The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Digital SMAN 1 Medan, 2023-10-22 23:12:31

Modul Projek Anti Perundungan_Neat

Fase E


KATA PENGANTAR




Puji syukur kami ucapkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat, karunia, dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan modul Projek Penguatan Profil pelajar Pancasila dengan topik "Anti Perundungan".



Modul projek ini kami susun sebagai upaya kami untuk memberikan kontribusi dalam memerangi perundungan atau
yang lebih dikenal dengan istilah "bullying" di lingkungan sekolah. Perundungan merupakan perbuatan yang sangat
merugikan, tidak hanya bagi korban langsungnya, tetapi juga bagi seluruh komunitas. Sebagai masyarakat yang

beradab, kita dituntut untuk mencegah dan mengatasi perundungan dengan segala cara yang tepat dan bijaksana.


Dalam modul projek ini, kami akan memperkenalkan konsep perundungan, menyajikan data dan fakta terkini
tentang dampaknya, serta membahas berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Kami
juga memberikan panduan tentang bagaimana mengenali tanda-tanda perundungan, baik bagi korban maupun bagi

para saksi, agar dapat memberikan bantuan dan dukungan yang tepat.


Tak lupa, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan

dukungan dan kontribusi dalam penyusunan modul projek ini. Untuk itu saran dan masukan sangat dibutuhkan
untuk menyempurnakan modul projek ini.


Akhir kata, kami berharap modul "Anti Perundungan" ini dapat bermanfaat dan memberikan pemahaman yang lebih
baik tentang pentingnya menghargai sesama, saling menghormati, dan membangun lingkungan yang positif di

lingkungan sekolah.


Projek dengan tema “Bangunlah Jiwa Dan Raganya” yang mengangkat topik

”Anti Perundungan” untuk membentuk diri sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang perundungan

dan dampaknya melalui kegiatan program edukasi anti perundungan di

lingkungan sekolah. Melalui projek ini, siswa pada akhirnya diharapkan
mampu mengembangkan secara spesifik dua dimensi Profil Pelajar Pancasila

yakni, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia serta

bernalar kritis.


Dimensi dan Sub Elemen

Profil Pelajar Pancasila






Dimensi Elemen Sub Elemen Capaian Target Aktivitas
Terkait




1. Beriman dan Akhlak Pelaksanaan ritual Melaksanakan ibadah secara rutin 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
bertakwa kepada beragama ibadah dan mandiri serta menyadari arti
Tuhan YME dan Akhlak kepada Mengutamakan penting ibadah tersebut dan
berakhlak mulia manusia persamaan dengan berpartisipasi aktif pada kegiatan
orang lain dan keagamaan atau kepercayaan
menghargai Mengidentifikasi hal yang menjadi
perbedaan permasalahan bersama,
memberikan alternatif solusi untuk
menjembatani perbedaan dengan
mengutamakan kemanusiaan





2. Bernalar kritis Memperoleh dan Mengidentifikasi, Secara kritis mengklarifikasi serta 8, 9, 10, 11, 12
memproses mengklarifikasi menganalisis gagasan dan informasi
informasi dan dan mengolah yang kompleks dan abstrak dari
gagasan informasi dan berbagai sumber. Memprioritaskan
gagasan suatu gagasan yang paling relevan
dari hasil klarifikasi dan analisis


PERKEMBANGAN SUB ELEMEN ANTAR FASE





Sub Elemen Mulai Berkembang Sedang Berkembang Sangat Berkembang Berkembang Sesuai
Dengan Harapan



Pelaksanaan ritual ibadah Melaksanakan ibadah secara rutin sesuai Melaksanakan ibadah secara rutin dan Melaksanakan ibadah secara rutin dan Melaksanakan ibadah secara rutin dan
dengan tuntunan agama/kepercayaan, berdoa mandiri sesuai dengan tuntunan mandiri serta menyadari arti mandiri serta menyadari arti
mandiri, merayakan, dan memahami makna agama/kepercayaan, serta berpartisipasi penting ibadah tersebut dan penting ibadah tersebut dan
hari-hari besar pada perayaan hari-hari besar berpartisipasi aktif pada kegiatan berpartisipasi aktif pada kegiatan
keagamaan atau kepercayaan keagamaan atau kepercayaan



Mengutamakan persamaan dengan Mengidentifikasi kesamaan dengan orang lain Mengenal perspektif dan emosi/perasaan Mengidentifikasi hal yang menjadi Mengidentifikasi hal yang menjadi
orang lain dan menghargai perbedaan sebagai perekat hubungan sosial dan dari sudut pandang orang atau kelompok permasalahan bersama, memberikan permasalahan bersama, memberikan
mewujudkannya dalam aktivitas kelompok. lain yang tidak pernah dijumpai alternatif solusi untuk menjembatani alternatif solusi untuk menjembatani
Mulai mengenal berbagai kemungkinan atau dikenalnya. Mengutamakan perbedaan dengan mengutamakan perbedaan dengan mengutamakan
interpretasi dan cara pandang yang berbeda persamaan dan menghargai perbedaan kemanusiaan kemanusiaan
ketika dihadapkan dengan dilema. sebagai alat pemersatu dalam keadaan
konflik atau perdebatan.




Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan Mengumpulkan, mengklasifikasikan, Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan Secara kritis mengklarifikasi serta Secara kritis mengklarifikasi serta
mengolah informasi dan gagasan membandingkan, dan memilih informasi dari menganalisis informasi yang relevan serta menganalisis gagasan dan informasi menganalisis gagasan dan informasi yang
berbagai sumber, serta memperjelas informasi memprioritaskan beberapa gagasan yang kompleks dan abstrak dari kompleks dan abstrak dari berbagai
dengan bimbingan orang dewasa. tertentu. berbagai sumber. Memprioritaskan sumber. Memprioritaskan suatu gagasan
suatu gagasan yang paling relevan dari yang paling relevan dari hasil klarifikasi
hasil klarifikasi dan analisis dan analisis


4 TAHAPAN DALAM PROJEK









Tahapan Pengenalan Tahapan Kontekstualisasi Tahapan Aksi Tahapan Refleksi



1. Memahami makna 1. Temukan perundungan di 1. Aksi anti perundungan 1. Merefleksikan keberhasilan
perundungan sekolah 2. Kampanye anti dan tantangan selama
2. Luaskan wawasan dan 2. Lihatlah sekitarmu perundungan projek
perdalam pemahamanmu 3. Apakah aku seorang 3. Menyelenggarakan 2. Tindak lanjut
3. Pengumpulan informasi perundung workshop dan kegiatan
tentang perundungan 4. Apakah aku seorang interaktif
korban


Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek ini




Perangkat ajar ini dirancang untuk memfasilitasi guru SMA (Fase E) untuk melaksanakan

projek yang mengusung tema "Bangunlah Jiwa Dan Raganya". Di dalam perangkat ajar untuk
projek “Anti Perundungan ” , ada 12 aktivitas yang saling berkesinambungan. Penulis

menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester pertama kelas X karena pada jenjang
tersebut merupakan kesempatan terbaik bagi sekolah untuk memperkenalkan isu tersebut

kepada siswa SMA tahap awal, sehingga siswa dapat mencurahkan waktunya untuk
melakukan projek dan menerapkannya secara maksimal selama mengenyam pendidikan di

SMA. Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 1 (satu) semester,
dengan total kurang lebih 162 jam pelajaran


Melalui projek ini, siswa diharapkan dapat mengembangkan dua dimensi Profil Pelajar
Pancasila, yaitu:

1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, khususnya elemen
akhlak beragama dan akhlak kepada manusia, dan

2. Bernalar kritis, khususnya elemen memperoleh dan memproses informasi dan gagasan


Persiapan
1. Guru mempersiapkan materi presentasi mengenai kegiatan rutin ibadah
2. Guru mempersiapkan stiky notes untuk dibagikan kepada seluruh siswa


Pelaksanaan
1 1. Siswa mengamati slide presentasi yang sudah disiapkan oleh guru
2.
Guru membagikan stiky notes kepada seluruh siswa
Guru mengarahkan siswa untuk menuliskan hasil pemikirannya di stiky notes dan menempelkan
3.
stiky notes tersebut di papan tulis
1 4. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan oleh masing-masing siswa







Tugas
Tugas mandiri mengerjakan quis di stiky note
I. Pengenalan: Jelaskan pengaruh agama dalam kehidupanmu?
Memahami makna
perundungan


Kegiatan ibadah


Durasi: 3 jp


Bahan: Presentasi


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


KEGIATAN RUTIN IBADAH












1. Pengertian ibadah



Pengertian ibadah menurut istilah adalah bahwa manusia diciptakan tidak hanya di dunia tanpa akhir setelah
penciptaannya. Manusia dikenal sebagai ciptaan Tuhan, inilah fungsi ibadah dan hakikatnya.


Ibadah merupakan salah satu kegiatan penting yang selalu dilakukan oleh setiap umat beragama. Dalam hal ini
pengertian ibadah adalah kegiatan menyembah Tuhan Yang Maha Esa, memohon kebaikan dan perlindungan dari-
Nya bukan hanya itu, pengertian ibadah juga merupakan salah satu bentuk percaya adanya Tuhan dan rasa terima
kasih atas berkah yang selalu diberikan.


KEGIATAN RUTIN IBADAH








2. Apa pentingnya ibadah dalam kehidupan sehari-hari


Pentingnya ibadah dalam agama sangat besar karena ibadah adalah salah satu cara untuk mengukuhkan hubungan
antara manusia dengan Tuhan. Ibadah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama

dalam konteks spiritual dan moral. Berikut adalah beberapa alasan mengapa ibadah menjadi penting dalam
kehidupan sehari-hari:
Hubungan dengan tuhan

Pengembangan spiritual
Pemberdayaan moral
Pemberian makna pada rutinitas
Refleksi dan pertumbuhan pribadi
Kesadaran dan kehadiran

