The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 201533245, 2022-08-05 00:47:28

LENGKAP PEDOMAN TESIS 2021

LENGKAP PEDOMAN TESIS 2021

2.2.2.3.4 Keabsahan Data
Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian kualitatif bisa

menggunakan uji kredibilitas data dengan perpanjangan pengamatan,
triangulasi, diskusi dengan teman dll.

2.2.3 Isi Bagian Akhir
2.2.3.1 Daftar Pustaka

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar pustaka harus sudah
disebutkan dalam teks proposal tesis. Artinya, bahan pustaka yang hanya
dipakai sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks proposal tesis
tidak boleh dimasukkan dalam daftar pustaka. Sebaliknya, semua bahan
pustaka yang disebutkan dalam batang tubuh tesis harus dicantumkan dalam
daftar pustaka.

2.2.3.2 Lampiran
Lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang

penting untuk tesis, seperti instrumen penelitian dan keterangan penting
lainnya. Semua ini diletakkan dalam lampiran dengan maksud agar tidak
mengganggu kelancaran informasi yang terdapat dalam bagian inti tesis.
Untuk mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor
urut dengan menggunakan angka Arab.

2. 3 Sistematika Proposal Tesis Penelitian Kajian Pustaka
Proposal tesis hasil kajian pustaka merupakan penampilan penalaran

keilmuan yang memaparkan hasil kajian pustaka dan hasil olah pikir peneliti
mengenai suatu masalah/topik pengkajian. Tesis ini berisi satu topik yang
didalamnya memuat beberapa gagasan, dan/atau proposisi yang berkaitan
yang harus didukung oleh data yang diperoleh dari sumber pustaka.

Sumber pustaka untuk bahan kajian dapat berupa jurnal penelitian,
disertasi, tesis, tesis, laparan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar
dan diskusi ilmia, atau terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-
lembaga lain. Bahan-bahan pustaka harus dibahas secara kritis dan mendalam
dalam rangka mendukung gagasan, dan/atau proposi, untuk menghasilkan
simpulan dan saran.

38 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

Sistematika proposal tesis hasil kajian pustaka terbagi atas tiga (3) bagian
utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.

Bagian Awal
Bagian awal ini memuat hal-hal sebagai berikut.

Halaman Sampul (Cover)
Lembar Persetujuan (Approval)
(a) Lembar persetujuan pembimbing (Advisors’ Approval)
(b) Lembar persetujuan penguji (Examiners’ Approval)
(Abstrak (Abstrac)
Daftar Isi (Table of Contents)
Daftar Tabel (List of Tables)
Daftar Gambar (List of Figures)
Daftar Lampiran (List of Appendices)

Bagian Inti (CHAPTER I INTRODUCTION)

BAB I PENDAHULUAN (Background of the Research)
1.1 Latar Belakang Masalah (Statement of the Problem)
1.2 Rumusan Masalah (Objective of the Research)
1.3 Tujuan Kajian (Benefits of the Research)
1.4 Manfaat Kajian (Definition of Terms)
1.5 Definisi istilah

BAB II KAJIAN PUSTAKA (CHAPTER II REVIEW RELATED
LITERATURE)

BAB III METODE PENELITIAN
Bab III berisi rencana kajian yang akan diteruskan dengan kajian

mendalam berupa instrumen pengumpul data-data yang diperoleh, sumber
data, validasi data, dan metode analisis data.

Metode penilitian atau metode kajian boleh ditaruh di 1.5. tetapi harus
tetap memuat catatan diatas.

Bagian Akhir
Bagian akhir berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran

DAFTAR PUSTAKA (REFERENCES)

LAMPIRAN-LAMPIRAN (APPENDICES)

39 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

2. 3.1 Isi Bagian Awal
Unsur-unsur yang harus ada pada bagian awal tesis hasil kajian pustaka

sama dengan isi bagian awal tesis hasil penelitian kuantitatif. Susunan unsur-
unsur tersebut dan isi uraiannya juga sama. Oleh sebab itu, pembahasan
mengenai isi bagian awal ini tidak diulangi lagi disini.

2.1.3.2 Isi Bagian Inti
Jumlah bab (pada bagian inti) dari proposal tesis hasil kajian pustaka bisa

bervariasi, tergantung pada banyaknya gagasan dalam satu topik yang akan
dibahas. Umumnya untuk keperluan penulisan proposal tesis, jumlah bab yang
ada sebanyak tiga bab. Judul bab beserta isinya diuraikan pada bahasan
berikut ini.

2.1.3.2.1 Bab I Pendahuluan
Paling tidak ada enam hal yang perlu dikemukakan secara singkat dan

jelas pada Bab Pendahuluan ini, yaitu (1) latar belakang masalah, (2) rumusan
masalah, (3) tujuan kajian, (4) manfaat kajian, (5) metode kajian, dan (6)
definisi istilah.

2.1.3.2.1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini berisi uraian atau gambaran umum yang dapat di peroleh dari

koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan
lapangan (hasil pengamatan) mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan
masalah yang diteliti. Gambaran umum sepintas ini dapat bersifat mendukung
atau menunjang pendapat penelitian maupun bersifat tidak mendukung atau
menolak harapan penelitian. Gambaran umum ini memberikan uraian
pemantapan terhadap pemahaman masalah, yaitu misalnya mengapa masalah
yang dikemukakan dipandang menarik, penting dan perlu ditelaah.

2.1.3.2.1.2 Rumusan Masalah
Bagian ini merupakan pengembangan dari uraian latar belakang masalah,

menunjukkan masalah yang akan diteliti/ditelaah ini memang belum terjawab
atau belum dipecahkan secara memuaskan. Uraian tersebut didukung
berbagai publikasi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, mencakup
aspek yang diteliti, konsep-konsep yang berkaitan dengan hal yang akan ditulis,

40 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

dan teori yang melandasi kajian. Pembahasan ini hanya berisi uraian yang
memang relevan dengan masalah yang akan dikaji, serta disajikan secara
sistematis dan terpadu.

Selanjutnya dituliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui
telaah pustaka (dalam bentuk kalimat tanya), yang memuat variabel/hubungan
antarvariabel yang akan diteliti. Kata tanya yang dipakai ialah apa, mengapa,
bagaimana, sejauh mana, kapan, siapa, dan sebagainya tergantung pada
ruang lingkup masalah yang akan dibahas. Kemudian dilakukan analisis
masalah dan variabel yang terdapat dalam judul penelitian. Analisis masalah
menghasilkan variabel dan hubungan antar variabel. Selanjutnya dilakukan
analisis variabel dengan mangajukan pertanyaan mengenai masing-masing
variabel dan pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan antar variabel.
Analisis ini diperlukan untuk menyusun alur berpikir dalam memecahkan
masalah.

2.1.3.2.1.3 Tujuan Kajian
Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai

arah kegiatan kajian kepustakaan yang di lakukan; berupa keinginan realistik
peneliti tantang hasil yang akan diperoleh. Tujuan kajian harus berkaitan
dengan masalah yang akan diteliti.

Salah satu tujuan kajian yang dicontohkan disini adalah mengkaji
kehidupan orang-orang terkenal dalam suatu bidang studi untuk mengetahui
pengalaman-pengalaman mereka. Bagaimana usaha mereka untuk meneliti
dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal yang biasa saja.

2.1.3.2.1.4 Manfaat Kajian
Pada bagian ini penulis memberikan gambaran yang jelas dan realistik

mengenai kegunaan atau manfaat hasil pemecahan masalah. Manfaat yang
diuraikan dapat dikaitkan dengan peneliti, lembaga tempat kajian dilakukan,
organisasi profesi, pengembangan ilmu, pendidikan, pemecahan masalah yang
mendesak, pengambilan keputusan atau kebijakan, dan sejenisnya.

2.1.3.2.1.5 Metode Kajian
Metode kajian memberikan uraian tentang semua langkah yang

41 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

dikerjakan peneliti sejak awal hingga akhir. Pada bagian ini dapat dimuat hal-
hal yang berkaitan dengan anggaran-anggaran dasar atau fakta-fakta yang
dipandang benar tanpa adanya verifikasi dan keterbatasan, yaitu aspek-aspek
tertentu yang dijadikan landasan pembahasan peneliti.

Perlu ditekankan bahwa tulisan tentang metodologi kajian hendaknya
didasarkan atas kajian teori dan khazanah ilmu, yaitu paradigma, teori, konsep,
prinsip, hukum, postulat, dan asumsi keilmuan yang relevan dengan masalah
yang dibahas.

2.1.3.2.1.6 Definisi Istilah
Bagian ini menjelaskan mengenai istilah-istilah yang digunakan agar

terdapat kesamaan interpretasi dan terhindar dari kekaburan. Bagian ini juga
memberikan keterangan rinci pada bagian-bagian yang memerlukan uraian.

2.1.3.2.2 Bab II Kajian Pustaka
Dari tiap-tiap pertanyaan diidentifikasi alternatif model-model

pemecahan masalahnya (atau jawabannya). Dari setiap alternatif pemecahan
masalah atau jawaban pertanyaan diidentifikasikan konsep-konsep yang
relevan yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk memili alternatif
pemecahan masalah/jawaban yang tepat.

Tiap-tiap konsep lebih lanjut dijabarkan lagi menjadi subkonsep
berdasarkan keperluan, misalnya suatu konsep dilihat dari arti kata atau
makna yang terkandung didalamnya atau dilihat dari berbagai segi.

Pada hakikatnya peninjauan konsep menjadi beberapa subkonsep itu
dilakukan untuk menyusun alur berpikir dalam pengkajian masalah. Hal itu
dilakukan pada semua konsep yang ada. Berdasarkan uraian ini disusun bab-
bab yang diperlukan, dam masing-masing bab diberi judul yang sesuai.

Bahan-bahan untuk pembahasan konsep dan sub konsep dicari dan
dikumpulkan dari berbagai sumber, yaitu dari buku, tulisan dalam jurnal,
majalah ilmiah, makalah, atau dari sumber-sumber yang lain.

2.1.3.2.3 Bab III Metode Penelitian
Bab III berisi rencana kajian yang akan diteruskan dengan kajian

mendalam berupa instrumen pengumpul data-data yang diperoleh, sumber

42 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

data, validasi data, dan metode analisis data.
Metode penilitian atau metode kajian boleh ditaruh di 1.5. tetapi harus

tetap memuat catatan diatas.

2.1.3.3 Isi Bagian Akhir
Bagian akhir proposal tesis memuat: (a) daftar pustaka, dan (b) lampiran-

lampiran.

2.1.3.3.1 Daftar Pustaka
Bahan pustaka yang dimasukan dalam daftar pustaka harus betul-betul

disebutkan dalam teks tesis. Artinya, bahan pustaka yang hanya dipakai dalam
bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tesis tidak boleh dimasukkan
dalam daftar pustaka.

2.1.3.3.2 Lampiran-Lampiran
Lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang

penting untuk proposal tesis. Keterangan penting itu diletakkan dalam
lampiran dengan maksud agar tidak mengganggu kelancaran informasi yang
terdapat dalam bagian inti proposal tesis. Untuk mempermudah
pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut dengan
menggunakan angka Arab.

2.4 Sistematika Proposal Penelitian Pengembangan
Sistematika proposal penelitian pengembangan terdiri:

Bagian Awal

Bagian awal ini memuat hal-hal sebagai berikut.

