3.4.2.4 Hasil Penelitian dan Pembahasan
3.4.2.4.1 Hasil Penelitian
Pada bagian ini disajikan temuan hasil penelitian sistematis, sistemik, dan
mendalam. Penyajian temuan ini harus memperhatikan aspek-aspek atau
indikator-indikator utamanya.
3.4.2.4.2 Pembahasan
Pembahasan merupakan upaya untuk memahami temuan hasil
penelitian secara sistematis, sistemis, dan mendalam dari tiap-tiap variabel
atau subjek dan/atau objek penelitian. Pembahasan merupakan upaya untuk
menjawab pertanyaan mengapa temuan yang diperoleh seperti itu dan bukan
seperti yang lain. Untuk itu, pembahasan harus dilaksanakan dengan
memperhatikan indikator-indikator dari tiap-tiap variabel atau subjek dan/atau
objek penelitian. Selain itu, pembahasan harus sampai pada temuan sintesis
sebagai hasil diskusi antara temuan empiris dengan teori yang relevan dan
hasil penelitian terdahulu. Hasil pembahasan dapat berupa sanggahan
terhadap teori atau hasil penelitian terdahulu. Pada akhir pembahasannya,
peneliti dapat memberikan argumentasi logis dalam menginterpretasikan
temuan penelitian.
3.4.2.5 Bab V Simpulan, Implikasi dan Saran
Bab VI dapat berisi simpulan, implikasi, dan saran yang dijelaskan sebagai
berikut.
3.4.2.5.1 Simpulan
Bagian ini berisi pernyataan singkat berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan yang merupakan jawaban atas permasalahan penelitian.
Simpulan bukan pengulangan hasil temuan penelitian, melainkan sebuah
proposisi yang menunjukkan pada kualitas.
3.4.2.6.2 Implikasi
Implikasi berisi konsekuensi logis dari simpulan penelitian yang mengarah
pada hal-hal yang positif dan/atau hal-hal yang negatif. Apabila hasil
88 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
penelitian ini dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen, akan terjadi
perbaikan atau peningkatan kualitas suatu proses kegiatan atau sebaliknya.
3.4.2.6.3 Saran
Saran dirumuskan secara operasional berdasarkan simpulan dan
implikasi hasil penelitian. Saran diajukan atau ditujukan kepada pihak-
pihak tertentu secara tegas dan jelas sesuai dengan manfaat hasil
penelitiannya.
3. 4.3 Isi Bagian Akhir
Bagian akhir tesis memuat:(a) daftar pustaka, dan (b) lampiran-lampiran.
3.4.3.1 Daftar Pustaka
Bahan pustaka yang dimasukan dalam daftar pustaka harus betul-betul
disebutkan dalam teks tesis. Artinya, bahan pustaka yang hanya dipakai dalam
bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tesis tidak boleh dimasukkan
dalam daftar pustaka.
3.4.3.2 Lampiran-Lampiran
Lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang
penting untuk tesis, seperti instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian,
rumus-rumus statistik yang digunakan, proses menghitung suatu harga
statistik, surat ijin dan tanda bukti telah melaksanakan pengumpulan data
penelitian, surat pernyataan orisinalitas tesis. Keterangan penting itu
diletakkan dalam lampiran dengan maksud agar tidak mengganggu kelancaran
informasi yang terdapat dalam bagian inti tesis. Untuk mempermudah
pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut dengan
menggunakan angka Arab.
Lampiran juga memuat riwayat hidup penulis tesis yang hendaknya
disajikan secara naratif. Hal-hal yang perlu dimuat dalam riwayat hidup ini
ialah nama lengkap penulis tesis, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan,
pengalaman berorganisasi, dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih
selama belajar diperguruan tinggi maupun pada waktu duduk dibangku
89 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
sekolah dasar dan sekolah menengah. Bagi yang sudah berkeluarga, dapat
mencantumkan nama suami/istri dan putri-putrinya.
90 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
BAGIAN IV
TEKNIK PENULISAN TESIS
Teknik penulisan mencakup pemaparan tentang sistematika penulisan,
cara merujuk dan menulis daftar pustaka, tabel, dan gambar, bahasa dan
ejaan, serta pengetikan dan penjilidan.
4.1 Tata Tulis Tesis
4.1.1 Bahan dan Ukuran
Bahan dan ukuran mencakup: naskah, sampul, warna sampul, tulisan
pada sampul, dan ukuran.
1. Naskah
Naskah diketik spasi 1.5 pada kertas HVS kuarto 80 g dan tidak bolak-balik.
2. Sampul
Sampul dibuat dari karton dan dilapisi dengan plastik. Tulisan yang tercetak
pada sampul sama dengan yang terdapat pada halaman judul. Punggung
jilid harus memuat identitas mahasiswa, judul tesis, dan tahun.
3. Warna Sampul
Warna sampul untuk tesis Magister Pendidikan Dasar adalah biru tua.
4.1.2 Pengetikan
Berikut adalah tata cara pengetikan yang meliputi jenis huruf, jarak
baris, batas tepi, alinea baru, bab dan sub bab, dan pengetikan kutipan.
1. Jenis Huruf
Naskah diketik menggunakan komputer dengan huruf Times New Roman 12.
Untuk tujuan tertentu bisa digunakan huruf cetak miring (italic), cetak tebal
(bold), atau garis bawah (underline). Khusus untuk lambang huruf Yunani,
huruf Arab, huruf Jawa, atau tanda-tanda yang tidak dapat diketik harus
ditulis dengan rapi memakai tinta hitam.
2. Jarak Baris
Jarak antar baris dibuat satu setengah (1.5) spasi, kecuali abstrak diketik
satu spasi. Kutipan langsung yang panjangnya lebih dari 40 kata diketik
dengan jarak satu spasi, dengan cara blok, dan tidak perlu dibubuhkan tanda
kutip. Kutipan blok dimulai pada baris baru, dengan inden dari marjin kiri,
yaitu di tempat Anda memulai paragraf baru. Begitu juga judul gambar dan
tabel yang lebih dari satu baris dicetak dengan jarak satu spasi. Batas Tepi
Garis marjin (jalur pinggir kertas) selebar 4 cm pada tepi kiri, untuk karya
tulis dengan huruf Latin, dan tepi kanan untuk karya tulis dengan huruf
Arab, harus dikosongkan. Untuk garis marjin selebar 3 cm pada tepi sebelah
kanan bagi karya tulis dengan huruf Latin dan tepi sebelah kiri bagi karya
tulis dengan huruf Arab, harus dikosongkan. Sementara itu, tepi sebelah
91 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
atas kertas selebar 3 cm dan tepi bawah selebar 2.5 cm harus dikosongkan.
3. Alinea Baru
Pada alinea baru, ketikan dimulai 5 huruf dari marjin kiri atau (1 tab) dari
marjin kiri untuk karya tulis dengan huruf Latin, dan dari tepi kanan untuk
karya tulis dengan huruf Arab.
4. Bab dan Sub bab
Penulisan bab diketik dengan menggunakan huruf besar, diletakkan di
tengah-tengah halaman atas. Pengetikan sub bab, hanya huruf awal kata inti
yang berhuruf besar. Di belakang bab, sub bab maupun anak sub bab tanpa
tanda titik. Jarak sub bab satu dengan lainnya adalah 6 pt.
4.2 Cara Penulisan Judul Bab dan Subjudul Bab
Bagian ini membahas tata cara menuliskan bab dan subbab, serta tata cara
menandai peringkat masing-masing subbab.
