The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fahrulw2, 2021-01-13 05:50:28

SISTEM REM

SISTEM REM

MODUL PEMBELAJARAN

TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF

2020 SISTEM

EDITION REM
TKRO

LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU KABUPATEN BANYUMAS

SMK MA’ARIF NU 1 AJIBARANG

Jl. Raya Ajibarang Km 1, Ajibarang, Banyumas, 53163, Telp./Faks. (0281) 571284
E-Mail : [email protected]; Website http://www.smkmaarifnu1ajibarang.sch.id

KATA PENGANTAR

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan
modul manual.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan. Salah satunya saat ini
telah diterapkan pendekatan kompetensi atau sering dikenal dengan pembelajaran
berbasis kompetensi. Untuk mendukung proses pembelajaran berbasis kompetensi
tersebut, maka diperlukan adanya buku modul.

Modul ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas workshop pada tanggal 7
sampai tanggal 8 januari 2021 di sekolah SMK Ma’arif NU Ajibarang. Modul ini
berisikan (konten) yang di ambil dari internet dengan berbagai sumber hanya
copy/paste dan edit.

Modul Pemeliharaan/servis system Rem ini menggunakan Pembelajaran
Berbasis Kompetensi sebagai pendekatan untuk mendapatkan keterampilan yang
sesuai di tempat kerja. Pembelajaran Berbasis Kompetensi memfokuskan pada
keterampilan seseorang yang harus dimiliki di tempat kerja. Fokusnya adalah
pada pencapaian keterampilan dan bukan berapa lama waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikannya.

Semoga modul pembelajaran ini dapat bermanfaat untuk kemajuan sekolah
dan dunia pendidikan terutama pada SMK.

Banyumas, Januari 2021
Penyusun

Sistem Rem ii

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
PETA KEDUDUKAN MODUL ........................................................................ v
DAFTAR JUDUL MODUL ............................................................................. vi
MEKANISME PEMELAJARAN ....................................................................... ix
GLOSSARIUM ............................................................................................ x

BAB. I PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI ………………………………………………………………………… 1
B. PRASYARAT………………………………………………………………………... 1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL………………………………………… 1
1. Petunjuk Bagi Siswa ……………………………………………………… 2
2. Petunjuk Bagi Guru ………………………………………………………. 2
D. TUJUAN AKHIR………………………………………………………………….. 3
E. KOMPETENSI……………………………………………………………………. 4
F. CEK KEMAMPUAN………………………………………………………………. 7

BAB. II PEMELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR SISWA…………………………………………………… 8
B. KEGIATAN BELAJAR……………………………………………………………… 9
Kegiatan Belajar 1.
a. Tujuan kegiatan belajar ………………………………………………………. 9
b. Uraian materi ………………………………………………………………….… 9
c. Rangkuman ………………………………………………………………………. 20
d. Tugas ………………………………………………………………………………. 20
e. Tes formatif …………………………………………………………………….. 20

Sistem Rem iii

f. Kunci jawaban formatif …………………………………………………..... 22
g. Lembar kerja………………………………………………………………….. 24

Kegiatan Belajar 2.
a. Tujuan kegiatan belajar ........................................................ 26
b. Uraian materi ........................................................................ 26
c. Rangkuman ......................................................................... 43
d. Tugas .................................................................................. 44
e. Tes formatif ......................................................................... 44
f. Kunci jawaban formatif ......................................................... 45
g. Lembar kerja ........................................................................ 47

Kegiatan Belajar 3.
a. Tujuan kegiatan belajar ......................................................... 49
b. Uraian materi ………................................................................ 49
c. Rangkuman …………….. ........................................................... 53
d. Tugas ………………….. .............................................................. 53
e. Tes formatif ……….. ............................................................... 53
f. Kunci jawaban formatif ......................................................... 54
g. Lembar kerja ........................................................................ 54

BAB. III EVALUASI
A. INSTRUMEN PENILAIAN ......................................................... 56
B. KUNCI JAWABAN .................................................................... 57
C. KRITERIA KELULUSAN ............................................................ 58

BAB. IV PENUTUP ................................................................................ 60

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 61

Sistem Rem iv

Sistem Rem OPKR 40-016 B PETA KEDUDUKAN MODUL
OPKR 30-007 B OPKR 40-014 B
OPKR 20-001 B OPKR 30-014 B OPKR 40-009 B OPKR 50-019 B A. Diagram Pencapaian Kompetensi
OPKR 20-012 B OPKR 30-010 B OPKR 40-004 B OPKR 50-011 B Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi
OPKR 30-003 B OPKR 40-003 B OPKR 50-006 B yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun, serta
kemungkinan multi entry–multi exit yang dapat diterapkan.
OPKR 30-013 B OPKR 50-009 B
OPKR 30-004 B OPKR 50-007 B
OPKR 20-011 B OPKR 20-017 B OPKR 30-002 B OPKR 40-002 B OPKR 40-008 B OPKR 40-012 B OPKR 50-002 B
OPKR 20-010 B OPKR 20-014 B OPKR 30-001 B OPKR 40-001 B

OPKR 10-018 B

OPKR 10-006 B OPKR 10-003 B

OPKR 10-017 B OPKR 10-005 B OPKR 10-001 B OPKR 10-002 B
OPKR 10-016 B OPKR 10-010 B OPKR 10-009 B OPKR 10-018 B
OPKR 40-017 B OPKR 40-019 B

OPKR 50-001 B

v

Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi

Kode Kompetensi Judul Modul

OPKR 10-001B Pelaksanaan pemeliharaan/ servis Pelaksanaan pemeliharaan/ servis

komponen komponen

OPKR 10-002B Pemasangan sistem hidrolik Pemasangan sistem hidrolik
OPKR 10-003B Pemeliharaan/servis sistem Pemeliharaan/servis sistem hidrolik
hidrolik
OPKR 10-005B Pemeliharaan/servis dan per- Pemeliharaan/servis dan perbaikan
baikan kompresor udara dan kompresor udara dan komponen-
komponen-komponennya komponennya

OPKR 10-006B Melaksanakan prosedur penge- Melaksanakan prosedur pengelasan,
OPKR 10-009B lasan, pematrian, dan pemo- pematrian, dan pemotongan dengan
tongan dengan panas dan panas dan pemansan
pemansan
Pembacaan dan pemahaman Pembacaan dan pemahaman gambar
gambar teknik teknik

OPKR 10-010B Penggunaan dan pemeliharaan Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur
alat ukur

OPKR 10-016B Mengikuti prosedur kesehatan Mengikuti prosedur kesehatan dan
dan keselamatan kerja keselamatan kerja

OPKR 10-017B Penggunaan dan pemeliharaan Penggunaan dan pemeliharaan peralatan
peralatan dan perlengkapan dan perlengkapan tempat kerja
OPKR 10-018B tempat kerja
OPKR 10-019B Konstribusi komunikasi di tempat Konstribusi komunikasi di tempat kerja
kerja
Pelaksanaan operasi penanganan Pelaksanaan operasi penanganan secara
secara manual manual