Halaman Sampul (Cover)

Lembar Persetujuan (Approval)

Lembar persetujuan pembimbing (Advisors’ Approval)

Lembar persetujuan penguji (Examiners’ Approval)

Abstrak (Abstrac)

Daftar Isi (Table of Contents)
Daftar Tabel (List of Tables)
Daftar Gambar (List of Figures)
Daftar Lampiran (List of Appendices)

43 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

Bagian Inti (CHAPTER I INTRODUCTION)
(Background of the Research)
BAB I PENDAHULUAN (Identification of the Problem)
1.1 Latar Belakang Masalah (Coverage of the Problem
1.2 Identifikasi Masalah (Statement of the Problem)
1.3 Cakupan Masalah (Objective of the research)
1.4 Rumusan Masalah (Significance of the Research)
1.5 Tujuan Penelitian (Specification of the Product)
1.6 Manfaat Penelitian
1.7 Spesipikasi Produk

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS ACTION
(CHAPTER II REVIEW TO RELATED LITERATURE AND

HYPOTHESIS)

2.1 Kajian Pustaka (Review to Related Literature)
2.2 Kajian Penelitian Sebelumnya (Review of Previous Research)
2.3 Kerangka Berpikir (Theoretical Framework)
2.4 Hipotesis (Hypothesis)

BAB III METODE PENELITIAN (CHAPTER III METHOD OF TH RESEARCH)

3.1 Desain Penelitian (Design of the Research)

3.2 Prosedur Penelitian (Procedure of the Research)

3.3 Sumber dan Jenis Data (Souces and Data Types)
3.4 Teknik Pengumpulan Data (Data Collection Techniques)

3.5 Instrumen Penelitian (Instrument of the Research)

3.6 Uji Keabsahan Data (Test the Validity of the Data)
3.7 Analisis Data (Analysis of the Data)

Bagian Akhir
Bagian akhir berisi daftar pustaka dan lampiran-

lampiran DAFTAR PUSTAKA (REFERENCES)

LAMPIRAN-LAMPIRAN (APPENDICES)

2. 3.1 Isi Bagian Awal
Unsur-unsur yang harus ada pada bagian awal tesis penelitian

pengembangan sama dengan isi bagian awal tesis hasil penelitian kuantitatif.
Susunan unsur-unsur tersebut dan isi uraiannya juga sama. Oleh sebab itu,
pembahasan mengenai isi bagian awal ini tidak diulangi lagi disini.

2.3.2 Isi Bagian Inti
Bab ini terdiri 3 bab. Secara berurutan, Bab I mengemukakan uraian-

44 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

uraian pendahuluan yang berisi latar belakang maslah, identifikasi masalah,
cakupan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,
spesifikasi produk, serta asumsi dan keterbatasan. Bab II, Kajian pustaka dan
Bab III metode penelitian

2.3.2.1 Bab I Pendahuluan
Bagian ini berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, cakupan

masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan
spesifikasi produk.

2.3.2.1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini menjelaskan kesenjangan yang terjadi antara kebenaran

teoretis dan realitas di lapangan, antara harapan dan kenyataan. Latar
belakang mencakupi isu-isu mendasar yang menunjukkan bahwa tema/topik
penelitian tersebut penting dan menarik untuk diteliti. Pada bagian ini
dipaparkan isu-isu penting, isu-isu yang sedang berkembang, dan menarik yang
menjadi titik perhatian peneliti. Akhirnya peneliti menemukan peluang untuk
melakukan kajian lebih mendalam tentang persoalan tersebut. Paparan
tersebut didasarkan pada hal-hal sebagai berikut. (1) Hasil kajian pustaka
berupa jurnal, buku, monograf, terbitan berkala, laporan hasil penelitian,
tesis, disertasi. (2) Hasil diskusi formal dan non formal dengan pakar, sejawat
atau kolega akan menemukan masalah penelitian. (3) Survei atau kajian awal
dalam bentuk kajian dokumen dan lapangan

2.3.2.1.2 Identifikasi Masalah
Bagian ini merupakan pendataan masalah yang sesuai dengan

tema/topik penelitian. Identifikasi merupakan upaya untuk menemukan
faktor-faktor atau variabel-variabel yang secara konseptual diperkirakan
sebagai penyebab terjadinya permasalahan. Berdasarkan pendataan masalah
tersebut, peneliti menentukan masalah yang penting dan mendesak untuk
dicari penyelesaiannya melalui penelitian.

2.3.2.1.3 Cakupan Masalah
Cakupan masalah merupakan ruang lingkup yang akan dikaji melalui

45 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

penelitian dengan mempertimbangkan kekhasan bidang kajian, keluasan, dan
kelayakan masalah.

2.3.2.1.4 Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan pemetaan faktor-faktor, aspek-aspek, atau

variabel-variabel yang saling terkait. Hal-hal penting dalam merumuskan
masalah adalah sebagai berikut. (1) Masalah dirumuskan secara spesifik dan
operasional, sehingga menjadi mudah diamati dan diukur indikator-
indikatornya. (2) Masalah penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk
pertanyaan atau pernyataan untuk lebih menfokuskan jawaban atau
pemecahan masalah yang akan diperoleh. (3) Rumusan masalah penelitian
kuantitatif yang berupa pertanyaan, menggunakan kata “apakah” dan dapat
menggunakan kata “berapa besar”. (4) Rumusan masalah penelitian kualitatif
yang berupa pertanyaan, menggunakan kata “bagaimanakah” dan/atau
“mengapa”. (5) Masalah dirumuskan dengan kalimat yang sederhana, pendek,
dan padat.

2.3.2.1.5 Tujuan Penelitian
Bagian ini berupa pernyataan yang hendak dicapai sesuai dengan

rumusan masalah. Tujuan penelitian dinyatakan dengan kalimat deklaratif
dengan menggunakan kata kerja operasional, seperti menentukan,
mendeskripsi, mengidentifikasi, memaparkan, menguji, mengembangkan,
menemukan. Kata kerja menjelaskan dan mengetahui dihindari dalam
rumusan tujuan.

2.3.2.1.6 Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian berisi dua hal, yaitu manfaat teoretis (akademis)

dan praktis. Manfaat teoretis adalah kegunaan hasil penelitian terhadap
pengembangan keilmuan. Manfaat praktis adalah kegunaan hasil penelitian
untuk kepentingan masyarakat penggunanya.

2.3.2.1.7 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan
Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang

karakteristik produk yang diharapkan dari kegiatan pengembangan.

46 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

Karakteristik produk mencakupi semua identitas penting yang dapat digunakan
untuk membedakan satu produk dengan produk lain. Produk dalam penelitian
kependidikan dapat berupa kurikulum, modul, perangkat pembelajaran, buku
teks, alat evaluasi, model, atau produk lain yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah pelatihan, pembimbingan, pembelajaran, atau
pendidikan. Produk nonkependidikan dapat berupa model pemasaran, model
kewirausahaan, model distribusi barang, model atau sistem kerja, prototipe,
dan lain-lain.

2.3.2.2 Bab II, Kajian Pustaka dan Hipotesis
Bab ini berisi kajian pustaka, penelitian relevan, kerangka berpikir dan

hipotesis

2.3.2.2.1 Kajian Pustaka
Kajian pustaka merupakan upaya untuk menganalisis berbagai konsep

sebagai variabel, fokus atau subjek dan/atau objek penelitian. Secara
substansial, kajian pustaka dapat berisi penjelasan tentang variabel, aspek-
aspek dan indikator, serta keterkaitan antar variabel atau subjek dan/atau
objek penelitian yang diteliti. Hakikat kajian pustaka adalah mengungkapkan,
menegaskan, menyanggah, mengisi kekosongan, atau mengembangkan hasil
penelitian terdahulu sehingga menghasilkan kebaharuan penelitian. Kajian
pustaka dapat dilakukan terhadap hasil-hasil penelitian yang termuat dalam
jurnal, prosiding, disertasi, tesis, monograf, dan/atau buku teks.

2.3.2.2.2 Kerangka berpikir
Bagian ini berisi gambaran tentang alur pikir peneliti yang disusun secara

sistematis (berdasarkan kerangka teoretis) dalam memecahkan atau
menjawab masalah penelitian. Kerangka berpikir penelitian kuantitatif berisi
penjelasan tentang masalah dan keterkaitan (hubungan, pengaruh atau
perbedaan) antarvariabel sehingga mendasari munculnya hipotesis penelitian.
Kerangka berpikir penelitian pengembangan dan sains berisi unsur-unsur: (1)
permasalahan, (2) teknik penyelesaian masalah yang disusun berdasarkan
konsep-konsep teori dan/atau data empiris, dan (3) hasil akhir yang
diharapkan.

47 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

2.3.2.2.3 Hipotesis Penelitian
Bagian ini berisi pernyataan yang berisi gambaran tentang hubungan,

pengaruh, atau perbedaan antarvariabel penelitian. Hipotesis merupakan
dugaan yang akan dibuktikan. Hipotesis dirumuskan secara logis berdasarkan
teori dalam kalimat yang singkat, jelas, dan padat. Hiptesis dalam penelitian
berisi produk yang akan dikembangkan.

2.3.2.3. Metode Penelitian
Bab III dapat berisi desain penelitian, prosedur penelitian, sumber data

atau subjek penelitian, teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian,
validitas dan reliabilitas instrumen, keabsahan data, dan teknik analisis data
yang dijelaskan sebagai berikut.

2.3. 2.3.1 Desain Penelitian
Bagian ini berisi paparan pendektan penelitian tentang rancangan

(langkah awal) penelitian yang hendak digunakan beserta alasan
penggunaannya.

2.3. 2.3.2 Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan langkah-langkah atau tahapan

pengembangan model

2.3.2.3.3 Sumber dan Jenis Data Penelitian
Harus ada uraian yang jelas tentang sumber data pada tahap studi

pendahulun, pengembangan, dan evaluasi harus ada uraian yang jelas tentang
subjek penelitian pada waktu proses validasi dan uji coba model. Peneliti harus
menyebutkan jenis data dan sumber data secara rinci dalam satu kesatuan.
Kadang-kadang peneliti harus menggunakan istilah subjek penelitian, di
samping istilah sumber data penelitian. Misalnya tahap studi pendahuluan
dalam disain penelitian dan pengembangan biasanya menggunakan istilah
sumber data penelitian, tetapi pada tahap validasi dan uji coba biasanya
menggunakan istilah subjek penelitian. Istilah subjek penelitian dapat
digunakan dalam penelitian kualitatif. Peneliti harus menjelaskan apa yang
menjadi subjek penelitian dan teknik penetapannya beserta argumen-argumen
yang dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis

48 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

2.3.2.3.4 Tehnik Pengumpulan Data
Teknik pengumpul data harus ditentukan secara tepat sehingga diperoleh

data yang akurat sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitiannya.
Tehnik pengumpul data yang digunakan bergantung pada pendekatan
penelitiannya. Pada penelitian pengembangan menggunakan dua pendekatan
yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian kuantitatif biasanya digunakan
observasi, wawancara, angket dan karena itu, pada bagian ini harus dijelaskan
prosedur penyusunan, jenis, skala pengukuran, serta prosedur pengujian
validitas dan reliabilitas instrumen pengumpul data. Dalam penelitian
kualitatif, tehnik pengumpulan data dengan onservasi dan wawancara
mendalam. terfokus pada permasalahan yang ingin dipecahkan.

