Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | i
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim
Penulis: Nursih Widhayanti
ISBN 978-623-272-276-7
Editor: Suhud Rois
Penata Letak: @timsenyum
Desain Sampul: @timsenyum
Copyright © Pustaka Media guru, 2020
viii, 46 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan Pertama, Juni 2020
Diterbitkan oleh
CV. Pustaka MediaGuru
Anggota IKAPI
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya
Website: www.mediaguru.id
Dicetak dan Didistribusikan oleh
Pustaka Media guru
Hak Cipta Dilindungi Undang‐Undang Republik Indonesia Nomor 19
Tahun 2002 tentang Hak Cipta, PASAL 72
PRAKATA
A lhamdulillah, segala puji hanya pada Allah SWT.
Shalawat bagi Rasul‐Nya, atas mampunya penulis
menggerakkan jemari untuk merampungkan buku ini.
Semoga Allah SWT memberkahi kesederhanaan karya ini
sehingga terciptalah kebaikan yang bertambah.
Jazakumullahu khayran atas doa dan dukungannya,
Bapak‐Ibu, suami, adik‐ adik, serta ketiga permata hati yang
memberi kesempatan untuk membuka laptop, menuliskan
rangkaian kata dalam paragraf yang insyaallah sarat makna.
Sebagai seorang Muslim, sisi kehidupan akan bertumpu
pada landasan utama, yaitu Al‐Qur’an dan Sunah, yang
terangkai sederhana pada setiap cerita. Buku ini sengaja
dipersiapkan menjelang hari bertambahnya usia, semakin
penuh warna menjalani peran sebagai seorang anak, ibu, dan
istri. Semoga setiap langkah yang kita lalui menjadi penuh
dengan rahmat dan berkah‐Nya.
Bagi sahabat‐sahabat pembaca, terima kasih atas
kepercayaannya membeli dan membaca buku ini. Semoga
darinya kita mendapatkan manfaat.
Bila di dalamnya terdapat kekeliruan atau kesalahan,
mohon kiranya dikoreksi. Bila sahabat menganggap buku ini
bermanfaat, sudilah kiranya menyarankan sahabat‐sahabat
kita yang lain untuk membeli atau meminjamkan buku ini,
agar kemanfaatannya juga didapati oleh mereka. Semoga
Allah SWT mencatatnya sebagai kebaikan. Aamiin.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | iii
Terima kasih sebanyak‐banyaknya kami sampaikan
kepada pihak penerbit MediaGuru yang sudah membantu
menerbitkan karya sederhana ini. Salam ukhuwah lewat karya
ini saya sisipkan dengan harapan semoga Allah memberkahi
semua ikhtiar kita.
Bangka Barat, Juni 2020
iv | Nursih Widhayanti
KATA PENGATAR
KEPALA DINAS PENDIDIKAN
KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANGKA BARAT
Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga
Kabupaten Bangka Barat mencanangkan tiga
program prioritas di tahun 2017. Tiga program itu
adalah Gerakan Kembali Sekolah (GKS) sebagai tindak lanjut
dan dukungan terhadap program Indonesia Pintar. Program
ini diprioritaskan kepada masyarakat putus sekolah. Mereka
direkrut dan diikutsertakan dalam program sekolah paket.
Selain itu, ada program Gerakan Supervisi Sekolah (GSS),
sebagai bentuk evaluasi dan supervisi pendidik dan
kepala sekolah guna mewujudkan pendidikan berkualitas.
Terakhir, Gerakan Penguatan Fungsi (GPF) Musyarawah
Guru Mata Pelajaran MGMP atau Kelompok Kerja Guru di SD
dan SMP.
Program Gerakan Penguatan Fungsi (GPF) yang
dicanangkan, yaitu Musyawarah Kerja Kepala Sekolah
(MKKS) SMP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD dan
Musyawarah Guru Mata Pelajaran untuk meningkatkan
pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) kepala
sekolah atau madrasah dan pendidik.
PKB mencakup tiga hal, yakni pengembangan diri,
publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Pelaksanaan publikasi
iIlmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | v
dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi
pendidik terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran
di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara
umum.
Publikasi ilmiah mencakup tiga kelompok kegiatan,
yaitu
1. presentasi pada forum ilmiah, sebagai pemrasaran atau
nara sumber pada seminar, lokakarya ilmiah, koloqium
atau diskusi ilmiah;
2. publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif
pada bidang pendidikan formal;
3. publikasi ilmiah ini mencakup pembuatan karya tulis
berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di
sekolahnya yang
a. diterbitkan atau dipublikasikan dalam bentuk buku
yang ber‐ ISBN dan diedarkan secara nasional, atau
telah lulus dari penilaian ISBN;
b. diterbitkan atau dipublikasikan dalam majalah atau
jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi,
provinsi, dan tingkat kabupaten atau kota;
c. diseminarkan di sekolah atau disimpan di
perpustakaan.
Untuk itu, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga
Kabupaten Bangka Barat berkerjasama dengan MediaGuru
melaksanakan pelatihan Sagusabu, satu guru satu buku, agar
guru bisa menulis buku dan melaksanakan publikasi ilmiah
dengan menerbitkan buku yang ber‐ISBN serta diedarkan
atau dipublikasikan secara nasional atau lulus dari penilaian
ISBN
vi | Nursih Widhayanti
Dengan mengikuti pelatihan Sagusabu Satu Guru Satu
Buku yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kepemudaan
dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat berkerjasama dengan
MediaGuru diharapkan kepala sekolah dan pendidik Bangka
Barat mampu berkarya. Tidak hanya hebat dalam mengajar,
tetapi juga pandai dalam menulis buku.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | vii
DAFTAR ISI
Prakata ....................................................................................... iii
Kata Pengatar Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan
dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat ................................... v
Daftar Isi ................................................................................... viii
1. Sepertiga Malam .................................................................. 1
2. Doa Ibu yang Mustajab ....................................................... 5
3. Mengkaji .............................................................................. 8
4. Jangan Bersedih, Anakku ................................................... 11
5. Teguhlah Berjilbab, Putriku ............................................... 14
6. Amanah Dalam Menjaga Rahasia ...................................... 17
7. Jangan Bersedih Jika Rezeki Orang Tua Terasa
Lambat ................................................................................ 19
8. Nasihat Terbaik .................................................................. 23
9. Etika dalam Pergaulan ...................................................... 26
10. Katakan Tidak Pada Tobat Sambal ................................... 30
11. Rindu Ramadhan ................................................................ 32
12. Cinta Terpilih ..................................................................... 36
13. Menjaga Wudu ................................................................... 41
Profil Penulis ............................................................................ 46
viii | Nursih Widhayanti
SEPERTIGA MALAM
R udi terdiam ketika Ketua OSIS mengumumkan bahwa
calon siswa baru harus berkumpul pada waktu
istirahat pukul dua siang nanti. Raut wajahnya
gelisah. Tak satu pun temannya yang mengetahui.
Calon siswa kelas 1 SMA ini berusaha mencari celah untuk
bisa keluar ruangan kelas. Rudi meminta izin pada kakak
yang bertugas di luar ruangan. Langkahnya cepat menuju
Mushala Ar‐Rahman di sebelah Lab IPA.
Meminta izin adalah sebagian etika yang mencerminkan
akhlak Rasulullah SAW. Beliau adalah teladan dalam segala
hal.
