The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BOOK CHAPTER_INOVASI PEMBELAJARAN BERMAKNA BAHASA INDONESIA KELAS II SEKOLAH DASAR_ROMBEL 3_GENAP 2021 - newwwww

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by chitrasintarani67, 2024-04-04 21:19:59

BOOK CHAPTER_INOVASI PEMBELAJARAN BERMAKNA BAHASA INDONESIA KELAS II SEKOLAH DASAR_ROMBEL 3_GENAP 2021 - newwwww

BOOK CHAPTER_INOVASI PEMBELAJARAN BERMAKNA BAHASA INDONESIA KELAS II SEKOLAH DASAR_ROMBEL 3_GENAP 2021 - newwwww

Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 91 PENGEMBANGAN E-MODUL LATIHAN MENULIS HURUF TEGAK BERSAMBUNG MELALUI PENDEKATAN ANALISIS ISI TEMA 6 KELAS II Nida Alvi Iswara Program Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang [email protected] Abstrak Keterampilan menulis tegak bersambung merupakan keterampilan dari keempat aspek pembelajaran Bahasa Indonesia yang harus dikuasai siswa sekolah sejak tingkat dasar. Menulis tegak bersambung yang benar tidak sekedar rapi dan indah tetapi mudah dibaca. Agar siswa terampil dalam menulis tegak bersambung, perlu ada kegiatan latihan intensif melalui kegiatan berlatih yang diberikan oleh guru. Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan modul latihan menulis tegak bersambung berbasis elektronik Tema 6 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” untuk siswa Kelas II. Berdasarkan data melalui kajian isi buku siswa Tema 6 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” Kelas II, terdapat masalah pada pembelajaran Bahasa Indonesia terkait keterbatasan kegiatan contoh latihan menulis tergak bersambung. Kegiatan latihan menulis tegak bersambung permulaan dapat diajarkan melalui pemilihan teks bacaan yang benar, contoh latihan, video interaktif berbasis modul elektronik yang dapat digunakan oleh siswa. Hasil analisis isi menunjukkan ada dua jenis kesalahan yang ditemukan dalam Buku Siswa kelas tema 6 “Merawat Hewan dan Tumbuhan”II yaitu pada aspek penggunaan bahasa dan diksi serta isi materi. Permasalahan tersebut diperbaiki dengan mengembangkan e-modul latihan menulis tegak bersambung. Kata kunci: e-modul, menulis, tegak bersambung Bagian 9


92 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar PENDAHULUAN Buku pelajaran memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Pengetahuan, informasi dan data dapat diperoleh dari buku, oleh karena itu, buku merupakan komponen yang harus ada di lembaga pendidikan baik lembaga pendidikan formal. Permendikbud Nomor 32 Tahun 2013 mendefinisikan buku pelajaran sebagai sumber belajar sebelum disebarluaskan dan digunakan peserta didik akan dinilai terlebih dahulu oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) agar materi pembelajaran dan kompetensi dapat diterima peserta didik sesuai dengan jenjang kelas tertentu. Hasil analisis terhadap kesesuaian materi pada buku siswa dengan buku guru tema 6 kelas II terdapat kesalahan. Kesalahan mencakup materi pembahasan tidak mendalam, kesalahan struktur teks, dan luas kegiatan latihan terutama dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu perlu ada perbaikan dan pengembangan pada buku siswa. Penyusunan buku siswa berbasis modul latihan menulis tegak bersambung bertujuan untuk menyediakan materi yang sesuai persyaratan kurikulum, mengasah keterampilan, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan siswa, menambah sumber belajar serta memfasilitasi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Berdasarkan gambaran dari permasalahan di atas, perlu adanya inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia berupa modul latihan siswa yang dapat meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung di kelas II SD. Kajian ini membahas pengembangan e-modul latihan menulis tegak bersambung berbasis pendekatan analisis isi. TEORI KONSEPTUAL Kajian pustaka terdiri dari beberapa kajian ilmiah yang telah di lakukan sebelumnya. Hasil kajian ilmiah bermanfaat sebagai bahan acuan, pembanding serta rujukan untuk melakukan sebuah analisis. Adapun beberapa hasil kajian analisis terdahulu yang digunakan dalam kajian ini sebagai berikut. Kajian yang dikembangkan oleh Mareta Cristienda tahun 2018 tentang Pengembangan Materi Menulis Tegak Bersambung Menggunakan Metode Drill Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Siswa


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 93 Kelas Bawah SD Kanisius Sorowajan. Metode yang dilakukan adalah R&D dengan hasil skor 3,5 dari skala 4 kategori sangat layak . Kajian yang dilakukan oleh Fadlia Rohmah, Zubaidah Amir dan Zulhidah tahun 2022 tentang Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Kontekstual pada Materi Volume Bangun Ruang SD/MI hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis kontekstual yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata tingkat kevalidan sebesar 93,6% dengan kategori sangat valid dan rata-rata tingkat kepraktisan sebesar 86,73% dengan kategori sangat praktis.. Kajian yang dilakukan oleh Rizky Widyaningrum tahun 2019 tentang Upaya Meningkatkan kemampuan menulis Tegak Bersambung Melalui Contoh Di Buku Halus dan Drill Pada Keserta Didik Kelas I SDN Jajartunggal III Surabaya. Ditandai peningkatan dari siklus 1 sebesar 55% kemudian Siklus 2 terjadi peningkatan persentase sebesar 84%. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas II Bahasa merupakan alat komunikasi yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Melalui bahasa manusia dapat berinteraksi dan berbicara tentang hasil pikir, perasaan atau gagasan. Belajar bahasa dilakukan manusia dimulai dari kata, frasa, klausa hingga kalimat. Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar berkomunikasi (Asih 2016: 188). Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis. Kemampuan siswa dalam keterampilan bahasa ada empat, antara lain keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan Menyimak adalah kegiatan mendengarkan lambanglambang bunyi yang dilakukan dengan sengaja dan penuh perhatian disertai pemahaman, apresiasi, interpretasi, reaksi, dan evaluasi untuk memperoleh pesan, informasi, menangkap isi, dan merespon makna yang terkandung di dalamnya. Keterampilan Berbicara merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat produktif artinya suatu kemampuan seseorang menyampaikan gagasan, perasaan yang ada dalam pikiran pembicara. Dengan demikian berbicara merupakan mengemukakan ide atau pesan


94 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar lisan secara aktif melalui lambang-lambang bunyi sehingga terjadi kegiatan komunikasi antara tutur dan mitra tutur. Keterampilan membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa yang bersifat reseptif yang dapat memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui bacaan mampu memperluas daya pikir, mempertajam pandangan, dan memperluas wawasan. Keterampilan menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan mengungkapkan pikiran dan perasaan yang bersumber dari pengalaman, pengetahuan, opini dan hasil perasaan seseorang yang diungkapkan melalui bahasa tulis sebagai medianya (Zulaeha, 2013: 117). Dalam menulis hal yang perlu diperhatikan antara lain penggunaan ejaan, pemilihan kata, penyusunan kalimat, alinea dan wacana. Kompetensi Dasar pelajaran Bahasa Indonesia Tema 6 Kelas II menekankan pada keterampilan menulis terutama menulis huruf tegak bersambung. Menurut Permendikbud No. 37 Tahun 2018, KD tersebut dirumuskan sebagai berikut. Tabel 9.1 Kompetensi Dasar Tema 6 Kelas II Kompetensi Dasar Pengetahuan Kompetensi Dasar Keterampilan 3.7. Mencermati tulisan tegak bersambung dalam cerita dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital (awal kalimat, nama bulan dan hari, nama orang) serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya 4.7. Menulis dengan tulisan tegak bersambung menggunakan huruf kapital (awal kalimat, nama bulan, hari, dan nama diri) serta tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya dengan benar E-Modul Komponen yang dimanfaatkan oleh guru dalam proses belajar mengajar salah satunya yaitu buku pelajaran. Bentuk buku pelajaran yang berkembang antara lain modul elektronik. Modul elektronik merupakan komponen ajar berciri materi yang disusun dengan kesatuan utuh, secara sistematis, dan dapat digunakan secara mandiri oleh oleh siswa tanpa terbatas oleh ruang dan waktu yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (Rohmah, 2022: 1948). Modul yang


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 95 dikembangkan disusun secara sistematis, menarik, dan jelas sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab. Penyusunan modul pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal berikut. Modul berciri self instructional, artinya siswa mampu membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain. Kemudian self contained, seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi yang dipelajari terdapat didalam satu modul utuh. Modul yang dikembangkan dapat memanfaatkan multimedia terkini sehingga menjadi modul yang interaktif. Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam menyusun modul yaitu memperhatikan kaidah pemakainya, penggunaan font, spasi, dan tata letak. Belajar menggunakan modul bermanfaat agar siswa bertanggung jawab terhadap kegiatan belajarnya sendiri, menghargai perbedaan individu, sehingga siswa dapat belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya, maka pembelajaran makin efektif dan efisien. Menulis Tegak Bersambung Menulis merupakan bagian dari keterampilan berbahasa yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Menulis secara umum diartikan sebagai kemampuan mengungkapkan pikiran dan ide dalam bentuk tulisan. Pada pembelajaran menulis permulaan, anak-anak kelas rendah di sekolah dasar diajarkan menulis huruf tegak bersambung. Menulis tegak bersambung didefinisikan sebagai kegiatan menulis huruf-huruf yang disambung menjadi satu kata hingga menjadi kalimat yang ditulis secara tegak lurus dan tidak miring yang dilakukan tanpa mengangkat alat tulis (Fellasufah, 2019: 63). Menulis tegak bersambung juga merupakan keterampilan motorik kompleks yang membutuhkan penggabungan informasi dari beberapa proses persepsi, motorik dan kognitif untuk membentuk suatu tulisan yang akurat dan halus sebagai bentuk komunikasi menggunakan bahasa. Menulis tegak bersambung tidak hanya menulis rapi dan indah namun mudah dibaca. menulis tegak bersambung mulai diajarkan pada peserta didik kelas rendah yang hampir sama dengan menulis permulaan.


