The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sofyanm84, 2023-06-02 09:19:05

Perangkat Pembelajaran

Sub Tema Zat Aditif

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMPN 26 KONAWE SELATAN Mata Pelajaran : IPA TERPADU Kelas/ Semester : VIII/1 Materi Pokok : Zat Aditif dan Adiktif pada Makanan dan Minuman Sub Materi Pokok : Zat Aditif Alokasi Waktu : pertemuan ke 1 (3 jam pelajaran @ 40 menit) A. KOMPETENSI INTI 1) Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2) Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, (toleransi, gotong royong), snatun,dan percaya diri, dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3) Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, procedural, dan metakognitif) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomenal dan kejadian tampak mata. 4) Mencoba, mengolah, dan menyajidalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak ( menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap kesehatan. Indikator Penunjang 3.6.1. Menyebutkan jenis-jenis zat aditif alami dan buatan pada pada makanan (C1) Indikator Kunci 3.6.2. Menjelaskan kegunaan berbagai jenis zat aditif dalam makanan dan minuman (C2) Indikator Pengayaan 3.6.3. Mengidentifikasi dampak penyalahgunaan berbagai jenis zat aditif terhadap kesehatan (C4) 4.6. Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif bagi kesehatan 4.6.1. Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif bagi Kesehatan. Nilai Karakter : disiplin, percaya diri, Kerjasama,


C. TUJUAN PEMBELAJARAN 1) Melalui kegiatan literasi (membaca kompisisi yang terdapat pada bungkus makanan kemasan dalam kehidupan sehari-hari) dan pengamatan video, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis zat aditif pada makanan dengan tepat. 2) Melalui kegiatan literasi dan mengamati video, siswa dapat menjelaskan kegunaan zat aditif pada makanan dengan tepat. 3) Melalui pengamatan video dan diskusi siswa dapat mengelompokkan zat aditif alami dan buatan dengan tepat 4) Melalui kegiatan pengamatan video dan diskusi, siswa dapat mengidentifikasi jenisjenis zat aditif sintesis pada makananan kemasan/instan. 5) setelah melakukan kegiatan diskusi kelompok siswa dapat menyajikan hasil diskusi tentang penyalagunaan zat aditif bagi kesehatan D. MATERI PEMBELAJARAN A. Materi Pembelajaran a. Materi Reguler Pengetahuan Faktual Terdapat berbagai jenis zat aditif yang biasa digunakan dalam makanan dan minuman antara lain berfungsi sebagai: Zat pewarna (zat pewarna alami dan zat pewarna sintetik) Zat pemanis (zat pemanis alami dan zat pemanis sintetik) Zat pengawet (zat pemanis alami dan zat pengawet sintetik) Zat penyedap rasa (zat penyedap rasa alami dan zat penyedap rasa sintetik) Zat pemberi aroma (zat pemberi aroma alami dan zat pemberi aroma sintetik) Zat pengental Zat pengemulsi Pengetahuan Konseptual Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan bertujuan untuk meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan dan kemenarikan makanan. Pewarna adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman dengan tujuanuntuk memperbaiki atau memberi warna pada makanan atau minuman agar menarik Pemanis merupakan bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman sehingga dapat menyebabkan rasa manis pada makanan atau minuman. Pengawet adalah zat aditif yang ditambahkan pada makana atau minuman yang berfungsi untuk menghambat kerusakan pada makanan atau minuman Penyedap makanan adalah bahan tambahan makanan yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa makanan. Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan atau


minuman. Penambahan zat pemberi aroma dapat menyebabkan makanan atau minuman memiliki daya Tarik tersendiri untuk dinikmati. Pengental adalah bahan makanan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Pengemulsi adalah bahan tambahan yang dapat mempertahankan penyebaran (dispersi) lemak dalam air atau sebaliknya. Materi Remedial Materi remedial merupakan materi regular. Materi ini diberikan kepada siswa yang belum mencapai KKM. Materi yang diberikan disesuaikan dengan bagian materi yang belum dikuasai oleh siswa pada indicator-indikator pencapaian kompetensi tertentu dan guru dapat menggunakan stategi/metode yang berbeda dengan pembelajaran sebelumnya (regular) Materi Pengayaan Bahan makanan yang mengandung zat aditif sangat banyak beredar dipasaran sehingga kita perlu memperhatikan tentang makanan yang beredar dipasaran. Penambahan zat aditif pada makanan harus selalu dikontrol karena penggunaan yang berlebih dapat merugikan Kesehatan. Zat aditif yang digunakan pada makanan harus mempunyai sifatsifat antara lain sebagai berikut: tidak mengurangi zat-zat esensial pada makanan, dapat mempertahankan nilai gizi makanan tersebut, menarik perhatian konsumen tetapi tidak termasuk suatu penipuan dan memperbaiki atau mempertahankan mutu dari makanan E.PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Saintifik Model : PBL Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Two Stay Two Stray F. MEDIA DAN BAHAN Media pembelajaran : Powerpoint, artikel, video pembelajaran Alat dan Bahan pembelajaran : laptop, projector, papan tulis, spidol G. SUMBER BELAJAR 1. Sumber untuk Guru a. Buku Siswa IPA SMP kelas VIII semester 1 kementerian Pendidikan dan kebudayaan edisi revisi 2017 halaman 103-110 b. Materi dari internet (https://wirahadie.com/zat-aditif-dan-zat-adiktif/amp/) 2. Sumber untuk Peserta Didik Buku siswa, , LKPD, video pembelajaran H. KEGIATAN PEMBELAJARAN


