The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MEDIVO PENGALAMAN 1 TAHUN COVID19 DI RSUD SIDOARJO

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by humas.rsudsda, 2021-08-11 22:48:48

MEDIVO PENGALAMAN 1 TAHUN COVID19 DI RSUD SIDOARJO

MEDIVO PENGALAMAN 1 TAHUN COVID19 DI RSUD SIDOARJO

Keywords: pengalaman,covid19

Pada hari yang sudah kami sepakati, calon pendonor mengisi lembar
persetujuan dan checklist donor untuk menyatakan persetujuan. Pemeriksaan fisik
dilakukan sebelum pelaksanaan donor. Jika pasien dinyatakan sehat maka proses
donor dilakukan. Prosedur pengambilan darah dari pendonor dilakukan secara
plasmapheresis menggunakan alat “Spektra Optia Apheresis System”, dimana
hanya komponen yang dibutuhkan saja yang diambil menggunakan teknologi
pemisahan darah sedangkan komponen yang tidak dibutuhkan dikembalikan lagi
ke dalam tubuh pendonor pada saat yang bersamaan. Proses plasmapheresis
setiap pendonor bervariasi berkisar antara 30 s/d 90 menit tergantung pada tinggi
badan, berat badan, hematokrit darah dan kadar trombosit pedonor. Mesin secara
otomatis akan menghitung volume darah dan batas maksimum plasma yang bisa
diambil. Rata-rata setiap pendonor kami, donor plasmanya sebanyak 600ml.

Proses akhir dari produk plasma yang sudah ditampung dibagi ke dalam kantong
satelit dengan volume masing masing 200 ml menggunakan sistem tertutup dengan
alat Sterile Connecting Device, diberi label sesuai spesifikasi produk, dibekukan
sampai bagian dalam plasma selama satu jam. Setelah proses pembekuan,
kantong darah harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah keretakan pada
kantong darah atau selangnya. Produk PK dalam bentuk Fresh Frozen Plasma (FFP)
kemudian disimpan di dalam freezer dengan suhu yakni di bawah -30oC. Lama masa
simpan yaitu sampai dengan satu tahun lamanya. Sewaktu waktu jika digunakan
dapat dilakukan thawing FFP pada suhu 30-37o C. Selanjutnya dapat ditranfusikan
ke pasien COVID-19 sebelum 6 jam sejak dicairkan. Pemberian transfusi plasma
konvalesen harus memenuhi kesesuaian golongan darah ABO dan Rhesus antara
pendonor dan pasien.

Produk PK yang kami produksi sebagian dimanfaatkan untuk membantu para
pasien COVID-19 di RSUD Sidoarjo sebagai terapi tambahan dalam kontek uji klinis,
dan sebagian lagi kami distribusikan ke UTD-PMI Kabupaten Sidoarjo agar bisa
dimanfaatkan oleh pasien yang dirawat di luar RSUD Sidoarjo.

Sejak tanggal 8 Januari 2021 sampai akhir Februari 2021, proses screening dan
donor telah kami lakukan terhadap 61 orang calon pendonor. Dari proses tersebut,
hasilnya antara lain yang memenuhi kriteria dan telah melakukan donor sebanyak
24 orang dengan perolehan kantong darah sebanyak 72 kantong dengan rincian:
golongan darah A/+ 15 kantong, golongan darah B/+ 9 kantong, golongan darah O/+
39 kantong dan golongan darah AB/+ 9 kantong.

100INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu pelaksanaan donor PK di RSUD Sidoarjo, baik para calon pendonor
dan juga para pendonor yang telah ikhlas berpartisipasi untuk membantu sesama.
Semoga niat baik dan sumbangsih kita dicatat sebagai amalan yang mulia. Teriring
ucapan jazakumullah khairan khasiran •

101INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Nama lengkap : Akhmad Mukhlis, S.ST
Jabatan : Kepala Instalasi Pemeliharaan
Elektromedik (IPE)
Usia : 43 Tahun
Masa Kerja : 18 Tahun

Pengelolaan dan Pemeliharaan
Elektromedik Pada Masa
Pandemi Covid-19

Pasien Covid-19 yang berdatangan ke rumah sakit relatif banyak. Ada pasien rawat

jalan dan pasien rawat inap. Beberapa pasien yang datang membutuhkan peralatan
kesehatan. Hal ini berdampak pada Instalasi Pemeliharaan Elektromedik (IPE). IPE
merupakan instalasi yang bertugas untuk melakukan perbaikan, pemeliharaan, dan
kalibrasi peralatan kesehatan di RSUD Sidoarjo. Selain tugas pokok tersebut, IPE
juga melakukan mobilisasi atau pemindahan peralatan kesehatan serta melakukan
refresh training.

Sebelumnya, RSUD Sidoarjo hanya memiliki ruang isolasi untuk pasien
penderita paru di Ruang Mawar Merah Putih (MMP). Setelah terjadinya wabah
Covid-19, ruang MMP digunakan sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid-19 serta
ditambahkan beberapa ruang lain seperti GDH barat, GDH Selatan, Ruang Mawar
Pink, serta ruang VK di IGD.

Saat itu, ketersediaan peralatan kesehatan di ruang isolasi Covid-19 belum
mencukupi. Sehingga saat terjadinya wabah ini yang bisa dilakukan adalah
memindahkan beberapa peralatan kesehatan dari ruangan-ruangan yang memiliki
peralatan kesehatan yang dapat mendukung dalam proses pelayanan Covid-19
tersebut. Adapun peralatan kesehatan yang menjadi penunjang dalam pelayanan
Covid-19 ini, antara lain sebagai berikut :

102INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

a. Bedside Monitor/Pasien Monitor

Alat ini berfungsi sebagai alat monitoring kondisi pasien, yang fiturnya terdiri
dari ECG monitor, tekanan darah/NIBP, respirasi, saturasi O2/SpO2, temperatur
tubuh, secara terus menerus. Pada pasien Covid-19, monitoring saturasi O2
dan temperatur tubuh sangatlah penting. Dikarenakan ketersediaan alat
tersebut di ruangan MMP hanya sejumlah 5 unit dan kurang mencukupi
sehingga memindahkan dari ruangan lain. Selama masa pandemi, RSUD
Sidoarjo menambah alat Pasien Monitor sebanyak 19 unit alat yang dananya
bersumber dari :
• Pemerintah Daerah Kab. Sidoarjo berupa pengadaan alat pasien monitor
sejumlah 9 Unit dan 1 Unit sentral Monitor;
• Bantuan dana DAK untuk pengadaan sejumlah 2 unit;
• Bantuan berupa alat sejumlah 4 unit dari Kemenkes;
• Dana BLUD RSUD 4 sejumlah unit;

Sebelum Bedside monitor diperuntukan untuk pelayanan bagi pasien COVID-19,
peran IPE melakukan Tera/kalibrasi internal menggunakan alat kalibrator milik
RSUD sidoarjo, sambil menunggu dilakukannya kalibrasi oleh institusi penguji
dari pihak luar.