OPKR 20-001B Pemeliharaan/servis engine dan Pemeliharaan/servis engine dan
komponen-komponennya komponen-komponennya

OPKR 20-010B Pemeliharaan/servis sistem Pemeliharaan/servis sistem pendingin
OPKR 20-011B pendingin dan komponen- dan komponen-komponennya
komponennya
Perbaikan sistem pendingin dan Perbaikan sistem pendingin dan
komponen-komponennya komponen-komponennya

Sistem Rem vi

Kode Kompetensi Judul Modul

OPKR 20-012B Overhaul komponen sistem Overhaul komponen sistem pendingin
pendingin

OPKR 20-014B Pemeliharaan/servis sistem bahan Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar

bakar bensin bensin

OPKR 20-017B Pemeliharaan/servis sistem injeksi Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan

bahan bakar diesel bakar diesel

OPKR 30-001B Pemeliharaan/servis kopling dan Pemeliharaan/servis kopling dan

komponen-komponennya sistem komponen-komponennya sistem

pengoperasian pengoperasian

OPKR 30-002B Perbaikan kopling dan komponen- Perbaikan kopling dan komponen-

komponennya komponennya

OPKR 30-003B Overhaul kopling dan komponen- Overhaul kopling dan komponen-
komponennya komponennya

OPKR 30-004B Pemeliharaan/servis transmisi Pemeliharaan/servis transmisi manual

manual

OPKR 30-007B Pemeliharaan/servis transmisi Pemeliharaan/servis transmisi otomatis

otomatis

OPKR 30-010B Pemeliharaan/servis unit final Pemeliharaan/servis unit final drive/
drive/gardan gardan

OPKR 30-013B Pemeliharaan/servis poros roda Pemeliharaan/servis poros roda

penggerak penggerak

OPKR 30-014B Perbaikan poros penggerak roda Perbaikan poros penggerak roda

OPKR 40-001B Perakitan dan pemasangan sistem Perakitan dan pemasangan sistem rem
rem dan komponen-komponennya dan komponen-komponennya

OPKR 40-002B Pemeliharaan/servis sistem rem Pemeliharaan/servis sistem rem

OPKR 40-003B Perbaikan sistem rem Perbaikan sistem rem

OPKR 40-004B Overhaul komponen sistem rem Overhaul komponen sistem rem

OPKR 40-008B Pemeriksaan sistem kemudi Pemeriksaan sistem kemudi

OPKR 40-009B Perbaikan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi

OPKR 40-012B Pemeriksaan sistem suspensi Pemeriksaan sistem suspensi

OPKR 40-014B Pemeliharaan/servis sistem Pemeliharaan/servis sistem suspensi

suspensi

OPKR 40-016B Balans roda/ban Balans roda/ban

Sistem Rem vii

Kode Kompetensi Judul Modul

OPKR 40-017B Melepas, memasang dan me- Melepas, memasang dan menyetel roda
OPKR 40-019B nyetel roda
Pembongkaran, perbaikan, dan Pembongkaran, perbaikan, dan
OPKR 50-001B pemasangan ban luar dan ban pemasangan ban luar dan ban dalam
OPKR 50-002B dalam
OPKR 50-007B Pengujian, pemeliharaan/servis Pengujian, pemeliharaan/servis dan
dan penggantian baterai penggantian baterai
OPKR 50-008B Perbaikan ringan pada rangkai- Perbaikan ringan pada rangkaian/ sistem
an/sistem kelistrikan kelistrikan
OPKR 50-009B Pemasangan, pengujian, dan Pemasangan, pengujian, dan perbaikan
OPKR 50-011B perbaikan sistem penerangan dan sistem penerangan dan wiring
OPKR 50-019B wiring
Pemasangan, pengujian, dan Pemasangan, pengujian, dan perbaikan
perbaikan sistem pengaman ke sistem pengaman ke listrikan dan
listrikan dan komponennya komponennya
Pemasangan kelengkapan Pemasangan kelengkapan kelistrikan
kelistrikan tambahan (assesoris) tambahan (assesoris)
Perbaikan sistem Pengapian Perbaikan sistem Pengapian
Memelihara/servis sistem AC (Air Memelihara/servis sistem AC (Air
Conditioner) Conditioner)

B. Kedudukan Modul
Modul dengan kode OPKR 40-002 B tentang “Pemeliharaan/Servis Sistem
Rem” ini merupakan prasyarat untuk menempuh modul OPKR 40-003 B.

Sistem Rem viii

MEKANISME PEMELAJARAN

Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme
pemelajaran sebagai berikut:

START

Lihat Kedudukan
Modul

Lihat Petunjuk
Penggunaan Modul

Kerjakan
Cek Kemampuan

Nilai ≥ 7 Y

T
Kegiatan Belajar 1

Kegiatan Belajar n
Kerjakan
Evaluasi

T Nilai ≥ 7 Y Modul
berikutnya/Uji

Kompetensi

Sistem Rem ix

GLOSSARY

 Booster rem : Komponen pada sistem rem yang berfungsi mengurangi
 Disc Brake tenaga pengereman yang diperlukan oleh pengemudi.
 Master Silinder
: Rem cakram banyak digunakan pada rem depan.
 Pedal Rem : Bagian dari sistem rem yang berfungsi untuk
 Pipa-pipa rem
 Rem membangkitkan gaya tekan yang telah dipompa ke roda-
 Slang Fleksibel roda melalui pipa-pipa dan slang rem.
 Minyak rem : Bagian dari rem yang berfungsi menekan minyak rem dari
master silinder ke silinder roda.
: Menyalurkan minyak rem dari master silinder ke silinder
roda.
: Bagian dari kendaraan yang berfungsi untuk
memperlambat dan menghentikan jalannya kendaraan.
: Untuk menghubungkan pipa rem ke silinder roda untuk
mengimbangi gerakan suspensi.
: Adalah cairan rem yang digunakan untuk meneruskan gaya
rem.

Sistem Rem x

BAB. I
PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI
Modul pemeliharaan/servis sistem rem dengan kode 40-002 B berisi materi

dan informasi tentang cara kerja sistem rem, sistem rem dan komponennya yang
perlu dipelihara/diservis dan langkah kerja pemeliharaan/ servis rem dan
komponennya. Materi ini diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi
yang cukup agar siswa mudah memahami materi yang disampaikan.

Modul ini disusun dalam 3 kegiatan belajar, setiap kegiatan belajar berisi
materi, dan di akhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi,
dilanjutkan tes formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai
indikator penguasaan materi, jawaban tes kemudian diklarifikasi dengan kunci
jawaban. Guna melatih ketrampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa
dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada.

Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai
kompetensi pemeliharaan/servis sistem rem dan komponennya. Siswa dapat
melanjutkan ke modul berikutnya bila memenuhi kriteria kelulusan.

B. PRASYARAT
Untuk mempelajari modul ini siswa dipersyaratkan mempelajari dahulu modul:
 OPKR – 10 – 016 B tentang mengikuti prosedur kesehatan dan
keselamatan kerja.
 OPKR – 10 – 017 B tentang penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan
perlengkapan tempat kerja.
 OPKR – 10 – 018 B tentang kontribusi komunikasi di tempat kerja.
 OPKR – 40 – 001 B tentang perakitan dan pemasangan sistem rem dan
komponen-komponennya.
Modul ini juga menjadi prasyarat untuk mempelajari modul-modul berikutnya,
sesuai dengan diagram pencapaian kompetensi dan peta kedudukan modul.

Sistem Rem 1

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
a. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda
kuasai, sebelum membaca modul lebih lengkap.
b. Bacalah modul secara seksama setiap kegiatan belajar, bila ada uraian
yang kurang jelas silahkan bertanya pada guru/instruktur
c. Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar, untuk
mengetahui seberapa jauh/besar pemahaman saudara terhadap materi
yang disampaikan, klarifikasi hasil jawaban saudara pada kumpulan
lembar jawaban yang ada.
d. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja.
e. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila
terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja.
f. Lakukan latihan dengan cermat, teliti dan hati-hati. Jangan melakukan
pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar.
g. Bila saudara siap mintalah guru untuk menguji kompetensi saudara.
2. Petunjuk Bagi Guru
Dalam setiap kegiatan belajar guru/instruktur berperan untuk:
a. Membantu perserta diklat/siswa dalam merencanakan proses belajar.
b. Membimbing peserta diklat/siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar.
c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik dan
menjawab pertanyaan peserta diklat/siswa mengenai proses belajar.
d. Membantu peserta diklat/siswa untuk menentukan dan mengakses
sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan.

D. TUJUAN AKHIR
Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai

kompetensi:Memelihara/servis sistem rem dan komponen-komponennya.

Sistem Rem 2

E. KOMPETENSI

KOMPETENSI : Pemeliharaan/Servis Sistem Rem
KODE : OPKR-40-002 B
DURASI PEMELAJARAN : 60 Jam @ 45 menit

LEVEL KOMPETENSI KUNCI A B C
1 - 3

KONDISI KINERJA 1. Batasan konteks
 Standar kompetensi ini digunakan untuk kendaraan

2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:
 Spesifikasi pabrik kendaraan
 SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan
 Spesifikasi produk/komponen pabrik
 Kebutuhan pelanggan
 Kode area tempat kerja
 Perundang-undangan pemerintah
 Lembaran data keamanan bahan

1. Pelaksanaan K3 harus memenuhi:
 Undang-unadang tentang K3 (Keselamatan dan Kes
 Penghargaan di bidang industri

2. Sumber-sumber dapat termasuk:
 Peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga/
 Perlengkapan pengangkat dan penunjang, penguji

5. Kegiatan
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja n
 Tes jalan, tes tekanan, tes sistem kelistrikan
 Penilaian pendengaran, visual dan cara kerja fungs

Sistem Rem

D E FG
- 1 21

n ringan. Pada unit ini tidak menggunakan komponen elektrikal/electronik rem ABS.

sehatan Kerja)

/power tools, perlengkapan penghisap debu
rem, skid pan.
normal dan harus termasuk:
si (meliputi: kebocoran oil, keausan, kerusakan dan korosi)

4

 Pengukuran
6. Persyaratan spesifik

 Cairan, mekanis, pengoperasian pneumatis dan vac
 Sistem kestabilan
7. Variabel lain termasuk:
 Brake pad, silinder utama, sepatu rem, kaliper rem
 Surat ijin mengemudi yang berlaku.

Sistem Rem

cum, tekanan, sistem rem ganda
m, pipa/selang rem, perlengkapan penggerak mekanis rem

5

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR

1. Memelihara/ servis  Pemeliharaan/servis sistem  Cara kerja sistem rem
sistem rem dan rem dan komponen-  Sistem rem dan komponen-
komponen- komponennya dilaksanakan
komponennya. tanpa menyebabkan keru- nya yang perlu dipelihara/
sakan terhadap komponen/ diservis
sistem lainnya.  Data spesifikasi pabrik.
 Langkah kerja pemeliharaan/
 Informasi yang benar di- servis sistem rem dan
akses dari spesifikasi pabrik komponennya sesuai SOP, K
dan dipahami. 3, peraturan dan prosedur/
kebijakan perusahaan.
 Sistem rem dan komponen-
nya dipelihara/servis dilaksa-
nakan dengan menggunakan
metode, perlengkapan dan
material yang ditetapkan
berdasarkan spesifikasi
pabrik.

 Data yang tepat dilengkapi
sesuai hasil pemeliharaan/
servis.

F. CEK KEMAMPUAN
Sebelum mempelajari modul OPKR-40-002B, isilah dengan cek
sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan:

Sistem Rem

MATERI POKOK PEMELAJARAN

SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN

 Mematuhi langkah kerja  Prinsip-prinsip kerja sistem  Melaksanakan pemeliha-
raan/servis sistem rem
pemeliharaan/servis rem. dan komponen-
komponennya secara
sistem rem dan kompo-  Prosedur pemeliharaan/ berkala

nennya sesuai SOP, K 3, servis termasuk inspeksi

peraturan dan prosedur/ visual, membuang udara

/ kebijakan perusahaan dan penyetelan.

 Melaksanakan kegiatan  Jenis cairan rem dan peng-

K yang kompleks dan tidak gunaannya.

rutin; menjadi mandiri  Informasi teknik yang

dan bertanggung jawab sesuai.

untuk pekerjaan yang  Tanda peringatan terhadap

lainnya debu rem.

 Persyaratan keamanan

perlengkapan kerja.

 Persyaratan keamanan

kendaraan.

 Persyaratan lingkungan

untuk pembuangan limbah.

 Tipe dari bahan rem dan

potensi bahayanya.

k list () kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan

6

Sub Kompetensi Pernyataan

Memelihara/servis 1. Saya mampu menjelaskan tentang
sistem rem dan a. Memeriksa tinggi permukaan m
komponennya b. Pengeluaran udara dari saluran
c. Mengganti minyak rem
d. Memeriksa dan menyetel tingg

2. Saya mampu menjelaskan tentang
a. Mengganti pad rem piringan
b. Mengganti sepatu rem

3. Saya mampu menjelaskan tentang
dan penyetelan gerakan tuas rem

Apabila peserta diklat menjawab Tidak pada salah jawaban, m

Sistem Rem

Jawaban Bila jawaban
Ya Tidak ‘Ya’, kerjakan
Soal Tes Formatif 1
g prosedur:
minyak rem Soal Tes Formatif 2
n rem hidraulis

gi pedal rem
g prosedur:

g pemeriksaan Soal Tes Formatif 3
tangan

maka pelajari modul ini.

