The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indrawanprast17, 2024-01-13 19:02:05

FLIPBOOK BIOLOGI PERUBAHAN LINGKUNGAN

FLIPBOOK BIOLOGI PERUBAHAN LINGKUNGAN

i


FLIPBOOK BIOLOGI PERUBAHAN LINGKUNGAN UNTUK SMA/MA KELAS 10 FASE E TIM PENULIS Humaimah Nakhlah Rafidah Fida Rachmadiarti Muji Sri Prastiwi


iii Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat, hidayah, serta karunia-Nya yang senantiasa melimpahkan kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa risalah Islam sebagai pedoman dalam kehidupan kita. Perubahan lingkungan merupakan isu yang semakin mendesak dan menjadi perhatian utama di dunia saat ini. Dampak perubahan iklim, kehilangan biodiversitas, kerusakan ekosistem, dan polusi lingkungan telah mengancam keseimbangan alam dan kelangsungan hidup manusia serta makhluk lainnya di planet ini. Oleh karena itu, pemahaman tentang perubahan lingkungan dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi tantangan ini sangatlah penting. Flipbook ini disusun dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang perubahan lingkungan, serta mengajak kita semua untuk berperan aktif dalam melestarikan lingkungan dan merawat alam semesta yang Allah SWT telah titipkan kepada kita sebagai amanah. Flipbook ini mencakup berbagai aspek, termasuk penyebab perubahan lingkungan, dampaknya terhadap kehidupan manusia dan ekosistem, solusi yang dapat diambil secara individu dan kolektif, serta upaya-upaya untuk melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Kami berharap bahan ajar ini dapat menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca, terutama para generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan dalam menjaga kelestarian alam. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan bahan ajar ini. Semoga bahan ajar ini dapat memberikan wawasan yang berharga dan menjadi langkah awal bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan ikut serta dalam menjaga keberlanjutan bumi ini. Akhir kata, mari kita jaga dan rawat lingkungan kita, karena alam adalah anugerah berharga dari Allah SWT yang harus kita pelihara dengan cinta dan tanggung jawab. Penulis KATA PENGANTAR


iv COVER……………………………………………………………………...i KATA PENGANTAR ………………………………………………...…….iii DAFTAR ISI …………………………………………………………....….iv DAFTAR GAMBAR ………………………………………………….........v KEARIFAN LOKAL MALANG RAYA …………………………………..vi MENGENAL PROBLEM BASE LEARNING …………………………...vii MENGENAL KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS …………………...ix FITUR BAHAN AJAR …………………………………………………….x CAPAIAN PEMBELAJARAN …………………………………………....xi TUJUAN PEMBELAJARAN ……………………………………………..xi INDIKATOR TUJUAN PEMBELAJARAN ……………………………...xi PETA KONSEP ……………………………………………………….......xii A. KESEIMBANGAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN HIDUP …………………………………………….....3 B. PENCEMARAN LINGKUNGAN ……………………………………12 1. Pencemaran Air ……………………………………………………..14 2. Pencemaran Udara ………………………………………………….19 3. Pencemaran Tanah ………………………………………………….23 4. Pencemaran Suara …………………………………………………..26 C. LIMBAH ………………………………………………………………34 1. Akumulasi Bahan Pencemar dalam Rantai Makanan ………………34 2. Macam-Macam Limbah …………………………………………….34 3. Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) …………37 RANGKUMAN …………………………………………………………....45 ASESMEN SUMATIF……………………………………..……………….46 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………55 GLOSARIUM ……………………………………………………………...56 DAFTAR ISI


v Gambar 1. Sampah di wilayah Pantai Malang ……………………………...1 Gambar 2 . Kampung Jodipan ………………………………………………2 Gambar 3 . Polusi udara akibat kendaraan bermotor ……………………….9 Gambar 4. Sampah plastik di Sungai Brantas, Malang ……………………11 Gambar 5. Limbah Sampah TPA Talangagung Kepanjen Malang ………...11 Gambar 6. Aliran Sungai Brantas di daerah kampus Universitas Muhammadiyah Malang ………………………………………..11 Gambar 7. Upacara Jalanidhi Puja ………………………………………...13 Gambar 8. Sumber Mata Air Umbulan ……………………………………15 Gambar 9. Punden di Wisata Sumber Umbulan …………………………..15 Gambar 10. Sumber Mata Air Taman ……………………………………..16 Gambar 11. Tradisi Tusuk Bumi dan Resik Dandang ……………………18 Gambar 12. Kebakaran savana di Gunung Bromo ………………………..21 Gambar 13. Pabrik Teh Wonosari …………………………………………24 Gambar 14. Apel banyak dijual di sepanjang jalan di Kota Batu …………33 Gambar 15. Magnifikasi biologis DDT dalam Suatu Rantai Makanan …...34 Gambar 16. Kebun Jeruk di Wilayah Selorejo ……………………………35 Gambar 17. Kebun Apel di Daerah Sumbergondo ………………………..36 Gambar 18 . Beras Analog Kulit Apel …………………………………….37 Gambar 19. Gapura Kampung Ekologi …………………………………...40 Gambar 20. Lorong Tematik di Kampung Ekologi ……………………….40 Gambar 21. Cara Pembuatan Ecoenzyme ………………………………...52 DAFTAR GAMBAR


vi Kearifan lokal Malang Raya merujuk pada nilai-nilai budaya, tradisi, dan kebijakan yang berkembang di wilayah Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Batu di Jawa Timur, Indonesia. Wilayah ini kaya akan warisan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal Malang Raya ini mencerminkan sejarah panjang wilayah tersebut dan bagaimana masyarakatnya telah beradaptasi dengan perubahan zaman sambil mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur mereka. Berikut adalah beberapa contoh dari kearifan lokal di Malang Raya diantaranya: 1. Syukuran untuk alam atas di Kebun Teh Wonosari 2. Agrowisata petik jeruk di daerah Dau dan Junrejo 3. Kearifan Lokal Wisata Petik Apel Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu 4. Kearifan Lokal Sumber Umbulan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang 5. Kearifan Lokal Sumber Taman, Kecamatan Krajan, Kabupaten Malang 6. Kearifan Lokal Upacara Jalanidhi di Pantai Balekambang 7. Kearifan Lokal Kali Brantas 8. Kearifan Lokal Tradisi Tusuk Bumi dan Resik Dandang di Kota Batu 9. Kearifan Lokal Kampung Ekologi Kota Batu 10. Kearifan Lokal Kampung Warna-Warni Jodipan Kabupaten Malang KEARIFAN LOKAL MALANG RAYA


vii Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah merupakan tipe pengelolaan kelas yang diperlukan untuk mendukung pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran dalam kelas. Pembelajaran menggunakan Problem Based Learning (PBL), memanfaatkan intelegensi dari individu, kelompok, dan lingkungan untuk memecahkan permasalahan yang bermakna, relevan, dan kontekstual (Octavianis, 2019). Tahapan/sintaks serta Aktivitas Pembelajaran PBL (Rusman, 2010) Tahapan/sintaks Aktivitas Tahap 1 Orientasi peserta didik pada masalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistic yang diperlukan, serta memotivasi peserta didik untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah Tahap 2 Mengorganisasi peserta didik untuk belajar Guru membimbing peserta didik untuk mendefinisikan dan menyusun tugas belajar terkait dengan permasalahan yang disajikan Tahap 3 Membimbing pengalaman individual/kelompok Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mengadakan eksperimen, dan mencari penjelasan serta solusi dari permasalahan MENGENAL PROBLEM BASE LEARNING


viii Tahap 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru membantu peserta didik dalam perencanaan dan persiapan pembuatan karya yang sesuai seperti laporan, video, maupun model. Kemudian guru membantu distribusi/publikasi karya peserta didik tersebut Tahap 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membantu peserta didik untuk merefleksikan penyelidikan yang telah dilakukan.


ix Keterampilan berpikir kritis adalah kemampuan untuk secara objektif menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan informasi atau situasi dengan cara yang rasional dan reflektif. Keterampilan berpikir kritis didefinisikan sebagai kemampuan berpikir yang mencakup kecenderungan perilaku dan keterampilan kognitif untuk memecahkan masalah, menarik kesimpulan, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, serta membuat suatu keputusan atas apa yang harus diyakini atau dilakukan. Melakukan kegiatan berpikir kritis akan sangat berperan dalam membangun dan mengembangkan pikiran untuk menyelesaikan berbagai masalah dengan memberikan argumentasi yang sesuai (Handayani, 2016). Kompetensi berpikir kritis yang diungkapkan oleh Facione (2015) meliputi (1) Interpretasi, yaitu kemampuan memahami, menjelaskan, dan memberi makna data atau informasi, (2) Analisis, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan dari informasi yang digunakan untuk mengekspresikan pemikiran atau pendapat, (3) Evaluasi, yaitu kemampuan untuk menguji kebenaran dari informasi, (4) Inferensi, yaitu kemampuan mengindentifikasi dan memperoleh unsur-unsur yang digunakan untuk membuat kesimpulan yang masuk akal, (5) Eksplanasi, yaitu kemampuan untuk menjelaskan atau menyatakan hasil pemikiran berdasarkan bukti, metodologi, maupun konteks, dan (6) Regulasi diri, yaitu kemampuan seseorang untuk mengatur cara berpikirnya. MENGENAL KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS


x Pada E-Book ini terdapat beberapa fitur yaitu Bio News, Bio Mini Lab, Think Zone, dan Biosol. Melalui fitur-fitur ini Peserta didik akan difasilitasi untuk belajar tentang pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan konten kearifan lokal masyarakat Malang untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penjelasan lebih rinci tentang fitur-fitur tersebut adalah sebagai berikut: Berisi tentang berita terkini terkait perubahan lingkungan yang terjadi yang ada di daerah Malang Raya Berisi aktivitas praktikum melalui kolaborasi dalam kelompok dengan tahapan problem base learning Berisi sarana yang bertujuan untuk mengukur tingkat keterampiran berfikir kritis peserta didik Berisi soal uji pemahaman sebagai sarana untuk mengukur pemahaman peserta didik Berisi tentang informasi kearifan local dan sebagai sarana untuk mengukur tingkat keterampiran berfikir kritis peserta didik FITUR E-BOOK


xi Tujuan Pembelajaran Indikator Tujuan Pembelajaran TP. 10.1. Peserta didik dapat menganalisis penyebab dan dampak pencemaran lingkungan kemudian merumuskan penyelesaian masalah pencemaran berdasarkan kearifan lokal di lingkungan sekitar. 10.1.1 Peserta didik mampu menjelaskan penyebab terjadinya kerusakan lingkungan dengan benar 10.1.2 Setelah menganalisis artikel kearifan lokal, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis pencemaran lingkungan dengan benar 10.1.3. Setelah disajikan permasalahan terkait perubahan lingkungan, peserta didik dapat melakukan kegiatan sebagai pemecahan solusi. 10.1.4. Setelah disajikan artikel kearifan lokal, peserta didik mampu merumuskan pemecahan masalah perubahan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar CAPAIAN PEMBELAJARAN : Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan.


