BERJUAN DEMI TANA LUWU
Firman Allah SWT., dalam surah Al-Mujadalah ayat 11, yang
artinya, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beber-
apa derajat.”
Bagi Husmaruddin, tidak batasan umur untuk menuntut ilmu.
Bahkan sebuah kalimat bijak “Carilah ilmu sejak bayi hingga ke
liang kubur”. Husmaruddinpun terus mengejar ilmu dengan kem-
bali melanjutkan pendidikan.
Hingga kemudian, Husmaruddin yang saat itu sudah menjabat
Anggota DPRD Sulsel berhasil menyandang gelar Doktor pada
Rabu, 3 Desember 2015.
Sebelumnya, ia memaparkan disertasinya pada ujian Promosi
Doktor Ilmu Manajemen Program Pascasarjana (PPs) Universitas
Muslim Indonesia (UMI), di Jl Urip Sumoharjo.
Husmaruddin, memaparkan ringkasan disertasinya dengan judul
Pengaruh Partisipasi Anggaran, Pengawasan Keuangan dan Gaya
Kepemimpinan Terhadap Tata Kelola yang Baik dan Kinerja Pen-
gelolaan Keuangan Kabupaten Kota di Provinsi Sulawesi Selatan
Husmaruddin memaparkan, menjadi bangsa yang maju tentu
merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia.
Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya
suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan.
Begitu pentingnya pendidikan sehingga suatu bangsa dapat
diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang
kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak
48
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual,
intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak
generasi penerus bangsa.
Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit
dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.
Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang
sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-ke-
butuhan lainnya.
Saat Jepang kalah dalam Perang Dunia II, negeri Matahari Terbit
itu terpuruk. Sebagai pimpinan tertinggi, Sang Kaisar Hirohito harus
melakukan sesuatu agar negaranya tak runtuh. Hal pertama yang
ditanyakan olehnya adalah: “Berapa guru yang masih kita miliki?”
Ini adalah pernyataan legendaris Sang Kaisar yang memperlihatkan,
betapa pentingnya pendidikan untuk membangun Sumber Daya
Manusia (SDM) untuk kebangkitan bangsa.
Ibarat bangunan, pendidikan merupakan salah satu tiang
penyangga agar bangunan tersebut berdiri lebih tegap dan kuat.
Indonesia, negara yang memiliki lebih dari 240 juta jiwa penduduk,
memang sudah seharusnya mengedepankan pendidikan untuk
memajukan peradaban sehingga bisa berdiri lebih kuat lagi dalam
menghadapi perkembangan zaman.
Husmaruddin menyayangkan jika masih banyak lapisan mas-
yarakat yang kurang atau bahkan belum peduli akan pendidikan.
49
BERJUAN DEMI TANA LUWU
50
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Sosialisasi RPJMD
di Pegunungan
Latimojong
SOSIALISASI tidak mengenal medan. Baginya dimana
saja bisa melakukan sosialisasi bahkan di gunungpun.
Husmaruddin yang tergabung di Fraksi PAN DPRD Sulsel
bahkan melaksanakan sosialisasi Rencana Pembangu-
nan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulsel
di wilayah pegunungan yang terletak di Kecamatan Latimojong,
Kabupaten Luwu, pada Rabu, 20 Februari 2019.
Legislator yang dijuluki “Anak Desa Andalan” ini, bermalam
di pengunungan Latimojong yang dingin didampingin Ainun
Massinring yang kini terpilih sebagai anggota DPRD termuda di
51
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Kabupaten Luwu dari PKB. Semua itu dilakukan demi rakyat. Ia
menyerap aspirasi masyarakat yang sudah lama menambakan
akses jalan yang memadai.
Semua aspirasi masyarakat tersebut ia jawab. Dalam RPJMD
Sulsel, sudah dimasukkan pembangunan jalan poros Sidrap –
Luwu – tembus Palopo yang melintasi Kecamatan Latimojong dan
Bastem Utara (Bastura).
Husmaruddin mengenakan jaket berwarna hitam berpose ber-
sama Ainun Massinring di Gunung Latimojong
Latimojong dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, akan
dilewati jalan provinsi sehingga nantinya masyarakat Latimojong
sudah bisa menikmati kemerdekaan. Ini merupakan program Gu-
bernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah sebagaimana janji politiknya
pada Pilgub Sulsel lalu.
Sebenarnya, masalah jalan poros Sampoddo-Lemolemo (Sa-
lemo) juga menjadi perjuangannya.
Rapat Dengar Pendapat Pansus (RDPP) bersama Dewan Per-
wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel itu sempat ber-
langsung alot pada Rabu 07 Maret 2018.
RDPP tersebut membahas terkait Ranperda tentang rencana
zonasi wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil di Sulsel tahun
2017-2023.
52
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Melalui pembahasan Ranperda oleh Pemprov Sulsel bersama
anggota DPRD Sulsel ini diharapkan membuat program Sampod-
do-Lemolemo atau Salemo ini kembali dapat dilanjutkan.
Terkait Salemo, Pemkot Palopo telah lama menyusun program
tersebut. Namun disebabkan adanya kebijakan dalam UU Nomor
23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyerahkan
sejumlah kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota diambil
alih oleh pemerintah provinsi program Salemo mengalami ham-
batan.
Program Salemo atau pembuatan jalan dari Sampoddo sam-
pai ke wilayah Lemo Lemo saat ini terkendala persoalan regulasi,
karena pembangunan atau program daerah yang melawati pesisir
pantai menjadi urusan dan kewenangan provinsi.
Untuk DPRD provinsi sendiri pada pansus terkait rencana zonasi
wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulsel tahun 2017-2023
melibatkan tiga legislator asal Luwu Raya yang duduk di DPRD
Provinsi Sulsel saat ini.
Kehadiran Husmaruddin sebagai legislator asal Luwu Raya ini
guna memperjuangkan program Salemo ke Pemprov Sulsel adalah
angin segar bagi pemkot Palopo.
53
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Pada kesempatan itu, Husmaruddin meminta kepada ketua
Pokja agar segala hal yang berhubungan dengan Ranperda agar
secepatnya dilakukan penyusunan dan penetapan menjadi Perda
namun tetap mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku.
Salemo adalah salah satu program unggulan Pemkot Palopo
dan jika ini terwujud Palopo akan jauh lebih modern dan akan
berimbas kepada pertumbuhan ekonomi kota di Luwu tersebut
dalam berbagai hal.