Ketahanan emosional
Penghubung sosial
Pengingat kehidupan setelah kematian

Keseimbangan hidup


KEGIATAN RUTIN IBADAH





3. Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran beribadah


Selain menambah kualitas ibadah juga menambah pengetahuan dan membuat kita menjadi lebih produktif dalam
beribadah.
Meningkatkan kesadaran dalam beribadah memerlukan komitmen, kesungguhan, dan niat yang tulus. Berikut adalah
beberapa langkah yang dapat kamu ambil untuk meningkatkan kesadaran beribadah:
1. Niat yang Ikhlas
2. Pendidikan Agama
3. Perencanaan Waktu
4. Refleksi dan Meditasi
5. Kualitas daripada Kuantitas
6. Pembacaan dan Pemahaman Kitab Suci
7. Berdoa dengan Penuh Penghayatan
8. Bertanggung Jawab
9. Mencari Bimbingan

10. Berkomunitas


KEGIATAN RUTIN IBADAH





4. Apa tujuan dalam melaksanakan ibadah


Tujuan melaksanakan ibadah adalah untuk membersihkan dan menyucikan jiwa dengan mengenal dan mendekatkan diri kepada
Tuhan serta mengharapkan ridho_Nya. Selain untuk kepentingan yang bersifat akhirat, ibadah digunakan untuk kepentingan dan
kebaikan bagi diri sendiri keluarga serta masyarakat yang bersifat duniawi.
Melaksanakan ibadah memiliki berbagai tujuan yang bervariasi tergantung pada keyakinan agama dan pandangan individu.
Namun, secara umum, beberapa tujuan umum dalam melaksanakan ibadah antara lain:
1. Mendekatkan Diri kepada Tuhan
2. Menghormati dan Menghargai Tuhan
3. Menyucikan Diri dan Jiwa
4. Pengembangan Spiritualitas
5. Peningkatan Moral dan Etika
6. Meningkatkan Kualitas Kehidupan
7. Mendapatkan Petunjuk dan Pengetahuan
8. Memperkuat Kebersamaan dengan Komunitas


gambar Kegiatan Ibadah Setiap Agama


Persiapan
1. Guru mempersiapkan video ice breaking "salam bully" dari tautan berikut ini

https://youtu.be/eeuAmF2gWTYPelaksanaan
2 Pelaksanaan




1. Siswa mengamati dan menghafalkan video ice breaking "salam bully"
2. Seluruh siswa dan guru mempraktekkan salam bully




I. Pengenalan:
Memahami makna
perundungan


Ice breaking "salam
bully"


Bahan: video


Peran guru:

Narasumber, Fasilitator


Persiapan
1. Guru mempersiapkan lembar kerja K-W-L chart
2. Guru mempersiapkan materi "perundungan" dari tautan berikut ini
https://chat.openai.com/share/c8eb4d2f-334c-47f5-b89c-d7885fa61b7e


3 Pelaksanaan
1. Guru bertanya kepada siswa apa yang mereka ketahui tentang topik tersebut
2. Siswa mengisi K-W-L chart (kolom pertama dan kedua)
3. Siswa membaca materi "perundungan" sesuai dengan link yang di share oleh guru, apa yang
mereka ketahui tentang topik tersebut
3. Siswa dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 4-5 orang untuk membahas K-W-L Chart dan
membahas pertanyaan guru:
I. Pengenalan: Apa itu perundungan?
Memahami makna Apa definisi perundungan menurut kata-katamu sendiri?
perundungan Apa penyebab perundungan?
4. Di dalam kelompok, siswa secara bergantian menyampaikan apa yang mereka tulis dalam K-W-L
Chart dan menjawab pertanyaan guru.Kemudian, setiap kelompok akan membagikan hasil
Memahami Makna diskusinya
Perundungan 5. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan oleh masing-masing

kelompok
Durasi: 3 jp
Tugas
Tugas Kelompok KWL Chart
Bahan: Artikel
Contoh Artikel
Perundungan adalah masalah serius yang dapat menyebabkan dampak psikologis yang merusak pada korban.
Peran guru: Upaya pencegahan yang efektif dan dukungan masyarakat yang kuat diperlukan untuk menciptakan lingkungan
yang aman, inklusif, dan bebas perundungan. Hanya dengan kerjasama bersama, kita dapat mengatasi masalah
Narasumber, Fasilitator perundungan dan menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang.
K-W-L Chart
Pada kolom pertama, tuliskan apa yang kamu tahu tentang topik. Pada kolom kedua, tuliskan tentang apa yang
kamu ingin tahu tentang topik
Pada kolom ketiga, tuliskan apa yang telah kamu pelajari dari topik ini


h
C
a
t
r

K
KWL Chart
W
L
https://forms.gle/SBZ6vof9qxhkMEd37


What I know What I want to know What I learned


Persiapan
1. Guru mempersiapkan kartu permainan kata

4 Pelaksanaan

1. Siswa dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 1 baris untuk menebak kata yang sudah
dipersiapkan oleh guru

2. Di dalam kelompok, siswa secara bergantian menebak kata sesuai arahan apa yang disampaikan
oleh temannya melalui gaya
3. Guru menjadi juri untuk menilai penampilan dari masing-masing kelompok
I. Pengenalan:
Memahami makna
perundungan


Permainan menebak kata
(perundungan)
Tugas
Tugas Kelompok
Durasi: 1 jp



Bahan: Kartu


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Persiapan

1. Guru mempersiapkan lembar kerja jamboard dengan tautan berikut ini
5 https://jamboard.google.com/d/10qQdUcJdeEsvztMFrcuipoJIsjpmWImVmTFF590MfY8/edit?usp=sharing