xii PERUBAHAN LINGKUNGAN Limbah Jenis pencemaran Faktor Alami Buatan Pencemaran Air Pencemaran Udara Pencemaran Tanah Pencemaran Suara PETA KONSEP


1 Sumber : www.batamnews.co.id Gambar 1. Sampah di wilayah Pantai Malang Kabupaten Malang memiliki potensi bencana alam yang tinggi. Salah satu bencana yang sering terjadi di Kabupaten Malang dan terus mengalami peningkatan kejadian di setiap tahunnya adalah bencana tanah longsor. Hal tersebut sangat merugikan bagi masyarakat di Kabupaten Malang. Penyebab terjadinya bencana tanah longsor di Kabupaten Malang dipengaruhi oleh berbagai faktor penghambat yang ada di dalam maupun luar BPBD seperti kurang sadarnya masyarakat atas mitigasi bencana, sarana dan prasarana yang kurang memadai, lahan gundulserta kondisi alam yang memicu terjadinya bencana tanah longsor (Suminto, 2023). Kondisi hutan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang sudah banyak yang memprihatinkan. Saat dipotret dari udara, sebagian tampak sudah gundul. Sebagian lagi beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, ancaman longsor sulit terhindarkan. Contohnya di kawasan Desa Sukomulyo yang pada Februari 2023 lalu longsor dan menutup akses jalan. Dari udara, tampak pepohonan di tebing kawasan itu sudah banyak yang menghilang. Berganti dengan tanaman-tanaman liar yang akarnya tidak mampu menjadi penyangga tanah. Tentu rawan longsor ketika hujan deras. Bahkan lahan di atasnya telah berubah menjadi lahan pertanian. Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Isa Ansori menyampaikan, beberapa hutan di Pujon memang sudah dialihfungsikan. Salah satunya menjadi lahan pertanian. Meskipun masih sama-sama tanaman, tetapi akarnya tidak sekuat pohon untuk menahan tanah agar tidak longsor.


2 Kampung Kumuh Disulap Menjadi Destinasi Wisata Masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai seringkali menghadapi image buruk. Lingkungan sungai tercemar akibat pola perilaku masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan serta permasalahan sosial lain. Keberadaan mereka seolah sukar ditata bahkan rentan untuk digusur. Namun demikian, anggapan tersebut berangsur ditepis melalui solusi dan inovasi oleh sekelompok mahasiswa pada kehidupan masyarakat di pinggiran sungai Brantas, Kota Malang. Sebuah kampung di pinggiran sungai telah “dipermak” menjadi kampung wisata yang menarik untuk dikunjungi. Adalah Kampung Warna-Warni yang terletak di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Sekelompok mahasiswa jurusan jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang ini menamakan diri sebagai kelompok “Guys Pro”. Permasalahan di wilayah tersebut adalah tempat pembuangan sampah (TPS) yang jauh dari pemukiman warga, sehingga masyarakat membuang sampah ke sungai. Guys Pro ingin mengubah perilaku ini. Kesatuan ide antara mereka dan perusahaan untuk melakukan CSR pun terjalin. Harapannya dengan rumah serta lingkungan yang berwarna, dicat sedemikian rupa, menjadi pengingat untuk tidak lagi mengotori sungai. Para mahasiswa ini kemudian melakukan sosialisasi dan pendekatan pada sasaran, yakni masyarakat Jodipan. Mereka menemui para Ketua RT dan RW serta warga untuk menjelaskan program yang akan dilakukan. Gayung bersambut, pengecatan pun dimulai pada 2016. Kampung Jodipan semakin mendapat dukungan dan menarik wisatawan. Pada 2017, resmi didirikan jembatan sebagai penghubung dua kampung yang dipisahkan oleh Sungai Brantas. Kini, kampung warna-warni Jodipan telah menjadi destinasi kampung tematik di Kota Malang. Lokasi yang awalnya kumuh telah disulap sebagai wisata instagramable bagi wisatawan lintas usia. Tampilan lingkungan yang menarik perlahan mengubah mindset masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan. Wisatawan pun mulai berdatangan. Sebagaimana di wilayah lain, keberadaan destinasi pun mampu memutar roda perekenomian masyarakat. Masyarakat Jodipan merasakan manfaat dan dampak dari perubahan di lingkungan mereka. Analisislah apakah ide mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dapat dilakukan untuk kampung kumuh lainnya? Gambar 2 . Kampung Jodipan Sumber : Dokumentasi Pribadi ANALISIS


3 A. KESEIMBANGAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN HIDUP Keseimbangan lingkungan adalah kondisi di mana ekosistem alamiah atau buatan manusia berfungsi secara harmonis tanpa gangguan yang signifikan. Ini mengacu pada seimbangnya berbagai komponen lingkungan, termasuk udara, air, tanah, flora, fauna, dan manusia. Keseimbangan lingkungan menciptakan kondisi di mana sumber daya alam dapat diperbaharui dengan cepat dan berkelanjutan, tanpa mengalami penurunan yang signifikan. Keseimbangan ini juga menghasilkan lingkungan yang mendukung kehidupan manusia dan organisme lainnya. Menurut UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, ekadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Keseimbangan lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mengatasi tekanan dari alam ataupun aktivitas manusia dalam menjaga kestabilan kehidupannya. Keseimbangan lingkungan merupakan keseimbangan yang dinamis, yaitu keseimbangan yang dapat mengalami perubahan, tetapi perubahan ini bersifat menjaga keseimbangan komponen-komponennya dan tidak menghilangkan suatu komponen tertentu. Keseimbangan lingkungan juga melibatkan prinsip menjaga keragaman hayati atau biodiversitas. Semakin beragam ekosistem, semakin kuat keseimbangan lingkungan. Setiap organisme memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem berjalan dengan baik, dan kehilangan satu spesies bisa berdampak besar pada keseimbangan keseluruhan. Selain itu, keseimbangan lingkungan juga berarti menghindari penggunaan berlebihan atau eksploitasi berlebihan sumber daya alam seperti hutan, air tanah, dan mineral. Upaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan juga mencakup pengelolaan limbah dan polusi, sehingga tidak merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Keseimbangan lingkungan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan semua makhluk hidup di Bumi. Saat keseimbangan ini terganggu, dapat mengakibatkan berbagai masalah lingkungan seperti perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, krisis air bersih, dan banyak masalah lainnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berperan aktif dalam menjaga dan memulihkan keseimbangan lingkungan melalui tindakan konservasi, penggunaan sumber daya yang bijaksana, dan kesadaran akan


4 dampak lingkungan dari aktivitas manusia. Dengan menjaga keseimbangan lingkungan, kita dapat melindungi kehidupan di Bumi untuk generasi yang akan datang. Kriteria lingkungan dikatakan seimbang biasanya mencakup beberapa faktor kunci, antara lain: 1. Terdapat pola-pola interaksi (arus energi, daur materi, rantai makanan/jarring-jaring makanan, piramida ekologi, daur biogeokimia, dan produktivitas) yang berlangsung secara proporsional. 2. Lingkungan homeostasis, yaitu mampu mempertahankan terhadap gangguan alam, baik gangguan secara alami maupun secara buatan 3. Pertumbuhan dan perkembangan organisme berlangsung secara alami sehingga tidak ada organisme yang mendominasi terhadap organisme lainnya. 4. Memiliki daya dukung lingkungan, yaitu kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Bagaimanakah keseimbangan lingkungan di wilayah tempat tinggalmu? cobalah analisis berdasarkan kriteria lingkungan seimbang dengan memberikan skor pada skala likert yaitu sangat kurang (1), kurang (2), cukup (3), baik (4), dan sangat baik (5). Selanjutnya hitung dan deskripsikan nilainya, serta tuliskan usulan atau saran terkait pemulihan lingkungan. No. Kriteria Lingkungan Seimbang Skor Keterangan Nilai 1 2 3 4 5 Kuantitatif Kualitatif Kriteria 1. Terdapat pola-pola interaksi 86-100 A Sangat Baik 2. Lingkungan homeostasis 71-85,99 B Baik 3. Pertumbuhan dan perkembangan organisme berlangsung secara alami 56-70,99 C Cukup 4. Memiliki daya dukung lingkungan <56 D Kurang Usulan/Saran: Nilai = (Skor diperoleh:20) x 100 EVALUASI


5 Keseimbangan lingkungan dapat terganggu Jika terjadi perubahan lingkungan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem faktor penyebab perubahan lingkungan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu faktor alam dan faktor manusia 1. Faktor alam, antara lain gempa bumi, gunung meletus, gelombang tsunami, tanah longsor, banjir, angin topan, dan kemarau panjang. 2. Faktor manusia antara lain pembakaran dan penebangan hutan pembangunan industri dan permukiman penambangan secara liar sistem pertanian monokultur dan pencemaran lingkungan misalnya akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan Upaya Pelestarian Lingkungan Melalui Kegiatan Penghijauan Dengan Memanfaatkan Lahan Kosong A. Tujuan : Melakukan penanaman pohon di lahan gundul sekitar sekolah B. Landasan teori : Secara konsep dan teori yang mampu menangani dan mengatasi permasalahan mengenai krisis lingkungan yang sering terjadi didesa ataupun dikota besar yang berkembang adalah dengan melakukan upaya kegiatan pelestarian lingkungan seperti melakukan kegiatan penghijauan penanaman beberapa jenis bibit pohon yang berbeda dengan memanfaatkan lahan kosong yang tidak terpakai dan terawat di lingkungan sekitar (Feby dkk, 2022). Kegiatan yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar, yaitu dengan kegiatan penghijauan, pemanfaatan lahan kosong, serta pengelolaan sampah. Penghijauan adalah segala upaya untuk memulihkan, memeliharan dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksidan berfungsi secara optimal, baik pengatur tata air atau pelindung lingkungan (Mardiani, 2017). Dengan penghijauan, kerusakan lingkungan dapat teratasi sedini mungkin dan dapat menjaga lingkungan tetap asri.


