Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 14 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd MODUL AJAR BAB 1 Keanekaragaman Hayati Informasi Umum Modul Ajar Nama Penyusun : MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd Nama Sekolah : SMAN 1 KAMPAR TIMUR Tahun Ajaran : 2023/2024 Fase/Kelas : E/X Alokasi Waktu (menit) : 16 × 45 menit Jumlah Pertemuan : 8 Pertemuan A. Capaian Pembelajaran Capaian Pembelajaran (CP) terdiri atas pemahaman Biologi dan keterampilan proses. 1. Pemahaman Biologi Peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan. 2. Keterampilan Proses Keterampilan siswa yang meliputi (1) mengamati; (2) mempertanyakan dan memprediksi; (3) merencanakan dan melakukan penyelidikan; (4) memproses serta menganalisis data dan informasi; (5) mengevaluasi dan merefleksi; serta (6) mengomunikasikan hasil. B. Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran (TP) Bab 1 sebagai berikut. 1.1 Mengidentifikasi perbedaan keanekaragaman tingkat genetik,tingkat spesies, dan tingkat ekosistem; 1.2 Mendeskripsikan keanekaragaman hayati di Indonesia berserta fungsi dan manfaatnya; 1.3 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciriciri yang dimilikinya; dan 1.4 Merumuskan upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. C. Kata Kunci 1. Biodiversitas 2. Ekosistem 3. Endemik 4. Flora 5. Fauna 6. Genetik 7. Klasifikasi 8. Konservasi 9. Spesies D. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia terhadap lingkungan sekitar. 2. Gotong-royong dengan berkolaborasi bersama teman dalam kegiatan kelompok. E. Sarana dan Prasarana 1. Komputer/laptop 2. LCD proyektor
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 15 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd 3. Papan tulis 4. Spidol F. Target Peserta Didik Peserta didik reguler G. Metode Pembelajaran Menyesuaikan pada setiap pertemuan. H. Moda Pembelajaran Tatap Muka I. Asesmen 1. Asesmen non-kognitif 2. Asesmen kognitif (sumatif) J. Materi Ajar 1. Definisi dan Tingkat Keanekaragaman Hayati 2. Keanekaragaman Hayati di Indonesia 3. Klasifikasi Keanekaragaman Hayati K. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN 1 Topik Definisi dan tingkat keanekaragaman hayati Tujuan Pembelajaran 2.1 Mengidentifikasi perbedaan keanekaragaman tingkat genetik,tingkat spesies, dan tingkat ekosistem. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan definisi dari keanekaragaman hayati serta mengidentifikasi perbedaan tingkatan keanekaragaman hayati. Metode Pembelajaran Ceramah Interaktif dan Diskusi Kelompok Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang Anda ketahui tentang keanekaragaman hayati? 2. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman genetik, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 16 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru menyampaikan definisi keanekaragaman hayati kepada siswa, membahas tentang keanekaragaman genetik, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem. Guru menyampaikan contoh-contoh tingkat keanekaragaman hayati untuk membantu siswa memahami konsep tersebut. 2. Siswa dibagi menjadi kelompok kecil, misalnya 4-5 orang per kelompok. 3. Setiap kelompok diminta untuk berdiskusi dan mencari contoh-contoh keanekaragaman pada tingkat genetik, spesies, dan ekosistem. 4. Setiap kelompok harus menyusun presentasi yang berisi contoh keanekaragaman hayati dan analisis mereka tentang tingkat keanekaragaman tersebut. 5. Bahan presentasi harus dilengkapi gambar yang jelas dan memuat semua informasi yang membuktikan tingkat keanekaragaman yang didiskusikan. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu mempresentasikan hasil diskusi hari ini. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 2 Topik Definisi dan tingkat keanekaragaman hayati Tujuan Pembelajaran 1.1. Mengidentifikasi perbedaan keanekaragaman tingkat genetik,tingkat spesies, dan tingkat ekosistem. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan definisi dari keanekaragaman hayati serta mengidentifikasi perbedaan tingkatan keanekaragaman hayati. Metode Pembelajaran Presentasi Pertanyaan Pemantik Apakah saja contoh dari setiap tingkat keanekaragaman hayati? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 17 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan presentasi yang akan dilakukan B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan analisis mereka pada pertemuan sebelumnya di depan kelas. 2. Guru memimpin diskusi tentang hasil presentasi, serta membimbing siswa untuk memberikan umpan balik atau pertanyaan kepada kelompok lain. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masuk ke topik keanekaragaman hayati di Indonesia. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 3 Topik Keanekaragaman hayati di Indonesia Tujuan Pembelajaran 1.2 Mendeskripsikan keanekaragaman hayati di Indonesia beserta fungsi dan manfaatnya. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat mendeskripsikan fungsi dan manfaat keanekaragaman hayati di Indonesia Metode Pembelajaran Pembelajaran Kooperatif Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang kamu ketahui tentang keanekaragaman hayati di Indonesia? 2. Apa saja manfaat keanekaragaman hayati bagi masyarakat Indonesia? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil untuk melakukan penyelidikan tentang keanekaragaman hayati di Indonesia. 2. Setiap kelompok diminta untuk mencari informasi tentang spesies endemik, ekosistem khas, dan manfaat keanekaragaman hayati bagi masyarakat Indonesia pada LKPD yang disediakan.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 18 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd 3. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. 4. Guru memimpin diskusi tentang hasil presentasi, serta membimbing siswa untuk memberikan umpan balik atau pertanyaan kepada kelompok lain. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masuk ke topik klasifikasi keanekaragaman hayati. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 4 Topik Klasifikasi keanekaragaman hayati Tujuan Pembelajaran 1.3 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok dan Penelitian Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan klasifikasi makhluk hidup? 2. Mengapa penting untuk mengklasifikasikan makhluk hidup? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan dan mencari informasi tentang cara mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki. 2. Siswa diminta untuk melakukan penelitian individu tentang klasifikasi makhluk hidup yang diminati menggunakan buku referensi, internet, atau sumber lainnya. 3. Setelah selesai, setiap siswa mempresentasikan hasil penelitiannya kepada kelompok dan menyusunnya menjadi sebuah presentasi. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 19 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya adalah mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 5 Topik Klasifikasi keanekaragaman hayati Tujuan Pembelajaran 1.3 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. Metode Pembelajaran Presentasi Pertanyaan Pemantik Bagaimana cara mengelompokkan keanekaragaman hayati di lingkungan? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan presentasi yang akan dilakukan B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan analisis mereka pada pertemuan sebelumnya di depan kelas. 2. Guru memimpin diskusi tentang hasil presentasi, serta membimbing siswa untuk memberikan umpan balik atau pertanyaan kepada kelompok lain. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masuk ke topik pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 6 Topik Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia Tujuan Pembelajaran 1.4 Merumuskan upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 20 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat merumuskan upaya pelestarian keanekaragaman hayati khususnya yang ada di Indonesia. Metode Pembelajaran Proyek kelompok Pertanyaan Pemantik 1. Mengapa perlu ada upaya pelestarian keanekaragaman hayati? 2. Apa saja faktor yang mengancam keanekaragaman hayati di Indonesia? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan pembelajaran yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Siswa bersama dengan kelompoknya diberi tugas untuk merumuskan upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang dapat dilakukan di Indonesia. 2. Setiap kelompok diminta untuk mencari solusi dan memberikan alasan mengapa upaya tersebut penting. 3. Selanjutnya siswa bersama kelompoknya diminta untuk menyusun rencana proyek pelestarian keanekaragaman hayati berdasarkan hasil diskusi mereka dengan membuat langkah-langkah konkret, strategi, atau program aksi. 4. Setiap kelompok mempresentasikan rencana proyek mereka di depan kelas untuk mendapatkan tanggapan dan saran dari teman kelompok lain terkait upaya pelestarian yang diusulkan. 5. Guru memberi waktu 1 minggu untuk siswa melaksanakan upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang telah disepakati oleh masing-masing kelompok. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya setiap kelompok harus melaporkan upaya progress upaya yang telah dilakukan dengan presentasi di depan kelas. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 7 Topik Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia Tujuan Pembelajaran 1.4 Merumuskan upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 21 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat merumuskan upaya pelestarian keanekaragaman hayati khususnya yang ada di Indonesia. Metode Pembelajaran Proyek kelompok Pertanyaan Pemantik Apakah proyek upaya melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia yang kalian lakukan sudah selesai? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan presentasi yang akan dilakukan B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Setiap kelompok mempresentasikan progress proyek yang telah dilakukan di depan kelas. 2. Guru memimpin diskusi tentang hasil presentasi, serta membimbing siswa untuk memberikan umpan balik atau pertanyaan kepada kelompok lain. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan diadakan asesmen sumatif lingkup materi (latihan akhir bab). 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 8 Pelaksanaan tes sumatif (latihan akhir bab) REFLEKSI Pendidik Peserta Didik • Apakah dalam pemberian materi dengan metode yang telah dilakukan serta penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan untuk pembelajaran yang akan dilakukan dapat dipahami oleh peserta didik? • Bagian manakah pada rencana pembelajaran yang perlu diperbaiki? • Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap materi atau bahan ajar, pengelolaan kelas, latihan dan penilaian yang telah dilakukan dalam pembelajaran? • Apakah Anda memahami instruksi yang dilakukan untuk pembelajaran? • Apakah media pembelajaran, alat dan bahan mempermudah Anda dalam pembelajaran? • Materi apa yang Anda pelajari pada pembelajaran yang telah dilakukan? • Apakah materi yang disampaikan, didiskusikan, dan dipresentasikan dalam pembelajaran dapat Anda pahami? • Manfaat apa yang Anda peroleh dari materi pembelajaran?