7

BAB. II
PEMELAJARAN

A. RENCANA BELAJAR SISWA
Rencanakan kegiatan belajar saudara dengan baik, silahkan konsultasi dengan
guru/instruktur untuk menentukan rencana belajar sesuai tingkat kesulitan
saudara berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan.
Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana
belajar saudara.

Jenis Tanggal Waktu Alasan Paraf
Kegiatan Tempat guru
Mempelajari
kegiatan perubahan
belajar 1
Mempelajari
kegiatan
belajar 2
Mempelajari
kegiatan
belajar 3
Uji
kompetensi

Sistem Rem 8

B. KEGIATAN BELAJAR

Kegiatan Belajar 1

a. Tujuan Kegiatan Belajar
Setelah mempelajari modul pada kegiatan belajar 1, peserta diklat/siswa
harus dapat:
1). Menjelaskan fungsi rem.
2). Menjelaskan prinsip kerja rem.
3). Memeriksa tinggi permukaan minyak rem.
4). Mengeluarkan udara dari saluran rem hidraulis.
5). Mengganti minyak rem.
6). Memeriksa dan menyetel tinggi pedal rem.
7). Memeriksa dan menyetel gerak bebas pedal rem.
8). Memeriksa jarak cadangan pedal rem.

b. Uraian Materi TUAS REM PARKIR
TEROMOL REM
BOOSTER REM

KATUP P PEDAL REM
REM PIRINGAN KABEL REM PARKIR

MASTER SILINDER

Gambar 1. Sistem rem
Tujuan dipasangnya rem pada kendaraan untuk memperlambat jalannya
kendaraan mengurangi kecepatan, berhenti atau memarkir kendaraan

Sistem Rem 9

pada jalan yang mendaki. Dengan kata lain melakukan kontrol terhadap
kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan merupakan alat
pengaman yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala.
Oleh karena itu baik atau tidaknya kemampuan rem secara langsung
menjadi persoalan yang sangat penting bagi pengemudi di waktu
mengendarai kendaraan. Jadi fungsi rem harus dapat mengatasi
kecepatan kendaraan yang meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan
tersebut di atas maka rem dipasangkan pada keempat rodanya. Adapun
rem yang digunakan untuk kendaraan harus memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut:
a. Dapat bekerja dengan baik dan cepat.
b. Bila muatan pada roda-roda sama besar, maka gaya pengeremannya

harus sama besar pula, bila tidak harus sebanding dengan muatan
yang diterima oleh roda-roda tersebut.
c. Dapat dipercaya dan mempunyai daya tekan yang cukup.
d. Rem itu harus mudah diperiksa dan disetel.

PRINSIP REM
Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin dibebaskan
(tidak dihubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung
tetap bergerak. Kelemahan ini harus dikurangi dengan maksud untuk
menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti. Mesin
mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk
menggerakkan kendaraan. Sebaliknya, rem mengubah energi kinetik
kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan.
Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan
penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking
effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek.

Sistem Rem 10

PANAS PUTARAN PANAS
PANAS PUS PANAS
H

PANAS PANAS

SEPATU TROMOL
REM

Gambar 2. Prinsip rem

TIPE REM
Rem yang dipergunakan pada kendaraan bermotor dapat digolongkan
menjadi beberapa tipe tergantung pada penggunaannya.
 Rem kaki (foot brake) digunakan untuk mengontrol kecepatan dan

menghentikan kendaraan.
 Rem parkir (parking brake) digunakan terutama untuk memarkir

kendaraan.
 Rem tambahan (auxiliary brake) digunakan pada kombinasi rem biasa

(kaki) yang digunakan pada truk diesel dan kendaraan berat.

Sistem Rem 11

PEMERIKSAAN TINGGI PERMUKAAN MINYAK REM
1. Periksa bahwa tinggi permukaan minyak rem pada master silinder

adalah diantara garis MIN dan MAX.
2. Jika tinggi permukaan minyak rem dibawah atau dekat garis

minimum, periksa kemungkinan terdapat kebocoran pada sistem
hidrolis dan tambahkan minyak rem hingga garis MAX.
a. Jangan menggunakan minyak rem yang telah lama disimpan

karena minyak rem adalah bahan yang mudah dipengaruhi cuaca.
Jangan lupa menutup dan memberi perapat pada tutup tempat
minyak rem.
b. Usahakan agar reservoir master silinder tidak kemasukkan
kotoran.
c. Bersihkan dengan air setiap minyak rem yang mengenai bagian
yang bercat karena minyak rem akan merusak cat.

Untuk Referensi

Mengapa Tinggi Permukaan Minyak Rem Menurun Walaupun Tidak Ada Kebocoran
Karena terjadi pembesaran volume di silinder roda.
Pipa-pipa rem dan rem piringan menjadi aus karena pemakaian rem. Sebagai akibat mekanisme
rem piringan yang dapat menyetel dengan sendirinya, sehingga kapasitas silinder kaliper bertambh
dengan bertambahnya keausan dari pad rem, piringan dan piston terdorong keluar. Kemudian
minyak rem mengalir dari master silinder ke silinder roda sehingga menyebabkan turunnya tinggi
minyak rem di dalam reservoir. Karena itulah perlu diperiksa secara berkala tinggi permukaan
minyak rem dan kalau perlu ditambah. Hati-hati jangan menambah minyak rem sebelum
memeriksa komponen-komponen rem yang bocor. Berbahaya karena rem menjadi panas.

Sebelum Pad Aus Setelah Pad Aus

Minyak rem didalam
reservoir berkurang

PISTO MASTER CYLINDER
N KALIPER REM
PIRINGAN

MEMBUANG UDARA DARI SALURAN REM HIDROLIS

1. AnIgsiksailitndkeer nseddaikriat an Isi Silinder
bertambah karena
karena pad masih baru pad mengecil

Sistem Rem 12

Pekerjaan ini dikerjakan oleh dua orang; sisten duduk di tempat
pengemudi.
2. Tambahkan minyak ke reservoir, tinggi permukaan minyak di
bawah garis MAX (maksimum).
3. Buang udara
a. Buka tutup sumbat pembuang udara dari silinder roda yang

terjauh dari master silinder. Pasang slang plastik pada sumbat
pembuang sedangkan ujung satu lagi dimasukkan ke dalam
penampung minyak yang bersih.
1). Untuk mencegah agar udara tidak masuk kembali ke dalam

silinder roda, ujung slang harus selalu dimasukkan ke dalam
minyak rem yang bersih.
2). Buang udara dimulai dari roda yang terjauh dari master silinder
dan terakhir di roda yang terdekat ke master.