Peringkat subbab dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda, dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) Peringkat 1 (sub-judul/judul bab) ditulis dengan huruf besar semua,
diletakkan di tengah, dan dicetak tebal
2) Peringkat 2 ditandai dengan angka dua digit yang dipisahkan oleh titik,
tetapi tidak diakhiri dengan titik dan dimulai dari tepi kiri. Sub-judul
(peringkat 2) ini ditulis dengan huruf besar pada huruf pertama setiap kata,
kecuali huruf pertama pada kata sambung, dan kata depan, serta dicetak
tebal.
3) Peringkat 3 ditandai dengan angka tiga digit yang dipisahkan dengan titik,
tetapi tidak diakhiri dengan titik. Sub-judul (peringkat 3) ini diketik dari tepi
kiri, ditulis dengan huruf besar pada huruf pertama setiap kata, kecuali
huruf pertama pada kata sambung, dan kata depan, serta dicetak tebal.
4) Peringkat 4 ditandai dengan angka empat digit yang dipisahkan dengan
titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, ditulis dengan huruf besar pada
huruf pertama setiap kata, kecuali huruf pertama pada kata sambung, dan
kata depan, serta dicetak tebal.
5) Peringkat 5 ditandai dengan angka lima digit yang dipisahkan dengan titik,
tetapi tidak diakhiri dengan titik, ditulis dengan huruf besar pada huruf
pertama setiap kata, kecuali huruf pertama pada kata sambung, dan kata
depan, serta dicetak tebal.
92 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Contoh:
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Belajar
Sub-judul ini berperingkat 2 yang urutannya ditandai dengan angka dua
digit dan dipisahkan oleh tanda titik, tetapi tanpa diakhiri oleh titik, diketik mulai
dari garis tepi, dan dicetak tebal. Paragraf dimulai pada indensi 6 huruf dan
kemudian baris selanjutnya diketik mulai dari garis tepi.
2.1.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar
Sub-judul ini berperingkat tiga yang urutannya datandai dengan angka
tiga digit yang dipisahkan oleh tanda titik tetapi tanpa diakiri dengan titik,
diketik mulai dari garis tepi, dan dicetak tebal. Paragraf dimulai pada indensi 6
huruf dan kemudian baris selanjutnya diketik mulai dari garis tepi.
2.1.1.1 Faktor Internal dalam Belajar
Sub-judul ini berperingkat 4 dengan urutan ditandai dengan angka empat
digit yang dipisahkan oleh tanda titik tetapi tanpa diakhiri dengan titik, diketik
mulai dari garis tepi, dan dicetak tebal. Paragraf dimulai pada indensi 6 huruf
dan kemudian baris selanjutnya diketik mulai dari garis tepi.
2.1.1.1.1 Faktor Motivasi
Sub-judul ini berperangkat 5 dengan urutan yang ditandai dengan angka
lima digit yang dipisahkan dengan titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik,
diketik mulai dari garis tepi, dan dicetak tebal. Paragraf dimulai pada ketukan
keenam dan selanjutnya diketik mulai dari garis tepi.
Cara menuliskan sub-judul bab setelah Peringkat 5 menggunakan istilah
Butir Hierarki Peringkat 1 dengan tanda (1) yang ditulis di tepi kiri dengan
huruf besar pada awal kata pertama saja, selanjutnya Butir Hierarki Peringkat
2 ditandai dengan (a), yang semuanya ditulis dengan indensi sejajar dengan
huruf pertama kata pada Butir Hierarki 1.
Contoh:
93 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
2.1.1.1.1 Faktor Motivasi
(1) Faktor motivasi intrinsik
(2) Faktor motivasi ekstrinsik
(a) Pengaruh lingkungan sosial
4.3 Cara Merujuk
4.3.1 Cara Merujuk Kutipan Langsung
4.3.1.1 Kutipan Kurang dari 40 Kata
Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis antara tanda kutip “…”
sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan nomor halaman harus
disebutkan. Nama pengarang dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau
menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung.
Nama pengarang ditulis dalam teks secara terpadu.
Contoh:
Hartono (2007: 230) menyatakan, ”Setiap anak pada dasarnya cerdas,
setidaknya kalau mengacu pada kecerdasan jamak sebagaimana digagas oleh
Howard Gardner”.
4.3.1.2 Kutipan 40 Kata atau Lebih
Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara
terpisah dari teks yang mendahului, dimulai setelah indensi 6 huruf dari garis
tepi sebelah kiri, dan diketik dengan spasi tunggal.
Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru lagi, garis barunya dimulai
dengan indensi lima huruf dari tepi garis teks kutipan.
Contoh 1:
Kerlinger dalam (Army, 2004: 3828) memberikan batasan penelitian ex post
facto sebagai:
Penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuwan tidak
mengendalikan variabel bebas secara langsung karena perwujudan
variabel tersebut telah terjadi, atau karena variabel tersebut pada
dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi dan direkayasa.
Contoh 2:
Kerlinger memberikan batasan penelitian ex post facto sebagai:
Penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuwan tidak
mengendalikan variabel bebas secara langsung karena perwujudan
variabel tersebut telah terjadi, atau karena variabel tersebut pada
dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi dan direkayasa (Army,
2004: 3828).
94 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
4.3.2 Cara Merujuk Kutipan Tak Langsung
Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan
bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama
pengarang bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut
dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Nomor halaman tidak harus
disebutkan.
Nama pengarang disebutkan dalam kurung bersama tahun
penerbitannya.
Contoh:
Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun
keempat (Salimin, 2007).
4.3.3 Cara Merujuk Kutipan yang Telah Dikutip di Suatu Sumber
Kutipan yang diambil dari suatu naskah yang merupakan kutipan dari
sumber lain, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, dirujuk
dengan cara menyebutkan nama penulis asli dan nama pengutip pertama serta
tahun dikutipnya. Cara merujuk semacam ini hanya dibolehkan jika sumber asli
benar-benar tidak didapatkan, dan harus dianggap sebagai keadaan darurat.
Contoh 1:
Kerlinger (dalam Army, 2004: 3828) memberikan batasan penelitian ex post
facto sebagai:
Penyelidikan empiris yang sistematis di mana ilmuwan tidak
mengendalikan variabel bebas secara langsung karena perwujudan
variabel tersebut telah terjadi, atau karena variabel tersebut pada
dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi dan direkayasa.
Contoh 2:
Menurut Budi bahwa mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada
mahasiswa tahun keempat (Salimin, 2007).
4.3.4 Cara Merujuk Bahan dari Internet
Cara merujuk bahan dari internet dibedakan menjadi dua. Jika identitas
bahan rujukan lengkap, ditulis nama belakang penulis, tahun penulisan,
halaman (jika ada). Tahun penulisan dan halaman ditulis dalam tanda kurung.
Contoh:
95 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Burka, L.P. (2003a: 29) menyatakan bahwa .....
Jika identitas bahan rujukan tidak lengkap, ditulis judul tulisan dan alamat
website-nya yang ditulis dalam tanda kurung.
Contoh:
Dalam Little machines: Rearticulating.
(users.ftp.//ftp.daedalus.corn/pub/ CCCC95/johnsoneilola) disebutkan
bahwa .......
4.4 Cara Menulis Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau
bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam
Daftar Pustaka, sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung maupun
tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam Daftar Pustaka.Yang
ditulis dalam Daftar Pustaka meliputi: (1) Nama pengarang ditulis dengan
urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2)
tahun penerbitan, (3) judul, termasuk sub-judul, (4) tempat penerbitan, dan (5)
nama penerbit.
Nama pengarang yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan:
nama akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat) diakhiri
dengan titik.
