The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Merupakan laporan proyek perubahan implementasi pelatihan Kepemimpinaan Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021. Laporan Implementasi Proyek Perubahan Strategi Integrasi Pengelolaan Kinerja Pegawai Dengan Kinerja Organisasi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ariefprasstyo, 2021-10-29 00:26:14

Laporan Implementasi Proyek Perubahan(Basic)_53-Zulkifli

Merupakan laporan proyek perubahan implementasi pelatihan Kepemimpinaan Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021. Laporan Implementasi Proyek Perubahan Strategi Integrasi Pengelolaan Kinerja Pegawai Dengan Kinerja Organisasi.

Keywords: Kementan,Kinerja,sinergi,Pegawai

C. Kendala d an Solusi
Implementasi proyek perubahan tidak lepas dari kendala serta
permasalah atas perencanaan yang telah disusun dalam Rancangan
Proyek Perubahan. Kendala dan permasalahan terutama dalam
penyesuaian waktu untuk menindaklanjuti pelaksanan dalam setiap
tahapannya. Padatnya agenda pelaksanaan tugas pekerjaan, perlu
disikapi dengan pembagian waktu serta penyelesaian tugas pekerjaan
khususnya tim efektif serta pemangku kepentingan agar rencana
dalam setiap tahapan kegiatan dapat dilaksanakan sesuai target
waktu penyelesaian.

Tabel 9. Permasalahan dan Solusi dalam Pelaksanaan Proyek

Perubahan

No. Permasalahan Solusi

1. Keterbatasan waktu dalam - Penyesuaian waktu dalam

memenuhi target setiap tahapan kegiatan

penyelesaian pada setiap - Penyesuaian milestone

tahapan, dengan padatnya RPP dalam milestone IPP

tugas pekerjaan unit kerja - Membangun komunikasi

yang harus dilaksanakan intensif dalam Tim Efektif

2. Resistensi pemangku - Sosialisasi dan

kepentingan terhadap membangun komunikasi

perubahan yang akan efektif tentang perubahan

dilaksanakan yang akan dilaksanakan

- Membangun keyakinan

para pemangku

kepentingan bahwa

perubahan akan

membawa kearah yang

88

lebih baik

3. Jadual kegiatan tidak sesuai Penyesuaian kembali jadual

dengan target waktu yang kegiatan dalam toleransi

telah ditentukan rentang waktu sesuai target

penyelesaian.

D. Pemberdayaan Organisasi Pembelajaran
Organisasi belajar (Learning Organization) yaitu organisasi yang

dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran
mandiri (self of learning), sehingga organisasi tersebut mempunyai
kecepatan berfikir dan bertindak dalam merespon berbagai perubahan
yang muncul. Menurut Peter Senge (1990), organisasi belajar adalah
organisasi dimana anggota-anggotanya terus-menerus belajar mempelajari
(learning to learn) sesuatu secara bersama dan memiliki kinerja dan tujuan,
terdapat hubungan dan proses yang berkesinambungan (system thinking)
antara anggota dengan anggota, anggota dengan tim, dan antar tim.
Terdapat lima disiplin dalam organisasi pembelajaran, yaitu (1) berpikir
sistem (systems thinking), belajar untuk memperluas kapasitas personal
dalam mencapai hasil kerja yang paling diinginkan, dan menciptakan
lingkungan organisasi yang menumbuhkan seluruh anggotanya untuk
mengembangkan diri mereka menuju pencapaian sasaran dan makna
bekerja sesuai dengan harapan yang mereka pilih. Organisasi
pembelajaran memerlukan karyawan yang memiliki kompetensi tinggi, agar
dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan, khususnya perubahan
teknologi dan paradigm yang berbasis kekuatan fisik ke paradigm yang
berbasis pengetahuan (2) masteri personal (personal mastery), bagaimana
membentuk keputusan dan tindakan, mental model memungkinkan
manusia bekerja lebih cepat, namun dalam organisasi yang terus berubah.
(3) model-model mental (mental models), Komitmen untuk menggali visi
bersama tentang masa depan secara murni tanpa paksaan. Untuk

