The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Husmaruddin adalah anggota DPRD Sulsel dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by penerbit link pena, 2022-11-26 23:09:05

ROFILE HUSMARUDIN

Husmaruddin adalah anggota DPRD Sulsel dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel

Keywords: husmaruddin

BERJUAN DEMI TANA LUWU

ANAK DESA ANDALAN DR H HUSMARUDDIN MP SE MM ANAK DESA ANDALAN BERJUANG DEMI TANA LUWU
Berjuang (HMD) saat ini menjabat anggota DPRD
Sulsel terpilih dan berhasil mempertah-
Demi ankan kursihnya untuk kedua kalinya di
Tana periode 2019-2024 dari Dapil XI (Luwu,
Luwu Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur).

DR H Husmaruddin MP SE MM Dilahirkan disebuah desa bernama

Desa Panti yang berada di Kecamatan

Bani, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan,

pada tahun 1968, membuatnya kental dengan sebutan

Anak Desa Andalan (ADA). Ia tak hanya memikirkan dirin-

ya, tetapi juga bagaimana agar bermanfaat bagi sesama.

Berkat peduli terhadap sesama, ia mendapat ruang dan

tempat di hati warga desa.

Mantan Kades dan mantan Anggota DPRD Luwu dua
periode ini juga memiliki sebuah lembaga mampu mem-
berikan kontribusi bagi pengembangan karir anak muda.

Lembaga tersebut bernama Husmaruddin (HMD) Center.
HMD Center ialah sebuah lembaga yang dibuatnya kini
diupayakan bisa menjadi HMD Institute.

Politisi PAN ini mengucapkan terimakasih kepada seluruh
masyarakat Luwu Raya yang telah memberikan kepercayaan
kepada dirinya untuk mengemban amanah kedua kalinya.

Didalam buku ini berisi perjalanan hidup, program dan
strategi dilakukan Dr H Husmaruddin MP SE MM sehingga
bisa seperti saat ini.

2

BERJUAN DEMI TANA LUWU

ANAK DESA ANDALAN

Berjuang

Demi

Tana

Luwu

DR H Husmaruddin MP SE MM

3



BERJUAN DEMI TANA LUWU

Lahir di Desa Terpencil

Kabupaten Luwu

Dr. H. Husmaruddin MP, SE, MM nama lengkapnya.
Anggota DPRD Sulsel dua periode ini menghabiskan
masa kecilnya di Luwu. Husmaruddin lahir di sebuah desa
bernama Dusun Langkidi, Desa Pangi, Kecamatan Bajo
, Kabupaten Luwu pada tahun 1968.
Desa Pangi ialah sebuah desa yang kala itu sangat terpencil dan
belum memiliki penerangan cahaya lampu. Setiap malam, warga
desa mengandalkan lampu petromaks. Sebuah lampu yang terang
benderang dan terkadang membuat silau pandangan jika dilihat dari
dekat. Cara menyalakan petromaks hanya dengan melakukan pom-
pa secara manual pada tuas di bagian bawah petromaks. Semakin
besar tekanan pompa, maka akan semakin besar pula cahaya yang
dikeluarkannya.

1

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Sementara, Kabupaten Luwu adalah sebuah kabupaten di
Sulawesi Selatan yang dalam kurun waktu tiga tahun dimekarkan
menjadi tiga daerah strategis, yaitu Kabupaten Luwu, Kabupaten
Luwu Utara yang kemudian dimekarkan lagi menjadi Kabupaten
Luwu Timur dan Kota Palopo.

Pemekaran ini turut menjadikan Kota Palopo selaku perintahan
otonom kota Palopo. Luas wilayah Kabupaten Luwu 3.000,25 km²,
sebelum Kota Palopo menjadi kota otonom dengan jarak tempuh
dari Kota Makassar lebih dari 367 km.

Semasa kecil, walaupun Husmaruddin tinggal di desa dengan
berbagai keterbatasan, ia sangat senang dengan udara desa yang
begitu sejuk dan bersih.

Dahulu, pasar desa pun bahkan tidak ada. Belum lagi jalanan
setiap hari dilalui becek jika hujan turun.Orangtuanya hanya berpro-
fesi sebagai komandan hasil sebelum kemerdekaan.Husmaruddin
kecil sangat senang jika diajak oleh ayahnya ikut bekerja. Makan-
ya sering menemani ayahnya bekerja di hutan. Saat Indonesia
merdeka, ayah Husmaruddin kemudian menjabat kepada dusun
di desanya dan menjadi tokoh.

Terlahir sebagai anak sulung dari sembilan bersaudara,
Husmaruddin yang kala itu sudah beranjak remaja tidak ingin
membebani ayahnya yang bernama almarhum Saparuddin. Ia
ingin menjadi contoh anak yang memiliki kepribagian mandiri
bagi adik-adiknya. Saudara Husmaruddin, masing-masing, Hasni,
Hasdin, Mulyana, Harmansyiah, Hamsiah, Wahidah, Hamsirah, dan
Marjono.

2

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Ia begitu sangat mencintai desa tanah kelahirannya. Sejak kecil,
Husmaruddin bertekad ingin memperjuangkan desa dimana ia
dilahirkan dan dibesarkan. Impiannya, bisa membangun tanah
leluhurnya menjadi desa mandiri, bangkit dari keterbelakangan.

Secara geografi, Kabupaten Luwu terletak pada koordinat antara
2°3’45” sampai 3°37’30” LS dan 119°15” sampai 121°43’11” BB

Kabupaten Luwu memiliki wilayah geografis yang unik karena
wilayahnya terbagi dua yang dipisahkan oleh sebuah daerah oto-
nom yakni Kota Palopo, ada pun daerah yang terpisah tersebut
adalah wilayah Walenrang dan Lamasi atau yang juga dikenal
dengan sebutan WALMAS.

