IPK Keterampilan

3.6.1. Menganalisis dan menggunakan suatu pola 4.6.1. Menemukan pola barisan dan deret dari
3.6.2.
3.6.3. dalam membentuk pola bilangan masalah kontekstual

Menentukan suatu unsur barisan jika diketahui

unsur lainnya

Menggunakan barisan untuk membentuk suatu

deret

A. TUJUAN

• Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa
ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian materi Barisan dan Deret Aritmetika dan
Geometri yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

• Menguasai materi Barisan dan Deret Aritmetika dan Geometri dengan menunjukkan perilaku jujur dan
disiplin sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

• Melalui pembelajaran berbasis problem based learning dengan pendekatan saintifik berbasis 4C, literasi
dan PPK serta kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan bantuan bahan ajar (modul dan video pembelajaran)
dan LKPD, peserta didik dapat:
• Menganalisis dan menggunakan suatu pola dalam membentuk pola bilangan
• Menentukan suatu unsur barisan jika diketahui unsur lainnya
• Menggunakan barisan untuk membentuk suatu deret
• Menemukan pola barisan dan deret dari masalah kontekstual

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Media : Alat/Bahan :

➢ Google Classroom, Google Meet, WA grup, Channel ➢ HP
Youtube ➢ Laptop
➢ Internet
➢ Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) google Sumber Belajar :
Document
➢ E-Modul yang diunggah di Aplikasi Google
➢ Lembar penilaian melalui google Form Classroom https://classroom.google.com/u/0/h
Pendekatan, Model, dan Metode
➢ PPT (diupload di google classroom) dan Video
➢ Pendekatan: Scientific Learning, Daring-TPACK Pembelajaran yang diupload di Channel Youtube
➢ Model: Problem Based Learning https://www.youtube.com/feed/my_videos
➢ Metode: Diskusi, Tanya jawab Penguatan
Pendidikan Karakter (PPK) ➢ Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran
Matematika WajibKelas XI Kemendikbud, tahun
➢ Religius, Nasionalisme, Kejujuran 2013

PENDAHULUAN • Guru mengarahkan peserta didik melalui Googleclassroom, untuk
mengintegrasikan TPACK memberikan salam dan guru mengajak siswa untuk
berdo’a.

• Sebagai wujud implementasi TPACK dan PPK (mandiri), Guru mengabsen
peserta didik melalui google classroom dan memberi motivasi pentingnya
kemandirian belajar terutama dimasa pandemi.

Kegiatan Literasi • Sebagai wujud implementasi TPACK, Guru menyampaikan tujuan dan materi
yang akan dipelajari yaitu Pola Bilangan, Barisan dan Deret dan betapa
pentingnya untuk kehidupan sehari-hari.

Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan
menuliskannya kembali dari tayangan video di
https://www.youtube.com/feed/my_videos dan modul di https://bit.ly/33OyHQh
terkait materi Pola Bilangan, Barisan dan Deret yang diunggah link/file-nya di
google classroom

Critical ThinkingKEGIATAN INTIGuru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang
Collaboration belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
Communication hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Menggeneralisasi dan
Creativity Menemukan Pola Bilangan, Barisan dan Deret melalui forum di google calssroom
Peserta didik dibentuk dalam 6 kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
PENUTUP informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai konsep
Pola Bilangan, Barisan dan Deret secara virtual melalui google document
https://bit.ly/3kLC9C9 yang terintegrasi dalam google classroom.
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu melaui forum di
google meet, kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang lain.
• Guru membimbing peserta didik untuk menganalisa langkah-langkah

penyelesaian dan mengevaluasi kesalahan serta mencari alternatif penyelesaian
yang mungkin di google meet.
• Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam diskusi,
dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan penghargaan atas
jawaban yan benar dengan pujian.
• Peserta didik diberikan kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang
belum dipahami melalui aplikasi google meet.
• Guru mereview dan memberi evaluasi pembelajaran peserta didik melalui google
form yang disematkan linknya di google classroom.
• Guru menanyakan tugas untuk dikumpulkan melalui melalui aplikasi google
classroom.
• Guru memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan berupa nilai pada
aplikasi google classroom.
• Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya lewat
Aplikasi google classroom.
• Kegiatan ditutup dengan menyampaikan salam dan do’a lewat Aplikasi google
classroom

C. PENILAIAN

Sikap : Observasi Disiplin dilihat dari kehadiran dalam forum
Jujur dilihat dari tidak mencontek pekerjaan teman
Pengetahuan : Tes Tertulis Tes online dari google form
Keterampilan : Observasi Kinerja dalam presentasi maupun saat diskusi

