kebutuhan yang ada di lingkungannya. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial menuntun peserta didik memahami pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkannya secara bijak, agar peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab akan hak dan kewajibannya di masyarakat. 2) Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai program pendidikan tidak hanya menyajikan konsep pengetahuan semata, namun yang terpenting harus mampu membina peserta didik menjadi warga negara yang tahu akan hak dan kewajibannya, memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan seluas-luasnya. Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menurut Stanley dan Nelson, tujuan pendidikan IPS di Indonesia pada intinya mempersiapkan peserta didik sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), sikap dan nilai (attitudes dan values) yang dapat dipergunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah , mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, kemasyarakatan, agar menjadi warga negara yang baik (Susanti, 2018). Tujuan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial juga diperkuat oleh Soemantri ( 2001: 260), yaitu untuk mempersiapkan peserta didik untuk siap berpartisipasi dalam masyarakat sehingga setiap peserta didik mengetahui bagaimana peran diri sendiri, baik dalam keluarga maupun masyarakat, mengetahui peranan orang lain dan
bagaimana memerankan peranan orang lain, serta siap menerima bentuk apapun yang diberikan masyarakat (Frederikus et al., 2017). 6. Nilai-nilai Dalam Pembelajaran IPS Seperti pada mata pelajaran lain, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sarat dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Menurut Sumaatmaja, nilai-nilai dalam pembelajaran IPS meliputi (Siska, 2016) 1) Nilai Ketuhanan. Dalam pembelajaran IPS, nilai ketuhanan yang diangkat adalah peserta didik mengagumi karya cipta Allah S.W.T. baik berupa fenomena fisik, alamiah, maupun fenomena kehidupan sehingga tumbuh landasan kuat bagi penanaman dan pengembangan nilai ketuhanan yang menjadi kunci kebahagiaan kita baik lahit maupun batin. 2) Nilai teoritis. Dalam hal ini peserta didik dibina dan dikembangkan daya nalarnya kearah dorongan mengetahui sendiri kenyataan (sense of reality), dan dorongan menggali sendiri di lapangan (sense of discovery), serta kemampuan menyelidiki dan meneliti dengan mengajukan berbagai pertanyaan (sense of inquiry). 3) Nilai praktis. Pembelajaran IPS diproses secara menarik dan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari yang disesuaikan dengan tingkat usia dan kegiatan peserta didik. Nilai praktisnya dapat diambil dari pengalaman belajarnya melalui mengikuti berita, mendengarkan radio, membaca cerita bahkan sampai permasalahan di kehidupan sehari-hari.
4) Nilai edukatif. Salah satu tolok ukur keberhasilan pembelajaran IPS, yaitu adanya perubahan perilaku sosial peserta didik ke arah lebih baik. Perilaku tersebut mencakup kognitif, afektif dan psikomotor. Peningkatan kognitif dalam hal ini tidak hanya terbatas makin meningkatnya pengetahuan sosial, melainkan peningkatan nalar sosial dan kemampuan alternatif pemecahan masalah sosial. 7. Flipbook Dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Pembelajaran IPS di sekolah dasar berbeda dengan pembelajaran IPS di tingkat menengah dan atas. Tentunya akan lebih dikemas semenarik mungkin. Hal ini disebabkan tingkat pemahaman peserta didik di sekolah dasar masih dalam tahap dasar. Untuk itu penggunaan media pembelajaran Flipbook akan menunjang peserta didik untuk mempelajari IPS lebih jauh lagi. Dengan tampilan dan fitur-fitur yang ada di dalamnya menjadikan pembelajaran IPS akan jauh lebih menantang dan dapat menuntun peserta didik untuk berpikir kritis, terasah kreativitasnya serta terlihat peningkatan hasil belajarnya yang akhirnya peserta didikpun dapat membuat sumber belajarnya secara mandiri. 8. Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Flipbook 1) Pengertian Efektivitas Kegiatan proses pembelajaran dapat diketahui berhasil atau tidaknya tergantung bagaimana seorang pendidik mengelolanya dengan baik. Pengelolaan inilah yang diartikan dengan ketepatan waktu yang sudah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial di sekolah dasar, akan dapat lebih bervariasi jika dalam proses pembelajarannya, pendidik menerapkan konsep efektivitas. Tingkat ketuntasan dan ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dilihat dari tingkat keefektifan pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang tepat. Pengertian keefektifan itu sendiri menurut para ahli antara lain; Mahmudi (2005:92) dalam Taufiq Rohman yang menyatakan bahwa efektivitas adalah hubungan yang saling terikat antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi (sumbangan) output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi, program atau kegiatan (Rohman, 2019). Ini menunjukkan bahwa keefektifan suatu kegiatan akan berdampak kepada hasil sebuah kegiatan. Pendapat serupa juga dari Kurniawan (2005:109) dalam Taufiq Rohman, mendefinisikan efektivitas adalah kemampuan melaksanakan tugas atau fungsi (operasi kegiatan program atau misi) dari suatu organisasi atau sejenisnya yang tidak ada tekanan atau ketegangan diantara pelaksanaannya (Rohman, 2019). Ini artinya efektifitas merupakan suatu kemampuan seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan tanpa adanya paksaan untuk mewujudkan misi sebuah organisasi. Lebih lanjut, Hidayat dalam Rizky (2011:1) menjelaskan efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai (Rohman, 2019).