Batas wilayah kabupaten Luwu antara lain disebelah Utara adalah
Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Tana Toraja. Sebelah
Timur ialah, Timur Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara.
Adapun sebelah selatan ialah, Kabupaten Sidrap dan Kabupat-
en Wajo. Sementara di bagian Barat, terdiri dari Kabupaten Tana
Toraja dan Enrekang.

3

BERJUAN DEMI TANA LUWU

4

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Perjuangkan
Pembangunan

SMP dan SMA
di Desa

GAPAILAH cita citamu setinggi langit. Begitulah pri-
bahasa yang senantiasa menggaung di pikiran dan
hati Husmaruddin kecil. Dari pribahasa ini pulalah,
terbersit di hati dan pikiran Husmaruddin untuk bekerja
keras, bersekolah menuntut ilmu menggapai impian.
Tidak heran jika keinginan kuatnya untuk menuntut ilmu meski
sekolahnya berjarak tujuh kilo ia tempuh tanpa keluhan.

Dengan sekuat tenaga dan hati yang ikhlas ia menjalaninya. Di
tengah jalanan bergelombang kampung, setiap pagi, ia mengayuh
sepedanya menuju sekolah.

5

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Husmaruddin mengatakan, kala itu di kampungnya sudah ter-
dapat SD, sementara SMP belum dibangun. Pada akhirnya, saat
duduk di bangku SMP, ia berangkat ke sekolah dengan menempuh
jarak tujuh kilo yang kadang berjalan kaki.

Makanya, saat menjabat kepala desa di tahun 1999 -2004 ia
membangun Pasar Desa dan SMP Negeri 3 Bajo.

Hal inilah yang mendorong Husmaruddin saat duduk di DPRD
Luwu memperjuangkan agar di desanya dibangun SMP dan SMA
Negeri 3 Bajo. Ketika duduk di DPRD dengan jaringan yang
dimilikinya, ia berpikir bagaimana caranya agar di desanya bisa
dibangun SMP.

Husmaruddin berinisiatif meminta bantuan kepada tokoh mas-
yarakat dan seorang warga yang memiliki lahan yang cukup luas
untuk mendirikan SMP.

6

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Saat itu, ia memberikan saran kepada pemilik lahan agar
dibangun sekolah diatas lahannya dan sisa lahannya dibuatkan
kapling-kapling kecil.

Akhirnya pemilik lahan bersedia. Husmaruddin mengatakan,
ia menjelaskan kepada pemilik lahan jika ingin menjual lahan
pasti tidak ada yang membeli. Tetapi jika dilahan itu dibangun
SMP maka harga lahan miliknya yang ada di sekitar sekolah pasti
harganya terangkat.

Akhirnya, pemilik lahan sepakat dan terbangunlah SMPN 3 Bajo
di desanya. Pemilik lahan juga senang harga tanah yang tidak punya
nilai saat itu bisa dijual dan dia mengantongi langsung Rp300 juta.

Saat mengecap pendidikan di Universitas Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Palopo pun, ia harus mandi-
ri. Husmaruddin memilih kost di dekat kampus dan berusaha
bagaimana bertahan hidup. Ia berusaha giat belajar agar dapat
memperoleh beasiswa dan akhirnya berkat usahanya ia memper-
oleh beasiswa supersemar. Beasiswa ini digunakan untuk membeli
buku dan digunakan untuk kebutuhan sehari hari.

Saat menjabat anggota DPRD Luwu periode kedua dengan
jawabatan wakil ketua, ia memperjuangkan pembangunan SMAN 3
Bajo yang sekarang menjadi SMAN 17 Luwu. Ia berharap di tahun
2019 ruang kelas baru bisa bertambah termasuk laboratorium,
computer dan pagar. Sesuai dengan taglinenya Anak Desa Andalan
“ADA”, ia ingin selalu ADA untuk konstituennya dan terus berbuat
untuk kemajuan desanya.

7

BERJUAN DEMI TANA LUWU

8

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Mandiri
Sejak Kuliah

HIDUP mandiri tidak bergantung pada orang tua, telah
dirasakan Husmaruddin sejak menempuh pendidikan
di Universitas Muhammadiyah Palopo yang dulu ber-
nama Sekolah Tinggi Muhammadiyah Palopo.
Husmaruddin berupaya membiayai kehidupan sehari-hari dan
biaya kuliahnya dengan menjadi asisten dosen di semester IV. Ia
diajak menjadi asisten dosen pada tahun 1991.
Saat itu, ia mengajar ilmu ekonomi. Diakuinya ia sangat senang
dengan ilmu ekonomi. Demikian pula ketika menempuh S2 di
Partia Artha dan S3 di Universitas Muslim Indonesia, ia fokus ke
ilmu manajemen.
Husmaruddin mengakui jika ada dua ilmu yang menarik. Yaitu,
ilmu ekonomi dan kedokteran.

9

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Pada saat mendaftar di strata satu, ada dua fakultas yang ia
daftar yaitu, Fakultas Ekonomi dan Kedokteran. Tapi, nasib men-
gantarnya ke Fakultas Ekonomi.

Husmaruddin bersama dengan teman, BPH,
pimpinan kampus dan dosen di STIEM Palopo

Diakui, jika bicara ilmu ekonomi, maka akan membahas tentang
bagaimana dihadapkan pada kebutuhan hidup. Bagaimana hidup
ini bisa mempunyai manfaat dan dan bisa memenuhi kebutuhan
hidup dengan sumber daya yang ada.

Ia menjabat asisten dosen dari tahun 1991 sampai 1992 sekaligus
TU dan tenaga administrasi akademik. Di tahun 1993 kemudian
menjadi dosen tetap yayasan.

10

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Menariknya disitu. Jika membahas ilmu manajemen berbicara
bagaimana menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dimana
seorang bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk
mencapai tujuan organisasi.

Husmaruddin memberikan tips bagi siapa saja yang ingin
menjadi asisten dosen. Hal pertama, kamu harus lakukan adalah
apapun tugas yang diberikan oleh dosen, lakukanlah yang terbaik.

