MODUL PEMBELAJARAN
TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF
LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU KABUPATEN BANYUMAS EDISI
SMK MA’ARIF NU 1 AJIBARANG 2021
Jl. Raya Ajibarang Km 1, Ajibarang, Banyumas, 53163, Telp./Faks. (0281) 571284
E-Mail : [email protected]; Website http://www.smkmaarifnu1ajibarang.sch.id
KATA PENGANTAR
Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun modul sitem AC (Air Conditioner) teknik
kendaraan ringan otomotif.
Penyusunan modul ini berdasarkan tugas dari SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang yang telah
melaksanakan Workshop pembuatan E-book pada tanggal 7 januari sampai 8 januari
2021.
Modul sitem AC (Air Conditioner) teknik kendaraan ringan otomotif ini di susun
dengan cara mendownload materi di internet dari berbagai sumber dengan
copy/paste dan edit sehingga dapat tersusun untuk memenuhi tugas tersebut
Semoga modul ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, dan khusunya untuk warga
SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang.
Banyumas, Januari 2021
Penyusun
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC ii
DAFTAR ISI MODUL
KATA PENGANTAR ……………………………………………....…………………... i
KATA PENGANTAR......................................................................... iii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………… iv
PETA KEDUDUKAN MODUL ……………………………..………………………… vi
DAFTAR JUDUL MODUL…………………………………..…………………………. vii
MEKANISME PEMELAJARAN .......................................................... viii
PERISTILAHAN/GLOSSARIUM ………………..………………………………….. ix
BAB. I PENDAHULUAN 1
A. DESKRIPSI ……….. ……………………………………………………… 1
B. PRASYARAT ………………….…………………………………………… 1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL …………..…………………… 1
2
1. Rambu-rambu belajar bagi Peserta Diklat ……………….. 2
2. Peran bagi Guru/Instruktur pengampu ……………………. 3
D. TUJUAN AKHIR ………………………………………………………….. 5
E. KOMPETENSI ……………………………………………………………..
F. CEK KEMAMPUAN ………………………………………………………
BAB. II PEMELAJARAN 6
A. Rencana Belajar Peserta Diklat ..…………………………………. 7
B. KEGIATAN BELAJAR …………………………………………………… 7
Kegiatan Belajar 1. Aspek Keselamat Kerja, nama, fungsi dan
cara kerja komponen AC Mobil. 7
a. Tujuan kegiatan belajar ……………………………………………… 7
b. Uraian materi …………………………………………….……………… 18
c. Rangkuman …………………………………………………………….… 20
d. Tugas ………………………………………………………..…………… 20
e. Tes formatif ………………………………………………………….… 20
f. Kunci jawaban ………….……………………………………………… 22
g. Lembar Kerja …………………………………………………………
Kegiatan Belajar 2. Rangkaian sistem AC pada Mobil
a. Tujuan kegiatan belajar ……………………………………………… 23
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC iii
b. Uraian materi …………………………………………………………… 24
c. Rangkuman ……………………………………………………………… 37
d. Tugas ……………………………………………………………………… 39
e. Tes formatif ……………………………………………………………… 39
f. Kunci jawaban ………………………………………………………… 40
g. Lembar Kerja ………………………………………………………… 43
Kegiatan Belajar 3. Servis AC Mobil 44
a. Tujuan kegiatan belajar ……………………………………………… 44
b. Uraian materi …………………………………………………………… 70
c. Rangkuman ……………………………………………………………… 71
d. Tugas ………………………………………………………………………… 71
e. Tes formatif ……………………………………………………………… 72
f. Kunci jawaban formatif ………………………………………………
BAB. III EVALUASI 81
A. PERTANYAAN …………………………………………….…………. 81
a. Uji Kompetensi Pengetahuan …..……………………….. 92
b. Uji Kompetensi Ketrampilan ..……………………………. 94
B. LEMBAR JAWABAN ………………………………….…………….. 95
C. KUNCI JAWABAN …………………………………………………… 96
D. KRITERIA PENILAIAN ……………………………..……………. 98
99
BAB. IV PENUTUP …………………………….……………………….……………….
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………..……….
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC iv
OPKR 20-010B OPKR 30-007B OPKR40-016B
OPKR 20-012B OPKR 30-017B OPKR 40-014B
OPKR 30-010B OPKR 40-009B
OPKR 20-001B OPKR 20-017B OPKR 30-003B OPKR 40-004B
OPKR 20-010B OPKR 20-014B OPKR 40-003B
OPKR 30-013B
OPKR 30-004B OPKR 40-002B
OPKR 30-002B OPKR 40-001B
OPKR 30-001B OPKR 10-018B
OPKR 10-015B OPKR 10-017B OPKR 10-009B OPKR 10-019B
OPKR 10-010B
PETA KEDUDUKAN MODUL
OPKR 50-019B
OPKR 50-011B
OPKR 50-008B
OPKR 40-008B OPKR 40-012B OPKR 50-009B
OPKR 50-007B
OPKR 10-006B OPKR 50-002B
OPKR 10-005B
OPKR 40-017B OPKR 10-001B OPKR 10-003B
OPKR 50-001B OPKR 40-019B OPKR 10-002B
v
DAFTAR JUDUL MODUL
No. KODE Judul Modul
1. OPKR 10-001B Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen
2. OPKR 10-002B Pemasangan sistem hidrolik
3. OPKR 10-003B Pemeliharaan/servis sistem hidrolik
4. OPKR 10-005B Pemeliharaan/servis dan per-baikan kompresor udara dan komponen-
komponennya
5. OPKR 10-006B Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, dan pemotongan
dengan panas dan pemansan
6. OPKR 10-009B Pembacaan dan pemahaman gambar teknik
7. OPKR 10-010B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur
8. OPKR 10-016B Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja
9. OPKR 10-017B Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat
kerja
10. OPKR 10-018B Konstribusi komunikasi di tempat kerja
11. OPKR 10-019B Pelaksanaan operasi penanganan secara manual
12. OPKR 20-001B Pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya
13. OPKR 20-010B Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponen-komponennya
14. OPKR 20-011B Perbaikan sistem pendingin dan komponen-komponennya
15. OPKR 20-012B Overhaul komponen sistem pendingin
16. OPKR 20-014B Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin
17. OPKR 20-017B Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel
18. OPKR 30-001B Pemeliharaan/servis kopling dan komponen-komponennya sistem
pengoperasian
19. OPKR 30-002B Perbaikan kopling dan komponen-komponennya
20. OPKR 30-003B Overhaul kopling dan komponen-komponennya
21. OPKR 30-004B Pemeliharaan/servis transmisi manual
22. OPKR 30-007B Pemeliharaan/servis transmisi otomatis
23. OPKR 30-010B Pemeliharaan/servis unit final drive/ gardan
24. OPKR 30-013B Pemeliharaan/servis poros roda penggerak
25. OPKR 30-014B Perbaikan poros penggerak roda
26. OPKR 40-001B Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen-komponennya
27. OPKR 40-002B Pemeliharaan/servis sistem rem
28. OPKR 40-003B Perbaikan sistem rem
29. OPKR 40-004B Overhaul komponen sistem rem
30. OPKR 40-008B Pemeriksaan sistem kemudi
31. OPKR 40-009B Perbaikan sistem kemudi
32. OPKR 40-012B Pemeriksaan sistem suspensi
33. OPKR 40-014B Pemeliharaan/servis sistem suspensi
34. OPKR 40-016B Balans roda/ban
35. OPKR 40-017B Melepas, memasang dan menyetel roda
36. OPKR 40-019B Pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan ban luar dan ban dalam
serta komponennya
37. OPKR 50-001B Pengujian, pemeliharaan/servis dan penggantian baterai
38. OPKR 50-002B Perbaikan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan
39. OPKR 50-007B Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem penerangan dan wiring
40. OPKR 50-008B Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan
41. OPKR 50-009B Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris)
42.. OPKR 50-011B Perbaikan sistem Pengapian
43. OPKR 50-019B Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner)
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC vi
MEKANISME PEMELAJARAN
Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme
pemelajaran sebagai berikut:
START
Lihat Kedudukan
Modul
Lihat Petunjuk
Penggunaan Modul
Kerjakan
Cek Kemampuan
Nilai ≥ 7 Y
T
Kegiatan Belajar 1
Kegiatan Belajar n
Kerjakan
Evaluasi
T Nilai ≥ 7 Y Modul
berikutnya/Uji
Kompetensi
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC vii
GLOSARY
NO. ISTILAH KETERANGAN
1. AC (Air Conditioners)
2. Condenser Suatu alat yang berfungsi untuk mengatur suhu udara
3. Receifer (dalam kabin mobil)/penyejuk udara.
4. Dryer Suatu alat yang berfungsi untuk mengubah zat dari
5. Expansion Valve bentuk uap menjadi bentuk cair.
Suatu alat yang berfungsi untuk menampung zat
6. Evaporator cair.
7. Blower Suatu alat yang berfungsi sebagai pengering
sekaligus penyaring suatu zat cair.
8. Compressor Suatu alat yang berfungsi untuk memancarkan
9. Refrigerant zat cair untuk mempercepat terjadinya perubah
an ke bentuk gas
10. Heat Sensitizing Tube Suatu alat yang berfungsi untuk mengubah suatu
zat cair dari bentuk cair menjadi gas.
11. Magneting Clutch Suatu alat yang berfungsi untuk menggerakkan
udara agar didalam ruang dimana udara itu
dihembuskan terjadi sirkulasi udara.
Suatu alat yang berfungsi untuk menekan gas
agar tekanan dan temperaturnya meningkat.
Suatu zat Pendingin yang memiliki kemampuan
untuk menyerap dan melepaskan panas dalam
waktu yang relatif lebih singkat.
Suatu alat yang berfungsi untuk mendeteksi
kondisi suhu udara disekitar dimana ia
dipasangkan.
Suatu alat (Kopling) yang berfungsi untuk
memutuskan dan menghubungkan suatu benda
yang berputar dengan menggunakan sistem
kemagnetan, sehingga keduanya dapat berputar
secara bersama-sama.
12. Pressure Switch Suatu alat yang berfungsi untuk mendeteksi
suatu keadaan yang berhubungan dengan
13. Regulator tekanan dan secara otomatis akan menghentikan
14. Stabilizer kerja alat tersebut apabila terjadi ketiedak
15. Idle Up normalan tekanan pada batas yang sudah
ditentukan.
Suatu alat pengatur keadaan tertentu misalnya
tekanan
Suatu alat yang berfungsi mengatur
keseimbangan suatu keadaan misalnya: tekanan,
gaya dlsb.
Suatu alat yang berfungsi untuk meningkatkan
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC viii
16. Trouble Shooting putaran mesin secara otomatis oleh karena
adanya beban tambahan yang diberikan
17. SST kepadanya sehingga putaran mesin tersebut
18. Kunci Momen tetap dapat berputar dengan baik/tidak mati.
19. Pompa Vacuum
20. Manifold Gauge Identifikasi terhadap suatu gejala kerusakan yang
sering terjadi pada suatu alat atau mesin dan
21. Minyak Pelumas kemungkinan–kemungkinan cara mengatasi
kerusakan tersebut.
Spesial servoce tool, yaitu peralatan khusus yang
di sediakan dan digunakan secara khusus pula.
Kunci yang dapat digunakan untuk mengukur
kekuatan atau gaya
Suatu alat yang berfungsi untuk mengeluarkan
udara/gas/uap air yang ada pada suatu sistem
lingkungan tertentu.
Suatu alat ukur yang terdiri atas alat ukur dan
nipel-nipel penghubung dan keran pengatur,
yang apabila kerannya difungsikan akan
membentuk suatu hubungan tertentu untuk
dapat dimanfaatkan pada pekerjaan pengisian
atau pengukuran sistem Air Conditioners.
Minyak Pelumas khusus yang hanya digunakan
untuk pelumasan pada sistem Air Conditioners.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC ix
BAB. I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI
Modul ini berjudul “Memelihara/Servis Sistem AC (Air
Conditioners)”. Penguasaan materi modul ini akan dapat lebih cepat dikuasai
apabila siswa sebelumnya telah menyelesaikan materi penunjang yang
mendasarinya yaitu tentang Dasar Lisrik Otomotif.
Materi yang akan diberikan dikemas dalam bentuk kegiatan belajar baik
teori maupun praktIk, yang mana pemelajaran teori merupakan landasan
dasar yang akan menunjang ketrampilan praktek siswa sehingga setelah siswa
selesai melaksanakan kegiatan pada modul ini diharapkan siswa akan
menguasai ketrampilan tentang Pemeliharaan/Servis Sistem Air Condition pada
mobil seperti yang dilakukan di bengkel-bengkel.
Setelah siswa menguasai ketrampilan dari modul ini, siswa dapat bekerja
dibengkel-bengkel spesialis AC atau membuka usaha bengkel sendiri, yang
mana peluangnya kedepan sangat luas dan menjanjikan.
B. PRASYARAT
Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Bidang Keahlian Mekanik
Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat
dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul.
Prasyarat mempelajari modul OPKR-50-019B antara lain adalah OPKR-50-
016B.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Rambu-rambu Belajar bagi Peserta Diklat
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan
modul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:
a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada
pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang
jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang
mengampu kegiatan belajar.
b. Kerjakan tugas test formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa
besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang
dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 1
c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah
hal-hal berikut ini:
1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku
2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik
3) Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan
dan bahan yang diperlukan dengan cermat
4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar
5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus
meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu
6) Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempatnya
d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada
kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau
instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.
2. Peran bagi Guru/Instruktur Pengampu
1. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar
2. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar
3. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan
menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta
diklat
4. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang diperlukan untuk belajar
5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok
6. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan
7. Mencatat kemajuan belajar siswa
8. Melakukan penilaian
9. Menjelaskan kepada siswa, bagian-bagian yang perlu diulang/diperbaiki
dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya.
D. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar baik teori
maupun praktik dari modul ini peserta diklat diharapkan memiliki kemampuan:
1. Mengetahui nama, fungsi dan cara kerja dari komponen Air Coditioners
2. Memahami rangkaian/siklus pendinginan AC mobil
3. Memiliki kemampuan melakukan Servis AC Mobil.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 2
E. KOMPETENSI
Modul OPKR-50-019B membentuk subkompetensi melaksa
dijabarkan seperti di bawah ini.
KOMPETENSI : Memelihara/Servis Sistem AC (Air
KODE : OPKR-50-019 B
DURASI PEMELAJARAN : 60 Jam @ 45 menit
LEVEL KOMPETENSI KUNCI A B
2 1
KONDISI KINERJA 1. Batasan konteks
Standar kompetensi ini dig
2. Sumber informasi/dokumen da
Spesifikasi pabrik kendaraa
SOP (Standard Operation P
Kebutuhan pelanggan
Kode area tempat kerja
Peraturan pemerintah men
Lembaran data keamanan
3. Pelaksanaan K3 harus memen
Undang-undang tentang K
Penghargaan di bidang ind
4. Sumber-sumber dapat termas
Peralatan tangan, perlengk
thermometer, evakuasi, pe
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC
anakan pemeliharaan/servis sistem AC. Uraian subkompetensi ini
r Conditioner)
C D E FG
1 1 - 22
gunakan untuk sistem A/C yang dipasang pada kendaraan ringan
apat termasuk:
an
Procedures) perusahaan
ngenai kelaikan kendaraan
bahan
nuhi:
K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
dustri
suk:
kapan pendeteksi kebocoran refrigerant, suku cadang,
erlengkapan recovery refrigerant dan recycling, perlengkapan
3
pengisian refrigerant, refrig
5. Kegiatan
Kegiatan harus dilaksanakan d
Penyetelan
Mendeteksi kebocoran refr
Pengujian kemampuan
6. Variabel terapan lainnya terma
Sistem pengontrol temperatur
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC
gerant, oli refrigerant
di bawah kondisi kerja normal dan harus meliputi:
rigerant
asuk:
r
4
SUB KRITERIA KINERJA LIN
KOMPETENSI BE
Pemeliraan /servis sistem AC
1. dilaksanakan tanpa menyebabkan Ko
Memelihara/Ser kerusakan terhadap komponen atau da
vis Sistem AC sistem lainnya ke
(Air sis
Conditioners) Informasi yang benar di-akses darin AC
spesifikasi pabrik dan dipahami Co
s.
Sistem diuji kemampuannya dan
menentukan prosedur Pr
pemeliharaannya/servis AC yang sesuai pe
an
Pemeliharaan /servis sistem dan AC
komponen dilaksana-kan sesuai dengan
spesifi-kasi pabrik kendaraan. St
pr
Seluruh kegiatan perbaikan dilaksanakan ke
berdasarkan SOP (Standard Operation n
Procedures), undang-undang K 3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja),
peraturan perundang-undangan dan
prosedur/kebijakan perusahaan.
Sistem diuji dan hasilnya dicatat sesuai
dengan prosedur dan kebijakan
perusahaan
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC
NGKUP MATERI POKOK PEMELAJARAN
ELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
onstruksi
an prinsip Cermat dan Konstruksi Melaksanakan
erja teliti dalam dan cara pemeriksaan
stem penggunaan kerja sistem kondisi AC/Air
C/Air alat ukur AC/Air Conditoners
onditioner elektronik Conditioners
. Melakukan
rosedur Melaksanakan Prosedur proses
emelihara prosedur pemeliharaan pengosongan
n sistem pemeliharaan dan dan pengisian
C. dengan pengujian AC cairan AC
tandar mengacu pada
rosedur SOP Persyaratan Melakukan
eselamata keselamatan proses
kerja. Memperhatikan kerja dan pengujian
kesela-matan lingkungan kebocoran
kerja dan
lingkungan Melakukan tes
kemampuan
AC
5
F. CEK KEMAMPUAN
Sebelum mempelajari modul OPKR-50-019B, isilah dengan
sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan:
KOMPETENSI/SUB PERNYATAAN
KOMPETENSI
Memelihara/Servis 1. Saya dapat menjelaskan Te
Sistem AC Keselamatan Kerja untuk pekerja
nama, fungsi dan cara kerja
komponen utama AC pada mobil.
2. Saya dapat menjelaskan nama
perlengkapan tambahan serta
sistem pendinginan AC mobil.
3. Saya dapat menjelaskan dan
prosedur servis AC mobil, Pros
kebocoran sistem AC dan me
kemampuan AC.
Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC
cek list () kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan
JAWABAN BILA JAWABAN
YA TIDAK ‘YA’, KERJAKAN
entang aspek Soal Tes Formatif
aan servis AC, 1.
a komponen-
. Soal Tes Formatif
a dan fungsi 2
siklus kerja Soal Tes Formatif
3.
mengerjakan
sedur mencari
elakukan test
6
BAB. II
PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Peserta Diklat
Oleh karena kegiatan belajar pada modul ini harus dilakukan secara
berurutan maka kartu kegiatan belajar dibawah ini akan dapat membantu
ketercapaian tujuan yang diharapkan dari modul ini. Kartu kegiatan ini harus
diisi oleh siswa setelah menyelesaikan kegiatan yang diikutinya dan disyahkan
oleh Guru/Instruktur yang membimbing.
Jenis Kegiatan Tg Wakt Tempa Alasan Paraf
l u t Perubah Guru
Belajar an
1. Mempelajari Aspek
Keselamatan Kerja, Nama-
nama dan fungsi komponen
utama AC
2. Mempelajari cara kerja
komponen utama AC
3. Mempelajari nama dan
fungsi perlengkapan
tambahan yang terdapat
pada AC mobil.
4. Mempelajari siklus pen
dinginan (AC) pada mobil
5. Membongkar, membersih
kan, memasang kembali
komponen AC mobil
6. Mengisi refrigerant
7. mengetest kebocoran siklus
pendinginan
8. Melakukan servis AC
dengan mempelajari ber
bagai kerusakan yang
mungkin terjadi pada siklus
9. Melakukan test kebocoran
sistem AC
10. Melakukan uji
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 7
kemampuan AC
11. Bongkar pasang
magnetic Clutch.
12. Bongkar pasang
kompresor tipe Swash plate
13. Bongkar pasang
Kompresor tipe Through
vane
14. Evaluasi
B. Kegiatan Belajar
Kegiatan Belajar 1. Aspek Keselamatan Kerja, nama, fungsi dan
cara kerja komponen AC Mobil (Kendaraan
Ringan)
a. Tujuan kegiatan belajar
Peserta Diklat dapat melaksanakan aspek keselamatan kerja yang
harus diikuti pada waktu mengerjakan pekerjaan servis AC
Peserta diklat dapat menyebutkan nama-nama dan fungsi komponen
utama AC
Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja komponen utama AC
b. Uraian Materi
1) Aspek Keselamatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek yang penting
dalam pekerjaan yang berhubungan dengan mesin untuk itu
sebaiknya berhati-hati dari segala kemungkinan bahaya yang mungkin
timbul dari pekerjaan tersebut. Servis AC merupakan salah satu
pekerjaan yang berhubungan dengan mesin, disana ada unsur listrik,
bahan kimia, api, benda tajam, dan masih banyak lagi hal-hal yang
dapat mendatangkan bahaya sehingga peserta diklat sebaiknya
mengikuti petunjuk yang akan diberikan dibawah ini.