4.4.1 Sumber dari Buku
Urutan penulisan daftar pustaka yang berasal dari buku adalah nama
pengarang (dibalik), tahun penerbitan, judul buku dicetak miring, dengan huruf
besar pada awal setiap kata, kecuali kata sambung, artikel dan kata depan,
tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan denagn titik dua (:). Jika
penulisan daftar pustaka melebihi satu baris, maka kelanjutannya ditulis
dengan 1 (satu) spasi dan menjorok ke dalam dengan indensi 5 huruf, dan
antara daftar pustaka satu dengan yang berikutnya diberi jarak 2 (dua) spasi.
Contoh:
Tarigan, Henry Guntur. 2010. Berbicara sebagai suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa
Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang
sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan
96 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara
kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya.
Contoh:
Cornet, L. dan Weeks, K. 2006a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging
Issues-1985. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.
Cornet, L. dan Weeks, K. 2006b. Planning Career Ladders: Lessons from the
States. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.
Tarigan, Henry Guntur. 2010a. Berbicara sebagai suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa
Tarigan, Henry Guntur. 2010b. Pengkajian Sastra Anak. Bandung: Angkasa
4.4.2 Sumber dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
Seperti menulis sumber dari buku ditambah tulisan (Ed) jika ada satu
editor dan (Eds) jika editornya lebih dari satu, di antara nama pengarang dan
tahun penerbitan.
Contoh:
Letheridge, S dan Cannon, C.R. (Eds). 2005. Bilingual Education: Teaching English
as a Second Language. New York: Praeger.
Aminuddin (Ed). 2004. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang
Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
4.4.3 Sumber dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada
Editornya)
Nama pengarang artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan.
Judul artike tidak dicetak miring. Nama editor ditulis seperti menulis nama
biasa, diberi keterangan (Ed) bila hanya satu editor, dan (Eds) bila lebih dari
satu editor. Judul buku kumpulannya dicetak miring, dan nomor halamannya
disebutkan dalam kurung. Judul artikel ditulis dalam huruf kecil, kecuali huruf
pertama kata pertama judul buku ditulis dengan huruf besar dan kecil.
Contoh:
Hartley, J.T., Harker, J.O. dan Wals, D.A. 2006. Contenporary Issues and New
Direction in Adult Development of Learning and Memory. Dalam Poon,
L.W. (Ed.), Aging in the 2006s: Psycological Issues (hlm. 239- 252).
Washington, D.C.: American Psychological Association.
97 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Hasan, M.Z. 2005. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.),
Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra
(hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
4.4.4 Sumber dari Artikel dalam Jurnal
Nama jurnal (majalah ilmiah) dicetak miring, dan huruf awal dari setiap
katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata hubung, artikel, dan kata
depan. Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun keberapa, nomor
berapa, dan nomor halaman dari artikel tersebut.
Contoh:
Hanafi, A. 2008. Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi.
Forum Penelitian, 1 (1), 33-47.
4.4.5 Sumber dari Artikel dalam Majalah atau Koran
Nama pengarang ditulis paling depan, diikuti oleh tahun, tanggal dan
bulan (jika ada).
Judul artikel tidak dicetak miring, dan ditulis dengan huruf kecil semua
kecuali pada huruf awal kata pertama. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil
kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut
pada bagian akhir.
Contoh dari majalah:
Gardner, H. 2005. Do Babies Sing a Universal Song? Psychology Today, hal 70-
76
Contoh dari koran:
Huda, M. 2009 (13 November). Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering.
Republika Pos, hal 6.
4.4.6 Sumber dari Koran Tanpa Pengarang
Judul ditulis di bagian awal. Tahun, tanggal dan bulan ditulis setelah judul
di dalam tanda kurung, kemudian nama koran yang dicetak miring, dan diakhiri
dengan nomor halaman.
Contoh :
Mandor Pasar Tewas Ditikam Anak Buahnya. 2010 (21 Januari), Kompas, hal.
30.
98 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
4.4.7 Sumber dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh
Penerbit Tanpa Pengarang dan Tanpa Lembaga
Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dan dicetak miring,
diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit.
Contoh :
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Th.2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. (2004). Jakarta: PT Armas Duta Jaya.
4.4.8 Sumber dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga
Tersebut
Nama lembaga penanggungjawab langsung ditulis paling depan, diikuti
dengan tahun, judul karangan ditulis miring, nama tempat penerbit, dan nama
lembaga tinggi yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut.
Contoh :
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Pedoman Penulisan Laporan
Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
4.4.9 Sumber Berupa Karya Terjemahan
Nama pengarang asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya
asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat
penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli
tidak disebutkan, ditulis dengan kata “Tanpa Tahun”.
Contoh :
Ary, D., L.C. dan A. Razavieh.1994. Pengantar Penelitian Pendidikan.
Terjemahan oleh Arief Furchan. 2002. Surabaya: Usaha Nasional.
4.4.10 Sumber Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi
Nama penyusun ditulis paling depan, bila nama lebih dari satu kata
ditulis kata paling belakang terlebih dahulu, diikuti kata pertama ( kedua dan
seterusnya jika ada) diakhiri titik, tahun yang tercantum pada sampul ditulis
dalam kurung diakhiri tanda titik, judul tesis, tesis atau disertasi tidak
diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama
perguruan tinggi.
Contoh:
Warsito, Tagor. 2002. Perkembangan Kompetensi Kewacanaan Pembelajar
Bahasa Inggris di LPTK. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program
Pasca Sarjana IKIP Malang.
99 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
4.4.11Sumber Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar,
Penataran, atau Lokakarya
Nama penyusun ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun
penyajian, judul makalah yang dicetak miring, kemudian diikuti pernyataan
makalah disajikan dalam …… (nama pertemuan), lembaga penyelenggara,
tempat, dan tanggal penyelenggaraan.
Contoh:
Huda, Miftahul. 2003. Penulisan Karya Ilmiah. Makalah disajikan dalam
Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar Bagi Guru SMP-SMA di Kudus.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus, Kudus,
15 Januari 2003.
Khasan, M. 2007. Meningkatkan Mutu Pendidikan Nasional. Makalah disajikan
dalam Seminar Pendidikan di Era Global. Universitas Muria Kudus,
Kudus, 1-2 September 2007.
4.4.12 Sumber dari Internet
Pada dasarnya penulisan daftar pustaka dari internet sama dengan
penulisan daftar pustaka dari bahan pustaka. Perbedaannya terletak pada
bagian setelah judul. Pada daftar pustaka dari internet, setelah judul dituliskan
tanggaldan kapan rujukan itu diakses atau dipesan. Jadi, urutannya ialah nama
belakang, nama depan, tahun terbit bahan rujukan (dengan disertai tanggal
jika ada), judul (dicetak miring), kemudian protokol dan alamatnya, path, dan
tanggal diakses atau dipesan yang diletakkan dalam tanda kurung.
100 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Baha dari internet ada yang berasal dari dokumen, dari e-mail, discussion lists,
dan newsgroup; dari Protokol Gopher, File Transfer Protokol (FTP) atau dari
sumber Online dan Database Online.
Contoh dari dokumen:
Hermans, B., 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch,
[online], (http://www.hermans.org/agents2/ch3_1_2.htm, diakses
tanggal 25 Juli 2008)
Anonim, 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch,
[online], (http://www.hermans.org/agents2/ch3_1_2.htm, diakses
tanggal 25 Juli 2008)
atau
, B., 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch,
[online], (http://www.hermans.org/agents2/ch3_1_2.htm, diakses
tanggal 25 Juli 2008)
Pada bahan rujukan yang diperoleh melalui e-mail, discussion lists, dan
newsgroup yang dianggap judul adalah ihwal (Re...)
