The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indrawanprast17, 2024-01-13 19:02:05

FLIPBOOK BIOLOGI PERUBAHAN LINGKUNGAN

FLIPBOOK BIOLOGI PERUBAHAN LINGKUNGAN

39 Setiap orang yang melakukan usaha atau kegiatan yang menggunakan serta menghasilkan limbah B3 memiliki kewajiban mengelola limbah yaitu sebagai berikut - Melakukan reduksi, mengolah, dan menimbun limbah B3 - Titik Apabila hasil pengolahan limbah menghasilkan limbah yang bermanfaat limbah tersebut dapat dimanfaatkan sendiri atau diserahkan ke pihak pemanfaatan limbah B3 - Mengelola limbah B3 sesuai dengan teknologi yang ada, dan jika tidak mampu, limbah B3 diekspor ke negara lain yang memiliki teknologi tersebut - Memiliki izin pengelolaan limbah B3 sesuai dengan jenis pengelolaannya - Menyimpan limbah B3 paling lama 90 hari bagi limbah yang volumenya kurang dari 50 kg perhari. Penyimpanan ini dilakukan setelah pemilik industri mendapat persetujuan dari Bappedal (badan pengendalian dampak lingkungan)


40 Kearifan Lokal Kampung Ekologi Batu Salah satu destinasi wisata terbaru yang dikembangkan di Kota Batu yaitu Desa Wisata Kampung Ekologi (Batu Into Green) yang terletak di Kelurahan Temas, Kota Batu. Desa Wisata Kampung Ekologi merupakan salah satu desa wisata di Kota Batu yang memiliki beragam potensi wisata baik potensi pertanian dan edukasi yang layak untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata yang menarik dan potensial di masa yang akan dating (Khoirunnisa dkk, 2018). Perkembangan Desa Wisata Kampung Ekologi dapat dikatakan belum dikelola secara optimal karena masih lemahnya pengelolaan sehingga perkembangan Desa Wisata Kampung Ekologi lambat. Hal ini ditunjukan dengan sedikitnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Kampung Ekologi pada tahun 2017 jika dibandingkan dengan dua desa wisata lain yang dikembangkan secara bersamaan pada tahun 2015. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi pengelolaan yang tepat dengan melibatkan para stakeholder yang ada guna mengembangkan kawasan Desa Wisata Kampung Ekologi menjadi salah satu alternatif pilihan wisata bagi wisatawan. Potensi yang dimiliki oleh Desa Wisata Kampung Ekologi Temas antara lain adalah sebagai berikut : a. Pelatihan Daur Ulang Sampah Di pelatihan daur ulang sampah ini pengunjung wisatawan di bimbing untuk membuat hasil kerajinan dan bahan sampah. Sebelum memulai cara membuat kerajinan tersebut pengunjung di berikan waktu untuk menonton video daur ulang samapah yang telah di siapkan, bagaimana cara – cara mendaur ulang sampah secara baik. b. Pelatihan Tanaman Organik Pelatihan tanaman organik, di pelatihan ini pengunjung di berikan penjelasan dan praktek langsung lapangan atau kebun bagaiman cara – cara merawat tanaman, hama yang menyerang, pupuk – pupuk organik yang di gunakan dalam pertanian organik dan bahayanya penggunaan pupuk anorganik (Pupuk Kimia) dalam kelangsungan proses tanaman. c. Lorong Tematik Pengunjung juga berhak menikmati lorong – lorong tematik yang mengandung unsur alam dan edukasi yang di tawarkan dan spot foto di Kampung Ekologi Batu. Analisislah desa di sekitar tempat tinggalmu, dapatkah desa tersebut dikelola menjadi desa wisata seperti Kampung Ekologi di Batu? Berikan alasanmu! ANALISIS Gambar 19. Gapura Kampung Ekologi (Sumber: Dokumentasi Penulis) Gambar 20. Lorong Tematik di Kampung Ekologi (Sumber: Dokumentasi Penulis)