Keselamatan kerja pada dasarnya dapat dibagi dalam tiga kelompok
yang satu dengan lainnya sangat berkaitan dengan erat:
a. Keselamatan lingkungan
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 8
b. Keselamatan diri
c. Keselamatan benda kerja
Pekerjaan akan sangat dinilai berhasil kalau ketiga unsur diatas
diperhatikan dan dijaga, salah satu dari ketiga unsur gagal terlaksana
maka kita akan memperoleh predikat yang kurang baik yang diberikan
baik oleh masyarakat, perusahaan maupun konsumen pengguna jasa
kita. Sebagai contoh: Kendaraan yang kita servis AC nya berhasil
mendapatkan pujian dari konsumen, karena konsumen puas dengan
kenyamanan yang didapatkannya, diri kita juga terhindar dari
kecelakan kerja namun apabila dalam membuang gas sisa refrigerant
kita kurang hati-hati, sehingga kita ikut andil dalam menggerogoti
lapisan ozon bumi kita, hal ini tentu akan menimbulkan cerca
masyarakat kepada bengkel kita.
Disarankan peserta diklat memperhatikan ketiga unsur keselamatan
tersebut dengan mengikuti petunjuk keselamatan kerja sesuai dengan
standar operasional prosedur yang berlaku.
Pada aspek keselamatan diri disarankan untuk selalu menggunakan
peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang disediakan oleh
perusahaan dan jangan sekali-kali mengabaikannya, seperti:
Pakaian kerja
Kacamata pelindung
Sarung tangan
Sepatu kerja
Masker hidung dll.
Pada aspek keselamatan bahan atau benda kerja ikuti petunjuk
dibawah:
Sebelum membongkar komponen AC selalu lepaslah battery
terlebih dahulu
Gunakan cover pelindung cat pada bagian yang akan dikerjakan
Aktifkan rem tangan agar kendaraan tidak bergerak sendiri
Gunakan tabung penampung saat membuang zat Refrigerant
Singkirkan zat-zat yang mudah terbakar dari sekitar pekerjaan
Gunakan alat sesuai dengan penggunaannya
Berhati-hatilah dalam menggunakan peralatan listrik/elektronik.
Prosedur Pertolongan Pertama
Apabila peserta diklat terkena zat Refrigerant secara langsung,
maka yang harus dilakukan adalah:
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 9
Siram bagian luka dengan menggunakan air dingin beberapa
menit hingga terasa nyaman, hal ini dimaksudkan untuk
mencegah naiknya temperatur pada bagian luka tersebut. Jika
yang terkena bagian mata hindari menggosok baik dengan telapak
tangan ataupun dengan benda yang lain untuk menghindari syaraf
mata menjadi beku. Akan tetapi lakukanlah hal yang sama yaitu
dengan menyiram dengan air dingin, kemudian balut dengan
kassa bersih agar kotoran tidak masuk.
Setelah prosedur petolongan pertama sudah dilakukan, segeralah
dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk memperoleh
pelayanan medis yang lebih baik.
2) Nama-nama dan Fungsi Komponen Utama AC (Air
Conditioners)
AC atau Air Conditioners, adalah suatu rangkaian peralatan
(komponen) yang berfungsi untuk mendinginkan udara didalam kabin
agar penumpang dapat merasa segar dan nyaman. Rangkaian
peralatan (komponen) tersebut adalah:
a. Compressor
Berfungsi untuk memompakan Refrigrant yang berbentuk gas agar
tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan
temperaturnya meningkat.
b. Condenser
Berfungsi untuk menyerap panas pada
Refrigerant yang telah dikompresikan oleh
kompresor dan mengubah refrigrant yang
berbentuk gas menjadi cair (dingin).
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 10
c. Dryer/Receifer
Berfungsi untuk menampung
Refrigerant cair untuk sementara,
yang untuk selanjutnya
mengalirkan ke Evaporator melalui
Expansion Valve, sesuai dengan
beban pendinginan yang
dibutuhkan. Selain itu
Dryer/Receifer juga berfungsi
sebagai Filter untuk menyaring
uap air dan kotoran yang dapat
merugikan bagi siklus Refrigerant.
d. Expansion Valve
Berfungsi Mengabutkan Refrigrant
kedalam Evaporator, agar
Refrigerant cair dapat segera
berubah menjadi gas.
e. Evaporator
Merupakan kebalikan dari
Condenser Berfungsi untuk
menyerap panas dari udara yang
melalui sirip-sirip pendingin
Evaporator, sehingga udara
tersebut menjadi dingin
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 11
3) Cara Kerja Komponen AC
a. Compressor
Compressor terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1) Compressor
Kompresor di gerakkan oleh tali kipas dari puli engine.
Perputaran kompresor ini akan menggerakkan Piston/Vane dan
gerakan piston/vane ini akan menimbulkan tekanan bagi
Refrigerant yang berbentuk gas sehingga tekanannya
meningkat yang dengan sendirinya juga akan meningkatkan
temperaturnya.
Jenis kompresor dapat dipisahkan seperti dibawah ini:
Tipe Crank
Tipe Reciprocating
Tipe Swash Plate
Tipe Rotary Tipe Through Vane
Tipe Reciprocating mengubah putaran Crankshaft menjadi
gerakan bolak-balik pada piston.
Tipe Crank:
Pada tipe ini sisi
piston yang ber-
fungsi hanya satu
sisi saja, yaitu
bagian atas. Oleh
sebab itu pada
kepala silinder
(Valve Plate) ter-
dapat dua katup
yaitu katup isap
(Suction) dan katup
penyalur
(Discharge). Lihat
gambar mekanis
kompresi.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 12
Pada langkah turun, Refrigerant masuk kedalam ruang silinder
dari Evaporator, dan pada langkah naik Refrigerant keluar dari
ruang silinder menuju ke Condenser dengan tekanan
meningkat dari 2,1 kg/cm2 menjadi 15 kg/cm2 yang mengubah
temperatur dari 0oC menjadi 70oC.
Tipe Swash Plate:
Terdiri dari sejumlah piston
dengan interval 72o untuk
kompresor 10 silinder dan
interval 120o untuk kompresor
6 silinder. Kedua sisi ujung
piston pada tipe ini berfungsi,
yaitu apabila salah satu sisi
melakukan langkah kompresi
maka sisi lainnya melakukan
langkah isap (lihat bagan
gambar mekanis kompresi)
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 13
Tipe Through Vane:
Tipe Through Vane ini terdiri atas dua vane yang integral dan
saling tegak lurus. Dan bila rotor berputar vane akan bergeser pada
arah radial sehingga ujung-ujung vane akan selalu bersinggungan
dengan permukaan dalam silinder. (lihat bagan gambar mekanis
kompresi).