6 Upaya Pelestarian Lingkungan Melalui Kegiatan Penghijauan Dengan Memanfaatkan Lahan Kosong C. Alat dan Bahan : Alat: - Tanah dan Pupuk Bahan : - Biji Buah-buahan - Polybag - Lahan Kosong - Tisue/Kapas D. Cara Kerja Merendam Benih 1. Sebelum benih digerminasi atau disemai langsung atau ditanam langsung, rendam terlebih dulu benih dengan air hangat selama beberapa menit atau beberapa jam untuk membangunkan benih (mempercepat berkecambah) sekaligus menghilangkan fungisida yang menempel.Ukur volume wadah. 2. Masing-masing tanaman membutuhkan waktu merendam yang berbeda-beda, ada yang hanya beberapa menit, beberapa jam, juga ada yang beberapa hari, bergantung jenis benih dan jenis tanamannya. 3. Air yang digunakan untuk merendam benih adalah air biasa atau air bawang merah atau air + ZPT (Zat Pengatur Tumbuh). 4. Yang perlu diperhatikan dalam merendam benih adalah ukuran benihnya serta lunak/kerasnya kulit benih tersebut. Pada umumnya semakin kecil benihnya dan semakin lunak kulit benihnya, maka waktu merendamnya semakin pendek. Germinasi Benih 5. Germinasi benih atau perkecambahan benih adalah proses membuat agar benihnya mengeluarkan tunas (berkecambah) atau menjadikan benih bertunas/berkecambah. 6. Jadi setelah benih direndam kemudian ditiris (dientaskan), maka dilakukan germinasi benih menggunakan tisu atau kapas atau kain, dibiarkan/dirawat beberapa hari sampai muncul kecambah/tunasnya sekitar 0,5 - 2 cm, baru kemudian disemai. Penyemaian Benih Bertunas 7. Penyemaian benih bertunas adalah menyebar / menyemai / menanam benih di media/tempat semai sampai benih/bibit tersebut tumbuh cukup besar, yaitu memiliki 3-6 helai daun. Setelah itu barulah bibit tersebut ditanam di tempat yang sesungguhnya (tempat yang tentunya sudah dipersiapkan).


7 Dokumentasikan setiap langkah kegiatan yang kalian lakukan Buatlah e-poster sederhana dari kegiatan yang kalian lakukan Unggahlah hasil kerja kelompokmu pada platform sosial media Instagram dan presentasikan di depan kelas Bagikan link unggahan postermu kepada guru dan rekan sejawat lalu mintalah pendapatnya untuk mendapatkan feedback dan apresiasi REFLEKSI Setelah mempelajari materi keseimbangan lingkungan dan pelestarian lingkungan hidup, apakah kalian sudah menguasai materi berikut? Berilah tanda centang (√) pada kolom “YA” atau “TIDAK” dengan jujur! NO PERNYATAAN YA TIDAK 1. Apakah kalian sudah memahami penyebab terjadinya ketidakseimbangan lingkungan? 2. Apakah kalian sudah mampu melakukan kegiatan konservasi sederhana ? 3. Apakah kalian sudah mampu memanfaatkan lingkungan sekitar? Upaya Pelestarian Lingkungan Melalui Kegiatan Penghijauan Dengan Memanfaatkan Lahan Kosong D. Cara Kerja Penanaman Bibit 8. Setelah bibit tumbuh cukup besar (memiliki 3-6 helai daun), maka bibit tersebut dipindahkan ke media tanam (tempat menanam yang telah dipersiapkan), kemudian dirawat/dipelihara (disiram dstnya) sampai panen


8 4. Apakah kalian sudah mampu merumuskan pemecahan masalah perubahan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar? REFLEKSI PROFIL PELAJAR PANCASILA Guna mengembangkan karakter nilai-nilai Pancasila kalian, setelah mengikuti pembelajaran tentukan sikap kalian terhadap pernyataanpernyataan berikut! NO PERNYATAAN SIKAP SUDAH BELUM 1. Mampu berkomunikasi dengan baik saat pembelajaran di kelas 2. Mampu bernalar kritis secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. 3. Mampu berfikir kreatif untuk mendapatkan ide dalam mencari solusi permasalahan 4. Mampu memiliki sikap bergotong royong untuk melakukan kegiatan secara bersamasama dengan sukarela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. 5. Mampu memiliki sikap mandiri saat menerima pelajaran di kelas


9 ASESMEN FORMATIF 1. Lingkungan seimbang mampu mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Hal yang menyebabkan suatu eksosistem dikatakan memiliki keseimbangan lingkungan yang dinamis adalah? a. Tidak perrnah mengalami gangguan manusia ataupun bencana alam b. Jumlah populasi pada setiap trofik jarring-jaring makanan selalu tetap c. Mampu menjamin kelangsungan hidup dan kesejahteraan penduduknya d. Jumlah populasi pada setiap trofik jaring-jaring makanan mengalami kenaikan e. Tidak ada satupun komponen yang hilang Ketika terjadi perubahan lingkungan 2. Perhatikan perubahan lingkungan di bumi dan gambar berikut 1) Tanah Longsor 5) Terjadinya Hujan Asam 2) Banjir Bandang 6) Penipisan Lapisan Ozon 3) Pencemaran Udara 7) Terjadinya Efek Rumah Kaca 4) Pemanasan Global 8) Peningkatan Intensitas Paparan Uv Hal yang dapat terjadi akibat aktivitas manusia seperti pada gambar disamping ditunjukkan oleh nomor a. (1), (2), (6), dan (8) d. (3), (4), (5), dan (7) b. (2), (3), (5), dan (8) e. (4), (6), (7), dan (8) c. (3), (4), (6), dan (7) Gambar 3 . Polusi udara akibat kendaraan bermotor Sumber: dokumentasi pribadi Sumber : tp.ub.ac.id


10 ASESMEN FORMATIF 3. Perubahan keseimbangan lingkungan dapat terjadi akibat faktor manusia titik tindakan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia tetapi kurang mendukung kelestarian keseimbangan lingkungan adalah a. Menanam tanaman transgenik b. Budidaya penggemukan sapi potong c. Pertanian dengan sistem monokultur d. Mengimpor buah-buahan dari negara lain e. Pembesaran bandeng di keramba jaring apung 4. Keseimbangan lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mengatasi tekanan dari alam ataupun aktivitas manusia dalam menjaga kestabilan kehidupannya. berilah tanda centang Benar atau salah pernyataan terkait keseimbangan lingkungan. jika salah ubah kalimatnya agar pernyataan menjadi benar No. Pernyataan Benar Salah Pernyataan yang Benar 1. Sistem pertanian monokultur meningkatkan keseimbangan lingkungan 2. Pengendalian hama tanaman dengan hewan predator mendukung keseimbangan lingkungan 3. Keseimbangan lingkungan terganggu oleh fenomena gerhana bulan dan matahari 4. Pada lingkungan yang seimbang, ditemukan jaring-jaring makanan yang berlangsung secara proporsional 5. Daur materi dan aliran energi hanya ditemukan pada lingkungan yang seimbang


11 Pernahkah kamu melihat tumpukan sampah yang bertebaran di sungai pantai atau tempat lainnya? Di masa pandemi covid-19 Banyak sampah berupa masker sarung tangan dan alat pelindung diri (APD dan baju hazmat) ditemukan bercampur dengan sampah lainnya perhatikan kedua gambar berikut: Sumber: www.mongabay.co.id Sumber: beritajatim.com Gambar 4. Sampah plastik di Sungai Brantas, Malang Gambar 5. Limbah Sampah TPA Talangagung Kepanjen Malang Sungai Brantas di Malang dan Batu Terkontaminasi Mikroplastik Partikel mikroplastik berukuran lebih kecil dari lima milimeter. Air Brantas terkontaminasi mikroplastik jenis fiber, filamen dan fragmen. Mikroplastik jenis fiber berasal dari serat pakaian, filamen dari pecahan plastik yang terdegradasi dan jenis fragmen dari potongan plastik polimer sintentis. Di Bumiaji ditemukan 10 mikroplastik dalam per 100 liter air, di Sengkaling 19 mikroplastik per 100 liter air dan Klojen 15 mikroplastik per 100 liter air. “Mikroplastik jenis fiber paling banyak mencemari Sungai Brantas,” kata peneliti ekologi akuatik Enviromental Green Society Mohammad Alaika Rahmatullah. Parameter kimia dan fisika yakni power of hydrogen (pH) atau tingkat keasaman dan total dissolved solids (TDS) atau jumlah padatan yang terlarut dalam air. Di Bumiaji kadar pH 8,59 suhu 24,9 derajat celsius, dan TDS 272. Di Sengkaling pH 8,20, suhu 24,6 derajat celsius dan TDS 453. Dan Klojen pH 8,37, suhu 25,7 derajat celsius dan TDS 505. Mikroplastik berbahaya bagi manusia, menyebabkan gangguan hormon, gangguan sistem syaraf bahkan meningkatkan risiko kanker. Biota sungai seperti ikan dan udang secara tak sengaja mengonsumsi mikroplastik dan berakhir jadi makanan manusia. Penelitian ini diharapkan jadi rekomendasi pemangku kepentingan untuk menata dan mengelola lingkungan DAS Brantas. Mereka juga menemukan sejumlah titik sampah menggunung di bantaran Sungai Brantas. Timbunan sampah ini memenuhi bantaran sungai, terutama di Kota Malang sepanjang DAS Brantas menjadi permukiman padat. Kebiasaan penduduk di bantaran sungai membuang sampah ke sungai. Sebagian sampah berupa plastik hingga saat terbawa arus terdegradasi dan jadi mikroplastik. Sumber: https://www.mongabay.co.id/2020/09/26/sungai-brantas-di-malang-dan-batu-terkontaminasi-mikroplastiklangkah-lanjutan/ Gambar 6. Aliran Sungai Brantas di daerah kampus Universitas Muhammadiyah Malang Sumber: Dokumentasi pribadi