96 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar PEMBAHASAN Pengembangan e-modul latihan menulis tegak bersambung merupakan serangkaian kegiatan untuk menghasilkan modul yang bersumber dari hasil analisis isi buku guru dan buku siswa Tema 6 Kelas II kurikulum 2013. Tujuan pengembangan e-modul untuk menciptakan buku siswa yang praktis, efektif dan efisien sesuai dengan KI dan KD yang telah ditetapkan oleh Permendikbud. Hasil analisis isi buku guru dan buku siswa Tema 6 Kelas II, diuraikan sebagai berikut. Analisis Isi Buku Siswa Tema Merawat Hewan dan Tumbuhan Kelas II Istilah analisis digunakan sebagai penyelidikan terhadap peristiwa yang terjadi. Analisis diartikan sebagai sekumpulan kegiatan, aktivitas, dan proses yang berkaitan untuk memecahkan suatu masalah atau memecahkan komponen menjadi lebih rinci, kemudian digabungkan kembali agar dapat memperoleh suatu simpulan (Satori dan Komariah 2017: 200). Buku yang dianalisis yaitu Buku Siswa Tema 6 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” Kelas II. Buku ini terdiri dari empat subtema pembelajaran sebagai berikut. Subtema 1 : Hewan di Sekitarku Subtema 2 : Merawat Hewan di Sekitarku Subtema 3 : Tumbuhan di Sekitarku Subtema 4 : Merawat Tumbuhan Masing-masing subtema pada Tema 6 terdiri dari beberapa pembelajaran. Data deskriptif yang ditampilkan merupakan kesalahan dan kurang luasnya kegiatan latihan pada keempat subtema pembelajaran terutama dalam aspek menulis tegak bersambung. Hasil analisis ditemukan beberapa jenis kesalahan pada buku siswa. Perbaikan buku tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Subtema 1 Pembelajaran 1 Materi Subtema 1 Pembelajaran 1 dapat dikembangkan dengan menambah kegiatan latihan menulis tegak bersambung dengan memperhatikan huruf kapital. Melalui teks cerita hewan disekitarku, siswa dapat menjiplak teks bacaan dengan huruf tegak bersambung dengan


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 97 benar sebelum kegiatan menyalin teks dengan menulis tegak bersambung. Gambar 9.1 Perbaikan Kegiatan Latihan Menulis Tegak Bersambung Subtema 1 Pembelajaran 5 Pemberian contoh bacaan teks puisi Subtema 1 Pembelajaran 5 sama dengan Subtema 1 Pembelajaran 2. Perbaikan dapat dilakukan diantaranya, teks puisi ditulis dengan huruf tegak bersambung, mengubah bahasa dan diksi puisi “Kelinciku”. Gambar 9.2 Perbaikan Contoh Teks Puisi Subtema 2 Pembelajaran 1 Memberi wacana tentang penggunaan huruf kapital pada materi Subtema 2 Pembelajaran 1 sehingga siswa lebih mudah memahami aturan penggunaan huruf kapital dalam menulis tegak bersambung.


98 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Gambar 9.3 Penjelasan tentang Ketentuan Menulis Tegak Bersambung Subtema 2 Pembelajaran 2 Kegiatan “Ayo Latihan” pada Subtema 2 Pembelajaran 2 kurang luas dan mendalam. Kegiatan tersebut hanya mengajak siswa melingkari huruf kapital pada teks yang disajikan. Contoh teks dapat dikembangkan dengan penulisan huruf tegak bersambung dan menambah kegiatan latihan menulis siswa. Gambar 9.4 Penambahan Kegiatan Latihan Menulis Tegak Bersambung Subtema 2 Pembelajaran 5 Pembahasan Subtema 2 Pembelajaran 5 belum terdapat kegiatan atau perintah untuk menuliskan menggunakan huruf tegak bersambung. Topik ini dapat dikembangkan dengan mengajak siswa menulis hasil jawaban menggunakan tulisan tegak bersambung dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital.


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 99 Gambar 9.5 Penambahan Kegiatan Menullis Tegak Bersambung Subtema 2 Pembelajaran 6 Menambah kegiatan latihan menulis tegak bersambung dengan memperhatikan huruf kapital. Pada Subtema 2 Pembelajaran 6, kegiatan latihan pelajaran Bahasa Indonesia sangat sedikit sehingga perlu pengembangan latihan menulis terutama menulis tegak bersambung. Gambar 9.6 Penambahan Kegiatan Latihan Menulis Tegak Bersambung Subtema 3 Pembelajaran 1 Materi Subtema 3 pembelajaran 1 dapat dikembangkan dengan menambah aturan penggunaan tanda titik pada kalimat. Gambar 9.7 Penambahan Penjelasan Tentang Aturan Penggunaan Tanda Titik


100 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Subtema 4 Pembelajaran 6 Materi Subtema 4 Pembelajaran 6 dapat disajikan kembali tentang pendalam materi kalimat tanya. Pada buku siswa Subtema 4 Pembelajaran 6 belum terdapat kegiatan “Ayo Latihan”, oleh karena itu dikembangkan kegiatan latihan melengkapi percakapan dengan menggunakan kalimat tanya yang sesuai menggunakan huruf tegak bersambung, memperhatikan huruf kapital dan tanda baca. Gambar 9.8 Penambahan Latihan Menulis Tegak Bersambung Inovasi E-Modul Latihan Menulis Tegak Bersambung Hasil Analisis isi buku siswa Tema 6 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” kelas II dapat dikembangkan modul kegiatan latihan menulis tegak bersambung. E-modul yang dikembangkan merupakan bagian dari electronic based e-learning yang menggabungkan media pembelajaran (audio, video, teks, dan grafik) yang bersifat interaktif sehingga bisa digunakan baik oleh guru maupun siswa. Berikut merupakan hasil pengembangan e-modul latihan menulis tegak bersambung. Gambar 9.9 Cover E-Modul Latihan Menulis Tegak Bersambung


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 101 Gambar 9.10 E-Modul Latihan Menulis Tegak Bersambung SIMPULAN Berdasarkan hasil kajian isi Buku Siswa dan Buku Guru Kurikulum 2013 Tema 6 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” Kelas II yang dikaitkan dengan standar isi, KI dan KD Bahasa Indonesia maka, pelajaran Bahasa Indonesia dalam buku tematik kelas II SD Tema 6 cukup baik. Dibutuhkan perbaikan terutama dalam kegiatan latihan menulis tegak bersambung permulaan kelas II. Aspek penggunaan huruf kapital, tanda titik dan tanda tanya pada Tema 6 kelas II dapat dikaitkan dengan kegiatan berlatih menulis huruf tegak bersambung. DAFTAR PUSTAKA Asih. (2016). Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia Cristienda, M. (2018). Pengembangan Materi Menulis Tegak Bersambung Menggunakan Metode Drill Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Siswa Kelas Bawah SD Kanisius Sorowajan. Skripsi . Yogyakarta : USD. Gereda, A. (2020). Keterampilan berbahasa Indonesia, Menggunakan Bahasa Indonesia secara Baik dan Benar. Tasimalaya: Edu Plubisher. Fellasufah, F., & Ali M. (2019). Keterampilan Menulis Tegak Bersambung Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar. Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 28 (2): 60 – 65. Kemendikbud. (2018). Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan


102 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Dasar dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud. (2013). Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Kelas II Tema Merawat Hewan dan Tumbuhan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Guru Kelas II Tema Merawat Hewan dan Tumbuhan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Komariah, A., Satori, D. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Rohmah, F., Zubaidah A., & Zulhidah. (2022). Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Kontekstual pada Materi Volume Bangun Ruang SD/MI. Jurnal Basicedu, 6 (2): 1947 - 1958. Tarigan, H. G. (2013). Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung:Angkasa. Widyaningrum, R. (2019). Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Tegak Bersambung Melalui Contoh di Buku Halus dan Drill pada Peserta Didik Kelas I SDN Jajartunggal III Surabaya, 1 (1): 34-43. Zulaeha, I. (2013). Model Inkuiri Terpimpin Berpasangan Dalam Pembelajaran Menulis Kreatif Konservasi Budaya Berbasis Pembentukan Karakter Peserta Didik. Jurnal Penelitian Pendidikan, 30 (2): 117-124.


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 103 E-MODUL DONGENG FABEL DAN KATA SAPAAN PADA BUKU TEMA 7 KELAS II SEKOLAH DASAR Ega Krisna Pradita Program Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang [email protected] Abstrak Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh pertumbuhan fisik, tetapi ditekankan pada perubahan dalam kebiasaan, kecakapan, bertambah, berkembang. Proses pembelajaran memerlukan komunikasi yang baik. Komunikasi berbahasa dalam pembelajaran dilakukan antara guru dan peserta didik, antar peserta didik maupun dengan warga sekolah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.) Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar salah satunya untuk mempermudah proses pembelajaran. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mengetahui analisis yang terdapat pada buku guru dan buku siswa tema 7 kelas II sekolah dasar. Selanjutnya untuk mengetahui inovasi yang dihasilkan setelah melakukan analisis buku guru dan buku siswa tema 7 kelas II sekolah dasar. Hasil dari kajian ini yaitu Analisis Buku Guru dan Siswa Tema 7 kelas II sekolah dasar dan E-Modul pada Analisis Buku Guru dan Siswa Tema 7 Kelas II sekolah dasar. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada buku guru dan buku siswa tema 7 kelas II sekolah dasar, terdapat beberapa permasalahan yang diperlukan untuk melakukan inovasi. Pada kajian buku siswa dan buku guru tema 7 kelas II menghasilkan inovasi yang berupa EModul dengan judul “E-Modul Dongeng Fabel dan Kata Sapaan Tema 7 Kelas II Sekolah Dasar”. Kata Kunci: e-modul, dongeng fabel, kata sapaan Bagian 10