Husmaruddin kala itu berjanji akan memperjuangkan dan ber-
harap program Salemo ini akan berlanjut tanpa kendala aturan
ataupun regulasi.
54
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Perkuat
Kedatuan
Luwu
ANGGOTA DPRD Sulsel, Dr H Husmaruddin SE MM
pada 7 Oktober 2019 menghadiri diskusi tentang
Penguatan Kedatuan Luwu di Hotel D’Maleo Makas-
sar. Kegiatan ini dihadiri langsung Datu Luwu XV La
Maradang Mackulau Opu To Bau SH.
Dalam pertemuan itu, Husmaruddin sangat mengharapkan
agar Kedatuan Luwu harus diperkuat dengan membentuk Badan
Pekerja Kedatuan Luwu atau Yayasan Kedatuan Luwu supaya
mandiri dan kuat hingga bisa menyatukan Pemda se Luwu Raya
dengan masyarakatnya.
55
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Diskusi tentang Penguatan Kedatuan Luwu kala itu berlangsung
alot. Dalam acara itu dihadiri pula sejumlah guru besar, Pengurus
Besar KKL-Raya, anggota DPRD Sulsel, tokoh adat serta budayawan.
Husmaruddin bersama Datu Luwu XV La Maradang Mackulau Opu To Bau SH.
Topik diskusi “Pentingnya Perda Kebudayaan di Sulsel dan
Destinasi Wisata Terpadu di Luwu Raya” membuat forum sangat
hidup dengan berbagai masukan termasuk masukan dari buah
pemikiran Husmaruddin.
56
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Husmaruddin mengajak peserta untuk mempertajam program
Kedatuan Luwu yang bisa mendapatkan APBD Provinsi sesuai
kewenangan dan tertuang dalam RPJMD. Serta bisa mendapat
dana APBN.
Dasarnya antara lain, membuat Perda Kebudayaan dan Perda
Destinasi Wisata Terpadu Luwu Raya dengan grand desain seperti
Luwu Timur kembangkan destinasi wisata di Danau Matano. Luwu
Utara kembangkan wisata religi Makam Datuk Suleman, Palopo
dengan Pantai Labombo. Museum I La Galigo dan Batara Guru di
sekitar Istana Luwu. Dan di Luwu membangun Payung Raksasa di
atas Gunung Lebani yang diisi kegiatan budaya dan sejarah.
”Wisata budaya dan sejarah Gunung Lebani sangat strategis
karena berada di pusat Ibu Kota Belopa yang dihubungkan dengan
wisata bahari Ulo-ulo dan Pelabuhan Taddette Belopa,” jelasnya.
Wisata terpadu ini hanya bisa terwujud kalau didukung perenca-
naan terpadu oleh empat Pemda se Luwu Raya untuk diajukan ke
Gebernur Sulsel dan pemerintah pusat. Dirinya sebagai anggota
DPRD Sulsel mengucapkan janji dan siap mendukung, menfasil-
itasi, terutama ke Pemprov Sulsel sesuai kewenangan yang ada.
57
BERJUAN DEMI TANA LUWU
58
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Harap Lebani
Jadi Desa Wisata
Budaya
24 September 2019. Saat itu sudah memasuki penghujung
masa jabatan Husmaruddin sebagai anggota DPRD
Sulsel periode 2014-2019. Ia pulang kampung dan
bersilaturahmi dengan sejumlah Kepala Desa (Kades)
terpilih di Rud’s Cafe Belopa.
Kades terpilih Desa Lebani, Kecamatan Belopa juga turut hadir
pada silaturahim ini. Banyak hanya yang dibicarakan, utamanya
bagaimana menata dan membangun Tana Luwu dalam dimensi
kehidupan sosial, ekonomi, dan pembangunan.
59
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Salah yang dibahas adalah bagaimana menjadi Desa Lebani
menjadi Desa Wisata Budaya. Pasalnya, di desa ini terdapat gunung
yang berada di tengah segi tiga emas Kota/Kabupaten Luwu, yakni
Belopa, Bajo, dan Kamanre.
Di gunung itu, terdapat situs sejarah yang telah tercatat di Unesco
dan Pusat Cagar Budaya Nasional. Ada 37 jenis batu berbentuk
Gowa, sumur mandi raja raja, kursi, meja, dan sebagainya.
Husmaruddin mengungkapkan, jika desa dan situs sejarah di
Gunung Lebani dikelola menjadi kawasan wisata budaya, maka
itu bisa menjadi ikon kota Belopa. Tempat itu bisa jadi tempat
nongkrong anak muda, dan pusat kuliner Belopa.
Jika Bupati Luwu memasukkannya dalam master plan dan
RPJDM pembangunan kota Belopa. Maka, Pemprov Sulsel bisa
mensupport anggaran ke sini.
Sama dengan kawasan
wisata Labombo, sebenarnya,
Gubernur Sulsel Nurdin Ab-
dullah akan mengalokasikan
anggaran puluhan miliar untuk
revitalisasi Labombo.
“ Yang penting ada master Buntu Lebani di Kampung Tanete Sarangallo,
plan dan RPJDM-nya, Gubernur Kelurahan Seppon, Kecamatan Belopa Utara
akan support,” kata Husmarud-
din.
60
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Seperti diketahui, situs Buntu Lebani ini terletak di Kampung
Tanete Sarangallo, Kelurahan Seppon, Kecamatan Belopa Utara.
Berbatasan dengan Kampung Sampa-Seppon di sebelah utara,
Kampung Libani disebelah selatan, Kampung Sampadi sebelah
barat dan Kampung Seppon disebelah timur.
Vegetasi yang ditemukan berupa tanaman jenis palm-palm an,
jati, cabai, dan semak belukar. Dikatakan sebagai situs Buntu Libani
karena selain nama gunung tersebut adalah Libani, juga karena
pada gunung ini ditemukan banyak tinggalan atau potensi arke-
ologis. Potensi arkeologis yang dimiliki berupa liang berisi tulang
manusia, ceruk dan lumpang.
a. Liang 1
Liang pertama di Situs Buntu Libani
Terletak pada posisi astronomis S3 21 25.9 E120 20 51.0 dengan
ketinggian 48 meter diatas permukaan laut. Merupakan sebuah
61
BERJUAN DEMI TANA LUWU
batu berukuran tinggi 728 cm dan lebar 11,2 cm, yang dijadikan
pemakaman. Pemakaman tersebut dengan membuat lubang-
lubang dengan cara dipahat. Pada bongkah besar, terdapat 3 buah
lubang dengan ukuran lubang pertama lebar 62 cm, tinggi 90 cm,
lubang kedua berukuran lebar 60 cm, tinggi 90 cm, sedangkan
lubang ketiga berukuran lebar 70 cm, tinggi 92 cm. Ketiga lubang
tersebut masing-masing berbentuk persegi dengan ukuran ruang
di bagian dalam yang berbeda-beda.