Contoh dari e-mail:
Crump, E. Re: Preserving Writting. Alliance for Computers and Writting
Listery.Acw. [email protected] (31 Mar. 2005).
Contoh dari discussion list:
Heilke, J. 2006. May, 3. Re: webfolios. [email protected] Available:
http//www.ttu.edu/list/acw-1/9605 (31 Desember 2006).
Kalau nama penulis tidak ada, langsung dituliskan judul informasinya.
Contoh:
Little machines: Rearticulating. Hypertext
users.ftp.//ftp.daedalus.corn/pub/CCCC95/johnsoneilola (14 Aug. 2005)
4.4.13 Sumber dari Rekaman Video, Rekaman Kaset, C-ROM, e-Book
dan Artikel Jurnal Elektronik
Cara penulisan sama dengan cara menulis daftar pustaka tulis.
Perbedaannya pada rekaman video, nama yang dicantumkan adalah nama
produser dan sutradara; sedangkan nama pengarang diletakkan di depan
judul. Pada rekaman kaset, yang dicantumkan adalah nama pembicaranya;
sedangkan pada CD-ROM dan artikrl jurnal elektronik, yang dicantumkan
101 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
adalah nama penulis. Di belakang judul dicantumkan keterangan rekaman
video, kaset, atau CD-ROM yang diletakkan dalam tanda kurung.
Contoh dari rekaman video:
Porro, L. (produser) & S. Kotton (Director). 2004. Isabel Allende: The Woman’s
voice in Latin America Literature. (Videorecording). San Fransisco: KQED.
Contoh dari rekaman kaset:
Costa, Jr., P.T. (Pembicara). 2008. Personality, Continuity, and Changes of Adult
Life. Rekaman kaset No. 207-433-88A-B). Washington, DC: American
Psychological Association.
Contoh dari CD-ROM:
Preiss, Byron, dan hixon, Jeff. 2004. The Ultimate Frank Lloyd Wright: American
Architect. (CD-ROM). New York: Byron Press Multimedia.
Contoh dari artikel jurnal elektronik:
Funder. D.C. 2004 March. Judgemental Process and Content. Commentary on
Kohler on Base-rate (9 paragraphs). Psycholoquy. (Online serial) 5(17).
Diperoleh dari FTP: Hostname: princeton.edu. Directory:
pub/harnad/psycholoquy/2004. Volume 5 File: psycholoquy, 94.5.17.
base-rate.12.funder (20 Juni 2007).
Contoh dari e-Book:
Winarko, E., , Penulisan Sitasi pada Karya Ilmiah, [pdf],
(http://ewinarko.staff.ugm.ac.id/metopen/modul6-daftar pustaka. pdf,
diakses tanggal 25 Juli 2008)
4.5 Tabel dan Gambar
4.5.1 Penulisan Tabel
Penggunaan tabel dapat dipandang sebagai salah satu cara yang
sistematis untuk menyajikan data statistik dalam kolom dan lajur, sesuai
dengan klasfikasi masalah. Dengan menggunakan tabel, pembaca akan dapat
memahami dan menafsirkan data cepat, dan mencari secara hubungan-
hubungannya.
Tabel yang baik seharusnya sederhana dan dipusatkan pada beberapa
ide. Memasukkan terlalu banyak data dalam satu tabel dapat mengurangi nilai
penyajian tabel. Lebih baik menggunakan banyak tabel daripada menggunakan
sedikit tabel yang terlalu padat isinya. Tabel yang baik harus
102 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
dapat menyampaikan ide dan hubungan-hubungannya dalam tulisan secara
efektif.
Jika suatu tabel cukup besar (lebih dari setengah halaman), maka tabel
harus ditempatkan pada halaman tersendiri; dan jika tabel cukup pendek
(kurang dari setengah halaman), sebaiknya diintegrasikan dengan teks.
Tabel harus diberi identitas (berupa nomor dan nama tabel) dan
ditempatkan di atas tabel. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam
perujukan. Jika tabel lebih dari satu halaman, maka bagian tabel (termasuk
teksnya) harus diulang di halaman selanjutnya. Hanya huruf pertama kata
tabel ditulis dengan huruf besar. Kata tabel ditulis di pinggir, diikuti nomor dan
judul tabel. Judul, tabel ini ditulis dengan huruf besar pada huruf pertama
setiap kata kecuali kata hubung. Jika judul tabel lebih dari satu baris, baris
kedua dan seterusnya ditulis sejajar dengan huruf awal tabel. Nomor tabel
ditulis dengan angka Arab sebagai identitas tabel yang menunjukkan letak
tabel itu dimuat dan nomor urutnya dalam bab yang bersangkutan. Dengan
demikian untuk setiap bab nomor urut tabel dimulai dari nomor 1.
Contoh:
Tabel 4.1 Tingkat Motivasi Berprestasi Mahasiswa Semester V PBI FKIP UMK
Tahun 1991
Nomor tabel ini menunjukkan bahwa tabel yang berjudul “Tingkat
Motivasi Berprestasi Mahasiswa Semester V PBI FKIP UMK Tahun 1991”
terletak pada Bab IV nomor urut yang pertama.
Garis yang paling atas dari tabel diletakkan tiga spasi di bawah nama
tabel. Kolom pengepalaan (heading), dan detesis tentang ukuran atau unit
data harus dicantumkan. Istilah-istilah seperti: nomor, persen, frekuensi,
dituliskan dalam bentuk singkatan/lambang: No., %, dan f. Data yang terdapat
dalam tabel ditulis dengan menggunakan spasi tunggal. Garis horisontal perlu
dibuat, tetapi garis vertikal di bagian kiri, tengah, dan kanan tabel boleh dibuat
atau tidak. Jika catatan kaki diperlukan untuk menjelaskan butir-butir tertentu
yang terdapat dalam tabel, gunakan angka Arab kecil atau simbol-simbol
tetentu. Catatan untuk tabel ditempatkan di bawah tabel, misalnya sumber
tabel.
103 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Contoh 1:
Tabel 8.1 Persiapan Perhitungan Korelasi Berganda antara Aspek
Psikologis dengan Prestasi Belajar Bahasa Inggris
NO. X1 X2 X3 Y
1.
2.
dst.
28.
Tabel 8.1 Lanjutan X2 X3 Y
NO. X1
29
30
Dst
Contoh 2:
Tabel 8.1 Persiapan Perhitungan Korelasi Berganda antara Aspek
Psikologis Penyajian Gambar
NO. X1 X2 X3 Y
1.
2.
dst.
28.
Tabel 8.1 Lanjutan X2 X3 Y
NO. X1
29
30
Dst
Sumber: Biro Pusat Statistik Kabupaten Kudus, 2009.
4.7 Penyajian Gambar
Istilah gambar mengacu pada grafik, chart, peta, sket, diagram dan
gambar lainnya. Gambar dapat menyajikan data dalam bentuk-bentuk visual
yang dapat dengan mudah dipahami.
Gambar tidak harus dimaksudkan untuk membangun detesis, tetapi
104 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
dimaksudkan untuk menekankan hubungan tertentu yang signifikan. Gambar
juga dapat dipakai untuk menyajikan data statistik berbentuk grafik.
Beberapa pedoman menggunakan gambar dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Judul gambar ditempatkan di bawah gambar, bukan di atasnya. Cara
penulisan judul gambar sama dengan penulisan judul tabel.
2. Gambar harus sederhana untuk menyampaikan ide dengan jelas, dan
dapat dipahami tanpa harus disertai penjelasan tekstual.