Sekecil apapun tugasnya harus berusaha untuk memberikan
yang brilian. Jangan pernah memandang remeh tugas apapun
yang diberikan oleh dosen.

Dengan ide-ide brilian sekalipun di tugas yang sederhana maka
dapat menarik perhatian dosen. Hal yang kedua tentunya harus
berada satu langkah di depan teman-teman yang lainnya.

Jadi, untuk menjadi seorang asisten dosen dan menjadi dosen
tetap yayasan yang bersertifikasi tidak cukup hanya dengan me-
mahami materi yang diajarkan oleh dosen.Pengetahuan harus
diupgrade agar bisa melebihi yang lain.

Dengan begitu, maka dosen tidak akan segan-segan untuk
memilih kita menjadi asistennya. Sebagai seorang asisten dosen,
maka tentunya harus bisa berbicara di depan orang banyak. Oleh
karena itu, kepercayaan diri sangat diperlukan untuk menjadi asdos.

Jika masih sering merasa gugup dan kurang percaya diri saat
berdiri di depan kelas maka perlu banyak latihan. Kalau perlu,juga
bisa ikut kursus public speaking untuk meningkatkan skill.

11

BERJUAN DEMI TANA LUWU

12

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Jabat Kepala Desa Pangi

Fokus Pembangunan
dan Perekonomian

DIKENAL sebagai pribadi disiplin dan pekerja keras
sejak duduk di bangku kuliah, Husmaruddin meneri-
ma berbagai tawaran bekerja. Selain menjadi dosen,
Husmaruddin mendapat tawaran menjadi kepala desa.
Di tahun 1998 silam, Husmaruddin didesak warga di
desanya untuk maju sebagai kepala desa.
Saat itu terbuka kran reformasi dan situasi yang memaksa
Husmaruddin untuk maju mencalonkan diri sebagai kepala desa
memenuhi keinginan warga di akhir 1999. Akhirnya, ia menjabat
kepala desa di tahun1999 hingga 2004.
Mayoritas warga ingin dipimpin oleh orang yang memiliki
latar belakang pendidikan yang memadai, amanah dan penuh
tanggung jawab.

13

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Kala itu, Husmaruddin mulai berpikir dan kasihan kepada warga
dan khususnya keadaan desanya yang tidak maju.

Menurut warga, sudah saatnya desa dipimpin oleh pemuda
yang memiliki pendidikan memadai, amanah dan karismatik. Kata
warga, yang terpenting bagi mereka, pemimpin muda yang mampu
mengelolah desa dengan baik.

Pada akhirnya, Husmaruddin menerima tawaran dan maju
mencalonkan sebagai kepala desa. Ia diangkat menjadi kepala
desa atas pilihan warga desanya.

Menjabat kepala desa, Husmaruddin fokus pada pengemban-
gan infrastruktur. Dia menginginkan bagaimana semua jalanan di
tanah kelahirannya itu teraspal. Sebab, menurut dia, jalanan yang
bagus akan meningkatkan proses pengiriman hasil pertanian yang
ada di desanya.

Tak hanya mengurus jalanan, Husmaruddin juga memikirkan
meningkatkan kesejahteraan warga desa. Ia pun fokus bagaimana
menyiapkan pasar agar terjadi proses transaksi jual beli di desan-
ya hingga mendongkrak perekonomian masyarakat. Termasuk
membuat pasar desa dan SMP Negeri 3 Bajo.

14

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Perintis Asosiasi
Pemerintahan Desa

Seluruh Indonesia

MENJABAT kepala desa di tanah kelahirannya,
Husmaruddin tak hanya berfokus pada pemba-
ngunan infrastruktur dan perekonomian. Ia pun
kemudian melempar gagasan, bagaimana agar
antar desa dapat memiliki sebuah wadah bertu-
kar pikiran. Maka kemudian atas gagasanya itu, lahirlah Asosiasi
Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia atau biasa disebut Apdesi.
Husmaruddin, kala itu mengumpulkan rekan-rekannya dan
mulai membentuk tim tujuh hingga akhirnya menjadi tim tujuh
belas kemudian terbentuk hingga tingkat nasional.
Pada intinya, Apdesi yang dibentuknya itu bekerja bagaimana
agar kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan meman-

15

BERJUAN DEMI TANA LUWU

faatkan potensi yang dimiliki dengan melibatkan rakyat termasuk
mengubah pola pikir rakyat untuk mengubah desa menjadi lebih
baik. Cita-cita Husmaruddin pada saat itu hanya ingin seluruh
desa maju.

Di akhir periode Husmaruddin, melakukan rapat kerja Apdesi
yang dihadiri bupati terpilih saat itu Bapak Basmin Mattayang dan
Sekkab Luwu di Hotel Mulia Indah Palopo dan menghasilkan tiga
rekomendasi penutup. Diantaranya, pertama, kades sebagai ujung
tombak pemerintahan harus diberi fasilitas kendaraan bermotor.
Kedua, harus diberi dana pemberdayaan untuk pembangunan.
Misalnya, jalan desa dan melibatkan masyarakat (Padat karya).
Ketiga, perhatian peningkatan kesejahteraan kades dan aparat
desa serta kades dan RTnya.

Apdesi memiliki peran strategis untuk membangunan Indonesia
dari desa. Sebagai organisasi profesi yang beranggotakan kepala
desa, Apdesi memfasilitasi serta memberikan pelatihan-pelati-
han bagi seluruh anggota, untuk menunjang pembangunan di
desa-desa.

Apdesi sebagai wadah para kades telah berperan aktif dalam
mendukung pembangunan yang dilakukan anggota di desa mas-
ing-masing. Apdesi mampu mengubah citra pedesaan yamg sela-
ma ini dianggap miskin, kumuh dan tidak maju, menjadi kawasan
indah tertata, dengan warganya yang hidup sejahtera.

