The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fahrulw2, 2021-01-12 07:42:22

Sistem AC

SISTEM AC

Bukalah salah satu katup manifold dan hidupkan pompa
vakum.
Bacalah ukuran pada vakum gauge, hingga menunjukkan
angka-600 mmHg (23,62 inHg; 80 kPa)
Bukalah sisi katup manifold yang lain agar vakum bekerja
dari dua sisi untuk lebih mengefisienkan kerja pompa vakum.
Baca kembali ukuran pada vakum gauge dan pastikan sistem
telah bersih dari udara maupun uap air dengan angka
penunjuk berada pada angka 750 mmHg (29,53 in Hg; 99,98
kPa)
Biarkan pompa vakum tetap hidup kurang lebih selama 30
menit.
Tutup kedua katup manifold sebelum mematikan pompa
vakum.
Tunggu kurang lebih 15 menit dan amati angka penunjuk
meteran. Bila terjadi penurunan maka berarti dalam sistem
rangkaian masih terjadi kebocoran.
Cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran sampai
ditemukan dan perbaiki.

Pengisian Refrigerant
Sebelum memulai pengisian Refrigerant pastikan langkah-
langkah berikut sudah dilakukan:

Rangkaian sistem masih terpasang dengan benar
Selang masih terpasang dengan Manifold Gauge warna
merah ke nipel tekanan tinggi, warna biru ke nipel tekanan
rendah dan warna hijau ke tangki refrigerant atau alat
pengisi
Refrigerant yang akan digunakan tersedia dengan cukup
singkirkan alat-alat yang masih ada di sekitar mesin untuk
menghindari terjadinya kecelakaan

Langkah pengisian
Pemasangan selang pada
tabung Refrigerant
o Sebelum memasang selang,

putarlah handle berlawanan
arah jarum jam sampai
jarum katupnya tertarik
penuh

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 37

o Putarlah disc berlawanan
arah jarum jam, sampai
posisi habis

o Hubungan selang warna
hijau ke tabung Refrigerant

o Putarlah disch searah jarum
jam dengan tangan

o Putarlah Handle searah jarum jam untuk membuat
lubang, dan putarlah kembali berlawanan arah jarum jam
agar gas dapat mengalir ke selang

o Tekanlah niple no 4 pada Manifold Gauge dengan jari
tangan sampai udara keluar dari selang tengah

o Bila udara sudah keluar (ditandai dengan keluarnya
Refrigerant) tutuplah niple no 4 dengan tutup niple.

Pemeriksaan kebocoran awal
o Bukalah keran katup tekanan tinggi pada Manifold Gauge

agar gas masuk kedalam sistem. (tabung menghadap
keatas)
o Bila pengukur tekanan rendah sudah menunjukkan 1
kg/cm2 (14 psi; 98 kPa) tutup keran manifold tekanan
tinggi
o Periksalah kebocoran pada sistem dengan menggunakan
detektor

Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair

o Balikkanlah tabung

refrigerant menghadap

kebawah agar isi refrigerant

yang keluar dalam bentuk

cair

o Buka katup tekanan tinggi

o Periksalah kaca pengintai

sampai aliran refrigerant

berhenti mengalir dan

tutuplah keran

o Amati kedua pengukur,

tekanan tinggi maupun

tekanan rendah. Keduanya

harus menunjukkan

tekanan yang sama

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 38

Pengisian Lanjutan

o Baliklah tabung refrigerant

menghadap keatas agar isi

refrigerant keluar dalam

bentuk gas

o Hidupkan mesin dan

biarkan beberapa menit

untuk pemanasan

o Hidupkan switch AC, dan

amati pengukur tekanan

manifold gauge tanda

merah harus terlihat pada

tekanan tinggi dan tanda

biru pada tekanan rendah

tetapi tidak vakum

o Buka sedikit demi sedikit

katup manifold gauge

warna biru. (besar kecilnya

pembukaan akan

mempengaruhi jumlah

refrigerant yang mengalir

dalam sistem

o Amati gelas pantau dan bila jumlah gelembung menjadi

semakin sedikit dan lembut menunjukkan bahwa

pengisian sudah cukup

o Tutup katup manifold gauge, dan baca pengukur tekanan

rendah 1,5–2,0 kg/cm2 dan tekanan tinggi 14,5–15

kg/cm2

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 39

C. Rangkuman

1. Peralatan Tambahan Yang Terdapat Pada Rangkaian
Sistem AC Mobil
a. Pressure Switch
b. Alat Pencegah Pembekuan (Anti Frosting Devices)
c. Stabilizer putaran mesin
d. Peralatan idle up
e. Sistem pelindung tali penggerak kompressor
f. Sistem kontrol kompressor dua tingkat (mode ekonomi)
g. Magnetic valve

2. Letak Komponen Utama Dan Perlengkapan Tambahan AC
Mobil
Contoh untuk mobil dengan mesin berada didepan

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 40

3. Siklus Pendinginan AC Mobil
Siklus pendingin pada sistem air condition mobil pada hakekatnya
merupakan suatu sistem dengan rangkaian tertutup. Diawali
dengan pergerakan refrigerant oleh tekanan compressor dalam
bentuk gas menuju ke condenser, dicondenser ini refrigerant
berubah wujud menjadi cair yang terus bergerak menuju
Receifer/Dryer. Disini refrigerant ditampung dan disaring
kemudian diteruskan menuju ke expansion valve yang berfungsi
menyemprotkan ke evaporator. Di evaporator refrigrerant diubah
lagi wujudnya menjadi gas agar dapat menyerap panas dari
udara yang ditiupkan blower (terjadi penurunan temperatur di
kabin mobi), kemudian gas refrigerant kembali menuju ke
compressor.

4. Manifold Gauge
Selain sebagai alat pengisi manifold gauge ini juga berfungsi
sebagai pengukur dan terutama untuk menentukan kesalahan
yang terjadi pada sistem pendingin.
Gambar skema hubungan niple penghubung dengan pengukur.