Pelaksanaan

1. Siswa dibimbing untuk mengerjakan tugas yang ada di jamboard
2. Guru memantau jalannya permainan


I. Pengenalan: Tugas
Memahami makna Tugas Mandiri
perundungan


Jenis-jenis Perundungan



Durasi: 2 jp


Bahan: Artikel


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Persiapan
1. Guru mempersiapkan lembar kerja cause effect graphic organizer (pengatur grafis sebab-akibat)
dengan menggunakan google form
2.Guru mempersiapkan artikel dengan tautan berikut ini
6 https://chat.openai.com/share/d6a75350-5951-4a2a-a5c7-9a0ae51cab5e


Pelaksanaan
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 orang, peran guru sebagai fasilitator
memberikan arahan dan menjadi memfasilitasi secara teknis jalannya diskusi
2. Setiap kelompok membagi deksripsi kerja sebagai berikut:
a. Pemimpin diskusi: memimpin jalannya diskusi
b. Notulis: mencatat hasil diskusi
I. Pengenalan c. Penyaji: menyajikan hasil diskusi secara lisan
Luaskan Wawasan dan 3. Setiap kelompok akan membahas sebab dan akibat perundungan dunia maya kemudian menuliskan
Perdalam Pemahamanmu: hasil diskusinya pada lembar kerja cause effect graphic organizer.

4. Penyaji dari setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok masing-masing
Ciri-ciri Pelaku 5. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan oleh
Perundungan masing-masing kelompok.


Durasi: 3 jp
Contoh artikel
Pelaku perundungan, atau yang sering disebut dengan "bully," memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat dikenali.
Bahan: Artikel Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua ciri ini harus ada pada setiap pelaku perundungan, dan

beberapa ciri ini juga dapat ditemukan pada individu dengan karakteristik lain. Berikut adalah beberapa ciri
Peran guru: umum yang sering terkait dengan pelaku perundungan.
Narasumber, Fasilitator
Tugas

Tugas kelompok: Berdiskusi mengenai sebab akibat ciri-
ciri pelaku perundungan


Persiapan

1. Guru mempersiapkan lembar kerja cause effect graphic organizer (pengatur grafis sebab-akibat)
dengan menggunakan google form
7 2. Guru mempersiapkan video dengan tautan berikut ini https://youtu.be/K3mAWQti0gU




Pelaksanaan

1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 orang, peran guru sebagai
fasilitator memberikan arahan dan menjadi memfasilitasi secara teknis jalannya diskusi
2. Setiap kelompok membagi deksripsi kerja sebagai berikut:
I. Pengenalan a. Pemimpin diskusi: memimpin jalannya diskusi
Luaskan Wawasan dan b. Notulis: mencatat hasil diskusi
Perdalam Pemahamanmu:
c. Penyaji: menyajikan hasil diskusi secara lisan
3. Setiap kelompok akan membahas sebab dan akibat perundungan dunia maya kemudian
Contoh Perundungan
menuliskan hasil diskusinya pada lembar kerja cause effect graphic organizer
4. Penyaji dari setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok
Durasi: 3 jp
masing-masing
5. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan oleh
Bahan: Video
masing-masing kelompok


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator Tugas
Tugas kelompok: Berdiskusi mengenai sebab akibat
contoh pelaku perundungan


Lembar kerja










https://forms.gle/oPYwxHN2JSQuts7j9







topik








sebab










akibat


Persiapan
1. Guru mempersiapkan lembar kerja T-P-S (Think – Pair – Share) Berpikir –Berpasangan – Berbagi.
2. Guru mempersiapkan artikel dengan tautan berikut ini
https://chat.openai.com/share/d3fc8c94-3c24-41fb-a418-51e75de55357
8 Pelaksanaan


1. Siswa membaca sebuah artikel tentang landasan hukum perundungan di Indonesia
(lihat halaman berikutnya)
2. Siswa bekerja bersama rekan kerja (1 kelompok terdiri dari 2 - 3orang) dan mengerjakan
lembar kerja T-P-S (Think – Pair – Share) Berpikir –Berpasangan – Berbagi
3. Pada tahapan Think, siswa diminta untuk berpikir dan menjawab pertanyaan terbuka
I. Pengenalan yang diberikan oleh guru
Luaskan Wawasan dan 4. Pada tahapan Pair, siswa diminta membuat kesimpulan
Perdalam Pemahamanmu: 5. Pada tahapan Share, siswa akan berbagi dengan menampilkan kesimpulan mereka
kepada seluruh teman di kelas
Landasan Hukum 6. Akhir pembelajaran, guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang
dilakukan oleh masing-masing kelompok
Durasi: 2 jp


Bahan: Artikel Tugas

Tugas kelompok: Diskusi kolaboratif melalui metode T-P-S
Peran guru:
Narasumber, Fasilitator
Contoh Artikel :
Perundungan terhadap anak dan remaja merupakan isu yang serius dan sensitif di seluruh dunia,termasuk di Indonesia.
Undang-undang yang mengatur perlindungan anak dan remaja,termasuk mengenai perundungan, di Indonesia adalah
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


Lembar kerja think-pair-share










https://forms.gle/hBGhkVhSFfAZHJ619




Think (Berpikir)

Berpikir dan jawablah pertanyaan berikut ini:
1. Jelaskan undang-undang perlindungan anak yang mengatur mengenai perundungan!