Pada masing-masing lubang terdapat tulang dan tengkorak ma-
nusia.Secara keseluruhan mirip dengan pemakaman yang terdapat
di Toraja. Di sekitar liang banyak pula ditemukan boulder-boulder
batu konglomerat maupun andesit.
b. Ceruk 1
Tinggalan arkeologis berupa fragmen gerabah dan cangkang moluska
62
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Mulut ceruk menghadap arah 40°, merupakan bentukan alam
yang tampaknya pernah disinggahi oleh manusia ditandai den-
gan sebaran fragmen gerabah berglasir merah dan polos serta
cangkang molusca kelas gastropoda. Terletak pada titik S3 21
09.1 E120 20 49.1 dengan ketinggian 95 meter diatas permukaan
laut. Ceruk berukuran panjang 3,87 meter, lebar 3,41 meter, dan
tinggi ceruk 1,40 meter.
Beberapa fragmen gerabah yang ditemukan dapat diidentifikasi
merupakan bagian bibir dan badan. Bagian bibir yang ditemukan
berukuran panjang 8 cm, lebar 2,5 cm, tebal 1 cm. Sementara ba-
gian badan yang ditemukan masing-masing berukuran panjang 4
cm, lebar 3 cm, tebal 0,5 cm dan panjang 3 cm, lebar 1,7 cm, tebal
0,3 cm. Fragmen gerabah yang ditemukan secara keseluruhan
berwarna merah kecoklatan.
c. Liang 2
Liang berada pada titik astronomis S3 21 09.5 E120 20 47.4
dengan ketinggian 126 meter diatas permukaan laut. Keberadaan-
nya tepat dipinggir tebing dengan jurang yang dalam sehingga
sangat menyulitkan dalam proses identifikasi temuan dan pem-
buatan dekripsinya. Diketahui bahwa liang ini berbentuk persegi
dengan fungsi sebagai pemakaman, sehingga ditemukan tulang
dan tengkorak manusia di dalamnya.
63
BERJUAN DEMI TANA LUWU
d. Ceruk 2
Kondisi sebaran dan temuan berupa gerabah dan alat batu
Pada ceruk yang menghadap kearah timur dan berukuran
panjang 1,92 meter, tinggi 2,42 meter dan kedalaman 3,76 meter
ini juga ditemukan sebaran gerabah polos dan berhias. Fragmen
gerabah berhias yang ditemukan memiliki motif bulat-bulat kecil
yang dibuat dengan cara dicungkil, fragmen berukuran panjang
3 cm, lebar 2,5 cm, dan tebal 1 cm. Fragmen lainnya merupakan
bagian tepian dan badan. Bagian tepian yang ditemukan beruku-
ran panjang 4 cm, lebar 3 cm dan tebal 0,7 cm, sementara bagian
64
BERJUAN DEMI TANA LUWU
badan ditemukan berukuran panjang 2 cm, lebar 2 cm, dan tebal
0,7 cm. Fragmen gerabah yang ditemukan terdiri atas warna merah
kecoklatan, hitam, coklat kekuningan. Pada ceruk ini juga ditemu-
kan batu sungai yang tampaknya sengaja dibawa dari tempat lain
untuk keperluan tertentu, berbentuk lonjong, berwarna abu-abu
dan berukuran panjang 12 cm, lebar 9 cm dan tebal 3 cm.
e. Ceruk 3
Kondisi ceruk dan fragmen gerabah
Ceruk ketiga ini terletak pada titik S3 21 09.1 E120 20 47.9 den-
gan ketingggian 120 meter diatas permukaan laut. Mulut ceruk
menghadap 320°, dengan ukuran tinggi 83 cm, lebar 65 cm, dan
kedalaman 221 cm.
Pada ceruk ini ditemukan pula sebaran fragmen gerabah dengan
berbagai bagian dan ukuran serta warna. Fragmen bagian bawah
atau alas berukuran panjang 6,5 cm, lebar 5 cm, dan tebal 0,5
cm. Fragmen bagian bibir/tepian berukuran panjang 6 cm, lebar
65
BERJUAN DEMI TANA LUWU
3,5 cm, dan tebal 1 cm. Sedangkan fragmen lain yang ditemukan
merupakan bagian badan dengan ukuran masing-masing panjang
3,5 cm, lebar 3 cm, tebal 1 cm dan panjang 3,3 cm, lebar 2 cm,
dan tebal 0,5 cm.
f. Ceruk 4
Kondisi ceruk yang memanjang dan temuan berupa fragmen gerabah dan fragmen tulang
Ceruk ini merupakan ceruk dengan ukuran paling panjang di
Buntu Lebani. Berada pada titik S3 21 09.1 E120 20 45.5 dengan
ketinggian 150 meter diatas permukaan laut. Mulut ceruk meng-
hadap ke timur dengan bagian ceruk memanjang dari utara ke
selatan. Ceruk berukuran panjang 229 cm, kedalaman 21 cm dan
tinggi 233 cm.
Temuan yang terdapat di lokasi ini berupa fragmen gerabah,
moluska, serta fragmen tulang binatang. Salah satu gerabah yang
ditemukan memiliki motif geometris berukuran panjang 5,5 cm,
lebar 4,5 cm dan tebal 1,5 cm. Dua fragmen gerabah yang diiden-
66
BERJUAN DEMI TANA LUWU
tifikasi sebagai bagian bibir masing-masing berukuran panjang 10
cm, lebar 9 cm, tebal 0,5 cm dan panjang 7 cm, lebar 4 cm, tebal
0,5 cm. Sementara fragmen tulang yang ditemukan berukuran
panjang 4,5 cm, lebar 1,3 cm, tebal 0,5 cm dan panjang 2,5 cm,
lebar 1 cm, tebal 0,3 cm.
g. Lumpang
Temuan lumpang di Situs Buntu Lebani
Pada dasarnya, banyak terdapat lumpang batu di Buntu Lebani
ini. Namun dikarenakan oleh padatnya semak belukar berduri dan
kemiringan lereng yang terjal mengakibatkan kurangnya data yang
terekam. Namun, masih terdapat dua buah lumpang yang dapat
dijumpai dalam posisi tidak membahayakan. Kedua lumpang ini
berada dalam 1 batuan besar yang kemudian di pahat dengan
ukuran masing-masing lubang berdiameter 50 cm, dalam lubang
67
BERJUAN DEMI TANA LUWU
39 cm, dan lubang satu lagi berdiameter 31 cm dengan kedalaman
lubang 38 cm. Berada pada titik S3 21 09.0 E120 20 47.0 dengan
ketinggian 130 meter diatas permukaan laut.