4 4

321 321
Keran katup tekanan Keran katup tekanan
Rendah terbuka Tinggi terbuka

4 4
321 32 1

Kedua keran terbuka Kedua keran tertutup

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 41

5. Mengisi Refrigerant pada sistem AC Mobil
Sebelum pengisian dilaksanakan, perlu mengenal hal-hal sebagai
berikut:
c. Mengenal zat refrigerant yang ramah lingkungan.
R 12, R 134a, R 22, Gas LPG dlsb.
d. Mengenal Pelumas khusus untuk AC.
Pelumas mineral untuk R12
Pelumas PAG atau ester untuk R 134a.
e. Pengisian Refrigerant.
 Pemasangan manifold gauge
 Penggunaan pompa vacuum
 Pengisisan awal (cair)
 Pengisisan lanjut (Gas)

d. Tugas
1. Pelajari peralatan tambahan pada sistem AC Mobil.
2. Lakukanlah observasi letak komponen AC pada berbagai mobil.
3. Hafalkan fungsi dan cara kerja Manifold Gauge.
4. Praktekkan cara mengisi refrigerant dengan urutan yang benar.
5. Lakukanlah test kebocoran dengan ketiga cara bila peralatan
memungkinkan.

e. Test Formatif
1. Sebutkan nama-nama dan kegunaan peralatan tambahan pada AC
mobil
2. Buatlah gambar skema letak komponen baik Utama maupun
tambahan pada AC Mobil
3. Jelaskan Proses Sirkulasi sistem Pendingin AC pada Mobil
4. Jelaskan cara menggunakan manifold Gauge
5. Jelaskan cara pengisian Refrigerant pada sistem AC Mobil
6. Jelaskan cara pemeriksaan test kebocoran pada sistem AC Mobil

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 42

f. Kunci Jawaban

1. Jawab: peralatan tambahan yang terdapat pada rangkaian
sistem AC mobil dan fungsinya
a. Pressure Switch
Fungsinya untuk mengontrol tekanan pada sisi tekanan tinggi.
Apabila pada sisi tekanan tinggi terjadi tekanan berlebih atau terlalu
rendah, maka secara otomatis akan menyetop switch sehingga
magnetic clutch menjadi off.

b. Alat Pencegah Pembekuan (Anti Frosting Devices)
Fungsinya untuk menghidari berkurangnya efek pendinginan yang
disebabkan pembekuan air yang ada di fin pada evaporator yang
terlalu dingin < 0oC,

c. Stabilizer putaran mesin
Berfungsi untuk menstabilkan putaran mesin melalui sensor
pendeteksi RPM mesin yang dipasangkan pada arus primer ignition
coil sehingga putaran idle mesin menjadi lebih baik dan tidak
mudah mati.

d. Peralatan Idle Up
Berfungsi untuk meningkatkan RPM mesin pada kondisi idle dan AC
dalam keadaan hidup. Tanpa alat ini mesin akan menjadi sangat
berat karena harus mengangkat beban kompresor sehingga mesin
akan sering mati dan kenyamanan berkendaraan akan menjadi
terganggu. Alat ini penggunaannya tergantung dari tipe dan jenis
bahan bakarnya.

e. Sistem Pelindung Tali Penggerak Kompressor
Berfungsi melindungi tali penggerak kompresor, yaitu pada saat
kompresor mengalami kemacetan. Bila hal ini terjadi maka
magnetic clutch dan VSV idle up akan off secara otomatis dan
indikator lampu AC akan berkedip untuk memberitahukan
kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin.

f. Sistem Kontrol Kompressor Dua Tingkat (Mode Ekonomi)
AC tipe airmix, dengan kompresor berputar pada beban penuh yang
temperaturnya mencapai batas limit hingga terjadi pembekuan
pada fin evaporator (3oC), hal ini akan banyak menyerap tenaga
mesin. Dengan menggunakan peralatan ini dan diset pada switch
ekonomi akan menghemat banyak pemakaian karena kompresor

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 43

akan off pada 10oC temperatur fin bukan 3oC seperti pada keadaan
normal.
g. Magnetic Valve
Fungsinya untuk mengontrol temperatur yang letaknya antara
receifer dan expansion valve dan dipakai pada sistem pendingin
tipe dual. sistem bekerjanya dengan cara membuka dan menutup
magnetic valve yang secara paralel akan bekerja membuka dan
menutup siklus pendingin.

2. Jawab: letak komponen utama dan perlengkapan tambahan AC
Mobil
Contoh untuk mobil dengan mesin berada didepan

3. Jawab: siklus Pendinginan pada AC Mobil
Siklus pendingin pada sistem air condition mobil pada hakekatnya
merupakan suatu sistem dengan rangkaian tertutup. Diawali dengan
pergerakan refrigerant oleh tekanan compressor dalam bentuk gas
menuju ke condenser, dicondenser ini refrigerant berubah wujud
menjadi cair yang terus bergerak menuju Receifer/Dryer. Disini
refrigerant ditampung dan disaring kemudian diteruskan menuju ke
expansion valve yang berfungsi menyemprotkan ke evaporator. Di
evaporator refrigrerant diubah lagi wujudnya menjadi gas agar dapat

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 44

menyerap panas dari udara yang ditiupkan blower (terjadi penurunan
temperatur di kabin mobil), kemudian gas refrigerant kembali menuju
ke compressor.

4. Jawab: Fungsi Dan Cara Kerja Manifold Gauge
Selain sebagai alat pengisi, manifold gauge ini juga berfungsi sebagai
pengukur dan terutama untuk menentukan kesalahan yang terjadi pada
sistem pendingin.

Gambar skema hubungan niple penghubung dengan pengukur.