Dahulu Anas, pelayan Nabi, sering masuk
ke tempat Nabi tanpa izin. Pada suatu hari
Anas datang dan hendak masuk begitu
saja, maka Nabi Muhammad SAW
bersabda kepadanya, “Tetaplah di
tempatmu, wahai anakku, karena
sesungguhnya telah terjadi suatu perintah
berkenaan denganmu. Maka jangan lagi
kamu masuk kecuali dengan meminta izin
terlebih dahulu.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 1
“Alhamdulillah, ada Bapak” ujar Rudi pada Pak Syaufani,
guru pendidikan agama Islam yang sekaligus tetangga di
lingkungan rumahnya.
“Kenapa Rudi? Sepertinya lega sampai di mushala?“
selidik Pak Syaufani yang penasaran.
“Gak ada apa‐apa, Pak. Bapak sudah shalat?” Rudi balik
bertanya,
“Belum. Ayo, kita berjamaah” ajak Pak Syaufani.
Rudi mengangguk patuh.
Keduanya tampak khusuk dalam shalat. Pak Syaufani
adalah salah satu imam dan khatib di Mushala An‐Nur di Desa
Joba. Sosoknya yang ramah dan humble memenuhi kategori
terfavorit para pemuda desa. Hobinya memancing di laut dan
bermain catur.
Rasulullah SAW telah bersabda , yang
artinya: “Seseorang itu akan mengikuti
tuntunan teman dekatnya. Oleh karena itu,
hendaknya sesorang di antara kalian
memperhatikan siapa yang menjadi teman
dekatnya”
Sayang kepada murid‐murid dan
memperlakukan mereka laiknya anak‐anak
sendiri adalah kebaikan. Nabi Muhammad
bersabda, “Sesungguhnya aku bagi kalian
tiada lain hanyalah seperti orang tua
kepada anaknya.
2 | Nursih Widhayanti
Setiap jam istirahat, Rudi selalu membuntuti Pak Syaufani
menuju mushala sekolah untuk Shalat Duha empat rakaat.
>>>>>>>>
Ibu Rudi tampak senang melihat anaknya pulang dari
sekolah. Masa orientasi siswa sudah dimulai dari dua hari
yang lalu. Rudi selalu meminta Ibu membangunkannya tiap
jam dua malam.
Rudi anak pertama di antara tiga bersaudara. Ayahnya
selalu menanamkan kebiasaan untuk bangun dari tidur di
awal ketika ayam berkokok. Shalat Tahajud adalah hiasan
dalam rumah sederhana itu ketika sepertiga malam.
Jika kamu menginginkan sesuatu dalam
hidupmu dan kamu belum memintanya di
waktu tahajjud untuk meraih keinginanmu
itu, maka sesungguhnya kamu belum
bersungguh‐sungguh menginginkannya . –
Shaikh Yasir Qadhi
Bangun malam bukan cuma berat, sangat berat. Sebab
itu berarti harus melawan kantuk di saat yang lain sedang
pulas menikmati tidur lelapnya. Rudi yang sudah terbiasa
akan memanfaatkan betul. Waktu terbaik untuk kerja otak
adalah pada jam‐jam sepertiga di akhir malam.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 3
Belajar setelah Shalat Tahajud lebih bersemangat
dibanding waktu lain. Hal ini merupakan fase di mana oksigen
lebih banyak masuk ke otak. Dalam waktu ini, konsentrasi
juga penuh karena ketika tidur, tubuh memproduksi hormon
noreadrenalin. Setelah bangun tidur hormon serotin dan
noreadrenalin bergabung sehingga otak mempunyai
konsentrasi yang baik.
Allah SWT berfirman, “Dan pada
sebagian malam, lakukanlah Shalat
Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan
bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkat
kamu ke tempat yang terpuji.”
Terjemahan QS Al‐Isra’ Ayat 79.
Rasulullah SAW mengungkapkan
bahwa Shalat Tahajud adalah shalat
yang paling utama setelah shalat wajib
lima waktu.
“Sebarkanlah salam, berikanlah makan
orang‐orang yang membutuhkan,
sambungkanlah silaturrahim , dan
shalatlah pada malam hari ketika orang
lain tidur, niscaya kalian akan masuk
surga dengan selamat. ” (Hadis Riwayat
Tirmidzi)
4 | Nursih Widhayanti
DOA IBU YANG MUSTAJAB
R indri tersenyum melihat ibunya dari jauh yang
melambaikan tangan padanya. Bersama Marwan dan
Niar, mereka bertiga berhasil meraih peringkat dua di
perlombaan cerdas cermat dalam ajang MTQ tingkat
kecamatan di Masjid Al‐Ikhsan Desa Air Harap.
Dua minggu mereka berlatih dan belajar intens untuk
mengikuti perlombaan. Dengan bimbingan Ibu Zulkana,
semuanya tampak mudah dilalui. Marwan dengan
karakternya yang kuat dan selalu ingin tahu sangat
melengkapi formasi tiga sekawan ini.
Piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan telah
diserahkan oleh Bapak Ustaz Wijaya Ahmad, Lc kepada para
pemenang. Senyum dan tawa riang menghiasi wajah‐wajah
calon penghuni surga yang sedang berdiri di podium.
Insyaallah.
Orang tua ikut berbahagia, seolah menanti momen untuk
memeluk anak‐anaknya. Ibu Rindri mengangguk sambil
tersenyum ketika Rindri menghampiri dengan memberikan
piagamnya kepadanya.
“Doa Ibu selalu dikabulkan Allah. Aku selalu menang
setelah mengikuti lomba,” ujar Rindri sambil menciumi pipi
ibunya berkali‐kali.
“Ibu ini ibumu yang paling setia mendoakanmu, Rindri.
Setiap kali engkau belajar, Ibu cepat‐cepat berwudu untuk
berada di atas sajadah,” jawab Ibu sambil tersenyum.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 5
“Aku menyayangi Ibu. Akan selalu kujaga Ibu sampai aku
tua nanti,” janji Rindri pada ibunya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau
berkata, “Seseorang datang kepada
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dan
berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah
aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi
shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
‘Ibumu.’ Orang tersebut kembali bertanya,
‘Kemudian siapa lagi?’Beliau menjawab,
‘Ibumu.’ Orang tersebut kembali bertanya,
‘Kemudian siapa lagi?’Beliau menjawab,
‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali,
‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.”
(Hadist Bukhari dan Muslim).
Ibu memiliki keutamaan yang sangat istimewa dalam
pandangan Islam, sebagaimana Rasulullah menyebutkan kata
Ibu sebanyak tiga kali kemudian dilanjutkan dengan
menyebut ayah.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau bercerita :
6 | Nursih Widhayanti
Suatu hari kami menjenguk seorang anak muda dari
Anshar yang sedang sakit berat. Kami tidak beranjak dari
sisinya sampai ajal menjemputnya. Lalu kami pun
membentangkan kain untuk menutupi wajahnya.
Ibunya yang sudah tua dan lemah berada di samping
kepalanya. Lalu kami menoleh kepadanya sambil
menghiburnya dengan berkata, “Berharaplah pahala dari
Allah atas musibah yang menimpamu.”
“Apakah anakku sudah meninggal?” tanya ibu tua itu.