2. Sanksi apa saja yang diberikan kepada pelaku perundungan





Pair (Berpasangan)

Bekerjasamalah dengan kelompokmu, diskusikan, dan buatlah kesimpulan dari apa

yang kamu pikirkan sebelumnya






Share (Berbagi)
Berbagilah dengan seluruh kelas tentang hasil diskusi dalam kelompokmu!


Persiapan

1. Guru mempersiapkan format peta konsep
2. Guru mempersiapkan artikel dengan tautan berikut ini
9 https://chat.openai.com/share/29c5943e-988b-4a06-be1e-7cff12d13919



Pelaksanaan
1. Siswa membaca artikel mengenai sanksi hukum terhadap pelaku perundungan
2. Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk membuat peta
konsep berdasar pada teknik 5W-1H (Who, What, Where, Why, When, How)

I. Pengenalan 3. Siswa memberikan kesimpulan dengan cara bertukar peta konsep dan saling
Luaskan Wawasan dan memberikan komentar
Perdalam Pemahamanmu: 4. Akhir pembelajaran, guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi
yang dilakukan oleh masing-masing kelompok
Sanksi hukum terhadap
pelaku perundungan


Durasi: 3 jp
Tugas
Bahan: Artikel Tugas kelompok: Mengerjakan peta konsep dan memberikan komentar



Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Link tugas peta konsep


https://forms.gle/CzhVTxkzEoLJCmh69









Apa? Jenis?








Bagaimana?

Perundungan Mengapa?





Di mana?







Siapa? Sanksi?


Persiapan

1. Guru mempersiapkan lembar kerja cause effect graphic organizer (pengatur grafis sebab-akibat)
2. Guru mempersiapkan video perundungan dari tautan berikut ini
10 https://youtu.be/c_YCCkQXbJE



Pelaksanaan

1. Siswa menonton video mengenai perundungan dunia
2. Siswa bekerja bersama rekan kerja (1 kelompok terdiri dari 3-4 orang) dan mengerjakan lembar
kerja, peran guru sebagai fasilitator memberikan arahan dan menjadi memfasilitasi secara teknis
jalannya diskusi
I. Pengenalan 3. Setiap kelompok membagi deksripsi kerja sebagai berikut:
Pengumpulan informasi a. pemimpin diskusi: memimpin jalannya diskusi
tentang perundungan: b. notulis: mencatat hasil diskusi

c. penyaji: menyajikan hasil diskusi secara lisan
Kenali perundungan dalam 4. Setiap kelompok akan membahas sebab dan akibat perundungan dunia maya kemudian menuliskan
dunia maya hasil diskusinya pada lembar kerja cause effect graphic organizer

5. Penyaji dari setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok masing-masing
Durasi: 3 jp 6. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan oleh masing-masing kelompok


Bahan: Video
Tugas

Peran guru: Tugas kelompok: berdiskusi mengenai sebab akibat
Narasumber, Fasilitator perundungan dunia maya


Lembar kerja















https://forms.gle/LbR98yRmMcuoAAnF8





topik







sebab






akibat


Persiapan
11 1. Guru mempersiapkan lembar kerja cause effect graphic organizer (pengatur grafis sebab-akibat)
2. Guru mempersiapkan artikel perundungan dari tautan berikut ini
https://www.unicef.org/indonesia/id/child-protection/apa-itu-cyberbullying

Pelaksanaan

1. Siswa menonton video mengenai perundungan di lingkungan sekolah
2. Siswa bekerja bersama rekan kerja (1 kelompok terdiri dari 2-3 orang)
dan mengerjakan lembar kerja, peran guru sebagai fasilitator memberikan
I. Pengenalan arahan dan menjadi memfasilitasi secara teknis jalannya diskusi
Pengumpulan informasi 3. Setiap kelompok akan membahas sebab dan akibat perundungan dunia maya
tentang perundungan: kemudian menuliskan hasil diskusinya pada lembar diskusi
4. Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok masing-masing
Sebab akibat perundungan 5. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan
dunia maya oleh masing-masing kelompok


Durasi: 2 jp


Bahan: Artikel Tugas
Tugas kelompok: Berdiskusi mengenai sebab akibat
perundungan dunia maya
Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Lembar kerja













https://forms.gle/rMg6f2rfiiYLwxDR8





topik







sebab






akibat


Persiapan
1. Guru mempersiapkan lembar diskusi

2. Guru mempersiapkan video perundungan dari tautan berikut ini
https://youtu.be/86_uuX77hsc
12 Pelaksanaan



1. Siswa menonton video mengenai perundungan di lingkungan sekolah
2. Siswa bekerja bersama rekan kerja (1 kelompok terdiri dari 2-3 orang)
dan mengerjakan lembar kerja, peran guru sebagai fasilitator memberikan
arahan dan menjadi memfasilitasi secara teknis jalannya diskusi
I. Pengenalan
Pengumpulan informasi 3. Setiap kelompok akan membahas sebab dan akibat perundungan dunia maya
tentang perundungan: kemudian menuliskan hasil diskusinya pada lembar diskusi
4. Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok masing-masing
5. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan
Anti perundungan di
lingkungan sekolah (1) oleh masing-masing kelompok