2.3.2.3.5 Intrumen Penelitian
Instrumen pengumpul data yang digunakan bergantung pada

pendekatan penelitiannya. Pada penelitian pengembangan menggunakan dua
pendekatan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian kuantitatif biasanya
digunakan instrumen tertutup dan karena itu, pada bagian ini peneliti harus
menjelaskan prosedur penyusunan, jenis, skala pengukuran, serta prosedur
pengujian validitas dan reliabilitas instrumen pengumpul data. Dalam
penelitian kualitatif, instrumen pengumpul data adalah peneliti sendiri. Pada
penelitian ini harus dijelaskan alat bantu pengumpulan data atau intrumen
yang digunakan, prosedur pengembangan, serta argumen penggunaannya.
Dalam penelitian kualitatif tidak dikenal adanya uji instrumen pengumpul data
dan yang dikenal uji keabsahan data, sedangkan pada penelitian kuantitatif
dengan menggunakan uji validitas dan relibilitas data.

2.3.2.3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data berkenaan dengan upaya untuk memahami data

secara akurat dan objektif. Analisis data bertujuan untuk menemukan jawaban
atas masalah yang dirumuskan pada bab pendahuluan. Dalam penelitian
kuantitatif, analisis data dilaksanakan dengan bantuan statistik atau teknik
analisis statistik. Tujuan analisis statistik adalah untuk menguji hipotesis
statistik. Peneliti harus menjelaskan teknik analisis statistik yang digunakan

49 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

(analisis korelasi dan regresi, analisis jalur, analisis SEM, analisis komparasi)
beserta alasan-alasannya. Apabila dipandang perlu, peneliti dapat menjelaskan
desain analisis yang digunakan seperti analisis untuk beda maupun uji model.
2.3.3 Isi Bagian Akhir

Bagian akhir proposal tesis memuat:(a) daftar pustaka, dan (b) lampiran-
lampiran.
2.3.3.1 Daftar Pustaka

Bahan pustaka yang dimasukan dalam daftar pustaka harus betul-betul
disebutkan dalam teks proposal tesis. Artinya, bahan pustaka yang hanya
dipakai dalam bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks proposal tesis
tidak boleh dimasukkan dalam daftar pustaka.
2.3.3.2 Lampiran-Lampiran

Lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang
penting untuk proposal tesis, seperti silabus, RPP, instrumen penelitian, dan
sebagainya. Keterangan penting itu diletakkan dalam lampiran dengan maksud
agar tidak mengganggu kelancaran informasi yang terdapat dalam bagian inti
tesis. Untuk mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi
nomor urut dengan menggunakan angka Arab.

50 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

BAB III

SISTEMATIKA LAPORAN TESIS

3.1 Sistematika Tesis Hasil Penelitian Kuantitatif
Isi dan sistematika tesis sebagai laporan hasil penelitian kuantitatif

terbagi atas tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.
Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut:

Bagian Awal
Bagian awal ini mencakupi hal-hal sebagai berikut.

Halaman Sampul (Cover)
Halaman Logo Universitas (Logo)
Halaman Judul (Title)
Halaman Moto dan Persembahan (Motto and Dedication)
Halaman Persetujuan (Advisors’Approval)

Halaman Pengesahan (Examiners’ Approval)
Prakata (Aknowledgement)
Abstrak Bahasa Inggris (Abstract)
Abstrak Bahasa Indonesia (Abstract)
Daftar Isi (Table of Contents)
Daftar Tabel (List of Tables)
Daftar Gambar (List of Figures)
Daftar Lampiran (List of Appendices)

Bagian Inti
Bagian inti ini mencakup hal-hal sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN (CHAPTER I INTRODUCTION)
1.1 Latar Belakang Masalah (Background of the Research)
1.2 Rumusan Masalah (Statement of the Problem)
1.3 Tujuan Penelitian (Objective of the Research)
1.4 Manfaat Penelitian (Significance of the Research)
1.5 Ruang Lingkup Penelitian (Scope of the Research)
1.6 Definisi Operasional Variabel (Operational Definition)
BAB II KAJIAN PUSTAKA (CHAPTER II REVIEW TO RELATED
LITERATURE AND HYPOTHESIS)
2.1 Kajian tentang variabel penelitian
(Judul subbab 2.1 disesuaikan
variabel yang diteliti)

51 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

2.2 Kajian Penelitian Sebelumnya (Review of Previous Research)

2.3 Kerangka Berpikir (Theoretical Framework)

2.4 Hipotesis/Asumsi Penelitian (jika ada) (Hypothesis)

BAB III METODE PENELITIAN (CHAPTER III METHOD OF THE
RESEARCH)
3.1 Rancangan Penelitian (Design of the Research)
3.2 Populasi dan Sampel (Population and Sample)
3.3 Pengumpulan Data (Data Collection)
3.4 Instrumen Penelitian (Instrument of the Research)
3.5 Analisis Data (Data Analysis)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN (CHAPTER IV FINDING OF THE
PEMBAHASAN RESEARCH AND DISCUSSION)
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 …………………. Tuliskan langsung hasil penelitian :
4.1.2 …………………… detesis dan analisis data.
4.2 Pembahasan
Discussion

BAB V SIMPULAN DAN SARAN (CHAPTER VI CONCLUSION
AND SUGGESTION)
5.1 Simpulan (Conclusion)
5.2 Saran (Suggestion)

Bagian Akhir (REFERENCES)
DAFTAR PUSTAKA (APPENDICES)
LAMPIRAN-LAMPIRAN (STATEMENT)
PERNYATAAN (CURRICULUM VITAE)
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

52 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.1.1 Bagian Awal
Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang unsur-unsur dari

bagian awal tesis yang telah disebutkan di atas, maka berikut ini diuraikan isi
yang terkandung dalam masing-masing unsur tersebut.

3.1.1.1. Halaman Sampul
Halaman sampul secara berurutan dari atas berisi (1) logo Universitas

Muria Kudus; (2) judul tesis secara lengkap; (3) nama; (4) nomor induk
mahasiswa (NIM); dan (5) nama lengkap program studi, fakultas, universitas
dan waktu (tahun) lulus ujian tesis. Semua huruf dicetak dengan huruf kapital
dengan jenis huruf Times New Roman. Komposisi huruf dan tata letak masing-
masing bagian diatur simetris- tengah, rapi dan dengan ukuran yang standar
(Lampiran 1).

3.1.1.2 Halaman Logo
Lembar logo ini hanya berisi logo Universitas Muria Kudus dengan ukuran

yang standar.

3.1.1.3 Halaman Judul
Halaman judul memuat (1) judul tesis secara lengkap yang diketik dengan

huruf kapital; (2) teks: Tesis Diajukan kepada Universitas Muria Kudus untuk
Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Magister
Pendidikan Dasar (3) nama mahasiswa diketik dengan huruf kecil kecuali huruf-
huruf pertama dan NIM diketik dengan huruf kapital; (4) nama lengkap
program studi, fakultas, dan universitas, diketik dengan huruf kapital dengan
jenis huruf Times New Roman berukuran 12; dan (5) tahun lulus ujian tesis
(Lampiran 2).

3.1.1.4 Halaman Persetujuan
Halaman persetujuan memuat persetujuan para pembimbing tesis. Hal-

hal yang dicantumkan dalam halaman persetujuan pembimbing ini mencakupi
(1) teks: Tesis oleh (nama mahasiswa dan NIM) ini telah disetujui untuk diuji;
(2) nama lengkap dan nomor induk pegawai (NIP/NIDN) Pembimbing I serta
Pembimbing II; dan (3) mengetahui Dekan: nama lengkap dan nomor induk
pegawai negeri/swasta (NIP/NIDN).

53 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.1.1.5 Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan tesis memuat pengesahan para penguji dan Dekan.

Pengesahan ini diberikan setelah diadakan revisi isi tesis oleh mahasiswa yang
bersangkutan sesuai dengan saran-saran yang diberikan oleh penguji pada saat
berlangsungnya ujian tesis. Di dalam lembar persetujuan dosen penguji ini
terdapat tanggal, bulan, tahun dilaksanakannya ujian, tanda tangan, nama
lengkap, dan NIP atau NIDN

3.1.1.6 Prakata
Di dalam halaman kata pengantar dicantumkan ucapan terima kasih

penulis tesis yang ditujukan kepada: dekan, ketua program studi, pembimbing,
lembaga, organisasi dan/atau pihak-pihak lain yang telah banyak membantu
dalam mempersiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan penulisan tesis.

Tulisan PRAKATA diketik dengan huruf kapital, simetris batas atas bidang
pengetikan dan tanpa tanda titik. Teks kata pengantar diketik dengan spasi
ganda (dua spasi). Panjang teks tidak lebih dari dua halaman kertas ukuran
kuarto (A4S). Kemudian, pada akhir teks dicantumkan nama lengkap penulis
tanpa gelar akademik, dan ditempatkan di pojok kanan bawah.

3.1.1.7 Abstrak
Cara penulisan abstrak dapat dilihat secara lengkap pada contoh pada

Lampiran 6.
Abstrak disusun dalam lima paragraf dengan jumlah kata maksimal 400

kata/satu setengah halaman A4S dengan spasi tunggal. Dalam abstrak
dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen pembimbing.
Jumlah kata kunci ini maksimal lima buah. Kata kunci adalah kata-kata utama
yang dapat menggambarkan tema/isi tesis, dan sering muncul.

Teks abstrak menyajikan secara padat inti tesis yang mencakup tujuan
penelitian, kajian teori singkat variabel penelitian dan hipotesis, metode
penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, serta simpulan dan saran.
Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

3.1.1.8 Daftar Isi
Di dalam halaman daftar isi dimuat bab, subbab, dan sub-subbab yang

54 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

disertai dengan nomor halaman tempat pemuatannya di dalam teks. Semua
judul bab diketik dengan huruf kapital, sedangkan subbab dan sub-subbab
hanya huruf awalnya saja yang diketik dengan huruf kapital. Daftar isi
menggambarkan garis besar organisasi keseluruhan isi tesis.

3.1.1.9 Daftar Tabel
Halaman daftar tabel memuat nomor tabel, judul tabel serta nomor

halaman untuk setiap tabel. Judul tabel harus sama dengan yang terdapat di
dalam teks. Judul tabel yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan
spasi tunggal. Antara judul tabel yang satu dengan yang lainnya diberi jarak
dua spasi.

3.1.1.10 Daftar Gambar
Pada halaman daftar gambar dicantumkan nomor gambar, judul gambar,

dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Judul gambar yang
memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul
gambar yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi.

3.1.1.11 Daftar Lampiran
Daftar lampiran memuat nomor lampiran, judul lampiran serta halaman

tempat lampiran itu berada. Judul lampiran yang memerlukan lebih dari satu
baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul lampiran yang satu dengan
yang lainnya diberi jarak dua spasi.

3.1.1.12 Daftar … (tanda-tanda lain)
Jika dalam suatu tesis banyak digunakan tanda-tanda lain yang

mempunyai makna esensial, seperti singkatan atau lambing-lambang dalam
matematika, ilmu eksakta, dan teknik, maka perlu ada daftar mengenai
lambang-lambang atau tanda-tanda lain yang digunakan dalam tesis.