Efektifitas dalam hal ini artinya dimana makin besar persentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya. Berdasarkan teori di atas, dapat disimpulkan bahwa efektifitas adalah suatu proses yang menyatakan ukuran dalam hal ini kuantitas hasil sebuah kegiatan dalam mewujudkan sebuah visi atau tujuan untuk melihat seberapa jauh target sasaran telah tercapai. 2) Pengertian Efektivitas Pembelajaran Efektifitas pembelajaran menurut Rohmawati (2015:17) dalam Prabowo, efektifitas pembelajaran adalah ukuran keberhasilan dari suatu proses interaksi peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan guru, dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran (Prabowo, 2021). Efektifitas pembelajaran dapat dilihat pada pembelajaran pada saat proses pembelajaran berlangsung, respon peserta didik terhadap pembelajaran dan penguasaan konsep peserta didik. Untuk mencapai konsep pembelajaran yang efektif, perlu adanya hubungan timbal balik antara peserta didik dengan pendidik sehingga tercapai tujuan bersama. Selain itu juga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah, sarana prasarana serta media pembelajaran yang dibutuhkan untuk membantu seluruh aspek perkembangan peserta didik. Menurut Kurniasari, Pribowo dan Putro (2020) dalam Prabowo, indikator efektifitas pembelajaran meliputi akses, pendampingan, reaksi tugas, kesulitan mata pelajaran, materi, media,
evaluasi dan kejelasan interaksi (Prabowo, 2021). Indikator yang pertama akses. Akses dalam hal ini maksudnya adalah alat/perantara yang menghubungkan antara proses pembelajaran dengan strategi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Ini dapat diwujudkan dengan keseriusan dan konsistensi pendidik dalam memberikan pembelajaran yang berdiferensiasi kepada peserta didik. Indikator efektifitas pembelajaran yang kedua yaitu pendampingan. Dalam hal ini, pendidik berfungsi sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran secara adil dan menyeluruh. Indikator yang ketiga yaitu reaksi tugas (Prabowo, 2021). Keefektifan pembelajaran dapat dilihat dari cara pendidik dalam mengarahkan tantangan atau tugas yang akan diberikan kepada peserta didik. Pendidik yang profesional, akan memberikan tugas dengan cara yang menyenangkan sehingga reaksi dari peserta didik akan menerima dan mengerjakannya secara professional pula yang ditunjukkan dengan ketepatan dan ketuntasan dalam menyelsaikan tugas secara bertanggung jawab tanpa adanya paksaan. Indikator yang ketiga adalah kesulitan mata pelajaran. Dalam hal ini kesan pertama dalam menyampaikan materi biasanya berpengaruh terhadap pandangan peserta didik akan mata pembelajaran. Pada dasarnya semua pelajaran tidak ada yang sulit. Disinilah peran guru sebagai motivator untuk memberi motivasi dan solusi agar peserta
didik dapat menerima semua pelajaran. Indikator yang keempat yaitu materi, Keefektifan sebuah media pembelajaran akan berdampak pada materi yang disajikan pendidik (Prabowo, 2021). Semakin baik media pembelajaran dalam menampilkan materi, maka semakin tertarik peserta didik untuk menguasai materi tersebut. Sebaliknya semakin monoton media pembelajaran yang ditampilkan pendidik dalam menampilkan materi, maka semakin pembelajaran akan semakin membosankan. Keefektifan sebuah media pembelajaran akan jauh bermanfaat, jika dalam proses penggunaannya, pendidik melakukan evaluasi secara bertahap. Hal ini bertujuan agar ketepatan penggunaan media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar dapat terus ditingkatkan sehingga dapat menumbuhkan kreatifitas peserta didik dalam mencari bahan ajar sendiri untuk dikuasainya yang akhirnya hasil belajar meningkat. 3) Efektivitas Penggunaan Flipbook dalam Pembelajaran IPS. Berdasarkan indikator yang sudah dijelaskan di atas, maka analisis efektivitas penggunaan media pembelajaran Flipbook dapat ditarik kesimpulan bahwa sebuah media pembelajaran dapat mendukung kreatifitas dan hasil belajar peserta didik. Terlebih di era digital ini, yang mengharuskan pendidik harus melakukan terobosan baru agar pembelajaran menjadi menyenangkan, menarik dan peserta didik memiliki hasil pegalaman belajar baik dalam wujud sikap atau karakternya, wawasan pengetahuan dan daya juang untuk mengasah
ketrampilannya. B. Penelitian Yang Relevan Pada dasarnya, suatu penelitian didasari oleh acuan sebagai tuntunan untuk menemukan hal-hal yang baru. Beberapa penelitian yang dijadikan acuan dalam penelitian pengembangan media pembelajaran Flipbook ini antara lain adalah: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Retno Juliani1, Nini Ibrahim tahun 2022 dengan judul Pengaruh Media Flipbook Terhadap hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Tanjung Priok 04 Jakarta. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh media Flipbook kepada hasil belajar bahasa Indonesia tema “Daerah Tempat Tinggalku” siswa kelas IV di SDN Tanjung Priok 04 Jakarta (Retno Juliani1, 2022). 2. Penelitian yang dilakukan oleh Septi Ana tahun 2021 dengan judul Pengembangan E Modul Berbasis Flipbook Maker Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa dalam Belajar di SD/MI peserta didik kelas III di MIN 10 Bandar Lampung. Penelitiannya menyimpulkan bahwa dengan penggunaan media pembelajaran Flipbook Maker, maka terjadi perubahan prestasi belajar siswa yang lebih baik dibanding dengan sebelumnya (Septi Ana, 2022). 3. Penelitian yang dilakukan oleh Septianto tahun 2022 dengan judul Perspektif Guru Pelatihan dan Pembuatan Media Pembelajaran Flipbook Untuk Diterapkan Dalam Pembelajaran Sekolah Dasar Dalam Pandemi Covid 19. Penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat permasalahan
tentang kompetensi guru dan relevansi media pembelajaran untuk digunakan saat pembelajaran daring. Dan hasilnya menyimpulkan bahwa perlu adanya media pembelajarn daring yang berbasis digital seperti Flipbook (Septianto, 2022). 4. Penelitian yang dilakukan oleh Adhe Putri Mursidi tahun 2022 dengan judul Pengembangan Flipbook Interaktif untuk Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar pada Materi Siklus Air. Penelitiannya menyimpulkan media flipbook interaktif pada materi siklus air untuk siswa kelas V SD memiliki kategori sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Pengembangan media flipbook interaktif yang melalui tiga tahapan yaitu define, design, dan development memiliki nilai skor akhir dari ahli media sebesar 4,68 dan dari ahli materi memperoleh skor akhir sebesar 4,6. Keseluruhan skor validasi media flipbook interaktif adalah 4,64 dengan kategori sangat baik dan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi siklus air kelas V di Sekolah Dasar (Mursidi et al., 2022). 5. Penelitian yang dilakukan oleh Gusti Ayu Made dengan judul, Flipbook Media Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Kognitif IPA Siswa Sekolah Dasar Penelitian menyimpulkan bahwa media interaktif berupa Flipbook layak digunakan dalam pembelajaran. Media interaktif berupa Flipbook juga dapat meningkatkan motivasi, membuat pembelajaran menyenangkan dan meningkatkan pemahaman siswa. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa media interaktif berupa Flipbook dapat meningkatkan kognitif siswa pada pembelajaran IPA di sekolah dasar
(Darmawan & Sujoko, 2013). Berdasarkan penelitian yang relevan tersebut, persamaan dari penelitian ini adalah bahwa Flipbook sama-sama merupakan media pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Perbedaannya dengan penelitian ini adalah; media pembelajaran yang digunakan untuk mengukur hasil belajar adalah menggunakan software book creator sedangkan penelitian sebelumnya menggunakan aplikasi kwisoft dengan fitur / elemen yang sebagian berbayar. Sedangkan aplikasi yang digunakan pada penelitian ini terlihat kreativitas peserta didik menemukan permasalahan yaitu dengan memanfaatkan fitur/ elemen yang disediakan oleh aplikasi tersebut secara gratis. untuk membuat desain yang menarik sehingga peserta didik menjadi lebih kreatif dalam membuat materi belajarnya sendiri. Aplikasi yang digunakan pada penelitian ini tidak berbayar atau gratis penggunaannya dan mudah digunakan peserta didik, meski hanya dapat dibuat menggunakan laptop. Linknya mudah dibuka di smartphone.