12 B. PENCEMARAN LINGKUNGAN Menurut UU No. 32 Tahun 2009, lingkungan hidup yaitu kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup. Lingkungan hidup adalah semua benda yang ada dalam ruang yang ditempati yang mempengaruhi kehidupan. Lingkungan menyediakan sumber daya alam yang dibutuhkan manusia untuk menunjang kehidupannya. Namun berbagai aktivitas manusia menghasilkan limbah yang sebagian besar tidak dikelola dengan baik dan dibuang ke lingkungan. Adapun pengertian dari pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 UU No. 32 Tahun 2009 adalah masuk atau dimasu kkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Berdasarkan beberapa pengertian dari pencemaran lingkungan hidup diatas dapat kita ketahui apa penyebab terjadinya pencemaran lingkungan hidup tersebut. Suatu lingkungan dikatakan tercemar apabila jumlah atau kadar polutan melebihi ambang batas sehingga menyebabkan menurunnya kualitas atau daya dukung lingkungan dan gterganggunya kehidupan makhluk hidup. Pencemaran dapat dibedakan 4 macam, yaitu pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran suara. 1. Pencemaran Air Apakah kamu sudah melihat atau merasakan adanya pencemaran di wilayah lingkungan tempat tinggalmu? Lengkapilah table berikut. No Jenis Pencemaran Terjadi Ciri-ciri Pencemaran Prediksi Penyebab Pencemaran Partisipasi dalam Mengatasi Pencemaran Ya Tidak 1. Pencemaran Air 2. Pencemaran Udara 3. Pencemaran Tanah 4. Pencemaran Suara EKSPLANASI


13 Kearifan Lokal Upacara Jalanidhi Puja di Balekambang Setelah dua tahun absen selama pandemi, larung sejaji kembali digelar. Sebanyak 45 jolen (sesaji) yang berisi hasil bumi, dilarung pada saat upacara Jalanidhi Puja atau Melasti di Pantai Balekambang, Minggu (19/3) kemarin. Upacara Jalanidhi Puja ini menyambut Hari Raya Nyepi 1945 Saka tahun 2023. Tak hanya jolen, ribuan umat Hindu dari seluruh Malang Raya juga hadir dalam upacara yang berlangsung sakral dan khidmat tersebut. Sebelum dilarung, semua jolen terlebih dahulu dilakukan ritual Pradaksina, yakni ritual memberangkatkan seluruh jolen ditandu dari Pendopo menuju Pantai Balekambang. Kemudian seluruh jolen didoakan oleh Pandita Tanaya Nirmala. Lalu, seluruh umat Hindu yang datang di pantai Balekambang mengikuti persembahyangan dan Nunas Tirta. Usai Persembahyangan dan Nunas Tirta, puluhan pemuda dari masing-masing Pura di Malang Raya yang membawa jolen pun bersiap untuk melarung ke laut lepas Pantai Balekambang. Dari pinggir pantai, mereka berlari sembari memukulkan bambu ke permukaan laut, menghampiri ombak yang datang dengan panggulan Jolen di pundak. Begitu ombak datang, Jolen tersebut akan dilepaskan. Sejumlah warga yang hadir melihat upacara Jalanidhi Puja langsung menghampiri sesaji yang di larung ke laut. Mereka memperebutkan buah, sayur dan hasil bumi yang dibuang ke laut. “Ritual Jalanidhi Puja ini dilaksanakan tiga hari sebelum Hari Raya Nyepi. Agar jiwa kita bersih. Tujuan dari upacara ini adalah membersihkan diri untuk menyambut Hari Raya Nyepi,” ujar Sutomo kepada Malang Posco Media kemarin. Penurunan kualitas dari air yang disebabkan karena adanya suatu zat atau oganisme di dalam suatu tempat berair, misalnya pada sungai, lautan, dll. Air merupakan kebutuhan penting bagi seluruh makhluk hidup. Penurunan kualitas air ini juga bisa disebabkan karena aktivitas manusia yang merusak lingkungan air. Tidak semua air dapat dikonsumsi, air yang bisa dikonsumsi harus memenuhi beberapa persyaratan baik secara bau, rasa, dan warna. Apabila tidak sesuai dengan persyaratan kelayakan air untuk dikonsumsi maka air tersebut dikatakan tidak layak. Terdapat beberapa hal yang menyebabkan pencemaran pada air yaitu: a. Sisa hasil industri berupa limbah yang dibuang sembarangan tanpa diolah Kembali b. Sisa kegiatan rumah tangga berupa limbah detergen, limbah kamar mandi yang dibuang ke perairan c. Kegiatan pertanian yang menggunakan pupuk kimia secara berlebih d. Adanya erosi yang mengancam perairan Gambar 7. Upacara Jalanidhi Puja Sumber :malangposcomediaid


14 Kearifan Lokal Upacara Jalanidhi Puja di Balekambang Upacara jalanidhi mencerminkan pentingnya sumber daya air dalam kehidupan masyarakat. Dalam konteks ekologis, upacara ini bisa menjadi kesempatan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya pengelolaan dan konservasi sumber daya air. Hal ini dapat mencakup upaya pelestarian sumber air, seperti menjaga kebersihan sungai dan mata air, serta penggunaan yang berkelanjutan. Sumber: malangposcomedia.id Analisislah bagaimana kearifan local upacara jalanidhi puja dapat dijadikan ajang untuk menjaga air dari pencemaran lingkungan? Upacara Jalanidhi Puja Dikaji Dari Segi Ekologis Potensi pencemaran lingkungan dalam Upacara Jalanidhi Puja dapat bervariasi tergantung pada bagaimana upacara tersebut dilakukan dan diatur. Upacara Jalanidhi Puja pada dasarnya adalah ritual keagamaan yang ditujukan untuk memohon berkah dari Dewi Jalanidhi, perwujudan air, dan biasanya melibatkan penggunaan bahan-bahan seperti bunga, dupa, dan lampu sebagai persembahan. Penggunaan bahan-bahan dalam upacara, seperti bunga yang bisa menjadi sampah organik, dupa yang bisa menghasilkan asap, atau lampu yang bisa menghasilkan limbah kimia, dapat memengaruhi dampak lingkungan. Jika bahanbahan tersebut tidak diolah dengan benar atau jika mereka mencemari lingkungan, maka ada potensi pencemaran. Pengelolaan sampah yang buruk setelah upacara dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Sampah yang ditinggalkan di pantai atau laut dapat merusak ekosistem dan mengganggu satwa liar. 1. Pencemaran Air Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup atau zat lain ke dalam air yang menyebabkan kualitas air menurun ke tingkat tertentu sehingga tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Pencemaran dapat terjadi pada air di darat ataupun di laut. Untuk menentukan air sudah tercemar atau belum dapat dilakukan pengujian terhadap tiga parameter yaitu sebagai berikut: a. Parameter fisik meliputi kandungan partikel padat, zat padat terlarut, kekeruhan, warna, bau, suhu, dan PH air. air normal yang dapat ANALISIS


15 dikonsumsi memiliki sifat tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. air normal memiliki ph sekitar 6,5-7,5. b. Parameter kimia meliputi BOD (biochemical oxygen demand), COD (chemical oxygen demand), dan DO (dissolved oxygen). BOD adalah ukuran kandungan oksigen terlarut bahan organik di dalam air. COD adalah ukuran kandungan oksigen yang diperlukan agar bahan buangan di dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia. CO adalah ukuran kandungan oksigen terlarut dalam air. Kandungan zat atau senyawa kimiawi, misalnya amonia bebas, nitrogen organik, nitrit, nitrat, fosfor anorganik, klorida, belerang, logam dan gas, juga dapat dijadikan indikator pencemaran air. c. Parameter biologi digunakan untuk mengetahui jenis dan jumlah mikroorganisme air yang dapat menyebabkan penyakit, contohnya Escherichia coli, Vibrio cholerae, Salmonella typhi, dan Entamoeba histolytica. Kearifan Lokal Sumber Umbulan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang Sumber mata air Umbulan yang terletak di Desa lang-lang Kecamatan Singosari Kabupaten malang, terbilang memiliki potensi, pemandangan dan suasana yang sangat nyaman, sejuk, udaranya asri dan segar. Keberadaan sumber mata air ini dimanfaatkan untuk kebutuhan seharihari warga, mata airnya hanya dimanfaatkan warga untuk mandi, Sekitar sumber air juga masih tampak asri dan alami. Limpahan air sumber itu mengalir menggenangi area persawahan warga, Sejumlah pohon besar membuat tempat itu terasa teduh, airnya pun sangat jernih dan sejuk. Selain wisata alam, Sumber Umbulan juga merupakan wisata religi dimana terdapat juga punden di Sumber Umbulan. Punden itu tempat untuk berdoa atau mendoakan para leluhur. Akses menuju punden tidak dibuka untuk sembarang orang, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memasukinya untuk melaksanakan ritual atau menaruh sesaji. Di setiap malam satu suro diadakan slametan oleh warga sekitar di Sumber Umbulan ini. Slametan dilaksanakan dengan cara tumpengan dan berdoa Bersama di sekitar sumber. Gambar 8. Sumber Mata Air Umbulan (Sumber: Dokumentasi Penulis) Gambar 9. Punden di Wisata Sumber Umbulan (Sumber: Dokumentasi Penulis)


16 Kearifan Lokal Sumber Taman, Kecamatan Krajan, Kabupaten Malang Sumber taman terletak di Dusun Krajan, Karangsuko, Kec. Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sumber mata air ini terkenal karena kesejukannya dan airnya yang jernih. Rindangnya pepohonan di Sumber Taman ini menjadikan ciri khas tersendiri, jika dibandingkan dengan wisata sumber mata air lainnya yang ada di Kabupaten Malang. Sumber mata air yang melimpah ini berasal dari dua batang pohon besar. Airnya tergolong jernih, sehingga pengunjung dapat melihat langsung dasar pemandian yang sangat jelas. Adanya dua batang pohon besar di Sumber Taman ini memunculkan mitos, yang mana ceritanya sudah banyak diketahui oleh wisatawan. Usia pohon tersebut diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun. Adanya pohon besar tersebut juga memunculkan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar. Dimana sumber mata air ini dulunya merupakan sebuah taman yang indah. Lalu ada seorang kakek tua yang berjalan melewati taman tersebut. Ketika sampai di taman, kakek itu berhenti sejenak karena kelalahan. Si kakek melihat ada sepasang kekasih yang sedang berduaan di taman tersebut. Karena lelah dan lapar, maka sang kakek mencoba meminta sedikit makanan yang dibawa oleh sepasang kekasih tersebut. Namun harapan tak sesuai kenyataan, yang seharusnya si kakek mendapatkan makanan malah yang kakek dapatkan adalah bentakan dari sepasang kekasih tersebut. Tak disangka sang kakek marah pada mereka berdua. Hingga mendadak tubuhnya berubah menjadi sesosok ular raksasa. Dengan murka kemudian si kakek mengutuk sepasang kekasih itu menjadi dua pohon besar. Namun anehnya, kedua pohon jadi-jadian itu di bawahnya memancarkan air yang begitu deras. Si kakek yang sudah menjelma menjadi ular raksasa kemudian berdiam di dua pohon besar tersebut. Semakin hari aliran air di bawah pohon tersebut semakin deras. Hingga lama kelamaan air itu membentuk sebuah genangan besar yang hingga saat ini dikenal dengan nama Sumber Taman. Kajilah kearifan lokal Sumber Umbulan dan Sumber Taman dilihat dari segi ekologis! Gambar 10. Sumber Mata Air Taman Sumber: Dokumentasi Pribadi EKSPLANASI