Tentu saja, tidak mudah untuk mewujudkan hal itu. Namun,
dengan kerja keras kades bersama masyarakat semua bisa menjadi

16

BERJUAN DEMI TANA LUWU

nyata. Apalagi, pemerintahan sekarang ini sangat konsen dengan
pembangunan desa. Salah satunya dengan memberikan bantuan
dana desa, yang jumlahnya terus meningkat.

Pada 2015, saat pertama kali Program Bantuan Dana Desa di-
luncurkan, pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 20 triliun,
lantas terus meningkat, hingga sekarang menjadi Rp60 triliun.
Anggaran yang mayoritas diperuntukkan bagi pembangunan
intrastruktur desa.

Visi Apdesi adalah terwujudnya pemerintah desa yang maju,
sejahtera, adil, dan demokratis. Sedangkan misinya antara lain:
memberdayakan pemerintah desa, lembaga-lembaga desa dan
masyarakat perdesaan; mencerdaskan masyarakat perdesaan;
menjalin kemitraan dengan pemerintah dan lembaga-lembaga
non pemerintah untuk menciptakan masyarakat adil dan sejahtera,
dalam rangka percepatan pemberdayaan dan pembangunan desa;
serta memperkuat posisi dan eksistensi desa sebagai pondasi
pemerintahan di Indonesia.

Lebih lanjut Husmaruddin mengatakan, Apdesi merupakan
organisasi profesi yang berdaulat dan mandiri.

Bantuan dana desa sangat berpengaruh terhadap pembangunan
di perdesaan, terutama pembangunan infrastruktur dasar, seperti
jalan, jembatan, dan penyediaaan mandi cuci kakus (MCK). Infra-
struktur itulah yang selama ini menjadi kendala kemajuan desa.

17

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Keberadaan jalan
desa, kata dia, menjadi
urat nadi untuk men-
yalurkan hasil bumi ke
luar desa. Sebaliknya,
juga untuk menyalurkan
barang dan jasa bagi ke-
butuhan warga desa.Bila
kondisi jalan belum me-
madai, acapkali terjadi
hasil panen para petani
di desa-desa, seperti
buah-buahan, sayuran,
rempah-rempah dan palawija menjadi tak berharga lantaran tak
bisa dipasarkan keluar daerah.

Itulah sebabnya, Apdesi mengambil peran yang sentral dalam
rangka pembangunan dari pinggiran. Bisa dibayangkan, saat musim
hujan seperti sekarang ini, jalan desa yang belum dibangun akan
merubah “lautan” lumpur, sehingga tidak dapat dilewati. Padahal,
komoditas pertanian hasil kerja keras petani, seperti sayur, buah,
dan barang dagangan lain yang cepat busuk atau rusak butuh
waktu yang cepat agar segra dapat dijual pada konsumen.

Kendala jalan di desa-desa, ungkap Husmaruddn, sangat ber-
pengaruh pada pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur
yang buruk menghambat masyarakat desa menikmati pendidikan
yang lebih tinggi. Mengingat, lokasi SMP, SMA, dan perguruan
tinggi umumnya berada di kecamatan dan kota kabupaten.

18

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Ajar Anak
Putus Sekolah
di Kantor Desa

SAAT menjabat kepala desa di tahun 1999, Husmaruddin
sangat miris melihat warga kampungnya putus sekolah.
Ia kemudian berinisiatif untuk mengajar warga yang ada
di kampungnya dan juga warga sebelah kampung.
Anak anak putus sekolah itu diajar ilmu Paket A dan Paket B di
kantor desa. Husmaruddin Kerjasama dengan Dinas Pendidikan
untuk mencerdaskan anak anak di desanya.

Proses belajar mengajar yang dilakukan kala itu hanya tiga kali
seminggu. Mereka diajar tanpa dipungut biaya sama sekali. Bahkan,
Husmaruddin memakai fasilitas pribadinya untuk membawa anak
anak didiknya ikut ujian di Kota Palopo yang berjarak 50 kilometer
dari kampungnya.

19

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Anak -anak diinapkan di rumah kost yang ada di Palopo untuk
ikut ujian. Dijelaskan, saat itu, hanya Paket A dan Paket B yang
diajarkan. Semua anak anak yang pernah diajarnya sekarang sudah
menyandang berbagai gelar. Ada berprofesi guru, dosen, pelaut
dan membuka usaha sendiri.

Seperti diketahui, sebenarnya ada Kejar Paket A, B dan C. Proses
ini adalah solusi bagi yang sudah berusia di atas usia sekolah
namun ingin memiliki pengetahuan, kemampuan dan ijazah setara
dengan SD, SMP atau SMA. Kejar adalah singkatan dari Kelompok
Belajar.

Siapa saja yang ingin mengikuti Kejar Paket A, B dan C harus
mendaftar di lembaga penyelenggara Pusat Kegiatan Belajar Mas-
yarakat (PKBM) resmi yang terdaftar di Departemen Pendidikan
Nasional, sehingga nantinya bisa mengikuti Ujian Kejar Paket dan
mendapatkan ijazah yang diakui oleh Negara.

Kejar Paket A setara dengan Sekolah Dasar (SD), Kejar Paket
B setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan
Kejar Paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Husmaruddin menambahkan, melalui program kejar paket
tersebut siswa akan mendapatkan pelajaran setara dengan ting-
katannya. Di akhir program siswa bisa mengikuti ujian kejar paket
(atau biasa disebut dengan istilah ujian persamaan atau ujian
kesetaraan) untuk mendapatkan Sertifikat Ijazah sebagai tanda
kelulusan, yang kemudian dapat dipakai untuk mendaftar ke jen-
jang pendidikan yang lebih tinggi.

