“Maaf ayahanda, ada apa gerangan ayah
memanggil kami berdua”, ujar sang kakak kepada sang
raja.
“Anak anakku, kalian sudah tumbuh dewasa, ayah
sudah menginginkan seorang cucu yang bisa mengisi hari
tua ayahanda dengan bahagia. Saya tidak menentukan
siapa yang dahuluan memiliki istri karena kalian berdua
sudah sama sama tumbuh dewasa dan sudah sepantasnya
memiliki istri.
“Ya anakku, sambung permaisuri Hindun. Ibu dan
ayahandamu kini sudah semakin tua, kami ingin sekali
diantara kalian berdua menikah”’ pinta raja
“Ampun ayahanda dan bunda, ujar pangeran
Prawiro dengan penuh sopan santun dan nada yang agak
gemetar. Saya sangat menghormati ayah selaku orang
tua dan saya selaku anak sudah sepantasnya berbakti
kepada ayahanda yang sudah membesarkan kami dengan
penuh cinta dan kasih sayang. Namun, sebelumnya
Ananda memohon maaf kepada ayahanda bahwa Ananda
belum bisa memenuhi permintaan Ayahanda. Bukan
Ananda tidak berbakti kepada ayahanda namun hingga
saat ini belum ada seorang wanitapun yang bisa mengisi
hati Ananda”. Pangeran menjelaskan keapada raja.
J u d u l B u k u | 51
Belum selesai sang pangeran Prawiro berbicara
langsung disahut oleh sang raja, itu karena engkau asyik
dengan hobimu yang sangat menyita waktu. Berhari hari
kau habiskan waktumu untuk menyalurkan hobimu
berburu di tengah hutan. Terkadang kau lupa waktu
hingga makanpun engkau sampai lupa, ucap sang raja
dengan nada agak keras. Padahal koleksi hasil berburumu
sudah banyak memenuhi area kerajaan dari binatang
paling kecil hingga binatang paling besar lanjutnya.
Mendengar jawaban raja pangeranpun terdiam,
dalam hatinya memang benar apa yang dikatakan oleh
ayahnya namun, dia tidak bisa memenuhi keinginan
ayahnya untuk segera memiliki istri karena hingga saat
ini belum ada seorang wanitapun yang bisa melunakkan
hatinya.
“Maaf ayahanda, sahut pangeran Depati.. Ananda
juga sama dengan kakanda hingga saat ini belum
menemukan tautan hati. Mohon beri ananda kesempatan
untuk menemukan perempuan yang betul betul Ananda
idam idamkan”, ujar pangeran kedua dengan suara lirih
nyaris tak terdengar.
Mendengar jawaban dari kedua putranya sejenak
rajapun terdiam tanpa sepatah katapun. Dengan rasa
kecewa ditinggalkannya kedua putranya dengan langkah
yang lunglai. Belum berselang waktu lama terdengar
52 | J u d u l B u k u
teriakan ibunda permaisuri dari kamar raja. Seluruh
keluarga kerajaan tergopoh gopoh mendekati asal suara
tersebut, ternyata didapati bahwa raja tiba-tiba jatuh
pingsan. Setelah raja sadarkan diri ternyata raja
mengalami kelumpuhan hingga aktifitas raja sangat
terganggu.
Sejak saat itu, datang silih berganti tabib untuk
mengobati sang raja. Namun semuanya tidak berhasil
menyembuhkan raja. Keluarga kerajaan hampir putus asa
mencari tabib yang mampu menyembuhkan raja. Tiba tiba
ada seorang tabib datang, sebut saja namanya tabib
Kiyai. Tabib ingin sekali bertemu dengan keluarga
kerajaan sehubungan mimpinya tentang sakit yang
dialami oleh raja. Beliau bermimpi bahwa raja akan
sembuh apabila mengkonsumsi telur ikan seberuk.
Diceritakanlah oleh tabib tentang mimpinya kepada
keluarga kerajaan. Dari kedua anak anak raja pangeran
kedualah yang pintar menangkap ikan sehingga keluarga
kerajaan mengutus pangeran untuk mencari ikan
tersebut. Akhirnya pangeran menyetujui untuk mencari
ikan yang dimaksudkan oleh tabib tersebut.
Keesokan harinya pangeranpun berangkat
didampingi oleh keempat orang pengawal kerajaan untuk
menangkap ikan yang dimaksud. Berbagai peralatan untuk
yang dibawa oleh Pangeran Depati berupa pancing, bubu,
dan tangkul. Mereka menyusuri sungai, setiap ada tempat
J u d u l B u k u | 53
mereka berhenti untuk mencari ikan yang dimaksud.
Namun, hingga hari ketigapun mereka belum berhasil
mendapatkan ikan tersebut. Karena pangeran Depati
merasa lelah akhir mereka melepas lelah disebuah hutan
yang bernama alas tutupan. Tempat ini sebenarnya
terkenal sangat angker sehingga tidak satupun ada
penduduk disana.
Para pengawal aku sangat lelah, sudah hari ketiga
namun ikan yang dimaksud oleh sang tabib hingga kini
belum kita dapatkan, pinta sang pangeran kepada
pengawal, kata Pangeran Depati.
Baiklah pangeran, kami akan menyiapkan tempat
kita untuk beristirahat, jawab pengawal
Mereka bergegas membuat tempat beristirahat.
Ada yang memotong kayu, ada yang mengumpulkan daun
ada yang membersihkan sehingga dalam waktu sekap
selesailah pondok untuk mereka beistirahat. Sedang
asyik beristirahat mereka diganggu oleh teriakan suara
yang sangat mengejutkan. Ternyata itu suara penunggu
alas tutupan yang saat ini mereka tempati.
“Keluar kalian”, teriaknya hingga mengejutkan
pangeran dan para pengawal
“Apa salah kami”, tanya pengawal.
54 | J u d u l B u k u
“Saya tidak terima tempat ini kalian rusak. Saya
sangat terganggu karena ulah kalian menebang pohon dan
merusak tanaman yang ada disekitar sini”, hardiknya
Tanpa pikir panjang Datukpun langsung menyerang
pangeran dan pengawal. Namun dengan sigat pangeranpun
dapat mengelak serangan datuk tersebut. Maka
terjadilah perkelahian datuk dengan pengawal kerajaan.
Namun datuk dapat dikalahkan oleh pengawal kerajaan.
Sebenarnya siapa kamu, tanya pangeran
Saya adalah penghuni alas tutupan ini, saya pindah
kemari karena saya dikucilkan oleh masyarakat karena
saya memiliki penyakit kulit yang yang diperkirakan oleh
masyarakat akan menular. Karena itulah saya
mengasingkan diri ketempat ini. Setiap ada masyarakat
yang masuk ke daerah ini pastilah saya usir jkarena saya
saya dendam dan benci dengan orang orang yang sudah
mengusir saya.
“Kalian sendiri siapa” tanya Datuk
“Kami dari Kerajaan Betung Jaya, Saya adalah
putra raja yang kedua. Kami sampai kemarin hanya ingin
mecari obat untuk kesembuhan ayahanda kami”
“Kalau boleh tahu, raja sakit apa?” Tanyanya
dengan nada ingin tahu
J u d u l B u k u | 55
“Raja saat ini sedang lumpuh dan sangat
memerlukan obat untuk kesembuhan raja’
“Apakah saya bisa membantu pangeran untuk
menemukan obat tersebu” Datuk menawarkan diri.
Pangeranpun menceritakan bahwa perjalanannya
sudah tiga hari ini sudah berusaha menemukan obat yang
diminta oleh tabib yaitu berupa telur ikan seberuk.
Keesokan harinya merekapun berangkat menyisiri
sungai dan hutan. Tibalah mereka disebuah
perkampungan. Di perkampungan ini pangeran sedang
melihat seorang gadis sedang berada di halaman
rumahnya. Melihat paras yang sangat cantik pangeranpun
langsung menaruh hati pada perempuan itu. Tergesa gesa
pangeran mendekati perempuan itu.
“Mohon maaf kalua boleh tau nama adinda siapa?”
tanya pangeran dengan penuh harap segera mendapat
jawaban
“Namaku, aisyah tuan”, gadis itu menjawab sambal
tertunduk malu.
“Apa gerangan yang membuat tuan berada di
kampung yang sangat sunyi ini”, tanya Aisyah
56 | J u d u l B u k u
Pangeran pun bercerita bahwa dia sedang mencari
obat untuk raja yaitu berupa telur ikan seberuk.
Seketika saja Aisyah berlari ke belakang rumahnya
mencari gentong yang berada di dalam rumahnya. Gadis
itu kembali keluar rumah sambil menunjukan kepada
pangeran isi di dalam gentong itu.
Betapa terkejutnya hati pangeran melihat seekor
ikan yang berwarna putih keemasan yang mengeluarkan
cahaya mengkilap.
‘Apakah ini yang dinamakan ikan seberuk?”,
berharap menemukan jawaban dari gadis cantik ini.
“Benar pangeran ini ikan seberuk, dialiran sungai
ini banyak sekali ikan seberuk. Apalagi setelah bulan
purnama ikan ini akan muncul dengan sendirinya. Biasanya
banyak penduduk berdatangan untuk mengambil ikan ini.