Mengetahui, Banyudono, 1 Juli 2020
Guru Mata Pelajaran

Ernawati Arifah, S.Si
NIP. -

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 1 Banyudono Kelas/Semester : XI / 1 KD : 3.6 dan 4.6

Mata Pelajaran : Matematika Wajib Alokasi Waktu : 2 x 30 menit Pertemuan ke : 2

Materi : Barisan dan Deret Sub Materi : Barisan dan Deret Aritmatika

Kompetensi Inti:

KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,

damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan

dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri

sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural

berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora

dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab

fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang

spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan

pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan

metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar Pengetahuan Kompetensi Dasar Keterampilan

3.6. Menggeneralisasi pola bilangan dan jumlah 4.6. Menggunakan pola barisan aritmetika atau

pada barisan Aritmetika dan Geometri. geometri untuk menyajikan dan

menyelesaikan masalah kontekstual

(termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga

majemuk, dan anuitas)

IPK Pengetahuan IPK Keterampilan

3.6.4. Menentukan suku ke-n dari suatu barisan 4.6.2. Memecahkan masalah kontekstual
3.6.5.
3.6.6. aritmetika (termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga
3.6.7.
3.6.8. Menemukan rumus suku ke-n dari suatu majemuk, dan anuitas) dengan

barisan aritmetika menggunakan pola barisan dan deret

Menerapkan rumus suku ke-n dari suatu aritmetika

barisan aritmetika

Mendeskripsikan pengertian deret

aritmetika

Menentukan jumlah n suku pertama dari

suatu deret aritmetika

A. TUJUAN

• Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa
ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian materi Barisan dan Deret Aritmetika dan
Geometri yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

• Menguasai materi Barisan dan Deret Aritmetika dan Geometri dengan menunjukkan perilaku disiplin
dan tanggung jawab serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

• Melalui pembelajaran berbasis problem based learning dengan pendekatan saintifik berbasis 4C, literasi
dan PPK serta kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan bantuan bahan ajar (modul dan video
pembelajaran) dan LKPD, pada pertemuan ke-2 peserta didik dapat:
▪ Menentukan suku ke-n dari suatu barisan aritmetika
▪ Menemukan rumus ke-n dari suatu barisan aritmetika
▪ Menerapkan rumus suku ke-n dari suatu barisan aritmetika
▪ Mendeskripsikan pengertian deret aritmetika
▪ Menentukan jumlah n suku pertama dari suatu deret aritmetika
▪ Memecahkan masalah kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga majemuk, dan anuitas)
dengan menggunakan pola barisan dan deret aritmetika

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Alat/Bahan :
Media :
➢ HP
➢ Lembar penilaian melalui google Form ➢ Laptop
➢ Google Classroom, WA grup, Channel Youtube ➢ Internet
➢ Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) google Sumber Belajar :

Document ➢ E-Modul yang diunggah di Aplikasi Google
Pendekatan, Model, dan Metode Classroom https://classroom.google.com/u/0/h

➢ Pendekatan :Scientific Learning, Daring-TPACK ➢ PPT (diupload di google classroom) dan Video
Pembelajaran yang diuploade di Channel Youtube
➢ Model : Problem Based Learning https://www.youtube.com/feed/my_videos

➢ Metode : Diskusi, Tanya jawab Penguatan ➢ Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran
Matematika WajibKelas XI Kemendikbud, tahun
Pendidikan Karakter (PPK) 2013

➢ Religius, Nasionalisme , Kejujuran

KEGIATAN INTIPENDAHULUAN • Guru mengarahkan peserta didik melalui Googleclassroom, untuk
mengintegrasikan TPACK memberikan salam dan guru mengajak siswa untuk
Kegiatan Literasi berdo’a.
Critical Thinking
Collaboration • Sebagai wujud implementasi TPACK dan PPK (mandiri), Guru mengabsen peserta
Communication didik melalui google classroom dan memberi motivasi pentingnya kemandirian
Creativity belajar terutama dimasa pandemi.

PENUTUP • Sebagai wujud implementasi TPACK, Guru menyampaikan tujuan dan materi
yang akan dipelajari yaitu Barisan dan Deret Aritmetika dan betapa pentingnya
untuk kehidupan sehari-hari.

Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan
menuliskannya kembali dari tayangan video di
https://www.youtube.com/feed/my_videos dan modul di https://bit.ly/33OyHQh terkait
materi Barisan dan Deret Aritmetika yang diunggah link/file-nya di google
classroom
Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang
belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Barisan dan Deret
Aritmetika melalui forum di google calssroom
Peserta didik dibentuk dalam 6 kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan
informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai konsep
Barisan dan Deret Aritmetika secara virtual melalui google document
https://bit.ly/3kLC9C9 yang terintegrasi dalam google classroom.
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu melaui forum di
google meet, kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang lain.
• Guru membimbing peserta didik untuk menganalisa langkah-langkah penyelesaian

dan mengevaluasi kesalahan serta mencari alternatif penyelesaian yang mungkin di
google meet.
• Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam diskusi, dengan
meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan penghargaan atas jawaban
yan benar dengan pujian.
• Peserta didik diberikan kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum
dipahami melalui aplikasi google meet.
• Guru mereview dan memberi evaluasi pembelajaran peserta didik melalui google
form yang disematkan linknya di google classroom.
• Guru menanyakan tugas untuk dikumpulkan melalui melalui aplikasi google
classroom.
• Guru memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan berupa nilai pada aplikasi
google classroom.

• Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya lewat
Aplikasi google classroom.

• Kegiatan ditutup dengan menyampaikan salam dan do’a lewat Aplikasi google
classroom

C. PENILAIAN

Sikap : Observasi Disiplin dilihat dari kehadiran dalam forum
Jujur dilihat dari tidak mencontek pekerjaan
Pengetahuan : Tes Tertulis teman
Keterampilan : Observasi Tes online dari google form
Kinerja dalam presentasi maupun saat diskusi

Mengetahui, GBaunruyuMdoatnaoP, 1elaJujalria2n020

Ernawati Arifah, S.Si
NIP. -

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 Banyudono Kelas/Semester : XI / 1 KD : 3.6 dan 4.6
Alokasi Waktu : 4 x 30 menit Pertemuan ke : 4, 5
Mata Pelajaran : MATEMATIKA WAJIB

Materi : Barisan dan Deret Sub Materi : Barisan dan Deret Geometri

Kompetensi Inti:

KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,

damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam

berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai

cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural berdasarkan

rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan

wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan

kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan

bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan

pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda

sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar Pengetahuan Kompetensi Dasar Keterampilan

3.6. Menggeneralisasi pola bilangan dan jumlah 4.6. Menggunakan pola barisan aritmetika atau

pada barisan Aritmetika dan Geometri. geometri untuk menyajikan dan

menyelesaikan masalah kontekstual

(termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga

majemuk, dan anuitas)

IPK Pengetahuan IPK Keterampilan

3.6.4. Menentukan suku ke-n dari suatu barisan 4.6.2. Memecahkan masalah kontekstual
3.6.5. geometri (termasuk pertumbuhan, peluruhan,
3.6.6. Menemukan rumus ke-n dari suatu bunga majemuk, dan anuitas) dengan
3.6.7. barisan geometrigeometri menggunakan pola barisan dan deret
3.6.8. Menerapkan rumus suku ke-n dari suatu geometri
barisan geometri
Mendeskripsikan pengertian deret
geometri
Menentukan jumlah n suku pertama dari
suatu deret geometri

A. TUJUAN

• Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian materi Barisan dan Deret Aritmetika dan
Geometri yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

• Menguasai materi Barisan dan Deret Aritmetika dan Geometri dengan menunjukkan perilaku disiplin
dan tanggung jawab serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

• Melalui pembelajaran berbasis problem based learning dengan pendekatan saintifik berbasis 4C, literasi
dan PPK serta kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan bantuan bahan ajar (modul dan video
pembelajaran) dan LKPD, pada pertemuan ke-4 peserta didik dapat:
▪ Menentukan suku ke-n dari suatu barisan geometri
▪ Menemukan rumus ke-n dari suatu barisan geometri
▪ Menerapkan rumus suku ke-n dari suatu barisan geometri

• Melalui pembelajaran berbasis problem based learning dengan pendekatan saintifik berbasis 4C, literasi
dan PPK serta kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan bantuan bahan ajar (modul dan video
pembelajaran) dan LKPD, pada pertemuan ke-5 peserta didik dapat:
▪ Mendeskripsikan pengertian deret geometri
▪ Menentukan jumlah n suku pertama dari suatu deret geometri
▪ Memecahkan masalah kontekstual (termasuk pertumbuhan, peluruhan, bunga majemuk, dan
anuitas) dengan menggunakan pola barisan dan deret geometri

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Media : Alat/Bahan :

➢ Lembar penilaian melalui google Form ➢ HP
➢ Google Classroom, WA grup, Channel Youtube ➢ Laptop
➢ Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) google ➢ Internet
Sumber Belajar :
Document
Pendekatan, Model, dan Metode ➢ E-Modul yang diunggah di Aplikasi Google
Classroom https://classroom.google.com/u/0/h
➢ Pendekatan :Scientific Learning, Daring-
➢ PPT (diupload di google classroom) dan Video
TPACK Pembelajaran yang diuploade di Channel
Youtube
➢ Model : Problem Based Learning https://www.youtube.com/feed/my_videos