3. Gambar harus digunakan dengan hemat. Terlalu banyak gambar dapat
mengurangi nilai penyajian data.
4. Gambar yang memerlukan lebih dari setengah halaman harus ditempatkan
pada halaman sendiri.
5. Penyebutan adanya gambar seharusnya mendahului gambar.
6. Gambar diacu dengan menggunakan angka, bukan dengan menggunakan
data “gambar di atas” atau “gambar dibawah”.
7. Gambar dinomori dengan menggunakan angka Arab seperti pada
penomoran tabel.
Contoh:
Gambar 2.1. Diagram Teknik Pengumpulan Data Primer
(Sumber: Edward, 2002: 139)
4.8 Bahasa dan Tanda Baca
4.8.1 Penggunaan Bahasa
Penulisan tesis menggunakan bahasa yang jelas dan tepat, serta gaya
bahasa yang formal dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan
dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas dan tepat, kalimat yang tidak
105 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
berbelit-belit, dan struktur alinea yang runtut.
Kelugasan dan keformalan gaya bahasa diwujudkan dengan
menggunakan kalimat pasif, kata-kata yang tidak emotif, dan tidak berbunga-
bunga. Hindarilah penggunaan kata-kata seperti “saya” atau “kami”. Jika
terpaksa menyebutkan kegiatan yang dilakukan oleh penulis sendiri, istilah
yang dipakai bukan kami atau saya, melainkan penulis atau peneliti. Namun
demikian, istilah penulis atau peneliti seyogyanya digunakan sesedikit
mungkin.
Berbeda dengan tesis yang ditulis dalam bahasa Inggris, kelugasan dan
keformalan gaya bahasa diwujudkan dengan menggunakan kalimat aktif.
Penggunaan kata I (saya) diperbolehkan sebagai kata ganti the writer atau the
reseacher.
4.8.2 Penulisan Tanda Baca
Penulisan tanda baca, kata, dan huruf, mengikuti Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (Keputusan Mendikbud, Nomor
0543a/U/487, tanggal 9 September 1987). Berikut ini beberapa kaidah penting
yang perlu diperhatikan:
Titik (.), koma (,), dua titik (:), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda persen
(%) diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya.
Tidak baku Baku
Data dianalisis dengan teknik korelasi Data dianalisis dengan teknik korelasi,
, Anova, dan regresi ganda. Anova, dan regresi ganda.
…. dengan teori; kemudian…. … dengan teori; kemudian …
…. sebagai berikut: …. sebagai berikut:
Hal itu tidak benar! Hal itu tidak benar!
Benarkah hal itu? Benarkah hal itu?
Jumlahnya sekitar 20 % Jumlahnya sekitar 20%
Tanda petik (“…”) dan tanda kurung () diketik rapat dengan huruf dari kata
atau frasa yang diapit.
Tidak baku Baku
Kelima kelompok “sepadan ”. Kelima kelompok “sepadan”.
Tes tersebut dianggap baku Tes tersebut dianggap baku
(standardized). (standardized).
106 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Tanda hubung (-), pisah (--), dan garis miring (/) diketik rapat dengan huruf
yang mendahului dan mengikutinya.
Tidak baku Baku
Tidak ada sub – populasi Tidak ada sub-populasi
Ini terjadi selama tahun 1942 – 1945. Ini terjadi selama tahun 1942-1945.
Semua teknik analisis yang dipakai di Semua teknik analisis yang dipakai di
sini -- kuantitatif dan kualitatif sini --kuantitatif dan kualitatif--
-- Dia tidak/belum mengaku.
Dia tidak / belum mengaku.
Tanda sama dengan (=), lebih besar (>), lebih lecil (>), tambah (+), kurang (-),
kali (x), dan bagi (:) diketik dengan indensi satu huruf sebelum dan
sesudahnya.
Tidak baku Baku
P=0,05 P = 0,05
P<0,01 P < 0,01
P>0,01 P > 0,01
A+b= A+b=
A : b =d A:b=d
Akan tetapi, tanda bagi ( : ) yang dipakai untuk memisahkan tahun penerbitan
dengan nomer halaman pada rujukan diketik rapat dengan angka yang
mendahului dan mengikutinya.
Tidak Baku Baku
Murphy (2007 : 10) menyatakan … Murphy (2007:10) menyatakan …
Pemenggalan kata pada akhir baris (-) disesuaikan dengan suku katanya.
Tidak Baku Baku
Masalah ini perlu dipertegas Masalah ini perlu ditegas-
kan. kan.
Tidak perlu dilakukan dengan me- Tidak perlu dilakukan dengan mem-
mbabi-buta babi-buta.
4.9 Pengetikan dan Penjilidan
4.9.1 Pengetikan
Kertas yang digunakan adalah jenis HVS putih, ukuran A4S (21,4 x 29,7
cm), 80 gram. Bidang pengetikan berjarak 4 cm dari tepi kiri dan atas kertas,
dan 3 cm dari tepi kanan dan bawah kertas. Tiap halaman berisi tidak lebih
dari 26 baris (untuk teks yang diketik dengan spasi ganda/line spacing: double).
107 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Jarak pergantian antarparagraf atau subjudul tidak diberi jarak 2 (dua)
kali enter, tetapi diberi spacing: after o pt, dan after 6-12 pt. Sementara itu
untuk penulisan judul pada halaman sampul, dan halaman judul menggunakan
spasi tunggal, ukuran font 14.
Tesis diketik dengan komputer, menggunakan huruf yang baku baik jenis
maupun ukurannya (ukuran 12, jenis huruf Times New Roman). Pengetikan
menggunakan cara rata kiri dan kanan (justify).
Awal alinea diketik setelah indensi kedelapan dari batas kiri bidang
pengetikan. Sesudah tanda baca titik, titik dua, titik koma, dan koma dalam
teks, diberi satu indensi kosong.
Istilah tertentu yang belum lazim atau istilah asing dicetak miring.
Bilangan diketik dengan angka kecuali pada permulaan kalimat.
Bagian pengantar tesis diberi nomor halaman angka Romawi kecil di
tengah bagian bawah, sedangkan nomor halaman pada bagian inti dan bagian
penutup tesis dengan angka Arab di kanan atas, kecuali nomor halaman bab
baru yang ditulis di tengah bagian bawah halaman.
4.9.2 Penjilidan
Tesis harus dijilid dengan menggunakan karton tebal dengan warna biru.
Pada punggung tesis dimuat nama penulis dan judul tesis. Tesis dijilid sebanyak
3 buah (1 buah untuk perpustakaan program studi, 1 buah perpustakaan
pusat, dan 1 buah untuk arsip penulis). Halaman sampul (cover luar) harus
dicetak dengan tinta hitam.
108 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
DAFTAR PUSTAKA
American Psychological Association. 2010. Publication Manual (3rd Ed.).
Washington, D.C.: APA.
Bell, Judth. 1999. Doing Your Research Project. Philadelphia: St Edmundsbury Press,
Ltd.
Cohen, Louis, Lawrence Manion, and Keith Morrison. 2007. Research Method
in Education (6th Ed). London: Rougtledge.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2005. Pedoman Penulisan Skripsi.
(Ed. 1). Kudus: Universitas Muria Kudus Press.
Gall, Meredith D., Joice P. Gall, and Walter R. Borg. 2003. Educational
Research: an Introduction (7th Ed.). New York: Pearson Education.
McMillan, James H, and Sally Schumacher. 2001. Research in Education (5th Ed.).
New York: Longman.