104 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar PENDAHULUAN Pembelajaran adalah proses atau cara yang dapat dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan agar seseorang tersebut belajar, sedangkan belajar adalah bentuk usaha yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, kepandaian, tingkah laku, dan suatu respon yang diperoleh dari pengalaman. Sutomo mengemukakan pendapatnya bahwa pembelajaran adalah proses pengolahan lingkungan sekitar dilakukan dengan sengaja untuk memungkinkan seseorang belajar untuk melaksanakan serta untuk memperlihatkan perilaku (Irmawati, 2020). Proses pembelajaran banyak hal yang diperlukan seperti bahan ajar. Bahan ajar yaitu pendukung kegiatan pembelajaran untuk menjelaskan sesuatu, dan bahan ajar ini merupakan suatu media yang digunakan untuk proses pembelajaran. Bahan ajar juga bisa diartikan sebagai suatu bahan yang harus dipelajari oleh peserta didik sebagai sarana yang digunakan untuk belajar. Pada bahan ajar terdapat materi yang berupa keterampilan, pengetahuan, serta sikap yang harus dicapai oleh peserta didik terkait kompetensi dasar tentu (Kosasih, 2021). Belum tepatnya bahan ajar akan mempersulit proses pembelajaran, sekarang ini bahan ajar yang sering dijumpai saat ini yaitu e-modul. E-modul bahan ajar yang dapat diakses melalui elektronik misalnya menggunakan handphone ataupun laptop. E-modul ini tentunya sangat berguna pada kondisi saat ini ketika sedang berada pada masa pandemi, dan lingkungan saat ini dimana semua orang mempunyai handphone TEORI KONSEPTUAL Pengembangan modul telah dilakukan oleh Mubarak et al., (2020) dengan judul “Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Melalui Problem Based Learning. Hasil pengembangan yang dilakukan menunjukkan uji korelasi pre-test & post-test sebesar 0,936 dan hasil t hitung sebesar 16.760, artinya bahwa modul berbasis PBL memberikan hasil yang bagus berupa modul berbasis PBL mampu meningkatkan dan berpengaruh terhadap kemampuan HOTS pada siswa. Selanjutnya pengembangan modul juga dilakukan oleh Frita et al., (2020) dengan judul “Pengembangan Bahan Ajar Buku Tema Hidup


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 105 Rukun Kelas II SDN Pojok III Campurdarat Tulungagung”. Hasil pengembangan berupa bahan ajar buku tema hidup rukun kelas II SD. Perangkat pembelajaran dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, kebutuhan siswa, dan kemampuan berpikir serta sesuai dengan situasi pandemi saat ini. Berdasarkan pengembangan modul yang pernah dilakukan mengenai bahan ajar modul pada buku tematik, terdapat perbedaan antara pengembangan modul terdahulu dengan pengembangan modul yang saya lakukan, yaitu terdapat perbedaan pada bahan ajar modul dan e-modul, kelas, dan buku tematik. Pengertian E-Modul E-modul dapat diartikan sebagai modul dengan bentuk elektronik yang bisa dijalankan menggunakan komputer. E-modul biasanya bisa menampilkan gambar, video, animasi, yang dijalankan melalui komputer. Sekarang ini teknologi sudah mengalami kemajuan maka dari itu e-modul dapat diakses melalui smartphone. E-modul memiliki beberapa kelebihan diantaranya yaitu dapat mengurangi limbah kertas untuk proses pembelajaran, e-modul dapat digunakan kapan saja tidak dibatasi oleh tempat dan waktu untuk mengaksesnya. E-modul juga mempunyai kekurangan yaitu ketika mengalami gangguan internet atau gangguan pada smartphone (Laili et al., 2019). Prinsip Pengembangan E-Modul Pengembangan e-modul memiliki beberapa prinsip yaitu, modul diharapkan dapat menumbuhkan minat bagi siswa, dibuat dan ditulis untuk siswa, merumuskan tujuan pembelajaran, terdapat tujuan pembelajaran, dibuat dengan fleksibel, e-modul disusun dan dibuat untuk memenuhi indikator serta tujuan pembelajaran, e-modul menyediakan rangkuman, dibuat dengan bahasa yang formal, dibuat untuk proses pembelajaran dan membutuhkan rencana pembelajaran, adanya evaluasi, terdapat petunjuk penggunaan modul serta adanya cara penggunaan emodul dari awal sampai akhir (Laili et al., 2019).


106 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Dongeng Fabel dan Kata Sapaan Dongeng fabel merupakan suatu cerita tentang binatang yang di dalam cerita tersebut biasanya menggunakan karakter-karakter seperti manusia gunanya untuk memberikan edukasi kepada peserta didik. Fabel berfungsi untuk melatih peserta didik dalam membentuk nilai-nilai moral, fabel juga dapat menjadi sarana untuk melakukan pembentukan karakter pada peserta didik. Cerita fabel yang diajarkan kepada peserta didik tentunya mengandung pesan moral, dan pada cerita tersebut mengandung unsur tema, judul, sudut, pandang, dan gaya bahasa (Juanda, 2018). Kata sapaan adalah unsur penting saat mengungkapkan tutur kata, kata sapaan dapat dipilih untuk digunakan penutur tujuannya untuk mengawali atau memulai suatu percakapan. Menurut Kridalaksana tutur sapa dapat diartikan suatu ungkapan yang diucapkan seseorang untuk memanggil lawan bicaranya (Sachiya, 2021). Sapaan adalah frasa atau kata yang saling menyatakan pada pembicaraan dan terdapat perbedaanperbedaan sifat hubungan dalam pembicaraan misalnya seperti, Ibu, Bapak, Saudara, Nama, Anda dan lain sebagainya. Karakteristik Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Rendah Pada kelas rendah juga tentunya sudah mempelajari pembelajaran Bahasa Indonesia, tujuan dari pembelajaran ini yaitu agar peserta didik dapat berinteraksi atau berkomunikasi dengan baik dan benar serta dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi tersebut. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia mempunyai banyak kegiatan berbahasa di dalamnya, yaitu selain kegiatan dalam menggunakan Bahasa Indonesia terdapat kegiatankegiatan lain seperti mendengarkan, berbicara, berkomunikasi atau berinteraksi, membaca dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia ini di sekolah dasar tentunya memiliki tujuan, diantaranya tujuan dari pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu, kegiatan pembelajaran untuk berinteraksi secara efektif dan efisien sesuai etika, baik dilakukan secara lisan maupun secara tulis. Selanjutnya tujuan dari pembelajaran Bahasa Indonesia untuk menghargai dan mempunyai rasa bangga terhadap penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara kita yaitu Indonesia. Bahasa Indonesia dapat


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 107 digunakan di luar proses belajar mengajar. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan dapat meningkatkan kemampuan intelektual serta mematangkan emosional seseorang. Bahasa Indonesia bertujuan untuk memperkuat keterampilan, wawasan serta pengetahuan seseorang. Pembelajaran Bahasa Indonesia kita menghargai budaya yang dimiliki oleh negara kita, dan juga dapat memperhalus budi pekerti seseorang (Suryaman, 2012). Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia Tema 7 Kelas II Pada buku guru tema 7 kelas II terdapat empat kompetensi dasar yaitu 3.8, 4.8, 3.9, dan 4.9. kompetensi dasar 3.8 dan 4.8 didalamnya membahas mengenai dongeng fabel tentang hidup rukun, selanjutnya untuk kompetensi dasar 3.9 dan 4.9 didalamnya membahas mengenai kata sapaan. Berikut ini merupakan kompetensi dasar pada buku guru tema 7 kelas II sekolah dasar. Tabel 10.1 Kompetensi dasar buku guru tema 7 Kelas II, Permendikbud No. 37 Tahun 2018 3.8 Menggali Informasi dari dongeng binatang (fabel) tentang sikap hidup rukun dari teks lisan dan tulis dengan tujuan kesenangan. 4.8 Menceritakan kembali teks dongeng binatang (fabel) yang menggambarkan sikap hidup rukun yang telah dibaca secara nyaring sebagai bentuk ungkapan diri. 3.9 Menentukan kata sapaan dalam dongeng secara lisan dan tulis. 4.9 Menirukan kata sapaan dalam dongeng secara lisan dan tulis. PEMBAHASAN Pengembangan e-modul yang dibuat berdasarkan adanya analisis dari buku guru dan buku siswa tema 7 kelas II sekolah dasar. Pada saat melakukan analisis tersebut pada buku guru dan buku siswa di dalamnya terdapat beberapa hal yang ditemui kurang tepat. Beberapa hal yang kurang tepat ditemui pada buku tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi suatu e-modul yang didalamnya memuat materi mengenai tentang dongeng fabel dan kata sapaan.


108 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Analisis Buku Siswa dan Buku Guru Kelas II Tema 7 Analisis yang dilakukan pada buku guru dan buku siswa tema 7 kelas II sekolah dasar yaitu menganalisis kesesuaian antara materi dengan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran dengan kompetensi dasar, serta kesesuaian antara buku guru dan buku siswa tema 7 kelas II sekolah dasar. Berikut ini merupakan analisis buku guru dan buku siswa tema 7 kelas II sekolah dasar. Table 10.2 Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Subtema 1 Subtema Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Subtema 1 Keberagaman di Rumah 1 “Ayo Mengamati” membaca teks tentang Siti, lalu mendengarkan cerita dari guru, lalu menjawab pertanyaan mengenai cerita tersebut dan menyampaikan isi dongeng didepan kelas. (cerita fabel hanya terdapat di buku guru). 2 Pada pembelajaran 2 ini ceritanya masih sama dengan pembelajaran 1 yaitu tentang “Ular dan Tikus” 3 Terdapat teks tentang keluarga Siti lalu menceritakan kembali mengenai dongeng fabel “Kecerdikan menumbuhkan kebaikan” 4 Tidak ada cerita tentang fabel hidup rukun tetapi siswa diminta untuk menceritakan kembali mengenai “Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan” 5 Membaca teks mengenai “Bebek Selalu Hidup Rukun” dan berlatih menjawab pertanyaan berdasarkan teks tersebut. 6 Terdapat cerita tentang “Sang Kancil dan Cicak Badung”, lalu menuliskan kembali cerita tersebut (Cerita hanya terdapat di buku guru).