41 Pembuatan Eco-Enzyme Dari Limbah Kulit Buah Apel A. Tujuan : membuat eco-enzyme dari limbah kulit buah (apel, jeruk, pisang, dan lain sebagainya) B. Landasan teori : Eco-enzyme merupakan alternatif alami dari bahan kimia sintesis berbahaya di rumah. Dengan membuat eco-enzyme berarti mengurangi produksi limbah kimia sintesis dan sampah plastik sisa kemasan produk rumah tangga pabrikan. Cara membuat eco-enzyme tidak begitu sulit. Cara membuat eco-enzyme dengan mudah dengan rumus 1:10:3. Rumus tersebut berarti 1 bagian gula, 10 bagian air, dan 3 bagian sisa sayur dan buah, misalnya volume wadah sebesar 10L maka bagian gula sebesar 600 gram, air sebesar 6L, serta sisa buah dan sayur sebesar 1800 gram. C. Alat dan Bahan : Alat: - Wadah tertutup Bahan : - Air - Pengaduk - Cairan Molase/gula merah - Kulit buah apel D. Cara Kerja 1. Membersihkan wadah dari sisa sabun/bahan kimia. Wadah yang digunakan memiliki tutup bermulut lebar, bisa besar/kecil, berbahan plastik, tidak bermulut sempit karena rentan meledak, dan tidak berwadah kaca karena rentan pecah. 2. Ukur volume wadah. 3. Masukkan air bersih sebanyak 60% dari volume wadah. 4. Masukkan gula sesuai takaran yaitu 10% dari berat air. 5. Masukkan potongan sisa buah dan sayur sebesar 30% dari berat air, lalu aduk rata. 6. Tutup rapat dan beri label tanggal pembuatan dan tanggal panen. 7. Selama 1 minggu pertama, buka tutup wadah untuk membuang gas. 8. Aduk pada hari ke-7, hari ke-30, dan hari ke-90.


42 Dokumentasikan setiap langkah kegiatan yang kalian lakukan Buatlah poster sederhana dari kegiatan yang kalian lakukan Unggahlah hasil kerja kelompokmu pada platform sosial media Instagram dan presentasikan di depan kelas Bagikan link unggahan postermu kepada guru dan rekan sejawat lalu mintalah pendapatnya untuk mendapatkan feedback dan apresiasi REFLEKSI Setelah mempelajari materi limbah, apakah kalian sudah menguasai materi berikut? Berilah tanda centang (√) pada kolom “YA” atau “TIDAK” dengan jujur! NO PERNYATAAN YA TIDAK 1. Apakah kalian sudah memahami macammacam limbah? 2. Apakah kalian sudah mampu memahami cara menangani limbah yang baik dan benar? 3. Apakah kalian sudah mampu merumuskan pemecahan masalah terkait limbah yang ada di lingkungan sekitar? 4. Apakah kalian sudah mampu melakukan kegiatan pembuatan Ecoenzyme? REFLEKSI PROFIL PELAJAR PANCASILA Guna mengembangkan karakter nilai-nilai Pancasila kalian, setelah mengikuti pembelajaran tentukan sikap kalian terhadap pernyataanpernyataan berikut! NO PERNYATAAN SIKAP SUDAH BELUM 1. Mampu berkomunikasi dengan baik saat pembelajaran di kelas 2. Mampu bernalar kritis secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun


43 kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. 3. Mampu berfikir kreatif untuk mendapatkan ide dalam mencari solusi permasalahan 4. Mampu memiliki sikap bergotong royong untuk melakukan kegiatan secara bersamasama dengan sukarela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. 5. Mampu memiliki sikap mandiri saat menerima pelajaran di kelas ASESMEN FORMATIF 1. Di suatu sungai besar, banyak ditemukan ikan jenis tiger fish yang suka memakan ikan kapenta. Terkadang, beberapa burung kormoran terbang di atas sungai untuk makan tiger fish. Di dalam air, banyak ditemukan ganggang (alga). Sungai besar tersebut mendapat aliran air dari beberapa sungai kecil/ parit-parit sawah. Di sawah petani sering menggunakan DDT (dikloro difenil trikloroetana) untuk menyemprot serangga hama karena dianggap lebih efektif dibanding jenis insektisida lainnya. Pernyataan yang tepat terkait tingkat akumulasi DDT dalam tubuh organisme pada rantai makanan yang terjadi adalah A. Akumulasi ddt dalam padi paling besar B. Akumulasi ddt terkecil di tubuh ikan tiger fish C. Akumulasi ddd dalam tadi jumlahnya sama dengan alga D. Tubuh burung komponen paling banyak mengandung ddt E. DDT dalam tubuh lebih banyak daripada Tiger 2. Selain harganya murah, plastik sangat ringan sehingga mudah dibawa kemana-mana titik-titik tuntutan gaya hidup yang serba praktis dan cepat, menyebabkan sampah plastik berupa botol minuman dan kemasan makanan jumlahnya semakin meningkat titik namun lingkungan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menguraikannya. solusi yang paling efektif untuk permasalahan tersebut adalah


44 ASESMEN FORMATIF A. Melakukan daur ulang sampah plastik B. Menimbun sampah plastik di dalam tanah C. Menggantikannya dengan bioglastik dari Pati D. Menghancurkan sampah plastik dengan mesin E. Pembakar sampah plastik dengan alat incinerator 3. Proses pengolahan limbah cair melalui tahap-tahap tertentu. Tujuan pemberian bahan-bahan disinfektan pada instalasi pengolahan limbah cair domestic yang dibangun di perkantoran adalah? a. Mengendapkan pasir dan partikel b. Agar mengandung oksigen terlarut c. Mematikan seluruh mikroorganisme d. Mematikan mikroorganisme pathogen e. Agar tidak ada ganggang yang tumbuh 4. Semakin hari, semakin banyak limbah elektronik telepon seluler dan laptop berupa baterai ion lithium. baterai bekas tersebut termasuk limbah B3 yang membahayakan manusia dan makhluk hidup lainnya. penanganan yang paling tepat adalah? a. Ditimbun di dalam tanah yang sangat dalam b. Dibakar bersama-sama dengan sampah plastik c. Didaur ulang untuk dijadikan mainan anak-anak d. Dibungkus plastik lalu dibuang ke tempat sampah e. Diserahkan ke tempat penampungan khusus limbah B3


45 RANGKUMAN Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup zat energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. pencemaran dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pencemaran udara pencemaran air, pencemaran tanah dan pencemaran suara. Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup atau zat lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu dan air tidak berfungsi lagi sesuai kegunaannya Pencemaran udara adalah adanya bahan atau zat asing di udara yang mengakibatkan perubahan susunan komposisi udara dari keadaan normalnya. zat penyebab pencemaran udara antara lain karbon monoksida, nitrogen oksida, kloro fluorokarbon dan gas rumah kaca Pencemaran tanah adalah masuknya zat pencemar ke dalam tanah baik secara langsung maupun tidak langsung titik pencemaran tanah dapat disebabkan oleh insektisida fungisida, herbisida, DDT, pupuk kimia, plastik, kaca, sterofom, kaleng, dan limbah industri. Pencemaran suara adalah suara atau bunyi yang tidak diinginkan, tidak disenangi, mengganggu, dan dapat merusak pendengaran manusia. suara dikatakan fishing apabila frekuensinya lebih dari 80 DB