20

BERJUAN DEMI TANA LUWU
Waktu tempuh pendidikan pun tidak seperti sekolah formal
pada umumnya yang harus menunggu 3 tahun untuk mengikuti
ujian dan lulus, namun dengan metode pembelajaran yang inten-
sif dan efisiensif, pendidikan kejar paket dapat ditempuh dengan
waktu yang relative lebih singkat.
Ada kebanggaan tersendiri bagi Husmaruddin melihat warganya
buta huruf dan sempat putus sekolah bisa memperoleh ijazah dan
melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

21

BERJUAN DEMI TANA LUWU

22

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Anak Desa Andalan
Belajar dan Mengajar

Bersama Rakyat

SEBUTAN Anak Desa Andalan (ADA) tidak pernah lepas
dari sosok Husmaruddin. Sosok anak desa yang melekat
pada Husmaruddin, nampak jelas dari kesehariannya.
Mulai dari bangun tidur hingga malam hari, Husmaruddin
mengatur waktunya agar dirinya produktif.
Ia tak hanya memikirkan dirinya, tetapi juga bagaimana agar ia
bermanfaat bagi sesama.

Berkat peduli terhadap sesama, Anak Desa Andalan ,Husmarud-
din, mendapat ruang dan tempat di hati warga desa.

Husmaruddin mengakui ia lahir dan besar di daerah dan diberi
amanah oleh warga di desanya untuk memajukan daerahnya.
Makanya, ia digelar Anak Desa Andalan. Seorang anak desa yang
diandalkan untuk membawa perubahan bagi desanya kelak.

23

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Sebenarnya, jiwa kepemimpinan ini diturunkan dari sosok sang
ayah yang pernah bekerja sebagai penjaga hutan yang diberikan
bekal pendidikan militer di zaman penjajah dulu.Hingga kemudian
ayahnya memilih pensiun dan menjatuhkan pilihannya bertani.
Setelah itu,ayahnya diangkat menjadi kepala dusun oleh warganya
karena dianggap mampu mengakomodir apa yang menjadi hara-
pan dan keinginan warga di desanya.

Sosok ayah yang menjadi tokoh masyarakat di desanya menurun
kepadanya.

Kepemimpinan ayahnya sebagai kepala dusun mengajarkan
bagaimana caranya bisa dicintai dan dipercaya oleh warga desanya.

Ia banyak belajar otodidak pada sang ayah. Ia masih ingat
bagaimana sang ayah membimbingnya agar melanjutkan kuliah di
Palopo meski pada saat itu ia memilih untuk merantau dan ingin
kerja di Jakarta sambil memilih jalan jadi pelaut.

Ayahnya memintanya kembali ke desa dan memilih sekolah di
Palopo saja, kota yang tidak jauh dari desanya.

Menurut pandangan ayahnya, menjadi pelaut bukan jalan terbaik
apalagi banyak keluarganya dari latar belakang tersebut dan saat
pensiun kehidupannya tidak menentu.

Ayahnya menginginkan Husmaruddin bisa kuliah dan kelak
mengamalkan ilmu yang dimilikinya di desa. Akhirnya, Husmarud-
din mengikuti kehendak ayahnya dan jalan takdir mengantarnya
hingga saat ini menjadi wakil rakyat.

24

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Dulang Suara
di Luwu dengan
Bentuk Desa Binaan

SAAT Menjabat Ketua PAN Luwu, Husmaruddin mem-
bangun basis dengan mengandalkan desa binaan yang
dibangunnya. Alhasil, beliau yang saat itu menjadi Calon
Anggota Legislatif (Caleg) Partai Amanat Nasional (PAN)
Luwu berhasil meraih suara signifikan sat perolehan
suara pada 9 april 2014.

Saat itu, ia menargetkan tujuh kurdi di DPRD Luwu. Untuk
mengejar target itu, semua caleg dari PAN harus membuat desa
binaan untuk mendulang suara.

Strategi yang digunakan setiap caleg PAN minimal harus memiliki
tiga desa binaan didapilnya masing-masing.

25

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Mereka melakukan pembinaan kepada masyarakat maupun
dengan memberikan pendidikan politik serta pendampingan
program sesuai kebutuhan masyarakat. Alhasil suara yang cukup
signifikan membuat Husmaruddin akhirnya terpilih sebagai Wakil
Ketua DPRD Kabupaten Luwu

Husmaruddin saat menjabat Wakil Ketua II DPRD Kabupaten
sedang berdiskusi membahas Ranperda Perlindungan dan Pen-
ingkatan Kesehatan Ibu, Bayi dan Balita

Saat menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Husmaruddin,
selalu berpihak pada rakyat. Seperti halnya jika ada suatu putusan
yang tidak berpihak pada rakyat. Kala itu ia sempat menyoroti
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dalam kacamatanya, RPJMD selama ini tidak seperti yang dihara-
pkan. Hal ini disampaikan dalam diskusi Ranperda Perlindungan
dan Peningkatan kesehatan Ibu, Bayi, dan Balita oleh kinerja USAID
di Zidane School Belopa, pada Sabtu, 12 Juli 2014.

Menurut Husmaruddin, selama ini RPJMD yang telah disepakati
bersama dalam Musrembang RPJMD senantiasa tak ada koneksi
antara isi RPJMD dan progran setiap SKPD.

Apa yang termuat di RPJMD harusnya menjadi acuan bagi semua
SKPD untuk menyusun program, namun kenyataan ketika RPJMD
selesai di bahas, semua SKPD diminta membuat program prioritas
tak ada yang konek dengan RPJMD. Harusnya RPJMD sudah ada

26

BERJUAN DEMI TANA LUWU

saat ini, namun kenyataannya setiap Musrembang RPJMD yang
hadir hanya satu atau dua SKPD, bagaimana isi bisa terlaksana
dengan baik jika hadir di pembahasan saja tidak

Sementara itu, Ashar Sabri ketua BKPRMI Luwu yang juga hadir
dalam diskusi kala itu menjelaskan tentang pandangannya yang
selama ini mejadi kendala di pemerintahan adalah tidak adanya
satu koordinasi.