Bulan purnama akan muncul malam ini tegas aisyah
kepada pangeran. Apabila pangeran ingin melihat ikan ini
dia akan muncul dengan sendirinya.
“Baiklah kalu begitu. Kami izinkan kami menunggu
sampai besok di tempat ini. Kami akan beristirahat
barang semalam”, pinta pangeran kepada Aisyah.
“Silakan tuan, hanya saja saya sendirian menunggu
rumah ini karena kedua orang tuaku masih di dalam hutan
J u d u l B u k u | 57
menanam pohon karet dan bersawah. Besok mereka pasti
pulang membawa kayu bakar”, lanjut Aisyah
“Kalau pangeran berkenan silakan beristirahat di
teras rumah ini”, sambungnya kembali
Tidak terasa mataharipun menampakan sinarnya,
merekapun bergegas menuju sungai dimana ikan sieberuk
itu akan muncul pada bulan purmana. Sesampainya di
tempat yang dituju ternyata penduduk sudah ramai
menunggu di pinggir sungai. Sang pangeran terkejut tiba-
tiba muncullah ikan dari dasar sungai. Pangeran tertegun
melihat peristiwa ini. Tiba tiba pangeran tertuju di
tengah sungai ada cahaya yang sangat menyilaukan.
Karena peanasaran Pangeran Depati menggunakan
kesaktiannya berlari ketengah sungai itu untuk
mengetahui benda apa yang bercahaya itu. Ketika berada
ditengah sungai Pangeran Depati langsung mengambil
benda itu, ternyata benda tersebut adalah ikan seberuk.
Tidak membuang waktu pangeran Depatipun langsung
mengambil ikan seberuk tersebut. Betapa senangnya hati
sang Pangeran telah menemukan ikan seberuk sebagai
obat mujarab untuk kesembuhan ayahnya.
Merekapun bergegas kembali ke kerajaan untuk
memberikan telur ikan seberuk kepada ayahnya. Namun
sebelum ia meninggalkan kampung itu pangeran menemui
aisyah untuk menyampaikan isi hatinya kepada aisyah,,
58 | J u d u l B u k u
“Maaf adinda, kami harus permisi. Namun ada hal
yang perlu saya sampikan kepada adinda bahwa sejak
pertama saya melihat adinda saya langsung jatuh cinta,
saya berharap cinta saya ini tidak bertepuk sebelah
tangan”, ujar pangeran penuh harap.
“Saya akan membawa orang tua saya kemari untuk
melamar adinda”, lanjut pangeran
“Kakanda saya hanya rakyat biasa yang miskin dan
tak punya apa-apa. Ayah saya seorang petani dan hidup
serba kekurangan apakah pantas saya hidup
berdampingan dengan pangeran yang kaya raya dan
tampan?” Tanya aisyah penuh dengan keheranan.
“Tak masalah dinda, bagiku cinta tidak
memandang, harta dan kecantikan”, jelas pengeran
Depati
“Kami akan melanjutkan perjalanan pulang ke
kerajaan, semoga kita bisa bertemu lagi”, sambung
pangeran Depati.
“Baiklah kakanda, niat kakanda akan saya
sampikan kepada orang tua saya. Biasanya mereka akan
pulang sore ini,” jawabnya lagi
Tak berselang waktu lama ayah dan ibu aisyahpun
pulang dari lading, belum sempat ayah dan ibunya masuk
J u d u l B u k u | 59
ke rumah,Aisyah menceritkan peristiwa yang terjadi
pada saat ayah dan ibunya di ladang. Tanpa pikir panjang
ayah dan ibu aisyah menyetujui apabila pangeran Depati
melamar Aisyah.
Beberapa hari kemudian sampailah pangeran ke
kerajaan.“Ayah bunda aku sudah menemukan ikan
seberuk ini di kampung sebelah”, kata pangeran kepada
ayahmya denagn penuh kebahagian
Melihat pangeran membawa ikan seberuk
permaisuri bergegas mengampiri putranya dan mengambil
ikan seberuk dari tangan putranya.
“Terima kasih nak, kau sudah berrsusah payah
menemukan obat buat kesembuhan ayahmu”, ucap ibunya
“Tidak apa bu, ini sudah menjadi kewajiban saya
sebai baktiku kepada orang tua”, jawab pangeran Depati
Ikan seberuk itupun dipanggag oleh Permaisuri,
lalu diberikannya ikan itu kepada raja Syahwan. Betapa
terkejutnya seisi kerajaan melihat raja sudah bisa
menggerakkan anggota tubuhnya setelah memakan telur
ikan seberuk itu. Dalam suasana gembira itu pangeran
Depati menceritakan peristiwa yang terjadi pada saat
dia mengembara mecari obat untuk ayahanda.
60 | J u d u l B u k u
“Ayah dan bunda izinkan Ananda menyampaikan
keinginan Ananda untuk melamar dan menikah dengan
seorang gadis biasa yang berada di desa dimana ikan
seberuk ini saya temukan”, kata pangeran Depati
“Kami sangat bahagia menerima berita ini anakku,
kami tidak memaksakan kehendak dengan siapa Ananda
mau menikah. Kalau memang gadis itu pilihan Ananda
kamipun akan menerima dengan senang hat”, lanjut
permaisuri
“Baiklah anakku, besok kita kan menemui gadis itu
dan orang tuanya”, kata permaisuri dengan penuh rasa
bahagia.
Keesokan harinya berangkatlah Raja, Permaisuri,
Pangeran Prawiro Pangeran Depati dan beberapa orang
pengawal. Setelah sampai di rumah Aisyah rombongan
raja diterima dengan rasa suka cita oleh keluarga
Aisyah. Raja menyampaikan maksud dan tujuan mereka
datang ke rumah Aisyah. Mendengar penjelasan raja,
ayah dan ibunya menerima apa yang menjadi keinginan
raja. Pangeran Depati dan Aisyahpun menikah dan hidup
rukun dan bahagia di desa dimana ikan seberuk yang
mereka cari ditemukan di kampung ini. Memiliki anak dan
keturunan hingga kini. Sejak saat itu desa ini dinamakan
Desa Lubuk Seberuk.
J u d u l B u k u | 61
6. BUCIT SI PESILAT LIDAH
Oleh: Evi Febriastuti
SMPN 1 Kayuagung
Alkisah pada zaman dahulu kala hiduplah seorang
perjaka ternama yang gagah perkasa. Dia ditakuti oleh
semua orang. Bukan tanpa sebab, melainkan karena
keahliannya dalam menipu orang. Dialah Bucit Si Pesilat
Lidah.
Bucit berasal dari keluarga yang sederhana.
Ayahnya bernama Ismail dan ibunya bernama Maryam.
Ayahnya bekerja sebagai petani di huma tetangga dan
ibunya pembuat gerabah. Tak jarang Bucit berkeliling
dusun ikut menjajakan gerabah buatan ibunya. Yang
paling laris adalah singkup dan kowan. Apalagi kalau
menjelang lebaran, pesanan pun mulai ramai berdatangan.
Keseharian keluarganya yang sederhana ini tidak
membuat dirinya menjadi pemalu. Bucit memiliki banyak
teman, pergaulannya pun luas.
******
Suatu hari, Bucit berteriak minta tolong.
“Tolong..tolong..tolong..” teriak Bucit kencang.
Penduduk dusun berdatangan.
“Ada apa, Bucit? Mengapa Kamu berteriak minta
tolong?”
“Tolong saya Tuan. Saya dikejar anjing gila.”
62 | J u d u l B u k u
Penduduk kebingungan. Mereka tidak melihat
seekor anjing pun di sekitar daerah itu.
“Ha..ha..ha..ha.. Maafkan saya Tuan-tuan.
Sebenarnya saya berbohong. Tadi saya tersesat, saya
tidak tahu jalan pulang. Sudilah kiranya Tuan-tuan
menunjukkan ke mana arah Dusun Perigi.”
Itulah tipu daya Bucit yang pertama. Beruntung,
penduduk dusun tidak marah. Malah mereka ikut tertawa
juga.
******
Tipu daya pun berlanjut.
Pagi itu, Bucit pergi memancing ke Sungai
Komering. Sungai kecil yang airnya mengalir bening.
Senyumnya mengembang. Langkah kakinya terhenti.
Bucit melongok ke air sungai yang jernih. Nampak ikan
seluang hilir mudik. Senyumnya pun makin mengembang.
Bucit membayangkan wajah ibunya menyambut gembira
ketika pulang nanti.
“Hhmm.. Digoreng atau dipindang ya?” tanya Bucit
dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
Bucit kembali melangkah. Di tepian sungai nan
indah, Bucit melihat ada pohon besar yang akarnya
menonjol keluar dari tanah. Dilompatinya akar-akar itu
dengan gagah. Terbayang sudah alangkah nyamannya
memancing ikan di bawah pohon yang rindang. Sambil
memikirkan berapa banyak ikan seluang yang akan
J u d u l B u k u | 63
dibawanya pulang. Dihitungnya akar-akar itu. Tiba-tiba
pada lompatan ke tujuh Bucit terjatuh.
“Aduuhhh..” jerit Bucit tertahan.