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 22 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd • Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan? • Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh peserta didik? • Sikap positif apa yang Anda peroleh selama mengikuti kegiatan pembelajaran? • Kesulitan apa yang Anda alami dalam pembelajaran? • Apa saja yang Anda lakukan untuk belajar yang lebih baik? Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran NONI LESTARI,M.Sn NIP. 197010121994122001 MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd NIP. 198108162023212019
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 23 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd LAMPIRAN Lampiran 1. Lembar Kerja Peserta Didik LKPD pertemuan 3 Keanekaragaman Hayati di Indonesia A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mendeskripsikan keanekaragaman hayati di Indonesia beserta fungsi dan manfaatnya. B. Pengantar Indonesia dikenal dengan keberagaman flora dan fauna yang melimpah. Keanekaragaman hayati di Indonesia ini dibagi menjadi tiga zona berdasarkan tiga pembagi. Perhatikan peta berikut. C. Bahan Diskusi 1. Siapakah yang membuat garis pembagi pada peta tersebut? Jelaskan satu persatu secara singkat.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 24 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd 2. Bagaimanakah pembagian zona berdasarkan garis tersebut? Sebutkan daerah-daerah yang termasuk ke dalam masing-masing zona. 3. Isilah tabel berikut untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang keanekaragaman hayati di Indonesia. No. Zona Ciri Flora dan Fauna Contoh Flora dan Fauna Status Keberadaan Flora dan Fauna 4. Apa saja fungsi dan manfaat keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia? Lampiran 2. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 1. Jubaedah, E., & Purnami, S. E. (2022). IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2. Handout berikut. Definisi dan Tingkat Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keragaman genetik, spesies, dan ekosistem di Bumi. Ini mencakup variasi dalam organisme hidup dan interaksi kompleks antara mereka dan lingkungan tempat mereka hidup. Keanekaragaman hayati adalah hasil dari proses evolusi yang berlangsung selama jutaan tahun dan memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial yang besar. A. Keanekaragaman Genetik (Genetic Diversity) Merujuk pada variasi genetik yang ada dalam suatu spesies. Keanekaragaman genetik terjadi karena adanya mutasi, rekombinasi genetik, dan variasi genetik lainnya dalam populasi organisme. Contohnya, pada populasi tanaman padi, ada variasi dalam gen yang mengatur warna daun, tinggi tanaman, atau resistensi terhadap penyakit. B. Keanekaragaman Spesies (Species Diversity) Merujuk pada jumlah dan variasi spesies yang ada di suatu wilayah atau ekosistem. Keanekaragaman spesies mencakup perbedaan dalam karakteristik morfologi, perilaku, dan genetik antara spesiesspesies yang berbeda. Contohnya, di hutan hujan Amazon, terdapat berbagai spesies seperti jaguar, kapibara, kelapa sawit, dan berbagai spesies burung yang saling berinteraksi. C. Keanekaragaman Ekosistem
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 25 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd Merujuk pada variasi ekosistem yang ada di suatu wilayah, termasuk berbagai jenis habitat, komunitas organisme, dan interaksi antara mereka. Keanekaragaman ekosistem melibatkan perbedaan dalam struktur dan fungsi ekosistem. Contohnya, terumbu karang di Samudra Pasifik memiliki keanekaragaman hayati yang kaya dengan berbagai jenis karang, ikan, moluska, dan hewan laut lainnya. Keanekaragaman Hayati di Indonesia Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman jenis hayati yang sangat tinggi, dan merupakan gabungan dari kehati Asia maupun Australia (Australasia) dan kawasan pertemuan kedua benua. Luas daratan Indonesia adalah 1.919.440 km dan luas perairan 3.257.483 km dengan garis pantai sepanjang 99.093 km (BIG 2013). Secara geologi, Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia, yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Dua jalur pegunungan tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif sehingga sering disebut sebagai The Pacific Ring of Fire. Hal ini juga menyebabkan Indonesia menjadi kawasan rawan gempa bumi. Pembagian bioregion di Indonesia didasarkan pada bio geografi flora dan fauna yang tersirat oleh adanya garis Wallace (Wallace 1860 dan 1910), garis Webern(Weber 1904), dan garis Lydekker (1896). Pada awalnya, garis Wallace memisahkan wilayah geografi fauna (zoogeography) Asia (Paparan Sunda) dan Australasia. Alfred Russell Wallace menyadari adanya perbedaan pengelompokan fauna antara Borneo dan Sulawesi dan antara Balidan Lombok. Kem udian, garis ini dikonfirmasi dengan teori Antonio Pigafetta, sehingga garis Wallace digeser ke arah timur menjadi garis Weber (Weber 1902). Garis Lydekker merupakan garis biogeografi yang ditarik pad batasan Paparan Sahul (Papua-Australia) yang terletak pada bagian timur Indonesia (Hugh 1992). Pembagian bioregion ini diperkuat oleh hasil penelitian terkini (Berg and Dasmann 1977; Duffels 1990; Maryanto and Higashi 2011). Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka secara biogeografis, Indonesia ditetapkan menjadi 7 (tujuh) bioregion, yaitu (i) Sumatra, (ii) Jawa dan Bali, (iii) Kalimantan, (iv) Sulawesi, (v) Kepulauan Sunda Kecil (Lesser Sunda Island), (vi) Maluku, dan (vii) Papua. Bioregion di Papua memiliki bentang alam luas serta kekayaan keanekaragaman jenis hayati dan endemisme yang tinggi yang mempengaruhi fungsi ekosistemnya. Berikut adalah penjelasan mengenai keanekaragaman hayati di Indonesia beserta fungsi dan manfaatnya. 1. Fungsi Ekologis: ● Pelestarian Ekosistem: Keanekaragaman hayati berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Setiap spesies memiliki peran dan fungsi ekologisnya sendiri, seperti menjaga ketersediaan air, menjaga kesuburan tanah, dan mengatur siklus nutrisi. ● Menjaga Keseimbangan Alam: Keberagaman spesies juga membantu menjaga keseimbangan dalam rantai makanan dan jaring-jaring ekologi. Ketika satu spesies terganggu atau punah, hal ini dapat berdampak pada spesies lainnya dan mengganggu keseimbangan alam. ● Penyerbukan dan Penyebaran Bijian: Banyak spesies tumbuhan di Indonesia yang memerlukan bantuan hewan untuk penyerbukan dan penyebaran biji. Keanekaragaman hayati yang tinggi memastikan terjadinya penyerbukan silang yang penting untuk reproduksi tumbuhan. 2. Fungsi Ekonomi: ● Sumber Daya Alam: Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang bergantung pada keanekaragaman hayatinya. Hutan tropis, perikanan, pertanian, obat-obatan alami, dan hasil hutan lainnya memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi negara.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 26 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd ● Pariwisata: Keanekaragaman hayati yang unik menarik minat wisatawan dari seluruh dunia. Pariwisata alam, seperti penjelajahan hutan, peninjauan flora dan fauna yang langka, dan penyelaman di terumbu karang, memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. 3. Fungsi Sosial dan Budaya: ● Kearifan Lokal dan Budaya: Keanekaragaman hayati di Indonesia mencerminkan kearifan lokal dan keanekaragaman budaya masyarakat setempat. Pengetahuan tradisional tentang penggunaan tumbuhan obat, makanan, dan bahan bangunan didasarkan pada interaksi jangka panjang manusia dengan keanekaragaman hayati. ● Identitas Nasional: Keanekaragaman hayati di Indonesia menjadi identitas nasional yang membanggakan. Flora dan fauna yang unik seperti Komodo, Orangutan, dan Rafflesia menjadi simbol kekayaan alam Indonesia. Klasifikasi Keanekaragaman Hayati Klasifikasi makhluk hidup adalah proses pengelompokkan organisme ke dalam kategori berdasarkan hubungan evolusioner mereka. Dua metode umum yang digunakan dalam klasifikasi makhluk hidup adalah fenogram dan kladogram. 1. Fenogram: Fenogram adalah diagram atau grafik yang menunjukkan hubungan antara organisme berdasarkan kesamaan atau perbedaan dalam karakteristik mereka. Biasanya, fenogram dibuat berdasarkan kesamaan dalam sifat morfologi, anatomi, atau genetik organisme. Pada fenogram, organisme yang memiliki karakteristik yang lebih mirip akan ditempatkan lebih dekat satu sama lain. 2. Kladogram: Kladogram, juga dikenal sebagai pohon filogenetik, adalah diagram cabang yang menunjukkan hubungan kekerabatan antara organisme berdasarkan sejarah evolusioner mereka. Kladogram didasarkan pada analisis data molekuler, seperti urutan DNA atau protein, untuk mengidentifikasi garis keturunan dan titik percabangan dalam evolusi organisme. Kladogram juga mencerminkan sejarah evolusi dan divergensi spesies dari nenek moyang bersama. Lampiran 3. Asesmen Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Observasi Partisipatif Asesmen ini melibatkan pengamatan langsung terhadap perilaku dan partisipasi siswa dalam situasi pembelajaran. Rubrik Penilaian: ● Skala 1-5 untuk mengukur tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. ● Skala 1-5 untuk menilai tingkat keterlibatan siswa dalam diskusi atau kolaborasi dengan teman sekelas. ● Catatan naratif tentang perilaku atau sikap siswa yang mencerminkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Asesmen Sumatif (Akhir Bab) 1. Buku IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X penerbit Grafindo Media Pratama, latihan akhir bab 1 halaman 33–44. 2. Kumpulan soal berikut.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 27 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd LATIHAN BAB 1 A. Pilihan Ganda 1. Keanekaragaman tingkat spesies berkaitan dengan adanya variasi pada .... A. spesies yang berbeda B. individu-individu dalam populasi C. interaksi antara organisme dan lingkungannya D. ekosistem yang berbeda E. faktor abiotik dalam suatu ekosistem 2. Keanekaragaman hayati yang mencakup variasi genetik di dalam suatu populasi disebut sebagai .... A. Keanekaragaman tingkat spesies B. Keanekaragaman tingkat ekosistem C. Keanekaragaman tingkat individu D. Keanekaragaman tingkat genetik E. Keanekaragaman tingkat organisme 3. Salah satu contoh fungsi keanekaragaman hayati adalah .... A. menjaga keseimbangan ekosistem B. meningkatkan emisi gas rumah kaca C. mengurangi keragaman genetik D. mengurangi kerusakan lingkungan E. meningkatkan deforestasi 4. Berikut merupakan salah satu upaya pelestarian keanekaragaman hayati yaitu …. A. meningkatkan eksploitasi sumber daya alam B. menghapus habitat alami C. memperkenalkan spesies invasive D. meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat E. mengubah ekosistem alami 5. Proses pengelompokan dan pengaturan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimilikinya disebut sebagai .... A. evolusi B. adaptasi C. klasifikasi D. habitat E. symbiosis 6. Dalam sistem klasifikasi, tingkatan taksonomi dari yang terkecil hingga terbesar adalah .... A. Famili - Ordo - Kelas - Filum - Kingdom B. Ordo - Famili - Kelas - Filum - Kingdom C. Kingdom - Filum - Kelas - Ordo - Famili D. Filum - Kingdom - Kelas - Ordo - Famili E. Kingdom - Filum - Kelas - Famili - Ordo 7. Zona Wallace merupakan zona keanekaragaman hayati di Indonesia yang meliputi wilayah .... A. Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara B. Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku C. Sumatera, Jawa, dan Bali D. Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara E. Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi 8. Makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri yang sama dikelompokkan dalam kategori yang disebut .... A. Genus D. Kelas B. Spesies E. Kingdom C. Filum 9. Cabang ilmu Biologi yang berhubungan dengan klasifikasi makhluk hidup adalah .... A. taksonomi D. sitologi B. virologi E. anatomi C. ekologi 10. Salah satu manfaat klasifikasi makhluk hidup adalah .... A. menjaga keseimbangan ekosistem B. meningkatkan efisiensi fotosintesis C. menghasilkan energi alternatif D. mengurangi efek rumah kaca E. mempercepat evolusi makhluk hidup B. Uraian 1. Jelaskan perbedaan antara keanekaragaman tingkat genetik, tingkat spesies, dan tingkat ekosistem. 2. Jelaskan keanekaragaman hayati di Indonesia beserta beberapa fungsi dan manfaatnya. 3. Jelaskan konsep klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya.
