The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by siti romelah, 2021-02-26 10:05:43

Naskah Cerita Rakyat OKI

Naskah Cerita Rakyat OKI

Keywords: Hasil Karya Guru-Guru OKI

Kedatangan pasangan suami istri dari Cirebon (Jawa
Barat) ke Desa Pampangan yang sekarang, antara lain
menggunakan jalur laut dan sungai dengan armada kapal
Perahu Jukung melakukan kegiatan dagang. Oleh sebab
itu, sampai sekarang penduduk Desa Pampangan dengan
mata pencarian adalah dagang dan berternak.

Pasangan suami istri tersebut sangatlah bahagia
dimana mereka dikarunia empat orang anak masing-
masing tiga laki-laki dan terakhir perempuan (sibungsu).
Putra sulung bernama Dipo, putra kedua bernama
Sebagus Putih, putra ketiga bernama Seburung Jauh,
dan terakhir sibungsu bernama Raden Ayu.

Seiring dengan berjalannya waktu keempat putra
putri tumbuh menjadi anak remaja dan beranjak dewasa
terutama sibungsu. Sibungsu (Raden Ayu) sangatlah
cantik, dan kecantikannya terkenal sampai ke penjuru
daerah, diantaranya Palembang. . Perihal tersebut,
akhirnya sampailah ke Kerajaan Sriwijaya dan timbullah
keinginan Pembesar dari pihak kerajaan untuk
membuktikan kebenaran kecantikan sang putri bernama
Raden Ayu.

Berjalannya waktu, maka pada hari yang telah
ditentukan berangkatlah sang Pembesar Kerajaan
Sriwijaya diiringi pengawalnya menuju Desa Pampangan

J u d u l B u k u | 101

yang sekarang. Dalam perjalanan Sang pembesar
menelusuri aliran Sungai Musi, Sungai Ogan dan aliran
Sungai Batang hari yang berliku-liku dengan
menggunakan armada perahu jukung dalam kurun waktu
berbulan-bulan dan sangat melelahkan. Namun hal itu,
tidak menyurutkan langkah kaki sang Pembesar Kerajaan
untuk segera bertemu sang putri impian yang menjadi
idaman.

Dalam perjalanan tidak ada rintangan sedikitpun
yang temui oleh Pembesar Kerajaan. Sesampainya di
sana (Pampangan), sang Pembesar melihat dengan mata
kepala nya sendiri, memang benar kecantikan sibungsu
Raden Ayu tidak diragukan lagi dan sangat sukar dicari
tandingannya. Maka timbullah keinginan sang Pembesar
untuk segera meminang sibungsu Raden Ayu, namun hal
tersebut belum terlaksana, karena sang Pembesar dan
pengikutnya tertarik untuk sementara menetap dan
mendirikan rumah di sanah sebagai tempat tinggal
sementara.

Dalam perjalan dari Palembang ke Pampangan (yang
sekarang), Pembesar kerajaan membawa beberapa ekor
kerbau. Selama menetap sang Pembesar dan pengikutnya
tertarik untuk memilihara beberapa ekor kerbau
tersebut karena didukung oleh geografis tanah rawa-
rawa dan banyak pepohonan dan rerumputan sebagai

102 | J u d u l B u k u

makanan ternak. Berjalannya waktu tanpa terasa jumlah
kerbau sang Pembesar tersebut beripat jumlahnya.
Melihat jumlah kerbau yang begitu banyak, mulai timbul
gangguan dari orang-orang jahat untuk mengambil atau
menguasai kerbau sang Pembesar.. Namun Sang
Pembesar dan pengikutnya tidak tinggal diam begita
saja, mereka mengadakan perlawanan untuk menghalau
orang-orang jahat yang ingin mengambil dan menguasai
hewan peliharaan tersebut.

Gangguan pun datang silih berganti, sang Pembesar
dan pengikutya pun belum dapat menghalau apalagi
membasmi gerombolan penjahat yang mengambil kerbau
peliharaan tersebut. Tetapi sang pembesar terus
berusaha tetapi belum juga berhasil menghentikan
orang-orang jahat tersebut. Banyak kerbau sang
Pembesar beralih kepemilikkan ke orang-orang jahat
(pencuri) , akhirnya membuat sang Pembesar murka dan
terjadilah bentrokan.

Pada bentrokan terakhir, antara sang Pembesar
dangan orang-orang pengganggu di suatu tempat yang
lokasinya agak menanjung (tanjung), Pihak Pembesar dan
pengikutinya memperoleh kemanangan, sehigga musuh
pun lari meninggalkan tempat itu dan tak pernah datang
lagi untuk mengganggu, maka oleh sang Pembesar daerah

J u d u l B u k u | 103

itu dinamakan Tanjung Menang, atas keberhasilannya
membasmi gerombolan penjahat.

Setalah memberi nama daerah Tanjung Menang, saat
itu juga daerah tersebut tidak ada lagi gangguan oleh
orang-orang jahat yang selama ini sangat meresahkan.
Selanjutnya tanpa diketahui asal muasal, sang Pembesar
tidak jadi meminang Raden Ayu tanpa alasan yang jelas,
dan mereka akan kembali ke Palembang dengan
membawa seluruh kerbau peliharaan sebagai oleh-oleh.
Tapi keinginan sang Pembesar tidaklah semudah
membalikan telapak tangan. Untuk menangkap kerbau
sangatlah sulit. Maka oleh sang Pembesar
diperintahkanlah seluruh pengikutnya untuk menangkap
hewan ternak tersebut menggunakan Empangan (kandang
buruhan), dan akhirnya dengan mudah seluruh kerbau
dapat ditangkap dimasukan ke perahu jukung.

Keinginan sang Pembesar ingin meminang Raden Ayu
sirna begitu saja. Begitu hancurnya perasaan Raden Ayu
mendengar berita tersebut tanpa ada alasan sepata kata
dari bibir sang Pembesar Kerajan. Apalagi melihat
seluruh kerbau peliharaan sudah tertangkap untuk
dibawa ke Palembang. Dan sebagai kenangan nama
Tanjung Menang dirubah menjadi Empangan oleh
Pembesar Kerajaan.

104 | J u d u l B u k u

Begitu hancur hati Raden Ayu melihat kepergian
sang Pembesar Kerajaan. Namun apalah daya untung tak
dapat dirahi, balak tak dapat ditolak, cinta tak dapat
dipaksakan tetapi hanya dirasakan. Itulah cinta yang
sebenarnya tanpa diketahui oleh siapa pun apa yang akan
terjadi selanjutnya..

Bertahun-tahun sepeninggal sang Pembesar

Kerajaan Sriwijaya (Palembang) masya-rakat yang

berada di daerah Empangan dan sekitarnya mulai

tertarik untuk berternak kerbau. Hasilnya sangat

memuaskan, kerbau yang berada di Empangan sudah

melebihi jumlah kerbau yang dimiliki sang Pembesar

sebelumnya.

Melihat sumber daya alam yang melimpah di
Epangan akhirnya datang pemerintahan Gouvernemen
(Belanda). Karena pada tahun 1324, Sultan Palembang
diperangi oleh Gouverment Belanda, dan Sultan Barudin I
tertangkap lalu dibuang (diasingkan) ke Ternate
(Maluku).

