4. Hubungkan penahan sepatu (salah satu alat rakitan otomatis) dengan
tuas penyetel dan sepatu rem belakang.
Gambar 29. Memasang penahan sepatu
5. Pasang pegas tuas penyetel otomatis pada tuas penyetel dan sepatu.
Hati-hati untuk tidak menyebabkan sepatu terdorong keluar.
Gambar 30. Memasang pegas tuas pengatur
Sistem Rem 38
6. Pasang sepatu belakang pada plat penahan. Dengan menggunakan
alat penggerak pegas penahan sepatu SST, pasangkan sepatu rem
beserta pegas penahan dan pennya.
Gambar 31. Memasang sepatu belakang
7. Pasang pegas pembalik sepatu rem pada penunjang sepatu penyetel
dan masukkan penyetel (adjuster) ke penahan sepatu yang terpasang
pada sepatu belakang.
8. Hubungkan sepatu depan dan belakang dengan pegas jangkar sepatu
dan pasang sepatu depan pada plat penahan.
9. Dengan menggunakan SST, yakni alat penggerak penahan sepatu,
pasang sepatu beserta pegas penahan sepatu, dan penahannya.
10. Kaitkan pegas pembalik sepatu depan dan belakang menggunakan
SST, alat khusus untuk membalik sepatu rem.
perhatikan bahwa sepatu rem dan rakitan penyetel otomatis
terpasang dengan sempurna.
Gambar 32. Memasang pegas pembalik 39
Sistem Rem
11. Periksa dari penyetel otomatis. Dengan menggunakan obeng,
gerakkan tuas sepatu rem tangan beberapa kali dan periksa bahwa
penyetel menjadi panjang secara otomatis.
Gambar 33. Memeriksa penyetel otomatis
12. Bersihkan pelapis sepatu rem menggunakan amplas, bila perlu
bersihkan permukaan bagian dalam tromol rem.
Gambar 34. Membersihkan pelapis sepatu rem
13. Pasang teromol rem
Stel celah diantara tromol dan sepatu sebagai berikut:
a. Ukur diameter bagian dalam menggunakan kaliper (jangka
sorong).
b. Stel kaliper (jangka sorong) dengan ukuran 1 mm lebih kecil dari
ukuran drum yang telah diukur.
c. Ukur diameter luas sepatu rem.
Periksa bahwa sepatu tepat pada posisinya, tidak terlalu tinggi
dan tidak terlalu rendah.
Sistem Rem 40
d. Stel penyetel otomatis sehingga diameter luar sepatu sesuai
dengan panjang kaliper yang telah ditentukan sebelum ini.
e. Pasang tromol rem pada hub poros as.
14. Stel celah sepatu rem
a. Tarik dan bebaskan tuas rem tangan beberapa kali sampai tidak
melebihi spesifikasi bunyi “klik” yang telah ditentukan. Dengan
demikian celah antara tromol dan sepatu akan terstel dengan
sendirinya.
15. Tekan pedal rem beberapa kali dan cek hal-hal sebagai berikut:
a. Periksa bahwa semua tromol pada kedua bagian berputar dengan
bebas tanpa suatu gesekan atau tahanan yang terlalu besar.
b. Perhatikan bahwa jarak cadangan pedal rem harus lebih dari yang
telah ditentukan.
16. Pasang roda dan kencangkan semua mur baik-baik setelah kendaraan
diturunkan.
c. Rangkuman
1. Prinsip kerja rem piringan adalah bahwa sepasang pad yang tidak
berputar menjepit rotor piringan yang berputar menggunakan
tekanan hidraulis, menyebabkan terjadinya gerakan yang
memperlambat atau menghentikan kendaraan.
2. Prosedur penggantian pad rem berbeda-beda menurut jenis rem
piringan. Misalnya cara mengganti pad jenis PS kaliper luncur (Tipe
Semi Floating) dapat dilakukan tanpa harus membuka rakitan kaliper,
tetapi untuk jenis kaliper luncur AD (Tipe Full Floating), rakitan kaliper
harus dibuka.
3. Rem tromol menggunakan sepasang sepatu rem yang menahan
bagian dalam dari tromol yang berputar bersama-sama dengan roda,
untuk menghentikan kendaraan.