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 28 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd 4. Jelaskan beberapa upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. 5. Apa pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan manusia? Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif A. Pilihan Ganda No. Soal Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 A Benar 1 Salah 0 2 D Benar 1 Salah 0 3 A Benar 1 Salah 0 4 C Benar 1 Salah 0 5 D Benar 1 Salah 0 6 D Benar 1 Salah 0 7 E Benar 1 Salah 0 8 B Benar 1 Salah 0 9 A Benar 1 Salah 0 10 A Benar 1 Salah 0 Jumlah skor maksimal 10 B. Uraian No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 ● Keanekaragaman tingkat genetik mengacu pada variasi genetik yang ada di dalam suatu populasi. Variasi ini dapat terjadi melalui mutasi dan rekombinasi genetik. ● Keanekaragaman tingkat spesies mengacu pada jumlah dan variasi spesies yang ada di suatu daerah atau ekosistem. Setiap spesies memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang unik. ● Keanekaragaman tingkat ekosistem mengacu pada variasi dalam komunitas organisme dan interaksi mereka dengan lingkungan fisik di suatu ekosistem. Hal ini meliputi keragaman hayati dan interaksi antara organisme, seperti rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 2 ● Menjaga keseimbangan ekosistem dan siklus materi di alam. Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Penentuan nilai:
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 29 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor ● Membantu menjaga kestabilan iklim dan mengurangi dampak perubahan iklim. ● Menyediakan sumber daya alam seperti makanan, obat-obatan, bahan bangunan, dan bahan kerajinan. ● Mendukung industri pariwisata dan meningkatkan ekonomi lokal. ● Memiliki nilai estetika dan keindahan alam yang dapat dinikmati oleh manusia. Tidak dijawab 0 3 Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan dan pengaturan organisme berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang mereka miliki. Organisme yang memiliki ciri-ciri yang mirip dikelompokkan bersama ke dalam takson atau kelompok yang lebih besar. Sistem klasifikasi umumnya menggunakan hierarki taksonomi yang mencakup tingkatan seperti kerajaan, filum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies. Ciri-ciri yang digunakan dalam klasifikasi meliputi morfologi (bentuk fisik), anatomis (struktur tubuh), fisiologi (fungsi organisme), genetik (keturunan dan sejarah evolusi), dan ekologi (peran dalam ekosistem). Benar dan tepat 5 Kurang lengkap 3 Tidak dijawab 0 4 ● Pembentukan taman nasional, cagar alam, dan kawasan konservasi untuk melindungi habitat alami dan spesies-spesies yang langka atau terancam punah. ● Pengembangan program pemuliaan dan penangkaran untuk spesies yang terancam punah. ● Edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati melalui kampanye, pelatihan, dan program sosialisasi. ● Pengaturan dan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal seperti perburuan liar, perburuan satwa, dan perdagangan ilegal spesies terancam. ● Pengembangan kebijakan yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, seperti pemberian insentif bagi masyarakat yang menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem. Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 5 ● Menyediakan sumber daya alam seperti pangan, obat-obatan, bahan bangunan, dan bahan kerajinan. ● Menjaga keseimbangan ekosistem dan siklus materi di alam. ● Membantu menjaga kestabilan iklim dan mengurangi dampak perubahan iklim. ● Mendukung industri pariwisata dan meningkatkan ekonomi lokal. ● Memiliki nilai estetika dan keindahan alam yang memberikan kepuasan dan kebahagiaan manusia. Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 Jumlah skor maksimal 15 Penentuan nilai:
Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 30 By Mitiar Hamid Kampai S.Pd Lampiran 4. Glosarium Fungi : kingdom sekelompok makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mendapatkan nutrisi dari dengan menyerap zat-zat makanan di lingkungan sekitarnya. kladogram : diagram percabangan yang mewakili perkiraan terbaik dari silsilah evolusi organisme Monera : kingdom sekelompok makhluk hidup uniseluler dan tidak memiliki membran inti. tumbuhan epifit : tumbuhan yang tumbuh dengan cara menumpang pada tumbuhan lain sebagai termpat hidupnya. tumbuhan konifer : tumbuhan berbiji terbuka yang memiliki runjung sebagai organ pembawa biji. tumbuhan liana : tumbuhan memanjat dan membelit pada tumbuhan lain untuk memperoleh cahaya matahari. tumbuhan xerofit : tumbuhan yang hidup di daerah kering. Wallacea : wilayah antara garis Wallace dan garis Lydekker Lampiran 5. Daftar Pustaka ● Convention on Biological Diversity. (1992). Convention on Biological Diversity. Diakses dari https://www.cbd.int/convention/ ● Global Environment Facility. (2004). Biodiversity Conservation: A Guide for NGOs. Diakses dari https://www.thegef.org/sites/default/files/publications/biodiversity-conservationguide-ngos-2004.pdf ● Indonesian Biodiversity Strategy Action Plan 2015-2020. Diakses dari https://balaikliringkehati.menlhk.go.id/kehati-indonesia/ikhtisar-kehati-indonesia/ ● Mayr, E., & Ashlock, P. D. (1991). Principles of Systematic Zoology. McGraw-Hill Education. ● Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia. (2016). Biodiversity Profile of Indonesia. Diakses dari http://www.biodiv-indonesia.or.id/en/ ● Nelson, J. S., & Cox, M. M. (2013). Principles of Biochemistry. W.H. Freeman and Company. ● United Nations Environment Programme. (2019). Global Biodiversity Outlook 5. Diakses dari https://www.cbd.int/gbo5
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 31 MODUL AJAR BAB 2 Virus Informasi Umum Modul Ajar Nama Penyusun : MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd Nama Sekolah : SMAN 1 KAMPAR TIMUR Tahun Ajaran : 2023-2024 Fase/Kelas : E/X Alokasi Waktu (menit) : 20 × 45 menit Jumlah Pertemuan : 10 Pertemuan A. Capaian Pembelajaran Capaian Pembelajaran (CP) terdiri atas pemahaman Biologi dan keterampilan proses. 1. Pemahaman Biologi Peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan. 2. Keterampilan Proses Keterampilan siswa yang meliputi (1) mengamati; (2) mempertanyakan dan memprediksi; (3) merencanakan dan melakukan penyelidikan; (4) memproses serta menganalisis data dan informasi; (5) mengevaluasi dan merefleksi; serta (6) mengomunikasikan hasil. B. Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran (TP) Bab 2 sebagai berikut. 2.1.Memahami dan mendeskripsikan virus dan karakteristik yang dimilikinya; 2.2.Membandingkan daur litik dan lisogenik pada proses reproduksi virus; 2.3.Mengklasifikasikan virus berdasarkan beberapa karakter yang dimilikinya; dan 2.4.Menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. 2.5.Merumuskan cara yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit akibat virus. C. Kata Kunci 1. Bakteriofag 2. Kapsid 3. Lisogenik 4. Litik 5. Patogen 6. Prophage 7. Replikasi 8. Selubung 9. Vaksin D. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia terhadap lingkungan sekitar. 2. Bernalar kritis dengan memproses dan memanfaatkan berbagai informasi. 3. Gotong-royong dengan berkolaborasi bersama teman dalam kegiatan kelompok. E. Sarana dan Prasarana 1. Komputer/laptop
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 32 2. LCD proyektor 3. Papan tulis 4. Spidol F. Target Peserta Didik Peserta didik reguler G. Metode Pembelajaran Menyesuaikan pada setiap pertemuan. H. Moda Pembelajaran Tatap Muka I. Asesmen 1. Asesmen non-kognitif 2. Asesmen kognitif (sumatif) J. Materi Ajar 1. Virus dan Karakteristiknya 2. Klasifikasi Virus 3. Peranan Virus Bagi Kehidupan 4. Pencegahan Penyebaran Penyakit Akibat Virus K. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN 1 Topik Virus dan Karakteristiknya Tujuan Pembelajaran 2.1. Memahami dan mendeskripsikan virus dan karakteristik yang dimilikinya; Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat membandingkan daur litik dan lisogenik pada proses reproduksi virus. Metode Pembelajaran Ceramah dan Diskusi Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan virus? 2. Apa karakteristik utama yang dimiliki oleh virus? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 33 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memberikan ceramah tentang konsep dasar virus dan karakteristik utama yang dimiliki oleh virus. 2. Setelah ceramah, dilakukan diskusi kelas untuk mengklarifikasi konsep dan memperdalam pemahaman siswa tentang virus. 3. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengetahuan mereka tentang virus. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya sudah masuk ke topik reproduksi virus. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 2 Topik Virus dan Karakteristiknya Tujuan Pembelajaran 2.2. Membandingkan daur litik dan lisogenik pada proses reproduksi virus. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat membandingkan daur litik dan lisogenik pada proses reproduksi virus. Metode Pembelajaran Demonstrasi dan Diskusi Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan daur litik pada reproduksi virus? 2. Apa yang dimaksud dengan daur lisogenik pada reproduksi virus? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru melakukan demonstrasi tentang daur litik dan lisogenik pada proses reproduksi virus. 2. Siswa mengamati dan mencatat langkah-langkah yang terjadi selama demonstrasi. 3. Siswa diminta mengulangi demonstrasi yang sudah dilakukan guru dan bersama-sama menggambarkannya di papan tulis.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 34 4. Setelah demonstrasi selesai, dilakukan diskusi kelas untuk membandingkan daur litik dan lisogenik serta memahami perbedaan antara keduanya. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masuk ke topik keanekaragaman hayati di Indonesia. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 3 Topik Klasifikasi Virus Tujuan Pembelajaran 2.3. Mengklasifikasikan virus berdasarkan beberapa karakter yang dimilikinya. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat mengklasifikasikan virus berdasarkan beberapa karakter yang dimilikinya. Metode Pembelajaran Penugasan Individu dan Presentasi Pertanyaan Pemantik Bagaimana kita dapat mengklasifikasikan virus berdasarkan karakteristik yang dimilikinya? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan penelitian tentang berbagai jenis virus dan mengklasifikasikannya berdasarkan karakteristik yang dimiliki. 2. Siswa melakukan penelitian secara mandiri dan mengumpulkan informasi tentang virus yang mereka teliti. 3. Setiap siswa mempresentasikan hasil penelitian dan klasifikasinya kepada kelas. 4. Setelah setiap presentasi, dilakukan diskusi kelas untuk membandingkan dan menyimpulkan karakteristik yang dimiliki oleh berbagai jenis virus. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 35 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masuk ke topik peran virus bagi kehidupan. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 4 Topik Peran virus bagi kehidupan Tujuan Pembelajaran 2.4. Menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. Metode Pembelajaran Proyek Kelompok dan Diskusi Pertanyaan Pemantik 1. Bagaimana virus berperan dalam kehidupan sehari-hari kita? 2. Apa manfaat dan dampak dari peran virus tersebut? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil. 2. Setiap kelompok melakukan proyek penelitian tentang peran virus dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, peran virus dalam industri makanan atau kesehatan. 3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil penelitian mereka kepada kelas. 4. Setelah setiap presentasi, dilakukan diskusi kelompok tentang implikasi dan manfaat peran virus dalam kehidupan sehari-hari. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan melakukan eksperimen yang melibatkan virus. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 36 PERTEMUAN 5 Topik Peran virus bagi kehidupan Tujuan Pembelajaran 2.4. Menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. Metode Pembelajaran Eksperimen dan Diskusi Pertanyaan Pemantik 1. Bagaimana perubahan lingkungan dapat mempengaruhi penyebaran virus? 2. Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif perubahan lingkungan terhadap penyebaran virus? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru menyiapkan beberapa contoh eksperimen yang melibatkan virus dan dampaknya terhadap organisme hidup. 2. Siswa melakukan eksperimen dan mengamati dampak virus terhadap organisme hidup yang diteliti. 3. Setelah eksperimen selesai, dilakukan diskusi kelas untuk menganalisis hasil eksperimen dan membahas implikasi perubahan lingkungan terhadap penyebaran virus. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan belajar kelompok sambil bermain peran. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 6 Topik Peran virus bagi kehidupan Tujuan Pembelajaran 2.4. Menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 37 Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok dan Permainan Peran Pertanyaan Pemantik Bagaimana pengetahuan tentang virus dapat diterapkan dalam konteks keanekaragaman hayati? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan pembelajaran yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. 2. Setiap kelompok diberikan skenario tentang situasi di mana pengetahuan tentang virus dapat diterapkan untuk memahami dan memecahkan masalah keanekaragaman hayati. 3. Setiap kelompok melakukan diskusi dan permainan peran untuk menggambarkan penerapan pengetahuan mereka. 4. Setelah setiap diskusi dan permainan peran, dilakukan refleksi dan diskusi kelas tentang manfaat dan relevansi penerapan pengetahuan tentang virus dalam keanekaragaman hayati. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya pengaruh virus terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 7 Topik Peran virus bagi kehidupan Tujuan Pembelajaran 2.4. Menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. Metode Pembelajaran Penugasan Individu dan Diskusi Reflektif Pertanyaan Pemantik Bagaimana virus dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati dan ekosistem?