Sejak itu Palembang beserta ulunya (perangkat),
kekuasaan dipegang Belanda yang kemudian banyak
sekali mengadakan perubahan-perubahan, salah satunya
tanpa ada alasan jelas oleh pihak pemerintahan Belanda,
kata Empangan berubah menjadi Pampangan. Semasa

J u d u l B u k u | 105

pemerintahan Belanda dan seiring berjalannya waktu,
hari, bulan, dan tahun Desa Pampangan semakin ramai
dan bangunan rumah berdiri di sana-sini dan dijadikalah
sebagai pusat perdagangan dan terakhir kita kenal
sebagai Ibu Kota Kecamatan dalam wilayah Kabupaten
Ogan Komering Ilir

106 | J u d u l B u k u

12. PANGERAN BATUN

Oleh: FITRIANI, S.Pd
Guru SMA Negeri 2 Kayu Agung

Menyaksiakan langsung rumah Bari yang sekarang
berdiri dikompleks permeseuman kota Palembang banyak
kisah menaraik yang berkaitan dengan pemilik rumah bari
itu. Seorang Pangeran dari Batun. Sebuah kisah atau
cerita yang mungkin belum banyak diketahui oleh
masyarakat umum.

Dengan penulisan ulang cerita pangeran Batun
diharapkan dapat mengungkapkan Sebagian peristiwa
sejarah bukan saja menyangkut perjalanan rumah Bari
tersebut, tetapi juga sekelumit tentang perjalanan
masyarakat di daerah kabupaten OKI, tidak hanya yang
berkaitan dengan kasus sosial tetapi juga berkaitan
dengan proses peradilan. Sumber utama penyusunan
cerita Pangeran Batun diperoleh dari Dinas Pariwisata
OKI Yang merupakan karya dari penulis yang bernama
Hadin Ali Pangeran Rumah Bari, serta sumber lain
seperti beberapa bukti peningggalan sejarah yang ada.
Dengan menceritakan Kembali legenda ini Selain untuk
melengkapi data, juga untuk meningkatkan minat kajian
kesejarahan, terutama sejarah peradilan secara lebih
lengkap

Pangeran Batun adalah salah seorang pejabat lokal
yang secara kelembagaan berafiliasi pada kekuasaan

J u d u l B u k u | 107

kolonial belanda. Ia berkuasa di Marga Sirah Pulau
Padang Ogan Komering Ilir (OKI) Masa pemerintahannya
berlangsung pada urutan ke delapan sepanjang sejarah
masa pemerintahan Marga Sirah Pulau padang. Gelar
pangeran ini diberikan oleh pemerintah Marga. Pejabat
ini sebelumnya dipandang banyak berjasa kepda pihak
kolonial. Meskipun terlihat sederhana untuk menjadi
seorang pangeran yang baik dimata kolonial, bukanlah
suatu masalah yang mudah, disamping harus terpilih
menurut versi orang eropa itu, pangeran haruslah
berasal dari seorang yang memiliki kekayaan yang
banyak, juga memiliki “ilmu” yang tinggi juga kelebihan-
kelebihan lain seperti kekuatan fisik dan mental.Tidak
sedikit orang yang menjadi iri terhadap keberadaan
Pangeran Batun, bahkan sangat mempengaruhi jalan
kekuasaannya

Pangeran Batun mempunyai banyak kegemaran
diantaranya gemar bermain judi dan menyabung ayam.
Karena pada masa itu banyak pejabat beranggapan bahwa
bermain judi dan menyabung ayam itu sebagai suatu
hiburan. Pangeran suka membagi bagikan uang yang
diperolehnya dari hasil permainan judi dan menyabung
ayam kepada rakyatnya, terutama dengan gadis gadis
cantik. Semua gadis tertarik dengan sifat pangeran
Batun. Banyak gadis yang bersedia menjadi istri
pangeran, hal ini menjadi keadaan umum, apalagi
dikaitkan dengan sifat Sebagian orang yang

108 | J u d u l B u k u

menginginkan kemewahan materi berupa, jabatan dan
status sosial. Dari sekian gadis yang banyak berminat ,
pangeran memilih empat gadis sebagai pendamping
hidupnya. Mereka cantik dan molek, tetapi diantara ke
empat istrinya satu diantara mereka yang akhirnya
menjadi duri dalam nasib kekuasaan sang Pangeran.
Seorang istrinya yang berhati dengki, tamak dan
serakah.

Seorang pangeran memegang tampuk pimpinan
Marga gelar Pangeran, seperti terdahulu diberikan
kepada seseorang kapala Marga yang telah berjasa
kepada pihak kolonial. Gelar lebih tinggi dari pangeran
adalah Raden, sedangkan gelar setigkat di bawah
pangeran adalah Depati. Ketiga gelar ini tidak terdapat
dalam ketentuan kitab undang-undang Simbur cahaya.
Kekuasaan Marga di Sirah Pulau Padang, tempat
Pangeran Batun yang telah terbentuk sejak sekitar
tahun 1800, dan dibubarkan Bersama seluruh Marga.

Suatu Ketika, untuk mengatasi kekalahan dalam
permainan judi dan menyabung ayam, pangeran Batun
menghabiskan seluruh perhiasan istri mudanya. Hal ini
membuat istri muda nya marah. Ditengah kemarahan
istri muda nya itu mulai menunjukkan sifat dan tabiat
yang asli. Sering terjadi perselisihan antara pangeran
dan istri mudanya. Pangeran Batun dengan segala daya
uapaya berusaha mengumpulkan uang dengan harapan
dapat menenangkan hati istrinya Ia berusaha juga untuk

J u d u l B u k u | 109

menebus kekalahannya di meja judi. Disaat Pangeran

berusaha mengumpulkan dana terjadilah peristiwa

hilangnya pandai emas. Perahunya hanyut dan terdampar

diujung anak sungai, pemiliknya tidak di ketemukan.

Peristiwa tersebut sangat menggegerkan masyarakat.

Selama ini, Kawasan dalam Marga Panjang sangat aman

dan jarang sekali terjadi pencurian, apalagi

menghilangnya seseorang. Dengan kejadian itu

masyarakat mulai was was bahkan mulai ada rasa saling

curiga dengan sesame mereka.

Pandai emas itu adalah orang baru bagi masyarakat

Marga Panjang. Ia datang dari kota Palembang ketempat

itu untuk menjajakan emas dengan berkeliling dari satu

dusun kedusu lain. Meskipun penduduk masa itu masih

sepi, bahkan tempatnya belum banyak mempunyai nama,

tetapi keadaaannya yang aman menjadikan pandai emas

leluasa kesana kemari untuk membawa dan menjajakan

dagangannya. Peristiwa pandai emas hilang telah

terdengar oleh pihak kolonial belanda. Penyelidikan mulai

dilakukan dengan gencar, dan mengusut seluruh warga

yang ada di daerah itu. Setiap orang dewasa diusut satu

persatu. Mereka dibujuk dan disiksa serta diperlakukan

dengan berbagai cara agar diperoleh informasi tentang

pelaku menghilang nya pandai emas. Tindakan pengusutan

tersebut tidak membuahkan hasil dan tanda tanda yang

menunjukkan ada warga yang terlibat. Penyelidikan

terus berlanjut dengan cara yang semakin tidak

110 | J u d u l B u k u

mengarah. Kesempatan ini digunakan oleh istri muda
Pangeran Batun untuk menyampaikan informasi melalui
surat kaleng yang isinya menuduh bahwa Pangeran Batun
adalah orang yang menghilangkan Pandai emas tersebut.
Diceritakan Pangeran Batun memerintahkan dua orang
penjudi yang bernama Ajir dan Rambut untuk membunuh
pandai emas dan membuangnya di dasar sungai. Untuk
melengkapi informasi tersebut agar lebih meyakinkan,
disuruhlah orang untuk mengumpulkan tulang sapi yang
dimasukan kedalam kaleng lalu dikuburkan didalam sungai

Peristiwa menghilangnya pandai emas akhirnya
dibawa ke meja pengadilan. Tuntutan diajukan semakin
berat karena mempertimbangkan kondisi Marga Panjang
yang di pimpin oleh Pangeran Batun. Ajir dan Rambut,
dua penjudi yang ditimpakan tuduhan sebagai pelaku yang
menghilangka pandai emas mulai mengalamai siksaan
fisik dan mental. Kedua kaki dan tangan mereka diikat.
Saat malam tiba keduanya ditempatkan dihutan dan
rawa-rawa (rawang) yang banyak nyamuk, sehingga tubuh
mereka dipenuhi dengan bitnik-bintik merah bekas
gigitan nyamuk. Siksaan ini berlanjut dengan
memindahkan mereka kedalam ruangan yang penuh
dengan asap ataupun api, tetapi mereka tetap tidak mau
mengakui perbuatan menghilangkan pandai emas.
Sementara Si Rambut karena tidak tahan menanggung
siksaan terpaksa mengakui tuduhan yang ditimpakan pada
dirinya.