109 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 1. Contoh Logo Universitas Muria Kudus (Lembar Pertama Semua Prodi)
110 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 2. Contoh Isi dan Format Halaman Judul Tesis
(Lembar Kedua )
111 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 3. Contoh Isi dan Format Lembar Persetujuan
Pembimbing Proposal Tesis
Proposal Tesis oleh …………………… (NIM ........................... ) ini telah
diperiksa dan disetujui untuk diuji.
Kudus, ……..
Pembimbing I
Nama lengkap
NIP/NIDN ………...
Kudus, ……..
Pembimbing II
Nama lengkap
NIP/NIDN …………
Mengetahui,
Program Studi......
Ketua,
Nama lengkap
NIP/NIDN ... … …
112 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 4. Contoh Isi dan Format Lembar Persetujuan dan
Pengesahan Tesis
Tesis oleh ……………………………. (NIM:... … …) ini telah dipertahankan di depan
Tim Penguji sebagai syarat untuk memperoleh gelar Magsiter Pendidikan
Dasar
Kudus,
.................
Tim Penguji
……………………………………………., Ketua/anggota Nama
lengkap
……………………………………………., Anggota Nama lengkap
……………………………………………., Anggota Nama lengkap
……………………………………………., Anggota Nama lengkap
Mengetahui,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dekan,
Nama lengkap ..............................
NIP/NIS
113 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 5. Contoh Abstrak dalam Bahasa Indonesia
ABSTRACT
Huda, Nurul Wafiq. 2016. "Analysis of Mathematical Problem Solving Ability
Viewed from Student Motivation and Learning Styles". Thesis.
Education Program of Elementary Math Concentration. Graduate
Program. Semarang State of University. Supervisor I Prof. Dr. Hardi
Suyitno, M. Pd., Supervisor II Prof. Dr. Wiyanto, M. Si.
Keywords: problem solving ability, learning motivation, learning styles.
The purpose of this research is 1) obtain a picture of the quality of
implementation of the model PBL on the ability of solving mathematical
problem for the material volume cubes and blocks as well as the surface area
of cubes and blocks in class V SD N Karangwotan 02 Pucakwangi Pati, 2)
identify the mathematical problem solving ability of students in class V SD N
Karangwotan 02 Pucakwangi Pati terms of learning motivation after the
application of PBL models, and 3) identify the mathematical problem solving
ability of students in class V SD N Karangwotan 02 Pucakwangi Pati terms of
learning style after the application of PBL models.
This research is a qualitative descriptive study. Analysis of the
quality of the learning process judged from phase 1) planning, 2)
implementation, and 3) assessment. While data analysis is done through data
reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The results showed that 1) the quality of learning by using the
model PBL Scientific approach to the achievement of an increase in
mathematical problem solving ability of students in class V SD N Karangwotan
02 in both categories, 2) students with high learning motivation have different
patterns, of 17 students there are 2 students at stage II, 2 students at stage III,
and 13 students at stage IV Polya, students with middle learning motivation
have different patterns, of 8 students is 1 student at stage 0 (not being able to
understand the problem), 1 student in stage I, 1 student at stage II, 2 students
at stage III, and 3 students at stage IV Polya, as well as students with low
learning motivation also have different patterns, of 3 students is 1 student at
stage 0, 1 student at stage II, and 1 student at stage IV Polya, 3) students with
visual learning style have different patterns, of 9 students there is 1 student in
stage I, 1 student at stage II, 2 students at stage III, and 5 students at stage IV
Polya, students with auditory learning style have different patterns, of 11
students there are 3 students at stage II, 1 student at stage III, and 7 students
at stage IV Polya, and students with kinesthetic learning style also have
different patterns, of 8 students there are 2 students at stage 0, 1 student at
stage III, and 5 students at stage IV Polya.
From this research suggested that: 1) students need the provision
114 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
of training and habituation problem solving in order to be able to solve the
problem, 2) teachers need to motivate the students to the ability of solving
mathematical problem of students increased, and 3) learning style is the
modality of students absorb the information, so that teachers also need to pay
attention to it on each student.
115 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
ABSTRAK
Huda, Wafiq Nurul. 2016. “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah
Matematis Ditinjau dari Motivasi dan Gaya Belajar Siswa”. Tesis.
Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Matematika. Program
Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr.
Hardi Suyitno, M. Pd., Pembimbing II Prof. Dr. Wiyanto, M. Si.
Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah, motivasi belajar, gaya belajar.
Tujuan penelitian ini adalah 1) memperoleh gambaran kualitas
penerapan model PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis
untuk materi volume kubus dan balok serta luas permukaan kubus dan balok
di kelas V SD N Karangwotan 02 Pucakwangi Pati, 2) mengidentifikasi
kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V SD N Karangwotan
02 Pucakwangi Pati ditinjau dari motivasi belajar setelah penerapan model
PBL, dan 3) mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis
siswa kelas V SD N Karangwotan 02 Pucakwangi Pati ditinjau dari gaya belajar
setelah penerapan model PBL.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis
kualitas proses pembelajaran dinilai dari tahap 1) perencanaan, 2)
pelaksanaan, dan 3) penilaian. Sedangkan analisis datanya dilakukan melalui
reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian diperoleh bahwa 1) kualitas pembelajaran dengan
pendekatan Saintifik menggunakan model PBL pada pencapaian peningkatan
kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V SD N Karangwotan
02 dalam kategori baik, 2) siswa dengan motivasi belajar tinggi memiliki pola
berbeda, dari 17 siswa terdapat 2 siswa pada tahap II, 2 siswa pada tahap III,
dan 13 siswa pada tahap IV Polya, siswa dengan motivasi belajar sedang
memiliki pola berbeda, dari 8 siswa terdapat 1 siswa pada tahap 0 (tidak
mampu memahami masalah), 1 siswa pada tahap I, 1 siswa pada tahap II, 2
siswa pada tahap III, dan 3 siswa pada tahap IV Polya, serta siswa dengan
motivasi belajar rendah juga memiliki pola berbeda, dari 3 siswa terdapat 1
siswa pada tahap 0, 1 siswa pada tahap II, dan 1 siswa pada tahap IV Polya, dan
3) siswa dengan gaya belajar visual memiliki pola berbeda, dari 9 siswa
terdapat 1 siswa pada tahap I, 1 siswa pada tahap II, 2 siswa pada tahap III, dan
5 siswa pada tahap IV Polya, siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki pola
berbeda, dari 11 siswa terdapat 3 siswa pada tahap II, 1 siswa pada tahap III,
dan 7 siswa pada tahap IV Polya, dan siswa dengan gaya belajar kinestetik juga
memiliki pola berbeda, dari 8 siswa terdapat 2 siswa pada tahap 0, 1 siswa
pada tahap III, dan 5 siswa pada tahap IV Polya.
Dari penelitian ini disarankan, bahwa: 1) siswa perlu pemberian
latihan dan pembiasaan soal pemecahan masalah agar mampu memecahkan
permasalahan, 2) guru perlu memberikan motivasi kepada siswa agar
116 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
kemampuan pemecahan masalah matematis siswa meningkat, dan 3) gaya
belajar merupakan modalitas siswa menyerap informasi, sehingga guru juga
perlu memperhatikan hal itu pada setiap siswanya.
