The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ebook ini di gunakan utuk Sebagai panduan Pembelajaran SMA Kelas X

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mitiar Hamid kampai kampai, 2023-12-02 22:04:10

Modul Ajar Biologi Kelas X

ebook ini di gunakan utuk Sebagai panduan Pembelajaran SMA Kelas X

Keywords: Biologi

PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 63 MODUL AJAR BAB 4 Ekosistem Informasi Umum Modul Ajar Nama Penyusun : MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd Nama Sekolah : SMAN 1 KAMPAR TIMUR Tahun Ajaran : 2023/2024 Fase/Kelas : E/X Alokasi Waktu (menit) : 14 × 45 menit Jumlah Pertemuan : 7 Pertemuan A. Capaian Pembelajaran Capaian Pembelajaran (CP) terdiri atas pemahaman Biologi dan keterampilan proses. 1. Pemahaman Biologi Peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan. 2. Keterampilan Proses Keterampilan siswa yang meliputi (1) mengamati; (2) mempertanyakan dan memprediksi; (3) merencanakan dan melakukan penyelidikan; (4) memproses serta menganalisis data dan informasi; (5) mengevaluasi dan merefleksi; serta (6) mengomunikasikan hasil. B. Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran (TP) Bab 4 sebagai berikut. 4.1 Menganalisis komponen penyusun ekosistem berserta peranannya; 4.2 Mengidentifikasi tipe-tipe ekosistem darat dan perairan berdasarkan ciri-cirinya; 4.3 Menjelaskan interaksi yang terjadi antarkomponen ekosistem; 4.4 Membuat diagram rantai makanan dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem; dan 4.5 Menjelaskan aliran energi dan daur biogeokimia dalam ekosistem. C. Kata Kunci 1. Abiotik 2. Aliran energi 3. Bioma 4. Biotik 5. Daur biogeokimia 6. Interaksi 7. Kompetisi 8. Predasi 9. Simbiosis D. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia terhadap lingkungan sekitar. 2. Gotong-royong dengan berkolaborasi bersama teman dalam kegiatan secara berkelompok. E. Sarana dan Prasarana 1. Komputer/laptop 2. LCD proyektor 3. Papan tulis


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 64 4. Spidol F. Target Peserta Didik Peserta didik reguler G. Metode Pembelajaran Menyesuaikan pada setiap pertemuan. H. Moda Pembelajaran Tatap Muka I. Asesmen 1. Asesmen non-kognitif 2. Asesmen kognitif (sumatif) J. Materi Ajar 1. Ekosistem dan Komponen Penyusunnya 2. Tipe-Tipe Ekosistem 3. Interaksi Antarkomponen Ekosistem K. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN 1 Topik Ekosistem dan komponen penyusunnya Tujuan Pembelajaran 4.1 Menganalisis komponen penyusun ekosistem berserta peranannya; Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menganalisis komponen penyusun ekosistem berserta peranannya Metode Pembelajaran Ceramah dan Diskusi Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem? 2. Apa saja komponen penyusun ekosistem dan apa peran masing-masing komponen tersebut? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari. B. Kegiatan Inti (70 menit)


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 65 1. Guru memberikan ceramah tentang konsep ekosistem, termasuk definisi dan komponen penyusunnya. 2. Dilakukan diskusi kelas untuk memperdalam pemahaman siswa tentang komponen-komponen ekosistem dan peran mereka dalam menjaga keseimbangan ekosistem. 3. Siswa diajak untuk berbagi pendapat dan contoh dari komponen penyusun ekosistem. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan dilakukan penjelajahan lapangan dan observasi. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 2 Topik Tipe-tipe ekosistem Tujuan Pembelajaran 4.2 Mengidentifikasi tipe-tipe ekosistem darat dan perairan berdasarkan ciri-cirinya; Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat mengidentifikasi tipe-tipe ekosistem darat dan perairan berdasarkan ciri-cirinya. Metode Pembelajaran Penjelajahan Lapangan dan Observasi Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang membedakan ekosistem darat dan ekosistem perairan? 2. Apa ciri-ciri yang membedakan tipe-tipe ekosistem darat dan perairan?. A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru menjelaskan tentang tipe-tipe ekosistem darat dan perairan yang umum ditemukan. 2. Siswa melakukan penjelajahan lapangan ke area yang mewakili ekosistem darat dan perairan. 3. Selama penjelajahan lapangan, siswa mengamati dan mencatat ciri-ciri yang membedakan masing-masing ekosistem. 4. Setelah kembali ke kelas, siswa berbagi pengamatan dan pemahaman mereka tentang ciri-ciri tipe-tipe ekosistem tersebut. C. Kegiatan Penutup (10 menit)


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 66 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masuk ke topik interaksi antarkomponen ekosistem. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 3 Topik Interaksi antarkomponen ekosistem Tujuan Pembelajaran 4.3 Menjelaskan interaksi yang terjadi antarkomponen ekosistem; Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan interaksi yang terjadi antarkomponen ekosistem. Metode Pembelajaran Kolaborasi dan Diskusi Kelompok Pertanyaan Pemantik 1. Bagaimana komponen-komponen ekosistem saling berinteraksi? 2. Apa akibat dari interaksi antarkomponen ekosistem? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. 2. Setiap kelompok mendapatkan topik interaksi antarkomponen ekosistem yang berbeda, seperti hubungan simbiosis, predasi, atau kompetisi. 3. Setiap kelompok melakukan penelitian tentang topiknya dan menyusun presentasi untuk memaparkan interaksi antarkomponen ekosistem tersebut. 4. Setiap kelompok mempresentasikan hasil penelitian dan melakukan diskusi kelompok mengenai akibat dari interaksi yang terjadi. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masuk ke pembahasan mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam.


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 67 PERTEMUAN 4 Topik Interaksi antarkomponen ekosistem Tujuan Pembelajaran 4.4 Membuat diagram rantai makanan dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat membuat diagram rantai makanan dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem. Metode Pembelajaran Kreativitas dan Pemodelan Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan rantai makanan dan jaring-jaring makanan? 2. Bagaimana komponen ekosistem terhubung melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan?\` A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru menjelaskan konsep rantai makanan dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem. 2. Siswa membuat diagram rantai makanan dan jaring-jaring makanan menggunakan bahan-bahan kreatif, seperti kertas dan warna pensil. 3. Setelah selesai, siswa mempresentasikan diagram mereka kepada kelas dan menjelaskan hubungan antarkomponen ekosistem yang tergambar dalam diagram tersebut. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan membahas aliran energi dalam ekosistem. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 5 Topik Interaksi antarkomponen ekosistem Tujuan Pembelajaran 4.5 Menjelaskan aliran energi dan daur biogeokimia dalam ekosistem.