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1: Gambar 5 Gambar 4
Gambar 6
14
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC
Gambar 1.
Adalah langkah awal isap dimana refrigerant masuk melalui lubang
isap.
Gambar 2.
Akhir langkah isap dimana lubang pengisapan telah tertutup.
Gambar 3.
Awal langkah kompresi dimana refrigerant mulai dikompresi kan
untuk menaikkan tekanan.
Gambar 4.
Langkah kompresi penuh.
Gambar 5.
Langkah penyaluran/pengosongan refrigerant dari silinder ke
saluran keluar menuju ke condenser melalui katup tekan (Discharge
Valve).
Gambar 6.
Penyaluran Refrigerant selesai, ruang vane akan memulai dengan
awal langkah isap lagi. Pada aktualnya Through Vane yang
membentuk empat ruang, bekerja secara bergantian, sehingga
proses diatas akan berjalan terus menerus secara
berkesinambungan.
c. Kopling Magnet (Magnetic Clutch)
Kopling magnet adalah perlengkapan kompresor yaitu suatu alat yang
dipergunakan untuk melepas dan menghubungkan kompresor dengan
putaran mesin. Peralatan intinya adalah: Stator, Rotor dan Pressure
Plate. Sistem kerja dari alat ini adalah Elektro Magnetic.
Cara kerjanya:
Puli kompressor selalu berputar oleh perputaran mesin melalui tali
kipas pada saat mesin hidup. Dalam posisi Switch AC Off, kompresor
tidak akan berputar, dan kompresor hanya akan berputar apabila
Switch AC dalam posisi hidup (on) hal ini disebabkan oleh arus listrik
yang mengalir ke Stator Coil akan mengubah Stator Coil menjadi
magnet listrik yang akan menarik Pressure Plate dan bidang
singgungnya akan bergesekan dan saling melekat dalam satu unit
(Clutch Assembly) memutar kompresor.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 15
Konstruksi:
Puli terpasang pada poros kompressor dengan bantalan diantaranya
menyebabkan puli dapat bergerak dengan bebas. Sedang stator
terikat dengan kompressor housing, pressure plate terpasang mati
pada poros kompressor (lihat gambar).
Tipe Kopling Magnet
Tipe F Tipe G Tipe R Tipe P
b. Condenser
Refrigerant yang masuk kedalam Condenser oleh karena tekanan
kompresor masih dalam bentuk gas dengan temperatur yang cukup
tinggi (80oC).
Temperatur yang tinggi dari
Refrigerant yang berada
dalam Condenser yang
bentuknya berliku-liku akan
mengakibat kan terjadinya
pelepasan panas oleh
Refrigerant. Proses pelepasan
panas ini di permudah dengan
adanya aliran udara baik dari
gerakan mobil maupun
isapan Fan yang terpasang
dibelakang Condenser.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 16
Semakin baik pelepasan panas
yang di hasilkan oleh
Condenser makin baik pula
pendinginan yang akan
dilakukan oleh Evaporator.
Pada ujung pipa keluar Condenser Refrigerant sudah tidak
berbentuk gas lagi akan tetapi sudah berubah menjadi Refrigerant
cair dengan temperatur 57oC (cooled liquid).
c. Receifer/Dryer
Refrigerant dari Condenser masuk ke tabung Receifer melalui
lubang masuk (inlet port), kemudian melalui Dryer, Desiccant dan
Filter Refrigerant cair naik
dan keluar melalui lubang keluar (Outlet Port) menuju ke Expansion
Valve.
Dryer, Desiccant maupun
Filter berfungsi untuk
mencegah kotoran yang
dapat menimbulkan karat
maupun pembekuan
Refrigerant terutama pada
Expansion Valve yang mana
akan mengganggu siklus dari
Refrigerant.
Bagian atas dari
Receifer/Dryer disediakan
gelas kaca (Sight Glass) yang
berfungsi untuk melihat
sirkulasi Refrigerant.
d. Expansion Valve
Oleh karena fungsi dari Expansion Valve ini untuk mengabutkan
Refrigerant kedalam Evaporator, maka lubang keluar pada alat ini
berbentuk lubang kecil (Orifice) konstan atau dapat diatur melalui
katup (Valve) yang pengaturannya menggunakan perubahan
temperatur yang dideteksi oleh sebuah sensor panas.
Berdasarkan pengaturan pengabutan ini expansion valve dibedakan
menjadi:
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 17
Expansion Valve tekanan
konstan
Expansion Valve tipe thermal
Pada gambar disamping
adalah cara kerja Expansion
Valve tipe thermal.
Pembukaan Valve sangat bergantung dari besar kecilnya tekanan Pf
dari Heat Sensitizing Tube. Bila temperatur lubang keluar (Out Let)
Evaporator dimana alat ini ditempelkan meningkat, maka tekanan Pf
> dari tekanan Ps + Pe, maka Refrigerant yang disemprotkan akan
lebih banyak. Sebaliknya bila temperatur lubang keluar (Out Let)
Evaporator menurun maka tekanan Pf < Ps + Pe, maka Refrigerant
yang disemprotkan akan lebih sedikit.
Ps: tekanan pegas
Ps: tekanan uap didalam evaporator
e. Evaporator
Perubahan zat cair dari
refrigerant menjadi gas yang
terjadi pada evaporator akan
berakibat terjadi penyerapan
panas pada daerah sekelilingnya,
udara yang melewati kisi-kisi
evaporator panasnya akan
terserap sehingga dengan
hembusan Blower udara yang
keluar keruang kabin mobil akan
menjadi dingin.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 18
Ada tiga tipe Evaporator yang terbuat dari aluminium yaitu:
Tipe Plate Fin Tipe Serpentine fin
Tipe Drwan Cup
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 19
c. Rangkuman
1. Aspek Keselamatan Kerja
Tiga aspek yang harus diperhatikan:
a. Keselamatan lingkungan
b. Keselamatan diri
c. Keselamatan benda kerja
2. Nama-nama dan Fungsi komponen Utama Air Conditioners
a. Compressor
Berfungsi untuk memompakan Refrigrant yang berbentuk gas agar
tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan
temperaturnya meningkat.
b. Condenser
Berfungsi untuk menyerap panas pada Refrigerant yang telah
dikompresikan oleh kompresor dan mengubah Refrigrant yang
berbentuk gas menjadi cair (dingin).
c. Dryer/Receifer
Berfungsi untuk menampung Refrigerant cair untuk sementara,
yang untuk selanjutnya mengalirkan ke Evaporator melalui
Expansion Valve, sesuai dengan beban pendinginan yang
dibutuhkan. Selain itu Dryer/Receifer juga berfungsi sebagai Filter
untuk menyaring uap air dan kotoran yang dapat merugikan bagi
siklus refrigerant.
d. Expansion Valve
Berfungsi Mengabutkan Refrigrant kedalam Evaporator, agar
Refrigerant cair dapat segera berubah menjadi gas.
e. Evaporator
Merupakan kebalikan dari Condenser Berfungsi untuk menyerap
panas dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin Evaporator,
sehingga udara tersebut menjadi dingin.