3.1.2. Bagian Inti
Bagian inti tesis terdiri dari lima bab, yaitu Pendahuluan, Kajian Pustaka,

Metode Penelitian, Hasil Penelitian dan Pembahasan, serta Simpulan dan
Saran. Di bawah ini adalah penjelasan masing-masing bab yang ada di bagian
inti.

55 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.1.2.1 Bab I Pendahuluan
Pendahuluan adalah bab pertama tesis yang mengantarkan pembaca

untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa penelitian itu
dilakukan. Oleh karena itu, bab pendahuluan ini pada dasarnya memuat (1)
latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4)
manfaat penelitian, (5) ruang lingkup penelitian, dan (6) definisi operasional.

3.1.2.1.1 Latar Belakang Masalah
Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan

(das Sollen) dan kenyataan (das Sein), baik kesenjangan teoretis maupun
kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Di dalam
latar belakang masalah ini telah dipaparkan secara ringkas tentang teori, hasil-
hasil penelitian, simpulan seminar, dan diskusi ilmiah maupun pengalaman
ataupun pengamatan pribadi yang terkait erat dan sekaligus menjadi alasan
pokok permasalahan yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih
untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.

3.1.2.1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat

pertanyaan-pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya. Dapat juga dikatakan
bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan
terperinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan
identifikasi dan pembatasan masalah.

Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan
dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan
menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara
variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah
hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan
dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tersebut.
Contoh “Apakah terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan siswa dan
prestasi belajar mereka dalam mata pelajaran bahasa Inggris?”

56 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.1.2.1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dengan

dilakukannya penelitian terhadap masalah yang telah dikemukakan pada
bagian sebelumnya. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu kepada isi dan
rumusan masalah penelitian. Hanya saja ada perbedaan dalam cara
merumuskannya. Jika masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan
kalimat tanya, maka rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk
kalimat pernyataan. Contoh: “Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan
hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SLTP dengan prestasi belajar
mereka dalam mata pelajaran matematika” .

3.1.2.1.4 Manfaat Penelitian
Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian

terutama bagi pengembangan ilmu yang terkait dengan bidang pendidikan dan
pengajaran. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi
alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini
diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih
memang layak untuk dilakukan.

3.1.2.1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Hal-hal yang dikemukakan pada bagian ini ialah bidang garapan yang

meliputi subjek dan objek penelitian. Uraian mengenai hal ini dilakukan secara
singkat karena maksud utamanya ialah untuk memberikan gambaran utuh dan
ringkas mengenai fokus penelitian. Pembahasan secara terinci akan dilakukan
dalam bagian Metode Penelitian (Bab III).

3.1.2.1.6 Definisi Operasional
Definisi operasional disampaikan secara langsung, dalam arti tidak

diuraikan asal usulnya, tetapi lebih menitikberatkan pada pengertian yang
diberikan oleh peneliti.

Definisi operasional menjelaskan aktivitas peneliti dan variabel yang akan
diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal
yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi
operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan.

57 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

Contoh definisi operasional dari variabel “Prestasi Aritmatika” ialah
kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi,
mengkalikan, membagi, dan menggunakan desimal.

Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan, karena dengan
teramatinya konsep atau konstruksi yang diselidiki, maka akan memudahkan
untuk mengukurnya. Di samping itu, membuka kemungkinan bagi orang lain
selain peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.

3.1.2.2 Bab II Kajian Pustaka
3.1.2.2.1 Kajian Teori

Setelah masalah berhasil dirumuskan dengan baik, maka langkah
berikutnya adalah menjelaskan teori-teori yang terkait dengan variabel-
variabel yang akan diteliti dan argumentasi atas hipotesis yang diajukan.

Pemilihan bahan pustaka yang dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni
(1) prinsip kemutakhiran (recency) kecuali untuk penelitian historis; dan (2)
prinsip relevansi (relevance). Prinsip kemutakhiran ini penting karena ilmu
berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode
mungkin sudah ditinggalkan pada periode yang lain. Dengan prinsip
kemutakhiran ini, peneliti dapat beragumentasi berdasar teori-teori yang pada
waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa juga berlaku terhadap
penelaahan laporan-laporan penelitian. Bahan pustaka yang dirujuk terbitan
10 tahun terakhir.

Untuk dapat memberikan detesis teoretis terhadap variabel yang diteliti,
maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya,
argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk
mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil
kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Oleh seba itu, pembahasan
terhadap hasil-hasil penelitian itu tidak dilakukan secara terpisah dalam
subbab tersendiri. Berdasarkan detesis teoretis dan argumentasi, kemudian
dikemukakan hipotesis penelitian. Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat
dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, tesis, laporan
penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-
terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain yang diperoleh melalui
perpustakaan konvensional maupun perpustakaan maya (internet). Harus

58 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

diupayakan kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan peneliti
didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya
bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat
dipergunakan sebagai penunjang.

3.1.2.2.2 Kajian Penelitian Sebelumnya
Untuk menunjukkan posisi penelitian yang dilakukan, perlu dikaji hasil-

hasil penelitian serupa yang telah dilakukan sebelumya. untuk penelitian
terdahulu atau jurnal yang dirujuk terbitan 5 tahun terakhirminimal 3

3.1.2.2.3 Kerangka Berpikir
Sebelum menetapkan hipotesis, perlu dijelas kerangka/alur pikir yang

dirumuskan berdasarkan kajian teori dan argumentasi yang relevan dengan
penelitian yang dilakukan. Alur pikir didetesiskan dalam bentuk bagan/matriks.

3.1.2.2.4 Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan yang

diajukan dalam penelitian. Namun tidak setiap penelitian kuantitatif memuat
hipotesis. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak
membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu, subbab hipotesis penelitian tidak
harus selalu ada dalam tesis hasil penelitian kuantitatif.

Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti
melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari
simpulan-simpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara
teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi kebenarannya. Namun
secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan di dalam Bab I (Bab
Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan
jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, maka didalam latar belakang
masalah sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam
bentuknya yang ringkas.

Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya,
dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau
perbedaan antar variabel, melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau

59 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

keadaan perbedaan itu. Contoh hipotesis non direksional “Ada hubungan
signifikan antara tingkat kecerdasan siswa SD Muria dengan prestasi belajar
mereka dalam mata pelajaran Bahasa Inggris”. Contoh hipotesis direksional
“Siswa SD yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang
lebih tinggi dalam mata pelajaran Bahasa Inggris dibandingkan dengan
mereka yang tingkat kecerdasannya sedang”.

Rumusan hipotesis yang baik hendaknya (1) menyatukan pertautan
antara dua variabel atau lebih; (2) dituangkan dalam bentuk kalimat deklaratif
atau kalimat pernyataan; (3) dirumuskan secara singkat, padat dan jelas; dan
(4) dapat diuji secara empiris.

3.1.2.3 Bab III Metode Penelitian
Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian

mencakup (1) rancangan penelitian, (2) populasi dan sampel,(3) pengumpulan
data, (4) instrumen penelitian ( uji validitas dan reliabilitas data),dan (5)
analisis data.

3.1.2.3.1 Rancangan Penelitian
Penetapan rancangan atau desain penelitian yang dipilih menjadi sangat

penting apabila penelitian yang dilaksanakan termasuk dalam jenis penelitian
eksperimental. Meskipun demikian, dalam penelitian noneksperimental uraian
mengenai rancangan penelitian masih tetap diperlukan.

Rancangan penelitian dapat diuraikan sebagai strategi mengatur latar
(setting) penelitian agar peneliti memperoleh data yang tepat (valid) sesuai
dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian
eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling
memungkinkan peneliti untuk mengendalikan (mengontrol) variabel-variabel
lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat
(dependent variabel). Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian
eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji.

Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab rancangan
penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau
dari tujuan dan sifatnya, apakah penelitian eksploratori, deskriptif,
eksplanatori, survei, atau yang lain. Di samping itu dijelaskan pula variabel-

60 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-
variabel tersebut.

3.1.2.3.2 Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang

dilakukan memakai sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi, jika sasaran
penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok menggunakan
istilah subjek penelitian.

Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian sangat
penting dilakukan agar jumlah sampel dan cara pengambilannya dapat
ditentukan secara tepat. Tujuannya ialah supaya sampel yang dipilih benar-
benar representatif, dalam arti mencerminkan keadaan populasinya secara
cermat. Sampel yang representatif merupakan kriteria terpenting dalam
menentukan pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud
menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian terhadap sampel kepada
populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik
populasinya, maka semakin besar kesalahan dalam generalisasinya.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan hal-hal yang dibahas
dalam bagian populasi dan sampel adalah: (a) identifikasi dan batasan- batasan
tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan
sampel, dan (c) besarnya sampel.

3.1.2.3.3 Pengumpulan Data
Isi bahasan dalam bagian ini menguraikan tentang (a) langkah-langkah

yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, dan (b)
jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data.

61 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.1.2.3.4 Instrumen Penelitian
Pada bagian ini terlebih dulu dikemukakan jabaran variabel-variabel yang

diteliti sampai terwujud dalam bentuk indikator-indikator. Setelah itu
diuraikan prosedur pengembangan instrumen pengumpul data yang digunakan
dalam penelitian. Langkah ini lebih menjamin bahwa instrumen valid dan
reliable dengan variabel yang diukur. Apabila instrumen yang digunakan tidak
dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban baginya untuk melaporkan
karakteristik (validitas dan reliabilitas) instrument yang dipakai.

Hal lain yang perlu juga diungkapkan dalam pembahasan instrumen
penelitian ialah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir
pertanyaan/pernyataan.

3.1.2.3.5 Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan tentang jenis analisis statistik yang digunakan.

Dilihat dari segi metode, terdapat dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu
statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat
statistik parametrik dan statistik nonparametrik.

Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang
dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau
hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang pokok untuk diperhatikan
dalam analisis data ialah ketepatan teknik analisis.

Di samping mengemukakan jenis atau teknik analisis data yang
digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknis analisis
data yang dipilih sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak perlu
dilakukan secara panjang lebar. Sebaliknya, jika teknis analisis data yang
digunakan kurang populer maka uraian tentang analisis ini perlu dilakukan
secara lebih rinci.

3.1.2.4 Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dalam penelitian yang menguji hipotesis, laporan mengenai hasil- hasil

yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama
berisi uraian (detesis) tentang karakteristik masing-masing variabel. Bagian

62 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

kedua memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis.

3.1.2.4.1 Hasil Penelitian
3.1.2.4.1.1 Detesis dan Analisis Data

Dalam detesis data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil
penelitian yang telah diolah/dianalisis dengan teknik statistik deskriptif seperti
distribusi frekuensi disertai dengan grafik yang berupa histogram, nilai rata-
rata (mean), simpangan baku, atau yang lain. Setiap variabel dilaporkan dalam
subbab tersendiri dengan merujuk kepada rumusan masalah atau tujuan
penelitian.

Materi yang disajikan dalam Bab IV dari tesis adalah temuan-temuan
yang penting dari variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara
singkat namun bermakna. Rumus-rumus dan perhitungan yang digunakan
untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut diletakkan di dalam lampiran.

