Ketika mengerjakan modul ini, saya merasa senang karena mampu mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saya merasa bahwa hal ini akan memberikan manfaat besar bagi peserta didik dan akan memperkaya pembelajaran. Setelah mendapatkan feedback dari rekan mahasiswa dan dosen, saya akan membuat RPP yang memuat rancangan materi ajar yang telah saya integrasikan dengan CT. RPP tersebut akan memuat tujuan pembelajaran , indikator pencapaian kompetensi, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Saya juga akan memperhatikan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dan bagaimana integrasi CT dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih praktis dan bermakna.
Aksi Nyata – Topik 5 RPP Nama: Tenti Febri Satia, S.Pd NIM: A2G823020 Kelas: Bahasa Indonesia MODUL AJAR BAB 5 : MENGENAL KEBERAGAMAN INDONESIA LEWAT PERTUNJUKAN DRAMA INFORMASI UMUM 1. IDENTITAS MODUL Nama Penyusun : Tenti Febri Satia, S. Pd. Satuan Pendidikan : SMA Negeri 11 Kota Jambi Jenjang : SMA Kelas / Fase : XI (Sebelas) - F Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Pembelajaran 1 : Menemukan Perbedaan Antara Karya Puisi, Prosa, dan Drama Prediksi Alokasi Waktu : 2 JP ( 2x45 menit) Tahun Penyusunan : 2024 2. KOMPETENSI AWAL Peserta didik mengetahui pengetahuan dasar tentang puisi, prosa, dan drama serta membandingkan perbedaan ketiga ragam sastra tersebut. 3. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2. Bergotong royong 3. Bernalar kritis; 4. Kreatif; 5. Inovatif; 6. Mandiri; 4. SARANA DAN PRASARANA 1. Gawai
2. Buku Teks Bahasa Indonesia Kls XI 3. Power Point 4. Laptop 5. Papan tulis/White Board 6. Infokus/Proyektor 7. Lembar kerja 8. Referensi lain yang mendukung 5. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler 6. MODA, PENDEKATAN, MODEL, METODE PEMBELAJARAN 1. Moda pembelajaran : Pembelajaran tatap muka 2. Model pembelajaran : Kooperatif Think Pair Share 3. Metode : Diskusi,penjelasan, penugasan, dan tanya jawab KOMPONEN INTI 1. CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik akan berhasil mencapai pemahaman terkait perbedaan karya puisi, prosa, dan drama melalui proses identifikasi dari pengertian struktur maupun skenario drama, serta mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam analisis kritis, yang tercermin dalam partisipasi aktif pada diskusi kelompok. 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik akan membaca tiga bentuk karya sastra, yaitu puisi, prosa, dan drama, kemudian terlibat dalam diskusi guna menemukan perbedaan khas antara ketiga jenis karya sastra tersebut. 3. PEMAHAMAN BERMAKNA Memahami puisi, prosa, dan drama. 4. PERTANYAAN PEMANTIK 1.Setelah mempelajari puisi dan prosa pada bab sebelumnya, menurut Ananda apa perbedaan dari topik tersebut? 2.Siapa yang pernah membaca naskah drama? 3.Bagaimana jalan ceritanya dan bentuk penulisan naskah drama tersebut? 4.Jadi, menurut Ananda apa perbedaan dari puisi, prosa, dan drama?
C. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan (10 Menit) 1. Guru mengucapkan salam pembuka dan berdoa bersama untuk memulai pembelajaran. 2. Guru menanyakan kondisi peserta didik dan mengecek kehadiran peserta didik sebelum memulai pembelajaran. 3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik dan peserta didik menjawab sesuai dengan pengetahuannya 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sehingga peserta didik memiliki pemahaman bermakna tentang materi yang akan dipelajari. 5. Guru melakukan permainan “Tangkap Banteng” untuk melatih kefokusan peserta didik 6. Peserta didik berpasangan dengan teman sebangku. Kemudian guru memberikan cerita kepada peserta didik, ketika dalam cerita terdapat kata banteng maka peserta didi harus menangkap tangan lawan sebangku dan begitu seterusnya sampai cerita selesai. 7. Guru memberikan motivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; yaitu 1. Beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2. Bergotong royong: 3. Bernalar kritis; 4. Kreatif; 5. Inovatif; 6. Mandiri. 8. Guru menjelaskan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh peserta didik. Kegiatan Inti (90 Menit) Model Kooperatif Think Pair Share Langkah 1 - Berpikir (Think) 1. Guru memberikan tiga contoh karya sastra puisi, prosa, drama dan meminta peserta didik membaca dengan baik ketiga jenis tersebut. 2. Peserta didik mengamati, mendata, dan mengklasifikasikan perbedaan ketiga karya tersebut. 3. Guru meminta peserta didik memahami setiap perbedaan dari ketiga karya sastra puisi, prosa, drama tersebut. Langkah 2 - Berpasangan (Pairing) 1. Guru membagi kelompok terdiri dari 5-6 peserta didik. 2. Peserta didik saling bertukar pemikiran maupun pendapat tentang tiga karya sastra