3. Cara kerja:
a. Compressor
Kompresor digerakkan oleh tali kipas dari puli engine. Perputaran
kompresor ini akan menggerakkan Piston/Vane dan gerakan
Piston/Vane ini akan menimbulkan tekanan bagi Refrigerant yang
berbentuk gas sehingga tekanannya meningkat yang dengan
sendirinya juga akan meningkatkan temperaturnya.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 20
Jenisnya: Tipe Reciprocating Tipe Crank
Tipe Swash Plate
Tipe Rotary Tipe Through Vane
b. Condenser
Gas rerfrigerant yang masuk kedalam Condenser, oleh karena
bentuknya yang berliku-liku dan dibantu adanya aliran udara fan pada
engine akan mempermudah pelepasan panas Refrigerant, sehingga
pada Refrigerant terjadilah perubahan bentuk dari gas ke zat cair.
c. Receifer/Dryer
Refrigerant dari Condenser masuk ke tabung Receifer melalui lubang
masuk (Inlet Port), kemudian melalui Dryer, Desiccant dan Filter
Refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar (Outlet Port)
menuju ke Expansion Valve.
d. Expansion Valve
Zat cair Refrigerant oleh karena tekanan Compresor dan harus melalui
Orifice Expansion Valve, maka Refrigerant cair keluar ke Evaporator
dalam bentuk kabut. Sedang besar kecilnya Orifice ditentukan oleh
Heat Sensitizing Tube yang berfungsi sebagai sensor panas.
e. Evaporator
Refrigerant yang keluar dari Expansion Valve masih dalam bentuk
setengah cair setengah gas dan masuk ke dalam Evaporator dan oleh
karena bentuknya yang sedemikian rupa menyebabkan terjadinya
perubahan ke wujud gas dengan sangat cepat. Hal ini berpengaruh
pada penyerapan panas udara sekelingnya dengan cepat pula. Dan
oleh kerja dari Blower udara dingin disemburkan kedalam ruang kabin
mobil.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 21
d. Tugas
1. Hafalkanlah nama komponen-komponen utama AC mobil dan lihatlah
letak masing-masing komponen pada berbagai jenis mobil!
2. Pelajari fungsi dan cara kerja masing-masing komponen utama AC!
e. Tes Formatif
1. Sebutkan tiga aspek keselamatan kerja yang harus diperhatikan!
2. Sebutkan nama komponen-komponen utama AC pada mobil!
3. Sebutkan fungsi komponen-komponen utama AC pada mobil!
4. Jelaskan cara kerja komponen-komponen utama AC pada mobil!
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 22
f. Kunci Jawaban
1. Jawab: Aspek Keselamatan lingkungan
Aspek keselamatan diri
Aspek Keselamatan benda kerja
2. Jawab: Kompresor, Condenser, Receifer/Dryer, Expantion Valve dan
Evaporator.
3. Jawab:
a. Compressor
Berfungsi untuk memompakan Refrigrant yang berbentuk gas agar
tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan
temperaturnya meningkat.
b. Condenser
Berfungsi untuk menyerap panas pada Refrigerant yang telah
dikompresikan oleh kompresor dan mengubah Refrigrant yang
berbentuk gas menjadi cair (dingin).
c. Dryer/receifer
Berfungsi untuk menampung Refrigerant cair untuk sementara,
yang untuk selanjutnya mengalirkan ke Evaporator melalui
Expansion Valve, sesuai dengan beban pendinginan yang
dibutuhkan. Selain itu Dryer/Receifer juga berfungsi sebagai filter
untuk menyaring uap air dan kotoran yang dapat merugikan bagi
siklus Refrigerant.
d. Expansion valve
Berfungsi Mengabutkan Refrigrant kedalam Evaporator, agar
Eefrigerant cair dapat segera berubah menjadi gas.
e. Evaporator
Merupakan kebalikan dari Condenser Berfungsi untuk menyerap
panas dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin Evaporator,
sehingga udara tersebut menjadi dingin
4. Jawab:
a. Compressor
Compressor ada dua jenis yaitu tipe Reciprocating dan tipe
Through Vane. Tipe Reciprocating ada dua jenis yaitu Crank dan
Swash Plate. Pada dasarnya tipe Reciprocating (gerak bolak-balik)
menggunakan piston untuk menimbulkan tekanan. Pada tipe
Crank hanya satu sisi yang berfungsi untuk menyalurkan tekanan
Refrigerant karena sisi yang lain ditempatkan Conectingrod dan
Crank sebagai sarana penerus penggerak dari putaran puli. Pada
tipe Swash Plate, pendorong pistonnya menggunakan Plate yang
berputar secara Conical sehingga dua sisinya dapat digunakan
untuk meneruskan tekanan Refrigerant. Sedang pada tipe
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 23
Through Vane prinsip yang digunakan adalah Rotary yaitu sistem
rotor dengan lingkaran planet yang pada keempat sisinya
dipasang Vane, pada tipe ini tidak menggunakan katup tetapi
menggunakan lubang isap dan lubang penyalur (Discharge),
sedang pada tipe Reciprocating menggunakan katup (Valve).
b. Condenser
Gas Rerfrigerant yang masuk kedalam Condenser, oleh karena
bentuknya yang berliku-liku dan dibantu adanya aliran udara fan
pada engine akan mempermudah pelepasan panas Refrigerant,
sehingga pada Refrigerant terjadilah perubahan bentuk dari gas ke
zat cair.
c. Receifer/Dryer
Refrigerant dari Condenser masuk ke tabung Receifer melalui
lubang masuk (Inlet port), kemudian melalui Dryer, Desiccant dan
Filter Refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar (Outlet
Port) menuju ke Expansion Valve.
d. Expansion valve
Zat cair Refrigerant oleh karena tekanan Compresor dan harus
melalui Orifice Expansion Valve, maka Refrigerant cair keluar ke
Evaporator dalam bentuk kabut. Sedang besar kecilnya Orifice
ditentukan oleh heat sensitizing tube yang berfungsi sebagai
sensor panas.
e. Evaporator
Refrigerant yang keluar dari Expansion Valve masih dalam bentuk
setengah cair setengah gas dan masuk ke dalam Evaporator dan
oleh karena bentuknya yang sedemikian rupa menyebabkan
terjadinya perubahan ke wujud gas dengan sangat cepat. Hal ini
berpengaruh pada penyerapan panas udara sekelingnya dengan
cepat pula. Dan oleh kerja dari Blower udara dingin disemburkan
kedalam ruang kabin mobil.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 24
g. Lembar kerja
Tujuan:
Peserta diklat mengenal bahan ajar yang sesungguhnya yang digunakan
didalam mobil.