Temuan penelitian yang sudah dituangkan dalam bentuk angka-angka
statistik, tabel maupun grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif.
Penjelasan terhadap hal tersebut masih diperlukan. Namun, bahasan pada
tahap ini perlu dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual, bukan pendapat
pribadi (interpretasi) peneliti.

3.1.2.4.1.2 Pengujian Hipotesis
Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada dasarnya tidak

berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk masing-masing variabel.
Hipotesis penelitian perlu dikemukakan sekali lagi dalam bab ini sekaligus
dengan rumusan hipotesis nol, dan masing-masing diikuti dengan hasil
pengujiannya serta penjelasan atas hasil pengujian itu secara ringkas dan
padat. Sekali lagi, penjelasan terhadap hasil pengujian hipotesis ini terbatas
pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan maupun
print out komputer.

3.1.2.4.2 Pembahasan
Pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian yang telah

dikemukakan dalam bab IV mempunyai arti penting bagi keseluruhan kegiatan

63 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

penelitian. Tujuan pembahasan ini ialah (1) menjawab masalah penelitian,
atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian itu dicapai, (2) menafsirkan
temuan-temuan penelitian, (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam
kumpulan pengetahuan yang telah mapan, dan (4) memodifikasi teori yang
ada atau menyusun teori baru.

Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus
disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh. Sementara itu,
penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika
dan teori-teori yang ada.

Membandingkan hasil penelitian yang diperoleh dengan temuan
penelitian lain yang relevan, mampu memberikan taraf kredibilitas yang lebih
tinggi terhadap hasil penelitian kita. Tentu saja suatu temuan akan menjadi
lebih dipercaya bila didukung oleh hasil penelitian yang lain. Hal ini berarti
bahwa hanya hasil penelitian yang mendukung penelitian kita saja yang
dibahas dalam perbandingan ini. Pembahasan justru akan lebih menarik jika di
dalamnya dicantumkan juga temuan orang lain yang berbeda, dan pada saat
yang sama peneliti mampu memberikan penjelasan teoretis maupun
metodologis bahwa temuannya memang lebih akurat.

Pembahasan hasil penelitian menjadi penting manakala hipotesis
penelitian yang diajukan ditolak. Banyak faktor yang menyebabkan sebuah
hipotesis ditolak. Pertama, faktor nonmetodologis, seperti adanya intervensi
variabel lain sehingga menghasilkan simpulan yang berbeda dengan hipotesis
yang diajukan. Kedua, karena kesalahan metodologis, misalnya instrumen yang
dipakai tidak sahih (valid) atau kurang dapat diandalkan (reliabel). Dalam
pembahasan pernyataan tidak cukup, karena belum menjelaskan letak
ketidaksempurnaan instrumen yang dipakai. Elaborasi terhadap kekurangan
atau bahkan kesalahan-kesalahan yang ada akan menjadi salah satu pijakan
untuk menyarankan perbaikan bagi penelitian sejenis di masa yang akan
datang.

Tujuan keempat pembahasan hasil penelitian ialah untuk menjelaskan
tentang modifikasi teori atau menyusun teori baru. Hal ini penting jika

64 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

penelitian yang dilakukan bermaksud mengkaji teori (penelitian dasar). Jika
teori yang dikaji ditolak sebagian, hendaknya dijelaskan bagaimana
modifikasinya, dan penolakan terhadap seluruh teori haruslah disertai dengan
rumusan teori baru.

3.1.2.5 Bab V Simpulan dan Saran
Pada Bab VI atau bab terakhir tesis dimuat dua hal pokok, yaitu simpulan

dan saran.

3.1.2.5.1 Simpulan
Isi simpulan berkaitan langsung dengan rumusan masalah dan tujuan

penelitian. Dengan kata lain, simpulan penelitian, penelitian terikat secara
substantif terhadap temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan
yang telah ditetapkan sebelumnya.

Simpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, namun benar-benar
relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh.

Simpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah
diuraikan secara lengkap dalam Bab IV. Tata urutannya pun hendaknya sama
yang ada didalam bab IV. Dengan demikain, konsistensi isi dan tata urutan
rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil yang diperoleh dan simpulan
penelitian tetap terpelihara.

3.1.2.5.2 Saran
Saran yang diajukan bersumber pada temuan penelitian, pembahasan

dan simpulan hasil penelitian. Dengan demikian saran tersebut tidak keluar
dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian.

Saran yang baik nampak dari rumusannya yang bersifat rinci dan
operasional. Artinya, jika peneliti lain hendak melaksanakan saran itu, ia tidak
mengalami kesulitan mengaplikasikannya. Disamping itu, saran yang
diajukannya harus telah spesifik.

Saran ditujukan pihak-pihak terkait yang telah dirumuskan dalam
paparan kegunaan penelitian pada Bab I.

65 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.1.3 Bagian Akhir
Bagian akhir tesis memuat (a) daftar pustaka, dan (b) lampiran-lampiran.

3.1.3.1 Daftar Pustaka
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar pustaka harus betul-betul

disebutkan dalam teks tesis. Artinya, bahan pustaka yang hanya dipakai dalam
bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tesis tidak boleh dimasukkan
dalam daftar pustaka.

3.1.3.2 Lampiran-Lampiran
Lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang

penting untuk tesis, seperti instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian,
rumus-rumus statistik yang digunakan, proses menghitung suatu harga
statistik, surat ijin dan tanda bukti telah melaksanakan pengumpulan data
penelitian, surat pernyataan orisinalitas tesis. Keterangan penting itu
diletakkan dalam lampiran dengan maksud agar tidak mengganggu kelancaran
informasi yang terdapat dalam bagian inti tesis. Untuk mempermudah
pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut dengan
menggunakan angka Arab.

Lampiran juga memuat riwayat hidup penulis tesis yang hendaknya
disajikan secara naratif. Hal-hal yang perlu dimuat dalam riwayat hidup ini
ialah nama lengkap penulis tesis, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan,
pengalaman berorganisasi, dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih
selama belajar diperguruan tinggi maupun pada waktu duduk dibangku
sekolah dasar dan sekolah menengah. Bagi yang sudah berkeluarga, dapat
mencantumkan nama suami/istri dan putri-putrinya.

3.2. Sistematika Tesis Hasil Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif berusaha mengungkapkan gejala secara holistik

kontekstual (secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks), melalui
pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber langsung dengan instrumen
kunci peneliti itu sendiri. Peneliti semacam ini bersifat deskriptif dan
cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan

66 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

makna perspektif subjek lebih ditonjolkan dalam penelitian ini. Ciri-ciri
penelitian kualitatif tersebut mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh
karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang
bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang
penuh keotentikan.

Gaya penulisan dalam laporan penelitian kualitatif tidak merupakan
model yang tunggal (konvensional). Gaya penulisan bersifat formal. Peneliti
menyusun laporan dengan cara mengemukakan hal-hal pokok pada bagian
awal, kemudian menunjukkan aspek-aspek yang dianggap penting yang
dipaparkan beserta contoh-contoh berupa kata.

Adapun sistematika tesis hasil penelitian kualitatif pada dasarnya terdiri
dari tiga bagian utama: bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.

Bagian Awal

Bagian awal ini memuat hal-hal sebagai berikut.

Halaman Sampul (Cover)

Lembar Persetujuan (Approval)

Lembar persetujuan pembimbing (Advisors’ Approval)

Lembar persetujuan penguji (Examiners’ Approval)

Abstrak (Abstrac)

Daftar Isi (Table of Contents)
Daftar Tabel (List of Tables)
Daftar Gambar (List of Figures)
Daftar Lampiran (List of Appendices)

Bagian Inti (CHAPTER I INTRODUCTION)
(Background of the Research)
BAB I PENDAHULUAN (Identification of the Problem)
1.1 Latar Belakang Masalah (Statement of the Problem)
1.2 Identifikasi Masalah (Objective of the research)
1.3 Rumusan Masalah (Significance of the Research)
1.4 Tujuan Penelitian (Scope of the Research)
1.5 Manfaat Penelitian
1.6 Ruang Lingkup Penelitian CHAPTER II REVIEW TO RELATED

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN

67 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

HIPOTESIS LITERATURE AND ACTION HYPOTHESIS
2.5 Kajian Pustaka (Review to Related Literature)
2.6 Kajian Penelitian Sebelumnya (Review of Previous Research)
2.7 Kerangka Berpikir (Theoretical Framework)

BAB III METODE PENELITIAN (CHAPTER III METHOD OF TH RESEARCH)

3.8 Rancangan Penelitian (Design of the Research)

3.9 Data dan Sumber Data (Data and Data Source)

3.10 Teknik Pengumpulan Data (Data Collection Techniques)

3.11 Analisis Data (Analysis of the Data)

3.12 Keabsahan Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN (CHAPTER IV FINDING OF THE
PEMBAHASAN RESEARCH AND DISCUSSION)
3.2 Hasil Penelitian
4.1.1 …………………. Tuliskan langsung hasil penelitian :
4.1.2 …………………… detesis dan analisis data.
3.3 Pembahasan
Discussion

BAB V SIMPULAN DAN SARAN (CHAPTER VI CONSCLUSION
AND SUGGESTION)
5.1 Simpulan (Conclusion)
5.2 Saran (Suggestion)
Bagian Akhir
DAFTAR PUSTAKA (REFERENCES)
LAMPIRAN-LAMPIRAN (APPENDICES)
PERNYATAAN (STATEMENT)
DAFTAR RIWAYAT HIDUP (CURRICULUM VITAE)

3.2.1 Bagian Awal
Unsur-unsur pada bagian awal tesis hasil penelitian kualitatif sama

dengan isi bagian awal tesis hasil penelitian kuantitatif. Susunan unsur-unsur
dan isi uraiannya juga sama. Oleh karena itu pembahasan isi bagian awal ini
tidak diulangi lagi di sini.

3.2.2 Bagian Inti
Bagian ini berisi pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil

penelitian, pembahasan dan kesimpulan serta saran.

68 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.2.2.1 Bab I Pendahuluan
Pendahuluan adalah bab pertama tesis yang mengantarkan pembaca

untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa penelitian itu
dilakukan. Oleh karena itu, bab pendahuluan ini pada dasarnya memuat (1)
latar belakang masalah, (2) fokus dan lokus penelitian, (3) tujuan penelitian, (4)
kegunaan penelitian dan (5) ruang lingkup penelitian.

Susunan unsur-unsur dan isi uraian Bab I Pendahuluan juga sama dengan
tesis hasil penelitian kuantitatif.

3.2.2.2 Bab II Kajian Pustaka
Penelitian kualitatif melakukan kajian pustaka sebagai dasar berpijak

atau kerangka teoretis bagi penelitian dalam menemukan perumusan masalah,
tujuan penelitian dan pengembangan model, konstruk dan variabel. Dalam
penelitian kualitatif, kajian pustaka ini lebih diarahkan pada penyajian
informasi terkait yang mendukung gambaran umum tentang latar penelitian
serta petunjuk penting untuk studi ini.

3.2.2.3 Bab III Metode Penelitian
Bab ini memuat uraian tentang metode dan langka-langkah penelitian

secara aplikatif (bukan konseptual), yang menyangkut (1) rancangan
penelitian, (2) data dan sumber data, (3) pengumpulan data, dan (4) analisis
data dan (5) keabsahan data.