J u d u l B u k u | 111

Kembali pada keadaan pangeran Batun, dari
pemeriksaan awal diperoleh kesimpulan:

1. Uang Kas Marga telah kosong karena
dipergunakan oleh Pangeran untuk menutupi
kekalahannya dalam berjudi.

2. Pangeran telah memerintahkan membunuh
Pandai emas, dengan bukti adanya tulang
belulang yang diperoleh dari dalam sungai.

3. Pengakuan dari salah seorang tertuduh
membenarkan keterlibatan Pangeran sesuai
tuduhan.

Setelah proses pengadilan dirumuskan
“Keputusan sementara” yang memutuskan
bahwa “Pangeran” dihukum, dan jangan
dilepaskan “dan” Digantung sampai mati.
Seluruh harta benda Pangeran Batun termasuk
rumah tempat tinggalnya disita dan dilelang
dihadapan masyrakat umum. Rumah itu
selanjutnya dibongkar dan dipindahkan
kesamping benteng kuto besak dipalembang
yang kemudian dikenal umum sebagai rumah
Bari. Menjelang tahun kunjungan wisata
Indonesia , Visit Indonesia Year 1991 rumah
itu dibonhkar Kembali dan dipindahkan ke
kompleks permuseuman Palembang

112 | J u d u l B u k u

Keputusan sementara yang diputuskan

pengadilan dirasakan sangat berat oleh

Pangeran Batun apalagi tidak disertakan

dengan bukti yang nyata. Tulang belulang yang

dijadikan barang bukti, menurut keyakianannya

adalah tulang tulang sapi. Dengan bercucuran

air mata Pangeran menolak keputusan

pengadilan, dan mengajukan banding kelembaga

pengadilan lebih tinggi di Batavia (Jakarta).

Dua orang lainnya Ajir dan si Rambut menuruti

saja apa yang diputuskan pihak pengadilan.

Mereka tidak memiliki Pendidikan yang cukup

dan masih sangat awam tentang seluk beluk

hukum dan peradilan. Ajir yang tetap bertahan

dengan pendirianya tetap tidak mau mengakui

tuduhan yang ditujukan kepada dirinya, Ia

dibebaskan dari tuduhan. Meskipun Ajir bebas

tetapi dia dalam keadan sangat menderita .

Akhirnya Ajir meningggal dunia. Sedangkan si

Rambut di jatuhkan hukuman penjara disawah

lunto dengan masa hukuman selama 20 tahun.

Beberapa tahun setelah hukuman

berjalan, si Rambut dipindahkan kepenjara

nusa kambangan sampai akhir masa tahanan.

Setelah Kembali dari tahanan Si Rambut telah

matang dan dewasa dalam pemikiran. Pada

tangan kanannya dibuat Tatto Angker

J u d u l B u k u | 113

(jangkar) yang dimaksudkan sebagai simbol
orang yang pernah mendapat hukuman berat.
Dengan tanda itu memudahkan orang untuk
mengenalnya bila ia melarikan diri atau sebagai
tanda orang yang pernah menghuni penjara
kelas berat. Pangeran Batun dibantu dengan
pangeran Mat, mengajukan permohonan
banding ke Batavia. Setelah diteliti lagi
dengan seksama dan cermat surat permohonan
banding Pangeran Batun dapat diterima dan
dipersidangkan. Keputusan pada sidang
pertama pengadilan memutuskan “Pangeran di
hukum, jangan di lepaskan’ dan “Digantung
sampai mati”. Setelah mengajukan banding
serta permohonannya diterima pihak
pengadilan.

Hasil persidangan memutuskan pernyataan
bahwa pengajuan banding Pangeran diterima
dan dibenarkan. Pangeran Batun dibebaskan
dari hukuman gantung..Keputusan pada
persidangan pertama pengadilan memutuskan
“Pangeran dihukum, jangan dilepaskan dan
“Digantung sampai mati”. Setelah mengajukan
banding serta permohonannya diterima oleh
pihak pengadilan maka keluar keputusan yang
berbunyi “Pangeran dihukum jangan,
dilepaskan”dan Di gantung sapi mati” (harus

114 | J u d u l B u k u

memperhatikan letak koma pada rumusan
pertama dan perubahan kata pada rumusan
kedua). Ini berarti Pangeran dibebaskan dari
hukuman yang digantung adalah sapi mati.
Keputusan ini tentunya sangat menguntungkan
Pangeran batun karena menyangkut hidup dan
mati beliau. Selanjutnya Pangeran Batun
bebas dari tuduhan akan tetapi ia telah
kehilangan jabatannya sebagai Kepala Marga.

J u d u l B u k u | 115

13. Asal-usul Desa Sugih Waras OKI
HENDARLINA,S.Pd
SMPN 1 Teluk Gelam

Desa Sugih Waras Kecamatan Tanjung Lubuk
merupakan Desa yang Subur dan Makmur, mata
pencarian penduduknya sebagian besar petani dan
perkebun. Masyarakat disana mengandalkan hasil
pertanian dan perkebunannya sebagai sumber
penghidupan, pertanian mereka menghasilkan padi dan
sayur mayur, perkebunannya sebagian besar menanam
duku dan durian serta pisang. Asal usul Desa Sugih
Waras adalah adanya perantau yang mendatangi daerah
tersebut. Dibawah ini adalah uraian asal usulnya.

Rambang Seruling adalah salah satu kelurahan di
Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Prabumulih
Sumatera Selatan Indonesia. Rambang Seruling sendiri
terdiri dari berbagai etnis suku, mulai dari etnis
Komering Bengkulah, Melayu Rambang Seruling,
Pedamaran, Morgesiwe Kayuagung dan etnis yang berasal
dari luar SUMSEL.

Pada suatu ketika merantaulah empat bersaudara
meninggalkan Desa Rambang Seruling yang sering
disebut Tangai, Salah satu dari perantau tersebut yaitu
yang pertama singgah disebuah pulau/dusun yang

116 | J u d u l B u k u

dilaluinya, disana ada sebuah pulau yang sangat subur dan
dia menetap disana, kemudian mendirikan sebuah dusun,
dimana karena dia anak yang paling tua atau saudara yang
pertama merantau dan telah tinggal didusun tersebut
maka disebutlah dusun itu dengan nama Dusun RANTAU
ALAI

Setelah itu ketiga bersaudara itu melanjutkan
perjalanan, ditengah perjalanan mereka melihat ada
pulau yang mengeluarkan cahaya yang berkelip-kelip dan
sangat terang maka oleh ketiga saudara tadi dilihatlah
tempat itu, setelah dilihat ternyata bukanlah sebuah
pulau, tapi sejenis tanah yang muncul kepermukaan, maka
daerah tersebut dibuatlah sebuah dusun dan ditinggali
oleh perantau yang kedua, dan dusun tersebut
diberinama Dusun SRI PULAU KILIP

Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan
dengan menggunakan rakit dan singgah (mampir)
sebentar untuk membuat alat untuk penggerak rakit
yang biasa disebut satang yang terbuat dari bambu (
buloh), tempat mereka membuat satang tersebut
didirikan sebuah dusun lagi yaitu dusun Buluh Cawang dan
ditinggali oleh perantau yang ketiga dan yang terakhir
yang paling muda merantau balik kedusun Sugih Waras
yang sekarang, yang paling muda itu bernama Pangeran
Rejed dimana Pangeran Rejed ini membuat sebuah balai

J u d u l B u k u | 117

bangunan setelah balai tersebut selesai, datanglah
sebuah wabah penyakit yang menyerang dusun ini, dimana
tua muda baik laki-laki maupun perempuan semuanya
sakit.