“Ya, benar,” jawab kami.
Lalu ibu tua itu mengulurkan tangannya ke langit sambil
berkata, “Ya, Allah, Engkau mengetahui bahwa aku pasrah
kepada‐Mu dan berhijrah kepada Rasul‐Mu, dengan harapan
agar engkau berkenan menolongku dalam tiap kesulitan. Ya
Allah, jangan Engkau timpakan kepadaku musibah pada hari
ini.”
Kemudian dibukalah penutup wajah yang telah kami
tutupkan kepada kepada anak muda itu. Atas izin dan kuasa
Allah, anak muda tersebut beranjak dari pembaringannya
dengan sehat. Tidak berapa lama kemudian, kami menyantap
makanan bersamanya.
Hikmah yang bisa diserap :
Pertama, kisah ini memberi bukti dahsyatnya doa seorang
ibu yang shalihah. Rida Allah terletak pada rida orang tua.
Jangan ragu untuk selalu meminta doa kepada orang tua.
Kedua, kisah ini memotivasi agar terus berdoa. Allah SWT
mengabulkan doa‐doa kita tepat pada waktunya.
Ketiga, kisah ini memotivasi untuk terus mempertebal
keimanan kepada Allah SWT. Doa dan pengharapan hanya
kepada‐Nya.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 7
MENGKAJI
G amisnya berwarna coklat milo dengan panjang
menutupi mata kaki. Pashmina hitam panjang yang
dikenakan begitu anggun menutupi bagian dada.
Senyumnya manis, dengan hidung yang mancung bak aktris
India. Namanya Nisa Setyorini, putri semata wayang Ibu Risa
dan Pak Ahmad.
Nisa melangkah cepat menuju Majelis Zikir yang akan
dimulai lima menit lagi. Majelis ini baru sekitar tiga bulan
diadakan rutin di Masjid Nurul Ilmi. Setiap hari Jumat bakda
Asar menjadi waktu yang tak boleh terlewatkan baginya.
Ummi Ayu melihat Nisa yang tergopoh‐gopoh mencari
tempat duduk yang sudah padat oleh ibu‐ibu jamaah majelis.
“Ahlan wa sahlan ukhti,” sapa Ummi Ayu dari belakang
meja kajian.
“Ahlan bikunna,” jawab Nisa tersenyum.
“Nisa tak bersama Ibu berangkat ke sini?” tanya Ummi
Ayu,
“Iya, Ummi. Ibu dan Abah sedang dalam perjalanan
menuju Tawangmangu, menghadiri walimatul ursy’ anak
Pakde “ jelas Nisa pada Ummi Ayu.
“Oh, begitu. Semoga pernikahan anak Pakde selalu
diberkahi Allah. Insyaallah menjadi keluarga sakinah
mawwadah warahmah,” jawab Ummi Ayu,
“Aamiin. Allahumma aamiin..Syukron, Ummi,” balas Nisa
dengan tatapan lembut.
>>>>>>>>>
8 | Nursih Widhayanti
Ustaz Riza Ilham sudah berada di barisan depan,
menghadap para jamaah yang hadir. Aula masjid sudah penuh
hingga berdesakan di terasnya. Rekan dekat Ustaz Riza
duduk tak jauh dari dinding pembatas jamaah pria dan
wanita. Wajah‐wajah mereka sungguh teduh, tanpa guratan
kegelisaan duniawi. Pakaiannya serba putih, tanpa warna
warni mencolok. Nisa sempat merasa salah kostum. Dia lupa
jika khusus majelis ini disarankan mengenakan baju putih.
Di awal kajian, Ustaz Riza Ilham menyampaikan
keutamaan berkumpul di dalam majelis‐majelis zikir. Para
jamaah tampak tenang dan fokus mendengarkan.
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah SAW
bersabda yang artinya: “Apabila kalian melewati riyadhul
jannah (taman surga), maka merumputlah kalian (sesuka hati
kalian).”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah
riyadhul jannah?”
Beliau menjawab, “(Yaitu) halaqah‐halaqah zikir.
Seharusnya Allah memiliki pasukan‐pasukan dari malaikat
yang terus melakukan perjalanan. Mereka mencari halaqah‐
halaqah zikir. Jika sampai di halaqah‐halaqah zikir, mereka
mengelilinginya” (HR Tirmidzi dan Ahmad)
Dijelaskan pula oleh Ustaz Riza Ilham tentang keutamaan
lafaz La ilaha illallah yang diucapkan oleh seseorang dengan
ikhlas memiliki keutamaan. Sebagaimana yang diriwayatkan
oleh Abu Hurairah r.a. Nabi SAW bersabda: “Tiada (balasan
bagi) seorang hamba yang mengucapkan la ila illallah dengan
ikhlas, kecuali pintu‐pintu langit dibukakan untuknya hingga
ucapan ini sampai ke ‘Arsy, selama dosa‐dosa besar
dijauhinya.”
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 9
Ada satu pertanyaan dari jamaah yang segera dijawab
oleh Ustaz Riza Ilham. Nisa buru‐buru merekam jawaban
Ustadz menggunakan smarthphone yang dibawanya.
Berikut jawabannya.
“Tujuan berzikir adalah menyucikan dan membangkitkan
jiwa, serta membersihkan hati. Allah berfirman yang artinya:
“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan
rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu
pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang‐orang
yang lengah.” (QS Al‐A’raf: 205).
Ustaz Riza Ilham berhenti sejenak untuk minum lalu
melanjutkan jawabannya.
“Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa zikir dianjurkan
untuk dilakukan dengan cara rahasia dan tanpa mengeraskan
suara. Pernah pada suatu, ketika Rasulullah SAW mendengar
kelompok manusia yang mengeraskan suara mereka dalam
berdoa, beliau bersabda, ‘Wahai manusia, berdoalah dengan
suara yang lirih karena kalian tidak berdoa kepada Zat yang
tuli atau Zat yang gaib. Sesungguhnya kalian berdoa kepada
Zat yang Maha Mendengar dan Mahadekat. Lebih dekat
kepada salah seorang di antara kalian daripada leher
untanya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari di dalam Shahih
Bukhari)
10 | Nursih Widhayanti
JANGAN BERSEDIH, ANAKKU
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah
hadisnya, “Ada tiga golongan manusia yang
akan dimusuhi Allah pada hari kiamat.“
Dalam hadis lbn Hibban yang diriwayatkan
oleh dan Ibn Khuzaimah,”Inilah orang yang
dimusuhi Allah dan dimusuhi olehku, yaitu
orang yang diberi kepercayaan, kemudian
dia berkhianat; orang yang menjual budak
merdeka, kemudian dia memakan uang
hasil penjualannya; dan orang yang
menyewa orang lain sebagai buruh untuk
bekerja kepadanya, tapi dia tidak
membayar upahnya”.
S atu paragraf penuh yang begitu bermakna di buku
yang Lani baca. Tanpa sadar, mengalir air mata di
pipinya. Baginya satu poin dalam tiga golongan
manusia tersebut adalah ayahnya.
Peristiwa itu begitu menyesakkan ingatan sadarnya
sebagai seorang anak perempuan. Ingin sekali dia
memaafkan ayahnya, tapi akibat dari sikap ayahnya dahulu
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 11
yang meninggalkan ibunya dalam keadaan sakit sangat
menyakitkan.