46 ASESMEN SUMATIF Pilihan Ganda 1. Perhatikan rantai makanan berikut: Fitoplankton Zooplankton Ikan Kecil Ikan Besar Burung Pemakan Ikan Seorang peneliti mengukur kadar pestisida yang terkandung di dalam organisme pada rantai makanan tersebut. Hasil pengukuran disajikan dalam grafik berikut : Grafik yang menunjukkan kadar pestisida di dalam tubuh ikan besar ditunjukkan oleh nomor? A. 1 D. 4 B. 2 E. 5 C. 3 2. Eutrofikasi sering terjadi di danau atau rawa yang mendapat aliran air dari area pertanian. Zat pencemar yang berpotensi menyebabkan eutrofikasi adalah? a. Pupuk b. Insektisida c. Pupuk dan herbisida d. Pupuk dan sampah organic e. Pupuk, herbisida, dan insektisida 3. Perhatikan grafik jumlah pestisida (ppm) yang terakumulasi di dalam tubuh lima populasi berikut! 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 Organisme Kadar Pestisida Dalam Jaringan (mg/kg)


47 Lima populasi dalam grafik gtersebut berada di tingkat trofik berbeda pada satu rantai makanan. Organisme herbivor pada grafik yang ditunjukkan oleh nomor? a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 4. Menurut sejumlah peneliti, tingkat deforestasi Indonesia masih tinggi sehingga menimbulkan kekhawatiran global. Dampak deforestasi yang tepat adalah? Hujan Asam Banjir Meningkatnya Karbon Dioksida di Atmosfer A. √ √ x B. x √ √ C. √ √ √ D. x x √ E. x x x 5. Seorang petani memberikan pupuk pada lahan pertaniannya. Sesaat kemudian terjadi hujan lebat yang menyebabkan sejumlah pupuk tercuci. Dan masuk kedalam danau. Dampak dari peristiwa tersebut adalah? Tanaman Pertanian Tumbuhan di Danau A. Naiknya pertumbuhan Naiknya pertumbuhan B. Naiknya pertumbuhan Menurunnya pertumbuhan C. Menurunnya pertumbuhan Naiknya pertumbuhan D. Menurunnya pertumbuhan Menurunnya pertumbuhan 0,02 200 10 1.600 1.230 0 500 1000 1500 2000 Populasi 1 2 3 4 5


48 E. Tidak terjadi pengaruh Menurunnya pertumbuhan 6. Seorang peneliti menyelidiki lumut kerak di lima daerah yang berbeda. Hasil penelitian disajikan dalam table berikut: Daerah Rata-Rata Diameter Lumut Kerak Warna Lumut Kerak 1 11 cm Hijau 2 9 cm Hijau 3 2 cm Putih 4 10 cm Hijau 5 5 cm Hijau pucat Daerah yang paling tercemar udaranya ditunjukkan oleh nomor? A. 1 D. 4 B. 2 E. 5 C. 3 7. Karbon dioksida merupakan salah satu zat pencemar udara. Hal berikut yang bukan merupakan dampak jika kadar karbon dioksida terus meningkat di atmosfer bumi adalah? A. Meningkatnya suhu bumi B. Menyebabkan hujan asam C. Menyebabkan gagal panen D. Meningkatnya permukaan air laut E. Perubahan musim yang tidak menentu 8. Dilakukan pengujian terhadap beberapa jenis pestisida berbeda untuk melihat dampak racun yang ditimbulkan terhadap ikan. Ilmuwan menemukan konsentrasi pestisida yang dapat menyebabkan kematian 50% ikan dalam waktu empat hari. Hasilnya disajikan dalam tabel berikut: Jenis Pestisida Konsentrasi yang Dapat Menyebabkan Kematian 50% Ikan (ppm) 1 0,14 2 0,01 3 10,10 4 12,20 5 7,56 Jenis pestisida yang berbahaya bagi ikan ditunjukkan oleh nomor? A. 1 D. 4