17 Mengatasi pencemaran air berdasarkan kearifan lokal adalah pendekatan yang sangat penting, karena masyarakat setempat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang dalam tentang sumber daya alam mereka. Berikut adalah beberapa usaha yang dapat dilakukan berdasarkan kearifan lokal untuk mengatasi pencemaran air: 1. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat: Melibatkan masyarakat setempat dalam kampanye edukasi tentang pentingnya air bersih dan dampak pencemaran air. Mengadakan pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara menjaga kebersihan air. Jawablah Pertanyaan Berikut Dengan Tepat! Berdasarkan hasil penelitian di aliran sebuah sungai parameter BOD, COD dan DO melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Tingginya tingkat pencemaran berbahaya bagi kesehatan manusia yang menggunakan air tersebut dan juga membahayakan kehidupan makhluk hidup lainnya. Di daerah tersebut tidak ada pabrik di sepanjang sungai, tetapi sempat ada orang-orang yang menangkap ikan dengan cara menaburkan racun. Sungai sudah tercemar dari hulu Sungai. Oleh karena itu hasilnya tidak akan signifikan jika dilakukan penanganan pencemaran hanya di daerah muara. 1. Pengujian air dapat dilakukan dengan menggunakan parameter fisik, parameter kimia, dan parameter biologi. Berdasarkan teks Bagaimana pengujian air yang dilakukan di Sungai? Jenis unsur apakah yang dipergunakan sebagai dasar dalam pengujian? 2. Apa perbedaan BOD, COD dan DO? Jelaskan? 3. Berdasarkan teks tersebut Apa yang menyebabkan pencemaran air di Sungai? 4. Bagaimana cara menangkap ikan di sungai yang aman bagi lingkungan? Jelaskan! 5. Tuliskan beberapa usulan cara penanganan pencemaran di sungai agar hasilnya signifikan! ANALISIS


18 2. Penyediaan Sumber Air Bersih: Meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air bersih yang aman dan terjaga kualitasnya. Memelihara sumber-sumber air alami, seperti mata air, sungai, dan danau, dengan cara menjaga hutan hujan dan lahan basah 3. Konservasi Ekosistem Air: Melibatkan masyarakat dalam upaya menjaga kualitas ekosistem air, seperti menghindari pembalakan liar dan perburuan ilegal yang dapat merusak habitat air. Memantau kesehatan ekosistem air setempat dan mengambil tindakan jika terjadi pencemaran atau kerusakan. 4. Penggunaan Teknologi Lokal: Menerapkan teknologi sederhana yang sesuai dengan lingkungan dan budaya setempat untuk membersihkan air, seperti sistem penjernihan air tradisional atau biofiltrasi. Kearifan Lokal Tradisi Tusuk Bumi dan Resik Dandang di Kota Batu Warga menggelar tradisi bersih dandang dan tusuk bumi di lokasi sumber air di kawasan wisata Songgoriti. Kegiatan terkait Hari Air Sedunia ini untuk melindungi mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Masyarakat memenuhi salah satu lokasi sumber mata air yang ada di kawasan Wisata Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Kota Batu. Beberapa elemen masyarakat dan tokoh setempat menggelar serangkaian selamatan mulai dari tusuk bumi dan bersih dandang kemudian diakhiri dengan kirab serta selamatan tumpeng bersama masyarakat sekitar. Tradisi ini dilakukan dengan harapan besar agar sumber mata air yang ada di wilayah Songgoriti ini terjaga hingga anak cucu mereka. Kajilah kearifan lokal Tradisi Tusuk Bumi dan Resik Dandang dilihat dari segi ekologis! Gambar 11. Tradisi Tusuk Bumi dan Resik Dandang Sumber: Radar Malang.com EKSPLANASI


19 Memanfaatkan pengetahuan lokal tentang tumbuhan atau bahan alami yang dapat digunakan untuk membersihkan air. Penting untuk selalu menghormati kearifan lokal dan budaya setempat dalam upaya mengatasi pencemaran air. Melibatkan komunitas dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi program adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kebersihan dan kualitas air di suatu wilayah. 2. Pencemaran Udara Penurunan kualitas dari udara akibat adanya pencampuran bahan-bahan berbahaya di atmosfir yang dapat membuat gangguan pada lingkungan dan manusia dapat disebut sebagai pencemaran udara. Unsur-unsur penyusun dari udara yaitu ada nitrogen, oksigen, argon, karbon dioksida, neon, helium, metan, dan hidrogen. Suatu lingkungan udara dapat dikatakan sehat bagi kehidupan manusia harus memiliki komposisi yang sesuai. Banyak sekali unsur yang dapat membahayakan kualitas udara seperti adanya nitrogen dioksida, ozon, dan karbon monoksida. Banyak aktivitas manusia yang dapat menurunkan kualitas udara dan menyebabkan adanya pencemaran Kearifan Lokal Kali Brantas Beberapa festival di Kali Brantas, Malang yang digelar dalam bentuk ritual seperti ritual ngumbah gerabah kali Brantas, ciblon kali Brantas dan petik tirto amerto memiliki tujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan kali. Selain itu ada pula ritual larung ikan di aliran sungai Brantas hal ini bertujuan untuk pelestarian, ratusan ikan endemik yang dilepas ke aliran sungai. Ikan yang dilepas adalah ikan wader, ikan koi dan ikan kotes. Larung sesaji ini dilakukan di 7 kampung tematik yang ada di Kota Malang. Alasan memilih 7 kampung tematik karena dilewati aliran Sungai Brantas. Ketujuh kampung tematik itu antara lain, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Gerabah Penanggungan, Kampung Putih Klojen, Kampung Biru Arema, Kampung Tridi Kesatrian, Kampung Warna Warni Jodipan dan terakhir Kampung Lampion Jodipan. Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Ki Demang menuturkan, ritual larung sesaji labuh kali dilakukan sebagai bentuk melestarikan tradisi, sekaligus berdoa memberikan pengharapan dengan harapan masyarakat selalu diberi keselamatan. Kajilah kearifan lokal Kali Brantas dilihat dari segi ekologis! EKSPLANASI


20 udara. Pencemaran udara dapat dibagi ke dalam 2 jenis yaitu ada pencemaran primer dan sekunder. Dikatakan pencemaran udara primer apabila terjadi akibat sumber dari pencemaran itu sendiri, misalnya dari aktivitas manusia membakar sampah dapat menghasilkan karbon monoksida yang berbahaya bagi kesehatan dan menurunkan kualitas udara. Sedangkan dikatakan pencemaran sekunder apabila pencemaran di udara berasal dari adanya bahan pencemar, misalnya adanya pencampuran antara Ahasil pencemaran primer dengan zat yang ada di udara. Berikut ini kegiatan yang dapat menyebabkan pencemaran udara: 1) Adanya karbon monoksida akibat aktivitas bakar sampah, polusi kendaraan, limbah asap dari pabrik yang tidak diolah terlebih dahulu, 2) Pencemaran akibat letusan vulkanik, selain itu adanya nitrogen dioksida berasal dari proses pembakaran batu bara, 3) Pendingin ac atau freon kulkas dapat menghasilkan zat cfc yang berbahaya. Ada banyak zat yang dapat menyebabkan pencemaran udara. Zat-zat ini dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk industri, kendaraan bermotor, pembakaran bahan bakar fosil, dan aktivitas manusia lainnya. Beberapa zat yang paling umum yang menyebabkan pencemaran udara termasuk: 1. Partikel Debu Partikel-partikel kecil dari debu, asap, dan partikel padat lainnya dapat tersebar di udara dan mencemari udara. Partikel ini bisa berasal dari industri, konstruksi, atau lalu lintas. 2. Oksida Nitrogen (NOx) Oksida nitrogen, seperti nitrogen dioksida (NO2) dan monoksida nitrogen (NO), merupakan hasil dari pembakaran bahan bakar fosil di kendaraan bermotor dan pembangkit listrik. Mereka dapat menyebabkan masalah pernapasan dan polusi udara.


21 3. Gas Buang Kendaraan Bermotor Gas buang dari kendaraan bermotor mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan partikel-partikel beracun. 4. Gas Rumah Kaca Gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan oksida nitrat tertentu dapat meningkatkan efek rumah kaca dan menyebabkan perubahan iklim. 5. Senyawa Organik Volatil (VOCs) Senyawa organik volatil adalah senyawa kimia yang mudah menguap ke udara. Mereka dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk industri, cat, pelarut, dan vegetasi. Prewedding di Bromo Berujung Kebakaran 50 Hektare Gambar 12. Kebakaran savana di Gunung Bromo Sumber: Detik Jatim Insiden tersebut terjadi dalam sesi foto prewedding pasangan calon pengantin pria berinisial HP (39) dan pengantin wanita PMP (26). Kejadian tersebut bermula ketika Andrie menawarkan konsep foto prewedding yang menggunakan flare kepada calon pengantin. Karena diperlihatkan contoh foto yang serupa, calon pengantin mengiyakan tawaran Andrie. Kedua belah pihak pun sepakat melakukan sesi foto prewedding di Bukit Teletubbies Bromo pada Rabu (6/9). Walaupun telah mengetahui rumput savana yang kering mudah terbakar, Andrie tetap melakukan aksinya untuk menyalakan flare. Bahkan ketika percikan api mulai membakar rumput, Andrie dan rekannya tidak segera memadamkannya. "Jadi saat sesi prewedding dengan flare itu, ada lima flare yang dinyalakan tapi hanya empat yang berhasil. Ada satu yang kemudian meletup hingga menyebabkan kebakaran di area Bukit Teletubbies," lanjut Wisnu. Akhirnya ratusan personel gabungan turun memadamkan api. Namun api tetap membesar dan melahap sekitar 50 hektare lahan dan hutan di Bromo. Perbuatan yang mementingkan diri sendiri itu, tidak hanya berimbas pada kondisi alam, tapi juga bagi orang lain. Pasalnya, Bromo harus ditutup total untuk wisatawan usai insiden tersebut. Sumber: https://www.detik.com/sulsel/berita/d6922277/prewedding-di-bromo-berujung-kebakaran-50- hektare-manajer-wo-jadi-tersangka