Bucit tidak bisa menggerakkan kaki kanannya.
Ujung kakinya terasa ngilu. Bucit mulai mencari akal.
“Tolong..tolong.. Ada buaya..” teriak Bucit
kencang.
Penduduk desa mendengar teriakan Bucit.
Berduyun-duyun penduduk berdatangan. Mereka ingin
melihat buaya yang dikatakan Bucit.
“Mana Bucit.. Mana buayanya?”
“Maaf Tuan-tuan. Sebenarnya tidak ada buaya.
Saya hanya ingin minta tolong. Saya terjatuh. Kaki kanan
saya tidak bisa digerakkan” jawab Bucit memelas.
Penduduk desa pun menolong Bucit. Mereka tahu
Bucit melakukan itu hanya untuk mencari cara agar cepat
diberi pertolongan.
******
Suatu malam, Bucit berkumpul bersama teman-
temannya. Sedikit pun Bucit tak mencium gelagat tidak
baik. Padahal teman-teman Bucit sudah merencanakan
perkelahian melawan pemuda dusun sebelah malam ini.
Teman-teman Bucit sudah mengutus perantara sore tadi.
Utusan itu mengatasnamakan Bucit sebagai pemimpin
mereka. Mereka merencanakan perkelahian itu tepat di
samping surau sebelum hutan lebat di ujung Dusun
Kedaton. Padahal kalau Bucit tahu pasti Bucit menolak.
64 | J u d u l B u k u
Dia tidak senang perkelahian. Yang Bucit tahu, surau
adalah tempat yang suci. Tempat Bucit sholat dan
mengaji. Dia sangat membenci orang-orang yang tidak
menghargai keberadaan surau apalagi sampai mengotori
dengan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji.
Alhasil, datanglah rombongan pemuda dusun
sebelah. Mereka berteriak-teriak sambil mengacungkan
potongan bambu kuning.
“Heiii.. Mana yang namanya Bucit? Mana?”
Teman-teman Bucit berlari melarikan diri masuk
ke hutan yang lebat. Mereka meninggalkan Bucit yang
berdiri di samping surau.
“Saya.. Sayalah Bucit. Ada keperluan apa Kalian
mencari saya?” balas Bucit tanpa takut sedikit pun. Bucit
pun mulai mencari cara agar bisa terbebas dari para
pemuda itu.
“Awas, ada harimau..!” teriak Bucit sambil
menunjuk ke arah hutan.
Spontan para pemuda dusun sebelah berlari
pontang-panting. Mereka tidak tahu itu adalah tipu daya
Bucit. Akhirnya, Bucit pun berhasil mengalahkan mereka.
******
Hari demi hari. Bulan berlalu. Tahun pun berganti.
Orang-orang terus-menerus membicarakan
kehebatan Bucit. Bucit yang memiliki akal yang panjang.
Tak hanya ibu-ibu yang mencuci pakaian di sungai, tetapi
juga bapak-bapak yang menanam padi di huma, bahkan
J u d u l B u k u | 65
sampai anak-anak yang pergi mengaji di surau. Semuanya
membicarakan kehebatan Sang Bucit. Tak terkecuali
Fatimah, gadis jelita, putri orang terpandang dari Dusun
Paku. Gayung pun bersambut. Bucit dan Fatimah
berencana akan menikah. Beberapa hari kemudian, pesta
pun berlangsung dengan meriah. Arak-arakan diiringi
“gidor” musik tetabuhan yang bergemuruh meramaikan
pesta pernikahan mereka. Dimulai dari Dusun Perigi
menuju Dusun Paku. Nampak pasangan pengantin dengan
memakai “angkinan” yang berwarna keemasan tak henti
tersenyum bahagia.
Sejak pernikahannya dengan Fatimah, Bucit mulai
menetap di Dusun Paku. Dia membangun sebuah rumah di
ujung dusun. Tujuh purnama telah berlalu. Kini pasangan
muda itu telah dikaruniai satu anak laki-laki yang mereka
beri nama Ismail. Sesuai dengan pesan mendiang
ayahnya, apabila Bucit memperoleh keturunan laki-laki
maka akan diberi nama yang sama dengan nama kakeknya.
******
Suatu hari, Ismail pergi ke hutan mencari
karimunting bersama teman-temannya. Sudah dua jam
mereka di hutan. Tampah yang mereka bawa sudah penuh
isinya. Mereka pun pulang. Di tengah perjalanan, Ismail
melihat anak kijang. Kijang itu menarik hatinya. Diam-
diam anak kijang itu diikutinya. Tanpa sadar, dia sudah
terpisah dengan teman-temannya. Ismail tersesat.
66 | J u d u l B u k u
Matahari sudah tenggelam di ufuk barat. Ismail
tak kunjung pulang. Teman-teman Ismail menangis
ketakutan. Mereka menceritakan tentang Ismail yang
hilang. Tetapi ayah Ismail tak sedikit pun gelisah. Dia
yakin akan kemampuan anaknya. Hanya ibu Ismail yang
tak tenang. Sebentar-sebentar dilihatnya jalan setapak
di depan rumah. Berharap Ismail segera pulang. Ayah
Ismail berusaha menenangkan istrinya.
“Ismail adalah keturunanku, keturunan Bucit Si
Pesilat Lidah. Jangan takut. Dia pasti bisa mencari jalan
keluar” terang Bucit dengan penuh keyakinan.
Selang beberapa saat, nampaklah Ismail pulang
dengan sumringah. Ibunya memeluk gembira. Ayahnya
riang sangat. Usut punya usut ternyata Ismail berhasil
pulang dengan selamat karena trik yang diceritakan
ayahnya. Trik berteriak kencang seolah-olah dikejar
anjing gila.
“Ha..ha..ha.. Benar kan, Bu. Ismail keturunanku.
Kehebatanku sudah turun padanya. Ha..ha..ha.. Ismail
adalah keturunanku, keturunan Bucit Si Pesilat Lidah”
teriak Bucit lantang.
******
Di lain tempat, nampak Si Pahit Lidah berdiskusi
dengan beberapa suruhannya. Rupanya kehebatan Sang
Bucit sudah sampai ke telinga Si Pahit Lidah. Banyak
yang mengatakan bahwa ilmu Si Pahit Lidah masih rendah
dibandingkan dengan ilmu Sang Bucit. Si Pahit Lidah
J u d u l B u k u | 67
penasaran dengan kehebatan Sang Bucit. Lalu dia
mengutus beberapa orang untuk mencari tahu tentang
kebenarannya.
******
Tibalah utusan Si Pahit Lidah di Kayuagung. Tak
sulit bagi mereka untuk mencari tahu keberadaan Sang
Bucit. Utusan langsung menuju kediaman Sang Bucit di
Dusun Paku.
“Hei, Kisanak. Apakah benar Kisanak adalah Sang
Bucit Si Pesilat Lidah yang ternama?” tanya utusan Si
Pahit Lidah.
“Ya, benar. Ada apakah gerangan Tuan-tuan
mencari saya?” balas Bucit dengan ramah.
“Kami adalah utusan Si Pahit Lidah. Kami
ditugaskan untuk mencari tahu tentang kehebatan
Kisanak” jawab utusan Si Pahit Lidah.
“Baiklah. Kalau memang itu yang kalian kehendaki.
Besok akan saya tunjukkan orang sakti yang telah
mengajari dan membantu saya dalam setiap kesulitan.
Dialah guru saya yang sakti mandraguna. Malam ini, Tuan-
tuan beristirahatlah dahulu di pondok saya” pinta Bucit
pada utusan Si Pahit Lidah.
Sebenarnya, ini adalah akal-akalan Bucit saja. Dia
hendak menyusun rencana agar utusan Si Pahit Lidah
percaya dengan kehebatannya. Dan rencana itu sudah
disusun dengan matang.
******
68 | J u d u l B u k u
Esok harinya.
Bucit berjalan mendahului. Dia mengajak utusan
Si Pahit Lidah menemui orang sakti itu. Diajaknya utusan
Si Pahit Lidah menuju hutan lebat di ujung Kedaton. Di
tengah perjalanan Bucit memulai aksinya.
“Mohon maaf, Tuan-tuan. Nanti ketika bertemu
dengan guru saya, Tuan-tuan jangan kaget. Guru saya
tubuhnya tinggi seperti raksasa, tapak kaki dan jari-
jemarinya besar, dan dia tinggal di alam terbuka” jelas
Bucit pada utusan Si Pahit Lidah.
Tak berapa lama, terlihat barisan pohon besar
yang memiliki urat pohon yang timbul dan memiliki akar
yang besar menjulai dari atas ke bawah. Bucit pun
mengajak utusan itu berhenti dan menunjuk ke atas
pohon.
“Coba Tuan-tuan perhatikan. Lihatlah, di atas
pohon itu ada bayi orang sakti. Ini adalah tapak kakinya.
Dan ini adalah jari-jemari orang sakti itu. Besar kan,
Tuan-tuan?” jelas Bucit sambil menunjuk ke akar pohon
besar.
“Saya ingatkan, Tuan-tuan. Jangan sekali-sekali
Tuan memegang pohon ini. Apabila Tuan pegang maka
bayi orang sakti akan menangis. Dan kalau bayinya
menangis, pastilah orang sakti itu akan marah besar.