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 38 A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan pembelajaran yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan penelitian tentang dampak virus terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem. 2. Siswa melakukan penelitian secara mandiri dan mengumpulkan informasi tentang dampak yang ditimbulkan. 3. Setelah penelitian selesai, dilakukan diskusi kelas untuk membagikan hasil penelitian, menganalisis dampak virus, dan mendiskusikan upaya pemulihan yang dapat dilakukan. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masuk ke topik pencegahan penyebaran penyakit akibat virus. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 8 Topik Pencegahan penyebaran penyakit virus Tujuan Pembelajaran 2.5 Merumuskan cara yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit akibat virus. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat merumuskan cara yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit akibat virus. Metode Pembelajaran Penelitian Mandiri dan Diskusi Pertanyaan Pemantik Apa strategi yang dapat kita terapkan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit virus? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 39 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan pembelajaran yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan penelitian mandiri tentang strategi pencegahan dan pengendalian penyakit virus. 2. Siswa mengumpulkan informasi tentang berbagai strategi yang dapat digunakan. 3. Setelah penelitian selesai, dilakukan diskusi kelas untuk membagikan hasil penelitian dan menganalisis keefektifan serta implikasi strategi yang diusulkan. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan melakukan refleksi tentang pembelajaran materi virus. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 9 Topik Pencegahan penyebaran penyakit virus Tujuan Pembelajaran 3.5. Merumuskan cara yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit akibat virus. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat merumuskan cara yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit akibat virus. Metode Pembelajaran Presentasi dan Evaluasi Mandiri Pertanyaan Pemantik Apa yang telah kita pelajari tentang virus dan keanekaragaman hayati? Bagaimana pengetahuan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan pembelajaran yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Setiap siswa mempersiapkan presentasi individu yang mencakup pemahaman mereka tentang virus dan keanekaragaman hayati. 2. Siswa mempresentasikan hasil penelitian mereka kepada kelas.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 40 3. Setelah setiap presentasi, dilakukan diskusi dan evaluasi mandiri untuk merangkum pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran dan merenungkan penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan diadakan asesmen sumatif lingkup materi (latihan akhir bab). 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 10 Pelaksanaan tes sumatif (latihan akhir bab) REFLEKSI Pendidik Peserta Didik • Apakah dalam pemberian materi dengan metode yang telah dilakukan serta penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan untuk pembelajaran yang akan dilakukan dapat dipahami oleh peserta didik? • Bagian manakah pada rencana pembelajaran yang perlu diperbaiki? • Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap materi atau bahan ajar, pengelolaan kelas, latihan dan penilaian yang telah dilakukan dalam pembelajaran? • Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan? • Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh peserta didik? • Apakah Anda memahami instruksi yang dilakukan untuk pembelajaran? • Apakah media pembelajaran, alat dan bahan mempermudah Anda dalam pembelajaran? • Materi apa yang Anda pelajari pada pembelajaran yang telah dilakukan? • Apakah materi yang disampaikan, didiskusikan, dan dipresentasikan dalam pembelajaran dapat Anda pahami? • Manfaat apa yang Anda peroleh dari materi pembelajaran? • Sikap positif apa yang Anda peroleh selama mengikuti kegiatan pembelajaran? • Kesulitan apa yang Anda alami dalam pembelajaran? • Apa saja yang Anda lakukan untuk belajar yang lebih baik? Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran NONI LESTARI,M.Sn NIP. 197010121994122001 MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd NIP. 198108162023212019
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 41 LAMPIRAN Lampiran 1. Lembar Kerja Peserta Didik LKPD pertemuan 4 Peran Virus di Kehidupan Sehari-hari A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. B. Pengantar Peran virus dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam. Meskipun banyak diketahui sebagai penyebab penyakit, virus juga memiliki peran penting dalam beberapa bidang kehidupan dan ekosistem. Contohnya di bidang kedokteran, industri, pertanian, lingkungan, dan bioteknologi. C. Bahan Diskusi 1. Pilihlah satu bidang kehidupan di mana virus berperan di dalamnya Jelaskan secara rinci bagaimana peran virus pada bidang tersebut disertai contohnya. 2. Apakah keberadaan virus pada bidang yang kalian pilih memiliki dampak positif dan negatif? Jika iya, sebutkan secara lengkap. Lampiran 2. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 1. Jubaedah, E., & Purnami, S. E. (2022). IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2. Handout berikut. Virus dan Karakteristiknya Virus adalah entitas mikroskopis yang menginfeksi makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Mereka terdiri dari materi genetik dalam bentuk DNA atau RNA yang diliputi oleh sebuah lapisan protein yang disebut kapsid. Virus tidak dapat berkembang biak sendiri dan membutuhkan sel inang untuk mereplikasi diri mereka. Ketika virus menginfeksi sel inang, mereka mengambil alih mesin replikasi sel untuk memproduksi salinan virus yang baru. Karakteristik utama dari virus adalah: 1. Ukuran Mikroskopis: Virus sangat kecil, dengan ukuran berkisar antara 20 hingga 300 nanometer. Mereka hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. 2. Struktur Sederhana: Virus terdiri dari materi genetik yang dikelilingi oleh kapsid protein. Beberapa virus memiliki lapisan lipid tambahan yang disebut selubung. 3. Materi Genetik: Virus dapat memiliki DNA atau RNA sebagai materi genetik mereka. DNA atau RNA ini dapat berupa untai tunggal atau ganda, tergantung pada jenis virusnya. 4. Infeksi Sel Inang: Virus memerlukan sel inang untuk mereplikasi diri. Mereka melekat pada permukaan sel inang dan menginfeksinya dengan memasukkan materi genetiknya ke dalam sel. Virus kemudian menggunakan mesin replikasi sel inang untuk menghasilkan salinan diri mereka. 5. Spesifisitas Host: Setiap virus memiliki spesifisitas host yang spesifik, artinya mereka hanya dapat menginfeksi jenis organisme atau sel inang tertentu. Misalnya, virus flu manusia hanya dapat menginfeksi sel-sel yang ditemukan dalam tubuh manusia.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 42 6. Evolusi Cepat: Virus memiliki tingkat mutasi yang tinggi, sehingga mereka dapat mengalami perubahan genetik yang cepat. Ini memungkinkan virus untuk menghindari sistem kekebalan tubuh dan menghasilkan varian baru yang mungkin lebih menular atau berbahaya. 7. Penyakit: Virus dapat menyebabkan berbagai penyakit pada organisme yang terinfeksi, mulai dari penyakit ringan seperti pilek hingga penyakit serius seperti AIDS, Ebola, dan COVID-19. Klasifikasi Virus Klasifikasi virus didasarkan pada sejumlah karakteristik, termasuk jenis materi genetiknya, struktur virus, jenis sel inang yang dapat diinfeksi, dan hubungannya dengan jenis penyakit yang disebabkan. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang klasifikasi virus: 1. Klasifikasi berdasarkan Jenis Materi Genetik: a. Virus DNA: Virus ini memiliki materi genetik berupa DNA. Contohnya adalah virus herpes dan virus hepatitis B. b. Virus RNA: Virus ini memiliki materi genetik berupa RNA. Contohnya adalah virus influenza dan virus HIV. 2. Klasifikasi berdasarkan Struktur Virus: a. Virus Enveloped: Virus ini memiliki lapisan lipid tambahan yang disebut selubung. Contohnya adalah virus herpes dan virus influenza. b. Virus Non-enveloped: Virus ini tidak memiliki selubung lipid. Contohnya adalah virus polio dan virus norovirus. 3. Klasifikasi berdasarkan Jenis Sel Inang yang Dapat Diinfeksi: a. Virus Manusia: Virus ini hanya dapat menginfeksi manusia. Contohnya adalah virus HIV dan virus influenza. b. Virus Hewan: Virus ini dapat menginfeksi hewan, termasuk mamalia, burung, dan serangga. Contohnya adalah virus rabies dan virus influenza burung. c. Virus Tumbuhan: Virus ini dapat menginfeksi tumbuhan. Contohnya adalah virus mosaic dan virus kuning daun. 4. Klasifikasi berdasarkan Jenis Penyakit yang Disebabkan: a. Virus Respiratori: Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan, seperti influenza dan virus yang menyebabkan pilek. b. Virus Hepatitis: Virus ini menyebabkan penyakit hati, seperti virus hepatitis A, B, C, D, dan E. c. Virus Neurologis: Virus ini menyebabkan penyakit yang melibatkan sistem saraf, seperti virus rabies dan virus ensefalitis. d. Virus Onkogenik: Virus ini dapat menyebabkan kanker, seperti Human Papillomavirus (HPV) yang terkait dengan kanker serviks. Peran Virus Bagi Kehidupan Peran virus bagi kehidupan sangat kompleks dan memiliki dampak yang signifikan. Meskipun virus sering kali dikaitkan dengan penyakit dan infeksi, ada beberapa peran penting yang dimainkan oleh virus dalam ekosistem dan proses biologis. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang peran virus bagi kehidupan: 1. Pengendali Populasi Organisme: Virus dapat berperan sebagai agen pengendali populasi organisme. Mereka dapat menginfeksi dan mengendalikan populasi bakteri, alga, atau organisme lain yang dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih atau kehancuran ekosistem
