100 Rifa Hilman Mubarok @rifahilmanSatu periode kepengurusan ini perlahan mulaimendekati akhirnya. Waktu terasa begitu cepatberjalan, meninggalkan jejak langkah yang kadang taksempat kusadari. Anak-anak yang dulu masih harusterus kudampingi, yang sering kali kutuntun dengansabar, kini sudah mampu melangkah dengan kakimereka sendiri. Mereka belajar, tumbuh, dan mulaiberani menentukan arah tanpa harus selalu bertanyaatau menggantungkan diri. Ada kebanggaan tersendirimenyaksikan proses itu, meski di baliknya terselip rasaharu karena sebentar lagi aku tak lagi berada disamping mereka dengan peran yang sama.Mungkin ini akan menjadi perjalanan terakhirku disini. Aku sadar, setiap perjalanan memang punyaakhirnya, dan setiap masa punya waktunya sendiriuntuk usai. Namun, ada satu hal yang tak akanpernah berubah: rumah ini. Divisi ini, tempat akubertumbuh, tempat aku jatuh dan bangkit, tempat akubelajar arti tanggung jawab sekaligus artikebersamaan.Rumah bukan sekadar tempat kita kembali, tapi jugatempat hati kita merasa tenang, diterima, dandimengerti. Dan rumah ini adalah bagian dari diriku.Semua pencapaian yang pernah kuraih, semuapelajaran yang kupetik, dan semua kenangan yangkuabadikan, bermula dari sini. Dari ruang kecil yangmungkin tampak sederhana, tetapi menyimpan begitu
Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 101banyak cerita, begitu banyak kenangan, bahkan begitubanyak pelajaran yang mungkin tidak akankudapatkan di tempat lain.Aku belajar bahwa rumah tidak selalu tentangbangunan, melainkan tentang orang-orang didalamnya. Tentang mereka yang pernah berjalanbersama, yang pernah melewati masa-masa sulit danmasa-masa indah, yang pernah tertawa dan menangisdalam perjalanan yang sama. Dan orang-orang itulahyang membuat tempat ini layak disebut rumah.Meninggalkan peran bukan berarti melupakan. Justrusebaliknya, semua yang terjadi di sini akan terusmenemaniku, menjadi fondasi untuk langkah-langkahberikutnya. Aku tahu, ke mana pun aku pergi, rumahini akan selalu ada di dalam hatiku. Dan ketika rindudatang, aku tahu ke mana harus pulang.
RumahJika rumah adalah tempat yang paling kau rindukan saatjauh, maka biarkan aku menjadi titik itu. Yang selalu kaucari, bahkan ketika kamu tak tahu arah pulangmu. Akutak ingin menjadi orang paling hebat di hidupmu. Takperlu jadi cahaya paling terang, atau puisi paling indahyang pernah kau baca. Aku hanya ingin menjadi rumah,yang didalamnya ada kamu, dan kamu tidak ingin pergi.Rumah yang tidak mewah, mungkin. Tapi nyaman. Yangkau tahu letak gelasnya, hafal bunyi pintunya, dan tidakragu melepas sepatu setiap kali kau masuk. Rumah yangmenerima bau tubuhmu setelah hari yang melelahkan,dan tidak keberatan jika kadang kau datang denganamarah, atau dengan tangis yang tidak sempat kautanggung di luar sana.Aku ingin jadi tempat kau pulang, bahkan ketika seluruhdunia memberitahumu bahwa kau tidak pantas dimilikisiapapun. Aku ingin jadi tempat yang tak sekadarmenunggu, tapi tumbuh bersamamu. Tempat yang tidaksempurna, tapi setia. Tidak luas, tapi lapang. Tidakdingin, tapi teduh.102 Rifa Hilman Mubarok @rifahilman
Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 103Jika kelak ada badai dalam hubungan ini, aku ingin tetapmenjadi rumah. Yang dindingnya retak-retak karenawaktu, tapi tidak roboh. Yang catnya mungkin pudar, tapikehangatannya tetap sama. Yang pintunya tidak terkunci,karena aku percaya, kamu tidak akan memilih pergi. Akutidak ingin kamu tinggal karena terpaksa, atau karenatidak punya tempat lain. Aku ingin kamu tinggal karenakamu memilih untuk tinggal. Karena hatimu nyaman.Karena jiwamu tenang. Karena kamu tahu, tidak adatempat yang lebih kamu inginkan selain disini.