22 6. Belerang Dioksida (SO2) Belerang dioksida adalah hasil dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung belerang tinggi. Ini dapat menyebabkan masalah pernapasan dan mencemari udara. 7. Amoniak (NH3) Amoniak biasanya berasal dari pertanian, terutama dari penggunaan pupuk dan limbah hewan ternak. 8. Partikel Halus (PM2.5 dan PM10) Partikel-partikel sangat kecil ini dapat mencemari udara dan mencapai saluran pernapasan manusia. PM2.5 adalah partikel dengan diameter kurang dari 2,5 mikron, sementara PM10 memiliki diameter kurang dari 10 mikron. 9. Ozon Troposferik (O3) Ozon troposferik adalah polutan udara sekunder yang terbentuk oleh reaksi kimia antara oksida nitrogen dan senyawa organik volatil di bawah sinar matahari. Ini adalah komponen penting dari kabut asap. 10. Logam Berat Beberapa logam berat, seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd), dapat mencemari udara dan memiliki efek berbahaya pada kesehatan manusia dan lingkungan. Pencemaran udara dapat memiliki dampak serius pada kesehatan manusia, lingkungan, dan iklim. Oleh karena itu, pengendalian dan pengurangan emisi zat-zat pencemar ini sangat penting untuk menjaga kualitas udara yang baik. Beberapa zat yang dapat menyebabkan pencemaran udara adalah sebagai berikut:


23 3. Pencemaran Tanah Penurunan kualitas tanah akibat adanya bahan pencemar yang masuk ke dalam tanah disebut pencemaran tanah. Seluruh keadaan dimana polutan masuk ke dalam tanah sehingga menurunkan kualitas tanah bisa disebut pencemaran tanah. Seiring dengan teknologi yang semakin canggih produksi sampah anorganik semakin meningkat dan sampah tersebut akan sangat sulit terurai dengan alam atau tanah, misalnya sampah anorganik berupa plastik baru bisa terurai setelah 240 tahun lamanya. Berdasarkan penyebabnya pencemaran tanah dibagi menjadi 3 yaitu: a. Limbah domestik: berasal dari aktivitas manusia di rumah, hotel, pasar yang menghasilkan sampah organik sehingga dengan mudah terurai. Tahukah kamu bahwa pencemaran udara dapat diakibatkan oleh aktivitas manusia dan peristiwa alam? Identifikasi aktivitas manusia dan peristiwa alam tersebut. Bagaimana cara mencegah atau menanganinya? Adakah yang dapat Kamu lakukan sebagai bentuk partisipasi dalam pencegahan dan penanganan pencemaran udara? Lengkapi table berikut! Usaha Pencegahan atau Penanganan Masalah No Aktivitas Manusia/ Peristiwa Alam yang Berakibat Pencemaran Udara Usaha Pencegahan atau Penanganan Masalah Partisipasi Ya Tidak 1. Kebakaran hutan 2. 3. 4. ANALISIS


24 b. Limbah industri: berasal dari aktivitas industri, biasanya berbagai jenis yang dihasilkan misalnya berupa bubur karena sisa dari industri kertas. c. Limbah pertanian: berasal dari aktivitas pertanian atau perkebunan, biasanya berupa sampah dari pupuk kimia yang berbahaya dan mematikan tanaman itu sendiri atau sekumpulan organisme yang ada di tanah. Kearifan Lokal Kebun Teh Wonosari Kebun Teh Wonosari terletak di Lereng Gunung Arjuno, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tepatnya 30 Km dari Kota Malang. Kebun Teh Wonosari memiliki beberapa tradisi budaya yang dilestarikan hingga saat ini dan sengaja dipersembahkan untuk alam. Tradisi tersebut adalah “Syukuran Untuk Alam Atas”. Tradisi tersebut sebagai bentuk syukur atas diberikannya kesuburan dan rezeki dari teh yang ditanam. Pada tradisi itu ditampilkan tarian kolosal Cara Memetik Teh. Tarian itu diperuntukan kepada para pemetik teh, agar diberi keselamatan saat bekerja dan rezeki yang barkah. Tak lupa diadakan acara doa bersama kepada Pencipta. Kebun Teh Wonosari memiliki produk unggulan yaitu Teh Hitam yang merupakan hasil perkebunan. Hasil perkebunan agrowisata tersebut menembus angka 70% untuk ekspor keluar negeri setiap tahunnya. Sehingga bagi para petani bersyukur atas kesuburan tanah serta hasil teh yang mereka tanam adalah sesuatu yang patut untuk dirayakan. Pemimpin doa dalam acara syukuran tersebut, biasanya adalah sesepuh Desa Wonosari. Tradisi budaya lokal seperti tarian dan doa tersebut tidak hanya berarti bagi mereka yang merayakan. Namun bagi para pengunjung Agrowisata Kebun Teh Wonosari sendiri, menjadi salah satu tontonan menarik ketika mengunjunginya. Kebun teh Wonosari tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah namun pengunjung juga dapat melakukan studi langsung ke pabrik teh Wonosari yang letaknya masih satu kawasan dengan kebun teh. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu karyawan pabrik, pabrik teh Wonosari menghasilkan limbah dari hasil produksi teh berupa limbah padat. Limbah ini tidak dibuang melainkan diolah kembali menjadi pupuk organic dan pakan ternak. Adapula pihak dari perusahaan pabrik di Cikarang yang mengambil limbah padat teh dari Pabrik Teh Wonosari untuk kemudian mereka olah kembali. Analisislah pengaruh pengolahan limbah padat the sebagai pupuk organic terhadap kesuburan tanah! ANALISIS Gambar 13. Pabrik Teh Wonosari Sumber : Dokumentasi Pribadi


25 Pencemaran tanah adalah masalah lingkungan yang serius dan dapat memiliki dampak negatif pada ekosistem, kesehatan manusia, dan keberlanjutan lingkungan. Beberapa ciri-ciri pencemaran tanah meliputi: 1. Perubahan Warna Tanah Tanah yang tercemar seringkali memiliki perubahan warna yang mencolok. Misalnya, tanah yang tercemar minyak biasanya menjadi lebih gelap. 2. Bau yang Tidak Biasa Pencemaran tanah bisa menghasilkan bau yang tidak biasa atau tidak sedap. Contohnya, tanah yang tercemar limbah organik dapat mengeluarkan bau busuk. 3. Penurunan Kesuburan Tanah Pencemaran dapat merusak kesuburan tanah dengan mengurangi kandungan nutrisi dan mikroorganisme yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. 4. Pertumbuhan Tanaman yang Tidak Normal Tanah yang tercemar dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman yang tidak normal. Ini bisa berupa tanaman yang tumbuh terlalu besar atau terlalu kecil, atau tanaman yang memiliki gejala klorosis (daun kuning) atau nekrosis (kematian jaringan). 5. Kandungan Logam Berat yang Tinggi Pencemaran tanah seringkali mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, arsenik, dan kadmium dalam jumlah berlebihan. Logam berat ini dapat meracuni tanaman dan hewan yang hidup di tanah tersebut. 6. Kontaminasi Kimia Tanah yang tercemar dapat mengandung bahan kimia berbahaya seperti pestisida, herbisida, bahan kimia industri, dan limbah berbahaya lainnya. 7. Gangguan terhadap Organisme Tanah Pencemaran tanah dapat mengganggu organisme tanah seperti cacing tanah, bakteri, dan mikroorganisme lainnya yang penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem tanah.


26 8. Kerusakan Struktur Tanah Pencemaran dapat merusak struktur tanah dan mengakibatkan erosi tanah yang lebih mudah terjadi. 4. Pencemaran Suara Pencemaran suara adalah suara yang tidak diinginkan, mengganggu, dan merusak pendengaran manusia pencemaran suara dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut: a. Kebisingan impulsive, yaitu kebisingan yang terjadi dalam waktu singkat dan biasanya mengejutkan. Contohnya suara ledakan mercon, suara tembakan, senjata dan suara petir . b. Kebisingan impulsif kontinu, yaitu kebisingan impulsif yang terjadi terus-menerus, tetapi hanya sepotong-sepoton. Ccontohnya suara palu yang dipukulkan terus-menerus . c. Kebisingan semi kontinu yaitu kebisingan kontinu yang hanya sekejap, kemudian hilang dan muncul lagi. Contohnya suara lalu lalang kendaraan bermotor di jalan dan suara pesawat terbang yang sedang melintas. d. Kebisingan kontinu, yaitu kebisingan yang datang secara terusmenerus dalam waktu yang cukup lama. Contohnya suara mesin pabrik. Kebisingan kontinu, terutama yang berintensitas tinggi, sering menjadi penyebab rusaknya pendengaran. Kebisingan Laut: Isu Krusial Yang Terabaikan Beberapa tahun belakangan, pencemaran suara di laut alias kebisingan laut merupakan salah satu masalah yang banyak mendapat sorotan. Studi mengenai dampak pencemaran suara di laut atau bising laut ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang cukup menarik, antara lain mengenai dampaknya terhadap mamalia laut. Tidak banyak orang tahu bahwa pencemaran suara di laut ternyata memberikan dampak yang berarti terhadap mamalia laut serta makhluk hidup lainnya yang bermukim di samudera. Pasalnya, mamalia laut menggunakan suara sebagai sarana untuk berkomunikasi, mengenali lingkungannya, serta membangun kewaspadaan. Bising laut ternyata menjadi salah satu bentuk pencemaran yang ada di laut yakni pencemaran suara atau kebisingan di laut. Sumber: https://www.mongabay.co.id/2019/08/16/kebisinganlaut-isu-krusial-yang-terabaikan/


27 Untuk menentukan tingkat kebisingan, digunakan alat SLM (sound level meter). Ukuran kebisingan dinyatakan dalam satuan decibel (dB). Rata-rata seseorang mampu mendengar suara dengan frekuensi 20 sampai 20.000 Hz. Kebisingan adalah suara dengan frekuensi di atas 80 dB. Di Indonesia nilai ambang batas untuk kebisingan yang diperkenankan adalah 85 dB untuk waktu kerja 8 jam per hari . Kebisingan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Tingkat gangguan tergantung pada tingkat kenyaringan suara tingkat kebisingan dan lamanya telinga mendengar kebisingan. Kebisingan juga menyebabkan gangguan psikologis seperti kesulitan berkonsentrasi dan gangguan fisiologi seperti sakit kepala. Pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Sederhana A. Tujuan : membuat IPAL sederhana di sekolah B. Landasan teori : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan suatu sistem atau fasilitas yang dirancang untuk membersihkan air limbah domestik atau industri sebelum dibuang ke lingkungan. IPAL bertujuan untuk mengurangi dampak negatif polusi air dan melindungi kualitas air di perairan serta menjaga kesehatan masyarakat. Proses pengolahan air limbah di dalam IPAL melibatkan beberapa tahap, seperti penyaringan mekanis, pengendapan, dan perlakuan kimia untuk menghilangkan kontaminan dan zat-zat berbahaya dari air limbah. Pentingnya IPAL dalam konteks perlindungan lingkungan dan kesehatan manusia tidak dapat diabaikan. Tanpa adanya sistem pengolahan air limbah yang efektif, limbah dapat mencemari sumber air dan mengancam keberlanjutan ekosistem perairan. Oleh karena itu, pemerintah dan industri di seluruh dunia berkomitmen untuk membangun dan menjaga IPAL yang sesuai dengan standar kualitas air untuk melindungi lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Upaya kolektif dalam penerapan teknologi IPAL yang ramah lingkungan juga menjadi bagian integral dari upaya global untuk mengatasi masalah lingkungan dan menjaga keberlanjutan sumber daya air.