C. Kerangka Berpikir . Gambar 2.2. Kerangka Berpikir Kondisi awal Guru:; belum menggunakan media pembelajaran berbasis digital dalam pembelajaran IPS Siswa: Kreativitas pada mata pelajaran IPS rendah Kemampua teknologi yang dikuasai .guru Pembelajaran masih. monoton. Pemanfaatan media inovatif belum banyak digunakan. Kurangnya minat belajar. Kesulitan menerima materi. Peserta didik menghabiskan waktu dengan penggunaan gadget yang tidak tepat Tindakan Guru memilih media pembelajaran berbasis digital Flipbook Kondisi akhir Diduga melalui penggunaan media Flipbook dapat meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata Pelajaran IPS kelas V di SD Negeri Bukit Duri 05. Validasi Revisi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN E. Metode Penelitian (Design-Based Research) 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan Reserch and Development). karena penelitian ini menghasilkan suatu produk baru yang lebih inovatif, dimana produk tersebut dirancang dan dibuat berdasarkan analisis kebutuhan dan diuji keefektifan produk untuk mengetahui produk tersebut (Hatmawan, 2020). Penelitian Research and Development menurut Sugiono adalah penelitian untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Yanti Herlant, 2014). Penelitian R&D ini akan mengembangkan media ajar berbasis Flipbook dengan materi kegiatan Ekonomi, agar menumbuhkan kreativitas dan peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas V. Pengembangan produk dengan penelitian menggunakan model ADDIE terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis, desain, development (pengembangan) , evaluasi (evaluation). Pengembangan produk yang akan dihasilkan nantinya akan digunakan sebagai media pembelajaran berbasis digital dalam bentuk Flipbook. Jika hasilnya efektif, maka diterapkan. Produk yang berbasis digital ini merupakan sebuah buku digital yang akan digunakan sebagai sumber belajar mandiri peserta didik. Tampilan Flipbook yang 47
menarik dengan fitur animasi di dalamnya diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan peningkatan hasil belajar peserta didik. Model Pengembangan Research & Development (R&D) ini menggunakan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Developmen Implementation, Evaluation), dengan alur sebagai berikut; Tahapan model ADDIE Gambar 3.1. Tahapan model ADDIE (Yudi Hari rayanto, 2020) 2. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis Flipbook pada mata Pelajaran IPS di SDN Bukit Duri 05, Jakarta Selatan , tahapannya sebagai berikut. 1) Tahap Analisis Tahapan ini mencakup syarat-syarat dan kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan sebelum membuat e-modul. Tahap analisis terdiri dari analisis kebutuhan dan analisis kinerja. Analisis kebutuhan merupakan langkah penting dalam pengembangan media pembelajaran seperti Flipbook. Hal ini digunakan untuk memastikan analysis design Implementation development evaluation
bahwa media tersebut memenuhi kebutuhan dan tujuan pembelajaran dari peserta didik dan guru dalam menggunakan Flipbook untuk mata Pelajaran IPS di sekolah dasar. (1) Analisis kebutuhan peserta didik meliputi: (1.1) Tingkat pemahaman; menilai tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi Ilmu Pengetahuan Sosial, agar dapat menentukan tingkat kesulitan dan jenis materi yang akan disajikan dalam Flipbook. (1.2) Gaya belajar; mengidentifikasi gaya belajar peserta didik, apakah visual, auditori atau kinestetik untuk mengadaptasi konten dan desain Flipbook agar sesuai dengan preferensi belajar peserta didik. (1.3) Ketrampilan teknologi; menilai ketrampilan teknologi peserta didik, untuk memastikan bahwa peserta didik mampu mengakses dan menggunakan Flipbook dengan mudah. (1.4) Motivasi dan minat; mengidentifikasi motivasi dan minat peserta didik terhadap materi Ilmu Pengetahuan Sosial, untuk memastikan bahwa Flipbook menarik dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. (2) Analisis kebutuhan guru meliputi;
(2.1) Efisiensi waktu; menilai sejauh mana Flipbook dapat membantu guru menghemat waktu dalam persiapan materi dan penilaian. (2.2) Fleksibilitas; mengidentifikasi apakah Flipbook memberikan fleksibilitas dalam mengadaptasi materi dan strategi pengajaran utuk mmenuhi kebutuhan beragam peserta didik. (2.3) Alat penilaian; menentukan apakah Flipbook menyediakan alat penilaian dan umpan balik yang efektif utnuk membantu guru dalam menilai pemahaman peserta didik. (2.4) Dukungan teknologi; menilai kebutuhan dukungan teknologi dan pelatihan untuk guru dalam menggunakan Flipbook sebagai media pembelajaran. Selain analisis kebutuhan dalam pendekatan ADDIE, dilakukan juga analisis kinerja. Analisis kinerja merupakan langkah penting untuk menilai sejauh mana media pembelajaran, seperti Flipbook berhasil mencapai tujuan pembelajaran dan memenuhi kebutuhan peserta didik dan guru. (3) Analisis kinerja meliputi; (3.1) Pencapaian tujuan pembelajaran; dengan melihat pemahaman materi; menilai apakah penggunaan Flipbook telah membantu peserta didik dalam memahami materi Ilmu
Pengetahuan Sosial dengan lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. (3.2) Hasil tes; membandingkan hasil tes peserta didik sebelum dan setelah menggunakan Flipbook untuk menilai peningkatan kinerja. (4) Umpan balik dan motivasi peserta didik; (4.1) Tingkat keterlibatan; mengukur tingkat keterlibatan dan partisipasi peserta didik elama prose pembelajaran menggunakan Flipbook. (4.2) Umpan balik peserta didik; mengumpulkan umpan balik pengalaman peserta didik menggunakan Flipbook, apakah Flipbook memotivasi untuk belajar. (5) Efisiensi dan efektivitas; (5.1) Waktu persiapan; menilai sejauh mana Flipbook membantu guru menghemat waktu dalam persiapan materi. (5.2) Penggunaan waktu; mengukur efisiensi penggunaan waktu pembelajaran dengan Flipbook dibandingkan dengan metode tradisional. (6) Kualitas konten (6.1) Relevansi materi; menilai sejauh mana materi dalam Flipbook relevan dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran IPS di sekolah dasar.