b. Ventilator, CPAP dan HFNC

Alat ini berfungsi sebagai alat bantu pernapasan, dan sangat penting dalam
perawatan pasien Covid-19. Banyak pasien yang membutuhkan alat bantu
napas, sedangkan di ruang MMP tidak tersedia alat tersebut. Di ruang isolasi
MMP hanya terdapat instalasi gas medis dengan satu outlet Oksigen tanpa
dilengkapi Compres Air. Sehingga yang IPE lakukan adalah mencari ventilator
yang hanya membutuhkan supply oksigen tanpa Compres Air. Mulanya hanya
ada 3 unit ventilator yang dapat dipindahkan ke ruang isolasi. Selama pandemi
Covid-19, RSUD Sidoarjo mendapatkan bantuan 15 unit alat bantu pernapasan
terdiri dari :
• 1 Unit Ventilator dari Yayasan Budha, karena alat ini membutukan O2 dan
Air – Compress maka alat ini ditempatkan di Ruang ICU dan alat yang di
Ruang ICU dipindahkan ke ruang isolasi MMP;
• 1 Unit Alat Bi-PAP dari PMI;
• Dana untuk pengadaan 2 unit Ventilator dengan spesifikasi alat yang dapat
membantu perawatan pasien COVID-19 dan sesuai dengan instalasi gas
medis di ruangan Isolasi MMP;

103INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

• 1 Unit Ventilator dari Bapak Sandiaga Uno;
• 2 Unit Ventilator dan 2 unit BiPap dari PT. Pertamina Bina Medika IHC;
• 2 Unit alat C-PAP dari Bapak Dahlan Iskan;
• 2 Unit alat Bi-PAP dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB);
• 4 Unit alat HFNC dari Kemenkes.

Sebelum Ventilator diperuntukan untuk pelayanan pasien Covid-19, IPE
melakukan Tera/kalibrasi internal menggunakan alat kalibrator milik RSUD
sidoarjo, sambil menunggu dilakukannya kalibrasi oleh institusi penguji dari
pihak luar, dan refresh training ke beberapa teman perawat di ruang Isolasi.

c. X-ray Unit & DR Plate

X-ray secara umum digunakan untuk mengetahui kondisi tubuh pasien melalui
hasil dari sinar X-ray. Karena pasien Covid yang tidak boleh keluar dari ruang
isolasi maka disiapkan alat DR Plate lengkap guna membaca hasil X-ray dan Alat
X-ray Mobile yang dilengkapi pelindung dari bahan Pb agar radiasi sinar X-ray
yang ditimbulkan tidak menyebar sehingga alat siap dipergunakan di ruang
isolasi baik di MMP maupun ruang isolasi GDH Barat.

d. PCR Unit & Extracy Unit

Pada dasarnya, PCR atau Polymerase Chain Reaction merupakan metode untuk
amplifikasi DNA dengan waktu yang singkat. Alat ini sangat berperan dalam
menentukan apakah pasien terkonfirm Covid-19 atau tidak. Saat itu RSUD
Sidoarjo mendapat bantuan anggaran BTT dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo
untuk membeli alat PCR yang berfungsi untuk pemeriksaan Covid-19.

e. Biosafety Cabinet (BSC)

Sebuah alat yang dilengkapi dengan ventilasi udara  dan telah direkayasa untuk
mengamankan pekerja yang bekerja dengan sampel material, lingkungan
kerja dan sampel material dari kemungkinan bahaya terkontaminasi atau
menimbulkan penyebaran bakteri / virus. Selama pandemi COVID-19, alat
ini membantu dalam proses pemeriksaan hasil Swab PCR. Alat BSC sempat
mengalami peningkatan volume pemakaian sehingga mengalami kerusakan
pada sistem blower exhaust yang menyebabkan motor exhaust terbakar
karena kebutuhan pemeriksaan dengan PCR yang meningkat. Alat ini tergolong
sebagai alat import yang mengakibatkan pemesanan motor blower yang

104INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

original dari vendor membutuhkan waktu 2-3 bulan, maka IPE memodifikasi
motor exhaust dengan spesifikasi yang hampir sama tetapi dengan sparepart
yang ada dipasaran. Proses perbaikan yang dilakukan memakan waktu selama
satu minggu.

f. Oksigen/Gas medis

Selama pandemi Covid-19. kebutuhan oksigen semakin meningkat. Hal ini
dipengaruhi oleh penggunaan alat bantu napas yang terlalu banyak. Sehingga
berdampak pada :
1. Tekanan supply oksigen pada instalasi menurun. Solusi yang dilakukan
oelh IPE yakni dengan mengusulkan dibuatkan instalasi Gas Supply Unit
(GSU) dengan tekanan yang semula 4Bar dinaikkan menjadi 5Bar khusus
untuk ruangan Isolasi. Dengan begitu, kebutuhan akan tekanan Oksigen di
ruang isolasi bisa tercukupi.
2. Pasokan oksigen liquid sering habis karena persediaan tabung Oksigen liquid
hanya 1500Gln dan 3000Gln. Solusi dilakukan yaitu dengan mengusulkan
penggantian tabung liquid 1500G menjadi 6000Gln dan 3000Gln tetap.

Masih banyak peralatan kesehatan yang menunjang dalam pelayanan COVID-19
seperti : Regulator Oksigen, Syiringe Pump, Infuse Pump, Hefa Filter, Suctiont Pump,
Suctiont Bollow, dan sebagainya yang belum bisa kami sebut satu persatu dalam
kesempatan ini.

Berikut data laporan perbaikan, pemeliharaan, dan kalibrasi alat kesehatan

Proses pemeliharaan alat hepa filter
di ruang isolasi Mawar Merah Putih

(MMP)

105INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

pada tahun 2020 di ruang yang digunakan untuk perawatan pasien :

106INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Nama Lengkap : Sulasmijati, S.KM., M.Kes
Jabatan : Kasubbag Pemasaran
Usia : 54 Tahun
Masa Kerja : 8 Tahun

Promosi Kesehatan
Di Era Pandemi Covid-19

Ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi oleh Pemerintah Indonesia terhitung

sejak 2 Maret 2020 lalu, memberikan dampak pada angka kunjungan di RSUD
Sidoarjo. Penurunan angka kunjungan tidak dapat dihindarkan. Hal ini dikarenakan
adanya ketakutan dan keresahan yang dirasakan oleh masyarakat mengingat angka
penyebaran virus ini cukup cepat.

Tak pelak, kondisi tersebut membuat Sub Bagian Pemasaran memikirkan
kembali bagaimana caranya untuk tetap dapat melakukan promosi kesehatan yang
menarik tetapi juga tidak menyalahi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
Kegiatan promosi yang biasa dilakukan secara tatap muka beralih menuju daring
(online) — berbasis digital. Salah satunya, dengan menggunakan aplikasi yang
tengah ramai digunakan yakni Tik Tok.

Bersama dengan Sub Bagian Hukum dan Humas, Sub Bagian Pelayanan, dan
Sub Bagian Sumber Daya Manusia (SDM), kami menyelenggarakan Lomba Video
Tik Tok dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun 2020 dengan tema
“Jangan Takut Berobat ke RSUD Sidoarjo”. Peserta dibagi menjadi dua kategori
yakni: (1) Pegawai RSUD Sidoarjo; dan (2) Masyarakat umum. Lomba tersebut juga
menawarkan hadiah yang sangat menarik.

107INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Lomba Tik Tok yang cukup inovatif tersebut pun mendapatkan respon yang
sangat baik. Banyak sekali peserta yang berpartisipasi, tidak hanya yang berdomisili
di Sidoarjo saja, tetapi juga ada yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota
lain di Indonesia. Tujuan lain dari lomba tersebut yaitu untuk mengenalkan dan
mempromosikan keberadaan RSUD Sidoarjo ke masyarakat luas. Dengan begitu
banyak video yang masuk, kreativitas dari para peserta begitu lucu dan menarik.
Berikut adalah juara I kategori peserta umum:

Selain itu, bagi pegawai RSUD Sidoarjo, Lomba video Tik Tok tersebut menjadi
ajang kreativitas dan refreshing dalam menyalurkan bakat yang dimiliki. Ada yang
saling berkolaborasi; baik dengan teman satu ruangan, maupun sendiri. Hal yang
menarik dari lomba ini ternyata mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Bapak
Direktur yang ikut ber-TikTok ria berkolaborasi dengan pemenang juara I kategori
pegawai saat menyerahkan hadiah seperti berikut:

Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang menyeluruh bagi kehidupan
dan perilaku masyarakat, sehingga selain lomba Tik Tok tersebut, RSUD Sidoarjo
mempunyai kewajiban untuk melakukan promosi kesehatan lain. Bentuk
kegiatannya meliputi sosialisasi daring melalui Zoom meeting yang dikemas dengan
materi untuk masyarakat awam. Kegiatannya pun diisi oleh narasumber yang tidak
hanya berasal dari internal RSUD Sidoarjo, tetapi juga eksternal. Tema yang diusung
sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu, seperti topik Kupas Tuntas
Covid-19; Tata Kelola Pemulasaran Jenazah Covid-19; hingga Sosialisasi Persiapan
Pembelajaran Tatap Muka di Era Pandemi.

Pemenang Lomba Tik Tok Direktur RSUD Sidoarjo bersama
Juara I Kategori Umum Pemenang Lomba Tik Tok
Juara I Kategori Pegawai

108INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Pada kegiatan sosialisasi via Zoom, salah satunya adalah Tata Kelola
Pemulasaran Jenazah Covid-19. Materi yang dihadirkan berisi video yang mana
proses pengambilan videonya langsung diambil dari salah satu keluarga pasien
yang meninggal di RSUD Sidoarjo akibat positif Covid-19. Testimoni juga langsung
diberikan oleh keluarga. Seluruh ruang daring tersebut diselimuti rasa kesedihan
yang begitu mendalam hingga ‘brebes mili mata ini’— menitiskan air mata. Kami
hanya bisa berdoa agar beliau khusnul khotimah, Aamiin.

Dengan semakin banyak dan meningkatnya pasien Covid-19 di RSUD Sidoarjo,
kami juga membentuk Komunitas Penyintas Covid-19 yang di beri nama KompiS
(Komunitas Penyintas Covid-19 Sidoarjo) yang beranggotakan pasien yang telah
dirawat di RSUD Sidoarjo dan telah dinyatakan sembuh. Adapun tujuan dari
KompiS yakni memberikan edukasi dan berbagi pengalaman pada masyarakat
terkait penyakit Covid-19; menjalin kerja sama dengan RSUD Sidoarjo dalam
mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan; serta membantu pemerintah
dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

Selain kegiatan di atas, saya bersama Tim PKRS RSUD Sidoarjo di awal pandemi
melakukan promosi kesehatan dengan topik terkait pencegahan terhadap
penyebaran penyakit Covid-19. Namun, setelah ada kebijakan di larang berkumpul;
maka media penyuluhan atau promosi kesehatan dilakukan dengan memanfaatkan
dan memaksimalkan media sosial yang ada di RSUD Sidoarjo yaitu Facebook,
Instagram, website serta Twitter. Membuat konten video seperti: video Tik Tok
yang berisikan tentang edukasi perilaku pencegahan agar tidak tertular penyakit
Covid-19; bagaimana menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh
agar tetap sehat. Media lain yang di gunakan yakni melalui televisi lokal yang ada di
area publik di RSUD, spanduk serta video tron.

109INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Promosi kesehatan yang dilaksanakan
oleh Tim PKRS di wilayah
RSUD Sidoarjo

Proses pengambilan video tentang
pengalaman vaksinasi Covid-19

Guna mencegah penularan dan efisiensi biaya dalam mencetak brosur/leaflet
tentang penyakit, maka Tim PKRS berinovasi dengan cara menyebarkan brosur/
leaflet secara digital yang dapat diakses dengan scan QR code sehingga masyarakat
secara luas bisa memanfaatkan informasi berbagai macam penyakit melalui gawai
masing-masing.

Pemasangan QR code brosur
penyakit di meja front office

Pandemi covid-19 telah mengubah
budaya dan perilaku masyarakat
terhadap kesehatan sehingga kami
sebagai tenaga kesehatan harus bisa
mengikuti perubahan tersebut dengan
lebih berkreasi dan berinovasi dalam
hal promosi kesehatan. Salam sehat
selalu •

110INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Nama Lengkap : Ayok Luthfi Hidayat, S.Kom
Jabatan : Staff Instalasi Pelatihan Mandiri (IPM)
Usia : 30 Tahun
Masa Kerja : 2,5 Tahun

Geliat Penyelenggaraan
Berbagai Ilmu Dikala Pandemi

Perjalanan hidup sebagai staff diklat rumah sakit milik Pemerintah Daerah
Kabupaten Sidoarjo haruslah aktif berinovasi dan berkreasi. Bukan hanya skill teknis
yang menjadi andalan dalam keterampilan bekerja secara tangkas dengan hasil
optimal tapi haruslah berimbang dengan soft skill dalam berkomunikasi, mudah
beradaptasi dan mampu mengontrol emosi. Di kala waktu normal sebelum pandemi,
ketika segala hiruk pikuk kesibukan dari pagi hingga larut tanpa dibatasi, tanpa
takut berkreasi dengan risau akan virus baru yang menghampiri, maka mudahlah
membuat rencana untuk berkumpul berbagi ilmu, merefresh skill, brainstorming
dengan semua tujuan agar tepat guna dalam melayani sesama untuk mengurangi
risiko dalam pelayanan kesehatan. Namun semua berubah ketika virus baru dengan
nama Corona mulai menyebar dengan daya jangkau yang tidak bisa dibendung
sehingga menyebar luas ke seluruh benua di jagad bumi ini dalam waktu singkat.
Semua hal yang awalnya normal-normal saja dan sudah menjadi hal biasa dilakukan
setiap hari tanpa ada perlakuan khusus yang benar-benar extra, sedikit demi sedikit
dan pasti harus dipaksakan untuk berubah menyesuaikan dengan pandemi Covid-19
ini. Suka atau tidak, kita mulai akrab dengan masker dan hand sanitizer setiap hari.

Senada dengan itu, konsumsi vitamin sebagai penguat daya tahan tubuh pun
wajib dikonsumsi setiap hari. Beberapa perusahaan juga memberlakukan Work
Form Home. Pemerintah pun memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala
Besar) sebagai tindakan pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran

111INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

virus Covid-19. Sebagian insan cendekia juga sibuk melakukan penelitian tentang
kandungan berbagai macam umbi akar yang kabarnya mampu untuk mencegah
virus ini bersemayam di dalam raga manusia. Mereka juga berusaha mencari jurnal
penelitian tentang vaksin atau virus yang masih satu ordo dengan virus ini. Semua
usaha dilakukan untuk menanggulangi wabah ini diantaranya dengan jargon protokol
kesehatan yakni Gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci tangan, dan Menjaga
Jarak) kemudian dikembangkan menjadi Gerakan 5M dengan menambahkan 2 poin
yaitu Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas, karena dahsyatnya virus
baru ini sangat cepat daya sebarnya dan sangat cepat dalam bermutasi.