Durasi: 3 jp


Bahan: Video Tugas
Tugas kelompok: Berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi oleh Ira

Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Persiapan

1. Guru mempersiapkan lembar diskusi
2. Guru mempersiapkan video perundungan dari tautan berikut ini
13 https://youtu.be/86_uuX77hsc


Pelaksanaan

1. Siswa menonton video mengenai perundungan di lingkungan sekolah
2. Siswa bekerja bersama rekan kerja (1 kelompok terdiri dari 2-3 orang)

dan mengerjakan lembar kerja, peran guru sebagai fasilitator memberikan
I. Pengenalan arahan dan menjadi memfasilitasi secara teknis jalannya diskusi
Pengumpulan informasi
tentang perundungan: 3. Setiap kelompok akan membahas sebab dan akibat perundungan dunia maya
kemudian menuliskan hasil diskusinya pada lembar diskusi

Anti perundungan di 4. Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok masing-masing
lingkungan sekolah (2) 5. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan
oleh masing-masing kelompok
Durasi: 2 jp


Bahan: Video

Tugas
Peran guru: Tugas kelompok: berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi oleh Ira
Narasumber, Fasilitator


Lembar Diskusi












https://forms.gle/CbMyiPJTNJiUHSeY9




Kelompok






nama anggota







masalah






solusi


Persiapan
1. Guru mempersiapkan bahan ajar yang dapat diakses melalui tautan
14 http://health.kompas.com/read/23H09090118768/7-bentuk-bentuk-perundungan-dunia-maya-dan-cara-mencegahnya

2. Guru menyediakan format mind map atau peta konsep.

Pelaksanaan

1. Siswa membaca informasi yang terdapat dalam bahan ajar mengenai: Bentuk-bentuk perundungan dunia maya
2. Siswa mendapatkan pemahaman mendalam bahwa bentuk-bentuk perundungan dunia maya dapat berupa
memperolok dimedia sosial, pesan terror, menyebarkan kabar bohong, perang kata-kata dari dunia maya,
membuat akun palsu untuk merusak reputasi seseorang, mengucilkan seseorang dari grup daring.
II. Kontekstualisasi: 3. Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk membuat peta konsep berdasar pada teknik 5W-1H
Temukan (Who, What, Where, Why, When, How)
Perundungan di 4. Siswa memberikan kesimpulan dengan cara bertukar peta konsep dan saling memberikan komentar
5. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan oleh masing-masing kelompok
Sekolah


Bentuk-bentuk
perundungan dunia maya
Tugas

Tugas kelompok: Mengerjakan peta konsep dan memberikan
Durasi: 3 jp komentar



Bahan: Artikel


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Contoh Artikel










KOMPAS.com - Cyberbullying atau perundungan dunia maya adalah tindakan yang dilakukan untuk menyakiti seseorang lewat
perangkat elektronik, aplikasi permainan tertentu, dan media sosial. Perundungan dunia maya umumnya menyerang anak-
anak dan remaja, namun orang dewasa juga dapat menjadi korban perundungan. Beberapa jenis perundungan yang dilakukan,

seperti pelecehan, peniruan, penyebaran foto yang tidak pantas, mempermalukan melalui video, hingga pembuatan situs web
tertentu.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Bentuk-bentuk Perundungan Dunia Maya dan Cara Mencegahnya", Klik
untuk baca:
https://health.kompas.com/read/23H09090118768/7-bentuk-bentuk-perundungan-dunia-maya-dan-cara-mencegahnya.
Penulis : Ria Apriani Kusumastuti
Editor : Ria Apriani Kusumastuti


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6


Dampak Perundungan bagi korban yang paling sering terjadi adalah memicu


masalah kesehatan mental, seperti gangguan cemas, depresi, hingga traumatic


stress.


Siapa Yang Melakukan Perundungan?






Yang melakukan perundungan bisa perorangan atau


kelompok, setiap warga sekolah, yang dilakukan oleh Guru kepada Siswa,


Staf Tata Usaha, Siswa senior kepada juniornya, atau siswa dengan sebayanya,

namun sebagian pelaku adalah orang yang tidak dikenal korban.


Mind Map (peta konsep)

Siswa akan melengkapi peta konsep




Definisi Jenis-jenis




Apa?
Bagaimana cara Di mana
mencegahnya ?
terjadi?


Bagaimana? Di mana?



Perundungan Dunia Maya



Di mana? Mengapa?



Di mana Alasan
terjadinya? melakukan?
Siapa?




Siapa yang Siapa yang
jadi korban? melakukan?