Didusun tersebut ada seorang dukun wanita yang

suka makan sirih dan memakai sugi untuk pelengkap

makan sirihnya, sugih ini terbuat dari tembakau dan

dengan menggunakan sugih untuk dia nyirih, dukun

tersebut dapat menyembuhkan serta mengobati

penyakit warga yang sakit di dusun itu, cara

pengobatannya adalah sugi yang dipakainya untuk nyirih

tersebut dilumurkan diperut orang yang sakit, akhirnya

banyaklah penduduk yang sembuh dari wabah tersebut,

dari sembuh itu maka dinamakan waras, dengan adanya

kesembuhan itu maka seluruh penduduknya kembali

normal dan dapat bekerja seperti bisanya dan mencapai

kemakmuran (sugih). Dengan hal tersebut maka

dinamakanlah dusun tersebut dengan nama Sugih Waras,

dari sugih dan waras maka terjadilah DESA SUGIH

WARAS yang kita kenal sekarang.

Dimasa Kepemimpinan di Desa Sugih Waras
Pangeran Rejed Wiralaksana membangun sebuah rumah
besar hal ini dilakukan untuk menyambut salah satu
menantu perempuannya yang merupakan warga asli
komering. Letak rumah ini di Kampung Pangeran dan

118 | J u d u l B u k u

merupakan bagian dari Desa Sugih Waras, kampung ini
berada di tepi sungai dengan suasananya sangat tenang
dan nyaman, penghuni rumah tersebut semuanya masih
satu keluarga, dengan hal tersebut kampung ini juga
sering disebut dengan kampung keluarga.

Rumah yang dibangun Pangeran Rejed ini
menggunakan 100 buah tonggak kayu penopang rumah
dan rumah ini memiliki dua tangga untuk naik, didalam
rumah ini terdapat dua jenjang rumah, jenjang pertama
lebarnya sekitar 2 meter, jenjang kedua jauh lebih
lebar, sekitar 20 meter dan luas tanpa sekat. Kemudian
jadilah rumah itu dengan sebutan RUMAH 100 TIANG
dikarenakan memang tiang penyangga untuk menunjang
struktur rumahnya berjumlah 100 (seratus) buah dengan
ukuran 16x36 meter, Perlu diketahui Pangeran Rejed
berkuasa didaerah Sugih Waras yang merupakan daerah
bagi kekuasaan Warga Bengkulah pada Tahun 1716,
tepatnya pada abad 18.

J u d u l B u k u | 119

14. SEJARAH DESA PULAU GEMANTUNG

MARDIANA,S.Pd

Asal mula terbentuknya desa Pulau Gemantung,
Dahulunya bernama Negeri Ratu, Kampung Marga Negeri
Ratu ini berbatas dengan sebelah ulu dari desa Gunung
Batu yang dilalui oleh Batang hari Bengkulah,sampai
dengan Desa Kelampaian (Muara Batang hari bengkulah
atau Rantau Alai sekarang)

Suku Komering atau Marga,berasal dari berbagai
daerah, pertama berasal dari sekala borak Ranau
(Lampung), sebagian penduduk Sekala borak mengungsi
sebanyak 45 jiwa, dengan mengendarai lima buah rakit
yang terbuat dari Bambu dengan menyusuri Sungai
Komering, melaju masuk ke Batang Hari Bengkulah dan,
kelima Rakit tersebut bercerai- berai peristiwa ini
terjadi di zaman sunan Palembang :

1) Rakit pertama, singgah/berlabuh diumbulan
Tanjung Mas (Tanjung Baru)

2) Rakit kedua, singgah/berlabuh diumbulan Negeri
Ratu ( Pulau Gemantung)

3) Rakit ketiga, singgah/berlabuh diumbulan kuta budi
(kota bumi)

4) Rakit keempat, singgah/ berlabuh di umbulan
penanggungan (tanjung laga)

120 | J u d u l B u k u

5) Rakit kelima, singgah / berlabuh diumbulan Ulak
lebar (Ulak balam)
Karena Rakit tersebut diketuai oleh seorang ketua

Rombongan yang bernama Sandawa Ratu, Dari hasil
musyawarah mereka terciptalah pusat pemerintahan
yang diketuai oleh Sandawa Ratu tersebut terletak diilir
desa Pulau Gemantung sekarang (Tiuh Usang)

Beberapa tahun berselang Sandawa Ratu wafat,
dan untuk melanjutkan kepemimpinannya Sandawa Ratu
menurunkan kepada anaknya yang tertua yaitu Ratu
Sanggenab, dan diberikanlah tahta kerajaan sunan
Palembang, dengan pangkat Pangeran Ratu Sanggenab,
Singkat cerita di desa marga bengkulah Negeri Ratu
(Pulau gemantung) lahirlah seorang putri berambut
panjang bagai mayang yang terurai rapi putri tersebut
bernama Putri Darah Putih.

Di desa ini juga ada seorang pemuda gagah nan
tampan dia terkenal dengan sumpah yang keluar dari
mulutnya pemuda tersebut bernama Si Pahit Lidah, pada
zaman itu Si Pahit Lidah berkeinginan menguasai Negeri
Ratu (Pulau Gemantung) dan akan meminang atau
melamar Putri Darah Putih sebelum pinangan berlanjut,
Putri Darah Putih mengajukan beberapa syarat (
permintaan ) kepada sipahit lidah, jika permintaan ini
dapat di kabulkan , pinangan atau lamaran sipahit lidah

J u d u l B u k u | 121

dapat di terima oleh putri darah putih, adapun syarat-
syaratnya antara lain :

1) Sipahit lidah dapat mengadakan anyaman dari beras
2) Sipahit lidah dapat mengadakan tali yang terbuat

dari abu
3) Sipahit lidah dapat mengadakan seratus tusuk sate

yang terbuat dari seekor (daging) burung pipit
Selang waktu beberapa bulan permintaan Putri

Darah Putih tidak dapat dikabulkan oleh sipahit lidah,
maka sipahit lidah mengambil alih sebaliknya ia meminta
petunjuk lebih dahulu kepadanya sebagaimana corak-
corak permintaan putri darah putih tersebut seperti,
anyaman dari beras lalu putri mengirimkan kerak nasi
diatas talam, talam adalah (panci besar) dan tali yang
terbuat dari abu Siputri mengirimkan tali yang terbakar
diatas talam dan untuk membuat seratus tusuk sate
yang terbuat dari daging seekor burung pipit terlebih
dahulu si putri darah putih meminta pisau dari sipahit
lidah sebanyak seratus buah pula yang terbuat dari
seratus buah jarum guna untuk mengiris-iris daging
burung pipit di desa tersebut.

Akhirnya, Si Pahit Lidah mengirimkan seratus buah
pisau yang terbuat dari sebuah jarum, guna untuk
mengiris-iris daging seekor burung pipit tersebut.
Keesokan harinya siputri mengirimkan seratus tusuk
sate yang dibuat dari seekor kerbau begitu melihat

122 | J u d u l B u k u

kesanggupan putri untuk mengadakan persyaratanyang
diberikan untuk dirinya, sipahit lidahpun merasa kagum
atas kecerdasan yang dimiliki oleh Putri Darah Putih.