Gambar 3. Mengeluarkan udara
b. Asisten menekan pedal rem beberapa kali dan memberi aba-

aba pada teknisi saat pedal sedang ditekan.
c. Teknisi membuka sumbat pembuang kira-kira ¼ putaran,

membuang udara kemudian menutup sumbat sementara
asisten memompa pedal berulang-ulang.

Tutup sumbat pembuang secepat mungkin, kalau tidak udara akan
masuk kembali ke dalam sistem rem

Sistem Rem 13

d. Ulangi prosedur b. dan c. sampai tidak terlihat lagi gelembung-
gelembung udara yang keluar dari slang.

Periksa tinggi minyak rem tangki cadangan master silinder selama
melakukan pekerjaan tersebut. Jangan dibiarkan reservoir menjadi
kosong.

e. Lepas slang dari sumbat pembuang dan pasang kembali
tutupnya.

f. Buang udara dari silinder-silinder roda yang lain dengan cara
sama.

4. Atur tinggi permukaan minyak rem dengan menambah minyak
sampai garis MAX pada reservoir.

Gambar 4. Menambah minyak rem

5. Periksa apakah pekerjaan tersebut telah dikerjakan dengan
sempurna.
Pembuangan udara sudah dilaksanakan dengan baik apabila pada
waktu pedal rem ditekan terus, tinggi pedal yang cukup serta
reaksi pedal harus kuat dan tidak terlalu dalam.

6. periksa kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem. Periksa
setiap kebocoran dari sistem hidrolis sementara pedal rem
ditekan.

Sistem Rem 14

Untuk kendaraan yang dilengkapi booster rem, mesin dihidupkan dan
pemeriksaan dilakukan pada waktu mesin dalam keadaan idling.

MENGGANTI MINYAK REM
Kecuali untuk hal-hal berikut, prosedur penggantian minyak persis sama
dengan prosedur pembuangan udara yang diuraikan sebelumnya:
1. Setelah sumbat pembuang minyak diputar ½ putaran, pedal rem

ditekan sampai isi reservoir master silinder tinggal kira-kira ¼ nya.

Jangan sampai reservoir kosong, apabila reservoir sampai kosong pekerjaan
tersebut harus dilanjutkan dengan pembuangan udara. Karena itulah tinggi
permukaan minyak di dalam reservoir harus sering diperiksa.

2. Apabila tinggi permukaan minyak sudah sampai ¼ nya, tambahlah
minyak sampai dengan garis atau tanda MAX. (pada waktu
menambah minyak, sumbat pembuang ditutup).

3. pemompaan dilanjutkan sampai minyak baru mulai keluar sedikit dari
sumbat pembuang.

4. Pada waktu minyak baru mulai keluar dari sumbat pembuangan
tutuplah sumbat pembuang dan suruh asisten tetap menekan pedal
setelah dipompa beberapa kali.

Sistem Rem Gambar 5. Mengganti minyak rem
15

5. Kendorkan sumbat pembuang ¼ putaran untuk memeriksa bahwa
tidak ada lagi gelembung udara yang keluar dari sumbat pembuang.
Kemudian sumbat dikencangkan.

Pengecekan seperti ini minimum harus dilakukan 2 kali.

6. Lakukan hal yang sama terhadap roda-roda yang lain.
7. Periksa reaksi pedal dan tinggi pedal ke lantai seperti diuraikan

sebelumnya. Jika tidak betul periksa kemungkinan terhadap udara di
dalam sistem rem.

PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN TINGGI PEDAL REM
1. Ukur tinggi pedal

a. Lipat karpet di bawah pedal rem dengan menggunakan penggaris,
ukur jarak antara bagian atas pedal dan lantai.

Gambar 6. Mengukur tinggi pedal

b. Biasanya tinggi pedal rem tidak berubah secara drastis. Namun
apabila tidak berada di dalam nilai spesifikasi, lakukan penyetelan
menurut prosedur dibawah ini.

2. Stel tinggi pedal
a. Lepaskan soket  yakni kabel untuk swit lampu rem .
b. Kendorkan mur pengunci  swit lampu rem dan putar swit
beberapa putaran .

Sistem Rem 16

c. Kendorkan mur pengunci  push rod  dan stel tinggi pedal
dengan memutar push rod.

d. Putar kembali swit lampu rem sampai stopper pedal sedikit
menyentuh pelindung, kemudian kencangkan mur pengunci.

Gambar 7. Tinggi pedal rem

3. Pasangkan kembali soket penghubung kabel swit lampu rem.
4. Stel gerak bebas pedal rem. Lihat tentang pemeriksaan gerak bebas

pedal rem pada halaman berikutnya.

PEMERIKSAAN & PENYETELAN GERAK BEBAS PEDAL REM
1. Periksa gerak bebas pedal rem

a. Setelah mesin dimatikan, bebaskanlah kevakuman yang terdapat
di dalam booster rem dengan jalan menginjak pedal rem sampai
jarak cadangan pedal tidak berubah lagi dengan tekanan pedal
yang sama.

Jika masih terdapat vakum di dalam booster, gerak bebas pedal rem
yang sebenarnya tidak dapat diketahui.

b. Dengan perlahan pedal rem ditekan dengan jari sampai terasa ada
tahanan kemudian ukurlah langkah pedal.

2. Stel gerak bebas pedal rem

Sistem Rem 17

a. Jika gerak bebas pedal rem tidak dalam spesifikasi kendorkan mur
(A) dari push rod pada master silinder (B). penyetelan dilakukan
dengan memutar-mutar push rod.

b. Kencangkan mur dan ukur gerak bebas sekali lagi.
c. Periksa bahwa lampu rem menyala bila pedal rem ditekan dan

lampu rem mati apabila pedal dibebaskan

Gambar 8. Memeriksa gerak bebas pedal
PEMERIKSAAN JARAK CADANGAN PEDAL REM
1. Hidupkan mesin (hanya untuk kendaraan yang menggunakan booster

rem).
Tempatkan ganjalan-ganjalan di bawah roda-roda depan dan
belakang. Bebaskan rem tangan dan hidupkan mesin.
2. Periksa jarak cadangan pedal rem, tekan pedal rem (dengan kekuatan
sekitar 50 kg) kemudian ukur jarak antara bagian atas pedal dan
lantai.
3. Jika jarak cadangan kurang dari spesifikasi, mungkin disebabkan celah
antara sepatu rem dan teromol rem terlalu besar.
4. Stel celah sepatu dengan menarik tuas rem tangan beberapa kali.

Sistem Rem 18

Gambar 9. Menyetel celah sepatu rem

Cara penyetelan celah sepatu berbeda-beda menurut modelnya. Ikuti selalu
petunjuk dalam buku pedoman reparasi.