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 68 Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat merumuskan upaya pelestarian keanekaragaman hayati khususnya yang ada di Indonesia. Metode Pembelajaran Penyelidikan dan Diskusi Pertanyaan Pemantik 1. Bagaimana energi mengalir dalam ekosistem? 2. Bagaimana energi yang tersedia dalam ekosistem mempengaruhi populasi dan komunitas? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan pembelajaran yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memberikan informasi tentang aliran energi dalam ekosistem, termasuk konsep rantai makanan dan piramida energi. 2. Siswa melakukan penyelidikan tentang aliran energi dalam ekosistem yang mereka minati. 3. Siswa membahas hasil penyelidikan mereka dalam diskusi kelas dan membandingkan aliran energi dalam berbagai ekosistem. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan dilakukan presentasi dan refleksi. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 6 Topik Interaksi antarkomponen ekosistem Tujuan Pembelajaran 4.5 Menjelaskan aliran energi dan daur biogeokimia dalam ekosistem. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menjelaskan aliran energi dan daur biogeokimia dalam ekosistem. Metode Pembelajaran Presentasi dan Refleksi Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan daur biogeokimia?


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 69 2. Bagaimana daur biogeokimia berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan materi yang akan dipelajari. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Siswa membuat presentasi tentang daur biogeokimia dalam ekosistem. 2. Setelah presentasi, dilakukan diskusi kelompok untuk membahas peran dan pentingnya daur biogeokimia dalam menjaga keseimbangan ekosistem. 3. Siswa merefleksikan pembelajaran mereka tentang ekosistem dengan menulis catatan pribadi dan mengidentifikasi konsep atau informasi baru yang telah mereka pelajari. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan diadakan asesmen sumatif lingkup materi (latihan akhir bab). 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 7 Pelaksanaan tes sumatif (latihan akhir bab) REFLEKSI Pendidik Peserta Didik • Apakah dalam pemberian materi dengan metode yang telah dilakukan serta penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan untuk pembelajaran yang akan dilakukan dapat dipahami oleh peserta didik? • Bagian manakah pada rencana pembelajaran yang perlu diperbaiki? • Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap materi atau bahan ajar, pengelolaan kelas, latihan dan penilaian yang telah dilakukan dalam pembelajaran? • Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan? • Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh peserta didik? • Apakah Anda memahami instruksi yang dilakukan untuk pembelajaran? • Apakah media pembelajaran, alat dan bahan mempermudah Anda dalam pembelajaran? • Materi apa yang Anda pelajari pada pembelajaran yang telah dilakukan? • Apakah materi yang disampaikan, didiskusikan, dan dipresentasikan dalam pembelajaran dapat Anda pahami? • Manfaat apa yang Anda peroleh dari materi pembelajaran? • Sikap positif apa yang Anda peroleh selama mengikuti kegiatan pembelajaran? • Kesulitan apa yang Anda alami dalam pembelajaran? • Apa saja yang Anda lakukan untuk belajar yang


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 70 lebih baik? Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran NONI LESTARI,M.Sn NIP. 197010121994122001 MITIAR HAMID KAMPAI S.Pd NIP. 198108162023212019


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 71 LAMPIRAN Lampiran 1. Lembar Kerja Peserta Didik LKPD pertemuan 2 Pengamatan Ekosistem A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mengidentifikasi tipe-tipe ekosistem darat dan perairan berdasarkan ciricirinya B. Pengantar Ekosistem darat dan perairan adalah dua jenis ekosistem yang berbeda tetapi saling terkait dalam menciptakan keseimbangan ekologi di planet kita. Ekosistem darat meliputi area di atas permukaan bumi yang terdiri dari daratan, seperti hutan, padang rumput, gurun, pegunungan, dan lain sebagainya. Ekosistem darat sangat beragam dalam hal tumbuhan, hewan, dan organisme lain yang hidup di dalamnya. Ekosistem perairan meliputi area perairan seperti sungai, danau, rawa, dan samudra. Ini mencakup lingkungan air tawar dan air asin. Ekosistem perairan memiliki karakteristik dan komponen yang berbeda dengan ekosistem darat. C. Bahan Diskusi 1. Tuliskan tipe ekosistem apa yang kelompok Anda amati. 2. Apa saja yang menjadi komponen penting dalam ekosistem tersebut? 3. Bagaimana ciri-ciri ekosistem yang kelompok Anda amati? Apakah terdapat ciri khas ekosistem yang membedakannya dengan ekosistem lainnya? Lampiran 2. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 1. Jubaedah, E., & Purnami, S. E. (2022). IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2. Handout berikut. Ekosistem dan Komponen Penyusunnya Ekosistem adalah suatu sistem yang terdiri dari komunitas organisme yang hidup bersama-sama dengan lingkungan fisiknya. Ini mencakup interaksi kompleks antara organisme hidup (biotik) dan komponen non-hidup (abiotik) di dalam suatu area tertentu. Ekosistem dapat berupa ekosistem darat seperti hutan atau ekosistem perairan seperti sungai, danau, atau laut. Komponen penyusun ekosistem terdiri dari: 1. Komponen Biotik: ● Produsen: Produsen adalah organisme yang mampu melakukan fotosintesis atau menggunakan sumber energi lain untuk menghasilkan makanan sendiri. Mereka biasanya adalah tumbuhan hijau yang menghasilkan oksigen dan menyediakan makanan bagi organisme lain dalam rantai makanan. ● Konsumen: Konsumen adalah organisme yang mengkonsumsi makanan untuk mendapatkan energi. Mereka dapat dibagi menjadi tiga kelompok: herbivora (makan tumbuhan), karnivora (makan hewan), dan omnivora (makan tumbuhan dan hewan).


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 72 ● Pengurai: Pengurai adalah organisme yang bertanggung jawab untuk mendekomposisi bahan organik mati dan limbah, mengurai mereka menjadi senyawa sederhana dan mengembalikan nutrisi ke ekosistem. Contoh pengurai termasuk bakteri, jamur, dan serangga. 2. Komponen Abiotik: ● Faktor fisik: Ini meliputi unsur-unsur seperti iklim (suhu, curah hujan, cahaya matahari), topografi (bentuk lahan), dan jenis tanah yang mempengaruhi pertumbuhan dan distribusi organisme dalam ekosistem. ● Faktor kimia: Ini meliputi unsur-unsur seperti nutrisi tanah, pH, konsentrasi oksigen, dan ketersediaan air. Faktor-faktor kimia ini memainkan peran penting dalam ketersediaan sumber daya dan kondisi yang cocok bagi organisme dalam ekosistem. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem sangat kompleks dan saling bergantung satu sama lain. Organisme bergantung pada lingkungan fisik untuk mendapatkan sumber daya dan ruang hidup, sementara lingkungan fisik juga dipengaruhi oleh aktivitas dan keberadaan organisme. Tipe-Tipe Ekosistem Tipe-tipe ekosistem dapat bervariasi berdasarkan kondisi geografis, iklim, dan karakteristik lingkungan lainnya. Berikut ini adalah beberapa tipe ekosistem yang umum ditemukan di seluruh dunia: 1. Hutan Hujan Tropis: Hutan hujan tropis terletak di wilayah tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Ekosistem ini ditandai oleh keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dengan tumbuhan hijau lebat dan beragam spesies hewan. Contohnya termasuk Hutan Amazon di Amerika Selatan dan Hutan Kongo di Afrika Tengah. 2. Hutan Boreal: Hutan boreal, juga dikenal sebagai hutan taiga, terletak di wilayah beriklim sedang hingga dingin, seperti di utara Kanada, Rusia, dan Skandinavia. Ekosistem ini didominasi oleh pohon-pohon jarum seperti pinus, cemara, dan abies. Hutan boreal juga merupakan rumah bagi berbagai satwa liar seperti rusa, serigala, dan burung-burung migran. 3. Padang Rumput: Padang rumput, atau savana, terdiri dari padang rumput yang luas dengan pohon-pohon yang jarang atau tersebar. Ekosistem ini ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Afrika, Amerika Serikat (Great Plains), dan Australia. Padang rumput dapat mendukung populasi besar hewan herbivora seperti zebra, gajah, dan bison. 4. Terumbu Karang: Terumbu karang adalah ekosistem laut yang kaya akan keanekaragaman hayati. Mereka terbentuk dari kerangka karang yang dibangun oleh koloni polip karang yang saling berinteraksi. Terumbu karang terdapat di perairan hangat dan dangkal di sepanjang kawasan tropis dan subtropis. Mereka merupakan habitat penting bagi berbagai spesies ikan, moluska, dan organisme laut lainnya 5. Gletser: Ekosistem gletser terbentuk di wilayah kutub atau pegunungan dengan suhu dingin yang ekstrem. Mereka terdiri dari es, salju, dan batu-batuan yang terjebak di dalamnya. Meskipun kondisi lingkungan yang keras, beberapa organisme seperti mikroba, lumut, dan hewan kecil dapat bertahan hidup di dalam ekosistem gletser Setiap tipe ekosistem memiliki karakteristik yang unik dan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi di Bumi. Keberagaman ekosistem memberikan tempat bagi berbagai organisme untuk hidup dan berinteraksi satu sama lain.


