Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
BUKU SAKU
PLANTAE
Penulis
Yesi Mira Yeni
Dikembangkan atas bimbingan
Suhendi, M.Pd
Validator Materi
Asih Fitriana Dewi, M.Pd
Validator Media
Tri Andri Setiawan, M.Pd
Layout
Yesi Mira Yeni
ii Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah
Swt atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya,
sehingga buku ini dapat penulis selesaikan.Seperti kita
ketahui, biologi merupakan salah satu mata pelajaran
yang diikut sertakan dalam Ujian Nasional. Oleh karena
itu, penguasaan materi mutlak dimiliki oleh siswa.
Namun, materi yang terlalu padat, yang sangat banyak,
penyajian yang kurang sistematis, serta kurangnya
berlatih tak jarang membuat siswa merasa kesulitan
untuk mempelajari biologi.Dengan konten buku saku
digital seperti ini, diharapkan dapat membantu
memudahkan siswa dalam mendalami materi
plantae.Selamat belajar dan semoga sukses!!
Metro, 27 Agustus 2021
Penulis
Buku Saku Plantae iii
Untuk Kelas X SMA/MA
Kompetensi Dasar
3.7 Menerapkan pinsip klasifikasi untuk menggolongkan
tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan
morfologi dan metagenesis tumbuhan serta
mengaitkan peranannya dalam kelangsungan
kehidupan di bumi
4.7 Menyajikan data tentang morfologi dan peran
tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan dalam
bentuk laporan tertulis.
Indikator
2.1 Mengidentifikasi ciri-ciri umum plantae
2.2 Membedakan tumbuhan lumut,paku, dan tumbuhan
berbiji
2.3 Mengklasifikasikan tumbuhan lumut,paku, dan
tumbuhan berbiji
2.4 Menjelaskan cara perkembangbiakan tumbuhan
lumut,paku dan tumbuhan berbiji
2.5 Menemukan peranan berbagai jenis plantae yang
ada di lingkungan.
iv Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengagumi ciptaan Tuhan berbagai
jenis tumbuhan yang memiliki peranan penting
dalam kehidupan
2. Siswa dapat membandingkan ciri-ciri umum
divisi dalam Kingdom Plantae melalui
pengamatantumbuhan lumut,paku dan tumbuhan
berbiji.
3. Siswa dapat mengklasifikasikan berbagai jenis
tumbuhan di lingkungan sekitar berdasarkan
pengamatan dan ciri-cirinya.
Buku Saku Plantae v
Untuk Kelas X SMA/MA
Daftar Isi
Kata Pengantar ........................................................... iii
Kompetensi Dasar....................................................... iv
Tujuan Pembelajaran................................................. v
Daftar Isi ...................................................................... vi