4. Jangan menekan pedal rem setelah melepas tromol rem.
Sistem Rem 41
d. Tugas
Lakukan pengamatan terhadap sebuah kendaraan ringan, catat jenis
remnya untuk roda depan dan roda belakang. Uraikan jenisnya dan
diskusikan bersama. Tanyakan hal-hal yang belum anda pahami pada
guru/instruktur anda.
e. Tes Formatif
1. Jelaskan prinsip kerja jenis rem piringan!
2. Jelaskan bagian-bagian dari rem piringan yang perlu diperiksa!
3. Jelaskan prosedur melepas sepatu rem!
Sistem Rem 42
f. Kunci Jawaban Formatif
1. Prinsip kerja rem piringan adalah bahwa sepasang pad yang tidak
berputar menjepit piringan yang berputar menggunakan tekanan
hidraulis, menyebabkan terjadinya gesekan yang dapat
memperlambat atau menghentikan kendaraan.
2. Bagian-bagian dari rem piringan yang perlu diperiksa adalah:
a. Periksa keausan pad rem.
1). Ukuran ketebalan pad rem.
Jika kurang dari atau mendekati 1.0 mm gantilah pad-padnya.
2). Jika keausan pad tidak merata atau ada kerusakan, mintalah
petunjuk pada instruktur.
b. Periksa mekanisme peluncur kaliper.
Jika ada kerusakan, kaliper perlu dioverhoul mintalah petunjuk
pada instruktur anda.
c. Periksa tebal piringan.
1). Bersihkan permukaan piringan dengan menggunakan kain
lap.
2). Ukur tebal piringan. Jika kurang dari minimum, piringan harus
diganti baru. Mintalah petunjuk dari instruktur anda.
3. Prosedur melepas sepatu rem adalah sebagai berikut:
a. Angkat kendaraan dan lepaskan roda-roda.
b. Bebaskan rem tangan.
c. Stel celah sepatu rem.
Tromol rem mungkin sulit dilepaskan karena sepatu rem
mencekam bagian lengkung dari tromol bagian dalam. Karena itu
kecilkan lingkaran sepatu untuk mendapatkan celah yang lebih
besar, dengan cara sebagai berikut:
1). Buka sumbat lubang service pada plat penahan.
2). Masukkan obeng melalui lubang service dan tahan tuas pawl
penyetel otomatis untuk memudahkan gerakkan alat penyetel.
Sistem Rem 43
3). Dengan menggunakan alat penyetel rem SST, tambahkan
celah antara sepatu rem dan teromol rem dengan jalan
memutar roda gigi pawl pada penyetel otomatis.
d. Buka tromol rem.
Dengan menggunakan dua buah baut yang cocok dengan lubang
service yang ada pada tromol masukkan dua baut tersebut ke
dalam ulirnya untuk menarik keluar tromol rem.
e. Periksa pelapis sepatu rem.
1). Ukur tebal pelapis rem.
Jika tebal pelapis rem kurang dari minimum atau mendekati
minimum, ganti sepatu rem pada kedua roda.
2). Ukur diameter dalam tromol rem. Jika diameter lebih besar
dari spesifikasi, tromol harus diganti.
3). Jika permukaan tromol yang bersinggungan dengan pelapis
sepatu rem tergores dalam, teromol harus diganti.
f. Lepaskan pegas pembalik rem. Gunakan alat pembuka pegas
pembalik sepatu rem, gunakan SST untuk melepaskan.
g. Periksa secara visual kemungkinan terdapat kebocoran minyak
rem pada silinder roda.
h. Lepaskan sepatu rem.
1). Dengan menggunakan SST yakni alat penggerak pegas
penahan sepatu rem, putar pen pegas penahan sepatu 900
sementara ujung pen ditarik dengan jari.
2). Buka pegas jangkar sepatu rem.
i. Lepaskan kabel rem tangan dari tuas sepatu rem tangan.
1). Buka pegas tuas penyetel otomatis.
2). Dengan menggunakan tang lancip, tekanlah pegas koil kabel
rem tangan.
j. Buka washer C dan lepaskan tuas sepatu rem tangan dan penyetel
otomatis dari sepatu rem.
Untuk membuka washer C ungkit dengan obeng.