49 B. 2 E. 5 C. 3 9. Efek rumah kaca menyebabkan terjadinya pemanasan global. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peristiwa tersebut adalah? A. Mengurangi pajak bahan bakar minyak B. Melakukan reforestasi hutan yang gundul C. Tidak membangun banyak gedung berkaca D. Meningkatkan jumlah kendaraan bermotor E. Menggunakan kendaraan bermotor yang baru 10. Lima sampel air diteliti dari berbagai tempat yang berbeda. Terhadap setiap sampel dilakukan penghitungan jumlah rata-rata organisme per spesies dan jumlah spesiesnya. Data hasil perhitungan disajikan pada table berikut: Sampel Air Rata-rata Jumlah Organisme Per Spesies Jumlah Spesies 1 651 5 2 281 31 3 401 18 4 401 19 5 420 43 Sampel air yang paling tercemar bahan kimiawi ditunjukkan oleh nomor? A. 1 D. 4 B. 2 E. 5 C. 3 Essay Ancaman Bahaya Merkuri di Indonesia Tahukah Anda kasus penyakit Minamata yang terjadi pada tahun 1950-an di Teluk Minamata pesisir laut Shinarui, Jepang? Penyakit Minamata adalah gangguan pada system saraf pusat dengan gejala berkurangnya fungsi indra sensorik (perasa, peraba, pendengaran, dan penciuman), gemetar (tremor), gangguan ingatan, gangguan kendali, dan koordinasi pada otot, bergerak dan berbicara seperti orang dengan gangguan jiwa, kesulitan berjalan, kelumpuhan, koma, dan kematian. Pada ibu hamil, penyakit minamata dapat merusak otak janin, menyebabkan mikrosefalus, keterbelakangan mental, tuli


50 dan kebutaan. Penyakit tersebut disebabkan oleh konsumsi ikan, udang, dan kerang yang terkontaminasi merkuri. Kondisi tersebut disebabkan oleh pelepasan limbah metil merkuri berjumlah besar oleh sebuah pabrik kimia ke Teluk Minamata yang berlangsung selama 36 tahun sehingga terakumulasi limbah merkuri seberat 27 ton. Merkuri terkandung dalam air di sekitar teluk minamata dan meracuni tumbuhan ikan, udang, kerrang, dan manusia melalui rantai makanan. Pemerintah Jepang mencatat sekitar 1784 orang meninggal dan puluhan ribu lainnya menderita gejala berat akibat penyakit minamata. Bagaimanakah pencemaran merkuri di Indonesia? Sumber pencemaran merkuri di lingkungan dapat berasal dari aktivitas gunung berapi, pelapukan batuan, dan akibat aktivitas manusia seperti penambangan emas skala kecil (PESK) ilegal. sumber pencemaran merkuri terbesar berasal dari PESK, yaitu 37%. Pada kasus di Minamata dan 4 daerah di sekitarnya kadar konsentrasi merkuri rata-rata sebesar 2,55 mikrogram/gram pada perempuan. Sementara pencemaran merkuri akibat penambangan ilegal di sebuah daerah X, kandungan Hg dalam urine penduduk di sekitar area penambangan antara 10,5 mikrogram/liter - 127 program/liter. Angka tersebut sangat tinggi karena acuan standar hanya 9 mikrogram/liter . Merkuri merupakan logam berat gula bersifat stabil di lingkungan terutama dalam sedimen, mengikat protein, mudah menguap, dan mengemisi uap beracun. PESK sering menggunakan cairan perak merkuri (air raksa) untuk memisahkan butiran emas dari material batuan. Butiran emas dikumpulkan, sedangkan sisa-sisa batuan atau lumpur yang bercampur merkuri dibuang ke aliran sungai hingga akhirnya mengalir ke laut. 1. Berilah tanda centang (√) pada pernyataan yang sesuai dengan data informasi pencemaran merkuri. Merkuri mudah terurai di lingkungan karena mudah menguap dan mengemisi uap beracun Aktivitas pertambangan emas skala kecil (PESK) illegal memungkinkan terjadinya kasus penyakit Minamata Air raksa digunakan untuk memisahkan butiran emas dari material batuan Limbah merkuri dari pabrik batu baterai merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3)