Suatu ketika sipahit lidah ingin menemui Putri

Darah Putih di tengah perjalanan nya yang bertepatan di

Muara Batang Hari Bengkulah (Desa kalampaian atau

Rantau Alai sekarang) sipahit lidah melihat suatu

keanehan di serumpun bambu kelihatan olehnya pada

kuncup batang bambu tersebut, bergantungan

bungkusan gula aren. Ia mengira bahwa penduduk desa

atau marga Negeri Ratu sangat kuasa dan sakti- sakti.

Melihat keanehan tersebut semua niatnya untuk
menguasai Negeri Ratu (Pulau Gemantung) dan meminang
Putri Darah Putih dibatalkan. Lalu Si Pahit Lidah
meneruskan perjalanannya ke arah ulu marga Negeri
Ratu atau ke arah Batu Raja sekarang.

Pada tahun 1908 marga Negeri Ratu dibawah
kepemimpinan pangeran besar H. Usman Desa ini
dipindahkan yaitu ke ulu ( desa ini sekarang ) karena
beberapa alasan Sesutu hal antara lain :

1) Marga Negeri Ratu pernah mendapat musibah
kebakaran

2) Sudah sempitnya wilayah kependudukannya

J u d u l B u k u | 123

Gambar 1. Rumah pangeran besar H.
Usman

Maka dalam kebijakan ini dituruti oleh para
penduduknya dan pusat pemerintahannya juga di tempat
sekarang ini. Di dalam musyawarah antar perangkat-
perangkatnya untuk merubah nama Negeri Ratu menjadi
desa Pulau Tergantung, di sempurnakan lagi menjadi
Pulau Gemantung oleh sebab mengingat kesaktiannya
atas bungkusan gula aren yang tergantung di serumpun
batang bambu yang menaklukkan Si PahitLlidah tidak
bisa masuk Marga Bengkulah. Begitulah asal mula
terbentuknya desa Pulau Gemantung dari asal kata
bungkusan gula yang tergantung yang disempurnakan
namanya.

Pulau Gemantung adalah sebuah Kesatuan Desa
yang termasuk ke dalam Wilayah Administratif
Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering
Ilir, Sumatera Selatan. Pulau Gemantung saat ini terdiri
dari empat desa yaitu Pulau Gemantung Induk, Pulau

124 | J u d u l B u k u

Gemantung Ilir (Sabah), Pulau Gemantung Ulu (ulu) dan
Pulau Gemantung Darat (Urai - Urai). Masing-masing dari
empat desa tersebut dikepalai oleh seorang Kepala Desa
yang bertanggung jawab atas pemerintahan
administratif dari masing-masing wilayah desanya.
Namun secara kultur dan lingkungan, masyarakat Pulau
Gemantung pada umumnya masih berbaur dengan akrab
antara satu desa dengan desa yang lainya, ini disebabkan
karena pada awal mulanya desa tersebut merupakan satu
kesatuan yang utuh, namun seiring perkembangan zaman
dan pertumbuhan penduduk, akhirnya pada tahun 2007
Pulau Gemantung dibagi menjadi empat desa.

Pulau Gemantung dihuni oleh sekitar 5500 - 6000
jiwa penduduk lebih. Sebagian besar dari jumlah
penduduknya adalah pribumi/penduduk asli. Agama yang
di anut adalah agama Islam, yang sudah mengakar sejak
lama dan berbaur dengan unsur budayanya.

Pangeran/Pasirah Yang Pernah Menjabat Di Marga

Bengkulah

N Jabatan Keterangan
Nama pejabat

o

ketua/raj Kepala suku yang pertama
1 Puyang ratu segenab

a di marga bengkulah

Pangeran sandawa
2 pangeran Pasirah /pangeran pertama

ratu

J u d u l B u k u | 125

Pangeran ratu pangeran Anak pangeran sandawa
3
ratu
segenab

4 pangeran masratu Keluarga dari pangeran
5 pangeran wiralago pangeran

sandawa ratu
keluarga dari pangeran
pangeran
sandawa ratu

pangeran keluarga dari pangeran
6 pangeran

wirongerono sandawa ratu

pangeran marta pangeran keluarga dari pangeran
7
sandawa ratu
wilago

8 depati kuntjung depati/pa angkatan pertama dari
sirah gourvernement

9 pangeran haji hasan pangeran keturunannya

10 depati aji depati/pa
keturunannya

sirah

depati rais wira depati/pa
11 keturunannya
ngerana sirah

Pangeran H. usman
12 pangeran keturunannya

marta wilaga

Pangeran mohd.
13 pangeran keturunannya
zainal nata diraja

14 depati baharrudin pasirah keturunannya

126 | J u d u l B u k u

zainal

15 pjs. H agus pjs.pasira
keturunannya

h

16 Depati harun ali pasirah keturunannya

17 pjs. Burhannudin pjs.pasira diangkat oleh penda oki

Yusuf h tahun 1970 - 1971

18 pjs. hambali pyn pjs.pasira 1973 – 1983 bubar marga
h bengkulah 1 april 1983
sesuai uu. no.5. 1979

19 Depati Hambali Pyn Pasirah 1973 – 1983 bubar marga
bengkulah 1 april 1983
sesuai uu. no.5. 1979

Tabel 1. Pejabat Marga Bengkulah hingga Tahun
1979

Lambang Desa Pulau Gemantung

Secara sederhana lambang Pulau Gemantung dibuat
tidak semata-mata hanya dilatar belakangi akan unsur
keindahan dan bentuk fisiknya semata. Namun dalam
setiap goresan, gambar dan tulisan yang tertera pada
lambang tersebut mengadung makna filosofi yang diambil

J u d u l B u k u | 127

dari kearifan dan kondisi Pulau Gemantung yang
sebenarnya. Berikut penjelasannya:

Gambar 2.
bangunan
Gambar sebuah bangunan yang didasari pada
pondasi yang rata yaitu melambangkan kesamaan hak dan
kewajiban warga/masyarakat untuk berkontribusi
didalam pembangunan desa, serta sebagai lambang
kebersamaan dari setiap individu warga/masyarakat
Pulau Gemantung.
Empat pilar yang menopang bangunan
melambangkan empat buah desa bagian Pulau Gemantung
yang terdiri dari Pulau Gemantung Ilir, Pulau Gemantung
Induk, Pulau Gemantung Ulu dan Pulau Gemantung Darat.
Atap bangunan yang berpalang silang adalah
melambangkan identitas budaya lokal yang tetap
dipegang teguh oleh warga/masyarakat Pulau Gemantung.

128 | J u d u l B u k u

Gambar 3. Dua Kuntm Tangkai
Padi

Gambar Dua kuntum tangkai padi yang
melambangkan kesejahteraan dan keadilan.

Gambar 4. Bulan dan
Bintang

Gambar Bulan dan Bintang melambangkan azaz
budaya yang bersendikan kepada Syariat Islam

J u d u l B u k u | 129

Gambar 5. Kain Panjang (Bersatu dan
Berjaya)

Seleyer (kain Panjang) yang bertuliskan "Bersatu
dan Berjaya" melambangkan keutuhan visi dan misi yang
diemban, guna memelihara persatuan dan mewujutkan
kejayaan.

Gambar 6. Sebuah
Perisai

Gambar sebuah perisai yang melambangkan perlindungan akan
unsur-unsur kearifan lokal sebagai identitas dan jatidiri
warga/masyarakat Pulau Gemantung.