117 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 6. Contoh Format Daftar Isi Tesis Kuantitatif
untuk Magister Pendidikan Dasar
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL ....................................................................... I
HALAMAN LOGO ........................................................................... ii
HALAMAN JUDUL .......................................................................... iii
HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ....................................... iv
HALAMAn PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... v
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ............................................. vi
PRAKATA ....................................................................................... vii
ABSTRACT .................................................................................................. viii
ABSTRAK ....................................................................................... ix
DAFTAR ISI ...................................................................................... x
DAFTAR TABEL .............................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xiii
DAFTAR (Tanda-tanda lain, seperti simbol, rumus, dan sebagainya)
...................................................................................................... xiv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah .................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................ 3
1.3 Tujuan Penelitian .............................................................. 5
1.4 Manfaat Penelitian ............................................................ 9
1.5 Ruang Lingkup Penelitian............................................................14
1.6 Definisi Operasional Variabel......................................................16
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN................................18
2.1 Kajian tentang variabel penelitian ..............................................19
2.2 Kajian penelitian sebelumnya .....................................................55
2.3 Kerangka berpikir ........................................................................59
2.4 Hipotesis atau Asumsi penelitian................................................62
BAB III METODE PENELITIAN......................................................................63
3.1 Rancangan penelitian..................................................................63
3.2 Populasi dan sampel ...................................................................63
3.3 Pengumpulan data ......................................................................64
3.4 Instrumen penelitian...................................................................69
3.5 Analisis data ................................................................................72
BAB IV HASIL PENELITIAN...........................................................................88
4.1 Hasil penelitian (Detesis).............................................................88
4.2 Hasil penelitian (Analisis data) ....................................................92
4.3 Pengujian hipotesis ...................................................................100
118 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
BAB V PEMBAHASAN................................................................................110
5.1 (tentang Hasil Penelitian 1).......................................................110
5.2 (tentang Hasil Penelitian 2).....................................................114
5.3 (dan seterusnya)........................................................................118
BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ................................................................120
6.1 Simpulan....................................................................................120
6.2 Saran..........................................................................................122
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................123
LAMPIRAN ................................................................................................126
PERNYATAAN............................................................................................200
DAFTAR RIWAYAT HIDUP .........................................................................201
119 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 7. Contoh Format Daftar Tabel
DAFTAR TABEL (LIST OF TABLES)
Tabel (Table) Halaman
(Page)
2.1 Persiapan, Penyelenggaraan, dan
Pemanfaatan Pendidikan Luar Negeri ..............................25
3.5 Sebaran Sampel Tulisan.....................................................55
3.5 Informasi Tentang Gelar Akademik
dan Keahlian Lulusan (Responden: Sejawat).....................66
dan seterusnya
120 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 8. Contoh Format Daftar Gambar
DAFTAR GAMBAR/BAGAN/DIAGRAM
(LIST OF FIGURES/DIAGRAMS)
Gambar/Bagan/Diagram (Figure) Halaman
(Page)
3.1 Experiment Design Using
Pre-test and Post-test ........................................................45
4.2 English Pronunciation Mastery Of LBA Students of
MA NU TBS Kudus Before being Taught by Using Aralish
Contrastive Analysis...........................................................65
3.5 Model Pembelajaran Menggunakan Round Table ............66
dan seterusnya
121 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 9. Contoh Format Daftar Lampiran
DAFTAR LAMPIRAN (LIST APPENDICES)
Lampiran (Appendix) Halaman
(Page)
1. Perhitungan Penentuan Jumlah Sampel ...........
1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ............................. 45
3. Perhitungan Uji Normalitas ................................ 50
59
dan seterusnya
122 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 10. Contoh Riwayat Hidup
RIWAYAT HIDUP
Arya Puntadewa dilahirkan pada tanggal 1 Juli 1993 di undaan, Kudus,
putra pertama dari bapak dan ibu Sudarto.
Pendidikan SD ditamatkannya pada tahun 2005 dan SMP pada tahun 2008
di Kecamatan Undaan. Pendidikan berikutnya dijalani I SMA Negeri 1 Kudus
dan tamat pada tahun 2011. Pada tahun yang sama ia melanjutkan pendidikan
ke Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus dengan mengambil
program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Pada tahun 2010 ia dipercaya sebagai pimpinan regu Pramuka wakil
Kabupaten Kudus dalam Jambore Nasional Pramuka di Jakarta. Selama
menjadi siswa di SMA Negeri 1 Kudus aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan
organisasi kesiswaan. Selain sebagai sekretaris pramuka, ia juga pernah
menjabat Ketua I OSIS, dan Ketua Tim Paduan Suara. Pada taun 2010 juga ia
terpilih sebagai Juara Harapan I dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja, dan pada
tahun yang sama meraih predikat siswa Teladan II tingkat Kota Kudus.
Aktivitasnya di SMA Negeri 1 Kudus dilanjutkan di tingkat pendidikan
tinggi. Pada tahun pertama di Universitas Muria Kudus, ia terpilih sebagai
sekretaris racana (Pramuka) UMK, periode tahun 2011/2012. Kemudian pada
tahun 2013 ia dipercaya oleh teman-temannya untuk menjadi anggota BPM,
dan selanjutnya menjabat sebagai Ketua II Senat Mahasiswa FKIP UMK. Karena
aktivitasnya yang banyak dan prestasinya yang baik, pada tahun 2014 ia
terpilih sebagai mahasiswa Teladan I FKIP UMK.
123 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lampiran 11. Formulir-Formulir
Formulir A1
YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS MURIA KUDUS UNIVERSITAS
MURIA KUDUS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Kampus UMK Gondangmanis Bae Kudus Po Box 53
phone/fax.0291-438229
============================================================
Perihal : Pengajuan Dosen Pembimbing Tesis
dan Pilihan Konsentrasi
Kepada : Yth. Ketua Program Studi
Magister Pendidikan Dasar FKIPUMK
di Tempat
Sehubungan dengan rencana penyusunan tesis mahasiswa:
Nama :
NIM :
Program Studi : Magister Pendidikan Dasar
Konsentrasi : 1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar
2. Manajemen Pendidikan Dasar
Judul Tesis :
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
maka kami mengajukan dosen pembimbing sebagaimana berikut, untuk dapat
diproses lebih lanjut:
No Nama Dosen Pembimbing yang diajukan Tanda Tangan
1
2
3
4
Kudus,
Mahasiswa
……………………
113 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir A2
YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS MURIA KUDUS UNIVERSITAS
MURIA KUDUS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Kampus UMK Gondangmanis Bae Kudus Po Box 53
phone/fax.0291-438229
============================================================
PENETAPAN PEMBIMBING TESIS
Dengan hormat, kami memberikan tugas kepada:
1. Nama Dosen : ...............................................................
NIP/NIS : …………………………………….... ..........
Jabatan/Pangkat/Golongan : ...............................................................
2. Nama Dosen : ...............................................................
NIP/NIS : ...............................................................
Jabatan/Pangkat/Golongan : ...............................................................
Untuk berturut-turut menjadi Pembimbing I dan II Tesis yang akan ditulis
oleh mahasiswa berikut:
Nama : ...................................................................
NIM/Semester : ...................................................................
Program Studi : ...................................................................
Topik/Judul : ...................................................................
Mohon untuk dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pembimbing dan mahasiswa dapat melakukan kesepakatan perubahan judul
sesuai perkembangan di lapangan.
Menyetujui Kudus,
Dekan FKIP Ka.Progdi …….
……………….. …………………
114 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir A3
Pernyataan Orisinalitas Naskah Tesis (Magister Pendidikan)
YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS MURIA KUDUS UNIVERSITAS
MURIA KUDUS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Kampus UMK Gondangmanis Bae Kudus Po Box 53
phone/fax.0291-438229
============================================================
PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya:
Nama : ..................................................................................
NIM : ..................................................................................
Program Studi : ..................................................................................
Judul Tesis : ..................................................................................