BAB 1 Plantae.............................................................. 1
1
A. Pengertian Plantae ........................................... 2
B. Ciri-ciri Plantae .............................................. 3
C. Klasifikasi Plantae...........................................
4
BAB 2 B Bryophyta...................................................... 4
A. Pengertian Tumbuhan Lumut .......................... 5
B. Ciri-ciri Tumbuhan Lumut............................... 6
C. Metagenesis Tumbuhan Lumut........................ 7
D. Klasifikasi Tumbuhan Lumut .......................... 12
E. Peranan Tumbuhan Lumut ..............................
14
BAB 3 Pteridophyta ..................................................... 14
A. Pengertian Tumbuhan Paku ............................. 15
B. Ciri-ciri Tumbuhan Paku ................................. 17
C. Metagenesis Tumbuhan Paku .......................... 18
D. Klasifikasi Tumbuhan Paku............................. 27
E. Peranan Tumbuhan Paku .................................
29
BAB 4Spermatophyta .................................................. 29
A. Pengertian Tumbuhan Biji ............................... 29
B. Ciri-ciri Tumbuhan Biji ................................... 31
C. Klasifikasi Tumbuhan Biji............................... 45
D. Peranan Tumbuhan Biji ...................................
Daftar Pustaka
Tentang Penulis
vi Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
KINGDOM PLANTAE ( DUNIA TUMBUHAN)
A. Pengertian Plantae
Kingdom Plantae atau yang dikenal dengan kerajaan
tumbuhan merupakan organisme eukariotik
multiseluler yang mempunyai dinding sel dan
klorofil. Klorofil yaitu zat hijau daun yang berfungsi
untuk fotosintesis. Terdapat ciri pada kingdom
plantae yang tidak dimiliki oleh kingdom animalia,
ciri tersebut adalah adanya dinding sel yang tersusun
atas selulosa.
TIPS CERDIK!!!
Kingdom Plantae mempunyai dinding sel
dan klorofil .
B. Ciri-ciri Plantae
Anggota Kingdom plantae memiliki ciri-ciri umum
sebagai berikut :
1. Bersifat eukariotik multiseluler dan sel-selnya
terspesialisasi membentuk jaringan serta organ.
2. Memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
2 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
3. Memiliki klorofil sehingga mampu melakukan
fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan
makanannya sendiri.
4. Pada umumnya menyimpan cadangan makanan
dalam bentuk tepung atau pati.
5. Sebagian besar jenis tumbuhan hidup di darat
(terstrial), namun beberapa yang hidup di air
(akuatik).
6. Berkembang biak secara generatif dan vegetatif.
C. Klasifikasi Plantae
Kingdom Plantae mempunyai klasifikasinya
sendiri. Klasifikasi ini membantu kita untuk bisa
membedakan antara spesies yang satu dengan spesies
yang lain dalam Kingdom Plantae.
Kingdom plantae terbagi menjadi dua yaitu
tumbuhan berspora (Bryophyta dan pteridophyta) dan
tumbuhan berbiji (Angiospermae dan gymnospermae)
dapat dilihat pada gambar 1.1 sebagai berikut :
Buku Saku Plantae 3
Untuk Kelas X SMA/MA
1. Tumbuhan Lumut ( Bryophyta)
2. Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
3. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
(Gambar 1.1 : Klasifikasi dari kingdom plantae)
Sumber : Bing.com
4 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
BRYOPHYTA (TUMBUHAN LUMUT)
A.Definisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan kecil yang
termasuk dalam divisio bryophyta yang berasal dari
bahasa yunani yaitu bryon yang artinya lumut dan
phyton berarti lembab atau basah, yang digabungkan
menjadi tumbuhan yang hidup ditempat lembab dan
basah. Habitat lumut biasanya di tempat yang lembab
dan basah (misalnya pada kulit kayu, batuan atau
tembok)
6 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
TIPS CERDIK!
Bryon = Lumut
Phyton = Lembab
Tumbuhan Lumut yang habitatnya di
tempat yang lembab dan basah
B. Ciri-ciri Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Merupakan peralihan dari Thallophyta ke
Cormophyta, karena belum memiliki akar sejati,
akar nya berupa rizoid
2. Habitat di tempat-tempat yang lembab
3. Memiliki klorofil, sehingga bersifat fotoautotrof.
4. Reproduksi vegetatif dengan pembentukan spora
haploid, sedangkan reproduksi generatif dengan
peleburan gamet jantan (anteredium) dan betina
(arkegonium).
5. Rizoid tampak seperti benang- benang berfungsi
sebagai akar untuk melekat pada tempat
tumbuhnya dan menyerap air serta garam-garam
mineral (makanan).
Buku Saku Plantae 7
Untuk Kelas X SMA/MA
6. Mengalami metagenesis, yaitu pergiliran keturunan
fase gametofit dan fase sporofit.
7. Fase gametofit lumut adalah tumbuhan lumut,
sedangkan fase sporofit lumut adalah sporogium.
8. Fase gametofit tumbuhan lumut lebih dominan
serta mempunyai masa hidup yang lebih panjang
dibandingkan fase sporofit.