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 109 Tabel 10.3. Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Subtema 2 Subtema Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Subtema 2 Kebersamaan di Sekolah 1 Mendengarkan cerita fabel “Ikan dan Burung” lalu menceritakan kembali (cerita hanya terdapat di buku guru) 2 Terdapat teks mengenai “Kiki dan Kiku”, peserta didik diminta untuk membaca dengan intonasi yang jelas lalu dilanjutkan dengan berlatih soal. 3 Menentukan kata sapaan, pada cerita 4 Berlatih menulis terkait kata sapaan 5 Terdapat gambar yang perlu diamati lalu menuliskan teks sesuai gambar. 6 Menuliskan cerita dongeng yang pernah disampaikan oleh guru dan diberi hiasan yang menarik. Tabel 10.4. Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Subtema 3 Subtema Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Subtema 3 Kebersamaan di Tempat Bermain 1 Membaca teks mengenai kisah kelinci dan tikus lalu berlatih soal sesuai teks bacaan. 2 Mencari kata sapaan yang terdapat di cerita kucing dan tikus. 3 Membaca teks cerita dan berlatih soal. 4 Terdapat cerita tentang semut dan belalang lalu menentukan kata sapaan. 5 Membuat cerita tentang kata sapaan.


110 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 6 Terdapat percakapan lalu membuat kalimat kata sapaan Tabel 10.5 Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Subtema 4 Subtema Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Subtema 4 Kebersamaan di Wisata 1 Terdapat cerita tentang “Asal Usul Kota Surabaya” lalu berlatih mengerjakan soal terkait cerita tersebut, dengan judul “Ayo Berlatih, sebaiknya diperbaiki dengan Ayo Membaca” 2 Berlatih melengkapi dialog. 3 Cerita “Persahabatan Gajah dan Tikus” menulis kata sapaan dalam cerita. 4 Peserta didik diminta langsung membuat kata sapaan. Sebaiknya peserta didik membuat kata sapaan dengan teman satu bangku yang nantikan akan dibacakan didepan kelas seperti dialog percakapan. 5 Terdapat gambar lalu menuliskan kalimat percakapan. 6 Menuliskan kembali cerita yang telah disampaikan guru. Berdasarkan buku siswa pada subtema 1 pembelajaran 1 dan pembelajaran 6, lalu subtema 2 pembelajaran 1, tidak terdapat cerita di dalamnya. Cerita hanya terdapat di buku guru saja, maka dari itu pada inovasi memunculkan buku cerita yang terdapat pada buku guru di buku siswa, lalu menyajikan soal yang berkaitan dengan cerita tersebut. Kalimat ajakan “Ayo Bercerita” juga diubah menjadi “Ayo Mendengarkan ”. Subtema 2 Pembelajaran 6 di buku siswa hanya terdapat perintah menuliskan cerita dongeng yang pernah disampaikan oleh guru dan diberi hiasan yang menarik, inovasi pada pembelajaran ini yaitu menyajikan cerita yang berjudul “Akibat Suka Marah” lalu memberikan latihan soal terkait cerita yang telah diberikan.


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 111 Subtema 3 Pembelajaran 5, perintah di buku siswa yaitu membuat kata sapaan, untuk inovasinya disajikan teks percakapan dan peserta didik diminta untuk memperagakan teks percakapan tersebut bersama temannya, karena pada buku tema 7 terdapat kompetensi dasar 4.9 Menirukan kata sapaan dalam dongeng secara lisan dan tulis dan belum tertuang ke dalam buku siswa tersebut. Subtema 4 Pembelajaran 4, peserta didik diminta langsung membuat kata sapaan. Inovasi pada pembelajaran ini peserta didik membuat kata sapaan dengan teman satu bangku, lalu peserta didik dengan teman sebangkunya maju kedepan kelas untuk membacakan hasil pekerjaan tugasnya. Subtema 4 Pembelajaran 6, di buku siswa terdapat kegiatan menuliskan kembali cerita yang telah disampaikan guru. Inovasinya yaitu menampilkan judul cerita yang telah di dipelajari, lalu peserta didik diminta untuk memilih salah satu cerita yang disukainya dan diminta untuk menuliskan alasannya. Desain E-Modul Dongeng Fabel dan Kata Sapaan Berdasarkan analisis yang telah dipaparkan maka inovasi yang sesuai untuk menunjang pembelajaran berupa bahan ajar e-modul. EModul yang dibuat yaitu berjudul “E-Modul Dongeng Fabel dan Kata Sapaan Tema 7 Kelas II Sekolah Dasar”. Berikut merupakan link dari bahan ajar modul https://bit.ly/3lTHjhQ. Berikut ini merupakan desain e-modul. Gambar 10.1 Sampul dan Materi E-Modul Subtema 1


112 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Gambar 10.2 Materi E-Modul Subtema 2 Gambar 10.3 Materi E-Modul Subtema 3 dan 4 SIMPULAN Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada buku guru dan buku siswa tema 7 kelas II sekolah dasar, terdapat beberapa permasalahan yang diperlukan untuk melakukan inovasi. Pada kajian buku siswa dan buku guru tema 7 kelas II menghasilkan inovasi yang berupa E-Modul dengan judul “E-Modul Dongeng Fabel dan Kata Sapaan Tema 7 Kelas II Sekolah Dasar” yang di dalamnya terdapat materi dongeng fabel dan kata sapaan yang digunakan untuk melengkapi buku siswa pada tema 7 kelas II sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA Asriyanti, F. D., Fitriana, E., & Asdi, N. K. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Buku Tema Hidup Rukun Kelas II SDN Pojok III Campurdarat Tulungagung. Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Dasar. 1(1), 55. Irmawati, A. D. (2020). Media Pembelajaran Matematika (Cara Gembira Belajar Matematika). Tulungagung: Educative Actor. Juanda. (2018). Eksplorasi Nilai Fabel Sebagai Sarana Alternatif Edukasi Siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. 18(2), 295. Kosasih. (2021). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta Timur : PT Bumi Aksara.


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 113 Laili, I., & Ganefri, U. (2019). Efektivitas Pengembangan E-Modul Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran. 3(3), 308-309. Mubarak, S., Ansharullah, A., & Dewi, H. I. (2020). Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Melalui Problem Based Learning. Jurnal Instruksional. 3(1), 57. Peraturan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah. Purnomosidi. (2017). Tema 7 Kebersamaan Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II. Klaten : Intan Pariwara. Purnomosidi. (2017). Tema 7 Kebersamaan Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas II. Klaten : Intan Pariwara. Sachiya, F. (2021). Kata Sapaan Bahasa Korea Dalam Film I Can Speak. Jurnal Bahasa Sastra dan Budaya. 1(2), 143. Suryaman, M. (2012). Metodologi Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta : UNY Press.


114 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar PENGEMBANGAN E-MODUL PENGGUNAAN HURUF KAPITAL DAN TANDA BACA PADA BUKU TEMA 8 KELAS II SEKOLAH DASAR Julien Chintya Program Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang, [email protected] Abstrak Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar merupakan pembelajaran penting di kelas rendah. Peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi yang diberikan oleh guru melalui bahasa. Sumber belajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Buku dijadikan sebagai sumber belajar yang merupakan bagian penting dari pendidikan di sekolah dan bahan rujukan bagi guru dan siswa. Buku tematik adalah buku yang digunakan dalam pembelajaran kurikulum 2013 yang digolongkan menjadi buku guru dan buku siswa. Penerapan buku guru dan buku siswa harus sejalan dengan kompetensi dasar serta kompetensi inti, agar tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan lancar. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada materi ajar Bahasa Indonesia Tema 8 Kelas II terdapat ketidaksesuaian antara buku guru dan buku siswa sehingga perlu ada inovasi pengembangan e-modul materi ajar pada buku siswa sehingga materi ajar pada buku guru dan buku siswa dapat sejalan. Kata kunci :pembelajaran bahasa indonesia, materi ajar, inovasi, e-modul BAGIAN 11


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 115 PENDAHULUAN Bahasa merupakan aspek penting dari perkembangan sosial, intelektual dan emosional siswa. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar merupakan pelajaran penting, terutama pada kelas rendah. Peserta didik mendapatkan pengetahuan dan informasi yang diberikan oleh guru melalui bahasa (Anggara, 2021). Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak terlepas dari sumber belajar. Sumber belajar digunakan dalam pembelajaran sebagai referensi dan bahan ajar. Sumber belajar yang digunakan yaitu buku tematik. Buku tematik adalah buku referensi untuk kurikulum 2013 saat ini. Buku tematik dibagi menjadi dua kategori yaitu buku guru dan buku siswa. Buku Guru merupakan pedoman yang digunakan guru untuk belajar dan meliputi penyusunan, evaluasi, dan pedoman penggunaan buku oleh siswa. Buku siswa adalah panduan yang digunakan siswa sebagai panduan sumber belajar untuk kegiatan belajar dan dapat memfasilitasi proses belajar siswa. Penerapan bahan ajar dengan buku guru dan buku siswa harus sejalan dengan kompetensi dasar dan kompetensi inti, agar tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Namun masih terdapat beberapa perbedaan buku guru dan buku siswa, sehingga dapat dilakukan inovasi dan pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia untuk digunakan pada buku tema 8 kelas II. Berdasarkan uraian tersebut, artikel ini akan membahas mengenai “Pengembangan E-modul Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca Buku Tema 8 Kelas II Sekolah Dasar”. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan analisis kritis permasalahan materi ajar Bahasa Indonesia Tema 8 Kelas II dan inovasi materi ajar Bahasa Indonesia Tema 8 kelas II. Dengan penulisan artkel ini para pembaca dapat mengetahui hal yang perlu dikembangkan dan diperbaiki serta menjadi dasar dalam inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. TEORI KONSEPTUAL Kajian yang dilakukan oleh Ririn Violadini (2021) dalam artikel yang berjudul Pengembangan E-modul Inkuiri dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Sekolah Dasar. Pembahasan dalam artikel ini menyimpulkan bahwa e-modul metodologi dikembangkan dengan mempertimbangkan