puisi, prosa, dan drama. 3. Peserta didik menganalisis dari segi bentuk, bahasa, isi, dan media. Langkah 3 - Berbagi (Sharing) 1. Peserta didik mempersentasikan hasil kerja mereka 2. Salah satu kelompok menanggapi hasil kerja dari kelompok lain. Kegiatan Penutup (10 Menit) 1. Guru memberikan kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari. 2. Guru memberikan refleksi tentang pentingnya mempelajari drama dan keberagaman budaya Indonesia. 3. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa. D. ASESMEN / PENILAIAN, KRETERIA DAN RUBRIK PENILAIAN a. Teknik Penilaian: Tugas Kelompok b. Bentuk Instrumen: Tes Kinerja c. Rubrik Penilaian Tabel 1.1 Rubrik Penilaian Bentuk Karya Sastra Perbedaan Bentuk Bahasa Isi Media Puisi Prosa Drama
Tabel 1.2 Lembar Penilaian Diskusi Kelompok No. Nama Peserta Didik Aspek Skor Kemampua n bekerjasama Kemampua n berkomunikasi Kemampuan menyampaikan pendapat Kemampuan konsentrasi dalam berdiskusi 1 2 3 4 5 6 7 Tabel 1.3 Lembar Kriteria Penii.Aian Diskusi Kelompok Aspek Sangat baik : 25 Baik : 20 Cukup : 15 Kurang : 10 Kemampuan bekerjasama Terlihat Sangat aktif dalam diskusi, dan sangat menghormati pedapat teman, Terlihat sering aktif dalam diskusi, dan menghormati pedapat teman, Terlihat cukup aktif dalam diskusi dan cukup menghormati pendapat teman. Terlihat kurang aktif dalam diskusi, dan kurang menghormati pendapat teman.
Kemampuan berkomunikasi Menggunakan bahasa yang sangat sopan dan baik dalam menyampaikan pendapat dan merespon pendapat Teman Menggunakan bahasa yang sering terlihat sopan dalam menyampaikan pendapat dan merespon pendapat teman Menggunakan bahasa yang kadang-kadang sopan dalam menyampaikan pendapat dan merespon pendapat teman Menggunakan bahasa kurang sopan dalam menyampaikan pendapat dan merespon pendapat teman Kemampuan menyampaikan pendapat Menyampaika n pendapat sangat interaktif sesuai dengan masalah yang Didiskusikan Menyampaika n pendapat baik terlihat interaktif sesuai dengan masalah yang didiskusikan Menyampaikan pendapat cukup interaktif dari masalah yang didiskusikan Menyampaikan pendapat kurang interaktif dari masalah yang didiskusikan Kemampuan konsentrasi dalam berdiskusi Menfokuskan diri dan menyimak sangat baik dan responsive Menfokuskan diri dan menyimak sangat baik dan kadangkadang responsif Menfokuskan diri dan menyimak cukup dan sedikit responsif Menfokuskan diri dan menyimak kurang dan tidak Responsive NA= Nilai yang diperoleh x 100 Skor maksimal Tabel 1.4 Instrumen Penilaian Hasil Kerja Kelompok No. Nama Kelompok Aspek Skor Ketepatan Pengisian Jawaban Organisasi Tulisan Ejaan danTanda Baca 1 2
34567
Tabel 1.5 Rubrik Kriteria Penilaian Hasil Kerja Keompok Aspek Sangat baik : 50 Baik 40 Ketepatan pengisian jawaban Seluruh isi tulisan sesuai dengan perintah soal yang ditelah ditentukan Hampir seluruh sesuai dengan peyang ditelah diteEjaan dan tanda baca Semua struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca dituliskan dengan tepat Hampir seluruhejaan, dan tandituliskan denganNA= Nilai yang diperoleh x 100 Skor maksimal
: Cukup : 35 Kurang : 25 isi tulisan erintah soal entukan Sebagian isi tulisan sesuai dengan perintah soal yang ditelah ditentukan Isi tulisan tidak sesuai dengan perintah soal yang telah ditentukan h kalimat, nda baca n tepat Sebagian kalimat, ejaan, dan tanda baca dituliskan dengan tepat Sedikit kalimat, ejaan, dan tanda baca dituliskan dengan tepat
Tabel 1.5 Kunci Jawaban Perbedaan Puisi, Prosa, dan Drama Komponen Puisi Prosa Drama Bentuk Terikat rima, irama, matra. Tersusun atas bait dan larik. Bebas, tidak terikat aturan baku. Tersusun atas kalimat dan paragraf. Tertulis dalam bentuk dialog, didesain untuk dipentaskan. Bahasa Indah, padat, kaya makna, banyak majas. Deskriptif, informatif. Deskriptif, informatif/Dialog bebas antar tokoh Isi Ungkapan perasaan, pikiran, gagasan penyair. Beragam: cerita, informasi, penjelasan Cerita dalam bentuk dialog dan perwatakan. Media Cetak dan elektronik Cetak Panggung E. PENGAYAAN DAN REMEDIAL (Program Tindak Lanjut) Remedial Kegiatan pembelajaran remedial anatara lain dalam bentuk; Pemanfaatan tutor sebaya Pembelajaran ulang Pembelajaran kelompok Hal ini dilakukan bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian. Pengayaan Peserta didik dapat memperdalam pemahaman mereka mengenai perbedaan antara ketiga jenis karya sastra dengan meningkatkan frekuensi kegiatan membaca, yang kemudian akan didiskusikan dalam kelompok-kelompok pencinta sastra. Dalam pemilihan bacaan sastra, perlu mencakup representasi yang seimbang dari ketiga jenis karya sastra, yakni puisi, prosa, dan drama. Dengan demikian, diharapkan peserta didik dapat lebih memahami secara menyeluruh perbedaan karakteristik antara ketiga jenis karya sastra tersebut. F. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK Untuk mengukur tingkat ketercapaian pembelajaran guru bisa mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran pada peserta didik. Peserta didik akan menjawab pertanyaan