89

menggerakan organisasi pada tujuan bersama diperlukan adanya visi yang
dimiliki oleh semua orang dan semua unit yang ada dalam organisasi. (4)
membangun visi bersama, Kemampuan dan motivasi untuk belajar secara
adaptif, generative dan berkesinambungan. Kemampuan organisasi untuk
mensinergikan kegiatan team ini ditentukan dengan adanya visi bersama.

menyempurnakan.
Transformasi sebagai suatu proses perubahan dari suatu kondisi ke

kondisi lain untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Transformasi
organisasi merupakan suatu strategi dan implementasi untuk membawa
organisasi dari bentuk dan sistem yang lama ke bentuk dan sistem yang
baru dengan menyesuaikan seluruh elemen ikutannya (sistem, struktur,
people, culture) dalam rangka meningkatkan efektivitas organisasi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan selaras dengan visi dan misi
organisasi.

Dalam tataran organisasi pembelajaran di Kementerian Pertanian,

90

telah begitu jelas dan langkahnya semakin nyata. Sebagai sebuah
organisasi yang belajar (learning organization), Biro Organisasi dan
Kepegawaian senantiasa meng-upgrade kemampuan keilmuannya,
memotivasi setiap unit kerja untuk selalu menciptakan inivoasi
pembelajaran. Hal ini dijabarkan lebuh lanjut dalam penyederhanaan
struktur organisasi dan penataan pegawai melalui penyetaraan Jabatan
Administrasi kedalam Jabatan Fungsional. Hal ini berdampak secara
signifikan terhadap sistem pengelolaan kinerja pegawai di lingkup
Kementerian Pertanian. Data transformasi jabatan yang telah dilaksanakan
seperti pada tabel 10.

Tabel 10. Sebaran penyetaraan jabatan lingkup Kementerian
Pertanian.

No. JABATAN FUNGSIONAL Lektor Lektor Madya Muda Pertama Total
Kepala

1 Analis Anggaran 3 14 17

2 Analis Hukum 15 6

3 Analis Kebijakan 26 55 81

4 Analis Kepegawaian 14 68 82

5 Analis Ketahanan Pangan 8 15 23

6 Analis Pasar Hasil Pertanian 49 13

7 Analis Pengelola Keuangan APBN 21 127 22 170

8 Analis Perkarantinaan Tumbuhan 10 56 7 73

9 Arsiparis 2 12 14

10 Assesor SDM Aparatur 13 4

11 Dokter Hewan Karantina 13 60 7 80

12 Dosen 11 2

13 Medik Veteriner 18 52 70

14 Pemeriksa PVT 12 3

15 Peneliti 17 50 67

16 Pengawas Alsintan 4 12 16

17 Pengawas Benih Tanaman 14 29 43

18 Pengawas Bibit Ternak 6 19 25

19 Pengawas Farmasi Makanan 22

20 Pengawas Mutu Pakan 4 12 16

21 Pengelola Pengadaan Barang/ Jasa 13 4
Pengembang Teknologi 6 15 21

22 Pembelajaran

91

Pengendali Organisme Pengganggu 16 34 50
23 Tumbuhan 2 19 21
24 Penyuluh Pertanian
39 12
Perancang Peraturan Perundang-
25 undangan 33
26 Perekayasa
27 Perencana 35 78 113
28 PMHP
29 Pranata Humas 32 63 95
30 Pranata Komputer
31 Pustakawan 10 70 80
32 Statistisi
33 Surveyor Pemetaan 26 8
34 Widyaiswara
12 3
Jumlah
3 12 15

12 3

8 18 26

1 1 290 933 36 1261

92

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Proyek perubahan dengan tema “Strategi Integrasi
Pengembangan Kinerja Pegawai dengan Kinerja Organisasi” pada
jangka pendek telah selesai dilaksanakan dengan baik dan secara
umum sesuai dengan milestone yang telah direncanakan. Melahirkan
inovasi melalui kebijakan/regulasi baru dalam pengelolaan kinerja
pegawai yang selaras dengan kinerja organisasi. Bimbingan Coach,
arahan mentor dan kerja sama yang baik dengan semua pemangku
kepentingan baik internal maupun eksternal serta dukungan penuh
dari tim yang telah memberikan kontribusi sehingga seluruh tahapan
kegiatan rancangan proyek perubahan dalam Pelatihan
Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021
dapat diselesaikan dengan baik.