Terkadang, kita merasa sendirian.Terkadang, kita berpikir keluargahanyalah soal darah dan marga.Tapi lalu, hidup mempertemukan kitadengan orang-orang yang hadir tanpa pamrih...yang mendengar tanpa menghakimi...yang tetap tinggal meski kita jatuh berkali-kali.104 Rifa Hilman Mubarok @rifahilman
Kita mungkin tak sedarah,Tapi ikatan yang terjalin diantara kitalebih kuat dari apapun.Karena keluarga...Adalah tentang hati yang saling menjaga,bukan sekedar garis keturunan.Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 105
106 Rifa Hilman Mubarok @rifahilmanJangan pernah meremehkan usaha seseorangyang mencoba tetap terhubung denganmu.Bisa jadi itu cuma sekadar chat singkat,sekadar menanyakan kabar,atau bahkan mereply storymu dengan emoji.Tapi dibalik itu...Ada hati yang benar-benar peduli.
Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 107Nggak setiap hari kita ketemu orangyang tulus ingin tahu kabar kita.Nggak setiap waktu ada yang benar-benarhadir tanpa diminta.Jadi, kalau ada seseorang yang tetap berusahamenjaga hubungan, sekecil apapun caranya...Hargailah.
108 Rifa Hilman Mubarok @rifahilmanKamu nggak pernah tahu seberapa besarperjuangannya untuk tetap ada.Bisa jadi dia juga lelah,tapi masih bisa mengingatmu.Bisa jadi dia punya banyak hal yang dipikirkan,tapi kamu tetap jadi bagian dari perhatiannya.
Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 109Di rumah, kita belajar arti kehilangan,belajar menghargai kehadiran,dan belajar bahwa kasih sayangtak bisa dibeli dengan harta.Rumah bukan sekadar tempat singgah,tetapi tempat pulang yang selalu terbuka.Dan keluarga yang ada di dalamnyabisa saja datang dari arah yang tak terduga.
110 Rifa Hilman Mubarok @rifahilmanUngkapan Inggrisnya:\"I Love You\"Ungkapan sesungguhnya:\"Aku percaya kamu bisa,tapi kalau butuh apa-apa,aku disini yaa.\"
Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 111Ungkapan Inggrisnya:\"I Love You\"Ungkapan sesungguhnya:\"Kamu punya mimpi apa?Ayo, aku dukung.\"
112 Rifa Hilman Mubarok @rifahilmanUngkapan Inggrisnya:\"I Love You\"Ungkapan sesungguhnya:\"Aku merasa sangat dihargai.Dan semoga, aku juga bisa membuatkamu merasa dihargai.\"
Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 113Ungkapan Inggrisnya:\"I Love You\"Ungkapan sesungguhnya:\"Kamu mau sesuatu?Aku usahakan, ya!\"
114 Rifa Hilman Mubarok @rifahilmanUngkapan Inggrisnya:\"I Love You\"Ungkapan sesungguhnya:\"Terima kasih sudah berkenanmenerima ketidaksempurnaanku.Aku usahakan jadi lebih baik lagi.\"
Aku Pergi,Tapi Tak Pernah Jauh“Segala hal kuupayakan untuk melindungi.” Kau mungkintak sadar, tapi setiap kepergianku adalah bentukperlindungan yang tak selalu bisa terlihat. Aku memilihmenjadi tameng yang tak memeluk, tapi menghalangiangin dari arah lain.“Tunggu aku kembali lagi esok pagi.”Esok bisa berarti apa saja. Bisa besok secara harfiah, ataubertahun setelahnya. Tapi aku tetap memegang janji itu.“Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu.” Aku tak ingin kaujadi bayanganku. Aku ingin kau jadi dirimu sendiri,dengan luka dan cahaya yang kau temukan sendiri.“Jadilebih baik, dibanding diriku.” Karena mungkin itulah artisebuah cinta yang tak ingin menggenggam terlalu kuat,cukup membuka jalan, meski tak selalu ikut menapaki.