Hari demi hari, satu persatu raga manusia mulai terjangkit. Setiap jamnya ada
yang harus meregang nyawa karena komplikasi virus ini dan ada pula yang terus
berjuang dan menjadi survivor. Dunia seakan benar-benar dalam keterpurukan
menghadapi pandemi Covid-19. Efek domino virus ini juga berdampak pada
keseimbangan ekonomi, pariwisata, dan semua aspek global yang menyusun
persendian masing-masing negara dalam menjalani giat rumah tangga negara dan
giat internasional. Dalam dunia pendidikan kesehatan pun yang semestinya harus
tetap bisa berjalan seperti sediakala harus terbatasi dan mungkin terhenti sejenak
dalam beroperasi. Bagaimana harus berhenti sedangkan bibit-bibit garda terdepan
dalam dunia kesehatan ini harus tetap menimba ilmu, harus tetap mengasah
kemampuan untuk terwujudnya tenaga kesehatan yang kompeten yang mampu
meningkatkan derajat kesehatan dan keselamatan pasien di Indonesia tanah air
kita.

Takut, ragu pun bercampur dalam hati lemah yang mudah terbolak balik bersama
dengan rasa optimis untuk bisa membuat barisan pertahanan melawan virus ini dan
meraih terbiasanya beraktivitas dalam pandemi untuk tetap lebih produktif meski
harus terbatasi dalam derap dan langkah untuk berkumpul bersama, bergerak
bersama dalam berbagi ilmu dan informasi seperti masa sebelumnya.

Sebagai satu tim dalam diklat dengan label Instalasi Pelatihan Mandiri dibawah
naungan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo, semua kegiatan pelatihan
kami yang sudah terjadwal dari bulan Maret hingga Juni 2020 pun sempat vakum,
terjebak dalam risau takut berbalut gundah harus bagaimana kami memulai rencana
pelatihan kami yang sudah terpromosikan kepada kolega yang membutuhkan.
Bagaimana kami harus mengisi hari-hari kami, sedangkan virus Corona ini kian
hari kian menjangkiti tanpa henti dan tanpa peduli cakupan usia, waktu, dan jarak.
Parahnya lagi, bukan barang terlihat yang bisa mudah dicekal. Semua orang pasti
jengkel, geram, dan mendidih dengan kedatangannya yang mengacaukan seperti

112INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Webinar oleh Instalasi
Pelatihan Mandiri

dengan berbagai tema
yang berbeda

peribahasa “hinggap bak langau titik bak hujan” yang memiliki arti “tiba-tiba saja
terjadi tanpa diketahui terlebih dahulu”.

Waktu terus berjalan dan pasti tidak akan mundur meski hanya sejengkal.
Mulailah kami mengisi kesibukan dengan merangkai beberapa barang untuk
dijadikan face shield. Sesuatu yang baru bagi kami, untuk harus dikenakan dan
dibuat karena tuntutan barang tersebut yang semakin mahal per itemnya, sama
seperti barang lainnya yang mengalami kenaikan terutama yang mempunyai fungsi
sebagai perlindungan diri bagi tenaga kesehatan. Dalam hitungan minggu, kami
masih berkutat pada pembuatan face shield, karena banyak permintaan dari unit
pelayanan terutama tenaga kesehatan untuk perlindungan diri saat melakukan
pelayanan atau perawatan kepada pasien. Sejenak berhenti dari aktivitas produksi

113INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

face shield, secara mandiri tim kami juga melakukan aktivitas di bagian produksi
pada lingkup farmasi dengan melakukan refill kebutuhan hand sanitizer pada setiap
unit yang membutuhkan. Sekitar 3 bulan kami vakum akan kegiatan pelatihan.
Perlahan inspirasi mulai datang menghampiri, ide pun datang dari kepala instalasi
kami untuk membuat event pelatihan atau seminar yang berbasis online dengan
memanfaatkan kecanggihan aplikasi pada smartphone maupun software pada
komputer, seperti kebanyakan khalayak mengetahui aplikasi tersebut berjuluk
Zoom.

Aplikasi ini mendadak naik daun di kala pandemi setelah Presiden Republik
Indonesia pertama kali melakukan rapat secara daring dengan menggunakan
aplikasi ini. Perlahan gayung bersambut kata berjawab, ide demi ide terlontar dari
masing-masing anggota tim kami dalam penyusunan kegiatan webinar dengan
keseluruhan topik dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kesehatan
bersanding dengan tajuk pandemi Covid-19. Maka jadilah webinar pertama kami
dengan judul “Mengelola Kesehatan Fisik serta Mental Anak dan Orang Tua untuk
Kesiapan Sekolah di Era New Normal” yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 Juli
2020 dengan 53 peserta. Nice beginning, it’s our first time for making seminary

with new format.
Kita akan mengetahui hasil jika kita berani mengawali dan mencoba, belajar

sambil berjalan dan melakukan perbaikan jika ada yang kurang, bukan berarti tanpa
persiapan lalu asal jalan, bijaklah diri dalam mengambil keputusan tapi janganlah
keluar dari koridor pembahasan. Menimbang kata-kata tersebut sangatlah tepat
dengan keadaan kami, dimana persiapan yang dilakukan haruslah tidak keluar
dari koridor kata online. Dengan konsekuensi tersebut, maka segala aspek yang
dilakukan haruslah paperless, no crowding, cashless, and keep social distancing.

Kami pun mulai mempelajari aplikasi baru tersebut, membedah satu persatu
featurenya, mengkonfigurasi pengaturannya dan uji coba melakukan siaran dan
disambungkan secara streaming via Youtube. Sejalan dengan persiapan tersebut
kami juga melakukan persiapan penyelenggaran webinar misal dari segi pendaftaran
dilakukan pendataan secara online dan pembayaran sistem cashless dengan
menggunggah bukti pembayaran. Kami juga memberlakukan e-sertifikat dengan
cara mengisi evaluasi terlebih dahulu yang kemudian secara otomatis akan terkirim
ke email peserta yang telah mengisi evaluasi.

Bumi berputar zaman beredar, seiring dengan kemajuan zaman, kemajuan
teknologi diiringi dengan keadaan pandemi Covid-19 yang mengharuskan pelatihan
dan seminar secara daring, maka kebutuhan akan jaringan internet sangatlah

114INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

penting jika dahulunya mungkin ini adalah kebutuhan tersier maka telah bergeser
menjadi kebutuhan primer. Maka infrastruktur jaringan juga harus update untuk
menunjang kuatnya sinyal dan bandwidth yang akan digunakan untuk sharing
informasi dan ilmu di kala pandemi Covid-19 dan juga masih berlakunya kebijakan
pemerintah yaitu PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Kami pun membaca situasi untuk mulai menyelanggarakan pelatihan secara
luring yang dipadukan dengan pelatihan secara daring (blended learning), seperti
pada pelatihan pertolongan pertama gawat darurat obstetrineonatal dan asesor
kompetensi dan kredensial bagi tenaga profesional kesehatan. Metode blended
learning ini penerapannya dengan memberikan teori secara online dan pelatihan
skill secara tatap muka dengan tetap menjalankan protokol Kesehatan 3M
dengan mengurangi jumlah peserta. Penerapan jaga jarak dan untuk mengurangi
kerumunan ketika pelatihan skill maka penerapan materi skill dilakukan dengan cara
merekam dengan kamera yang tersambung dengan videotron, sehingga peserta
bisa menyaksikan via videotron tanpa harus mendekat dan berkerumun. Sebelum
pelatihan skill dengan tatap muka dilaksanaka, peserta wajib melakukan swab test
atau rapid test dengan menunjukkan hasil negatif Covid atau non reaktif.