28 Pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Sederhana C. Alat dan Bahan : Alat: - 2 Botol Air Mineral Bahan : - Batu - Gunting - Pasir - Lem - Ijuk - Paralon - Corong D. Cara Kerja 1. Gunting 2 botol pada bagian bawah sesuai alur (melingkar) 2. Masukkan ijuk ke botol yang telah dilubangi sampai padat 3. Sambungkan botol yang lain hingga rapat, kemudia lem botol agar tidak terjadi kebocoran 4. Masukkan batu ke ujung botol yang lain menggunakan corong hingga terisi setengahnya 5. Masukkan pasir yang telah di cuci bersih hingga botol penuh 6. Tutup botol menggunakan tutup yang telah diberi lubang sebagai akses bagi pipa paralon 7. Untuk lebih jelasnya, cara kerja pembuatan IPAL sederhana dapat dilihat pada link https://youtu.be/2LQZ89r2T4s?feature=shared


29 Dokumentasikan setiap langkah kegiatan yang kalian lakukan Buatlah video singkat dari kegiatan yang kalian lakukan Unggahlah hasil kerja kelompokmu pada platform sosial media Instagram dan presentasikan di depan kelas Bagikan link unggahan videomu kepada guru dan rekan sejawat lalu mintalah pendapatnya untuk mendapatkan feedback dan apresiasi REFLEKSI Setelah mempelajari materi pencemaran, apakah kalian sudah menguasai materi berikut? Berilah tanda centang (√) pada kolom “YA” atau “TIDAK” dengan jujur! NO PERNYATAAN YA TIDAK 1. Apakah kalian sudah memahami penyebab terjadinya pencemaran lingkungan? 2. Apakah kalian sudah mampu memahami indikator pencemaran air, udara, tanah, dan suara? 3. Apakah kalian sudah mampu merumuskan pemecahan masalah terkait pencemaran lingkungan? 4. Apakah kalian sudah mampu melakukan kegiatan pembuatan IPAL sederhana ? REFLEKSI PROFIL PELAJAR PANCASILA Guna mengembangkan karakter nilai-nilai Pancasila kalian, setelah mengikuti pembelajaran tentukan sikap kalian terhadap pernyataanpernyataan berikut! NO PERNYATAAN SIKAP SUDAH BELUM 1. Mampu berkomunikasi dengan baik saat pembelajaran di kelas


30 2. Mampu bernalar kritis secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. 3. Mampu berfikir kreatif untuk mendapatkan ide dalam mencari solusi permasalahan 4. Mampu memiliki sikap bergotong royong untuk melakukan kegiatan secara bersamasama dengan sukarela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. 5. Mampu memiliki sikap mandiri saat menerima pelajaran di kelas


31 ASESMEN FORMATIF 1. Perhatikan teks berikut: Data air visual situs penyedia peta polusi online harian kota-kota besar di seluruh dunia, menunjukkan bahwa di suatu Ibu Kota Negara A pada hari kamis pukul 6.00 pagi memiliki indeks kualitas udara (AQI) sebesar 201, atau masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kemudian pada pukul 9.00 pagi, sudah mulai menurun menjadi 158 dan masuk dalam kategori tidak sehat. Meskipun nilai indeks sudah menurun, kualitas udara di Kota tersebut masih berada di urutan nomor empat terburuk di dunia. Berdasarkan data tersebut, kemungkinan penyebab tingginya nilai indeks kualitas udara di Ibu Kota Negara A adalah? a. Terdapat banyak pabrik b. Kurangnya penghijauan c. Terjadinya pemanasan global d. Banyak Gedung bertingkat e. Penggunaan kendaraan bermotor 2. Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2020, sebanyak 68% air warga di daerah X mengalami pencemaran. Diduga pencemaran disebabkan oleh limbah rumah tangga yang berasal dari rembesan air buangan ke dalam sarana air minum. Limbah rumah tangga yang dominan berupa? a. Kaleng dan plastik b. Feses manusia dan pestisida c. Detergen dan bahan organik d. Detergen dan pupuk organik e. Minyak goreng dan minyak bumi


32 ASESMEN FORMATIF 3. Hasil pertanian dipengaruhi oleh kualitas tanah sebagai media tanam. Limbah yang dapat menurunkan kualitas tanah, antara lain? a. Kaleng dan kardus b. Pupuk anorganik dan pupuk organik c. Detergen dan biopestisida d. Pupuk kompos dan feses hewan ternak e. Kaleng, platik, dan sterofoam 4. Setiap bekerja, Pak Arif selalu memasang alat earplug untuk melindungi dan mengurangi tingkat kebisingan kontinu yang masuk ke telinganya. Profesi pekerjaannya kemungkinan sebagai? a. Polisi lalu lintas b. Karyawan pabrik c. Tukang bangunan d. Pelatih atlet menembak e. Penjaga pintu rel kereta api. 5. Perhatikan beberapa jenis limbah berikut: 1) Merkuri 5) Pupuk kimia 2) Detergen 6) Minyak bumi 3) Herbisida 7) Sampah daun 4) Feses hewan Pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat hingga menutupi permukaan air di danau dan rawa-rawa dipicu oleh peristiwa eutrofikasi yang dapat disebabkan oleh? a. 1 dan 4 b. 2 dan 5 c. 3 dan 6 d. 4 dan 7 e. 6 dan 7


33 Kota Batu, Malang, menghadapi tantangan serius terkait limbah kulit buah apel yang dihasilkan oleh industri lokal dan konsumen di wilayah tersebut. Buah apel merupakan komoditas hortikultura dengan sentra produksi di Kota Batu, wilayah Malang Raya, Provinsi Jawa Timur. Varietas apel yang terkenal di Kota Batu diantaranya Apel Anna, Apel Manalagi dan Apel Rome Beauty. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mengenai produksi buah-buahan dan sayuran tahunan menurut jenis tanaman di Kota Batu, jumlah produksi apel pada tahun 2019 sebesar 505.254 kuintal. Apel tersebut umumnya didistribusikan untuk dijual dalam bentuk segar ataupun diolah lagi menjadi berbagai macam olahan pangan seperti sari apel, keripik apel, dodol apel, cuka apel, dan sebagainya. Gambar 14. Apel banyak dijual di sepanjang jalan di Kota Batu Sumber : dokumentasi pribadi Dengan menjadi salah satu sentra produksi buah-buahan di Indonesia, limbah kulit buah apel menjadi masalah lingkungan yang perlu diatasi. Jumlah limbah kulit buah yang dihasilkan dari proses produksi dan konsumsi yang tinggi di Kota Batu dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Selain itu, limbah kulit buah ini dapat menimbulkan masalah kesehatan dan kebersihan jika tidak diurus secara efisien, memberikan dampak negatif pada lingkungan sekitar dan masyarakat yang tinggal di sana. Selain dari segi lingkungan dan kesehatan, masalah limbah kulit buah apel di Kota Batu Malang juga berkaitan dengan potensi pemanfaatannya. Meskipun limbah ini dapat dianggap sebagai sumber daya terbuang, namun


34 kurangnya kesadaran akan potensi nilai tambahnya dapat menjadi hambatan dalam pemanfaatan yang optimal. Oleh karena itu, perlu adanya inisiatif dan upaya dari pemerintah setempat dan pihak industri untuk mencari solusi yang berkelanjutan, seperti pengembangan metode daur ulang atau penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, guna mengurangi dampak negatif dan memanfaatkan limbah kulit buah apel dan jeruk secara efektif. Hasil dari proses pengolahan lebih lanjut buah apel tersebut menghasilkan limbah yang masih kurang dimanfaatkan. Salah satu contohnya adalah dalam pengolahan buah apel Manalagi menjadi keripik buah yang menghasilkan limbah berupa kulit apel. Limbah kulit apel tersebut masih kurang dimanfaatkan sebagai pangan sehingga sebagian pengrajin biasanya membuang atau menjadikannya sebagai pakan ternak. Limbah kulit apel sebenarnya dapat dimanfaatkan dengan diproses lebih lanjut menjadi ecoenzyme, pupuk organik, dan lain sebagainya. C. LIMBAH 1. Akumulasi Bahan Pencemar dalam Rantai Makanan Bahan pencemar yang sulit atau tidak dapat terurai di lingkungan dapat masuk dalam tubuh organisme dan berpindah dari satu organisme ke organisme lain melalui rantai makanan atau jaring-jaring makanan. Contohnya bahan pencemar DDT (dikloro difenil trikloroetana) yang digunakan oleh petani sebagai insektisida. Gambar 15. Magnifikasi biologis DDT dalam Suatu Rantai Makanan Sumber : (Campbell, Reece & Mitchell, 2004)