3.2.2.3.1 Rancangan Penelitian
Peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah

pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat digunakannya
pendekatan ini. Pada bagian ini sebaiknya juga dikemukakan orientasi teoretis,
yaitu landasan berpikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya
fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, atau etnometodologis. Di
samping itu, peneliti perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan
apakah etnografi, studi kasus, atau grounded theory, dan sebagainya. Di
samping itu, peneliti juga menjelaskan lokasi dan waktu pelaksanaan
penelitian.

69 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.2.2.3.2 Data dan Sumber Data
Pada bagian ini dipaparkan jenis data, unit analisis, dan asal data tersebut

diperoleh. Data meliputi apa saja yang dikumpulkan untuk dianalisis,
bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan informan atau subjek
penelitian, bagaimana ciri-ciri informan atau subjek tersebut, dan dengan cara
bagaimana data dijaring sehingga validitasnya dapat dijamin.

Sementara itu, sumber data adalah asal data peneltian diperoleh.
Misalnya dari transkrip dan teks.

3.2.2.3.3 Pengumpulan Data
Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai

instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula
digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai
instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti untuk penelitian di lapangan
mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit
dalam laporan penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai
partisipan penuh, sebagai pengamat partisipan, atau sebagai pengamat penuh.
Di samping itu, perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya
sebagai peneliti oleh subjek atau informan.

Selanjutnya juga diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan,
misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, atau dokumentasi.
Terdapat dua dimensi rekaman data, yaitu fidelitas dan struktur. Fidelitas
mengandung arti sejauh mana penyajian bukti nyata dari lapangan disajikan
(fidelitas tinggi misalnya rekaman audio atau video, dan fidelitas kurang
misalya catatan lapangan). Sedangkan struktur menjelaskan sejauh mana
wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal
yang meyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur
perekaman diuraikan pada bagian ini.

3.2.2.3.4 Analisis Data
Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan

secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-

70 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

bahan lain agar peneliti dapat meyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan
pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian
pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan.
Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah
pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis kawasan, analisis
taksonomik, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti
dapat menggunakan statistik non-parametrik, logika etika, dan estetika.

3.2.2.4. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
3.2.2.4.1 Hasil Penelitian

Memuat uraian tentang data dan temuan yang diperoleh dengan
menggunakan metode dan prosedur yang diuraikan dalam Bab III. Uraian ini
terdiri atas detesis dan yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-
pertanyaan penelitian dan hasil analisis data. Detesis data tersebut diperoleh
dari pengamatan (apa yang terjadi) dan/atau hasil wawancara (apa yang
dikatakan) serta detesis informasi lainnya (misalnya yang berasal dari
dokumen, foto, rekaman video dan hasil pengukuran). Hasil analisis data
merupakan temuan penelitian disajikan dalam bentuk pola, tema, tendensi,
kecenderungan, dan motif yang muncul dari data. Disamping itu, temuan
dapat berupa penyajian kategori, sistem klasifikasi, dan tipologi.

Paparan data yang memuat informasi yang berasal dari pengamatan dan
wawancara yang dianggap menonjol dapat dilihat pada contoh 1 dan contoh 2.

Contoh 1
Detesis informasi dari pengamatan

Tempat duduk siswa di SMA Muria Kudus tidak diatur secara ketat. Siswa
yang datang terlebih dahulu dapat memilih tempat duduk yang disukai. Berikut
ini petikan catatan lapangan yang menggambarkan suasana tersebut.

Bambang tiba di kelas pada pukul 06.30. Dia memilih tempat
duduk baris paling depan berhadapan dengan meja guru.
Sementara itu, Jamaah yang juga tiba pada waktu yang sama
lebih memilih tempat duduk baris paling belakang.

71 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

Kemarin Bambang datang terlambat. Dia mendapatkan
tempat duduk bagian belakang bersama dengan Sarmi.

Dengan demikian tidak terdapat pengaturan tempat duduk yang ketat di
sekolah tersebut. Setiap siswa boleh duduk di mana saja, dengan siapa saja,
asalkan belum ditempati siswa lain.

Contoh 2
Detesis informasi dari Wawancara
Seorang ibu yang bekerja sebagai penjual makanan kecil mempunyai seorang
anak yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Hasil tes IQ anak
tersebut ketika di SMA termasuk kategori cerdas. Setiap hari ia harus
membantu ibunya dalam menyiapkan dagangan, sehingga ia hampir tidak
mempunyai waktu untuk belajar.

Lare kula wekdal SMA rumiyin kalebet lare pinter. Awit
bapake mboten wonten, piyambake ndherek ngrencangi
sedaya pedamelan kula, ngantos piyambake mboten gadhah
wekdal kangge sinau. Kula rumaos lepat lan gela, bijine
mandhap teras.

Dari keterangan Bu Markum ini dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar
anaknya menurun bukan karena IQ nya rendah, tetapi karena kurang waktu
belajar.

3.2.2.4.2 Pembahasan
Bab ini memuat gagasan peneliti, keterkaitan antara kategori-kategori

dan dimensi-dimensi, posisi temuan/teori terhadap teori-teori dan temuan-
temuan sebelumnya, serta interpretasi dan eksplanasi dari temuan/teori yang
diungkap dari lapangan (grounded theory).

3.2.2.5 Bab V Simpulan dan Saran
Bab ini memuat simpulan dan saran-saran yang diajukan.

72 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.2.3. Bagian Akhir
Bagian akhir berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran,

3.2.3.1 Daftar Pustaka
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar pustaka harus sudah

disebutkan dalam teks tesis. Artinya, bahan pustaka yang hanya dipakai
sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tesis tidak boleh
dimasukkan dalam daftar pustaka. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang
disebutkan dalam batang tubuh tesis harus dicantumkan dalam daftar pustaka.

3.2.3.2 Lampiran
Lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang

penting untuk tesis, seperti instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian,
rumus-rumus statistik yang digunakan, proses menghitung suatu harga
statistik, surat ijin dan tanda bukti telah melaksanakan pengumpulan data
penelitian, surat pernyataan orisinalitas tesis. Keterangan penting itu
diletakkan dalam lampiran dengan maksud agar tidak mengganggu kelancaran
informasi yang terdapat dalam bagian inti tesis. Untuk mempermudah
pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut dengan
menggunakan angka Arab.

Lampiran juga memuat riwayat hidup penulis tesis yang hendaknya
disajikan secara naratif. Hal-hal yang perlu dimuat dalam riwayat hidup ini
ialah nama lengkap penulis tesis, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan,
pengalaman berorganisasi, dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih
selama belajar diperguruan tinggi maupun pada waktu duduk dibangku
sekolah dasar dan sekolah menengah. Bagi yang sudah berkeluarga, dapat
mencantumkan nama suami/istri dan putri-putrinya.

3.3. Sistematika Tesis Hasil Kajian Pustaka
Tesis hasil kajian pustaka merupakan penampilan penalaran keilmuan

yang memaparkan hasil kajian pustaka dan hasil olah pikir peneliti mengenai
suatu masalah/topic pengkajian. Tesis ini berisi satu topik yang didalamnya
memuat beberapa gagasan, dan/atau proposisi yang berkaitan yang harus

73 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

didukung oleh data yang diperoleh dari sumber pustaka.
Sumber pustaka untuk bahan kajian dapat berupa jurnal penelitian,

disertasi, tesis, tesis, laparan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar
dan diskusi ilmia, atau terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-
lembaga lain. Bahan-bahan pustaka harus dibahas secara kritis dan mendalam
dalam rangka mendukung gagasan, dan/atau proposi, untuk menghasilkan
simpulan dan saran.

Sistematika tesis hasil kajian pustaka terbagi atas tiga (3) bagian utama,
yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.

Bagian Awal
Bagian awal ini memuat hal-hal sebagai berikut.

Halaman Sampul (Cover)
Lembar Logo (Logo)
Halaman Judul (Title)
Halaman Motto dan Persembahan (Motto and
(Approval)
Dedication) Lembar Persetujuan (Advisors’ Approval)
(Examiners’ Approval)
Lembar persetujuan pembimbing (Aknowledgement)

Lembar persetujuan penguji (Abstrak)
(Table of Contents)
Kata Pengantar (List of Tables)
(List of Figures)
Abstract (List of Appendices)
Abstrak (Bahasa Indoensia)
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran

Daftar……… (tanda-tanda lain)

Bagian Inti (CHAPTER I INTRODUCTION)

BAB I PENDAHULUAN (Background of the Research)
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah (Statement of the Problem)
1.3 Tujuan Kajian (Objective of the Research)

74 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

1.4 Manfaat Kajian (Significance of the Research)
1.5 Motode Kajian (Method of the Research)
1.6. Difinisi Istilah (Defined Terms )

BAB II KAJIAN PUSTAKA (CHAPTER II REVIEW TO RELATED
LITERATURE)

BAB III s.d IV
Bab III sampai dengan IV masing-masing berisi gagasan pokok, diteruskan

dengan kajian mendalam dan diakhiri dengan rangkuman pembahasan dan
implikasi.

Judul bab disesuaikan dengan materi yang dibahas.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN (CHAPTER V CONCLUSION
AND SUGGESTION)
5.1 Simpulan
5.2 Saran

Bagian Akhir

DAFTAR PUSTAKA (REFERENCES)
LAMPIRAN-LAMPIRAN (APPENDICES)
PERNYATAAN (STATEMENT) DAFTAR

RIWAYAT HIDUP (CURRICULUM VITAE)

3.3.1 Bagian Awal
Unsur-unsur yang harus ada pada bagian awal tesis hasil kajian pustaka

sama dengan isi bagian awal tesis hasil penelitian kuantitatif. Susunan unsur-
unsur tersebut dan isi uraiannya juga sama. Oleh sebab itu, pembahasan
mengenai isi bagian awal ini tidak diulangi lagi disini.

3.3.2 Isi Bagian Inti
Jumlah bab (pada bagian inti) dari tesis hasil kajian pustaka bisa

bervariasi, tergantung pada banyaknya gagasan dalam satu topik yang akan
dibahas. Umumnya untuk keperluan penulisan tesis, jumlah bab yang ada

75 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

sebanyak lima bab. Judul bab beserta isinya akan diuraikan pada bahasan
berikut ini.

3.3.2.1 Bab I Pendahuluan
Paling tidak ada enam hal yang perlu dikemukakan secara singkat dan

jelas pada Bab Pendahuluan ini, yaitu (1) latar belakang masalah, (2) rumusan
masalah, (3) tujuan kajian, (4) kegunaan kajian, (5) metode kajian, (6) definisi
istilah

3.3.2.1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini berisi uraian atau gambaran umum yang dapat di peroleh dari

koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan
lapangan (hasil pengamatan) mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan
masalah yang diteliti. Gambaran umum sepintas ini dapat bersifat mendukung
atau menunjang pendapat penelitian maupun bersifat tidak mendukung atau
menolak harapan penelitian. Gambaran umum ini memberikan uraian
pemantapan terhadap pemahaman masalah, yaitu misalnya mengapa masalah
yang dikemukakan dipandang menarik, penting dan perlu ditelaah.