(6.2) Desain grafis; mengukur kualitas desain grafis dan presensi materi dalam Flipbook. (6.3) Masalah teknis; Aksebilitas; mengidentifikasi apakah semua peserta didik dapat mengakses Flipbook dengan mudah dan tanpa masalah. (6.4) Masalah teknis; mengumpulkan data tentang masalah teknis yang dihadapi peserta didik atau guru saat menggunakan Flipbook. Hasil kedua analisis tersebut digunakan membuat perbaikan dan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas Flipbook sebagai media pembelajaran. 2) Tahap Desain (Design) Tahap dimana konsep awal pengembangan media pembelajaran diwujudkan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil dalam tahap desain untuk pengembangan media pembelajaran Flipbook yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar peserta didik; (1) Definisi tujuan pembelajaran; meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep dasar kegiatan ekonomi, dan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan proyek. (2) Identifikasi konten; identifikasi konten yang ingin disajikan dalam Flipbook , yaitu materi produksi, distribusi dan konsumsi. (3) Struktur dan tata letak; , urutan materi yang runtut dan logis.
(4) Desain grafis dan multi media; menentukan desain grafis dan multi media yang akan digunakan seperti gambar, vidio atau animasi yang menarik untuk meningkatkan pengalaman belajar dan memperkuat konsep. (5) Interaktivitas; meliputi elemen sperti kuis, latihan, simulasi atau projek yang dapat meningkatkan kreativitas dan keterlibatan peserta didik dalam mempelajari kegiatan ekonomi. (6) Desain umpan balik dan penilaian; digunakan untuk mengevaluasi pemahaman peserta didik dan memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta didik. (7) Panduan penggunaan; membuat tutorial penggunaan Flipbook untuk membantu peserta didik dan guru dalam mengakses dan menggunakan media pembelajaran yang efektif. (8) Prototipe awal; membuat prototipe awal dari Flipbook berdasarkan desain yang telah ditentukan. Prototipe ini digunakan untuk uji coba awal dan umpan balik dari peserta didik dan guru. (9) Uji coba dan revisi; melakukan uji coba awal dari prototipe Flipbook dengan sampel peserta didik dan guru, setelah itu mengumpulkan umpan balik dan revisi desain. 3) Tahap Pengembangan (Development) Tahap dimana desain yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya diwujudkan dalam sebuah produk atau media pembelajaran yang nyata. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini sebagai berikut;
(1) Pembuatan konten; menyajikan materi dengan jelas, menarik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. (2) Pengembangan interaktivitas; membuat elemen yang interaktif, seperti kuis, latihan, simulasi atau projekdan memastikan elemen tersbut berfungsi dengan baik. (3) Desain visual; desain grafis yang dirancang menarik dan memudahkan peserta didik dalam menggunakannya. (4) Pengujian fungsional; melakukan pengujian terhadap fitur-fitur yang ada di Flipbook sehingga dapat digunakan dengan mudah dan lancar. (5) Pengembangan panduan pengembangan; panduan yang telah dibuat dapat memudahkan guru dan peserta didik dalam menggunakan Flipbook. (6) Prototipe final: membuat prototipe final agar siap diimplementasi dan diuji pada tahap selanjutnya. (7) Dokumentasi; membuat dokumen proses pengembangan desain, implementasi, interaktivitas, desain visual dan proses pengembangan. 4) Tahap Implementation Tahap yang mempunyai tujun untuk melihat produk dapat berfungsi dengan baik dan mengidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan. Langkahlangkah yang dilakukan pada tahap ini sebagai berikut; (1) Deskripsi lengkap yang berisi tentang banyak kelas yang terlibat, banyaknya peserta didik yang menggunakan media Flipbook dan bagaimana materi disajikan kepada peserta didik.
(2) Catatan tentang respon guru dan peserta didik menggunakan media Flipbook termasuk umpan balik positif dan negatif yang diterima. (3) Melakukan rekomendasi perbaikan terhadap area yang membutuhkan perbaikan. 5) Tahap Evaluation; Tahap pengumpulan dan analisis data tentang sejauh mana media pembelajaran Flipbook berhasil meningkatkan kreativitas dan pemahaman peserta didik tentang materi kegiatan ekonomi sehingga hasil belajar meningkat. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini sebagai berikut; 1) Pembahasan tentang sejauh mana media pembelajaran Flipbook berhasil mencapai tujuannya permasuk perbandingan antara hasil yang diharapkan dan hasil yang sebenarnya dicapai. 2) Kesimpulan tentang efektivitas media pembelajaran Flipbook untuk pengembangan media pembelajaran di masa depan. 3. Uji Coba Produk Materi yang telah dibuat dalam bentuk Flipbook, terlebih dahulu dinilai oleh ahli materi dan ahli media belajar sebelum diujicobakan ke peserta didik. Validasi dilakukan untuk memberikan apakah produk tersebut layak untuk digunakan. Dengan adanya saran dan masukan yang sifatnya membangun dari para ahli tersebut sebagai dasar revisi produk I. Setelah revisi produk I selesai, maka diajukan kembali ke penguji ahli sbelumnya untuk validasi II. Apabila produk dinyatakan layak digunakan oleh para validator, maka produk dapat digunakan oleh peserta didik.