9. Struktur Sporofit (sporogonium) tubuh lumut
terdiri atas:
a) Vaginula yaitu kaki yang diselubungi
sisa dinding arkegonium.
b) Seta yaitu tangkai.
c) Apofisis yaitu ujung seta yang agak
melebar yang merupakan peralihan
antara seta dan kotak spora.
d) Kaliptra atau tudung berasal dari
dinding arkegonium sebelah atas
menjadi tudung kotak spora.
8 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
C. Metagenesis Lumut
Daur metagenesis dari lumut sebagai berikut:
Atau bisa disingkat dengan :
Spora ProtonemaTumbuhan Lumut
Anteridium (penghasil sperma) & arkegonium
(penghasil ovum) Zigot sporogonium (badan
penghasil spora).
Buku Saku Plantae 9
Untuk Kelas X SMA/MA
TIPS CERDIK!!!
Spora Malu sama Zigonium
D. Klasifikasi Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumutdibedakan menjadi 3 divisi yaitu
sebagai berikut:
1. Lumut Daun (Musci)
Lumut daun (musci) disebut lumut sejati. Lumut
ini memiliki struktur tubuh yang terdiri akar
(rizoid) dan bagian yang menyerupai struktur
seperti daun (filoid) memiliki batang semu berupa
rizoma (Gambar pada 2.1). Tumbuhan ini
mempunyai thalus seperti daun kecil-kecil,
sehingga sering disebut lumut daun.Habitat lumut
daun ini biasanya di tempat lembab dan melekat
pada benda tempat hidupnya, Misalnya saja pohon,
dinding, atau bebatuan. Adapun contoh dari lumut
daun yaitu Polytrichales sp (Gambar 2.2).
10 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
(Gambar 2.1 : Struktur dari tumbuhan lumut (Bryophyta)
Sumber : Bing.com
Sporangium : kotak spora tempat pembentukan spora
Seta : Tangkai
Rizoid : Akar
Operkulum : Tutup sporangium
Apofisis : Penggelembungan bagian ujung seta.
Annulus : Pelindung sporangium (kotak spora).
Teka :Ruang tempat spora.
Vaginula :Selaput pangkal dari tangkai
sporogonium.
Gigi Peristom :Struktur seperti gigi kecil yang
ditemukan di mulut kapsul.
Buku Saku Plantae 11
Untuk Kelas X SMA/MA
Contoh lumut daun yaitu Polytrichales sp
Gambar 2.2 :Polytrichales sp
Sumber: Bling.com
2. Lumut Hati (Hepatophyta)
Lumut hati merupakan lumut yang kurang
menyolok penampilannyabila dibandingkan
dengan lumut daun. Tubuh masih berupalembaran
(talus) yang terbagi atas beberapa lobus seperti hati
manusia.Karena itu, lumut inidinamakan lumut
hati.Tidak memiliki batang dan daun, akar berupa
rizoid, dan berumah dua (Gambar 2.3). Contoh
12 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
lumut hati yaitu Marchantia polymorpha (Gambar
2.4).
Anteridium G: Saeml bgaarm2e.3t :jaSnttraunktur lumut hati
Anteridiofor : CabanSgumpabdear:gBaminegt.ocfoimt jantan
Arkegonium : Sel gamet betina
Arkegoniofor :Cabang pada gametofit betina.
Gema : Struktur berupa mangkuk kecil yang
mengandung kumpulan lumut kecil pada
lumut hati.
Buku Saku Plantae 13
Untuk Kelas X SMA/MA
Contoh dari lumut hati ialah : Marchantia
polymorpha.
Gambar 2.4: Marchantia polymorpha
Sumber: Bling.com
3. Lumut Tanduk (Anthocerophyta)
Lumut tanduk mempunyai kemiripan dengan
lumut hati, yaknipada gametofitnya.Bedanya,
lumut tanduk memiliki sporofit yangberupa kapsul
yang memanjang dan tumbuh seperti tanduk dari
hamparangametofitnya (gambar 2.5), sehingga
disebut lumut tanduk.Anthocerophyta hanya
14 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
memiliki satu kloroplas di dalam tiap selnya,
sehingga dianggap sebagai lumut primitif.