Segera dikembalikan buku itu ke rak perpustakaan.
Matanya yang terlihat sembab menjadi perhatian Ibu Fania
ketika Lani menulis identitas di buku pengunjung.
“Ada apa denganmu, Lani, murung sekali hari ini?” Ibu
Faria bertanya,
“Sedang baper, Bu, baca buku tadi. Lebih lega jika sudah
menangis” jawab Lani sambil tersenyum.
“Baiklah. Besok bawa tisu juga ya, Lani, biar tidak
belepotan wajahnya,” ujar Bu Faria bercanda,
Lani tertawa.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sejak dua bulan lalu ibu Lani sembuh dari sakitnya.
Kehidupan dimulai dari awal. Atas pertolongan Allah melalui
bantuan kakaknya, ibu Lani membuka usaha laundry yang
progresnya semakin meningkat dari hari ke hari.
Lani sangat bersyukur melihat ibunya begitu tegar
menjalani hari demi hari. Setiap malam Lani mengetahui jika
ibunya selalu bangun untuk Shalat Tahajud.
Pernah Lani bertanya pada ibunya. Tanpa Lani duga,
ibunya memberi jawaban yang membuat hatinya terasa
lapang.
Satu pesan ibunya untuk tidak meninggalkan shalat
malam. Ibu Lani menambahkan, “Jangan bersedih, karena
sesungguhnya pintu‐pintu Allah senantiasa terbuka,
sedangkan pintu‐pintu manusia terkunci. Hanya kepada Allah
Maha Mendengar setiap keluhan dan doa kita. Mohonlah
kebaikan kepada Allah, niscaya Dia akan mengabulkan.”
12 | Nursih Widhayanti
“Hilangkan marah pada Ayah, Lani. Kita pasti
beranggapan itu buruk untuk kehidupan kita. Namun, Allah
Maha Berkehendak. Terima dengan baik takdir Allah ini untuk
kita. Fokus pada kehidupan yang lebih baik. Allah pasti
mempersiapkan sesuatu yang indah untuk kita,” tambah
ibuLani.
Lani mengangguk, kemudan memeluk Ibunya.
Kesabaran adalah obat untuk kemarahan,
sedangkan pemberian maaf menjadi obat
bagi rasa benci.
Hadis Rasulullah SAW berbunyi: “Tidak ada
sesuatu yang lebih utama di sisi Allah SWT
daripada menahan amarah karena
mengharap rida Allah SWT.”
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 13
TEGUHLAH BERJILBAB,
PUTRIKU
A ku memandangi foto‐foto bersama sahabat semasa
SMA. Ada perasaan sedih, tapi cepat kutepis dengan
menutup album foto itu.
“Kenapa dulu tak sampai berita kepadaku tentang
perintah berjilbab dari‐Mu Ya Allah?” jeritku dalam hati.
Dulu, ada seorang teman di sekolah bernama Heli. Dia
selalu mengenakan jilbab dengan anggunnya dan berada di
antara kami yang terlihat lalai menutup aurat. Seragam dan
rok dua jari di bawah lutut, dan rambut yang selalu tergerai
rapi menjadi riasan rutin setiap ke sekolah. Kenangan yang
jaya pada masanya.
Memasuki usia 18 tahun, kami berpisah untuk
melanjutkan kuliah di daerah yang terpilih. Yuna, Indha,
Cyndra, dan Dian ke Palembang. Hanya aku sendiri yang ke
Jogja. Septi dan Siti memilih untuk tetap kuliah di Bangka.
Di sinilah aku baru bisa rutin mengenakan jilbab. Kampus
yang kupilih adalah perguruan tinggi Muhammadyah, yang
semua mahasiswinya diwajibkan berpakaian muslimah syari’i.
Aku sangat bersyukur berada dalam lingkungan yang baik
dan agamis. Empat tahun menimba ilmu di kota pelajar telah
memberiku banyak kesan dan pengalaman berharga. Tak
berbeda dengan keenam sahabatku, mereka pun sudah
14 | Nursih Widhayanti
semakin cantik dengan jilbab dan busananya yang sangat
anggun.
Persahabatan tetap kami jalin hingga saat ini hingga grup
Whatsapp pun ku beri nama Cinta Lama SMA.
Kini aku telah memiliki satu orang putra dan dua orang
putri. Sejak mereka bayi sudah kubiasakan mereka untuk
mengenakan jilbab. Aku tak ingin masa remaja mereka nanti
sepertiku dulu yang terlambat memahami makna jilbab.
Dalam syariat Islam, wanita sangat dimuliakan posisinya
oleh Allah. Wanita diwajibkan memakai pakaian yang
menutup aurat.
Dalam QS Al‐Ahzab (33) : 59, Allah berfirman “Hai Nabi,
katakanlah kepada istri‐istrimu, anak‐anak perempuanmu, dan
istri‐istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya
mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak
diganggu. Allah adalah maha pengampun lagi maha
penyayang”.
Kutulis di secarik kertas:
Untukmu kedua putriku, mutiara hatiku...
Jika esok masa remajamu tiba, ketahuilah jilbab
yang Ananda kenakan sejak dulu adalah simbol
kehormatan dan harga diri seorang muslimah.
Sekaligus bukti keimanan seorang hamba Allah. Jilbab
juga menjadi identitas seorang muslimah yang
membedakan dirinya dengan wanita non‐Muslim.
Ananda berdua harus konsisten dengan jilbab
sembari terus meningkatkan kualitas diri, hingga
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 15
benar‐benar pantas berada dalam syurga bersama
muslimah salehah lainnya.
Dari Ibu yang selalu menjaga dan mendoakanmu.
16 | Nursih Widhayanti
AMANAH DALAM MENJAGA
RAHASIA
R inda menelpon Hani yang sedang sibuk membantu
ibunya membersihkan dapur. Di seberang sana Rinda
terdengar menangis pilu, sembari sesenggukan
bercerita pada Heni tentang kedua orang tuanya yang
kembali bertengkar.
Hani menenangkan Rinda dengan mengingatkan untuk
mengucapkan kalimat istighfar. Hani berpesan agar Rinda
mengendalikan dirinya.
Sudah dua bulan terakhir ini Rinda sering mengeluh
tentang orang tuanya yang sering berselisih paham.
Semuanya berawal dari kecurigaan ibu Rinda pada
suaminya yang sering pulang malam. Ayah Rinda tak terima
istrinya mencurigai dengan alasan tak jelas.
Semenjak Ayah Rinda di‐PHK oleh perusahaan tempatnya
bekerja, keadaan finansial rumah tangganya sedikit
bermasalah. Akhirnya sering terjadi kesalahpahaman dengan
ibu Rinda
Sebagai sahabat karib, Hani selalu hadir sebagai
penasehat bagi Rinda yang terlihat makin labil. Berada dalam
posisi ini, tentu saja Hani harus pandai menjaga rahasia
sahabatnya ini.
Rasulullah SAW sudah memberi petunjuk: “Tolong
menolonglah kalian dalam menjaga rahasia.”
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 17
Ibn Al Jauzi mengungkapkan dalam Shaid Al‐Kahtir,
bahwa sesungguhnya jiwa akan merasa terbebani saat dia
menyembunyikan sesuatu. Jiwa justru akan menjadi tenang
saat bebannya terungkapkan.