51 Menurut ahli kesehatan, kandungan rata-rata Hg dalam urine penduduk di sekitar area penambangan emas illegal masih aman 2. Berilah tanda centang (√) pada kolom benar atau salah untuk setiap pernyataan terkait bahaya merkuri terhadap kehidupan. Pernyataan Benar Salah a. Jika plankton, zooplankton, lele, dan ikan cere (gupi) membentuk rantai makanan di dalam Sungai yang tercemar merkuri, akumulasi Hg tertinggi di tubuh ikan cere. b. Pada ibu hamil, penyakit Minamata dapat merusak otak janin sehingga menyebabkan makrosefalus c. Pada kasus di Minamata, kandungan merkuri pada tubuh laki-laki umumnya lebih tinggi dibandingkan Perempuan. d. Di antara organisme yang hidup di perairan tercemar merkuri, kandungan Hg kadar terendah pada produsen e. Penduduk yang tubuhnya mengandung merkuri lebih dari 5,55 mikrogram/gram beresiko menderita penyakit minamata 3. Mungkinkah penyakit Minamata di derita oleh penduduk yang bertempat tinggal tidak berdekatan dengan lokasi pertambangan emas skala kecil (PESK) illegal? Jelaskan alasannya. KOMODITAS BUAH JERUK DI BATU-MALANG BERPOTENSI MENGHASILKAN LIMBAH Kearifan lokal di wisata petik jeruk yang berada di kebun jeruk milik warga yang berada di belakang SMAN 02 Batu Kecamatan Junrejo Kota Batu ini menawarkan beberapa keistimewaan yaitu tanpa tiket masuk, makan dalam kebun gratis, bawa pulang baru bayar. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada warga setempat, hasil petik jeruk bisa timbang sendiri, makan gratis dan bayar sendiri apabila dibawa pulang. Hal ini menanamkan kearifan lokal tentang filosofi memberi dan arti kejujuran. Selain kebun jeruk di wilayah Junjero, satu lagi wilayah wisata petik jeruk yang terkenal adalah di Desa Selorejo Kecamatan dau Kabupaten


52 Malang. Desa Selorejo merupakan daerah penghasil jeruk tertinggi yang ada di Indonesia. Desa ini memiliki iklim yang baik seperti suhu udara yang rendah dan kelembaban yang tinggi sebagai pendukung untuk pengembangan pertanian khususnya pada buah jeruk. Di tahun 2016 Desa Selorejio menghasilkan 788,025 ton/tahun jeruk dan 15.080 diantaranya diolah oleh UMKM menjadi sirup, sabun, ice cream, dan juga permen (Mutiara dan Nurhantanto, 2017). Dalam pengelolaannya dalam sector agrowisata, tentunya wisata petik jeruk menghasilkan limbah kulit jeruk. Masyarakat umumnya mengkonsumsi jeruk secara langsung atau diolah menjadi makanan atau minuman yang segar. Tingginya kapasitas produksi olahan buah jeruk sebanding dengan rata-rata limbah kulit jeruk yang dihasilkan. Kulit jeruk memiliki kontribusi sebanyak 40-50% dari total bobot buah (Indrastuti dan Aminah, 2020). Limbah yang dihasilkan dalam volume besar dapat menimbulkan potensi degradasi lingkungan apabila tidak disertai pengolahan yang tepat, namun limbah kulit jeruk merupakan limbah yang berharga karena limbah ini dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, selain itu limbah ini mudah didapat karena selalu ada dengan jumlah yang melimpah dan merupakan suatu biomassa murah yang dapat diperbarui (Akbar dkk, 2022). Kulit buah jeruk ini dapat digunakan untuk bahan antiseptik yaitu dengan memanfaatkan kandungan senyawa kimia yang ada pada kulit buahnya yang berupa minyak atsiri. Minyak atsiri kulit jeruk dipercaya memiliki khasiat antiseptik, antivirus, astringen, Gambar 21. Cara Pembuatan Ecoenzyme Sumber : www.gurusiana.com