Sistem Rem 44
k. Bersihkan plat penahan dan komponen-komponen yang lain
menggunakan kain lap yang bersih serta bersihkan debu-debu
dengan tiupan udara kompressor.
g. Lembar Kerja
Mengganti pad rem piringan
Mengganti sepatu rem
1. Alat dan Bahan
a. Dongkrak
b. Penyangga mobil
c. Kunci roda
d. Tool box set
e. Amplas
f. Jangka sorong
g. Gemuk/Grease
h. Lap/Majun
2. Keselamatan Kerja
a. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.
b. Ikuti instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang
tertera pada lembar kerja.
c. Mintalah ijin kepada instruktur bila akan melakukan pekerjaan
yang tidak tertulis pada lembar kerja.
3. Langkah Kerja
a. Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan
efisien.
b. Lakukan prosedur:
1). Mengganti pad rem piringan
2). Mengganti sepatu rem
(Lakukan semua prosedur di atas sesuai dengan SOP dan
perhatikan K3)
c. Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas.
d. Buat catatan penting kegiatan praktik secara ringkas.
Sistem Rem 45
e. Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan peralatan dan bahan
ke tempat yang telah ditentukan.
4. Tugas
a. Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas!
b. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah
mempelajari Kegiatan Belajar 2!
Sistem Rem 46
Kegiatan Belajar 3
a. Tujuan Kegiatan Belajar
Peserta diklat/siswa memiliki kemampuan: Melakukan penyetelan rem
tangan
b. Uraian Materi
REM TANGAN
Kendaraan dilengkapi dengan dua jenis sistem pengereman. Yang
pertama untuk pengereman kendaraan yang sedang meluncur
menggunakan rem kaki hidraulis. (ini sudah dibahas sebelum ini.
Yang kedua sistem pengereman untuk menjaga kendaraan agar tetap
berhenti pada waktu parkir menggunakan rem tangan mekanis. Rem
tangan mengerem kedua roda belakang melalui kabel. Cara kerja rem
tangan dapat dilihat pada gambar di bawah. Gerakan tuas rem tangan
yang kurang sama saja tidak ada gerak bebas pada rem belakang yang
akan menyebabkan sepatu rem belakang tertarik serta akan menimbulkan
panas yang berlebihan pada rem belakang dan penggunaan bahan bakar
menjadi lebih boros.
Sebaliknya, gerakan tuas rem tangan yang berlebihanpun tidak akan
dapat memberikan kekuatan pengereman yang cukup untuk menjaga
agar kendaraan tetap pada tempatnya. Karena itu, gerakan rem tangan
harus pada harga spesifikasi.
KABEL REM TANGAN NO. 2
TROMOL REM BELAKANG
TUAS REM TANGAN
KODE
MODUL
PENGIMBANG (EQUALIZER)
Gambar 35. Rem tangan
Sistem Rem 47
KERJA REM TANGAN
Rem dalam keadaan bebas. Apabila tombol pembebas rem ditekan. Lidah
roda (pawl) terlepas tidak mengkait dan ini memungkinkan tuas kembali.
Pada teromol rem, pegas pembalik kabel mendorong sepatu rem tangan
yang mengakibatkan kedua sepatu rem mengecil oleh adanya pegas
pembalik sepatu.
PEGAS PEMBALIK STRUT
SEPATU ( PENUNJANG )
PAWL TUAS
PEGAS PEMBALIK KABEL SEPATU REM TANGAN
Gambar 36. Rem tangan dalam keadaan bebas
Rem dalam keadaan kerja. Pada waktu tuas ditarik, lidah roda (pawl)
mengkait gigi-gigi pasak (ratchet dudukan tuas rem tangan) dan
menahan tuas pada posisinya.
Kabel rem menarik tuas sepatu depan ke tromol melalui strut (penyetel
otomatis), sementara sepatu belakang juga tertarik ke tromol dengan
strut berfungsi sebagai penggalang.
Sistem Rem Gambar 37. Rem tangan dalam keadaan bekerja
48
PEMERIKSAAN & PENYETELAN GERAKAN TUAS REM TANGAN
Untuk memeriksa dan menyetel gerakan tuas rem tangan, celah sepatu
rem belakang harus dalam keadaan tersetel dengan sempurna.