MATERI : zat aditif dan adiktif pada makanan dan minuman/Subtema zat aditif Pertemuan ke 2 (Zat Aditif dan Adiktif pada Makanan dan minuman/Submateri Zat Aditif) Tahap Pembelajaran Sintak Model PBL Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Guru (menit) Peserta Didik Pendahuluan Guru mengucapkan salam kemudian menanyakan kondisi siswa. Memastikan kesiapan siswa dalam belajar Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa Guru mengecek kehadiran siswa. Guru memberikan apersepsi. “Materi sebelumnya kita sudah mempelajari tentang sistem pencernaan makanan. Bagaimana tubuh mengolah makanan dan kalian juga telah mengetahui zat gizi dari suatu makanan. Masih berkaitan dengan makanan, coba perhatikan gambar di bawah ini ! ”Apa yang dapat kalian amati dari gambar A dan B?” , “ Hal yang menyebabkan perbedaan pada kedua makanan tersebut kira-kira apa”? ” Zat tambahan yang diberikan pada makanan tersebut seperti pewarna disebut dengan apa “? Guru memberikan motivasi kepada siswa. Apakah kalian tahu bahan apa saja yang terkandung dalam makanan ini? Nah, inilah yang akan kita pelajari hari ini Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat 15 Menit


mempelajari materi ini. Menyampaikan garis besar kegiatan pembelajaran Guru mengorganisir siswa kedalam kelompok kecil Inti Orientasi Siswa pada Masalah: Guru menunjukkan artikel tentang bahaya zat aditif kemudian siswa membaca artikel tersebut. https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-bahaya-seringminum-minuman-kemasan-bisa-sebabkan-gagal-ginjalkronis Mengamati dan Menanya Peserta didik membaca dan mencermati artikel tersebut kemudian guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya Mencoba Guru mengarahkan peserta didik untuk menemukan permasalahan pada artikel tersebut, mengapa teh kemasan dan minuman bersoda lebih berbahaya daripada rokok, bahan aditif apa saja yang terkandung didalamnya? Bagaimana dampaknya terhadap Kesehatan? Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar. Guru membagikan LKPD Peserta didik membagi tugas dalam kelompoknya. (Collaboration) Guru memastikan setiap anggota memahami tugasnya masing-masing. Membimbing Penyelidikan Individu Maupun Kelompok Peserta didik melakukan kajian, membaca materi pada buku siswa tentang zat aditif pada makanan, menonton video pembelajaran yang telah di bagikan, atau mencari sumbersumber lain dari internet untuk menemukan solusi dari permasalahan.(kandungan zat aditif dalam the atau minuman bersoda). (ket. Pada pertemuan sebelumnya, siswa di arahkan untuk membawa teh kemasan, minuman bersoda atau minuman lainnya yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lainnya) Mencoba Peserta didik mengidentifikasi kandungan zat-zat aditif pada produk yang telah di bawahnya kemudian menkaji literatur untuk memperoleh penjelasan tentang kandungan produk tersebut. Peserta didik berdiskusi tentang zat-zat aditif yang telah diidentifikasi dan menganalisis dampak dari zat-zat aditif tersebut bagi Kesehatan. (Critical Thingking) Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya Peserta didik secara mandiri menyelesaikan tugas pada LKPD berdasarkan hasil pemahaman mereka pada 90 menit