Sifat amanah dalam menjaga rahasia sangat penting
dalam pergaulan remaja. Remaja yang sudah mengetahui
makna rahasia atau aib seseorang akan berlanjut pada fase
menjadi seorang ibu rumah tangga. Yang tentu saja erat
kaitannya dalam menjaga hubungan baik dengan tetangga
yang rentan berghibah atau membicarakan keburukan orang
lain.
Berikut tips untuk mempercayakan
rahasia kita pada seseorang :
Amanah dan pandai menjaga hal‐hal
yang harus dijaga
Memiliki kecerdasan dan
kebijaksanaan
Terbiasa dengan nasihat‐nasihat dan
musyawarah
Memegang teguh nilai‐nilai agama
Memiliki hubungan baik dengan
sesama
18 | Nursih Widhayanti
JANGAN BERSEDIH JIKA
REZEKI ORANG TUA
TERASA LAMBAT
R umia duduk di sudut teras sekolah. Kadang dia
merapikan kain penutup kue dagangannya. Binar
matanya selalu ramah menyapa temannya yang
lewat.
Duha pagi ini sudah dikerjakan dengan penuh doa untuk
kebaikan orang tuanya. Semenjak musim barat, hasil
tangkapan ikan bapaknya sedikit, karena tingginya
gelombang laut.
Sepaket buku prediksi ujian nasional belum bisa dicicil
olehnya. Rumia tak tega meminta uang pada bapaknya yang
terlihat gundah dengan hasil penjualan ikan yang tak banyak.
Rumia pun menerima tawaran Bu Ana untuk menjajakan
roti bakar di sela‐sela waktu istirahat sekolah. Rumia yakin
Allah sangat bermurah hati pada hamba‐Nya yang bersabar
atas cobaan dalam hidup.
Sejatinya rezeki adalah salah satu rahmat‐Nya. Rasulullah
bersabda, “Seandainya anak Adam menghindarkan diri dari
rezeki‐Nya sebagaimana dia menghindarkan diri dari
kematian, sungguh dia tidak akan bisa menghindarkan diri
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 19
dari rezeki‐Nya, sebagaimana dia tidak bisa menghindarkan
diri dari kematian”.
Perintah Shalat Dhuha dari Abu Hurairah,
beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang
menjaga Shalat Duha, maka dosanya akan
diampuni meskipun sebanyak buih
(gelembung‐gelembung kecil) di lautan.”
(Sunan Ibn Majah).
Allah Ta’ala akan memberikan kecukupan
rezeki dalam kebutuhan sehari‐hari ,baik
berupa materi nonmateri. Rasulullah bersabda
yang artinya: “Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai,
anak Adam, janganlah engkau tinggalkan
empat rakaat shalat di awal siang (di waktu
duha). Maka itu akan mencukupimu di akhir
siang.” (HR Ahmad)
Ibu Rumia adalah seorang ibu yang sangat bijak dan
penasihat terbaik baginya. Pesan ibunya agar selalu
meningkatkan kualitas iman dan ibadahnya setiap waktu.
20 | Nursih Widhayanti
Doa anak yang saleh adalah anugerah bagi orang tua.
Jangan bersedih dan yakinlah karena Allah SWT sudah berjanji
untuk menjamin rezeki kita.
Allah SWT berfirman dalam Al‐Qur’an Surah Al‐Dzariyat
Ayat 58: “Dialah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai
kekuatan lagi sangat kokoh.”
“Tidak ada satu pun makhluk bergerak bernyawa di bumi,
melainkan Allah yang memberi rezekinya.” (QS Hud: 6 )
Masruq Ibn Al‐Ajda, seorang guru besar Al‐Qur’an Kota
Kufah, tidak pernah menghiraukan kekhawatiran istrinya
tentang makanan untuk keluarganya. Masruq selalu
menyikapi kerisauan istrinya itu dengan senyuman sembari
berkata, “Demi Allah, Allah akan melimpahkan rezeki untuk
kita.”
Bu Ana yang begitu peduli padanya, sangat Rumia
syukuri. Setiap mendapat upah hasil penjualan kue selalu
disisihkan lima ribu rupiah untuk mengisi kotak infak kegiatan
rohis di sekolah. Baginya, infak dalam keadaan sulit pun harus
dilaksanakan. Allah SWT akan selalu menepati janji‐Nya.
Dalam Al‐Qur’an Surah Al‐Baqarah Ayat 261 yang artinya:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan)oleh orang‐orang
yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa
dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada
tiap‐tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran)
bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia‐
Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Ayahnya pernah bercerita tentang keajaiban bersedekah.
Di saat sedang memiliki banyak rezeki pun Allah SWT akan
mengingatkan untuk bersedekah pada orang yang
membutuhkan.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 21
Kadang rasa khawatir tidak cukup untuk membeli
kebutuhan sehari‐hari, segera ditepis untuk tetap
melaksanakan kewajiban bersedekah. Pertolongan Allah akan
datang tepat waktu sebagai balasan amalan yang mulia ini.
Wallahu ’alam bisshawwab.
22 | Nursih Widhayanti
NASIHAT TERBAIK
I ngatanku tentang almarhum bang Azman terbuka
kembali. Seorang teman yang baik, pintar dan penurut,
begitu cepat berpulang ke Rahmatullah. Kronologis
kematiannya begitu cepat dan mengagetkan semua orang di
desa ini.
Niat baiknya membantu truk tanki minyak yang terjebak
macet dijalan licin dan berlumpur menjadi akhir kehidupannya
di hari itu. Tak ada yang menduga atas akibat kejadian
tersebut.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun... Akhirnya semua yang
hidup akan meninggalkan dunia yang fana ini.
Ketika Allah SWT menegaskan kematian sebagaimana
dalam firman‐Nya, “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati,
melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah
ditentukan waktunya” (QS Ali Imran : 145).
Keyakinan akan datangnya kematian adalah faktor utama
untuk menangkap segala kebaikan yang bersumber dari Allah
SWT dan menjadi condong kepada‐Nya melebihi kenikmatan
dunia.
Kematian tak mengenal usia. Kematian adalah hal yang
ghaib yang tidak ada satu pun orang yang bisa mengetahui
kapan datangnya. Oleh karena itu, barang siapa ingin mati
dalam keadaan sebagai seorang muslim, tak ada jalan lain
baginya kecuali menjadikan dirinya muslim di setiap saat
dalam hidupnya.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 23
“Hai orang‐orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah
dengan sebenar‐benar taqwa kepada‐Nya; janganlah sekali‐kali
kamu mati, melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS Ali
Imran : 102).
Nasehat terbaik adalah kematian. Agar selalu
mengingatkan manusia untuk mempersiapkan bekal amal
kebaikan, hingga tercapainya kematian yang baik atau husnul
khotimah.
Nabi Yusuf AS dengan kisah kehidupan penuh cobaan
mulai dari dibuang saudaranya, difitnah, dan dipenjara pernah
berdoa kepada Allah SWT agar meninggal dalam keadaan
husnul khotimah yang artinya :
“Ya Allah, pencipta langit dan bumi, Engkaulah
pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam
keadaan Islam, dan gabungkanlah aku dengan orang‐orang
yang shaleh” (QS Yusuf : 101).
Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada Anas bin
Malik,
“Sering‐seringlah mengingat mati, karena dapat
menghapuskan dosa dan menjadikan zuhud pada dunia” dalam
Hadist Riwayat Ibnu Abid Dunya.
24 | Nursih Widhayanti
Catatan Tentang Nasihat Terbaik
Kematian pasti terjadi. Agar mati dalam
keadaan baik, kita harus mengupayakan
berbuat baik terus menerus
Bersiap menyambut kematian dengan
beramal saleh
Kondisi ketika mati menentukan keadaan
di akhirat kelak
Mengingat mati artinya mengingat
pertanggungjawaban
Kematian dalam keadaan mulia harus
dicita‐citakan
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 25
ETIKA DALAM PERGAULAN
A mi menatap heran pada Firda yang tampak beda hari
ini. Adik perempuannya ini selalu merubah
penampilannya setiap minggu. Kadang dia menjadi
Tantri Kotak, memakai setelan berwarna hitam dengan warna
lipstik gelap. Kemarin dia bagai Shireen Sungkar yang super
kalem. Hari ini dia seperti Ustazah Oki Setiana Dewi.
“Masyaallah, anakku. Hari ini engkau bagai bidadari
surga,” ujar Ibu berdecak kagum.
“Ibu ngomongnya sungguhan kan? Bukan biar Firda
senang?” tanya Firda menyelidik.
“Ibu sungguh‐sungguh memujimu, Firda. Ibu seperti
sedang dalam studio Islam itu Indah,” jawab ibu meyakinkan.
Ami yang mendengarkan pun mengangguk‐angguk
seraya mengacungkan jempol pada adiknya. Firda tertawa
lepas.
“Huss! Gak boleh ketawa gitu, Firda. Ayo, perhatikan
etika ketika tertawa,” tegur Ibu padanya.
Dengan cepat Firda menutup mulut dan menghentikan
tawanya sambil istighfar.
“Ibu, sudah waktunya Ibu setiap hari menasihati kami,
memberi kami wejangan agar kami menjadi anak yang Ibu
harapkan. Ibu jangan menunggu kami menjadi anak yang tak
baik karena kurangnya nasihat dari Ibu” pinta Ami penuh
harap.
26 | Nursih Widhayanti
“Ami dan Firda, anakku, Ibu sangat mencintai kalian
berdua. Setiap hari Ibu mendoakan kalian agar selalu sehat,
selalu dalam lindungan Allah, dan menjadi anak salehah,”
jelas Ibu sambil tersenyum.
“Alhamdulillah, Jazakillahu khayran,Ibu. Doa Ibu sangat
kami butuhkan setiap waktu. Tuntunlah kami Ibu agar kami
selalu berada di jalan yang Ibu ridai,” jawab Firda penuh haru.
“Pesan Ibu untuk kalian sebagai anak perempuan sangat
banyak, akan Ibu sampaikan bertahap agar kalian mudah
memahami. Maukah kalian berdua memahami empat poin
saja untuk hari ini?” tanya Ibu serius.
“Baik, Ibu, kami siap mendengarkan petuah Ibu,” jawab
Ami tersenyum. Firda pun mengangguk.
“Baiklah. Sini duduk di samping Ibu. Akan Ibu jelaskan
pada kalian” pinta Ibu sambil merangkul bahu Ami dan Firda.
Ibu tersenyum bahagia melihat putrinya begitu antusias.
“Kalian sudah remaja sekarang, sudah akil baligh. Ibu
sangat mengharapkan kalian menjaga etika bergaul. Teman
kalian bukan saja perempuan, pasti laki‐laki juga. Norma
kesopanan dalam koridor agama kita harus dijunjung tinggi.
Jika tidak dijaga akan merusak nama baik kalian sebagai
wanita” jelas Ibu perlahan.
Ibu melanjutkan.
“Yang pertama adalah menjaga pandangan. Dalam hadist
riwayat Hakim, Rasulullah SAW berpesan: ‘Pandangan adalah
anak panah beracun dari panah‐panah anak iblis yang
terkutuk. Siapa yang menjaga pandangannya karena takut
kepada Allah, dia akan dikaruniai oleh Allah keimanan yang
terasa manis dalam hatinya.’ Indah bukan, anak‐anakku?
sedemikian indahnya iman jika kita menjaga pandangan.”
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 27
Ami dan Firda fokus memahami penjelasan ibunya.
“Ibnu Qayyim al‐Jauziyah menjelaskan empat pintu yang
menjadi jalan masuknya maksiat, yaitu pandangan, hati,
ucapan, dan tindakan. Begitulah wanita harus menjaga
kehormatannya agar tetap berada di jalan yang lurus,” jelas
Ibu panjang lebar.
“Yang kedua, berpakaian sopan dan menutup aurat.
Tetaplah konsisten, ya, Firda dengan jilbabmu. Walaupun
engkau suka berganti gaya, aurat wanita adalah
penghormatan baginya yang tertinggi,” pesan Ibu pada Firda.
“Baik, Ibu. Akan Firda jaga sebaik‐baiknya. Mohon
bimbingan selalu dari Ibu,” jawab Firda pelan.
“Alhamdulillah. Kalian berdua adalah kebanggaan Ibu.
Ibu lanjutkan, ya. Yang ketiga berbicara sopan, berkata baik
atau diam. Jauhi ghibah dan jangan terlalu banyak bicara.
Teman‐temanmu tak akan menyukai itu.” Ibu menekankan
pada poin tersebut.
“Selanjutnya, tidak ber‐khalwat. Allah berfirman dalam Al‐
Qur’an Surah Al‐Israa’ Ayat 32 yang artinya: ‘Dan, janganlah
kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.’
Makna yang tersirat dalam ayat tersebut Allah SWT
menegaskan bahwa zina adalah perbuatan yang sangat
dilarang dan merupakan jalan setan. Jaga diri kalian baik‐baik,
anakku. Ibu sangat menjaga kalian dalam doa. Jangan sia‐
siakan kepercayaan Ibu pada kalian,” pesan Ibu penuh harap.
“Insyaallah, Ibu, akan kami patuhi pesan‐pesan Ibu,”
jawab Ami.
28 | Nursih Widhayanti
“Alhamdulillah, kalian mengerti keinginan Ibu. Semoga
sifat amanah senantiasa berada dalam diri kalian untuk
istiqamah di jalan‐Nya,” ujar Ibu sambil membelai kedua
putrinya.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 29
KATAKAN TIDAK
PADA TOBAT SAMBAL
“M aaf, Pak, saya tadi mendengar kata tobat
sambal. Mohon kiranya Bapak menjelaskan
maksudnya,” tanya Devra pada Pak Aslan,
sang guru pendidikan agama Islam.
“Iya, Devra. Bapak akan menjelaskan tentang tobat
sambal pada kehidupan seseorang,” jawab Pak Aslan serius.
Pak Aslan melanjutkan.
“Tobat sambal pernah dikatakan oleh Almarhum KH.
Zainuddin MZ sewaktu berceramah. Dikatakan tobat sambal,
jika seseorang bertobat seperti orang kepedasan. Bila hilang
rasa pedasnya, usai pula tobatnya. Dia kembali lagi pada
kesalahannya,” jelas Pak Aslan.
“Apa yang harus kita lakukan agar itu tidak terjadi,Pak?”
tanya Devra kembali.