Contohnya yaitu Notothylus indica (Gambar 2.6)
Gambar 2.5 : Struktur Lumut Tanduk
Sumber : Bing.com
Sporofit :Generasi yang menghasilkan
Gametofit sporogonium.
: Suatu fase hidup pada makhluk
hidup dimana pada fase ini terjadi
pembentukan gamet
Buku Saku Plantae 15
Untuk Kelas X SMA/MA
Adapun contoh dari lumut tanduk yaitu sebagai
berikut :
Gambar 2.6 : Notothylus indica.
Sumber: Bing.com
16 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
E. Peranan Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut memiliki beberapa peranan/
manfaat, antara lain :
1. Sebagai vegetasi perintis karena kemampuannya
dalam melapukan batuan, sehingga dapat ditempati
sebagai tempat hidup tumbuhan lain
Sumber: Bing.com
2. Sebagai obat penyakit radang hati, misalnya
Marchantia polymorpha.
Sumber: Bing.com
Buku Saku Plantae 17
Untuk Kelas X SMA/MA
3. Sebagai bahan pengganti serat misalnyaSphagnum
fimbriatum.
Sumber Bing.com
4. Dapat membantu penyerapan air hujan, sehingga
mencegah terjadinya erosi atau banjir.
Sumber Bing.com
18 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
PTERIDOPHYTA (TUMBUHAN PAKU)
A. Pengertian Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang
masuk ke dalam divisi yang mempunyai kormus,
artinya memiliki 3 bagian mulai dariakar,batang dan
daun. Tumbuhan paku ini belum menghasilkan biji
serta alat yang digunakan untuk perkembangbiakan,
dalam proses perkembangbiakan tumbuhan paku
menggunakan spora.
20 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
TIPS CERDIK!
Tumbuhan paku mempunyai
kormus, artinya memiliki 3 bagian
B. Ciri-ciri Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Termasuk organisme multiseluler.
2. Selnya bersifat eukariotik (memiliki membran inti
sel)
3. Telah memiliki akar, batang, dan daun sejati.
4. Memiliki klorofil sehingga disebut fotoautotrof
5. Sudah memiliki berkas pembuluh angkut yaitu
xylem dan floem. Xylem berfungsi mengangkut air
dan garam mineraldari akar menuju daun,
sedangkan floem berfungsi mengedarkan hasil
fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
6. Habitatnya diperairan (hidrofit), daratan yang
lembab (higrofit), menempel pada tumbuhan lain
(epifit).
Buku Saku Plantae 21
Untuk Kelas X SMA/MA
7. Reproduksi vegetatif terjadi dengan pembentukan
spora, sedangkan reproduksi generatif terjadi
8. dengan peleburan sel kelamin jantan dan sel
kelamin betina.
9. Mengalami metagenesis dalam siklus hidupnya, di
mana fase sporofit (tumbuhan paku itu sendiri)
yang bersifat lebih dominan dari pada
gametofitnya.
Keterangan tentang organ-organ yang dimiliki
tumbuhan paku adalah sebagai berikut:
1. Akar
Akar Tumbuhan paku berupa akar serabut dengan
bagian ujung akar dilindungi kaliptra (tudung
akar).
2. Batang
Anatomi batang tumbuhan paku berbeda-beda,
tetapi sel-selnya telah berdiferensiasi seperti
batang tumbuhan tingkat tinggi
22 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
3. Daun
Berdasarkan bentuknya daun tumbuhan paku
dibedakan menjadi 2 yaitu mikrofil (daun ) dan
mikrofil (daun besar). Sedangkan berdasarkan
fungsinya dibedakan menjadi 2 yaitu tropofil (daun
untuk fotosintesis) dan sporofil (daun penghasil
spora) dan terdapat sorus dibagian bawah daun
(gambar 3.1).