“Tuk sementara ini aku mengembara… jauh.”Pengembaraan yang panjang, dan jujur saja, melelahkan.Tapi setiap kali nyaris berhenti, bayanganmumengingatkanku bahwa tujuan ini bukan sekadar untukdiriku sendiri.“Saat dewasa kau kan mengerti.” Mungkinkau akan marah. Mungkin kau akan bertanya-tanyamengapa aku tak tinggal. Tapi suatu hari, aku percaya kauakan mengerti. Bahwa mencintai tak selalu berarti tetaptinggal. Kadang, itu berarti memberi ruang agarseseorang tumbuh lebih tinggi dari bayangan yangmenaunginyaDi Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 115
“Saat engkau teringat, tengkar kita, manakala.” Taksemua hari kita penuh peluk. Ada saat dimana aku gagalmengerti. Saat aku terlalu keras, dan kau terlalu diam.“Maaf atas perjalanan yang tidak sempurna.” Ya, akupun menyesal, tapi begitulah hidup. Kadang luka adalahbagian dari cara mencintai yang masih belajar.“Namunpercayalah untukmu kujual dunia.” Tak ada yang takkankulakukan jika itu tentang menjaga hatimu. Bahkan jikadunia menuntut ganti yang tak masuk akal, aku akantetap memilih kamu.“Segala hal kuupayakan untukmelindungi.” Ini adalah janji yang kurajut dari jarak,waktu dan tekad.“Tunggu aku kembali lagi esok pagi.”Karena janji itu bukan basa-basi. Itu adalah rumah kecilyang kupancangkan di sudut hatimu.“Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu.” Mungkin kamuakan menemukan hal-hal baru, cinta baru, makna baru.“Jadi lebih baik, dibanding diriku.” Dan ketika itu terjadi,aku tidak akan cemburu. Aku akan bangga.“Dantertawalah saat ini selepas-lepasnya.” Tertawasepuasnya, karena hari-hari itu, yang mungkin takkankembali, harus dikenang bukan dengan air mata.“Karenakelak kau kan tersakiti.” Bahkan jika dunia memberimuluka, kau akan tahu, rasa sakit bukan akhir darisegalanya. Ia hanya jeda menuju pemahaman yang lebihdalam.116 Rifa Hilman Mubarok @rifahilman
“Aku tahu kamu hebat, namun selamanya diriku pastiberkutat,‘tuk selalu jauhkanmu dari dunia yang jahat.”Jika bisa aku ingin menjadi perisai yang tak pernah kaulihat. Yang menyerap tajamnya dunia tanpa kau tahu.Tapi aku pun manusia.“Ini sumpahku padamu ‘tukbiarkanmu.” Aku biarkan kau memilih jalurmu, tapibukan karena aku menyerah. Karena aku percaya kaubisa.“Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu.” Karena akutahu, di sana, di tempat yang bahkan belum kaubayangkan, kau akan menemukan makna tentang siapadirimu sebenarnya.“Tuk sementara kita tertawakanberbagai hal yang lucu dan lara.” Tertawalah, meski airmata sempat singgah. Karena semua itu adalah bagiandari cerita yang akan kau kenang.“Selepas-lepasnya,saat dewasa kau kan mengerti.”Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 117Akan datang hari dimana kau akan duduk diam danberkata.“Ah, jadi begini rasanya.” Mungkin pahit,mungkin manis. Tapi aku tahu kau akan mengerti.“Karena kelak kau kan tersakiti. Saat dewasa kau kanmengerti.” Karena menjadi dewasa bukan soal tahusegalanya, tapi soal berani tetap berjalan, meski takselalu paham arah. Dan bila suatu hari nanti kamu bacaini dalam sunyi, diantara waktu yang menjauh dan hatiyang tak selalu utuh, aku harap kamu bisa merasa,bahwa pernah ada seseorang yang tidak selalu bisa hadir,tapi selalu berusaha untuk menjadi rumah.