Pada rem tromol yang dilengkapi dengan penyetel (adjuster otomatis),
celah sepatu rem belakang ini dapat distel dengan jalan menarik-narik
tuas rem tangan beberapa kali.
1. Periksa gerakan tuas rem tangan.
Tarik tuas rem tangan dengan kekuatan tertentu sambil menghitung
beberapa bunyi “klik” terjadi.
Gambar 38. Menghitung jumlah klik
2. Jika jumlah “klik” tidak berada dalam spesifikasi, ambil dua kunci pas
untuk mengendorkan mur pengunci pada tutup penyetel.
Gambar 39. Mengendorkan mur
Sistem Rem 49
3. Putar tutup penyetel dan stel gerakan tuas rem tangan pada jumlah
bunyi “klik” yang telah ditentukan.
Putar ke kanan mengurangi gerakan
Putar ke kiri menambah gerakan
4. Amankan tutup penyetel dengan mengencangkan mur menggunakan
dua kunci pas.
Gambar 40. Menyetel gerakan tuas
c. Rangkuman
1. Rem tangan memberikan pengereman pada roda-roda belakang pada
waktu parkir dan dalam keadaan darurat.
2. Untuk memeriksa dan menyerel gerakan tuas rem tangan, celah
sepatu rem belakang harus dalam keadaan tersetel dengan
sempurna.
d. Tugas
Lakukan pengamatan terhadap sebuah kendaraan ringan, perhatikan dan
diskusikan konstruksi dan cara kerja rem tangan. Tanyakan hal-hal yang
belum anda pahami pada guru/instruktur.
e. Tes Formatif
1. Jelaskan cara kerja dari rem tangan!
2. Jelaskan cara pemeriksaan dan penyetelan gerakan tuas rem tangan!
Sistem Rem 50
f. Kunci Jawaban Formatif
1. Cara kerja rem tangan.
Pada waktu tuas ditarik, lidah roda (pawl) mengkait gigi-gigi pasak
(ratchet dudukan tuas rem tangan) dan menahan tuas pada
posisinya. Kabel rem menarik tuas sepatu depan ketromol melalui srut
(penyetel otomatis), sementara sepatu belakang juga tertarik
ketromol dengan strut berfungsi sebagai penggalang.
2. Cara pemeriksaan dan penyetelan gerakan tuas rem tangan adalah
sebagai berikut:
a. Periksa gerakan tuas rem tangan.
Tarik tuas rem tangan dengan kekuatan tertentu sambil
menghitung beberapa bunyi “klik” terjadi
b. Jika jumlah “klik” tidak berada dalam spesifikasi, ambil dua kunci
pas untuk mengendorkan mur pengunci pada tutup penyetel.
c. Putar tutup penyetel dan stel gerakan tuas rem tangan pada
jumlah bunyi “klik” yang telah ditentukan.
Putar ke kanan mengurangi gerakan
Putar ke kiri menambah gerakan
d. Amankan tutup penyetel dengan mengencangkan mur
menggunakan dua kunci pas.
Sistem Rem 51
g. Lembar Kerja
Pemeriksaan dan penyetelan rem tangan
1. Alat dan Bahan
a. Tool box set
b. Lap/Majun
2. Keselamatan Kerja
a. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.
b. Ikuti instruksi dari instruktur.
c. Mintalah ijin pada instruktur bila akan melakukan pekerjaan
yang tidak tertulis pada lembar kerja.
3. Langkah Kerja
a. Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan
efisien.
b. Lakukan prosedur pemeriksaan dan penyetelan rem tangan.
c. Mintalah penjelasan pada instruktur, ha-hal yang belum jelas.
d. Buat catatan penting kegiatan praktik yang belum jelas.
e. Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan peralatan dan
bahan ke tempat yang telah ditentukan.
4. Tugas
a. Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas.
b. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah
mempelajari Kegiatan Belajar 3.
Sistem Rem 52
BAB. III
EVALUASI
A. Instrumen Penilaian
Pertanyaan
2. Jelaskan tujuan dipasangnya rem pada kendaraan!
3. Jelaskan prinsip kerja jenis rem piringan!
4. Jelaskan dan lakukan prosedur pemeriksaan dan penyetelan tinggi pedal
rem!