Inovasi dan kebijakan baru diperlukan untuk menjawab
kebutuhan adanya sistem yang efektif dan efisien dalam pelaksanaan
koordinasi, pelaporan, dan penilaian kinerja, sekaligus menjadi alat
ukur efektifitas dalam pengelolaan kinerja pegawai yang terintegrasi
dengan kinerja organisasi. Proyek perubahan yang dihasilkan antara
lain sebagai berikut:
1. Rancangan Peraturan Menteri Pertanian tentang Pengelolaan

Kinerja Pegawai Lingkup Kementerian Pertanian (sampai dengan
selesai tahap harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan
HAM) selanjutnya proses penandatnganan dan pengundangan;
2. Rancangan desain aplikasi “SINERGI” (Sistem Informasi
Pengelolaan Kinerja Pegawai Terintegrasi), sampai dengan uji
coba dan implementasi aplikasi SINERGI.

93

3. Panduan manual dalam Petunjuk Operasional dan video tutorial
Aplikasi SINERGI;

4. Branding aplikasi dengan logo SINERGI dan tagline Make It
Better.

5. Sosialisasi, Launching dan Webinar Nasional dengan tema
“Rancang Bangun Pengelolaan Kinerja Pegawai Membangun
Human Capital Dalam Organisasi” secara offline dan online
(dengan participant mencapai 1000 pegawai dari internal
maupun eksternal).

Proyek perubahan ini telah mendapat dukungan dari berbagai
pihak baik dari internal di Kementerian Pertanian maupun dari
Kementerian/Lembaga lain, Pemerintah Daerah serta BUMN.
Dukungan dalam bentuk testimoni disampaikan baik secara lisan
(langsung) maupun rekaman video. Banyaknya dukungan tersebut,
diharapkan akan lebih mempermudah dan memberikan kelancaran
dalam implementasinya dan pengembangan pada tahapan-tahapan
selanjutnya, baik untuk memenuhi tujuan jangka menengah maupun
jangka panjang. Hal yang paling penting adalah bagaimana
menumbuhkan rasa memiliki terhadap perubahan yang terjadi dalam
mindset seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Pertanian.

B. Rekomendasi

Mengingat proyek perubahan ini merupakan tindak lanjut dan
bentuk implementasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30
Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil dan
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Kinerja
Pegawai Negeri Sipil, dilakukan beberapa hal yang
direkomendasikan, sebagai berikut:

94

1. Sistem integrasi pengembangan kinerja pegawai dengan kinerja
organisasi melalui pengembangan aplikasi semula e-Kinerja
menjadi SINERGI yang telah dirancang dan disosialisasikan,
perlu ditindaklanjuti agar penerapannya sesuai rencana yang
telah ditentukan sehingga dapat terlaksana dengan efektif dan
dapat dimanfaatkan secara realtime;

2. Implementasi aplikasi SINERGI digunakan secara menyeluruh
bagi seluruh PNS lingkup Kementerian Pertanian baik Kantor
Pusat maupun Unit Pelaksana Teknis yang ada di seluruh
wilayah Indonesia, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian
tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai lingkup Kementerian
Pertanian.

3. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara
berkala progress dalam penerapan aplikasi SINERGI
jika terjadi permasalahan/kendala operasional dan
solusi perbaikannya.

C. Lesson Learn
Pembelajaran yang dapat diperoleh selama mengikuti PKN

Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021 melalui pelaksanaan kegiatan
penyusunan proyek perubahan ini adalah sebagai berikut:
1. Memacu dan memotivasi dalam melahirkan inovasi dan

kebijakan baru terkait pengelolaan kinerja pegawai di lingkungan
Kementerian Pertanian, sebagaimana diamanatkan dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian
Kinerja Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 8 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Kinerja
Pegawai Negeri Sipil, selaras antara kebijakan dan regulasi serta
sistem pengelolaan kinerja pegawai terintegrasi dengan kinerja
organisasi.