Ada kelembutan tak bersuara dalam lagu Nina, sepertimendengarkan seseorang menahan air mata sambiltetap tersenyum. Lagu ini bicara tentang bagaimanamencintai tidak harus selalu berada di sisi. Tapi justruhadir melalui niat baik yang kadang tak terlihat. Ini laguyang terasa seperti doa; lirih, namun sampai. Lirik yangpaling menyentuhku: “Dan tertawalah saat ini selepaslepasnya. karena kelak kau kan tersakiti.” Bukan karenapesimis, tapi karena ia jujur. Lirik ini seperti pelukansebelum badai, mengingatkan kita bahwa tawa hari iniadalah bekal untuk luka esok hari. Sebuah pengingathalus bahwa kebahagiaan itu juga perlu disyukuri, meskitak abadi.118 Rifa Hilman Mubarok @rifahilman
EpilogMenjadi pemimpin adalah sebuah amanah. Berat, tentusaja. Tapi bukan berarti tak bisa dijalani, karena diperiode ini, aku tak pernah berjalan sendirian. Akudibersamai oleh kalian semua. Lewat lembar terakhirbuku ini, izinkan aku mengucapkan terima kasihsebanyak-banyaknya, dan apresiasi setinggi-tingginya.Untuk kalian yang telah memilih bertahan, yang telahmenyumbang tenaga, waktu, pikiran, dan bahkanmungkin perasaan, demi menjaga api ini tetap menyala.Satu periode bukan waktu yang sebentar. Ada yangtumbuh, ada yang patah, ada yang datang, dan ada pulayang perlahan menjauh. Tapi setiap dari kita telahberkontribusi menorehkan cerita, cerita yang kelak akankita kenang, bukan sebagai kisah tentang sebuahorganisasi, melainkan kisah tentang rumah yang sempatkita jaga bersama.Tentunya, segala bentuk pencapaian yang telah kaliantorehkan di periode ini perlu diapresiasi dan diingatdalam setiap memori kita semua, karena setiap waktu,setiap kesempatan memiliki kisahnya masing-masing, dantentunya, apa yang menjadi hal baik di periode ini bisamenjadi sesuatu yang terus terukir dalam lubuk hati kitasemua, menjadi sebuah memori yang takkan pernahlekang oleh waktu.Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 119
Pada akhirnya, aku sampai pada satu kesadaran bahwakepemimpinanku tidaklah sempurna. Mungkin adalangkah yang tanpa sengaja melukai, keputusan yangterasa memberatkan, atau kata-kata yang seharusnya takterucap. Atas segala kekhilafan itu, aku menyampaikanpermohonan maaf yang setulus-tulusnya. Dan bila masihada ruang untuk memperbaiki, izinkan akumelakukannya, meski dalam keterbatasan.Dengan segala kekurangan yang mewarnai periode ini,aku berharap apa yang belum sempurna hari ini dapatdisempurnakan di waktu yang akan datang, padakesempatan-kesempatan berikutnya. Sebab, CiptaHarmoni akan mencapai akhirnya dan pada waktunyameninggalkan kalian. Namun Himatika “Identika” bukansekadar organisasi dengan aturan, struktur, dan sejarah.Himatika “Identika” jauh melampaui itu semua.Himatika “Identika” adalah kalian. Himatika “Identika”adalah kita. Dan ia akan selalu hidup dalam hati daningatan kita bersama.Maka, harapan dan pesan yang ingin kutitipkan: ketikasuatu hari Himatika “Identika” kembali memanggilkalian, jawablah panggilan itu. Lakukan yang terbaik,berikan yang terbaik, sesuai dengan peran dan kapasitasmasing-masing.Sampai bertemu di kesempatan lain, pada babakkehidupan yang baru. Terima kasih, karena telahmenjadikan perjalanan ini sesuatu yang pantas untukdikenang dan diceritakan.120 Rifa Hilman Mubarok @rifahilman
Di Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 121Aksi Transformasi.