4 4

321 32 1
Keran katup tekanan Keran katup tekanan
Rendah terbuka Tinggi terbuka

44

32 1 32 1

Kedua keran terbuka Kedua keran tertutup

5. Jawab: Cara mengisi Refrigerant pada sistem AC Mobil
Sebelum pengisian dilaksanakan, perlu mengenal hal-hal sebagai
berikut:
a. Mengenal zat refrigerant yang ramah lingkungan
R 12, R 134a, R 22, Gas LPG dlsb.
b. Mengenal Pelumas khusus untuk AC
Pelumas mineral untuk R12

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 45

Pelumas PAG atau ester untuk R 134a.
c. Pengisian Refrigerant.

o Pemasangan manifold gauge
o Penggunaan pompa vacuum
o Pengisisan awal (cair)
o Pengisisan lanjut (Gas)

6. Jawab: Beberapa prosedur pemeriksaan kebocoran yaitu
a. Untuk kebocoran yang cukup besar bisa dilakukan menggunakan
larutan air sabun
b. Untuk kebocoran yang baru dirasakan kurang dingin dapat
menggunakan alat deteksi kebocoran Halide torch atau kompor
nyala api
c. Untuk tingkat kebocoran yang lebih kecil lagi dapat menggunakan
detektor electronik

7. Jawab: Uji kemampuan AC dilakukan dengan
a. Mengukur temperatur pada kedua sisi wet dan dry bulb pada inlet
dan outlet evaporator
b. Menghitung kelembaban relatif dengan menggunakan grafik 1
c. Membaca perbedaan temperatur anatara inlet dan outlet dengan
menggunakan grafik 2

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 46

g. Lembar Kerja
Tujuan:
Peserta diklat mengenal bahan ajar yang sesungguhnya yang digunakan
didalam mobil.

Peralatan:
1. Kunci Ring/pas set
2. Obeng +/-
3. Alat-alat khusus (Spesial Service Tool) untuk AC
4. Tang kombinasi
5. Palu Plastik
6. Manifold Gauge
7. Refrigerant R 12
8. Refrigerant R 134a
9. Pompa Vacuum
10. Kain lap
11. Meja Kerja

Bahan:
1. Alat-alat tambahan dalam sistem AC
2. Manifold Gauge
3. Mobil berAC

Keselamatan Kerja:
1. Letakkan alat dan bahan yang dipergunakan pada meja kerja
2. Hati-hati terhadap zat/gas refrigerant
3. Hati-hati terhadap ceceran oli
4. Gunakan alat-alat keselamatan kerja yang seharusnya dipakai
5. Ikuti petunjuk yang diberikan oleh guru/instruktur dalam melaksanakan

pekerjaan

Langkah Kerja:
1. Persiapkan alat dan bahan praktik dan letakkan pada posisi yang aman
2. Gunakan alat ukur dengan semestinya sesuai dengan standar

operasional prosedur industri
3. Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan oleh guru
4. Buatlah laporan praktek secara ringkas dan serahkan kepada

Guru/Instruktur untuk diperiksa
5. Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan ke

tempat semula
6. Bersihkan tempat kerja

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 47

Kegiatan Belajar 3. Servis/Repair AC Mobil

a. Tujuan Kegiatan Belajar
1) Peserta diklat dapat menyebutkan ciri-ciri siklus pendingin yang
tidak normal, penyebab dan pemecahannya.
2) Peserta diklat dapat membongkar, memperbaiki/mengganti
kerusakan dan memasang kembali komponen.
3) Peserta diklat dapat mengetest kemungkinan kebocoran yang terjadi
pada rangkaian sistem AC.
4) Peserta diklat dapat menguji kemampuan sistem AC.

b. Uraian Materi

1) Ciri-ciri siklus pendingin tidak normal, penyebab dan
pemecahannya

1. Refrigerant kurang
Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut:
Udara yang keluar dari sistem pendingin tidak terlalu dingin
Pada kaca pengintai terlihat banyak gelembung
Pemeriksaan pada manifold gauge:
pengukur tekanan rendah: 0,8 kg/cm2
(11 psi, 78 kPa)
Pengukur tekanan tinggi: 8-0 kg/cm2
(114 psi, 882 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:
terdapat kebocoran pada siklus Pendinginan.

Pemecahannya:
Periksa kebocoran dengan menggunakan detektor
kebocoran dan perbaiki.

2. Pengisian Refrigerant Berlebihan

Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut:
pendinginan tidak maksimum
Pemeriksaan pada Manifold Gauge :
Pengukur tekanan rendah: 2.5 kg/cm2
(36 psi, 245 kPa)
Pengukur tekanan tinggi: 20 kg/cm2
(248 psi, 1.961 kPa)

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 48

Kemungkinan penyebabnya:
Dalam pengisian refrigerant terlalu berlebihan
Kondenser tidak bekerja dengan baik
Kopling fluida kipas radiator slip
Tali kipas kompresor kendor

Pemecahannya:
Kurangi jumlah refrigerant
Bersihkan kondenser
Periksa kopling fluida kipas radiator, bila rusak ganti
Stel tali kipas

3. Terdapat Udara Didalam Siklus

Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
AC tidak terlalu dingin
Pemeriksaan pada Manifold Gauge:
Pengukur tekanan rendah: 2.5 kg/cm2
(36 psi, 245 kPa)
Pengukur tekanan tinggi: 23 kg/cm2
(327 psi, 2.256 kPa)

kemungkinan penyebabnya:
Ada udara didalam siklus pendingin

Pemecahannya:
Periksa kotoran oli dan jumlahnya
Bila oli berwarna hitam (kotor), bersihkan dengan minyak tanah
dan semprot dengan kompresor angin
lakukan penyedotan kevakuman kembali
Ganti receifer

4. Terdapat Uap Air Didalam Siklus

Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
Kadang dingin kadang tidak
Pemeriksaan pada Manifold Gauge:
Pengukur tekanan rendah: 50 cmHg (1,5 kg/cm2)
Pengukur tekanan tinggi: 7=15 kg/cm2

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 49

Kemungkinan penyebabnya:
Pada Expansion Valve terjadi penyumbatan oleh gumpalan es

Pemecahannya:
Ganti Receifer/Dryer
lakukan pemompaan kevakuman, untuk membuang uap air
perhatikan jumlah Refrigerant yang sesuai dalam pengisian

5. Refrigerant Tidak Bersirkulasi

Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
AC tidak dingin
Pemeriksaan pada Manifold Gauge:
Pengukur tekanan rendah: 76 cmHg
(angat rendah)
Pengukur tekanan tinggi: 6 kg/cm2
(85 psi/588 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:
Pada Expansion Valve terjadi penyumbatan

Pemecahannya:
Lepas Expansion Valve, bersihkan dan tes. Bila sudah rusak ganti
Ganti Receifer/Dryer
perhatikan jumlah refrigerant yang sesuai dalam pengisian