A
B 23
Gambar 3.1 : Gambar daun tropofil (A) dan
sporofil( B)
Sumber: Bling.com
Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
C. Metagenesis Tumbuhan Paku
Daur metagenesis dari tumbuhan paku sebagai
berikut:
Atau disingkat dengan :
Spora Protalium Anteredium
(menghasilkan sperma) & arkegonium (menghasilkan
ovum) Zigot Tumbuhan Paku.
24 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
TIPS CERDIK!!!
Spora Tali ZIPAku
D. Klasifikasi Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku dikelompokan menjadi empat divisi,
yaitu :
1. Paku Telanjang (Psilophyta)
Paku telanjang merupakan paku tingkat rendah
yang tidak memiliki akar sejati(akarnya berupa
rizoid) terdapat sporangium yang belum matang,
sporangium dewasa, spora. Sporofitnya berupa
batang , dan batangnya tidak berdaun (sehingga
disebut paku telanjang)dapat dilihat pada (gambar
3.2) dan banyak hidup di daerah tropis dan
subtropis.Contohnya yaitu : Psilotum
nodum(gambar 3.3) .
Buku Saku Plantae 25
Untuk Kelas X SMA/MA
Gambar 3.2 : Struktur dari paku telanjang
Sumber : Bing.Com
Stem : Batang
Spores : Spora
Rhizoids : Akar
Mature Sporangium : Sporangium Dewasa
Spores : Spora
Immature : Sporangium belum matang
26 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
Gambar 3.3: Psilotum nodum.
Sumber: Bing.com
2. Paku Ekor Kuda (Sphenophyta)
Divisi Sphenophyta memiliki tubuh yang
cabangnya berkarang dan jelas kelihatan berbuku-
buku dan beruas-ruas. Lapisan luar (epidermisnya),
mengandung silika sehingga terlihat berpasir.
Daun-daun kecil seperti selaput dan tersusun
berkarang. Sporofil selalu berbeda dengan daun
biasa, biasanya berbentuk perisai dengan sejumlah
sporangium pada sisi bawahnya. Sporofil tersebut
Buku Saku Plantae 27
Untuk Kelas X SMA/MA
merupakan badan berbentuk gada atau kerucut
pada ujung batang atau cabang yang juga disebut
sebagai strobilus. Akarnya sangat kecil dan halus,
terdapat pada buku-buku dari rhizoma atau pada
pangkal batang (gambar 3.4). Divisi Sphenophyta
hidup di darat dan sebagian hidup di rawa-
rawa.Contohnya yaitu: Equisetum debile(gambar
3.5).
Gambar 3.4 : Struktur Paku Ekor Kuda
Sumber : Bing.com
28 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
Sterile stem : Batang steril
Leaves : Daun
Whorled branches : Cabang melingkar
Tuber : Umbi
Strobilus : Strobilus
Internode : Ruas
Gambar 3.4: Equisetum debile.
Sumber: Bing.com
Buku Saku Plantae 29
Untuk Kelas X SMA/MA
2. Paku Kawat (Lycophyta)
Paku kawat merupakan tumbuhan paku yang
sporofitnya telah mempunyai daun kecil dengan
susunan spiral. Struktur tubuhnya cukup lengkap,
yang mempunyai akar, batang dan daun sejati.