Persiapan

1. Guru mempersiapkan bahan ajar dari tautan berikut ini

15 https://hellosehat.com/mental/hubungan-harmonis/jika-anda-melihat-bullying/

Pelaksanaan

1. Siswa membaca informasi yang terdapat dalam bahan ajar pada link yang sudah dibagikan
oleh guru
2. Siswa mendapatkan pemahaman mendalam apa yang harus dilakukan jika melihat perundungan
3. Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri 6 orang untuk membuat video simulasi tindakan
yang dilakukan jika melihat perundungan
II. Kontekstualisasi: 4. Tiap kelompok memberikan kesimpulan dari hasil video simulasi yang dibuat
Temukan
Perundungan di
Sekolah


Apa yang kamu lakukan Tugas
jika melihat Tugas kelompok: video simulasi tindakan yang dilakukan
perundungan jika melihat perundungan



Durasi: 3 jp


Bahan: Artikel


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Contoh artikel









Apa yang harus dilakukan saat melihat bullying?

Bullying bukan sekedar tindakan kekerasan fisik pada orang lain, seperti menendang,

menampar, atau memukul. Perilaku tidak terpuji ini juga bisa dilakukan tanpa kekerasan fisik,
seperti mengejek, mengolok, atau menyebarkan gosip.

Bullying tanpa kekerasan fisik itulah yang sering kali tidak disadari dan susah dibuktikan.

Padahal, keduanya sama-sama membahayakan bagi kesehatan mental dan fisik.
Lantas, apa yang sebaiknya Anda lakukan saat melihat bullying?


Persiapan

1. Guru mempersiapkan contoh lembar wawancara dan format laporan hasil wawancara
16 Pelaksanaan




1. Guru memfasilitasi pembentukan kelompok
2. Siswa menganalisis langkah wawancara melalui artikel pada tautan berikut ini

https://www.detik.com/bali/berita/d-6396552/sebutkan-langkah-langkah-dalam-
melakukan-wawancara
3. Siswa akan melaksanakan wawancara untuk mencari informasi terkait
II. Kontekstualisasi: permasalahan perundungan yang dialami pada seorang siswa
Temukan 4. Siswa didampingi guru menyusun pedoman wawancara (daftar pertanyaan yang
Perundungan di akan disampaikan saat wawancara), target narasumber (orang yang diwawancarai)
Sekolah 5. Siswa melakukan wawancara kepada beberapa responden/remaja atau siswa

6. Siswa dapat melakukan wawancara kepada teman, orang tua, guru dan BK,
Identifikasi masalah masyarakat atau pihak lainnya
perundungan di
sekitarmu


Tugas
https://forms.gle/NiJyJBAsEPtdfQQo7
Durasi: 3 jp
Tugas mandiri: Lembar wawancara

Bahan: Artikel


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Persiapan

1. Guru mempersiapkan video ice breaking "salam bully" dari tautan berikut ini
17 https://youtu.be/eeuAmF2gWTYPelaksanaan




Pelaksanaan

1. Siswa mengamati dan menghafalkan video ice breaking "salam bully"
2. Seluruh siswa dan guru mempraktekkan salam bully




II. Kontekstualisasi:
Temukan
Perundungan di Sekolah


Mengingatkan kembali
"salam bully"


Durasi: 1 jp



Bahan: Artikel


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Persiapan
1. Guru berperan menjadi mentor dan pembimbing anti perundungan
2. Siswa menyiapkan kertas karton untuk membuat lembar penentuan masalah


18 Pelaksanaan

1. Guru memberikan arahan pelaksanaan diskusi untuk tahap Internalisasi Masalah. Arahan
yang diberikan dapat berupa pertimbangan yang dilakukan dalam menentukan masalah
utama yang akan diangkat. Pertimbangan ini juga turut menentukan solusi tepat yang
akan dilakukan. Pertimbangan tersebut misalnya: kompleksitas masalah, faktor
penyebab, dampak bagi orang tersebut, dan intensitas masalah (jumlah orang yang
mengalami sebagai korban
2. Siswa berdiskusi mendalami permasalahan yang dialami oleh para remaja melalui berbagai
II. Kontekstualisasi: referensi. Guru memantau kegiatan diskusi
Lihatlah sekitarmu
3. Siswa membuat sebuah mind map di karton seperti yang ada pada lembar penentuan
masalah pada slide berikutnya
Internalisasi masalah 4. Siswa memaparkan hasil diskusinya dengan metode window shopping. Satu anak menjaga
Perundungan yang rumah untuk menjelaskan kepada kelompok lain. Adapun anggota lainnya berkeliling
terjadi di sekitarmu melihat hasil kerja kelompok lain untuk menambah wawasan





Durasi: 3 jp
Tugas
Bahan: - Tugas kelompok: Membuat mind map


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


LEMBAR PENENTUAN MASALAH



Masalah 1 Masalah 3


Penyebab Penyebab
Dampak Dampak
Jumlah yang mengatasi Jumlah yang mengatasi
Solusi Solusi










Masalah 2 Masalah 4

Penyebab Penyebab
Dampak Dampak

Jumlah yang mengatasi Jumlah yang mengatasi
Solusi Solusi


LEMBAR PENENTUAN MASALAH UTAMA

















Kriteria
Masalah utama yang diangkat
BB : Tidak dapat menuliskan masalah utama alasan dan solusi
yang akan dilakukan




Alasan memilih masalah tersebut MB : Tidak menuliskan alasan dan solusi yang akan dilakukan


BSH : Tidak dapat menuliskan solusi yang akan dilakukan



Solusi yang akan dilakukan SB : Dapat menuliskan keseluruhan aspek masalah utama alasan
dan solusi yang dilakukan