6. Ekspansion Valve Tidak Bekerja Dengan Baik

Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
AC kurang dingin
Pemeriksaan pada Manifold Gauge:
Pengukur tekanan rendah: 2,5 kg/cm2
(36 psi/245 kPa)
Pengukur tekanan tinggi: 19-20 kg/cm2
(70–264 psi/1.863–1.961 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:
Expansion Valve rusak atau pemasangan Heat Sensitizing salah
Penyetelan aliran tidak baik
pada Evaporator terlalu banyak Refrigerant dalam bentuk cair

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 50

Pemecahannya:
Periksa pemasangan Heat Sensitizing
Periksa Expansion Valve, bila rusak ganti

7. Tidak ada kompresi pada kompresor. Pada kondisi ini
terlihat gejala sebagai berikut:

AC tidak dingin

Pemeriksaan pada Manifold Gauge:
Pengukur tekanan rendah : terlalu tinggi
Pengukur tekanan tinggi : terlalu rendah

Kemungkinan penyebabnya:
Kompresor rusak

katup kompresor rusak
Pemecahannya:

Bongkar dan perbaiki kompresor
Ganti kompresor dengan type dan kapasitas yang sama

2) Membongkar, Memperbaiki/Mengganti Kerusakan Dan
Memasang Kembali Komponen

Pekerjaan ini memerlukan urutan langkah yang benar serta
ketelitian, untuk mempermudah pemahaman siswa pekerjaan ini
akan disajikan dalam bentuk lembar kerja yang dilengkapi dengan
gambar-gambar penjelas.
Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk penggantian dan atau
perbaikan komponen yang mengalami gangguan atau kerusakan,
dan seluruh tahapan latihan pekerjaan ini benar-benar harus dialami
oleh siswa, agar ketercapaian kompetence
Dari modul dapat terlaksana.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 51

Kompetensi: Memelihara/Servis Sistem AC
Bongkar pasang:
MAGNETIC CLUTH
(SWASH PLATE & THROUGH VANE)

Tujuan:
Siswa dapat melakukan pembongkaran, penggantian komponen yang rusak dan melakukan
pemasangan kembali dengan prosedur yang benar magnetic clutch jenis swash plate dan
Through Vane.

Peralatan:
1. Treker kaki tiga
2. Tang buka dan tang tutup
3. Kunci momen
4. Dial indikator dan landasan bermagnet
5. Feeler Gauge

Bahan:
Compresor tipe swash plate dan through vane.

Keselamatan Kerja:
1. Perhatikan urutan kerja sesuai standard operasional prosedur
2. Kerjakan di Meja kerja
3. Hati-hati terhadap ceceran oli
5. Gunakan oli standard. (Sesuai petunjuk pabrik)
6. Gunakan alat-alat keselamatan kerja
7. Hati-hati terhadap cairan/gas Refrigerant

Langkah Kerja:
Sebelum membongkar Compressor, lakukan dahulu:

Langkah Melepas Compressor dari Engine.
1. Hidupkan mesin +/- 10 menit dalam keadaan Idle dan AC “ON”
2. Matikan AC, matikan Mesin
3. Lepaskan kabel negatif Batery
4. Lepaskan Conektor untuk magnetic clutch dan temperatur Switch
5. Keluarkan Refrigerant. (Hati-hati terhadap cairan/gas Refrigerant, sebaiknya pakai alat-

alat keselamatan kerja)
6. Lepas selang yang menghubungkan Compressor
7. Lepas Compressor

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 49

Membongkar
1. Melepas Pressure Plate:

a. Lepas baut poros (guna kan Spesial servis tool
dan kunci Sock)

b. Pasang SST (lihat gambar) ke Pressure Plate

c. Lepaskan Pressure Plate:
untuk Tipe Swash Plate

d. Melepas Pressure Plate untuk Tipe Through Vane

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 50

e. Lepaskan Shim 51

2. Melepas Rotor
a. Lepaskan Snap Ring
(menggunakan tang tutup)

b. Keluarkan rotor
(Gunakan palu plastik)

3. Melepas Stator:
a. Lepas kabel Stator
dari rumah Compressor
(Tipe Swash Plate)

Lepas kabel Stator
dari rumah Compressor
(Tipe Through vane)

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

b. Lepaskan Snap Ring 52

c. Lepaskan Stator

Memasang
3. Pasang Stator

a. Pasang stator

b. Pasang Snap Ring

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

c. Sambungkan kabel stator. 53
(Tipe Swash Plate)

Sambungkan kabel stator.
(Tipe Through Vane)

4. Pasang Rotor
a. Pasang rotor pada poros
Compressor
b. Gunakan Snap Ring baru

5. Pasang Pressure Plate
a. Pasang Shim

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

b. Pasang baut poros 54
(Tipe Swash Plate)

Pasang baut poros
(Tipe Through Vane)

6. Ukur Celah Magnetic Clutch.
Tipe Swash Plate
Gunakan Feeler Gauge

Tipe Through Vane
a. pasang Dial Gauge pada Pressure

Plate
b. hubungkan kabel Magnetic Clutch

ke batery+(lihat gam- bar).
c. Periksa antara Pressure Plate dan

rotor kemudian hubungkan terminal
negatif batery

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

Kompetensi : Memelihara/Servis Sistem AC
Bongkar pasang:

COMPRESSOR
(TIPE SWASH PLATE)

Tujuan:
Siswa dapat melakukan pembongkaran, penggantian komponen yang rusak dan
melakukan pemasangan kembali dengan prosedur yang benar compresor jenis swash
plate.

Peralatan:
1. Treker kaki tiga
2. Tang buka dan tang tutup
3. Kunci set pas dan ring
4. Pelepas dan penekan seal
5. Penahan seal
6. Kunci Momen
7. Palu Plastik.

Bahan: Compresor tipe swash plate.

Keselamatan Kerja:
1. Perhatikan urutan kerja sesuai standard operasional prosedur
2. Kerjakan di Meja kerja
3. Hati-hati terhadap ceceran oli
4. Gunakan oli standard (Sesuai petunjuk pabrik).
5. Gunakan alat-alat keselamatan kerja
6. Hati-hati terhadap cairan/gas refrigerant.