Daunnya kecil-kecil (mikrofil), tidak bertangkai
dan bertulang daun satu ( gambar 3.6). Sporangium
terdapat pada ketiak daun, biasanya sporofil
terkumpul di ujung batang atau cabang dan
membentuk bangunanseperti kerucut, disebut
strobilus. Bentuk ini menyerupai konus pada
pohon pinus, sehingga banyak orang yang
menyebut paku kawat itu sama saja pinus
tanah.Batang seperti kawat. Jenis tumbuhan paku
ini hidup di darat. Contoh dari paku kawat yaitu
Lycopodium clavatumdapat dilihat pada (gambar
3.7) sebagai berikut :
30 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
Gambar 3.6: Struktur Paku Kawat
Sumber: Bing.com
Strobilus : Kumpulan sprorofil
Leaves : Daun
Stem : Batang
Root : Akar
Root : Akar Sporangium
Gambar 3.7 :Lycopodium clavatum. 31
Sumber: Bing.com
Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
3. Paku Sejati (Filicinae)
Tumbuhan paku sejati merupakan tumbuhan paku
yang bisa selalu kita temukan.Paku sejati juga
termasuk tumbuhan yang memiliki struktur tubuh
lengkap.Paku sejati sudah mempunyai akar,
batang, dan daun yang sejati.Batangnya ada yang
tertanam di dalam tanah membentuk
rihzoma.Daunnya berupa makrofil dan bentuknya
bermacam macam, bertangkai, dan tulangnya
bercabang-cabang. Saat masih muda, daunnya
akan tergulung pada ujungnya. Sementara, sisi
bawahnya banyak terdapat sporangium. (Gambar
3.8).
Gambar 3.8: Struktur Paku Sejati
Sumber: Bing.com
32 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
Contohnya Adiantum cuneatum.
Gambar 3.9 :Adiantum cuneatum
Sumber: Bing.com
Buku Saku Plantae 33
Untuk Kelas X SMA/MA
D. Peranan Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku memiliki beberapa peranan/ manfaat,
antara lain :
1. Dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, misalnya
Marsilea crenata
Sumber: Bing.com
2. Dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias
misalnya, Adiantum cuneatum
Sumber:Bing.com
34 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
3. Dapat dimanfaatkan sebagai obatPenyakit
alzheimer, misalnyaLycopodium clavatum.
Sumber:Bing.com
4. Dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau, misalnya
Azolla pinnata.
Sumber:Bing.com
Buku Saku Plantae 35
Untuk Kelas X SMA/MA
TUMBUHAN BERBIJI (SPERMATOPHYTA)
A. Pengertian Tumbuhan Berbiji
Tumbuhan biji atau spermatophyta merupakan
golongan tumbuhan yang struktur dan bentuk
tubuhnya paling maju diantara anggota tumbuhan
lainya. Tumbuhan biji merupakan bagian dari
tumbuhan berpembuluh (Kormophyta). Ciri utama
spermatophyta yaitu menghasilkan biji sebagai alat
reproduksi generatif. Tumbuhan biji memiliki alat
tubuh yang lengkap yang terdiri dari akar,batang,
38 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
dan daun. Tiap-tiap alat tubuh tersebut mempunyai
fungsi yang jelas.
Selain dikenal dengan sebutan tumbuhan biji,
tumbuhan ini juga disebut tumbuhan berbunga
(Anthophyta), karena sebagian besar anggota
tumbuhan ini memiliki bunga.Bunga merupakan
organ yang penting untuk perkembangbiakan
tumbuhan. Pada tumbuhan biji, bunga merupakan
organ untuk perkembangbiakannya. Bunga memiliki
bagian yang sama yang terdiri atas 2 bagian yaitu
mahkota bunga dan kelopak bunga. Mahkota bunga
berbentuk seperti lembaran dengan warna yang
mencolok. Warna yang mencolok ini dapat menarik
serangga yang dapat membantu penyerbukan.
Mahkota bunga terletak dilingkaran mengelilingi
benang sari dan putik sehingga mahkota bunga ini
juga berfungsi untuk melindungi benang sari dan
putik.
Kelopak bunga biasanya berwarna hijau yang
terletak di lingkaran luar mengelilingi mahkota
bunga. Kelopak bunga sangat penting karena pada
saat bunga masih kuncup, kelopak bunga ini dapat
Buku Saku Plantae 39
Untuk Kelas X SMA/MA
melindungi bagian bunga di dalamnya. Alat
reproduksi (alat kelamin bunga) terdiri atas alat
kelamin betina berupa putik dan alat kelamin jantan
berupa benang sari.
TIPS CERDIK!