53 haemostatik,restoratif dan tonikum, selain itu mempunyai fungsi sebagaian tiba kriteria yaitu flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aereus(kuman pada kulit)(Ermawati, etal. 2020). Salah satu Langkah untuk memanfaatkan dan mengolah limbah organik adalah dengan mengkonversinya menjadi Eco-enzyme. Eco-enzyme atau dalam Bahasa Indonesia disebut ekoenzim merupakan larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari proses fermentasi sisaorganik, gula, dan air. Cairan Eco-enzyme ini berwarna coklat gelap dan memiliki aroma yang asam/segar yang kuat (M.Hemalatha,2020). 4. Pasangkan pertanyaan dengan jawaban yang sesuai terkait cara pembuatan ecoenzyme dalam tabel berikut: Pertanyaan Jawaban Rasio bahan pembuatan ecoenzyme adalah 1:3:10. Rasio perbandingan 3 ditujukan untuk? o o Air Cairan molase didapat dari larutan? o o 1 Memenuhi 80% bagian wadah menggunakan limbah kulit buah merupakan Langkah ke? o o Buah dan sayur Memenuhi 60% dari ukuran wadah menggunakan air merupakan Langkah ke? o o Ecobreak Larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari proses fermentasi sisaorganik, gula, dan air. Merupakan definisi dari? o o Gula o Ecoenzyme o 3 5. Manakah pertanyaan dibawah ini yang sesuai dengan isi bacaan diatas? Di tahun 2016 Desa Selorejo menghasilkan 878,025 ton/tahun jeruk dan 15.080 diantaranya diolah oleh UMKM menjadi sirup, sabun, ice cream, dan juga permen Kulit jeruk memiliki kontribusi sebanyak 50-60% dari total bobot buah


54 Limbah yang dihasilkan dalam volume besar tidak dapat menimbulkan potensi degradasi lingkungan apabila tidak disertai pengolahan yang tepat Kandungan minyak atsiri kulit jeruk memiliki khasiat antiseptik, antivirus, astringen, haemostatik,restoratif dan tonikum, selain itu mempunyai fungsi sebagaian tiba kriteria yaitu flavanoid yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aereus(kuman pada kulit) Kulit jeruk merupakan biomassa yang murah dan murah diperbarui


55 Azizah, N., 2021. Dampak Dari Sampah Rumah Tangga Mengakibatkan Pencemaran Lingkungan. DOI 10.31219/osf.io/q5n6c. Campbell, N.A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. 2010. Biologi, edisi ke-8. Terj. Dari: Biology. 8th ed. Oleh Manulu, W.Jakarta: Erlangga Irianto, I Ketut. 2015. Buku Bahan Ajar Pencemaran Lingkungan. Universitas Warmadewa, (Online), (http://repository.warmadewa.ac.id/231/, diakses pada 14 Oktober 2021) Jainal Abidin, dkk. 2021. Pengaruh Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Untuk Menambah Pemahaman Masyarakat Awam Tentang Bahaya Dari Polusi Udara. DOI 978-979-792-691-5 Nusantara, E. E. (2020). Modul belajar pembuatan eco-enzyme. Nusantara Bersama Kita. Subardi, dkk. 2009. Biologi untuk Kelas X SMA dan MA. Jakarta: CV Usaha Makmur Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Yusa. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Biologi untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Bandung: Grafindo Media Pratama. DAFTAR PUSTAKA