Langkah Kerja:
Sebelum membongkar compressor, lakukan dahulu:

Langkah Melepas Compressor dari Engine.
1. Hidupkan mesin +/- 10 menit dalam keadaan idle dan AC “ON”.
2. Matikan AC, matikan Mesin.
3. Lepaskan kabel negatif Batery.
4. Lepaskan Conektor untuk Magnetic Clutch dan temperatur Switch

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 55

5. Keluarkan Refrigerant. (Hati-hati terhadap cairan/gas Refrigerant, sebaiknya pakai
alat-alat keselamatan kerja)

6. Lepas selang yang menghubungkan Compressor
7. Lepas Compressor.

Membongkar

1. Melepas Servis Valve 56
a. Lepas baut Servis Plate
b. Lepas Seal Ring (ganti)

2. Mengukur oli
Ukur oli yang ada didalam Compressor sebagai
patokan pengsisian oli baru.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

3. Melepas Tutup depan 57
Lepas baut pengunci tutup depan dengan
menggunakan obeng ketok +

a. Lepas tutup rumahnya gunakan obeng (-)
hati-hati jangan sampai melukai seal
maupun rumah compressor.

4. Melepas plat katup depan
a. Lepaskan pin dari tutup depan

b. Lepas pelat katup

5. Melepas gasket

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

6. Melepas seal poros 58
a. Lepas snap ring.

b. Dengan menggunakan busing (SST) dorong seal
poros keluar.

Memasang
1. Pemasangan seal

a. Atur seal poros tepat ditengah

b. Dorong seal dengan busing

c. Pasang snap ring

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

2. Pemasangan pelat rumah depan 59
a. Pasang pin (2 buah)
b. Lumasi O ring dengan oli
c. Pasang katup isap depan melalui pin pada
bagian depan silinder.

d. Pasang pelat depan bersama sama dengan katup
penyalur melalui pin pada silinder depan.

e. Lumasi gasket dengan oli, dan pasang pada
silinder depan.

3. pemasangan dudukan center
Pasang dudukan center pada poros
(SST).

4. pemasangan tutup depan.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

5. pengerasan baut-baut.

6. Pengisian Oli.
(Jumlah oli harus sama dengan oli yang terbuang saat
pem bongkaran).
Gunakan Oli yang standard.

7. Pemasangan katup servis
a. Lumasi dulu dengan oli.
b. Pasang katup servis pada compressor dan
keraskan bautnya.
Momen kekencangan:
250 kg-cm.

8. Pengukuran Momen Putar Poros
Momen: 50 kg-cm.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 60

Kompetensi: Memelihara/Servis Sistem AC
Bongkar pasang:
COMPRESSOR
(TIPE THROUGH VANE)

Tujuan:
Siswa dapat melakukan pembongkaran, penggantian komponen yang rusak dan melakukan
pemasangan kembali dengan prosedur yang benar compresor Tipe Through Vane.

Peralatan:
1. Treker kaki tiga
2. Tang buka dan tang tutup
3. Kunci set pas dan ring
4. Pelepas dan penekan seal
5. Penahan seal
6. Kunci Momen
7. Palu Plastik.

Bahan: Compresor tipe Through Vane.

Keselamatan Kerja:
1. Perhatikan urutan kerja sesuai standard operasional prosedur.
2. Kerjakan di Meja kerja.
3. Hati-hati terhadap ceceran oli.
4. Gunakan oli standard. (Sesuai petunjuk pabrik)
5. Gunakan alat-alat keselamatan kerja
6. Hati-hati terhadap cairan/gas refrigerant

Langkah Kerja:
Sebelum membongkar Compressor, lakukan dahulu:

Langkah Melepas Compressor dari Engine.
1. Hidupkan mesin +/- 10 menit dalam keadaan idle dan AC “ON”
2. Matikan AC, matikan Mesin
3. Lepaskan kabel negatif Batery
4. Lepaskan conektor untuk magnetic clutch dan temperatur switch
5. Keluarkan Refrigerant. (Hati-hati terhadap cairan/gas refrigerant, sebaiknya pakai alat-

alat keselamatan kerja)
6. Lepas selang yang menghubungkan compressor
7. Lepas compressor.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 61

Membongkar

1. Lepas katup servis pengisap. 62
2. Lepas katup servis penyalur.

3. Mengukur oli :
Ukur oli yang ada didalam Compressor sebagai
patokan pengsisian oli baru.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

4. Melepas pelat katup depan. 63
a. Lepas bautnya.
b. Lepas tutup depan.
c. Lepas tutup belakang.

5. Melepas pin dan gasket.

6. Melepas seal poros.

Memasang
1. Pasang seal poros baru

a. Pasang Gasket baru
b. Pasang tutup rumah.

Pemasangan baut-baut pe-ngikat.

2. Pemasangan Kompresor
pada Bracket.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

3. Pengerasan baut pengikat
Momen pengencangan:
250 kg-cm.

4. Pengisian oli
(Jumlah oli sama dengan oli yang terbuang
saat pem bongkaran ditambah 20 cc).
Gunakan Oli yang standard.

5. Pemasangan katup isap dan penyalur
a. Lumasi O ring dengan oli kemudian pasang
pada tempatnya.

b. Pasang katup servis (gunakan center dan
kunci momen) kemudian keraskan baut-
bautnya.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 64

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 65

3) Test Kebocoran Pada Sistem AC Mobil

Siklus pendingin AC merupakan suatu rangkaian tertutup, oleh
sebab itu kebocoran sekecil apapun akan dapat mengurangi
kinerja dari sistem tersebut. Pengetesan kebocoran paska
pengisian merupakan prosedur yang sangat lazim dilakukan untuk
memberikan pelayanan yang optimal bagi pelanggan.