Spermatophytagolongan tumbuhan
yang struktur dan bentuk tubuhnya
paling maju, Ciri utama spermatophyta
yaitu menghasilkan biji sebagai alat
reproduksi generatif.
B. Klasifikasi Tumbuhan Berbiji
Tumbuhan berbiji dikelompokan menjadi dua
subdivisi, yaitu tumbuhan biji terbuka
(Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup
(Angiospermae).
1. Tumbuhan Biji Terbuka
Gymnospermae berasal dari bahasa yunani
(gymnos = ‘telanjang’ dan sperma = ‘benih’
atau ‘biji’). Gymnospermaemerupakan
merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang
bijinya tidak terlindung dalam bakal
40 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
buah (ovarium). Bakal bijinya terbuka dan
terdapat pada permukaan daun buah
(megasporofil).
Pada umumnya berupa tumbuhan berkayu
dengan bermacam-macam bentuk perawakan
(habitus).Tidak memiliki bunga yang
sesungguhnya (bunga mereduksi menjadi
kantong serbuk sari dan bakal biji), sporofil
terpisah-pisah membentuk strobilus jantan dan
strobilus betina.Mempunyai sistem akar tunggang
dan batang tegak lurus atau bercabang-
cabang.Akar dan batang berkambium, sehingga
selalu mengadakan pertumbuhan menebal
sekunder. Strobilus atau kerucut mengandung 2
daun buah (tempat menempel bakal biji), yaitu
makrosporangium dan mikrosporangium yang
terpisah satu sama lain. Penyerbukan hampir
selalu dengan bantuan angin
(anemogami).Serbuk sari langsung jatuh pada
bakal biji, dengan jarak waktu penyerbukan
sampai pembuahannyarelatif panjang.Sel kelamin
Buku Saku Plantae 41
Untuk Kelas X SMA/MA
jantan umumnya berupa spermatozoid yangmasih
bergerak dengan aktif.
TIPS CERDIK
Gymnospermae merupakan
merupakan kelompok tumbuhan
berbiji yang bijinya tidak terlindung
dalam bakal buah (ovarium).
a. Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka yaitu:
1) Memiliki biji yang tidak dibungkus oleh
daun buah atau telanjang.
2) Memiliki akar, batang, dan daun sejati yang
dilengkapi oleh pembuluh angkut
3) Batang memiliki kambium sehingga dapat
tumbuh membesar.
4) Daun umumnya kaku dan sempit, ada yang
berbentuk jarum (misalnya pinus) dan ada
yang lebar (misalnya melinjo).
5) Belum memiliki bunga yang sesungguhnya.
Bunga umumnya tidak memiliki mahkota
42 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA
atau bila memiliki mahkota, warnanya tidak
mencolok
6) Bereproduksi secara generatif dengan
membentuk biji menggunakan strobilus.
b. Klasifikasi Tumbuhan Biji Terbuka
Tumbuhsn biji terbuka dibedakan menjadi
empat kelas, yaitu:
1) Cycadinae
Merupakan tumbuhan yang mirip dengan
palem-paleman.Sporofit tersusun atas
strobilus jantan dan betina dan termasuk
tumbuhan berumah 2. Contohnya
yaitu:Cycas rumphii (pakis haji).
Gambar 4.1: Cycas rumphii (pakis haji).
Sumber: Bing.com
Buku Saku Plantae 43
Untuk Kelas X SMA/MA
2) Ginkgoinae
Tumbuhan ini berupa pohon dioceus
(berumah dua), mempunyai tunas panjang
dan pendek, daunnya bertangkai panjang
membentuk kipas. Mikrosporofi l (benang
sari) tidak banyak dan susunan
makrosporofil tidak begitu terang, dengan
dua bakal biji pada tangkai yang panjang.
Kulit luar pada bijinya berdaging dan kulit
dalamnya keras.Contohnya yaitu :Ginkgo
biloba.
Gambar 4.2 : Ginkgo biloba.
Sumber: Bing.com
44 Buku Saku Plantae
Untuk Kelas X SMA/MA