95

2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019
tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil bahwa penilaian
kinerja PNS bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan
PNS yang didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karier,
oleh karena itu penilaian dilakukan berdasarkan perencanaan
kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi
dengan memperhatikan target, capaian, dan hasil yang dicapai,
serta perilaku PNS.

3. Perlu dilakukan strategi yang tepat dalam melakukan proyek
perubahan, Integrasi pengelolaan Kinerja Pegawai dengan
Kinerja Organisasi melalu penyusunan regulasii dan
pengembangan aplikasi pengelolaan kinerja pegawai yang
merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk mengikuti
dinamika perubahan regulasi pemerintah yang mengatur
manajemen kinerja PNS.

4. Capaian proyek perubahan mulai dari jangka pendek, menengah
hingga panjang, dapat memberikan kontribusi dalam penerapan
pola dan sistem baru pengelolaan kinerja pegawai secara lebih
jelas, terukur, dapat memberikan dukungan pelaksanaan tugas
dan fungsi organisasi melalui sistem pemantauan dan evaluasi
secara berkala, dan dapat dijadikan dasar dalam pemberian
reward and punishment serta pengembangan pola karir pegawai
lingkup Kementerian Pertanian.

5. Aplikasi SINERGI, memberikan gambaran terhadap perubahan
melalui sistem pengelolaan kinerja pegawai antara kinerja
individu dengan kinerja organisasi terintegrasi.

96

DAFTAR PUSTAKA

A. A. Anwar Prabu Mangkunegara. 2006. Evaluasi Kinerja Sumber Daya
Manusia. Jakarta: Refika Aditama.
Baban Sobandi dkk, 2006. Desentralisasi dan Tuntutan Penataan
Kelembagaan Daerah. Bandung: Humaniora.
Badan Kepegawaian Negara. 2019. Peraturan Pemerintah Nomor 30
Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS. Jakarta: Badan Kepegawaian
Negara.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia. 2021.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Manajemen Pengelolaan Kinerja
PNS. Jakarta: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Republik
Indonesia.
Kementerian Pertanian. 2019. Rencana Strategis Kementerian Pertanian
2019-2024. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2020. Peraturan Menteri
Pertanian Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2020 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. Jakarta : Kementerian Pertanian
Republik Indonesia.
Pemerintah Indonesia. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Sekretariat Negara.
Pemerintah Indonesia. 2018. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018
tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Jakarta : Sekretariat
Negara.
Robbins, S. 2008. Perilaku Organisasi, Jilid I dan II, alih Bahasa: Hadyana
Pujaatmaja. Jakarta: Prenhallindo.

97

Senge, Peter M. 1990. The Fifth Discipline. The Art And Practice Of The
Learning Organization. New York: Doubleday Currency.

98

LAMPIRAN
DOKUMENTASI KEGIATAN

1

1. KOORDINASI PENYIAPAN ALUR DAN GAGASAN
PERUBAHAN

2

3

4

5

6

2. KONSULTASI DENGAN MENTOR DAN
PERSETUJUAN GAGASAN PERUBAHAN

7

8

3. PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF PROYEK
PERUBAHAN

9

10

11

12

13

14

4. RAPAT VIRTUAL KOORDINASI TIM EFEKTIF

15

16

17

18

19

20

21

22

23

5. RAPAT VIRTUAL TINDAK LANJUT RPP DAN
PERSIAPAN PROPER DENGAN TIM EFEKTIF

24

25

26

27

28

29

6. PENYUSUNAN RANCANGAN DESAIN APLIKASI
DAN KONSEP PENGEMBANGAN APLIKASI

30

31

32

33

34

35

36

7. RAPAT KOORDINASI PERSIAPAN PENERAPAN
PENGELOLAAN KINERJA PEGAWAI LINGKUP
KEMENTAN

37

38

39


Click to View FlipBook Version