Dari pelatihan tersebut, beberapa kesimpulan bisa ditarik melalui evaluasi
yang telah diisi oleh peserta bahwa penyampaian teori lebih bisa dipahami ketika
dilakukan dengan metode luring (tatap muka). Sehingga di tahun 2021 ini pelatihan
yang mengharuskan ada kombinasi antara teori materi skill dan ujian skill harus
dilakukan secara tatap muka guna mendapatkan hasil yang maksimal dalam
kegiatan pelatihan. Kesesuaian antara teori dan materi skill bisa terjadi jika langsung
berkesinambungan tanpa terjeda dengan metode yang berbeda secara media.
Untuk mendukung terselenggaranya pelatihan dengan metode tatap muka di masa
pandemi Covid-19 ini, kami mewajibkan peserta untuk menyertakan hasil swab
test atau rapid antigen maksimal 2 hari sebelum pelatihan dengan metode tatap
muka terlaksana. Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung dan belum diketahui
kapan akan berakhir kemudian masih sangat ditekankan untuk penerapan disiplin
protokol kesehatan hingga sekitar 3 sampai 4 tahun kedepan tetapi mobilitas untuk
berbagi ilmu secara daring maupun luring tetap harus berjalan meski harus akrab
dan berdampingan dengan Covid-19.

115INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Kini setahun sudah Corona bersemayam di negeri kita Indonesia, meninggalkan
duka dan menggoreskan luka yang tiada segera pudar meski kecanggihan teknologi
terus berkembang bersamaan dengan virus yang bermutasi tanpa memandang
korban. Setahun virus ini masih beredar selama itu pula banyak pahlawan garda
terdepan yang telah berpulang pada keharibaan bumi pertiwi dengan tunai janji
bakti pada negeri. Begitu pula banyak penanggung derita virus ini yang telah
berpulang meninggalkan keluarga dan kerabat dengan tiba-tiba tiada terduga. Satu
keyakinan yang pasti virus ini adalah makhluk yang juga Allah ciptakan dan hanya
Allah lah yang mampu menghilangkan pandemi ini dengan sempurna atas kuasa-
Nya. Sebagai manusia yang beriman, di sela-sela berusaha maka jangan lupa selipkan
doa untuk diri sendiri dan keluarga karena usaha (ikhtiar) akan menjadi sempurna
jika diiringi dengan doa yang akan menurunkan ridho Allah untuk menghilangkan
segala bala marabahaya •

116INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Nama Lengkap : Miftakur Rahmad
Jabatan : Kepala Instalasi Keamanan dan
Ketertiban
Usia : 56 Tahun
Masa Kerja : 32 Tahun

Profesionalitas Satpam
Di Masa Pandemi Covid-19

Satpam (Satuan Pengamanan) adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk

oleh instansi atau badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka
menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya, dalam hal ini yaitu
di RSUD Sidoarjo.

Tugas pokok satpam yaitu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan atau
tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik, personil, informasi, dan
pengamanan teknis lainnya.

Fungsi satpam yakni melindungi dan mengayomi lingkungan/tempat kerjanya
dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang
berlaku di lingkungan kerjanya tersebut. Sedangkan peran satpam adalah dalam
melaksanakan tugasnya sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas, satpam
berperan sebagai :

1. Unsur membantu pimpinan organisasi khususnya RSUD Sidoarjo
2. Unsur membantu POLRI dalam pembinaan keamanan dan ketertiban

masyarakat

Awal tahun 2020 telah terjadi musibah di beberapa negara yang terdampak
wabah yang akrab dengan sebutan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
yang berasal dari Kota Wuhan, Cina. Dengan adanya pandemi Covid-19, kami
melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur keamanan dan melaksanakan dengan
setulus hati.

117INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Dengan menerapkan standar protokol kesehatan, kami melaksanakan tugas
dengan peningkatan terkait dengan peraturan-peraturan yang sebelumnya sudah
kami jalankan sehingga menjadi tantangan kami di lapangan sebagai garda terdepan
di RSUD Sidoarjo. Profesionalisme dan tanggung jawab harus dimiliki oleh para
satpam khususnya dan para pengelola atau manajemen satpam untuk memahami
perubahan aturan tupoksi di masa pandemi Covid-19.

Pada masa awal pandemi Covid-19, RSUD Sidoarjo telah menerapkan peraturan
protokol kesehatan yaitu dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci
tangan. Petugas keamanan juga melakukan pengecekan suhu bagi setiap orang
yang akan memasuki wilayah rumah sakit misalnya penunggu pasien, pasien rawat
jalan, serta seluruh pegawai yang ada di RSUD Sidoarjo. Pemakaian masker juga
kami terapkan di masa pandemi ini. Apabila ada yang tidak memakai masker maka
tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam.

Seperti bagaimana kami membuat peraturan instruksi kerja yang akan
diterapkan, sehingga kami juga akan mampu menyediakan peralatan dan sarana
prasarana, seperti alat ukur suhu, alat cuci tangan, batas antrian, dan juga APD
(Alat Pelindung Diri). Dan petugas juga sudah di lengkapi dengan APD seperti face
shield, handscoon, serta yang paling utama ialah masker. RSUD Sidoarjo juga telah
menyediakan tempat-tempat untuk mencuci tangan di setiap pintu masuk, dan
menyediakan hand sanitizer di setiap sudut ruangan maupun selasar. Selain itu,
diterapkan pula batas antrian serta batas tempat duduk di seluruh area yang berada
di lingkungan rumah sakit.

Di awal pandemi ini juga banyak masyarakat yang belum memahami peraturan
protokol kesehatan yang telah dijalankan tersebut, misalnya masih ada beberapa
masyarakat yang akan berobat namun tidak memakai masker. Hal tersebut juga
masih kami temukan di lapangan. Lalu dengan penerapan physical distancing,
masyarakat juga belum sepenuhnya memahami aturan tersebut, sehingga petugas
keamanan lebih gencar menertibkan hal tersebut untuk mencegah sekaligus
mengurangi penularan Covid-19. Dengan adanya penemuan pelanggaran tersebut,
petugas keamanan selalu melakukan penerapan protokol kesehatan tersebut
selama 24 jam dan diperketat.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi divisi kami yaitu keamanan, untuk
senantiasa menerapkan aturan yang berlaku. Pandemi yang telah melanda dunia
dan khususnya negara kita tercinta ini membuat kami yaitu petugas keamanan
sebagai salah satu garda terdepan di rumah sakit ini harus senantiasa menjaga
pintu dengan semaksimal mungkin untuk mengurangi kerumunan salah satunya

118INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

dengan ditiadakannya jam berkunjung dan yang telah kami terapkan sejak awal
yaitu penunggu pasien hanya diperbolehkan satu orang saja.

Keamanan sebagai garda terdepan senantiasa tulus dan ikhlas melayani pasien
baik di Instalasi Gawat Darurat, Instalasi (IGD), Rawat Jalan Poli Spesialis maupun
Poli Eksekutif serta seluruh wilayah di RSUD Sidoarjo. Dengan mematuhi protokol
yang ada yaitu memakai masker, face shield dan handscoon, petugas keamanan
membantu setiap pasien yang berada di drop zone.