kegiatan study literasi, mengamati video, dan diskusi. Peserta didik menuliskan hasil diskusinya pada kertas yang telah dibagikan kemudian menempelkannya di dinding. (Creativity) Dua orang dari setiap kelompok berkunjung kekelompok lain untuk mengetahui hasil pekerjaan dari kelompok lain. Dua orang lagi bertugas mempresentasikan hasil pekerjaan mereka kepada anggota kelompok lain yang berkunjung. Apabila waktu yang telah ditentukan selesai, masingmasing anggota kelompok yang mengunjungi stan diminta kembali ke kelompok asal. Setiap anggota kelompok memberikan informasi berdasarkan hasil kunjungan yang telah dilakukan Menganalisis dan mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (Mengkomunikasikan) Perwakilan dari kelompok menyampaikan informasi yang diperoleh dari kelompoknya dan juga hasil kunjungannya ke kelompok lain. (menyimpulkan) kemudian guru memberikan penguatan Kepada peserta didik. (Communication) Penutup guru mengajak peserta didik untuk merefleksi kegiatan pembelajaran. Peserta didik dan guru menyimpulkan materi pembelajaran Guru memberikan posttest Guru menyampaikan materi pembelajaran berikutnya. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam. 15 Menit I. PENILAIAN 1. Jenis dan Teknik penilaian a. Motivasi Belajar : Angket b. Sikap : Observasi c. Pengetahuan : Penugasan d. Keterampilan : Observasi 3. Instrument Penilaian a. Motivasi Belajar : Terlampir b. Sikap : Terlampir c. Pengetahuan : Terlampir d. Keterampilan : Terlampir


BAHAN AJAR ZAT ADITIF DAN ADIKTIF PADA MAKANAN DAN MINUMAN Sekolah : SMPN 26 KONAWE SELATAN Mata Pelajaran/Tema/Subtema : IPA/Zat Aditif Kelas/Semester : VIII/1 A. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran: 1) Melalui kegiatan study literasi, kajian artikel dan video, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis zat aditif pada makanan dengan tepat. 2) Melalui kegiatan study literasi, dan video, siswa dapat menjelaskan kegunaan zat aditif pada makanan dengan tepat. 3) Melalui pengamatan video, siswa dapat membedakan antara zat aditif alami dan buatan dengan tepat 4) Melalui kegiatan study literasi, pengamatan video dan diskusi, siswa dapat menjelaskan dampak berbagai jenis zat aditif terhadap kesehatan B. Uraian Materi Zat Aditif Makanan Pastilah kita pernah mengonsumsi makanan yang diberi pewarna/ pemanis/ pengawet atau penyedap dalam keseharian. Itulah contoh pemakaian zat aditif pada makanan yang sering kita temui. Pengertian zat aditif adalah zat-zat kimia yang ditambahan pada makanan yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang dapat berupa zat pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap dengan tujuan dalam rangka meningkatkan kualitas yang meliputi warna, penampilan, rasa dan juga supaya awet. Sifat zat aditif antara lain: 1. mempertahankan nilai gizi bahan makanan 2. memberi daya tarik pada penampilan 3. lebih awet dalam penyimpanan 4. tidak mengurangi zat-zat esensia dalam makanan 5. memperbaiki mutu makanan.


Pada bab yang ini akan dicoba diulas beberapa hal yang terkait dengan judul di atas, antara lain: 1. Zat Pewarna; 2. Zat Pemanis; 3. Zat Pengawet; 4. Zat Penyedap; 5. Dampak Postif dan Negatif Penggunaan Zat Aditif Makanan Zat Aditif Makanan Nama badan internasional yang menangani makanan dan obat adalah FAO (food and agriculture organization) dan WHO (word health organization) sedangkan di negara kita dinamakan POM (Pengawasan Obat dan Makanan). Zat Pewarna Tujuan pemberian zat warna makanan adalah untuk menambah daya tarik terhadap makanan. Pembagian zat pewarna makanan pada dasarnya di bagi menjadi 2 macam yaitu: - Pewarna alami : Zat aditif yang berasal dari bahan nabati (tumbuh-tumbuhan) maupun buahbuahan. Sebagai contoh zat pewarna alami adalah warna hijau (daun pandan, daun suji, dan daun katuk), warna uning merah (wortel). - Pewarna buatan : zat aditif makanan yang memang dengan sengaja dibuat oleh manusia.


Sebagai contoh zat pewarna buatan adalah merah (eritrosin) biasanya dalam es krim, saus, jeli.Biru berlian biasanya dalam es krim dan selai. FCF berwarna hijau, biasanya dipakai dalam pembuatan es krim dan warna buah kaleng. Coklat HT biasanya di dalam minuman soft drink Bahan pewarna makanan yang diijinkan sebagai bahan pewarna: Perbedaan antara warna alami dan buatan: Pada pewarna alami tidak membahayakan kesehatan, sedangkan yang pada pewarna buatan dapat membahayakan jika terjadi penyalahgunaan dalam penggunaannya. ingkat kecerahan warna pada pewarna alami kurang bagus apabila dibandingkan dengan zat pewarna buatan. Untuk pewarna alami jika dipakai akan terasa bahan dasar yang digunakannya, misalnya saja masih terasa kunyit, daun pandan, dll. Zat Pemanis Tujuan penggunaan zat pemanis buatan adalah mempertegas rasa manis pada makanan yang tentunya sebagai pengganti gula. Zat pemanis dibedakan menjadi 2 yaitu: pemanis alami dan pemanis sintetis. 1. Pemanis alami adalah merupakan pemanis yang mempunyai bahan berasal dari alam. Sebagai contoh dari pemanis alami adalah gula merah dan gula putih. Namun