56 Amoniak : Amoniak (NH3) merupakan salah satu gas yang menyebabkan pencemaran udara. Baju Hazmat : Hazmat adalah singkatan dari hazardous materials atau bahan-bahan berbahaya, atau dikenal juga dengan nama pakaian dekontaminasi, adalah perlengkapan perlindungan pribadi yang terdiri dari bahan yang impermeabel dan digunakan untuk proteksi melawan material berbahaya, termasuk patogen, kuman Belerang Dioksida : Belerang dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus SO₂. Senyawa ini merupakan gas beracun dengan bau menyengat yang dilepaskan oleh gunung berapi dan beberapa pemrosesan industri. BOD : BOD adalah suatu pengukuran pendekatan jumlah biokimia yang terdegradaasi di perairan. Hal ini didefinisikan sebagai jumlah oksigen yang di perlukan oleh proses mikro organisme aerob untuk mengoksidasi menjadi bahan anorganik. CO : CO adalah ukuran kandungan oksigen terlarut dalam air. COD : COD adalah ukuran kandungan oksigen yang diperlukan agar bahan buangan di dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia. DAS : DAS (Daerah Aliran Sungai) adalah wilayah yang dikelilingi dan dibatasi oleh topografi berupa punggung bukit atau pegunungan. Daur Biogeokimia : Daur biogeokimia atau daur organik-anorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang berasal dari komponen abiotik menuju ke GLOSARIUM


57 komponen biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. DDT : DDT merupakan insektisida sintetis khususnya dibidang pertanian. Dinamis : Dinamis adalah istilah umum yang merujuk kepada segala sesuatu atau kondisi yang terusmenerus berubah, bergerak secara aktif dan mengalami perkembangan berarti. Ecoenzyme : Ecoenzyme adalah larutan kompleks hasil fermentasi dari limbah organik seperti limbah buah dan sayuran dengan gula merah atau molase dan air dengan bantuan mikroorganisme selektif dari kelompok jamur dan bakteri selama 3 bulan. Efek Rumah Kaca : Istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca diatas dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Ekosistem : Suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Erosi : Erosi adalah peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian- bagian tanah dari suatu tempat lain oleh media alami. Homeostasis : Homeostasis adalah proses dan mekanisme otomatis yang dilakukan makhluk hidup untuk mempertahankan kondisi konstan agar tubuhnya dapat berfungsi dengan normal, meskipun terjadi perubahan pada lingkungan di dalam atau di luar tubuh. Hortikultura : Hortikultura ialah cabang ilmu yang membahas perihal pertanian yang meliputi tanaman buah, sayur, dan tanaman hias. Komoditas : Komoditas adalah sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan


58 produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka. Konservasi : Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam. Larung Sesaji : Larung Sesaji Labuh Bumi merupakan serangkaian upacara adat/ ritual selamatan Limbah : Buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik. Limbah B3 : Suatu buangan atau limbah yang sifat dan konsentrasinya mengandung zat yang beracun dan berbahaya sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainya. Limbah Domestik : Limbah padat domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk (rumah tangga) dan kegiatan usaha seperti pasar, restoran, dan gedung perkantoran. Mikroplastik : Mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dan dapat mencemari lingkungan. Molase : Molase merupakan produk sampingan dari industri pengolahan gula yang masih mengandung gula dan asam-asam organik. Monokultur : Monokultur adalah praktik budidaya tanaman di lahan pertanian dengan menanam satu jenis tanaman dalam waktu satu tahun. Ozon Troposferik : Ozon troposferik adalah ozon (O3) yang terbentuk di lapisan troposfer yaitu lapisan atosfer yang tepat di atas permukaan bumi. Pencemaran Lingkungan : Masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga


59 melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan Piramida Ekologi : Piramida ekologi adalah gambaran susunan antar trofik dapat disusun berdasarkan kepadatan populasi, berat kering, maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap trofik. Vegetasi : Vegetasi yaitu suatu komunitas tumbuhan yang terdapat pada kawasan geografi.


Click to View FlipBook Version