Tuan-tuan akan diinjak-injaknya dengan mudah. Lumat
tak bersisa” jelas Bucit sambil menyeringai.
J u d u l B u k u | 69
Nampak beberapa utusan Si Pahit Lidah
mengangguk ketakutan. Mereka percaya dengan
penjelasan Sang Bucit. Baru kali ini mereka menemui ada
pohon sebesar itu. Mereka yakin pohon itu adalah
jelmaan orang sakti, guru Sang Bucit.
Ternyata salah satu utusan Si Pahit Lidah itu
masih ada yang belum percaya. Dia pun memegang akar
pohon yang menjulai dari atas ke bawah. Sambil
berteriak “Hei, orang sakti. Keluar Kau..!”
Lalu, apa yang terjadi?
Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi.
Suaranya sangat keras memekakkan telinga.
Spontan utusan Si Pahit Lidah berlari ketakutan.
Mereka takut diinjak-injak seperti yang dijelaskan Bucit
sebelumnya. Mereka meminta maaf pada Sang Bucit.
“Kisanak, maafkan kami. Kami percaya dengan apa
yang kau katakan. Tolong sampaikan pada orang sakti itu.
Jangan sakiti kami. Kami berjanji tidak akan datang lagi.
Kami percaya dengan kekuatan orang sakti itu. Kami juga
percaya dengan kekuatan Kisanak. Maafkan kami,
Kisanak.. Maafkan kami.. Tolong, hentikan tangisan bayi
itu” teriak utusan Si Pahit Lidah dengan memelas.
“Baiklah” jawab Sang Bucit.
Cukup dengan satu lambaian tangan. Tiba-tiba
tangis bayi pun berhenti.
Utusan Si Pahit Lidah bertambah yakin. Sang
Bucit memang sakti mandraguna. Mereka pulang dengan
70 | J u d u l B u k u
membawa berita tentang kebenaran kehebatan Sang
Bucit.
Konon kabarnya Si Pahit Lidah tidak berani
datang ke Kayuagung karena dia percaya dengan
kehebatan Sang Bucit.
Sebagai bukti sejarah, makam Sang Bucit masih
terpelihara sampai sekarang dan dapat dikunjungi di
Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan
Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan.
******
Judul : Bucit Si Pesilat Lidah
Asal Daerah : Kab. Ogan Komering Ilir
Diceritakan Ulang oleh : Evi Febriastuti
Asal Sekolah : SMP Negeri 1 Kayuagung
J u d u l B u k u | 71
7. ASAL MULA DESA ULAK KEMANG
Oleh: Baswarina, S.Pd,M.Pd
SMPN 6 Kayuagung
Alkisah di kesultanan Palembang berkuasalah
seorang Sultan bernama Ahmad Najamudin. Ahmad
Najamuddin sejak kecil memang sudah dipersiapkan
permaisuri untuk menjadi sultan menggantikan
ayahandanya. Hal ini pun disampaikan oleh permaisuri
kepada suaminya. Namun setelah dewasa, berdasarkan
keputusan musyawarah petuah/pemuka adat kesultanan,
diputuskanlah bahwa orang yang tertualah yang berhak
diangkat menjadi sultan. Maka diangkatlah Mahmud
Badaruddin II sebagai Sultan di Palembang Darussalam.
Hal ini membuat Ahmad Najamuddin tidak puas dan tidak
terima terhadap keadaan. Setelah kakaknya menjabat
sebagai sultan. Ahmad Najamuddin pun memberontak
berkerja sama dengan Belanda. Berkat bantuan Belanda
akhirnya Sultan Mahmud Badaruddin II bisa digulingkan
dan digantikan oleh Ahmad Najamuddin II. Setelah
menjabat menjadi Sultan Ahmad Najamudin dkenal
dengan nama Susuhan Husin Diauddin.
Di suatu malam yang redup, angin bertiup
lembut, sang rembulan malam pun mulai menampakkan
dirinya, seolah ingin menyaksikan Sang Sultan dan
permaisuri lagi bercengkrama di taman keraton.Saat itu,
permaisuri sedang hamil muda. Permaisuri menyampaikan
72 | J u d u l B u k u
keinginannya kepada Baginda Sultan Adipati Husin
Dhiauddin atau Sultan Najamuddin II. Permaisuri,
berkata ,” Kakanda, dinda mempunya suatu keinginan!
Maukah kakanda Sultan mengabulkannya? Pinta Sang
permaisuri dengan manja. “Apa itu dinda”, tanya Sultan.
Permaisuri pun menjawab,” adapun keinginan dinda, dinda
kepingin memakan rujak buah kemang.” Baginda Sultan
pun menjawab,” Di mana mendapatkan buah itu dinda,
Buah itu sangat sulit ditemui.” Baginda Sultan tak kuasa
menolak keinginan permaisurinya yang memiliki paras
sangat cantik dan sedang mengandung anaknya. “Tapi
baiklah dinda, besok kanda akan menugaskan prajurit
untuk mencari buah tersebut. Permaisuri pun merasa
senang atas jawaban baginda Sultan, suaminya.
Keesokkan harinya Sultan Najamuddin pun
memanggil, mengumpulkan prajuritnya untuk mencari
buah kemang tersebut. “Prajurit, kemari! Silahkan kalian
berkumpul kemari!” perintah Sultan Najamuddin. “Baik
Baginda Sultan”, jawab prajurit dengan rasa sedikit
takut. Lalu timbullah berbagai pertanyaan di benaknya?
Ada apa bagida Sultan memanggil kami! Kesalahan apa
yang telah kami perbuat. Walau berbagai pertanyaan
bergejolak dalam hati, akhirnya mereka pun berkumpul.
Sultan pun berkata,” Prajuritku, pergilah kalian ke hutan
mencari buah kemang, permaisuri ingin memakan rujak
buah kemang.” Setelah menerima tihta dari Sultan, maka
berangkatlah prajurit itu menelusuri hutan ke luar hutan.
J u d u l B u k u | 73
Perjalanan yang ditempuh sampailah berhari-hari, hingga
sampailah prajurit itu di sebuah hutan lebat. Di hutan
inilah ditemukan sebatang pohon kemang yang sangat
tinggi, tingginya mencapai puluhan meter. Buahnya sangat
lebat. Batangnya condong ke sungai. Disekelilingnya
ditumbuhi tanaman-tanaman liar yang menghijau. Sungai
yang memanjang dan dalam, airnya tampak jernih, namun
air nya mengalir mudik ke hulu berputar-putar
membentuk sebuah lingkaran (ngulak). Beberapa prajurit
mencoba menaiki pohon kemang tersebut, namun baru
pertengahan sudah turun kembali kehabisan tenaga,
mencoba melempar menggunakan ranting pohon, tapi
lemparannya pun meleset tidak sampai ke atas. Berbagai
upaya dilakukan prajurit untuk mendapatkan buah itu
namun tidak membuahkan hasil. Bintik-bintik keringat
mulai tampak pada wajah mereka. Mereka beristirahat di
bawah pohon kemang. Suasana sudah mulai gelap,
matahari pun sudah mulai bergerak. Nyamuk-nyamuk pun
sudah banyak berterbangan dan hinggap di tubuh
mereka. Prajurit pertama berkata, “ Apa yang harus kita
lakukan sekarang, Hari sudah mulai malam. Kita tidak
mungkin tidur di hutan ini. Berbagai upaya sudah dicoba
namun tidak membuahkan hasil.” Prajurit kedua pun
menjawab,” Kita kembali saja ke keraton melaporkan
kejadian ini kepada baginda Sultan.” “Setuju “ jawab
mereka serentak.
74 | J u d u l B u k u
Akhirnya rombongan prajurit pun sepakat untuk
kembali ke keraton dan melaporkan bahwa mereka telah
berhasil menemukan pohon kemang yang dicari, namun
belum bisa membawanya pulang. Sesampainya di istana
keraton, mereka pun menghadap Sultan. Prajurit berkata
,” Lapor Baginda Sultan, Kami sudah menemukan buah
kemang yang dicari, tetapi kami tidak bisa mengambilnya,
pohonnya sangat tinggi, batangnya condog ke sungai.Usai
mendengarkan laporan prajuritnya, Baginda Sultan pun
menjawab, “ Kalau begitu umumkan sayembara, barang
siapa yang berhasil mendapatkan, membawa pulang buah
kemang yang diidamkan permaisuri, maka orang tersebut
boleh makan rujak sepiring dengan permaisuri.
Pajurit pun keliling ke perbagai penjuru
mengumumkan sayembara ini. Berita ini pun didengar
oleh pangeran Kelep. Pangeren Kelep segera menuju
istana menghadap Sultan. Pangeran Kelep,” Hormat saya
Baginda Sultan, izinkan hamba mengikui sayembara yang
paduka Sultan adakan.” Baginda Sultan pun menyetujui
permintaan Pangeran Kelep.
Maka berangkatlah Pangeran Kelep menuju
hutan yang dimaksud. Setelah menempuh perjalanan
berhari-hari, tibalah Pangeran Kelep di hutan tersebut.