Tahap uji coba produk ke pengguna melalui 2 guru kelas dan peserta didik kelas V berjumlah 6 orang dalam skala kecil. Guru dan peserta didik mengisi instrument yang telah disusun untuk mendapatkan tanggapan kelayakan produk, apakah produk tersebut dapat meningkatkan kreativitas? Apabila dari skala kecil ini hasil uji kelayakan produk bagus, maka akan diimplementasikan ke skala yang lebih besar yaitu 20 siswa dari 5 kelompok. Selanjutnya, hasil uji kelayakan skala besar. Saran dan komentar dari pengguna skala besar akan dijadikan dasar revisi produk selanjutnya untuk menghasilkan produk yang lebih menarik dan kreatif. Selanjutnya peneliti melakukan reflksi. Langkah refleksi pada tahap ini mempunyai tujuan agar peneliti dapat mengetahui seberapa besar produk dapat bermanfaat bagi peserta didik, guru dan sekolah. Serta untuk mengetahui kekurangan dari penelitian ini sehingga adanya keberlanjutan dari penelitian ini untuk ke depannya agar tercipta kualitas pendidikan di sekolah. B. Waktu dan Tempat Penelitian Seting dalam penelitian ini meliputi tempat dan waktu penelitian yang diuraikan sebagai berikut : 1. Tempat Penelitian ini dilakukan di SDN Bukit Duri 05 yang terletak di Jalan Peruk No 30 Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Penelitian dilakukan di sekolah tersebut, karena sekolah dasar itu merupakan tempat mengajar peneliti sehingga memungkinkan penelitian dapat terlaksana secara efektif dan efisien. 2. Waktu Penelitian
Adapun waktu penelitian yang dilakukan di SDN Bukit Duri 05 ini dilaksanakan bulan Oktober hingga Desember 2023. Penelitian dilakukan selama 3 bulan pada semester ganjil. Jadwal penelitian disusun dengan dua tahap besar yaitu tahap proposal dan tahap penyusunan tesis. Tahap proposal meliputi pengerjaan latar belakang, kajian teori serta metodologi penelitian. Setelah selesai tahap proposal adalah tahap uji instrument dan pengumpulan data penelitian, penyusunan bab IV berupa analisis, kesimpulan, pengumpulan administrasi sidang dan sidang tesis. Berikut timeline dalam bentuk tabel sebagai berikut; Lini Masa Penelitian
Tabel 3.1 Lini Masa Penelitian C. Objek Penelitian
Adapun objek penelitian ini adalah media pembelajaran Flipbook dengan materi kegiatan ekonomi kelas V di SD Negeri Bukit Duri 05. D. Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data, peneliti mengumpulkan data berdasarkan datadata yang ada di lapangan. Langkah-langkah yang diambil dalam pengumpulan data sebagai berikut : 1) Wawancara Teknik wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai pengembangan media ajar berbasis digital kepada peserta didik kelas 5 dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan beberapa daftar pertanyaan. 2) Angket Kuisioner yang digunakan peneliti adalah kuisioner validasi ahli yang terdiri dari kuisioner validasi ahli pembelajaran, kuisioner validasi ahli media, dan kuisioner ahli materi berupa kelayakan media pembelajaran berbasis buku digital, serta angket untuk menilai kreativitas peserta didik. 3) Observasi Pada penelitian ini untuk mendapatkan data peneliti melakukan observasi. Observasi menurut Cholid, observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukaan melalui sesuatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau prilaku objek
sasaran (Cholid Narbuko dkk, 1997). Observasi diartikan juga oleh Abdurrahman, sebagai pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti (Abdurrahman Fatoni, 2022). Observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Dalam observasi pengembangan produk, peneliti akan mengamati dengan mencatat kejadian-kejadian atau informasi yang didapatkan saat berlangsungnya penelitian. 4) Dokumentasi. Pada saat penelitian pengembangan dilakukan, dokumentasi yang digunakan berupa foto saat uji coba media dan video rekaman saat media Flipbook dimainkan peserta didik. 2. Tehnik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik non tes berupa lembar validasi yang berisi daftar pertanyaan. Pengumpulan data lembar validasi diperoleh dari dua dosen Pendidikan Dasar Uhamka sebagai ahli media dan dua guru kelas V SDN Bukit Duri 05 sebagai ahli materi. Kemudian untuk menentukan rentang skor penilaian validitas media Flipbook, peneliti menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono, likert merupakan sebuah skala yang digunakan untuk mengukur pendapat, sikap, atau persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu gejala sosial (Sugiyono, 2015). Jawaban setiap item instrument yang memanfaatkan skala Likert, mempunyai gradasi dari sangat positif hingga sangat negatif.
Kevalidan Media Kategori Keterang an Sangat baik 4 Baik 3 Tidak Baik 2 Sangat Tidak Baik 1 Tabel 3.2. Pengkategorian Kevalidan Media (Dr. Ajat Rukajat, 2018) 3. Jadwal dan Waktu Pengumpulan Data Pengumpulan data yang akan dilaksanakan dari bulan November sampai dengan Desember semester ganjil tahun pelajaran 2023-2024 di SDN Bukit Duri 05. E. Teknik Pengolahan Data Teknik pengolahan data kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk menguraikan dengan kalimat yang runtun, dan logis sehingga mudah dipahami. Tahapan pengolahan data sebagai berikut : 1. Pemeriksaan data (editing) yaitu meneliti data-data yang masuk melalui wawancara. 2. Klasifikasi (classifying) yaitu mengelompokkan semua data baik yang berasal dari wawancara, catatan lapangan, atau observasi. 3. Verifikasi (verifying) yaitu pemeriksaan data dan informasi yang didapatkan dari lapangan. 4. Kesimpulan (concluding) memberikan kesimpulan terhadap data yang telah didapatkan.
F. Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan validitas media pembelajaran flipbook yang dikembangkan. Teknik analisis data bermanfaat untuk memecahkan masalah penelitian. Pada penelitian ini teknik analisis datanya meliputi; 1. Analisis Deskriftif Kualitatif Analisis data kualitatif adalah proses mencari dan menyusun data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Jenis data atau informasi yang diperoleh selama wawancara, observasi dan dokumentasi dapat berupa data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kualitatif terdiri dari: a. Pengumpulan data; pengumpulan data diambil selama penelitian berlangsung. b. Reduksi data; merangkum data dari hasil observasi untuk menemukan fokus masalah. c. Penyajian data; penyajian data dalam bentuk tabel dan penjelasan bersifat deskriftif 2. Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif diperoleh dari data pengumpulan angket. Adapun analisis kuantitatif yang digunakan yaitu analisis data angket validitas ahli. Pada penelitian ini, pengembangan media pembelajaran menggunakan validitas untuk menguji kelayakan dan kesesuaian media dengan materi
pembelajaran IPS. Jawaban dari angket validitas para ahli menggunakan skala Likert. Skala Likert yang digunakan menggunakan rumus; Total skor terpenuhi eksisting x 100% Total skor ideal Skala Likert digunakan juga pada pada hasil kreativitas peserta didik dengan rumus yang sama. Dalam menganalisis tingkat validasi secara deskriptif dapat menggunakan rumus sebagai berikut (ICES, 2021). Kemudian setelah diperoleh hasil uji validasi dari masing- masing validator, peneliti dapat menghitung validitas gabungan dengan menggunakan rumus sebagai berikut No Kriteria Validitas Tingkat Validitas 1 85, 01 % - 100,00 % Sangat valid, atau dapat digunakan tanpa revisi 2 70,01 % - 85,00 % Cukup valid, atau dapat digunakan namun perlu direvisi kecil 3 50,01 % - 70, 00 % Kurang valid, disarankan tidak dipergunakan karena perlu revisi besar 4 01,00 %- 50,00 % Tidak valid, atau tidak boleh digunakan. Tabel 3.3. Kriteria Validitas (Dr. Ajat Rukajat, 2018).
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Deskripsi Wilayah Penelitian 1. Profil Sekolah Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Bukit Duri 05 yang beralamat di Jalan Peruk No. 30. Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Di bawah ini adalah tempat dilaksanakannya penelitian; Nama sekolah : SDN Bukit Duri 05 NPSN : 20105821 Status : Negeri SK Tahun didirikan : 01 Juli 1974 Alamat Sekolah : Jalan Peruk Rt 008 / Rw 03 No.30 Kode Pos : 12840 No. Telepon : 021 8307754 Desa / Kelurahan : Bukit Duri Kecamatan : Tebet Provinsi : DKI Jakarta Waktu Belajar : Pagi 2. Visi Sekolah; terwujudnya prestasi yang unggul, trampil, mandiri, beriman dan menguasai IPTEK. Artinya SDN Bukit Duri 05 mempunyai tujuan jangka panjang untuk 64
mencetak generasi unggul yang mempunyai prestasi gemilang, yaitu peserta didikn, menjadi trampil beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi 3. Misi Sekolah 1) Mengembangkan pembelajaran yang berbasis kompetensi 2) Mengembangkan ketrampilan di bidang IPTEK, Bahasa, Olah Raga dan Seni Budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi peserta didik 3) Membina kemandirian pserta didik, melalui kegiatan pembiasaan dan pengembangan diri yang tercantum dan berkesinambungan 4) Menanamkan nilai-nilai agama baik dalam kegiatan akademis maupun non akademis 5) Mengembangkan kegiatan yang menumbuhkan kesadaran warga sekolah sebagai bagian dalam masyarakat global. Misi sekolah , artinya SDN Bukit Duri 05 mempunyai tujuan yang dijabarkan kedalam beberapa tahapan dimana tahapan itu dimulai dari pembelajaran yang dilaksanakan berbasis kompetensi , sehingga peserta didik dapat menguasai ketrampilan dan pengetahuan sesuai dengan karakteristiknya. Selain itu guru-guru yang ada di SDN Bukit Duri 05 membimbing peserta didik untuk menumbuhkan kemandirian , penanaman nilai-nilai agama serta membangkitkan kesadaran kesadaran untuk berkarya sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat.
4. Struktur Organisasi 5.STRUKTUR ORGANISASI 6.SDN BUKIT DURI 5 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 5. Kondisi Peserta Didik dan Guru Daftar Peserta Didik SDN Bukit Duri 05 Tiga Tahun Terakhir Tahun Pelajaran Jumlah siswa Total L P 2019/ 2020 255 202 457 2021 / 2022 202 320 522 2023 / 2024 234 330 564 Jumlah 691 852 1543 Tabel 4.1 Daftar Peserta Didik SDN Bukit Duri 05 (sumber dokumen SDN Bukit Duri 05) KEPALA SEKOLAH SITI LUTFIYAH, S.PD TATA USAHA/ OPERATOR WAKIL BID. KURIKULUM HAMIDAH, S.PD WAKIL BID. KESISWAAN SONNY, M.PD DITA ARYANI, S.PD/HANIF, S.PD KOORDINATOR UKS AISYAH S.PD KOORDINATOR KEPRAMUKAAN HERY MUTAQIEN S.PD KOORDINATOR PERPUSTAKAAN SHOLEHAH, S.PD DEWAN GURU SISWA STRUKTUR ORGANISASI SDN BUKIT DURI 05
Dari tabel jumlah peserta didik tersebut dari tahun 2019 sampai dengan tahun tahun pelajaran 2023/ 2024 mengalami peningkatkan berarti bahwa SDN Bukit Duri 05 kepercayaan masyarakat untuk menyekolhkan ankannya makin tinggi Data Guru laki-laki = 5 orang, guru perempuan =23 orang. Jumlah guru = 28 orang. 6. Sarana dan Prasarana Sekolah Gedung tiga lantai dibangun pada tahun 1974 dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 20 rombel. Beberapa kelas yag ada di SD Negeri Bukit Duri 05 terdiri dari; ruang Kepala Sekolah, ruang kelas, ruang UKS, ruang laboratorium komputer, ruang pramuka, gudang, kantin, toilet, taman, parkiram motor, rumah penjaga sekolah, lapangan olahraga, ruang perpustakaan dan ruang mushola. Gedung SD Negeri Bukit Duri 05 Gambar 4.1 Gedung SD Negeri Bukit Duri 05 (sumber, dokumentasi pribadi)
B. Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Prosedur pengembangan media pembelajaran Flipbook di SD Negeri Bukit Duri 05 di saat penelitian, dilakukan secara bertahap dengan rangkaian sebagai berikut; 1. Tahap Penelitian dan Pengumpulan Data 1) Analisis Kebutuhan Dalam dunia pendidikan, penelitian dan pengembangan merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan suatu produk untuk memenuhi layanan pendidikan. Layanan pendidikan yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa produk pengembangan media pembelajaran Flipbook. Pada tahap analisis ini peneliti melakukan studi penelitian pendahuluan melalui diskuai dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru yang selalu menggunakan TIK dalam setiap pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memetakan sumber daya manusia yang kompeten dan perlu untuk dikembangkan. Hasil dari diskusi menunjukkan sebagian besar guru belum menggunakan teknologi digital dalam mengajar. Hasil ini terlihat ketika ada supervisi pembelajaran dan keseharian guru dalam mengajar. Kesimpulan dan rekomendasi supervisi dari kepala sekolah kepada guruguru menginginkan pada tahun ajaran 2023/2024 agar pendidik memanfaatkan media TIK, yang berupa Flipbook dalam pembelajaran.