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 43 tertentu. Dalam hal ini, virus berfungsi sebagai predator mikrob yang mengatur keseimbangan ekosistem. 2. Transfer Gen: Virus dapat bertindak sebagai vektor dalam transfer gen antara organisme. Mereka dapat membawa materi genetik dari satu organisme ke organisme lainnya melalui proses yang disebut transduksi. Transfer gen virus dapat memiliki implikasi evolusioner, seperti membawa gen resistensi antibiotik dari satu bakteri ke bakteri lainnya. 3. Keseimbangan Ekosistem: Virus berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi organisme tertentu. Ketika satu spesies organisme tumbuh terlalu banyak, virus dapat menginfeksi dan mengurangi jumlah individu, mencegah penyebaran yang berlebihan dan menjaga keseimbangan ekosistem. 4. Peran dalam Evolusi: Virus memiliki peran penting dalam evolusi organisme. Mereka dapat menyebabkan mutasi pada materi genetik organisme inang mereka, yang dapat mengarah pada perubahan genetik yang signifikan. Hal ini dapat menyebabkan perkembangan variasi baru dalam spesies organisme, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi adaptasi dan kelangsungan hidup mereka. 5. Penelitian dan Kesehatan: Virus telah menjadi subjek penelitian yang sangat penting dalam bidang kedokteran dan ilmu biologi. Melalui penelitian tentang virus, kita memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang proses infeksi, penyakit yang disebabkan oleh virus, dan strategi pengendalian yang efektif. Hal ini memungkinkan pengembangan vaksin, pengobatan antivirus, dan pencegahan penyakit yang lebih baik. Pencegahan Penyebaran Penyakit Akibat Virus Pencegahan penyebaran penyakit akibat virus sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari infeksi. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah penyebaran penyakit akibat virus: 1. Vaksinasi: Vaksinasi adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit virus. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus tertentu jika terpapar. Dengan mendapatkan vaksinasi yang sesuai, seseorang dapat mengurangi risiko terkena penyakit dan mencegah penyebaran virus ke populasi lainnya. 2. Cuci Tangan yang Baik: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah langkah penting dalam mencegah penyebaran virus. Cuci tangan harus dilakukan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bersin atau batuk, dan setelah menyentuh permukaan yang mungkin terkontaminasi. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol dengan setidaknya 60% alkohol. 3. Menjaga Kebersihan Lingkungan: Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, tombol lift, dan meja kerja, dapat membantu mengurangi risiko penyebaran virus. Gunakan pembersih rumah tangga atau disinfektan yang efektif dalam membunuh virus. 4. Menutup Mulut dan Hidung saat Bersin atau Batuk: Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lipatan siku saat bersin atau batuk. Jika menggunakan tisu, segera buang tisu tersebut dan cuci tangan. Jika tidak ada tisu, hindari menutupi mulut dan hidung dengan tangan telanjang. 5. Menjaga Jarak Fisik: Hindari kontak langsung dengan orang yang sakit atau menunjukkan gejala penyakit. Selalu pertahankan jarak fisik minimal satu meter atau lebih untuk mengurangi risiko penularan melalui percikan air liur atau tetesan pernapasan.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 44 6. Gunakan Masker: Gunakan masker wajah yang menutupi hidung dan mulut saat berada di tempat-tempat umum atau di sekitar orang lain, terutama jika sulit menjaga jarak fisik. Masker membantu mencegah penyebaran tetesan pernapasan yang mengandung virus. 7. Praktik Kebersihan Tangan dan Higiene Pribadi: Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, kecuali setelah mencuci tangan dengan bersih. Jaga kebersihan pribadi dengan mandi secara teratur, mengganti pakaian yang kotor, dan menjaga kebersihan lingkungan pribadi. Lampiran 3. Asesmen Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Survei Sikap atau Minat Asesmen ini bertujuan untuk mengukur sikap atau minat siswa terhadap topik atau subjek tertentu. Rubrik Penilaian: ● Skala Likert dengan pernyataan yang berkaitan dengan topik tertentu. ● Contoh pernyataan: "Saya merasa tertarik dengan topik ini" atau "Saya merasa percaya diri dalam mempelajari hal-hal yang terkait dengan topik ini." ● Skala 1-5 untuk menilai tingkat kesesuaian antara minat siswa dan topik yang dipelajari. Asesmen Sumatif (Akhir Bab) 1. Buku IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X penerbit Grafindo Media Pratama, latihan akhir bab 1 halaman 73–84. 2. Kumpulan soal berikut. LATIHAN BAB 2 A. Pilihan Ganda 1. Berikut merupakan pengertian yang tepat untuk istilah virus, yaitu .... A. sel prokariotik B. sel eukariotik C. makhluk hidup D. organisme bersel satu E. parasit intraseluler obligat 2. Daur litik pada reproduksi virus adalah proses di mana .... A. virus menggabungkan materi genetiknya ke dalam kromosom inang B. virus menyebabkan sel inang meledak dan menghasilkan virus baru C. virus menggandakan dirinya sendiri dalam inti sel inang D. virus menyebabkan terbentuknya tumor pada inang E. virus menyebabkan perubahan pada sel inang yang berlangsung secara lambat 3. Lisogenik pada reproduksi virus adalah proses di mana .... A. virus menggabungkan materi genetiknya ke dalam kromosom inang B. virus menyebabkan sel inang meledak dan menghasilkan virus baru C. virus menggandakan dirinya sendiri dalam inti sel inang D. virus menyebabkan terbentuknya tumor pada inang
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 44 E. virus menyebabkan perubahan pada sel inang yang berlangsung secara lambat 4. Klasifikasi virus dapat didasarkan pada .... A. bentuk fisiknya B. warna sel inang yang terinfeksi C. jumlah kromosom inang yang diambil oleh virus D. kecepatan replikasi virus dalam inang E. komposisi kimia virus 5. Perubahan lingkungan seperti perubahan iklim dan deforestasi dapat berdampak terhadap penyebaran virus karena …. A. membuat virus lebih resisten terhadap obat-obatan B. mengubah kebiasaan makan vektor penular C. meningkatkan resistensi inang terhadap virus D. mengurangi kemampuan virus untuk bereplikasi dalam sel inang E. menurunkan tingkat mutasi pada genom virus 6. Keanekaragaman hayati dapat dipengaruhi oleh virus melalui .... A. penciptaan spesies baru B. peningkatan populasi inang C. pemusnahan tumbuhan dan hewan D. pengurangan kepadatan populasi bakteri E. penyebaran penyakit pada manusia 7. Strategi pencegahan dan pengendalian penyakit virus meliputi .... A. vaksinasi, karantina, dan penggunaan obat antivirus B. penggunaan antibiotik pada inang yang terinfeksi C. pemusnahan semua serangga vektor D. pembatasan perjalanan internasional E. penyembuhan melalui ramuan herbal 8. Dampak virus terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem dapat meliputi .... A. penurunan populasi bakteri B. penyakit pada hewan liar C. kelebihan nutrien di lingkungan perairan D. perubahan dalam interaksi antara spesies E. penurunan tingkat mutasi dalam populasi 9. Salah satu contoh penyakit yang disebabkan oleh virus pada manusia adalah .... A. Malaria D. Sipilis B. TBC E. Asma C. Hepatitis B 10. Virus yang menyerang tanaman dapat menyebabkan .... A. peningkatan hasil panen B. penyakit pada manusia C. penurunan kepadatan hewan di sekitar tanaman D. penyakit pada hewan ternak E. kerusakan pada daun, batang, dan akar tanaman B. Uraian 1. Jelaskan perbedaan antara daur litik dan lisogenik pada proses reproduksi virus. 2. Bagaimana perubahan lingkungan dapat mempengaruhi penyebaran virus? 3. Apa saja karakteristik yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan virus? 4. Bagaimana dampak virus terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem? 5. Sebutkan beberapa strategi pencegahan dan pengendalian penyakit virus.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 45 Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif A. Pilihan Ganda No. Soal Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 E Benar 1 Salah 0 2 B Benar 1 Salah 0 3 A Benar 1 Salah 0 4 A Benar 1 Salah 0 5 B Benar 1 Salah 0 6 C Benar 1 Salah 0 7 A Benar 1 Salah 0 8 D Benar 1 Salah 0 9 C Benar 1 Salah 0 10 E Benar 1 Salah 0 Jumlah skor maksimal 10 B. Uraian No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 Daur litik adalah proses di mana virus menginfeksi sel inang, mereplikasi dirinya, dan akhirnya menyebabkan sel inang meledak untuk melepaskan virus baru. Sementara itu, lisogenik adalah proses di mana virus menggabungkan materi genetiknya ke dalam kromosom inang dan tinggal dalam keadaan laten, tidak menyebabkan kerusakan segera pada sel inang. Virus dalam keadaan lisogenik dapat aktif kembali dan beralih ke daur litik jika teraktivasi oleh faktor-faktor tertentu. Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 2 Perubahan lingkungan, seperti perubahan iklim dan deforestasi, dapat mempengaruhi penyebaran virus. Misalnya, perubahan iklim dapat mengubah kebiasaan makan vektor penular virus, seperti nyamuk atau kutu. Deforestasi dapat mengurangi habitat alami hewanhewan yang menjadi inang virus dan mempercepat kontak antara manusia dan hewan liar yang berpotensi membawa virus baru. Hal ini dapat meningkatkan risiko penularan virus dari hewan ke manusia. Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 3 Virus dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa karakteristik, seperti bentuk fisiknya (misalnya, heliks atau ikosahedral), jenis genomnya (misalnya, RNA atau Benar dan tepat 5 Kurang lengkap 3 Tidak dijawab 0 Penentuan nilai:
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 46 No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor DNA), cara replikasinya dalam sel inang (misalnya, daur litik atau lisogenik), inang yang diinfeksinya (misalnya, manusia, hewan, atau tumbuhan), serta komposisi kimia dan struktur protein yang dimilikinya. 4 Virus dapat memiliki dampak terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem. Misalnya, virus dapat menyebabkan penyakit pada hewan liar, mengurangi populasi bakteri yang berperan penting dalam siklus nutrisi, serta menyebabkan perubahan dalam interaksi antara spesies. Virus juga dapat menyebabkan penurunan populasi atau kerusakan pada tumbuhan, yang dapat berdampak pada rantai makanan dan ekosistem secara keseluruhan. Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 5 Strategi pencegahan dan pengendalian penyakit virus meliputi vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan individu atau populasi, karantina untuk membatasi penyebaran virus, penggunaan obat antivirus untuk menghambat replikasi virus dalam tubuh, serta pengendalian vektor penular seperti nyamuk atau kutu. Tindakan sanitasi yang baik, seperti mencuci tangan secara teratur, juga dapat membantu mencegah penyebaran virus. Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 Jumlah skor maksimal 15 Lampiran 4. Glosarium daur litik : proses replikasi virus di dalam sel inang yang mengakibatkan penghancuran sel inang tersebut dan pelepasan virus-virus baru. genom : seluruh materi genetik yang terdiri dari asam nukleat (dna atau rna) yang dimiliki oleh suatu virus. higienitas : tindakan menjaga kebersihan dan kebersihan pribadi untuk mencegah penyebaran virus dan penyakit. klasifikasi virus : pengelompokan virus berdasarkan karakteristik fisik, genetik, dan siklus replikasi mereka. patogen : organisme seperti virus, bakteri, atau jamur yang dapat menyebabkan penyakit pada makhluk hidup. reproduksi virus : proses pembentukan keturunan baru oleh virus dengan menggunakan sel inang untuk sintesis asam nukleat dan protein virus. vaksin : substansi yang mengandung fragmen virus yang dilemahkan atau tidak aktif, digunakan untuk melatih sistem kekebalan tubuh. Penentuan nilai:
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 47 Lampiran 5. Daftar Pustaka ● National Human Genome Research Institute. "Understanding the COVID-19 Virus and Its Variants." Diakses pada 30 Mei 2023. Tersedia di: https://www.genome.gov/aboutgenomics/fact-sheets/Understanding-the-COVID-19-Virus-and-its-variants ● Centers for Disease Control and Prevention. "About Viruses." Diakses pada 30 Mei 2023. Tersedia di: https://www.cdc.gov/ncezid/dvbd/about-viruses.html ● Tortora, G. J., Funke, B. R., & Case, C. L. (2017). Microbiology: An Introduction (12th ed.). Pearson. ● Centers for Disease Control and Prevention. "About Viruses." Diakses pada 30 Mei 2023. Tersedia di: https://www.cdc.gov/ncezid/dvbd/about-viruses.html ● Ackerman, J. (2018). The role of viruses in ecology and evolution. Nature Education Knowledge, 9(2), 2. ● Roossinck, M. J. (2011). The good viruses: viral mutualistic symbioses. Nature Reviews Microbiology, 9(2), 99-108. ● Whitaker, R. J., Grogan, D. W., & Taylor, J. W. (2003). Recombination shapes the natural population structure of the hyperthermophilic archaeon Sulfolobus islandicus. Molecular Biology and Evolution, 20(6), 884-892. ● Centers for Disease Control and Prevention. "Prevent Getting Sick: How to Protect Yourself from Viruses." Diakses pada 30 Mei 2023. Tersedia di: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/prevention.html ● World Health Organization. "Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public." Diakses pada 30 Mei 2023. Tersedia di: https://www.who.int/emergencies/diseases/novelcoronavirus-2019/advice-for-public
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 48 MODUL AJAR BAB 3 Bioteknologi Informasi Umum Modul Ajar Nama Penyusun : MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd Nama Sekolah : SMAN 1 KAMPAR TIMUR Tahun Ajaran : 2023/2024 Fase/Kelas : E/X Alokasi Waktu (menit) : 10 × 45 menit Jumlah Pertemuan : 5 Pertemuan A. Capaian Pembelajaran Capaian Pembelajaran (CP) terdiri atas pemahaman Biologi dan keterampilan proses. 1. Pemahaman Biologi Peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan. 2. Keterampilan Proses Keterampilan siswa yang meliputi (1) mengamati; (2) mempertanyakan dan memprediksi; (3) merencanakan dan melakukan penyelidikan; (4) memproses serta menganalisis data dan informasi; (5) mengevaluasi dan merefleksi; serta (6) mengomunikasikan hasil. B. Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran (TP) Bab 3 sebagai berikut. 3.1 Menjelaskan prinsip dasar serta perbedaan antara bioteknologi konvensional dan modern; 3.2 Melakukan percobaan sesuai prinsip-prinsip bioteknologi konvensional untuk menghasilkan produk; 3.3 Mengevaluasi produk bioteknologi yang dihasilkan beserta prosedur yang dilaksanakan; dan 3.4 Menganalisis peranan dan dampak dari penerapan bioteknologi. C. Kata Kunci 1. NA rekombinan 2. Fermentasi 3. Hibridoma 4. Konvensional 5. Kultur jaringan 6. Mikroorganisme 7. Modern 8. Rekayasa genetika 9. Transplantasi nukleus D. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia terhadap lingkungan sekitar. 2. Bernalar kritis dengan memproses dan memanfaatkan berbagai informasi. 3. Gotong-royong dengan berkolaborasi bersama teman dalam kegiatan kelompok. E. Sarana dan Prasarana 1. Komputer/laptop 2. LCD proyektor 3. Papan tulis
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 49 4. Spidol F. Target Peserta Didik Peserta didik reguler G. Metode Pembelajaran Menyesuaikan pada setiap pertemuan. H. Moda Pembelajaran Tatap Muka I. Asesmen 1. Asesmen non-kognitif 2. Asesmen kognitif (sumatif) J. Materi Ajar 1. Prinsip Dasar dan Perkembangan Bioteknologi 2. Macam-Macam Bioteknologi 3. Penerapan Bioteknologi 4. Dampak Bioteknologi dalam Kehidupan Manusia K. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN 1 Topik Prinsip dasar dan perkembangan bioteknologi Tujuan Pembelajaran 3.1 Menjelaskan prinsip dasar serta perbedaan antara bioteknologi konvensional dan modern. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan prinsip dasar serta perbedaan antara bioteknologi konvensional dan modern. Metode Pembelajaran Ceramah dan Diskusi Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan bioteknologi konvensional? 2. Apa yang dimaksud dengan bioteknologi modern? Bagaimana perbedaannya dengan bioteknologi konvensional? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 50 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memberikan ceramah mengenai prinsip dasar bioteknologi, termasuk definisi dan perbedaan antara bioteknologi konvensional dan modern. 2. Setelah ceramah, dilakukan diskusi kelas untuk memperdalam pemahaman siswa tentang konsep tersebut. 3. Siswa diajak untuk berbagi pendapat dan pemahaman mereka tentang penggunaan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan dilakukan praktikum. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 2 Topik Macam-macam Bioteknologi dan Penerapan Bioteknologi Tujuan Pembelajaran 3.2 Melakukan percobaan sesuai prinsip-prinsip bioteknologi konvensional untuk menghasilkan produk Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat melakukan percobaan sesuai prinsip-prinsip bioteknologi konvensional untuk menghasilkan produk Metode Pembelajaran Percobaan dan Praktikum Pertanyaan Pemantik 1. Apa contoh percobaan bioteknologi konvensional yang dapat kita lakukan di laboratorium? 2. Bagaimana prinsip-prinsip bioteknologi konvensional dapat diterapkan dalam percobaan tersebut? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 51 B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru menjelaskan prinsip-prinsip bioteknologi konvensional yang relevan dengan percobaan yang akan dilakukan. 2. Siswa melakukan percobaan di laboratorium sesuai dengan panduan dan instruksi yang diberikan. 3. Selama percobaan, guru dan siswa berinteraksi untuk membantu pemahaman siswa tentang prinsip-prinsip yang terlibat dalam percobaan tersebut. 4. Setelah selesai, siswa mencatat hasil percobaan dan melakukan diskusi tentang proses serta manfaat dari percobaan yang dilakukan. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pada pertemuan berikutnya akan dilakukan penilaian produk. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 3 Topik Penerapan Bioteknologi Tujuan Pembelajaran 3.3 Mengevaluasi produk bioteknologi yang dihasilkan beserta prosedur yang dilaksanakan Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat mengevaluasi produk bioteknologi yang dihasilkan beserta prosedur yang dilaksanakan. Metode Pembelajaran Penilaian dan Analisis Produk Bioteknologi Pertanyaan Pemantik Bagaimana kita dapat mengklasifikasikan virus berdasarkan karakteristik yang dimilikinya? B. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan yang akan dilakukan. C. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memberikan contoh produk bioteknologi yang dihasilkan melalui percobaan sebelumnya. 2. Siswa mengevaluasi produk bioteknologi tersebut berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 52 3. Siswa juga mengevaluasi prosedur yang dilaksanakan dalam pembuatan produk, termasuk keakuratan, keselamatan, dan etika yang terlibat. 4. Dilakukan diskusi kelompok untuk membahas hasil evaluasi dan memberikan rekomendasi perbaikan atau peningkatan pada produk dan prosedur yang dilaksanakan. D. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan dilakukan secara berkelompok. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 4 Topik Dampak Bioteknologi dalam Kehidupan Tujuan Pembelajaran 3.4 Menganalisis peranan dan dampak dari penerapan bioteknologi. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat Menganalisis peranan dan dampak dari penerapan bioteknologi. Metode Pembelajaran Proyek Kelompok dan Presentasi Pertanyaan Pemantik 1. Apa peranan bioteknologi dalam pengembangan produk dan teknologi baru? 2. Apa dampak positif dan negatif dari penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan pembelajaran yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. 2. Setiap kelompok melakukan penelitian tentang peranan dan dampak dari penerapan bioteknologi dalam bidang yang berbeda, seperti kesehatan, pertanian, atau lingkungan. 3. Setiap kelompok membuat presentasi untuk memaparkan hasil penelitian mereka kepada kelas. 4. Setelah setiap presentasi, dilakukan diskusi kelas tentang peranan dan dampak bioteknologi, termasuk manfaat, tantangan, dan implikasi etika yang terkait. C. Kegiatan Penutup (10 menit)