5. Jika jarak cadangan masih juga tidak dalam harga spesifikasi mungkin
disebabkan salah satu hal berikut, konsultasikan dengan instruktur
saudara.
Kemungkinan penyebab:
 Tinggi pedal kurang tinggi.
 Gerak bebas pedal berlebihan.
 Terdapat udara di dalam sistem hidraulis.
 Mekanisme penyetel celah sepatu tidak bekerja.
 Kabel rem tangan tersangkut.

c. Rangkuman
1. Tujuan dipasangnya sistem rem pada kendaraan untuk mengikuti
kemauan dalam mengurangi kecepatan, berhenti ataupun
memarkirkan kendaraan pada jalan yang mendaki.
2. Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak)
untuk menggerakkan kendaraan, sebaliknya rem mengubah energi
kinetik kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan.
3. Perlu diperiksa tinggi permukaan minyak rem pada master silinder
diantara jarak MIN dan MAX.

Sistem Rem 19

4. Pada saat membuang udara dari saluran rem hidraulis untuk
kendaraan yang dilengkapi booster rem, mesin dihidupkan dan
pemeriksaan dilakukan pada waktu mesin dalam keadaan idling.

5. Biasanya tinggi pedal rem tidak berubah secara drastis. Namun
apabila tidak berada di dalam nilai spesifikasi, lakukan penyetelan.

d. Tugas
 Lakukan pemeriksaan tinggi minyak rem yang ada pada master
silinder dan tinggi pedal rem pada sebuah kendaraan ringan. Catat
kondisinya, diskusikan bersama, tanyakan hal-hal yang belum anda
pahami pada guru/instruktur.

e. Tes Formatif
1. Jelaskan tujuan dipasangnya sistem rem pada kendaraan!
2. Sebutkan empat syarat rem yang harus dipenuhi yang dipasangkan
pada kendaraan!
3. Jelaskan prosedur membuang udara dari saluran rem hidraulis!
4. Jelaskan prosedur & penyetelan gerak bebas pedal rem!

Sistem Rem 20

f. Kunci Jawaban Formatif
1. Tujuan dipasangnya sistem rem pada kendaraan untuk mengikuti
kemauan pengemudi dalam mengurangi kecepatan, berhenti atau
memarkir kendaraan pada jalan yang mendaki. Dengan kata lain
melakukan kontrol terhadap kecepatan kendaraan untuk menghindari
kecelakaan dan merupakan alat pengaman yang berguna untuk
menghentikan kendaraan secara berkala.
2. Adapun system rem yang digunakan untuk kendaraan harus
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Dapat bekerja dengan baik dan cepat.
b. Bila muatan pada roda-roda sama besar, maka gaya
pengeremannya harus sama besar pula, bila tidak harus
sebanding dengan muatan yang diterima oleh roda-roda tersebut.
c. Dapat dipercaya dan mempunyai daya tekan yang cukup.
d. Rem itu harus mudah diperiksa dan disetel.
3. Prosedur membuang udara dari saluran rem hidraulis sebagai berikut:
a. Angkat kendaraan
Pekerjaan ini dikerjakan oleh dua orang; sisten duduk ditempat
pengemudi.
b. Tambahkan minyak ke reservoir, tinggi permukaan minyak di
bawah garis MAX (maksimum).
c. Buang udara.
1). Buka tutup sumbat pembuang udara dari silinder roda yang
terjauh dari master silinder. Pasang slang plastik pada sumbat
pembuang sedangkan ujung satu lagi dimasukkan ke dalam
penampung minyak yang bersih.
a). Untuk mencegah agar udara tidak masuk kembali ke dalam
silinder roda, ujung slang harus selalu dimasukkan ke dalam
minyak rem yang bersih.
b). Buang udara dimulai dari roda yang terjauh dari master silinder
dan terakhir di roda yang terdekat ke master.

Sistem Rem 21

2). Asisten menekan pedal rem beberapa kali dan memberi aba-
aba pada teknisi saat pedal sedang ditekan.

3). Teknisi membuka sumbat pembuang kira-kira ¼ putaran,
membuang udara kemudian menutup sumbat sementara
asisten memompa pedal berulang-ulang.

Tutup sumbat pembuang secepat mungkin, kalau tidak udara akan
masuk kembali ke dalam sistem rem.

4). Ulangi prosedur b. dan c. sampai tidak terlihat lagi gelembung-
gelembung udara yang keluar dari slang.

Periksa tinggi minyak rem tangki cadangan master silinder selama
melakukan pekerjaan tersebut. Jangan dibiarkan reservoir menjadi
kosong.

5). Lepas slang dari sumbat pembuang dan pasang kembali
tutupnya.

6). Buang udara dari silinder-silinder roda yang lain dengan cara
sama.

d. Atur tinggi permukaan minyak rem dengan menambah minyak
sampai garis MAX pada reservoir.

e. Periksa apakah pekerjaan tersebut telah dikerjakan dengan
sempurna.
Pembuang udara sudah dilaksanakan dengan baik apabila pada
waktu pedal rem ditekan terus, terdapat jarak yang cukup serta
reaksi pedal harus kuat dan tidak terlalu dalam.

f. Periksa kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem. Periksa
setiap kebocoran dari sistem hidraulis sementara pedal rem
ditekan.

4. Prosedur & penyetelan gerak bebas pedal rem sebagai berikut:
a. Periksa gerak bebas pedal rem
1). Setelah mesin dimatikan, bebaskanlah kevakuman yang
terdapat di dalam booster rem dengan jalan menginjak pedal

Sistem Rem 22

rem sampai jarak cadangan pedal tidak berubah lagi dengan
tekanan pedal yang sama.

Jika masih terdapat vakum didalam booster, gerak bebas pedal rem
yang sebenarnya tidak dapat diketahui.

2). Dengan perlahan pedal rem ditekan dengan jari sampai terasa
ada tahanan kemudian ukurlah langkah pedal.

b. Stel gerak bebas pedal rem
1). Jika gerak bebas pedal rem tidak dalam spesifikasi kendorkan
mur (A) dari push rod pada master silinder (B). penyetelan
dilakukan dengan memutar-mutar push rod.
2). Kencangkan mur dan ukur gerak bebas sekali lagi.
3). Periksa bahwa lampu rem menyala bila pedal rem ditekan dan
lampu rem mati apabila pedal dibebaskan.

g. Lembar Kerja
 Pemeriksaan tinggi permukaan minyak rem.
 Pengeluaran udara dari saluran rem hidraulis.
 Mengganti minyak rem.
1. Alat dan Bahan
a. Minyak rem
b. Slang plastik bening
c. Botol penampung
d. Kunci ring
e. Lap/Majun
2. Keselamatan Kerja
a. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.
b. Ikuti instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera
pada lembar kerja.
c. Mintalah ijin instruktur bila akan melakukan pekerjaan yang tidak
tertulis pada lembar kerja.
d. Hati-hati dengan minyak rem jangan sampai tumpah.
3. Langkah Kerja

Sistem Rem 23

a. Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan
efisien.

b. Lakukan prosedur:
1). Pemeriksaan tinggi permukaan minyak rem.
2). Mengeluarkan udara dari saluran rem hidraulis.
3). Mengganti minyak rem.
(lakukan semua prosedur di atas sesuai dengan SOP dan
perhatikan K3)

c. Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas.
d. Buat catatan penting kegiatan praktik secara ringkas.
e. Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan peralatan dan bahan ke

tempat yang telah ditentukan.
4. Tugas

a. Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas!
b. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah

mempelajari kegiatan belajar 1!