Terdapat dua buah gua yang menyimpan berbagai tinggalan
arkeologis yang berada di Kampung Andulan, Desa Siteba, Keca-
matan Walenrang Utara. Kedua gua tersebut berada di gugusan
karst. Masyarakat setempat menyebut gua dengan istilah “Liang”.
Kedua gua tersebut bernama Liang Kabongiang, dan Liang An-
dulan. Lokasi ini berbatasan dengan Sungai Makawa di sebelah
utara dan timur, Sungai Mekarai di sebelah selatan, dan Gunung
Batu Tonga di sebelah barat. Vegetasi yang terdapat di lingkungan
bukit karst ini berupa beringin, palm-palm an, semak belukar, jati,
dan pohon bitti.
Sementara itu, Husmaruddin juga sempat meminta Pemerin-
tah Daerah (Pemda) se Luwu Raya untuk memantapkan destinasi
wisata di wilayah masing-masing. Seperti di Kabupaten Luwu dan
Luwu Utara, mesti mengembangkan wisata sejarah masuknya Islam.
Di Luwu misalnya, monumen pendaratan Islam di Lapandoso,
Kecamatan Bua, sudah harus direvitalisasi supaya pengunjung
nyaman untuk berkunjung. Di Luwu juga, mengembangkan wisata
bahari dan wisata alam air terjun yang disertai dengan pemban-
gunan hotel berbintang di sekitar Bandara Bua.
Lalu di Luwu Utara, dikembangkan wisata sejarah masuknya Islam
oleh Datuk Sulaeman. Kalau perlu, dibangun museum masuknya
Islam di Malangke, Lutra. Supaya orang yang berkunjung ke Makam
68
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Datuk Sulaeman atau Datuk Pattimang bisa melihat visualisasi
jejak dan perjalanan Datuk Sulaeman menyebarkan ajaran Islam
di Tanah Luwu sebagai pintu masuk penyebaran Islam di Sulsel.
Kemudian di Palopo, Pemkot sebaiknya mewujudkan Menara
Payung yang diisi dengan identitas sejarah, budaya, dan ekonomi
Kota Palopo. Dan Luwu Timur, mengembangan Festival Danau
Matano, pembangunan museum Batara Guru yang didalamnya
menyimpan replika kitab I Lagaligo, termasuk visualisasi kisah
Sawerigading. Mengingat terdapat beberapa situs yang mengi-
sahkan Sawerigading di Lutim seperti Sungai Ussu, Bulu Poloe,
dan sebagainya.
Pengembangan destinasi wisata pada empat kabupaten/kota
di Luwu Raya (Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur) harus
dibarengi dengan pengembangan ekonomi daerah di masing-mas-
ing daerah. Sehingga nantinya, bisa dijadikan Kawasan Ekonomi
Khusus dengan produk unggulan masing-masing daerah.
”Setelah berkembang, dengan ditunjang pembangunan infras-
truktur, dengan sendirinya siap jadi Provinsi Tanah Luwu,” tandas
legislator PAN asal Dapil Luwu Raya ini.
69
BERJUAN DEMI TANA LUWU
70
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Galang Dana
Bangun Gedung
PKM STIEM Palopo
PADA Selasa, 21 Februari 2017, Husmaruddin yang
menjabat Ketua IKA Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mu-
hammadiyah (STIEM) Palopo melakukan peletakan
batu pertama pembangunan Gedung Pusat Kegiatan
Mahasiswa (PKM) di Jl Jendral Sudirman, Kecamatan
Wara Selatan. Gedung PKM yang akan dibangun berlantai tiga
itu menelan dana sekitar Rp3 miliar.
71
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Husmaruddin yang juga Ketua IKA STIEM Palopo melakukan peletakan batu
pertama pembangunan Gedung PKM
Husmaruddin mengakui jika pembangunan itu tidak lepas dari
peran alumni. Sebab, salah satu indikator kampus bisa besar jika
alumninya mengambil bagian untuk membesarkan kampus.
Para alumni, katanya, sama sama memberi support dan dukun-
gan baik moral dan moril menggalang dana untuk pembangunan
Gedung PKM STIEM Palopo. Fungsi utama dari gedung ini adalah
sebagai pusat kegiatan dan aktifitas mahasiswa.
Sebagai alumni, Husmaruddin mengungkapkan jika yang
terpenting adalah silaturahmi. Dirinya berharap, semoga dengan
72
BERJUAN DEMI TANA LUWU
pembangunan ini silaturahmi alumni semakin merekat tentunya
berharap agar semua alumni mengambil peran dalam pemban-
gunan gedung di luas tanah 9x20 meter. Hadir dalam acara itu,
Ketua STIEM Salju dan Ketua BPH Jabbar Hamseng.
Saat ini, STIEM Palopo sudah berubah nama menjadi Universitas
Muhammadiyah Palopo sejak tahun 2018 lalu. Pembangunanpun
sudah dilakukan dengan berdirinya satu lantai Gedung PKM.
Sekarang pusat kegiatan organisasi mahasiswa sudah berpusat
di tempat tersebut. Rencananya akan dilanjutkan untuk fokus
penyelesaian lantai dua dan tiga.
73
BERJUAN DEMI TANA LUWU
74
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Pulang Naik Motor
Usai Terima Demo
Wartawan dan
Mahasiswa
JUMAT, 27 September 2019 Jalan Urip Sumoharjo tepatnya
di depan Kantor DPRD Sulsel dipadati massa yang terdiri
dari mahasiswa dan wartawan. Mereka aksi dari pagi hingga
sore menuntut kepada Kapolda Sulsel dan Kapolri agar
segera mengusut tuntas pemukulan terhadap wartawan
oleh oknum yang diduga polisi saat meliput aksi demo mahasiswa.