pemanis alami juga mempunyai dampak negatif yang ditimbulkan terutama bagi penderita diabetes militus, berdampak pada naiknya kadar gula darah. 2. Pemanis sintetis adalah merupakan pemanis yang bahannya dibuat oleh manusia. Sifat dari pemanis sintetis adalah mempunyai rasa manis yang lebih apabila dibandingkan dengan gula, namun mempuyai kadar kalori yang rendah. Sebagai contoh pemanis sintetis adalah sakarin, siklamat, sorbitol. Berikut adalah zat pemanis buatan dengan tingkat keanisan jika dibandingkan dengan gula. Zat Pengawet Tujuan pemakaian zat pengawet adalah untuk mengawetkan makanan yaitu dengan cara menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri supaya makanan tidak mudah rusak di udara terbuka karena adanya proses oksidasi. Zat pegawet makan pun dapat digolongan menjadi 2 macam yaitu zat pengawet alami dan zat pengawet sintetis. - Pengawet Alami. Cara yang digunakan dalam pengawetan secara alami adalah dengan cara : 1). dimaniskan (gula), 2). diasinkan (jika dengan garam), 3). di asapi dengan pengasapan, 4). didinginkan dengan bantuan es, dan 5). dijemur dengan bantuan sinar matahari. Cara - cara tersebut dianggap kurang praktis dan merusak nilai makanan baik rasa/ atau kandungan gizinya. Namun sekarang sudah dikebangkan yang namanya radiasi isotop.


- Pengawet sintesis Yaitu pemanis yang memang sengaja dibuat oleh manusia. Jika pemakaiannya berlebih akan menimbulkan permasalahan terhadap kesehatan yang mengonsumsinya. Dibawah ini adalah contoh bahan pengawet makanan: Zat Penyedap Tujuan penggunaan zat penyedap makanan adalah supaya dapat memunculkan rasa yang enak/gurih pada bahan makanan dan juga ditujukan untuk menekan rasa yang tidak diinginkan. Ada 2 macam bahan penyedap makanan: - Penyedap alami : bawang putih, bawang bombay, ketumbar, serai, merica dan pala Penyedap alami ini lebih aman jika digunakan dalam makanan. - Penyedap sintesis : bahan yang biasa dipakai adalah MSG (Monosodium Gutamat), garam iosinat dan HVP (Hydrosised vegetable protein). Ciri-ciri MSG adalah 1). tidak mempunyai bau, 2).rasanya adalah gabungan dari rasa asin, asam dan manis, 3). dapat menekan bau bawang yang menyengat, menekan rasa pahit, 4). dapat meningkatkan rasa daging, ikan dan sup.


Gejala gangguan kesehatan yang diakibatkan karena penggunaan MSG yang berlebihan yaitu: 1. Sakit Kepala; 2. Badan terasa panas dan letih; 3. Rasa selalu haus; 4. Sakit pada dada. Zat Pemberi Aroma Contoh zat penambah aroma yang bisa ditambahkan kedalam minuman ringan, permen, sirup, dan minuman suplemen dalam bentuk ester anatar lain sebagai berikut : Zat Amil asetat pemberi aroma pisang ambon Zat Amil kaproat pemberi aroma apel Zat Etil butirat pemberi aroma nanas Zat Vanilin pemberi aroma vanili Zat Metil antranilat pemberi aroma buah anggur Pembahasan Pemberi aroma adalah zat yang dapat memberikan aroma tertentu pada zat makanan atau minuman, sehingga dapat membangkitkan selera konsumen. Pemberi aroma banyak ditambahkan pada olahan makanan atau minuman instan. Berdasarkan asal zat penyusunnya, pemberi aroma dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut : 1. Pemberi aroma alami Pemberi aroma alami adalah pemberi aroma yang terbuat dari bahan segar atau ekstrak bahan alami seperti tumbuhan dan rempah - rempah. Pemberi aroma alami lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Contoh pemberi aroma alami adalah minyak atsiri dan vanili. 2. Pemberi aroma buatan Pemberi aroma buatan berasal dari senyawa zat sintetik atau zat kimia yang telah dizinkan. Contoh pemberi aroma buatan :