Suasana Diskusi Guru Gambar 4.2 Diskusi Guru (30 Oktober 2023 2) Studi Literatur Studi literatur dilakukan untuk menajamkan materi kegiatan ekonomi dengan menggunakan media pembelajarn Flipbook. Peneliti juga mencari langkah-langkah penyampaian sederhana dari awal untuk penggunaan aplikasi Flipbook kepada responden. Selain membaca, peneliti juga menonton beberapa channel Youtube sebagai referensi yang menjelaskan lebih detil kepada teknis pemanfaatan aplikasi untuk pembelajaran digital dan membuat tutorial penggunaan Flipbook kepada peserta didik, dengan link Youtube yang dibuat oleh peneliti sendiri yaitu; https://youtu.be/d13GQp6jQbA?feature=shared.
Gambar 4.3 Penggunaan TIK dalam pembelajaran Kondisi guru Guru laki-laki = 5 orang, guru perempuan =23 orang. Jumlah guru = 28 orang. Guru yang menggunakan TIK= 10 orang, dan guru yang tidak menggunakan TIK = 18 orang 3) Penelitian Awal Rencana pengembangan pada penelitian ini adalah media Flipbook dalam pembelajaran. Pada profil pelajar Pancasila penelitian mengimplementasikan dimensi kreativ. Artinya peneliti sekaligus guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan media Flipbook yang sudah didesain dengan menggunakan berbagai fitur yang mudah digunakan oleh peserta didik. Materi kegiatan ekonomi dikemas dengan menarik sehingga terdapat kekhasan dari penelitian yang sudah ada sebelumnya. 35,72% 64% GRAFIK GURU YANG MENGGUNAKAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SDN BUKIT DURI 05 Sudah menggunakan TIK Tidak menggunakan TIK
Selanjutnya peneliti melakukan pendataan jumlah siswa yang ada di SDN Bukit Duri yang berjumlah 564 orang yang terdiri dari 19 rombongan belajar. Kelas 1 terdiri dari 3 rombel, dengan total peserta didik = 90 orang. Kelas 2 terdiri dari 3 rombel dengan total peserta didik = 90 orang . Kelas 3 terdiri dari 3 rombel, dengan total peserta didik = 90 orang. Kelas 4 terdiri dari 4 rombel, dengan total peserta didik = 120 orang Kelas 5 terdiri dari 3 rombel, dengan total peserta didik = 87 orang. Kelas 6 terdiri dari 3 rombel dengan total peserta didik = 87 orang. Kemudian melakukan wawancara pendahuluan di kelas 5 (30 Oktober 2023) yang berisi pertanyaan seputar penggunaan smartphone dalam pembelajaran IPS . Suasana Saat Kegiatan Wawancara Gambar 4.4 Melakukan wawancara pendahuluan kepada peserta didik (30 Oktober 2023) (sumber dokumentasi pribadi)
Hasil wawancara menyimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik menggunakan smartphone untuk bermain mabar (bermain bersama) atau bermain game dibandingkan memanfaatkan smartphone untuk mempelajari IPS. Grafik Penggunaan Smartphone Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Gambar 4.5 Grafik Penggunaan Smartphone Keterangan Peserta didik yang smartphone dalam pembelajaran = 68 orang Peserta didik yang tidak menggunakan smartphone dalam pembelajaran = 19 orang Selain itu, peneliti melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi Flipbook kepada 20 orang peserta didik. untuk pembelajaran IPS, mulai dari pengenalan Flipbook, cara menyisipkan materi, vidio, audio, gambar, link sampai cara mengguploud materi untuk dijadikan Flipbook sehingga mudah dibaca, dipelajari, dipahami dan menarik dilihat oleh peserta didik. 78,16% 21.84% GRAFIK PENGGUNAAN SMARTPHONE DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Suasana Sosialisasi Media Flipbook Gambar 4.6 Sosialisasi pengenalan Media Flipbook (2 November 2023) (sumber dokumentasi pribadi) Pada langkah berikutnya setelah sosialisasi dan praktik langsung membuat Flipbook, peneliti melakukan wawancara kembali kepada peserta didik yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pendapat peserta didik terhadap pembelajaran IPS yang menggunakan media Flipbook. Gambar 4.7 Wawancara lanjutan penggunaan media Flipbook (9 November 2023) (sumber dokumentasi probadi)
Berdasarkan hasil wawancara, peserta didik menyukai pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan media Flipbook. C. Hasil Tahap Perencanaan Pada tahap ini, peneliti yang sekaligus guru melakukan desain pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan media Flipbook. Desain dalam tahap perencanaan ini meliputi; 1) Peneliti membuat tujuan pembelajaran serta materi kegiatan ekonomi yang akan dituliskan ke dalam slide Flipbook. 2) Peneliti menyiapkan gambar, audio serta elemen lain yang berhubungan dengan materi kegiatan ekonomi. 3) Peneliti mulai memasukkan materi yang sudah disiapkan ke dalam Flipbook dan memastikan tampilan Flipbook menarik, materi mudah dipahami dan menumbuhkan keingintahuan yang besar serta meningkatkan kreativitas peserta didik untuk mempelajari materi lebih dalam lagi. 4) Selanjutnya peneliti mengajukan produk pengembangan Flipbook kepada ahli media dan ahli materi sekaligus ahli kebahasaan. Setelah beberapa kali perubahan atas saran dari para ahli, maka selanjutnya peneliti melakukan uji coba dalam skala kecil. 5) Langkah terakhir, peneliti melakukan uji coba. D. Proses Pembuatan Flipbook Langkah – langkah mendesain Flipbook sebagai berikut; 1. Pastikan kuota internet mencukupi dan jaringan kuat / stabil.