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 73 Interaksi Antarkomponen Ekosistem Interaksi antarkomponen dalam ekosistem sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekologi dan kelangsungan hidup organisme di dalamnya. Berikut adalah beberapa contoh interaksi antarkomponen ekosistem: 1. Interaksi Makanan (Rantai Makanan dan Jaring Makanan): ● Rantai Makanan: Rantai makanan menggambarkan alur transfer energi dan nutrisi dari satu organisme ke organisme lain dalam ekosistem. Ini mencakup produsen (tumbuhan), konsumen primer (herbivora), konsumen sekunder (karnivora yang memakan herbivora), dan konsumen tingkat lebih tinggi (karnivora yang memakan konsumen sekunder). Misalnya, rumput dimakan oleh kelinci, yang kemudian dimakan oleh serigala. ● Jaring Makanan: Jaring makanan lebih kompleks daripada rantai makanan karena melibatkan banyak rantai makanan yang terhubung. Organisme dalam jaring makanan dapat memiliki beberapa pilihan makanan dan berperan sebagai produsen, konsumen, atau dekomposer dalam waktu yang bersamaan. Jaring makanan membentuk hubungan kompleks antara organisme dalam suatu ekosistem. 2. Simbiosis: ● Mutualisme: Mutualisme adalah interaksi yang saling menguntungkan antara dua spesies yang hidup bersama. Contohnya, lebah mendapatkan nektar dari bunga sambil membantu penyerbukan bunga. ● Parasitisme: Parasitisme terjadi ketika satu spesies (parasit) mendapatkan manfaat sedangkan spesies lainnya (inang) merugi. Misalnya, kutu manusia yang hidup di rambut manusia dan memperoleh nutrisi darah dari inangnya. ● Komensalisme: Komensalisme adalah interaksi di mana satu spesies mendapatkan manfaat tanpa memberikan dampak positif atau negatif pada spesies lain. Misalnya, burung yang membuat sarang di pohon tanpa memengaruhi pohon tersebut secara signifikan. 3. Kompetisi: ● Kompetisi Antar Spesies: Kompetisi antar spesies terjadi ketika dua atau lebih spesies bersaing untuk sumber daya yang terbatas, seperti makanan, tempat berlindung, atau ruang hidup. Ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan distribusi populasi. ● Kompetisi Intraspesifik: Kompetisi intraspesifik terjadi antara individu-individu dari spesies yang sama. Individu-individu dalam populasi bersaing untuk sumber daya dan pasangan kawin, yang mempengaruhi kepadatan populasi dan struktur populasi. Lampiran 3. Asesmen Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Wawancara atau Diskusi Kelompok Kecil Asesmen ini melibatkan wawancara atau diskusi kelompok kecil untuk menggali pemahaman siswa tentang topik atau konsep tertentu. Rubrik Penilaian: ● Skala 1-5 untuk menilai tingkat pemahaman siswa terhadap konsep yang dibahas. ● Kemampuan siswa dalam menjelaskan konsep dengan jelas dan menggunakan contoh yang relevan. ● Kemampuan siswa dalam merespons pertanyaan atau argumen dari anggota kelompok lain.


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 74 Asesmen Sumatif (Akhir Bab) 3. Buku IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X penerbit Grafindo Media Pratama, latihan akhir bab 1 halaman 164–174. 4. Kumpulan soal berikut. LATIHAN BAB 4 A. Pilihan Ganda 1. Komponen penyusun ekosistem meliputi .... A. hewan dan tanaman saja B. tanaman dan lingkungan fisik C. hewan dan manusia D. tanaman, hewan, dan manusia E. tanaman, hewan, lingkungan fisik, dan manusia 2. Tipe ekosistem perairan yang ditandai oleh perairan tawar mengalir disebut.... A. ekosistem sungai B. ekosistem rawa C. ekosistem laut D. ekosistem danau E. ekosistem estuari 3. Interaksi antara anggota ekosistem yang salah satunya saling menguntungkan disebut .... A. kompetisi B. predasi C. parasitisme D. mutualisme E. komensalisme 4. Diagram yang menggambarkan hubungan trofik antara berbagai organisme dalam ekosistem disebut .... A. diagram lingkaran makanan B. diagram rantai makanan C. diagram jaring makanan D. diagram piramida energi E. diagram biogeokimia 5. Aliran energi dalam ekosistem terjadi melalui …. A. konsumen primer B. produsen C. dekomposer D. produsen dan konsumen primer E. produsen, konsumen primer, dan konsumen sekunder 6. Salah satu contoh daur biogeokimia adalah daur karbon, yaitu ketika karbon.... A. diubah menjadi nitrogen B. diubah menjadi fosfor C. berpindah melalui rantai makanan D. dilepaskan ke atmosfer oleh proses pernapasan E. dikurangi oleh proses fotosintesis 7. Organisme yang memanfaatkan sumber energi dari matahari untuk menghasilkan makanan disebut .... A. produsen B. konsumen primer C. konsumen sekunder D. dekomposer E. omnivora 8. Salah satu komponen lingkungan fisik dalam ekosistem adalah .... A. hewan pemangsa B. tanaman produsen C. suhu udara D. tanah subur E. mikroorganisme dekomposer 9. Contoh ekosistem darat adalah .... A. terumbu karang B. hutan hujan tropis C. laut dalam D. zona intertidal E. estuari 10. Salah satu contoh interaksi komensalisme dalam ekosistem adalah.... A. burung yang membersihkan kutu pada badak B. bebah yang memperoleh nektar dari bunga