Amil asetat pemberi aroma pisang ambon Amil kaproat pemberi aroma apel Etil butirat pemberi aroma nanas Vanilin pemberi aroma vanili Metil antranilat pemberi aroma buah anggur Zat Pemberi Aroma yaitu zat yang memberikan aroma khas pada minuman atau makanan. Zat pemberi aroma dibagi menjadi dua yaitu alami dan buatan. Pemberi aroma alami contohnya, bunga cengkeh, melati, vanilin. Pemberi aroma buatan contohnya etil butirat (aroma nanas), amil kaproat (aroma apel), vanilin (aroma vanilin), dan metil antranilat (aroma buah anggur). Pengental Pengental adalah zat aditif yang digunakan untuk mengentalkan makanan.Beberapa contoh bahan pengental alami di antaranya adalah pati, gelatin, gum, agar-agar, dan alginat.Bahan-bahan pengental tersebut penggunaannya disesuaikan dengan makanan atau minuman yang dibuat.Sebagai contoh, pada hidangan capcai, digunakan pengental berupa pati. Contoh lain, pada permen karet digunakan pengental gum. Pengemulsi Pengemulsi adalah salah satu zat aditif yang juga banyak digunakan.Pengemulsi digunakan untuk menyatukan dua bahan yang jika langsung dicampurkan tidak bisa menyatu dengan sendirinya. Contoh zat pengemulsi yang sering digunakan adalah lesitin dan juga kedelai. contoh makanan yang dibuat dengan tambahan pengemulsi di antaranya adalah mayones. Di dalam mayones terdapat lemak dan juga air. Kedua bahan tersebut tidak bisa bersatu. Oleh karena itu, digunakan lesitin atau kuning telur untuk menyatukan kedua bahan tersebut, sehingga lemak dan air pada mayones tidak terpisah. Dampak Postif dan Negatif Penggunaan Zat Aditif Makanan Ada 2 macam dampak penggunaan zat aditif yaitu damak positif dan dampa negatif. Dampak Positif pemakaian zat aditif: 1. Konsumsi orang-orang tertentu yang memerlukan diet; 2. Makanan menjadi lebih menarik; 3. Meningkatkan mutu bahan makanan; 4. Mempertahankan dan menambah nilai gizi


Dampak Negatif pemakaian zat aditif: Pemakaian zat aditif yang berlebihan daat menyebabkan chinese Restaurant Syndrome, sehingga pengunaannya harus dibatasi. Berdasarkn Peraturan Menteri Kesehatan RI no 722 tahun 1988 diadakan batasan yang disebut ADI (acctable daily intake) yaitu batas atas bahaya jika dikonsumsi sehari-hari: Untuk bahan aditif yang dilarang menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI no 722 tahun 1988 tersebut adalah : Amaranth, pewarna merah Asam salsilat Asam borat Dietil pirokarbonat Dulsin Formalin Kalium Khlorat Khlorm fenicol Methanil yellow, pewarna kuning Minyak nabati yang dikrominasi Nitrofarozon Rhodamin B, pewarna merah


Pengelompoka berdasarkan f 1. Pewarna 2. Pemanis 3. Pengawet 4. Penyedap rasa


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd an Zat aditif fungsinya :


1. ZAT PE • Tujuan pemberian war 1.Terlihat menarik 2.Menggugah selera ma


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd EWARNA rna pada makanan : kan


Jenis pe 1. A 2. Sin


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd ewarna Alami ntetik


PEWARNA ALAMI • Kuning Kunyit • Hijau Daun suji • Coklat Buah coklat • Merah coklat daun jati • Kuning-merah wortel Kelebihan : aman dikonsumsi menghasilkan aroma yang en khas selain warnanya. Kekurangan : pilihan warnany dan warnanya tidak tajam se Sintetis, tidak praktis.


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd i, nak dan ya terbatas perti pewarna


PEWARNA • Tartrazin (kuning), • Amaranth merah • Sunset yellow orange • Briliant blue FCF biru Kelebihan : Pilihan warna b Kekurangan : Tidak mengh Ada pewarna yang tidak co makanan dan beresiko me penyakit


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd A SINTETIS e banyak, praktis hasilkan aroma, ocok untuk enimbulkan


PERWARN Terkadang orang mempergunakan makanan. Warnanya sangat me sangat berbaha Beberapa pewarna sintetis sudah d mis Rodha Karena menyebabkan iritasi pada sa iritasi pada mata, iritasi salura h metanil Menyebabkan : iritasi pada saluran pada mata, dan bahaya kanker


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd NA TEKSTIL n pewarna tekstik untuk mewarnai enyolok dan tampak bagus. Tetapi ya bagi kesehatan. ilarang digunakan untuk makanan, alnya : min B, aluran pernafasan, iritasi pada kulit, n pencernaan dan bahaya kanker hati. yellow, pernafasan, iritasi pada kulit, iritasi pada kandung dan saluran kemih