“Mari meminta ampunan Allah SWT. Apabila masih ada
niat kita untuk melakukan dosa, maka kita menjadi bagian
dari orang‐orang yang mempermainkan agama. Kita tidak
akan sanggup menahan azab dari Allah SWT. Akan tetapi,
azab itu hanya akan menimpa kita apabila kita memang
mengundangnya. Allah SWT berfirman dalam Al‐Qur’an Surah
Asy‐Syura Ayat 30. “Dan apapun kesulitan yang menimpa
kamu, itu disebabkan oleh perbuatan tangan kamu, dan Allah
mengampuni sebagaian besarnya.” jawab Pak Aslan rinci.
30 | Nursih Widhayanti
“Astaghfirullahal adzim....” ujar Devra spontan
tertunduk.
“Siswa‐siswaku, di balik itu perhatikanlah: “Dan Allah
mengampuni sebagian besarnya”, sesungguhnya Allah SWT
Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Allah buka selebar‐
lebarnya pintu untuk kembali kepada‐Nya. Allah SWT tidak
pernah menghalangi kita dari kesempatan untuk menjadi
hamba‐Nya yang baik,” tambah Pak Aslan mengakhiri
pelajaran hari ini.
“Terima kasih, Bapak., Semoga Allah selalu memberkahi
langkah Bapak,” ucap Devra bersama teman‐temannya.
“Aamiin ya Robbal alamiin.Alhamdulillah., Barakallahu
fiikum” jawab Pak Aslan tersenyum.
Pak Aslan keluar dari kelas XII IPA setelah memberikan
catatan doa Sayyidul Istighfar kepada Nahlia sang sekretaris
kelas sebagai tugas rumah untuk semua siswa.
Berikut doa yang harus dihafalkan tersebut :
“Allahumma anta robbiy laa ilaaha illa anta khalaqtaniy wa
ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wawa’dika ma istatha’tu
a’uudzu bika min syarri maa shana’tu wa abuu’u laka
bini’matika ‘alayya wa abuu’u laka bidzanbiy faghfirliy fainnahu
laa yaghfirudz‐dzunuuba illaa anta”
Artinya : “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Engkau telah
menciptakan aku dan aku adalah hamba‐Mu. Aku pun dalam
ketentuan‐Mu dan janji‐Mu yang dapat aku lakukan. Aku
berlindung kepada‐Mu, ya Allah, dari kejahatan yang telak aku
lakukan. Aku mengakui dosaku, karena itulah, ya Allah,
ampunilah segala dosaku. Tiada yang layak mengampuni dosa
selain Engkau.”
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 31
RINDU RAMADHAN
W ida menatap Al‐Qur’an yang dibawa adiknya dari
Jogja. Begitu indah dengan hard cover berwarna
biru. Sisi paling atas bertuliskan Cordoba. Al‐
Qur’an ini di desain untuk para tahfiz, dilengkapi terjemahan
perkata, tabel murajaah, dan panduan menghafal mudah.
Fiturnya pun lengkap, tajwid dengan kode berwarna dan
tema‐tema ayat pada setiap halaman.
Wida memulai dari surat Al Fatihah dan ayat pertama
surat Al‐Baqarah hingga ayat ke sembilan puluh. Ramadhan
tinggal menghitung hari. Tepatnya tanggal dua puluh empat
April. Tanggal yang sama dengan tanggal lahirnya.
“Istimewa Ramadhan kali ini, sudah lama aku tidak
mengkhatam Al‐Qur’an. Selalu saja tidak tuntas hingga
sampailah pada hari Idulfitri. Stagnan di juz enam. Begitu
berat aku dulu untuk tadarus,” keluhnya di sela‐sela
membaca terjemahan.
Doanya mengikuti para salaf yang pernah dia baca
disebuah buku. “Ya Allah, pertemukan diriku dengan bulan
Ramadhan. Selamatkan Ramadhan untukku, dan terimalah
seluruh amalku di bulan Ramadhan”.
Sejak itu, Wida berusaha untuk mengaji setelah shalat
wajib, dua lembar tercapai. Keadaan masih terkendali, pun
dilanjutkan lagi menuju lima lembar. Begitulah setiap hari.
Hatinya terpaut kesan bermakna saat membaca
terjemahan tentang beberapa hal yang terjadi dalam
32 | Nursih Widhayanti
kehidupan sehari‐hari. Mulai dari berbuat baik pada orang
tua, perintah puasa, zikrullah ketika berada di kebun, dosa
riba, aturan berhutang, pemimpin yang adil, bahkan betapa
berdosanya manusia memilih pemimpin dari golongan orang
kafir. Kisah kehidupan para nabi dan sahabat pun begitu
fokus Wida baca.
Perintah berpuasa dan ketentuannya ada dalam Surah Al‐
Baqarah Ayat 183 sampai 185, yang artinya :
“Wahai orang‐orang beriman, diwajibkan atas kamu
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu
agar kamu bertakwa.
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa
diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak
berpuasa), maka (wajib mengganti0 sebanyak hari yang dia
tidak berpuasa itu pada hari‐hari yang lain. Dan bagi orang yang
wajib menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi
makan orang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati
mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan
puasamu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya
diturunkan Al‐Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan‐penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda
(antara yang benar dan yang bathil0. Karena itu, barang siapa
sakit dalam pejalanan (dia tidak berpuasa) , maka (wajib
menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada
hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan
tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu
mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas
petunjuk‐Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu
bersyukur.”
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 33
Tiga ayat dari surah tersebut pertama kali Wida dengar
dari penjelasan Pak Ikhsan, sewaktu Wida ikut dalam kegiatan
pesantren ramadhan semasa SMP dulu.
“Alhamdulillah, La hawla walaa quwwata illa billah...yang
sudah menggerakkan hatiku untuk mengaji sampai di lima juz
ini ya Allah.. akhirnya aku bisa menunaikan janjiku,” ucap
Wida senang.
Puasa Ramadhan akan dimulai esok pagi. Wida
menyambutnya dengan hati yang penuh sukacita. Seluruh
sudut rumah telah dibersihkannya. Ibu pun melihatnya
berbeda hari ini. Sajadah, mukena, taplak meja dan gorden
jendela pun masuk dalam daftar cucian Wida pagi ini. Seolah
semuanya harus sempurna. Ibu pun sudah menyiapkan stok
bahan mentah untuk masakan sahur dan berbuka.
Bergembira menyambut Ramadhan adalah salah satu
tanda keimanan seorang Muslim. Hendaknya seorang Muslim
khawatir akan dirinya jika tidak ada perasaan gembira akan
datangnya Ramadhan. Dia merasa biasa‐biasa saja dan tidak
ada yang istimewa. Bisa jadi dia terluput dari kebaikan yang
banyak. Karena ini adalah karunia dari Allah dan seorang
Muslim harus gembira.
Bahkan Nabi Muhammad SAW pun ber‐tarhib Ramadhan
dua bulan sebelumnya, sebagaimana diriwayatkan Anas bin
Malik RA, ketika memasuki bulan Rajab Nabi Muhammad
SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan
Sya’ban, dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan.” (HR
Imam Ahmad dan Thabrani).
Allah berfirman yang artinya : ”Katakanlah: ‘ Dengan
karunia Allah dan rahmat‐Nya, hendaklah dengan itu mereka
34 | Nursih Widhayanti
gembira. Karunia Allah dan rahmat‐Nya itu adalah lebih baik
dari apa yang mereka kumpulkan.“ (QS Yunus: 58).
Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits
yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah: “Andaikan tiap hamba
mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka dia bakal
berharap satu tahun itu puasa terus.”
Sesungguhnya, ada di dalam Ramadhan itu
Gelar takwa yang dapat diraih manusia
sebagai hamba Allah
Bulan pengampunan
Pahala dilipatgandakan
Dibukanya pintu surga dan ditutupnya
pintu neraka
Ibadah yang istimewa
Dicintai Allah SWT
Doa‐doa yang dikabulkan
Turunnya Lailatul Qadar
Meningkatkan kesehatan
Penuh harapan saat berpuasa
Masuk Surga melalui pintu khusus
Meminum air telaganya Rasulullah SAW
Berkumpul bersama keluarga
Hartanya tersucikan oleh kewajiban
mengeluarkan zakat
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 35
CINTA TERPILIH
K ulihat dia menghampiriku dengan menghentikan
motornya di sisi kiri jalan. Dia menawarkan
tumpangan untuk sampai ke desa berikutnya,
menyusul suamiku yang sedang mengganti ban motor yang
tiba‐tiba pecah.
“Ayo, Mbak, tak perlu sungkan. Saya berniat menolong”
tawarnya sekali lagi.
“Terima kasih, Mas. Tak apa saya menunggu orang lain
lewat, saya tak enak,” jawabku tegas.
“It’s okay, Madam. Saya tinggal, ya, karena saya mengejar
jam sebelum tutup kantor pos” pamitnya.
“Iya, Mas. Silakan,” jawabku meyakinkan.
Dia pun meneruskan perjalanannya.
Kubimbing tangan Azima untuk menyeberang jalan
menuju tepi. Ada tempat duduk dari kayu untuk beristirahat
di jalan setapak menuju kebun warga.
Azima tampak santai sambil memakan cemilannya.
Pikiranku masih tak habis pikir kenapa bisa bertemu
dengannya. Setelah lima tahun berlalu. Aku tahu dia sudah
menjadi seorang ayah dari putri cantik bernama Kiran.
Lewat akun instagramnya yang dulu pernah ku‐follow,
aku lihat ereka tampak bahagia berselfi di dalam mobil
barunya. Semenjak itu, dia tak pernah lagi upload foto
terbarunya.
“Om tadi teman Bunda, ya?” tanya Azima polos.
36 | Nursih Widhayanti
“Iya, Sayang. Bunda lihat motornya kecil, jadi Bunda
menolak ikut karena pasti tidak muat jika kita naik di
motornya,” jelasku padanya.
“Iya, Bunda benar” cetus Azima sambil tertawa.
Kulihat dari jauh ada seorang bapak mengendarai motor.
Sepertinya beliau hendak ke desa berikutnya.
Dengan cepat aku menyetop beliau, kuutarakan niatku
untuk meminta tolong membonceng kami. Bersyukurnya
beliau bersedia memberi tumpangan.
Sekitar sepuluh menit kami pun sampai di bengkel
pertama tempat suamiku memperbaiki motor.
“Akhirnya kami sampai, Ayah,” ujarku seraya
menghampirinya,
“Alhamdulillah. Azima tidak badmood kan, Bu?” tanya
suamiku melirik Azima.
“Ya enggaklah. Dari tadi dia sibuk menghabiskan jajanan
untuk di tempat piknik nanti,” jawabku tertawa,
“Azima senang, Ayah, tadi menumpang kakek yang
hendak pergi ke kebun. Kakek itu baik,” cerita Azima pada
ayahnya.
“Iya, Azima tadi sudah mengucapkan terima kasih belum
pada kakek yang baik itu?” tanya suamiku padanya.
“Sudah, Ayah. Tadi Azima juga memberi roti untuknya,”
jelas Azima serius.
“Alhamdulillah, anak Ayah pintar berbagi,” ucap suamiku
senang sambil mencium kening Azima.
Azima tersenyum manis sekali. Aku menatap suamiku
yang begitu menenangkan dan memperhatikan Azima.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 37
Kami pun melanjutkan perjalanan ke Sungailiat setelah
yakin dengan motor yang sudah diperbaiki.
Sepanjang perjalanan, sempat aku mengingat Mas Doni.
Dia orang yang pernah mengisi sebagian hari‐hariku ketika
berusia dua puluh dua tahun. Rasa cinta yang ternyata semu
sudah membuatku kecewa. Sedih atas perkataannya yang
tidak bisa menjadikanku satu‐satunya orang yang dikasihinya.
Dia memiliki seseorang jauh di sana yang lebih istimewa.
Sejak itu aku bertekad untuk menjauh dari kehidupannya.
Seorang teman memberiku nasihat yang membuatku
terhentak. Disebutnya aku bukan orang beruntung karena
tidak bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat. Berharap lebih
pada manusia akan membuat kecewa segera mendera
seseorang. Begitulah hukum alamnya.
Sebaliknya, jika menyerahkan semua urusan hidup hanya
kepada Allah Ta’ala adalah hal terbaik. Dalam Surah Ali Imran
Ayat 14, Allah SWT berfirman, “Dijadikan terasa indah dalam
pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan,
berupa perempuan‐perempuan, anak‐anak, harta benda yang
bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan
ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia,
dari sisi Allah‐lah tempat kembali yang baik.”.
Dilanjutkan ke ayat 15. “Katakanlah, ‘Maukah aku
kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian
itu?” Bagi orang‐orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan
mereka surga‐surga yang mengalir di bawahnya sungai‐sungai.
Mereka kekal di dalamnya, dan pasangan‐pasangan yang suci
serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba‐hambaNya.”
38 | Nursih Widhayanti
Begitulah cinta manusia pada sesuatu yang nilainya tak
bermanfaat. Islam tidak melarang rasa cinta, tetapi
mengarahkan cinta pada tingkat yang menjaga martabat
kehormatan laki‐laki dan perempuan. Justru dalam Al‐Qur’an,
perasaan cinta ini diabadikan dengan tinggi yaitu cinta
pasangan yang mengharap ridho Allah Ta’ala. Shadaqallahul
adziim.
Ku pegang erat bahu suamiku saat di sisi kanan mobil
truk bermuatan berat mendahului. Angin yang terbawa oleh
mobil itu menimbulkan gaya gesek udara yang besar hingga
membuat kami sedikit oleng.
Peganganku pada bahu ini insyaallah akan selamanya.
Cintaku pada suamiku adalah pilihanku yang terbaik menuju
rida‐Mu, ya, Allah. Itulah doaku.
Jatuh cinta setelah menikah menjadi hal terindah
sesudahnya.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 39
“Wahai manusia, bertakwalah kepada
Tuhanmu yang telah menciptakan
kamu dari diri yang satu (Adam), dan
(Allah) menciptakan pasangannya
(Hawa) dari (diri)nya; dan dari
keduanya Allah memperkembang‐
biakkan laki‐laki dan perempuan yang
banyak. Bertakwalah kepada Allah
yang dengan nama‐Nya kamu saling
meminta, dan (peliharalah) hubungan
kekeluargaan. Sesungguhnya Allah
selalu menjaga dan mengawasimu.”
(QS An Nisa: 1)
40 | Nursih Widhayanti