Diamatinya pohon kemang yang sangat tinggi, batangnya
yang besar condong ke sungai. Disekelilingnya banyak
ditumbuhi semak belukar. Dilihatnya lagi ke bawah pohon
kemang ada aliran sungai yang cukup deras, airnya mudik
J u d u l B u k u | 75
ke hulu bermutar-putar (airnya ngulak). Pangeran Kelep
pun mengambil sebuah ranting pohon, dengan
kesaktiannya dilemparkanlah ranting tersebut ke arah
buah kemang. Buah kemangpun bejatuhan, namun
jatuhnya ke sungai. Dengan sekali loncatan, Pengeran
Kelep pun dengan gersitnya mengambil buah kemang
tersebut. Lalu dibawanyalah ke keraton.
Sesampainya di keraton, Pangeran pun
menghadap baginda Sultan. Pangeran Kelep berkata,”
Baginda, saya berhasil membawakan buah kemang untuk
permaisuri”. Sang Sultan pun merasa senang atas
keberhasilan Pangeran Kelep dan dia pun menepati
janjinya kalau pangeran Kelep boleh makan rujak kemang
sepiring dengan permaiuri.
Pangeran Kelep memiliki kesaktian yang sangat
tingi dan memiliki paras yang sangat tampan, tubuhnya
kekar berisi. Permaisuri raja pun memiliki paras yang
sangat cantik. Melihat Pengeran Kelep dan permaisuri
makan sepiring, maka munculah rasa cemburu Sultan
terhadap Pangeran Kelep, lalu timbul keinginan untuk
melenyapkan Pangeran Kelep.
Sultan pun memerintahkan prajuritnya untuk
menangkap Pangeran Kelep, ”Prajurit” ..teriak Sultan
“Tangkap Pangeran Kelep” Prajurit pun dengan sigap
mengepung Pangeran Kelep. Merasa dirinya tidak
bersalah dan mau ditangkap oleh prajurit Sultan.
Pangeran pun dengan sigap melompat menghindar, hanya
76 | J u d u l B u k u
terlihat bayangannya saja berkelebat, lalu menghilang,
Prajurit berusaha mengejar namun bayangannya pun
sudah tidak tampak lagi.
Sultan pun merasa geram karena prajuritnya
tidak berhasil menangkap Pangeran Kelep. Berbagai
upaya pun dilakukan untuk menangkap dan membunuh
Pangeran Kelep. Dengan tipu daya akhirnya pangeran
Kelep berhasil ditangkap. Tubuhnya diikat dengan tali
lalu dimasukkan ke dalam kerangkeng besi,
ditenggelaman di Sungai Musi selama tujuh hari tujuh
malam. Menginjak hari ke tujuh, maka Sultan mengajak
prajuritnya mengangkat kerangkeng tempat mengurung
pangeran Kelep. Sultan berpikiran pastilah Pangeran
Kelep sudah meninggal., terbujur kaku dalam kerangkeng.
Dengan rasa penasaran, Sultan sendiri yang mengangkat
kerangkeng. Keringat yang mengalir di tubuh Sultan tak
dihiraukannya, dia terus menarik kerangkeng besi itu
sendirian. Walau terasa berat, sultan terus berusaha
mengangkatnya. Setelah kerangkeng terangkat, betapa
terkejutnya Sultan Najamuddin II. badannya pun sempat
begerak mundur. Sungguh di luar dugaan dan akal sehat,
ternyata Pangeran Kelep masih hidup. Benarkah ini?
Apakah ini semuanya mimpi? Apakah ini hantu Pangeran
Kelep. Berbagai pertanyaan muncul di benak mereka.
Semua prajurit pun tampak terkejut melihatnya, Mereka
membayangkan Pangeran Kelep yang terbujur kaku
karena kehabisan napas di dalam air, tidak makan tidak
J u d u l B u k u | 77
minum selama tujuh hari tujuh malam. Bukan wajah kaku
dan membiru yang mereka temui. Pangeran Kelep tampak
segar bugar. Setelah dikeluarkan dari kerangkeng
pangeran kelep minta segelas air kepada prajurit karena
merasa kehausan.
Cara ini pun tidak berhasil membunuh Pangeran
Kelep. Tubuh dan leher pangeran Kelep tidak mempan
ditebas dengan senjata apapun. Dengan kesaktiannya,
Pangeran Kelep pun berhasil membebaskan diri.
Menghadapi kesaktian pangeran Kelep, Sultan
Najamuddin II pun kewalahan, lalu meminta bantuan
kepada Belanda untuk menangkap Pangeran Kelep.
Dengan tipu muslihat akhirnya pangeran Kelep
tertangkap. Pangeran Kelep bukan mati dibunuh, tidak
mati ditebas ,karena sangat sakti. Akhirnya Pangeran
Kelep meninggal saat kepalanya dimaukkan ke dalam
mesin penggilingan. Sebelum beliau wafat, dia sempat
melantunkan sebuah pantun
Di hutan tumbuh buah Kemang
Ingin dimakan permaisuri Sultan
Karena Sayembara buah Kemang
Nyawaku melayang di tangan Baginda Sultan
Sepeninggal pangeran Kelep, hutan tempat
ditemukannya pohon kemang mulai dihuni oleh
masyarakat, mereka mulai berdatangan hingga kini
78 | J u d u l B u k u
terbentuklah menjadi sebuah dusun yang dinamakan desa
“Ulak Kemang”. Nama ini diambil dari ulak dimana air
sungai dibawah pohon kemang ditemukan tampak airnya
ngulak, maju ke hulu berputar-putar membentuk
lingkaran, dan kemang diambil dari nama buah yang
berhasil diambil oleh Pangeran Kelep. Hingga sekarang
nama desa tersebut dinamakan Ulak Kemang. Letaknya
berada di tengah-tengah antara Desa Sirah Pulau Padang
dan Pampangan.
J u d u l B u k u | 79
8. ASAL-USUL DESA SUKARAJA
(Ulak Dondong) Kec. SP Padang OKI
Oleh: Sultan Takdir, S.Pd
Desa Sukaraja merupakan salah satu desa yang
merupakan bagian dari Kecamatan Sirah Pulau Padang
yang dilintasi oleh aliran anak sungai ogan.
Pada zaman dahulu daerah ini adalah hutan yang
banyak di tumbuhi oleh pohon-pohon Dondong. Buah
Dondong sangat manis dan enak dimakan, sehingga
banyak penduduk yang berbondong-bondong datang
kedaerah ini untuk mengambil buahnya dan bermukim di
daerah ini. Ada salah satu buah Dondong di aliran anak
sungai ogan yang sangat besar dan buahnya juga besar
serta manis dimakan. Konon kabar batang Dondong
tersebut ada penghuni roh halus yang sering mengganggu
masyarakat. Karena sering mengganggu masyarakat maka
datanglah seorang pemuda yang gagah berani dan
memiliki ilmu ghaib yang bisa berdialog dengan makhluk
80 | J u d u l B u k u
halus. “Hai makhluk halus penghuni pohon dondong” kata
seorang pemuda. “Mengapa hai anak manusia” jawab
makhluk halus. “Kamu jangan lagi mengganggu manusia
kalau masih mengganggu manusia maka pohon ini akan
saya tebang” kata pemuda tersebu. Karena makhluk halus
tersebut masih mengganggu manusia yang sering mancing
ditepian sungai maka pemuda tersebut menebang pohon
Dondong sebagai sarang rumah makhluk halus tetapi
tidak berhasil hanya saja pohon dondong miring ke tepian
sungai dan batang dondong yang miring tersebut
merintangi air yang mengalir dengan deras sehingga
aliran air mengulak-ulak, sejak kejadian itu nama daerah
ini menjadi Dusun Ulak Dondong.
Setelah menjadi Dusun Ulak Dondong banyak
sekali para pejabat pemerintahan/ Raja datang ke dusun
Ulak Dondong untuk mencicipi buah Dondong, kedatang
para pejabat tersebut sangat dihormati dan disukai
sekali oleh masyarakat dusun Ulak Dondong. Karena
kebiasaan masyarakat kalau ada para pejabat
pemerintahan/ Raja sering menyanjung dan menyambut
baik serta menyukai para pejabat/ Raja tersebut maka
disepakatilah Dusun Ulak Dondong menjadi Desa
Sukaraja Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan
Komering Ilir.
J u d u l B u k u | 81
9. KISAH PUYANG YUSUF DAN PUYANG
SULAIMAN
Oleh: Ummi Zakiyah,S.Pd.,M.Si
SMKN 1 Kayuagung
Alkisah dari sebuah misteri ini adalah berawal dari
terjadinya sebuah pergolakan, baik perebutan kekuasaan
dan juga menentang aliran kepercayaan annimisme dan
agama nasrani untuk masuk ke wilayah penduduk pribumi
kayuagung yang berasal dari leluhur keturunan mesir dan
juga suku lampung serta suku jawa yang terusir dari
beberapa kerajaan kecil di tanah jawa. Pada masa itu
penduduk Kayuagung yang mendiami dua wilayah yang
dipisahkan oleh aliran sungai yang sekarang disebut
sungai komering. Penduduk keturunan mesir hidup
mereka terkenal sebagai orang yang kaya raya,sedangkan
yang leluhurnya dari tanah jawa kehidupan sederhana
namun sangat dikenal sopan santunnya serta banyak yang
berjiwa sosial. Ada pula suku yang berasal dari suku
lampung,dan suku Batak Sekala Borak,kelompok ini
banyak memiliki kemampuan gaib,akan tetapi ada dua
saudara sepupunyang mempunyai kemampuan untuk
menutupi pandangan orang yang berniat jahat pada
mereka bahkan mereka bisa menutupi pandangan yang
awam terhadap sebuah kawasan sekalipun. Kedua sepupu
ini bernama Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman.