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 53 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 4. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan asesmen sumatif lingkup materi (latihan akhir bab). 2. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 5 Pelaksanaan tes sumatif (latihan akhir bab) REFLEKSI Pendidik Peserta Didik • Apakah dalam pemberian materi dengan metode yang telah dilakukan serta penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan untuk pembelajaran yang akan dilakukan dapat dipahami oleh peserta didik? • Bagian manakah pada rencana pembelajaran yang perlu diperbaiki? • Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap materi atau bahan ajar, pengelolaan kelas, latihan dan penilaian yang telah dilakukan dalam pembelajaran? • Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan? • Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh peserta didik? • Apakah Anda memahami instruksi yang dilakukan untuk pembelajaran? • Apakah media pembelajaran, alat dan bahan mempermudah Anda dalam pembelajaran? • Materi apa yang Anda pelajari pada pembelajaran yang telah dilakukan? • Apakah materi yang disampaikan, didiskusikan, dan dipresentasikan dalam pembelajaran dapat Anda pahami? • Manfaat apa yang Anda peroleh dari materi pembelajaran? • Sikap positif apa yang Anda peroleh selama mengikuti kegiatan pembelajaran? • Kesulitan apa yang Anda alami dalam pembelajaran? • Apa saja yang Anda lakukan untuk belajar yang lebih baik? Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran NONI LESTARI,M.Sn NIP.197010121994122001 MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd NIP. 198108162023212019
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 54 LAMPIRAN Lampiran 1. Lembar Kerja Peserta Didik LKPD pertemuan 4 Peranan dan Dampak dari Penerapan Bioteknologi A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menjelaskan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari. B. Pengantar Bioteknologi adalah penggunaan organisme, sistem biologi, atau proses biologis untuk mengembangkan atau menciptakan produk dan teknologi yang berguna dalam berbagai bidang kehidupan. Beberapa bidang kehidupan yang memanfaatkan bioteknologi diantaranya bidang kesehatan, pertanian, lingkungan, dan industri. C. Bahan Diskusi 1. Pilihlah satu bidang kehidupan yang memanfaatkan bioteknologi. Jelaskan secara rinci bagaimana peran bioteknologi pada bidang tersebut disertai contohnya. 2. Apakah penggunaan bioteknologi pada bidang yang kalian pilih memiliki dampak positif dan negatif? Jika iya, sebutkan secara lengkap. Lampiran 2. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 1. Jubaedah, E., & Purnami, S. E. (2022). IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2. Handout berikut. Prinsip Dasar dan Perkembangan Bioteknologi Bioteknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memanipulasi organisme hidup atau komponennya untuk menghasilkan produk atau mengubah proses biologis. Bioteknologi telah memberikan dampak besar dalam berbagai bidang seperti kesehatan, pertanian, lingkungan, dan industri. Pada materi ini, kita akan membahas prinsip dasar dan perkembangan bioteknologi, serta beberapa contoh aplikasinya. Prinsip Dasar Bioteknologi Bioteknologi melibatkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memanipulasi organisme hidup atau komponennya untuk menghasilkan produk atau mengubah proses biologis. Beberapa prinsip dasar yang mendasari bidang ini meliputi manipulasi genetik, kloning, dan teknik seleksi dan mutasi. 1. Manipulasi Genetik: Manipulasi genetik merupakan salah satu prinsip dasar bioteknologi yang melibatkan penggunaan teknik rekombinasi DNA untuk memanipulasi informasi genetik dalam organisme hidup. DNA (asam deoksiribonukleat) adalah molekul yang membawa instruksi genetik dalam semua bentuk kehidupan. Dalam manipulasi genetik, fragmen DNA dari berbagai sumber dapat digabungkan atau disisipkan ke dalam genom organisme lain menggunakan teknik pemotongan dan penyisipan menggunakan enzim restriksi dan ligase DNA. Hal ini
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 55 memungkinkan pengambilan atau penambahan gen tertentu ke dalam organisme, menghasilkan organisme transgenik dengan sifat-sifat baru yang diinginkan. 2. Kloning: Kloning adalah prinsip dasar bioteknologi yang melibatkan reproduksi aseksual organisme atau produksi salinan identik dari fragmen DNA tertentu. Ada dua jenis kloning yang umum dilakukan dalam bioteknologi: kloning rekombinan dan kloning organisme. ● Kloning rekombinan: Melibatkan produksi banyak salinan fragmen DNA tertentu menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR). PCR memungkinkan amplifikasi fragmen DNA secara signifikan, memungkinkan penelitian dan aplikasi bioteknologi yang lebih lanjut. ● Kloning organisme: Melibatkan produksi organisme yang genetiknya identik dengan organisme donor. Teknik kloning organisme termasuk transfer inti sel somatik (somatic cell nuclear transfer) dan kloning embrio. Kloning organisme memiliki aplikasi dalam reproduksi hewan langka, pemuliaan tanaman, dan pengembangan terapi genetik. 3. Teknik Seleksi dan Mutasi: Teknik seleksi dan mutasi digunakan dalam bioteknologi untuk memanipulasi sifat-sifat organisme. Teknik seleksi genetik melibatkan pemilihan individu dengan sifat-sifat yang diinginkan untuk reproduksi, dengan tujuan meningkatkan sifat-sifat yang diinginkan dalam populasi organisme. Teknik ini digunakan dalam pemuliaan tanaman dan hewan untuk meningkatkan produksi, daya tahan terhadap penyakit, atau sifat-sifat lainnya. Adapun mutasi adalah perubahan dalam urutan DNA yang dapat menyebabkan variasi genetik. Mutasi dapat terjadi secara alami atau dapat diinduksi menggunakan radiasi atau bahan kimia. Dalam konteks bioteknologi, mutasi dapat digunakan untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan dalam organisme, seperti sifat-sifat baru yang menguntungkan atau adaptasi terhadap kondisi lingkungan tertentu. Perkembangan Bioteknologi Bioteknologi telah mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut adalah beberapa contoh perkembangan bioteknologi dalam berbagai bidang: 1. Bioteknologi dalam Pertanian: Bioteknologi telah digunakan dalam pertanian untuk menghasilkan tanaman transgenik. Tanaman transgenik adalah tanaman yang memiliki gen dari spesies lain yang dimasukkan ke dalam genom mereka sendiri. Hal ini memungkinkan pengembangan tanaman yang lebih tahan terhadap hama, penyakit, atau kondisi lingkungan yang ekstrem. Contoh tanaman transgenik yang banyak digunakan adalah jagung Bt yang tahan terhadap serangan hama. 2. Bioteknologi dalam Kesehatan: Bioteknologi telah memberikan kontribusi besar dalam bidang kesehatan. Penggunaan teknik rekombinan DNA memungkinkan produksi obat-obatan seperti insulin dan vaksin secara efisien. Terapi gen dan terapi sel juga merupakan bagian penting dari bioteknologi dalam pengembangan pengobatan penyakit genetik atau kanker. 3. Bioteknologi dalam Lingkungan: Bioteknologi juga digunakan dalam upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Contohnya adalah penggunaan organisme hidup untuk bioremediasi, yaitu mendegradasi polutan atau menghilangkan kontaminan dari lingkungan. Bakteri dan mikroorganisme lainnya digunakan untuk membersihkan tumpahan minyak atau menguraikan limbah berbahaya.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 56 Macam-Macam Bioteknologi Bioteknologi mencakup berbagai bidang yang berbeda dengan beragam aplikasi. Berikut ini adalah beberapa macam-macam bioteknologi yang umum: 1. Bioteknologi Pertanian: Bioteknologi pertanian melibatkan penggunaan teknologi dalam bidang pertanian untuk meningkatkan produksi tanaman dan hewan. Beberapa contoh bioteknologi pertanian termasuk: ● Tanaman transgenik: Teknik rekombinan DNA digunakan untuk memasukkan gen dari spesies lain ke dalam tanaman sehingga mereka dapat memiliki sifat-sifat yang diinginkan, seperti ketahanan terhadap hama, penyakit, atau kondisi lingkungan yang ekstrem. ● Pemuliaan molekuler: Teknik seleksi genetik dan rekombinasi DNA digunakan untuk memilih dan menggabungkan sifat-sifat yang diinginkan dalam varietas tanaman dan hewan. 2. Bioteknologi Kesehatan: Bioteknologi kesehatan mencakup penggunaan teknologi dalam bidang medis untuk mendiagnosis, mencegah, dan mengobati penyakit. Beberapa contoh bioteknologi kesehatan meliputi: ● Terapi gen: Teknik ini melibatkan pengenalan atau penggantian gen yang tidak berfungsi dalam sel manusia untuk mengobati penyakit genetik atau kanker. ● Produksi obat rekombinan: Melibatkan penggunaan teknik rekombinan DNA untuk menghasilkan obat-obatan seperti insulin, hormon pertumbuhan, dan vaksin secara efisien. 3. Bioteknologi Lingkungan: Bioteknologi lingkungan melibatkan penggunaan teknologi dalam bidang lingkungan untuk mengatasi masalah seperti polusi dan degradasi lingkungan. Beberapa contoh bioteknologi lingkungan termasuk: ● Bioremediasi: Teknik ini menggunakan organisme hidup untuk mendegradasi polutan atau menghilangkan kontaminan dari lingkungan, seperti penggunaan bakteri untuk membersihkan tumpahan minyak atau menguraikan limbah berbahaya. ● Pengolahan limbah: Mikroorganisme digunakan untuk mengolah limbah organik dan mengubahnya menjadi produk yang lebih berguna, seperti produksi biogas dari limbah pertanian. 4. Bioteknologi Industri: Bioteknologi industri melibatkan penggunaan teknologi dalam industri untuk menghasilkan produk dan proses yang lebih efisien dan berkelanjutan. Beberapa contoh bioteknologi industri termasuk: ● Produksi enzim: Enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme digunakan dalam berbagai industri, termasuk makanan, deterjen, dan tekstil. ● Bahan bakar bio: Mikroorganisme digunakan untuk menghasilkan bahan bakar bio seperti bioetanol dan biodiesel dari sumber biomassa. Penerapan Bioteknologi Penerapan bioteknologi melibatkan penggunaan proses biologis, organisme hidup, atau komponen biologis dalam pengembangan atau produksi produk dan teknologi yang bermanfaat. Bioteknologi telah digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pertanian, kedokteran, industri pangan, lingkungan, dan energi. Berikut adalah beberapa contoh penerapan bioteknologi: 1. Pertanian: Bioteknologi digunakan dalam pengembangan tanaman transgenik yang memiliki sifat-sifat yang diinginkan, seperti ketahanan terhadap hama, penyakit, atau kondisi lingkungan tertentu. Bioteknologi juga digunakan dalam produksi pupuk organik, biopestisida, dan vaksin tanaman.