➢ Metode : Diskusi, Tanya jawab Penguatan

Pendidikan Karakter (PPK) ➢ Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran
➢ Religius, Nasionalisme, Kejujuran Matematika WajibKelas XI Kemendikbud, tahun
2013

PENDAHULUANKEGIATAN INTI • Guru mengarahkan peserta didik melalui Googleclassroom, untuk
mengintegrasikan TPACK memberikan salam dan guru mengajak siswa
Kegiatan Literasi untuk berdo’a.
Critical Thinking
Collaboration • Sebagai wujud implementasi TPACK dan PPK (mandiri), Guru mengabsen
Communication peserta didik melalui google classroom dan memberi motivasi pentingnya
Creativity kemandirian belajar terutama dimasa pandemi.

• Sebagai wujud implementasi TPACK, Guru menyampaikan tujuan dan
materi yang akan dipelajari yaitu Barisan dan Deret Aritmetika dan betapa
pentingnya untuk kehidupan sehari-hari.

Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca
dan menuliskannya kembali dari tayangan video di
https://www.youtube.com/feed/my_videos dan modul di https://bit.ly/33OyHQh
terkait materi Barisan dan Deret Geometri yang diunggah link/file-nya di
google classroom
Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal
yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan
yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
Barisan dan Deret Geometri melalui forum di google calssroom
Peserta didik dibentuk dalam beberapa 5 kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai konsep Barisan dan Deret Geometri secara virtual
melalui google document https://bit.ly/3kLC9C9 yang terintegrasi dalam
google classroom.
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu melaui
forum di google meet, kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau
individu yang lain.
• Guru membimbing peserta didik untuk menganalisa langkah-langkah

penyelesaian dan mengevaluasi kesalahan serta mencari alternatif
penyelesaian yang mungkin di google meet.
• Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam
diskusi, dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan
penghargaan atas jawaban yan benar dengan pujian.

PENUTUP • Peserta didik diberikan kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal
yang belum dipahami melalui aplikasi google meet.

• Guru mereview dan memberi evaluasi pembelajaran peserta didik melalui
google form yang disematkan linknya di google classroom.

• Guru menanyakan tugas untuk dikumpulkan melalui melalui aplikasi
google classroom.

• Guru memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan berupa nilai pada
aplikasi google classroom.

• Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
lewat Aplikasi google classroom.

• Kegiatan ditutup dengan menyampaikan salam dan do’a lewat Aplikasi
google classroom

C. PENILAIAN

Sikap : Observasi Disiplin dilihat dari kehadiran dalam forum
Jujur dilihat dari tidak mencontek pekerjaan
Pengetahuan : Tes Tertulis teman
Keterampilan : Observasi Tes online dari google form
Kinerja dalam presentasi maupun saat diskusi

Mengetahui, Banyudono, 1 Juli 2020
Guru Mata Pelajaran

Ernawati Arifah, S.Si
NIP. -

INSTRUMEN SOAL TES PRESTASI BELAJAR SIKLUS I

Sekolah : SMA Negeri 1 Bayudono Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : XI/Ganjil Materi : Barisan dan Deret

A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.
1. Sebuah toko penjualan smartphone mencatat penjualan setiap harinya yang mengalami

peningkatan selama diberlakukannya pembelajaran daring mengikuti pola: 4, 8, 12,
16,.... Banyak penjualan smartphone pada hari ke-10 adalah … .
A. 36
B. 37
C. 38
D. 39
E. 40

2. Supervisor produksi melihat pola hasil produksi 2, 5, 8, 11, 14, .... Dia meminta salah
satu staf IT untuk membuat rumus suku dari pola barisan bilangan tersebut agar proses
produksi semakin mudah dan cepat, maka rumus suku ke-n nya adalah ... .
A. 2n
B. n + 2
C. 3n – 1
D. 2n + 1
E. 3n + 1

3. Sebuah toko bunga mencatat hasil penjualan bunga anggrek pada hari ke-4 adalah 56
buah, sedangkan pada hari ke-9 adalah 26 buah. Jika penjualan bunga anggrek tersebut
membentuk barisan aritmetika, setiap hari terjadi ...
A. Penurunan penjualan sebanyak 6 buah
B. Penurunan penjualan sebanyak 5 buah
C. Kenaikan penjualan sebanyak 5 buah
D. Kenaikan penjualan sebanyak 10 buah
E. Kenaikan penjualan sebanyak 30 buah


Click to View FlipBook Version