82 | J u d u l B u k u
Suatu hari daerah kayuagung kedatangan ulama
dari daerah Banten yang bernama Ki.Riduan Hasyim
Rasyid,beliau adalah seorang kiayi berdarah Mesir
sahabat dari puyang Yusuf dan Sulaiman keturunan
Mesir yang hidup di daerah Kayuagung. Mereka berdua
adalah saudara sepupu,Sulaiman hidup di dusun
paku(sebutan dusun saat ini) sedangkan Yusuf menghuni
di wilayah kedaton sebelum dia mengungsi ke perigi.
Pertemuan tiga tokoh ini dihadiri oleh tokoh ulama orang
pribumi ketrurunan Lampung,dia adalah sepupu dari
mukedum dan juga tokoh ulama dari kawasan kijang batu
ampar yang konon dia adalah garis keturunan darah
Batak Sekala Borak.
Kehadiran ulama Banten tersebut mengabarkan
bahwa tanah Jawa sudah dimasuki kaum nasrani
kebangsaan Belanda. Mereka akan menjajah pulau Jawa
dan Sumatera. Mendengar berita itu, puyang yusuf dan
Sulaiman merasa gerah. Puyang Yusuf langsung berkata
,”Puyang Sulaiman Sulainan,kita harus mengadakan
pertemuan dengan para orang orang sakti.” Tentu kita
harus segera mengadakan pertemuan,jawab Puyang
Sulaiman . Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman ini sangat
anti dengan Belanda. Mereka adalah sosok yg sangat
taat pada agama,bijaksana, dan sangat tinggi jiwa
nasionalismenya. Ketika mendengar akan kedatangan
serdadu Belanda, Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman
sangat panas sekali hati mereka. Mereka beranggapan
J u d u l B u k u | 83
bahwa kata menjajah itu adalah upaya merampas harta
kekayaan dan juga akan memasukkan aliran agama
nasrani di tengah masyarakat Kayuagung dan sekitarnya.
Keesokkan harinya Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman
mengadakan pertemuan dengan para orang orang sakti.
Dari hasil pertemuan itu,seminggu kemudian puyang
Yusuf dan Sulaiman membuat maklumat pada penduduk
Kayuagung, Adapun maklumat itu berbunyi, bagi
penduduk yang banyak menyimpan harta emas,intan
berlian,dan juga taat pada ajaran islam,jika tidak mau
dijajah Belanda,mari ikut bersama kami untuk
membangun dusun di daratan talang hutan,mulai dari dari
hutan perigi sampai hutan hutan kedaton. Alasan
membuat dusun dijelaskan pada penduduk.. Mendengar
maklumat itu,banyak sekali orang orang bersama anak
pinak mereka ikut membuka kawasan pemukiman baru.
Hutan perigi dan hutan hutan di kedaton adalah hutan
rimba,dimana di di dalamnya tumbuh pohon pohon yang
sangat besar,di antaranya pohon pohon jati,pohon
beringin,pohon mahoni dan pohon pohon besar lainnya.
Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman beserta penduduk
bekerja siang malam membuka hutan rimba tersebut
tanpa kenal lelah. Dari hari ke hari,dari minggu ke
minggu,dari bulan ke bulan,maka selesailah sudah mereka
membuka hutan hutan tersebut untuk dijadikan tempat
pemukiman. Setelah semuanya selesai,Puyang Sulaiman
yang di tua tuakan dalam rombongan itu,bersama Puyang
84 | J u d u l B u k u
Yusuf,mereka berdua membagi wilayah penduduk
menjadi empat wilayah sesuai dengan kemampuan dan
karakter tempat penduduk yang berjiwa kehidupan
penduduk itu masing masing. Wilayah perigi tempat
pemukiman para akhli di bidang kepercayaan,kutaraya
tempat kelompok orang berjiwa sosial tapi sering
menguji keimanan manusia, dan wilayah kedaton adalah
kumpulan para akhli di bidang pengobatan.
Setelah wilayah dibagi tiga kekuasaan, satu
daerah khusus tempat pemukiman orang orang berstatus
ningrat dalam arti mereka yang banyak harta
kekayaannya yaitu di wilayah paling talang di hutan
kutaraya berbatasan dengan perigi. Konon nama negeri
tersebut bernama “Tiyuh Beruyut” maksudnya gabungan
dari beberapa rumpun keluarga. Berpuluh rpuluh tahun
tiyuh Beruyut hidup damai dan tentram.
Pada suatu dekade,Kayuagung benar benar
kedatangan orang serdadu Belanda. Namun saat itu
mereka hanya meninjau. Kedatangan serdadu Belanda
tersebut telah mengusik ketentraman dan kedamaian
masyarakat sekitar. Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman
menjadi geram dan berapi api terhadap serdadu Belanda.
Akhirnya Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman bersepakat
untuk mengumpulkan beberapa tokoh masyarakat,mulai
tokoh agama sampai tokoh pengobatan.Dari hasil
pertemuan mereka dengan para tokoh
J u d u l B u k u | 85
masyarakat,semuanya mengambil kesepakatan untuk
membuat supaya serdadu belanda tidak dapat
mengganggu dan merampas hak milik masyarakat. Cara
yang digunakan untuk mengatasi itu semua adalah dengan
cara memagari seluruh wilayah tempat tinggal mereka.
Keesokkan harinya Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman
mulai memagari wilayah kekuasaanya dengan kemampuan
gaibnya, semua ini dilakukan agar orang orangnya serta
daerah mereka tidak terlihat oleh siapapun di luar orang
orang mereka.
Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman sangat begitu
memperjuangkan nasib orang orang di wilayah tempat
tinggal mereka.Bukan hanya itu,mereka juga sangat ingin
masyrakatnya hidup damai dan tenteram. Dengan segala
ilmu yang dimiliki,mereka terus berusaha untuk
melindungi orang orang yang ada di wilayah tempat
mereka tinggal.Dan juga selalu menjaga wilayahnya
jangan sampai ada yang mengganggu. Puyang Yusuf dan
Puyang Sulaiman adalah dua orang yang mempunyai jiwa
sosial yang tinggi dan selalu berjuang untuk kebaikkan.
Puyang Sulaiman juga bersahabat dengan
beberapa tokoh sakti di daerah Kayuagung,baik Seriang
kuning maupun Langkuse. Mereka bersatu padu untuk
menjaga Kayuagung dari gangguan penjahat,apalagi yang
namanya penjajah. Mereka sangat akrab sekali, Saking
akrabnya Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman dengan
86 | J u d u l B u k u
para orang orang sakti di daerah tersebut,ada beberapa
ilmu kebatinan yang diturunkan pada para sahabatnya.
Tetapi ada ilmu yang tidak diturunkan,yaitu ilmu untuk
menutupi penglihatan. Ilmu yang bisa menutupi
penglihatan memang tidak diturunkan oleh Puyang Yusuf
dan Puyang Sulaiman. Karena mereka takut ilmu ini
nantinya disalah gunakan.
Hari demi hari,bulan demi bulan dan Tahun dem i
tahun kehidupan daerah kayuagung khususnya di
wilayah tiyuh beruyut kehidupannya begitu tenang dan
damai. Tetapi tidak lama kemudian daerah Kayuagung
mulai diusik oleh serdadu Belanda. Serdadu Belanda
sangat antusias sekali untuk memasuki wilayah tiyuh
beruyut ini. Negeri yang bernama Tiyuh Beruyut selalu
diintai oleh serdadu belanda karena daerah ini dianggap
sebagai basis orang pribumi yang gagah. Selain itu
juga,Serdadu Belanda menganggap wilayah tiyuh beruyut
ini adalah banyak tersimpan harta kekayaan. Maka dari
itulah,serdadu Belanda antusias sekali untuk masuk ke
wilayah tiyuh beruyut. Ketika mengetahui bahwa serdadu
Belanda mulai mengusik daerah Kayuagung khususnya
wilayah tiuh beruyut,langsung Puyang Yusuf dan Puyang
Sulaiman sepakat untuk melindungi wilayah tiuh beruyut
dengan cara memagari wilayah itu dengan kemampuan
gaibnya,semua ini dilakukan agar orang orangnya dan
daerahnya tidak dapat dilihat oleh orang orang di luar
orang orang mereka.
J u d u l B u k u | 87
Suatu ketika Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman
harus berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji.