2. ZAT P Berfungsi menam pada makanan Jenisnya : • Pemanis alami • Pemanis buatan


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd EMANIS mbah rasa manis dan minuman


Pemanis • Berasal dari buah dan m • Berlebihan kegemuk • Berbahaya bagi pender


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd s alami : madu kan rita dibetes


Pemanis • Tidak dapat dicerna • Pilihan untuk penderit • Contoh : sakarin, natri magnesium siklamat, k aspartam • Manisnya puluhan x le • Pemakaian berlebihan kandung kemih dan be (penyebab kanker)


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd buatan : bukan sumber energi a dibetes um siklamat, kalsium siklamat, ebih manis merangsang tumor ersifat karsinogenik


Lili Andajani, S.Pd, M.Pd


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : VIII Tema : Zat Aditif dan Adiktif pada Makanan Subtema : Zat Aditif pada makanan Kompetensi Dasar: 3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap kesehatan. Tujuan pembelajaran: 1) Melalui kegiatan study literasi, kajian artikel dan video, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis zat aditif pada makanan dengan tepat. 2) Melalui kegiatan study literasi, dan video, siswa dapat menjelaskan kegunaan zat aditif pada makanan dengan tepat. 3) Melalui pengamatan video, siswa dapat membedakan antara zat aditif alami dan buatan dengan tepat 4) Melalui kegiatan study literasi, pengamatan video dan diskusi, siswa dapat menjelaskan dampak berbagai jenis zat aditif terhadap kesehatan Nama Anggota Kelompok : Kelas : ALAT DAN BAHAN: 1. produk makanan dan minuman kemasan 2. materi pelajaran yang dibagikan guru melalui wa grup 3. powerpoint yang dibagikan guru melalui wa grup 4. video pembelajaran yang di bagikan guru melalui grup wa. 5. Sumber-sumber lain dari internet yang diskses sendiri oleh peserta didik


LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN: Lakukan Bersama teman kelompokmu 1. baca dan cermati artikel berikut KONTAN.CO.ID - Jakarta. Sekarang ada banyak minuman kemasan yang beredar di pasaran. Kemasan yang menarik hingga ragam rasa yang tersedia membuat masyarakat senang mengonsumsi jenis minuman ini. Namun, konsumsi minuman kemasan yang berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan khususnya kesehatan ginjal. Melansir dari laman Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, ginjal memiliki fungsi yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup seorang manusia. Selain berfungsi untuk menyaring sisa metabolisme tubuh yang akan dibuang lewat urin, ginjal juga berfungsi untuk mengatur keseimbangan cairan tubuh. Baca Juga: Mengenal Tahapan TKB, Wawancara, dan MCU Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Karenanya apabila ginjal terganggu dan membuat ginjal tidak bisa berfungsi dengan sempurna, maka dapat terjadi gangguan fungsi ginjal atau gagal ginjal. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi S1 Farmasi UM Surabaya, Karima Samlan, menjelaskan penyakit gagal ginjal secara umum dibagi menjadi dua, yaitu gagal ginjal akut dan kronis. Gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury terjadi secara mendadak, tetapi memiliki potensi untuk kembali menjadi normal apabila penyebabnya dapat diatasi. "Sedangkan gagal ginjal kronis (Chronic Kidney Disease) berlangsung secara perlahan, dan dapat menimbulkan kerusakan permanen pada ginjal," jelas Karima seperti dikutip dari situs UM Surabaya Penyebab penyakit gagal hinjal kronis Menurut Karima, pola makan merupakan salah satu faktor utama yang menjadi penyebab seseorang terkena gagal ginjal kronis. Konsumsi minuman manis dalam kemasan seperti minuman bersoda dan minuman manis kemasan lain yang beredar di pasaran dapat memberikan efek yang tidak baik pada tubuh karena memiliki kandungan gula yang tinggi. "Selain itu minuman tersebut juga banyak mengandung pengawet yang akan berbahaya apabila dikonsumsi dalam jangka panjang,"imbuhnya lagi. Studi review


sistematik dan meta analisis yang dilakukan oleh He et al pada tahun 2021 yang menganalisis 17 penelitian serta 149,958 partisipan menyimpulkan bahwa kebiasaan memakan makan makanan sehat dapat menurunkan risiko menderita gagal ginjal kronis. Hal ini selaras dengan studi sebelumnya yang dilakukan oleh Bach et al pada tahun 2019 yang memiliki kesimpulan serupa. "Pola hidup sehat seperti berolahraga, mengonsumsi makanan bernutrisi dan menghindari minuman manis, mengontrol gula darah dan tekanan darah, menjaga berat badan, menjaga asupan cairan, menghindari rokok, dan menghindari obat tanpa resep dokter dapat menjadi salah satu upaya kita dalam menjaga Kesehatan ginjal,"pungkasnya. Editor: Tiyas Septian https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-bahaya-sering-minum-minuman-kemasan-bisa-sebabkan-gagal-ginjal-kronis 1. tuliskan pertanyaan-pertanyaanmu di bawah ini! 2. mengapa teh kemasan dan minuman bersoda lebih berbahaya dari pada rokok, bahan aditif apa saja yang terkandung didalamnya? Bagaimana dampaknya terhadap Kesehatan?