Husmaruddin yang mengenakan baju kemeja putih melewati
massa dengan mengendarai sepeda motor merek scoopy dari
tempatnya berkantor di Gedung DPRD Sulsel menuju suatu tempat
untuk menemui seseorang.
75
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Mahasiswa yang sedang orasi memberinya jalan. Diakui, ia ter-
paksa naik motor lewat belakang kantor DPRD menuju kantor dan
juga saat pulang kantor. Ia harus masuk kantor meski dipenuhi
aksi demo. Tidak ada rasa takut baginya berada di dalam gedung
rakyat itu meski massa diluar berjumlah ratusan.
Sebagai wakil rakyat, ia siap melayani aspirasi dari wartawan
dan mahasiswa. Husmaruddin baru saja dilantik sebagai anggota
DPRD Sulsel periode 2019-2024 pada 24 September 2019 lalu.
Gelombang demo dalam tiga hari terakhir sejak pelantikan
sangat besar di Kantor DPRD. Sehingga sebagai anggota dewan
terpilih dari Fraksi PAN, Husmaruddin harus hadir di kantor men-
dampingi pimpinan menerima aspirasi.
Hari itu, tiga gelombang demo datang di DPRD sehingga pintu
gerbang ditutup oleh petugas dan demontran.
76
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Gelombang pertama datang dari tuntutan jurnalis sudah disam-
paikan ke Kapolda dan Kapolri melalui surat resmi DPRD. Informasi
dari pihak Kapolda, pelaku sudah diproses.
Seperti diketahui, tiga Jurnalis peliput aksi demo di Makassar
menderita luka akibat dipukul oknum aparat kepolisian saat me-
liput aksi penolakan pengesahan UU KPK dan Revisi KUHP di de-
pan Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa
Petang, 24 September 2019.
Mereka masing-masing Muhammad Darwi Fathir jurnalis LKBN
ANTARA, Saiful jurnalis inikata.com (Sultra) dan Ishak Pasabuan
jurnalis Makassar Today.
Darwin dikeroyok di depan kantor DPRD Sulsel. Darwin dilengkapi
atribut dan identitas jurnalis berupa ID Card ANTARA. Sejumlah
77
BERJUAN DEMI TANA LUWU
rekan jurnalis saat itu berusaha melerai tindakan kepolisian. Darwin
menderita luka sobek pada bagian kepala dan bibirnya. Dia sat ini
menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Awal Bross, Makassar.
Begitu juga rekannya Saiful juga mendapatkan perlakuan serupa.
Ketika polisi memukul mundur para demonstran dengan gas air
mata dan water cannon, Saiful masih sempat mengambil gambar.
Saiful menderita luka lebam, di mata kiri dan kannanya akibat
hantaman benda tumpul. Kasus serupa juga dialami Ishak Pasabuan.
Jurnalis inisempat dilarang mengambil gambar saat polisi terlibat
bentrok dengan demonstran.
Kelompok demo kedua, yakni mahasiswa dan Laskar Merah
Putih. Tuntutannya masih sama yakni menolak pengesahan Ran-
cangan KUHP. Aspirasi tersebut juga sudah sampaikan melalui fax
ke pimpinan DPR-RI dan Kementerian Hukum dan HAM-RI.
Para pendemo yang datang dua gelombang itu, diterima oleh
Husmaruddin bersama anggota DPRD Sulsel lainnya. Setelah me-
nerima demo, Husmaruddin menemui beberapa kepala desa dari
Luwu dan pengurus teras Kerukukan Keluarga Luwu Raya (KKL-
Raya) yang sedang menunggunya disuatu tempat. Akhirnya, ia
mengendarai motor menemui mereka.
Seperti diketahui, dua isu yang menjadi sorotan utama demo
mahasiswa di semua kota ialah RUU KUHP dan UU KPK yang baru
(hasil revisi).
78
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Revisi UU KPK telah disahkan DPR. Sedangkan RUU KUHP dan
RUU Pemasyarakatan semula akan disahkan pada Selasa. Namun,
DPR RI memutuskan menunda pengesahan dua RUU itu setelah
ada usulan dari Presiden Joko Widodo.
Lalu apa isi pasal-pasal kontroversial di RUU KUHP yang dinilai
bermasalah dan memantik demo ribuan mahasiswa di berbagai
kota?
Berikut ini daftar sejumlah pasal kontroversial itu. Rincian pas-
al-pasal ini sesuai isi RUU KUHP versi siap disahkan yang diunggah
situs reformasikuhp.org.
1. Pasal RUU KUHP soal Korupsi
Sejumlah pasal di RUU KUHP memuat hukuman bagi pelaku
korupsi yang lebih rendah daripada UU Tipikor. Misalnya, pasal
603 RUU KUHP mengatur pelaku korupsi dihukum seumur hid-
up atau paling sedikit 2 tahun penjara dan maksimal 20 tahun.
Pasal 604 RUU KUHP mengatur hukuman sama persis bagi
pelaku penyalahgunaan wewenang untuk korupsi. Lalu, pasal
605 mengatur hukuman ke pemberi suap minimal 1 tahun bui
dan maksimal 5 tahun. Pasal 605 pun mengancam PNS dan
penyelenggara negara penerima suap dengan penjara minimal
1 tahun, serta maksimal 6 tahun. Sedangkan pasal 2 UU Tipikor,
mengatur hukuman bagi pelaku korupsi ialah pidana seumur
hidup atau penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.
UU Tipikor pasal 5 memang memuat aturan hukuman bagi
pemberi suap mirip dengan pasal 605 RUU KUHP. Akan tetapi,
79
BERJUAN DEMI TANA LUWU
pasal 6 UU Tipikor mengatur hukuman lebih berat bagi penyu-
ap hakim, yakni 3-15 tahun bui. Bahkan, Pasal 12 UU Tipikor
huruf (a) mengatur hukuman bagi pejabat negara atau hakim
penerima suap: pidana seumur hidup atau penjara 4-20 tahun.
2. Pasal RUU KUHP tentang Penghinaan Presiden
Pasal kontroversial RUU KUHP yang lain terkait penghinaan
terhadap presiden dan wakil presiden. Pasal 218 mengancam
pelaku dengan penjara maksimal 3,5 tahun. Di pasal 219, pelaku
penyiaran hinaan itu diancam 4,5 tahun bui. Di pasal 220 RUU
KUHP, dijelaskan bahwa perbuatan ini menjadi delik apabila
diadukan oleh presiden atau wakil presiden.