Mereka sempat menitip pesan kepada Seriang Kuning
agar dijaga sepenuhnya rakyat yang ada di dalam Tiyuh
Beruyut tersebut. Mendengar Puyang Yusuf dan Puyang
Sulaiman menitipkan pesan untuk menjaga rakyat yang
ada di tiyuh beruyut,Seriang Kuning sangat senang
sekali,karena Seriang Kuning sangat menghormati sekali
kedua puyang tersebut. Setelah menitipkan rakyat tiyuh
beruyut , Puyang Sulaiman memberikan ilmu kebatinan
pada Seriang Kuning. Namun ilmu untuk membuka dan
menutup pandang dengan sehelai daun tidak
diserahkan.Setelah memberikan ilmu kebatinan kepada
Seriang Kuning, Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman
berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji.
Mereka berangkat berbulan bulan lamanya bahkan dalam
kurun waktu bertahun. Daerah kekuasaan Sulaiman dan
Yusuf terlanjur dikunci,orang penghuninya sempat
ditutupi. Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman tidak
menyadari kalau daerah kekuasaanya telah dikunci dan
penghuninya sempat ditutupi. Mereka berdua telah
berangkat ke tanah suci. Hari demi hari,bulan demi
bulan, dan tahun demi tahun telah berlalu. Kabar berita
tentang mereka berdua tak terdengar sama sekali
beberapa bulan bahkan bertahun. Rakyat yang berada di
wilayah kekuasaan Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman
sangat menantikan kepulangan mereka berdua. Penantian
88 | J u d u l B u k u
demi penantian tak kunjung datang. Penantian tinggal
penantian ,harapan tinggal harapan. Kedua puyang yang
mereka hormati dan segani tak kunjung datang.
Suatu saat ada kabar bahwa Puyang Yusuf dan
Puyang Sulaiman meninggal dunia saat menunaikan ibadah
haji di tanah Mekkah.Mendengar kabar meninggalnya
Puyang Yusuf dan Puyang Sulaiman ,rakyat yang berada
di empat wilayah tersebut sangat sedih dan sangat
kehilangan sosok pemimpin sekaligus orang yang di tua
tuakan di wilayah mereka. Daerah kekuasaan Puyang
Yusuf dan Puyang Sulaiman terlanjur terkunci. Tidak ada
satupun orang yang dapat membuka kunci tersebut.
Bahkan rakyat di dalamnya terselubungi oleh gaib, lama
kelamaan tidak ada satupun orang orang luar dapat
melihat wilayah kekuasaan Puyang Yusuf dan Puyang
Sulaiman tersebut,bahkan orang orang di wilayah
tersebut tidak bisa dilihat oleh orang orang luar.Lama
kelamaan wilayah dan orang orang di dalamnya akhirnya
hilang dari pandangan orang awam. Lantaran itu dia
disebut sebagai negeroi silop karena saat dikunci oleh
dua tokoh tersebut yang tidak sempat dibuka lagi.
Pada hakekatnya negeri itu memang ada tapi
tiada. Banyak misteri terjadi setelah hilangnya
perkampungan itu,bahkan di abad sekarang ini sering
muncul beragam misteri di tengah masyarakat
Kayuagung. Jadi jika disimpulkan bahwa sebelumnya
J u d u l B u k u | 89
daerah itu memang ada nampak,tapi lantaran tertutup
oleh kemampuan gaib yang tidak sempat dibuka oleh sang
penguncinya,maka kesannya daerah itu menghilang yang
identik disebut oleh masyarakat Kayuagung sebagai
negeri silop.Sampai sekarang negeri silop ini sangat
terkenal di kabupaten kayuagung. Cerita tentang negeri
silop menjadi menarik dan unik,sekaligus menjadi bagian
dari warisan kebudayaan masa lampau dari masyarakat
Ogan Komering Ilir.
90 | J u d u l B u k u
10. ASAL USUL DUSUN TALANG ULAK BUNGOR
(SERIGUNA) KECAMATAN TELUK GELAM
Oleh: MASDALENA, S. Pd., M. Si
SD Negeri 1 Penyandingan
Zaman dahulu kala di daerah Tanggai Prabumulih
ada seorang bernama Riye Besalang (Rambang Senuling)
yang mempunyai tujuh orang anak laki-laki yang berlainan
sifat-sifatnya, anak yang tertua bernama Puyang Kedaud
yang sangat baik perangai nya, sedangkan yang nomor
empat bernama Puyang Jinam bergelar Jarang Benyawe
yang sifatnya sangat keras, pemberani, jenaka dan sakti
kebalikan dari sifat kakaknya yang tertua.
Puyang Jinam berperawakan yang tidak terlalu
tinggi tapi kegagahannya di tunjukan dari cara dia
bersikap dan bertutur kata.
Di daerah Tangai cara bertaninya dengan
membuka lahan baru dihutan atau talang, cara menanam
padinya dengan melobangi tanah dengan menggunakan
tongkat dari kayu yang di runcingkankan kemudian
dimasukan bibit padi kedalamanya cara ini dinamakan
Nugal. Tiba musim bertanam padi Riye Besalang beserta
isterinya berpamitan dengan ke tujuh orang anak laki-
lakinya untuk pergi bermalam membuka lahan pertanian
baru, beliau berpesan kalau selama kami pergi ada orang
belasting utusan dari Sunan Palembang untuk menagih
J u d u l B u k u | 91
pajak, tolong dilayani dengan sebaik-baiknya turuti apa
permintaan mereka. Anak-anak beliaupun mengiyakan apa
yang dipesan oleh ayah mereka.
Blasting utusan Sunan Palembang ini biasanya bila
datang selalu minta dilayani dengan mewahnya, minta
dimasakkan yang enak-enak seperti, masak ayam, daging
kancil, udang dan lain-lain. Maka berundinglah ketujuh
beradik ini apa yang akan mereka suguhkan kepada
utusan Sunan Palembang, maka menjawablah Puyang
Jinam,”biar saya yang menyiapkan penyanmbutan untuk
utusan Sunan Palembang.” Tanpa diketahui saudara yang
lain nya, rupanya Puyang Jinam sudah menyiapkan anjing
untuk di sembelih sebagai suguhan kepada utusan Sunan
Palembang. Beliau menyimpan bagian kepala, kulit, dan
kakinya agar ke enam saudaranya tidak menegathui
hewan yang telah disembelih oleh beliau. Beliau berpesan
kepada ke enam saudaranya agar tidak ikut menikmati
hidangan yang disuguhkan kepada utusan Sunan. Setelah
selesai makan Puyang Jinam mengeluarkan kepala, kaki,
ekor, dan kulit dari anjing yang disembelih sebagai
suguhan, betapa terkejutnya mereka, utusan Sunan
Palembangpun murka dan mengancam akan melaporkan
peristiwa tersebut kepada Sunan Palembang. Ini
menunjukkan kekesalan beliau terhadap utusan Sunan
Palembang.
92 | J u d u l B u k u
Tidak berapa lama datanglah surat panggilan
untuk Riye Masalang untuk menghadap Sunan Palembang
guna mempertanggung jawabkan perbuatan anak-
anaknya, maka beliau mengumpulkan warga tangai di balai
desa, beliau mengatakan kita akan memenuhi panggilan
Sunan Palembang karena kesalahan kita melayani
belasting petugas penagih pajak. Dengan kesaktian nya
balai desa yang dipenuhi oleh warga itu beliau hanyutkan
sampai ke Palembang dengan sekali sentakan.
Setelah sampai ke Palembang, bukannya mendapat
hukuman tapi Sunan menjadi ketakutan karena kekuatan
Riye Besalang, karena lama tidak di adili Sunan anak cucu
Riye Besalang menimbulkan keresahan dengan mencuri
dan merampok demi bertahan hidup, maka di usirlah
rombongan Riye Besalang ini, akhirnya beliau melanjutkan
perjalannan sampai ke daerah 3 ilir atau dikenal dengan
Sabuk Kengkeng disinilah para rombongan terpisah –
pisah ada yang berlari ke jawa, ada dua orang ke daerah
Sakatiga dan Puyang Jinam (jarang benyawe) sampailah
ke tanah Marga bengkulah.
Di kawasan marga Bengkulah yang sekarang lebih
dikenal dengan nama Kecamatan Tanjung Lubuk yang
warganya menggunakan Bahasa Komering, tetapi ada
sebagian desa di wilayah tersebut yang mrnggunakan
bahasa Ogan, seperti Desa Seriguna, Penyandingan, sugih
J u d u l B u k u | 93
Waras, dan lain-lain selanjutnya di sebut Marga Pegagan
Ulu Suku ! ( PUS 1 ).
Puyang Jinam datang ke daerah Marga Bengkulah
untuk mendirikan perkampungan baru tetapi belum ada
wilayah yang betul-betul kosong belum bertuan, sehingga
puyang tersebut berusaha mencari pengakuan dengan
menancapkan tongkat dari bambu yang dibawahnya dari
Desa Tangai tempatnya berasal.
Dengan disaksikan oleh penguasa Marga
Bengkulah dan rakyatnya, puyang tersebut bersumpah
bahwa,”Tanah yang ada dibawah tongkat bambu ku ini
adalah tanah kami dari Rambang, kalau aku berbohong
maka akan mati aku disini termakan oleh sumpahku
sendiri.”
Maka Marga bengkulah dan rakyat nya berlari dari
daerah tersebut karena sudah dikuasai oleh puyang dari
Desa Tangai Tambang Rambang Prabumulih.