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 57 2. Kedokteran: Bioteknologi telah memainkan peran penting dalam pengembangan obat-obatan dan terapi. Contohnya adalah produksi insulin rekombinan untuk pengobatan diabetes, terapi gen untuk penyakit genetik, produksi vaksin menggunakan teknik rekombinan, dan penggunaan enzim atau mikroorganisme dalam diagnosis dan pengobatan penyakit. 3. Industri Pangan: Bioteknologi telah digunakan dalam produksi makanan dan minuman, seperti fermentasi untuk pembuatan bir, keju, dan yogurt. Selain itu, bioteknologi juga digunakan dalam pengembangan metode deteksi mikroba patogen dalam makanan dan pengolahan enzim untuk meningkatkan sifat-sifat fungsional pangan. 4. Lingkungan: Bioteknologi dapat digunakan untuk mengatasi masalah lingkungan, seperti bioremediasi, yaitu penggunaan mikroorganisme untuk mendegradasi polutan dalam tanah, air, atau udara. Selain itu, bioteknologi juga dapat digunakan dalam produksi biofuel, yang merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari biomassa. 5. Energi: Bioteknologi juga berperan dalam pengembangan energi terbarukan. Contohnya, produksi biofuel dari tanaman energi seperti tebu, jagung, atau alga, serta penggunaan mikroorganisme dalam produksi biogas dari limbah organik. Dampak Bioteknologi dalam Kehidupan Manusia Dampak bioteknologi dalam kehidupan manusia sangat signifikan dan beragam. Teknologi ini telah mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia, memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa dampak bioteknologi dalam kehidupan manusia: 1. Kemajuan dalam Bidang Kesehatan: Bioteknologi telah memainkan peran penting dalam pengembangan obat-obatan dan terapi. Penggunaan rekayasa genetika memungkinkan produksi insulin rekombinan untuk pengobatan diabetes, faktor koagulasi untuk penderita hemofilia, dan terapi gen untuk penyakit genetik. Teknologi bioteknologi juga digunakan dalam pengembangan vaksin yang efektif dan aman, seperti vaksin COVID-19 yang dikembangkan dalam waktu yang relatif singkat. 2. Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Pangan: Bioteknologi telah membantu meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan kualitasnya. Penggunaan tanaman transgenik yang tahan terhadap hama, penyakit, atau kondisi lingkungan tertentu telah meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi kerugian hasil panen. Selain itu, bioteknologi juga digunakan dalam pengembangan metode pengolahan dan penyimpanan pangan yang lebih efisien, meningkatkan nilai gizi makanan, serta mengidentifikasi dan mengendalikan kontaminan pangan. Perlindungan Lingkungan: Bioteknologi memberikan solusi untuk masalah lingkungan seperti bioremediasi, yaitu penggunaan mikroorganisme untuk mendegradasi polutan dalam tanah, air, atau udara. Teknologi ini membantu membersihkan pencemaran dan merestorasi ekosistem yang terganggu. Selain itu, bioteknologi juga digunakan dalam produksi biofuel dari sumber biomassa terbarukan, yang membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Pengembangan Industri dan Ekonomi: Bioteknologi telah menjadi dasar bagi perkembangan industri bioteknologi yang menghasilkan produk dan layanan baru. Ini menciptakan lapangan kerja baru dan peluang bisnis, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Contoh industri bioteknologi meliputi farmasi, rekayasa genetika, biofuel, industri pangan dan minuman, dan bioteknologi lingkungan. 3. Peningkatan Kualitas Hidup: Bioteknologi telah membantu meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pengembangan teknologi medis, produksi pangan yang lebih aman dan bergizi, serta perlindungan lingkungan yang lebih baik. Teknologi ini juga telah memberikan kemajuan
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 58 dalam diagnosis penyakit, pengobatan yang lebih efektif, dan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme biologi manusia. Lampiran 3. Asesmen Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Proyek Kreatif Asesmen ini melibatkan siswa dalam membuat proyek kreatif yang menunjukkan pemahaman dan penerapan konsep tertentu. Rubrik Penilaian: ● Kriteria penilaian yang spesifik untuk setiap elemen proyek, misalnya kreativitas, kesesuaian dengan konsep yang dipelajari, keaslian ide, dan presentasi visual. ● Skala 1-5 untuk menilai tingkat pemahaman dan penerapan konsep dalam proyek. Asesmen Sumatif (Akhir Bab) 1. Buku IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X penerbit Grafindo Media Pratama, latihan akhir bab 1 halaman 127–136. 2. Kumpulan soal berikut. LATIHAN BAB 3 A. Pilihan Ganda 1. Prinsip dasar bioteknologi melibatkan penggunaan .... A. bahan kimia sintetis B. organisme hidup C. sumber energi fosil D. alat mekanik berat E. material alami tanpa modifikasi 2. Perbedaan utama antara bioteknologi konvensional dan modern adalah .... A. sumber bahan yang digunakan B. tingkat keberhasilan dalam produksi C. metode kerja yang digunakan D. waktu yang diperlukan untuk menghasilkan produk E. penggunaan peralatan laboratorium yang kompleks 3. Percobaan dalam bioteknologi konvensional biasanya melibatkan .... A. manipulasi genetik pada level molekuler B. penggunaan teknologi DNA rekombinan C. kultur sel dan mikroorganisme dalam lab D. penggunaan alat-alat presisi tinggi E. penggunaan sumber energi alternatif 4. Evaluasi produk bioteknologi melibatkan .... A. pengujian di laboratorium untuk mengevaluasi kesesuaian produk B. uji klinis pada manusia untuk memastikan keamanan produk C. pengamatan terhadap efek jangka panjang produk pada lingkungan D. penilaian terhadap etika penggunaan produk bioteknologi E. pemasaran dan penjualan produk kepada konsumen 5. Prosedur umum yang dilakukan dalam produksi bioteknologi konvensional adalah …. A. rekayasa genetik untuk menghasilkan organisme transgenik B. penggunaan enzim untuk memodifikasi molekul DNA C. kultur sel dan mikroorganisme untuk produksi bahan biologis
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 59 D. penggunaan bahan kimia sintetis dalam proses produksi E. penggunaan teknologi RNA interferensi 6. Bioteknologi modern dapat berperan dalam produksi .... A. obat-obatan dan vaksin B. bahan bakar fosil C. bahan kimia sintetis D. plastik konvensional E. bahan makanan tanpa modifikasi genetik 7. Penerapan bioteknologi dapat memberikan dampak pada .... A. peningkatan produksi limbah industri B. pengurangan kualitas pangan C. pengurangan konsumsi air dalam proses produksi D. peningkatan polusi udara E. penurunan keanekaragaman hayati 8. Salah satu contoh bioteknologi konvensional adalah .... A. kloning domba Dolly B. penggunaan PCR dalam identifikasi DNA C. produksi insulin menggunakan teknologi rekombinan D. penggunaan enzim restriksi dalam pemetaan genom E. penggunaan CRISPR-Cas9 untuk mengedit genom manusia 9. Proses produksi produk bioteknologi konvensional melibatkan .... A. penggunaan teknik cloning untuk menggandakan organisme B. penggunaan sumber daya alam tanpa modifikasi C. penggunaan DNA sintetis untuk menciptakan organisme baru D. penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi E. penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam produksi 10. Dalam bioteknologi modern, teknologi DNA rekombinan melibatkan .... A. penyisipan gen manusia ke dalam hewan transgenik B. pemisahan dan pemurnian DNA dari sampel biologis C. penggunaan virus sebagai vektor pengiriman gen D. penggunaan enzim restriksi dalam penggabungan DNA E. penggunaan teknologi RNA interferensi dalam penghambatan gen B. Uraian 1. Jelaskan prinsip dasar bioteknologi dan berikan contoh penerapannya. 2. Apa perbedaan utama antara bioteknologi konvensional dan modern? Berikan contoh masingmasing. 3. Jelaskan prosedur yang biasanya dilakukan dalam produksi bioteknologi konvensional. 4. Apa pentingnya evaluasi produk bioteknologi yang dihasilkan? Jelaskan prosedur evaluasi yang dilakukan. 5. Apa dampak dari penerapan bioteknologi dalam berbagai bidang? Berikan contoh dampak positif dan dampak negatifnya. Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif A. Pilihan Ganda No. Soal Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 B Benar 1 Penentuan nilai:
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 60 Salah 0 2 C Benar 1 Salah 0 3 C Benar 1 Salah 0 4 A Benar 1 Salah 0 5 C Benar 1 Salah 0 6 A Benar 1 Salah 0 7 C Benar 1 Salah 0 8 D Benar 1 Salah 0 9 A Benar 1 Salah 0 10 C Benar 1 Salah 0 Jumlah skor maksimal 10 B. Uraian No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 Prinsip dasar bioteknologi melibatkan penggunaan organisme hidup atau komponen-komponennya untuk menghasilkan produk atau menciptakan proses yang berguna. Contoh penerapannya adalah produksi insulin menggunakan teknologi rekombinan, di mana gen yang mengkode insulin manusia dimasukkan ke dalam bakteri untuk memproduksi insulin manusia secara massal. Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 2 Perbedaan utama antara bioteknologi konvensional dan modern terletak pada metode kerja yang digunakan. Bioteknologi konvensional melibatkan kultur sel dan mikroorganisme dalam lab serta penggunaan teknik seperti fermentasi untuk menghasilkan produk biologis, seperti keju atau bir. Bioteknologi modern melibatkan teknologi DNA rekombinan, seperti penggunaan virus sebagai vektor untuk mengirim gen tertentu ke organisme target, seperti pengobatan kanker. Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 3 Prosedur umum dalam produksi bioteknologi konvensional melibatkan kultur sel dan mikroorganisme untuk produksi bahan biologis. Hal ini meliputi isolasi mikroorganisme atau sel yang diinginkan, pertumbuhan mereka dalam media yang sesuai, dan pengoptimalan kondisi lingkungan seperti suhu dan pH. Proses ini diikuti oleh isolasi atau ekstraksi produk yang diinginkan dari kultur tersebut. Benar dan tepat 5 Kurang lengkap 3 Tidak dijawab 0 4 Evaluasi produk bioteknologi penting untuk memastikan kualitas dan kesesuaian produk dengan kebutuhan atau tujuan yang ditentukan. Evaluasi melibatkan pengujian di laboratorium untuk mengevaluasi sifat fisik, kimia, dan biologis produk tersebut. Proses evaluasi juga melibatkan pengujian keamanan, Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 61 No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor efikasi, dan efek jangka panjang pada lingkungan atau organisme lain. Evaluasi produk bioteknologi sangat penting untuk memastikan bahwa produk tersebut aman dan efektif saat digunakan. 5 Penerapan bioteknologi memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang. Contoh dampak positif termasuk pengembangan obat-obatan dan vaksin yang lebih efektif, produksi bahan bakar bio, dan peningkatan kualitas pangan melalui modifikasi genetik pada tanaman. Namun, penerapan bioteknologi juga dapat memiliki dampak negatif, seperti risiko terhadap lingkungan jika organisme transgenik lepas ke alam bebas atau risiko terhadap kesehatan manusia jika produk bioteknologi tidak dievaluasi dengan baik. Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 Jumlah skor maksimal 15 Lampiran 4. Glosarium DNA Rekombinan : proses penggabungan fragmen DNA dari dua atau lebih sumber yang berbeda untuk menciptakan kombinasi genetik baru. enzim Restriksi : enzim yang dapat memotong DNA pada urutan tertentu dan digunakan dalam teknik rekayasa genetika untuk memotong dan menyisipkan fragmen DNA. etika bioteknologi : pertimbangan moral dan nilai-nilai yang berkaitan dengan penggunaan bioteknologi, termasuk keamanan, privasi, penyalahgunaan, dan dampak lingkungan yang mungkin terjadi akibat aplikasi bioteknologi. kloning : proses pembuatan salinan identik organisme atau fragmen DNA menggunakan teknik reproduksi aseksual atau teknologi DNA rekombinan. produk bioteknologi : produk yang dihasilkan melalui penerapan bioteknologi, seperti vaksin, enzim, hormon, obat-obatan, makanan yang dimodifikasi secara genetik, atau bahan-bahan kimia. transformasi : proses pengenalan materi genetik asing ke dalam sel organisme, seringkali melalui manipulasi genetik atau teknik rekayasa genetika. Lampiran 5. Daftar Pustaka ● Atlas, R. M. (2010). Handbook of Microbiological Media (4th ed.). CRC Press. ● Berg, J. M., Tymoczko, J. L., & Gatto, G. J. (2018). Stryer's Biochemistry (8th ed.). W. H. Freeman and Company. ● Campbell, N. A., & Reece, J. B. (2018). Biology (11th ed.). Pearson. ● James, C. (2018). Global Status of Commercialized Biotech/GM Crops: 2018. ISAAA Brief No. 54. ISAAA: Ithaca, NY. ● National Human Genome Research Institute. (n.d.). "What is Biotechnology?" [Online]. Tersedia di: https://www.genome.gov/genetics-glossary/Biotechnology [Diakses pada 31 Mei 2023]. Penentuan nilai:
PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 62 ● Nelson, D. L., Cox, M. M. (2017). Lehninger Principles of Biochemistry (7th ed.). W. H. Freeman and Company. ● Singh, B. D. (2018). Industrial Biotechnology: Sustainable Growth and Economic Success. CRC Press. ● U.S. Food and Drug Administration. (n.d.). "What is Biotechnology?" [Online]. Tersedia di: https://www.fda.gov/ForPatients/Illness/Blood/ucm393358.htm [Diakses pada 31 Mei 2023]. ● Verma, P. S., & Agrawal, V. K. (2018). Cell Biology, Genetics, Molecular Biology, Evolution and Ecology (2nd ed.). S. Chand Publishing.