3. Pasal RUU KUHP tentang Makar
RUU KUHP mengatur pidana makar melalui pasal 167,
191, 192 dan 193. Pelaku makar terhadap presiden dan NKRI
diancam hukuman mati, seumur hidup atau bui 20 tahun. Ma-
kar terhadap pemerintah yang sah, juga diancam penjara 12
dan 15 tahun. Pasal 167 menyebut: “Makar adalah niat untuk
melakukan suatu perbuatan yang telah diwujudkan dengan
adanya permulaan pelaksanaan perbuatan tersebut.” Menurut
analisis Aliansi Reformasi KUHP, definisi makar di dalam RUU
KUHP itu tak sesuai dengan akar katanya pada bahasa Belan-
da, yakni 'aanslag' yang berarti penyerangan. Masalah definisi
ini dinilai berpotensi membikin pasal makar bersifat karet dan
memberangus kebebasan berekspresi masyarakat sipil.
80
BERJUAN DEMI TANA LUWU
4. Pasal RUU KUHP soal Penghinaan Bendera
RUU KUHP juga mengatur pemidanaan terkait penghinaan
bendera negara. Ketentuan ini diatur pasal 234 dan 235. Di
pasal 235, diatur pidana denda maksimal Rp10 juta bagi mer-
eka yang: (a) memakai bendera negara untuk reklame/iklan
komersial; (b) mengibarkan bendera negara yang rusak, robek,
luntur, kusut, atau kusam; (c) mencetak, menyulam dan menulis
huruf, angka, gambar atau tanda lain, atau memasang lencana
atau benda apa pun pada bendera negara; dan (d) memakai
bendera negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang,
tutup barang, yang menurunkan kehormatannya. Baca juga: Saat
RKUHP, RUU PAS, dan Revisi UU KPK Hanya Manjakan Koruptor
Aliansi menilai pasal 235 memuat ancaman kriminalisasi per-
buatan formil (tanpa memandang niat yang harusnya berupa
penodaan bendera). Ancaman penjara di pasal 234 pun dinilai
terlalu tinggi (5 tahun).
5. Pasal RUU KUHP terkait Alat Kontrasepsi
Pasal kontroversial lainnya di RUU KUHP ialah soal pemidanaan
promosi kontrasepsi. Pasal 414 mengatur: orang yang mem-
pertunjukkan, menawarkan, menyiarkan tulisan, menunjukkan
untuk bisa memperoleh alat pencegah kehamilan [kontrasepsi]
kepada Anak dipidana denda maksimal Rp1 juta (kategori I)."
Aliansi menganggap pasal 414 menghambat penyebaran info
soal alat kontrasepsi dan kesehatan reproduksi. Pasal ini pun
bertentangan dengan program KB pemerintah. Apalagi, pasal ini
81
BERJUAN DEMI TANA LUWU
bisa menjerat pengusaha retail yang memajang alat kontrasep-
si di toko. Jurnalis yang menulis konten soal alat kontrasepsi
pun bisa terkena pidana. Sekalipun pasal 416 mengecualikan
'pejabat berwenang' dan aktivitas pendidikan, pidana ini dinilai
tidak sesuai era keterbukaan informasi.
6. Pasal RUU KUHP soal Aborsi
Pemidanaan terkait aborsi diatur pasal 251, 415, 469 dan 470.
Misalnya, pasal 469 mengatur hukuman bagi perempuan yang
menggugurkan kandungannya, maksimal 4 tahun bui. Orang
yang menggugurkan kandungan perempuan dengan persetu-
juannya juga bisa dibui maksimal 5 tahun, sesuai isi pasal 470
RUU KUHP. Pasal ini dinilai berpotensi mengkriminalisasi korban
perkosaan yang hamil dan memutuskan untuk menggugurkan
kandungannya.
“Kondisi mental korban perkosaan seharusnya menjadi per-
hatian bagi negara untuk memberikan perlindungan hukum
seadil-adilnya, bukan malah melakukan kriminalisasi,” tulis Aliansi
Reformasi KUHP dalam siaran persnya, 12 September lalu. Baca
juga: Pasal Aborsi pada RKUHP Bisa Jerat Korban Perkosaan Isi
pasal-pasal itu pun tidak sesuai dengan UU Kesehatan pasal 75
ayat 2 yang mengecualikan tindakan aborsi jika dalam keadaan
darurat medis atau mengalami kehamilan sebab perkosaan. Pasal
ini juga dinilai mengabaikan fakta tingginya angka kematian ibu
akibat aborsi tidak aman.
82
BERJUAN DEMI TANA LUWU
7. Pasal RUU KUHP soal Gelandangan
RUU KUHP juga mengatur pemidanaan gelandangan. Pasal
431 mengancam gelandangan dengan denda maksimal Rp1 juta.
8. Pasal RUU KUHP tentang Zina dan Kohabitasi
Pasal 417 dan 419 mengatur pidana perzinaan dan kohabitasi
(hidup bersama sebagai suami-istri di luar ikatan perkawinan).
Pasal 417 mengatur hukuman bagi mereka yang berzina maksi-
mal bui 1 tahun atau denda Rp10 juta. Pidana ini diatur sebagai
delik aduan dari suami, istri, orang tua dan anak. Sementara
pasal 418 mengancam pelaku kohabitasi dengan penjara 6
bulan dan denda Rp10 juta.
9. Pasal RUU KUHP soal Pencabulan
Pasal 420 menjadi bermasalah karena mengatur pemidanaan
pencabulan dengan memberikan tekanan kata: "Terhadap orang
lain yang berbeda atau sama jenis kelaminnya." Pasal ini dikha-
watirkan membuat kelompok orientasi seksual yang berbeda
rentan dikriminalisasi dan semakin distigma negatif. Apalagi,
kekerasan ke komunitas LGBT selama ini sudah sering terjadi.
10. Pasal Pembiaran Unggas dan Hewan Ternak
Pasal 278 RUU KUHP secara khusus mengatur: orang yang
membiarkan unggas miliknya berjalan di kebun atau tanah
83
BERJUAN DEMI TANA LUWU
telah ditaburi benih/tanaman milik orang lain terancam den-
da sampai Rp10 juta. Lalu, pasal 279 juga mengancam setiap
orang yang membiarkan hewan ternaknya berjalan di kebun,
tanah perumputan, tanah yang ditaburi benih, atau tanah yang
disiapkan untuk ditaburi benih atau ditanami, dengan pidana
denda maksimal Rp10 juta (kategori II). Bahkan pasal 279 ayat 2
menyatakan, hewan ternak yang dilibatkan dalam pelanggaran
ini dapat dirampas negara.
