MENJAGA WUDU
W ajahnya selalu berseri. Warna kulitnya tidak putih,
tapi cerah bila diperhatikan, Dia berbeda bila
dibandingkan dengan teman‐temannya. Selalu
saja kuperhatikan bila masuk ke kelas IX A ini. Namanya pun
indah terdengar. Prestasinya baik sekali dari kelas VII hingga
di semester ganjil kelas IX.
Entah kenapa aku penasaran sekali tentang satu siswi ini.
Setiap dia mengumpul tugas, tulisannya pun rapi, dan sopan
bila bertutur kata.
Dulu sempat ibunya datang ke sekolah ketika dia masih
baru duduk di kelas VII, menceritakan bila Amanda di‐bully
oleh seorang siswa yang perilakunya sering tak mengenakkan
para guru.
Amanda tak bisa melawan jika di‐bully, sehingga lebih
baik dia mengadu pada ibunya. Guru bimbingan dan
konseling pun memberikan pelayanan dan tindakan atas
aduan ini. Amanda pun kooperatif menceritakan setiap
peristiwa bullying yang terjadi padanya.
Hari ini aku memiliki jadwal tiga jam pelajaran di kelas itu.
Kusapa mereka dengan penuh ramah ketika masuk kelas.
Beberapa siswa ada yang menjadi favoritku. Mereka aktif
menjawab bila aku bertanya tentang materi pelajaran, pandai
berdiskusi, dan bisa menerima perbedaan pendapat.
Model pembelajaran problem based learning menjadi
pilihan tepat untuk materi di subbab ini. Amanda aku
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 41
masukkan ke kelompok Midar dan Fredi agar berbaur di siswa
yang low.
Di akhir penutup pembelajaran, Amanda begitu
meyakinkan mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka.
Tepuk tangan dari kelompok lain pun mengapresiasi mereka.
Amanda tersenyum puas. Midar dan Fredi pun tertawa
bangga melihat teman‐temannya bertepuk tangan.
“Pasti ini karena jawaban dan ideku, ya, Manda, mereka
bertepuk tangan?” celetuk Midar dengan penuh percaya diri,
Amanda nyengir mendengar perkataan Midar.
“Tos dulu, Fredi,” ajak Midar sambil tertawa. Mereka
seperti menang pertandingan.
Aku pun tertawa geli melihatnya. Kesimpulan di akhir
pembelajaran telah kusampaikan. Mereka semua tampak
happy hari ini.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Kuakhiri salam dalam Duha‐ku. Aku merasa ada
seseorang di belakangku yang sedang dalam rakaat pertama.
Karena tadi ketika aku masuk mushala belum ada yang sholat.
Kulanjutkan zikir yang tadi sempat kutunda setelah
Sholat Subuh tadi pagi. Kuyakini dari terjemahan Al‐Qur’an
yang kubaca, jika setelah Sholat Subuh hingga matahari terbit
diperintahkan untuk berzikir dan membaca Al‐Qur’an.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al‐Ahzab Ayat 41‐ 42
yang artinya, “Wahai orang‐orang yang beriman, ingatlah
kepada Allah, dengan mengingat (nama‐Nya) sebanyak‐
banyaknya. Dan bertasbihlah kepada‐Nya pada waktu pagi dan
petang.,
42 | Nursih Widhayanti
Allah SWT menjanjikan rahmat kepada manusia yang
bertasbih kepada‐Nya dan para malaikat‐Nya memohonkan
ampun untuk orang‐orang yang beriman. Begitulah indahnya
waktu di subuh hari.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Ternyata dia Amanda, siswi yang tadi shalat dengan posisi
tepat di belakangku. Benar dugaanku, dia memiliki kebiasaan
yang baik hingga dibawa ke sekolah.
Kesimpulanku, bukan tak mungkin wajahnya yang selalu
berseri karena dia selalu menjaga wudu. Perilakunya yang
santun itu pun adalah cermin dari ibadahnya yang khusyuk.
Menjaga wudu adalah amalan ringan berpahala besar bila
dilakukan dengan ikhlas. Dalam hal ini Rasulullah SAW
bersabda, “Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari
kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya karena
bekas wudhu mereka. Karenanya, barang siapa di antara kalian
yang bisa memperpanjang cahayanya, maka hendaklah dia
lakukan”. (HR. Al‐Bukhari dan Muslim).
Semoga benar perkiraanku ini pada Amanda. Aamiin ya
Allah.
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 43
Keutamaan menjaga wudu, antara lain
Orang yang berwudu akan mendapatkan
cahaya di setiap anggota tubuh yang
terkena air wudu.
Orang yang senantiasa menyempurnakan
wudunya, maka dosa‐dosa yang
diperbuat oleh anggota wudunya akan
terhapus bersamaan dengan keluarnya
tetesan air wudunya. Karenanya,
disunahkan untuk tidak menyeka air
wudu dengan kain karena hal itu akan
menghilangkan tetesan wudu.
Barang siapa yang berwudu seperti yang
Nabi SAW ajarkan, maka akan diampuni
semua dosanya yang telah lalu.
Maksudnya adalah dosa‐dosa kecil. Para
ulama menyatakan bahwa dosa besar
hanya bisa terhapus dengan tobat dan
istighfar.
Orang yang berwudu dalam keadaan
yang sangat dingin akan diangkat
derajatnya oleh Allah, dihapuskan dosa‐
dosanya dan pahalanya bagaikan dia
tengah berjihad di jalan Allah.
44 | Nursih Widhayanti
Pintu Hati
Dunia ini penuh dengan tipu daya. Godaan
dan cobaan akan selalu datang untuk
menguji keimanan seseorang. Kita, sebagai
umat Nabi Muhammad yang berada di
pengujung zaman, hendaknya senantiasa
memantapkan tekad untuk mengikuti
pedoman dalam Al‐Qur’an dan Sunah.
Adapun hal tersebut adalah
Al‐Qur’an adalah kitab yang sempurna
Al‐Qur’an menjadi petunjuk orang
bertakwa
Kita harus menuntut ilmu untuk
memahami Al‐Qur’an
Allah SWT menunjuk Rasulullah SAW
sebagai role model dalam menerapkan
Al‐Qur’an. Perkataan, tindakan, dan
persetujuan Beliau disebut Sunah.
Cukuplah Al‐Qur’an dan Sunah
pedoman kita.
SELESAI
Bahagianya Menjadi Remaja Muslim | 45
PROFIL PENULIS
Nursih Widhayanti, lahir di Desa Ranggi pada 1986.
Sekarang bertempat tinggal di Desa Airkuang, Kecamatan
Jebus, Bangka Barat.
Dia melalui masa sekolah di SDN 426 Petar, SMPN 1
Jebus, dan SMA Negeri 1 Jebus. Kemudian melanjutkan ke
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, menyelesaikan
studinya di FKIP jurusan biologi pada 2008.
Pengalaman kerja sebagai guru IPA sejak tahun 2009
hingga sekarang membuatnya ingin melatih kebiasaan baru,
yaitu menulis. Buku yang menjadi karya sebelumnya adalah
Catatan Peneliti Muda dan Pesan Ibu Setelah Akad Nikah.
Dia adalah alumni pelatihan menulis Sagusabu MediaGuru
di Bangka Barat. Dia dapat dihubungi melalui email
[email protected].
46 | Nursih Widhayanti