tersebut dan pastikan soal tersebut bisa dijawab oleh peserta didik kurang lebih 70%. Dengan cara ini guru bisa melihat apakah tujuan pembelajaran kegiatan 1 bisa tercapai. Jambi, Maret 2024 Mengetahui; Guru Pamong Megawaty. S., S. Pd. NIP 198904072006042011 Guru Mata Pelajaran Tenti Febri Satia, S. Pd. NIM A2G823020 Kepala Sekolah
LAMPIRAN 1 Tes tertulis LAMPIRAN- LAMPIRAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD ) Diskusikan dalam kelompok perbedaan puisi, prosa, dan drama. Setelah Ananda membaca contoh puisi, prosa, dan drama, buatlah kelompok yang terdiri atas 5-6 siswa. Setelah itu, berdiskusilah dan jawablah pertanyaan di bawah ini. 1. Temukan pengertian puisi, prosa, dan drama! Puisi : Prosa: Drama: 2. Berdasarkan ketiga contoh di atas, temukan perbedaan ketiga bentuk karya sastra tersebut dengan melengkapi tabel di bawah ini! Bentuk Karya Sastra Perbedaan Bentuk Bahasa Isi Media Puisi Prosa Drama
LAMPIRAN 2 Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik Karya sastra terdiri atas tiga bentuk, yakni puisi, prosa, dan drama. Ketiga bentuk karya sastra tersebut pada dasarnya terkait satu sama lain, hanya memang memiliki perbedaan bentuk yang cukup mendasar. Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta larik dalam bait. Oleh karena itu, karya sastra berbentuk puisi lebih memperhatikan kepadatan pilihan bahasa dalam menuangkan ide atau gagasan. Jenis yang kedua adalah prosa. Prosa mempunyai beberapa jenis seperti dalam bentuk cerita pendek, novel, atau roman. Prosa adalah karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi). Pada bentuk kedua ini, penulis menuangkan ide atau gagasannya lewat kalimat-kalimat yang dirangkai dalam bentuk paragraf. Penulis mendeskripsikan tokoh dan perwatakannya serta konflik di dalamnya dalam kalimat-kalimat yang dirangkai dalam paragraf- paragraf. Bentuk terakhir yaitu drama. Drama berasal dari bahasa Yunani draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, beraksi, dan sebagainya. Drama dapat pula diartikan sebagai sebuah cerita berupa kisah kehidupan dalam bentuk dialog dan lakuan tokoh untuk menggambarkan sebuah konflik. Oleh karena itu, dalam drama lebih ditonjolkan kemampuan bermain peran dan dialog antartokoh untuk menggambarkan konflik dan jalan cerita. Drama biasanya dipertunjukkan di panggung pertunjukan atau teater
LAMPIRAN 3 GLOSARIUM Argumentasi, digunakan untuk menuangkan ide-ide atau gagasan-gagasan dari penulis Berita, cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar Cerita pendek (cerpen), cerita pendek.; kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika) Denotasi, (linguistik) makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif Drama, cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater Ekstrinsik, berasal dari luar (tentang nilai mata uang, sifat manusia, atau nilai suatu peristiwa); bukan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sesuatu; tidak termasuk intinya Faktual, berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran Identifikasi, penentu atau penetapan identitas seseorang, benda, dan sebagainya Ilmiah, bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan Komprehensif, cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater Konotasi, (linguistik) tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata; makna yang ditambahkan pada makna denotasi Konteks, situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian Literasi, kemampuan menulis dan membaca Musikalisasi, hal menjadikan sesuatu dalam bentuk musik Persuasi, bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin) Podcast, dokumen digital yang harus diunduh dulu oleh pendengarnya Poster, plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan) Prosa, karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi) Prosedur, tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas Puisi, ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait Salindia, terawang fotografi pada pelat kaca tipis yang diatur agar dapat diproyeksikan Sinopsis, ikhtisar karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu; ringkasan; abstraksi Vlog, (komputer) blog yang isinya berupa video Youtuber, seseorang yang membuat konten dalam bentuk video yang diunggah ke kanal youtube
LAMPIRAN 4 DAFTAR PUSTAKA Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI Drama SI PAHIT LIDAH https://youtu.be/zLy7q_n0e2A?si=OSKugSdpprLRY32d