Ada beberapa prosedur pemeriksaan kebocoran yaitu:

a) Untuk kebocoran yang cukup besar bisa dilakukan

menggunakan larutan air sabun, yaitu dengan memberi air

sabun pada bagian-bagian sambungan atau bagian yang

diperkirakan mengalami kebocoran. Apabila pada bagian

trsebut terjadi kebocoran maka akan terlihat gelembung-

gelembung yang keluar dari titik kebocoran.

b) Untuk kebocoran yang baru dirasakan kurang dingin dapat

menggunakan alat deteksi kebocoran Halide torch atau

menggunakan kompor nyala api yang cara kerjanya adalah

sebagai berikut:

c) Letakkan secara vertical alat

pemeriksa kebocoran, kemudian

dekatkan selang kontrol (Suction

Tube) ke bagian yang

diperkirakan mengalami

kebocoran dari arah bawah.

Apabila pada daerah tersebut

betul mengalami kebocoran, maka

warna api kompor akan

mengalami perubahan dari biru

menjadi kuning kemerah-merahan

dan sedikit agak membesar.

Gambar: Deteksi kebocoran

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 66

1. Untuk tingkat kebocoran yang lebih kecil lagi dapat
menggunakan detektor Elektronik. Dan jenis dari detector
elektronik ini sangat banyak. Pada gambar dibawah adalah
salah satu contoh detector electronik dengan cara
penggunaannya.

Gambar : Detektor kebocoran elektronik

a. Stel saklar pengatur sensitifity keposisi medium
b. Carilah letak kebocoran dengan mendekatkan dan

menggerakkan antene deteksi ke daerah kebocoran
perlahan-lahan.
c. Ran yang terjadi ditandai dengan bunyi alarm yang makin
lama makin cepat, yang menunjukkan daerah terjadinya
kebocoran.
d. Apabila kebocoran sulit untuk ditemukan rubahlah saklar
pengatur sensitifity ke posisi large.
e. Saklar pengatur sensitifity small digunakan apabila area
kemungkinan kebocoran sudah ditemukan, yaitu untuk
mempersempit area sehingga titik kebocoran dapat
ditemukan.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 67

4) Uji Kemampuan Sistem AC
Uji kemampuan AC diperlukan untuk mengetahui apakah hasil
servis atau pemeliharaan atau bahkan perbaikan yang dilakukan
berhasil dilaksanakan. Prosedur pelaksanaan uji kemampuan ini
harus diikuti secara runtut sehingga pengujian dapat menunjukkan
validitas yang tinggi.

a) Langkah persiapan: Siapkan peralatan uji
Service tool set AC
Thermometer
Psychrometer
Tachometer

b) Pasang manifold gauge

c) Hidupkan mesin dengan AC pad posisi ON
Atur putaran mesin pada 2000 RPM
Atur saklar blower pada posisi (HI) dan temperatur control
di (Cool) serta air flow control di (Vent)
Buka jendela kendaraan

d) Posisikan thermometerDry bulb di outlet udara dingin

e) Posisikan Psychrometer dekat inlet unit pendingin (lihat
gambar)

Gambar : penempatan Thermometer dan
psychrometer

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 68

f) Stabilkan AC
Periksa tekanan pengukur takanan tinggi 14,0-15,5 kg/cm2
Bila pembacaan terlalu tinggi, siram condenser dengn air
dan bila pembacaan terlalu rendah tutuplah bagian depan
condenser
Periksa suhu pada thermometer inlet 25o C–35o C

g) Pemeriksaan Pengujian
Bacalah kelembaban relatif dari grafik psychrometrik
dengan membandingkan sisi wet dan dry bulb psychometer
pada air inlet

Gambar : Grafik 1

Contoh cara membaca grafik:
Pembacaan dry bulb pada air inlet evaporator:25o C
Pembacaan wet bulb pada air inlet evaporator:19,5o C
Pembacaan pada grafik 1: perpotongan antara keduanya
menunjuk pada angka 60%

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 69

Ukur temperatur dry bulb pada outlet udara dingin dan
hitung perbedaan antara inlet dry bulb dan outlet dry
bulb
Pastikan hasil pembacaan antara kelembaban relatif dan
perbedaan kedua temperatur ada pada dua garis
berarsir yang menunjukkan bahwa kemampuan
pendinginan cukup baik

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 70

c. Rangkuman

1. Ciri-ciri siklus pendingin tidak normal, penyebab dan
pemecahannya
a. Refrigerant kurang
b. Pengisian refrigerant berlebihan
c. Terdapat udara didalam siklus
d. Terdapat uap air didalam siklus
e. Refrigerant tidak bersirkulasi
f. Ekspansion valve tidak bekerja dengan baik
g. Tidak ada kompresi pada kompresor.

2. Membongkar, memperbaiki/mengganti kerusakan dan
memasang kembali komponen
a. Bongkar/Pasang magnetic clutch tipe swash plate dan
Through vane.
b. Membongkar, mengganti komponen yang rusak dan
memasang kembali compresor jenis swash plate.
c. Membongkar, mengganti komponen yang rusak dan
memasang kembali compresor jenis Through vane.

3. Test kebocoran pada sistem AC Kendaraan ringan

a. Penggunaan larutan air sabun.
b. Penggunaan detektor Halide Torch atau kompor nyala api
c. Penggunaan detektor Elektronika

4. Uji Kemampuan AC pada Kendaraan ringan
Dilakukan dengan mengukur perbedaan temperatur pada inlet dan
outlet bulb, untuk kemudian dikonversikan menggunakan diagram
psycrometer terhadap prosentase kelembaban udara. Apabila hasil
pembacaan berada diantara dua garis berarsir (diagram 2) maka hal
itu menunjukkan bahwa sistem AC bekerja dengan cukup baik.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 71

d. Tugas

a. lakukan pelatihan praktek ini beberapa kali hingga anda terampil
didalam melakukan bongkar/pasang!

b. Hafalkan urutan cara bongkar dan pasang sesuai satandard
Operasional Prosedur yang telah dipelajari!

e. Tes Formatif

a. Sebutkan ciri-ciri siklus pendingin yang tidak normal, penyebab dan
cara pemecahannya.

b. Sebutkan urutan kerja membongkar dan memasang magnetic
clutch, dan compressor baik tipe swash plate maupun tipe through
vane.

c. Jelaskan cara melakukan test kebocoran dengan menggunakan baik
air sabun, kompor nyala api maupun detector Elektronik.

d. askan cara melakukan uji kemampuan AC pada kendaraan ringan.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 72

f. Kunci jawaban

1. Ciri-ciri siklus pendingin yang tidak normal

a. Refrigerant kurang
Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut:
udara yang keluar dari sistem pendingin tidak terlalu
dingin.
Pada kaca pengintai terlihat banyak gelembung.