116 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan dasar (KD), tujuan pembelajaran, serta topik pembelajaran. Modul ini dapat digunakan pada tingkat dasar sebagai bahan ajar bagi siswa dalam proses pembelajaran. Selanjutnya judul artikel yang membahas tentang Pengembangan E-modul (Modul Digital) dalam Pembelajaran Tematik SD oleh Kuncahyono tahun 2018. Pengembangan bahan ajar e-modul dilakukan dalam tahap desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Modul tematik menyediakan animasi, gambar, video, dan teks untuk mendukung pembelajaran siswa. Modul ini memberikan latihan untuk membantu siswa merefleksikan pembelajaran mereka. Berdasarkan tinjauan pustaka sebelumnya, teori-teori berikut mendukung penulisan artikel ini. Pembelajaran Bahasa di Sekolah Dasar Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dengan lisan maupun tulisan, serta mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis dan kreatif (Ali, 2020). Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk membekali siswa dengan kegiatan berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran bahasa. Kegiatan berbahasa mencakup kegiatan membaca dan menulis yang digunakan individu untuk dapat berkomunikasi dengan individu lainnya. Bahasa dalam komunikasi digunakan untuk berpikir kritis, bertukar pikiran, dan merasakan aktivitas respons yang sedang berlangsung.Bahasa mendukung kinerja belajar siswa sehingga mereka dapat mempelajari dan memahami semua mata pelajaran dengan baik. E-modul Modul merupakan materi ajar yang disusun dengan sistematis dalam bentuk tulisan atau cetakan yang mencakup petunjuk kegiatan belajar mandiri berdasarkan bahan ajar, metode, tujuan pembelajaran, kemampuan dasar serta indikator kemampuan. Disajikan dalam modul yang memberikan kesempatan untuk menguji kemampuan dengan latihan (Azka, 2019). E-modul adalah penyajian materi belajar mandiri yang disajikan secara elektronik dan sistematis, memungkinkan kegiatan


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 117 pembelajaran dihubungkan melalui tautan agar lebih interaktif (Gufran et al., 2020). Manfaat e-modul bagi siswa adalah: 1) modul digunakan oleh siswa sebagai bahan ajar untuk memungkinkan belajar mandiri di sekolah dan di rumah. 2) siswa dapat menggunakan bahan ajar mandiri sebagai 3) buku referensi dan buku referensi bagi siswa dengan informasi berupa materi dan buku, dan 4) sebagai evaluasi bagi siswa untuk mengetahui tingkat ketercapaiannya. Manfaat e-modul bagi guru adalah: 1) memuaskan guru bila siswa memahami materi dengan baik, 2) guru dapat menjelaskan materi yang penting karena semuanya sudah termuat dalam modul, 3) materi dapat dibatasi agar siswa dapat memahami materi secara sederhana. Huruf Kapital dan Tanda Baca Huruf kapital adalah huruf dengan ukuran dan bentuk tertentu digunakan sebagai huruf pertama pada suatu kalimat sesuai denganejaan Bahasa Indonesia. Tanda baca merupakan lambang yang digunakan memperjelas suatu kalimat serta kata yang dimaksudkan untuk menunjukkan struktur, intonasi, atau jeda bacaan (Sri Mulyati, 2022). Pengajaran konsep awal penggunaan huruf kapital serta tanda baca di sekolah dasar, penting diajarkan kepada siswa. Tujuannya untuk membiasakan peserta didik dengan penggunaan dan pemahaman yang baik dan akurat dalam kegiatan menulis atau membaca. Kaidah penggunaan huruf kapital dipakai pada awal kalimat, rujukan langsung, agama, gelar kehormatan, nama tempat, nama bulan dan hari. Aturan penggunaan titik adalah penanda pada akhir kalimat, pemisah angka dan penanda waktu, penulisan sumber referensi, menunjukkan jangka waktu, tidak digunakan pada akhir judul. Tanda tanya digunakan pada akhir kalimat tanya (Yulina, 2017). Karakteristik Materi Bahasa Indonesia Tema 8 Kelas II Dalam buku siswa dan buku guru pada kurikulum 2013 revisi 2017 Tema 8 Kelas II Keselamatan di Rumah dan Perjalanan, muatan pembelajaran Bahasa Indonesia tercantum dalam 4 subtema dan dalam 1 subtema terdiri dari 6 pembelajaran sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.


118 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Tabel 11.1 Pemetaan Kompetensi Dasar Muatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Muatan pelajaran Kompetensi dasar Subtema Bahasa Indonesia Pada setiap subtema terdiri dari enam pembelajaran yang meliputi materi penggunaan huruf kapital (nama Tuhan, nama agama, nama orang), penggunaan titik dan tanda tanya di akhir kalimat. Pada proses kegiatan pembelajaran, siswa diminta untuk mencermati penggunaan huruf kapital denganbenar, penggunaan tanda titik serta tanda tanya, penulis dengan tepat dan benar, serta membaca dengan nyaring. PEMBAHASAN Pengembangan e-modul dibuat berdasarkan analisis dari buku dan buku siswa tema 8 kelas II sekolah dasar. Pada analisis buku guru dan buku siswa terdapat beberapa ketidaksesuain, yang selanjutnya dari ketidaktesuaian tersebut dikembangkan menjadi e-modul yang didalamnya terdapat materi tentang penggunaan huruf kapital, tanda titk, dan tanda tanya. Desain Inovasi Materi Ajar Bahasa Indonesia Tema 8 Kelas II Materi yang terdapat dalam buku siswa yaitu kegiatan membaca teks yang mana dalam kegiatan pembelajaran siswa diminta untuk membaca dengan tata cara yang benar dengan lafal dan intonasi yang tepat, siswa juga diajarkan cara penulisan huruf kapital, tanda titik, dan tanda tanya dengan benar. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 119 materi pelajaran buku siswa Tema 8 Kelas II ada beberapa temuan permasalahan yang perlu untuk diperbaiki antara lain sebagai berikut. Tabel 11.2 Pemetaan Inovasi Materi Ajar Bahasa Indonesia Materi Pada Buku Siswa Inovasi Pada Buku Siswa Subtema 1 Pembelajaran 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 Subtema 2 Pembelajaran 1


120 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Materi Pada Buku Siswa Inovasi Pada Buku Siswa Subtema 2 Pembelajaran 2 Subtema 3 Pembelajaran 4 Desain Inovasi E-modul Materi Ajar Bahasa Indonesia Tema 8 Kelas II Beberapa masalah atau ketidaksesuaian antara buku guru dan buku siswa perlunya inovasi pengembangan materi ajar Bahasa Indonesia yang telah dikembangkan dalam bentuk e-modul sebagai berkut. Gambar 11.1 Sampul E-modul


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 121 Gambar 11.2 Isi Materi E-modul Gambar 11.3 Latihan Soal E-modul Link E-modul Lengkap https://www.canva.com/design/DAFBtkR9C5I/WYfuyphZjo7tyYMcMpM Ptg/edit?utm_content=DAFBtkR9C5I&utm_campaign=designshare&utm _medium=link2&utm_source=sharebutton SIMPULAN Analisis materi ajar pada buku Tema 8 kelas II tentang karakteristik pembelajaran Bahasa Indonesia menekankan kemampuan siswa untuk menulis menggunakan huruf kapital, titik dan tanda tanya. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada materi ajar Tema 8 buku siswa Kelas II, terdapat beberapa identifikasi masalah yang perlu dilakukan inovasi. Inovasi dilakukan dengan mengembangkan e-modul pada materi menggunakan huruf kapital, titik dan tanda tanya sehingga standar isi kurikulum dapat sejalan dengan buku siswa. Desain e-modul yang


122 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar dikembangkan di dalamnya termuat materi penggunaan huruf kapital, tanda titik, dan tanda tanya serta latihan soal untuk mengevaluasi ketercapaian siswa dalam pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Ali, M. (2020). Pembelajaran bahasa indonesia dan sastra di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Azka, H. H., Setyawati, R. D., & Albab, I. U. (2019). Pengembangan modul pembelajaran. Jurnal matematika dan pendidikan matematika, 1(5), 224-236. Anggara, R. W. (2021). Penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca puisi. Jurnal Education. Buku Guru Tema 8 : “Keselamatan di Rumah dan Perjalanan”(Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ,2017). Buku Siswa Tema 8 : “Keselamatan di Rumah dan Perjalanan”(Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ,2017). Gufran, G., & Mataya, I. (2020). Pemanfaatan E-modul berbasis smartphone sebagai media literasi masyakarat. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 4(2). Hartati, T. (2006). Pembelajaran bahasa indonesia di kelas rendah. Bandung: UPI. Kuncahyono, K. (2018). Pengembangan e-modul (modul digital) dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education), 2(2), 219-231. Maulana, A., & Lubis, M.P. (2018).Pembelajaran tematik di SD/MI (F. Production (ed). Penerbit Samudra Biru. Mulyati, S. (2022). Kemampuan siswa dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada penulisan karangan deskripsi. Jurnal Basicedu, 6(2), 495-504. Violadini, R., & Mustika, D. (2021). Pengembangan e-modul berbasis metode inkuiri pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal basicedu, 5(3), 210-222. Yulina, Y. (2017). Kemampuan siswa sekolah dasar dalam memahami penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Suara Guru, 3(2), 393- 398.