Peralatan:
Kunci Ring/pas set
Obeng +/-
Kain lap
Meja Kerja
Bahan:
Kompressor berbagai tipe
Condenser
Receifer/Dryer
Expansion Valve
Evaporator+Blower
Keselamatan Kerja:
1. Letakkan alat dan bahan yang dipergunakan pada meja kerja
2. Hati-hati terhadap zat/gas Refrigerant
3. Hati-hati terhadap ceceran oli
4. Gunakan alat-alat keselamatan kerja yang seharusnya dipakai
5. Ikuti petunjuk yang diberikan oleh Guru/Instruktur dalam
melaksanakan pekerjaan.
Langkah Kerja:
1. Persiapkan alat dan bahan praktik dan letakkan pada meja kerja
2. Buatlah gambar sketsa masing-masing komponen utama sistem
air Conditioning pada mobil
3. Perhatikan Instruksi praktik yang disampaikan oleh guru
4. Buatlah laporan praktik secara ringkas dan serahkan kepada
Guru/Instruktur untuk diperiksa
5. Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan
ke tempat semula
6. Bersihkan tempat kerja.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 25
Kegiatan Belajar 2. Rangkaian/Siklus Sistem AC pada Mobil
a. Tujuan Kegiatan Belajar
1. Peserta diklat dapat menyebutkan kegunaan peralatan tambahan
pada Rangkaian Sistem AC pada Mobil
2. Peserta diklat dapat menggambarkan letak komponen utama
maupun perlengkapan tambahan pada Rangkaian Sistem AC Mobil
3. Peserta diklat dapat menjelaskan Siklus Pendinginan AC Mobil
4. Peserta diklat dapat menggunakan Manifold Gauge
5. Peserta diklat dapat mengisi Refrigerant pada Sistem Rangkaian AC
6. Peserta diklat dapat memahami Rangkaian Sistem Kelistrikan AC
b. Uraian Materi
1. Peralatan Tambahan yang Terdapat Pada Rangkaian Sistem
AC Mobil
Peralatan tambahan yang menunjang terlaksananya proses sistem
pendinginan, dan juga merupakan peralatan pokok yang harus ada
meskipun tidak termasuk komponen utama, adalah:
a. Pressure Switch
Presure Switch ini berfungsi untuk mengontrol tekanan yang
terjadi pada sisi tekanan tinggi, bila tekanan siklus Refrigerant
terlalu berlebihan, baik terlalu tinggi (27 kg/cm2) maupun
terlalu rendah (2,1 kg/cm2) maka secara otomatis akan
menyetop Switch sehingga Magnetic Clutch menjadi Off.
Kondisi tekanan yang tidak normal ini akan menyebabkan
terjadinya kerusakan pada berbagai komponen yang lain.
Letak Pressure Switch ada diantara Receifer dan Expansion
Valve (lihat gambar dibawah)
Gambar: Letak Pressure switch
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 26
Tipe Pressure Switch ini ada dua macam yaitu:
Tipe dual, yang meng
gunakan satu Switch untuk
dua keadaan yaitu terlalu
tinggi atau terlalu rendah
Tipe single, dengan Switch
terpisah.
Gambar tipe dual
b. Alat Pencegah Pembekuan (Anti Frosting Devices)
Untuk menghidari berkurangnya efek pendinginan yang
disebabkan pembekuan air yang ada di fin pada Evaporator
yang terlalu dingin < 0oC, dapat dipasangkan peralatan ini
yang terdiri atas dua jenis, yaitu:
Tipe Thermistor
Yang dipasangkan pada fin Evaporator, dan bekerja
berdasarkan sinyal Thermistor yang mengontrol
temperatur fin. Bila temperatur fin menurun < 0oC, maka
Magnetic Clutch akan mati dan kompresor akan berhenti
berputar.
Tipe EPR (Evaporator
Pressure Regulator)
di pasangkan diantara Eva
porator dan kompresor,
(lihat gambar) Tipe ini
mengatur jumlah
Refrigerant yang mengalir
dari evapo rator ke
kompresor, dan menjaga
agar tekanannya tidak
kurang dari 1,9 kg/cm2,
sehingga akan menjaga
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 27
temperatur fin eva porator
tidak turun < 0oC.
c. Stabilizer Putaran Mesin
Peralatan ini berfungsi
untuk menstabilkan
putaran mesin melalui
sensor pendeteksi RPM
mesin yang dipasangkan
pada arus primer
Ignition Coil sehingga
putaran Idle mesin
menjadi lebih baik dan
tidak mudah mati.
Prinsip kerja dari mekanis peralatan ini adalah ketika RPM
mesin drop hingga mencapai batas minimum, akan
menghentikan magnetic clutch, sehingga kompresor berhenti
bekerja dan RPM mesin akan normal kembali.
d. Peralatan Idle Up
Digunakan untuk meningkatkan RPM mesin pada kondisi Idle
dan AC dalam keadaan hidup. Tanpa alat ini mesin akan
menjadi sangat berat karena harus mengangkat beban
kompresor sehingga mesin akan sering mati dan kenyamanan
berkendaraan akan menjadi terganggu. Alat ini penggunaannya
tergantung dari tipe dan jenis bahan bakarnya.
Untuk jenis mobil konvensional (menggunakan karburator)
di gunakan Vacuum
Switching Valve
(VSV) serta sebuah
Actuator untuk
membuka Throttle,
sehingga putaran
mesin akan
meningkat pada
putaran idle dan AC
dalam keadaan
hidup. (Lihat
gambar)
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 28
Untuk mobil EFI, digunakan VSV yang dilengkapi
diapraghma yang menyebabkan udara akan melalui surge
tank, dan ECU akan
menginjeksikan
sejumlah tambahan
bahan bakar sesuai
dengan udara
bypass, sehingga
idling mesin akan
meningkat.
e. Sistem Pelindung Tali Penggerak Kompressor
Alat ini digunakan untuk melindungi tali penggerak kompresor,
yaitu pada saat kompresor mengalami kemacetan. Bila hal ini
terjadi maka magnetic clutch dan VSV idle up akan off secara
otomatis dan indikator lampu AC akan berkedip untuk
memberitahukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin.
Alur kerja sistem pelindung tali penggerak
kompresor
Letak dan prinsip kerja
pelindung tali penggerak
kompresor.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 29
f. Sistem Kontrol Kompressor Dua Tingkat (Mode
Ekonomi)
AC tipe airmix, dengan
kompresor berputar pada
beban penuh yang
temperaturnya mencapai batas
limit hingga terjadi pembekuan
pada fin evaporator (3oC), hal
ini akan banyak menyerap
tenaga mesin. Dengan
menggunakan peralatan ini dan
diset pada switch ekonomi akan
menghemat banyak pemakaian
karena kompresor akan off
pada 10oC temperatur fin bukan
3oC seperti pada keadaan
normal.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 30
g. Magnetic Valve
Terletak antara Receifer dan Expansion Valve dan dipakai pada
sistem pendingin tipe dual. Pengontrol temperatur ini bekerja
dengan cara membuka dan menutup Magnetic Valve yang
secara paralel akan bekerja membuka dan menutup siklus
pendingin.