Sistem Rem 24

Kegiatan Belajar 2

a. Tujuan Kegiatan Belajar
Peserta diklat memiliki kemampuan:
1). Mengganti pad rem piringan
2). Mengganti sepatu rem
3). Memeriksa dan menyetel gerakan tuas

b. Uraian Materi

REM PIRINGAN
Walaupun terdapat banyak jenis rem piringan, prinsip kerjanya adalah
bahwa sepasang pad yang tidak berputar menjepit rotor piringan yang
berputar menggunakan tekanan hidraulis, menyebabkan terjadinya
gesekan yang dapat memperlambat atau menghentikan kendaraan.
Rem piringan efektif karena rotor piringannya terbuka terhadap aliran
udara yang dingin dan karena rotor piringan tersebut dapat membuang
air segera. Karena itulah gaya pengereman yang baik dapat terjamin
walau pada kecepatan tinggi. Sebaliknya berhubung tidak adanya self
energieing effect, maka dibutuhkan gaya pedal yang lebih besar
dibandingkan dengan rem teromol. Karena alasan inilah maka booster
rem biasanya digunakan untuk membantu gaya pedal.
Karena pad akan aus, perlu diperiksa secara berkala. Kalau keausannya
melebihi limit atau mendekati limit, pad harus ganti.

Sistem Rem 25

BENTUK KHUSUS REM PIRINGAN (KALIPER LUNCUR)

PEN UTAMA PAD REM PIRINGAN PIRINGAN
LOBANG PEMBUANG

( KTAELRILPEETRAKREPMADPAIRBINAGGIAANN
PALING TINGGI )

Gambar 10. Rem Piringan

SUB PEN

MENGGANTI PAD REM PIRINGAN

PLAT PENAHAN

Prosedur penggantian pad rem berbeda-beda menurut jenis rem piringan.
Misalnya cara mengganti pad jenis PS kaliper luncur dapat dilakukan
tanpa harus membuka rakitan kaliper, tetapi untuk jenis kaliper luncur AD
(Tipe Full floating), rakitan kaliper harus dibuka. Prosedur berikut ini
adalah untuk jenis AD. Untuk jenis PS (Tipe Semi floating), lihat petunjuk
pada pedoman reparasi.

Kapan pad rem harus diganti?
Jika : 1. Nilai gesek turun.

2. Ketebalan sudah melewati batas limit;
 Ada angka keamanan pada pad
 Kedalaman alur pendingin
 Sensor keausan

Sistem Rem 26

Gambar 11. Pad rem
MELEPAS
1. Angkat kendaraan dan lepaskan semua roda

Kendorkan mur-mur roda sebelum mengangkat kendaraan
2. Buka kaliper

a. Bersihkan kaliper dengan udara
b. Amankan kepala sub-pen dengan kunci dan buka baut kaliper
c. Tarik kaliper dan balikkan ke atas kemudian masukkan baut yang

telah lepas ke dalam plat penahan agar kaliper tidak terjatuh.
1) Jangan melepas slang rem
1. Jangan melepas kaliper dari plat penahan
2. Jangan menginjak pedal rem pada waktu kaliper tidak

terpasang

Gambar 12. Melepas baut sub-pen 27

3. Buka pad rem
a. Buka pad dalam

Sistem Rem

b. Buka pad luar bersama dengan simnya

Gambar 13. Membuka pad dalam

Gambar 14. Membuka pad luar dan sim

PEMERIKSAAN
1. Periksa keausan pad rem

a. Ukuran ketebalan pad rem
Jika kurang dari atau mendekati 1.0 mm gantilah pad-padnya.

b. Jika keausan pad tidak merata atau ada kerusakan, mintalah
petunjuk pada instruktur.

2. Periksa mekanisme pen luncur kaliper.
Jika ada kerusakan, kaliper perlu dioverhaul mintalah petunjuk pada
instruktur anda.

3. Periksa tebal piringan

Sistem Rem 28

a. Bersihkan permukaan piringan dengan menggunakan kain lap.
b. Ukur tebal piringan. Jika kurang dari minimum, piringan harus

diganti baru. Mintalah petunjuk dari instruktur anda.

Gambar 15. Mengukur piringan

PEMASANGAN
1. Pasanglah pad rem

a. Bersihkan permukaan plat penahan dimana pad piringan akan
dipasang.

b. Pasanglah dengan betul plat penunjang (1), plat pengantar pad
(2), dan plat pegas anti berisik (3), pada plat momen (4).

Sistem Rem 29

Gambar16 a. Pemasangan pad rem

c. Bersihkan permukaan pad rem menggunakan amplas tetapi
jangan terlalu keras.

d. Sambil mendorong pegas (3) ke atas, pasang pad luar beserta
simnya (5) pada plat penahan.

e. Pasang pad dalam pada plat momen sama seperti memasang pad
luar.

Gambar 17 b. Pemasangan pada rem

2. Pasang kembali kaliper
a. Apabila pad baru akan dipasang keluarkan sebagian minyak rem
pada reservoir karena kalau tidak, minyak rem akan meluap pada
waktu piston didorong masuk kembali dan minyak rem bertambah
pada reservoir.
b. Dengan menggunakan gagang palu, tekan piston masuk.

Gantilah pad satu persatu sebab ada kemungkinan piston yang ada dibagian
lain kaliper akan keluar.

c. Masukkan kaliper secara hati-hati sehingga boots piston tidak
terjepit.

d. Pegang kepada subpen dengan kunci kemudian kencangkan baut-
baut kaliper pada momen spesifikasi.

e. Setelah kaliper dipasang perhatikan bahwa boots pada pen utama
dan sub pen terpasang dengan sempurna tanpa terpuntir.

Sistem Rem 30

Gambar 18. Pemasangan kaliper

3. Stel ketinggian minyak rem di dalam reservoir master silinder.
Lihat bagian pemeriksaan dan penyetelan tinggi permukaan minyak
rem pada pasal sebelum ini.

4. Periksa pemasangan pad rem. Tekan pedal rem sekali dan lepaskan.
Roda harus berputar dengan bebas.

Walau pad sedikit menyentuh piringan pada waktu rem dilepas, hal ini tidak
menyebabkan keausan yang berarti.