“Bukankah dalam pemerintahan untuk mencapai suatu pe-
merintahan yang baik harus ada sebuah kerjasama antar SKPD
atau satu kordinasi. Menurut pengamatan saya selama ini hal ini
tidak terjadi yang ada setiap SKPD kerja sendiri sesuai keinginan
mereka,” ujar mantan komisioner KPU Luwu ini.

27

BERJUAN DEMI TANA LUWU

28

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Bayar Nazar
Berjalan Sejauh
Lima Kilometer

SIANG terik.Saatitu 1September2009.Usaimengucapkan
sumpah janji dalam pelantikan sebagai anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu, Husmaruddin
menunaikan nazarnya berjalan kaki dari Kantor DPRD
Luwu menuju rumahnya yang berjarak lima kilometer.
Ia menepati nazarnya berjalan kaki jika dilantik sebagai anggota
DPRD. Nazar adalah sebuah janji seseorang untuk melaksanakan
sesuatu jika tujuan yang diinginkan tercapai.

Sebenarnya dalam Islam , nazar sangat jelas jika nazar harus
ditunaikan.

29

BERJUAN DEMI TANA LUWU

“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada
pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan
nazar-nazar mereka.” (QS. Al Hajj: 29)

Hukum penunaian nazar adalah wajib, baik nazar tersebut nazar
mu’allaq atau nazar muthlaq. Dalil yang menunjukkan wajibnya
adalah:

“Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah
nazar tersebut.” (HR. Bukhari no. 6696)

Dalil lainnya

“Dahulu di masa jahiliyah, Umar radhiyallahu ‘anhu pernah bernazar
untuk beri’tikaf di masjidil haram –yaitu i’tikaf pada suatu malam-,
lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
‘Tunaikanlah nazarmu’.” (HR. Bukhari no. 2043 dan Muslim no. 1656)

Husmaruddin saat dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten
Luwu pada 2014

Jalan kaki yang ditempuh Husmaruddin dari Gedung DPRD Luwu
yang terletak di Desa Jambu hingga Desa Pangi, Kecamatan Bajo,
diakui tidak berat karena sudah diniatkan dalam hati.

Husmaruddin mengatakan, saat pilcaleg, dirinya bernazar jika
terpilih menjadi anggota DPRD, ia akan berjalan kaki setelah
mengikuti pelantikan anggota DPRD terpilih. Itu akhinya dibuktikan.

30

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Diamanah
Wakil Ketua
DPRD Luwu
Dua Periode

MENJADI seorang pemimpin di tanah kelahirannya,
Husmaruddin menjalin relasi seluas mungkin. Tak
heran, bila elit partai politik pun akrab dengan
Husmaruddin. Salah satunya elit Partai Amanat
Nasional (PAN) Kabupaten Luwu.
Suatu hari, Ketua PAN Kabupaten Luwu, Dr Agung mengajak
Husmaruddin untuk maju menjadi calon legislatif dari PAN.
Dr Agung menyakinkan dirinya harus duduk mewakili PAN di
DPRD Luwu.

31

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Husmaruddin menerima tawaran Dr Agung. Ia mencalonkan
diri menjadi Calon Anggota Legislatif DPRD Luwu.

Dengan semangat dan strategi kampanye yang ia terapkan,
Husmaruddin membuktikan dirinya berhasil meraih suara terbanyak
dibandingkan seluruh calon legislatif di Kabupaten Luwu waktu itu.

Duduk sebagai wakil rakyat, kinerja Husmaruddin juga dapat
dirasakan secara signifikan. Pada akhirnya, ia direkomendasikan
menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu.

Husmaruddin tidak pernah membayangkan dirinya menjabat
jabatan tersebut. Apalagi, saat itu, katanya, ada seniornya yang
dianggapnya lebih layak.

Duduk di DPRD Luwu dua periode membuatnya harus mem-
berikan yang terbaik buat konstituennya.

Ia menunjukkan dirinya punya kapabilitas untuk dipilih dan
juga menunjukkan jika ia mampu mengabdi dan memperjuankan
rakyatnya di DPRD.

32

BERJUAN DEMI TANA LUWU

HMD Center
Menjelma

HMD Institute

PEDULI akan masa depan generasi penerus, Husmarud-
din menempuh berbagai cara. Salah satunya dengan
membuat sebuah lembaga yang mampu memberikan
kontribusi bagi pengembangan karir anak muda.
Lembaga yang dimaksud ialah Husmaruddin (HMD) Center.
HMD Center ialah sebuah lembaga yang dibuat Husmaruddin
yang kini diupayakan bisa menjadi HMD Institute.
Selama ini, kegiatan-kegiatan HMD Center dilakukan tidak
berbadan hukum karena murni dana pribadinya. Sehingga den-
gan ditingkatkan menjadi HMD Institute akan menjadi lembaga
yang formal sehingga harapan ke depan bisa bekerjasama dengan
perusahaan lain.

33

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Peningkatan ini juga akan membuat HMD Institute bisa fokus
ke pendidikan advokasi.

Jika universitas mencetak sarjana muda tetapi belum menjamin
mendapatkan pekerjaan, maka di HMD Institute diharapkan dapat
menjadi sebuah wadah pendidikan advokasi dan melahirkan
ekonomi digital dan menjadi sarana belajar anak anak mulai dari
tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Sebenarnya, HMD Center yang didirikan sejak tahun 2014 lalu
ini telah menjadi rumah aspirasi bagi warga Luwu. HMD Center
fokus pada kegiatan- kegiatan sosial.

Ia telah beberapa kali membuat pelatihan bagi pemuda agar
mereka bisa mandiri dan kreatif. Setiap Minggu, para pemuda
yang sudah bergabung di rumah aspirasi HMD Centre menggelar
program Jumat Sedekah.

Program ini selain memberikan bantuan ke masyarakat, juga
memberi bantuan ke masjid-masjid. Semua sumbangan itu bisa
berupa makanan dan juga Alquran sesuai dengan kemampuan
dari dana yang ada.