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 74 C. remora yang melekat pada ikan hiu untuk mendapatkan sisa makanan D. burung jalak yang mencuri makanan dari sarang burung lain E. ikan yang saling berkompetisi untuk sumber makanan yang terbatas B. Uraian 1. Jelaskan peran komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem beserta contohnya. 2. Apa perbedaan antara rantai makanan dan jaring makanan dalam ekosistem? Berikan contoh masing-masing. 3. Jelaskan bagaimana aliran energi terjadi dalam ekosistem. 4. Jelaskan proses daur biogeokimia dalam ekosistem. 5. Mengapa penting untuk memahami komponen dan interaksi dalam ekosistem? Berikan alasan yang relevan. Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif A. Pilihan Ganda No. Soal Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 E Benar 1 Salah 0 2 A Benar 1 Salah 0 3 D Benar 1 Salah 0 4 B Benar 1 Salah 0 5 E Benar 1 Salah 0 6 D Benar 1 Salah 0 7 A Benar 1 Salah 0 8 C Benar 1 Salah 0 9 B Benar 1 Salah 0 10 C Benar 1 Salah 0 Jumlah skor maksimal 10 B. Uraian No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 Komponen biotik dalam ekosistem meliputi semua makhluk hidup seperti tanaman, hewan, dan mikroorganisme. Contohnya, tanaman produsen menghasilkan oksigen dan menjadi sumber makanan bagi konsumen. Hewan-hewan seperti burung dan serangga berperan dalam penyerbukan Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 Penentuan nilai:


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 75 No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor tanaman. Komponen abiotik dalam ekosistem meliputi unsur fisik seperti air, udara, suhu, sinar matahari, dan tanah. Contohnya, sinar matahari memberikan energi untuk fotosintesis, sedangkan air adalah sumber kehidupan bagi organisme dan berperan dalam siklus hidrologi. 2 Rantai makanan adalah urutan linear organisme yang saling bergantung satu sama lain sebagai sumber makanan. Contohnya, rumput dimakan oleh jangkrik, kemudian jangkrik dimakan oleh kodok, dan kodok dimakan oleh ular. Jaring makanan, di sisi lain, adalah hubungan kompleks antara berbagai rantai makanan dalam ekosistem yang saling terhubung melalui konsumsi. Contohnya, dalam sebuah hutan, rantai makanan yang melibatkan tumbuhan, herbivora, dan karnivora saling terkait dan membentuk jaring makanan yang kompleks. Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 3 Aliran energi dalam ekosistem terjadi melalui rantai makanan dan jaring makanan. Energinya dimulai dari produsen, yang menggunakan energi matahari untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan makanan. Konsumen primer, seperti herbivora, memakan produsen dan mengubah energi tersebut menjadi energi mereka sendiri. Konsumen sekunder, seperti karnivora yang memakan herbivora, memperoleh energi dari konsumen primer. Aliran energi terus berlanjut melalui tingkatan trofik, tetapi hanya sebagian kecil energi yang dapat digunakan oleh setiap tingkatan, karena sebagian besar energi hilang sebagai panas saat transfer antarorganisme terjadi. Benar dan tepat 5 Kurang lengkap 3 Tidak dijawab 0 4 Daur biogeokimia adalah perjalanan unsur-unsur kimia melalui berbagai komponen ekosistem seperti udara, air, tanah, dan organisme. Contoh daur biogeokimia adalah daur karbon. Karbon berpindah melalui ekosistem melalui beberapa jalur. Pertama, tumbuhan mengambil karbon dioksida melalui fotosintesis dan mengubahnya menjadi karbohidrat. Organisme konsumen memperoleh karbon dengan memakan tumbuhan atau organisme lain yang mengandung karbon. Ketika organisme mati, dekomposer memecah bahan organik dan mengubahnya menjadi karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer atau menjadi komponen tanah. Selanjutnya, karbon dioksida dapat diambil kembali oleh tumbuhan melalui fotosintesis, memulai daur ulang karbon. Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 5 Memahami komponen dan interaksi dalam ekosistem penting karena ekosistem adalah sistem yang kompleks di mana semua komponen saling terkait dan saling mempengaruhi. Memahami komponen-komponen seperti produsen, konsumen, dan dekomposer membantu kita memahami siklus energi dan materi yang terjadi dalam ekosistem. Memahami interaksi seperti kompetisi, predasi, mutualisme, dan dekomposisi membantu kita memahami bagaimana organisme saling mempengaruhi dan berkontribusi pada keseimbangan ekosistem. Dengan Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 76 No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor pemahaman ini, kita dapat menghargai pentingnya keanekaragaman hayati, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mengambil tindakan yang berkelanjutan untuk melindungi lingkungan dan semua makhluk yang hidup di dalamnya. Jumlah skor maksimal 15 Lampiran 4. Glosarium aliran energi : pergerakan energi dari satu organisme ke organisme lainnya dalam ekosistem, biasanya dalam bentuk makanan dan digambarkan melalui rantai makanan atau jaring makanan biogeokimia : siklus unsur-unsur kimia di dalam ekosistem, termasuk siklus karbon, nitrogen, fosfor, dan lainnya, di mana unsur-unsur ini bergerak antara organisme hidup, lingkungan fisik, dan geosfer jaring makanan : representasi kompleks dari interaksi makan-memakan antara berbagai rantai makanan dalam ekosistem yang mencerminkan hubungan konsumen yang saling terhubung. keharmonisan ekosistem : keseimbangan dan keterkaitan yang terjaga antara komponen-komponen ekosistem, termasuk interaksi antarorganisme dan ketergantungan terhadap faktor-faktor abiotik, yang memungkinkan keberlanjutan ekosistem komponen ekosistem : bagian-bagian penyusun ekosistem, termasuk produsen, konsumen, dekomposer, tanaman, hewan, mikroorganisme, dan lingkungan fisiknya. rantai makanan : representasi linear dari aliran energi dan transfer nutrisi dalam ekosistem yang menunjukkan hubungan antara produsen dan konsumen. Lampiran 5. Daftar Pustaka ● Begon, M., Townsend, C.R., & Harper, J.L. (2006). Ecology: From Individuals to Ecosystems (4th Edition). Blackwell Publishing. ● Krebs, C.J. (2019). Ecology: The Experimental Analysis of Distribution and Abundance (8th Edition). Pearson. ● Molles Jr., M.C. (2019). Ecology: Concepts and Applications (9th Edition). McGraw-Hill. ● Pomeroy, L.R., & Albert, D.L. (2007). The Biology of Ecosystems. Cambridge University Press. ● Smith, R.L., Smith, T.M., & Smith, R.L. (2020). Elements of Ecology (Eighth Edition). Pearson. Penentuan nilai:


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 77 MODUL AJAR BAB 5 Perubahan Lingkungan Informasi Umum Modul Ajar Nama Penyusun : MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd Nama Sekolah : SMAN 1 KAMPAR TIMUR Tahun Ajaran : 2023/2024 Fase/Kelas : E/X Alokasi Waktu (menit) : 12 × 45 menit Jumlah Pertemuan : 6 Pertemuan A. Capaian Pembelajaran Capaian Pembelajaran (CP) terdiri atas pemahaman Biologi dan keterampilan proses. 1. Pemahaman Biologi Peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan. 2. Keterampilan Proses Keterampilan siswa yang meliputi (1) mengamati; (2) mempertanyakan dan memprediksi; (3) merencanakan dan melakukan penyelidikan; (4) memproses serta menganalisis data dan informasi; (5) mengevaluasi dan merefleksi; serta (6) mengomunikasikan hasil. B. Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran (TP) Bab 5 sebagai berikut. 5.1.Mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan lingkungan bagi kehidupan 5.2.Mendiagnosis hasil kajian dari berbagai media informasi mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi 5.3.Menganalisis data perubahan lingkungan, penyebab, dampaknya, dan solusinya bagi kehidupan makhluk hidup, 5.4.Melakukan aksi nyata menanggulangi masalah lingkungan. C. Kata Kunci 1. Daur ulang 2. Efek rumah kaca 3. Etika lingkungan 4. Kerusakan lingkungan 5. Limbah 6. Pelestarian lingkungan 7. Pemanasan global 8. Pencemaran lingkungan 9. Perubahan iklim D. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia terhadap lingkungan sekitar. 2. Gotong-royong dengan berkolaborasi bersama teman dalam kegiatan secara berkelompok. E. Sarana dan Prasarana 1. Komputer/laptop


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 78 2. LCD proyektor 3. Papan tulis 4. Spidol F. Target Peserta Didik Peserta didik reguler G. Metode Pembelajaran Menyesuaikan pada setiap pertemuan. H. Moda Pembelajaran Tatap Muka I. Asesmen 1. Asesmen non-kognitif 2. Asesmen kognitif (sumatif) J. Materi Ajar 1. Perubahan Lingkungan dan Faktor-Faktor Penyebabnya 2. Pencemaran Lingkungan 3. Upaya Mengatasi Perubahan Lingkungan K. Langkah-langkah Pembelajaran PERTEMUAN 1 Topik Perubahan lingkungan dan faktor-faktor penyebabnya Tujuan Pembelajaran 5.1. Mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan lingkungan bagi kehidupan Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan lingkungan bagi kehidupan Metode Pembelajaran Ceramah dan Diskusi Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan perubahan lingkungan? 2. Apa penyebab utama perubahan lingkungan yang terjadi di sekitar kita? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dipelajari.


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 79 B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memberikan ceramah tentang perubahan lingkungan, termasuk penyebab dan dampaknya bagi kehidupan. 2. Dilakukan diskusi kelas untuk memperdalam pemahaman siswa tentang penyebab dan dampak perubahan lingkungan yang mereka amati di sekitar mereka. 3. Siswa diajak untuk berbagi pendapat dan contoh konkret tentang penyebab dan dampak perubahan lingkungan yang mereka ketahui. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya masih mempelajari topic yang sama. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 2 Topik Perubahan lingkungan dan faktor-faktor penyebabnya Tujuan Pembelajaran 5.2. Mendiagnosis hasil kajian dari berbagai media informasi mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat mendiagnosis hasil kajian dari berbagai media informasi mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi. Metode Pembelajaran Penyelidikan dan Presentasi Pertanyaan Pemantik Bagaimana kita dapat memperoleh informasi mengenai kerusakan lingkungan? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memperkenalkan berbagai media informasi yang dapat digunakan untuk mempelajari kerusakan lingkungan, seperti artikel, video, atau laporan penelitian. 2. Siswa melakukan penyelidikan mandiri dengan menggunakan media informasi tersebut untuk mendiagnosis hasil kajian yang ada.


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 80 3. Setiap siswa membuat presentasi tentang hasil kajiannya dan mempresentasikan temuan mereka kepada kelas. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan belajar secara berkelompok. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 3 Topik Pencemaran lingkungan Tujuan Pembelajaran 5.3. Menganalisis data perubahan lingkungan, penyebab, dampaknya, dan solusinya bagi kehidupan makhluk hidup Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat menganalisis data perubahan lingkungan, penyebab, dampaknya, dan solusinya bagi kehidupan makhluk hidup. Metode Pembelajaran Analisis Data dan Diskusi Kelompok Pertanyaan Pemantik 1. Apa data yang dapat digunakan untuk menganalisis perubahan lingkungan? 2. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan lingkungan berdasarkan data yang ada? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas. D. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru menyediakan data yang relevan tentang perubahan lingkungan yang terjadi di suatu area. 2. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menganalisis data tersebut, mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan lingkungan, serta mencari solusi yang mungkin untuk mengurangi dampak negatif. 3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka dan dilakukan diskusi kelompok mengenai solusi yang telah mereka temukan. E. Kegiatan Penutup (10 menit)


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 81 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan melakikan simulasi dan permainan peran. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 4 Topik Upaya mengatasi perubahan lingkungan Tujuan Pembelajaran 5.4. Melakukan aksi nyata menanggulangi masalah lingkungan. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat melakukan aksi nyata menanggulangi masalah lingkungan. Metode Pembelajaran Simulasi dan Permainan Peran Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi masalah lingkungan di sekitar kita? 2. Bagaimana peran kita sebagai individu dalam menjaga keberlanjutan lingkungan?` A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru memperkenalkan simulasi atau permainan peran yang melibatkan siswa dalam situasi perubahan lingkungan. 2. Siswa berpartisipasi dalam simulasi atau permainan peran tersebut dan mencoba menemukan solusi nyata untuk menanggulangi masalah lingkungan yang ada. 3. Setelah simulasi selesai, dilakukan refleksi dan diskusi kelas mengenai pengalaman siswa dalam menangani masalah lingkungan serta langkah-langkah nyata yang dapat mereka lakukan di kehidupan sehari-hari. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan membahas merancang dan melaksanakan proyek kolaboratif. 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam.


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 82 PERTEMUAN 5 Topik Upaya mengatasi perubahan lingkungan Tujuan Pembelajaran 5.4. Melakukan aksi nyata menanggulangi masalah lingkungan. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat melakukan aksi nyata menanggulangi masalah lingkungan. Metode Pembelajaran Proyek Kolaboratif Pertanyaan Pemantik 1. Bagaimana kita dapat berkolaborasi dengan orang lain dalam menangani masalah lingkungan? 2. Apa manfaat dari proyek kolaboratif dalam menangani masalah lingkungan? A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) 1. Guru membuka pembelajaran, melakukan doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan pemantik. 3. Siswa diberikan waktu untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bimbingan guru. 4. Perwakilan siswa mengemukakan jawaban atas pertanyaan tersebut. 5. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa dan menghubungkannya dengan kegiatan yang akan dilakukan. B. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. 2. Setiap kelompok merancang dan melaksanakan proyek kolaboratif yang bertujuan untuk menanggulangi masalah lingkungan di sekitar mereka. 3. Kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka kepada kelas dan mendiskusikan manfaat dari kolaborasi dalam menangani masalah lingkungan. C. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dan melakukan refleksi pembelajaran. 2. Guru memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya akan diadakan asesmen sumatif lingkup materi (latihan akhir bab). 3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan salam. PERTEMUAN 6 Pelaksanaan tes sumatif (latihan akhir bab) REFLEKSI Pendidik Peserta Didik • Apakah dalam pemberian materi dengan metode yang telah dilakukan serta penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan untuk pembelajaran yang akan • Apakah Anda memahami instruksi yang dilakukan untuk pembelajaran? • Apakah media pembelajaran, alat dan bahan