Isilah hasil identifikasi kalian pada tabel berikut Tabel Identifikasi zat aditif pada makanan dan minuman Nama Produk: No. Identifikasi zat aditif pada produk Jenis zat aditif Kegunaan Dampak terhadap Kesehatan. 1 2 3 kesimpulan


LAMPIRAN 1. INSTRUMEN MOTIVASI BELAJAR ANGKET MOTIVASI BELAJAR Identitas Responden : Nama : Jenis Kelamin : Petunjuk : Angket ini berisi 44 item pernyataan tentang motivasi belajar. Bacalah dengan cermat setiap pernyataan tersebut. Kemudian, berikanlah jawaban dengan cara memberi tanda cek (√) pada salah satu pilihan jawaban yang paling benar sesuai dengan tingkat persetujuan anda, dengan pilihan jawaban sebagai berikut : SS : Sangat Sesuai S : Sesuai R : Cukup Sesuai KS : Kurang Sesuai TS : Tidak Sesuai Jawaban anda, tidak menuntut jawaban yang benar atau salah dan tidak berhubungan dengan penentuan kelulusan atau hal lain yang akan merugikan anda di sekolah ini. Kesungguhan dan kejujuran anda dalam menjawab merupakan bantuan yang amat berguna. Karena itu diharapkan anda menjawab semua soal yang tersedia. Atas bantuan dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih. Penelti, MUHAMMAD SOFYAN


NO PERNYATAAN SKOR SS S R TS STS 1 Saya rajin ke sekolah terutama mata pelajaran yang saya Sukai 2 Saya ragu dengan kemampuan yang saya miliki dalam memahami penjelasan guru. 3 Saya senang mencari informasi yang berhubungan dengan pelajaran, karena karena bisa memperkaya ilmu kita. 4 Saya rasa tidak mampu menyelesaikan setiap tugas mata pelajaran yang diberikan. 5 Saya suka mengunjungi perpustakaan seklah untuk membaca buku pelajaran. 6 Saya kurang memperhatikan pelajaran yang saya tidak senangi. 7 Saya hadir tepat waktu ketika belajar pada mata pelajaran yang saya anggap gampang. 8 Saya malas bertanya kepada guru kalau ada pelajaran yang tidak saya mengerti. 9 Bila menghadapi kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran, saya berusaha menemukan alternative pemecahannya. 10 Saya lebih suka pergi ke kantin sekolah disbanding Perpustakaan 11 Saya memandang bahwa hasil belajar yang saya dapatkan adalah kemampuan saya sendiri. 12 Saya menghindari pelajaran yang saya anggap sulit. 13 Saya telah membuat jadwal pelajaran dirumah, sehingga saya mengetahui kapan saya harus belajar 14 Saya merasa putus asa bila menghadapi kesulitan dlam mempelajari mata pelajaran 15 Saya menghabiskan banyak waktu untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang terkait dengan pelajaran disekolah. 16 Sebagian besar waktu saya habis untuk bermain dan menonton TV. 17 Ketika ada pelajaran yang saya kurang pahami, saya bertanya pada orang yang lebih mengerti. 18 Saya menghabiskan sebagian besar waktu belajar untuk bergosip dengan teman. 19 Saya mengisi waktu luang dengan cara mengulangi pelajaran sekolah. 20 Saya rasa tidak mampu dalam menghadapi pelajaran yang Sulit 21 Jadwal belajar yang saya buat akan kuikuti dengan perasaan senang. 22 Saya lebih suka nonton TV dibanding belajar. 23 Saya telah merencanakan kegiatan belajar setiap hari.