2. Letak Komponen Utama Dan Perlengkapan Tambahan AC
Mobil
Letak komponen pada AC mobil sangat bergantung dari jenis
mobilnya, namun demikian perbedaan letak ini tidaklah
mempengaruhi urutan dari komponen tersebut, contoh gambar
dibawah menunjukkan letak masing-masing komponen baik utama
maupun tambahan pada mobil jenis sedan maupun minibus yang
memiliki ruang mesin dibagian depan.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 31
3. Siklus Pendinginan AC Mobil
Siklus Pendinginan Air Conditioners merupakan suatu rangkaian
yang tertutup. Siklus pendinginan yang terjadi dapat digambarkan
sebagai berikut:
a. Kompresor berputar menekan gas Refrigerant dari Evaporator
yang bertemparatur tinggi, dengan bertambahnya tekanan maka
temperaturnya juga semakin meningkat, hal ini diperlukan untuk
mempermudah pelepasan panas refrigerant
b. Gas Refrigerant yang bertekanan dan bertemperatur tinggi
masuk kedalam kondenser. Di dalam kondenser ini panas
Refrigerant dilepaskan dan terjadilah pengembunan sehingga
Refrigerant berubah dari bentuk gas menjadi cair
c. Cairan Refrigerant diatampung oleh Receifer untuk disaring
sampai Evaporator membutuhkan Refrigerant
d. Expansion Valve memancarkan Refrigerant cair ini sehingga
berbentuk kabut dan cairan yang bertemperatur rendah dan
bertekanan rendah
e. Gas Refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir kedalam
Evaporator untuk mendinginkan udara yang mengalir melalui
sela-sela fin Evaporator, sehingga udara tersebut menjadi dingin
yang akan ditekan oleh BLower keruang kendaraan
f. Gas Refrigerant kembali kekompresor untuk dicairkan kembali di
kondenser.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 32
4. Manifold Gauge
Manipol pengukur adalah alat yang berfungsi selain untuk
mengosongkan/mengisi Refrigerant juga sebagai alat untuk
mengidentifikasi gangguan. Konstruksi yang istimewa dari alat ini
harus dipelajari secara seksama agar penggunaannya menjadi
optimal dan terhindar dari kesalahan pemakaian. Penjelasan berikut
menggunakan manipol pengukur model keran seperti pada gambar
dibawah dengan 4 nipel penghubung (ada yang hanya
menggunakan 3 niple penghubung, yang perbedaannya pada niple
no 4 tidak ada)
a. Kondisi Hubungan Saluran Manifold Gauge
1) Keran Katup Tekanan Rendah Terbuka Dan Keran
Katup Tekanan Tinggi Menutup
Dalam kondisi ini:
Niple 2,3,4 dan pengukur
tekanan rendah saling
berhubungan.
Niple 1 hanya terhubung
dengan pengukur tekanan
tinggi.
2) Keran Katup Tekanan Rendah Tertutup Dan Keran
Katup Tekanan Tinggi Membuka
Dalam kondisi ini:
Niple 1,2,4 dan pengukur
tekanan tinggi saling
berhubungan.
Niple 3 hanya terhubung
dengan pengukur tekanan
rendah.
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 33
3) Kedua Keran Katup Terbuka
Dalam Kondisi ini:
Semua niple penghubung dan
pengukur saling berhubungan.
4) Kedua Keran Katup Tertutup
Dalam kondisi ini:
Niple 1 berhubungan dengan
pengukur tekanan tinggi.
Niple 3 berhubungan dengan
pengukur tekanan rendah.
5. Mengisi Refrigerant Pada Sistem AC Mobil
a. Mengenal Refrigerant (Zat Pendingin)
Refrigerant atau zat pendingin mempunyai kemampuan
R 12
menyerap panas dalam jumlah yang besar
dan pada proses itu disertai dengan
perubahan
wujud yaitu dari cair menjadi gas. Zat
pendingin yang sering digunakan
pada sistem AC mobil adalah R 12
atau juga dikenal dengan CFC 12
(Fluorinated Hydrocarbon). Kele
bihan zat pendingin ini antara lain:
mendidih pada–29,8oC dalam tekanan atmosfir 34
Stabil pada temperatur baik tinggi maupun rendah
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC
Tidak menimbulkan reaksi terhadap logam
dapat larut bila dicampur dengan minyak
kurang bereaksi terhadap karet
tidak berwarna dan tidak berbau
Kekurangannya adalah dapat mempengaruhi penipisan
lapisan ozon pada atmosfir bumi yang menjaga terjadinya
radiasi sinar ultra Violet dari matahari dan menimbulkan efek
rumah kaca.
Refrigerant (Zat Pendingin) lain
yang sekarang banyak dijumpai
dan lebih ramah terhadap ozon
serta memiliki efektifitas
pendinginan lebih baik adalah
HFC 134a.
Refrigerant yang dipakai
sebagai alternatif pengganti
lainnya adalah:
ternary blend yang merupakan campuran dari zat pendingin
yang berbeda seperti: HCF22,HFC152a dan HCFC134a dan
yang sudah sangat kita kenal yaitu gas alam cair (LPG)
meskipun zat ini sangat mudah terbakar, sehingga pada
beberapa negara tertentu penggunaan LPG ini tidak diijinkan
lagi.
b. Mengenal Pelumas Kompressor
Pelumas kompresor diperlukan untuk melumasi bantalan-
bantalan serta bidang permukaan yang saling bergesekan. Oleh
karena pelumas pada kompresor ikut bersirkulasi dengan
Refrigerant, maka dibutuhkan oli khusus untuk kompresor.
Salah satu contoh oli
khusus untuk
kompresor
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 35
Oli kompresor terdiri dari berbagai tingkatan dan jenis yang
diolah sedemikian rupa sehingga menghindari timbulnya busa
dan belerang. Selain itu oli kompresor sangat bergantung
dengan jenis refrigerant yang digunakan dan secara spesifik
dapat diuraikan:
untuk Refrigerant R12: digunakan pelumas mineral
untuk CFC 134a: digunakan PAG (Poly Alkylene Glycol ) atau
pelumas Ester.
Jumlah oli kompresor baik dalam keadaan kosong maupun
sebagai tambahan karena penggantian komponen.
kosong (pemasangan baru)..... 100 cc
ganti receifer.......................... 20 cc
ganti condenser ..................... 40–50 cc
ganti evaporator .................... 40–50 cc
c. Cara Mengisi Refrigerant
Sebelum mengisi Refrigerant sistem rangkaian harus dalam
keadaan kosong, tidak ada udara ataupun uap air yang tersisa
didalamnya. Untuk mengosongkan sistem rangkaian ini
lakukanlah langkah pengosongan dengan menggunakan alat
Vacuum pump.
Prosedur Pengosongan
Tutup kedua katup Manifold Gauge.
pasang Manifold Gauge ke kompresor dengan selang merah
ke nipel tekanan tinggi dan selang biru ke nipel tekanan
rendah serta selang hijau ke pompa Vakum.
(lihat gambar)
MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 36