Pemeriksaan pada manifold gauge:
pengukur tekanan rendah: 0,8 kg/cm2
(11 psi, 78 kPa)

Pengukur tekanan tinggi: 8-0 kg/cm2
(114 psi, 882 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:
terdapat kebocoran pada siklus Pendinginan.

Pemecahannya:
Periksa kebocoran dengan menggunakan detektor
kebocoran dan perbaiki.

b. Pengisian refrigerant berlebihan
Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut:
pendinginan tidak maksimum.
Pemeriksaan pada manifold gauge:
Pengukur tekanan rendah: 2.5 kg/cm2
(36 psi, 245 kPa)
Pengukur tekanan tinggi: 20 kg/cm2
(248 psi, 1.961 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:
Dalam pengisian refrigerant terlalu berlebihan.
kondenser tidak bekerja dengan baik.
kopling fluida kipas radiator slip.
tali kipas kompresor kendor.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 73

c. Terdapat udara didalam siklus.
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
AC tidak terlalu dingin.
Pemeriksaan pada manifold gauge:
Pengukur tekanan rendah: 2.5 kg/cm2
(36 psi, 245 kPa)
Pengukur tekanan tinggi: 23 kg/cm2
(327 psi, 2.256 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:
Ada udara didalam siklus pendingin.

Pemecahannya:
Periksa kotoran oli dan jumlahnya.
Bila oli berwarna hitam (kotor), bersihkan dengan minyak
tanah dan semprot dengan kompresor angin.
lakukan penyedotan kevakuman kembali.
Ganti receifer.

d. Terdapat uap air didalam siklus
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
Kadang dingin kadang tidak
Pemeriksaan pada manifold gauge:
Pengukur tekanan rendah: 50 cmHg (1,5 kg/cm2)
Pengukur tekanan tinggi: 7 = 15 kg/cm2

Kemungkinan penyebabnya:
Pada expansion valve terjadi penyumbatan oleh gumpalan
es.

Pemecahannya :
Ganti Receifer/Dryer
lakukan pemompaan kevakuman, untuk membuang uap
air.
perhatikan jumlah refrigerant yang sesuai dalam pengisian.

e. Refrigerant tidak bersirkulasi 74
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
AC tidak dingin

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC

Pemeriksaan pada manifold gauge:
Pengukur tekanan rendah: 76 cmHg
(sangat rendah)
Pengukur tekanan tinggi: 6 kg/cm2
(85 psi/588 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:
Pada expansion valve terjadi penyumbatan.

Pemecahannya:
Lepas expansion valve, bersihkan dan tes. Bila sudah rusak
ganti.
Ganti Receifer/Dryer.
perhatikan jumlah refrigerant yang sesuai dalam pengisian.

f. Ekspansion valve tidak bekerja dengan baik
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
AC kurang dingin
Pemeriksaan pada manifold gauge:
Pengukur tekanan rendah: 2,5 kg/cm2
(36 psi/245 kPa)

Pengukur tekanan tinggi: 19-20 kg/cm2
(270–264 psi/1.863–1.961 kPa)

Kemungkinan penyebabnya:
Expansion valve rusak atau pemasangan Heat sensitizing
salah.
Penyetelan aliran tidak baik
pada evaporator terlalu banyak refrigerant dalam bentuk
cair.

Pemecahannya:
Periksa pemasangan heat sensitizing.
Periksa expansion valve, bila rusak ganti.

g. Tidak ada kompresi pada kompresor
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
AC tidak dingin
Pemeriksaan pada manifold gauge:
Pengukur tekanan rendah: terlalu tinggi

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 75

Pengukur tekanan tinggi: terlalu rendah

Kemungkinan penyebabnya:
Kompresor rusak.
katup kompresor rusak.

Pemecahannya:
Bongkar dan perbaiki kompresor
Ganti kompresor dengan type dan kapasitas yang sama.

3. Jawaban
A. Magnetic Clutch:

Membongkar
1. Melepas Pressure Plate:

a. Lepas baut poros (guna kan Spesial servis tool dan
kunci Sock)

b. Pasang SST (lihat gambar) ke pressure plate
c. Lepaskan pressure plate:
d. Lepaskan shim
2. Melepas Stator:
a. Lepaskan snap ring (menggunakan tang tutup)
b. Keluarkan rotor (gunakan palu plastik)
3. Melepas Stator
a. Lepas kabel Stator dari rumah Compressor.
b. Lepaskan snap ring
c. Lepaskan stator

Memasang:
1. Pasang Stator

a. Pasang stator
b. Pasang snap ring
c. Menyambungkan kabel stator
2. Pasang Rotor
a. Pasang rotor pada poros compressor.
b. Gunakan snap ring baru
3. Pasang Pressure plate.
a. Pasang shim
b. Pasang baut poros
4. Ukur celah Magnetic Clutch.
a. Tipe swash plate gunakan feeler gauge
b. Tipe Through vane

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 76

 pasang dial gauge pada pressure plate
 hubungkan kabel magnetic clutch ke batery+

(lihat gambar)
 Periksa antara pressure plate dan rotor

kemudian hubungkan terminal negatif battery

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 77

B. Compressor Tipe Swash Plate

Membongkar
1. Melepas Servis valve:

a. lepas baut servis plate
b. Lepas seal ring (ganti)
2. Mengukur oli
Ukur oli yang ada didalam Compressor sebagai patokan
pengsisian oli baru.
3. Melepas Tutup depan
a. Lepas baut pengunci tutup depan dengan

menggunakan obeng ketok+(spesial servis tool)
b. Lepas tutup rumahnya gunakan obeng (-) hati-hati

jangan sampai melukai seal maupun rumah
compressor.
4. Melepas tutup katup depan
a. Lepaskan pin dari tutup depan
b. Lepas pelat katup
a. Melepas gasket.
5. Melepas seal poros
a. Lepas snap ring
b. Lepas seal poros.