130 | J u d u l B u k u

Gambar 7. (Pulau Gemantung)
Tulisan "Pulau Gemantung" adalah melambangkan
kebanggaan akan sebuah nama dan identitas diri yang patut
disyukuri oleh setiap warga/masyarakat Pulau Gemantung yang
telah di sempurnakan oleh residen Palembang.

Gambar 8.
Semboyan
Sebuah semboyan yang bertuliskan "Poda Ram
Sahuwonan" yang artinya "Sesama kita saling peduli".
Merupakan salah satu semboyan yang sangat dikenal dan
memberikan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Pulau
Gemantung.

Gambar 9. Lambang Desa Pulau

J u d u l B u k u | 131

Gemantung

Adapun tiga warna yang digunakan pada lambang ini

adalah Hijau, Hitam dan Kuning Keemasan. Setiap warna

tersebut mempunyai makna tersendiri.

Warna Hijau melambangkan kemurnian (nature/mature)

dan kesahajaan yang dilandasi dengan nilai-nilai

keislaman (Syariat).

1) Warna Hitam yang terdapat pada garis penegasan dan
tulisan adalah melambangkan ketegasan dan kemandirian
dalam berbuat dan berfikir.

2) Warna Kuning Keemasan adalah melambangkan
keindahan, kemuliyaan dan kearifan resam budaya yang
dipegang.
Dan mengapa desa ini dikaitkan dengan penambahan
kata PULAU, padahal kalau dilihat dari monografinya
yang diterjemahkan pada tahun 1930 tidak ada sama
sekali kaitannya dengan pulau

Desa ini di katakan pulau karena letaknya yang
dikelilingi oleh beberapa Pulau, Namun kebanyakan
masyarakat di desa ini mengatakan bahwa asal negeri
ratu dulunya terbentuk dari segenggam tanah yang
dibawa dari negeri Arab, tidak tahu pasti siapa nama
orang itu yang jelas masyarakat Pulau Gemantung
mengenalnya dengan sebutan Muyang Tuan. Dulunya
sebelum jadi Negeri Ratu daerah ini hanyalah lautan
setelah di taruh segenggam tanah yang dibawa oleh

132 | J u d u l B u k u

Muyang Tuan, selang waktu secara ajaib timbul lah
segumpal tanah yang bentuknya menjulang dan berujung
berbentuk pulau, Muyang Tuan sendiri adalah kakak
kandung dari putri darah putih.

Makam Muyang Tuan adalah makam pertama yang
ada di desa Pulau Gemantung setelah daerah ini
terbentuk. Konon katanya dulu makam Muyang Tuan
dapat dilihat dari daerah palembang, sampai sekarang
makam tersebut masih terawat dengan baik.

15. PETORI SERIANG KUNING

Sulastri, S.Pd.
Guru SMA Negeri 3 Kayuagung

Bagi masyarakat zaman dahulu, pemberian gelar

Petori dan raja bukan sekedar gelar kerajaan atau

kebangsawanan, namun biasanya ada

J u d u l B u k u | 133

kekuatan/kemampuan atau ilmu kebatinan khusus yang
dimiliki oleh orang tersebut sehingga layak disebut
petori atau raja.

Petori Sri Hyang Kuning atau sering disebut Petori
Seriang Kuning adalah putri dari Sjech Hasan Ibrahim
yang berasal dari tentara kerajaan Bone, Sulawesi, dan
ibunya keturunan arab. Konon katanya, makam Sjech
Hasan Ibrahim sendiri berada di kelurahan Jua-jua
Kayuagung, tepatnya di depan Mantri Dayat (Klinik
Asyifa Jua-jua).

***

Ketika Putri Sri Ayu berusia sekitar 10 tahun,
Sjech Hasan Ibrahim ayahnya mengajak serta
keluarganya merantau ke Pulau Sumatera, tepatnya
daerah Kayuagung yang saat itu dipimpin oleh Puyang
Yusuf dan Puyang Sulaiman berketurunan Mesir pemilik
kerajaan kaya raya di Perigi yaitu Negori Silop.

Sebenarnya daerah tersebut tidak hilang hanya
saja ditutup dengan kesaktian kekuatan ilmu batin yang
mereka miliki sehingga orang lain tidak dapat melihat
kerajaan ini. Sehingga tak seorangpun, maupun raja
manapun dapat memasuki atau mengganggu kerajaan
tersebut.

134 | J u d u l B u k u

Karena kerajaan ini jarang berinteraksi dengan
masyarakat sekitar, maka orang-orang dari Negori silop
dianggap aneh, dan memang kebanyakan orang yang
sempat melihat masyarakatnya beberapa bagian tubuh
mereka memang berbeda dengan biasanya, misalnya
filtrum atau oreng (lekukan vertikal di bagian tengah
bibir atas yang memanjang dari bawah hidung hingga ke
bibir atas) mereka tidak berlekuk, bagian telapak kaki
mereka jari-jarinya menghadap ke belakang, dan yang
pasti masyarakat Negori Silop memiliki kesaktian
menghilang, konon katanya ilmu menutupi pandangan
orang lain kepada mereka terletak pada barang yang
dibawa mereka, misalnya tas jinjing mereka apabila
diletakkan ketanah maka seketika itu pula mereka
menghilang.

Menurut cerita orang terdahulu, sering terjadi
anak laki-laki yang beranjak dewasa apabila tidak pulang
pada waktu magrib biasanya menghilang selamanya, dan
menetap di Negori Silop. Banyak kejadian anak-anak
bujang, orang laki-laki setengah baya dikabarkan hilang
tanpa kabar. Sempat dengar cerita dari orang yang
memang pernah mengalami masuk ke Negori Silop, entah
bagaimana ceritanya ketika itu dia langsung berada di
kerajaan yang megah, yang seingatnya memang ketika
azan magrib dia masih mandi di sungai. Waktu itu dia
terbangun dari pingsannya ternyata dia telah berada

J u d u l B u k u | 135

pada kondisi kerajaan yang sedang berpesta pora, ramai
orang-orang dari Kerajaan Negori Silop di sana, dia juga
melihat orang yang sepertinya dia kenal dulu dikabarkan
hilang ternyata memang menjadi masyarakat sana,
tampaknya Raja dari Negori Silop ingin menjadikannya
masyarakat sana.

Setelah dipahaminya ternyata syarat untuk
menjadi penghuni Negori Silop, orang itu wajib
melepaskan semua pakaiannya, nah karena saat itu si
anak bujang ini tidak ingin melepaskan celana dalamnya,
maka sepintas dia menyaksikan orang-orang di sana
memakan ulat dan meminum darah, namun kadang juga
dia melihat minuman darah tadi berupa jus yang
menyegarkan, ini diakibatkan mungkin karena dia belum
melepaskan celana dalamnya tadi, singkat cerita
keesokan paginya dia sadar dari pingsannya dan sudah
kembali ke tempat asalnya

menghilang waktu itu di pinggir sungai, dan ternyata
menurut cerita orang tuanya dia telah menghilang selama
seminggu, dia bersyukur tidak menjadi masyarakat
Negori Silop.

136 | J u d u l B u k u

Selama berada di Kayuagung Sjech Hasan Ibrahim
dan istrinya adalah orang biasa-biasa saja, beliau
memiliki keahlian mengukir dan istrinya sendiri hanya
pengrajin tembikar atau membuat alat-alat dapur dari
tanah liat, karena memang sebagian besar masyarakat
zaman dahulu belum

mengenal panci alumunium dan kompor untuk
memasak, sehingga untuk mensiasati hal tersebut mereka
membuat gerabah. Di dalam perjalanan kehidupannya,
Sjech Hasan Ibrahim bersama keluarganya mendapat
kesempatan untuk membangun suatu perkampungan, pada
masa itu ramai sekali pendatang dari luar daerah
berkunjung atau malah menetap, hingga kampung
tersebut menjadi ramai penduduknya. Banyak sekali dari
pendatangnya, adalah seseorang yang memiliki kesaktian
tinggi yang mahir dalam strategi perang maupun ilmu
gaib, sebagian besarnya juga adalah orang-orang yang
konon katanya berasal dari daerah Banten datang untuk
menyebarkan agama islam.