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 83 dilakukan dapat dipahami oleh peserta didik? • Bagian manakah pada rencana pembelajaran yang perlu diperbaiki? • Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap materi atau bahan ajar, pengelolaan kelas, latihan dan penilaian yang telah dilakukan dalam pembelajaran? • Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan? • Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh peserta didik? mempermudah Anda dalam pembelajaran? • Materi apa yang Anda pelajari pada pembelajaran yang telah dilakukan? • Apakah materi yang disampaikan, didiskusikan, dan dipresentasikan dalam pembelajaran dapat Anda pahami? • Manfaat apa yang Anda peroleh dari materi pembelajaran? • Sikap positif apa yang Anda peroleh selama mengikuti kegiatan pembelajaran? • Kesulitan apa yang Anda alami dalam pembelajaran? • Apa saja yang Anda lakukan untuk belajar yang lebih baik? Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran NONI LESTARI,M.Sn NIP. 197010121994122001 MITIAR HAMID KAMPAI, S.Pd NIP. 1908162023212019


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 84 LAMPIRAN Lampiran 1. Lembar Kerja Peserta Didik LKPD pertemuan 3 Perubahan Lingkungan A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mendiagnosis hasil kajian dari berbagai media informasi mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi . B. Pengantar perubahan lingkungan dapat mengakibatkan permasalahan lingkungan yang serius. Lingkungan alami mengalami perubahan sepanjang waktu karena faktor-faktor seperti perubahan iklim, aktivitas manusia, perubahan lahan, dan lainnya. Beberapa perubahan tersebut dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan menyebabkan permasalahan lingkungan yang signifikan. Berikut ini beberapa permasalahan yang berkaitan dengan perubahan lingkungan. Permasalahan 1 Pertumbuhan Eceng Gondok yang Tidak Terkendali Walaupun memiliki manfaat, tumbuhan eceng gondok harus dikendalikan persebarannya karena eceng gondok merupakan tumbuhan invasif yang merusak ribuan danau di Indonesia. Tumbuhan invasif bersifat merugikan bagai kehidupan pada suatu habitat perairan, serta merusak tatanan pada suatu ekosistem. Dengan tingginya daya toleransi terhadap lingkungan membuat eceng gondok menjadi berkembang secara luar biasa dan mengancam keanekaragaman hayati lokal. Permasalahan 2 Anomali Efek Rumah Kaca: Peningkatan Suhu Permukaan Bumi Sumber: climate.nasa.gov Tentunya kalian tidak asing dengan pemanasan global, bukan? Pemanasan global merupakan gejala peningkatan rata-rata suhu permukaan bumi. Berdasarkan analisis data yang dihimpun oleh para ilmuwan di Institut Goddard NASA untuk studi luar angkasa (GISS), Bumi telah mengalami peningkatan suhu global rata-rata lebih dari 10C sejak 1880. Badan Meteorologi Duni (WMO) Sumber: www.enca.com


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 85 memprediksi kenaikan suhu udara hingga 1,50C pada tahun 2024. Salah satu fenomena yang memengaruhi pemanasan global adalah anomali efek rumah kaca. Permasalahan 3 Bahaya Ikan yang Terpapar Zat Pencemar Jika Dikonsumsi Ikan merupakan salah satu menu sehat yang sering dianjurkan para ahli gizi untuk dikonsumsi setiap hari. Namun, perlu diwaspadai jika ikan tersebut hidup di perairan yang telah tercemar dari bahan berbahaya. Zat toksik tersebut sulit terurai dan akhirnya mengendap di tingkat trofik berikutnya termasuk manusia yang menduduki tingkat trofik tertinggi. Permasalahan 4 Pencemaran Logam Berat Pengembangan pemukiman dan kegiatan domestik lainnya mengakibatkan Teluk Ambon semakin tercemar. Salah satu sumber pencemar (polutan) yang sangat berbahaya adalah logam berat. Di lingkungan perairan, logam berat akan mengendap bersama lumpur atau bentuk sedimen/endapan misalnya logam berat Cu (tembaga). C. Bahan Diskusi 1. Analisislah bagaimana permasalahan-permasalahan tersebut dapat terjadi? 2. Berdasarkan hasil penyelidikan bersama teman sekelompok & kelompok lain, tuliskan alternatif solusi dan analisisnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut ke dalam tabel berikut. Salinlah hasil analisis ini ke dalam bentuk produk infografis dari Canva/PPT atau flash card. Permasalahan Alternatif Solusi Analisis Alternatif Solusi Pertumbuhan Eceng Gondok yang Tidak Terkendali Anomali Efek Rumah Kaca: Peningkatan Suhu Permukaan Bumi Bahaya Ikan yang Terpapar Zat Pencemar Jika Dikonsumsi Sumber: HMDScience.com


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 86 Pencemaran logam berat 3. Berdasarkan penyajian hasil diskusi, silakan analisis dari sudut pandang SETS (Science, Environtment, Technology, and Society) dari isu permasalahan di atas! Penyebab (Science): Dampak bagi lingkungan (Environtment): Dampak bagi Sosial (Society): Solusi (Technology): 4. Tulislah kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Lampiran 2. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 1. Jubaedah, E., & Purnami, S. E. (2022). IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2. Handout berikut. Perubahan Lingkungan dan Faktor-Faktor Penyebabnya Perubahan lingkungan adalah perubahan yang terjadi pada kondisi fisik, biologis, atau kimia suatu lingkungan yang dapat mempengaruhi ekosistem dan organisme yang hidup di dalamnya. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan lingkungan, antara lain: 1. Aktivitas Manusia: ● Penggundulan Hutan: Penebangan pohon secara besar-besaran untuk pemanfaatan kayu, pertanian, atau pembangunan dapat mengakibatkan hilangnya habitat, penurunan keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim. ● Polusi: Emisi polutan seperti gas buang industri, limbah pertanian, dan limbah domestik dapat mencemari udara, air, dan tanah, menyebabkan kerusakan ekosistem dan berdampak negatif pada kesehatan manusia dan hewan. ● Perubahan Penggunaan Lahan: Konversi lahan alami menjadi lahan pertanian, pemukiman, atau infrastruktur dapat mengganggu ekosistem asli dan mengurangi keanekaragaman hayati. 2. Perubahan Iklim: ● Peningkatan Emisi Gas Rumah Kaca: Emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dari pembakaran bahan bakar fosil dapat menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang signifikan, seperti peningkatan suhu rata-rata, perubahan pola cuaca, dan peningkatan tingkat laut. ● Perubahan Pola Curah Hujan: Perubahan iklim dapat mempengaruhi pola curah hujan, dengan daerah tertentu mengalami kekeringan yang lebih parah atau banjir yang lebih sering. Ini dapat berdampak negatif pada ekosistem dan kehidupan manusia. 3. Peristiwa Alam:


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 87 ● Bencana Alam: Bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, atau kebakaran hutan dapat menyebabkan perubahan lingkungan yang signifikan dan merusak ekosistem serta mengancam kehidupan manusia. ● Proses Alamiah: Proses alamiah seperti erosi, sedimentasi, atau perubahan geologi dapat mempengaruhi kondisi fisik dan topografi suatu daerah, yang pada gilirannya memengaruhi ekosistem. Perubahan lingkungan dapat memiliki dampak jangka pendek maupun jangka panjang pada kehidupan manusia dan organisme lainnya. Penting bagi kita untuk memahami faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan ini dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatifnya. Pencemaran Lingkungan Pencemaran lingkungan merujuk pada masuknya zat-zat berbahaya atau gangguan fisik ke dalam lingkungan yang dapat merusak ekosistem, mengancam kesehatan manusia, dan mengganggu kehidupan organisme lainnya. Berikut adalah penjelasan tentang pencemaran lingkungan: 1. Pencemaran Udara: Pencemaran udara terjadi ketika bahan-bahan berbahaya seperti gas, partikel, dan zat kimia lainnya terlepas ke udara dalam jumlah yang melebihi ambang batas yang aman. Sumber pencemaran udara termasuk emisi industri, transportasi, pembakaran bahan bakar fosil, dan aktivitas manusia lainnya. Pencemaran udara dapat menyebabkan masalah pernapasan, masalah kesehatan, dan perubahan iklim. 2. Pencemaran Air: Pencemaran air terjadi ketika zat-zat berbahaya atau organisme patogen mencemari sumber air, seperti sungai, danau, dan laut. Pencemaran air dapat disebabkan oleh limbah industri, limbah pertanian, pembuangan limbah domestik, serta kebocoran dari tangki penyimpanan atau kapal minyak. Ini dapat menyebabkan keracunan air, kerusakan ekosistem perairan, dan bahaya bagi organisme yang hidup di dalamnya, termasuk manusia. 3. Pencemaran Tanah: Pencemaran tanah terjadi ketika zat-zat berbahaya seperti logam berat, pestisida, bahan kimia industri, dan limbah padat mencemari tanah. Sumber pencemaran tanah meliputi limbah industri yang tidak diolah dengan benar, limbah pertanian, pembuangan sampah, serta kecelakaan atau kebocoran dari instalasi penyimpanan. Pencemaran tanah dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, penurunan kualitas tanah, dan keracunan bagi organisme yang hidup di dalamnya. 4. Pencemaran Suara: Pencemaran suara terjadi ketika kebisingan berlebihan dari aktivitas manusia seperti lalu lintas, industri, konstruksi, atau kebisingan perkotaan lainnya mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Pencemaran suara dapat menyebabkan stres, gangguan tidur, gangguan pendengaran, dan mengganggu komunikasi hewan. Pencemaran lingkungan memiliki dampak serius terhadap kesehatan manusia, keberlanjutan ekosistem, dan kehidupan organisme lainnya. Upaya perlindungan dan pengendalian pencemaran lingkungan sangat penting untuk menjaga kualitas lingkungan dan kehidupan yang berkelanjutan. Upaya Mengatasi Perubahan Lingkungan Upaya untuk mengatasi perubahan lingkungan yang merusak dan mempengaruhi ekosistem melibatkan tindakan manusia yang bertujuan untuk melindungi, memulihkan, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi perubahan lingkungan:


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 88 1. Konservasi Sumber Daya Alam: Konservasi sumber daya alam melibatkan pengelolaan yang bijaksana terhadap sumber daya alam seperti hutan, air, tanah, dan keanekaragaman hayati. Ini meliputi upaya pemulihan hutan, perlindungan terhadap spesies terancam punah, peningkatan efisiensi penggunaan air, dan praktik pertanian berkelanjutan. Sumber: "Conservation Biology: Foundations, Concepts, Applications" oleh Fred Van Dyke. 2. Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca: Mengurangi emisi gas rumah kaca adalah langkah penting dalam mengatasi perubahan iklim. Ini melibatkan penggunaan sumber energi terbarukan, penghematan energi, pengendalian emisi industri, transportasi berkelanjutan, dan praktik pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Sumber: "Climate Change 2014: Mitigation of Climate Change" oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). 3. Pengelolaan Limbah yang Baik: Pengelolaan limbah yang baik melibatkan pemrosesan dan pembuangan limbah secara aman untuk mencegah pencemaran lingkungan. Ini termasuk pengolahan limbah cair, pengolahan limbah padat, daur ulang, dan pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya. Sumber: "Waste Management and Resource Recovery" oleh Richard C. Dorf. 4. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan Lingkungan: Pendidikan dan kesadaran lingkungan yang meningkat dapat mendorong individu dan masyarakat untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini meliputi penyebarluasan informasi, kampanye kesadaran lingkungan, dan integrasi isu lingkungan dalam kurikulum pendidikan. Sumber: "Environmental Education: A Resource Handbook" oleh Russell G. Wright. 5. Pengembangan Teknologi Lingkungan: Pengembangan dan penerapan teknologi lingkungan inovatif dapat membantu mengatasi perubahan lingkungan. Contohnya adalah teknologi pengolahan air limbah, teknologi energi terbarukan, dan teknologi pemulihan lahan terdegradasi. Sumber: "Environmental Science and Technology: A Sustainable Approach to Green Science and Technology" oleh Stanley E. Manahan. Lampiran 3. Asesmen Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Jurnal Refleksi Asesmen ini melibatkan siswa dalam menulis jurnal refleksi tentang pengalaman belajar mereka, pemahaman konsep, atau perkembangan pribadi. Rubrik Penilaian: ● Kriteria penilaian yang mencakup pemahaman konsep yang diperoleh, refleksi yang dalam, penggunaan bahasa yang tepat, dan kemampuan menyusun argumen atau pendapat. ● Skala 1-5 untuk menilai tingkat refleksi dan pemahaman siswa. Asesmen Sumatif (Akhir Bab) 1. Buku IPA Biologi 1 untuk SMA/MA Kelas X penerbit Grafindo Media Pratama, latihan akhir bab 1 halaman 200 - 210. 2. Kumpulan soal berikut.


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 89 LATIHAN BAB 5 A. Pilihan Ganda 1. Perubahan lingkungan dapat disebabkan oleh .... A. aktivitas manusia dan perubahan alami B. hanya aktivitas manusia C. hanya perubahan alami D. aktivitas hewan E. tidak ada penyebab yang jelas 2. Kerusakan lingkungan dapat memiliki dampak terhadap .... A. manusia saja B. hewan saja C. tumbuhan saja D. manusia, hewan, dan tumbuhan E. tidak ada dampak yang signifikan 3. Analisis data perubahan lingkungan melibatkan .... A. pengumpulan data B. interpretasi data C. pengumpulan dan interpretasi data D. analisis data E. penyimpanan data 4. Media informasi yang dapat digunakan untuk mempelajari kerusakan lingkungan meliputi …. A. buku teks saja B. televisi saja C. buku teks, televisi, dan internet D. internet saja E. radio saja 5. Solusi bagi masalah lingkungan meliputi .... A. mengabaikan masalah tersebut B. menyalahkan orang lain C. tidak melakukan tindakan apa pun D. mengambil tindakan nyata dan berkelanjutan E. menunggu masalah terselesaikan dengan sendirinya 6. Pernyataan yang sesuai tentang aksi nyata dalam menanggulangi masalah lingkungan adalah …. A. hanya memberikan informasi kepada orang lain B. hanya berbicara tentang masalah tanpa tindakan konkret C. melakukan tindakan nyata untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan D. mengabaikan masalah lingkungan E. tidak melakukan tindakan apa pun 7. Dampak deforestasi terhadap ekosistem meliputi .... A. hilangnya keanekaragaman hayati dan kerusakan tanah B. penurunan suhu global C. peningkatan keanekaragaman hayati D. hilangnya polusi udara E. tidak ada dampak yang signifikan 8. Salah satu contoh aksi nyata dalam menanggulangi masalah lingkungan adalah .... A. membuang sampah sembarangan B. menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya C. mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan D. mengabaikan perubahan iklim E. meningkatkan penggunaan energi fosil 9. Apa yang dimaksud dengan daur ulang dalam konteks lingkungan .... A. hanya membuang sampah tanpa diproses B. menggunakan kembali barang yang sudah tidak terpakai C. mengurangi penggunaan sumber daya alam yang terbarukan D. hanya menggunakan sumber daya alam yang terbarukan E. membuang sampah sembarangan 10. Pernyataan yang tepat tentang efek rumah kaca adalah …. A. penyebab utama perubahan iklim B. penyebab utama polusi udara C. penyebab utama kerusakan tanah