35 DDT sulit terurai sehingga residunya tetap berada di air atau tanah, yang kemudian terserap oleh ganggang atau tumbuh-tumbuhan tidak dapat terurai oleh reaksi di dalam tubuh makhluk hidup. Jika ganggang atau tumbuhan tersebut dimakan oleh herbivor, DDT akan berpindah ke tubuh herbivor, karnivor, dan seterusnya hingga ke konsumen pada tingkat trofik tertinggi. Pada setiap tingkatan trofik akan terjadi peningkatan akumulasi DDT. Akumulasi terbanyak terdapat pada tingkatan trofik paling tinggi. Proses peningkatan akumulasi bahan pencemar pada tingkatan trofik melalui rantai makanan disebut biomagnifikasi. Akumulasi DDT di dalam tubuh organisme dapat menyebabkan terjadinya gangguan fisiologi tubuh dan mutasi genetik gen atau kromosom 2. Macam-macam Limbah Limbah dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan sifat dari limbah tersebut: 1. Limbah cair adalah limbah yang berupa cair seperti sisa air detergen, minyak, air yang kotor, yang dapat berbahaya bagi kesehatan dan kualitas lingkungan akibat dari suatu kegiatan rumah tangga ataupun kegiatan industri. 2. Limbah padat adalah limbah berupa padatan seperti sampah padat yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga ataupun kegiatan di Kearifan Lokal Wisata Petik Jeruk Dalam pengelolaannya dalam sector agrowisata, tentunya wisata petik jeruk menghasilkan limbah kulit jeruk. Masyarakat umumnya. mengkonsumsi jeruk secara langsung atau diolah menjadi makanan atau minuman yang segar. Tingginya kapasitas produksi olahan buah jeruk sebanding dengan rata-rata limbah kulit jeruk yang dihasilkan. Kulit jeruk memiliki kontribusi sebanyak 40-50% dari total bobot buah (Indrastuti dan Aminah, 2020). Limbah yang dihasilkan dalam volume besar dapat menimbulkan potensi degradasi lingkungan apabila tidak disertai pengolahan yang tepat, namun limbah kulit jeruk merupakan limbah yang berharga karena limbah ini dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, selain itu limbah ini mudah didapat karena selalu ada dengan jumlah yang melimpah dan merupakan suatu biomassa murah yang dapat diperbarui (Akbar dkk, 2022). Tuliskan suatu gagasan/ide terkait pengolahan limbah Jeruk! Gambar 16. Kebun Jeruk di Wilayah Selorejo Sumber : Dokumentasi Pribadi INFERENSI


36 industri. Ada beberapa jenis limbah padat yaitu; (1) sampah plastik, (2) sampah kertas, (3) sisa pecahan kaca atau keramik, (4) sampah dari bahan logam seperti kaleng. Beberapa limbah tersebut dapat berasal dari kegiatan industri atau rumah tangga. 3. Limbah organik adalah limbah berupa sisa-sisa dari suatu organisme makhluk hidup atau bersifat organik yang dapat terurai dengan mudah. Limbah ini kebanyakan berasal dari kegiatan rumah tangga. 4. Limbah daur ulang adalah jenis limbah yang berasal dari barang-barang yang dapat di daur ulang kembali seperti berbagai furnitur atau bisa juga sampah organik yang di daur ulang menjadi kompos. 5. Limbah berbahaya adalah limbah yang memiliki sifat berbahaya apabila diolah sembarangan karena limbah ini dengan mudah terbakar, beracun, dan korosif. Ada beberapa jenis limbah ini yaitu; (1) limbah dari peralatan elektronik yang dapat beracun, (2) limbah dari kegiatan medis atau farmasi yang pastinya beracun karena mengandung banyak bahan kimia dan terdapat banyak bakteri di dalamnya, (3) limbah radioaktif. Kearifan Lokal Wisata Petik Apel Desa Sumbergondo merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Bumiaji, kota Batu. Desa Sumbergondo merupakan salah satu dari 3 desa yang mendapat penghargaan Desa Wisata Cerdas Mandiri Sejahtera Provinsi Jawa Timur (Sari, 2022). Hal ini membuktikan bahwa adanya keseriusan pemerintah dalam memajukan desa. Desa Sumbergondo adalah desa yang penduduknya mayoritas petani, masyarakat Sumbergondo bercocok tanam Apel. Desa Sumbergondo masih perlu sedikit perbaikan dalam beberapa bidang, seperti yang dikeluhkan warga sekitar akhir-akhir ini, yakni membusuknya apel karena faktor alam. Hasil dari proses pengolahan lebih lanjut buah apel tersebut menghasilkan limbah yang masih kurang dimanfaatkan. Salah satu contohnya adalah dalam pengolahan buah apel Manalagi menjadi keripik buah yang menghasilkan limbah berupa kulit apel. Untuk menangani permasalahan tersebut Desa Sumbergondo menyediakan TPS Khusus Limbah Apel dan Sayur untuk Pupuk. Dibangunnya TPS khusus ini karena rasa prihatin akibat ditemukannya limbah sampah buah apel dan sayur itu mencapai 10 kilogram setiap harinya yang tercecer. Sehingga pemerintah desa tersebut menyuguhkan lahan khusus mengatasi masalah tersebut. Selain dijadikan pupuk limbah organik tersebut juga dapat digunakan untuk pakan ternak. Tuliskan suatu gagasan/ide terkait pengolahan limbah Apel! INFERENSI Gambar 17. Kebun Apel di Daerah Sumbergondo Sumber: Dokumentasi Pribadi


37 3. Penanganan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari atau merusak lingkungan hidup serta membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup manusia beserta makhluk hidup lainnya. limbah (B3) memiliki karakteristik mudah meledak, mode terbakar bersifat reaktif dan korosi, beracun, dan menyebabkan infeksi bakteri. Mahasiswa FTP Ciptakan Beras dari Limbah Kulit Apel Desa Tulungrejo, Batu dikenal memiliki beberapa UMKM Keripik Apel cukup besar, dan sebagian warganya bekerja sebagai pekerja atau buruh pengupas kulit apel. Bisa dikatakan masyarakat belum proudktif dalam peningkatan ekonomi nya. Proses produksi Keripik Apel jika terus menerus dilakukan akan menimbulkan limbah kulit apel yang menumpuk. Potensi limbah kulit apel sehari menghasilkan 40 kg. Namun sebagian masyarakat hanya memanfaatkan limbah kulit apel sebagai pakan hewan ternak dan sisanya dibuang begitu saja. Jika kebiasaan tersebut masih terus menerus berlangsung akan sangat berdampak besar pada lingkungan dan kesehatan warga desa. Jumlah kulit apel yang tergolong cukup besar sehingga dapat menimbulkan pencemaran apabila tidak diolah secara baik. Padahal di dalam kulit apel memiliki banyak kandungan untuk dijadikan olahan produk yang ekonomis dan bermanfaat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan kulit apel menyebabkan masyarakat tidak mengetahui manfaat kulit apel dengan baik. Sebagian besar dari hasil produksi sampah di Desa Tulungrejo merupakan sampah organik. Sampah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga sehari-hari langsung dibuang tanpa diolah menjadi produk yang bernilai lebih. Padahal, limbah organik yang dihasilkan sangat berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo terutama limbah kulit apel. Oleh karena itu, Keenam Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Moch. Mukasyafatul Asror (TEP 2018), Arva Saktia Zulemita (TIP 2017), Esthy Dwi Anggraeni (TEP 2017), Erni Wahyu Wijayanti (TIP 2018), Husna Atikah (TIP 2018) dan Rizal Nur Alfian (TEP 2018) dibawah bimbingan dosen bapak Joko Prasetyo, STP., M.Si melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat menunjukkan kiprahnya melalui program berbasis Zero Waste dengan Judul “Pemanfaatan Potensi Limbah Kulit Apel Sebagai Beras Analog Guna Meningkatkan Ekonomi, Kualitas Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Desa Tulungrejo, Batu”. BENKAP (Beras Analog Kulit Apel) merupakan program pelatihan terpadu dalam penanganan limbah organik di Desa Tulungrejo. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara online untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan limbah organik berbasis zero waste untuk menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Kami juga menggagas produk turunan dari BENKAP yakni pupuk organic cair (POC) dari apel reject dan tepung kulit apel. Pembuatan Beras Analog ini cukup mudah dengan fortifikasi tepung jagung dan lain-lain. BENKAP memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang dapat mencegah kanker serta menangkal bakteri radikal bebas. Hingga saat ini, program BENKAP masih berlanjut dan akan terus dikembangkan untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo. Melalui program ini, Program BENKAP dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo dengan penjualan produk BENKAP sebesar Rp3.200.640,- /bulan. Langkah selanjutnya dari program ini yaitu bekerja dengan dinas pemerintahan terkait untuk mendukung keberlanjutan program. (dse) Sumber: https://tp.ub.ac.id/sakti-mahasiswa-ftp-ciptakan-beras-dari-limbah-kulit-apel/ Gambar 18 . Beras Analog Kulit Apel Sumber : tp.ub.ac.id


38 Limbah B3 berasal dari kegiatan industri, rumah sakit, rumah tangga, ataupun pertanian a. Titik limbah B3 dari kegiatan industri berupa senyawa kimia yang terlepas ke lingkungan yang terjadi pada waktu pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, ataupun penggunaan bahan-bahan dalam industri titik contohnya industri pupuk yang menghasilkan limbah ammonia b. Limbah B3 dari kegiatan Rumah Sakit berupa limbah radioaktif, limbah patologis (sisa-sisa jaringan, organ, plasenta, darah, dan cairan tubuh), limbah kimiawi (sisa zat untuk disinfeksi) limbah farmasi (obat-obatan kadaluarsa), Benda tajam (jarum suntik bekas, pisau, dan gunting) Terkontaminasi oleh kuman penyakit, dan limbah yang berpotensi menularkan penyakit . c. limbah B3 dari kegiatan rumah tangga berupa sisa-sisa obat kadaluarsa pemutih, deterjen, shampo makam per, baterai bekas, aerosol, racun tikus, dan pembasmi nyamuk . d. Limbah B3 dari kegiatan pertanian berupa insektisida dan pupuk Setelah memahami karakteristik limbah B3, cobalah mengidentifikasi limbah B3 di rumahmu. Tuliskan hasilnya dalam tabel, selanjutnya diskusikan dengan teman dan guru cara penangannya agar tidak berbahaya Cara Penanggulangan Limbah B3 di Rumah No Jenis Limbah B3 di Rumah Cara Penanganan 1. Baterai bekas Dipilah, dikumpulkan, dan diserahkan atau dikirim ke pusat pengolahan limbah B3. Selain itu, dapat dikembalikan ke produsen atau pabriknya sehingga dapat di recovery. 2. 3. REGULASI DIRI


Click to View FlipBook Version