24 Saya merasa tidak mampu menyelesaikan setiap tugas mata pelajaran yang diberikan 25 Saya yakin bisa memahami setiap pelajaran yang diajarkan oleh guru. 26 Saya tidak memiliki jadwal belajar dirumah. 27 Saya percaya bisa mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh guru. 28 Meskipun saya telah merencanakan untuk belajar sesuai jadwal belajar, saya tetap malas untuk belajar 29 Meskipun saya tau resiko kegagalan itu ada, saya tidak takut memperjuangkan cita-cita saya. 30 Bila saya ditegur oleh guru saya tidak menghiraukannya. 31 Meskipun saya tahu tidak akan mendapat prestasi yang baik, saya akan tetap berusaha dan belajar. 32 Meskipun saya tahu tidak akan mendapat prestasi yang baik, saya akan tetap berusaha dan belajar. 33 Bila ada PR yang diberikan oleh guru, saya tidak akan menunda mengerjakannya 34 Ketika sayatidak mengerti tentang apa yang dijelaskan oleh guru di depan, saya akan bertanya 35 Jika seseorang menghambat aktivitas belajar saya, maka saya akan mencari alternatif untuk mengatasi hambatan itu. 36 Bila saya mendapat kritikan dari teman, saya merasa putus Asa 37 Bila saya diberi tugas sekolah oleh guru, saya akan mengabaikannya 38 Bila ada tugas yang tidak saya ketahui jawabannya, saya menyimpan tugas itu dan memilih bermain. 39 Bila saya tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas mata pelajaran pada kesempatan pertama, saya akan mengerjakan tugas-tugas itu sampai berhasil. 40 Jika menghadapi PR yang sulit, maka saya memilih untuk melihat pekerjaan teman 41 Ketika saya keliru dan dikritik oleh guru, saya sangat senang karena itu menambah ilmu saya. 42 Saya merasa sangat malu jika mendapat nilai jelek, karena bagi saya itu hal yang sangat memalukan. 43 Jika saya mendapat nilai jelek, saya yakin akan mampu memperbaikinya. 44 Saya takut mencoba sesuatu karena pikiran saya dibayangbayangi oleh kegagalan.


KISI-KISI ANGKET MOTIVASI BELAJAR Variabel Indikator Item Keterangan Favorable Unfavorable Motivasi Belajar 1. Pilihan - Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil - Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar 2. Keyakinan untuk sukses - Tekun mengahadapi tugas - Ulet menghadapi Kesulitan - Kemandirian bertindak - Menyediakan waktu - Berusaha memperkirakan hasil berbagai strategi - Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal 3. keuletan dalam berusaha - Keberanian menghadapi Kegagalan - Kemampuan bangkit dari Kegagalan - Gigih teruh berusaha kalau usaha pertama gagal


Variabel Indikator Item Keterangan Favorable Unfavorable Latar Belakang Pendidkan Orang Tua 1. Pengaruh - Anak yang baik lahir dari orang tua yang baik pula - Dapat mempengaruhi prestasi belajar 2. Tingkat Pendidikan Tingka - Bekal pengetahuan dan pengalaman yang tinggi dalam mendidik anak - Pendidikan yang pertama dan utama 3. Memahami kebutuhan anak - Memberi bimbingan, menyediakan fasilitas belajar serta memberi motivasi belajar anak - Untuk menunjak keberhasilan anak


LAMPIRAN 2. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP Mata Pelajaran/Tema/Subtema : IPA/ zat aditif pada makanan dan minuman Kelas/ Semester : VIII/ I (Ganjil) Tahun Pelajaran : 2022/2023 No Nama Siswa Prilaku yang diamatisaat pembelajaran Disiplin Percaya Diri Kerjasama 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25


Rubrik Penilaian sikap kerjasama Prilaku yang diamati Predikat SB(4) B(3) C(2) KB(1) Terlibat aktif dalam melakukan diskusi/pengamatan Jika semua indikator tercapai Jika 3 Indikator Tercapai Jika 2 Indikator tercapai Jika 1 IndikatorTercapai Bersedia melaksanakan tugas sesuai kesepakatan kelompok Menghargai pendapat teman satu kelompok atau kelompok lain Membantu teman dalam satu kelompok yang belum mengerti materi pelajaran Rubrik Penilaian sikap Disiplin Prilaku yang diamati Predikat SB(4) B(3) C(2) KB(1) Taat terhadap tata tertib sekolah Jika semua indikator tercapai Jika 3 Indikator Tercapai Jika 2 Indikator tercapai Jika 1 Indikator Tertib dalam Tercapai melaksanakan tugastugas yang diberikan Meyelesaikan tugas tepat waktu Rubrik Penilaian sikap Percaya Diri Prilaku yang diamati Predikat SB(4) B(3) C(2) KB(1) Berani mengemukakan pendapat Jika semua indikator tercapai Jika 3 Indikator Tercapai Jika 2 Indikator tercapai Jika 1 Indikator Berani mengajukan Tercapai pertanyaan Berani tampil didepan kelas Kriteria Penilaian : Nilai = Jumlah Skor yang Diperoleh X 100 Skor Maksimum


Click to View FlipBook Version