11. Pasal RKUHP tentang Tindak Pidana Narkoba
Pasal 611- 616 RUU KUHP terkait narkotika, juga dikritik
sebab membuat pendekatan pidana semakin diutamakan di
penanganan masalah narkoba. Aliansi menilai pasal-pasal itu
menguatkan stigma narkotika sebagai masalah pidana saja.
Padahal, banyak negara di dunia memproklamirkan pembaru-
an kebijakan narkotika dengan pendekatan kesehatan warga.
Di samping itu, pendekatan pidana yang berfokus pada pem-
berantasan suplai narkoba dianggap tidak efektif. RKUHP pun
dinilai oleh Aliansi masih memuat ketentuan pasal karet yang
diadopsi langsung dari UU 35/2009 tentang narkotika tanpa
perbaikan yang lebih memadai.
12. Pasal tentang Contempt of Court
Pasal di RUU KUHP tentang penghinaan terhadap badan
peradilan atau contempt of court juga dikritik. pasal 281 huruf b
mengatur pidana denda Rp10 juta bagi mereka yang: “Bersikap
tak hormat terhadap hakim atau persidangan atau menyerang
84
BERJUAN DEMI TANA LUWU
integritas hakim dalam sidang pengadilan.” Menurut catatan
Aliansi, unsur “bersikap tidak homat” di Pasal 281 huruf b tidak
dijabarkan secara terang pada bagian penjelasan. Selain itu,
menuduh hakim bersikap memihak atau tidak jujur, mestinya
sah sebagai kritik.
13. Pasal Tindak Pidana terhadap Agama
Ketentuan terkait tindak pidana terhadap agama diatur pasal
304-309. Di antara kritik Aliansi ke pasal-pasal itu: (a) isinya jauh
dari standar pasal 20 ICCPR soal konteks pelarangan propaganda
kebencian; (b) hanya melindungi agama yang “dianut” di Indo-
nesia; (c) serta belum memuat unsur penting, yakni perbuatan
“dengan sengaja” terkait tindak pidana terhadap agama.
14. Pasal terkait Pelanggaran HAM Berat
(pasal 598-599)
Aliansi mencatat pengecualian asas retroaktif (tak berlaku
surut) untuk pelanggaran HAM berat belum diatur buku 1 RKUHP.
Padahal, ini diatur UU 26/2000 tentang Pengadilan HAM. Komnas
HAM pun menyoroti hukuman bagi pelaku genosida di RUU
KUHP yang malah lebih rendah dari ketentuan UU 26/2000. RUU
KUHP mengatur hukuman 5-20 tahun bui. Adapun UU 26/2000
menetapkan hukuman 10-25 tahun penjara.
85
BERJUAN DEMI TANA LUWU
86
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Ucapkan
Terima kasih
Masyarakat
Luwu Raya
PELANTIKAN dan Pengambilan sumpah 83 anggota
DPRD Sulsel periode 2019 – 2024, dipimpin ketua Pen-
gadilan Tinggi Makassar berlangsung di ruang Paripurna
Gedung DPRD Jl Urip Sumoharjo. Makassar, Selasa, 24
September 2019.
Dr H Husmaruddin MP SE MM kembali terpilih Anggota DPRD
Provinsi Sulsel Dapil XI (Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur).
Ia berhasil mempertahankan kursi di DPRD Sulsel untuk kedua
kalinya. periode 2019-2024.
87
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Politisi PAN ini mengucapkan terimakasih kepada seluruh mas-
yarakat Luwu Raya yang telah memberikan kepercayaan kepada
dirinya untuk mengemban amanah yang kedua kalinya, mewakili
rakyat Luwu Raya dalam menyampaikan aspirasi di rumah rakyat
DPRD Sulsel.
88
BERJUAN DEMI TANA LUWU
“Saya sampaikan ucapan terima kasih telah memberikan ke-
percayaan kepada saya untuk mengemban kembali amanah yang
kedua kalinya mewakili rakyat Luwu Raya untuk menyampaikan
aspirasi dan membawa program serta anggaran sebanyak-ban-
yaknya untuk kemajuan Luwu Raya,” ungkapnya.
Selanjutnya, mantan kades yang juga mantan anggota DPRD
Luwu dua periode ini juga menyampaikan rasa terimakasihnya
kepada keluarga besar, tim sukses dan Tim Relawan HMD di wilayah
Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur atas doa, support dan
dukungannya.
“Terimakasih atas doa, support, kerja keras dan kerjasamanya di
dalam perjuangan H. Husmaruddin, sehingga saya terpilih kembali
sebagai wakil rakyat DPRD Provinsi Sulsel untuk periode kedua
tahun 2019-2024. Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan,
keberkahan kepada kita semua,” tambahnya.
Ia memohon kerjasama semua pihak agar periode kedua untuk
lima tahun kedepan lebih banyak lagi dan lebih maksimal di dalam
membawa program dan anggaran dari Provinsi untuk Luwu Raya
Sejak sosialisasi, ia selalu mengajak masyarakat untuk ber-
sama-sama memikirkan kemajuan bangsa ini serta mengajak
masyarakat untuk perpartisipasi pada 17 April mendatang untuk
memilih dirinya.
89
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Pemilik tagline Anak Desa Andalan (ADA) ini selalu mengingat-
kan tim pemenangannya untuk menghindari money politik tapi
memberikan dukungan semata-mata untuk kepentingan serta
kemajuan bangsa ini.
Baginya, intens melakukan sosialisasi dan selalu memberikan
pemahaman politik yang baik sangatlah penting. Ini sekaligus
silaturahmi bisa lebih terbangun sehingga terjalin hubungan
emosional yang lebih baik lagi.
Sejak awal, saat pembentukan tim jaringannya, KorDes, ia optimis
akan diusung dengan kebulatan tekad dari tim pemenangannya.
Menurutnya, menjadi anggota DPRD itu butuh pemikiran yang
pro kepada masyarakat demi melihat keluhan dan keinginan yang
harus di perjuangkan.
Perwakilan rakyat itu bukan hanya gagah-gagahan,tetapi pent-
ing memiliki kemampuan demi mengabulkan aspirasi masyarakat.