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 123 JURNAL AUTENTIK BERBASIS SPREADSHEET SEBAGAI MODEL PENILAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II SEMESTER GENAP Riska Septianita Program Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang [email protected] Abstrak Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya saling memengaruhi capaian proses dan hasil belajar. Penilaian menjadi tolok ukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan disusun dalam suatu proses yang sistematis berdasar pada instrumen dan prosedur penilaian. Model penilaian yang digunakan pada Sekolah Dasar sesuai kurikulum 2013 yaitu penilaian autentik, yaitu suatu penilaian yang dilaksanakan selama pembelajaran pada proses dan hasil belajar meliputi kompetensi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Penggunaan spreadsheet dalam kegiatan penilaian memudahkan guru untuk melakukan aktivitas berbagi pada sheet yang sama secara online dan terintegrasi. Ada dua pembahasan dalam tinjauan ilmiah ini yaitu mendeskripsikan hasil analisis komponen penilaian pada buku guru dan buku siswa, dan mendeskripsikan karakteristik Jurnal Penilaian Autentik (Jentik) berbasis spreadsheet pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas II Semester Genap. Hasil pembahasannya adalah sebagai berikut. 1) Secara umum ditemukan ketidak sesuaian komponen penilaian yang terdapat pada buku guru dan buku siswa. 2) Jurnal Penilaian Autentik dituangkan dalam bentuk aplikasi google sheet yang berisi format komponen penilaian pembelajaran mupel Bahasa Indonesia. Halaman yang dapat disusun pada Jurnal Penilaian Autentik yaitu sampul, daftar Isi, identitas pembelajaran, penilaian meliputi: penilaian sikap pengetahuan, dan ketrampilan, jadwal pelaksanaan penilaian, catatan ketercapaian penilaian, evaluasi penilaian hasil belajar. Kata kunci: jurnal, penilaian autentik, spreadsheet Bagian 12


124 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar PENDAHULUAN Penilaian menjadi tolok ukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan disusun dalam suatu proses yang sistematis berdasar pada instrumen dan prosedur penilaian. Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya saling memengaruhi capaian proses dan hasil belajar (Purwati et al., 2021). Model penilaian yang digunakan pada Sekolah Dasar sesuai kurikulum 2013 yaitu penilaian autentik, yaitu suatu penilaian yang dilaksanakan selama pembelajaran pada proses dan hasil belajar meliputi kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian pencapaian kompetensi didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik, guru harus memiliki kemampuan yang baik sesuai dengan perkembangan kurikulum (Astuti & Darsinah, 2018). Hasil belajar yang rendah adalah tidak semata-mata disebabkan oleh peserta didik. Cara mengajar dan menilai yang tidak tepat dilakukan guru dapat menyebabkan hasil belajar yang lebih rendah (Ekoati et al., 2020). Para guru mengakui bahwa mereka telah memahami penilaian autentik, namun pelaksanaannya masih kurang tepat. Guru belum mendorong penilaian yang lebih komprehensif dan bermakna berdasarkan tuntutan kompetensi inti (Ekoati et al., 2020). Guru jarang menggunakan rubrik penilaian, walaupun sudah membuat namun kriterianya masih kurang sesuai dan pelaksanaan penilaian menjadi tidak teratur karena pembelajarannya berubah-ubah (Andriani et al., 2021). Pemahaman guru cukup baik terhadap keseluruhan komponen pembelajaran pada kurikulum 2013 yang diperoleh melalui sosialisasi dan pelatihan, namun saat penerapan mengalami permasalahan karena banyaknya aspek yang diamati secara mendetail pada penilaian autentik (Safitri & Oktavia, 2017). Analisis kritis telah dilakukan untuk mengidentifikasi instrumen penilaian autentik yang terdapat pada Buku Guru dan Buku Siswa Sekolah Dasar Kelas II Semester Genap, dengan hasil terdapat banyak ketidaksesuaian instrumen penilaian pada Buku Guru dan Buku Siswa. Pada buku guru tidak dituliskan dan dijelaskan secara rinci komponen penilaian autentik yang harus dilakukan guru.


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 125 Aplikasi spreadsheet yang digunakan untuk membuat jurnal autentik berupa google sheet, karena memiliki kelebihan bisa melakukan aktivitas berbagi di sheet yang sama secara online kapan dan dimana saja. Hal itu bertujuan mendukung guru kelas II untuk melakukan penilaian lebih efektif, komponen penilaian dalam satu semester akan disusun dalam sheet yang terintegrasi satu sama lain. Setiap sheet mampu membuat tautan untuk sheet berikutnya sehingga penilaian dilakukan secara terpadu. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penting untuk disusun Jurnal Autentik berbasis spreadsheet dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas II semester genap. Selanjutnya ditetapkan dua pembahasan dalam tinjauan ilmiah ini: 1) mendeskripsikan analisis komponen penilaian pada buku guru dan buku siswa Kelas II semester genap, dan 2) mendeskripsikan karakteristik Jurnal Autentik berbasis spreadsheet sebagai model penilaian pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas II semester genap. TEORI KONSEPTUAL Kajian pustaka yang berkaitan tentang penerapan penilaian autentik pada kurikulum 2013 dijelaskan sebagai berikut. 1) Kendala yang dihadapi guru dalam melakukan penilaian autentik oleh (Andriani, Hamdu, & Kalimah, 2021) yaitu banyaknya aspek yang dinilai bersamaan dengan berlangsungnya pembelajaran dan membutuhkan waktu lebih lama. 2) Gambaran pemahaman guru dan penerapan penilaian autentik pada kurikulum 2013 oleh (Mutiya, Musa, & Yamin, 2018). 3) Penerapan penilaian autentik pada pembelajaran IPS yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dari penerapan penilaian autentik oleh (Safitri & Oktavia, 2017). Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 mengenai Standar Penilaian Pendidikan Bab 1 Pasal 1 ayat (2) disebutkan pengertian tentang penilaian merupakan proses untuk mengumpulkan dan mengolah informasi yang digunakan dalam mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Adapun penilaian autentik adalah penilaian kemampuan siswa untuk berbagai macam pemecahan masalah dalam konteks dunia nyata yang mengukur semua aspek hasil belajar mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan selama proses pembelajaran (Nisrokha, 2018).


126 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Jurnal Autentik dikembangkan untuk penilaian muatan pelajaran Bahasa Indonesia kelas II semester genap. Jurnal merupakan media hasil refleksi pembelajaran bagi peserta didik. Jurnal autentik memuat seluruh hasil penilaian yang dilakukan guru meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan pada tema 5, tema 6, tema 7, dan tema 8 terhadap proses dan hasil belajar. Guru kelas bersama guru mupel menyusun komponen dan instrumen penilaian keempat tema tersebut di awal semester genap. Penilaian sikap, pengetahuan, dan ketrampilan dipetakan pada setiap tema pembelajaran. Jurnal Autentik selanjutnya disajikan melalui aplikasi spreadsheet berbasis online yaitu google sheet. Aplikasi google sheet merupakan layanan yang diberikan google secara gratis, serupa dengan microsoft excel. Hal yang membedakannya yaitu google sheet berupa dokumen online yang dapat diakses kapan dan dimana saja dengan sistem penyimpanan secara otomatis. Google sheet dapat melakukan aktivitas berbagi dengan lebih dari satu pengguna secara real time. Terdapat fitur tambahan berupa google script, sehingga pengguna dapat menambahkan script. PEMBAHASAN Pada bagian pembahasan dijelaskan mengenai karakteristik, komponen, dan langkah-langkah menyusun jurnal autentik berbasis spreadsheet. Diawali dengan memaparkan analisis penilaian materi Bahasa Indonesia yang terdapat pada Buku Guru yang dibandingkan dengan Buku Siswa tema 5, tema 6, tema 7, dan tema 8 kelas II. Analisis Penilaian Pada Buku Guru Kelas II Semester Genap Berdasarkan analisis kritis terhadap komponen dan instrumen penilaian yang terdapat pada Buku Guru dan Buku siswa, diperoleh hasil sebagai berikut. 1) Ketidaksesuaian perintah/pertanyaan pada buku siswa dengan jawaban pada buku guru, 2) Penilaian yang terdapat pada buku guru kurang runtut, bahkan memungkinkan terjadi pengulangan penilaian pada kemampuan yang sama, 3) Format penilaian yang digunakan pada tiap pembelajaran/subtema bermacam-macam (tidak seragam), hal ini tentunya membuat bingung guru dalam menyusun penilaian. 4) Evaluasi pada penilaian pengetahuan belum mampu mengukur hasil belajar siswa secara menyeluruh. 5) Konversi nilai pada penilaian pengetahuan kurang


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 127 lengkap. 6) Komponen penilaian ketrampilan belum lengkap. 7) Rubrik penilaian ketrampilan belum menampilkan karakteristik secara rinci. 8) Penilaian sikap ditentukan oleh guru, namun belum diatur secara rinci dalam buku guru. 9) Dalam melakukan penilaian membutuhkan waktu yang lama, sehingga tidak semua siswa dapat dinilai segala aktivitasnya dan tidak memungkinkan pengambilan skor tiap pembelajaran. Karakteristik Jurnal Autentik Berbasis Spreadsheet Kompetensi dasar setiap tema materi Bahasa Indonesia kelas II semester genap sebagai landasan untuk menyusun komponen penilaian jurnal autentik disajikan dalam tabel sebagai berikut. Tabel 12.1 Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia Kelas II Semester Genap Tema Kompetensi Dasar 5 3.5 Mencermati puisi anak dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah melalui teks tulis dan lisan. 4.5 Membacakan teks puisi anak tentang alam dan lingkungan dalam bahasa Indonesia dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. 3.6 Mencermati ungkapan permintaan maaf dan tolong melalui teks tentang budaya santun sebagai gambaran sikap hidup rukun dalam kemajemukan masyarakat Indonesia. 4.6 Menyampaikan ungkapanungkapan santun (menggunakan kata “maaf”, “tolong”) untuk hidup rukun dalam kemajemukan. 6 3.7 Mencermati tulisan tegak bersambung dalam cerita dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital (awal kalimat, nama bulan dan hari, nama orang) serta mengenal tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya. 4.7 Menulis dengan tulisan tegak bersambung menggunakan huruf kapital (awal kalimat, nama bulan, hari, dan nama diri) serta tanda titik pada kalimat berita dan tanda tanya pada kalimat tanya dengan benar. 7 3.8 Menggali informasi dari dongeng binatang (fabel) tentang sikap hidup rukun dari teks lisan dan tulis dengan tujuan untuk kesenangan. 4.8 Menceritakan kembali teks dongeng binatang (fabel) yang menggambarkan sikap hidup rukun yang telah dibaca secara nyaring sebagai bentuk ungkapan diri. 3.9 Menentukan kata sapaan dalam dongeng secara lisan dan tulis. 4.9 Menirukan kata sapaan dalam dongeng secara lisan dan tulis. 8 3.10 Mencermati penggunaan huruf kapital (nama Tuhan nama orang, nama agama) serta tanda titik dan tanda tanya dalam kalimat yang benar. 4.10 Menulis teks dengan menggunakan huruf kapital (nama Tuhan, nama agama, nama orang), serta tanda titik dan tanda tanya pada akhir kalimat dengan benar.