Memasang
1. Pemasangan seal

a. atur seal poros tepat ditengah
b. Dorong seal dengan busing
c. Pasang snap ring.
2. Pemasangan pelat rumah depan
a. Pasang pin (2 buah)
b. Lumasi O ring dengan oli dan pasang pada rumah

depan compressor.
c. Pasang katup isap depan melalui pin pada bagian

depan silinder.
d. Pasang pelat depan bersama sama dengan katup

penyalur melalui pin pada silinder depan.
e. Lumasi gasket dengan oli, dan pasang pada silinder

depan.
Pemasangan dudukan center.
3. pemasangan tutup depan
4. pengerasan baut-baut

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 78

5. Pengisian Oli.
(Jumlah oli harus sama dengan oli yang terbuang saat
pem bongkaran). Gunakan Oli yang standard.

6. Pemasangan katup servis.
a. Lumasi dulu dengan oli.
b. Pasang katup servis pada compressor dan keraskan
bautnya.
Momen kekencangan: 250 kg-cm.

7. Pengukuran Momen Putar Poros.
Momen : 50 kg-cm.

C. Compressor Tipe Through vane

Membongkar
1. Lepas katup servis pengisap
2. Lepas katup servis penyalur
3. Mengukur oli:

Ukur oli yang ada didalam Compressor sebagai patokan
pengi isian oli baru.
4. Melepas pelat katup depan.
a. Lepas bautnya.
b. Lepas tutup depan.
c. Lepas tutup belakang.
5. Melepas pin dan gasket.
6. Melepas seal poros.

Memasang
1. Pasang seal poros baru

a. Pasang Gasket baru
b. Pasang tutup rumah
c. Pemasangan baut-baut pe-ngikat.
2. Pemasangan Kompresor pada Bracket
3. Pengerasan baut pengikat
Momen pengencangan: 250 kg-cm.
4. Pengisian oli
(Jumlah oli sama dengan oli yang terbuang saat pem
bongkaran ditambah 20 cc). Gunakan Oli yang
standard.
5. Pemasangan katup isap dan penyalur
a. Lumasi O ring dengan oli kemudian pasang pada

tempatnya.

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 79

b. Pasang katup servis (gunakan center dan kunci
momen) kemudian keraskan baut-bautnya.

4. Jawab:

Pemeriksan kebocoran dengan menggunakan air sabun.
 hidupkan mesin dan aktifkan AC.
 dengn menggunakan kain lap basahi bagian-bagian

sambungan atau yng diduga mengalami kebocoran dengan
air sabun.
 apabila pada daerah yang diduga terdapat gelembung-
gelembung, maka daerah itulah yang mengalami kebocoran
Pemeriksaan kebocoran dengan menggunakan kompor
nyala api:
Letakkan secara vertical alat pemeriksa kebocoran,
kemudian dekatkan selang kontrol (Suction tube) ke bagian
yang diperkirakan mengalami kebocoran dari arah bawah.
Apabila pada daerah tersebut betul mengalami kebocoran,
maka warna api kompor akan mengalami perubahan dari
biru menjadi kuning kemerah-merahan dan sedikit agak
membesar.
Pemeriksaan kebocoran dengan menggunakan detektor
Elektronik.

Gambar : Detektor kebocoran elektronik

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 80

o Stel saklar pengatur sensitifity keposisi medium
a. Carilah letak kebocoran dengan mendekatkan dan
menggerakkan antene deteksi ke daerah kebocoran
perlahan-lahan.
b. Kebocoran yang terjadi ditandai dengan bunyi alarm
yang makin lama makin cepat, yang menunjukkan
daerah terjadinya kebocoran.
c. Apabila kebocoran sulit untuk ditemukan rubahlah
saklar pengatur sensitifity ke posisi large.
d. Saklar pengatur sensitifity small digunakan apabila
area kemungkinan kebocoran sudah ditemukan, yaitu
untuk mempersempit area sehingga titik kebocoran
dapat ditemukan

5. Jawab

(1) Langkah persiapan: Siapkan peralatan uji
Service tool set AC
Thermometer
Psychrometer
Tachometer

(2) Pasang manifold gauge
(3) Hidupkan mesin dengan AC pad posisi ON

Atur putaran mesin pada 2000 RPM
Atur saklar blower pada posisi (HI) dan temperatur
control di (Cool) serta air flow control di (Vent)
Buka jendela kendaraan
(4) Posisikan thermometer Dry bulb di outlet udara dingin
(5) Posisikan Psychrometer dekat inlet unit pendingin (lihat
gambar)

Gambar : penempatan Thermometer dan psychrometer

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 81

(6) Stabilkan AC

Periksa tekanan pengukur takanan tinggi 14,0 -15,5

kg/cm2 Bila pembacaan terlalu tinggi, siram

condenser dengn air dan bila pembacaan terlalu

rendah tutuplah bagian depan condenser

Periksa suhu pada thermometer inlet 25o C–35o C

(7) Pemeriksaan Pengujian

Bacalah kelembaban relatif dari grafik psychrometrik

dengan membandingkan sisi wet dan dry bulb

psychometer pada air inlet

Gambar : Grafik 1

Contoh cara membaca grafik:
Pembacaan dry bulb pada air inlet evaporator: 25o C
Pembacaan wet bulb pada air inlet evaporator: 19,5o C
Pembacaan pada grafik 1: perpotongan antara keduanya
menunjuk pada angka 60%

Ukur temperatur dry bulb pada outlet udara dingin
dan hitung perbedaan antara inlet dry bulb dan
outlet dry bulb
Pastikan hasil pembacaan antara kelembaban relatif
dan perbedaan kedua temperatur ada pada dua
garis berarsir yang menunjukkan bahwa
kemampuan pendinginan cukup baik

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 82

BAB. III
EVALUASI

A. PERTANYAAN

Uji Kompetensi Pengetahuan

I. Jodohkanlah gambar pada kolom I dengan nama-nama pada
kolom yang sesuai menurut pendapatmu!

1. A. Receifer/Dryer

2. B. Expansion valve
3. C. Blower

4. D. Stabilizer RPM
5. E. Condenser

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM AC 83


Click to View FlipBook Version