3.3.2.1.2 Rumusan Masalah
Bagian ini merupakan pengembangan dari uraian latar belakang masalah,

menunjukkan masalah yang akan diteliti/ditelaah ini memang belum terjawab
atau belum dipecahkan secara memuaskan. Uraian tersebut didukung
berbagai publikasi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, mencakup
aspek yang diteliti, konsep-konsep yang berkaitan dengan hal yang akan ditulis,
dan teori yang melandasi kajian. Pembahasan ini hanya berisi uraian yang
memang relevan dengan masalah yang akan dikaji, serta disajikan secara
sistematis dan terpadu.

Selanjutnya dituliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui
telaah pustaka (dalam bentuk kalimat tanya), yang memuat variabel/hubungan
antarvariabel yang akan diteliti. Kata tanya yang dipakai ialah apa, mengapa,
bagaimana, sejauh mana, kapan, siapa, dan sebagainya tergantung pada
ruang lingkup masalah yang akan dibahas. Kemudian dilakukan analisis

76 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

masalah dan variabel yang terdapat dalam judul penelitian. Analisis masalah
menghasilkan variabel dan hubungan antar variabel. Selanjutnya dilakukan
analisis variabel dengan mangajukan pertanyaan mengenai masing-masing
variabel dan pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan antar variabel.
Analisis ini diperlukan untuk menyusun alur berpikir dalam memecahkan
masalah.

3.3.2.1.3 Tujuan Kajian
Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai

arah kegiatan kajian kepustakaan yang di lakukan; berupa keinginan realistik
peneliti tantang hasil yang akan diperoleh. Tujuan kajian harus berkaitan
dengan masalah yang akan diteliti.

Salah satu tujuan kajian yang dicontohkan disini adalah mengkaji
kehidupan orang-orang terkenal dalam suatu bidang studi untuk mengetahui
pengalaman-pengalaman mereka. Bagaimana usaha mereka untuk meneliti
dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal yang biasa saja.

3.3.2.1.4 Manfaat Kajian
Pada bagian ini penulis memberikan gambaran yang jelas dan realistik

mengenai kegunaan atau manfaat hasil pemecahan masalah. Manfaat yang
diuraikan dapat dikaitkan dengan peneliti, lembaga tempat kajian dilakukan,
organisasi profesi, pengembangan ilmu, pendidikan, pemecahan masalah yang
mendesak, pengambilan keputusan atau kebijakan, dan sejenisnya.

3.3.2.1.5 Metode Kajian
Metode kajian memberikan uraian tentang semua langkah yang

dikerjakan peneliti sejak awal hingga akhir. Pada bagian ini dapat dimuat hal-
hal yang berkaitan dengan anggaran-anggaran dasar atau fakta-fakta yang
dipandang benar tanpa adanya verifikasi dan keterbatasan, yaitu aspek-aspek
tertentu yang dijadikan landasan pembahasan peneliti.

Perlu ditekankan bahwa tulisan tentang metodologi kajian hendaknya
didasarkan atas kajian teori dan khazanah ilmu, yaitu paradigma, teori, konsep,
prinsip, hukum, postulat, dan asumsi keilmuan yang relevan dengan masalah

77 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

yang dibahas.

3.3.2.1.6 Definisi Istilah
Bagian ini menjelaskan mengenai istilah-istilah yang digunakan agar

terdapat kesamaan interpretasi dan terhindar dari kekaburan. Bagian ini juga
memberikan keterangan rinci pada bagian-bagian yang memerlukan uraian.

3.3.2.2 Bab II Kajian Pustaka
Dari masing-masing pertanyaan diidentifikasi alternatif model-model

pemecahan masalahnya (atau jawabannya). Dari setiap alternatif pemecahan
masalah atau jawaban pertanyaan diidentifikasikan konsep-konsep yang
relevan yang diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk memili alternatif
pemecahan masalah/jawaban yang tepat.

Masing-masing konsep lebih lanjut dijabarkan lagi menjadi subkonsep
berdasarkan keperluan, misalnya suatu konsep dilihat dari arti kata atau
makna yang terkandung didalamnya atau dilihat dari berbagai segi.

Pada hakikatnya peninjauan konsep menjadi beberapa subkonsep itu
dilakukan untuk menyusun alur berpikir dalam pengkajian masalah. Hal itu
dilakukan pada semua konsep yang ada. Berdasarkan uraian ini disusun bab-
bab yang diperlukan, dam masing-masing bab diberi judul yang sesuai.

Bahan-bahan untuk pembahasan konsep dan sub konsep dicari dan
dikumpulkan dari berbagai sumber, yaitu dari buku, tulisan dalam jurnal,
majalah ilmiah, makalah, atau dari sumber-sumber yang lain.

3.3.2.3 Bab III s.d. IV
Bab III dan IV berisi uraian masalah secara rinci, alternatif model

pemecahan masalah, dan pemecahan masalahnya. Bagian ini merupakan hasil
pemecahan masalah atau ide yang baru dari peneliti mengenai masalah yang
dibahas. Penguasaan peneliti mengenai bidang ilmu yang relevan dengan
permasalahan, harus diuraikan pada bagian ini. Begitu juga, ketajaman analisis
secara menyeluruh (komprehensif) terhadap masalah yang diteliti, harus
ditunjukkan pada bagian ini.

Konsistensi cara berpikir perlu dipelihara sejak awal pembahasan. Pikiran

78 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

peneliti harus disajikan dalam bentuk alur-alur pikir yang logis, sehingga
mudah ditangkap maknanya.

3.3.2.4 Bab V Simpulan dan Saran
Bab ini berisi simpulan dan saran yang harus taat asas dengan uraian

kerangka pikir terdahulu.
Simpulan dan saran dinyatakan secara terpisah. Simpulan merupakan

pernyataan singkat dan tepat yang dirangkum dari hasil kajian dan
pembahasan. Saran dibuat berkaitan denagn hasil kajian/pembahasan yang
telah dilakukan.

Saran ditujukan baik kepada peneliti dalam bidang yang sejenis, yang
ingin melanjutkan atau mengembangkan kajian yang sudah diselesaikan,
maupun kepada pihak lain yang dapat memanfaatkan hasil kajian. Saran dapat
mengenai aspek yang diteliti lebih lanjut atau hal-hal yang perlu diperbaiki
atau ditingkatkan. Saran bukan merupakan suatu keharusan.

3.3.3 Isi Bagian Akhir
Bagian akhir tesis memuat:(a) daftar pustaka, dan (b) lampiran-lampiran.

3.3.3.1 Daftar Pustaka
Bahan pustaka yang dimasukan dalam daftar pustaka harus betul-betul

disebutkan dalam teks tesis. Artinya, bahan pustaka yang hanya dipakai dalam
bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tesis tidak boleh dimasukkan
dalam daftar pustaka.

3.3.3.2 Lampiran-Lampiran
Lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang

penting untuk tesis, dan surat pernyataan orisinalitas tesis. Keterangan penting
itu diletakkan dalam lampiran dengan maksud agar tidak mengganggu
kelancaran informasi yang terdapat dalam bagian inti tesis. Untuk
mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut
dengan menggunakan angka Arab.

Lampiran juga memuat riwayat hidup penulis tesis yang hendaknya

79 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

disajikan secara naratif. Hal-hal yang perlu dimuat dalam riwayat hidup ini
ialah nama lengkap penulis tesis, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan,
pengalaman berorganisasi, dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih
selama belajar diperguruan tinggi maupun pada waktu duduk dibangku
sekolah dasar dan sekolah menengah. Bagi yang sudah berkeluarga, dapat
mencantumkan nama suami/istri dan putri-putrinya.

Bagian ini merupakan bagian akhir tesis yang terdiri atas Daftar Pustaka,
Lampiran-lampiran dan Riwayat Hidup. Tata cara penulisan daftar pustaka dan
lampiran dibahas pada bagian Teknik Penulisan dibagian akhir pedoman ini.
Adapun isi riwayat hidup sudah dikemukakan pada bahasan tentang isi bagian
akhir dari tesis hasil penelitian kuantitatif maupun kualitatif.

3.4. Sistematika Tesis Penelitian Pengembangan
Tesis hasil penelitian R & Ddisusun dengan ketentuan sebagai berikut:

Bagian Awal

Hal-hal yang termasuk dalam bagian awal ini adalah berikut ini.

Halaman Sampul (Cover)

Halaman Logo Universitas (Logo)

Halaman Judul (Title)

Halaman Motto dan Persembahan (Motto and

Dedication) Halaman Persetujuan (Advisors’ Approval)

Halaman Pengesahan (Examiners’ Approval)
Kata Pengantar (Aknowledgement)
Abstract (Bahasa Inggris) (Abstract)
Abstrak (Bahasa Indoensia) (Abstrak)
Daftar Isi (Table of Contents)
Daftar Tabel (List of Tables)
Daftar Gambar (List of Figures)
Daftar Lampiran (List of Appendices)

Daftar……… (tanda-tanda lain)

80 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

Bagian Inti (CHAPTER I INTRODUCTION)
BAB I PENDAHULUAN (Background of the Research)
1.1 Latar Belakang Masalah (Identification of the Problem)
1.2 Identifikasi Masalah (Coverage of the Problem
1.3 Cakupan Masalah (Statement of the Problem)
1.4 Rumusan Masalah (Objective of the research)
1.5 Tujuan Penelitian (Significance of the Research)
1.6 Manfaat Penelitian (Specification of the Product)
1.7 Spesipikasi Produk
CHAPTER II RIVIEW TO RELATED
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LITERATURE AND ACTION HYPOTHESIS
HIPOTESIS (Review to Related Literature)
2.1 Kajian Pustaka (Review of Previous Research)
2.2 Kajian Penelitian Sebelumnya (Theoretical Framework)
2.3 Kerangka Berpikir (Hypothesis)
2.4 Hipotesis
(CHAPTER III METHOD OF THE
BAB III METODE PENELITIAN RESEARCH)
(Design of the Research)
3.1 Desain Penelitian (Procedure of the Research)
3.2 Prosedur Penelitian (Souces and Data Types)
3.3 Sumber dan Jenis Data (Data Collection Techniques)
3.4 Teknik Pengumpulan Data (Instrument of the Research)
3.5 Instrumen Penelitian (Test the Validity of the Data)
3.6 Uji Keabsahan Data (Analysis of the Data)
3.7 Analisis Data
(CHAPTER IV FINDINGS OF THE RESEARCH
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN AND DISCUSSION)
PEMBAHASA
(CHAPTER V CONCLUSSION)
BAB V SIMPULAN DAN SARAN (Conclusion)
5.1 Simpulan (Implication)
5.2 Implikasi (Suggestion)
5.3 Saran
(REFERENCES)
Bagian Akhir (APPENDICES)
DAFTAR PUSTAKA (STATEMENT) DAFTAR
LAMPIRAN-LAMPIRAN
PERNYATAAN (CURRICULUM VITAE)

RIWAYAT HIDUP

81 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.4.1 Bagian Awal
Unsur-unsur yang harus ada pada bagian awal tesis hasil research dan

pengembangan sama dengan isi bagian awal tesis hasil penelitian kuantitatif.
Susunan unsur-unsur tersebut dan isi uraiannya juga sama. Oleh sebab itu,
pembahasan mengenai isi bagian awal ini tidak diulangi lagi disini.

3.4.2 Isi Bagian Inti
Paparan inti dituangkan dalam 6 bab. Secara berurutan, Bab I

mengemukakan uraian-uraian pendahuluan yang berisi latar belakang maslah,
identifikasi masalah, cakupan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, spesifikasi produk, serta asumsi dan keterbatasan. Bab II,
Kajian pustaka, Bab III metode penelitian, Bab IV hasil penelitian, Bab V
pembahasan dan Bab VI kesimpulan dan saran.