128 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Jurnal Autentik disusun berdasarkan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia sesuai kurikulum 2013. Penyusunan jurnal autentik menggunakan aplikasi spreadsheet dilakukan secara online, artinya pada saat pembuatan memerlukan akses internet. Menu utama yang disusun pada Jurnal Autentik berbasis spreadsheet ini yaitu: 1) sampul, 2) daftar sheet, 3) identitas pembelajaran, 4) penilaian meliputi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan, 5) jadwal pelaksanaan penilaian, 6) catatan ketercapaian penilaian, 7) evaluasi penilaian hasil belajar. Halaman sampul jurnal autentik memuat identitas kelas II Semester Genap, muatan pelajaran Bahasa Indonesia, dan nama guru pengampu. Pada halaman daftar sheet memuat semua nama sheet beserta keterangan isinya. Identitas pembelajaran berisi Kompetensi Dasar (KD) tema 5, tema 6, tema 7, dan tema 8 beserta tautan penilaian setiap tema. Halaman penilaian berisi komponen penilaian aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan setiap tema. Jadwal pelaksanaan penilaian disesuaikan dengan alokasi waktu pembelajaran setiap tema dalam satu semester. Catatan ketercapaian penilaian berisi tentang catatan penilaian yang sudah dan belum dilakukan oleh guru beserta tindak lanjut yang akan dilakukan, serta memuat format penilaian untuk peserta didik yang tidak mencapai KKM selama proses pembelajaran semester genap dengan mengikuti program remidial. Halaman evaluasi penilaian hasil belajar berisi tentang rangkaian penilaian yang telah dilakukan oleh guru pada setiap tema pembelajaran dan evaluasi bertujuan untuk melakukan perbaikan guna penilaian selanjutnya yang lebih baik. Setiap guru dalam melaksanakan penilaian harus memahami tujuan dan manfaatnya sebagai refleksi dan memperbaiki kualitas proses pembelajaran selanjutnya, bukan sekedar mencapai target kurikulum (Riadi, 2017). Jurnal autentik berbasis spreadsheet ini memungkinkan guru kelas dan guru muatan pelajaran lain melakukan penilaian dalam satu dokumen, sehingga antar guru bisa saling mengisi komponen penilaian. Tes tertulis yang dilakukan dalam bentuk pilihan ganda dapat diberikan dengan menggunakan google form, sehingga jawaban peserta didik bisa langsung diintegrasikan ke dalam format penilaian google sheet. Guru


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 129 tidak perlu melakukan koreksi lagi, karena secara otomatis sudah muncul jawaban yang benar dan salah serta nilai yang diperoleh peserta didik. Struktur Komponen Penilaian Pada Jurnal Autentik Komponen penilaian pada jurnal autentik meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Penilaian sikap dan pembentukan karakter didasarkan pada kompetensi inti satu dan dua mengenai sikap spiritual dan sikap sosial yaitu disiplin, mandiri, peduli, toleransi dan taat beribadah (Adianto et al., 2020). Penilaian autentik aspek sikap terdiri dari tiga kategori antara lain. 1) Observasi harian, berupa pengamatan, tanya jawab secara langsung dan laporan pribadi peserta didik. Pengamatan dilakukan dengan menuliskan sikap dan tingkah laku peserta didik yang menonjol baik dari sisi positif maupun negatif. 2) Penilaian diri, digunakan untuk peserta didik mengonfirmasi perilaku pada aspek spiritual yaitu membagikan laman google form berisi komponen aktivitas yang dinilai sesuai dengan kondisi dan keadaan peserta didik dalam kehidupan seharihari. 3) Penilaian antar teman, digunakan untuk peserta didik saling menilai perilaku keseharian teman sekelasnya, dan dapat dilakukan dalam pembelajaran berkelompok. Guru membagikan laman google form kepada setiap siswa yang akan digunakan untuk menilai sikap dan perilaku temannya, dan hasilnya dapat diintegrasikan dalam format penilaian pada dokumen google sheet. Berdasarkan panduan penilaian kurikulum 2013 untuk sekolah dasar, penilaian pengetahuan dan ketrampilan dapat dilaksanakan secara terpadu dan saling berkaitan. Pada saat guru melaksanakan penilaian ketrampilan maka secara langsung juga dapat mengukur penilaian pengetahuan. Penilaian autentik aspek pengetahuan terdiri dari tiga kategori sebagai berikut. 1) Penilaian Harian, dilakukan dalam bentuk ujian tertulis, ujian lisan, dan tugas. Teknik Penilaian berbentuk tes tulis disusun berupa pilihan ganda, isian singkat atau uraian, tes lisan disusun dengan menyiapkan daftar pertanyaan serta untuk penugasan berupa tugas yang dikerjakan secara individu pada buku siswa. Penilaian harian berupa tes tertulis dilakukan untuk setiap Kompetensi Dasar (KD) artinya setiap tema satu kali tes tertulis sehingga dalam semester genap terdapat empat kali tes tertulis. 2) Penilaian Tengah Semester (PTS), dilakukan setelah menyelesaikan pembelajaran pada tema 5 dan tema 6 yang


130 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar berbentuk tes tertulis. Soal PTS disusun berdasarkan Kompetensi Dasar pada kedua tema tersebut. Pelaksanaan PTS dijadwalkan secara serentak dalam satu sekolah. 3) Penilaian Akhir Semester (PAS), dilakukan setelah menyelesaikan pembelajaran selama satu semester yang berbentuk tes tertulis. Soal PAS yang disusun mengacu pada Kompetensi Dasar pada tema 5, tema 6, tema 7, dan tema 8. Penilaian Akhir Semester bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah melaksanakan proses pembelajaran di semester genap. Penilaian autentik aspek keterampilan terdiri dari empat kategori yaitu. 1) Penilaian praktik, dengan cara mengamati aktivitas peserta didik ketika melaksanakan kompetensi yang bertujuan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam proses kerja dan mendemonstrasikan keahlian suatu kegiatan. Contoh kegiatan praktik pada pembelajaran Bahasa Indonesia semester genap adalah membaca puisi dan menceritakan kembali isi dongeng yang telah dipelajari. 2) Penilaian produk, dilaksanakan dengan menerapkan pengsemesetahuan menjadi produk sesuai dengan kriteria yang disusun baik pada proses dan hasil akhir produk, serta mengacu pada kualitas produk yang diolah dan dihasilkan. Contoh penilaian produk pada pembelajaran Bahasa Indonesia semester genap adalah membuat puisi bertema alam, dengan kriteria penilaian seperti ketepataan isi, keindahan diksi, dan makna yang dapat diambil. 3) Penilaian proyek, dilaksanakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu proyek dalam jangka waktu tertentu. Penilaian proyek dilakukan dalam beberapa tahap, dimulai dengan kegiatan merencanakan, mengumpulkan data, mengorganisasikan data, mengolah data, menyajikan dan melaporkan data. Penilaian proyek dapat dilaksanakan dengan menggabungkan beberapa tema, sehingga proyek yang dilaksanakan dalam satu waktu dapat menilai beberapa pengetahuan. Hasil proyek digunakan untuk menilai kemampuan siswa secara berkelompok dalam mengomunikasikan temuan, seperti mempresentasikan hasil melalui presentasi dan laporan tertulis. Contoh penilaian proyek pada pembelajaran Bahasa Indonesia semester genap yaitu membuat pertunjukkan musikalisasi puisi. 4) Penilaian portofolio dilakukan dengan menilai kumpulan hasil karya peserta didik untuk mengetahui minat dan kreativitas selama pembelajaran dalam waktu tertentu (Fatonah, 2016).


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 131 Langkah Menyusun Jurnal Autentik Berbasis Spreadsheet Jurnal autentik berbasis spreadsheet sebagai model penilaian menggunakan berbagai teknik sesuai dengan tujuan pembelajaran di setiap tema. Langkah yang dilakukan guru dalam menyusun penilaian: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) tindak lanjut. Langkah pertama, perencanaan jurnal autentik diawali dengan kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi (IPK) pada tema 5, tema 6, tema 7, dan tema 8. Kemudian menentukan teknik instrumen yang sesuai dalam proses penilaian seperti tes tulis, tes lisan, tugas produk, tugas proyek, dan sebagainya. Kegiatan menyusun sheet penilaian pada kolom penilaian sikap, setiap tema diperuntukkan menilai satu sikap spiritual dan satu sikap sosial yang berbeda. Kolom penilaian pengetahuan dan ketrampilan disusun secara terpadu untuk setiap subtema. Kegiatan akhir pada tahap perencanaan yaitu menyusun rubrik penilaian (sikap, pengetahuan dan ketrampilan), kriteria penskoran, dan instrumen penilaian (kisi-kisi, soal, kunci jawaban). Langkah kedua, pelaksanaan penilaian autentik dengan melakukan rangkaian aktivitas penilaian sesuai instrumen yang telah disusun pada jurnal autentik. Jadi selama proses pembelajaran, guru mengisi jurnal autentik pada google sheet secara online sesuai penilaian yang sedang dilakukan. Langkah ketiga, kegiatan tindak lanjut setelah melakukan penilaian berupa menuliskan catatan ketercapaian terhadap penilaian yang dilakukan, dan refleksi terhadap pembelajaran baik pada proses dan hasil belajar peserta didik di semester genap. SIMPULAN Jurnal Autentik berbasis spreadsheet berisi instrumen penilaian muatan pelajaran Bahasa Indonesia kelas II semester genap menggunakan berbagai teknik sesuai tujuan pembelajaran di setiap tema. Jurnal Autentik memiliki beberapa komponen yaitu: 1) halaman sampul, 2) daftar sheets, 3) identitas pembelajaran, 4) penilaian meliputi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan, 5) jadwal pelaksanaan penilaian, 6) catatan ketercapaian penilaian, 7) evaluasi penilaian hasil belajar. Jurnal autentik berbasis spreadsheet ini memungkinkan guru kelas dan guru muatan pelajaran melakukan penilaian dalam satu dokumen, dan guru