Daerah yang beliau tempati adalah di Dusun Talang,
penataan dusunnya sudah sangat teratur dengan rumah-
rumah yang sama bentuk dan ukurannya, rumahnya
dinamakan Rumah Ulu. Yang menggunakan kayu onglen
yang sangat keras dan kuat. Saking teraturnya apabila
jendela rumah di buka maka tembus pandang sampai ke
ujung.
94 | J u d u l B u k u
Puyang Jinam menikah dengan perempuan yang
beliau bawah dari desa asalnya, beliau beranak pihak
didaerah yang baru, lama-lama semakin banyak orang dan
Dusun Talang sudah terlalu sempit dusunpun
berkembang kearah aliran sungai komering, dipinggiran
sungai itulah terdapat pohon Bungur yang sangat rindang
sehingga membuat aliran sungai dibawahnya menjadi
tenang maka dinamakanlah derah yang baru tersebut
dengan Desa Ulak Bungor, mata pencaharian mereka
kebanyakan bertani, berkebun dan mencari ikan.
Kehidupan penduduk di desa ulak bungor sangat
damai dan tentram, hampir tidak pernah terjadi gejolak
diantara penduduk, karena hasil pertanian dan
perkebunan mereka mencukupi bahkan berlebihan,
pertaniannya berbentuk sawah tadah hujan, daerah
pertanian mereka terletak di lebak yang sangat luas dan
subur sehingga hasil panen mereka selalu berlimpah ruah,
sehingga menetaplah sebagian keturunan puyang Jinam
disana dengan membuat desa baru yaitu Desa Lebak,
daerah perkebunan yang terkenal dengan tanaman duku
yang sangat manis berbedah dengan duku dari daerah
lain, didaging buah duku ada tulisan hurup S perkebunan
itu terletak di Desa Kuripan. Ada juga yang senang
mencari ikan baik di sungai maupun di lebak persawahan,
alat yang dipergunakanpun bermacam-macam ada yang
namanya sehekap dan bubuh yang terbuat dari bambu
peralatan menangkap ikan di Lebak, sedangkan kalau di
J u d u l B u k u | 95
sungai menggunakan sanggih, lenggian, jarring dan
tangkul.
Kesaktian-kesaktian puyang pernah dibuktikan
tatkala beliau di panggil oleh Sunan Palembang yang
berkedudukan di Palembang sewaktu akan mendirikan
Benteng Kuto Besak, seluruh orang-orang sakti di
kumpulkan untuk membantu pembangunan Benteng Kuto
Besak tersebut, Puyang Jinam yang terkenal di tugasilah
untuk menyelam ke dasar sungai musi untuk mengambil
kayu-kayu onglen yang yang terlepas dari rakit sewaktu
di hanyutkan di sungai musi, saking kerasnya beliau
belum melaksanakan tugas tersebut, pekerja-pekerja
yang lain sibuk bekerja sementara Puyang Jinam
menganggap enteng tugas yang diberikan kepada beliau,
akhirnya turun juga ke sungai untuk menyelam, tetapi
anehnya sewaktu beliau keluar dari sungai beliau tetap
merokok, dan kayu-kayu yang tenggelam terapung dengan
sendirinya, padahal kayu tersebut sangatlah berat dan
kuat dan dengan mudahnya beliau mengangkat kayu itu
sendirian, sementara yang lain harus bergotong royong
untuk mengangkat satu batang kayu.
Sewaktu beliau akan pulang ke Ulak Bungor beliau
menumpang perahu dari Marga Bengkulah, sebenarnya
mereka sudah tadak mau mengajak Puyang Jinam karena
mereka sudah tau tentang beliau, pastilah Puyang Jinam
hanya akan menumpang tanpa mau melakukan apa-apa,
96 | J u d u l B u k u
sementara para pengayuh perahu sudah Nampak
kelelahan, diperjalanan beliau memberhentikan perahu
dan memrintahkan untuk menebang bambu Betung yang
terdapat di pinggir sungai, beliau memerintahkan untuk
menebang bambu tersebut mulai dari pangkalnya tanpa di
potong-potong, semua yang ada menjadi bingung kira-kira
bambu tersebut mau dijadikan apa oleh Puyang Jinam,
ternyata dengan gagahnya beliau mengambil bambu itu
dan berdiri di depan perahu kajang untuk menggantikan
menyatangkan perahu, karena beliau orang sakti sekali
bambu di satangkan maka perahu meluncur dengan deras
nya kehulu sungai. Sampailah ke Gunung Batu OKU maka
beliau menancapkan satang bambu tersebut dengan
mengucapkan sumpah,”Barang siapa mengambil bambu ini
akan mati, kecuali anak cucu keturunan ku.” Pohon bambu
tersebut berkembang sampai dengan sekarang dan
sumpahnya betul-betul terbukti, sehingga orang
disekitar itu tidak berani untuk menebang pohon bambu
itu tanpa seizin anak cucu keturunan Puyang Jinam.
Daerah yang tidak di singgahi Sipahit Lidah salah
satunya adalah daerah kekuasaan Puyang Jinam, beliau
memerintahkan rakyatnya untuk menanak nasi sampai
menjadi kerak semua kemudian di gantung di gerbang
desa, serta membakar tikar purun sampai menjadi abu,
ketika Sipahit Lidah sampai ke Ulak Bungor dia tidak
berani masuk ke daerah tersebut karena melihat betapa
J u d u l B u k u | 97
saktinya Puyang daerah itu sehingga abu dan nasipun bisa
di anyam.
Lama kelamaan anak keturunan Puyang Jinam
semakin banyak sehingga desa Ulak Bungor tidak dapat
lagi menampung mereka, maka mereka memutuskan untuk
membentuk desa baru di seberang sungai komering
seperti Desa Penyandingan dan desa-desa lainnya di
sepanjang aliran sungai komering.
Puyang Jinam dimakamkan di daerah Sungai Baung
Desa Kuripan, keturunan Puyang Jinam bila datang ke
daerah Tangai, maka mereka dinamakan pulang ke
kampung halaman.
98 | J u d u l B u k u
11. ASAL-USUL SEJARAH DESA PAMPANGAN
Oleh: SUHAIMIi,S.Pd
SMPN 1 Pampangan
Desa Pampangan berada di sebelah Timur Kota
Kayuagung dengan jarak lebih kurang 65 kilometer
dengan jarak tempu lebih kurang 2 jam perjalan darat
dari Kota Kayuagung Perjalanan menuju ke Desa
Pampangan tidak terlalu sulit dibandingkan dengan zaman
sebelumnya, dimana akses jalan sudah cukup baik dapat
dilalui dengan kendaraan roda empat. Perjalanan ke Desa
Pampangan dapat juga dilalui jalur sungai, namun
memerlukan waktu yang cukup panjang dengan alur sungai
Batang Hari yang berliku-liku.
Letak georagrafis Kecamatan Pampangan sangat
strategis, yaitu diapit oleh tiga kecamatan, yaitu
Kecamatan SP Padang , Kecamatan Pangkal Lampam, dan
Kecamatan Tulung Selapan, dengan hamparan rawa-
rawa sejauh mata memandang. Kehidupan masyarakat di
sana adalah sebagai nelayan , petani , dan peternak
dengan luas wilayah 48,80 km2. Pada masa sekarang
merupakan salah satu dari 18 kecamatan yang ada di
Kabupaten Ogan Komering Iir. Kecamatan pada awal
membawahi 11 desa, namun karena mengalami pemekaran
sekarang menjadi 21 desa, yaitu Desa Bangsal, Jermun,
Jungkal, Kandis, Keman, Kaman Baru, Kuro, Manggeris,
J u d u l B u k u | 99
Pulau Betung, Pulau Layang, Secondong, Sepang, Serdang,
Srimenang, Tanjung Kemang, Tapus, Ulak Depati, Ulak
Kemang Baru, Ulak Kemang (Profil Kecamatan).
Secara geografis Desa Pampangan terletak di
pinggir jalan raya kabupaten, dan dilalui oleh sebuah
sungai, yaitu Sungai Pampangan (Batang Hari). Sungai ini
bermuara dari Danau Lebak Deling (Kecamatan pangkal
Lampam) dengan warnah air sangat hitam menuju ke
Sungai Muara Padang (Muba). Air warna hitam tersebut
disebabkan oleh getah tumbuh-tumbuhan yang hidup di
rawah.
Konon cerita Desa Pampangan pada zaman dahulu
dihuni pasangan suami istri dari Cirebon (Jawa Barat).
Pada saat itu desa tersebut belum bernama pampangan
atau dengan kata lain belum punya nama. Pasangan suami
istri tersebut bernama Indragiri Sakti dan sang istri
bernama Masayu. Maksud dan tujuan pasangan suami
istri tersebut datang ke daerah tersebut tak lain
melakukan kegiatan perdagangan dan peyebaran agama
islam. Karena pada saat itu Kerajaan Majapahit berkuasa
bukan hanya di tanah Pulau Jawa, tetapi juga menguasai
daerah seberang, termasuklah daerah Palembang dan
sekitarnya.
100 | J u d u l B u k u