5. Pasang roda dan turunkan kendaraan.
Kencangkan semua mur roda baik-baik setelah kendaraan diturunkan.

REM TROMOL
Rem tromol (drum) menggunakan sepasang sepatu yang menahan
bagian dalam dari tromol yang berputar bersama-sama dengan roda,
untuk menghentikan kendaraan.
Walaupun terdapat berbagai cara pengaturan sepatu rem, jenis leading
dan trailing yang paling banyak dipakai pada kendaraan penumpang dan
kendaraan komersial.
Rem tromol tahan lama karena adanya tempat gesekan yang lebar
diantara sepatu dan tromol, tetapi penyebaran panas agak lebih sulit
dibandingkan dengan rem piringan karena mekanismenya yang agak
tertutup. Karena itu, rem tromol hanya dipakai pada roda-roda belakang
yang tidak begitu banyak memerlukan tenaga pengereman.

Sistem Rem 31

Berhubung kanvas sepatu rem dan tromol aus sejalan dengan pemakaian
rem, periksa secara berkala perlu dilakukan, dan penggantian perlu
dilakukan apabila keausan melebihi limit atau mendekati limit.

SILINDER RODA PEGAS PEMBALIK SEPATU
PLAT PENAHAN PENYETEL OTOMATIS

TUAS PENYETEL OTOMATIS
PEGAS TUAS PENYETEL
PEN PEGAS PENAHAN SEPATU

SEPATU REM TROMOL REM
KABEL REM TANGAN TUAS SEPATU REM TANGAN
PEGAS JANGKAR

Gambar 19. Rem tromol

MENGGANTI SEPATU REM

MELEPAS
1. Angkat kendaraan dan lepaskan roda-roda.
2. Bebaskan rem tangan.
3. Stel celah sepatu rem.

Tromol rem mungkin sulit dilepaskan karena sepatu rem mencekam
bagian lengkung dari tromol bagian dalam. Karena itu kecilkan
lingkaran sepatu untuk mendapatkan celah yang lebih besar, dengan
cara sebagai berikut:
a. Buka sumbat lubang service pada plat penahan.
b. Masukkan obeng melalui lubang service dan tahan tuas pawl

penyetel otomatis untuk memudahkan gerakkan alat penyetel.
c. Dengan menggunakan alat penyetel rem SST, tambahkan celah

antara sepatu rem dan tromol rem dengan jalan memutar roda
gigi pawl pada penyetel otomatis.

Sistem Rem 32

4. Buka tromol rem.

Dengan menggunakan dua

buah baut yang cocok

dengan lubang service

yang ada pada tromol

masukkan dua baut

tersebut ke dalam ulirnya Gambar 20. Melepas tromol
untuk menarik keluar dengan memasukan baut
tromol rem.

Jangan menekan rem setelah
melepas tromol rem

5. Periksa pelapis sepatu rem

a. Ukur tebal pelapis rem

Jika tebal pelapis rem kurang dari

minimum atau mendekati

minimum, ganti sepatu rem pada

kedua roda.

b. Ukur diameter dalam tromol rem.

Jika diameter lebih besar dari Gambar 21. Mengukur
spesifikasi, tromol harus diganti. keausan
c. Jika permukaan tromol yang tromol

bersinggungan dengan pelapis

sepatu rem tergores dalam,

tromol harus diganti.

6. Lepaskan pegas pembalik rem. Gunakan alat pembuka pegas

pembalik sepatu rem, gunakan SST untuk melepaskan.

7. Periksa secara visual kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem

pada silinder roda.

Jika ada kebocoran atau minyak rem merembes, silinder roda harus

overhoul. Mintalah petunjuk instruktur anda.

Sistem Rem 33

Gambar 22. Membuka pegas pembalik sepatu rem

8. Lepaskan sepatu rem
a. Dengan menggunakan SST yakni alat penggerak pegas penahan
sepatu rem, putar pen pegas penahan sepatu 900 sementara
ujung pen ditarik dengan jari.
b. Buka pegas jangkar sepatu rem

Gambar 23. Melepas sepatu rem

Sistem Rem 34

9. Lepaskan kabel rem tangan dari tuas
sepatu rem tangan.
a. Buka pegas tuas penyetel otomatis.
b. Dengan menggunakan tang lancip,
tekanlah pegas koil kabel rem
tangan.

Gambar 24. Melepas kabel
rem tangan

10. Buka washer C dan lepaskan tuas sepatu
rem tangan dan penyetel otomatis dari
sepatu rem.
Untuk membuka washer C ungkit dengan
obeng.

Hati-hati jangan sampai shim dan washer C hilang

Gambar 25. Melepas washer C
11. Bersihkan plat penahan dan komponen-komponen yang lain

menggunakan kain lap yang bersih serta bersihkan debu-debu dengan
tiupan udara kompressor.

Jangan membersihkan komponen-komponen rem dengan zat-zat yang melarutkan
bagian-bagian yang terbuat dari karet (tiner, bensin, dan lain-lain).

Sistem Rem Gambar 26. Membersihkan plan penahan
35

PEMASANGAN
Rem teromol terdiri dari beberapa bagian yang kecil dan sebagian dari
bagian ini yang kiri dan kanan tidak dapat dipertukarkan. (Misalnya, arah
ulir sekrup adjuster (penyetel) otomatis berbeda-beda tergantung pada
sistem penyetelannya).
Juga walaupun salah satu bagian hilang atau salah pasang, rem tidak
dapat bekerja dengan sempurna. Karena itu, apabila menangani model
yang lain, selalu memperhatikan buku Pedoman Reparasai yang sesuai.

DEPAN DEPAN

Gambar 26. Rem tromol

RODA KIRI RODA KANAN

Gambar 26. Rem tromol

1. Pasang tuas sepatu rem tangan dan tuas penyetel otomatis pada
sepatu rem belakang.
a. Pasang untuk sementara washer C beserta shim, lalu ukur
celahnya dengan alat pengukur ketebalan. (thickness gauge).
b. Jika ternyata celah di luar spesifikasi, pilih shim yang sesuai agar
terdapat celah yang tepat.
c. Oleskan sedikit gemuk yang tidak mudah meleleh pada pen lalu
amankan washer C dengan tang.
Pakailah washer C yang baru.
d. Periksa bahwa kedua tuas bergerak dengan bebas.

Sistem Rem 36

Jika gerak tuas terlalu berat, penyetel otomatis tidak akan bekerja
dengan sempurna atau rem tangan tidak bisa dibebaskan.

Gambar 27. Memeriksa gerakan tuas

2. Oleskan sedikit gemuk yang tidak meleleh karena pada plat penahan
dimana sepatu rem bersinggungan dan penyetel otomatis. Gemuk
tidak boleh terlalu banyak karena gemuk yang berlebihan dapat
melekat pada sepatu rem

3. Hubungkan kabel rem tangan ke tuas sepatu rem tangan dengan
menekan pegas koil kabel dengan tang lancip

Gambar 28. Memasang kabel rem tangan

Sistem Rem 37


Click to View FlipBook Version