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 89 D. penyebab utama kerusakan lautan E. penyebab utama penurunan suhu global B. Uraian 1. Jelaskan dampak dari perubahan iklim terhadap kehidupan di Bumi. 2. Bagaimana media informasi dapat membantu dalam mempelajari kerusakan lingkungan? 3. Apa yang dimaksud dengan aksi nyata dalam konteks penanggulangan masalah lingkungan? 4. Jelaskan pentingnya daur ulang dalam penanggulangan masalah lingkungan. 5. Mengapa penting bagi individu untuk terlibat dalam aksi nyata penanggulangan masalah lingkungan? Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif A. Pilihan Ganda No. Soal Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 A Benar 1 Salah 0 2 D Benar 1 Salah 0 3 C Benar 1 Salah 0 4 C Benar 1 Salah 0 5 D Benar 1 Salah 0 6 C Benar 1 Salah 0 7 A Benar 1 Salah 0 8 C Benar 1 Salah 0 9 B Benar 1 Salah 0 10 A Benar 1 Salah 0 Jumlah skor maksimal 10 B. Uraian No. Kunci Jawaban Kriteria Penskoran Skor 1 Perubahan iklim dapat memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan di Bumi. Peningkatan suhu global dapat menyebabkan perubahan pola cuaca, seperti peningkatan intensitas dan frekuensi bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan badai. Perubahan iklim juga dapat menyebabkan pergeseran iklim dan ekosistem, mengganggu keseimbangan alami dan menyebabkan kepunahan spesies. Selain itu, perubahan iklim juga dapat mempengaruhi ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan kesehatan manusia. Benar dan tepat 3 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 2 Media informasi, seperti buku teks, televisi, dan internet, dapat memberikan akses kepada kita untuk mempelajari kerusakan lingkungan. Benar dan tepat 3 Penentuan nilai:


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 90 Mereka menyediakan informasi tentang penyebab kerusakan lingkungan, dampaknya, dan solusi yang dapat diambil. Melalui media informasi, kita dapat mengakses berbagai sumber pengetahuan, studi kasus, dan data yang relevan. Namun, penting untuk melakukan evaluasi kritis terhadap informasi yang diperoleh dan memastikan sumbernya dapat dipercaya. Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 3 Aksi nyata dalam konteks penanggulangan masalah lingkungan adalah tindakan konkret yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Ini melibatkan langkah-langkah seperti penggunaan energi terbarukan, pengurangan limbah dan polusi, penghematan air, daur ulang, dan partisipasi dalam program konservasi. Aksi nyata juga melibatkan peningkatan kesadaran dan edukasi terkait isu-isu lingkungan serta mendukung kebijakan dan inisiatif yang berkelanjutan. Benar dan tepat 5 Kurang lengkap 3 Tidak dijawab 0 4 Daur ulang memiliki peran penting dalam penanggulangan masalah lingkungan. Dengan mendaur ulang, kita dapat mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Proses daur ulang melibatkan pengumpulan, pemrosesan, dan pengolahan kembali bahanbahan bekas menjadi produk baru yang dapat digunakan kembali. Hal ini membantu mengurangi tekanan terhadap lingkungan, menghemat energi, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan memperpanjang masa pakai sumber daya alam yang ada. Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 5 Individu memiliki peran penting dalam penanggulangan masalah lingkungan. Tindakan individu, meskipun kecil, dapat memiliki dampak yang signifikan ketika dilakukan secara kolektif. Terlibat dalam aksi nyata penanggulangan masalah lingkungan membantu mengubah perilaku dan kebiasaan yang tidak berkelanjutan, seperti penggunaan energi fosil, pembuangan sampah sembarangan, dan penggunaan bahan kimia berbahaya. Selain itu, individu juga dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat, mengedukasi orang lain tentang pentingnya pelestarian lingkungan, dan mendukung kebijakan dan inisiatif yang berkelanjutan. Benar dan tepat 2 Kurang lengkap 1 Tidak dijawab 0 Jumlah skor maksimal 15 Lampiran 4. Glosarium perubahan iklim : perubahan jangka panjang dalam pola cuaca global, termasuk peningkatan suhu rata-rata bumi akibat peningkatan emisi gas rumah kaca. deforestasi : penghilangan pohon secara besar-besaran dari hutan atau lahan, yang dapat menyebabkan hilangnya habitat, kerusakan ekosistem, dan penurunan keanekaragaman hayati. degradasi tanah : penurunan kualitas dan kesuburan tanah akibat aktivitas manusia, seperti erosi, pemadatan, pencemaran, atau penurunan kandungan nutrisi. polusi : penyimpangan atau pencemaran lingkungan oleh bahan-bahan berbahaya atau zat-zat yang merugikan, termasuk polusi udara, air, tanah, dan suara. daur ulang : proses pengumpulan, pemrosesan, dan penggunaan kembali bahan-bahan yang sudah tidak terpakai atau limbah untuk mengurangi kebutuhan akan sumber daya alam baru dan mengurangi dampak lingkungan. pengembangan berkelanjutan : pendekatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, dengan Penentuan nilai:


PAG Buku IPA Biologi 1 untuk Kelas X | 91 mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Lampiran 5. Daftar Pustaka ● Cunningham, W.P., & Cunningham, M.A. (2019). Principles of Environmental Science: Inquiry and Applications. McGraw-Hill. ● Deswal, S., & Deswal, P. (2016). Environmental Pollution. New Age International. ● Goudie, A. (2018). Environmental Change: Key Issues and Alternative Perspectives. John Wiley & Sons. ● Masters, G.M., & Ela, W.P. (2019). Introduction to Environmental Engineering and Science. Pearson. ● Miller, G.T., & Spoolman, S.E. (2019). Environmental Science. Cengage Learning. ● Moran, E.F., & Ostrom, E. (2005). Seeing the Forest and the Trees: Human-Environment Interactions in Forest Ecosystems. The MIT Press. ● Peavy, H.S., Rowe, D.R., & Tchobanoglous, G. (2013). Environmental Engineering. McGrawHill Education. ● Senge, P., Smith, B., Kruschwitz, N., Laur, J., & Schley, S. (2008). The Necessary Revolution: How Individuals and Organizations Are Working Together to Create a Sustainable World. Crown Business.


Click to View FlipBook Version