5. Jelaskan dan lakukan prosedur pemeriksaan dan penyetelan tuas rem
tangan!
Sistem Rem 53
B. Kunci Jawaban
1. Tujuan dipasangnya rem pada kendaraan untuk menuruti kemauan dalam
mengurangi kecepatan, berhenti atau memarkir kendaraan pada jalan yang
mendaki. Dengan kata lain melakukan kontrol terhadap kecepatan
kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan merupakan alat pengaman
yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala.
2. Prinsip kerjanya adalah bahwa sepasang pad yang tidak berputar menjepit
rotor piringan yang berputar menggunakan tekanan hidraulis,
menyebabkan terjadinya gesekan yang dapat memperlambat atau
menghentikan kendaraan.
3. Prosedur pemeriksaan dan penyetelan tinggi pedal rem:
1) Ukur tinggi pedal
a. Lipat karpet di bawah pedal rem dengan menggunakan
penggaris, ukur jarak antara bagian atas pedal dan lantai.
b. Biasanya tinggi pedal rem tidak berubah secara drastis. Namun
apabila tidak berada di dalam nilai spesifikasi, lakukan penyetelan
menurut prosedur di bawah ini.
2) Stel tinggi pedal
a. Lepaskan soket yakni kabel untuk swit lampu rem .
b. Kendorkan mur pengunci swit lampu rem dan putar swit
beberapa putaran .
c. Kendorkan mur pengunci push rod dan stel tinggi pedal dengan
memutar push rod.
d. Putar kembali swit lampu rem sampai stopper pedal sedikit
menyentuh pelindung, kemudian kencangkan mur pengunci.
3) Pasangkan kembali soket penghubung kabel swit lampu rem.
4) Stel gerak bebas pedal rem.
4. Prosedur pemeriksaan dan penyetelan tuas rem tangan:
a. Periksa gerakan tuas rem tangan.
Sistem Rem 54
Tarik tuas rem tangan dengan kekuatan tertentu sambil menghitung
beberapa bunyi “klik” terjadi.
b. Jika jumlah “klik” tidak berada dalam spesifikasi, ambil dua kunci pas
untuk mengendorkan mur pengunci pada tutup penyetel.
c. Putar tutup penyetel dan stel gerakan tuas rem tangan pada jumlah
bunyi “klik” yang telah ditentukan.
Putar ke kanan mengurangi gerakan
Putar ke kiri menambah gerakan
d. Amankan tutup penyetel dengan mengencangkan mur menggunakan
dua kunci pas.
C. Kriteria Kelulusan
Aspek Skor Bobot Nilai Keterangan
(1–10)
Kognitif 2
Ketelitian pemeriksaan 1
pendahuluan
Ketepatan prosedur
pemeriksaan dan 2 Syarat lulus,
penyetelan tinggi pedal nilai minimal 70
rem dengan skor
Ketepatan prosedur setiap aspek
pemeriksaan dan
penyetelan tuas rem 3 minimal 7
tangan
Ketepatan waktu 1
Keselamatan kerja 1
Nilai Akhir
Kriteria kelulusan:
70 s.d. 79 : Memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan
80 s.d. 89 : Memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan
90 s.d. 100 : Di atas minimal tanpa bimbingan.
Sistem Rem 55
. Tanggal Kelulusan
No. Tanda Tangan
1. Instruktur :
2. Peserta Diklat:
Sistem Rem 56
BAB. IV
PENUTUP
Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke
modul berikutnya. Sebaliknya, apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus, maka
peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil
modul selanjutnya.
Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini, maka peserta diklat berhak
memperoleh sertifikat kompetensi pemeliharaan/servis sistem rem.
Sistem Rem 57
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (1987). Dasar-dasar Automative. Jakarta: PT. Toyota–Astra Motor.
Anonim. (1995). Materi Pelajaran Chassis Groups Step 2. Jakarta: PT. Toyota –
Astra Motor.
Anonim. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT. Toyota–Astra Motor.
Anonim. (1995). Teknik-teknik servis dasar. Jakarta: PT. Toyota–Astra Motor.
Anonim. (2001). Training Manual Basic 1. Jakarta: PT. Toyota–Astra Daihatsu
Motor.
Sistem Rem 58