90
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Ingin Bermanfaat,
Siap Bertarung
Maju Pilkada Luwu
DUDUK di kursi DPRD Luwu dan Provinsi Sulsel mem-
buat Husmaruddin menyadari bahwa pengabdiannya
telah dirasakan oleh banyak warga. Olehnya, setelah
menjadi anggota dewan ia pun membuat sebuah
lembaga sosial, bernama HMD Center yang memiliki
peran memberdayakan generasi muda.
Tak puas sampai disitu, Husmaruddin berkeinginan memperluas
manfaat yang diterima oleh warga konstituennya.
Ia mengakui jika ajaran agamanya, Islam selalu menganjurkan
selalu berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal
ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya.
91
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya
pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah
sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.
Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang ber-
buat. Seperti kita Memberikan manfaat kepada orang lain, maka
manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga
sebaliknya.
Manfaat yang dimaksud bukan sekedar manfaat materi, yang
biasanya diwujudkan dalam bentuk pemberian harta atau kekayaan
dengan jumlah tertentu kepada orang lain. Manfaat yang bisa
diberikan kepada orang lain bisa berupa tenaga dan pikiran.
Bentuk kemanfaatan berikutnya
Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain
dengan tenaga yang ia miliki.
Husmaruddin mencontohkan misalnya jika ada perbaikan jalan
kampung, bisa memberikan kemanfaatan dengan ikut bergotong
royong. Ketika ada pembangunan masjid bisa membantu dengan
tenaga. Saat ada tetangga yang kesulitan, dapat berkontribusi
semampu kita.
Dengan berbekal pengalaman yang dimiliki mulai menjadi kepala
desa, dosen, anggota DPRD Luwu dua periode dan anggota DPRD
Sulsel juga dua periode, ia ingin mengabdi dan menjadi lebih ber-
manfaat di tanah kelahirannya dengan maju sebagai kepala daerah.
92
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Menjadi kepala daerah dan menjadi wakil rakyat di dewan
diakuinya sangat berbeda. Wakil rakyat hanya sebatas membuat
peraturan daerah. Tapi jika kepala daerah maka bisa lebih banyak
berbuat untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebab menurut
Husmaruddin, bupati adalah penentu kebijakan. Bupatilah yang
akan nenentukan mau dibawa kemana daerah yang dipimpinnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Luwu yang beribukota di Belopa
memiliki luas 3.000,25 km2 yang terbagi dalam 227 desa/ kelura-
han dan 21 kecamatan.
Komoditi unggulan Kabupaten Luwu yaitu sektor perkebunan,
pertanian dan jasa. Sektor perkebunan komoditi unggulannya
adalah kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, cengkeh, jambu mete,
kemiri, lada, pala, sagu, dan vanili. Sub sektor pertanian komoditi
yang diunggulkan berupa Jagung, Tembakau dan Ubi kayu. Sub
sektor jasa pariwisatanya yaitu wisata alam dan budaya.
Husmaruddin ingin menjadikan Luwu seperti visinya, "Terwu-
judnya Luwu Yang Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing". Dengan
fokus gerakan membangun desa (Gerbandes).
Termasuk dengan misi Luwu yaitu membangun pemerintahan
yang bersih, akuntabel, transparansi dan demokratis (Good Gover-
nance dan Clean Governance) di dalam menjalankan tugas/fungsi
yang professional dan berakhlak mulia.
93
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui
pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan sandang,
pangan, pelayanan kesehatan dan kualitas SDM melalui sistim
pendidikan untuk semua (education for all) dan berpihak pada
yang lemah (option for the poors)
Meningkatkan sistem perencanaan pembangunan yang aspira-
tif, responsif, inovatif, dan terpadu melalui peran aktif masyarakat
secara berkelanjutan dalam pembangunan daerah segala bidang.
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis po-
tensi SDA, pertanian, perikanan, kehutanan, koperasi, perdagangan
Industri, dan pariwisata melalui pengolahan produksi yang berdaya
saing serta didukung dengan infrastruktur yang memadai.
Meningkatkan dan menggali sumber-sumber pendanaan daer-
ah serta menciptakan iklim investasi yang sejuk,kondusif dalam
pengembangan dan penciptaan lapangan kerja.
Mengembangkan sistim pemberdayaan masyarakat berbasis
budaya,religius dan standar kemitraan yang disesuaikan dengan
paradigma masyarakat membangun.
94
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Tim Solid
Bersama Istri
BENAR kata pepatah yang mengatakan, di balik kesuk-
sesan seorang pria, selalu ada sosok perempuan hebat.
Bagaimana tidak, istri yang paling tahu perjuangan seo-
rang suami demi menghidupi keluarganya. Baik seorang
pegawai maupun wirausahawan, semuanya melewati
setiap proses untuk menempuh kesuksesan. Sementara bagi pria
yang sudah berkeluarga, kesuksesan semata-mata bukan puncak
karir tapi juga untuk membahagiakan keluarga.
95
BERJUAN DEMI TANA LUWU
Selama proses menempuh kesuksesan itu berlangsung, per-
jalanan tidak lantas mulus begitu saja. Sudah barang pasti ada
hambatan yang bisa membuat perjuangan yang dilakukan menuai
96
BERJUAN DEMI TANA LUWU
kegagalan. Saat-saat seperti itulah biasanya sosok istri berperan.
Dia akan memberikan dukungan penuh agar dapat membuat
suaminya semangat dan kembali bangkit.
Dalam kehidupan berumah tangga, hendaknyalah istri men-
dukung dan mentaati suami dalam kebaikan. Begitu pun sebali-
knya, suami harus menjadi imam yang peka dan melindungi fisik
dan batin sang istri.
Hal inilah yang menjadi pijakan Husmaruddin dalam mengarungi
bahtera rumah tangga Bersama istrinya.
Husmaruddin selaku imam keluarga senantiasa mendengar
pendapat dan menghargai jerih payah sang istri dalam mendukung
kariernya.
Husmaruddin mengakui jika istrinya, Satriawaty Mallu adalah
sosok yang ikut berperan dalam kesuksesannya hingga saat ini.
Ia bersama istri menjadi tim solid dengan cita-cita yang sama
bagaimana menjadikan warga dan daerahnya menjadi maju.
Istinya yang berlatar belakang dosen dan master komputer yang
pernah mengambil S2 Ilmu Komputer di Universitas Gajah Mada,
Yogjakarta banyak membantunya di HMD Center.
Istrinya banyak mengetahui tentang Ilmu Komputer dan banyak
membuat program bersama tim untuk memberi skill dan mem-
berdayakan pemuda di desa.
97