Husmaruddin mengakui jika sedekah tidak akan membuat
orang miskin.Tidak pernah ada orang rajin berinfak dan sedekah
kemudian jatuh miskin, bangkrut dan sengsara hidupnya.

Justru semakin kaya hati dan bahagia kehidupannya dengan
berkahnya pekerjaan, bisnis dan perdagangan.

34

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Melaju ke
DPRD Sulsel

dengan
Suara Tertinggi

DUA periode sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten
Luwu membuatnya harus memberikan pengabdian
yang lebih besar lagi bagi konstituennya. Akhirnya,
Husmaruddin maju menjadi calon anggota DPRD
Provinsi di tahun 2014.Meskipun ditempatkan diposisi
nomor urut empat bukan masalah baginya bersaing dengan partai
lain dan juga caleg se partainya.
Baginya, maju sebagai wakil rakyat dengan berkompetisi merebut
hati rakyat untuk memilihnya adalah hal biasa dalam dunia politik.

35

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Apa yang ditanam sejak jauh hari diakui akan terus tertancap
disanubari warga masyarakat yang telah merasakan pengabdi-
annya saat menjabat kepala desa dan juga wakil rakyat di DPRD
Luwu dua periode.

Alhasil, saat perhitungan perolehan suara, warga di konstitu-
ennya memilihnya sebagai wakil yang siap memperjuangkan apa
yang menjadi harapan mereka di DPRD Sulsel kelak.

Saat di DPRD Provinsi Sulsel, ia berada di komisi B yang mem-
bidani perikanan pertanian perkebunan yang fokus pula pada
koperasi.

Ia mengaku di komisi itu dipilihnya karena programnya sangat
bersentuhan langsung dengan

rakyat yang banyak di daerah.

Ia fokus bagaimana bisa membantu di sektor pertanian dan
peternakan bagi masyarakat. Termasuk membantu memberikan
sumbangan hewan ternak seperti sapi dan kambing untuk mas-
yarakat di dapil.

Diakui jika masyarakat di dapilnya sebagian bermata pencaha-
rian peternakan dan sebagian petani termasuk dalam artian luas
perkebunan. Apalagi Kabupaten Luwu menjadi salah satu daerah
berkonstribusi terbesar di sektor kakao.

Diakui, komoditi unggulan Kabupaten Luwu yaitu sektor perke-
bunan, pertanian dan jasa. Sektor Perkebunan komoditi unggu-
lannya adalah kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, cengkeh, jambu
mete, kemiri, lada, pala, sagu, dan vanili.

36

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Sub sektor pertanian komoditi yang diunggulkan berupa jag-
ung, tembakau dan ubi kayu. Sub sektor jasa pariwisatanya yaitu
wisata alam dan budaya.

Kemudian di 2019, Husmaruddin bertarung untuk kedua kalinya
di DPRD Sulsel dengan posisi di urutan pertama.

Diakui, pertarungan saat maju di 2014 dan 2019 sangat berbe-
da. Masyarakat banyak tergiur dengan pemberian caleg.Bahkan
banyak yang masuk di dapilnya menghamburkan uang.

Tapi, Husmaruddin bersyukur, meski gempuran datang dari luar
partai dan juga internal sendiri, basisnya yang sempat goyang
tetap konsisten memilihnya sehingga ia berhasil meraih satu kursi
untuk dipersembahkan bagi PAN di dapil pertarungannya.

Husmaruddin bertarung untuk DPRD Sulsel dari Dapil XI meli-
puti kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan kota Palopo
meraih suara tertinggi.

Beberapa nama pengisi kursi di dapil tersebut masih diisi oleh
petahana selain Husmaruddin.

Mereka adalah Marjono dari Gerindra. Juga Fadriaty AS dari
Demokrat dan Wahyuddin M Nur dari Hanura. Juga Irwan Hamid
dari PKB.

Husmaruddin berhasil membawa PAN meraih kursi kedua
dengan suara pribadi 15.911 dan suara partai PAN 66.128 setelah
Golkar dengan suara Partai 86.276 suara. Disusul di urutan ketiga
PKS: 62.166 dan Gerindra: 57.935.

37

BERJUAN DEMI TANA LUWU

38

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Berpeluang Maju
di Pilkada Luwu

Sejak 2018

SEJAKperhelatan pilkada Luwu2018lalu, figurHusmarud-
din telah mencuat ke permukaan sebagai calon yang
memiliki kans besar terpilih. Dirinya kala itu berebut tiket
PAN bersama dengan Buhari Kahar Mudzakkar (BKM).
Perebutan partai sebagai kendaraan politik tak bisa dihindari
kala itu. Meskipun sebagai Ketua PAN Luwu, Husmaruddin se-
bagai kader partai berlambang matahari terbit itu menyerahkan
pada hasil survey apakah dirinya akan maju bertarung atau tidak.

39

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Apalagi kala itu, PAN di Luwu punya modal yang cukup besar,
yakni 4 kursi di DPRD dan merupakan salah satu partai yang masuk
dalam jajaran partai elit.

Jika berbicara peluang, figurnya memiliki peluang yang hampir
sama dengan Buhari Kahar Mudzakkar mengendari PAN. Karena
sama-sama punya kekuatan. Saat itu, Buhari yang juga merupakan
adik bupati Luwu dua periode Andi Mudzakkar merupakan Korwil
Luwu DPW PAN Sulsel.

Sementara Husmaruddin duduk sebagai anggota DPRD Sulsel
masih tercatat selaku Ketua DPD PAN Luwu. Lobi-lobi politik
keduanya sangat menentukan, siapa yang berhak mengendarai
PAN maju di pilkada Luwu kala itu.

Ketua Bidang Keagamaan DPP PAN Amran, SE mengakui jika
Husmaruddin dan Buhari telah digadang-gadang akan maju di
Luwu.