132 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar juga bisa saling mengisi komponen penilaian dalam waktu yang bersamaan. DAFTAR PUSTAKA Adianto, S., Ikhsan, M., & Oye, S. (2020). Penilaian autentik pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Teknologi Pembelajaran, 7(2), 133-142. Andriani, D., Hamdu, G., & Karlimah. (2021). Analisis rubrik penilaian berbasis education for sustainable development dan konteks berfikir sistem di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4), 1321-1336. Astuti, S. I., & Darsinah. (2018). Penilaian berbasis kurikulum 2013 Di SD Negeri Mangkubumen Kidul no.16 Surakarta. Jurnal Managemen Pendidikan, 13(2), 165-174. Ekoati, E.S., Zulaeha, I., Rakhman, F., & Subyantoro. (2020). The necessity of the indonesian language authentic assessment model development based on the teacher interview results. Social Science, Education and Humanities Research, 574. Fatonah, S. (2016). Evaluasi pelaksanaan asesmen otentik kurikulum 2013 di MI Yogyakarta. AL-BIDAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(2), 113-128. Kemendikbud. (2013). Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 66 tahun 2013 tentang standar penilaian pendidikan. Jakarta: Kemendikbud. Mutiya, N., Musa, N. M. I., & Yamin. (2018). Pelaksanaan penilaian autentik kurikulum 2013 pada pembelajaran tematik SD Gugus Markisa Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(01), 108-113. Nisrokha. (2018). Authentic assessment (penilaian otentik). Jurnal Madaniyah, 8(02) Edisi Agustus 2018. Purwati, Panca Dewi, dkk. (2021). AKM kelas jenjang sekolah dasar sarana pemacu peningkatan literasi peserta didik. Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum, 19(01), 13-24. Riadi, Akhmad. (2017). Problematika sistem evaluasi pembelajaran. Jurnal Kopertis Wilayah XI, 15(27) April 2017. Safitri, D., & Oktavia, M. (2017). Implementasi penilaian autentik kurikulum 2013 (studi kasus guru IPS di SMP Labschool Jakarta). Edukasi IPS, 1(1), 31-40. Tim direktorat pembinaan SD. (2018). Panduan penilaian untuk sekolah dasar (SD). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 133 GLOSARIUM Adaptif : Mudah menyesuaikan (diri) dengan keadaan Afektif : Ranah sikap, berkenaan dengan perasaan Akademik : Akademis Akurat : Ketepatan bukti yang digunakan dalam pemeriksaan. Alternatif : Pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan Aplikasi : Program komputer atau perangkat lunak yang didesain untuk mengerjakan tugas tertentu. Autentik : Bentuk tidak baku: otentik, yaitu dapat dipercaya. Asli; tulen. Sah. Autentik : Pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Bahan Ajar : Bahan pelajaran yang disusun secara sistematis, digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran Bait : Satu kesatuan dalam puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat baris banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat Berbasis : Mempunyai basis; berdasarkan pada Bernteraksi : Mengadakan interaksi Berpikir kreatif : Cara berpikir yang dimiliki oleh seseorang dengan tujuan untuk menciptakan ide-ide atau hal-hal yang baru atau berbeda


134 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Berpikir kritis : Sebuah kemampuan untuk berpikir secara rasional dan tertata yang bertujuan untuk memahami hubungan antara ide dan/atau fakta Buku ajar : Buku pegangan untuk suatu matakuliah yang ditulisdan disusun oleh pakar bidang terkait dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebar luaskan Buku tematik : Buku yang digunakan dalam pembelajaran kurikulum 2013 yang digolongkan menjadi buku guru dan buku siswa. Cheklist : Daftar tabel cek Deduktif : Bersifat deduksi ( penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum penyimpulan dari yang umum ke yang khusus) Deskriptif : Bersifat menggambarkan apa adanya Diksi : Pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan) Dongeng : Cerita yang tidak benar-benar terjadi Efektif : Dapat membawa hasil; berhasil guna (tentangusaha, tindakan); Efisien : Tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya) Eksplorasi : Kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru. E-modul : Penyajian materi belajar mandiri yang disajikan secara elektronik dan sistematis Fabel : Cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti)


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 135 Faktual : Berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran Hardskill : Keterampilan khusus yang bisa dipelajari dan terukur, misalnya mengoperasikan software tertentu, umumnya bisa dipelajari dan dikembangkan melalui pendidikan formal Hierarkis : Bersifat hierarki (urutan tingkatan atau jenjang jabatan (pangkat kedudukan); organisasi dengan tingkat wewenang dari yang paling bawah sampai yang paling atas; deretan tataran biologis, seperti famili, genus, spesies) HOTS : Soal yang memerlukan kemampuan analisis tinggi Ilustrasi : Gambaran untuk membantu memperjelas isi buku, karangan dan sebagainya; (penjelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dan sebagainya untuk lebih memperjelas paparan (tulisan dan sebagainya) Indikator : Sesuatu yang dapat memberikan (menjadi) petunjuk atau keterangan Inovasi : Penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat) Inovatif : Bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru; bersifat pembaruan (kreasi baru) Instrumen : Alat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu (seperti alat yang dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia); perkakas. Sarana penelitian (berupa seperangkat tes dan sebagainya) untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan.


136 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Integrasi : Penggabungan aktivitas, program, atau komponen perangkat keras yang berbeda ke dalam satu unit fungsional. Integratif : Bersifat integrasi (pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat; penggabungan aktivitas, program, atau komponen perangkat keras yang berbeda ke dalam satu unit fungsional) Interaksi : Hal saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi; antarhubungan Interaktif : Komunikasi dua arah yang mana berupa saling melakukan aksi hingga memiliki hubungan timbal balik yang aktif antar orang yang melakukan komunikasi Intergrasi : Pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat Interkorelasi : Hubungan yang kuat antara satu variabel bebas atau variabel prediktor dengan variabel prediktor lainnya di dalam sebuah model regresi Intonasi : Tinggi rendahnya suatu nada pada kalimat yang memberikan penekanan dalam katakata tertentu di suatu kalimat. Kaidah : Aturan yang sudah pasti Kajian : Kegiatan untuk menilai atau mengetahui kesiapan, kemanfaatan, dampak, dan implikasi sebelum dan/atau sesudah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diterapkan Karakter : Sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak Keharmonisan : Tentang (keadaan) harmonis; keselarasan; keserasian Kias : Perbandingan (persamaan); ibarat; contoh yang telah ada (terjadi)


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 137 Kognisi : Kegiatan atau proses mengolah pengetahuan Kognitif : Berhubungan dengan atau melibatkan kognisi; berdasar kepada pengetahuan faktual yang empiris Kolaboratif : Bersifat kolaborasi ((perbuatan) kerja sama (dengan musuh dan sebagainya); (perbuatan) kerja sama untuk membuat sesuatu). Kompetensi : Kemampuan menguasai gramatika suatu bahasa secara abstrak atau batiniah. Komprehensif : Luas dan lengkap (tentang ruang lingkup atau isi). Komunikasi : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami Komunikatif : Dalam keadaan saling dapat berhubungan (mudah dihubungi); mudah dipahami (dimengerti) Konkret : Nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya) Konsentrasi : Pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal Konsisten : Tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; selaras; sesuai Konten : Informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik Konversi : Proses perubahan dari satu bentuk atau format ke bentuk atau format yang lain. Kosakata : Perbendaharaan kata Kreatif : Memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; bersifat (mengandung) daya cipta Kritis : Bersifat tidak lekas percaya, bersifat selalu berusaha


138 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar menemukan kesalahan atau kekeliruan, tajam dalam penganalisis. Logis : Sesuai dengan logika Lugas : Mengenai yang pokok-pokok (yang perluperlu) saja; tidak berbelit-belit Materi ajar : Segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran Memanipulasi : Mengatur (mengerjakan) dengan cara yang pandai sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki Memonitor : Mengawasi, mengamati, atau mengecek dengan cermat, terutama untuk tujuan khusus; mengatur atau mengontrol kerja suatu mesin, proses, dan sebagainya; mengecek atau mengatur volume bunyi atau suara dalam merekam mencakup petunjuk kegiatan belajar mandiri berdasarkan bahan ajar, metode, tujuan Mendeskripsikan : Pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan rinci Mengeksplorasi : Mengadakan penyelidikan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru Mengekspresikan : Mengungkapkan (gagasan, maksud, perasaan, dan sebagainya) dengan gerak anggota badan, air muka, kata-kata, dan sebagainya Mengevaluasi : Memberikan penilaian; menilai Merefleksikan : Mencerminkan Metakognitif : Kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif


Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar 139 Metode : Cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki Mitra tutur : Orang yang menjadi sasaran sekaligus kawan penutur Modifikasi : Pengubahan Modul : Kegiatan program belajar-mengajar yang dapat dipelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal dari guru pembimbing, meliputi perencanaan tujuan yang akan dicapai secara jelas, penyediaan materi pelajaran, alat yang dibutuhkan, serta alat untuk penilai, mengukur keberhasilan murid dalam penyelesaian pelajaran Motivasi : Dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu Motorik : Bersangkutan dengan penggerak Naratif : Bersifat narasi; bersifat menguraikan (menjelaskan dan sebagainya); prosa yang subjeknya merupakan suatu rangkaian kejadian Objektif : Mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi Online : Dalam jaringan, perangkat elektronik yang terhubung ke jaringan internet. Operasional : Secara (bersifat) operasi; berhubungan dengan operasi Orientasi : Peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar; pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan Paragraf : Bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan


140 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar penulisannya dimulai dengan garis baru); alinea Penguatan : Cara, proses, perbuatan menguati atau menguatkan Penutur : Orang yang bertutur; orang yang berbicara; orang yang mengucap atau mengucapkan Persepsi : Proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya Populer : Dikenal dan disukai orang banyak (umum) Portofolio : Kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Pragmatik : Cabang linguistik yang mempelajari hubungan antara konteks luar bahasa dan maksud tuturan melalui penafsiran terhadap situasi penuturannya. Problem Based Learning : Pembelajaran berbasis masalahh Produktif : Bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar) Publikasi : Penerbitan Quizizz : Kuis interaktif yang diselesaikan atau dikerjakan secara online. Rebah : Bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring Referensi : Suatu informasi yang dapat dijadikan sebagai rujukan atau sumber acuan untuk mempertegas suatu pernyataan yang disampaikan Relevan : Kait-mengait; bersangkut-paut; berguna secara langsung Relevansi : Hubungan; kaitan


Click to View FlipBook Version