3.4.2.1 Bab I Pendahuluan
Bagian ini berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, cakupan

masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, spesifikasi
produk, serta asumsi dan keterbatasan.

3.4.2.1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini merupakan pintu masuk bagi peneliti untuk mengungkap

kesenjangan yang terjadi antara kebenaran teoretis dan realitas di lapangan,
antara harapan dan kenyataan. Latar belakang mencakupi isu- isu mendasar
yang menunjukkan bahwa tema/topik penelitian tersebut penting dan menarik
untuk diteliti. Pada bagian ini dipaparkan isu-isu penting, isu-isu yang sedang
berkembang, dan menarik yang menjadi titik perhatian peneliti. Akhirnya
peneliti menemukan peluang untuk melakukan kajian lebih mendalam tentang
persoalan tersebut. Paparan tersebut didasarkan pada hal-hal sebagai berikut.
(1) Hasil kajian pustaka berupa jurnal, buku, monograf, terbitan berkala,
laporan hasil penelitian, tesis, disertasi. (2) Hasil diskusi formal dan non formal
dengan pakar, sejawat atau kolega akan menemukan masalah penelitian.(3)
Survei atau kajian awal dalam bentuk kajian dokumen dan lapangan

82 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.4.2.1.2 Identifikasi Masalah
Bagian ini merupakan pendataan masalah yang sesuai dengan

tema/topik penelitian. Identifikasi merupakan upaya untuk menemukan
faktor-faktor atau variabel-variabel yang secara konseptual diperkirakan
sebagai penyebab terjadinya permasalahan. Berdasarkan pendataan masalah
tersebut, peneliti menentukan masalah yang penting dan mendesak untuk
dicari penyelesaiannya melalui penelitian.

3.4.2.1.3 Cakupan Masalah
Cakupan masalah merupakan ruang lingkup yang akan dikaji melalui

penelitian dengan mempertimbangkan kekhasan bidang kajian, keluasan, dan
kelayakan masalah.

3.4.2.1.4 Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan pemetaan faktor-faktor, aspek-aspek, atau

variabel-variabel yang saling terkait. Hal-hal penting dalam merumuskan
masalah adalah sebagai berikut. (1) Masalah dirumuskan secara spesifik dan
operasional, sehingga menjadi mudah diamati dan diukur indikator-
indikatornya. (2) Masalah penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk
pertanyaan atau pernyataan untuk lebih menfokuskan jawaban atau
pemecahan masalah yang akan diperoleh. (3) Rumusan masalah penelitian
kuantitatif yang berupa pertanyaan, menggunakan kata “apakah” dan dapat
menggunakan kata “berapa besar”. (4) Rumusan masalah penelitian
kualitatif yang berupa pertanyaan, menggunakan kata “bagaimanakah”
dan/atau “mengapa”. (5) Masalah dirumuskan dengan kalimat yang
sederhana, pendek, dan padat.

3.4.2.1.5 Tujuan Penelitian
Bagian ini berupa pernyataan yang hendak dicapai sesuai dengan

rumusan masalah. Tujuan penelitian dinyatakan dengan kalimat deklaratif
dengan menggunakan kata kerja operasional, seperti menentukan,
mendeskripsi, mengidentifikasi, memaparkan, menguji, mengembangkan,

83 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

menemukan. Kata kerja menjelaskan dan mengetahui dihindari dalam
rumusan tujuan.

3.4.2.1.6 Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian berisi dua hal, yaitu manfaat teoretis (akademis)

dan praktis. Manfaat teoretis adalah kegunaan hasil penelitian terhadap
pengembangan keilmuan. Manfaat praktis adalah kegunaan hasil penelitian
untuk kepentingan masyarakat penggunanya.

3.4.2.1.7 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan
Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang

karakteristik produk yang diharapkan dari kegiatan pengembangan.
Karakteristik produk mencakupi semua identitas penting yang dapat digunakan
untuk membedakan satu produk dengan produk lain. Produk dalam penelitian
kependidikan dapat berupa kurikulum, modul, perangkat pembelajaran, buku
teks, alat evaluasi, model, atau produk lain yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah pelatihan, pembimbingan, pembelajaran, atau
pendidikan. Produk nonkependidikan dapat berupa model pemasaran, model
kewirausahaan, model distribusi barang, model atau sistem kerja, prototipe,
dan lain-lain.

3.4.2.1.8 Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan
Asumsi dalam pengembangan merupakan landasan pijak untuk

menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dan pembenaran pemilihan
model serta prosedur pengembangannya. Asumsi hendaknya berdasarkan
teori-teori yang teruji sahih, pandangan ahli, atau data empiris yang
relevan dengan masalah yang hendak dipecahkan dengan menggunakan
produk yang dikembangkan. Keterbatasan pengembangan berisi ungkapan
keterbatasan produk yang dihasilkan untuk memecahkan masalah yang
dihadapi, khususnya untuk konteks masalah yang lebih luas (setelah penelitian
dilakukan).

84 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.4.2.2 Bab II, Kajian Pustaka dan Hipotesis
3.4.2.2.1 Kajian Pustaka

Kajian pustaka merupakan upaya untuk menganalisis berbagai konsep
sebagai variabel, fokus atau subjek dan/atau objek penelitian. Secara
substansial, kajian pustaka dapat berisi penjelasan tentang variabel, aspek-
aspek dan indikator, serta keterkaitan antar variabel atau subjek dan/atau
objek penelitian yang diteliti. Hakikat kajian pustaka adalah mengungkapkan,
menegaskan, menyanggah, mengisi kekosongan, atau mengembangkan hasil
penelitian terdahulu sehingga menghasilkan kebaharuan penelitian. Kajian
pustaka dapat dilakukan terhadap hasil-hasil penelitian yang termuat dalam
jurnal, prosiding, disertasi, tesis, monograf, dan/atau buku teks.

3.4.2.2.2 Kerangka berpikir
Bagian ini berisi gambaran tentang alur pikir peneliti yang disusun secara

sistematis (berdasarkan kerangka teoretis) dalam memecahkan atau
menjawab masalah penelitian. Kerangka berpikir penelitian kuantitatif berisi
penjelasan tentang masalah dan keterkaitan (hubungan, pengaruh atau
perbedaan) antarvariabel sehingga mendasari munculnya hipotesis penelitian.
Kerangka berpikir penelitian pengembangan dan sains berisi unsur-unsur: (1)
permasalahan, (2) teknik penyelesaian masalah yang disusun berdasarkan
konsep-konsep teori dan/atau data empiris, dan (3) hasil akhir yang
diharapkan.

3.4.2.2.3 Hipotesis Penelitian
Bagian ini berisi pernyataan yang berisi gambaran tentang hubungan,

pengaruh, atau perbedaan antarvariabel penelitian. Hipotesis merupakan
dugaan yang akan dibuktikan. Hipotesis dirumuskan secara logis berdasarkan
teori dalam kalimat yang singkat, jelas, dan padat. Hiptesis dalam penelitian
berisi produk yang akan dikembangkan.

3.4.2.3 Metode Penelitian
Bab III dapat berisi desain penelitian, prosedur penelitian, sumber

data atau subjek penelitian, teknik pengumpulan data dan instrumen

85 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

penelitian, validitas dan reliabilitas instrumen, keabsahan data, dan teknik
analisis data yang dijelaskan sebagai berikut.

3.4.2.3.1 Desain Penelitian
Bagian ini berisi paparan tentang rancangan (langkah awal) penelitian

yang hendak digunakan beserta alasan penggunaannya.

3.4.2.3.2 Prosedur Penelitian
3.4.2.3.3 Sumber dan Jenis Data Penelitian

Harus ada uraian yang jelas tentang sumber data pada tahap studi
pendahulun, pengembangan, dan evaluasi harus ada uraian yang jelas tentang
subjek penelitian pada waktu proses validasi dan uji coba model. Peneliti harus
menyebutkan jenis data dan sumber data secara rinci dalam satu kesatuan.
Kadang-kadang peneliti harus menggunakan istilah subjek penelitian, di
samping istilah sumber data penelitian. Misalnya, tahap studi pendahuluan
dalam disain penelitian dan pengembangan biasanya menggunakan istilah
sumber data penelitian, tetapi pada tahap validasi dan uji coba biasanya
menggunakan istilah subjek penelitian. Istilah subjek penelitian dapat
digunakan dalam penelitian kualitatif. Peneliti harus menjelaskan apa yang
menjadi subjek penelitian dan teknik penetapannya beserta argumen-argumen
yang dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis

3.4.2.3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpul data harus ditentukan secara tepat sehingga diperoleh

data yang akurat sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitiannya.
Tehnik pengumpul data yang digunakan bergantung pada pendekatan
penelitiannya. Pada penelitian pengembangan menggunakan dua pendekatan
yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian kuantitatif biasanya digunakan
observasi, wawancara, angket dan karena itu, pada bagian ini harus dijelaskan
prosedur penyusunan, jenis, skala pengukuran, serta prosedur pengujian
validitas dan reliabilitas instrumen pengumpul data. Dalam penelitian
kualitatif, tehnik pengumpulan data dengan onservasi dan wawancara
mendalam. terfokus pada permasalahan yang ingin dipecahkan.

86 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s

3.4.2.3.5 Intrumen Penelitian
Instrumen pengumpul data yang digunakan bergantung pada

pendekatan penelitiannya. Pada penelitian pengembangan menggunakan dua
pendekatan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian kuantitatif biasanya
digunakan instrumen tertutup dan karena itu, pada bagian ini peneliti harus
menjelaskan prosedur penyusunan, jenis, skala pengukuran, serta prosedur
pengujian validitas dan reliabilitas instrumen pengumpul data. Dalam
penelitian kualitatif, instrumen pengumpul data adalah peneliti sendiri. Pada
penelitian ini harus dijelaskan alat bantu pengumpulan data atau intrumen
yang digunakan, prosedur pengembangan, serta argumen penggunaannya.
Dalam penelitian kualitatif tidak dikenal adanya uji instrumen pengumpul data
dan yang dikenal uji keabsahan data, sedangkan pada penelitian kuantitatif
dengan menggunakan uji validitas dan relibilitas data.

3.4.2.3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data berkenaan dengan upaya untuk memahami data

secara akurat dan objektif. Analisis data bertujuan untuk menemukan jawaban
atas masalah yang dirumuskan pada bab pendahuluan. Dalam penelitian
kuantitatif, analisis data dilaksanakan dengan bantuan statistik atau teknik
analisis statistik. Tujuan analisis statistik adalah untuk menguji hipotesis
statistik. Peneliti harus menjelaskan teknik analisis statistik yang digunakan
(analisis korelasi dan regresi, analisis jalur, analisis SEM, analisis komparasi)
beserta alasan-alasannya. Apabila dipandang perlu, peneliti dapat menjelaskan
desain analisis yang digunakan seperti analisis untuk beda maupun uji model.
Bab IV Hasil Penelitian

Bab IV dapat dipecah menjadi beberapa bab sesuai dengan karakteristik
dan kebutuhan penelitian. Secara umum, bab IV berisi uraian tentang hasil
penelitian dijelaskan sebagai berikut.

87 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s


Click to View FlipBook Version