Amran membeberkan kedua kader tersebut paling bepelu-
ang mengendari PAN. Apalagi, pada pilkada saat itu, PAN lebih
mengutamakan mengusung kader.

Namun, Husmaruddin berpikir dan kemudian mengambil sikap
memutuskan menunggu hasil survei apakah akan maju atau tidak
di Pilkada Luwu. Ia mengedepankan hasil survei sebelum maju
di Pilkada Luwu 2018 daripada mengendepankan keegoisannya.

40

BERJUAN DEMI TANA LUWU

"Jika memang hasil survei Buhari lebih tinggi daripada saya,
maka saya siap mengalah dan mendorong Buhari. Karena kita
ingin menang di Pilkada, kita tidak mau maju jika tidak menang,"
paparnya.

Akhirnya, Husmaruddin legowo dan menerima kenyataan untuk
mengurungkan niatnya maju jika akhirnya Buhari yang diusung.
Baginya, semua akan indah pada waktunya. Penghelatan lima ta-
hun sekali itu akan datang lagi menghapirinya. Ia saat ini sedang
mempersiapkan dirinya agar bisa melaju di 2023 sebagai bupati
Luwu..

41

BERJUAN DEMI TANA LUWU

42

BERJUAN DEMI TANA LUWU

PAN Bertengger
Diurutan Kedua

HUSMARUDDIN mengakui PAN bisa bertengger di-
urutan kedua berkat kerja keras caleg internal PAN
yang maju di Dapil XI meliputi kabupaten Luwu, Luwu
Utara, Luwu Timur, dan kota Palopo.

Diakui, ia bersama petarung di internal PAN melakukan berb-
agai strategi dan pola digunakan untuk mempertahankan para
pendukungnya jelang hari pencoblosan, 17 April lalu.

Terlepas dari itu, penting melakukan penekanan kepada para
tim dan relawan untuk tetap solid dalam meraih kemenangan.
Diakui, kerja-kerja cerdas menuai hasil dan itu semata-mata un-

43

BERJUAN DEMI TANA LUWU

tuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sehingga solid dalam
mempertahankan apa yang telah kita kerjakan sebelumnya.

Alhamdulillah, dengan adanya sosialisasi serta pembentukan
Kordes ini, Husmaruddin lebih optimis bisa kembali duduk di kursi
DPRD Provinsi Sulsel untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat
yang ada di Tana Luwu.

Menurut Husmaruddin, menjadi anggota DPRD itu butuh pe-
mikiran yang pro kepada masyarakat. Harus bisa mengakomodir
keluhan dan keinginan masyarakat untuk diperjuangkan.

Perwakilan rakyat itu bukan hanya gagah-gagahan, akan tetapi
penting memiliki kemampuan demi mengabulkan aspirasi mas-
yarakat.

Saat pileg kemarin, ia melihat pesta demokrasi berjalan den-
gan baik dan berdaulat tidak lepas dari peran masyarakat dalam
menyikapi demokrasi itu sendiri.

Baginya, sangat penting masyarakat memahami tentang
demokrasi dan politik itu sehingga dirinya juga berperan aktif
untuk memberikan pendidikan dan mengedukasi masyarakat.

Sejak awal, Husmaruddin mengakui telah melakukan pem-
bentukan tim pemenangan dimulai dengan pembentukan tim
Koordinator Desa yang berlangsung di hotel Elegant Masamba,
Desember 2018 lalu.

44

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Berani Bersuara
di DPRD Sulsel

SAAT menjadi wakil rakyat dan sebagai Wakil Ketua
Fraksi PAN, Husmaruddin tidak akan tinggal diam jika
ada kebijakan yang harus diperjuangkan. Seperti saat
itu, ia menyorot kinerja Tim Percepatan Pembangunan
Daerah (TP2D) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
pada November 2018 lalu.

Legislator asal Luwu Raya ini meminta TP2D untuk benar-benar
membantu Gubernur Sulsel.

Ia mengungkapkan, saat itu, TP2D tidak bekerja maksimal untuk
membantu percepatan pembangunan Sulsel. Ia menyebutkan, ada
tiga kekeliruan TP2D.

Pertama, TP2D menghambat pelaksanaan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018.

45

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Diakui, APBD Perubahan sudah diasistensi oleh kementerian
dalam negeri, tapi saat itu anggaran masih diutak-atik oleh TP2D
sehingga belum ada program jalan. Padahal, pelaksanaan APBD
Perubahan sisa berjalan satu setengah bulan.

Kedua, TP2D belum memasukkan rancangan awal Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan kepemimpinan Nurdin Abdullah-Andi
Sudirman Sulaiman.

Seharunya, katanya, tugas pokok TP2D adalah segera mema-
sukkan RPJMD agar kita bahas sekarang, UU mengatakan 6 bulan
setelah pelantikan harus ada, tapi sampai saat ini belum ada masuk
rancangannya.

Husmaruddin mengakui, RPJMD adalah rujukan untuk memba-
has program lima tahunan ke depan dan APBD 2019.

46

BERJUAN DEMI TANA LUWU

Raih Gelar Doktor
Ilmu Manajemen

JANGAN pernah berhenti belajar. Mungkin seperti inilah
dibenak Husmaruddin. Dalam Islampun, kedudukan belajar
amatlah penting. Menuntut ilmu atau belajar merupakan
kewajiban bagi seluruh umat muslim, baik muslimin atau-
pun muslimat.
Tak hanya sebatas itu. Bahkan sebagian ulama berkata, “Se-
sungguhnya menuntut ilmu lebih utama daripada jihad di jalan
Allah dengan pedang.” Sebab, untuk berjihad dengan pedang pun
harus pakai ilmu.

Selain mewajibkan, Islam juga memberikan “penghargaan
khusus” bagi mereka yang berilmu. Didahulukan selangkah, dit-
inggikan seranting.

47


Click to View FlipBook Version