Lalu ada pembentukan tim GASPOL (Tim Petugas Penegak Disiplin Protokol
Kesehatan) dimana keamanan juga memiliki peran dalam tim tersebut, dalam
melakukan penertiban protokol kesehatan. Tim GASPOL memiliki tujuan yaitu
penertiban penerapan protokol kesehatan pasa pasien serta penunggu yang tidak
memakai masker. Kemudian beberapa pasien atau penunggu yang tidak menjaga
jarak, serta mensosialisasikan cuci tangan baik memakai sabun dengan air mengalir
ataupun dengan hand sanitizer. Tim GASPOL senantiasa melakukan penertiban di
beberapa tempat yang seringkali ditemukan kerumunan, misalnya di area rawat
jalan dan farmasi agar tetap berjaga jarak sehingga meminimalisir terjadinya
penularan Covid-19.

Penerapan physical distancing dengan membatasi tempat duduk pengunjung

119INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Deklarasi Tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan (GASPOL)

Penertiban senantiasa dan gencar kami lakukan untuk mengurangi penunggu
dan kerumunan, seperti temuan yang awal kami lakukan yaitu masih banyaknya
keluarga pasien maupun pasien di rawat jalan masih belum memahami sepenuhnya
penerapan protokol kesehatan Covid-19. Petugas keamanan juga senantiasa
melakukan sosialisasi kepada penunggu dan pasien untuk selalu menerapkan
cuci tangan dan memakai masker. Hal tersebut kami lakukan setiap hari untuk
mengurangi penularan Covid-19 karena masih banyak beberapa dari masyarakat
yang masih tidak mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi ini.

Dan petugas keamanan memberikan ucapan terima kasih bagi siapapun yang
telah berdonasi di RSUD Sidoarjo, khususnya di Instalasi Keamanan. Hal tersebut
sangat membantu bagi saudara kami yang berjuang melakukan pengamanan pada
pintu pintu masuk di IGD maupun di ruang isolasi. Terima kasih untuk bapak, ibu
atau mungkin instansi lain yang telah memberikan bantuan dukungan baik berupa
dukungan fisik, semangat maupun dukungan bantuan yang lain.

Semua protokol kesehatan sudah kami patuhi dan kami terapkan dimana dalam
ikhtiar batiniah kami telah mematuhi protokol tersebut baik dengan menjaga jarak
mencuci tangan dan memakai masker serta menjauhi kerumunan. Hal tersebut
sudah kami laksanakan dan sosialisasikan kepada masyarakat. Kami juga selalu
dan senantiasa berdoa serta beristighosah setiap hari Kamis untuk berdoa agar
dijauhkan dari segala macam penyakit, musibah, balak, dan fitnah, khususnya agar
kami dihindarkan dari Covid-19 ini.

Dengan semua peraturan tersebut, petugas keamanan senantiasa melakukan
penjagaan pada 16 titik tertentu di seluruh area RSUD Sidoarjo selama 24 jam.
Sebagai pembelajaran, kami semua dengan adanya pandemi ini kami akan lebih
meningkatkan ketertiban dan kepatuhan kami untuk menjaga kesehatan kami •

120INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

PKeensayninPtaasraCovid-19

Selama Masa Perawatan

121INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

• Bapak Dr. Mustain Baladan, M.Pd.I

“Saya Mustain Baladan. Saya adalah seorang PNS yang sehari-hari menjalani
pekerjaaan sebagai staf ahli bupati Sidoarjo. Saya alumni Covid-19 yang sempat
dirawat di RSUD Sidoarjo. Sebelum saya mengetahui bahwa saya positif Covid-19,
awalnya saya terkena flu. Namun, saya hanya mengira bahwa itu adalah flu biasa.
Saya berobat ke dokter tetangga tapi dalam empat hari tidak ada perubahan.
Akhirnya saya berobat ke salah satu RS swasta di Sidoarjo. Saya merasa ada indikasi
tipes, namun setelah dilakukan cek darah ternyata bukan tipes. Hasil rapid test pun
non reaktif. Saya diberi obat oleh dokter dan masih sama, kondisi saya tak kunjung
membaik hingga tiga hari. Saya mengalami demam yang tidak kunjunga mereda,
susah tidur dan sedikit sesak napas. Saya disarankan untuk melakukan swab PCR
di Dinkes Sidoarjo oleh dr. Atok Illah. Swab dilakukan pada Jumat, 5 Agustus 2020
dan hasilnya keluar pada hari Minggu dan ternyata saya positif Covid-19. Setelah
mengetahui hal tersebut, saya dan keluarga, beserta istri dan anak saya, langsung
diminta untuk ke RSUD Sidoarjo. Saya dan anak saya harus opname karena sama-
sama mengalami gejala yang sama dan istri saya cukup melakukan isolasi mandiri di
rumah. 9 Agustus 2020 saya masuk ruang isolasi. Saya termasuk pasien yang lumayan
berat kondisinya. Saat di rumah sakit, saya kehilangan indra penciuman saya. Hari
kedua , saya sempat batuk campur darah sampai hari ketiga. Selama dirawat di
ruang isolasi, saya mendapatkan perawatan yang luar biasa. Sangat luar biasa. Para
nakes dan dokter melayani dengan sepenuh hati walau secara fisik terisolasi karena

122INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

berada di ruang seperti itu dan harus selalu memakai hazmat. Mereka merawat
saya dengan penuh kesabaran. Matur nuwun, Alhamdulillah terima kasih karena
teman-teman nakes dan dokter telah merawat saya dengan sepenuh hati sehingga
dalam waktu hanya tujuh hari, saya sudah dinyatakan sembuh dan diijinkan pulang
dan tetap melakukan kontrol untuk memastikan tidak ada lagi gejala yang muncul.
Pasca perawatan di ruang isolasi pun, teman-teman nakes dan dookter tetap luar
biasa dalam memberikan pelayanan. Melayani dengan sepenuh hati.

Setelah menjadi penyintas Covid-19, saya berharap siapa pun yang mengalami
gejala panas, flu dan batuk tidak takut untuk periksa ke rumah sakit. Segera
periksaan diri Anda jika merasakan gejala tersebut agar segera bisa tertangani.
Jangan sampai terlambat untuk mendapat penanganan yang tepat seperti beberapa
kasus yang pernah saya ketahui. Walau memang sakit itu adalah takdir dari Allah
SWT, setidaknya kita sudha berikhtiar untuk sembuh. Terima kasih kepada RSUD
Sidoarjo, Bapak Direktur, teman-teman nakes dan juga dokter. Semuanya karena
RSUD Sidoarjo memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.”

• Bapak Khojinatul Asrori

“Nama saya Khojinatul Asrori. Usia saya 39 tahun dan merupakan warga
Sidoarjo. Saat itu, saya merasa seperti kecapekan dan disertai demam. Saya
berobat ke klinik dan diberi obat sesuai anjuran dokter. 3 hari berlalu tapi saya tidak
merasakan perubahan. Akhirnya, saya pergi ke IGD RSUD Sidoarjo. Alhamdulillah,
peyalanannya sangat baik dan sesuai dengan aturan yang ada. Setelah itu, saya

123INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

pindah ke ruang rawat inap kelas 1. Yang saya rasakan saat itu yaitu sesak napas
.Pagi harinya, saya diswab dan ternyata hasilnya positif. Saya pun dipindahkan ke
ruang isolasi paviliun. Saya dirawat di ruang isolasi kurang lebih selama 15 hari.
Alhamdulillah pelayanan dari perawat dan dokter di isolasi paviliun sangat baik,
petugasnya ramah dan santun. Masing-masing melaksanakn tugasnya dengan
penuh rasa tanggung jawab.

Saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar jangan lupa untuk selalu
memakai masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak. Terima kasih banyak
kepada para medis, perawat dan dokter yang telah merawat saya dengan baik.”

• Ibu Siti Mahmudah

“Saya Siti Mahmudah, asal dari Krembung, Sidoarjo. Alhamdulillah saya telah
dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo
selama 13 hari. Selama proses penyembuhan, saya diberikan terapi plasma
konvalesen. Saat pertama kali diberitahu akan dilakukan terapi tersebut, saya
lumayan takut tapi dr. Nisvi memotivasi dan menyemangati saya. Alhamdulillah
saya menjadi bersemangat melakukan terapi plasma konvalesen dan benar saja,
keadaan saya semakin membaik dan badan saya terasa enak. Sebelum menjalani
terapi plasma konvalesen, saya mengalami gejala sesak napas dan juga alergi
namun setelah menjalani terapi gejala yang saya alami perlahan menghilang. Saya
mengucapkan terima kasih kepada RSUD Sidaorjo atas pelayanannya, teruntuk dr.
Nisvi atas dukungan serta semangat yang diberikan kepada saya dan terima kasih
juga kepada seluruh tim medis yang turut serta merawat saya meliputi teman-teman

124INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

perawat, penunjang laborat, radiologi dan laboratorium mikrobiologi. Terima kasih
karena telah memberikan pelayanan dengan sepenuh hati hingga akhirnya saya
bisa sembuh.”

• Ibu Qorina

“Nama saya Qorina. Saya adalah seorang pengajar di SD Muhammadiyah 1
Sidoarjo. Awal kronologi saya terkena Covid-19 yaitu saat suami saya ada keluhan
demam 39o C hingga 2 hari. Akhirnya beliau dinyatakan positif Covid-19 dan masuk
rumah sakit. Beberapa hari kemudian, saya mengalami keluhan gejala yang sama.
Saya terkena demam dan tidak dapat merasakan makanan apa pun yang saya
makan. Akhirnya, saya bersama keluarga saya melakukan rapid test di Puskesmas
Tulangan dan hasilnya non reaktif. Namun setelah mengetahui suami saya positif,
dengan bantuan dari Puskesmas Tulangan, kami pun melakukan swab PCR di GOR
dan ternyata hasilnya positif semua satu keluarga. Kami sekeluarga akhirnya dirawat
di RSUD Sidoarjo. Selama masa perawatan selama 10 hari, para nakes beserta dokter
sangat ramah sekali sehingga saya dan keluarga tidak merasa sedang di rumah
sakit. Padahal, kami juga merasakan susah karena sakit namun kami tetap berpikir
positif dan memikirkan bagaimana agar kami tetap merasa bahagia sehingga imun
kami bisa meningkat. Terima kasih untuk RSUD Sidoarjo karena telah memberikan
pelayanan yang baik kepada saya dan keluarga dan juga memberikan fasilitas yang
maksimal. Pesan saya untuk masyarakat yaitu jangan lupa melaksanakan 3M yakni
mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak. Jangan menganggap itu
sebagai hal sepele karena itu sangat bermanfaat bagi kita semua, bagi diri Anda dan
juga orang lain agar kita terhindar dari Covid-19.”

125INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

• Ibu Retno Untari

“Nama saya Retno Untari Hadi Putranti. Saya bekerja sebagai kepala sekolah
SMP Negeri 3 Sidoarjo. Jujur saja, saya sampai terkena Covid-19 yakni karena saya
abai. Saat itu saya ada pertemuan dengan panitia reuni SMA angkatan 81,82 dan 83.
Usai pertemuan dan ketika akan pulang, kami cipika-cipiki (cium pipi kanan dan cium
pipi kiri) tanpa tahu dan memikirkan apakah ada yang OTG (Orang Tanpa Gejala)
atau tidak. Ternyata, sepulang dari kegiatan itu, malam harinya saya mengalami
sakit lambung dan esok harinya ditambah dengan batuk. Setelah sekitar 10 hari,
ada hari dimana saya hampir mau pingsan. Ternyata saturasi oksigen saya di bawah
93 sehingga saya harus opname di RSUD Sidoarjo karena ternyata saya dinyatakan
confirm Covid-19.

Oleh sebab itu, saya merasa menyesal karena telah mengabaikan protokol
kesehatan untuk menjaga jarak dan justru masih cipika-cipiki, bersalaman dan
makan bersama. Saya ingin menghimbau kepada seluruh masyarakat Sidoarjo baik
yang tua maupun muda. Kita harus selalau menerapkan protokol kesehatan 3M.

Saya sangat berterima kasih kepada RSUD Sidoarjo yang telah merawat saya
selama 28 hari sehingga saya bisa sembuh kembali. Semoga seluruh nakes di
RSUD Sidoarjo yang telah memberikan pelayanan dengan maksimal mendapatkan
imbalan yang melimpah dari Allah SWT dan senantiasa sehat selalu sehingga bisa
membantu orang-orang yang sakit Covid-19. Terima kasih karena telah merawat
saya dengan penuh kesabaran dan rasa ikhlas.”

126INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

• Ibu Suparti Yuliani

“Saya adalah Suparti. Sebelum mengetahui bahwa saya positif Covid-19,
waktu itu saya sakit selama dua minggu dan sudah berobat ke dokter mana saja
tapi tetap saja tidak ada perubahan. Akhirnya saya ke RSUD Sidoarjo. Ternyata,
setelah dilakukan pemeriksaan, saya dinyatakan positif. Saya sempat tidak percaya,
bagaimana bisa saya terkena Covid-19. Saya dirawat di ruang isolasi selama 10 hari.

Saat itu, beredar berita miring di masyarakat, “hati-hati kalau berobat ke RSUD.
Bukannya sembuh tapi bisa dimatiin”, tapi saya tidak percaya karena saya mengalami
sendiri bagaimana para perawat memberikan pelayanan. Mereka semua sangat
baik. Saya dirawat dengan baik hingga sembuh total dan bahkan sampai detik ini,
saya masih berkomunikasi dengan nakes yang merawat saya. Saya mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu dokter serta teman-
teman perawat semuanya yang telah merawat saya.”

• Bapak Mohamad Tiadji

“Nama saya Aji Mohamad Tiadji. Kronologi waktu terkena Covid-19 saat itu
saya diajak teman untuk takziah ke daerah Waru. Setelah pulang, 2 hari berikutnya
saya mengalami pusing, batuk, meriang, dan tidak bisa merasakan makanan juga

127INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

tidak bisa membau. Kemudian saya disuruh seorang perawat untuk periksa ke
RSUD Sidoarjo. Ketika rapid test, hasilnya non reaktif namun saat swab test hasilnya
positif. Akhirnya, saya harus opname hingga sembilan hari. Alhamdulillah, perawat
dan dokter yang merawat saya sangat ramah dan santun seperti anak saya sendiri.
Saya mengucapkan beribu terima kasih berkat bantuan perawatan yang diberikan
oleh RSUD Sidoarjo, saya diberi kesembuhan oleh Allah SWT.”