Menyatakan bahwa tesis ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri dan
sepanjang pengetahuan saya tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau
yang ditulis oleh orang lain atau telah digunakan sebagai persyaratan
penyelesaian studi pada perguruan tinggi lain kecuali pada bagian-bagian
tertentu yang saya ambil sebagai acuan.
Apabila ternyata terbukti pernyataan ini tidak benar, sepenuhnya
menjadi tanggung jawab saya.
Kudus,
Penyusun
……………..........
Nama & TT
115 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir A4
YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS MURIA KUDUS UNIVERSITAS
MURIA KUDUS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Kampus UMK Gondangmanis Bae Kudus Po Box 53
phone/fax.0291-438229
============================================================
KETERANGAN SELESAI BIMBINGAN PROPOSAL TESIS
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama :
NIP/NIS :
Jabatan : Pembimbing I
Nama :
NIP/NIS :
Jabatan : Pembimbing II
menerangkan bahwa
Nama :
NIM/Semester :
program studi :
telah menyelesaikan bimbingan proposal tesis yang berjudul:
……………………………………………………………………………….................
……………………………………………………………………………….................
……………………………………………………………………………….................
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk mengajukan permohonan
seminar proposal.
Pembimbing II Kudus,
Pembimbing I
………………….. …………………
Nama & TT Nama & TT
116 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir A5
YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS MURIA KUDUS UNIVERSITAS
MURIA KUDUS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Kampus UMK Gondangmanis Bae Kudus Po Box 53
phone/fax.0291-438229
============================================================
PERMOHONAN SEMINAR PROPOSAL TESIS
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : …………………………………………………………...................
NIM/Semester : …………………………………………………………...................
Program Studi : …………………………………………………………...................
mengajukan permohonan menempuh seminar proposal
tesis. Bersama ini kami lampirkan:
1. Surat keterangan selesai bimbingan proposal tesis
2. Naskah proposal tesis 3 eksemplar.
3. Transkrip nilai yang telah lulus dengan IPK minimal 3,0.
Mengetahui Kudus,
Ka. Prodi …….. Pemohon
………………. ……………..
Nama & TT Nama & TT
117 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir A6
LEMBAR REVISI SEMINAR PROPOSAL
LEMBAR PERBAIKAN / REVISI SEMINAR PROPOSAL TESIS
Nama Mahasiswa :
N.I.M :
Judul Tesis :
Tim Penguji :
Penguji I :
Penguji II :
Penguji III :
NO BAGIAN REVISI KETERANGAN HALAMAN
Kudus, …………….
Penguji,
…………………………
118 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir A7
NILAI PROPOSAL TESIS MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS
Nama Mahasiswa : ......................................................................................
NIM : ......................................................................................
NO. ASPEK PENILAIAN Nilai Nilai
Maksima Mahasisw
la
1. JUDUL ( 16 )
a. Mencerminkan isi 4
b. Pemilihan kata 4
c. Menarik 4
d. Orisinal 4
2. ISI PROPOSAL TESIS ( 44 )
a. KekinianMasalah (Up to date) 8
b. Keselarasan dengan judul 5
c. Latar Belakang masalah, rumusan, tujuan, 10
kegunaan, ruang lingkup, dan definisi
operasional 10
5
d. Kajian pustaka dan hipotesis (kalau ada) 6
e. Metode Penelitian
f. Kepustakaan
3. PENGGUNAAN BAHASA ( 10 ) 10
Penggunaan bahasa yang baik, benar, dan
berterima 10
10
4. PENAMPILAN DALAM UJIAN (30) 10
a. Penguasaan Materi 100
b. Penguasaan Metodologi
c. Kemampuan Argumentasi
JUMLAH NILAI AKHIR
A = 85 – 100 Kudus, ……………………………
AB = 75 – 84 ( ……………………………….. )
B = 67 – 74
BC = 61 – 66
C = 55 – 60
CD = 45 – 54
D = 35 – 44
E = 0 – 34
119 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir B1
YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS MURIA KUDUS UNIVERSITAS
MURIA KUDUS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Kampus UMK Gondangmanis Bae Kudus Po Box 53
phone/fax.0291-438229
============================================================
KETERANGAN SELESAI BIMBINGAN TESIS
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama :
NIP/NIS :
Jabatan : Pembimbing I
Nama :
NIP/NIS :
Jabatan : Pembimbing II
menerangkan bahwa
Nama :
NIM/Semester :
program studi :
Telah menyelesaikan bimbingan tesis yang berjudul:
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk mengajukan permohonan
ujian terakhir.
Pembimbing II Kudus,
Pembimbing I
………………….. …………………
Nama & TT Nama & TT
120 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir B2
YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS MURIA KUDUS
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Kampus UMK Gondangmanis Bae Kudus Po Box 53
phone/fax.0291-438229
============================================================
PERMOHONAN UJIAN TESIS
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : …………………………………………………………...................
NIM/Semester : …………………………………………………………...................
Program Studi : …………………………………………………………...................
mengajukan permohonan menempuh ujian
tesis. Bersama ini kami lampirkan:
1. Surat pernyataan mahasiswa tentang orisinilitas tesis
2. Surat keterangan selesai bimbingan tesis
3. Naskah tesis 4 eksemplar.
4. Tanda bukti pembayaran biaya tesis
5. Transkrip nilai yang telah lulus dengan IPK minimal 3,0.
Mengetahui Kudus,
Ka. Prodi ……..
Pemohon
……………….
Nama & TT ……………..
Nama & TT
121 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir B3
LEMBAR PERBAIKAN / REVISI TESIS
Nama Mahasiswa :
N.I.M :
Judul Tesis :
Tim Penguji :
Penguji I :
Penguji II :
Penguji III :
Penguji IV :
NO BAGIAN REVISI KETERANGAN HALAMAN
Kudus, …………….
Penguji,
…………………………
122 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Formulir B4
NILAI TESIS MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS
Nama Mahasiswa : ..........................................................................
NIM : ..........................................................................
NO. ASPEK PENILAIAN Nilai Nilai
Maksima Mahasisw
1. JUDUL ( 16 )
la
a. Mencerminkan isi
b. Pemilihan kata 4
c. Menarik 4
d. Orisinal 4
2. NASKAH TESIS ( 44 ) 4
a. KekinianMasalah (Up to date) 8
b. Keselarasan dengan judul 5
c. Keruntutan Pemaparan Ide 10
d. Ketajaman Analisis/Pembahasan 10
e. Operasionalisasi Saran 5
f. Kepustakaan 6
3. PENGGUNAAN BAHASA ( 10 ) 10
Penggunaan bahasa yang baik, benar, dan
berterima 10
4. PENAMPILAN DALAM UJIAN (30) 10
10
a. Penguasaan Materi 100
b. Penguasaan Metodologi
c. Kemampuan Argumentasi
JUMLAH NILAI AKHIR
A = 85 – 100 Kudus, ……………………………
AB = 75 – 84 ( ……………………………….. )
B = 67 – 74
BC = 61 – 66
C = 55 – 60
CD = 45 – 54
D = 35 – 44
123 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
KARTU BIMBINGAN TESIS
NAMA MAHASISWA : ………………………………………………………..
NIM : ………………………………………………………..
PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN DASAR FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIIDKAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS
124 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
Lanjutan Bab yang dikosultasikan Ttd.
No. Hari/Tgl Pembimbing
Kudus,
Pembimbing II
………………………
125 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s
No. Hari/Tgl Bab yang dikosultasikan Ttd.
Pembimbing
126 | P e d o m a n P e n u l i s a n T e s i s