2. Buka crome dan ketik Book Creator Tahapan Membuka Aplikasi Flipbook (Book Creator) Gambar 4.8 Gambar membuka aplikasi Book Creator 3. Jika belum pernah mendaftar, maka lakukan daftar untuk menggunakan aplikasi tersebut, dengan tampilan seperti ini; Tampilan Awal Book Creator Gambar 4.9 Tampilan Aplikasi Book Creator 4. Jika sudah maka tampilannya seperti ini, maka klik new book untuk membuat Flipbook.
Tampilan Awal Mendesain Book Creator Gambar 4.10 Mendesain Book Creator 5. Selanjutnya membuat cover book, dengan cara memilih salahsatu tampilan ukuran yang tersedia di Book Creator, seperti gambar berikut Gambar 4.11 Memilih Desain Book Creator 6. Selanjutnya cover buku dapat kita ambil dari gambar yang ada di online atau dari desain canva yang sudah kita buat yang sudah tersimpan di file computer kita, dengan cara mengklik tanda +
Gambar 4.12 Persiapan Mengambil Gambar 7. Jika sudah muncul gambar seperti ini, maka klik image Gambar 4.13 Mengambil Gambar dari Laptop 8. Jika kita mengambil gambar dari internet, maka pilih salahsatu gambar dan klik done.
Gambar 4.14 Memilih Gambar dari Online 9.Selanjutnya menuliskan cover depan dengan judul buku caranya adalah dengan mengklik teks. Gambar 4.15 Menuliskan judul buku
10. Setelah itu ketik judul buku di papan putih yang muncul di tampilan aplikasi, kemudian klik done Gambar 4.16 Menyisipkan tulisan di Book Creator 11. Huruf bisa dirubah dan dibri warna, dengan cara mengklik huruf A. Selanjutnya untuk mengganti letak tulisan dapat mengklik tanda baris yang ada di tampilan berikut Dan untuk baground belakang tulisan juga dapat mengklik baghround seperti gambar berikut ini; Gambar 4.17 Menyisipkan gambar dan tulisan di Book Crator
12. Langkah berikutnya adalah membuat desain folder yang ada di tampilan aplikasi, caranya dengan mengklik huruf i di pojok kanan atas dan pilihlah salah satu folder yang akan digunakan untuk Flipbook , seperti tampilan di bawah ini; Gambar 4.18 Menyisipkan border pada slide 13. Selain itu elemen yang ada di aplikasi Book creator juga dapat menampilkan berbagai bentuk gambar dengan cara mengklik shape seperti berikut; Gambar 4.19 Menyisipkan shape pada slide
14. Langkah selanjutnya adalah memasukkan materi dari materi yang sudah di PDF kan di Canva. Caranya dengan mengklik more di pojok kanan atas kemudian klik file dan cari file PDF yang ada di laptop, atau jika kita ingin memasukkan link dapat mengklik embed seperti tampilan berikut; Gambar 4.20 Menyisipkan file pdf atau link pada slide 15. Jika kita ingin memasukkan suara atau merekam dapat mengklik tanda + dan pilih salahsatu file yang sudah tersimpan di laptop kita, seperti tampilan berikut; Gambar 4.21 Menyisipkan hasil rekaman suara
16. Jika kita memasukkan pdf di slide baru Gambar 4.22 Menyisipkan pdf di slide baru 17. Dan langkah terakhir adalah dengan mempubliskan, caranya dengan mengklik tanda titik tiga di pojok kanan atas, kemudian klik publish online seperti berikut; Gambar 4.23 publish online
D. Penerapan Langkah-langkah Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Berbasis Pendekatan Kepada Peserta Didik 1. Sosialisasi Penggunaan Flipbook Pada tahap ini peneliti mulai memberikan sosialisasi penggunaan Flipbook pada mata Pelajaran IPS kepada 20 orang peserta didik yang dijadikan responden penelitian. Dimulai dari cara membuat desain materi, memilih template dan elemen yang menarik di Canva, mengunggah materi, memasukkan slide ke Flipbook, menyisipkan gambar, audio, vidio, link pdf, merekam suara sampai mengunggah ke publish. Susana tahap pelaksanaan uji desain di lapangan tampak seperti gambar berikut; Gambar 4.24 Kegiatan di Lab Komputer Tahap Uji Desain Pelaksanaan (sumber dokumentasi pribadi)
Selanjutnya peneliti melakukan validasi produk kepada ahli media, ahli materi dan ahli kebahasaan. Validasi ahli materi dan kebahasaan dilakukan oleh guru SD Negeri Bukit Duri 05, Bapak Edi Purnomo, M.Pd, yang paham dengan materi pembelajaran IPS di sekolah dasar, sekaligus ahli kebahasaan. Validasi ahli media dilakukan oleh Bapak DR.Purnama Syaepurrahman dosen UHAMKA. Kegiatan Bersama Pakar Untuk Meminta Expert Judgement Gambar 4.25 Kegiatan bersama pakar untuk meminta expert Judgement (sumber dokumentasi pribadi) 2. Menentukan Desain Poduk yang Dikembangkan Setelah mendapat hasil kelayakan semua tahapan pengembangan Flipbook selanjutnya peneliti membuat desain program yang dikembangkan. Desain program tersebut terlebih dahulu disampaikan
kepada kepala satuan pendidikan. Setelah pemaparan desain produk mendapat persetujuan dari kepala sekolah, maka peneliti mulai membuat perencaan kegiatan mulai dari menentukan alokasi waktu dan memastikan materi esensial yang disampaikan 1) Menentukan Sarana dan Prasarana Penelitian Sarana dan prasarana sekolah yang sudah cukup lengkap perlu ditinjau kembali mengingat media pembelajaran Flipbook yang dilaksanakan membutuhkan WIFI yang bagus. Ketersediaan ruangan yang mampu memberikan cukup sinyal dan koneksi internet yang bagus juga menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan desain Flipbook. Ruang laboratorium komputer menjadi pilihan tepat sebagai tempat pelaksanaan penelitian. 2) Uji coba Lapangan Tahap Awal (1) Melaksanakan Uji Media Flipbook Skala Terbatas Pada tahap ini uji pengembangan media Flipbook secara terbatas melibatkan peserta didik sebanyak 5 orang. Peserta didik diminta untuk mempelajari materi yang ada di dalam Flipbook dan mengerjakan tantangan yang disiapkan di dalamnya. Gambar 4.26 Uji Media Flipbook Secara Terbatas (dokumentasi pribadi)