Penyebaran agama islam yang sangat berpengaruh
kesaktian dan dakwah di daerah itu antara lain Puyang
Haji Husin, Puyang Haji Muhammad Amin dan Puyang Haji

J u d u l B u k u | 137

Muhammad Hasan ketiganya menjadi sahabat dekat
Sjech Hasan Ibrahim.

Kehidupan mereka damai, namun suatu ketika
dikisahkan tiba-tiba kampung mereka dilanda musibah
bencana alam, seketika itu juga Puyang Haji Muhammad
Hasan dengan kekuatan yang dimilikinya mampu menahan
arus air yang deras, sehingga wilayah mereka terhindar
dari bencana tersebut.

Melihat kejadian ini, masyarakat berbondong-
bondong memasuki wilayah yang tidak terkena derasnya
arus air, hingga mereka menetap dan tidak ingin
meninggalkan kampung itu. Sehingga Sjech Hasan
Ibrahim bermufakat dengan ketiga sahabatnya untuk
menjadikan kampung tempat tinggal mereka menjadi
sebuah daerah kekuasaan yang memiliki seorang
pemimpin.

Kemudian dengan dibantu beberapa tokoh yang
memiliki ilmu sakti, akhirnya mereka mampu membangun
sebuah istana yang sederhana kemudian disebut keraton.
Seiring berjalannya waktu, karena merupakan tempat
pusat perdagangan banyak raja dari luar daerah
berdatangan sehingga daerah tersebut menjadi maju.

Maka dengan inisiatif Sjech Hasan Ibrahim
bersama tiga sahabatnya mereka berencana membuat

138 | J u d u l B u k u

suatu perkampungan lagi bernama Kuto Rajo, yang
dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para tamu raja.

***

Tahun-tahun berlalu Putri Sri Ayu tumbuh semakin
dewasa, beliau sangat periang dan suka menolong orang-
orang yang menderita sakit, ketika itu kesaktian Putri
sudah mulai terlihat, sang Putri tidak bisa dilukai oleh
benda tajam apapun termasuk peluru, lantas berdampak
pada rambutnya yang terus memanjang karena tidak
bisa dipotong serta tumbuh dengan tidak wajar. Selain
periang Putri Sri Ayu sangat sayang pada semua jenis
binatang, sang putri dapat menaklukan binatang-
binatang buas yang ada di sekililingnya, terutama
binatang berkaki 4.

Selain mengobati orang sakit, dia juga sering
mengobati binatang-binatang kesayangannya karena
kekuatannyalah Putri mempunyai teman seekor singa
besar.

Kekuatan Putri Sri Ayu sangat terlihat ketika
beliau marah, seketika itu juga rambutnya berubah
menjadi kuning dan mengeras menyerupai cemeti atau
cambuk emas, banyak perampok yang dikalahkan oleh
putri. Lama kelamaan karena kekuatannya dia dinobatkan
perempuan penduduk pertama di daerah tersebut

J u d u l B u k u | 139

sebagai putri penakluk, maka dia harus diberi nama baru
sebagai penerus kekuasaan tahta Keraton, oleh karena
itu Sjech Hasan Ibrahim bersama ketiga sahabatnya
berniat memberikan nama sekaligus gelar PETORI
SERIANG KUNING dengan alasan Putri Sri Ayu adalah
orang yang periang dan tubuhnya memiliki cahaya kuning
berkilauan seperti emas, terutama di rambutnya.

Setelah mendapat gelar Petori konon katanya
banyak ilmu kebatinan yang masuk ke dalam tubuhnya
sehingga memiliki kekuatan mantra yang dahsyat,
diantaranya dapat terbang dengan selendang pelangi
yang dimilikinya. Apabila ada yang mengusiknya dan
marah maka beliau akan mengibaskan rambutnya, dengan
sekali kibas orang-orang yang ada di dekatnya dapat
terlempar sejauh 3 sampai 4 meter dan dengan
matranya pula jasad tersebut langsung menghilang.

Karena kekuatannya ini, Petori Seriang Kuning
sering dimintai bantuan oleh Puyang Yusuf dan Puyang
Sulaiman untuk menyembuhkan masyaratnya, atau
sekedar berlatih dan mendalami

ilmu kebatinan, sehingga lama kelamaan mereka
menjadi sahabat yang tidak dapat terpisahkan, kesaktian
yang dimiliki merekapun hampir semua sama.

140 | J u d u l B u k u

Hingga suatu hari Puyang Yusuf dan Puyang
Sulaiman ingin menunaikan ibadah haji ke tanah Makkah,
lalu daerah kekuasaan mereka dititipkan pada Petori
Seriang Kuning, tanpa berpikir panjang lagi mereka pergi
menunaikan ibadah haji, namun ternyata mereka lupa
memberikan ilmu atau kesaktian untuk membuka kembali
Negori Silop kepada Petori Seriang Kuning. Saat
menunaikan ibadah haji Puyang Yusuf wafat di Tanah
Mekkah, dan tidak sempat membuka kembali wilayah itu,
sehingga wilayah itu hilang dari pandangan.

Tak lama bangsa Belanda datang akan menguasai
daerah Kayuagung dan sekitarnya. Seriang kuning sangat
melarang kaum Belanda dan tidak diperkenankan untuk
menguasai beberapa wilayah di Kayuagung. Suatu waktu
bangsa Belanja mendapat informasi dari mata- mata
yang mengatakan jika ada sebuah kampung yang kaya,
membuat mereka ingin menguasainya. Hingga akhirnya
Petori Seriang Kuning wafat karena pertikaian dirinya
dengan penjajah belanda.

J u d u l B u k u | 141

***

Konon ceritanya lagi, di usia 27 tahun Petori
Seriang Kuning sempat menikah dengan Abu Nawas.
Tokoh yang selalu diceritakan mempunyai banyak akal
yang cerdik. Dikisahkan dalam kehidupan rumah
tangganya dengan Abu Nawas, sempat diingini oleh
seorang raja karena pada zaman dahulu, masyarakat
harus patuh pada keinginan sang Raja, apabila tidak
menuruti keinginannya orang tersebut akan dihukum.

Namun dengan seribu akalnya Abu Nawas
menggagalkan niat raja tersebut. Kala itu, raja ingin
menjebak Abu Nawas, diutuslah anak buahnya sebanyak
6 orang untuk masuk ke dalam sumur tua, dengan syarat

142 | J u d u l B u k u

setiap peserta sayembara yang turun ke dalam sumur
harus keluar membawa satu buah telur apabila tidak
membawa telur maka peserta tersebut akan dihukum
pancung, ternyata sang Raja sudah bersiasat telur yang
ada di dalam sumur hanya 6 buah saja, sedangkan
peserta 7 orang termasuk Abu Nawas, peserta sudah
mendapatkan urutan masing- masing dan Abu Nawas
mendapat urutan yang terakhir, secara otomatis tidak
ada lagi telur di dalam sumur ketika Abu Nawas turun,
dengan akal cerdiknya ketika berada di dalam sumur dia
berkokok menyerupai ayam, lalu dia keluar dari sumur
dan berkata, telur yang raja masukkan telah menjadi
ayam, sehingga Abu Nawas memenangkan sayembara itu.