Persiapan
1. Guru mempersiapkan materi dari artikel dengan tautan berikut ini
https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/cara-mengatasi-bullying-dan-tips-untuk-mencegahnya
19 Pelaksanaan



1. Guru sebagai fasilitator menjelaskan kegiatan hari ini dan memotivasi bahwa siswa akan menemukan
praktik perundungan yang terjadi di sekolah melalui sesi tanya jawab
2. Siswa bekerja secara individual untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan
3. Siswa mendapatkan kesimpulan bahwa siswa belajar untuk memahami kondisi dirinya dan situasi
yang dihadapi
4. Guru mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi sekolah


II. Kontekstualisasi:
Lihatlah sekitarmu
Contoh artikel
Menentukan Solusi Kasus bullying di Indonesia sudah sering sekali terdengar. Bahkan ada juga yang berakhir dengan kematian.
Pencegahan dan Oleh karena itu, menghentikan bullying harus dilakukan oleh semua pihak baik itu keluarga maupun sekolah.
Bullying harus dihentikan sekarang juga! Mengapa? Karena dampaknya sangat luas sekali mulai dari prestasi akademis,
penyelesaian masalah kehidupan sosial, kesehatan mental dan fisik anak, hingga keselamatan nyawa anak
pada perundungan





Durasi: 3 jp Tugas

Tugas mandiri: https://forms.gle/oD49y66V2karZRQy5
Bahan: Artikel Solusi apakah yang terbaik untuk mengatasi bullying


Peran guru:
Narasumber, Fasilitator


Persiapan

1. Guru mempersiapkan daftar pernyataan mengenai akibat perundungan (lihat format pada
halaman berikutnya)

20 Pelaksanaan

1. Guru sebagai fasilitator melakukan ulasan kembali tentang definisi perundungan, sebab akibat perundungan
kemudian memotivasi bahwa murid akan menemukan praktik perundungan yang terjadi di sekolah melalui
sesi tanya jawab
2. Siswa dibagikan daftar pernyataan akan akibat perundungan dalam ranah akademis, sosial, fisik, dan emosi
3. Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang
4. Setiap kelompok membuat kesepakatan kerja guna mencapai tujuan kerja kelompok
5. Siswa dapat melakukan tanya jawab secara bergiliran, sehingga satu siswa akan mendapatkan dua atau tiga
II. Kontekstualisasi: responden. Siswa memulai pertanyaan dengan kalimat ‘Apakah kamu mengalami?”
Lihatlah sekitarmu 6. Siswa mencoba menghitung akibat apa yang paling dialami murid; akademis, sosial, fisik, emosi
7. Siswa mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi sekolah


Akibat perundungan
(1)

Durasi: 2 jp
Tugas
Bahan: Artikel Tugas kelompok:
Saling bertanya jawab akan pernyataan yang telah disediakan dan
menghitung akibat yang paling banyak dialami siswa
Peran guru:
Fasilitator, Motivator


Persiapan
1. Guru mempersiapkan daftar pernyataan mengenai akibat perundungan (lihat format pada
21 halaman berikutnya)


Pelaksanaan
1. Guru sebagai fasilitator melakukan ulasan kembali tentang definisi perundungan, sebab akibat perundungan kemudian
memotivasi bahwa siswa akan menemukan praktik perundungan yang terjadi di sekolah melalui sesi tanya jawab
2. Siswa dibagikan daftar pernyataan akan akibat perundungan dalam ranah akademis, sosial, fisik, dan emosi
3. Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang
4. Setiap kelompok membuat kesepakatan kerja guna mencapai tujuan kerja kelompok
5. Siswa dapat melakukan tanya jawab secara bergiliran, sehingga satu siswa akan mendapatkan dua atau tiga responden.
II. Kontekstualisasi: 6. Siswa memulai pertanyaan dengan kalimat ‘Apakah kamu mengalami?”
Siswa mencoba menghitung akibat apa yang paling dialami siswa akademis, sosial, fisik, emosi
Lihatlah sekitarmu 7. Siswa mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi sekolah


Akibat perundungan (2)
Durasi: 2 jp


Tugas
Bahan: -
Tugas kelompok:
Saling bertanya jawab akan pernyataan yang telah disediakan dan
Peran guru: menghitung akibat yang paling banyak dialami siswa
Fasilitator, Motivator


Lihat Sekitarmu










Akibat Pernyataan Tidak Jarang Kadang- Sering Selalu
pernah kadang


Akademis Penurunan prestasi akademis


Rendahnya kepercayaan diri


Gangguan kesehatan mental


Sulit berkonsentrasi


Emosi Stres emosional


Kecemasan yang berkepanjangan


Sensitif, was-was, takut, cemas


Menyalahkan diri sendiri


Lihat Sekitarmu




Akibat Pernyataan Tidak Jarang Kadang- Sering Selalu
pernah kadang


Fisik
Rasa sakit dan ketidaknyamanan

Trauma fisik

Sulit tidur


Gangguan kesehatan jangka panjang


Sosial Perasaan kesepian

Kurangnya rasa humor


Kurangnya rasa humor


Hilangnya kepercayaan diri


Click to View FlipBook Version