122 Rifa Hilman Mubarok @rifahilmanCipta Harmoni
Aku belajar di tempat ini. Bukan tempat palingbesar, tapi tempat yang membuatku tumbuhpaling jauh. Saat aku pertama kali masuk, akubahkan ga bisa ngedesain, motret yang bener,dan ga pernah mimpin orang. Tapi disini, akubelajar pelan-pelan. Ngerasain gagal, ditegur,diperbaiki, sampai akhirnya aku paham. Darisitu aku belajar: skill itu bukan soal bakat. Tapitentang seberapa lama kamu bertahan waktusemua orang udah pulang.Si Nilai TengahDi Balik Layar Antara Transformasi dan Harmoni 123
124 Rifa Hilman Mubarok @rifahilmanSi Nilai TengahSekarang, aku bisa motret, ngedit video,ngedesain, nulis, live streaming. Tapi yangpaling berharga bukan “bisa-nya”, tapi pernah“nggak bisa-nya”. Sekarang aku memimpintempat yang dulu ngajarin aku dari nol.Sekarang tugasnya bukan cuma bisa, tapimastiin yang lain juga bisa.Aku belajar semuanya disini, di MathematicsMultimedia and Design. Tempat yang ngubah“nggak bisa” jadi “bisa banget”, dan “sendiri”jadi “satu tim yang jalan bareng”.
Alhamdulillah, satu tahun yang penuh maknadan banyak mengajarkan arti beratnya sebuahtanggung jawab dalam memimpin. Tak adarasa tenang selain memastikan semua amanahterselesaikan sampai akhir.Terima kasih untuk kalian yang tetap memberikepercayaan, meski langkahku tak selalu lurus.Dan aku mohon maaf atas setiap kekurangan,atas kata, sikap, dan keputusan yang mungkintanpa sadar sempat melukai.
Jika ada yang bertanya apa yang kusesali,jawabanku akan sederhana: tidak ada.Anehnya, perasaan yang muncul justruadalah rasa syukur. Sejak awal aku memangtak pernah memelihara ekspektasi, hanyamenanam tekad untuk terus memperbaikidiri. Prinsipku jelas, tidak menyesali apayang telah terjadi, dan tidak membiarkandiri terjebak pada apa yang mungkinkusesali nanti. Aku memilih untuk terusmelangkah, memperbaiki setiap celah yangkutemui, membangun ketangguhan hati,dan menatap masa depan dengan langkahyang mantap.
Sebuah kisah dari balik layar, di mana langkah kecil,keraguan, dan keberanian bersatu dalam diam. Tentangseseorang yang awalnya hanya ikut karena keadaan, laluperlahan menemukan pijakannya, hingga akhirnya berdirisebagai pemimpin.“Di Balik Layar” bukan hanya tentang organisasi. Ini adalahtentang tumbuh, tentang belajar menjadi dewasa, dantentang menyadari bahwa cahaya sejati sering kali munculdari tempat yang paling sunyi.Bagi siapa pun yang pernah merasa tidak cukup layak, terlalulelah, atau bertanya-tanya “apa aku bisa?”, buku ini adalahcermin. Sebuah pengingat bahwa kita tak sendiri dalamperjalanan ini.Rifa Hilman Mubarok@rifahilman