Menurut ceritanya, ukuran panjang kuburan Petori
Seriang Kuning ini tidak lazim, standarnya panjang
kuburan manusia itu adalah berkisar 2 meter sedangkan
kuburannya berukuran sekitar 50-an meter. Kuburan ini
sengaja dipanjangkan, jadi dari bagian kepala ke
pinggang kuburannya di atas tebing atau pinggiran
sungai, sedangkan bagian dari pinggang ke kaki sampai ke
sungai.

***

Ini dikarenakan daerah Kedaton ini adalah wilayah
perbatasan yang sering banyak perampok memasukinya
melalui sungai, dikisahkan walaupun Petori Seriang

J u d u l B u k u | 143

Kuning telah meninggal namun kekuatannya tidak hilang,
terbukti apabila ada perampok atau orang yang ingin
masuk ke area Kedaton berniat jahat melewati kuburan
Petori maka orang tersebut akan meninggal. Jangankan
orang niat jahat, burungpun yang tidak sengaja lewat
dan membuang kotoran di atas kuburan tersebut maka
akan mati.

Di dekat kuburan Petori Seriang Kuning terdapat
sungai ogan yang mengalir, namun yang uniknya sungai
tersebut memiliki dua warna yang berbeda yaitu hitam
dan kuning, anak sungai yang mengalirkan warna kuning
ini dari daerah Pedamaran sedangkan anak sungai yang
berwarna hitam berasal dari akar-akar pohon yang
tumbuh di sekitar pinggir sungai.

Sumber cerita:

1. Penutur langsung:
a. Bapak Yuslizal, Seniman di Kabupaten Ogan
Komering Ilir

144 | J u d u l B u k u

b. Kakek Doni, selaku tetua di Kayuagung
c. Romlan (Almarhum)
2. https://palembang.tribunnews.com/2019
/12/01/kisah-seriang-kuning-putri-
keturunan- jawa-beragama-islam-di-oki-
dan-legenda-negori-silop
3. https://www.morgesiwe.com/2016/03/misteri-
negeri-menghilang-negori-silop.html
4. https://youtu.be/2ihlB3XaGSQ (Radio Kayuagung
FM)

Sumber foto:
Pribadi dan tangkapan layar penulis di video youtube.

16. ASAL MULA DESA SEPANG

KEC PAMPANGAN
LINIA,S.Pd

SMPN 1 Tanjung Lubuk

J u d u l B u k u | 145

Desa Sepang adalah sebuah desa yang
berada di kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan
Komering Ilir dahulu kala pada masa penjajahan
Belanda sekitar pada tahun 1914 kecamatan
Pampangan terletak di desa Pangkal Lampam. Pada
tingkat kecamatan ini dipimpin oleh seorang asisten
Demang yang pada saat itu di pimpin oleh Tjek
Kotjik. Namun pada tahun 1921 kecamatan Pangkalan
lampam di pindahkan ke Pampangan, Pemindahan
tersebut disebabkan karena terjadinya musibah
dalam lingkungan keluarga asisten Demang. Pada
masa itu salah seorang anak asisten Demang
mengalami kecelakaan tenggelam di sungai Pangkalan
Lampam hingga meninggal dunia. Oleh sebab itu
asisten Demang merasa takut akan kejadian
musibah terulang kembali dan merasa takut akan
ada musibah yang lain lagi, oleh sebab itu terjadinya
pemindahan kecamatan di Pampangan sampai
sekarang.

146 | J u d u l B u k u

Kecamatan Pampangan itu sendiri
membawahi 5 marga yaitu marga Pampangan,
Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, Keman dan
Marga Rambutan. Masing- masing marga tersebut di
pimpin oleh Pesirah. Namun setelah merdeka pada
tahun 1949 marga Rambutan memisahkan diri dari
kecamatan Pampangan dan bergabung dalam wilayah
pemerintahan kecamatan Banyuasin 1 Kabupatan
Musi Banyuasin. Lalu beberapa tahun kemudian
Marga Tulung Selapan juga memisahkan diri dari
kecamatan pampangan dan menjadi
kecamatansendiri.

Setelah dua marga tersebut memisahkan diri
kecamatan Pampangan maka kecamatan Pampangan
masih membawahi tiga marga yaitu Marga
Pampangan, Pangkalan Lampam dan marga keman.
Marga keman membawahi delapan desa yang masing-
masing desa dipimpin oleh seorang Kades yang
disebut Kerio. Desa-desa tersebut adalah Desa Ulak

J u d u l B u k u | 147

Depati, Tapus, Pulau Layang, Kandis, Ulak Pianggu,
Keman, Ulak Kemang, dan Desa Sepang.

Nama desa Sepang diambil dari sebuah pohon
atau kayu yang bernama sepang, dimana kata warga
desa, dahulunya banyak sekali pohon ini tumbuh
dengan subur didaerah ini, tetapi sekarang pohon ini
sudah tidak ada lagi disebabkan oleh kemarau
panjang sehingga banyak yang mati. Kayu sepang
artinya kayu atau pohon yng hanya memiliki satu
dahan saja. Menurut cerita para orang tua yang
mengetahui sejarah desa ini, desa ini berdiri sekitar
tahun 1940 an yang mana dahulunya setiap desa
diketuai oleh seorang “kerio”, kalau bahasa sekarang
yang artinya kepala desa (kades). Pada masa itu
juga setiap 10 desa atau lebih dipimpin oleh seorang
Depati yang bernama ambon. Kalu diistilahkan pada
masa ini dapat disebut dengan nama Camat.

Secara geografis Desa Sepang terletak lebih
kurang 27 KM dari Kecamatan Pampangan . Jika

148 | J u d u l B u k u

ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 30
menit. Adapun batas-batas wilayahnya mulai dari
sebelah Utara berbatasan dengan desa Keman,
sebelah Selatan berbatasan dengan desa Pulau
Layang, sebelah Barat berbatasan dengan desa Ulak
Kemang ,dan sebelah Timur berbatasan dengan
Sungai Batang hari yang sangat deras nan indah itu
dan di sekeliling sungai itu banyak pepohonan yang
menghijau , air mengalir yang berada sungai itu
sering di pergunakan oleh penduduk desa sebagai
kebutuhan sehari-hari.

Desa Sepang merupakan sebuah desa yang
terletak di dekat daerah perairan sungai yang lebih
dikenal dengan nama sungai batanghari. Desa ini
juga memiliki dua pulau yaitu pulau kecil dan pulau
besar. Menurut cerita para orang tua yang ada di
desa, dahulu kala dua pulau ini adalah tempat para
kerajaan-kerajaan berlayar dan berdagang. Hal ini
dapat dibuktikan dengan adanya sebuah keramat

J u d u l B u k u | 149

seorang putri kerajaan yang terletak di pulau kecil.
Tetapi, sekarang sudah ribuan tahun lamanya dua
pulau ini sudah mengering dan sekarang menjadi
area persawahan yang luas nan indah milik warga.
Pulau kecil merupakan sebuah pulau yang
sekelilingnya sebagian sudah menjadi area
persawahan milik warga juga. Pulau besar juga
merupakan tempat tinggal sebagian penduduk desa.
Sebagian besar penduduk desa ini bermata
pencaharian sebagai petani, ada juga sebagai
penangkap ikan (nelayan).Jika dilihat secara
keseluruhan luas wilayah desa sepang kecamatan
pampangan kabupaten ogab komering ilir ini kurang
lebih 2.059,6 Hektar.

Penduduk desa sepang sebagian besar
merupakan penduduk asli yang telah menetap dan
berkembang secara turun menurun di Desa Sepang.
Namun, tidak sedikit dari penduduk Desa Sepang
merupakan pendatang yang kemudian menetap di

150 | J u d u l B u k u


Click to View FlipBook Version