• Bapak Khristiya Lutfasandhi

“Nama saya adalah Khristiya Lutfiasandhi dan istri saya Ninis Nurhayati. Awal
kami terkena Covid-19 yaitu sekitar satu hingga dua minggu sebelum tanggal 19
Februari 2021. Sebelum saya masuk RSUD Sidoarjo, saya merasakan gejala batuk
dan pilek. Namun indra penciuman dan perasa saya baik-baik saja. Oleh karena
itu, saya sempat meremehkan gejala tersebut. Ternyata semakin lama saya justru
mengalami sesak. Akhirnya saya disarankan untuk opname di RSUD Sidoarjo.

Sayu masuk rumah sakit pada 19 Februari 2021 dengan tingkat saturasi tubuh
yaitu hanya sekitar 70. Saya dipasangi masker oksigen. Alhamdulillah saturasi saya
naik, dari 70 naik ke 98, kemudian 99 hingga 100. Setelah itu, saya dipindah ke ruang
paviliun pada hari Jumat. Esok harinya, hasil swab istri saya keluar dan hasilnya
positif dan akhirnya opname juga dengan saya di ruang yang sama, Bougenville
nomor 32.

128INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Dari tanggal 19 Februari saya difoto thorax dan dinyatakan pneumonia bilateral
kanan kiri.Lalu, tanggal 21 Februari, saya difoto thorax lagi. Alhamdulillah dapat
informasi Katanya 50% sudah membaik. Saya pun semakin bersemangat untuk
sembuh ditambah dengan pelayanan di RSUD Sidoarjo yang sangat bagus dan
perawatnya baik baik. Para nakes bekerja dengan cepat dan kerja tanggap.

Hal paling menggembirakan datang pada Rabu sore. Saya mendapat informasi
dari perawat bahwa saya diusulkan untuk pulang. Saya kaget karena yang saya tahu,
pasien Covid-19 harus diisolasi selama kurang lebih 10 hingga 14 hari sedangkan
saya baru lima hari dirawat. Namun, atas seizin Allah SWT dan juga pelayanan yang
baik dari RSUD Sidoarjo sehingga memotivasi kami untuk sembuh. Covid-19 bisa
segera sembuh asal kita tidak panik dan tidak stres. Hari Kamis pagi, saya merasa
seperti mimpi ketika seorang perawat memberitahu lagi bahwa saya diusulkan
untuk pulang. Oksigen saya pun dilepas dan dicek saat itu saturasi oksigen saya
97-98. Saya bertanya untuk meyakinkan apa benar saya diperbolehkan pulang dan
benar saja, dengan dokter penanggung jawab pasien, dr. Dwiraras, Sp.P. Jam 11
siang ada dokter jantung yang datang. Beliau juga menyampaikan saya bisa pulang
pada hari itu. Alhamdulillah kami masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk
merasakan ciptaan Allah dan merasakan nikmatnya sehat juga yang diberikan oleh
Allah.

Pesan kami kepada masyarakat dan teman-teman yang pertama yaitu tetap
jalankan protokol 3M. Usahakan pula untuk menjalani pola hidup yang sehat, banyak
bergerak dan beraktivitas. Jangan lupa berjemur untuk menciptakan vitamin D yang
berguna untuk meningkatkan imun dan yang paling utama adalah kelola pikiran dan
hati kita agar tidak stres.”

129INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

• Bapak Sugeng Santoso

“Nama saya Sugeng Santoso dari Krian. Saya adalah pekerja swasta. Kronologi
saya terekena Covid-19, awalnya saya sama sekali tidak menyadari karena saya
merupakan penderita autoimun sebelumnya. Saya pun tidak pernah keluar rumah
selama hampir tiga bulan. Namun karena saya pekerja swasta dan saya sempat
menemui seorang customer. Dari situlah ternyata awal gejala Covid-19 itu terjadi
pada saya.

Setelah tiga hari bertemu dengan customer itu, saya merasakan panas dan
pusing yang tidak terhingga dan saya tidak bisa merasakan indra penciuman saya.
Selama tiga hari saya minum obat yang saya beli di pasaran namun tetap tidak
sembuh. Akhirnya saya langsung datang ke IGD RUD Sidoarjo. Alhamdulillah tanpa
ada hambatan apapun, saya langsung ditangani. Setelah beberapa menit antri, saya
menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif. Namun, karena saya masih pusing
dan demam tinggi, maka saya dipindah ke rawat inap. Dua hari menjalani rawat
inap, pusing saya semakin menjadi sehingga akhirnya saya diswab test dan ternyata
hasilnya positif. Setelah itu, saya dipindah ke ruang isolasi dan di sana lah saya
benar-benar merasakan sesak napas. Saya menjalani isolasi selama sembilan hari.
Saya merasa semakin berat karena autoimun. Ketika mengingat hal itu saya ingin
menangis dan ini tidak saya buat buat karena ini dari hari yang paling dalam.

Saya merasa penanganan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan dokter
di sini sangat luar biasa. Saya diperlakukan seperti oran tuanya sendiri. Dengan
telaten mereka merawat saya, mulai dari makan saya disuapi dan saat saya lemas

130INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

atau sesak napas selalu diperhatikan. Terima kasih banyak kepada tenaga kesehatan
dan dokter di RSUD Sidoarjo. Saya mengucapkan banyak terima kasih karena telah
merawat saya dengan sekuat tenaga dan tentunya dengan ridho Allah SWT serta
doa dari keluarga saya sehingga saya bisa sembuh dna melewati masa-masa sulit
itu.

Saya menghimbau kepada masyarakat Sidoarjo, jangan meremehkan Covid-19.
Saya merasakan betul saat terkena Covid-19, rasanya sungguh tidak enak. Berkali-
kali saya mengalami sesak napas dan itu kambuh selama enam hari berturut-turut.
Makanya saya berharap agar masyarakat selalu berhati-hati dan waspada dengan
menerapkan protokol 3M.”

• Ir. Yudhi Kartikawan, MT

“Saya Yudhi Kartikawan. Saya adalah seorang penyintas Covid-19 yang dirawat
di RSUD Sidoarjo. Saya sama sekali tidak percaya awalnya bisa terjangkit Covid-19.
Gejala awal yang saya alami yaitu sesak napas tapi tidak terlalu paran. Saya pun
berkonsultasi kepada teman di RSUD Sidoarjo dan disarankan untuk melakukan foto
thorax dan hasilnya ditemukan pneumonia. Selanjutnya saya melakukan swab test
untuk pertama kali dan hasilnya negatif. Setelah itu dilakukan swab test kedua dan
hasilnya positif. Akhirnya saya menjalani rawat inap di ruang isolasi.

131INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19

Saya sangat bersyukur karena mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat
sehingga gejala yang saya alami tidak bertambah parah. Saya berterima kasih kepada
para nakes dan dokter yang meskipun tidak pernah saya lihat wajahnya karena
selalu memakai pakaian astronot. Terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah
merawat saya dengan baik sehingga penyakit saya bisa tertangani. Saya berharap
RSUD Sidoarjo bisa mempertahankan tingkat pelayanannya karena merupakan
tumpuan harapan bagi masyarakat Sidoarjo.”

132INDONESIA BANGKIT MELAWAN COVID-19


Click to View FlipBook Version